PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

SYAMSUDDIN TABRIZI (Sang Pengembara Jiwa Misterius)

Posted by pengembarajiwa pada September 16, 2008

Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M. Sejak masa kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kejeniusan luar biasa. Jangankan bermain, ia justru malah menghadiri Majelis Pengajian dan belajar tentang Syekh-syekh Sufi masa lalu. Di usia yang masih sangat muda, ia merasakan kerinduan dan mencari-cari sang kekasih dalam dirinya. Karena tidak ada seorang anak sebaya pun yang bisa memahaminya, ia sering menghabiskan waktunya sendirian. Karena itulah, Sayms selalu kelihatan murung dan sedih.

Orang tua Syams mengira bahwa kemurungan dan kesedihannya lantaran keinginannya tidak tercapai, sebagaimana lazimnya terjadi pada diri anak muda. Mengenai hal ini Syams berkata, “Tatkala mereka bertanya kepadaku, ‘Mengapa engkau murung dan sedih? Apakah engkau menginginkan baju-baju terbuat dari perak dan emas? Lalu kujawab, ‘Tidak, aku menginginkan seseorang yang bisa menanggalkan/melepaskan apa yang sudah kukenakan ini,’”. Yang di maksud Syams adalah bahwa ia menginginkan agar baju egoisme/ke Aku an/sifat mementingkan diri sendiri/sifat merasa paling benar dihilangkan dari jiwanya. Seseorang yang mendengar jawaban demikian dari Syams tidak sanggup memahami makna-makna terdalam di balik kata-katanya dan sudah pasti banyak yang menganggapnya sebagai orang yang tidak waras

Dalam usianya yang belasan tahun, Syams melewati periode susah tidur dn kehilangan nafsu makan selama lebih dari sebulan. Ketika di tanya mengapa Ia tidak makan dan tidak tidur, ia menjawab, “Mengapa aku mesti makan dan tidur, Jika Allah yang menciptakan diriku begini, tidak berbicara kepadaku secara langsung? Apa perlunya aku makan dan tidur? Jika Dia (Allah) sudah mau berbicara kepadaku secara langsung dan aku mengetahui mengapa aku diciptakan, dari mana asalku, dan kemana aku kembali, barulah aku mau makan dan tidur.” Pada masa itu Syams menyebut periode ini sebagai masa Cinta Sejati, ketika kerinduannya kepada Tuhan menjadikannya tidak perduli pada berbagai kebutuhan fisik.

Ketika Syams beranjak dewasa, seorang guru sufi, Abu Bakr Silah-Baf, mulai mendidiknya dalam menempuh berbagai tahap jalan spiritual. Tak lama kemudian sang guru pun menyadari bahwa Syams telah mencapai kedudukan yang sangat tinggi sehingga tidak perlu lagi ia menjadi Murid. Atas saran dan anjuran gurunya, Syams mulai mencari murid sendiri, yang bisa melanjutkan dan menghidupkan segenap harapan dan cita-citanya. Lalu mulailah Syams mengembara dari satu kota ke kota lainnya dan dari satu negeri ke negeri yang lainnya.

Sewaktu singgah di Baghdad, Syams berjumpa dengan Auhaduddin Kermani, seorang syekh Sufi yang berkeyakinan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai tingkatan spiritualitas tinggi adalah dengan memperhatikan dan mengamati sifat-sifat Ilahi dalam wirid Asma Allah dan dalam berbagai keindahan Makhluk-Nya.

Lalu kemudian Syams bertanya kepada Syekh Sufi tsb.

Syams : Apakah yang sedang Syekh lakukan?

Syekh Sufi : Aku sedang melihat dan memperhatikan pantulan bulan di danau ini?

Syams : Apakah lehermu sakit? Atau ada bisulnya ?

Syekh Sufi : tidak! Leherku sehat-sehat saja dan tidak ada bisulnya.

Syams : Jika lehermu tidak sakit mengapa engkau tidak memandang ke langit? Apakah Engkau sudah buta sehingga engkau tidak melihat benda yang sesungguhnya dan yang selama ini selalu engkau fikirkan?

Jawaban Syams sangat berpengaruh sekali pada diri Syekh sehingga ia meminta agar Syams mau menerimanya sebagai Murid.

Syams : Engkau tidak akan sanggup dan tidak akan kuat bersamaku.

Syekh Sufi : Kekuatan itu ada dalam diriku, Tolong terimalah aku menjadi muridmu.

Syams : Kalau engkau memaksa juga, baiklah! Kalau begitu tolong bawakan aku sekendi anggur/arak,

dan marilah kita meminumnya bersama di pasar Baghdad ini.

Karena merasa takut pada pandangan masyarakat dan malu jika di lihat oleh Murid-muridnya (lantaran minuman beralkohol itu haram dan dilarang dalam Agama Islam), Syekh pun menjawab,

Syekh Sufi : Aku tidak bisa melakukan ini!

Syams berseru : Itulah! Sudah kubilang engkau tidak akan sanggup dan tidak kuat bersamaku. Bagiku engkau adalah penakut! Engkau tidak sanggup bergaul dengan para kekasih Allah dan para Wali Allah. Dan Aku hanya mencari seseorang yang tahu bagaimana mencapai dan menggapai kebenaran yang sesungguhnya.

Kemudian Syams meninggalkan Syekh Sufi itu dan terus mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari seorang murid yang ideal.

Sebagian kaum Sufi menyamakan Syams seperti Nabi Khaidir yang misterius, sang pembimbing dan pelindung kaum Sufi, yang muncul dan menghilang karena kesadaran normal sesudah menyampaikan pesannya.

Bagi kebanyakan orang, Syams tetaplah sosok Misterius. Tidak ada satu pun dari ajaran-ajarannya yang tersisa, kecuali sebuah kitab yang berjudul : “Berbagai Pasal Syams Tabrizi”. Kitab ini berisi serangkaian ceramah yang diberikan oleh Syams dalam paguyuban sufi di Konya dan di catat oleh sebagian kaum Sufi yang mendengarkannya.

Iklan

24 Tanggapan to “SYAMSUDDIN TABRIZI (Sang Pengembara Jiwa Misterius)”

  1. sufimuda said

    dia juga sosok yang telah memberikan pencerahan kepada Jalaluddin Rumi…

  2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
    Bismillah Khairil Asma
    Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Aali Muhammad

    Kami mengundang saudara-saudara semua untuk berkunjung
    ke website kami :

    http://www.hasanhusein.blogspot.com

    Wassalam

  3. hinakelana said

    Dia sahabat juga mursyid yang dirindui oleh Syekh Ar Rumi, guru yang misterius

    Ya Allah pagi ini hamba ingin tidur, tapi kok susah banget ya Allah, biasanya jam setenggah 10 hamba sudah tidur…….

  4. hinakelana said

    @jafarhasan
    Wa Alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuhu

    Salam cinta penuh ridhoNya untuk anda Alhamdulillah dini hari ini saja singgah sejenak berkunjung website ahlul Bait para Habibullah, saya hanya membacanya sebentar Insya Allah kalo saya yang hina ini anda bermadzabkan syiah,sayangnya bloq thariqotnya pake bahasa inggris saya ga ngerti (sayabodoh,bego} jadi dimazhab Syi’ah juga ada Thoriqotnya saya baru tau tu, saya bermazabkan sunni (Ahlul Sunnah Wal Jamaah) dinegeri kita juga ada NU umat Nadliyin ada Muhammadiyah, dimekah ada wahabi, diindia ada Ahmadiyah, kayanya masih jauh perpecahan umat Islam yang sampai 73 golongan paling belum sampai 17 atau 33, masih jauh masa depan agama paling bungsu ini Insya Allah Masya Allah sampai keberibu-ribu tahun diruang dan waktu masa depan, Semoga kita dapat menembus langit kesemestaan alam semesta, paling ga 99 thaun lagi umat manusia sudah bisa menjejakan kakinya ke planet terbungsu dari tatasurya kita Pluto, mengeksploitasi planet2 Tata Surya kita dengn Iptek dan Imtaq masa kita kalah sama setan/jin yang bisa menembus langit untuk mencuri dengar pembicaraan para malaikat, untung ada bintang2 (Matahari yang sangat jauh berjuta km tahun cahaya, cahaya bintang yang kita liat sekarang adalah cahaya yang berasal dari ributan tahun bakhkan jutaan tahun yang lalu, baru keliatan dibumi kita

    Insya Allah saya mengundang siapapun yang merasa pintar dan ngerti bahsa inggris singgah deh diwebsitenya

  5. Aburahat said

    Setelah saya membaca posting anda diatas saya jd kurang puas. Saya tdk puas krn periwayatan tdk tuntas. Oleh karena itu terlebih dahulu saya minta izin anda, klu boleh saya ingin tambahkan sedikit mengenai Syech Syamsuddin dlm pengembaraannya agar bisa mendekati tuntasnya. Atau anda sendiri yg menambahkan. Saya tdk mau melanggar hak anda. Jadi saya minta izin anda dulu. Wasalam

  6. @Jafar Hasan
    ——————–

    Wa’alaikum salam Wr,Wb
    Terimaksih telah mengundang untuk pergi ke web Anda. Dan saya sangat senang sekali.

    @Hinakelana
    ——————–

    Benar sekali apa yang anda sampaikan.

    @Aburahat
    —————–

    Mohon Ma’af jika postingannya belum sempurna.

    Dan dipersilahkan jika ingin menguraikan lebih jelas ttng Riwayat Syekh Syamsuddin Tabrizi

  7. aburahat said

    @PJ
    Ass.W.W.
    Terima kasih mas PJ. Maksud saya menambah agar pembaca lain mengetahui maksud penulisan mas. Tambahan saya sebg berikut:
    Pada tahun 1224 seorang sosok misteri tiba di Konya namanya Syamsuddin Muhammad dari Tabriz dan menginap ditempat saudarnya pedagang gula.
    Pada suatu waktu Jalaluddin Rumi seorang sofi yg sangat terkenal dgn syair2 cinta lewat ditempat Syamsuddin menginap. Tiba2 seorang memegang tali kendali kuda Rumi dan bertanya:” Wahai pemimpin Muslim, manakah yg lebih agung, Bayazid atau Nabi Muhammad. (Bayazid seorang yg sudah mencapai tingkat ma’rifat)
    Rumi menjawab: “Sungguh sebuah pertanyaan yg sulit, bagaikan tujuh surga hancur terkoyak2 dan jatuh berantakan kebumi. ( agar anda2 tahu bahwa Syamsuddin mengembara untuk mecari Allah setiap ia bertanya pd para ulama jawabannya tdk memuaskan). Kebakaran besar muncul dlm diriku dan menimbulkan api keotakku. Dari sana aku melihat gumpalan asap mencapai tiang2 singgasana Tuhan, aku menjawab: “Nabi adalah sosok paling Agung dari seluruh manusia, mengapa mesti membicarakan Bayazid?
    Dia bertanya: “Bagaimana mungkin Nabi bisa menjadi manusia paling agung? Rasul pernah berabda,” kami belum mengetahui Engkau dengan cara yg sebagaimana semestinya Engkau diketahui”. Sedangkan Bayazid berani berkata, Mulialah aku. Betapa agungnya aku dan aku adalah kuasa segala kuasa.
    Rumi menjawab, ” Kehausan Bayazid telah terpuaskan hanya dengan satu tegukan. Dia akan mengatakan telah cukup dengan satu tegukan itu, kendi pemahamannya telah terisi. Pencahayaannya hanya sebanyak yg muncul melalui cahaya langit dari rumahnya. Nabi, pada sisi lain, meminta agar diberi lebih banyak untuk minum dan selalu merasa kehausan…Dia berbicara tentang kehausan dan bahkan terus memohon agar ditarik lebih mendekat.
    Syamsuddin serta merta menangis dan jatuh tidak sadarkan diri. Ini permulaan pertemuan antara dua sahabat sufi dan saling merindukan. Karena kerinduan Rumi ini pada Syam maka banyak Syair ketuhanan Rumi penuh dengan cinta. Untuk mengenal Allah dengan cinta, kita tak dapat membayangkan nikmatnya. Amin. Mudah2 dgn tambahan ini menjadi tambahan ilmu agar lebih mendekatkan diri kepada Allah. Wasalam.
    Diambil dari buku YANG MENGENAL DIRINYA YANG MENGENAL TUHANNYA. Karya Jalaluddin Rumi. Wasalam

  8. @Aburahat
    —————

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Terimakasih atas Penambahan riwayatnya……

    Terus terang apa yang saya paparkan di dalam posting tulisan SYAMSUDDIN TABRIZI di atas, saya buat sesingkat2 nya. Karena tujuan dari pada kisah tsb adalah untuk menyampaikan kepada saudara2 ku semuanya tentang pentingnya Berma’rifat kepada Allah Swt dengan sebenar2nya Ma’rifat. Adapun mengenai kelebihan2 atau karomah tidak saya masukkan dalam riwayat tsb, dikarenakan Ma’rifat lebih utama dari pada karomah. Jika seseorang sudah masuk dalam Ma’rifat, maka tidak mustahil Allah akan menurunkan berupa Karomah kepadanya.

    Mungkin saya mau tanya sedikit saja…. jika diperkenankan.

    Bukankah Syamsuddin Tabrizi itu adalah Guru sekaligus sahabat bagi Jalaluddin Rumi?

    Jika demikian, pada konteks yang anda tuliskan pada komentar di atas yang tertulis :

    Syamsuddin serta merta menangis dan jatuh tidak sadarkan diri

    Apakah di buku yang anda baca itu tertulis : “Syamsuddin serta merta………”

    ataukah “Rumi serta merta………”

    Ma’af ya…..

  9. aburahat said

    @PJ
    Menurut buku tsb pada Bab Pendahuluan hal. 12 bait pertama dan ada kelanjutannya. Memang benar. Sesudah kejadian tersebut Rumi menjadi murid sekali gus sahabat. Tapi harus diketahui bahwa seblmnya Rumi menjadi sufi ia adalah guru besar dlm agama. Rumi adalah anak Baha’uddin Walad yg mendapat gelar SULTAN KAUM TERPELAJAR. Kira2 saya bisa menangkap kemana arah poertanyaan mas maka terlebih dahulu saya jelaskan siapa Rumi. Maaf. Wasalam

  10. @Aburahat
    —————-

    Benar sekali…. di tahun 1244, Syamsuddin pertama kali berjumpa dengan Rumi. Ketika itu Rumi berusia 38 tahun. Sungguh sebuah peristiwa yang mengubah kehidupan Rumi untuk selama-lamanya. Walaupun sebelumnya Rumi anak dari Baha’uddin Walad yang silsilah spiritualnya bersambung kepada Ahmad Al-Ghazali (adik Imam Al-Ghazali)sudah akrab dengan prinsip2 tasawuf di bawah bimbingan ayahnya dan memegang jabatan dengan gelar “SULTAN KAUM TERPELAJAR”, sekalipun ia sudah menjadi Syekh sufi paripurna. Rumi sangat terkenal dan dihormati sebagai Syekh atau guru biasa, dan orang2 dari Timur datang kepadanya untuk meminta nasihat dan mendengarkan khotbahnya. Barangkali keadaannya akan tetap demikian seandainya ia tidak berjumpa dengan seorang tokoh spiritual luar biasa, “Syamsuddin Tabrizi”.

    Syams dan Rumi menghabiskan waktu selama tiga sampai empat bulan berkhalwat dan menyendiri di dalam kamar. Tak seorang pun tahu apa yang di ajarkan Syams kepada Rumi dalam kurun waktu itu. Yang jelas Rumi sudah berubah sesudah keluar dari khalwat dan pengasingannya di usia 38 tahun.

  11. aburahat said

    @PJ
    Mas benar. Begitulah kejadiannya. Dan begitu Syams menghilang (dua) kali Yg pertam dgn supaya Rumi mencari dan ketemu. Tapi yg kedua kali tdk ketemu lagi membuat Rumi sedih atas kehilangan Guru Ma’rifat sekaligus kehilangan sahabat terbaiknya. Begitu sifat seorang sufi apabila hati sudah penuh cinta. Apalagi cinta pada Allah. Insya Allah kita semua mendapat taufik dan hidayah dari Allah sehingga kita bisa menikmati rasa cinta pada Allah dan RasuNya. Amin Wasalam

  12. aburahat said

    @PJ
    Mas benar. Begitulah kejadiannya. Dan begitu Syams menghilang (dua) kali Yg pertama dgn susah payah Rumi mencari dan ketemu. Tapi yg kedua kali tdk ketemu lagi membuat Rumi sedih atas kehilangan Guru Ma’rifat sekaligus kehilangan sahabat terbaiknya. Begitu sifat seorang sufi apabila hati sudah penuh cinta. Apalagi cinta pada Allah. Insya Allah kita semua mendapat taufik dan hidayah dari Allah sehingga kita bisa menikmati rasa cinta pada Allah dan RasuNya. Amin Wasalam

  13. endang hadi adi said

    salam mas PJ,
    Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M,

    coba mas baca buku carub kandha carang seket, sepertinya juga ada kisah SAMSU TAMBRES (AMALIAH) yang juga pengembara

    • @Endang hadi adi

      Salam Kenal kembali buat Mas Endang Hadi Adi…… semoga Hari2mu senantiasa dalam Kasih Sayang Allah……….

      Terimakasih atas masukkannya tentang buku carub kandha carang seket, akan tetapi saya tidak mempunyai kitab tsb. Dan kalau mencari juga saya tidak tahu harus mencari kemana…??? Dan kalau toh’ ketemu juga, mungkin saya tidak bisa membacanya, karena sepertinya itu kitab yang berbahasa Jawa ya….???, sedangkan Saya Orang Kalimantan yang tidak mengerti tentang Bahasa Jawa.

      Tetapi……., saya sangat…..sangat…. berterimakasih sekali kepada Anda yang telah memberitahu saya ttng kitab tsb, setidaknya saya tahu kalau ada sebuah kitab yang berisi ttng perjalalan dari SAMSU TAMBRES.

      Salam……

  14. ManusiaBodoh said

    Duh…jadi penasaran dgn riwayat’ Syamsuddin Tabrizi…banyak mantik’nya.

    • @Manusia………..B

      Semoga Anda di curahkan Rahmat, berkat dan Nikmat-Nya dalam memahami riwayat tsb, dan Hikmah2 mengalir pada diri Anda meliputi Bulu, kulit, darah, daging, urat, tulang, otak, sum2, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Pengrasa, dan Jiwa. Serta lebur di dalam sifat Jalalullah, Jamalullah, Qoharullah dan Kamalullah…..
      Aaaamiiiin.

  15. purnomo said

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…
    salam kenal wahai saudaraku pengembara jiwa !!!!!!!!
    saya mau tanya apakah dalam berma`rifat orang tetap berpegang kepada 4 imam Islam, dan mohon penjelasannya tentang paham keempat ilmu (Syari`at, tarikat, hakikat dan ma`rifat) tersebut serta dari mana kira-kira saya memulai beragama?????

    mohon pencerahannya!!!!!!!!

    • @Purnomo

      Wa’alaikum salam warohmatullahi Wabarokatuh………

      Salam Kenal kembali Saudaraku Purnomo….
      Mereka yang ber Ma’rifat itu walau pada Batinnya hanya memandang kepada Allah semata dengan berwashilahkan kepada Rosulullah Muhammad Saw, tetapi pada kezahirannya/Lahiriahnya mereka tetaplah mengikuti siapa saja yang ada dalam 4 Imam dalam Islam itu. Akan tetapi perlu di ingat, bahwa mereka itu tidak menjadikan dirinya masuk dalam perdebatan dan perselisihan dari pada ke 4 Imam tsb, karena mereka memandang Satu, bahwa apa saja yang datang dari pada ke 4 Imam itu semuanya adalah baik karena itu adalah sebagian dari pada Perbendaharaan2 Ilmu Allah Ta’ala yang menunjukkan bahwa Amat Maha Luas Ilmu Allah Ta’ala itu. Sehingga perbedaan itu adalah Rahmat bagi mereka yang mengerti akan Allah, tetapi bagi mereka yang tidak mengerti akan Allah, maka perbedaan itu adalah perselisihan, pertengkaran, perdebatan dan jika perlu permusuhan bahkan peperangan.

      Jadi…… perlu di Ingat!, bahwa untuk mendapatkan Rahmat dari pada Allah, maka jadikan lah perbedaan itu adalah Rahmat dan tentunya harus mengenal dulu dengan Allah sehingga mengetahui di manakah letaknya Rahmat itu dalam perbedaan itu.

      Saudaraku Purnomo……
      Syari’at, Tarikat, Hakikat dan Ma’rifat itu hanyalah metode saja dalam pembelajaran untuk mengetahui akan tumbuhnya Kesadaran akan Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. DAn sudah pasti manusia itu dalam menuntut Ilmu tentunya menggunakan Metode2 agar lebih matang dalam pemahaman dari pada apa2 yang di jalaninya….
      Dan saran Saya adalah, untuk memulai dalam ber Agama tentunya di mulai dengan Mengenal akan Allah dan sambil tetap menjalankan rutinitasnya dalam Syari’at dan Tarikat.

      Silahkan untuk lebih mendetailnya….. kirimkan Email ke : pengembarajiwa313@yahoo.co.id atau bisa juga melalui Alamat YM = pengembarajiwa313

      Terimakasih..

  16. purnomo said

    Assalamu`alaikum…….
    Terima kasih atas penjelasannya saudaraku, semoga saya dapat cepat menyusulmu menemukan jalanKu yang telah saya lupakan sehingga saya tersesat didunia yang fana ini….. Amiiin.

    • @Purnomo

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb

      Allah senantiasa merahmati dan memberkati Hamba2-Nya yang berjalan di jalan Ilmu dan Agama dengan Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho….
      Dan semoga itupun berlaku pada diri kita semuanya….. Aaaamiiin… Ya… Allah Ya.. Robbal ‘Aaalamiiin.

  17. nurul said

    Apakah pemahaman yang diajarkan oleh SYAMSUDDIN TABRIZI sama dengan yang diajarkan oleh empat raja tasawuf 1. sofyan taurid, 2 ahmad badaruddin, 3 syamsuddin sumatrani dan 4 mansyur iraq. menurut yg saya dengar ajaran ini masih ada di Ternate

  18. terwenkal said

    Duhai guru, di manakah engkau berada?

  19. sok spritual said

    ah pak samsudin di atas belon ngerti spiritual, sombong, dan egois

  20. kangrobbi said

    siip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: