PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

——- RENUNGAN UNTUK INDONESIAKU ——-

Posted by pengembarajiwa pada Maret 21, 2012

Konsep Al-Qur’an adalah mengutamakan Akhlak yang terpuji untuk kebaikan seluruh Makhluk, menjadi Rahmat bagi sekalian Alam merupakan Pilar-Pilar Kebahagiaan dan kedamaian. Namun….jika Manusia sudah tiada menyadari akan Hakikat dirinya, buta akan Nilai-nilai Dasar Fitrahnya maka tentunya apa yang menjadi tujuan Hidup yaitu Kebahagiaan dan Kedamaian tak akan terwujud.

Apapun yang ada di luar dari diri adalah cermin dari apa yang ada pada diri. Ketika Bangsa dan Negara mengalami Krisis Multi Demensi karena Tonggak Dasar dari pada TAUHID sudah ternodai dengan segala Aneka Ragam yang serba gemerlapan menjadi keutamaan dan kebutuhan pada diri lalu melangkah tanpa Arah yang sudah di tetapkan dalam Norma Kebenaran, mengikuti Nafsu, ke-EGO-an diri semata tentunya bias dari pada itu akan terjadi sikut menyikut satu dengan yang lain, gontok-gontokkan meraja lela, saling menjatuhkan bahkan tidak jarang yang saling bunuh membunuh hanya di karenakan persaingan dalam mendapatkan Kedudukan, Tahta, Kekayaan dan Kecantikkan. Lalu dimanakah…Kemuliaan Manusia yang telah dinyatakan Allah lebih Mulia dari pada Makhluk2 yang lain…????. Ternyata kemuliaan yang di Anugrahkan Allah kepada Manusia itu telah di-GADAI-kan untuk kepuasan Hawa Nafsu/ke-EGO-an semata dalam memenuhi rasa ketidak puasan akan sesuatu yang ada pada dirinya. Semuanya serba kurang….kurang….dan kurang, Jika Seandainya Dunia dan seluruh isinya bisa di genggamnya maka tentunya manusia-manusia yang buta Hatinya akan berlomba-lomba untuk meraihnya.

Marilah…bersama-sama melangkah dalam Kesadaran Diri yang berlandaskan Azaz Lillaahi Ta’ala dan mengerti bahwa Hidup bukan hanya sekedar untuk mengisi perut dan menurutkan Hawa Nafsu tetapi yang terlebih utama adalah Berbagi dalam Cinta Kasih, menebarkan Rahmat kepada sekeliling menjadi pengayom bagi orang2 yang membutuhkan, menjadi Kawan bagi yang kekurangan, menjadi Kebahagiaan untuk orang lain bukan menjadi orang yang mengharapkan kebahagiaan orang lain.

Tentunya….jika hal itu terwujud di muka Bumi ini, di Bumi Pertiwi ini, di Negara yang kita Cintai ini yaitu INDONESIA RAYA dari Sabang sampai Merauke maka tak akan diragukan lagi….Kebahagiaan dan Kedamaian berangsur-angsur akan di dapatkan. Seiring dengan Waktu, jika Manusia yang didalamnya menyadari akan Jati Dirinya dan kemudian menyelam kedalam Dirinya senantiasa Introspeksi diri, merenung dalam Musyahadah, Menyaksikan akan dirinya beserta Alam adalah sebagai Bukti dan Saksi adanya Allah yang Arrohmaan Arrohiim dan selalu mendengarkan Hati Nuraninya yang tiada tercampur oleh Nafsu/EGO, Maka merekalah sebagai Penyelamat Bangsa, merekalah sebagai Tonggak Negara, merekalah sebagai Pejuang-Pejuang Tuhan untuk membela Ibu Pertiwi dan merekalah Khalifah di muka Bumi ini untuk menebarkan Rahmat dan Cinta Kasih. Temukanlah Jati Diri itu mulai saat ini, jangan sia-siakan Waktu karena waktu terus berputar dan berputar tak perduli Status diri kita. Waktu akan segera menelan orang2 yang yang tiada menyadari akan Jati Dirinya. Karenanya….
“Demi Masa/Waktu di setiap harinya dalam 24 jam Sehari Semalam dari buka mata sampai tutup mata kembali, sesungguhnya Manusia itu dalam Kerugian karena tiada Kesadaran akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah)”. Dan Mereka yang mengerti serta menyadari akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah) adalah mereka yang ber Iman dan ber Amal Sholeh(ber-Akhlakul Karimah/Baik Budi Pekertinya). Mereka itu senantiasa saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam Kebenaran dan juga saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam kesabaran.

Salam Berkah Allah untuk saudara2ku semuanya….

Pengembara Jiwa_313

Iklan

13 Tanggapan to “——- RENUNGAN UNTUK INDONESIAKU ——-”

  1. wibowo sb said

    assalamu alaikum
    trima kasih saudaraku n sahabat Pj
    semoga bumi pertiwi kita segera pulih dari keterpurukan yg sedang melanda..
    Selamat berjuang
    wassalamu alaikum

  2. IWAN said

    Assalam….
    SAlam Kenal Mas PJ saya baru menemukan pondok mas PJ ini, saya sangat senang sekali melihat coment2 dari thn 2008 itu,
    mas PJ boleh kah saya di ajari cara agar selalu ingat TUHAN disetiap tarikan nafas, dan apa yang kta harusnya bayangkan (ingat)/ lakukan disaat kita melakukan rukun2 sholat yg lima waktu itu agar khusyu …….

    trims
    wasssalam

  3. As wr wb….

    Numpang Mampir…..dan mohon maaf saudaraku….saya titip coretan….

    salam damai….dalam rahmat dan kasih sayang Tuhan…..

    Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, agar dapat membedakan Mana Yang Haq dan mana yang Bahtil….. namun mampukah seorang manusia untuk membaca….memahami…..menyelami….dengan sadar……, tanpa Mengenal…..Merasakan…. melihat…sehingga Ia nya sadar bahwa sesungguhnya…..Membacanya….Memahaminya…meyelaminya….itu Bi-Iznillah…..

    sungguh….kemungkaran, keserakahan, ketamakan, kecurangan, itu akan selamanya tetap ada karna hal itu sudah tertulis sebelomnya oleh kaum2 terdahulu dan sudah termaktub di dalam Al-Quran Nulkarim, dan itu sebagai gambaran prilaku Diri/Jiwa2 seorang anak adam yang di Tunjuki Oleh Tuhannya, atau sebaliknya justru malah kufur dan larut didalam lumpur nafsu Amarahnya….karna diri nya telah dibutakan oleh Tuhan-NYA, maka bersyukurlah bagi jiwa2 yang selalu sadar…..menyadari akan fitrah dirinya….bahwa dirinya terlahir dalam keadaan Fitrah….maka ikutilah jalan fitrah itu….. karna itu adalah jalan yang lurus……dan jalan yang lurus itu adalah Agama Allah….. Ad-DIN…..

    Kesadara Terhadap Diri akan membuahkan Rasa Eling…..Ingat…..Zikir….terhadap Dzat Diri…sehingga akan mengikis benih2 kekufuran pada diri……Ke-Akuan pada diri….untuk menuju kepada kemerdekaan sejati…..yang akan berbuah dengan rasa welas asih…saling menyintai satu dengan yang lainnya….saling berbagi…..dan itulah ciri2 dari Tumbuhnya Petunjuk….bahwa benar sesungguhnya…..Ayat…Ayat Allah itu adalah Hidup…..Hidupnya itu ADA, Lageng, tidak berhuruf dan bersuara namun dapat dirasakan…. tatkala kesadaran itu telah meliputi Hambanya……maka Al-Quran itu tidaklah mati lagi…..usang, Kolot, Kuno atau menjadi barang Ejekkan atau perdebatan melainkan menjadikan Sinar terang/petunjuk/hidayah/Ahlakkulkarimah yang akan menyinari dunia dan alam jagad ini dengan kedamaian….keselarasan….harmonisasi….. dan itulah yang tadi telah di sebut oleh Saudara-ku Mas PJ……(manusia yang akan dapat Memimpin Alam jagad raya ini)

    maka kenalilah…..Al-Quran yang Hakiki….Isya Allah….petunjuk akan muda…untuk digali dan dicari dengan Bi-iznillah….

    Salam damai…..saudara2ku sekalian yang ada di Room ini….

    Endi
    Medan

    • Fatimah Sahlah Syeid Ali aL-Ayub said

      ass.wr.wb
      benar adanya perkataan kamu,,, tapi tak cukup untuk mengenal, merasakan, melihat, memahami. ada yang lebih penting yaitu merenungkan makna daripada inti al-qur’an itu… dan bukan TUHAN yang membutakannya tapi dirinya sendirilah yang membutakannya,, dan ayat-ayat ALLAH itu memang hidup, karna semua ciptaan TUHAN yang ada di alam jagad raya ini mempunyai RUH termasuk kulit, tangan, kaki, kepala, dan seluruh anggota tubuh yang ada di diri ciptaanNYA. dan untuk mencapai kemerdekaan sejati tidaklah semudah untuk mendapatkannya, tapi dengan kesabaran, ketabahan, keyakinan, ketaqwaan dan keimanan yang haq al-haqiqi pasti akan mendapatkan kemerdekaan sejati itu.
      waals.wr.wb

  4. bocah bodo said

    Salam buat Saudara Pengembara Jiwa dan saudara2 semua semoga dengan kesadaran masing2 akan membawa keselamatan trimakasih semuanya.

  5. Maaf Saudara PJ numpang corat coret
    ==============================
    Mari buktikan iman taqwa
    Bernegara berpancasila
    Berbudaya yaqin agama
    Kita sukuri oraang berjasa

    Duwa ribu umur duniya
    Duwa belas jadi tanda
    Duwa belas rosul bawa
    Islam iman ihsan agama

    Rukun islam ada lima
    Rukun iman enam perkara
    Rukun ihsan satu perkara
    Duwa belas jumlah pakta

    Pancasila ada lima
    Jumlah enam panca indra
    Ada satu Alloh pencipta
    Mao kemanah luh manusia

    Tahun inih pembatas duniya
    Mao selamet apa kaga
    Mao selamet ya pancasila
    Cerdiok cermat amal dewasa

    Kalau terlalu menduga-duga
    Hidup malah menjadi gila
    Salah milih malah kecewa
    Bila kecewa merusak dunya

    Cukup satu tokoh kepala
    Bapa S Beye cukup dewasa
    Mao gantiin tida rumasa
    Tida bersukur atas jasa

    Delapan tahun sudah berjasa
    Jika orang pada merasa
    Hanya sajah orang kecewa
    Selalu sajah buruk sangka

    Kalah bersaing imbas kecewa
    Demo tauran unjuk rasa
    Ngambing hitamin mahasiswa
    Gedein adat tida dewasa

    Coba mikir cara dewasa
    Gonta ganti tokoh kepala
    Apah juga begituh rupa
    Malah tambah dahsyat kecewa

    Kembali ngatah dulu2 juga
    Namun ituh apalah guna
    Mending mari hidup dewasa
    Kita belajar dari kecewa

    Wewenang aparat juga
    Mendisiplinkan mas media
    Jangan biarkan mengadu domba
    Belaga laga kaya berita

    Pabila terus tida rumasa
    Ama bersalah juga dosa
    Moga Alloh nurunin bahla
    Husus pada pemburuk sangka

    Moga selamet orang rumasa
    Pelan2 belajar dewasa
    Silahturahmi berpancasila
    Musyawarah cara dewasa

  6. Ana Sirrullah said

    Bangunlah JIWA-nya..Bangunlah RAGA-nya..untuk INDONESIA RAYA……

  7. Dedi said

    Assalamualaikum,,wr,,wb,,
    untuk semua yg ada di bloq ini,,keluarganya,,tetangganya,tanpa terkecuali,,,lam kenal Dedi Balikpapan,,,

  8. Fatimah Sahlah Syeid Ali aL-Ayub said

    janganlah salah belajar tentang MA’RIFATULLAH, karna itu tidak bisa sembarangan kalian ucapkan dan katakan…. karna sebelum anda belajar MA’RIFATULLAH secara detail dan sempurana, kalian harus bisa mengenal dari yang terkecil dahulu…
    bolehkah saya bertanya PJ… dimana ALLAH itu? apakah DIA punya nama? dan apakah DIA punya wujud zhahir? kalau ada apa wujudnya laki-laki atau perempuan?

  9. Assalamualaikum ..
    salam kenal untuk empunya blog, sungguh suatu anugerah yang ALLAH SWT berikan lewat perantaraan saudara PJ, yang mana tulisan yang disuguhkan mampu menghadirkan RASA `Tersendiri` dalam sambung dan lantunan kalimat yang dituturkan.

    Dimulai dari lingkup terkecil (diri sendiri) saja dahulu dengan berusaha `Memahami`, `Mengamalkan`, dan lalu `Tawakkal` tentang konsep TAUHID yang sebenar-benarnya TAUHID hingga lingkup terkecil tadi insyaallah dijadikan oleh ALLAH pribadi yang Akhlakul Karimah bagi diri,keluarga,masyarakat, dan negaranya . . . 1 orang memulai, 100 orang memulai, 10.000 orang memulai, 1.000.000 orang memulai dan akhirnya timbullah `KESADARAN` menyeluruh dari segenap komponen negeri hingga insyaallah jadilah Negeriku Tercinta Indonesia bahagia dan damai … amin

    Maaf untuk sedikit coretannya di Blog pak PJ, mohon koreksi jika ada yang kurang berkenan. Dan untuk seluruh saudara seiman yang mampir diblog ini,saya haturkan salam kenal, dan salam sayang, serta teriring do’a agar kita semua senantiasa berada dijalanNYA yang lurus,amin ..

  10. Ridho said

    Assalamualikum wr. wb.
    Seiring waktu berjalan tidak terasa begitu cepat berlalu, menyadarkan diri sesadar sadarnya untuk kembali kepada fitrah itu tidak mudah? dan apa bukti rasa jika kita sudah menyadari diri dan mengenal jika masih ada nafsu dan ego? dan jika kebahagian dan kedamaian menjadi tujuan hidup, itu yang bagaimana?
    maaf sebelumnya mas PJ, saya msh awam, perlu bimbingan.

  11. MemeD said

    Tidak diragukan lagi dan inilah yang diharapkan bangsa ini renungkan dan renungkan kembali makna dari hakekat Diri

    Salam cinta damai dalam ketenangan jiwa

  12. Kata orang di masa depan;

    Dulu, ada sebuah negeri bernama indonesia. Berumur pendek, kalah dengan maja pahit yg mampu mencapai usia 3 abad, atau dengan sriwijaya yg mampu menjadi pusat study agama di kawasan asia.

    http://zabaniyyah.wordpress.com/2012/12/08/kata-orang-di-masa-depan-dulu-ada-sebuah-negeri-bernama-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: