PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

KEAGUNGAN ALLAH SWT DALAM CINTA KASIH PADA AKHIR HAYAT MANUSIA

Posted by pengembarajiwa pada Desember 1, 2013

Alhamdulillah………dalam Rahmat, Nikmat dan Barokah-NYA kepada kita semua maka mengalirlah dalam kehidupan ini Cinta Kasih-NYA yg sungguh…sungguh tiada batas, baik kita menyadarinya maupun tak menyadarinya. Tentunya…..dalam Rahmat Allah Swt itu tanpa terkecuali siapapun dirinya itu dan Agama apapun yg dianutnya dan dimana pun berada kesemuanya dalam liputan Rahmat Allah Swt, Tuhan Seru Sekalian Alam. Karena itulah…..Insan/Manusia adalah Makhluk yg Paling termulia dari pada Makhluk2 Allah Ta’ala yg lain. Maka benarlah jika Allah Ta’ala menyuarakan hanya kepada Insan….sebagai Sirrulah/Rahasia Allah, yang mana Sir/Rahasia itu awalnya di tujukan kepada Langit, langit tak sanggup tuk menjunjungnya, Bumi tak sanggup tuk memikulnya, Lautan, Gunung2 dsb kesemuanya tak sanggup tuk menampungnya. Hanya Insan/Manusia saja lah yg sanggup tuk memikulnya dan sesungguhnya Manusia itu sangatlah BODOH.
BODOH adalah Sifat Dasar Manusia namun Justru dengan ke-BODOH-annya itulah sebagai suatu sarana untuk dapat menampung akan Sirullah tsb, tetapi……malah banyak yg tiada menyadari akan ke-BODOH-an dirinya. Hanyut dalam ke-Angkuh-an dan kesombongan merasa Ia Pintar dan Cerdas yg akhirnya dirinya sendiri yg menjadi dinding/hijab/tabir akan Sirullah tsb dan ke-INSAN-annya telah ternodai oleh Sifat2 ke-BINATANG-an. Sehingga Fitrah yg sudah di tetapkan dan dinyatakan bahwa Manusia itu tercipta dalam rupa bentuk yg sebaik2nya dan sesempurna2 kejadian telah ternodai oleh kesombongannya sehingga dari segi Martabat Ia telah Jatuh dari ke-INSAN-annya yg tercipta dalam rupa bentuk yg sebaik2nya dan sesempurna2 kejadian menjadi INSAN yg bersifat “……………..”, Na’udzubillah……..


Adapun Manusia itu dalam Akhir Masanya (MAUT) terbagi menjadi 4 Ciri yg tiada terlepas dari pada ILMU, DZIKIR/INGAT dan RASA yg ada pada dirinya. ILMU melahirkan SEMANGAT HIDUP, DZIKIR/INGAT melahirkan GAIRAH HIDUP dan RASA melahirkan RASA HIDUP. Jika SEMANGAT HIDUP, GAIRAH HIDUP dan RASA HIDUP telah “HAMBAR”, maka itu adalah TANDA bahwa HIDUPnya dalam Alam Dunia ini akan ber-AKHIR.

1.
Jika semasa Hidupnya di Alam Dunia ini, ILMU dan DZIKIR/INGAT serta RASAnya hanya sebatas Lahiriyyah(Syari’at) semata maka mereka itu di sebut dng AHLUSSYARI’AT. Yaitu siapa saja yg dalam ILMU, DZIKIR/INGAT dan RASAnya memaknai SYARI’AT itu adalah yg termasuk dalam Rukun Islam yg 5 Perkara itu saja dan kemudian Ia semata2 hanya menjalankan ke-5 Rukun tsb saja tanpa menggali lebih dalam akan makna yg mendasari ke-5 Rukun tsb maka tanpa di sadarinya Ia telah membatasi akan SYARI’ATULLAH. Dan tentunya……jika diri hanya berjalan dalam Syari’at yg 5 Rukun tsb saja tanpa menggali ttng Makna yg mendasarinya yaitu ttng ke-IMAN-an, ke-TAUHID-an, ke-YAKIN-an dll…dll maka Ibadah yg dilakukan tidak lain hanyalah sebatas menggugurkan kewajiban semata. Jika hanya sebatas menggugurkan kewajiban semata tanpa Dasar IMAN, TAUHID, YAKIN maka janganlah heran jika Sifat2 HEWAN masih Dominan melekat pada dirinya berupa 9 Hawa pd Diri yaitu : Sombong, Takabbur, Tamak, Serakah, Iri, Dengki, Hasut, Benci dan Dendam yg membias pada Lahiriahnya berupa Sumpah serapah, Caci Cela, Hina menghinakan, Fitnah memfitnah, Kutuk mengutuk, Buruk Sangka dll….dll….dll. Lalu dimanakah Manis Lezatnya Amal Ibadah yg di lakukan…apabila ke 9 Hawa pd Diri masih bertengger pada dirinya…??? Bukaankah Allah pun menyatakan dalam Firman-NYA : “Sesungguhnya Sholat itu dapat mencegah dari perbuatan Keji dan Mungkar” dan Baginda Nabi Muhammad Saw pernah bersabda : Jika Sholat itu tidak dapat mencegah dari perbuatan Keji dan Mungkar, bukan menjadikan dirinya semakin dekat dengan Tuhannya tetapi malah semakin Jauh dari Tuhannya. 9 Hawa pd Diri adalah AKAR/DASAR terbentuknya perbuatan KEJI dan MUNGKAR pada diri.
Maka Jika…..seseorang berjalan sampai Akhir Hayatnya hanya di Syari’at semata yaitu hanya berpegang pada ke-5 Rukun tsb tanpa menggali Dasar IMAN, TAUHID, YAQIN maka tentunya tidak akan di dapatkan pada Jiwanya berupa KETENANGAN, karena 9 Hawa pada diri masih bertengger di dirinya. Jika Jiwanya tidak tersentuh atau tidak tenggelam atau tidak karam dalam “KETENANGAN JIWA” yg “HAQIQI” maka tiadalah Ia di panggil dengan seruan : “Yaa….Ayyatuhannafsul Muth’ma innah………………..dst” (wahai JIWA yg TENANG, datang lah engkau kepada Tuhanmu dengan Ridho serta di Ridhoi……..dst) Tetapi Ia akan bersesuain dengan Firman Allah : “Kullu Nafsin Zaa’ikatul Maut………..” (Setiap JIWA akan merasakan MATI).
Jika Akhir masanya……di panggil oleh Allah Swt dengan Firman tsb diatas, maka tatkala ia mati sesungguhnya ia tidak lah MATI melainkan Ia tetaplah HIDUP di “sisi” Tuhannya dan beroleh Nikmat dari Karunia dari Tuhannya.
Jika Akhir masanya…..di-CABUT NYAWA/JIWAnya(Tidak di panggil) maka……Ia akan merasakan MATI. Apabila Ia MATI maka Jasad akan Hancur, Membusuk dan jadi Bangkai. Jika telah dinyatakan bahwa Manusia itu dicipta Allah lebih sempurna di bandingkan Makhluk-makhluk yang lain maka tentunya pasti ada yang membedakan antara dirinya dengan makhluk-makhluk yang lain, baik ciri sewaktu hidup maupun ciri sewaktu ia mati. Adapun ciri dikala ia mati tentunya matinya tidak akan sama dengan Makhluk Allah Ta’ala yang lain. Jika Binatang mati maka tentunya ia akan menjadi Bangkai karena membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap serta dihinggapi oleh belatung-belatung. Dan begitulah….jika manusia Jiwanya tidak tersentuh atau tidak tenggelam atau tidak karam dalam “KETENANGAN JIWA” yg “HAQIQI” beserta Tuhannnya maka ketika ia mati jasadnya akan membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap serta dihinggapi belatung-belatung. Jika demikian keadaan dirinya pada saat kematian maka berarti ia mati menjadi bangkai dan jika ia mati menjadi bangkai maka matinya seperti binatang dan berarti keinsanannya tak ubahnya bagaikan binatang. Naudzubillah……..Semoga kita semua dipelihara Allah Swt dlm Pemeliharaan-NYA yg penuh Rahmat & Kasih Sayang. Aaamiiin.

2.
Jika semasa Hidup di Alam Dunia ini, ILMU dan DZIKIR/INGAT serta RASAnya tidak hanya sebatas Lahiriyyah(Syari’at) tetapi seolah2 ada dorongan dalam Hatinya untuk menggali ttng ke-IMAN-an, ke-TAUHID-an, ke-YAKIN-an dan kemudian Ia bawa hatinya untuk tenggelam dalam Lautan Wirid dan Dzikir dan TAKHOLLI(membuang Sifat2 Tercela) serta TAHALLI(menghias Hatinya dengan Sifat2 terpuji), maka mereka itu disebut dengan AHLUTTHORIQOT. Alhamdulillah……..tentunya ada satu peningkatan dari segi ke-DEWASA-an Bathin yg tadinya hanya sebatas AHLUSSYARI’AT dan selanjutnya menuju AHLUTTHORIQOT. Namun….hendaknya tetaplah dalam ke-SADAR-an bahwa perjalanan dalam pengembaraan AL-HAQ belum lah berakhir sebelum Ia sampai ke perbatasan “MUARA TELAGA ROSUL/AL-KAUTSAR”. Dalam Thoriqot, Hatinya Wajib untuk selalu tenggelam dalam Wirid dan Dzikir dan Lahiriyyah nya senantiasa berbuat Hal2 yg baik, menjauh dari perbuatan tercela dan menghias diri dari perbuatan yg Terpuji agar Hatinya menjadi terpelihara ke-SUCI-annya. Namun…..sepandai2nya seseorang itu memelihara Hatinya dari kekotoran2 Hati dan sekuat2nya menjaga Hatinya agar selalu tetap dalam keadaan SUCI tetapi dalam kenyataannya Menjaga dan memelihara Hati agar tetap SUCI tidak semudah membalik TELAPAK TANGAN. Selalu saja ibarat pepatah “Menggali Lubang Tutup Lubang” dan HAL itu di rasakan oleh siapa saja yang berjalan di Jalan ini. Belum lagi…….dalam Hal pe-RASA-an yg selalu saja terliputi oleh jeritan2 dan Tangisan2 Hati karena “ke-RINDU-an” dan bahkan ada juga yg seolah2 seperti hanyut dalam “Penyesalan2 akan segala Dosa2 yg lalu” yg demikian itu bahkan ada yg hampir di setiap harinya Hatinya selalu menangis……menangis…..menangis…..menjerit…..menjerit….menjerit…..hanyut dalam “tangisan kesedihan”, baik “tangisan kesedihan” karena ke-RINDU-annya maupun “tangisan kesedihan” karena Dosa2 ataupun juga “tangisan kesedihan” karena selalu GAGAL dalam mensucikan Hatinya. Salahkah…..HAL yg demikian itu…..???. TIDAK….!!! TIDAK SALAH. Alhamdulillah……itu adalah suatu kebaikan2 yg datang dari pada Allah Swt untuk menempa dirinya agar semakin mengerti akan dirinya Laa Hawla wa Laa Quwwata. Namun……….tidak sedikit bagi para pengembara2 yg berada di jalan itu HANYUT dan LARUT dalam ke-MABUK-annya sehingga melupakan satu HAL, bahwa ALLAH SWT Amat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Penerima Tobat serta Sungguh2 Amat Maha DEKAT tiada ber-JARAK. Sehingga apakah ALLAH SWT tidak akan mengampuni orang2 yg bersungguh2 dalam Tobatnya….??? Dan apakah ALLAH SWT akan JAUH dari dirinya…???. Jika demikian……, mengapa diri tak menyadarinya dan selalu saja menaaaaaangis dan bersedih…???. Maka tanpa tersadari oleh dirinya sendiri sesungguhnya ia telah masuk dalam ke-RAGU-RAGUan ttng ke-PASTI-an bahwa ALLAH Swt Amat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Penerima Tobat serta Sungguh2 Amat Maha DEKAT tiada ber-JARAK. Dengan tiadanya ke-SADAR-an akan HAL itu….membuat Bathinnya semakin tertekan dan tertekan dan semakin tertekan sehingga menjadi “BEBAN BATHIN” yg Halus tak tersadari. Lalu…dimanakah “KETENANGAN JIWA” yang “HAQIQI” itu….???.
Jika….HAL ini terus berlanjut pada dirinya sampai Akhir Hayatnya maka BATHINnya semakin terpuruk dalam “BEBAN BATHIN” yg Halus tak tersadari itu dan tiadalah ia dapatkan “KETENANGAN JIWA” yang “HAQIQI”. Maka…….tatkala MAUT itu datang pada dirinya, tentunya IZRAIL pun akan datang untuk men-CABUT Nyawa/Jiwanya (Kullu Nafsin Zaaikatul MAUT), Namun…..ke-BIJAKSANA-an ALLAH SWT dalam Rahmat Kasih Sayang-NYA tetap akan berlaku bagi mereka2 para pengembara2 di jalan ini sehingga Insya Allah akan di mudahkan dalam urusan Sakaratul MAUT nya. Dan jika ia telah Inna Lillah…..maka para AHLUTTHORIQOH, Jasadnya akan di pelihara Allah Swt dari kehancuran, dari kebusukan dan tidak akan menjadi Bangkai namun….seberapa lamanya Jasad di tanam, 10 tahun atau 100 tahun atau mungkin 1000 tahun, Jasadnya akan tetap UTUH tidak akan hancur namun ke-ada-an Jasadnya Kurus kering bagaikan Tulang di bungkus oleh kulit. Perlu di ingat bahwa ini bukanlah…..Hukuman Allah Swt atas dirinya melainkan dikarenakan “BEBAN BATHIN”nya sewaktu Hidup di Dunia itulah yg akan menyebabkan Jasadnya menjadi demikian ke-ada-annya (kurus kering bagaikan Tulang di bungkus Kulit). Ini adalah Kondisi AHLUTTHORIQOT dalam ke-MATI-annya.
Wallahu A’lam…………..
Semoga kita semua dipelihara Allah Swt dlm Pemeliharaan-NYA yg penuh Rahmat & Kasih Sayang. Aaamiiin.

3.
Jika semasa Hidup di Alam Dunia ini, ILMU dan DZIKIR/INGAT serta RASAnya tidak hanya sebatas Lahiriyyah(Syari’at), juga tidak hanya tenggelam dalam Lautan Wirid dan Dzikir dan TAKHOLLI(membuang Sifat2 Tercela) serta TAHALLI(menghias Hatinya dengan Sifat2 terpuji) saja namun selain itu Ia memulai dengan pe-MAKNA-an yg sesungguhnya dan sebenarnya dalam “HAKIKAT” di balik ILMU, DZIKIR/INGAT dan RASA yg tiada terlepas dari pada IMAN, TAUHID dan YAKIN yang di DASARI dengan Pandang SYUHUD(Penyaksian akan Al-HAQ). Dengan kesungguhan dalam Tafakkur Ia ber-MUSYAHADAH akan AF’ALULLAH, ASMA’ULLAH, SIFATULLAH dan ZATULLAH yg meliputi sekalian Alam berpusat pada “HAYAT/HIDUP/URIP” yg ada pada dirinya. Senantiasa Ia tiada terlepas dari pandangan SYUHUD akan yg ADA(HAYAT/HIDUP/URIP) dibalik sesuatu yg disimpulkan dalam kesimpulan Tasawwuf “SYUHUDUL WAHDAH FIL KATSROH, SYUHUDUL KATSROH FIL WAHDAH”(Menyaksikan dalam Pandangan Bathinnya akan yg SATU ada pada yg BANYAK dan yang BANYAK ada pada yg SATU) maka mereka itu disebut dengan AHLUL-HAKIKAT. Para AHLUL-HAKIKAT ini menyaksikan dalam Penyaksian-NYA atas DIRI yg sebenar2nya DIRI yg TAJALLI pada HAYAT/HIDUP/URIP yg ada pada dirinya dan pada kondisi ini 2 Kalimah Syahadat yaitu Syahadat TAUHID dan Syahadat ROSUL terhimpun menjadi SATU pada “SYAHADAT AL-HAQ”. Dan disinilah……..Ia tertarik dengan sendirinya ke dalam “KETENANGAN JIWA” yg “HAQIQI”. Dalam “KETENANGAN JIWA” yg “HAQIQI” ini, bukan Ia lagi yang berusaha untuk men-SUCI-kan Hati dan Jiwanya namun…….ALLAH SWT sendirilah yg men-SUCI-kan Hati dan Jiwanya yg membias kepada AKAL-FIKIR dan AKAL-BUDInya menjadi Jernih dan Bening. Ia masuk dalam Pemeliharaan dan Perlindungan ALLAH SWT tanpa dirinya yg berusaha sekuat “tenaga” untuk masuk dalam Pemeliharaan dan Perlindungan-NYA. Tentunya….jika diri yg berusaha sekuat “tenaga” untuk men-SUCI-kan Hati dan Jiwa akan sangat susah sekali, namun….jika ALLAH SWT sendiri yg men-SUCI-kannya maka sungguh sangat mudah bagi ALLAH SWT. Bukan Ia lagi yang berusaha untuk mencegah dirinya dari perbuatan Keji dan Mungkar tetapi ALLAH lah yg memeliharanya dari perbuatan Keji dan Mungkar. Dan…………akhirnya ALLAH pun akan memelihara “KETENANGAN JIWA” yg “HAQIQI” yg ada pada dirinya karena Ia telah Lebur dalam Pandang SYUHUD. Maka pada saat itu….penglihatannya menjadi Dzikir, pendengarannya menjadi Dzikir, penciumannya menjadi Dzikir, Kata2nya menjadi Dzikir, Gerak dan Diamnya menjadi Dzikir, Darah mengalir di Jasadnya menjadi Dzikir, Jantung berdetak menjadi Dzikir, Hembusan Keluar Masuk Nafas pun menjadi Dzikir. Bagaimana mungkin tiada KETENANGAN JIWA yg Ia rasakan…..???.
Maka……ketika telah sampai masanya untuk Inna Lillah……………..di panggilah Ia dengan Seruan-NYA : “Yaa….Ayyatuhannafsul Muthma’innah, Irji’ii Ila Robbiki Roodhiyatammardhiyyah, Fadkhulii fii ‘Ibaadii” (Wahai….JIWA yg TENANG/LAPANG/DAMAI/TENTRAM (datanglah engkau kepada Penguasamu dengan Ridho serta di Ridho-i, dan masuklah engkau ke dalam Golongan Hamba-KU). Inilah……. perbatasan “MUARA TELAGA ROSUL/AL-KAUTSAR”.
Maka ketika JASADnya di kubur, lalu 10 tahun kemudian atau 100 tahun kemudian atau 1000 tahun kemudian jika kuburannya di bongkar maka akan terlihat JASADnya masih tetap “UTUH” seperti BARU di-MASUK-an tiada perubahan dan seperti orang yg sedang tidur walau Nafas tiada keluar masuk lagi. Adapun HAL ini karena Rahmat Kasih Sayang Allah semata. Ini adalah Kondisi AHLUL-HAKIKAT dalam ke-MATI-annya.
Wallahu A’lam…………..
Semoga kita semua dipelihara Allah Swt dlm Pemeliharaan-NYA yg penuh Rahmat & Kasih Sayang. Aaamiiin.

4.
Jika semasa Hidup di Alam Dunia ini, ILMU dan DZIKIR/INGAT serta RASAnya tidak hanya sebatas Lahiriyyah(Syari’at), juga tidak hanya tenggelam dalam Lautan Wirid dan Dzikir dan TAKHOLLI(membuang Sifat2 Tercela) serta TAHALLI(menghias Hatinya dengan Sifat2 terpuji) saja dan selain itu Ia juga sudah memulai dengan pe-MAKNA-an yg sesungguhnya dan sebenarnya dalam “HAKIKAT” di balik ILMU, DZIKIR/INGAT dan pe-RASA-an yg tiada terlepas dari pada IMAN, TAUHID dan YAKIN yang di DASARI dengan Pandang SYUHUD(Penyaksian akan Al-HAQ) maka dengan kesungguhan dalam IKHLAS, SABAR, TAWAKKAL dan RIDHO membawa dirinya kepada Pengenalan akan ALLAH SWT melalui Anugrah ALLAH SWT semata. Sehingga bagi dirinya FANA’ dan KARAM dalam Ma’rifat kepada ALLAH SWT yg membuat dirinya tenggelam dalam “TELAGA AL-KAUTSAR”-NYA sebagaimana yg di Sabdakan Nabi Muhammad Saw bahwa “TELAGA AL-KAUTSAR” itu warnanya lebih Putih dari pada Susu, lebih Manis dari pada Madu dan Lebih Harum dari pada Kasturi. Maka pada saat itu…..Ia SATU dalam Kalimah :
LAA…ILAAHA ILLALLAH, LAA FA’ILA ILLALLAH
LAA…ILAAHA ILLALLAH, LAA HAYYA ILLALLAH
LAA…ILAAHA ILLALLAH, LAA MAUJUDA ILLALLAH
…………….dan, Ia telah SATU dalam SIRRULLAH serta te-RASA-kan olehnya KESADARAN ZATULLAH. Maka……ketika Ia Inna Lillaah……… di panggilah Ia dengan Seruan-NYA : “Yaa….Ayyatuhannafsul Muthma’innah, Irji’ii Ila Robbiki Roodhiyatammardhiyyah, Fadkhulii fii ‘Ibaadii Wad’khullii Jannatii…..” (Wahai….JIWA yg TENANG/LAPANG/DAMAI/TENTRAM (datanglah engkau kepada Penguasamu dengan Ridho serta di Ridho-i, dan masuklah engkau ke dalam Golongan Hamba-KU serta masuklah engkau dalam Syurga-KU). Dan mereka yg di sini adalah para AHLUL-MA’RIFAT yang :
Ia tidak sekedar ber-Syari’at akan tetapi dirinya telah diliputi SYARI’ATULLAH
Ia tidak sekedar ber-Thoriqot akan tetapi dirinya telah diliputi THORIQOTULLAH
Ia tidak sekedar ber-Hakikat akan tetapi dirinya telah diliputi HAKIKATULLAH
Ia tidak sekedar ber-Ma’rifat akan tetapi dirinya telah diliputi MA”RIFATULLAH
…………dan JASADnya akan HILANG/LENYAP menyertai ROH nya kembali kepada Penguasa dirinya yaitu ALLAH SWT.
Dan ini adalah Kondisi bagi para AHLUL-MA’RIFAT dalam ke-MATI-annya.

NB :
Tidak ada yg salah bagi mereka2 para AHLUSSYARI’AT, AHLUTHORIQOT, AHLUL-HAKIKAT dan AHLUL-MA’RIFAT, kesemuanya berada dalam Rahmat Kasih Sayang Allah Swt yg di sesuaikan dengan pe-MAKNA-an HIDUPnya sewaktu masih berada di Alam Dunia.

Inilah sekilas GARIS BESAR nya dari pada Ciri2 bagi yg akan mengalami ke-MATI-an sebagai PINTU GERBANG menuju Hadirat Ilahi.

Wallahu A’lam…………..
Semoga kita semua dipelihara Allah Swt dlm Pemeliharaan-NYA yg penuh Rahmat & Kasih Sayang. Aaamiiin.

11 Tanggapan to “KEAGUNGAN ALLAH SWT DALAM CINTA KASIH PADA AKHIR HAYAT MANUSIA”

  1. bima said

    Allahuakbar walillahihamd

  2. baroroh Busro ahmad said

    ya Allah kasihilah hamba2mu yang pengin dekat selalu kepada-MU, Kau yg Maha Agung, hamba mohon inni zahibun ila rabbi syayahdin. alhamdulillah Kau beri hamba kesempatan membaca tulisan diatas.

  3. nabi sering menangis KEPADA ALLOH
    .dengan tangisan merasa syukur dan
    mengagumi ALLOH. nabi juga tersenyum kagum KEPADA ALLOH
    tak menangis juga boleh pasrah KEPADA ALLOH. asalkan hati tak jadi congkak , asalkan hati tak berani membantah kepada ALLOH. seperti setan yg membantah.
    asalkan hati masih punya harapan KEPADA ALLOH.
    ahli apapun makhluk itu pasti merasai mati , kemudian di hidupkan lagi roh yg pernah mati itu.
    setiap makhluk yg bernyawa pasti merasai mati binasa /kiamat .WAJAH TUHAN.mu yg kekal

  4. cahaya kebahagiaan said

    alloh meletakkan panji2nya sesuai medan yg di hendaki’nya…
    jd utk apa saling menyalahkan satu sama lain,atau merasa lbh unggul satu sama lain…,,begitukah..?

  5. Julang said

    Puntuen Mas PJ
    ============================
    Kebebasan di salah artikan
    Sehingga bebas kebablasan
    Bebas da’wah amanat tuhan
    Bukan bebas sesetanan

    Kalau bebas amanat tuhan
    Hadis quran mendewasakan
    Bebas gaul bertoleran
    Dengan disiplin berpelaturan

    Kalau bebas sesetanan
    Organisasi partai golongan
    Berebut masa bersaingan
    Merepormasi asal asalan

    Hingga persiden pengin gantian
    Kaya bini bisa gantian
    Anak cucu dan turunan
    Hidup jadi ta karuwan

    Umaro bapa di kenegaraan
    Ulama ibu di agamawan
    Kalau negara bertentangan
    Agama jadi perebutan

    Ibarat duda baru ceraian
    Bingung lagi nyari gantian
    Ibarat janda baru bubaran
    Bagi lelaki jadi rebutan

    Si bapa bingung nyari gantian
    Si ibu pusing jadi rebutan
    Bingung pusing sinting pisan
    Ahirnyah dandan kaga karuwan

    Si duda dandan setil pisan
    Si janda dandan abis abisan
    Hasil tibang banyak gosipan
    Mencari ganti asal dowangan

    Tibang katah ada lumayan
    Ada persiden masih lumayan
    Ada ulama masih lumayan
    Pangkat tibang kadar lumayan

    Lulus pakultas dapet lumayan
    Bisa demo bisa tauran
    Unjuk rasa banyak dukungan
    Mayan media banyak kerjaan

    Dari ituh wahai ilmuwan
    Kejawen buhun jengjawokan
    Syariat ngikut hadis quran
    Hayu kompak ke bersamaan

    Jelek bisa jadi tuntunan
    Brisik bisa jadi ajaran
    Seni budaya kompak mainkan
    Berlain jenis mengasyikan

    Jelek kalau di utamakan
    Hingga lupa hadis quran
    Berisik kalau mengganggu iman
    Mabok zinah keributan

    Di balik jelek ada pelajaran
    Di balik berisik ada aturan
    Wajib dewasa para pimpinan
    Berpancasila beragamawan

    Nazom inih wajib tembuskan
    Pada pemimpin keseluruhan
    Demi belajar pelan pelan
    Amal maslahat patuh aturan

    Tapi julang anak jalanan
    Tidak berhelem di kendaraan
    Ta ada surat kendaraan
    Ta punya esim bijaksanaan

    Bukan ta patuh sama aturan
    Manusia punya buwatan
    Tetapi Alloh mengizinkan
    Husus julang anak jalanan

    Adapun para pentaklid iman
    Hanya Alloh yang nyamankan
    Selama tidak putus taklidan
    Dun’ya aherat Alloh jaminan

    Pentaklid cukup pengorbanan
    Pengertian beri dukungan
    Dengan begituh Alloh jaminkan
    Selagi napsu bisa ngalahkan

    Tida mengundang keributan
    Hujat debat persaingan
    Bukan begituh amal beriman
    Tetapi taqwa pengalahan

    Ngalah demi Alloh kasihan
    Yang mempitnah mampus duluwan
    Begituh rupa jaminan tuhan
    Bagi seluruh pentaklid iman

    Soal rejeki di kehidupan
    Asal rajin mencari jalan
    Hidup ituh banyak jalan
    Tibang asal rajin dowangan

    Beda ama amal beriman
    Wajib ain pengetahuwan
    Bukan tibang rajin dowangan
    Tetapi esah di wajibkan

    Rejeki esah keliyatan
    Bila rusak keliyatan
    Beda dengan amal iman
    Selain dengan pengetahuwan

    Istinja wudu mandi ngerjakan
    Wajib ain pemahaman
    Batal dan esah tau dewekan
    Tanggung jawab berani ngodokan

    Ada tunay ada kodowan
    Kodo bukan tertinggal dowangan
    Tetapi batal tiep amalan
    Wajib ain ngodo kerjaan

    Sahadat solat di kerjakan
    Zakat puasa haji amalan
    Esah dan batal di wajibkan
    Mengerti tunay juga kodowan

    Adapun bagi pentaklid iman
    Taklid soheh ma;ripat iman
    Tanggung jawab di pelajaran
    Pada julang anak jalanan

    Tiep solusi pun kritikan
    Asal jangan menyalahkan
    Menyalahkan ada aturan
    Bukan mitnah memojokan

    Memojokan mengucilkan
    Nyala nyalain tiep kerjaan
    Dia sendiri buta pisan
    Nyalain cuman ikut ikutan

    Ustaz kiai pendoktrin iman
    Hati hati dukung golongan
    Jangan mayoritas dowangan
    Tetapi esah soheh kerjaan

    Bisa jadi malu pisan
    Mihak piling dukung golongan
    Mayoritas jadi pandangan
    Entek kecewa ya malu pisan

    Komo malu di hadrat tuhan
    Pada rontog daging badan
    Saking nahan kemaluwan
    Amal salah ogah benerkan

    Merasa bener tiep kerjaan
    Amat ngaco sesat beriman
    Organisasi partai golongan
    Cobalah lihat di ini zaman

    Aji Baca Tanya Uji diri sendiri

  6. pemimpi said

    sampai kapan anda terus saja mengatakan kebohongan dimana kasih allah swt itu , jawabnya tidak ada dia hanya memebrikan siksaaan, dia hanya menakuti umatnya dia hanya menyesatkan umatnya dan dia mengirim iblis dan setan agar umatnya tersesat ngak usah lagi anda menyampaikan kebohongan bahwa allah swt itu memeiliki kasih sedangkan allah swt ngak tau apa itu kasih sebenarnya, taukah anda kasih sama sekali tidak khan? makanya diayat mana allah itu kasih kalau allah itu maha kasih tentu dia tidak akan menyesatkan umatnya lihat puuhan ayat dalam alquran allah swt sendri yang menyesatkan umatnya jadi pendapat saya allah swt bukanlah Tuhan.
    Bagaimana karakter IBLIS, dapat anda simak dan anda pahami sesuai dengan karakter ALLOW SWT:
    Allow swt Penyesat
    Sendiri
    QS 04 : 143
    QS 04 : 88
    QS 05 : 41
    QS 06 : 39
    QS 07 : 178
    QS 13 : 27
    QS 14 : 4
    QS 16 : 93
    QS 18 : 17
    QS 30 : 29
    QS 35 : 8
    QS 39 : 23
    QS 39 : 36
    QS 40: 74
    QS 40 : 34
    QS 42 : 44
    QS 42 :46
    QS 45 : 23
    QS 47 : 1
    QS 74 : 31
    Berbagi tugas dengan setan setan
    QS 04 : 118
    QS 15 : 39.
    QS 38 : 82
    Mengutus setan setan
    QS 19 : 83.
    QS 43 : 36
    Pemimpin setan setan
    QS 21 : 82
    Sama seperti IBLIS
    QS8 : 24
    Allow swt PENIPU ULUNG Huwallahu khoirul maaqirin
    QS 3 : 54
    QS 8 : 30
    QS 4 : 142
    QS 10 : 21
    QS 27 : 50
    QS 43 : 79
    QS 86 : 16
    Allow pembohong
    QS 42 : 51
    QS 2 : 259
    Allow Pembuat kacau
    QS 6 : 123
    Alow sadis
    QS 9 : 5
    QS 8 : 12
    QS 4 : 89

  7. songoku said

    Ass.wr.wb…!

    Salam kenal bg Bpk PJ dan semua pengunjung setia…

    Kepada Bpk PJ dan para senior saya ucapkan beribu maaf atas kelancangan saya yg bodoh dan baru belajar ini…

    untuk bpk pemimpi anda slah alama!!! tulisan anda sama sekali tidak akan berpengaruh sedikit pun pada para penikmat yg sedang singgah di blog ini, dan saya pun berani bertaruh mereka sama sekali tidak menghujat apalagi membenci anda yg telah ………….. namun demikian saya kira perlu bapak sadari apa yg bapak sampaikan juga sangat jauh dari kasih yg mungkin sedang bapak cari..setahu saya anda tidak akan mendapatkan kasih jika diri anda sendiri tidak mengasihi…bukankah untuk dicinta kita harus mencinta terlebih dahulu…???

  8. GHIFARY said

    ITU YG PAKE NAMA PEMIMPI ADALAH DOMBANYA SI YESUS. BIASA LAH PARA DOMBA ITU BEGO-BEGO BGT. MAKA RASAKAN KELAK BAGI PARA PENYEMBAH YESUS SENTUHAN API NERAKA!!! LAA ILAAHA ILLALLOH………………….. MUHAMMADUROSULULLOH…………………..

  9. Hamba Allah said

    Hakikat beragama ada pd rukun islam prtama sdngkan syariat ada pd rukun 2-5. Menurut guru saya, manusia yg memiliki penyakit2 hati amalnya tdk diterima meskipun shalat, puasa, zakat dan haji (siapapun orangnya). Nanti amalnya diterima jk manusia itu memiliki hati yg bersih. Untuk membersihkan hati harus selalu berzikir di dalam hati dngan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah siang dan malam, disaat duduk, berdiri dan berbaring atau berzikir min 6 jam disiang hari dan 6 jam dimalam hari. Mari bersihkan hati kt sebelum meninggalkan dunia ini. Jngn menunda saudaraku “KIAMAT SUDAH SANGAT DEKAT”.

  10. Hamba Allah said

    Lanjutan.
    Semoga Bpk Pemimpi terbuka hati nuraninya. Saya tidak malu mengakui bpk pemimpi adalah saudaraku, semoga dia mendapatkan Rahmat Kasih Sayang Allah SWT. Ketahuilah saudara sekalian di dalam diri kita ada Nur Allah (surat An Nur:35) disimpan di dalam hati, itulah amanah yang akan dipertanggung jawabkan dan suatu saat nanti akan dikembalikan kepada Allah SWT. Apakah kita berpulang kerahmatullah ataukah berpulang kela’natullah. Tergantung bagaimana kita menjaganya. Jika Nur itu tertutupi oleh penyakit2 hati dan itulah hati gelap dan Nur itu bisa berhubungan dengan Allah SWT jika hati bersih. Jalan bersihnya hati yaitu mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah di dalam hati mulai pagi sampai petang.

  11. hanya orang yang belum mendapat ilmunya sang penulisnyalah yang terus menyalahkan penulis,wahai saudaraku sang penggugat temukanlah rasa sejati dari penulis,pasti engkau akan beetrima kasih kepada ALLAH dan sang penulis,ijin copas Bapak,tulisan anda sangat menarik,trima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: