PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Sebuah Renungan tentang ke-SEJATI-an

Posted by pengembarajiwa pada Juni 1, 2010

————– “”Melangkah di Arsy Tuhan, Menengok Rahasia Kalam”” ——————–

Dalam penantian Sang Hamba menuju kesempurnaan maka akan di mulai dengan Ilmu. Dalam Ilmu (pengetahuan) tidak akan memberikan Manfa’at (sia-sia) jika tanpa di dasari Kesadaran dalam Niat yang tulus.

“Sesungguhnya Manusia itu Mati kecuali mereka2 yang berpengetahuan, dan mereka2 yang berpengetahuan banyak yang tertidur kecuali mereka2 yang mengamalkan, dan mereka2 yang mengamalkan banyak yang tertipu kecuali mereka2 yang Tulus Ikhlas.

Ketika Lautan Hikmah dari segala Ilmu terselami maka terlihat lah……Mutiara2 Indah yang sangat berkilauan, dan banyak di antara para Salik yang mengambil Mutiara2 itu, karena saking Takjub dan terpananya melihat keindahan Mutiara2 tsb.

Ketika rasa Takjub itu datang merasuk kedalam Qolb’ maka pada saat itu…..Nyanyian ke EGO an menyertai dan mengakibatkan diri hanyut dan tenggelam dalam RASA/Zauq.

Ketahuilah……pada satu sisi, RASA/Zauq itu adalah “Jalan/Thoriqoh” menuju Sang Sejati akan tetapi apabila terlena dan hanyut dalam RASA/Zauq itu dan lupa akan “sang pemilik” RASA, maka semakin banyak duri2 yang akan tumbuh pada diri.

Lihatlah…………kesekeliling, berapa banyak yang Asyik Masyuk dalam RASA berenang dalam Nikmatnya RASA, lalu meRASA kosong, lalu meraba dalam Kosong dan mengata tidak ada apa apa dan menyatakan bahwa inilah SEJATI, inilah PUNCAK, inilah AKHIR dari segalanya, inilah IA.

Maka ketika hal itu telah ternanam, maka itulah Akar dari pada duri2 yang akan menyelimuti diri dan tanpa sadar……, telah ber TUHAN kan kekosongan, ber TUHAN kan ke HAMPA an, ber TUHAN kan ketiadaan.
Sesungguhnya……RASA/Zauq itu, masih di dalam sifat Jamal-NYA, dan bukan itulah Akhir perjalanan, namun itu barulah Awal perjalanan untuk Melangkah di “ARSY TUHAN” dan Akhirnya “MENENGOK RAHASIA KALAM”.

Apakah Mutiara2 Indah yang sangat berkilauan itu…..????
Itulah…………ZIKIR/ZIKRULLAH.

Semakin banyak ber ZIKIR/ZIKRULLAH dengan bermacam2 ZIKIR (mutiara2), maka semakin terhijab, jika……………masih terpandang Ma Siwa Allah ( Sesuatu), masih terpandang akan diri : “Aku ini berzikir”, Aku ini beramal”, Aku ini berThoriqoh”, “Aku ini ber mursyid”, “Aku ini berma’rifat”, dll…dll…dll….maka akan timbul suatu penekanan akan sesuatu. Jika penekanan “akan sesuatu” itu telah menjadi pandangan Bathinnya maka Hijab telah menutupi Qolb’ dari NurNya yang Nyata. Ia melihat akan Nur, tetapi yang terlihat bukanlah Nur yang sesungguhnya melainkan hanyalah bayangan dari pada Nur. Maka bayangan tetaplah bayangan, sampai kapanpun tetaplah bayangan dan bayangan bukan lah yang punya bayang2.
Bulan Nyata terlihat, tetapi tiada di ketahui…..karena yang di ketahui hanya kenyataan Bulan di atas Danau dan Bathin lalai bahwa sesungguhnya yang ada di danau itu bukan Bulan, melainkan hanya bayang2 dari sang bulan.

Maka……lihatlah Bulan yang terang dan cahayanya sangat menyejukkan itu dan mendamaikan Qolb itu Sangat Nyata dan Indah, bukan dimana2 tetapi ada di mana2.

Maka…….untuk masuk ke jalan itu…..,
Lepaskan tubuhmu……
Lepaskan hatimu……
Lepaskan jiwamu…..
Lepaskan ruhmu……
Lepaskan Akumu…..
Hingga engkau tak bertubuh jasad lagi, tidak berhati lagi, tidak berjiwa lagi, tidak ber Ruh lagi dan tidak ber Aku lagi.

Pandanglah yang memandang dan rasakan yang merasakan maka engkau tidak ada, maka engkau kosong, maka engkau hampa.

Bukan Al-Haq yang tidak ada, bukan Al-Haq yang kosong itu, bukan Al-Haq yang hampa itu melainkan dirimulah yang tiada, dirimulah yang kosong itu, dirimulah yang hampa dan sunyi itu.
Dan tidak boleh dua, tiga, empat atau banyak yang mengisi kekosongan itu melainkan hanya SATU yang ber hak untuk mengisi kekosongan itu yaitu “Al-Haq”.

Dirimu bukan lah dirimu karena dirimu kosong dan Al-haq lah yang ada pada ke kosongan itu. Jika dirimu sudah kosong karena memang kosong, jika dirimu sudah tidak ada karena memang tidak ada. Maka yang manakah yang di sebut EGO….???, maka yang manakah yang di sebut Nafsu….???, maka yang manakah yang di sebut Aku…???

Maka semuanya pun tidak ada/kosong karna memang kosong/tidak ada.
Maka jika ada bantah membantah, maka jika ada sanggah menyanggah, maka jika ada hujat menghujat, selama itu engkau masih belum kosong dari kedirianmu.

Maka itulah Hijab/Tirai yang sangat tipis bak sehelai rambut di belah tujuh.
Nyata ketiadaan itu menunjukkan Nyatannya yang ADA (Al-Haq).
maka matilah sebelum engkau mati……maka siapakah yang ada setelah kematianmu….????
Jika engkau sudah mati maka engkau sudah tidak ada, maka siapakah yang ada setelah kematianmu/ketiadaanmu…???

Ana (Al-Haq) yang ada…….

Jika hanya Al-Haq yang ada, maka selain itu……..adalah Fatamorgana, bayangan, semu, tidak ada dan nyatalah….Ana (Al-Haq) meliputi pada kekosongan dan ketiadaan dirimu. Dan kekosongan diri/ketiadaan diri itulah Singgasana/Kerajaan TUHAN dan di situlah Al-Haq bersemayam (Arsy’). Bukan di tubuh, bukan pula di hati, bukan pula di jiwa dan juga bukan di Ruh.

Maka “DIAM” = “MATI” = “KOSONG” = “TIDAK ADA” = “Laa Hawla Wa Laa Quwwata…..” dan itulah diri yang bernama PJ, Teguh, Efrizal, Adjie Gurandille, Muria, Anwar, Sugeng, Joko, Laila, Suci, Rohmah, Majnun, Andi, Rahman, Sulaiman, Yahya, dll…dll….dll…….


“Dari kosong maka akan kembali kosong”
“Dari tidak ada maka akan kembali tidak ada”.

——-oooooooooooooooooooo——-

Iklan

56 Tanggapan to “Sebuah Renungan tentang ke-SEJATI-an”

  1. KangBoed said

    Kekosongan sejati.. wooooooooow.. tiada dikatakan bergerak karena bergerak.. hidup bagaikan mimpi disiang bolong.. entah aku ini ada atau tiada.. seakan jasad disini tetapi diri entahlah dimana.. semua bagaikan hidup dalam lamunan belaka.. entahlah aku ini ada ataukah tiada.. biarlah semua gelombang menghantam dalam senyum tangis canda yang tiada dapat dibedakan atau disamakan lagi.. entah aku ini ada atau tiada..
    salam sayang mas PJ dan Mbak Yuneeeee

    • @KangBoed

      Yayayaya…….begitulah KangBoed, saudara se-JATI-ku dalam Rahsa Se-JATI. Ada ataupun Tiada bukanlah urusan kita melainkan urusan2-NYA, maka biarlah menjadi urusan-NYA. Relakan dan Ikhlaskan “DIA” be-“KERJA” tanpa sangka2 dan keragu2an karena memang tiada dapat di sangka2 dan tiada keragu2an di dalamnya.

      “Dzaalikal Kitaabu Laa Roiba Fiihi Hudaallil Muttaqiin……”(Itulah “KITAB” yg tiada keragu2an di dalamnya sebagai petunjuk bagi yg ber-TAQWA).

      “Yas’aluhu Man Fissamaawaati wal’ard, Kulla Yaumin HUWA fii Sya’nin….”(Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya, Setiap waktu “DIA” dalam kesibukan).

      Salam Cinta Kasih selalu KangBoed, saudaraku…….

      • KangBoed said

        HP saya hilang kemarin dulu mas.. tolong SMS lagi yaa.. semua phone booknya gak ada.. baru saya aktifkan kembali..
        salam kangen Mbah PJ dan Mbak Yu nee..

    • lormuria said

      Absen dulu…. ya Aba…sambil baca2..
      Salam… KangBoed..lama nggak jumpa….KANGEEEN!!!!
      Salam semua Tamu2 di Blog yg penuh berkah ini

      • Yayayaya………….Mas Muria, silahkan duduk dan Santai saja ya….??? buatlah senyaman mungkin dan tidak perlu sungkan2 untuk memberikan wejangan2 kepada kami2 di sini mas.

        Di tunggu ya…..????

  2. dar said

    permizi umz pj,
    Lam kenal.
    Maaf sy melenceng temax.
    Bgmana menurut mas tuduhan kpd Nabi Muhammad saw,dgn berbagai tuduhan yg mengatakan perampok,pedofil,pembunuh,tuhan palsu pokoknya yg jelek.tapi mereka memberikan bukti al quran dan hadist.
    Ini tak lepas dari sejarah,bagaimana menyikapi masalah ini?
    Terimakasih.
    Di jatim.

    • Anynomous said

      Bolehkah aku menjawab soal di atas tersebut guru??: (angkat tangan) namaku anynomous/tiadabernama
      kelas 0 syariat, lagi belajar menari tarikat, menulis hakikat, menggambar makrifat.

      Jawaban secara Syariat:
      Mereka itu membaca Al Quran hanya beberapa ayat yang mereka suka saja dan mereka cari
      cari takwilnya menurut kehendak nafsu mereka. Kalau mereka mau membaca ‘agak banyak sedikit’; ketemu di surat 3 ayat 7 (sebenarnya jawabannya sudah ada bertebaran di dalam Al Quran) salah satunya yaitu:
      “Dialah yang menurunkan al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat (yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah) itulah pokok-pokok isi al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihaat ( ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dst…). Adapun ORANG-ORANG YANG
      dalam hatinya CONDONG kepada KESESATAN, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan Untuk MENCARI_CARI TAKWILnya…..dst…..”
      ….. baca sendiri di AlQuran…biar gak kitabnya gak debuan….+ada nilai usahanya=pahala

      Maksdunya om, walau mau gunakan al Quran tapi kalo hati gak bersih ya jadinya itu tadi, tuduhan-tuduhan, yang sebenarnya menceritakan isi hati mereka sendiri.
      itulah mukzizat Al Quran, sudah tahu jawabannya.

      Jawaban secara Tarikat: itu biasa om kerjaan orang yang gak dapat hidayah, mereka itu berusaha mencari JALAN untuk menjauhkan umat Islam dari Nabi Muhammad SAW dan suri tauladannya. Kalo kerjaan orang baik baik ya berdakwah, ngaji, puasa, dll.

      Jawaban secara Hakikat: Mereka yang menuduh itu hakikatnya sama dengan Iblis yang membujuk adam dengan dalil-dalil untuk memakan buah khuldi, biar tergelincir. Mereka itu hatinya telah ditutup oleh Allah untuk melihat kebenaran sejati, doakan saja agar dapat hidayah, ingat hidayah adalah prerogatif Allah.

      Bahasa TK nya gini: kalo om gak suruh aku tuduh seperti itu entar dibilang bagus semua,buktiin dong atau bantah dong. orang akan tahu bagus itu apa setelah orang tahu ada yang disebut jelek. Tahu malam setelah tahu ada siang entar dunia gak berputar om, entar gak nulis di sini,gak bantah, gak ngetik, gak buka Al Quran om, gak maen internet, gak beli komputer…gak ini itu terus siapa yg mau pake internet dan komputer om, gak ada yg beli ya gak gapat duit buat anak istri om, pabrik2 pada tutup om.

      Jawaban secara Makrifat: Semua terjadi atas izin Ku (Biar tampak sifat Qoharku, itu adalah Aku) Aku yg ciptakan langit, bumi dan apa yang ada di dalamnya
      Faalulimayurid.

      Guru—guru pontennya berapa? buat raporku ya…..
      eh tapi tapi
      tapi kalo aku datang bawa raport entar aku di hisab. rapor bagus naik kelas ke surga jelek ke…
      dah gak usah diponten saja….bukan aku kok yang jawab di atas tadi.
      biar aku datang tanpa bawa apa-apa amaaaaaan…..hore gak ada raport…..

      ssstttt… Aku sedang ngisi raporKu sendiri….na na na na (lagu), jangan bilang siapa-siapa

      • @Dar

        Salam kenal juga saudara Dar dan selamat datang ku ucapkan kepadamu, semoga hari2mu berbahagia dalam kebaikan2-NYA.


        Dalam Sejarah di pandangkan kepada kita bahwa Rosulullah Muhammad Saw itu adalah Pribadi yg tegar dan kokoh sehingga sedikitpun Beliau tak takut apabila dirinya di cemo’oh dan di hina serta di lempar batu sampai berdarah2 pun tetap tak membalas perbuatan dari orang2 yg benci kepada Beliau malah selalu mendo’akan mereka2 itu semoga di beri petunjuk oleh Allah Swt. Bahkan di ancam untuk di bunuh sekalipun Beliau tetap dalam keadaan tenang dan lapang (Tiada menanggapi hal2 yg demikian itu dengan Emosi).

        Seandainya kezahiran Beliau ada di zaman sekarang pun, saya yaqin bahwa Pribadi Beliau tidak akan berubah sebagaimana Pribadi Beliau pada zaman itu. Dan tentunya di balik kejadian segala sesuatu itu pastilah terdapat Hikmah bagi orang2 yg mau memikirkannya, mari kita sama2 untuk memikirkannya….apa hikmah di balik tuduhan kpd Nabi Muhammad saw,dgn berbagai tuduhan yg mengatakan perampok,pedofil,pembunuh,tuhan palsu pokoknya yg jelek, walaupun mereka memberikan bukti al quran dan hadist.

        Silahkan kita2 pada merenung sejenak….???!!!. Jika sudah dapat Jawabannya akan Hikmah tsb maka bersyukurlah. Yg Jelas sekali2 Allah tiada menciptakan sesuatu apapun itu sia2.

        Lalu bagaimana halnya dengan Ummat2 Beliau yg MARAH sampai MELUAP2 bagaikan API yg ber-KOBAR2 mendengar/melihat/menyaksikan akan Nabi nya di cemo’ohkan bahkan dilecehkan…..???, itu adalah Hal yg Wajar..!!!! karena Rasa CINTA kepada Nabi Muhammad Saw telah merasuk ke dalam dirinya bahkan menjadi bagian dari dirinya. Namun yg perlu di perhatikan adalah…..berlaku lah lebih ‘Arif dan Bijaksana dalam menyikapi ke-MARAH-an yg timbul pada diri. Bukan Diri yg dikendalikan oleh AMARAH itu tetapi seharusnya AMARAH itu lah yg dikendalikan oleh Diri sehingga AMARAH itu dapat tertata baik untuk di arahkan kepada hal2 yg sesuai dengan Kehendak-NYA. “Fa’aalulima Yurid”, AKU (Allah) berbuat sesuai dengan kehendak-KU, bukan AKU (Allah) berbuat sekehendak-KU. Maka begitu pula lah yg tercermin pada Pribadi2 Hamba Allah : “Berbuat sesuai dengan kehendak, bukan berbuat sekehendaknya”.

        Jika berbuat sekehendaknya maka pastilah akan semena2 dan masuklah dalam perangkap HAWA NAFSU, maka siapakah yg lebih buruk Akhlaknya selain orang2 yg berbuat menurutkan HAWA NAFSU nya….???

        Jika berbuat SESUAI dengan KEHENDAK maka dengan sendirinya Ia akan berbuat dengan tuntunan2 dari Sang MAHA yg ter-Cermin pada HAYAT yg ada pada dirinya lalu membias di HATI NURANI nya. Maka merekalah orang2 yg di Berkati Allah yaitu orang2 yg berbuat berdasarkan HATI NURANI nya. Jika Ia telah berbuat berdasarkan HATI NURANI nya maka Bathin mereka bersesuaian dengan BATHIN nya AL-QUR’AN DAN BATHIN nya AL-HADITS.

        Salam Sejahtera selalu saudara Dar,

        @Anynomous

        Wahai saudaraku Anynomous…., sungguh jawaban2-NYA yg terurai melalui diri Anda sangat2 Akurat sekali sampai ke Serat2nya maka tiada yg pantas dan layak untuk ku ucapkan kepadamu wahai Saudaraku selain Terimakasih yg sebesar2nya. Maka ijinkan saya pun menjadi saudara seper-GURU-anmu yg ber-GURU dengan GURU yg Anda Kenal agar saya pun datang tidak membawa Raport dan tentunya juga dapat mengisi RaportKu sendiri.

        Hemmmmm…….
        Salam Nilai yg tak bernilai yg tertulis di Raport Papan tanpa tulis.

    • Maqombingung said

      Mas Di…tidak melenceng dari tema kok.
      Jawabannya sudah ada di kolom 1

      “Dzaalikal Kitaabu Laa Roiba Fiihi Hudaallil Muttaqiin……”(Itulah “KITAB” yg tiada keragu2an di dalamnya sebagai petunjuk bagi yg ber-TAQWA).

      sudah jelas untuk orang yang ber-TAQWA….bagi yang tidak berTAQWA ya gak nyambung…..
      hati orang bertakwa penuh kedamaian hati orang penuduh penuh dengan tuduhan
      ibarat perbedaan langit dan bumi…tetapi kisah awal dalam al Quran menyebutkan langit bumi ini dulunya satu..
      Jadi untuk memahaminya kembalilah ke awal awal….penciptaan. Hakekat Nur Muhammad

      s e l e s a i

      untuk anynomous muridku yang panggil guru, belajarlah terus membaca alam, menulis syariat, menggambar hakikat dan bernyanyi makrifat dengan suara merdu.
      kalo dah naik kelas baru nanti guru ajari ilmu integral dan diferensial (turunan), kalo disini istilah nya tanazul ilmu martabat tujuh…

      salam dari pura-pura bukanGurupadahalbukanGuru
      (maqombingung)…..sst Aku menulis raportKu sendiri….jangan bilang siapa-siapa.

      • @Maqombingung

        Salam…..Guru Maqombingung, saya ikutan belajar ya….bersama saudara Anynomous. Setidaknya misra pelajaran2 “Guru dalam Murid dan Murid dalam Guru” SATU Guru Ya…Murid dan Murid Ya…Guru. Maka ketika itu berada pada Maqombingung yg berkedudukan pada Maqom Laa Maqom di atas dari Martabat Tujuh sekaligus di bawah dari Tujuh Martabat.

        Terimakasih Guruku ya…MuridKu, Muridku ya…GuruKU atas segala pencerahan2nya.

        Wassalam

    • Assalamualaikum
      Salam Ukhuwah Islamiyah dari abdi kepada para guru yang berguru dari guru untuk mencari guru walau guru tak pantas untuk disandang dengan kata guru tetapi aku tetaplah aku yang berguru pada guru dari para guru untuk mencari Sang Aku
      ^_^’

  3. darius said

    Alhamdulillah.. akhirx muznah sudah uneg2 dlm hati sy.
    Trimkazi ya 4jji,
    Lgsg dari berbagai sudut pandang.
    Muznah sudah yg mengganjal selama ini di hati sy.
    Hidupku bukanlah suatu kebetulan,karena sudah di rencanakan-Nya.
    Sy hrs belajar,belajar,dan belajar lagi…
    Trimakazi…umz roomx.

  4. darius said

    salam kenal semuax
    Trimakazi ataz sambutan yg hangat..di room ini,
    Jauh2 dari jawa timur untuk menimba ilmu ke kalimantan.
    Sy tertarik di roomx mas kumitir wah..kok enek pengembara jiwa(dlm hati sy),seperti sy yg sedang mencari sesuatu yg hilang.
    coba ah masuk..
    Kelihatan dah kebodohan sy.4jji lgsg memberikan bukti pd sy,
    Trimakazi..

    • @Darius

      Salam kenal wahai saudara Darius dari JATIM, Teruslah…..belajar dan belajar sampai akhir HAYAT. Dan kita semua yg ada disini juga sayapun dalam posisi Belajar, Belajar kepada Sang GURU se-JATI yg tidak makan dan tidak minum serta tidak tidur juga tidak mengantuk. “DIA” lah GURU sebenar2nya GURU yg menjadi panutan kita semua dan hanya kepada-NYA lah segala pandangan tertuju karena kemana saja kita memalingkan Wajah maka di situlah Wajah-NYA.

      Salam Ta’lim selalu saudara Darius dan
      Salam Ta’lim juga untuk saudara2ku semuanya…..

      Allah memberkati para Penuntut Ilmu.

    • Assalamualaikum
      cuma mau berucap”sama”
      Salam Ukhuwah Islamiyah ^_^

  5. Kangdudung said

    Ass…
    Sungguh blog yang penuh berkah…. menjadi magnit bagi mereka2 yang mencari cahaya….
    Ya Allah… sungguh hamba seorang yang bodoh dihadapan sahabat2 yang ada di blog ini….
    Ya Allah… limpahilan hamba cahayaMu
    Sehatkanlah “mata” hamba tuk menerima cahayaMu..
    Larutkanlah hamba dalam SibghahMu….
    Kabulkanlah do’a hamba…. Ya Mujiib..Ya Qohhar…
    Sungguh hamba tak berdaya dalam melangkah menujuMu…
    Sungguh hamba tak berdaya berdampingan denganMU…
    Sungguh hamba tak berdaya berada dalamMu….
    Sungguh hamba tak kuasa berjalan atasnamaMu…
    Sungguh hamba hanyalah wayang dalam refleksi tajalliMu…

    • @Kangdudung

      Wa’alaikum salam wr,wb…..Kangdudung,

      Berkah-NYA yang meliputi kesetiap Penjuru dan sendi2 Kehidupan merobek2 Ruang Waktu dan Jarak sehingga tiada Antara dan ber-antara lagi.

      Maka….sertakanlah daku dan saudara2 yg lain di Pondok PJ ini wahai saudaraku Kangdudung dalam setiap Do’a yg teruntai dari lubuk Kesadaran yg terdalam dalam dirimu.

      Aaamiiiin…..Yaa…Robbal ‘Aalamiiin.

    • aku masih mentah tentang ini,,,tp aku ingin memahami dan belajar untuk ini…
      krna ini sangat berharga untuk aku sekarang esok dan nanti.

  6. darius said

    Sy harus semangat..semangat…dan semangat lagi belajar menjadi manusia seutuhx..
    Tauhid bukanlah pengetahuan,tp adalah penyaksian.
    Mohon bimbinganx
    @Umz PJ..
    Selama ini sy tidak konsisten..jd akhirx setengah-setengah.
    Msh gampang terombang-ambing.
    Trimakazi…

  7. zal said

    :salam Mas PJ..sepertinya sudah lama sekali engga menjenguk blog, eh ketemu Pos ronda disini…Alhamdulillah…menularkan kepada yang dihantarkan….

    • Salam…..Mas Zal,
      Saya juga lama niiih nggak Blogwalking. Apa Kabar Mas Zal…??? Semoga sehat selalu dan Barokah meliputi.

      Salam POS RONDA di dalam STARMILD

      • zal said

        Alhamdulillah Mas PJ, sehat, mohon maaf malam itu saya dingantukkan dengan sangat luar biasa sehingga YM Mas PJ tak berbalas sampai siang…..

  8. nubie said

    Pandanglah yang memandang dan rasakan yang merasakan maka engkau tidak ada, maka engkau kosong, maka engkau hampa

    merinding ooiii

    Alhamdulillah sudah dibukakan

  9. darius said

    Trimakazi.. umz pj,
    Maafkan sy umz PJ dar dan darius satu pribadi.

    Boleh dikatakan sy terlahir kembali,seperti anak kemarin sore..,waktu itu sy dlm kebingungan teramat sangat,sy terkena krisis kepribadian,tp -4jji- menunjukkan Kebesaran-Nya,memberikan petunjuk kepada sy.
    Kesimpulanx:
    Sy harus menerapkan -INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN—
    Yg sy terima=Alam boleh berubah,tetapi hati jgn berubah.
    Tetapi yg sy alami,sy masih berubah-ubah.
    sy msh ANAK TK dlm pengalaman spiritual,Penerapannya sy harus bagaimana?.
    Terimakazi…umz PJ.

    • Yangitujua said

      Pepatah Arab: Tiada yang baru di bawah kolong langit ini.

      Mas Darius, mungkin ini bisa bantu:

      ….Disamping syahwat duniawi, ada pula syahwat ruhani yang menjadi hijab. Syahwat ruhani itu bersifat kemegahan dan kenikmatan akhirat, termasuk di dalamnya keinginan untuk mendapatkan rahasia-rahasia yang ada wilayah ruhaniah. Seperti mendambakan derajat ruhani yang tinggi sampai ma’rifah, mendapat anugerah bisa keluar masuk alam jin, jadi waliyullah yang bisa bertamasya melihat-lihat syurga dan neraka, bahkan ingin jadi orang yang sempurna di wilayah ruhani dan sebagainya. Semua keinginan tersebut, sekalipun baik maksudnya, namun bisa menjadi hijab bagi orang yang sedang menuju Allah. Karena keinginan tersebut, merupakan angan-angan yang muncul dari syahwat yang tersembunyi (syahwatul khafiah). Hal itu juga dapat memalingkan perjuangan orang yang menuju Allah.
      ……
      Dikutip dari Majalah “KASYAF” Edisi 2.
      Sssst.bibir tak terucap, jari tak mengetuk, perkenalkan copy paste namaku

      • @Yangitujua

        Trimakasih……masyangsamayayangitujua, atas pencerahan2 yg sangat Akurat, Singkat dan Padat serta berbobot ini. Semuanya….Nyata kebenaran atas Kebenaran-NYA yg tiada keragu2an, HAQQUL-MUTHLAQ.

        Salam….Ta’lim selalu,

      • siliwangi39 said

        he..he..he…simplenya adalah janganlah berkeinginan menjadi apa dan siapa melainkan ikutilah jalan yang sudah ditentukan Allah kepada kita melalui petunjuk Rosululloh SAW.

        perumpamaannya ibarat air sungai yang mengalir pada aliranNYA yang akhirnya sampai juga ke samudera luas jadi bergerak dan berjalanlah pada koridorNYA

  10. satrio said

    ya ILAHI mohon bimbinganMU….dalam perjalanan kepadaMU…. Trims KANG PJ…Rasanya masih terlalu dangkal ilmu yang saya miliki.

  11. Alam Rasa said

    Salam untuk Mas PJ dan semua sahabat tercinta

    Subhanallah..Maha Suci Engkau Ya Allah. Terima Kasih, Segala Puji dan Syukur hanya untuk-Mu Yang Maha Sempurna yang telah memberikan nikmat secara berkelimpahan setiap saat. Karena ketidak berdayaan dan kebodohan hambamu ini, maka perkenankanlah kami selalu memohon bimbingan dan bantuan-Mu dalam segala hal di setiap waktu, baik hal besar maupun hal terkecil sekalipun. Bahkan untuk berdoa dan bernafaspun kami mohon bantuan dan bimbingan-Mu. Karena kami yakin dan percaya sepenuhnya, bahwa Engkau selalu mencintai kami, bahwa Engkau selalu ridho membantu dan membimbing kami. Karena kami yakin dan percaya sepenuhnya, bahwa segala hal akan menjadi lebih baik, bahkan terbaik hanya atas berkat bantuan dan bimbingan-Mu, Ya Allah..Ya Rabb..Yang Terkasih.

    Tulisan tentang ke-Sejati-an ini sungguh memiliki hikmah yang dalam. Bukan hanya untuk direnungkan, namun juga untuk diamalkan, dialami dan dirasakan. Karena inilah sebenar-benarnya tujuan hidup kita, sehingga kita perlu dilahirkan di dunia. Semata-mata hanya agar kita menjadi lebih sadar akan siapa diri sejati kita, agar kita lebih mengenal Allah Sang Pencipta, agar kita semakin mencintai Allah Yang Maha Pengasih, agar kita dapat kembali kepada-Nya seutuh-utuhnya.
    Jadi kita dilahirkan bukan ditujukan agar menjadi insinyur, dokter, presiden, jadi orang kaya, dll. Semua itu hanyalah peran pendukung!! Harta benda dan rejeki semuanya telah diatur oleh Sang Pencipta sebelum kita dilahirkan. Semuanya diberikan Allah kepada kita sebagai bekal dan sarana kita untuk mencapai tujuan hidup kita sebenar-benarnya yang telah disebutkan di atas. Maka pergunakanlah itu sebaik-baiknya di jalan Allah!!

    Mengapa kita perlu mengenal Allah dan mengapa kita perlu mencintai Allah? Karena hanya dengan mengenal dan mencintai Allah, maka hati dan sikap hati kita dapat terbuka kepada-Nya, dapat lebih pasrah kepada-Nya. Sehingga rahmat Cahaya dan Kasih-Nya dapat turun dan bekerja memenuhi seluruh hati kita. Semakin kita pasrah kepada-Nya maka hati kita akan semakin terbuka, sehingga Cahaya dan Kasih-Nya dapat bekerja lebih maksimal pada seluruh hati dan diri kita. Inilah yang dimaksud dengan pasrah sebenarnya. Pasrah tanpa terbukanya hati adalah pasrah sekedar teori!!

    Hanya dengan pasrah seutuhnya kepada-Nya, dan sikap hati yang dipenuhi oleh kerinduan kepada-Nya, maka Diri Sejati atau Ruh kita dapat dimurnikan. Sehingga Ruh kita dapat kembali menyatu dengan Ruh Sang Pencipta. Inilah yang dimaksud dengan “Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un”.

    Sadarilah bahwa tujuan perjalanan hidup kita itu bukan suatu hal yang mudah, dan memerlukan proses yang lama. Sehingga seharusnya kita tidak membuang-buang waktu kita hanya sekedar mengejar permainan di dunia. Inilah yang dimaksud dalam QS Al ‘Ashr, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,… dst.”. Mulailah dengan memprioritaskan hidup kita untuk memilih Tuhan di atas segalanya.

    Ya Allah, rahmatilah semua manusia agar semakin mencintai-Mu, agar sadar bahwa hanya Engkau-lah Sumber dari Kasih dan Kebahagiaan Sejati Yang Abadi. Biarlah hati semuanya terbuka dan terhubung kepada-Mu, dan diterangi oleh Cahaya dan Kasih-Mu untuk lebih dekat kepada-Mu.
    Ya Allah, biarlah Cahaya dan Kasih-Mu memancar tiada batasnya, memenuhi, menerangi, dan memurnikan semua mahluk, seluruh bumi, seluruh alam semesta, dan seluruh keberadaan.
    Amin.

    • @Alam Rasa

      Salam Kasih selalu Mas Alam Rasa, dan terimakasih atas tambahan2 Pencerahannya yg membangkitkan semangat dan Mujahadah untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik dan terlebih baik lagi di dalam Kepasrahan yg di isi dengan Kesadaran secara Totalitas kepada-NYA dan di dasari dengan Mengenal Allah serta Mencintai Allah.

  12. julak salim said

    allhamdullilah
    mas PJ terima kasih atas pencerahannya 4mata yang kemarin saya udah menemukan sesuatu tersebut.
    salam buat keluarga

  13. kami tawanan said

    salam kenal wahai PJ,Rasa kosong merasakan tiada mohon diberi kefahaman…kerana ana AlHaq saja yang ada…mohon penguraian.wslam bpk PJ

  14. Setiono said

    Punten Kasadayana
    Salam kenal buat mbah PJ dan semuanya

    Mengenal Alloh wajib usaha
    Belajar Ihlas dawam bertaqwa
    Wajib Ain bertoat jiwa
    Kepada Alloh raja pencipta

    Cara mengenal Alloh taala
    Ada caranyah lima perkara
    Baca Alquran paling pertama
    Ke dua penting menghapaz Asma

    Mengenal sipat cara ketiga
    Wajib mustahil harusnyah juga
    Dengan menghapaz sipat dan nama
    Alloh teringat di mana kita

    Cara keempat mengenal jiwa
    Rasa rumasa Alloh pencipta
    Piilnyah Alloh teramat nyata
    Dengan mengaji bersyukur jiwa

    Cara kelima beryaqin jiwa
    Mengenal ezat cahaya mulya
    Mata melihat segala rupa
    Ingatlah Alloh ezat pencipta

    Putuskan tiep mahluk penggoda
    Walaupun ejin islam penggoda
    Tawassul jangan salah bekerja
    Musrik Akidah wajib rumasa

    Sipat Tawaddu punya rumasa
    Kepada Alloh senantiyasa
    Merasa diri paling berdosa
    Kepada Alloh minta hampura

    Berpedoman hadis Alqur’an
    Guru mursid di pendidikan
    Iklas sabar mengerjakan
    Rajin bertanya pengalaman

    Itulah dasar ini jawaban
    Ahli ma’ripat taklit iman
    Taklit soheh esah beriman
    Tiada gengsi nukar pikiran

    Arti nukar pemikiran
    Pikiran sesat di tinggalkan
    Merasa sampai puncak tujuwan
    Tau-tau mengsol tuntunan

    Kobul amal makbul iman
    Tujuwan hamba yaqin iman
    Dengan ilmu pengetahuwan
    Misah dari islam simbolan

    Agama islam iman ihsan
    Satu jiwa di pengamalan
    Sarat rukun di pahamkan
    Hingga batalnya ketauwan

    Bigitupun salah jalan
    Bisa tau salah jalan
    Pendapat orang masing2an
    Jalan lurus pendapat Tuhan

    Qias ijma hadis Alqur’an
    Pelan pelan di pelajarkan
    Sampai ketemu Alloh Tuhan
    Tanpa ada pelantaraan

    Dalam cerita ini temuwan
    Hanya tinggal penyempurnaan
    Duwa kalimat sahadat iman
    Terus sajah di pelajarkan

    Dalam amal bakti toat
    Ada rukun ada sarat
    Ketemu rukun ketemu sarat
    Soheh esah amal ibadat

    Ada kelas umum rakyat
    Ada husus kelas umat
    Howasil howas husus amat
    Alim ulama wajib cermat

    Jangan mudah ngatain sesat
    Walau bagi peninggal solat
    Komo ninggal solat jum’at
    Lantaran pada buwangin sarat

    Sahadat solat puasa Zakat
    Pergi haji sama bersarat
    Batal masrut tanpa sarat
    Sia-sia amal ibadat

    Surat Almaun coba lihat
    Dusta agama banyak amat
    Sahadat solat puasa zakat
    Haji tida belajar sarat

    Harta benda bukanlah sarat
    Dalam ibadah bakti toat
    Juga bukan gelar pangkat
    Walau alim ulama berpangkat

    Rosululloh contohnya umat
    Beliyau tida ngidolain pangkat
    Rosululloh sangatlah hormat
    Soheh toat walau melarat

    Aji baca tanya dan uji
    Johir batin sekujur diri
    Sampai bisa mengenal diri
    Mengenal Alloh sudah pasti

    Ezat Alloh maha suci
    Amat sulit di ceritai
    Tida bisa di samai
    Selain bisa dilihat sendiri

    Hindarilah sipat terkeji
    Hasud musrik sirik dengki
    Rumasa kotor sepenuh diri
    Kepada Alloh mintalah mandi

    Alloh repot ngajak mandi
    Alloh gendong bagai bebayi
    Alloh amat sayang sekali
    Sehingga mantau setiep hari

    Kalau lagi susah rejeki
    Alloh di suruh pergi mencari
    Alloh kuasa mengkuwasai
    Ada sajah pemberi rejeki

    Bila ihlas bagi rejeki
    Alloh juga siap mengganti
    Di aherat Alloh siapi
    Alam sorga Alloh nanti

  15. Syaiful said

    Subhanallah….

  16. Syaiful said

    salam

  17. M.RUSLAN ABD GANI said

    Salam kenal.
    Alhamdulillah…segar rasanya ………!

  18. Assalamualaikum
    selalu ada kaum elit dalam setiap golongan
    dan sepertinya abdi kaum fakir ini menemukan kaum elit Ma’**********
    ditunggu dherma dari akhi sekalian,syukron atas segala tambahannya untuk timba abdi
    Salam Ukhuwah Islamiyah ^_^

  19. Jonh Pry said

    Dibilang kosong.. Ya tidak jg.. Dibilang ada ya memang ada.. Pandanglah kepada yang nyata ini saja.. Tetapi dgn pandangan yg “benar”.. Ketika terpandang pd yg nyata.. Maka terpandanglah jg kepada yg tdk nyata tetapi ada.. Yaitu sirr rahasia Muhammad.. Karena Muhammad itu rahasia ALLAH.. Dan ALLAH itu rahasia Muhammad.. Karena diri itu adalah “Muhammad” maka rahasia ALLAH ada pd diri…

  20. reiliyah said

    Ketahuilah……pada satu sisi, RASA/Zauq itu adalah “Jalan/Thoriqoh” menuju Sang Sejati akan tetapi apabila terlena dan hanyut dalam RASA/Zauq itu dan lupa akan “sang pemilik” RASA, maka semakin banyak duri2 yang akan tumbuh pada diri.
    Lihatlah…………kesekeliling, berapa banyak yang Asyik Masyuk dalam RASA berenang dalam Nikmatnya RASA, lalu meRASA kosong, lalu meraba dalam Kosong dan mengata tidak ada apa apa dan menyatakan bahwa inilah SEJATI, inilah PUNCAK, inilah AKHIR dari segalanya, inilah IA.
    Maka ketika hal itu telah ternanam, maka itulah Akar dari pada duri2 yang akan menyelimuti diri dan tanpa sadar……, telah ber TUHAN kan kekosongan, ber TUHAN kan ke HAMPA an, ber TUHAN kan ketiadaan.
    Sesungguhnya……RASA/Zauq itu, masih di dalam sifat Jamal-NYA, dan bukan itulah Akhir perjalanan, namun itu barulah Awal perjalanan untuk Melangkah di “ARSY TUHAN” dan Akhirnya “MENENGOK RAHASIA KALAM”.

    apa yang dimaksud RASA ya akhi…mohon bimbingan
    sukron

  21. dw sy said

    assalamu’alaikum wr wb.salam kenal buat pengembara jiwa.sy baru mengenal dunia islam,sy mau tanya..apa sih arti dari alif fathah,alif kasrah dan alif domah.mohon pencerahannya.terima kasih.

  22. Rahmad Basuki said

    Assalamualaikum…salam kenal buat Kang PJ serta saudara2ku semua.Sungguh inilah BLOK yg selama ini kucari..!ikut nyimak dulu….salam persaudara’an..

  23. Rahmad Basuki said

    Assalamualaikum wr wb…Subhanaalloh…Innalillahi wa innailahi roji’un,la khaula wala quwata illabillah….salam kenal saudaraku PJ.WASSALAM

  24. mampir nich dari jakarta selatan…
    also visit jasa pengamanan

  25. dologable said

    mmmmmh….butuh 1 jam…..mengali memori ……. memang ga bisa di pungkiri….hati berkata…..ya!
    nice….. salut n salam…..

  26. adjie said

    sangat menarik……..

  27. kang maaling said

    horee…. aku dapat curi lagi….!! dari guru-guru sekalian… mksh..

  28. agus said

    ilmu ber-TUHAN itu mudah,karena emang pd hakekat manusia sudah di design dari awal penciptaan sudah mengenal akan keberadaan-NYA. Akan tetapi manusia sekarang, kebanyakan ( termasuk saya )..terlela akan hiasan dunia. yg membuat manusia banyak memper-TUHAN kan hiasan2 itu tanpa mereka sadari..coba lah bercermin, lihat di dalam cermin, siapakah yang melihat didalam cermin itu..didalam hitam putih mata itu…yiaah!!..maka kan kamu RASA, bahwa TUHAN itu sangat dekat bagi mu..bahkan lebih dekat dari DIRI mu sendiri, yang merupakan bayangan bagi -NYA..

  29. Assalammualaikum Mas PJ saya mengenal nama Mas PJ saat mencari bacaan mengenai diri Sejati, setahun terahir hati ini sangat terpikat dan jatuh Cinta kpd Kasih sayang Allah SWT dan oleh hal tersebut saya sering mencari bacaan2 jalan menuju Pengenalan diri Sejati. yang akhirnya membawa saya ke Blog Mas PJ, dimana seluruh artikel bacaan di Blog PENGEMBARA JIWA (https://pengembarajiwa.wordpress.com/) hati saya sangat senang memacanya, membuat saya ingin belajar banyak….hngga nekat mencari Facebooknya Mas PJ ini Alhamdulillah dengan izin Allah ketemu 🙂
    Dalam hasrat menuju pengenalan diri sejati tsb saya sekarang juga sdh belajar Meditasi diam dalam keheningan dimna saat ini sering saya lakukan setiap malam dengan mengharapkan Rahmat, anugerah dan Cinta Allah.
    yg mau saya tanyakan adl sbb :
    1. apakah MEDITASI itu boleh dilakukan oleh kaum Muslim
    2. Setiap Meditasi saya tidak bisa Konsntrasi susah sekali, spt tangkuk saya berat, pegel dan Pikiran/EGO sering mengganggu.

    Bila Mas PJ tidak keberatan mohon bimbingan dan Doa apa yg sebaiknya saya lakukan utk meraih Cinta kasih Allah dan Mengenal Diri Sejati.

    Wassalam
    Deus Miratza

  30. Aqib Hidayah said

    Assalamualaikum Abah PJ. Aq mau tanya Gmn “Caranya” memunculkan KeYakinan yg sbnar-benar KeYakinan yg Kuat n Kokoh ? Trimakasih sblmx atas perhatiannya. Salam kenal 🙂

  31. mahnep said

    as.wr wb….mf ki baru baca dan nyimak insya alllah ki tyg biang egonya dan fatamorgana mhn ijin utk mengamalkanya wsslam

  32. Mifta said

    Ketika saya mulai mengerti akan hal itu.. sya merasa diri ini tidak pernah ada, dan yang di lihat d sekeliling saya bukan ssuatu benda atau mahluk itu. karena sayafikir itu hanyalah bayangan dan hiasan belaka…
    ketiaka saya merenung, saya merasa bahwa alam ini benar-benar kosong/fatamorgana/bayangan,.. gerakan2 yg d lalukan oleh semua makhluk seakan2 dia tidk bergerak sndri, melainkn d gerakkan oleh sang maha Kuasa…
    subhanallah…..

  33. Tanpa Nama said

    subhanaullah
    inilah blog yang selama ini ku cari akhirnya di Pertemukan oleh Allah SWT
    blog yang berisi bagaimana kita menemukan diri kita yang sejati berjuang mati matian untuk menemukannya
    salam kenal mas PJ nama saya Tanpa Nama
    karena apalah artinya sebuah nama

  34. ilham said

    ass
    Bicara tentang rasa, memang sangat luas artinya bila kita kaji dan masuk dalam ilmu rahasia Tuhan, kenapa? karena rasa adalah tingkat yang amat tinggi. Rasa dinamakan Rasa karena sangat Rahasia….hanya Hamba dengan Tuhannya yang mengetahui? Rasa akan kita dipatkan bila ke Imanan sudah menyatu antara Roh dan Jasad.

  35. tatal bintoro art said

    fanaul fana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: