PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Jiwa

Jiwa/Diri adalah kehidupan yang ada pada setiap diri, dalam Bahasa Arab disebutkan dengan kata : “NAFS” yang artinya ; Jiwa/Diri.

Sebagaimana Allah berfirman :

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Ridho serta di Ridhoi. Masuklah ke dalam golongan hamba–hamba Ku. Dan masuklah kedalam Syurga Ku”. (QS, Al-Fajr : 27-30)

Jiwa/Diri adalah suatu kesatuan antara Ruh dan Jasad, di mana tatkala Ruh nasab/misra kepada sekalian batang tubuh/Jasad maka bernamalah ia dengan Jiwa/Diri.

Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari seorang Awliya Allah dan termasuk Ulama Besar di Kalimantan Selatan Kalampaian yang berguru kepada Syech Mursyid Muhammad Saman Al-madani Al-hasani di Kota Madinah salah seorang zuriat daripada Baginda Rosulullah Saw yang juga sebagai penjaga Maqom Nabi, mengatakan :

Bahwa sebenar-benarnya Diri itu adalah Ruh

Sebenar-benarnya Ruh itu adalah Nafs/Jiwa

Sebenar-benarnya Nafs/Jiwa itu adalah Naik Turun Nafas

Naik Turun Nafas itu adalah Sir/Rahasia

Dan adapun yang dikatakan Sir/Rahasia itu adalah Nur Muhammad Saw.

Iklan

71 Tanggapan to “Jiwa”

  1. hinakelana said

    Islam adalah agama fitrah. Artinya, perkara apa saja yang ada di dalam Islam sesuai dengan fitrah manusia. Misalnya, manusia cenderung menghambakan diri kepada apa yang dicintainya. Oleh karena itu Islam memberi petunjuk, kepada siapakah seharusnya kita menghambakan diri. Sebagai contoh, walaupun manusia menyukai harta dan kekuasaan. Anehnya, kita tidak suka jika disebut hamba harta atau hamba kekuasaan, meskipun sikap kita memang seperti itu. Tapi kita redha dan suka jika disebut-sebut sebagai hamba ALLAH. Artinya, fitrah manusia memang ingin menjadi hamba kepada ALLAH, Tuhan Semesta Alam.

    Manusia suka kepada ilmu dan kepandaian agar kehidupannya maju dan tidak beku (jumud). Memang ALLAH menjadikan jiwa manusia begitu keadaannya. Setiap orang juga suka kepada makanan yang lezat, suka kepada lawan jenis, suka kepada badan dan akal yang sehat. Oleh karena itu Tuhan datangkan agama Islam yang mengajar manusia untuk memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Sabda Rasulullah, “Menuntut ilmu wajib bagi lelaki dan perempuan” (HR. Ibnu Abdi Al Barri). Kemudian jika mengikut Rasulullah SAW, maka sunnat hukumnya makan daging seminggu sekali. Islam juga mendorong pernikahan dan melarang zina sebab zina hanya akan menganiaya kaum perempuan. Sudah tentu tidak ada orang yang mau teraniaya.

    Begitulah Islam agama fitrah. Apabila sesuatu disukai oleh fitrah, maka Islam akan membenarkan dan mendorongnya. ALLAH yang menciptakan fitrah manusia, maka ALLAH pula yang menunjukkan cara bagaimana keinginan fitrah itu dipenuhi karena begitulah keinginan fitrah manusia. Jika keinginan fitrah ini tidak tercapai maka manusia akan merasa susah, duka cita dan gelisah. Namun tanpa petunjuk dari ALLAH, nafsulah yang akan memimpin manusia untuk melaksanakan kehendak fitrah itu secara liar tak terkendali. Maka, hasilnya akan buruk sekali.

    Sebagai contoh adalah keinginan fitrah manusia untuk berhibur. Batin manusia butuh untuk berhibur sebagaimana jasad lahir manusia perlu beristirahat. Jika tidak dipenuhi maka akan letihlah batin manusia dalam menjalani kehidupan ini. Untuk memenuhi keinginan itulah dapat kita lihat betapa majunya teknologi entertainment saat ini. Jika dulu manusia berhibur dengan karya-karya sastera, pertunjukan cerita dan alat-alat musik, maka manusia jaman sekarang berhibur dengan film, musik, teknologi animasi, efek-efek visual yang memanjakan imajinasi, musik dengan istrumen yang semakin kompleks, game interaktif, synthesizer, virtual reality dsb. Semuanya bertujuan untuk memuaskan keinginan batin manusia. Namun, sebenarnya batin manusia yang manakah yang hendak dihibur?

    Di samping memiliki jasad lahir, manusia juga memiliki unsur batin yaitu akal, nafsu dan hati. Dengan melihat kesan hiburan-hiburan tersebut pada diri manusia maka dapat kita pilah menjadi hiburan akal, nafsu atau hati. Sebagai contoh, berhibur akal misalnya mempelajari hal-hal baru, meneliti, berdiskusi dsb. Islam mendorong keinginan fitrah untuk berhibur tersebut selama mengikuti petunjuk ALLAH yang menciptakan manusia. Misalnya, jika yang dipelajari adalah ilmu sihir maka Islam melarangnya karena hanya akan membawa kerusakan. Jangankan ilmu sihir, ilmu agama pun akan membawa keburukan jika tidak dikaitkan dengan tauhid dan akhlak. Ilmu tersebut hanya akan menjadikan manusia sombong, merasa mulia, bermegah-megah, hasad dengki, ego dsb. Apalagi ilmu-ilmu yang lain jika tidak dikaitkan juga dengan Tuhan. Begitu juga berhibur nafsu. Misalnya, keinginan manusia kepada lawan jenis, ALLAH telah tunjukkan caranya melalui pernikahan. Jika tanpa cara yang telah ALLAH tunjukkan yaitu pernikahan, hasilnya hanya akan rusak dan merusakkan. Sudahlah tidak mendidik dan mendisiplinkan nafsu agar tunduk kepada fitrah kita yang ingin menghamba kepada ALLAH, malah menjadikannya semakin liar tidak terkendali. Sedangkan Al Quran telah mengajarkan kepada kita, “Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan” ( Yusuf:53 )

    Sebenarnya, hakikat berhibur adalah terhiburnya hati dengan mengingat ALLAH. FirmanNya dalam Al Quran, “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (Ar Raad: 28) Dengan demikian hiburan akal dan nafsu hanya akan menghibur hati jika selalu dihubungkaitkan dengan ALLAH. Sehingga melalui hiburan-hiburan tersebut kita akan terasa KebesaranNya, Maha KuasaNya, Maha PemurahNya, Maha PengasihNya, Maha AdilNya. Semakin kita berhibur semakin kita merendah diri, tawadhuk, hilang kesombongan dan kemegahan diri, semakin bersyukur dan merasa hina di hadapanNya, semakin takut kepada dosa-dosa dan terkikis rasa cinta dunia yang melemahkan jiwa. Itulah berhibur yang sesungguhnya. Semakin dekat diri kita kepada Tuhan, terpimpin akal, nafsu dan hati kita untuk cinta dan takut kepadaNya. Itulah kebahagiaan sebenarnya yang dicari-cari manusia dari hiburan. Jika kita berhibur namun tidak tampak dan tidak terasa sifat Kemuliaan Tuhan, justru nafsulah yang akan semakin liar tak terkendali. Maka, sebenarnya hiburan seperti itu bukan hiburan melainkan jebakan nafsu dan syaitan.

    Inilah yang sering luput dari para penghibur dan para pencari hiburan. Berapa banyak penghibur yang sibuk memikirkan bagaimana menghibur manusia dengan berbagai macam media, bentuk dan gayanya. Namun rupa-rupanya diri mereka sendiripun tidak terhibur. Resah, gelisah, jiwa mereka menderita, hilang kebahagiaan, narkoba menjadi pelarian, semakin jauh dari Tuhan, bahkan bunuh diri karena tidak tahan dengan cobaan. Jika para penghibur gagal menghibur dirinya lalu bagaimanakah nasib kita yang ingin mencari hiburan? Jangan-jangan tanpa sadar sebenarnya kita telah masuk ke dalam tipuan yang menyesatkan. Naudzubillahi min dzalik.

    • pm.uj said

      salam kenal buat hinakelana,
      assalamualaikum.wr.wb
      trima kasih atas pencerahan nya,
      walaupun artikel nya sudah lama
      dan komentarnya baru kali ini,

      disini aku bertanya, khok di situs ini ngak ada yg terbaru…?

  2. Ass.
    abah (PJ)
    bolehkah kiranya kalimat (petuah) yg kiranya sulit tuk di pahami
    kami yg bodo ini di perjelas.
    mungkin dengan penjelasan abah kiranya kami bisa sedikit memahami.
    yang sekiranya masih ada selubung yang mungkin tidak memungkinkan untuk di tulis, mungkin di rubrik yang lain bisa nyambung.
    wasalam

  3. bual kang H………….
    kami ada buku: Kholifah Bumi
    kiranya tertarik tuk membacanya

  4. Aburahat said

    Apa yang dikatakan PJ :

    Bahwa sebenar-benarnya Diri itu adalah Ruh

    Sebenar-benarnya Ruh itu adalah Nafs/Jiwa

    Sebenar-benarnya Nafs/Jiwa itu adalah Naik Turun Nafas

    Naik Turun Nafas itu adalah Sir/Rahasia

    Dan adapun yang dikatakan Sir/Rahasia itu adalah Nur Muhammad Saw.
    Adalah benar. Saya hanya ingin tambahkan untuk menjaddi bahan renungan mengenai fungsinya.
    Saya menganggap tiga ciptaan Allah: AKAL, ROH DAN JIWA; sebagai three ini one dan masing mempunyi fungsi.
    1. AKAL berfungsi untuk membedakan yang HAK dan BATHIL
    2. ROH berfungsi sebagai penghubung Allah dan HambaNya
    3. JIWA berfungsi untuk menyalurkan hasrat dan keinginan (Nafsu). Wasalam

  5. Ass.
    mohon Kiraya di posting tentang
    Alizu & Al mulqu
    Wasalam……..

  6. Aburahat

    Alhamdulillah……

    Terimakasih Saudaraku sudah menambahkan akan pencerahannya….

    Wong Gendeng

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Insya Allah…. semoga Ridho-Nya menyertai gerak hatiku dalam memenuhi permintaan saudaraku….

    Terimakasih atas perhatiannya ya…………

    Wassalam

  7. Insan hina said

    Sy sdh membuka/membaca hmpr semua tulisan diblok pengembarajiwa ini be

    • @Insan Hina

      Alhamdulillah…… Allah telah meringankan hati Anda untuk membaca isi Blog di Pondok ini, semoga Hikmahnya akan menjadi kekuatan pada ke Imanan dan ke Yakinan Anda kepada Allah Swt.

      Aamiin.

  8. Subhanallah…
    Semuanya baik sang PJ, Aburahat, Wong ghendeng etc, benar2 mencerahkan hati, Saling isi mengisi, saling berbagi…\Alhamdulillah…
    Mari Kita doakan dalam doa agar Sang PJ, aburahat, wong…gendeng…seterusnya agar selalu dalam kesuksesan dunia dan akhirat….semoga kita dapat merasakan kebahagiaan jiwa yang Insya Allah dibahagiaken dengan dan bersama Allah…

    • @sufigokil…kill…dekil

      Aamiin…………Aamiin……….Aamiin……. Ya…. Allah Ya… Robbal ‘Aalamiin….

  9. ManusiaBodoh said

    Ass.wr.wb

    Salam kenal mas PJ…
    Dalam tafakur/musyahadah adalah dgn merasakan naik turunya nafas kan?
    Nah,maksud dari perkataan Nabi ‘Matikan dirimu sebelum kamu mati’ bisakah dipaparkan?
    Terima kasih

    • @ManusiaBodoh

      Wa’alaikum salam Wr,Wb.

      Salam kenal kembali….

      Benar Sekali……. rasakanlah Naik tutunnya Nafas itu, karena Nafas itu adalah Sir/Rahasia antara Insan dengan Tuhannya. dengan sering2nya bermusyahadah maka Anda akan semakin sadar bahwa diri Anda adalah sangat dekat dengan Tuhan

      Mengenai matikan diri sebelum Mati.

      Rosulullah Saw bersabda : “Matikan diri kamu sebelum Mati”
      Sungguh Manusia itu tidak akan sampai kepada Tuhannya selama ke DIRI an/ke EGO an/ke AKU an nya masih melekat pada dirinya.
      Karenanya matikan lah ke DIRI an/ke EGO an/ke AKU an itu hingga tumbuh kesadaran bahwa saya tidak bisa melakukan ini dan itu melainkan serta Allah.

      Lalu bagaimana agar ke DIRI an/ke EGO an/ke AKU an mati???
      yaitu dengan Mengenal diri sebenar2nya diri.
      Jika sudah dikenal diri sebenar2nya diri maka akan di kenalilah Tuhan yang bernama ALLAH itu.

      • ajisudiro said

        tuhan itu tidak dapat dikatakan lagi, tidak dapat disamakan dengan lainnya, tidak dapat dibayang2kan…….

      • ajisudiro said

        jika masih dapat dikatakan berarti itu masih sifat_NYA……

  10. kangBoed said

    he he he mas bodoh tapi pinter salam ketemu lagi ma saya yang botol bodoh dan tolol
    Salam Sedulur

    • @KangBoed

      :smile::grin::lol:

      @SabdaLangit

      Salam Sejati juga untukmu Saudaraku yang “Kasyaful Ghoibi”

      Sungguh….! Uraian Saudaraku Sabda Langit yang Waskita ini sangat….sangat…mencerahkan sekali dan bisa di pahami oleh “semua Pihak”
      Apalagi mengenai uraian tentang Nafs Negatif menjadi Nafs Positif (Nafsul Mutmai’innah)

      Dan jika kita telusuri perjalanan Nafs itu sendiri terbagi menjadi 7 tingkatan Nafs
      3 Nafs yang harus dileburkan dan dimatikan yaitu :”Nafs Amarah, Nafs Lawwamah dan Nafs Mulhammah”
      1 Nafs yang di pelihara kesuciannya yaitu : “Nafsul Mutma’innah” dan………
      3 Nafs yang di Anugrahkan Allah kepada mereka yang Eling lan Waspada pada Nafsul Mutmainnah yaitu : “Nafs Rodiyah, Nafs Mardiyah dan Nafs Kamaliyah”

      Dan ke tujuh Nafs itu telah disimpukan dalam Surah Al-Fatihah yaitu sebagaimana yang telah di muat dalam sebuah Hadits Qudsi : Bahwa Allah telah berfirman “Aku turunkan kepadamu tujuh Ayat yang berulang2. 3 diantaranya adalah bagi-Ku (Hak-KU), 1 diantaranya yaitu penghubung antara Aku dan kamu, dan 3 diantaranya Bagimu.

      3 Bagi-Ku yaitu : Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin, Arrohmaanirrohiim, Maaliki yau middiin
      1 antara Aku dan Engkau yaitu : Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nas ta’iin
      3 Bagimu yaitu : Ihdinashirootol Mustaqiim, Shirootolladzziina an’amta alaihim, Ghoiril Magdhuu bi Alaihim Wa Ladhoooollliiiin.

      Dan masih banyak sekali pemahaman Ilmu dari Surah Al-Fatihah itu yang jika di tuliskan maka habis air Lautan di jadikan tinta maka belum cukup untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala. Ditambah lagi 7 lautan di jadikan tinta itupun juga masih belum cukup lagi.

      salam sejati
      salam taklim

      Gusti Allah juga selalu melimpahkan anugrah-Nya kepada Anda Saudaraku Sabda Langit sekeluarga

      “Pengembarajiwa”

      • Nila Swany said

        Hanya bisa berkata, Betapa jiwa anda teramat luas tak terukur….
        Terima kasih saudaraku.

  11. salam sejati
    saudaraku Pengembara Jiwa yang arif dan ikhsan

    Sebuah penjabaran yang membumi, mudah dicerna akal budi. Perkenankan saya yg masih belajar ini, untuk memahami mata pelajaran dari saudaraku Pengembara Jiwa. Dan memberanikan diri coba-coba dan ikut-ikutan memberikan wacana sederhana. Maaf apabila dirasa banyak kekurangan, semua itu tidak lain karena pemahaman sy yg masih jauh dari arif dan ikhsan, dan selalu mengambil pelajaran berharga dari saudaraku ini.

    Fitrah adalah suci. Manusia harus bersikap dan berbuat agar supaya diri menjadi suci. Fitrah tidaklah sekedar tiadanya jasad dan hati oleh polusi nafsu negatif. Untuk hal ini tentunya manusia harus “mati” dalam “hidupnya”. Yakni mematikan kehidupan api (nar) atau hawa nafsu negatif. Agar kehidupan an nafs al mut mainah nafsu positif (nur) dapat tumbuh subur. Krn an nafs (nafas) negatif menjadi bahan pembunuh bagi kehidupan an nafs (nafas) positif.

    Tiadanya penghalang an nafs negatif, menjadi pembuka jalan manusia untuk menempatkan sikap dan pebuatannya sebagaimana sifat hakekat (Zat tertinggi). Dan satu2nya jalan menuju kesucian al fitrah bila kita penuhi kodrat ilahi.

    Jika Tuhan Maha pemurah = janganlah kita berwatak pelit
    Jika Tuhan Maha Besar = janganlah kita tidak menjadi penyabar
    Jika Tuhan Maha Bijak = janganlah kita berwatak licik dan culas
    Jika Tuhan Maha Tahu = hendaklah kita menjadi ikhsan dan arif
    Jika Tuhan Maha Luas ilmuNya = hendaknya kita jangan jahiliah
    Jika Tuhan Maha Mengasihi= hendaknya kita tebar sikap belas kasih pada sesama
    Jika Tuhan Maha Memelihara= hendaknya kita jangan membuat kerusakan di muka bumi
    Jika Tuhan Rabbul alamin = hendaklah kita menjunjung tinggi toleransi, menghargai perbedaan, mensyukuri keberagaman, menjaga alam semesta dari kehancuran, melawan musuh dengan kasih sayang.

    Dan masih beribu, bahkan mungkin berjuta ke-maha-an Tuhan, yg kini tengah kita cari dan telusuri. sulitnya menjadi al kamil.

    salam sejati
    salam taklim
    rahayu

    Gusti Allah selalu melimpahkan anugrah kepadamu dan keluarga, untuk saudaraku Pengembara Jiwa dan Mujahidah Wanita

    sabdalangit

    • frank said

      maksih mr sabdalangit atas wejangan sederhananya, perlu pembelajaran bagi kita saya khususnya, untuk mengaplikasikan ruh/jiwa mencapai jiwa yg tenang… wasalam.

  12. Gusdur said

    he…he…he… wah aku gak bisa nambahin banyak mas PJ, la wong semuanya udah Jlentre…. wis pas tenan…. lalu mau ngopo..? yo wis… selamat…selamat hai saudara-saudaraku, semoga dengan cara mengenal karakter EGO, jiwa-jiwa kita menjadi Tenang dan nggak Gelisah baik dalam kondisi dan situasi apapun, oh ya Mas PJ Badan Jasmani kita butuh Matahari yang dhohir itu, apakah Jiwa juga membutuhkan Matahari…?

    salam…..

  13. kangBoed said

    Matahari yang memancar dari dasar relung jiwa
    Sinarnya membuat alam semesta ikut bernyanyi riang
    Alam Ghaib tergetar menunduk malu tak kuasa melihat pancarannya
    Air, tanah, pohon bahkan anginpun menyambutnya dengan suka cita
    Ketika sang aku hilang dalam AKU sejati
    Dalam Kesejatian Rahsa yang sejati
    Semua alam ciptaanNYA tunduk menyembah dengan cara mereka masing masing
    Subhanallllaaaaahhhhh walhamdulilllaaaaaah

    he he he dasar botoooool koooosooooong selalu sok tahu botoooool koooosooooooomg nyaring bunyinya, sorry ngawur mas gemeteran sih bayangin sampeyan he he he
    Salaaam Mas Gus Dur anda sungguh mumpuni dan banyak merendah sakaligus menuntun kita semua yang lagi belajar di sini belajar dari saudaraku Mas PJ yang cuaaaeeem dan baik hati serta tidak sooooooooooooooomboooooooooooooooooooooooong
    he he he ha ha ha monggo maaaaas ho ho ho hoooooooooooooooooooooooooooooooooo
    Salam Persahabatan dalam Kesejatian untuk semuanya daaaaaah

    • Gusdoer said

      Hua..ha… ha.. sahabatku yang satu ini suka melebih lebihkan, padahal si Gusdur emang gak tahu apa apa kang, kalaupun aku menanyakan hal itu, karena hanya keingin tahuan ajah atuh kang…. !!
      kumaha damang kang…? dan salam kagem keluargamu….

      Salam….
      Gusdur

  14. thoto said

    itu semua betul … tapi menurut saya yg inti doeloe harus kita cari…
    penjelasan di atas adalah merupakan penjabaran dari ilmu inti yg harus kita ketahu
    “ya allah tunjukkanlah kami jalan yg lurus”
    cari ilmu allah doeloe baru kita dapat mengerti akan penjelasan diatas.

  15. @Thoto

    Salam Kenal Saudara Thoto…dan selamat datang di Pondok PJ ini, silahkan….ditunggu pencerahan2nya yang lain jika Anda berkenan.

    Semoga saya bisa banyak belajar dari Anda dan juga saudara2 yang lainnya..

    Wassalam
    Pengembara Jiwa.

  16. hamba allah said

    Assalamualaikum WW
    Mudah2an, tidak menyimpang dari tulisan kang pj, masih seputar nafs. Kalau tidak salah salah, nafs memeliki beberapa arti. Antara lain jiwa, diri, nafs (tidak diterjemahkan). Pada kesempatan ini kami akan mencoba pengertian NAFS adalah nafs yaitu HAKIKAT INSAN. Kami mencoba membedakan antara RUH dengan NAFS.

    Kita fahami bahwa struktur insan itu terdiri dari dzahir (jasad) dan bathin. Selama ini bathin adalah RUH, pada kenyataannya bathin ini terdiri dari RUH dan NAFS. Jadi insan terdiri dari JASAD, NAFS dan RUH.
    Wassalam ww

  17. Mazadjie said

    asslamualaikumwrwb
    Sungguh luar biasa topicnya sederhana, tapi sangat mendasar sekali untuk memahami pencerahan pencerahan ilmu selanjutnya….
    @Aba PJ, Bang Hina, kangsabda dll..
    mungkin berkenan kiranya menjelaskan asal mulanya ruh dan Jiwa dari sebelum berjasad berikut perjalannya hingga kelak kembali kepadaNYa…agar kami yg masih dangkal ini bisa lebih memahami dan tidak kesulitan mengiikuti pelajaran berikutnya ..
    matur suwun al tararrengkiu
    salam sejati buat poro sedulur di blog ini
    wassalamwrwb

  18. ari__ said

    Assalamu’alaikum Mas PJ

    Blog yg sederhana tapi banyak mengandung hikmah Ilmu di dalamnya, Maha Suci Allah dgn segala firman Nya.

    Salam kenal & Salam Silaturahim,

  19. haniifa said

    @Mas PJ
    ikutan ngamen disinih :
    http://haniifa.wordpress.com/2009/07/27/bom-comments/

  20. wawan said

    Fungsi jiwa manusia yg memiliki kemampuan berwacana adalah fungsi yg paling tinggi, karena ia berasal dari rukh yg paling mulia dan dapat merenungi segenap ciptaan dan menafakuri segenap makhluk ciptaan Allah SWT.

    Wassalam

  21. wawan said

    Jiwa manusia akan menerima pahala, sebab ia tetap kekal setelah kehancuran badan dan tidak lekang oleh panjangnya perjalanan waktu. Ia akan mengalami kebangkitan setelah mengalami kematian. Disinilah pahala dan kebahagiaan jiwa bersumber pada kebangkitannya kembali. Kwalitas pahala yg bakal didapatnya bergantung pada perbuatan dan tindakannya. Apabila perbuatannya sempurna, maka jiwa ini akan mendapat pahala yg melimpah dan Syurga adalah tempat kembalinya kelak.

    Wassalam

  22. Benny Abdul Rahman said

    assalam. siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhanNya. yang saya mau tanyakan disini bagaimanakah cara mengenal diri itu pada praktiknya?

  23. Mujahid wanita said

    Wa’alaikum salam….

    Untuk mengenal akan Tuhan, langkah awal yang harus ditempuh adalah Mengenal akan diri yang sebenar2nya. Sebagaimana di katakan dalam sebuah Hadits :
    “Barangsiapa yang mengenal akan dirinya niscaya kenal lah ia akan Tuhannya.”

    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa diri ini terdiri dari pada diri Zahir dan Diri Batin.

    Diri Zahir itu hanyalah sebatas “Bukti” adanya Allah. Dan diri Zahir iru pada Hakikatnya tidak bisa apa-apa (tidak bisa bergerak, melihat, mendengar, mencium dan berkata-kata) tanpa adanya diri Batin.

    Adapun Diri Batin yaitu di sebut juga “Roh”, yang berasal dari pada pancaran Nur Muhammad sebagai saksi hidup adanya Tuhan. Dan pada Hakikatnya Roh itulah yang menggerakkan Tubuh/Zahir tadi sehingga bisa bergerak, melihat, mendengar dsb.

    Diri Batin itulah yang disebut dengan “Roh” tadi, sebagai jembatan untuk menuju kepada Tuhan Robbul ‘alamiin. Karena Roh itu adalah Saksi Hidupnya Allah, maka mengetahui dan merasakan Roh melalui gerak dan diam, naik turunnya nafas, jantung berdetak, dan darah mengalir sama halnya mengenal dan merasakan kehadiran Allah.

    Rasakan lah yang Hidup (Roh) itu dalam amal ibadah atau di luar amal ibadah maka sama halnya Anda merasakan kehadiran Allah ada pada Dirimu.

    Jika Anda menghayati yang Hidup itu yang ada pada diri itu sebagai Saksinya Allah, maka perlahan-lahan, sedikit demi sedikit Anda pun akan di bimbing untuk mengenal akan Allah.

    Akan tetapi perlu di ingat, bahwa yang hidup itu hanyalah sebagai saksi adanya Allah
    Sehingga dengan merasakan yang Hidup itu sama halnya ia merasakan Tuhannya yang Maha Hadir

    Nyatakan ilmu/pengetahuan itu pada setiap waktu maka akan diberolah lah berupa terbukanya Hijab. Dan apabila Hijab telah terbuka maka Allah akan menurunkan Rasa Manisnya Amal Ibadah.

    Pengenalan akan diri sendiri itu adalah sebagai langkah awal menju kepada Tuhan

    Rasakanlah…dan sadarilah…hidup kita sendiri sebagai cerminan dari pada ke Kuasaan serta ke Agungan Allah Azza wa jalla.

    Semoga bermanfaat…

    Wassalam

  24. Daud Jenar said

    Assalamualaikum…

    Mohon pencerahannya tentang Diri Sejati…
    Roh Allah Nur Muhammad..

    Salam

  25. gus mun said

    ma’af jika sekiranya saya bertanya terlalu jauh. pertanyaan saya jika Sir/ rahasia adalah nur muhammad SAW. lalu siapa nur muhammad SAW yang sebenarnya ? banyak yang menafsirkan antara Allah dan Nur muhammad itu pencipta dan cintaan. dan hubungan antara Allah dengan Nur Muhammad itu apa dan sebagai apa ?

  26. abunawaz al bugies said

    assalamu alaikum bang PJ..
    ahaa…akhirnya mendarat juga di dermaga Ilmu..
    kayaknya doa sy trkabul nich..
    ya Allah, Kau memang baek banget…
    alhamdulillah

    Pondok ni teduh banget yach, banyak buah Hikmah
    trnyata disini rupanya tmpat “ngumpulnya” para salik

    salam hangat buat bang PJ dan seluruh santri yg ada dpondok ini.
    kalianlah para penyampai “ilmu” Allah
    kapan2 boleh yach sy nitip koment???
    hehehehe…

  27. Gusdoer said

    Ass. wr.Wb.
    He…he..he… hampir setahun aku ndak ngikutin pencerahan Mas PJ, Mbak Mujahid dipondokan yang sejuk ini.
    Gusdur juga mengucapkan selamat tahun Baru hijriah 1431H dan 2010 Masehi, kepada sedulur kabeh/para sahabat disini.

    Khususnya Mas PJ, Mbak Mujahid wanita, Mas Sabda Langit, Kang Boed… apa kabar …?

    He….he…he… biar pembahasan mengenai hal ini bisa berlanjut, biarlah si bodoh Gusdur ini mau komentar lagi, karena tampaknya Mas PJ lagi mesam mesem tuh[:-), Kang Boed dan Mas Sabda langit.., maafin ya si gusdur ngelantur dan mohon pencerahannya jika ngelanturnya makin gak karuan…!!

    @Gus Mun salam kenal sesama Gus nya… he..he..he….., Gus.. kalau sampean ingin mengetahui apa yang jenengan tanya, kudu belajar/membaca ilmu tentang martabat tujuh, ahlinya tuh saudara kita Ki Sabda Langit dan Kang Boed, termasuk mas PJ sendiri … [:-).

    Gus… !! Ketika saat itu Suwung, gak ada siapa siapa… termasuk alam jagad Kabir dan alam saghir, yang ada hanya Allah SWT. Saat itupun Beliau gak bernama Allah, he..he..he… karena emang gak ada siapapun. Oleh karenanya Beliau(Allah)menciptakan Johar awal/Nur Muhammad dan dari Nur Muhammad ini kemudian tercipta alam semesta ini.
    Allah SWT yang bersifat Laesa kamislihi saeun( berbeda dgn yang lain), gak ada yang mampu menjangkaunya bagaimana Dzatnya, makanya diciptakannya Nur Muhammad/sifatNYA, agar bisa dikenali.

    Jadi kalau disimpulkan secara hakekat, antara Allah dan Nur Muhammad adalah ya hanya DIAlah juga, ada kalimat tauhid ” La Maujuda Illalloh = gak ada yang maujud, kecuali Alloh ), makanya didlm Al qur’an juga difirmankan yang artinya ” Kemanapun kamu menghadap disanalah wajah Allah “.

    Allah SWT berfirman ” Innaa lillahi Wainna ilaihiroji’un = aku dan semua yang ada berasal dari Allah, dan akan kembali kepada Allah “. he…he..he… kalau direnungkan, semua yang ada cuma bayangan dan yang ada adalah DIAlah Alloh Robul ‘Alamin….

    He…he..he… mohon maaf jika nggak nyambung, karena emang si gusdur suka ngelantur…monggo kang PJ, Mas Ki Sabda langit, Kang Boed/si Botol kosong… dilanjut….ha…ha….ha……ha… sigusdur memang suka ngelantur…[:-()…!

    Wassalam…
    Gusdur

  28. Yana Golex said

    sampurasun… saya baru bergabung d tulisan & obrolan2 barokah ini, saya hanya seorang hamba hanya ingin menuliskan apa yg ada d lamunan & angen2… Manusia = Ma’naning Manusa yg terbagi dari jasmani & rohani. Jasmani terbagi menjadi kulit & Bulu, darah & daging, urat & lamad, tulang dan sum2 sedangkan rohani adalah Jiwa/nafs. Untuk mengetahui/mengenal/menyaksi satu kesatuan WUJUD yg namanya manusia, manusia itu harus mau mengenal dirinya yg otomatis akan mengenal TUHAN nya atau MERASAKAN MATI SEBELUM MATI ataupun MATI SESAAT. Manusia harus mengenal DIRI & mengenal TUHAN nya krn sesuai dengan dalil yg artinya “Dari ALLAH kembali kepada ALLAH” bukan ke surga atau neraka di saat kita mati nanti, atau utk mengetahui/mengenal/menyaksi kenyataan bahwa jagat SAGIR & KABIR tidak lepas dari unsur TRIMURTI yaitu ALLAH, MUHAMMAD & ADAM. Dan yg tidak kalah penting fungsi MENGENAL DIRI ialah bahwa MANUSIA tidak lepas dari NUR MUHAMMAD yg 4 perkara yaitu : Naun, ma’un, hawa’un, turrobun yg selanjutnya menjadi nafsu dalam WUJUD MANUSIA yaitu Amarah, Lu’amah, sawiyah & Muth’mainah. Pertanyaannya bagian manakah dalam WUJUD MANUSIA yg menjadi kenyataan dari 4 NUR MUHAMMAD yg 4 perkara dan 4 nafsu tersebut. Karena logikanya ada NAMA pasti ada WUJUD nya.

    Wassallam

    • saptomargo said

      Assalamualaikum wr. wb
      saya coba menulis saya yang nggak tahu apa-apa pernah mendengar kata-kata sedulur papat (4 sekawan), 5 pancer,
      Bahkan saya pernah dengar : sedulur papat(4 sekawan), ke-5 ujud, ke-6 Badan dan ke-7 Sukma, apakah ini sama seperti yang dibicarakan diatas? dan apakah ini 4 sekawan itu disebut malaikat 4 di diri, 5=Ujud (Aura, Jiwa), 6. Badan/Jasad/Dzohir dan 7 Sukma/Roh/Zat maha Hidup di diri? dan apakah ini masuk dalam istilah 7 lapis langit, atau 7 lapis bumi didiri? mohon penjelasan, karena dalam alquran ada yang ayat Al-Qu’ran mengatakan bahkan kami tempatkan malaikat kepada insan itu di depan dan dibelakangnya untuk mengetahui apa yang diperbuat insan itu.

  29. edys said

    Naik turunya nafas itu hanya perjalanan ruh bukan diri sebenarnya…diri sebenarnya adalah muhammad…Nur Muhammad ini bagai pedang bermata dua, sebahagian menjadi muhaddas dan sebahagian menjadi Qadim….itu hanya nurnya saja bukan muhammadnya….nur muhammad bukan di artikan cahaya muhammad kn…tetapi rahmat muhammad. (mhn maaf)

  30. Muhammad said

    assalamualaikum…..saudara2,kalian kenal atau tidak dengan Syech ujang di Banjar……??? saya ada menuntut ilmu makrifat daripada sanatnya dan ingin memastikan ketulenannya…??? Allah meliputi tiap sesuatu,kebesarannya tiada bertepi,tiada had dan hingga…insya allah/……

  31. Revi naldi said

    subhanallah…beruntung saya bisa singgah di pondok ni…
    salam kanal mas PJ, pencerahannya membuat hati damai…

    AL INSANUL SIRRUHU WA ANA SIRRUHU (“Manusia itu adalah rahsiaKu dan aku adalah rahsia manusia itu sendiri”)

    Wassalam..

  32. saptomargo said

    assalamulaikum wr. wb
    Saya pernah mendengar bahwa kembalinya kita kepada asal kejadian (inalilahiwainailaihi rojiun) yaitu berupa cahaya (NUR) dengan demikian pada saat dunia ini porakporanda diakibatkan bencana yang amat dahsyat yang datang dari pada-NYA maka Ummat Muhammad akan menyatu dengan Nabinya isro Mi’raj dengan menggunakan kecepatan cahaya dan kita tahu bahwa perhitungan yang paling cepat hingga saat ini adalah kecepatan cahaya.karna saya pernah dengar ini dari teman saya mohon penjelsannya.,wassalam

  33. putro said

    ass..
    maaf numpang ijin tuk membacanya…

  34. Subhanallah…

  35. mohamad royani said

    benarkah jiwa punya indera selain indera jasad ? kalau ada keleluasaan ingin sekali ini di bahas …trima kasih !!!

  36. Insan Allah said

    Asalammualaikum Allahu akbar…Allahu akbar …segala puji bagi Allah.. Harap saudaraku semua sehat yakin semuanya.saya disini ingin bertanya.apakah yang ini?ini ada juga di sana,dan ini ada di mana mana,ini meliputi semuanya,apakah ini Allah?Tuhan yang ciptakan semua makluk.Tuhan yang sangat saya rindui.. harap saudaraku semua menjelaskannya.

  37. Insan Allah said

    Assalam(Qs.an nuur.ayat35)
    1.Allah cahaya langit dan bumi umpama cahayanya.
    2.umpama gua yang tidak bisa timbus?
    3.di dalamnya ada pelita?
    4.pelita itu di dalam lingkungan kaca, laksana bintang?
    5.yang dinyalakan dengan minyak zaitun yang banyak berkanya?
    6.yang bukan bangsa timur dan bukan bangra barat?
    7.yang minyak nya sahaja hampir menerangi walau tidak di sentu api?
    8.cahaya berdamping cahaya?
    .Aku tunjuki sesiapa yang aku ingan tunjuki ke cahayaku.
    ADAKAH SEMUA ITU ALLAH?HARAP DI JELAS KAN
    Was salam..

  38. Wan Shuke said

    assalamualaikum.. syeihk pj..saya dari malaysia..saya ingin kenal sahabat berempat yg bathin dengan jelas sekali..tolong ayah pj..

  39. Watak tobeat punya naluri
    Binatang pun punya naluri
    Hidup sesama silih nyayangi
    Hanya sebatas takut mati

    Adapun insan bila mengaji
    Sempurna akal jadi naluri
    Bukan sebates takut mati
    Tetapi sayang sampai mati

    Tiep bernapas bakal mati
    Insan manusia hidup kembali
    Setelah hidup bertemu api
    Pabila dosa ta di taubati

    Itulah sebab wajib ngaji
    Demi selamat sampai nanti
    Setelah mati hidup kembali
    Berkat mengaji sorga menanti

    Ngaji mengkaji mawas diri
    Menyebut dosa montong gengsi
    Salah dan dosa terintrupeksi
    Ihlas bertaubat sebab mengaji

    Jika manusia tida mengerti
    Puncak suksesnyah toat bakti
    Sudah pasti berbates mati
    Yang matipun mereka tidak pasti

    Toat bakti tida pasti
    Matipun tida pasti
    Usaha sambil tida mengerti
    Selain yang dilihat sendiri

    Sudah dilihat oleh mata kepala sendiri
    Tetapi tetap belum mengerti
    Namun sudah pandai menginpormasi
    Menginpormasi tambahan idolohi

    Idolohi ituh sumber naluri
    Hisi manusia hasud dengki
    Hasud ituh irinyah hati
    Dengki ituh busuknyah hati

    Siapah saja penduduk bumi
    Jalan hubungan hanya naluri
    Jika tida di isi naluri
    Akal sehat ihlas mengaji

    Partai golongan organisasi
    Ibarat macan anjing babi
    Bercabang cabang mengisi bumi
    Silih berebut demi perut terisi

    Namun bila insan mengaji
    Insan kamil ihlas mengaji
    Aji baca tanya dan uji
    Sampai ketemu si jati diri

    Ta ada temen jalani hati
    Banyak temen di propesi
    Karakter bidang partisipasi
    Jadi berharga dan di hormati

    Dihargai dan dihormati
    Tida ego congkak hati
    Lebih suka membawa diri
    Mengikuti senangnyah hati

    Masalah perut butuh pengisi
    Asal rejeki tida perduli
    Langit bumi milik Ilahi
    Alloh ridoi Alloh izini

    Tida ngagul banggain diri
    Komo soal milik rejeki
    Rejeki serba di bagi-bagi
    Tida merasa kurang rejeki

    Adapun orang hasud dengki
    Cuma ituh tantangan diri
    Asal tida kepancing emosi
    Tida perduli orang mencaci

    Ilmu mengenal ilahi Robi
    Mengenal ezat Alloh suci
    Amat langka di atas bumi
    Wajar banyak yang nyurigai

    Orang ta bisa tida mengerti
    Di tunjuki malah mencaci
    Tida rumasa kekurangan diri
    Jadi penyebab matinyah hati

    Ahli ma’ripat hanya ilahi
    Menjadi enam sama pengkaji
    Satu guru empat santri
    Ke enamnyah ilahi Robi

    Jadi enam arah diri
    Depan belakang kanan kiri
    Atas bawah langit bumi
    Coba sajah paham sendiri

    Jika mati coba liyati
    Empat penanggung lima simati
    Enam kurung batang peti
    Maju kedepan nuju ilahi

    Kasian bila itu simati
    Selagi hidup bader mengaji
    Nuju ilahi malah memedi
    Eruh disiksa setiap hari

  40. Manusia lahir suci hati
    Memang suci si air mani
    Walau dari anjing babi
    Air maninyah tetap suci

    Akibat bangga merasa suci
    Hingga enggan mawas diri
    Juga enggan berintropeksi
    Komo berjuluk habib kiai

    Untungnyah julang bukan kiai
    Sedrajat anjing dan babi
    Cuman dowang ngeroko ngopi
    Ngeja bingung pencipta bumi

    Alloh dowang maha suci
    Komo jadi wanita seksi
    Walau godain rosul nabi
    Tetapi Alloh tetap ke aji

    Sulit di duga ezat yang suci
    Tetapi mudah dengan di aji
    Ada tempat taklit mengaji
    Ngaji sambil geguyon diri

    Kaga serius tetapi pasti
    Karena sorga memang pasti
    Naroka juga sudah pasti
    Jika betul dewasa ngaji

    Bagai ngerumpi tetapi ngaji
    Bahas tiep yang Alloh benci
    Tida perduli diri sendiri
    Jikalau keji ya tetap keji

    Buwat apah belaga suci
    Rasa merasa tukang ngaji
    Jikalau memang pakta dan bukti
    Malah mengkorup syariat nabi

    Hitob Taklip dan hitob wad’i
    Hukum sariat dan hukum akli
    Adat budaya hukum sendiri
    Serba jelas bila mengaji

    Diri kita ya diri sendiri
    Manusia man atu biji
    Biji berbiji menuhin bumi
    Biji yang pasti ezat ilahi

    Bertemu Alloh kembali suci
    Seperti bayi walau akinini
    Diri sendiri nemu ilahi
    Ya kaya Alloh ngaku sendiri

    Namun biji busukin biji
    Numpuk di tempat kumpul biji
    Merasa banyak ya hasud dengki
    Ngaku sendiri malah kecaci

    Martabat rosul nabi wali
    Semuwah juga ngaku sendiri
    Yang mendengar ya meyaqini
    Percaya tanpa pakta bukti

    Sami’na wa’ato’na ngarti
    Tanpa nunggu pakta bukti
    Yaqin Alloh pencipta bumi
    Kuasa ngutus perohmat bumi

    Tida sedikit mahluk penduduk bumi
    Tida ingin intropeksi mawas diri
    Membuwat budeg dan buta hati
    Cemburu buta hasud dan dengki

    Setelah adam Alloh cipta jadi
    Ejin dan iblis amatlah dengki
    Sehingga Alloh mereka caci
    Ngatah nyang begini di ciptai

    Alloh berfirman taupik aku miliki
    Silahkan sajah engkau nodai
    Si ejin iblis terlanjur dengki
    Tantang Alloh mao menguji

    Bertahun tahun adam hidup sendiri
    Di dalam sorga tanpa istri
    Ahirnyah Alloh nyiptakan istri
    Nemenin adam buwang sunyi

    Alloh berikan kata janji
    Bila dilanggar turun ke bumi
    Ejin iblis goda sepenuh hati
    Sampai sukses terpengaruhi

    Adam Hawa turun kebumi
    Ejin iblis bangga hati
    Mangkin congkak pada ilahi
    Merasa bisa mempengaruhi

    Terus dan terus di pengaruhi
    Sampai kobil rebutan istri
    Habil terbunuh saking dengki
    Awal cemburu iri hati

    Maka penyakit-penyakit hati
    Paling sulit di obati
    Selain intropeksi mawas diri
    Sadar mengenal diri sendiri

    Kalau sudah ada dengki
    Kehormatan harga diri
    Sama sekali tiada arti
    Selain puwas napsu emosi

    Mao mengaji rasa gengsi
    Mengaku salah harga diri
    Maksain benar beridolohi
    Ahirnyah panday beri solusi

    Tableg ceramah berjuluk kiai
    Pede ego congkak hati
    Walau salah ogah ngakuwi
    Malah marah balik mencaci

  41. Sri Ratu Trikarsa Yaksa Rendra said

    Nasihat Sunan Kalijaga :

    “Pergunakan olehmu syariat untuk menuju hakikat sejati, karena hakikatlah pondasi daripada syariat”

    “menjalankan syariat dengan mengerti hakikat, akan menuju hakikat sejati dan hakikat sejati akan membimbingmu menuju makrifatullah, dengan makrifatullah akan terlepas dengan sendirinya syariat itu”.

  42. R. SOKO GUMINTANG said

    Kau Bagaikan Kapas Yang Berada
    Diantara Air Dan Api
    Apabila Diterima Daripadamu Suatu Nikmat
    Yang Tak KU Ridhoi

    Saat Malam Berselang, Hanya AKU
    Yang Terjaga Dari Tidur Manusia
    Saat Malam Berselang, Maka Pada Itu
    Bangunlah Untuk Terjaga Bersama KU
    Dimalam Yang Keesokan Harinya
    Wajib Bagi Adam.

  43. pRABU wISHNU kRAMADIRJA said

    Awwala insanun sirri wa ana Sirruhu “Aku rahasia manusia dan manusia adalah rahasia-KU”

    Man arofa nafsahu faqod arofa Robbahu “Barangsiapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya”

    wahuwa ma akum ainama kuntum “dimana kamu berada, disitu aku ada” dan………

    “AKU lebih dekat daripada urat yang ada dilehermu”

  44. Syarif Muria Al-Ashar said

    anta mauttu qobla mauttu : mati sebelum kamu mati….mati disini maksudnya mematikan kesenangan jasad (hawa nafsu) dan Ego (amarah) sehingga yang hidup hanya AKU (Allah)…. orang yang berusaha mematikan aku sehingga melebur menjadi AKU dinamakan MUJAHID…..tidak akan mendapatkan keikhlasan apabila dalam satu jasa ada dua AKU…….la haula wala quwata ila billahi aliy aziem……perbuatan Allahlah tiap-tiap sesuatu, baik saat kita memberi maupun disaat kita menerima…..yang memberi Allah dan yang menerimapun Allah,,,,,,,

  45. SULTAN SARAM PANDAN said

    jasad/adam : Wayang (lemah dan hina)
    Jiwa / nafs/ nyawa/sukma/ Nur Muhammad/sifat/hati/qolbu : Dalang
    Roh/Ruh = Zat wajibul Mutlah = Nurrun ala Nurrin = Allah = zat Allah/Nur Allah :Skenario.

  46. mahfudz said

    “Jangan Sia-Siakan Setiap Hembusan Nafasmu”
    ada bacaan sir, tapi mengapa dak ada yg membuka/memberitahukan bacaan itu?

  47. Hm Tanjung said

    ass…saya sudah terbiasa dalam setiap mendirikan sholat untuk mencapai ketenangan (apakah ini yang dinamakan khusuk saya belum tau)…
    disaat mengangkat takbir saya meramkan kedua belah mata, pikiran sadar saya arahkan mengingat wajah sendiri dan fikiran bawah sadar saya saya arahkan merasakan Naik Turun nafas, saya biarkan diantara dua pikran tadi melafaskan bacaan bacaan sholat saya.
    saya betul betul tidak dapat mengingat yang lain lagi didalam sholat saya itu… yang saya tau hanya diri saya sedang menyembah dan saya dapat betul merasakan kalau saya tau ada betul yang saya sembah…

  48. pEtuaLanK said

    “The Perfect Islamic”

  49. Assalamualaikum
    Pj do’a kan saya agar punya seorang guru mursyid, hati pikiran saya dalam kebimbangan akan asal muasal diri

  50. semutmerah said

    Assalamu’alaikum Mas PJ

    Alhamdulillah saya ketemu pondok Mas PJ yang penuh Hikmah.
    Semoga Mas PJ dan semua pengunjung Pondok ini sentiasa di dalam rahmat Allah.
    Mas saya mohon belajar dari Mas dan copy paste artikel2nya ya Mas.
    Tolong doakan agar saya juga termasuk dalam kalangan orang2 yang diberi petunjuk
    dan mendapat husnul khotimah.

    wassalam

  51. Harun Ermawan said

    salam kenal buat semuanya. ………………..ikutan nongkrong akh

  52. arizan said

    mantap mantap bisa kenalan tak pak tapi lew
    atimail

  53. Bintang Permadani said

    Allahu Akbar,… Allahuma Sholi alaa muhammad wa alii muhammad,…

    • Nur said

      Allah maha pendengar sekaligus pembri petunjuk

  54. rahmad ridwan said

    Alhamdulillah ….

  55. rahmad ridwan said

    Assalamu’alaikum,ruh ada bapaknya qalb.sedangkan nafs/jiwa itu adalah ibunya qalb.mohon penjelasan saudara sekalian.saya hanyalah manusia yang haus dan lapar akan ilmu wassalam.

  56. ukhty siti aisyah said

    dan setiap jasmani tentu ada ruhani .jas ato pakaian yg allah jadikn dari sari pati bumi dan sari pati bumi allah ciptakan dari Nur Muhammad .

  57. mansyur Syah said

    Berhatihatilah bicara tentang Roh karena Roh itu rahasiaku kata Allah !!!!!!!……..

  58. mansyur Syah said

    Berhatihatilah bicara tentang Roh karena Roh itu rahasiaku kata Allah ikuti lah rambu rambu yg mempunyai Nas yg kuat untuk menyimpulkan masalah Roh !!!!!!!!!……

  59. Mantap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: