PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Posts Tagged ‘Sufi’

“DIAM” (Bag 1)

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 11, 2008

Para Arifbillah yang tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga mengerti akan kedudukan/Martabat Allah, tentu mereka itu telah “Karam” pada Lautan “Ahadiyah” Allah ‘Ta’ala. Di dalam ke “Karam” annya itu pandangannya hanya tertuju kepada Allah, baik di muka, di belakang, di kanan, di kiri, atas, bawah, luar dan dalam. Setiap waktunya selalu bersama Tuhannya baik di dalam suka maupun duka, baik dalam keramaian maupun dalam kesendiriannya.

Tidak banyak orang lain mengetahui tentang rahasia di dirinya, walaupun ia senantiasa berkumpul di dalam suatu keramaian tetapi Hatinya hanya bersama Tuhannya. Jiwanya telah merdeka dari segala ikatan-ikatan dunia. Apakah itu pangkat, kedudukan, harta dan segala Atribut-atribut yang lain.

Para pecinta Tuhan telah melepaskan pandangannya baik dari dirinya sendiri maupun kepada yang di luar dari dirinya, menyendiri di dalam kesendirian diri dan diam di dalam Hakikat Tuhannya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , | 121 Comments »

SYAMSUDDIN TABRIZI (Sang Pengembara Jiwa Misterius)

Posted by pengembarajiwa pada September 16, 2008

Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M. Sejak masa kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kejeniusan luar biasa. Jangankan bermain, ia justru malah menghadiri Majelis Pengajian dan belajar tentang Syekh-syekh Sufi masa lalu. Di usia yang masih sangat muda, ia merasakan kerinduan dan mencari-cari sang kekasih dalam dirinya. Karena tidak ada seorang anak sebaya pun yang bisa memahaminya, ia sering menghabiskan waktunya sendirian. Karena itulah, Sayms selalu kelihatan murung dan sedih.

Orang tua Syams mengira bahwa kemurungan dan kesedihannya lantaran keinginannya tidak tercapai, sebagaimana lazimnya terjadi pada diri anak muda. Mengenai hal ini Syams berkata, “Tatkala mereka bertanya kepadaku, ‘Mengapa engkau murung dan sedih? Apakah engkau menginginkan baju-baju terbuat dari perak dan emas? Lalu kujawab, ‘Tidak, aku menginginkan seseorang yang bisa menanggalkan/melepaskan apa yang sudah kukenakan ini,’”. Yang di maksud Syams adalah bahwa ia menginginkan agar baju egoisme/ke Aku an/sifat mementingkan diri sendiri/sifat merasa paling benar dihilangkan dari jiwanya. Seseorang yang mendengar jawaban demikian dari Syams tidak sanggup memahami makna-makna terdalam di balik kata-katanya dan sudah pasti banyak yang menganggapnya sebagai orang yang tidak waras

Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufi | Dengan kaitkata: , , , | 24 Comments »