PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

KEKUATAN CINTA SEJATI MENYATUKAN UMAT (Bag-2)

Posted by pengembarajiwa pada Maret 17, 2009

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun…… seiring dengan berjalannya sang waktu, berputar dari masa ke masa semakin membuat manusia disibukkan oleh berbagai macam kesibukkan dunia, dan tanpa terasa 24 jam sehari semalam terasa sangat singkat sekali.

Siapa sangka dari masa ke masa itu manusia ternyata banyak yang lalai dari tujuan yang sebenarnya. Terombang ambing oleh gelombang gemerlapnya dunia, persaingan menjadi kebutuhan di sana sini, dan tidak kalah menariknya lagi banyak yang saling jegal menjegal tak perduli teman ataupun lawan yang penting keinginannya bisa terwujud. Apalagi dalam era memasuki pintu gerbang Pasar Global yang tidak lama lagi akan menyelimuti seluruh Dunia.

Hmmm………… sungguh sangat misteri sekali…… kehidupan ini.

Jika diri berjalan dalam kehidupan ini, tanpa adanya suatu “Pegangan” yang kokoh, maka tunggulah saatnya kehancuran akan tiba. Dan tidak mustahil kerusuhan, pertikaian, perkelahian, pertentangan yang berujung kepada peperangan akan terjadi di dalamnya apabila sang diri tidak mengetahui dan tidak berpegang pada “Pegangan” yang kokoh itu.

Apakah “Pegangan” yang kokoh itu….????

Tidak lain adalah kekuatan CINTA dalam setiap hubungan. Menariknya lagi CINTA itu, sepintas jika hanya dilihat dari sisi luarnya saja maka CINTA itu adalah suatu kelemahan. Tetapi siapa sangka bahwa di balik kelemahan itu menyimpan suatu kekuatan yang amat dahsyat sekali.

Ya……. CINTA yang sebenar-benarnya CINTA, CINTA yang terbit dari KESEJATIAN yang cahayanya akan membuat diri semakin mabuk dan tenggelam dalam perjalanan untuk menggapai tujuan. CINTA yang demikian itulah yang dikatakan CINTA SEJATI karena terbit dari pada KESEJATIAN dan mereka-mereka yang telah tertanam oleh rasa CINTA SEJATI itu akan memancarkan cahaya CINTA itu kepada siapa saja dengan meniti jalan yang sebenarnya, itulah HAKIKAT CINTA yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA dan rasa manis dari AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA itu akan menjadi Rahmat bagi sekalian Alam.

Dengan HAKIKAT CINTA itu yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI akan membawa dirinya kepada Ketenangan Hidup, Kedamaian Hidup, Ketentraman Hidup dan Kebahagiaan Hidup Dunia Akhirat, Zahir Batin, Ruh dan Jasad.

Jika seluruh Manusia yang ada di muka Bumi ini masing-masing diri mengerti akan HAKIKAT CINTA/PENGABDIAN TERTINGGI di dalam CINTA SEJATI itu, tentu akan tercipta nuansa kedamaian dan ketentraman hidup. Tak akan ada permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat dan tentu tidak akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini.

Hmmm……. Apalah daya, manusia itu benar-benar dalam kefitrahan dan sudah tentu selalu menemui pertentangan-pertentangan yang bermuara pada kediriannya dan Hawa Nafsunya yang mengakibatkan diri terjebak dalam lembah jurang ke EGO an, dan hal ini tidak dapat dipungkiri. Tetapi setidaknya dengan menyadari bahwa kedirian itu, hawa nafsu itu yang akan membawa diri ke lembah jurang ke EGO an itu adalah musuh terbesar pada diri sendiri, setidaknya menjadi pelajaran bagi mereka-mereka yang mau memikirkannya. Bahwa untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian itu maka terlebih dulu ia harus menyelam ke dalam dirinya sendiri untuk menundukkan dan mengalahkan kedirian, hawa nafsu dalam ke EGO an itu. Jika tidak!, maka tak akan di temui HAKIKAT CINTA dalam CINTA SEJATI itu. Yang ada malah sebaliknya, mereka akan menemukan CINTA yang HAMPA/CINTA yang BUTA/CINTA yang di dalamnya penuh dengan KEDUSTAAN.

Itulah Manusia yang penuh dengan teka teki, penuh dengan misteri sehingga apa yang telah di kemukakan pada bagian ke-1 bahwa Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang mengetahuinya. Bahkan Malaikat yang di cipta Allah dari pada Nur pun tidak mengetahui akan Misteri tsb, apalagi Iblis, Syaithon, Jin dll. Walaupun diantara Malaikat dan Jin ada yang mengetahui tentang Manusia, tetapi tidaklah yang diketahuinya itu melainkan hanya lah zahir Manusianya saja. Sedangkan Hakikat dari diri Manusia itu hanyalah Allah Swt yang mengetahuinya dan orang-orang yang telah di Anugrahkan Berkah, Rahmat dan Nikmat untuk mengetahuinya.

Dan untuk sebagai pelajaran bagi kita semuanya dan juga termasuk diri saya sendiri, agar dapat menuju kesempurnaan Hidup itu dan terbuka segala Misteri akan Manusia itu maka ketahuilah :

· Dari manakah datangnya Cinta itu……???

· Dan apakah Hakikat Cinta itu………???

· Mengapa harus ada Cinta………???

· Dan siapakah yang berhak di Cintai………???

· Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???

·

· Cinta itu datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK, yang kemudian terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati) dan menjadi Sirr/Rahasia pada Insan. Itulah Hakikat Muhammadiyyah (Nuurun Ala Nuurin).

· Hakikat Cinta itu adalah PENGABDIAN TERTINGGI di dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA. Itulah puncak dari Rasa Syukur kepada Sang Maha Pencipta.

· Mengapa harus ada Cinta karena sebagai Kholifatullah di muka Bumi ini dengan terisi Hakikat Cinta pada dirinya akan mendatangkan Rahmat kepada sekalian Alam sebagai cerminan dari pada Sifat Arrohmaan dan Arrohiim.

· Dan siapakah yang berhak di Cintai adalah yang menanamkan benih Cinta itu pada dirinya yaitu ZAT MAHA MUTLAK yang dari pada-Nya terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati).

· Kemanakah kembalinya Cinta itu, tentu dari mana datangnya maka kesitulah Cinta itu akan kembali…. Datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK maka akan kembali pulalah kepada Diri ZAT MAHA MUTLAK.

Jika ke Lima Point di atas sudah di pahami dan dimengerti tentu seiring waktu yang berputar dari masa ke masa akan tersingkaplah Misteri Kehidupan yang ada pada Diri Insan itu. Dan tentunya….untuk bisa benar-benar memahami dan mengerti akan Lima Point itu terlebih dahulu haruslah mengenal akan Diri yang sebenar-benarnya Diri sebagai langkah dalam mengenal akan Hakikat Diri Sejati.

Wallahu A’lam Bishowab…….

Iklan

65 Tanggapan to “KEKUATAN CINTA SEJATI MENYATUKAN UMAT (Bag-2)”

  1. Pengelana said

    wauuuwww
    Kerennnn… Abissssssssssssssssssssssssssssss
    Semoga kita disini termasuk selalu dituntun di jalan Cinta yang sebenar-benarnya cinta ….

    Thank’s berat atas ilmu Cintanya yang ruaaaarrr biasa….

    Bersambung..
    Salam Sejati….

    • @Pengelana


      seharusnya aku tetap terjaga didalam ketenangan jiwa..
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan keiklhasan..
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kedamaian..
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kebahagiaan
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kenikmatan..
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan CintaSejati..
      Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kesadaran diri
      didalam cinta kasih dan sayang-Mu yang penuh makna mendalam..

      Sungguh ungkapan yang sangat dalam sekali dan mengandung Makna yang sangat luar biasa jika Manusia mau untuk merenungkannya.

      Salam Sejati juga untuk Sang Pengelana, semoga hari2mu dalam Kebaikan dan Berkah Allah Swt. Aaaamiiin….. Yaa…. Robbal ‘Aaalamiiin.

      @Cacing Tanah & @Mas Ngabehi

      Ya…Allah Ya… Robbiii…. Demi ke Agungan dan ketinggian serta ke Maha Besaran Engkau. Tuntunlah….. kami semuanya juga termasuk Saudara2ku, Sahabat2ku yang ada di Pondok PJ ini dan juga siapa2 yang hanya sekedar berkunjung ke Pondok ini. Tuntun kami semuanya kepada Jalan Engkau yang Lurus, jalan yang Engkau Ridhoi, jalan yang tiada kesesatan di dalamnya, jalan yang membawa rahmat kepada seluruh sekalian Alam.

      Ya… Allah Ya… Robbiii…..di dalam jalan yang telah Engkau berkati sekelilingnya, maka sinarilah diri-diri kami dengan Nur Engkau yang meliputi yaitu Nur yang membias pada kebaikan Ahlak Budi Pekerti, tanamkan pada jiwa2 yang ada yang tercermin pada Hati2 kami, CINTA SEJATI yaitu CINTA yang tiada pertentangan dan keraguan di dalamnya…dan leburkan lah diri kami kedalam HAKIKAT CINTA itu agar benar2 kami termasuk orang yang berserah diri….

      Irhamnaa…. Ya… Arhamarrooohimiin
      Irhamnaa…. Ya… Arhamarrooohimiin
      Irhamnaa…. Ya… Arhamarrooohimiin
      Agitsna…… Agitsna….. Agitsna……

      @KangBoed

      Salam Sejati juga untuk KangBoed, semoga lancar2 aja “YM” nya…..

      @SabdaLangit

      Salam sejahtera juga untuk saudaraku Sabdalangit sekeluarga di dalam limpahan Rahmat Allah Swt yang tak kunjung habis. Dan semoga Berkah-Nya meliputi dirimu sekeluarga dengan Berkah Sayyidinaa Muhammad Rosulullah Saw. Aaaaamiiiiin………………..

      Saudaramu
      yang masih dalam pengembaraan.

      Pengembara Jiwa

    • manahcemeng said

      Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-MU utk dpt mencintai-MU, mencintai orang2x yang mencintai-MU serta mencintai perbuatan2x yang mendekatkan diriku dengan cinta-MU…Amien

  2. Pengelana said

    hehehe
    Ralat;
    Semoga kita disini termasuk selalu golongan hamba yang senantiasa dituntun di jalan Cinta yang sebenar-benarnya cinta hingga tetanam di relung jiwa yang terdalam demi bersatunya Umat di Alam raya….dengan CITA SEJATI dan KESADARAN TERTINGGI…

    …..

  3. Cacing Tanah said

    hemmmm….
    CINTA yang datang dari MAHA PENCINTA dan MAHA PENCIPTA Sang pemilik CINTA menebarkan CINTANYA untuk kembali menCintai apa-apa yang telah di CIPTANYA….. sungguh-singguh diperlukan penyelaman yang sangat-sangat mendalam… menenggelamkan diri pada diri… dan sampai menemukan PEMILIK DIRI…. PEMILIK CINTA SEJATI yang MENUMBUHKAN CINTA PADA APA-APA YANG DICIPTA……
    Terimakasih Bapak PJ…

  4. Ngabehi said

    dari mana datangnya lintah
    dari sawah turun ke kali
    dari mana datangnya cinta
    dari mata turun ke hati

    Ternyata untuk mendatangkan cinta itu harus melihat atau mengerti dulu. Setelah mengerti sicinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. Tapi apa ya yang harus dimengerti,…Ah embuh lah..
    salam pak pj,….

  5. kangBoed said

    Siapakah diri kita ini ???
    Sehingga dengan sombongnya selalu mengaku ngaku…
    Selalu merasa rasakan ya ya ya merasa…. segalanya

    Padahal semua sudah tertulis berjuta tahun yang lalu
    Kita ini cuma dagelan alias khayalanNYA
    Semua terjadi menurut alur cerita skenario DIA

    Semua hanya menuruti qudrat dan iradat NYA
    sehingga segala sesuatu hanya bisa terjadi karena ijinNYA
    tak ada peran kita disana dalam menentukan

    Itulah bagi yang mau berfikir tentang diri
    Akhirnya Mengerti sejatinya diri kita adalah…….
    yayaya… La Hwalla Walla Quwata……….

    Dalam ketak berdayaan dibutuhkan pegangan yang kuat
    Dalam ketidak mampuan ditarik oleh Yang Maha Mampu
    Dalam kelemahan dan kekosongan datanglah ketenangan jiwa

    Tumbuhlah pohon CINTA dalam kesejatian diri
    Terbit bagai mentari pagi pancaran Nur IMAN
    Sebagai penerang langkah dalam menyelesaikan tugas disini

    Inilah langkah pemurnian sejati
    demi mencapai sejatinya Lahwalla walla Quwatta
    Hilang lenyap dalam pelukan Sang KEKASIH

    Dan kembalinya hanya Untuk menjalankan sebuah Dharma
    Berbekal akhlakul kharimah yang terbit dari kesadaran diri sejati
    Untuk berkarya dam mencipta demi kebersamaan..

    Salam Sejati Saudaraku terkasih mBah PJ
    cup cuup cuuup hiiiiiiii widiiiiiiiiiiiiiw dasar….. entar mBak YU neee cemburu looooooo hahahaha…….. bikin hidup lebih hidup dan tambah hidup memperhatikan dan mempelajari serta mempelajari rahasia rahasia dagelan hidup hehehe…….

  6. Pengelana said

    hohohoho… sungguh aneh hidup ini..
    hidup yang penuh misteri senda gurau yang sulit untuk di tebak dan dimengerti
    betapa Bodohnya aku ini karena sering tertipu oleh nafsu2 di diri
    betapa dungunya aku ini karena sering terpancing oleh bisikan2 diluar dan didalam diri
    sehingga membuat detak jantungku semakin kencang berdebar-debar..
    sungguh itu suatu isyarat bahwa syetan yang sedang bertengger dalam diri..
    sungguh itu membuat hati tidaklah tenang..,bimbang cemas was-was dan penuh dengan keragu-raguan..
    seharusnya aku tetap diam didalam KeDiaman-Nya..
    seharusnya aku tetap terjaga didalam ketenangan jiwa..
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan keiklhasan..
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kedamaian..
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kebahagiaan
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kenikmatan..
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan CintaSejati..
    Ketenangan Jiwa yang penuh dengan kesadaran diri
    didalam cinta kasih dan sayang-Mu yang penuh makna mendalam..
    yayaya sungguh Aneh manusia itu..
    benar2 banyak yang tertipu ya tertipu oleh hawa nafsunya sendiri..
    sungguh akupun juga tertipu dan tertipu berkali-kali hingga kini
    hohoho…
    sudah sepantasnya diri ini untuk merenungkannya..
    sudah sepantasnya diri ini untuk mengkajinya..
    kenapa ??, kenapa??, dan kenapa??…

    ya Allah kuatkan diri hamba untuk tetap memandang-Mu
    ya Allah teguhkan iman hamba untuk tetap memuji-Mu
    ya Allah kokohkan semangat hamba diatas kebenaran-Mu
    sungguh hamba tidaklah berdaya tanpa-Mu..
    sungguh hamba tidaklah ingin untuk-berpaling dari-Mu
    sungguh hamba tidaklah bisa apa2 tapa-Mu
    Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim…
    Sucikan…Murnikan..Murnikan…kembali…
    biarkan kurasakan kekuatan CintaSejati yang Engkau Ridhoi..

    Engkaulah Sang Penolong yang tidak pernah menipu..
    Engkaulah Sang Pembimbing yang Maha bijaksana..
    Engkaulah Sang Guru yang penuh dengan misteri..
    Misteri kebenaran hakiki yang sulit untuk di mengerti..
    sangat sangat luas sekali ilmu yang Engkau Miliki..
    Berapa banyak makhluk yang Engkau ciptakan..
    Sebanyak itu pula Engkau dapat memberikan pemahaman dengan SATU tujuan jika Engkau menginginkan..
    bahkan luas air samudralautanpun dijadikan tinta..
    tidaklah akan cukup untuk menuliskannya..

    sungguh2 Misteri yang jika diungkap orang lain kadang tertawa..
    menghina mencaci-maki dan mengkafirkannya..hingga menggegerkan dunia..
    karena enggan untuk melepaskan kedirian, ke-Egoan dan nafsunya..
    aneh dan aneh sekali…

    sungguh begitu dasyatnya ke-Agungan-Mu
    biarkan ku bersandar didalam ke-Haribaan-Mu
    kuserahkan diriku agar Engkau menyambutku..
    sungguh-sungguh sangatlah sulit untuk diterka dan dicerna..
    didunia hanya Tuhan dan Hambalah yang paling mengerti rahasianya..

    Salam Sejati..wahai Bapak-ku
    Dari sihina yang penuh dengan dosa-dosa dan kebodohan…
    yang sedang dalam pencarian…

  7. cah bodo said

    Selamat malam mas PJ
    Hamba bersimpuh padaMU ya Robbi dengan segala kehinaan.
    Apakah daku mampu berjumpa denganMU wahai Maha segala MAha

  8. Salam sejahtera, penuh anugrah dan berkah utk saudaraku PJ dan keluarga.
    Sebuah tulisan yg mengingatkan betapa cinta telah mewarnai dinamika kehidupan manusia, yang mendamaikan maupun yang menghancurkan.

    Cinta sejati berbuah kedamaian, rahmat bagi alam.
    Namun banyak orang yang menjadi buta karena cinta,
    yang semu dikata murni,
    yang palsu dikata sejati.
    Ujung lorong cinta menjadi perang, pembunuhan, permusuhan dan perselisihan, atas dasar rasa CINTA;
    cinta kepada suku, golongan, etnis, ras, bahkan bagi yg mengklaim cinta kepada Tuhan, namun dengan cara membabibuta.
    Cinta sejati tidaklah membutakan hati.

    saudaramu
    yg masih belajar

    sabdalangit’s web

  9. Herman said

    Assalamu’alaikum wr, wb.

    “Cinta tidak harus memiliki”……jika telah mengetahui arti cinta seperti yang telah Guru PJ tuliskan maka sebenarnya “Cinta itu selalu memiliki”……selama ini kita hanya memandang cinta secara lahir tanpa kita sadari cinta yang sebenarnya adalah mencintai secara bathin…tidak akan pupus cinta kita terhadap isteri dan anak, meskipun mereka meninggalkan kita. Tidak akan kita membeda-bedakan cinta kita, karena yang bathin itu tunggal adanya.

    Semoga Guru PJ selalu diberikan kesehatan biar bisa selalu memberikan pencerahan atas hati yang belajar mencintai dengan cinta yang sebenar-nya…..amin3x.

    Herman

    • @Herman

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Saudara Herman…
      Terimakasih atas Do’anya… dan semoga juga Herman senantiasa dalam Berkah Allah dan Rahmat Allah dimudahkan dalam pemahaman di dalam mempelajari Ma’rifatullah.

      @BUDI

      Terimakasih atas segala pencerahannya yang sangat menarik sekali. Sungguh… apa2 yang telah anda paparkan sangat berarti sekali buat saya dan Saudara2 yang lain di Pondok PJ ini. Semoga Anda tidak keberatan di lain kesempatan untuk selalu berbagi dalam pengetahuan2 Ilmu yang bisa membawa manfa’at yang baik bagi kita semuanya…

      Salam Kenal untuk Anda

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

      @Hina Kelana414

      Saudaraku… Hina Kelana, kemana aja lama nggak kelihatan di Pondok PJ ini. Dan YM nya jarang Online ya….

      @KangBoed

      Salam Cinta Sejati untuk Anda….

      Wassalam Wr,Wb

  10. BUDI said

    Salam Sejahtera buat saudaraku PJ
    Hakikat Cinta sesungguhnya sangat universal…
    Cinta yang suci lahir dari pribadi yang mendapat bimbingan dan naungan Ilahi,Allah Swt……
    Cinta yang sejati adalah milik Allah dan RasulNya serta para penempuh jalan rohani yang selalu berpegang teguh pada Al Quran dan Sunah Nabi.
    Hakikatnya kita adalah bayangan dari cintaNya untuk disempurnakan dalam kehidupan di dunia yang penuh dengan kepalsuan dan fatamorgana ini melalui contoh dan suri tauladan kita Rasullulah Muhamad Saw dan bimbingan ulama yang Arif Billah dan Kamil Mukamil melalui disiplin Toreqat yang bersanad/silsilah kepada junjungan para sufi seluruh dunia Muhamad Saw,sebelum semuanya sirna dan kembali kepadaNya.
    Hanya Cinta Kepada Allah dan RasulNya kita menjadi kuat..kita menjadi jaya,kita menjadi dicintai oleh seluruh semesta dan isinya,karena cinta kepada Allah dan RasulNya akan memberikan energi yang positif yang akan menyinari dunia dengan cahaya kelembutanNya…Amiin

  11. Salam pencinta….

    Samudera cinta yang very2 indah….sungguh membuat diri terhanyut ke lembah2 pencarian….cinta sejati….dalam sepi, hening,,,damai…

  12. kangBoed said

    Cinta Sejati ….
    telah melepaskan segala keakuan,
    telah membuang rasa kepemilikan,
    telah melempar jauh jauh pengharapan,

    Cinta Sejati ….
    Sanggup menderita demi Sang Kekasih
    Sanggup memberikan yang terbaik untuk Sang Kekasih
    Sanggup menyerahkan segalanya buat Sang Kekasih

    Cinta Sejati …
    Hanya ketulusan
    Hanya keikhlasan
    Hanya kasih sayang

    Cinta Sejati …
    takut melukai perasaan Sang Kekasih
    takut membuat cemburu Sang Kekasih
    takut mengecewakan Sang Kekasih

    Cinta Sejati …
    egoku lenyap
    kepentinganku hilang
    keinginanku musnah

    Cinta Sejati …
    Kebahagiaan Sang kekasih yang didambakan
    Senyuman manis Sang Kekasih yang dirindukan
    Sapaan lembut Sang Kekasih menggetarkan seluruh jiwa

    Cinta Sejati ….
    ketika aku lenyap hilang musnah
    kudapatkan AKU tersenyum mesra
    akhirnya tersadarlah Engkau adalah Aku

    Cinta Sejati …
    indah
    nikmat
    luar biasa

    Cinta Sejati
    Diam menyaksikan dengan seluruh kesadarannya
    Hening dalam ketenangan jiwa
    Tak berdaya upaya dalam pelukanNYA

    tak satu katapun yang keluar dari mulut pujangga yang bisa mengungkapkannya dan sekaligus menggambarkannya, hanya sang diri yang mengalaminya yang terpuaskan dari segala dahaga haus akan kehidupan yang sejati, dalam kesejatian rasa kutersimpuh.

    Salam Sayang… para Kekasihku yang berkumpul di sini
    Semoga berkat dan ANUGERAH Allah melimpah atas kita semua
    Sehingga kita bersama sampai di tempat yang kita rindukan
    Berkat bimbingan emBah PJ yang baik….

    Wassalam Wr. Wb

  13. RASA HATI said

    Cinta sejati buat alloh ta ala semata. Lalu cinta untuk orang tua dan cinta untuk sang istri itu kira kira cinta yang bagaimana ya. Apa jenis cinta semacam itu. Bahkan ada beberapa muslim melakukan ibadah bukan ber dasarkan cinta tapi karena iming iming surga beserta seisinya. Ah… Luar biasa alloh ciptakan segala sesuatu rumit dan penuh makna. Salam warohmatulloh

  14. Ass.wr.wb.
    Karena cinta hamba tercipta, sungguh dalam arti cinta bagi siapa yang merasakannya.
    Salam kenal bang PJ.
    Sebenarnya saya mengikuti blog bang PJ sejak September 2008, baru sekarang ikut komen. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan :
    1. Apakah bang PJ orang Banjar (KalSel) ?
    2. Kalau orang Banjar di mana abang bertempat tggl.?
    3. Kalau diijinkan bolehkah saya linkkan blog abang ke blog saya ?
    4. Usul, semua tulisan abang dibikinkan ebooknya agar kalau bisa didownload.
    5. Mampir bang ke blog sederhana saya http://www.mahyuliansyah.blogspot.com
    6. Mohon maaf kalau tidak berkenan.
    Barangkali ini dulu, semoga cintaNya selalu tetap ada di hati kita. Amin.
    Wassalam.

    • @Mahyuliansyah

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Salam Kenal kembali dari saya untuk Anda…..
      Bagi saya tidak lah menjadi soal, apakah pengunjung Pondok PJ ini hanya sekedar membaca saja atau ikut menyumbangkan pemikirannya dalam Komentar2.
      Yang terpenting adalah Hikmah di dalam Tulisan2 yang ada di Pondok PJ ini.
      Semoga kita semua mendapatkan Ridho dan Berkah dari Allah Swt, baik kita2 yang hanya berkunjung maupun kita2 yang menyumbangkan hasil pemikiran. Karena Allah Swt tidak akan pernah untuk mengecewakan Hamba2-Nya yang tulus dalam menuntut Ilmu. Dan adapun kita semua yang berkunjung di Pondok ini lalu menyimak dan mencari setitik Cahaya di dalamnya adalah mereka2 yang sedang dalam menuntut Ilmu, karenanya itu semua adalah sarana dalam menggapai Ridho Allah Swt.

      Wahai Saudaraku Mahyuliansyah…..
      Benar sekali saya adalah orang Banjar tetapi saya terlahir di Balikpapan dan tinggal di Balikpapan
      Silahkan Anda Link Blog saya ini, semoga itu menjadi sarana Dakwah kepada Umat dan semoga Allah memberkati Anda.
      Untuk membuat ebook saya tidak tahu caranya…., karena saya ini termasuk GAPTEK dalam Aplikasi Komputer, tetapi terimakasih sekali atas saran2nya…
      Dan tunggu saja, Insya Allah saya akan berkunjung ke Blog Anda.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  15. Satu kalimat utk mu, Saudaraku

    Malam penuh berkah telah tiba
    Tatkala Tuhan mempertemukan kita
    Dalam tali rahsa sejati
    Sejatiningsun

    Telah aku buktikan
    Betapa tidak sekedar latah dalam kata
    Namun dalam sikap dan perbuatan nyata
    Saudaraku Pengembara Jiwa
    Yang telah berkelana
    Dalam pengembaraan rasa
    Mencari sejatinya rasa sejati
    Menggapai akan kesadaran tinggi
    Dalam wahana sajaratul makrifat Illahi

    Menjadi malam yg penuh berkah
    yang menentramkan jiwa
    menenangkan hati
    Membangkitkan kesadaran kawula muda negeri
    Di tengah hiruk pikuknya kehidupan yg penuh kepalsuan
    Masih ada seorang saudara sejati
    Yang mengerti hakekat kehidupan sejati

    Sebuah momentum sejarah telah ditoreh
    Para kawula muda yg sadar
    Betapa perbedaan hanya di ambang permukaan
    sebatas kulit, namun sering melilit
    menjadikannya hidup menjadi sulit

    Kini, benih telah tumbuh
    dan akan semakin tumbuh subur,
    kelak akan tiba saatnya
    negeri ini menggapai adil dan makmur

    Sepatan, Tangerang 4/4/09 21.00 – 04.30 wib

  16. kolis said

    ketika hampir terjadi separasi antara India dan Pakistan paska kemerdekaan. Mahatma Gandhi dengan sangat diplomatis dan sangat jujur mengatakan “saya bukan Hindu, saya bukan Islam. Agama saya adalah Agama Cinta”. Jadi apa yang dilakukan oleh Gandhi adalah ingin menunjukkan bahwa yang seharusnya ditonjolkan dari agama adalah kebaikan, cinta kasih, belas kasih, rasa toleransi, rasa persaudaraan. Itu sebenarnya hakikat dari agama. Ejawantahnya mungkin bermacam-macam. Partikularitasnya secara eksoteris bisa bermacam-macam. Tapi hakikatnya adalah seperti yang disampaikan oleh Gandhi itu, yaitu rasa cinta terhadap persaudaraan. Hanya itu yang bisa kita pegang sebagai kebenaran. Baca di sini http://islamlib.com/id/artikel/saya-adalah-seorang-hindu-yang-membaca-alkitab-alquran-dan-tripitaka/

  17. kangBoed said

    Mbaaah nyanyi yuuuuk sambil mendaki gunung hehehe…. waaaah lagunya DEWA asyiiik….
    … setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang…setiap ada kamu, mengapa darahku mengalir lebih kencang dari ujung kaki sampai ujung kepala…akh aku jadi ingin bercinta…
    hihihi,,,…… jadi pengen bercinta nih…. kemana ya…. ah bareng yu.. hii ko dah duluan ngikutaan aaah… sik ssik asyiiiiik… gemeteran yaa dingin merasuk mengalir dalam sumsum oooo dingin yang menyegarkan…. widiiiiiw uapik en adeeem tenaaan nih mBah….
    Salam Sayang Mbah PJ dan Mbak Yu nee

    • @kangBoed

      Hmm….. KangBoed….KangBoed…!!!!,

      Sepertinya saya sudah pensiun nih jadi penyanyi…, baiknya KangBoed aja yang jadi Pemandunya dalam menyanyi… Lagian juga saya nggak Hafal lagunya DEWA karena saya bukanlah DEWA. Kapan2, KangBoed ajarin saya ya…. lagu yang judulnya SATU dari DEWA. Sepertinya bagus tuh..!!!

      Salam Kembali untuk KangBoed.

  18. Yeti Pudy Astuti said

    Assalamualaikum
    Alhamdulillah rahmat ALLAH sungguh btiada tara.
    semoga kita menjadi hamba yang selalu disayang.

  19. kangBoed said

    oooo… yayayaya mBaaaaah hehehe saya ajarin lagu satu… hmm…
    Satu satu aku sayang ibu
    Dua dua aku sayang ayah
    tiga tiga sayang adik kakak
    satu, dua, tiga sayang aki PJ dan mBakYuneee
    hahahahaha…. mudah khan dah bisa yaaaaa….
    Salam Sayang

    • @Yeti Pudy Astuti

      Wa’alaikum salam Wr,Wb………….

      Ya….. benar sekali, bahwa Rahmat Allah sungguh tiada batasnya dan sangat lah banyak sekali sehingga apabila ingin menghitung2 Nikmat Allah niscaya tidak akan sanggup untuk menghitung-Nya.

      Semoga Allah memberkati kita semuanya dalam Cinta dan KAsih Sayang-Nya. Aaamiiin.

      @KangBoed

      He..he..he.. KangBoed ini sangat2 lucu sekali…..dan menarik sekali…bahkan Unik dan Antik.
      Mungkin kalau Pondok PJ ini tidak ada KangBoed, rasanya sepi…. dan seperti ada sesuatu yang hilang…., tapi apanya yang hilang ya…????

      Ya…. udah, terserah KangBoed aja, mau lagu dengan satu yang kangBoed nyanyi’in silahkan……….

      Salam Sejati.

  20. kangBoed said

    hahahaha……..
    satu pertanyaan mBaaah :
    islam itu adalah Rahmatan lil Allamin…
    Rahmat dan Anugerah bagi semua manusia…
    Mari kita bersama wujudkan…
    Mari kita tebar Cinta dan Kasih Sayang…
    Mari kita wujudkan Spirit Islam dengan karya nyata…
    silih asuh.. silih asah.. silih asih..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

  21. pangeran said

    assalamu’alaikum!!lam kenal!!!wah ini sair or cerita,setelah sy baca keren juga sih,tapi dalam kalimat2 di atas apa ga bersandarkan dengan dalil2 qur’an ato hadits,bisa bahaya lhooo karena cinta itu bisa membawa bencana bila masih dalam universal,bila ada sandaran kan lebih ilmiah dan dapat di percaya,wassalam!!!tolong penjelasannya massss

    • @Pangeran

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Tentunya tiada yang mengetahui akan “MAKNA CINTA” itu melainkan mereka yang telah lebur dalam cinta dan merasakan manis lezatnya “CINTA” itu. dan CINTA yang dimaksud disini adalah CINTA kepada Sang Pencipta.

      Benarlah apa yang anda katakan bahwa cinta itu bisa membawa bencana bila masih dalam Universal, makanya saya menyampikan dengan tulisan diatas dengan kutipannya sbb :<


      menariknya lagi CINTA itu, sepintas jika hanya dilihat dari sisi luarnya saja maka CINTA itu adalah suatu kelemahan. Tetapi siapa sangka bahwa di balik kelemahan itu menyimpan suatu kekuatan yang amat dahsyat sekali.

      Silahkan anda baca lagi lebih seksama dan renungkan….semua kembali pada masing2 diri.
      Yang Jelas adalah Hanya mereka yang telah diturunkan MAHABBAH/CINTA lah yang mengerti ttng Hakikat Cinta sesungguhnya…

      Wassalam

  22. aburahat said

    @all
    Saya ingin menjeleskan tentang Ma’rifat, tapi saya tdk tau akan ditempatkan dimana tulisan saya. Maka saya memilih posting ini karena Cinta merupakan jalan menojo Ma’rifat. Sebelumnya saya ingin nanti menjawab pertanyaan saya dibawah ini:
    Selama ini anda2 tekun mempelajari ma’rifat, apakah Ma’rifatullah?
    Kalau ma’rifatullah apakah anda2 mau mengenal Zatnya atau hakekatnya?
    Agar anda2 bisa lebih mendalami saya memberikan sedikit informasi mengenai mengenal Allah akan Zatnya. Belum ada satupun makhluk ciptaan Allah yang bisa mengenal ZatNya, terkecuali Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Nabi Musa ingin mengenal Allah pun tak mampu.
    Kalau ingin mengenal HakekatNya lain lagi halnya. Kita harus melalui tahapan2 yang Allah telah tetapkan.
    Saya menunggu komentar anda2 untuk dapat dijelaskan selanjutnya. Wasalam

  23. aburahat said

    @all
    Saya ingin menjelaskan tentang Ma’rifat, tapi tdk tau akan ditempatkan dimana tulisan saya ini Maka saya memilih posting ini. Karena Cinta merupakan sat2nya jalan menuju Ma’rifat. Sebelumnya saya ingin anda2 menjawab pertanyaan saya dibawah ini:
    Selama ini anda2 tekun mempelajari ma’rifat, apakah Ma’rifatullah?
    Kalau ma’rifatullah apakah anda2 mau mengenal Zatnya atau hakekatnya?
    Agar lebih mudah bagi anda2 saya akan berikan sedikit informasi mengenai pengenalan terhadap Allah akan Zatnya. Belum ada satupun makhluk ciptaan Allah yang bisa mengenal ZatNya, terkecuali Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Nabi Musa ingin mengenal Allah pun tak mampu.
    Kalau ingin mengenal HakekatNya lain lagi halnya. Kita harus melalui tahapan2 yang Allah telah tetapkan.
    Saya menunggu komentar anda2 untuk dapat dijelaskan selanjutnya. Wasalam

    • pangeran said

      mmmmmmmmmmmm,”man’arofa nafsahu fakod ‘arofa robbah”(artinya:”barangsiapa mengenal dirinya maka ia akan kenal tuhannya yakni ALLAH SWT) ini adalah dalil yg sering di ucapkan oleh para penuntut ma’rifatullah.maka kenalillah dirimu siapa sebenarnya hamba atau tuhan kalau kamu tuhan berarti kamu punya kuasa tapi apabila hamba maka LA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH

      • @Pangeran

        Hmmmm………..

        “LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH” adalah keagungan Tuhan yang di nyatakan pada ketiada berdayaan Manusia. Karena memang Fitrah manusia itu tidak bisa apa2 tanpa Pertolongan Allah dalam Qudrat Iradat-Nya.

        Sungguh2 ironis sekali..jika “Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu” di pandang dari satu sisi semata. Bukan berarti siapa yang mengenal akan dirinya, maka kenal lah ia akan Tuhannya…lantas dirinya itu adalah Tuhan, TIDAK!!! Melainkan….mereka para Arifbillah mengenal bahwasannya dirinya tanpa Anugrah Allah berupa Rahmat dan pertolongan Allah maka tidak bisa berbuat apa2.

        Silahkan di renungkan kembali…
        Dan silahkan baca link ini, semoga Ada setitik pencerahan Ilmu di dalamnya :
        https://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/28/ber-tuhan-kan-bayangan/

        Dan semoga Anda dapat memberikan masukan/komentar/kritikan atau apa sajalah di Link tsb.

        Wassalam
        Wassalam

    • pangeran said

      Tapi hati2lah dalam memahami ma’rifatullah karena salah dalam memahami bisa terjerumus dalam kekafiran

      • @Pangeran

        Ya…anda benar sekali saudaraku, bahwa kita perlu hati2 dalam memahami Ma’rifatullah. Dan tentunya…jika seseorang itu mengerti akan sebenar2nya penyerahan diri kepada Allah lalu ia masuk dalam penyerahan diri itu maka niscaya tidak akan mungkin Allah membiarkan dirinya masuk ke lembah Jurang kesesatan. Sedangkan Sesat atau tidaknya seseorang atau kafir atau tidaknya sesorang itu ada HAK ALLAH untuk memutuskannya.

        Bisa jadi seseorang itu taat beribadah disetiap waktu dan setiap harinya….tetapi tidak mustahil, jika Allah berkehendak ia mati dalam kekafiran maka masuklah ia dalam kekafiran. DAn bisa jadi seseorang itu yang disetiap waktu dan disetiap harinya…dimata manusia ia itu adalah Kufur dan Syirik, tetapi tidak mustahil, jika Allah berkehendak ia mati dalam MUSLIM dan MU’MIN maka masuklah ia dalam MUSLIM dan MU’MIN.

        Sudahkah Anda mayakini bahwa diri Anda adalah seorang Muslim dan seorang Mu’min yang PASTI selamat dan PASTI di terima AMAL IBADAH serta PASTI matinya dipanggil Tuhan dengan Ayat-Nya : “Yaa Ayyatuhannafsul Mutma’innah, Irji’i Ila Robbiki Roodhiyatammardhiyyah. Fadkhulii Fii Ibadii…Wadkhulii Jannatii…..???” (Wahai jiwa yang “tenang” datanglah engkau kepada Tuhanmu dengan Ridho serta di Ridhoi, masuk lah kedalam golongan Hamba2KU dan masuklah kedalam SyurgaKU..???

        Dan apakah kriteria dan isi dari “JIWA TENANG” itu menurut Anda… tolong sampaikan kepada saya yang awam ini…jika memang benar Anda telah sampai kepada Tataran “JIWA YANG TENANG”.

        Terimakasih atas segala masukkannya…dan saya menunggu pencerahan anda selanjutnya.

        Wassalam

        Pengembara Jiwa yang masih mengembara di Hutan belantara yang Gelap Gulita.

  24. pangeran said

    sebagai contoh banyak sekali orang2 yg ingin mendalami ma’rifat tapi malah salah paham apa yg sudah dijelaskan oleh guru or ust sehingga mereka mengaku sebagai tuhan dan tidak mau lagi solat 5 waktu,dengan alasan “LA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH”sungguh terlalu mudah menggunakan dalil2 tanpa harus mengetahui maksud sebenarnya apa yg dia katakan.huuuuuu huuuuu memang sangat panjang sekali n dalam ilmu ini,penat saya di buatnya heeee heeeeeee maybe ada tambahan broooo atau apa saja.

    • @Pangeran

      Terimakasih atas segala masukkan2nya….
      Alhamdulillah…dengan hadirnya Anda di Pondok ini, mengisyaratkan bahwa ada kepedulian yang tinggi kepada kami2 disini…Sungguh2 saya sangat berterimakasih sekali saudaraku…

      Semoga Allah memberkati dirimu dan kita semua.

      Saudaraku…

      Tidak ada yang PASTI akan datang pada diri seseorang itu melainkan KEMATIAN yang tiada keragu2an di dalamnya…Dan saya rasa, Anda pun sudah mengerti itu.

      Jika seseorang telah mengerti akan Tuhannya, maka tidak segan2 bagi mereka memperbanyak untuk mengingat akan kematian, sebagai awal perjalanannya ke Alam Akhirat untuk menuju Hadirat Allah.
      Bahkan Rosulullah Saw pun bersabda : Banyak2lah mengingat akan Mati. Karena Mati itu adalah putusnya dari pada Amal, putusnya dari pada Ibadah dan putus dari segala laku apapaun di dalam Dunia ini.

      Lalu bagaimanakah mereka para Arifin yang benar dalam Ma’rifatnya menyikapi LAA HAWLA WALAA QUWWATA..???
      Bukan hanya teori belaka dan bukan pula hanya dibir saja. Jika ditelaah lebih dalam Makna Ayat tsb, maka bersesuaian dengan Sabda Nabi : “Muutu Qobla Anta Muutu” (Matikan dirimu sebelum Mati)
      Lalu bagaimanakah mereka2 yang telah memaknai kematian tsb, tentunya…tiada keragu2an untuk menghadapi MAUT tsb. Walau saat ini pun Allah memanggilnya…
      Karena Ia telah mengerti dan menyadari serta kokoh pendirian dalam Ma’rifatullah dan Mahabbatullah. Sehingga dihadapinya Sakaratul Maut itu dengan senyum dan tenangnya Jiwa.

      Lalu bagaimana dengan selain mereka…???
      dan bagaimana dengan Anda dalam menghadapinya…??? sekiranya Sakaratul Maut saat ini menjemput Anda, atau menjemput orang2 yang engkau cintai…??? tanyakanlah pada diri…!!! dan jujurlah pada diri..!!!!

      Siap atau tidak!!!
      Senyum atau takut!!!
      Gembira atau gelisah!!!

      Silahkan baca link berikut ini, jika kita mau jujur pada diri sendiri. jika tidak! silahkan tidak usah di baca. Dan Semoga saudaraku Pangeran pun dapat memberikan masukkan2nya atau kritikannya atau pencerahannya dalam link tsb :
      https://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/27/siapkah-menghadapi-kematian%e2%80%a6/

      Semoga Allah memberkati Anda sekeluarga.
      Aaamiiin

      Wassalam

  25. pangeran said

    · Dari manakah datangnya Cinta itu……???

    · Dan apakah Hakikat Cinta itu………???

    · Mengapa harus ada Cinta………???

    · Dan siapakah yang berhak di Cintai………???

    · Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???

    ·

    · Cinta itu datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK, yang kemudian terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati) dan menjadi Sirr/Rahasia pada Insan. Itulah Hakikat Muhammadiyyah (Nuurun Ala Nuurin).

    · Hakikat Cinta itu adalah PENGABDIAN TERTINGGI di dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA. Itulah puncak dari Rasa Syukur kepada Sang Maha Pencipta.

    · Mengapa harus ada Cinta karena sebagai Kholifatullah di muka Bumi ini dengan terisi Hakikat Cinta pada dirinya akan mendatangkan Rahmat kepada sekalian Alam sebagai cerminan dari pada Sifat Arrohmaan dan Arrohiim.

    · Dan siapakah yang berhak di Cintai adalah yang menanamkan benih Cinta itu pada dirinya yaitu ZAT MAHA MUTLAK yang dari pada-Nya terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati).

    · Kemanakah kembalinya Cinta itu, tentu dari mana datangnya maka kesitulah Cinta itu akan kembali…. Datang dari Diri ZAT MAHA MUTLAK maka akan kembali pulalah kepada Diri ZAT MAHA MUTLAK.

    kepada bang PJ yg tercinta boleh bagi referensi tentang cinta yg di atas ga?karena dengan referensi kita2 yg baca karya bangPJ ini akan semakin jelas darimana datangnya kata2 itu dan ;lebih ilmiah./thanks sebelumnya

    • robbie said

      @Pangeran….

      Salam kenal penuh cinta..

      cinta adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada umat manusia, cinta adalah amanah…cinta adalah rahmat-Nya…..tanpa cinta entah bagaimana rasanya jadi manusia…

      Salam sejati…

      wassalam..

      robbie

    • lor Muria said

      Cinta..
      Mahabbah…
      Engkau datang dengan tiba-tiba
      tidak bisa kuminta dan tidak bisa kutolak

      ketika engkau datang membuatku menangis dalam bahagia..
      engkau memang anugrah yang tidak bisa aku minta ketika aku butuh.
      tidak bisa kutolak ketika aku tidak peduli..

      itulah cinta..
      aku lebur dalam mahabbahMU…
      hingga aku tidak tahu siapa aku……

      yang ada hanya liputanMU………

  26. robbie said

    Assalamualaikum…wr.wb.

    Salam cinta selalu tercurah dari seluruh kesemestaan ilahi dalam diri guruku tercinta nan arifbillah ‘Samsul Arifin’ mas PJ yang selalu penuh kasih….

    Saya yang hina ini selama ini, setiap hari selalu mendawamkan zikir jahir dan khofi semampu nya dari TQN-Suralaya- lalu dua hari ini saya merasa berat untuk, hari pertama ada tamu sahabat saya, lalu hari ini ppadahal ada waktus senggang mendawamkannya…apakah karena saya sudah mendapat kebahagian yang saya cari….lalu merasa semuanya adalah nimat..Allah..padahal hati kecil saya memanggil untuk menjalankan wiridan saya…ini bagi saya ujian dimana seakan dari tarik menarik dalam diri..mungkin begitu kali yang dirasakan salik2 yang merasa sudah nyampe, padahal gerbangnya aja belum kelihatan….bolehkah saya sekali2 berenti dari wirid, entah untuk tafakur, atau rileks sejenak dengan keponakan2…Tolong nasehatnya..Guru spritualku arifbillah mas PJ tercinta…ini urgent bagi saya setelah merasa kebebasan jiwa dari tekanan kegelapan nan kelam..Saya minta doanya dari Ayahanda tercinta mas PJ…

    Wassalam…

    robbie

    • @Robbie

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Saudara Robbie……
      Bagi para penempuh jalan menuju Allah swt terutama mereka2 yang berjalan dengan didasari Pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah), mereka senantiasa membaca isyarat2 yang ada diluar dirinya sebagai petunjuk untuk dirinya melangkah. Terlebih lagi….mereka akan lebih menyimak apa2 yang ada di dalam dirinya beruapa “rasa”/”firasat”/”dialog bathin” dll..dl..dll..bukan hanya sebagai isyarat saja namun juga sebagai pedoman untuk melangkah dengan rujukan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

      Sehingga apabila ada kasus yang demikian sebagaimana halnya..apa yang Robbie alami, maka ikutilah hati kecil yang berkata itu dan berserah dirilah kepada Allah Swt dalam melangkah….

      Yang terpenting adalah, bagaimana menjaga jiwa agar tetap senantiasa dalam ketenangan. Jika ada dua sisi yang saling tarik menarik, tentunya… akan tercipta ganjalan2 dihati, beban, bingung dan tidak tahu harus bagaimana…begitu kan..??
      Jika demikian…
      Kembalilah pada kesadaran diri, lihat dan renungkan…dari dua sisi itu dimanakah letak ketenangan itu ada! jika berada pada “A”, maka laksanakan lah yang “A”, dan bertawakallah…karena Allah punya rencana lain yang terbaik untuk dirimu yang engkau tidak mengerti akan hal itu.
      Jika ketenangan itu ada pada “B”, maka laksanakanlah yang “B” itu, dan jangan lupa juga bertawakal dengan sebenar2nya tawakal. Dan disitupun Allah punya rencana lain yang terbaik untuk dirimu yang engau tidak mengerti akan hal itu.

      Jika sudah mendapatkan kuncinya tadi yaitu ketenangan jiwa lalu bertawakkal maka langkah selanjutnya adalah selalulah Husnuzzonbillah (Baik sangka kepada Allah) atas segala apa saja yang telah di tetapkan pada diri kita. Dengan keyakinan bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi Hamba-Nya dari pada sang Hamba sendiri menilai dirinya sendiri.

      Kesimpulannya….
      Jalani hidup ini dengan berdasarkan :
      1. Jiwa yang tenang (seperti langkah2 yang di uraikan di atas)
      2. Tawakkal dengan sebenar2nya Tawakkal kepada Allah Swt.
      3. Husnuzzonbillah (baik sangka kepada Allah) seperti yang diuraikan di atas.

      Pahami dan renungkan dalam2 apa2 yang saya tulis ini, semoga bermanfa’at dan Barokah Allah meliputi dirimu senantisa. Insya Allah……
      Yakini bahwa…sekali2 Allah tidak akan pernah mengecewakan Hamba2_Nya yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
      Jika ada yang merasa ada daya upaya, dimulut mengatakan berserah diri, tetapi tetap saja ke Egoan dan kediriannya yang berjalan, beramal,beribadah merasa mampu…dan hati diliputi kejengkelan atau resah melihat orang lain yang tidak sesuai dengan harapan dirinya, maka urusan itu kembali pada dirinya sendiri. Allah yang lebih mengetahui…tentang bagaimana dirinya itu.
      ———————————————————————-

      Ya…Allah Ya…Robbii, sungguh PengetahuanMU mendahuli pengetahuan kami bahkan pengetahuanMU meliputi tiap2 sesuatu. Lalu bagaimana mungkin kami bisa lepas dari pandangan Engkau ya..Robb. setiap detik dalam Gerak dan Diam semuanya berada dalam Genggaman Engkau, bahkan darah yang mengalir pada diri kami itupun atas Qudrat Iradat Engkau. Begitu pula jantung berdetak, nafas naik dan turun, setiap sel2 di diri ini ada yang mati, Engkau hidupkan lagi atas Kehendak Engkau, dan ada pula sel2 yang mati Engkau biarkan dalam keadaan mati, itupun atas Kehendak Engkau. Lalu pantaskah bagi kami mencari Tuhan selain Engkau..??? Pantaskah bagi kami untuk mencari Pelindung selain Engkau…??? sedangkan Qudrat Iradat Engkau berlaku atas diri Kami, Pandangan dan perhatian Engkau atas diri Kami itu semua didasari Cinta KasihMU kepada kami.

      Yaa….Muqollibal Quluub (wahai yang membolak balikkan Hati), Balikkan lah Hati kami hanya semata2 tertuju hanya Kepada Engkau semata. Balikkan Hati kami agar mengerti akan karunia Nikmat Cinta kasihMU kepada kami, hanya kepadaMU lah kami bergantung dan memohon karena Engkaulah sebaik2 yang mengurus diri kami dan sebaik2 yang mengetahui yang terbaik akan diri kami.

      Yaa…Malikul Mulk, Raja yang merajai seru Sekalian Alam Amat Maha Pengasih dan Penyayang, Engkau lah RAJA yang MAHA AGUNG dan MAHA BESAR, RAJA yang menguasai akan diri kami yang hina ini…maka Kuasailah diri kami ini dengan Ridho-Mu Yaa….Maknuun, dengan KelembutanMU ya….Mahzuun.

      Keluarkanlah kami2 yang ada di Pondok ini dari Kegelapan Hati, dari Kekosongan Iman dan Tauhid, dari butanya Kesadaran ttng Ma’rifatMu ya…Allah.

      Leburkan EGO kami dengan KelembutanMU ya…Rohmaan, agar kami melangkah dalam hidup ini, berdasarkan KehendakMU semata. Sungguh KehendakMU adalah yang terbaik dan sangat terbaik dan paling terbaik. Maka tidak ada kehendak lain yang terbaik selain KehendakMU wahai…yang menanamkan CINTA di hati2 para PencintaMU.

      Bi Alfi..Alfi..Alfi..Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim Wa Bisyafa’ati Rosulullahi Shollallaahu ‘Alahi Wassalam. Maqbuulin Yaa…Allah, Maqbuulin Yaa..Rohmaan..Maqbuulin Yaa..Rohiim Yaa…Mujiibassaa’iliin.

      Washollallahu Alaa Sayyidina Muhammadinnabiyyil Ummatii Wa Kasyifil Ghummatii, Wa Alaa Aalihi Wa Shohbihii Wassallima Tasliiman Katsiiro. Subhaana Robbika Robbil ‘Izzati ‘Amma Yaashifuun Wassalaamun Alal Mursaliin. Wal HAmdulillaahi Robbil ‘Aaalamiiin.

      • robby said

        Terima kasih penuh cinta semoga tercurah kepada Junjungan sekalian warahmat wa nur sallam atas Baginda besar pembaza risallah allah ta;ala nabi besar rosullulah Muhammad saw….

        Alhamdulillah bimillah nurin ala nur,
        Bismillah…tawakaltu bwa billah…

        Terrima kasih ayahanda guru spritualku tercinta….

        Wasalam

        Yang bahagia…

        Robbie

  27. aburahat said

    @PJ
    Sungguh nikmat penjelasan saudaraku dan akan saya tambahkan sedikit.
    Cinta merupakan fitra manusia yang Allah tanamkan dalam kalbu kita sejak Allah meniupkan Rohnya dalam diri kita Dan dalam cinta iblis ikut serta berpengaruh. Maka dalam menyintai harus ber-hati2 agar cinta tidak dipengaruhi nafsu syaitan.
    Kita selalu ingin menyintai Allah dan RasulNya lebih dari diri kita
    Tetapi selalu diselewengkan oleh iblis (syaithan).
    Oleh karena itu untuk mengenal Allah (ma’rifat) harus kita bina/tempa cinta kita menjadi cinta murni kepada Allah dan Rasul.
    Untuk mendapatkan cinta murni ini kita harus memahami benar2 Syariat Allah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW yakni Alqur’an
    Syariat merupakan rambu2 dalam perjalanan kita (thariqah) menuju
    hakekat( biasa orang2 tersesat dalam perjalanan (thareqah).
    Mereka tersesat karena tidak mengusai rambu2 (syariat) tadi.
    Kalau sudah memasuki ma’rifat Hakekattullah, baru mampu kita katakan: Laa hawlaa walaa quata illa billah dan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
    Sebab pada waktu itu Allah sudah mengizinkan kita mengenal HakekatNya. Apabila Allah tidak mengizinkan, maka dalam perjalanan kita telah disesatkan. Bisa saja Allah menyesatkan sejak kita mendalami syariat bisa juga dalam perjalanan.
    Pengenalan Hakekatnya tidak mungkin dengan akal tetapi dengan kecintaan. Dalam tingkat (maqam) ini akal tidak berfungsi lagi. Yang berbicara adalah Kalbu. Apabila kalbu berbicara maka Allah yang berbicara. Dalam Hadits Kutsi Allah bersabda: Katakan pada hamba2Ku, Surga adalah tempat mereka sedangkan kalbu yang bersih adalah tempatKu.
    Kalau kita baru saja mau berjalan kata2 laa hawlaa dst serta Inna lillah dst saya rasa susah untuk diamalkan karena kita masih menyintai dunia. Wasalam

  28. pangeran said

    maknanya cinta tidak ada referensi yang jelaas atau susah untuk di jelaskan karena cinta itu datang dengan sendirinya tanpa harys di buat2!!! dan hanya bisa dirasakan oleh setiap individu karena cinta itu fitrah.!!! so hanya cinta pada Allah lah yang sejati!!!mmmmmmmm that’s good!!!

  29. pangeran said

    @PJ
    yang saya takutkan dalam masalah cinta ini hanya tatkala kita udah sangat jatuh cinta sehingga lupa akan diri dan orang lain maka terjadilah kesenggangan sosial dalam masyarakat padahal Islam mengajarkan harus seimbang dalam dunia dan akhirat,betul ga?kan banyak terjadi di masyarakat dan ini udah jadi rahasia umum bahwa banyak para penuntut TASAUF yang hilang kendali gara2 berdalilkan cinta pada Allah sehingga lupa akan diri dan orang lain misalkan lupa pada diri:tidak terawatnya kebersihan pada body dan pakaian sehingga orang lain pun terkena imbasnya karena bau badan yg tidak terawat pdahal islam itu mengatakan ANNAZOFATUL MINAL IMAN.Allah hanya memberikan rahmatnya kepada umatnya dalam pengabdian yg suci yakni dunia dan akhirat tidak di tinggalkan tapi apabila tidak seimbang apakah Allah akan memberikan rahmatnya?…………..

  30. @Pangeran

    Saudaraku…Pangeran, Semoga senantiasa dalam Rahmat Kasih Sayang-Nya selalu.

    Ketika seseorang itu sudah masuk dalam “IKRAR 2 KALIMAH SYAHADAT”, maka pada saat itu ia telah serahkan dirinya dan CINTAnya sepenuhnya hanya kepada Allah. Dan baginya…akan terbuka KESADARAN DIRI bahwa dirinya Milik ALLAH. Lantas…adakah sesuatu yang diingatnya selain ALLAH..???
    Itu adalah Hal yang terjadi pada dirinya sendiri, dan tak ada yang mengerti akan dirinya selain Para Pecinta2 Allah.

    Kemudian….
    Mereka yang tiada mengerti akan sang Pecinta TUHAN seperti yang telah saya uraikan tadi, terkadang meragukan akan kemurnian CINTAnya kepada Tuhannya. Bahkan banyak diantara mereka yang tiada mengerti itu…bukannya mengoreksi diri sendiri, malah mengoreksi orang lain yang notbene nya dia sendiri tiada mengetahui Hal yang terjadi pada orang tsb.

    Lalu…….
    Jika seandainya kita berjalan menuju kepada Allah, baik dengan segala amal ibadah, Ilmu dan Amaliyyah2 Sunnah yang lainnya tetapi masih ada “gretekan di hati” berupa tidak suka, jengkel, marah, tidak terima dll..dll…dll…pada orang yang tidak sesuai dengan harapan kita pada orang itu maka bukankah itu suatu tanda/isyarat bahwa hati masih dalam kekotoran..??? bukankah itu suatu alamat bahwa jiwa masih belum tersucikan…???

    Mengharapkan orang lain agar mendapatkan suatu kebaikan, itu dibenarkan bahkan memang seperti harusnya. Tetapi jika orang lain itu tidak sesuai dengan apa yang ada dihati kita, lantas kita tidak terima, benci, marah, jengkel bahkan terkadang timbul hujatan, ejekan dll…dll..dll.., apakah kita pantas disebut dengan Hamba Allah..??? Apakah pantas kita merasa paling benar…???
    Lalu dimanakah Amal Ibadah yang kita bangga-banggakan itu…???

    “Beruntunglah orang2 yang mensucikan Jiwanya” (Firman Allah)

    Karenanya….banyak yang tiada menyadari, bahwa..sesungguhnya Apa2 Kehendak Allah itu tiada Manusia yang mengerti kecuali sedikit diantara mereka yang di berikan petunjuk oleh Allah sehingga tumbuh kesadaran di dirinya pada Tuhannya.

    Pelihara diri sendiri dari rasa merasa, sangka wasangka, syak, sangkal dll…dll..dll… sangat baik sekali dari pada menilai orang lain yang notebene nya kita tidak PASTI mengetahuinya karena masih sebatas sangka2 lahiriah kita semata.

    Jika ada juga seseorang yang bertentangan dengan kebenaran2, maka terlebih baik katakan pada diri : “Semoga Allah memeliharaku dari buruk sangka, dan semoga Allah memberi petunjuk jalan kebenaran baik padaku dan orang itu”.
    Itu…sangat baik sekali….dibandingkan dengan hujatan dan cacian apalagi disertai dengan hati yang kotor karena memendam rasa tidak suka, jengkel, marah, benci dll…dll…

    Semoga Allah Swt memelihara kita semua dari sangka wasangka, buruk sangka dll yang menyebabkan Hati menjadi Kotor, Jiwa tak Suci.

    Ya… Allah, Engkau lebih mengetahui akan diriku, dari pada pengetahuanku akan diriku sendiri.

    Wassalam….
    Pengembara Jiwa
    yang masih jauh dari kebenaran-kebenaran

  31. May 23
    Cantiknya Wujud : Keindahan Nan Maha Indah (1)
    Cinta Add comments

    sebagaimana padi adalah bukti bijibijian, pula kekupu adalah bukti kepompong
    duhai Saki, sebagaimana arak adalah bukti e-angguran, pula mabuk adalah bukti kepayang
    demikian pula Pengingat, sang dzaakir, adalah bukti akan yang diingat
    dan IndahNya, lukisan alam mayapada, adalah bukti akan KeindahanNya

    Cantiknya wujud adalah lautan keindahan tiada tara yang dilihat oleh hamba-hamba yang tenggelam dalam samudera IngatanNya akan diriNya sendiri. Maka, jelas dalam jiwa-jiwa mereka adalah nyanyian merdu alastu birobbikum. Apa yang mereka lihat? Samudera dalam sekendi air, bahkan segenap kehidupan dalam setetes air. Mentari dalam rembulan, bahkan Sang Maha Matahari Bersinar di dalam hati namun sejuk sekali. Kesucian Nya Yang Maha Suci dalam tasbih-tasbih, bahkan dalam desahan dan keluhan.

    Kehidupan ini bagi Pengingat, adalah Nan Diingat
    Keberadaan ini bagi Pecinta, adalah Nan Dicinta
    Pengingat -lah nan Diingat, dan nan dingingat -lah pengingat
    Sebagaimana Layla tampak bagi Majnun, walau di mata domba, dan Majnun tampak bagi Layla walau dibalik domba

    Bahwasanya orang yang senantiasa tenggelam dalam ingatan kepadaNya adalah diriNya sendiri, sebagaimana menurut Ibn ‘Arabi (q.s.) tentang makna man ‘arafa nafsahu faqod ‘arafa robbahu, barangsiapa mengenal bahwa dirinya adalah ketiadaan, dan tiada selain Dia, maka Ia telah mengenal TuhanNya, yakni Yang Maha Ada.

    Dituliskan oleh kekasih orang-orang beriman di akhir zaman, Imam Ruhullah Al-Musawi Khomeini dalam al-aadab al-ma’nawiyyah li ash-sholah, Allah Ta’aala berfirman kepada Nabi Musa ‘alaihissalam (dalam al-Kafiy); Wahai Musa, jangan tinggalkan dzikir (kepada)-Ku dalam setiap perkara. Beliau juga mengutipkan sebuah hadits mulia dari Ash-Shodiq (‘alaihis-salaamu); Allah Ta’alaa berfirman ; Wahai Bani Adam, ingatlah Aku dalam dirimu, (niscaya) aku akan ingat dirimu di dalam diri-Ku. Juga dalam Al-Kaafiy yang mulia, Beliau ( Ash-Shadiq ‘alaihis-salaamu) bersabda; Adz-dzaakiru (Orang yang berdzikir) kepada Allah ‘Azza wa Jalla di tengah-tengah orang yang lupa bagaikan orang yang mati dari orang-orang yang berperang ( al-muhaaribiina al-ghoziina).

    Yakni, pedzikir kepadaNya di kalangan orang-orang yang lalai, adalah orang yang telah mati sebelum mati, telah terbuka hijab baginya bahwa dirinya tiada, dan Yang Ada hanyalah Dia Semata. Man ‘arafa nafsahu, yakni barang siapa mengenal dirinya, bahwa dirinya adalah ketiadaan, dan Yang Ada hanyalah Dia, faqod ‘arafa robbahu, maka Dia Mengenal Tuhannya, dan mengenangNya setiap saat.

    Mengenang KaruniaNya, KeIndahanNya, Samudera AmpunanNya, Bahari KenikmatanNya, Mentari RahmatNya, Kelembutan WujudNya dan IndahNya yang mengaliri seluruh alam dini dengan merah delima dan merah mutiara mata-mata perindu padaNya yang memerah, pula desah-desah rintihan persatuan padaNya yang melarik ke langit, serta gelinjang-gelinjang hati-hati pecintaNya yang bak ikan mas berenang-renang di samudera luas keberadaanNya.

    Sungguh Ia adalah bukti atas diriNya sendiri
    sebagaimana tiada bukti atas Wujud kecuali Wujud
    Sungguh Ia adalah bukti atas benarNya sendiri
    maka tiada Kebenaran, kecuali Ia menjadi penglihatanmu sendiri

    orang buta menyangka ia melihat dengan matanya
    orang ‘alim menyangka ia melihat dengan ilmunya
    orang kasyaf menyangka ia melihat dengan bashirohnya
    si faqir telah arif, Ia melihat dengan diriNya

    aku-lah bukti akan dia
    dan dia-lah bukti aku
    karena aku dan dia tak perlu menyatu, kerna tak pernah mendua
    kerna dia dan aku tak perlu bersatu, aku -lah dia -lah aku

    oh, pemilik hati, kenali dengan cinta
    oh, pemilik mantik, kenali dengan burhan
    bahwa Dia Cantik, Cantik Sendiri
    bahwa Dia Terang, Dengan Sendiri

    wa allohu a’lam bi ash-showwab

  32. http://filsafatislam.net/?p=46#comment-1111

  33. KangBoed said

    MISTERI ILLAHI

    Cintaaaaaaaa… adalah sebuah Misteri Illahi…..
    Tak pernah diketahui kemana datang dan perginya
    Cinta tak bisalah dipaksakan apalagi memaksakan
    Cinta sungguh jalan yang tak dimengerti oleh pikir dan logika

    Ketika tiada rasa siapa sanggup berusaha
    Bahkan menjauh dan menjauhlah ia darinya
    Ketika rasaaaaa itu datang menerpa sang diri
    Insan mana yang kuasa untuk bertahan menolaknya

    Tertariklah insan kedalam pusarannya
    Tanpa kuasa bagi sang diri untuk melawannya
    Cinta adalah anugerah Illahi yang terbesar yang pernah ada
    Bagi mereka umat yang dicintai dan dipilihNYA

    Karena Cinta alam semesta raya dan berbagai dimensinya hadir
    Karena Cinta Manusia dan segala makhluknya adaaaa
    Karena Cinta maka Dia ingin dikenal melalui diriNYA
    Cinta… sekali lagi cinta sungguh indah tiada terbayangkan

    Cinta pertama begitu menggelora menggebu gebu
    Seakan jantung berhenti berdetak rasanya meregang
    Cemburu rindu dan kerinduan selalu membakar
    Sang diri tertanam dalam peluk erat cinta pertama

    Cinta pertama adalah modal awal dalam proses pemurnian
    Cinta pertama harus kita rawat dengan baik dan biarkan tumbuh
    Cinta pertama hati hatilah jangan sampai layu sebelum berkembang
    Karena akan menyesallah sang diri sampai mautkan menjemput tiba

    Melalui pemurnian demi pembersihan dan penyucian
    Cinta pertamapun hilang berubah menjadi cinta sejati
    Akhirnya cinta lenyap yang tinggal hanya kasih sayang
    Aku hilang tinggallah Engkau, Engkau, Engkau dan Engkau

    Siapa yang mengerti dan mengetahui arti dan maknanya
    Hanyalah jiwa jiwa yang merasakan dan hati hati yang rindu
    Merekalah para penempuh jalan Cinta… dalam derai tetes bahagia
    Dalam keheningan malam nan syahdu diri tergetar lembut mesra

    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim mBaaah PJ dan mBak Yu nee :mrgreen:
    Salam Rindu untuk para pejalan cinta.. 😆

  34. zal said

    ::akulah ummat itu, sebab aku terdiri dari ribuan wajah, yang berisi satu yaitu aku yang darikumpulan yang terbuang…
    cinta datang menyatukan semua, karena kumpulan menjadi cinta…

    cinta bukanlah sesuatu yang dapat dibuat, sebab kehadirannyapun dihadirkan, tertanam dalam benih, yang bisa membesar dengan cepat layaknya jin yang terlepas dari botol yang sebelumnya tertutup…

    meski cinta tak pernah hilang, wujudanya akan berubah secara perlahan, dari mulai pantang disenggol meraung sampai mengerti kehendak meski tanpa suara tanpa kata-kata..

    jadi apa yang dapat dibatasi dari cinta…, dengannya semestinya tiada ada ketakutan, sebab meski dalam samaran syaiton, yang mengenal dengan cinta akan mengenali meski aromanya hanya sebentar tercium..,

    adakah yang menakutkanmu dengan cinta, akh jika ada bukan cinta namanya…

  35. @Mas Zal

    Wah…senangnya Mas Zal, berkunjung lagi ke Pondok PJ ini. Dan terimakasih atas pencerahan2nya ya..??? Uraian Anda, setelah saya telaah ternyata mengandung makna yang dalam sekali. Hmmm….semoga ini menjadi pelajaran, khususnya bagi saya pribadi…
    Terimakasih..

    Wassalam

  36. aburahat said

    @Zal
    Aku terjatuh dalam lembah cinta yang mulanya kupandang indah tetapi setelah aku berkecimpung didalamnya ternyata yang kucintai jauh diatas lembah. Membiarkan aku berjuang sendirian. Berusaha untuk mencapainya. Sungguh suatu perjuangan. cinta memerlukan perjuangan. Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Segala yang ku miliki kukorbankan demi untuk mncapainya. Apakah dapat kucapai kekasihku? Aku masih tetap berjuang. Semua kukorbankan Tidak ada ada lagi yang tersisa. Apakah AKU juga harus kukorban demi mencapai kekasihku. Sungguh berat perjuangan cinta untuk dapat bertemu dengan yang dicintai. Memamng cinta memerlukan perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Wasalam

    • zal said

      Mas Aburahat, seandanya perjalananku telah dipenuhi kata-kata indah, mungkin kata-kata indah itulah yang terpahat pada fikiranku, maka apa jadinya, jika yang kutemui bukan seperti itu keadaannya, padahal Yang Maha Pembentuk Rupa itu seringnya “Sakkarepe Dhewe”, karena Dia mendesign segala dengan pola pengenalan sendiri-sendiri, seperti aroma tubuh, entah kapanpun terjadinya aroma yang sangat kita kenal, akan membuat gambar dibenak kita hanya dengan membaca aroma yang tak berbentuk…, satu yang saya kenali bahwa Dia adalah Penyesat, sekaligus Penunjuk…,
      saya tak berjuang, dan tak pula berkorban, yang terjadi adalah “Subhanalladzi biadihi laila”, bila tiba waktumu akan kami paksa untuk menemukan waktu itu, meski dari balik tembok yang kokoh, yang ada hanya Dia merasakan padaku, agar aku ikut merasakan keadaan itu, agar enak menyebutkan kami, kalau tidak kan akan ada kalimat selain dia…itulah kami… 😀

      kecil ditatah…,lalu bisa berjalan sendiri, lalu bisa berlari, lalu bisa bekerja, lalu bisa membuat hubungan dan darinya bisa jadi ada yang akan ditatah…dan entah apa cerita sesudah itu..namun segalanya hanya sebuah cyclus…,

  37. aburahat said

    @Zal
    Seandai perjalanan belum terpenuhi maka anda akan berjuang untuk memenuhinya. Setelah terpenuhi dngan keindahan anda masih berjuang untuk mengenal AROMA itu. Setelah anda mengenal Aroma ini seperti kata anda Dia adalah Penyesat sekaligus Petunjuk. Disinilah letak pengorbanan anda. Apakah pengorbanan anda sia2 atau tidak.
    Setiap permulaan ada akhirnya. Kalau cyclus maka tidak akhir saydaraku. Tetapi bagaimanapun saya bersyukur atas segala yang jelaskan. Wasalam

    • zal said

      ::ya..Mas Aburahat, yang hendak digambarkan hanya ketidakberdayaan, ketidakperpunyaan, karena setelah digambarkan apa yang telah saya perbuat sejak kecil sampai gambaran sewaktu digambarkan keadaan saya, sungguh tak ada yang bisa saya modalkan untuk meraih cintaNYA, bahkan permohonan ampunkupun tak berarti, hanya menyerahlah yang berarti terserah Beliau saja, itupun saya endak yakin kalau cukup modal saya, karena keadaan yang sudah terpojok, sedang pedang sedang dihujamkan kepada saya, apakah pantas saya sebut mennyerah…??

      tak ada…tak ada yang pantas saya persembahkan bagi Beliau Yang Maha Agung, hanya plonga-plongo ndak karuan menatap kinerjaNYA, Maha Suci Allah, Dan Maha mensucikan..tiada berdaya diri dalam keadaan apapun Dialah Sang Penentu, Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Maha Tepat Waktu…

      Seandanya ada yang ada dan kupersembahkan padaNYA, akan kupersembahkan, namun aku hanyalah makhluk lemah tak berdaya, lagi miskin papa, pakaianpun compang-camping…tubuhkupun kotor dan kumuh…penuh kepalsuan dan keserakahan…hanya pertolonganNYA..hanya pertolonganNYA…engga ada yang lain yang pantas bagiku…

  38. Alam Rasa said

    Ijinkan aku mengungkapkan perasaan anehku.

    Dalam ke-Maha Sempurnaan Sifat-Nya
    Kadang..
    Dia itu nakal
    Dan juga suka bercanda
    Dia juga pencemburu

    Hingga Hati ini
    Selalu ingin bersama-Nya
    Hingga Hati ini…
    Menjadi semakin mencintai-Nya

    Dan ketika ayat tentang siksa dibacakan.
    Hati ini berkata
    Lebih baik Engkau siksa diriku dengan api neraka,
    Daripada Engkau tinggalkan diriku.
    Sungguh aku tak sanggup kehilangan Cinta-Mu
    Aku tang sanggup….

  39. aburahat said

    @Zal
    Saya sampaikan sebuah firman Allah dan mudah2an kita semua tidak berputus asa
    FirmanNya dalam Surah Az Zumar ayat 53 berbunyi
    Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wasalam

  40. tigaw said

    ass.wr.wb…
    aku adalah aku dan aku selalu ada diaku. abah mohon petunjuk siapakah sebenarnya AKU itu? dan bagaimana memecahkan mistri 2 kalimat syahdat “AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SEALAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ASALAH UTUSAN ALLAH” mohon petunjuk untuk hamba yan masih mencari JATI DIRI. makasih bnyak ya abah.
    salam persahabatn sealalu dan semoga kita mendapat hidayah serta petunjuknya. amin

  41. UNITY IS POWER !

  42. b. ariyanto said

    kecenderungan manusia mebutakan cinta yang tanpa diketahui asal-usul cinta itulah yang membuat manusia itu sendiri terjebak dalam kenistaan.
    artikel yang begitu baiknya agar menjadikan diri utamanya tidak terjbak dalam cinta duniawi yang semakin hari semakin menjadi raja di dunia.
    maksih mas PJ…

    • b.ariyanto

      Semoga Anda beserta keluarga di Berkati Allah dalam Naungan Cinta KasihNya yang bersemi di relung Qolbu Rosulullah Muhammad Saw dan Insya Allah mendapatkan Syafa’at daripada Beliau.

      Salam Hangat selalu untuk Anda Mas Tigaw/B. Ariyanto

  43. unggul said

    subhanalloh, kerenn, ijin share nggih

  44. ROY SINAGA said

    You do not need to be great to start something Do it now and do not ever put off because the chance may not come twice

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: