PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Archive for the ‘Tasawuf’ Category

KEAGUNGAN ALLAH SWT DALAM CINTA KASIH PADA AKHIR HAYAT MANUSIA

Posted by pengembarajiwa pada Desember 1, 2013

Alhamdulillah………dalam Rahmat, Nikmat dan Barokah-NYA kepada kita semua maka mengalirlah dalam kehidupan ini Cinta Kasih-NYA yg sungguh…sungguh tiada batas, baik kita menyadarinya maupun tak menyadarinya. Tentunya…..dalam Rahmat Allah Swt itu tanpa terkecuali siapapun dirinya itu dan Agama apapun yg dianutnya dan dimana pun berada kesemuanya dalam liputan Rahmat Allah Swt, Tuhan Seru Sekalian Alam. Karena itulah…..Insan/Manusia adalah Makhluk yg Paling termulia dari pada Makhluk2 Allah Ta’ala yg lain. Maka benarlah jika Allah Ta’ala menyuarakan hanya kepada Insan….sebagai Sirrulah/Rahasia Allah, yang mana Sir/Rahasia itu awalnya di tujukan kepada Langit, langit tak sanggup tuk menjunjungnya, Bumi tak sanggup tuk memikulnya, Lautan, Gunung2 dsb kesemuanya tak sanggup tuk menampungnya. Hanya Insan/Manusia saja lah yg sanggup tuk memikulnya dan sesungguhnya Manusia itu sangatlah BODOH.
BODOH adalah Sifat Dasar Manusia namun Justru dengan ke-BODOH-annya itulah sebagai suatu sarana untuk dapat menampung akan Sirullah tsb, tetapi……malah banyak yg tiada menyadari akan ke-BODOH-an dirinya. Hanyut dalam ke-Angkuh-an dan kesombongan merasa Ia Pintar dan Cerdas yg akhirnya dirinya sendiri yg menjadi dinding/hijab/tabir akan Sirullah tsb dan ke-INSAN-annya telah ternodai oleh Sifat2 ke-BINATANG-an. Sehingga Fitrah yg sudah di tetapkan dan dinyatakan bahwa Manusia itu tercipta dalam rupa bentuk yg sebaik2nya dan sesempurna2 kejadian telah ternodai oleh kesombongannya sehingga dari segi Martabat Ia telah Jatuh dari ke-INSAN-annya yg tercipta dalam rupa bentuk yg sebaik2nya dan sesempurna2 kejadian menjadi INSAN yg bersifat “……………..”, Na’udzubillah……..

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Hikmah, Iman, Mati, Renungan, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 11 Comments »

KESADARAN ZATULLAH PONDASI “MA’RIFATULLAH”

Posted by pengembarajiwa pada Maret 21, 2012

Allahu Akbar….Allahu Akbar….Allahu Akbar wa Lillaahil Hamd’
Setiap Insan siapapun dirinya apapun Statusnya dan apapun Agamanya, Alirannya, Golongannya, Madzhabnya telah terpahami dan Terhayati akan “KESADARAN ZATULLAH” dalam Pandangan-NYA sejak dirinya masih berada di Alam AZALI, dan di NYATA-kan HAL itu pada saat IKRAR “Alastu bi Robbikum….???, Qoluu Ba Laa…Syahidna..!!” (Apakah engkau membenarkan bahwa “AKU” lah Penguasa serta yg Mengatur setiap Urusan yg berlaku dalam “HAYAT/URIP/HIDUP…???, Ya…..BENAR…!!! Kami sebagai Saksi yg menyaksikan..!!!”.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah, Iman, Ma'rifatullah, Renungan, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , , , | 42 Comments »

KEMULIAAN MANUSIA TERLAHIR DI MUKA BUMI

Posted by pengembarajiwa pada Maret 12, 2012

Ruh setiap Manusia sebelum dihadirkan di Dunia, semuanya dalam keadaan Suci dan dalam keadaan terpelihara serta tahu akan Robbnya namun ia belumlah mengenal akan Sejati dirinya. Dengan kemurahan kasih sayang Allah Swt melalui ‘pandangan’ rahmat Nurun ‘alaa nuur maka dihadirkan ia(Ruh) ke Alam Dunia agar sempurna dalam kesempurnaanNYA dengan mengenal serta mengerti akan SEJATI DIRINYA. Terlahirnya Manusia di Alam Dunia, “DIA” tanamkan di dalam Bathinnya “Mutiara TAUHID”, namun…. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah, Iman, Ma'rifatullah, Mahabbah, Mati, Renungan, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , , , | 52 Comments »

MATAHARI KEHIDUPAN

Posted by pengembarajiwa pada Februari 8, 2012

Jangan biarkan Matahari Kehidupan dalam diri tertutup oleh Syak wasangka. Damaikan Jiwa bersama Tuhan yg Nyata yg tak terlihat oleh mata namun tersadari akan kedekatanNYA.

Karena itulah, bertasbih dan bersykurlah di waktu pagi dan petang dan dirikanlah Qiamullail agar akal dan hati sinkron pd diri menjadi satu dlm iman dan taqwa dlm suatu keyaqinan yg kokoh sehingga zikrullah menjelma dlm setiap waktu bahkan disetiap detiknya hingga hembusan dan tarikan nafas fana dlm Cinta Arrohmaanirrohiim…..

 

Salam sejahtera dan damai selalu untuk seluruh saudara(i)ku dimana saja berada. Barokallahu fiikum wa’alaikum………..

 

Pengembara Jiwa_313

Posted in Hikmah, Iman, Ma'rifatullah, Mahabbah, Renungan, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , | 26 Comments »

CINTA YANG SUCI LAGI MURNI

Posted by pengembarajiwa pada November 20, 2010

Simpul dari pada Pengetahuan ttng ISLAM terdiri dari Syari’at, Thoriqot, Haqiqat dan Ma’rifat yang kesemuanya tiada terlepas dari pada Fiqih, Tauhid dan Tassawuf. Dengan menuntut Ilmu, seseorang belajar dan berjalan untuk mengarungi Kehidupan ini untuk “kembali” kepada Sumber Kehidupan. “Kembali” adalah Fitrah dari setiap Diri yang telah mengembara melalang Buana di Alam Antah berantah, namun tentu saja ada yang menyadari akan ke-Fitrahan itu dan ada juga yang tidak.

Se-iring dengan tumbuhnya Kesadaran pada diri, Ilmu sangat berperan sebagai petunjuk Jalan dan Amal sebagai Penyemangat Jiwa untuk tetap Istiqomah dalam mencapai Tujuan yaitu “kembali”. Namun Ilmu dan Amal dapat berubah menjadi CAMBUK YANG DAPAT MENYIKSA DIRI SENDIRI apabila tiada disertai ke-TULUS-an yg di dalamnya memuat Inti Sari Ketenangan Jiwa yiatu : IKHLAS, SABAR, TAWAKKAL, RIDHO. Dan ke-TULUS-an adalah Bibit dari pada CINTA yang SUCI lagi MURNI.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah, Iman, Renungan, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , , , | 39 Comments »

——-TAMPARAN TUHAN YANG PENUH KASIH SAYANG——-

Posted by pengembarajiwa pada Mei 18, 2010

Ilmu Allah Swt sangatlah Luas sekali bahkan tak terbatas. Di dalam Ke Maha Luasan Ilmu-Nya itu meliputi segala macam sifat2, apakah itu yang baik2 maupun yang buruk2, juga meliputi yang “Alami” dan “Ilmiah”. Tinggal bagaimana manusianya mengambil pelajaran dan hikmah dari apa2 yang telah di sediakan Allah Swt dari pada Ilmu-Nya yang Maha Luas tadi.

Jika kita semuanya mau menyadari…, bahwa sesuatu yang Alami dan sesuatu yang Ilmiah itu adalah bagaikan dua kekuatan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Ibarat dua tangan, yaitu Tangan Kiri dan Tangan Kanan yang kedua2nya punya peranan masing2 dan memiliki kedudukan masing2. Akan tetapi walau kedua2nya berbeda dari segi peranan dan kedudukan tentunya jika ia bekerjasama dalam hal Kebaikan maka akan terjalinlah suatu keharmonisan dalam hidup.

Tetapi jika masing2 diri hanya melihat peranan dan kedudukan di dirinya semata tanpa melihat saudaranya yang lain, begitu pula sebaliknya. Maka tak ubahnya ia itu ibarat Manusia yang hanya memiliki Satu tangan. Ada yang memiliki hanya tangan kanan saja dan ada pula yang hanya memiliki tangan kiri saja. Apakah itu yang dikatakan SEMPURNA?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah, Ma'rifatullah, Tasawuf, Tauhid | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 37 Comments »

“DIAM” (Bag 1)

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 11, 2008

Para Arifbillah yang tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga mengerti akan kedudukan/Martabat Allah, tentu mereka itu telah “Karam” pada Lautan “Ahadiyah” Allah ‘Ta’ala. Di dalam ke “Karam” annya itu pandangannya hanya tertuju kepada Allah, baik di muka, di belakang, di kanan, di kiri, atas, bawah, luar dan dalam. Setiap waktunya selalu bersama Tuhannya baik di dalam suka maupun duka, baik dalam keramaian maupun dalam kesendiriannya.

Tidak banyak orang lain mengetahui tentang rahasia di dirinya, walaupun ia senantiasa berkumpul di dalam suatu keramaian tetapi Hatinya hanya bersama Tuhannya. Jiwanya telah merdeka dari segala ikatan-ikatan dunia. Apakah itu pangkat, kedudukan, harta dan segala Atribut-atribut yang lain.

Para pecinta Tuhan telah melepaskan pandangannya baik dari dirinya sendiri maupun kepada yang di luar dari dirinya, menyendiri di dalam kesendirian diri dan diam di dalam Hakikat Tuhannya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , | 121 Comments »

NUZULUL QUR’AN MENYINGKAP RAHASIA KEBENARAN ALLAH

Posted by pengembarajiwa pada September 13, 2008

Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi kata. Tidak ada kata-kata itu melainkan Huruf demi huruf. Tidak ada huruf-huruf itu melainkan hanya tinta saja yang ada. Dari satu “TITIK” Tinta menjadi huruf, kata, kalimat, tulisan dan bacaan lalu menjadi makna dalam kehidupan.

Karenanya para Arif Billah tidak memandang kepada yang banyak itu tetapi Ia hanya memandang kepada satu “TITIK” saja. Dari “TITIK” itulah awal jadinya segala sesuau dan kembalinya segala sesuatu.

Begitu Raden Syahid yang dikenal dengan Gelar SUNAN KALIJAGA sewaktu berguru kepada Sunan Bonang mengatakan bahwa Ia ingin menuntut/belajar Ilmu Allah Swt. Lalu kata Sunan Bonang bahwasanya Ilmu Allah Ta’ala itu luas bagaikan lautan. Apabila lautan itu dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala maka belum cukup lagi, Habis Air lautan itu ditambah lagi sebanyak itu untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga. Ditambah lagi sampai 7 lautan untuk dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga.

Lalu kata Sunan Kalijaga ; Wahai Kanjeng Sunan Bonang tidaklah sebanyak itu yang hamba inginkan, melainkan yang ingin hamba tuntut hanyalah satu “TITIK” Ilmu Allah Ta’ala dari Luasnya Ilmu Allah Ta’ala itu. Bukan kah Satu “TITIK” air itu tiada lain air lautan yang luas itu juga?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , , | 13 Comments »

TASAWUF DAN BID’AH

Posted by pengembarajiwa pada September 4, 2008

Berbicara tentang Tasawuf sebagian orang menilai, ah…! itu ajaran sesat, itu ajaran khurafat, itu ajaran menyimpang, itu ajaran kesaktian, itu ajaran yang diada-adakan (bid’ah) dll yang menjurus kepada ajaran yang diluar dari ajaran Islam.

Sebagian lagi mengatakan Tasawuf itu ajaran yang mengajarkan tentang kesucian hati, tentang pembersih diri, tentang ikhlas, sabar, syukur dll.

Dimana-mana tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh Dunia memandang Tasawuf itu dengan pandangan yang berbeda, satu mengatakan Negatif dan yang satu lagi mengatakan Positif.

Lalu bagaimana sih sebenarnya Tasawuf itu dan apa sih yang diajarkan dalam tasawuf itu..?

Sebenarnya Tasawuf itu sudah ada pada zaman Rosulullah Saw, bahkan Beliau sendiri yang mengajarkan kepada para Sahabat tentang Tasawuf. Tetapi pada waktu itu belum bernama “Tasawuf” melainkan “Ma’rifah/Ma’rifat (Mengenal)”. Sebagian yang disampaikan oleh Rosulullah yang berhubungan dengan Ma’rifat diantaranya :

Beliau pernah mengatakan : “Aroftu Robbii bi Robbii (Aku kenal akan Tuhanku dengan Tuhanku)”, Muutu Qobla Anta Muutu (Matikan diri kamu sebelum kamu Mati).

Dan Allah Swt juga mengatakan dalam Firmannya :

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS, Al’raaf : 179)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Tasawuf | Dengan kaitkata: , | 22 Comments »