PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Ternyata “CINTA ALLAH” Meliputi

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 31, 2008

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah yang kamu dustakan?”.

Surah Arrahman

Ayat :

(13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)

Segala Puji hanya bagi Allah, Penguasa dari segala penguasa yang menguasai Raja sekalian raja-raja dan tidak ada sesuatu kekuasaan apapun melainkan Hanya Ia lah yang berkuasa atas tiap-tiap segala sesuatu serta meliputi seluruh sekalian Alam.

Sholawat dan Salam yang tak terhingga dan tak terbatas serta tiada bandingannya atas Kekasih Pilihan yang menjadi panutan bagi orang-orang yang beriman, Sayyidii wa Mawla Al-Musthofa Muhammad Rosulillah Saw sebanyak bilangan Makhluk yang diciptakan, seluas samudra yang tiada bertepi, di setiap detik waktu dan zaman, di setip tarikan nafas, detakkan jantung, kedipan mata, darah mengalir dan disetiap keserba meliputan akan sesuatu maka sebanyak itu pulalah terhatur Shalawat dan salam kepada Beliau beserta Para Keluarga Ahlul Bait yang tangisannya adalah mutiara , sedihnya adalah cinta, rintihannya adalah do’a. Tidak lupa pula Rahmat dan Berkah Allah senantiasa tercurah dan memancar kepada Para Sahabat-sahabat Rosulullah Saw yang menjadi kawan dalam suka dan duka, bersama berjuang dalam menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi dan bersama-sama bahu membahu untuk menyebarkan Agama Suci yaitu Islam Indallah.

Amma ba’du.

Saudara-saudaraku sekalian yang di Rahmati Allah Swt………………………

Sungguh, tiada kebahagiaan yang sangat berharga dan teristimewa selain mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt. Seluruh umat Islam mendambakan dan merindukannya, karena kerinduan yang tertanam di jiwa itulah maka mereka-mereka yang berada di dalam Islam itu mencari Hakikat/Kebenaran untuk mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt dengan beragam macam jalan (Tarikah). Lalu dengan banyaknya macam jalan yang di tempuh, menjadikan Islam itu bergolong-golongan (Aliran), dan mereka yang berada dalam masing-masing golongan itu lalu menjadi berbeda paham/pendapat satu dengan yang lainnya.

Maha Suci Allah, ketahuilah wahai saudara-saudaraku……………….

Sungguh, pada Hakikatnya perbedaan-perbedaan itu semuanya terbit dari pada Kerinduan yang mendalam dari dalam diri untuk bisa mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt, akan tetapi kita semuanya tidak menyadari bahwa Kerinduan akan Cinta Allah lah yang membuat kita jadi berbeda-beda jalan.

Itu semua disebabkan tiadanya kesadaran jiwa tentang Hakikat Cinta Allah akan tiap-tiap sesuatu bahkan juga pada diri, maka kita semuanya menjadi saling tuding menuding, cela mencela, caci mencaci, hasut menghasut, iri dengki, salah menyalahkan dll, mempertahankan ke-Ego-an dan pendapat masing-masing karena merasa dirinya/golongannya/alirannya/mahzabnya/tarikatnya yang paling benar di dalam menuju kepada Allah Swt.

Ketahuilah!, wahai saudara-saudaraku…………………

Sesungguhnya memperturutkan Ego yang ada pada diri adalah perangkap Hawa Nafsu yang membawa kepada Mudhorat baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Apakah tuding menuding, cela mencela, caci mencaci, hasut menghasut dll itu tidak merugikan? Dan apakah itu bukan Mudhorat?. Marilah kita merenungkannya bersama-sama.

Segala Puji bagi Allah yang telah mencipta akan sesuatu itu di dalam Cinta Kasih-Nya. Dengan Cinta-Nya lah segala sesuatu itu maujud dan dengan Cinta-Nya lah yang maujud itu Hidup dan dengan Cinta-Nyalah yang Hidup itu bergerak dsb.

Sadarilah!, wahai saudara-saudaraku………………………..

Apa saja yang ada pada diri kita mulai dari rambut, kulit darah, daging, urat, tulang, otak, sum-sum, penglihatan, pendengaran, penciuman dan rasa yang merasakan itu semua adalah Nikmat Karunia Allah. Dengan nikmat-nikmat itulah yang ada pada diri kita menunjukan bukti bahwa Allah Cinta akan hamba-Nya meliputi diri zahir dan batin.

Mengapa kita tidak menyadarinya bahwa cinta itu Anugrah Allah yang langsung datang dari sisi Nya tanpa melalui proses belajar. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya baik anda suka maupun tidak suka, cinta itu akan bersemi di relung kalbu membuat perasaan hati tidak menentu. Cinta itu bagaikan bom waktu yang apabila jatuh ke hati lama kelamaan membuat hati selalu rindu, jika kerinduan sudah melekat pada hati seseorang maka segala sesuatu tidak berharga lagi dimatanya. Yang selalu terbayang dan terkenang hanyalah siapa yang dicintainya bahkan ia ingin menyatu dengan siapa yang di cintainya. Apalah artinya harta yang banyak, uang yang banyak, mobil mewah, rumah bertingkat, istri yang cantik kalau dihati tidak menemukan cinta yang sejati yaitu Allah SWT.

Ketahuilah! cinta itu diturunkan Allah kepada hati setiap makhluk Nya khususnya manusia membuktikan bahwa Allah benar–benar sangat mencintai dan menyayanginya. Allah berfirman :

“Katakanlah : “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?.” Katakanlah : “Kepunyaan Allah,” Dia telah menetapkan atas Diri Nya Kasih Sayang dan Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Dan orang–orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak ber Iman”. (QS, Al-An’aam : 12)

Dan Nabi Isa a.s. pernah mengatakan di dalam do’anya, yang dicantumkan di dalam Alqur’anulkarriim :

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS, Al-Maa’idah : 118)

Di dalam pembukaan surah Al–Fatihah telah dijelaskan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Lalu kenapa kita masih tidak menyadarinya, bahwa karena Kasih Sayang Allah lah semuanya ada. Tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi dan apa–apa yang ada di antara keduanya semua sebagai bukti Kasih Sayang Allah SWT.

Jadi kesimpulannya kita ini (saya, anda, mereka) adalah manusia yang beruntung yang mendapatkan cinta Allah, Kasih Sayang Allah, Pengertian Allah dsb. Itulah makna dari kalimah Allah yaitu “Bismillaahirrohmaanirrohiim”. (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

Orang yang mengerti akan dirinya sendiri akan lebih mencintai Allah Tuhannya dari segala sesuatu selain Allah. Itulah orang–orang yang akan mendapatkan ketenangan serta ketentraman jiwa dan fikirannya akan menjadi jernih dalam berfikir serta arif bijaksana tutur katanya, menjadi mulia budi pekertinya. Mereka itulah yang sejalan dengan apa yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Sadarilah! Bahwa manusia hidup di dunia ini hanya satu kali, jika kita tidak mengenal dan tidak mengerti akan diri kita sendiri serta tidak bisa menempatkan diri kita pada rel yang benar maka kerugianlah yang akan kita dapatkan.

Wahai Saudara-saudaraku…………………

Bersatulah dalam Cinta Kasih Allah, dan tebarkan lah Rahmat kepada siapa saja, kokohkan Lahiriahmu dengan Islam Indallah, nyatakan bahwa yang ada hanya Islam dan Islam bukan Golongan melainkan Islam adalah Agama yang Suci yang membimbing Manusia kepada Jalan yang lurus. Mantapkan Jiwamu dengan Aqidah ke Imanan dan Ketauhidan, hanya dengan Aqidah, ke Imanan dan Ketauhidan itulah engkau akan merdeka dari pengaruh ke-Ego-an dan merasa benar sendiri yang menyebabkan perpecahan Umat. Pandanglah di dalam penyaksian Hatimu dengan Ihsan, bahwa tidak ada yang ku pandang akan sesuatu apapun di situ terdapat Ilmu Allah Swt. Sehingga jangan lah engkau berburuk sangka tatkala melihat sesuatu, karena jika engkau berburuk sangka maka sama halnya engkau berburuk sangka kepada Allah. Selalulah dan biasakanlah untuk berbaik sangka akan apa saja yang terjadi baik pada dirimu maupun yang di luar dirimu maka sama halnya engkau berbaik sangka kepada Allah.

“Tidak bergerak sesuatu itu sekecil apapun juga, melainkan semuanya dengan Izin Allah”.

Iklan

50 Tanggapan to “Ternyata “CINTA ALLAH” Meliputi”

  1. akayr said

    Assalamu Alaikum wr..wb..

    Salam Kenal Pengembara Jiwa
    Baru beberapa hari, saya mendapatkan link blog ini, sungguh hati ini tersentuh dengan tulisan ALLAH (lewat tangan anda). saya sampai meneteskan air mata membaca tentang nikmat dan cinyaNYA ALLAH kepada kita.
    Terima kasih atas tulisannya.
    Yaa.. ALLAH, Ampuni kami
    Yaa.. ALLAH, Syukurkan kami
    Amiinn

    Salam dari Makassar
    akayR

  2. Abuharat said

    @PJ
    Maaf saya koreksi sedikit. Kalau saya tdk salah menafsirkan tulisan mas diatas kita mengharapkan cinta Allah. Menurut pengetahuan saya bahwa Allah menyitai hamba2nya tanpa terkecuali. Karena kecintaan Allah ini maka ada ganjaranya. Tapi bagi mereka yg meng-sia2kan kecintaan Allah akan dihukum dan bagi mereka yg menghormati cinta Allah berusaha utk menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya.
    Kalau menurut saya kebalik mas. Saya memohon pada Allah utk mengisi hatinya dgn menyintai Allah Rasul dan Ahlinya. Apabila ini saya miliki maka tdk siapa2 lagi terkecuali Allah. Ada doa Nabi Daud yg diberikan Allah pdnya (Hadts Kutsi). Saya ambil awalnya saja : Allahumma Inni asaluka hubbaka wa hubba man yu hibbuka. Maaf . Wasalam

  3. Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Salam kenal kembali untuk saudaraku AkayR

    Allah beserta kita, dan semoga postingan di PJ bisa menjadi manfa’at untuk orang banyak dan menjadikan Rahmat.

    Selamat datang di Pondok PJ (Pengembara Jiwa)

    Wassalam

  4. @Abuharat
    —————-

    Terimakasih atas koreksinya….

    Postingan di atas bukan mengharapkan Cinta Allah, mas. Coba deh dibaca lagi berulang2. Yang Benar adalah menyadari Cinta Allah atas Hambanya (Allah sudah lebih dulu mencintai Hambanya sblm hambanya mencintai).

    Karena Cinta Allah itu meliputi akan tiap2 sesuatu, jadi sudah pasti tanpa terkecuali. Coba kita renungkan! Bagaimana mungkin Allah tidak cinta sedangkan segala sesuatu itu termasuk kita adalah milik-Nya. Tidak akan mungkin Sang Pemilik tidak menyukai dan tidak mencintai apa yang di miliki-Nya.

    Contohnya :
    Kita terlahir di muka bumi ini, itu karena Cinta Allah kepada kita, tetapi kita tidak menyadarinya.

    Setelah Lahir tumbuh menjadi kanak2, lalu mulai berkembang ilmu pengetahuan, siapa yang mengajarinya….. Allah!, itu pun karena cinta Allah kepada kita, tetapi kita tidak menyadarinya.

    Lalu menjadi Remaja, tumbuh perasaan senang dan suka (Cinta) dalam dirinya akan sesuatu,siapa yang menumbuhkan itu…. Allah!,itu pun karena cinta Allah kepada kita lalu terefleksikan pada hati berupa cinta akan sesuatu menunjukkan itulah kasih sayang Allah. Hakikatnya Cinta kita akan sesuatu itu membuktikan Cinta Allah, tetapi kita tidak menyadarinya.

    Lalu setelah menjadi Dewasa,perasaan cinta tadi berubah untuk merasakan cinta. Lalu Menikah lah ia kepada pasangan hidupnya untuk merasakan refleksi dari pada Cinta Kasih Allah pada dirinya, itupun banyak yang tidak menyadarinya.

    Kesimpulannya…… Allah mencintai dan cinta Allah meliputi akan tiap2 sesuatu.

    Pada tataran “Ilmu Cinta”, memang ada yang mencintai dan ada yang dicintai. Itu semua kembali kepada Naluri Masing2 berada di Posisi manakah ia. Dan itu bukan menjadi suatu kesalahan akan tetapi kedudukannya di pandangan Allah berbeda satu dengan yang lain.

    1. Tatkala ia berposisi menjadi Sang Pencinta maka Allah dan Rosul-Nya serta Ahlul Bait menjadi yang dicintai.

    2. Tatkala ia berposisi menjadi Yang di Cintai maka Allah Swt lah yang menjadi Sang Pecinta.

    Pada posisi pertama sang pecinta Allah, akan merasakan lebih banyak kedukaan di hati karena menanggung kerinduan yang amat dalam kepada yang di Cintai yaitu Allah.

    sedangkan

    Pada posisi kedua mereka yang di cinta Allah, akan merasakan lebih banyak senang, bahagia, gembira, ceria dan selalu tersenyum karena Allah telah mencintai ia. dan jadilah ia Hamba yang selalu bersyukur. Orang yang bersyukur itu tentu orang yang bahagia. Orang yang bahagia itu tentu orang yang telah mendapatkan dan merasakan Nikmat. Nikmat apa yang sangat agung nan mulia itu? Yaitu di cintai Allah.

    Terimakasih untuk @Abuharat karena telah sudi untuk memberikan masukkannya.

    Wassalam

  5. aryf said

    cinta itu bisa ditulis2 ya?
    klo g ditulis, apa bisa dikatakan cinta?
    klo saya ga cinta ma tulisan, apakah saya ga pantas utk dicintai?
    klo saya cinta ma tulisan, apakah saya layak utk dicintai?

    rasa ini memang aneh,
    se aneh kekasih yg sedang mabuk kepayang.
    tak kuasa utk di ungkapkan,
    pena dan kuas pun menjadi tumpul.
    terlalu indah utk dinyatakan,
    terlalu silau utk dipandang.

    ahh..tak terasa telah tersesat dlm hayalan..

    *terimakasih..terimakasih*

  6. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    Alhamdulillah…mas PJ telah menambahkan wawasan kepada seluruh umat Islam mengenai cinta Allah Swt meliputi segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dan memberikan pandangan kepada umat Islam yang berbeda mazhab/golongan/thariqat dari pemahamannya masing-masing, sehingga umat Islam saling berselisih/berdebat menurut hawa nafsunya (ego) bahwa dirinyalah yang paling benar. Itu semua tidak lain hanyalah ingin menunjukkan rasa cintanya kepada Allah Swt.

    Ma’af nih mas, kalau saya ingin mempersempit mengenai cinta kepada Allah Swt diantara mazhab/golongan/tharikat tsb yaitu dengan cinta kepada Ahlulbait Nabi Saw, sebagai berikut :

    Tidak jarang umat Islam belum mengenal Ahlulbait Nabi saw, yang disebut sebagai keluarga suci Nabi saw. Mengapa mereka tidak mengenalnya? Lalu bagaimana mungkin umat Rasulullah saw dapat mencintai Ahlul baitnya jika mereka tidak mengenalnya? Padahal Allah Swt dengan tegas memerintahkan umat Islam agar mencintai keluarga suci Nabi saw. Apa tujuan Allah Swt menyuruh kita mencintai keluarga suci Nabi Saw? Dan untuk apa Allah Swt mensucikan mereka? Masih banyak pertanyaan – pertanyaan sekitar ini yang mengusik pikiran kita.

    Yang jelas menurut keyakinan agama kita bahwa tidak ada satu pun perintah dan larangan Allah swt di dalam Al Qur’an yang tidak mengandung maksud dan tujuan, alias sia-sia.

    Tentang pensucian Ahlulbait Nabi Saw, Allah Swt menyatakan dalam firman-Nya:

    “Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” ( QS Al-Ahzab : 33)

    Tentang penegasan Allah swt bahwa kita harus mencintai keluarga suci Nabi Saw disebutkan dalam firman-Nya:

    “ Katakan (wahai Muhammad kepada umatmu): ‘Aku tidak meminta upah kepada kalian atas seruanku ini kecuali kecintaan kepada keluargaku’.” ( QS Asy-Syura: 23)

    ” Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku.'” ( QS Ali Imran : 31 )

    Ayat-ayat tsb memiliki kaitan yang sangat erat satu dengan lainnya dan tak dapat dipisahkan. Pensucian bertujuan agar dicintai. Mencintai kesucian jelas akan berdampak pada kebaikan, kebajikan, kemaslahatan, kedamaian dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah tujuan penciptaan manusia.

    Fitrah manusia, pikiran yang bersih dan hati yang tak bernoda pasti mencintai dan mendambakan kesucian. Kesucian identik dengan kebahagiaan dan kedamaian. Sekiranya manusia tahu di sana ada sumber kebahagiaan dan kedamaian tentu mereka akan mengejarnya dan mengikutinya.

    Sebenarnya Allah Swt dan Rasul-Nya sangat ingin kita hidup bahagia di dunia dan akhirat. Karena itu Allah Swt perintahkan untuk mencintai kesucian. Dan cinta tak akan bermakna jika tidak mengikuti ajaran suci Ahlulbait Nabi Saw. Rasulullah Saw adalah tokoh sosok kesucian (maksum), dan Ahlul baitnya adalah sosok kesucian pula. Dengan mencintai Nabi Saw dan Ahlulbaitnya, sudah tentu akan membawa kita kepada cintanya Allah Swt yang meliputi segala sesuatu untuk seluruh umat manusia.

    Demikian, semoga berkenan.

    Was. Wr. Wb.

  7. robbie said

    Hamba Allah yang sejati adalah yang menggunakan segala daya dan upayanya untuk mentaati Allah s.w.t, menurut segala perintah-Nya tanpa hujah, tanpa tangguh, tanpa ragu-ragu dan pada masa yang sama hatinya yakin sungguh-sungguh kepada ketuhanan Allah s.w.t yang memelihara, menjaga, melindungi, menguruskan segala sesuatu dengan cara yang paling baik. Mentaati perintah Allah s.w.t dengan memelihara sempadan syariat dinamakan takwa, dan keyakinan hati terhadap ketuhanan Allah s.w.t yang memelihara serta mengatur, dinamakan iman. Gabungan iman dan takwa melahirkan sifat ubudiyah yang sejati. Beriman tanpa bertakwa atau beramal adalah kejahilan. Beramal tanpa beriman adalah munafik. Iman dan takwa merupakan dua belah sayap yang saling bantu membantu agar insan dapat terbang menuju Tuhan. Jika hanya satu sayap sahaja yang ada seseorang itu hanya berpusing-pusing di bumi. Walaupun jauh jarak yang telah dipusingnya namun, dia tetap berada di bumi, tidak terbang ke alam tinggi.

  8. asep said

    @Robbie

    Salam kenal

    Mungkin yang anda maksudkan begini, iman dan taqwa haruslah saling berhubungan untuk sampai kepada cintanya Allah Swt. Benarkah ?

  9. robbie said

    @Asep

    Salam kenal kembali

    Bismillah….
    Insya Allah anda benar, iman melahirkan cinta, cinta melahirkan taqwa, taqwa melahirkan makrifatullah dan syari’tullah. Allah dan RasulNya adalah segalanya.

    Ada sedikit info neeh buat teman2 pecinta, bagi yang blom baca Syarah al-Hikam (Syekh Ibnu ‘Atho’illah), Sirr ar Asrar (sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jilani) ada di tamansufi.tripod.com.

  10. robbie said

    @Asep

    Salam kenal kembali

    Bismillah….
    Insya Allah anda benar, iman melahirkan cinta, cinta melahirkan taqwa, taqwa melahirkan makrifatullah dan syari’atullah. Allah dan RasulNya adalah segalanya.

    Ada sedikit info neeh buat teman2 pecinta, bagi yang blom baca Syarah al-Hikam (Syekh Ibnu ‘Atho’illah), Sirr ar Asrar (sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jilani) ada di tamansufi.tripod.com.

  11. aldohas said

    bagaimana cara membuktikan bahwa kita cinta pada Allah?
    Apakah cukup diucapkan? Didalam hati?
    Atau mesti tunduk dan patuh pada perintah dan syariatnya?

  12. @Robbie & @Asep
    ———————-

    Terimakasih…. atas penjelasannya, anda berdua dalam rahmat Allah.

    @Aldohas
    —————-

    Cinta itu adalah urusan Hati, yang terhubung melalui “RASA”, Jika pada diri tertanam rasa rindu kepada Allah apakah ingin melihat-Nya, mengenal-Nya, Bertemu/berjumpa itu sudah suatu tanda bahwa ada RAsa Cinta di hatinya kepada Allah. Lalu buktinya yang teraplikasi pada diri adalah : bergantinya sifat yang tidak terpuji menjadi terpuji. dan yang terpuji menjadi semakin terpuji
    Lalu menjadi Rahmat dan kasih sayang lah ia kepada siapa saja…..

    Adapun tunduk dan patuh pada perintah-Nya itu adalah suatu pengabdian untuk jalan menuju kepada Allah.

    Kesempurnaan Islam dan Iman itu ialah : apabila pengabdian itu disertai dengan Cinta yang keterangannya sudah saya jelaskan pada komentar untuk Anda ini.

    Jika pengabdian dan cinta bersatu dalam menuju kepada Allah maka akan sampailah ia pada maqom Ihsan.

    Wassalam

  13. hinakelana said

    Toleransi Seorang Shalahuddin al-Ayubi

    Pada suatu hari, Shalahudin al-Ayubi sedang duduk di dalam perkemahan. Di saat dia sedang serius memberikan wejangan, tiba-tiba ada seorang perempuan kafir berdiri di depan perkemahannya. Perempuan berwajah muram ini berteriak dengan suara yang memekakkan telinga, sehingga suasana menjadi gaduh.

    Melihat kejadian tersebut, para prajurit segera bertindak menjauhkan perempuan itu dari perkemahan. Namun, Shalahudin mencegah dan memerintahkan para prajurit agar membawa masuk perempuan itu. Begitu perempuan itu menghadap, pimpinan umat yang berhasil merebut kembali Jerusalem dari penguasaan Tentara Salib ini segera menanyakan hal yang menyebabkan perempuan itu bersedih. Ia menjawab, ”Anakku diculik dan suamiku disandera sebagai tawanan perang. Padahal, suamikulah yang memberikan nafkah buatku.”

    Pernyataan perempuan tersebut membuat Shalahudin terharu. Seketika itu juga dia memerintahkan para prajurit agar segera melepaskan suami perempuan itu. Dia juga memerintahkan para prajurit, agar mencari anak yang hilang diculik.

    Mendapatkan perintah tersebut, secepat kilat para prajurit melaksanakannya. Sampai akhirnya berhasil mendapatkan anak yang diculik itu. Dan dengan segera pula, si anak diserahkan kepada ibunya. Betapa bahagianya perempuan itu mendapatkan suami dan anaknya kembali ke pangkuannya.

    Perempuan tersebut sangat berterima kasih serta memuji Shalahudin. Mendengar pernyataan dari perempuan itu, Shalahudin berkata, ”Kami tidak melakukan sesuatu apa pun, kecuali apa yang telah diperitahkan oleh agama kami.”

    Mendengar ungkapan Shalahudin, perempuan itu lantas bertanya, ”Apakah agama tuan memerintahkan kasih sayang terhadap para musuh, serta membantu orang-orang yang lemah?” ”Benar bunda,” jawab Shalahudin. ”Islam adalah agama Allah di dunia ini. Agama-Nyalah yang senantiasa memberikan rahmat serta menjadi penyelamat bagi seluruh umat.”

    Mendapat jawaban ini, perempuan itu tergugah benaknya. Ia pun bersyahadat bersama suaminya. ”Saya mencintai agama yang senantiasa bertoleransi dan mulia itu, seperti yang tecermin dari sifat-sifat dan akhlak tuan.”

    Begitulah dakwah yang diajarkan Shalahudin. Ia menunjukkan dua hal sekaligus, Islam adalah agama yang santun dan mengajarkan toleransi. Dialah pemimpin Islam yang disebut dengan nada hormat, bahkan di kalangan pembesar Tentara Salib. Shalahudin menunjukkan, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam membawa perasaan nyaman terhadap pemeluknya, juga membuat orang lain simpati.

    (Muhammad Zaidun Khadliri, Hikmah , Republika)

    Hak cipta adalah milik Allah semata.
    Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata kebaikan kepada seluruh umat manusia.

  14. siliwangi said

    Sebenarnya banyak sekali bukti bukti akan sayangnya Gusti Allah kepada makhluknya hanya saja banyak yang mengabaikan karena ketidaktahuannya.
    dibawah ini adalah sedikit dari sekian banyak tanda2x sayangnya Allah kepada Umat manusia

    1.Untuk apa Gusti Allah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia padahal sekiranya umat manusia didunia ini sesat semuanya tidaklah ada kerugian bagi-Nya ( ini menandakan sifat Rahman RohimNya Allah Swt )

    2.Setiap yang berbuat buruk ada ganjarannya dan setiap yang berbuat baikpun ada ganjarannya kita hanya disuruh memilih mau jalan Lurus atau tidak ? ( ini menandakan kembali sifat Rahman rohim dan Maha Adilnya Allah Swt ).

    3.Orang beriman diberikan Kehidupan Oleh Allah Swt begitupula Orang yang tidak Beriman kepada-Nya tetap diberikan kehidupan…

    jadi semua aturan yang Allah turunkan kemuka Bumi ini melalui jalan para Nabi dan Rosul-Nya adalah bukti akan kasihsayang-Nya kepada manusia agar semuanya bisa kembali kepada-Nya.

    Asal Suci harus kembali kepada kesucian

    Innalillahi wa innailaihi roo’jiuun

    Maha Benar Allah Akan Segala Firman-Nya

  15. Siliwangi

    Terimakasih sudah memberikan tambahan yang mencerahkan ini…. saudaraku. Semoga bermanfa’at bagi yang membacanya….

  16. Hinakelana said

    @Siliwangi
    Masukan dari anda membuat saya semakin ceria, memang kita diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh… Allah swt. tak rugi sedikitpun kalau kita berbuat maksiat..begitu juga Ilmu dan Kekayaan Allah juga tidak bertambah kalau kita rajin bekerja bakti dijalanNya. Semuanya akan dikembalikan kepada diri kita masing2 iya kan mas Silih

  17. sufimuda said

    Apa yang saudaraku PJ tulis memang benar, kalau dalam hati kita telah diliputi oleh rasa cinta maka tidak ada lagi kebencian bersemayam disana.
    ada ungkapan bahwa MUKMIN ITU SATU, satu isi nya yaitu NUR ALLAH, dengan demikian maka apabila berhubungan dengan MUKMIN lainnya maka tidak akan pernah bentrok justru langsung timbul rasa kasih sayang seperti yang saya rasakan kalau berkunjung ke blog ini, terasa kasih sayangnya…

    Walaupun antara saya dengan PJ tidak kenal secara zahir namun perasaan kasih sayang itu langsung terasa kenapa? karena isinya SATU….

    Mudah-mudahan rasa ini bisa tertular ke yang lain sehingga Agama ini benar2 menjadi Rahmat bagi sekalian Alam, benar2 menjadi agama yang teduh, damai dan penuh kasih sayang…

    Salam kasih sayang untuk semua

  18. siliwangi said

    Hinakelana Berkata:
    Nopember 16, 2008 pada 3:35 pm

    @Siliwangi
    Masukan dari anda membuat saya semakin ceria, memang kita diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh… Allah swt. tak rugi sedikitpun kalau kita berbuat maksiat..begitu juga Ilmu dan Kekayaan Allah juga tidak bertambah kalau kita rajin bekerja bakti dijalanNya. Semuanya akan dikembalikan kepada diri kita masing2 iya kan mas Silih
    =================================================================
    Betul sekali Mas Hina Kelana….semoga Gusti Allah akan selalu membimbing dan menunjukan jalan yang lurus kepada kita semua.

    Salam

  19. @mas pj

    Mas siliwangi

    Mas Hinakelana

    Kang Sufimuda
    Dan mas2 yang ada di sini/saudara2 ku sekalian bolehkan saya menjadi bagian dari kalian….
    Angaplah saya ini sebagai adik perempuan anda2 sekalian, karena umur saya masih di atas 20 Thn

    memang kita diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh… Allah swt.

    saya hanya ingin menambahkan sedikit

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia2, pasti ada makna dan Hikmah di balik penciptaan itu.

    Allah berfirman:

    “(Yaitu)Orang-orang yang mengigat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata):”Ya Tuhan kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka”.(Qs,Ali’imran:191)

    .

    Dari firman Allah tersebut menjelaskan bahwa penciptaan Alam berserta isinya mengandung Makna Dan Hikmah bagi mereka yang au merenungkannya. Tentu ada suatu rahasia, di mana kalau kita mengerti pasti tidak akan mensia-siakan hidup ini.

    Pada awalnya hidup ini adalah suci karena datang dari pada Allah yang maha suci,Rasulullah pernah bersabda:yang artinya

    “Setiap manusia terlahir dalam keadaan fitrah(suci),dan kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi,Kristen atau Majusi”

    .

    Sungguh Allah telah menciptakan jiwa itu di dalam kefitrahannya, yang mana kefitrahannya itu bisa memilih mana jalan kebaikan dan mana jalan kebatilan. Allah telah mengilhamkan kepada jiwa2 yang fitrah itu berupa jalan2 kefasiqan dan jalan2 ketaqwaan. akan tetapi semuah kembali kepada diri sendiri,mau mengambil kefasiqan atau ketaqwaan. Dan sebaik2 pakaian adalah Taqwa.

    Mereka yang bisa merasakan Ilham Allah pada hati nurani di jiwanya, maka mereka itulah yang men dapat keberuntungan. Karena hidupnya akan semakin menjadi baik dan terarah pada jalan2 ketaqwaan yang di ridhoi Allah SWT.

    Sudah ketetapan Allah bahwa bagi sispa saja yang mau mendapatkannya kebahagiaan dunia akhirat ia harus kembali kepada kefitrahaan seperti awal dia terlahir. Untuk itu ia harus mengerti akan Hakikat Kehidupannya itu dengan berlandaskan keImanan dan keYakinan kepada Allah SWT. Apabila hal tersebut sudah dijalani maka akan di dapatkan ketenangan jiwa serta fikiran berangsur-angsur akan semakin jernih.Jiwa yang tenang dan tentram adalah suatu sarana untuk menuju kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.

    Salam

  20. nagabOnar said

    Masya…Allah, sungguh indahnya apapun yang ada disini sederhana namun penuh hikmah penuh cinta penuh rahmat
    Salam dari saya untuk anda semua sufi2 yang dibarokahi Allah SWT….

  21. @Sufimuda

    Benarlah apa yang engkau katakan wahai Saudaraku, bahwa : “MUKMIN ITU SATU” karena telah terisi dengan Nur Allah Swt.

    Didalam kesatuan itu tentu yang ada hanyalah cinta kasih, sayang menyayangi, hormat menghormati,tolong menolong, bahu membahu untuk saling berbagi manfa’at agar tercipta Nuansa yang Harmonis berdsarkan Cahaya Nur Allah Swt yang menyata kepada Haq Nabi Muhammad Saw.

    Semoga Allah mengukuhkan tali persaudaraan diantara kita dalam Iman dan Islam dengan bermartabatkan Ihsanullah wa Ihsanul Karim.

    Salam Cinta Rosulullah untuk semuanya…..

    @NagabOnar

    Wahai Saudaraku…… Tahukah Anda, kenapa anda membuka Blog ini..???
    Wahai Saudaraku…… Tahukah Anda, kenapa anda senang dengan Blog ini..???
    Wahai saudaraku…… Tahukah Anda, kenapa anda merasakan kedamaian di Blog ini..???

    Itu semua karena Allah lah yang telah menggerakkan hati anda wahai saudaraku……
    Itu semua karena Qudrat dan Irodat-Nya wahai saudaraku……….
    Itu semua karena ada secercah Cinta Kasih Allah atasmu saudaraku……….

    Dan itu menunjukkan Bahwa Andapaun telah mendapatkan Berkah dan Kasih Sayang Allah.
    Dari pada Allah lah cinta kasih itu dan hanya Allah lah yang berhak untuk mencurahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

  22. @Siliwangi

    Ya….. semoga Gusti Allah akan selalu membimbing dan menunjukan jalan yang lurus kepada kita semua.

    Aamiin.

    @Mujahidahwanita

    Wah… sangat mencerahkan apa yang dinda sampaikan, semoga itu semua menjadi bahan renungan untuk kita semua…..

    Aamiin.

  23. hinakelana said

    Beda Antara Rasa BerTuhan Dan Berfikir Tentang Tuhan
    Perasaan yang dimiliki oleh manusia, seperti rasa malu, rasa jijik timbul secara otomatis dan tidak dipaksa untuk merasakannya. Perasaan itu timbul begitu saja, ketika berhadapan dengan kotoran timbul rasa jijik, ketika berhadapan dengan harimau timbul rasa takut.

    Merasa adalah kerja ruh. Perasaan berubah-ubah berdasarkan apa yang dilihat. Kalau lihat makanan rasa ingin, kalau melihat cacing rasa jijik. Begitulah perasaan itu selalu silih berganti.

    Begitu juga dengan rasa berTuhan. Kalau kita tidak kenal ALLAH Tuhan kita, akan sukar untuk menimbulkan rasa berTuhan. Walaupun kita memiliki ilmu tentang Tuhan Maha Kuasa, Tuhan memberi ilmu, Tuhan sangat penyayang, Tuhan Maha Melihat dan lain-lain, tapi tidak terasa bahwa kita tidak ada kekuasaan. Bahwa yang ada kuasa hanya ALLAH. Tidak terasa ALLAH Maha Melihat sehingga kita masih berani melakukan kejahatan. Tapi kalau kita tahu Tuhan berkuasa dan memahami bagaimana kuasa ALLAH itu, barulah sedikit banyak merasakan ALLAH berkuasa. Misalnya kita mengetahui bahwa kita tidak dapat menolak takdir buruk seperti sakit atau kehilangan barang. Barulah kita rasa Tuhan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Untuk merasakan pemurahnya ALLAH, kita pikirkan pentingnya oksigen yang telah ALLAH beri secara cuma-cuma dalam kehidupan kita. Kalau kita menutup hidung, tentu tidak dapat bertahan hidup.

    Bila orang yang tidak ada rasa takut pada ALLAH, seperti kisah seorang ibu yang membawa anaknya masuk ke tengah hutan. Sampai di rumah dia bercerita pada ibunya bahwa dia bertemu dengan harimau, yang dia katakan cantik dan dia pun membelai-belainya. Begitulah keadaan seorang anak yang tidak kenal dengan harimau, dia tidak ada rasa takut. Tapi berbeda dengan dengan sang ibu yang telah kenal dengan harimau, tentu akan timbul rasa takut dan bimbang dengan keselamatan anaknya ketika mendengar cerita anaknya tentang perjumpaan dengan harimau.

    Jadi untuk orang yang belum ada rasa, maka disuruh untuk berpikir. Sebagai latihan kalau kita melihat ciptaan ALLAH, seperti gunung, sungai, laut, burung dan lain-lain, kita coba kita kaitkan dengan ALLAH. Itulah yang disebut tafakur. Kejadian apapun yang menimpa kita, positif maupun negatif, kaitkanlah dengan ALLAH sambil berbaik sangka denganNya. Jika positif kita bersyukur, jika negatif kita pun berterima kasih pada Tuhan yang mengingatkan kita bahwa sebenarnya kita adalah hamba yang lemah yang sangat tergantung padaNya. Bila latihan selalu dilakukan, maka satu saat rasa itu akan timbul secara otomatis, seperti perasaan-perasaan yang lain.

    Bedanya dengan para sastrawan yang jiwanya halus, tapi jika tidak dikaitkan dengan ALLAH, maka bila melihat gunung yang terasa betapa hebatnya gunung. Bila melihat laut yang terasa betapa hebatnya laut. Sebab itu mereka seperti orang yang tidak sadar, asyik dengan diri sendiri.

    Jadi di tahap awal yang perlu dilakukan adalah berpikir tentang ciptaan ALLAH. Tapi lama kelamaan, bila sudah kenal ALLAH maka akan datang perasaan-perasaan yang berkaitan dengan Tuhan secara otomatis, seperti rasa cinta, rasa terima kasih, takut, bimbang, rindu. Sebab itu bagi orang-orang yang hatinya sudah senantiasa merasakan wujudnya ALLAH, maka mereka akan tenggelam dalam merasakanNya. Inilah yang terjadi pada para Sahabat, para pejuang dan orang-orang sholeh dahulu.

  24. nAga bOnar said

    @Pengembara Jiwa ..
    Saya puji syukur kehadirat Ilahi, atas berkahNya melalui anda….sehingga saya mendapat pencerahan…

    @Hina KeLana…

    SAlam KeNal untuk Anda…..
    Tulisan anda menarik untuk disimak….

    Wassalam

    nAga bOnar

  25. kangBoed said

    Malam ini lamunanku begitu syahdu dan lembut sekali
    Membuat seluruh sendi dan persendianku terlolosi rasanya
    menggelinjang dan menggelepar penuh kenikmatan tak terkira
    bersama dengan saudaraku para pelamun lainnya di kejauhan

    Sungguh rasa itu
    tiada berjarak
    tiada terikat ruang dan waktu
    hanya sbuah lamunan dan rasa yang meliputi

    ooooooooo
    ooooooo
    ooooo
    ooo
    o

    Lamunan ini telah mempersatukan dan mengikat kami dalam keindahan
    Jiwa ini tak kuat menahannya seakan terbang lepas bebas entah kemana
    kuikuti semua semua dengan sepenuh kesadaran dalam lamunan
    Tiba tiba merinding dan merinding sekujur tubuhku ini

    Kurasakan dalam rasa yang terdalam
    ooo sungguh dekat sangat dekat teramat dekat
    seakan tak berjarak ooo ya tiada jarak
    Dia tersenyum tangannya terbuka lebar oooo

    Dia berkata lembut lembut sekali
    anakKu kemarilah kedalam pelukanKU
    Dia….. membelaiku oooooooooooooo
    Dia … memelukku erat oooooooooooooo

    Ya ya ya takkan kulepaskan lagi pelukanMU ini
    Takkan pernah ku menjauh dan menjauh lagi
    suuuuuuuuungguh indah dan ruaaar biasa
    tak terucap dan tak terungkap dengan kata kata

    Walau hanya ada dalam lamunan si botol kosong
    Dunia lamunan yang menghantarkan para pelamun
    menyampaikan rasa yang indah dan nikmat
    mempersatukan kami dalam ikatan sejati ya ya ya

    Buat para sahabatku di keheningan malam
    Teman sejati dalam perjalanan
    kurindukan suatu saat nanti kita berkumpul bersama
    dalam satu pertemuan yang indah tanpa lamunan

    Salam Sejati Mas PJ dan mBak YUneeeee maaf tempat sampeyan dikotori oleh lamunan botol kosong oon, eeh botol kosongnya dah diminta pelamun atunya calon penyair guanaaaaaaaaaaaaaas yang tertinggal tinggal oonnya
    Salam
    oon

  26. cermin said

    Salam perkenalan.

    “Tidak bergerak sesuatu itu sekecil apapun juga, melainkan semuanya dengan Izin Allah”.

    Melalui tulisan di atas, saya berfahaman bahawa segala-galanya yg ada & berlaku di dunia ini, adalah dengan izin Allah, maha kuasa. Akal fikiran manusia, termasuk juga di dalam kategori ‘dengan izin Allah’. Maka, manusia yg mahu mengenali sang pencipta atau pun yang tidak mahu mengenali sang pencipta, adalah sama sahaja, kerana ayat ‘dengan izin Allah’.

    Kepada yang mahu mengenali, dia akan bisa merasa. Kepada yang tidak mahu mengenali, dia akan terus hidup seperti biasa. Kebarangkalian untuk dapat ‘merasa’ itu sangat sukar, maka selalulah terjadi kepada yang mahu mengenali itu, sekerat jalan saja kemahuan itu, yang akhirnya terus berubah menjadi ‘tidak mahu mengenali’ lagi.

    Soalannya, kepada yang tidak mahu mengenali itu, sekurang-kurangnya dia akan ‘buta’ selama-lamanya, maka dia akan berbahagia dgn kebutaan itu tanpa perasaan bersalah dsb.

    Tetapi kepada yang mahu mengenali tetapi sudah putus asa kerana masih juga tidak dapat ‘merasai’, apakah yang akan terjadi kepada manusia ini, kerana dia seolah-oleh berada di tengah-tengah pemikiran, antara buta dan celik. Ke kiri salah, ke kanan pun salah.

    Hidup manusia yang begini bagaimanakah pengakhirannya?

    Memahami, tetapi tidak bisa merasai… Ibarat roh yang berterbangan, tidak tahu hala tuju, maka sesat selamanya… Sedangkan kesesatan itu datang dari izin Allah jua?

    Terima kasih.

  27. Yas said

    Cinta kepada Allah…

    Kekuatan tidak berupaya membawa Cinta Allah…
    Kebijaksanaan tidak berupaya membawa Cinta Allah…
    Fikiran dan hayalan tidak berupaya membawa Cinta Allah…
    Ilmu dan amal tidak berupaya membawa Cinta Allah…
    Diri sendiri tidak berupaya membawa Cinta Allah…
    Maka…Hanya Allah Maha Berkuasa mengurniakan CintaNya kepada hambanya…Dialah pemimpin sebenar…setiap kita tanpa disedari di bawah pimpinannya di atas jalan yang lurus…”Katakanlah Tuhanku sentiasa di atas jalan yang lurus”…

    Cinta bukan sahaja di mulut…lidah selalu berdusta tatkala melafazkan cinta…pandanglah yang di dalam hati..benarkah cinta atau berdusta…

    Terima Kasih…situs yang bermanfaat…

  28. sansabila said

    sedikit lagi tentang air,jadi air kehidupan air kematian,dan semua yg halal yg haram kalau sdh jadi garam jadi netral…..BUMI DAN LANGIT CIPTAANNYA TERMASUK SURGA DAN NERAKA.Semua ciptaanNYA dinetralkan,sdh netral semua ciptaanNYA akan musnah semuanya yg namanya MAHLUK HANYA ALLAHLAH YG KEKALAgama kalau untk debat mulai dr nb ADAM sampai kiamat gak akan selesai.,.

  29. sansabila said

    sy kontak lewat ym ga respon alamat ym sy hmohesab.

  30. sansabila said

    Assalamualaikum wwb.Saudaraku PJ yg murah hati semoga ALLAH mengkaruniai kesehatan n kecerdasan sehingga hasilnya bisa dinikmati senua org dijagat yg fana ini amin amin amin yaRob alm.Saudaraku PJ sedikit ssbila mocrita pengalaman hidup di th60an,waktu itu sy berguru ma calon mertuaku yg desanya dikelilingi hutan blantara.Waktu itu sy umur 19th sy dg patuh ngikuti wejamgannya yg ajarannya dr ssitijenar,pertama sy dilatih mengurangi makan sampai 1hr tahan dg sesuap nasi,setelah itu sy dimskan lumbung padi dikunci dr luar 41hr sampai mati suri jadi tampaklah alam metafisik,untk pemulihannya makannya uap nasi panas beberapa hr ganti bubur,setelah pulih disuruh jalan jalan menelusuri sungai dr mata air sampai muara siang malam 7hr 7mlm,terahir disuruh cari guru yg cocok dlm pandangan mata hati sy.Ditahun 1988 sy baru ketemu yg guru itu masih gurunya guru sufimuda sekian dulu kompres cerita ssbl..,maaf tata bahasa kasar maklum ANKATAN45nih

  31. SANSABILA said

    Assalamuakum permisi sansabila numpang singgah sejenak boleh yaa………….

  32. Kami tidak ada
    Engkaulah yang ada
    Melindungi diri dalam bentuk alam nyata
    Engkaulah di sebalik maya pada
    Yang Menggerakkan kami adalah dengan izinMu
    Seluruh kami adalah anugerahMu
    Tiada daya melainkan dengan izinMu
    Tiada kuasa melainkan dengan izinMu
    Pada ‘adam Allah Subhanahuwa Taala Engkau pamerkan WujudMu
    Kau jadikan ‘adam terpaut cinta denganMu
    Janganlah Kau tarik balik anugerahMu
    Janganlah Kau tarik balik juadah, sorban dan pialaMu
    Jika Kau tarik balik siapa sanggup menghalang
    Kami jangan pandang
    Kecintaan dan KemurahanMu yang dipandang
    Kami tidak ada apa-apa
    Kami tidak minta apa-apa
    Di HadiratMu kami tidak berdaya
    Lemah lunglai segala-gala.
    Umpama kertas di hadapan Pelukis
    Kadang-kadang Kau lukis gambar iblis
    Kadang-kadang gambar malaikat Kau lukis
    Kadang-kadang gambar orang suka
    Dan kadang-kadang orang sedih menangis
    Tiada siapa dapat membantahMu
    Tiada siapa dapat menyoalMu
    Kuasa Mutlak ditanganMu
    Segala-galanya terpulang kepadaMu.

    • sansabila said

      Ilmu yg dikuasai sv hanya dua minta tolong dan minta ampun.tak kuasa melawan tandinganku yg namanya saetoan heee.senjata kita cuma audubilla himinas saeton nirrojim begitu hanya pandai menbaca adanya.untk praktek ayat itu wala walah ga semudah yg sy baca MAHALUAS makna ayat itu tuk dipraktekkannya.Setan juga faseh ternyata,sy praktekkan sejak th1945 dijaman gerilya jatuh bangun kalah terus.Sejak ketemu MURSIDB allhamdulilla mulai kenal yg namanya saetaoan tantantan OOOOOOOOOOOOOketawa juga setelah kenalan ma jinnasaetaoan HaHAha

  33. @Sansabila

    Sebelumnya saya minta ma’af..!!!, bahwa lama sekali rasanya saya tidak membalas komentar dari saudara2 semuanya di Pondok PJ ini. Juga untuk Saudara Sansabila, sudah beberapa kalinya koment masuk tetapi saya belum sempat membalasnya…

    Semoga di kesempatan ini, Allah Swt berkenan untuk memulihkan diri saya dari keter “ASING” an yang beberapa lamanya sampai saat ini yang saya rasakan sehingga bisa berkumpul lagi bersama Saudara2ku di Pondok ini. Mohon Do’a Restunya….

    Saudaraku Sansabila….Saya sudah Add Alamat YM anda beberapa waktu yang lalu, tapi sepertinya juga selalu terpending. Tapi hari ini, saya lihat sudah mulai anda respon… Semoga di lain waktu kita bisa diskusi lewat YM.

    Saudaraku Sansabila…. Allah tlah memberkati, sehingga telah meng Anugrahkan seorang Guru untuk membimbing Anda dan semoga senantiasa di teguhkan dalam Istiqomah dikuatkan dalam Iman dan Yakin serta Tauhid dan Ma’rifat.

    Silahkan sering2 mampir kemari untuk berteduh jika di luar sana Panas dan ingin berteduh serta beristirahat disini….Monggooo!!!! Jika perlu, tidur2an juga nggak papa kok, yang penting engkau dapatkan kebahagian dan ketenangan serta kedamaian dan kenyamanan di Pondok ini. Pondok ini terbuka untuk siapa saja…dari kalangan mana saja dan pintu Pondok PJ selalu terbuka, dan anggaplah seperti rumah sendiri tetapi tetap dalam kesopanan yang semestinya… Dan jangan risih/sungkan/malu untuk mampir jika Tuan Rumahnya nggak ada di Pondok ini, karena ya….begitulah si Tuan Rumah ini memang sering pergi entah kemana jadi terkadang Pondok ini di biarkan saja Pintunya terbuka walaupun Tuan Rumahnya nggak ada, agar para tamu2 yang datang di persilahkan masuk kedalamnya dan dipersilahkan untuk mengobok2 Artikel di dalamnya sesukanya tetapi tetap dalam kesopanan yang semestinya…

    Salam seorang Pengembara untuk Anda

    @Sufigokil..kill…dekil

    Sya’ir yang sangat bagus sekali….
    Dan saya Lihat semakin hari Jiwa Anda semakin tercerahkan Saudaraku….Semoga selalu dalam bimbingan Allah Swt dan berkah Allah senantiasa meliputi diri Anda.

    Ngomong2…saudara kembar Anda yang satu nya lagi mana ya….. yang bernama Hina Kelana414. Kangen juga nih…mendengar petuah2 darinya..

    Salam

  34. sansabila said

    alhamdullilla slm kenal kembali ssudaraku PJ yg yelah sampai pada mkm ARIFBILLA,bersukurlah kita semua ats karuniNYA sehingga bisa dirasakan dan dinikmati seluruh ummat yg sedang dlm proses penyadaran diri HIKMAH HIKMAH HIKMAH DIALAM BAWAH SADARNYA…AMIIN.

  35. sansabila said

    Salam sejahtera selalu buatPJ sekeluarga dan semoga dalam menghadapi hidup diahir jaman ini dlm lindunganNYA.Dengan bermunculannya fenomena fenomena telah tuntaslah semua yg diisarat NABI kita tanda tanda ahir jaman.Rosululloh memuji umatnya yg hidup diahir jaman yg msh beriman lahir batin.Kita hidup dinegara mayoritas beragama islam,yg pasti akan jadi incarannya dajjal propokator super licik,dia nyusup dan membuat kita berkelompok kelompok sambil menawarkan racun dg lebel madu.Kejadian ini tidak bisa lagi direstat dg dakwa kata saja,terlalu banyak hati yg beku membatu,nurani nurani pada lobet ni hanya bisa dicas dg zikir secara istikomah,menurut yg sy rasa rasakan dlm perjalanan hidupku….Ayat Alquran ditempel seenaknya dakwanya 24jam tiada henti ditv radio,tapi lewat begitu saja tdk membekas kehatinya apalagi sampai terpatri,ada sih cuma sedikit sekali.Insaallah dg msh ada org yg di cerdaskan tuhan untk manyampai ilmunya Nabi yg haq amin ya RBA.maaf sy tdk menggurui sekedar isi hati mo curhat aja maksutnya karena kurang pandainya merangkai kata terpaksa ni yee lama dipendam dlm dada.

  36. sansabila said

    Assalamualaikum werohmatullohiweberokaatuh”berbahagialah saudaraku PJ sekeluarga semoga terkabul apa yg diniatkan….diahir jaman ini kurun yg sangat sangat dasyat isarat NB sdh terbukti senuanya tanda tanda kehancuran bumi imi.Tetapi kita silaf sedikit sekali yg meyakini isarat NB kita apalagi yg non islam,begitu beratnya pada zaman saringan ini begitu halusnya saringannya ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR ALLAHUAKBAR hanya yg mendapat safaat ROSULULLOH yg lolos menyebrang sirotolmustakim,pesan NB ajarkan islam menurut stuasi kondisi yg kita hadapi,jadi apa sudah waktunya ALQURAN diajarkan dg terang,garemeng remeng dg kiyas kiyas yg sulit ditrima logika,semoga ALLOH menurunkan mujadid yg pembrani dan bernurani yg paling ditunggu tunggu kaum muslimin sedunia,kini sdh mendekati pesan NB islam tinggal nama ALQURAN tinggal tulisan,pada zaman NB ada sahabat NB pingsan mendengar bacaan ayatALQURAN.sekarang 24jam semaan ALQURAN enjoy enjoy saja justru merasa terganggu karena bisingnya corong pengeras suaranya ga bisa tidur, jangankan mencontoh NB nyotoh sahabat skrg ini langka sekali yah sekedar tanda tanya bukan menilai milai org,karena dulu waktu sy masih remaja rmh berdampingan ma pondok jadi tiap mlm nyimak p yai daca kitab gitu critanya sampai skrg masih membekas rekaman dlm hati sy,pada waktu merenung mlm gabisa tidur sam merokok tiba tiba rasa sy kembali kedemensi saat sy menyimak p yai baca kitab dimasa sy masih remja ALLAHUAKBAR.

  37. @Sansabila

    Saudaraku…..terimaksih banyak segala pencerahan2nya, Sungguh pencerahan Anda sangat bermanfa’af sekali, terlebih lagi..ttng Notebene Akhir Zaman ini. Benar sekali semuanya sudah di riwayatkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw, ttng tanda2 Akhir Zaman itu, dan saat sekarang semuanya telah terlihat satu persatu. SEmoga Allah mengukuhkan Jiwa2 para Hamba-Nya yang berjalan menuju kpada-Nya dengan Ridho-Nya Allah Swt, sehingga dapat berjalan di jalan Yang Lurus (Shirootol Mustaqiim).

    Allah senantiasa memberkati Anda dan kita semua dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya. Aaaamiiin.

  38. almaulana said

    Kecintaan kepada Tuhan ibaratnya api yang membakar segala apa yang dicapainya. Ia juga ibarat hujan yang mencurahkan air kepada segala sesuatu. Kecintaan kepada Tuhan itu sendiri muncul dari makrifat kepada-Nya. Karena itu semakin makrifat bertambah kepada-Nya, semakin kecintaan bertambah juga terhadap-Nya. Bagaimana dengan manusia sempurna (insan kamil) yang mempunyai makrifat sempurna insani kepada Allah Swt? Tentu kecintaannya juga pada-Nya adalah sempurna dan sedalam mungkin…..

  39. Allah ta’ala berfirman (hadist qudsi) :
    “Wahai Daud, sampaikan kepada penduduk bumi-Ku sesungguhnya Aku mencintai orang yang telah mencintai-Ku. Aku menjadi teman duduk orang yang duduk bersama-Ku. Aku menyenangi orang yang senang mengingat-Ku. Aku menjadi sahabat orang yang menjadi sahabat-Ku. Aku memilih orang yang telah memilih-Ku. aku ‘mematuhi’orang yang mematuhi-Ku. Siapa mencintai-Ku dengan sungguh2, Aku akan menerima cintanya. Aku mencintainya melebihi cinta-Ku kepada makhluk2 lain. Siapa mencari-Ku dengan benar2, pasti akan mendapatkan-Ku. Siapa mencari zat selain-Ku, pasti ia tidak akan mendapatkan-Ku. Wahai penduduk bumi, buanglah tipu daya dunia! Hampirilah kemuliaan-Ku. Marilah berteman dengan-Ku! duduklah bersama-Ku! Bersenang2lah dengan-Ku niscaya Aku menyenangi dan mencintai kalian. Seungguhnya Aku ciptakan bahan dasar kekasih2-Ku dari tanah lumpur Ibrahim Kekasih-Ku, Musa yang telah bermunajat kepada-Ku, dan Muhammad pilihan-Ku. Aku ciptakan hati orang2 yang rindu dari nur-Ku. Aku anugerahkan nikmat kepadanya dengan keagungan-Ku.”

  40. […] Salam Sayang […]

  41. […] Salam Sayang Salam Cintaa Salam Damai Salam Rindu.. untukmu Kekasihku… […]

  42. ummi said

    assalamu’alaikum wr.wb.
    salam kenal sdra/i fii sabilillah……

    ijinkan diri yg “ummi” ini turut silaturrahmi di blog istimewa ini, skedar utk menyampaikan ungkapan hati trdalam.

    sdra/i-q yg smg dicintai-Nya sll,….trm ksh ats sgl keteduhan yg antum tawarkan di blog ini, apapun yg antum smpkn dsini adlh ats tuntunan Allah smata, sbgmn Allah tlh menuntun jari-jemari ini shg sp ksni. Allah-lah yg mempertemukan “hati yg sejiwa” dan “jiwa2 yg sehati”….

    mhn dimaafkan bila tegur sapa yg “ummi” spkan ini blm mampu mengimbangi bahasa istimewa di blog ini, smua krn ke’dhaif’an sy selaku hamba, smg Allah ridho dan sntsa membimbing qt di jln-Nya.. amiin…….

    jazakumullah khairan katsiira ats sgl pencerahan di blog ini, salam sayanx pnh cinta bwt smuanya…….

    • Ummi……

      Wa’alaikum salam Wr,Wb…..
      Salam kenal kembali di dalam Rahmat Allah…

      Selamat datang di Pondok PJ ini, semoga bermanfa’at dari apa2 yang ada dalam Pondok ini. Dan Pondok PJ ini selalu terbuka untuk siapa saja…. dan jika ada yang mau disampaikan ataupun kritikan ataupun pertanyaan ataupun sekedar menyapa silahkan tulis koment2nya.

      Allah membimbing Anda dengan NurNya sehingga kesadaran akan Pentingnya Menuntut Ilmu telah tumbuh di relung Qolbu Anda. Dan semoga itu menjadi Berkah ya….

      Salam Taklim

      Wassalam

  43. Dono said

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pak pengembarajiwa,
    Begitu banyak nikmat-nikmat yg Allah berikan kepada kita.
    Bantulah Allah untuk Agama Allah jika kita mencintai Allah.Jika Allah menghendaki sudah tentu penduduk dimuka bumi ini semua mengabdi hanya kepadaNYA saja.Bukankah yg mencintai ingin dicintai?
    Salam sejahtera.

    Wassalam,
    Dono.

    • Mas Dono

      Wa’alaikum salam Warohmatullahi Wabarokaatuh….

      Terimakasih atas Masukkan2 dan pencerahannya, sungguh apa yang Anda sampaikan walaupun singkat tetapi mengandung Hikmah yang luar biasa.
      Karena itu marilah kita sama2 Bangkit untuk mensyi’arkan Islam ke Muka Bumi ini dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan. Bukankah Allah sangat mencintai orang2 yang berbuat kebaikan…???

      “Ajaklah Mereka itu ke Jalan Tuhanmu dengan penuh Kebijaksanaan, dan bantahlah mereka itu jika mereka melakukan kesalahan dengan kata2 yang baik”

      Salam Berkah Allah tertoreh pada diri Mas Dono.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  44. rio said

    Ya Allah bimbinglah jiwa ini menjadi jiwa yang senantiasa bisa berbaik sangka dan bersyukur kepada MU. Nawwir qalbi ya Ilahi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: