PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

PASAL AL-QUR’AN

Posted by pengembarajiwa pada Desember 16, 2008

Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan,

2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

7. Karena dia melihat dirinya serba cukup.

8. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah  ( kamu )kembali.

Al-Qur’an dturunkan oleh Allah Swt secara berangsur-angsur kepada Rosulullah Saw dan ayat pertama yang  Allah turunkan adalah Iqra ( bacalah dengan menyebut nama Allah ).

Ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk belajar membaca  pada awalnya dan selanjutnya memahami akan apa yang dibacanya .

Banyak sekali  ayat-ayat dimana Allah mengatakan ” Bagi oang-orang yang berpikir ” inipun menunjukan bahwa  Al-Qur’an hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berpikir, yaitu orang-orang yang berpikir tentang keagunganNya.

Allah Swt Berfirman :

1. Alif laam miim.

2. Kitab (Al-Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Semua umat islam pastilah tahu atau memiliki Al-Qur’an, ini artinya bahwa Al-Qur’an itu merupakan petunjuk bagi diri-diri pribadi umat islam itu sendiri hanya saja sayangnya masih banyak umat islam yang hanya membacanya saja dan tidak dilanjutkan kepada tahap pemahaman akan isi dari kandungan Al-Qur’an itu sendiri, ada juga yang hanya menghapal untuk dijadikan senjata untuk menyerang atau memvonis seseorang itu sesat atau tidak sesat dan yang terparah adalah menjadikannya (Al-Qur’an) sebagai alat untuk membenarkan tindakannya walaupun terkadang tindakannya salah.

Disini saya hanya akan membahas mengenai Al-Qur’an agar sesuai dengan Firman Allah yang  mengatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur’an itu terpelihara sampai hari kiamat dan Allahlah penjaganya.

Al-Qur’an itu Mulia dan tidak terkena rusak ?  lalu Al-Qur’an yang manakah  yang disebut Mulia dan tidak terkena rusak ?

Sesungguhnya  Al-Qur’an itu ada 4 Perkara :

1. Qur’anul majid. Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya ada sampulnya dan ada tulisan/hurufnya

2. Qur’anul Karim (  Qur’an Yang Mulia ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah tangan dan jari kita karena sudah  jelas sekali dengan perantara tangan dan jari kitalah terciptanya huruf Al-Qur’an.

3. Qur’anul Hakim (  Qur’an Yang Agung ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah penglihatan kita karena tangan dan jari kita tidak mungkin bisa menulis huruf  Qur’an dengan benar jika tidak disertai dengan penglihatan

4. Qur’anul Adzim ( Qur’an Yang Suci dan Langgeng ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah Hidup  karena tangan , jari dan penglihatan tidaklah akan bisa menulis huruf Qur’an jikalau tidak hidup

Setelah kita mengetahui ke empat perkara diatas jadi jelaslah sudah bahwa yang disebut Qur’an yang  suci dan Langgeng adalah yang memulai adanya Qur’an tersebut.

Islam itu suci bersih jadi kalau kita ingin sampai pada kesucian/kesempurnaan maka  ke 4 pasal Al-Qur’an tersebut harus dipelajari seluruhnya.

Pertama-tama kita harus mau membaca Qur’anul Majid  yaitu Al-Qur’an yang ada hurufnya  karena ini ada hubungannya dengan perintah iqra.

Selanjutnya adalah memahami/belajar Qur’anul Karim yaitu bagaimana menggunakan tangan dan jari kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur’an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan tangan dan jari untuk perbuatan-perbuatan yang  tidak baik melainkan kita harus menggunakan tangan dan jari kita agar bisa dijadikan jalan untuk mengenal Allah dan Rosulullah. Kemudian naik lagi mempelajari/memahami Qur’anul Hakim yaitu bagaimana menggunakan penglihatan kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur’an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang tidak baik melainkan kita harus bisa menggunakan penglihatan tersebut untuk mengenal dengan jelas hakekatnya Allah Taala.

Dan terakhir adalah memahami/mengenal Qur’anul Adzim yaitu yang hidup yang mengadakan Qur’an pertama kalinya.

Jadi kalau sudah memahami hakekat Qur’an apakah kita masih berani menggunakan alat dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk perbuatan-perbuatan yang tidak baik ?

Sesungguhnya jika kita mengaku Islam maka dari ujung rambut sampai ujung kaki haruslah islam juga yaitu tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt  dan Rosulullah Saw.

Sesungguhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki akan menjadi saksi kita di Yaumil Akhir nanti atas apa yang pernah kita lakukan selama hidup dialam dunia ini. Berhati-hatilah……….

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya……….

Silih Asah , Silih Asih , Silih Asuh , Silih Wangi

Iklan

39 Tanggapan to “PASAL AL-QUR’AN”

  1. AW said

    Assalamu ‘alaikum wrm wbr

    Abang PJ, dan shahabat semua,..
    (Abu Mufasya, Sufimuda, Isnese, Asep, wawu Ndombleh, Hina Kelana, herman, Adi Isa, PPT, Truthseeker08, Robbie, Sufigokill, dll)
    Ayo, ditunggu pencerahan & kupasannya satu per satu sampai kulit terakhir.

    Wsm wrm wbr

  2. AW said

    Assalamu ‘alaikum wrm wbr

    Abang PJ, dan shahabat semua,..
    (Mujahidah Wanita, Abu Mufasya, Sufimuda, Isnese, Asep, wawu Ndombleh, Hina Kelana, herman, Adi Isa, PPT, Truthseeker08, Robbie, Sufigokill, dll)
    Ayo, ditunggu pencerahan & kupasannya satu per satu sampai kulit terakhir.

    Wsm wrm wbr

  3. yayat.hendrayana said

    menanggapi pasal qur’an tersebut…saya hanya bisa berkomentar bahwa dengan qur’an saja tidak akan cukup untuk memahami diri dan sisi batin kita karena harus ada penjelas yaitu as-sunnah..dan as-sunah ini tidak terbatas apa yang telah disampaikan nabi kita sayyidina muhammad SAW.tetapi apa yang terbentang dari timur ke barat itu juga sunnah..apa yang menurut ukuran qur’an dan sesuai sunnah nabi itulah yang harus kita laksanakan..

    tidak mudah memahami 4 butir qur’an diatas ..harus lah ada penjelas yang mendeskripsikan isi..yang mendeskripsikan itu tidak semua diri ini bisa melaksanakannnya karena didalam diri semua orang tidak bisa bahkan tidak sampai pada apa yang harus dicapainya….

    penjelas itu adalah ilmu…baik itu ilmu duniawi maupun ukhrowi…

    dan tidak terbatas pada ilmu agama…tapi ilmu yang menyeluruh untuk bekal hidup dunia dan akhirat.

    jalan menuju puncak “kebahagiaan” banyak jalannya…dan masing masing diri punya kapasitas untuk itu….bagi filosof mungkin akal lah yang mereka gunakan untuk mengatur kehidupan ini…dan rasa ditempatkan setelah akal…mungkin juga bagi seorang “pejalan=sufiyah” rasa lah yang di perdalam…

    tapi kalo menurut saya keduanya harus berjalan seimbang dan sejalan serta selaras…

    terimakasih

    • @yayat.hendrayana dan @Siliwangi

      Kalian berdua benar2 saudaraku yang sangat mengutamakan keseimbangan baik pada diri sendiri, ilmu, dll.

      Sungguh, tanpa keseimbangan manusia akan terombang ambing dengan ombak ke “Aku” an didirinya yang menyebabkan ia mendapatkan kerugian yang sangat nyata…

      Salam persaudaraan untuk kalian berdua juga… dari ku

      @feriadi isander

      Anda Ganti Avatar ya… saudaraku…

      Lalu kemana burung Elang “Raja Wali” nya

      Hmmm………

      @Herman

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb

      Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin………….
      Ternyata lama sekali anda tidak hadir mengisi komentar di Pondok ini, Anda sudah semakin matang dalam memahami pengetahuan tentang Ma’rifatullah…. saudaraku.

      Berkah Allah dan Rahmat Allah senantiasa tercurah untukmu……….
      Dan semoga Apa yang Anda sampaikan di komentar ini bisa bermanfa’at bagi saudara2 kita yang lain….

      Wassalam

  4. Siliwangi said

    Qur’an itu Undang2x Dasarnya dan Al Hadist adalah petunjuk pelaksanaannya dan kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang utuh. Untuk menjadi manusia yang diharapkan Qur’an memang tidaklah mudah karena banyak sekali tantangannya akan tetapi jika kita sudah mengerti akan pasal Qur’an yang 4 ini maka tinggal kedepannya bagaimana caranya agar kita bisa menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan kepentingan akherat agar tidak berat sebelah dan tidak keluar dari aturan Allah dan Rosulullah ( Qur’an dan Hadist ). Salam .

  5. feriadi isander said

    asssalamu alaikum wr.wb.
    wah, jadi terinspirasi untuk nulis ayat alquran…nih…
    tadinya sayapun berfikiran begitu, soalnya lumayan banyak tuh…orang2 non muslim, yang intip2 blog gue, meski tidak komen dan tidak sempat mosting..heheheheh…

    good artikel…

  6. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Sesuai dengan apa yang telah disampaikan Bpk. PJ “Awalludin Makrifatullah”, dan timbul pertanyaan kemana kita harus mengenalnya, dijawab Rasulullah “Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu”, jadi tidak perlu kita harus pergi jauh2 untuk mengenalnya karena dia ada pada dirimu. Dan ternyata Hidup, kuasa, kehendak, pengetahuan, penglihatan, pendengaran dan perkataan ini bukanlah milik kita tapi mutlak hanya milik Allah SWT, ya Allah ampunilah hamba yang selama ini mengakui yang bukan hakku ya Allah. Setelah kita tahu akan itu Rasulullah menganjurkan kita untuk “Antal mauitu qoblal mauitu” sehingga menjadi seseorang yang Hidup dengan Hidup Allah, kuasa dengan kuasa Allah, kehendak dengan kehendak Allah, tahu dengan tahu Allah, melihat dengan lihat Allah, mendengar dengan dengar Allah dan berucap dengan perkataan Allah.
    Ya Allah dengan Nur-Mu jadikanlah hamba yang dhoif ini sesuai dengan fitrahmu demikian pula saudara2ku yang ada disini maupun yang tidak ada.

    Wassalam.

  7. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Semua karena Allah Pak, yang disampaikannya lewat Pak yusuf…he3x…..oh iya saya tunggu kelanjutan ‘MARTABAT 7’nya dan satu yang juga selalu saya tunggu ‘HAKIKAT SYAHADAT’nya……

    Sebelumnya saya minta ampun beribu-ribu ampun atas kelancangan saya ini.

    • @Herman

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb

      Ya…. Benar sekali…. dari pada Allah lah segala sesuatu Anugrah itu dan Karena Qudrat Iradat Allah semata2. Karenanya yang perlu di sadari dan selalu tetap Istiqomah hendaknya menyadari sesadar2nya bahwa kita ini “Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billah……..” dan tetap meyakini bahwasannya Allah tidak akan pernah mengecewakan Hamba-Nya……

      Dan terimakasih telah mengingatkan saya ttng “Martabat 7” nya dan “Hakikat Syahdat” nya

      @martin

      Alhamdulillah……..
      Senang Anda telah mampir di Pondok PJ ini, semoga Rahmat Allah senantiasa menyertaimu…………
      Tetaplah Istiqomah terhadap apa2 pengetahuan Ilmu Ma’rifat yang telah di Anugrahkan Allah atasmu, dan selalulah menuntut Ilmu dan jangan berkecil hati terhadap pengetahuan yang telah di dapat walau pun hanya sebesar biji sawi………. selalu lah ingat kepada yang menganugrahkan Ilmu itu…dan Syukurilah, maka Allah akan menambahkan Nikmat Nya lagi untuk mereka2 yang mensyukurinya…….

      @Asep dan @sufigokil…kill…dekil dan @hina kelana

      Alhamdulillah…………… Anda masih setia di Pondok PJ ini saudaraku, dan terimakasih atas pencerahannya yang sangat bermanfa’at itu. Semoga saudara2 kita yang lain yang ada di Pondok PJ ini bisa memetik Hikmah di balik Komentar anda ini…

      Salam

  8. martin said

    Saya pendatang baru yang masih awam soal tasawuf
    masih meraba-raba, dan masih harus ekstra keras untuk dapat memahami apa yang disampaikan di blog ini.

    mohon bimbingan dari sodara-sodara sekalian yang telah pernah merasakan indahnya ma’rifat.

    @pengembara jiwa : kapan mengulas soal keberadaan alam gaib (alam malakut, jabarut, dst), saya sangat tertarik dengan tema tersebut.
    ^_^

  9. asep said

    Salam

    Al Qur’an adalah surat Rabb al-‘Alamin yg dibawa Jibril as dan disampaikan kepada kekasih-Nya Muhammad saw. Adab dalam membaca Al Qur’an yaitu dengan menghadirkan hati dan merenungkan makna ayat-ayatnya. Yakni ada ayat yg menumbuhkan ketakutan, harapan dan ilmu pengetahuan. Sehingga yg membacanya akan bertambah keimananan dan kecintaannya kepada Allah swt dan Rasulullah saw.

    Wassalam

  10. Insya Allah….Masya Allah..

    Semoga kita semuanya, umat Islam dimana saja berada, mendapatkan berkah ridho dari Alqur’an Nurul Karim…sehingga kita semua menjadi Alqur’an2 yang berjalan, mempraktekkan setiap waktu dengan dasar iman dan yakin, berakhlak Allah, menjalankan sunnah Rasul-Nya dengan sungguh2 sepenuh hati. Semoga kita semua dianugerahi rasa bahagia menjadi hamba Allah yang sejati,yang mengenal diri, mengenal dan memahami Alqur’an dan al Hadist, dengan sebaik2nya pemahaman , Mensuci kan jiwa dan raga dengan Tobatan Nasuha yang istiqomah sampat akhir hayat kita…

    Insya Allah…..Bismillah…

  11. Assalamualaikum wr. wb…mas PJ, Asep, Herman, MujahidWanita, sufimuda, sufigokil…dst..

    Saya yang hina ini pernah membaca di..Kebenaran Hakiki (sebuah penjelasan tentang para wali-Nya Insya Allah) yang beralamat di… http://tamansufi.tripod.com/
    Bahwa hamba Allah yang berada pada Jalan Kesufian…puncaknya adalah kembali kepada Jalan Kenabian, Insya Allah maksudnya orang2 seperti seperti Syekh Mas PJ, Maulana Sulthanul Awliya Syaikh Muhammad Nazhim ‘Adil al-Haqqani an Naqshbandi, Syekh KH. Shohibul Wafa Tajul’Arifin (TQN), tuanku guru Ijai dan masih banyak lagi . yang tercinta yang sudah masuk tataran Arifbillah setelah asyik masyuk selalu bersama Allah, kembali turun pada kesadaran tertinggi sebagai manusia yang insan kamil Arifbillah, menyampaikan/berdakwah…dengan bersandarkan Alquran dan Hadist… membimbing umat Islam yang ingin mengenal dirinya sendiri dan mengenal Allah…, mendalami Alquran.. sampai dengan menjadi hamba-Nya yang sejati….berani berkorban, berbuat dan bertindak berdasarkan Alquran dan Assunah….

    Wassalam….
    Wassalam

  12. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Benar sekali apa yang engkau baca itu saudaraku Hina Kelana, mereka adalah orang2 pilihan Allah (Wali Istiqomah) sebagai Rahmatan lil Alamin, sementara untuk wali jadbah, ilmu mereka berlaku bagi diri mereka sendiri dan kelakuan mereka terkadang diluar adat istiadat. Tapi itu semua sebenarnya pelajaran untuk kita, agar tidak berburuk sangka terhadap sesuatu. Seperti halnya wali jadbah ini, jika kita berburuk sangka kepada mereka karena kelakuannya maka tidak mustahil kita akan menerima akibatnya dari hasil buruk sangka kita itu dan kelakuan mereka itu tanpa mereka sadari, karena mereka sedang mabuk didalam kenikmatan yang luar biasa yang tidak bisa diungkapkan dengan apapun jua. Demikianlah juga apa yang saya baca, jika ada kesalahan semata-mata kekhilafan saya dan kebenaran hanya milik Allah SWT.

    Wassalam

  13. Wassalamualaikum…

    Anda benar sekali saudaraku herman, memang menempuh jalan kesufian bisa bertahun2 pembelajaran, melewati fase2 baik fase2 ujian atau kedekatan dgn-Nya, baik itu mabuk Allah, mahabah, fana, baqa dimana saat itu yang paling penting adalah rasa diri.., walau ada juga orang2 yang langsung ditarik oleh Allah sehingga tidak melalui fase2 yang dialami oleh para murid kalau ga salah mereka adalah orang2 yang murad, memang kita tidak boleh dan Insya Allah tidak akan pernah berburuk sangka terhadap orang2 yang dalam kenikmatan yang luar biasa itu, kadang disaat fana itu bicaranya bagi yang tak mengerti adalah melanggar syara, keadaan ektase pada Allah benar2 indah dan nikmat luar biasa, tapi kalo bisa kita jangan mencari nikmat itu tapi carilah sang pemberi nikmat Itu Allah Ta’ala…, Kan ga selamanya kita dalam keadaan Ektase…tersebut.
    Kurang lebihnya saya yang hina ini mohon maaf, kebenaran sejati adalah milik-Nya..

    Wassalam

  14. Dzunnun Al-Mustafa said

    Assalamualaikum,

    – Kesimpulan daripada Al-Qur’an adalah Surat Al-Fatihah
    – Kesimpulan Surat Al-Fatihah adalah “Iyyakana’Budu Wa Iyyakanastain”
    – Kesimpulan “Iyyakana’Budu Wa Iyyakanastain” adalah “Bismillahirrahmanirrahim”
    – Kesimpulan “Bismillahirrahmanirrahim” adalah “TTIK nya BA”

    “Sumber = Pemahaman Tauhid Sufi Sulawesi Selatan”

    Mohon dikajikan tentang makna yang terkandung didalam “TITIK BA” tersebut

    termaksih,
    Wassalam

  15. Siliwangi said

    Sebaiknya sebelum membahas Ba alangkah baiknya jikalau membahas Alif terlebih dahulu…Iqra…agar pemahamannya tidak loncat2x. Salam .

  16. achoey said

    Postingan yang cukup panjan dan dalam

    Sampai tak kuasa komentar di sini

    Salam kenal ya sahabatku 🙂

  17. Alhamdulillah..wa syukurlillah…

    Numpang ngopi ama sarapan deh, jamuan makanan jiwanya kereen abis…Salam kenal dan bahagia untuk sang Pengembara Jiwa..dan saudara2ku yang mengapai ridhoNya dengan Makrifat dan Mahabah, tulus…dari relung jiwa yang terdalam…
    Kalo bisa mampir silahturahim ke tempat Saudaraku tercinta Zawiyah…mampir yaaa…
    http://www.blogboleh.com/zawiyah/

  18. neeh sahabat2 tercinta…Ada undangan dari sahabatku ‘kaki langit'(jamaah Naqsyabandi haqanih) yang lagi nginap dirumah saya , abis tuker menuker ilmu dan cinta…abis begadang ngobrol semalam suntuk…

    Wass

  19. Oh…yaa. Mas PJ…tolong kirim ke email saya kalo udah ditulis ama mas PJ bagian 2 ‘Martabat tujuh’ maaf yaa udah lama saya ga singgah di email mas PJ,kalo bisa siih dijadiin posting aja..biar kita semua mendapat pencerahan dan pencerahan yang rantai berantai…

  20. Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 H untuk semua pengunjung pondok pj,semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin

    Amiinn….

  21. SELAMAT TAHUN BARU 1430 H.
    Semoga Allah SWT membimbing kita semua umat Islam selalu dalam persatuan dan persaudaraan yang kokoh dan teguh, selalu dalam nuangan Ridha-Nya…
    Semoga kita di hijrahkan dari kegelapan jiwa kepada pencerahan hati dan jiwa…
    Amiiin.

    Wass

  22. Siliwangi said

    Yap..smoga kita semua bisa menjadi lebih baik…

  23. amiiin ya Robal Alamiiin….

  24. asep said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Kepada seluruh umat Islam saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 H” semoga Allah swt melembutkan hati kita semua untuk menuju kepada kesatuan dan persatuan umat.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  25. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 H. Maaf sebelumnya jika saya yang bodoh ini salah dan keliru menanggapi apa yang telah di tulis oleh saudaraku siliwangi yang kuhormati, bukankah di pondok ini Bpk. PJ sudah membahas tentang Alif awalmulanya (awaluddin ma’rifatullah) jadi saya kira sudah sesuai urut2annya, tapi itu menurut saya yang bodoh ini, jika tidak sesuai dengan apa yang di maksud saudaraku siliwangi saya mohon ampun beribu-ribu ampun dan tidak ada maksud apapun dibalik tulisan saya ini semata hanya untuk kelurusan jalan yang aku tempuh.

    wassalam.

  26. untuk saudaraku semuanya……………

    Saya pun juga mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharom 1430 H, semoga Allah senantiasa merahmati kita semuanya… dan meneguhkan keyakinan serta keimanan kita dalam ketauhidan kema’rifan. Menjadi Rahmat bagi siapa saja….. Aaaaamiiiiin…… Ya… Robbal ‘Aalamiiin.

  27. asep said

    “Wahai yang Menggerakkan hati dan pikiran. Wahai yang Menggilirkan siang dan malam, ubahlah keadaan kami kepada keadaan yang lebih baik” (Do’a akhir tahun)

  28. siliwangi said

    Mas Herman nyantai saja didunia ini tidak ada orang bodoh yang ada adalah orang yang tahu dan orang yang belum tahu.
    Terkadang ada sebagian orang yang karena merasa dirinya memiliki pengetahuan yng lebih baik kemudian menganggap saudaranya yang lain beginilah , begitulah dll padahal mereka lupa bahwa pengetahuan yang dimilikinya adalah merupakan anugrah yang di karuniakan Allah Swt dan bisa hilang kapan saja jikalau Allah menghendakinya ( ingatlah kasus Musa dan Khidir AS ).
    Adapun mengenai pembahasan mengenai huruf BA dan Titik didalamnya tentulah tidak masalah bagi orang-orang yang bergerak kearah Ma’rifat akan tetapi masalah ini akan menjadikan kebingungan bagi saudara-saudara kita yang sedang belajar ataupun belum bergerak kearah Ma’rifat.

    Kalau saya bertanya seperti ini apakah tidak membuat orang bingung ???

    Al Qur’an itu pada hakekatnya hanya terdiri dari 28 Huruf hijaiyah yang dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh akan tetapi itu adalah huruf yang nyata bagaimana dengan huruf yang tidak dinyatakan dan ada berapa huruf dan melambangkan apa saja,dimana letaknya didalam Wujud/tubuh kita ? bagaimana cahayanya dan bagaimana kekuatannya ?
    Begitupula dengan Alif bagaimana kita bisa memahami hakekat huruf Ba an Titiknya dan huruf-huruf yang lainnya dengan benar sedangkan letak Alif dibadan kita saja letaknya dimana kita tidak mengetahuinya, bagaimana cahayanya dan apa fungsinya serta bagaimana keadaannya tertidur ataukah berdiri , kalau Alif dibadan kita tertidur apa efeknya terhadap kehidupan kita didunia ini dan begitupula sebaliknya jikalau Alif ini berdiri apa manfaatnya buat kita dan masih banyaklagi pertanyaan-pertanyaan yang lainnya mengenai sejatinya Huruf Alif ini.

    Disini saya tidak akan membahas semua itu yang harus dipegang teguh adalah janganlah merasa diri lebih pintar ataupun lebih pandai dari yang lainnya karena kepandaian dan kepintaran yang kita miliki itu bisa hilang dalam sekejap jikalau Allah menghendakinya.

    Jikalau ada orang yang bertanya karena ketidaktahuannya tentulah harus dijawab berdasarkan kapasitas orang yang bertanya akan tetapi jikalau ada orang yang bertanya tentang sesuatu yang diketahuinya bagaimana kita menjawabnya sedangkan pengetahuan yang ditanyakan berada didalam dirinya.

    Hati hati dengan yang namanya Sirr Hati karena itu merupakan sesuatu rasa yang sangat-sangat halus sekali yang bisa menjebak kita kedalam rasa keakuan yang sangat Halus yang terkadang kita sendiri tidak mengetahuinya kalau kita sedang terjebak dengan rasa itu ( keakuan )

    Semoga berkenan Mohon maaf jikalau salah

    Semoga Mas Herman selalu berada didalam Lindungan Kasih Sayang-Nya.

    Salam

    • Saudaraku …… @Dzunnun Al-Mustafa & @Siliwangi & @Herman

      Assalamu’alaikum Wrohmatullahi wa Barokatuh

      Bagi Para Arifbillah (Mereka yang mengenal akan Allah) tentunya akan hilang segala resah dan gelisah di dirinya dan lenyap pulalah segala pertanyaan kenapa…. dan mengapa….. karena itu, tidak ada lagi yang namanya saling mempertahankan pendapatnya masing2. Dengan berpatokkan pada “Wallahu’ Alam” menunjukkan segala pengetahuan itu kembali hanya kepada Allah Swt. Mengenai Rahasia “TITIK nya BA” ataupun “ALIF” itu semua saling berhubungan satu dengan yang lain, sehingga jika seandainya kita tarik garis yang lurus dari atas ke bawah….. maka kita akan menemukan jawabannya….

      Bukankah garis yang lurus itu, jika kita memulai membuat garis dimulai dengan “TITIK” lalu kemudian dari “TITIK” itu di tarik garis ke Bawah tentu akan menghasilkan “ALIF” jadinya. Dan begitu pula jika garis itu selesai sampai di bawah bukankah juga akan di temui sebuah “TITIK”?. Jika kita melihat secara mata Zahiriyah…. ketika sudah terbentuk garis yang lurus tadi tentu kita hanya dapat melihat yang ada hanya “ALIF”, tetapi jika di tela’ah ternyata pada diri “ALIF” itu diawali dengan “TITIK” dan di akhiri pula dengan “TITIK” sedangkan “ALIF” itupun adalah sekumpulan dari pada “TITIK – TITIK” yang menyatu dalam kesatuan lalu terbentuk lah “ALIF”

      Jika sudah demikian apakah antara “TITIK” tadi dan “ALIF” itu perlu untuk di pertentangkan? Sedangkan IA itu satu kesatuan……….
      Silahkan dari sudut manakah kita memandang…… apakah dari atas atau dari bawah, dari sebelah kanan atau dari sebelah kiri, dari muka atau dari belakang. Kesimpulannya semuanya itu “SATU” yang menyatu dari pada kesatuan diri “YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA”.

      Yang Jelas saat ini adalah…. dari mana kah engkau menuntut Ilmu, dengan siapakah engkau Berguru, berapa lamakah engkau sudah menimba Ilmu, maka kalian itu adalah saudara yang di ikat oleh satu kesatuan Tauhid yaitu Tauhidullah wa Tauhidurrasul serta Ma’rifatullah wa Ma’rifaturrasul.

      Peluk lah saudaramu itu…..erat2, dan rangkullah serta tersenyumlah dan berbahagialah telah bertemu dengan sesama saudara seperjalanan Ilmu. Lalu mulailah dengan saling berbagi satu dengan yang lain. saling isi dan mengisi….. itulah suatu bukti yang nyata Bahwa Ilmu Allah Ta’ala itu sangat lah Maha Luas. Denga di pertemukannya kita kepada saudara2 kita seperjalanan Ilmu, di situ (pada diri saudara kita) menunjukkan ada Ilmu Allah Ta’ala juga. Lalu menjadi lah dalam kesatuan saling melengkapi dan menyempurnakan…..

      Itulah salah satu keindahan dari pada sifat Jamal-Nya Allah Ta’ala yang dinyatakannya kepada kesatuan para Arifbillah (mereka yang mengenal akan Allah) untuk saling melengkapi dan menyempurnakan Ilmu Allah Ta’ala yang Maha Luas…..

      Subhanallah…..Subhanallah…..Subhanallahil ‘Adziiiiim………………………
      Wa Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billahil “aliyyil ‘Adziiiim……

      Wahai para “Arifullah” (yang mengenal akan Allah) bersatulah kalian di dalam keutuhan dan kesatuan Tauhidullah agar semakin Nyata ke Agungan Allah Ta’ala yang di sadari dan dirasakan, dan tentunya tidak ada yang Maha Luas Pengetahuan Ilmu diantara Kalian melainkan Sang Maha Pengatur dan Sang Maha Hidup serta Sang Pemilik kehidupan yang ada pada diri2 kalian yang “IA” itu meliputi tiap2 segala sesuatu.

      Barokallahu Fiikum…..Barokallahu Fiikum….. Barokallahu Fiikum Wa ‘Alaikum

      Wassalamu’alaikum WArohmatullahi Wa Barokatuh….

      Saudara kalian yang hina dan fakir lagi bodoh tiada daya tiada upaya “Pengembara Jiwa”

      @Achoey

      Salam kenal kembali untuk anda……
      Dan selamat datang di Pondok PJ ini, semoga ada hikmah di Pondok ini yang bisa anda petik dengan se Izin Allah…..

      @Kaki Langit

      Wah….. sangat senang sekali dengan kehadiran Anda di Pondok ini, serasa enkau bukan lah Tamu bagi saya melainkan Saudara bagi saya. Selamat datang ku ucapkan untuk Anda ya…. dan semoga senantiasa Sehat Wal Afiat selalu.

      Dan tidak lupa pula salam kenal kembali dari saya…….
      Insya Allah saya akan jalan2 ke situs yang anda link.

  29. Herman said

    Assalamualikum Wr, Wb.
    Saudaraku siliwangi yang aku hormati, benar sekali apa yang saudaraku utarakan dan tidak ada keberanian bagi saudaramu ini untuk menyalahkan, dari kitab2 yang aku baca walau sedikit tapi sangat bermanfaat bagi saudaramu ini memang banyak jalan untuk mencapai makrifat dan itu sebagai bukti bahwa ilmu Allah itu sangatlah luas dan tujuan semua itu tiada lain untuk mentauhidkan akan zat yang maha mutlak lagi maha suci yang mempunyai nama kebesaran Allah. dan mengenai Alif yang saudaraku singgung aku pribadi tidak mempunyai kitabnya maupun orang yang bisa melihat alifku masih belum dipertemukan Allah.
    Karena itu sangatlah bijak jika saudaraku siliwangi bisa menghuraikannya untuk perbendaharaan ilmu sebagai kendaraan mengenalnya.
    Atas kesudian dan kerelaan saudaraku siliwangi yang aku hormati aku ucapkan beribu2 terimakasih.

    Wassalam

  30. Mazadjie said

    Assalamu’alaikum Wrohmatullahi wa Barokatuh
    Sungguh menyenangkan memang bersilaturahmi dan berkumpul dengan poro arif billah yang sungguh luas pengetahuan dan pengalaman batinnya. perkenankan saya memperkenalkan diri dan ikut menyimack maudatul hasanah poro arif billah…..
    semoga menjadikan sodaqoh dan amalan yang tiadaputus bagi poro arif billah di blog ini..
    salam

    • @Mazadjie

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb…..

      Semoga Anda pun senantiasa dalam bimbingan dan tuntunan Hidup yang semakin terarah dan semakin tercerahkan sehingga selalu di tunjukkan jalan yang lurus………. Aaaaamiiiiin.

      Wassalam

  31. qarrobin said

    Salam kenal dari khaneefication, Millah of Ibrahim

    http://qarrobin.wordpress.com/2009/07/29/prologue/

    sama tuh, membahas ‘alaq
    berkunjung ya

  32. Bau Tanah said

    SALAM UNTUK KITA SEMUA.

    SURAT AL-ALAQ = SEGUMPAL DARAH
    AYAT IQRO’ = BACALAH

    SEMOGA KITA SEMUA DAPAT MENEMUKAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DALAM SURAT PERTAMA YG DITURUNKAN.

    SAYA MENGAJAK KEPADA DIRI SAYA DAN SAUDARA2 SEKALIAN UNTUK MEMBACA APA YANG ADA DALAM DARAH KITA, SEHINGGA MENEMUKAN RAHASIA KEKUATAN, SIAPA YG MENGGERAKKAN DAN MENGHIDUPKAN KITA MELALUI DARAH YG ADA DIDALAM DIRI KITA SEMUA.

    SALAM UNTUK KITA SEMUA.

  33. NAR said

    subhanallah walhamdulillah walaailaahaillallaah

  34. wong cilik said

    Assalamu’alaikum Wrohmatullahi wa Barokatuh
    Mas PJ saya pendatang baru yang masih dalam perjalanan mencari dan mencari setitik cahaya Illahi
    salam kenal untuk saudaraku semua yang ada di blog ini.
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: