PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

SIAPKAH MENGHADAPI KEMATIAN….?

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 27, 2008

Sudah menjadi hal yang sangat wajar seseorang itu takut akan kematian, bahkan mungkin sudah menjadi tradisi massal. Dimana seseorang itu baik ia laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, kaya ataupun miskin, berpangkat kedudukan maupun hanya sebagai bawahan, raja maupaun rakyat jelata, yang alim maupun yang bodoh. Hampir seluruh manusia itu takut akan kematian yang akan mendatanginya, bahkan jika di lihat lebih banyak yang tidak siap untuk menghadapinya dari pada yang siap.

Kenapa demikian?, itu semua di karenakan kurangnya pengetahuan tentang apa sih hakikat kematian itu dan mengapa harus ada kematian serta apa tujuan dari kematian itu.

Inilah yang menjadi polemik di dalam kehidupan manusia itu, sehingga ia menginginkan agar bisa hidup 1000 tahun lagi atau bahkan hidup selamanya dan tidak akan mati.

Bayangan-bayangan tentang siksaan dalam kubur, datangnya dua orang Malaikat yang siap untuk bertanya kepadanya tentang Siapa Tuhanmu?, Siapa Nabimu?, Apa Kitabmu?, Siapakah Saudaramu,? Dan dimana Kiblatmu?, semakin membuat dirinya ciut untuk menghadapi kematian itu. Belum lagi ditambah oleh prasangka tentang selamat kah aku nanti atau celaka kah aku nanti?, Neraka kah tempatku atau surgakah yang akan menjadi tempat tinggalku?. Semuanya membuat diri semakin merinding jika membayangkan akan kematian.

Dan jujur jika ditanyakan kepada kita, seandainya besok adalah hari terakhir bagimu dimuka bumi ini….. sudah siapkah engkau menerimanya dengan resiko yang engkau sendiri belum mengetahuinya…?, siapakah yang bisa menolongmu dari kematian yang akan datang kepadamu…?

Wahai…. Para Abid (Ahli Ibadah), dimanakah engkau…..? siapkah engkau menghadapinya…………..

Wahai…. Para penghafal Al-Qur’an, dimanakah engkau…? Siapkah engkau menghadapinya…………..

Wahai…. Para penghafal Hadits, dimanakah engkau……….? Siapkah engkau menghadapinya………….

Wahai…. Para pemuka-pemuka agama, dimanakah engkau….? Siapkah engkau menghadapinya………….

Wahai….Yang mengaku paling benar dalam urusan Agama, dimanakah engkau…? Siapkah engkau menghadapinya………………….

Wahai…. yang mengaku telah mengenal akan Allah, dimanakah engkau……? Siapkah engkau menghadapinya…………………..

Wahai…. Para Imam-imam, Syekh, Guru, Ustazd, dimanakah engkau….? Siapkah engkau menghadapinya……….

Wahai yang selalu mempermasalahkan perbedaan-perbedaan dalam urusan agama, apakah engkau juga sudah siap untuk menghadapinya………..

Lalu hati kecil mengatakan, : Ya…. Robbii’, tidaklah urusan Kematian itu melainkan Rahasia Engkau dan Engkaulah yang mengaturnya termasuk juga urusan Akhirat itu, apakah Surga yang Engkau berikan kepadaku ataukah Neraka yang Engkau berikan itupun Rahasia dan Urusan Engkau. Tidak ada pengetahuan pada diri kami tentang itu dan kami hanya pasrah…………… terserah kepada Engkau saja Ya….. Robb.

Sungguh……, suatu penyerahan diri yang sangat luar biasa. Akan tetapi kenapa masih gelisah jika teringat akan kematian….?, kenapa masih merasa tidak sanggup jika seandainya Allah menceburkan dirinya ke jurang Api Neraka…? Kenapa…………?, dan kenapa…………?.

Berimanlah Kepada Allah dengan sebenar-benarnya ke imanan, janganlah hanya sekedar dimulut saja………..

Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, janganlah hanya agar orang lain melihat anda taqwa……………

Mengenal lah kepada Allah dengan sebenar-benarnya Pengenalan, jangan hanya sekedar mengaku-mengaku………………

Sungguh……, hanya Pencinta Sejati yang Mengenal akan Allah lah yang siap menghadapi akan kematian itu dan siap menerima resiko apapun yang diberikan Allah atas dirinya. Ikhlas dan Ridho atas segala keputusan-keputusan Allah yang berlaku atas dirinya. Dan tidak ada Ketakutan sedikitpun juga serta tidak berduka cita.

Mereka berserah diri dengan sebenar-benarnya penyerahan karena mereka mengenal dan mengerti akan Allah Swt, dan Allah akan menjamin serta menolongnya. Dan Allah lah sebaik-baik penjamin dan sebaik-baik penolong bagi dirinya.

Seandainya Allah mengumumkan kepada seluruh Makhluk-Nya, dari golongan Malaikat, Jin maupun Manusia untuk mengorbankan dirinya zahir dan batin agar mendapat Ridho Allah yang sebenarnya……., maka Niscaya Sang Pencinta Sejati Allah akan lebih dahulu maju pada Saf paling depan. Ia rela biar nyawa sekalipun, biar lebur sekalipun, biar hancur sekalipun. Bahkan jika untuk keselamatan seluruh Manusia agar manusia-manusia itu bisa kembali ke jalan Allah dan mendapatkan pengampunan Allah atas segala dosa-dosa di perlukan pengorbanan jiwa. Maka Sang Pencinta Allah akan mengatakan kepada Tuhan-Nya : Ya….. Robbii!, Sungguh…, Saya siap melayani-Mu untuk menyerahkan Jiwaku kepada-Mu demi kebaikan seluruh Umat Manusia dan agar Manusia itu bisa kembali ke jalan Engkau dan mendapatkan pengampunan Engkau………

Bagaimana dengan kita……….????

Siapkah kita menghadapi kematian………???? Sedangkan itu pasti datangnya…….!!!!!

Siapkah kita Berkorban untuk menjadi Sang Pencinta Tuhan….????? sedangkan itu adalah sebaik-baiknya kedudukan di Sisi Allah.

Allah Berfirman :

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (QS,Yunus:62-63).

Sabda Rosulullah Saw :

“Janganlah engkau takut dan janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Allah beserta kita”.

Iklan

79 Tanggapan to “SIAPKAH MENGHADAPI KEMATIAN….?”

  1. wyd said

    kadang ngerasa siap2 aja, tapi kadang takuuuttt banget. mungkin karena bekal yang bakalan dbawa ke sana dirasa jauh dari cukup yah

  2. Ajaran said

    Mengapa harus takut dengan kematian? Coba anda jawab dengan jujur!

  3. esensi said

    Jika pertanyaan itu ditambahkan kata “Anda” setelah kata “Siapkah”, yang artinya juga berarti ditujukan kepada saya, maka saya akan menjawab, Tidak. Saya tidak akan pernah siap untuk mati. Bukannya takut atau apa, cuma satu; malu. Saya malu kalau Izrail bertamu sedang “pakaian” saya masih bertambal-sulam ‘ujub, riya’, sum’ah, kikir… Bagaimana bisa saya menghadap-Nya dengan keadaan seperti demikian sedang sebelumnya saya lahir dalam kesucian?. Yah, untuk sementara ini saya tidak siap mati. Masih banyak hal yang belum saya lakukan. Di antaranya melakoni hidup seperti biasanya, sembari konsisten bertaubat. Sulit…

  4. aburahat said

    Mati tdk perlu ditakutkan krn itu pasti terjadi. Tapi ada yg mengatakan saya tdk takut mati tp blm siap. Saya heran apabila ada yg blm siap pd hal dia yakin mungkin sebentar lagi Malikilmaut menjembut saya. Maka kita blm siap? Krn kita sedang disibukan oleh dunia. Sayapun heran mengapa hrs sibuk dgn dunia yg membuat kita menderita? Dunia fana ini adalah cobaan utk IMAN kita. Apakah yg kita dapat itu kekayaan/kemiskinan, Sakit/sehat dlsb. Klu kita tau bakal mati buat apa kita cari kekayaan yg nanti kita tinggalkan? Allah berfirman Aku tdk bebankan kamu sesuai kempuanmu. Jd sebenarnya kita mampu utk tdk bermaksiat pd Allah tp kita yg tdk mau. Allah berfirman shalat itu mudah tp kamu sendiri yg mempersulit. Allah berfirman Tdk ada paksaan dlm agama. Tp kita sendiri memaksakan diri. Allah tdk mendhalimi hambanya tp kita sendiri yg mendhalimi diri kita. Wasalam

  5. @Wyd
    ——-

    Selamat Datang Di Pondok Pengembara Jiwa.

    Untuk mempersiapkan akan kematian Awal sekali kita harus lah menuntut Ilmu, karena Menuntut Ilmu itu sangat lah Wajib.

    Tetaplah Istiqomah dalam Amal dan Ibadah sebagai rasa syukur kita Kepada Allah

    Dan senantiasa lah berzikir karena zikir itu mendekatkan diri dengan Allah dan juga sebagai obat penenang jiwa dari kegelisahan.

    Semoga Bermanfa’at.

    @Ajaran
    ————

    Selamat Datang Di Pondok Pengembara Jiwa.

    Tidak perlu takut akan kematian, karena itu sudah Hukum Allah yang pasti berlaku. Setiap Nyawa pasti akan merasakan akan kematian. Akan tetapi Siap atau tidaknya itu tergantung dari Masing2 diri.

    @Esensi
    ———–

    =========================================================================
    Tidak. Saya tidak akan pernah siap untuk mati. Bukannya takut atau apa, cuma satu; malu. Saya malu kalau Izrail bertamu sedang “pakaian” saya masih bertambal-sulam ‘ujub, riya’, sum’ah, kikir… Bagaimana bisa saya menghadap-Nya dengan keadaan seperti demikian sedang sebelumnya saya lahir dalam kesucian?
    =========================================================================

    Rasa “Malu” seperti yang anda sebutkan adalah suatu kebaikan yang tersendiri. Dimana Anda sadar akan fitrah diri. DAn semoga dengan kesadaran itu Allah membukakan Jalan kepada Anda untuk merasakan Bahagia dalam Cinta Kasih Allah meliputi akan tiap2 sesuatu. Sehingga Anda tidak lagi mengatakan “TIDAK” untuk mati tetapi anda akan tersenyum sambil mengatakan “YA”, saya Sudah siap untuk menghadapi MAti.

    @Aburahat
    ————–

    Terimaksih atas komentar yang mencerahkan…….

    Wassalam

  6. salam

    Saya siap, karena saya udah 2kali mati suri, jadi kalau mati lagi nggak masalah.

    malahan yang ada malikatnya bosen ngeliat saya, Elo lagi…Elo lagi…sana pulang lagi kamu belum waktunya untuk “MATI”

  7. @Mujahidah Wanita
    ————————–

    Sungguh, Keyakinan yang sangat kuat dan kokoh.
    Semoga ditetapkan dan istiqomah serta terpelihara akan pendiriannya…….

  8. hinakelana said

    Saya sewaktu diSerang juga pernah mati 3 x, ada kuburannya dikali, dikasi tau ama anak muda sana, saya gali ada tulangbelulang dengan baju celana jins yang sama dengan yang saya kenakan saat itu, lalu dikasih tau lagi ada kuburan saya disana Saya cuma berkata oh ya udah, lalu saya kluar dari sungai (saya cinta sungai)orang2 pada berteriak ngejelma lagi ngejelma lagi…. tau tuh orang2 kok jadi aneh perasan saya fana cuma 1 minggu….misteri saya ada diserang disana saya ngajari ilmu agar bisa bercakap2 dengan teman seiman, dengan menjelaskan perbedaan kanan dan kiri tubuh kita…..tulalit melulu neeh HambaMu yang hina ini

  9. hinakelana said

    @AbahPJ

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Salam Khidmad se khidmadnya teruntuk

    Al Mukarom guru besar Abah Guru Sekumpul Martapuram Al-Arif Billah Syekh H.Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani….
    Bimbinglah dan tunjukanlah saya yang hina dina ini cara menjadi mukmin yang bertaqwa….Please….

    Wasallam

    hinakelana

  10. Aburahat said

    @All
    Saya pernah katakan soal mati tdk perlu ditakuti. Yg kita takuti adalah janji Allah. Oleh karena itu janganlah menjadi bangkai berjalan. Mati sblm mati. Wasalam

  11. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @semuanya

    Sesungguhnya setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Yah, tinggal kita tunggu saja kapan tiba saatnya, apakah anda yang duluan atau saya yang belakangan? mungkin saya yang belakangan atau anda yang duluan?

    Apakah kita sudah siap menghadapi kematian? jawabnya adalah sampai sejauhmana kita meyakini tentang pemahaman agama Islam?

    Aneh ! pertanyaan tapi dijawab lagi dengan pertanyaan, baiklah saya serahkan saja kepada yang siapa saja yg hadir di blog ini untuk menjawabnya.
    Menurut hemat saya apabila membicarakan masalah kematian, kita harus terlebih dahulu mengetahui pemahaman tentang Islam, mumpung kita masih hidup. Apakah Islam itu ? kadang kita melupakan hal yang sederhana dan sepele.

    Silahkan anda untuk memberikan komentar.

    Wass. Wr. Wb

  12. Aburahat said

    @Asep
    Kesiapan kita bukan sampai dimana keyakinan kita memahami Islam. Tapi sampai dimana kita mengenal Allah. Islam hanya satu2nya sarana utk mengenal Allah dgn segala ke AgunganNya. Islam adalah penyerahan diri. Kepada siapa kita menyerahkan diri kita yg bukan milik kita? Hanya kepada Allah. Apakah Allah ridha menerima diri kita? Tergantung sampai dimana kita mengenalNya1 Wasalam.

  13. asep said

    @Aburahat

    Terimakasih atas komentarnya yang sangat dalam tentang Islam, tapi saya menunggu komentar yang lainnya dulu.

    Ma’af kepada mas PJ, apabila saya ikut nebeng untuk menampung komentar. Ma’af sekali lagi. Kalau menurut anda gimana ?

  14. Siap tidak siap yah…harus siap. toh! semuanya bakal mati!, hidup didunia ini hanyalah persinggahan untuk megigatkan kita kembali kepada yang memiliki diri kita (Allah SWT).

    Seandainya saja nyawa wanita yang bodoh ini bisauntuk mempersatukan umat muslim yang terpecah belah, saya siap walau nyawa taruhanya, walau hancur sekalipun, walau lebur sekalipun saya akan siap demi keselamatan manusia di muka bumi ini, tetapi apakah Allah mau terima? telah banyak dosa yang telah hamba perbuat. Ya Allah….apa yang bisa hamba lakukan agar mereka kembali ke padamu_Mu…,apa yang bisa hamba lakukan agar mereka menghilangkan perbedaan yang membuat umat ini terpecah belah dan kembali bersatu….,ya Allah haruskah….???, haruskah….????HARUSKAH….???

    Ya Allah sesungguhnya hamba tak berdaya denga semua ini, sesungguhnya hamba tidak ada daya dan upaya, hamba hanya ciptaan mu yang lemah…, Ini hanya sandiwara Mu ya…robb, agar kami sadar untuk menggapaimu tidaklah semudah membolak balikkan telapak tangan, bukankah hidup saja harus penuh perjuangan!, apalagi untuk menggapai_Mu Ya…robb.

    Ya robb…bimbinglah kami agar kami selalu beristiqomah, bimbinglah kami agar kami selalu mendirikan sholat, sholat yang tiada putus2nya mulai dari mata kami terbuka hingga mata kami tertutup.

    Ya rabb…bimbinglah kami di dalam mencari kebenaran, bukalah mata,hati,telinga kami agar Nur Engkau masuk kedalam diri kami meliputi zahir,batin kami yang bisa menjadikan rahmatan lil alamin, dan menyingkap dinding2yang ada pada diri2 kami, agar kami bisa melihat/ membedakan mana Haq dan mana yang Batil.

    Ya rabb…semoga ini bukan hanya omongan dari wanita yang bodoh…,engkau maha mengetahui ya rabb….betapa hati hamba hancur….hancur….melihat semua ini. dan hamba hanya diam terpaku tanpa bisa melakukan sesuatu apapun.hamba tidak inginkan kedudukan di samping_MU ya rabb, yang hamba inginkan hanya selalu bersama_MU….

    TERKADANG ADA SESUATU HAL YANG TIDAK KITA KETAHUI
    TERKADANG ADA SESUTAU HAL YANG TIDAK KITA MENGERTI
    TERKADANG ADA SESUATU HAL YANG TIDAK KITA SADARI

    CARILAH JAWABNYA WAHAI SAUDARA2 KU

    SEMOGA SEGERA DAPAT DI KETAHUI
    SEMOGA SEGERA DAPAT DI MENGERTI
    SEMOGA SEGERA DAPAT DISADARI

    Akulah sang pecinta….aku telah mabuk didalam cinta_MU…..
    Ya…. Rabb ijinkanlah hamba yang hina ini minum anggur merah dari cawan indah_Mu,
    Ya….Rabb aku telah gila….,gila….,gila…. gila akan cinta _MU
    Ya…..Rabb aku telah jatuh cinta…cinta,cinta hanya ke pada_Mu …..
    Salahkah hamba yang ingin bertaqwa kepada_MU ya rabb…..?????
    Sedangkan Taqwa itu milik semua hamba Mu Ya Rabb….

    *Baik Kaum Wanita dan Pria *

    Ya Allah hanya kepadamu….
    Aku mengadu kelemahan daya ku…
    Terbatasnya kekuatanku…
    Dan kehinaanku terhadap manusia

    Wahai yang maha pengasih penyayang
    Kepada siapa engkau pasrahkan diriku
    Apakah kepada musuh yamg memangsaiku..
    Ataukah kepada yang dekat
    Yang Engkau milikan urusanku?

    Jika sekiranya Engkau
    Tidak mermukaiku, maka…
    Aku tidak akan ambil peduli
    Kecuali kalau sungguh
    Kemaafanmu lebih besar untuk ku

    Aku mohon perlindunganmu
    Dengan wajahmu yang teramat mulia
    Menyinari petala langi dan bumi
    Juga menyinari kegelapa-kegelapan

    Lalu damailah bahagialah urusan
    “Dunia dan AKhirat”
    Murkamu jangan sampai menimpa diriku
    Bencimu jangan sampai menerpaku

    Bagimulah hal yang menyapa
    Pahit hingga Engkau ridho
    Tidak ada daya ampuh
    Hanya Engkau yang memiliki

    ***Kekasihmu yang menderita***

  15. aburahat said

    @Mujahidahwanita
    Keinginan anda tdk perlu terlaksana. Allah maha tahu kemampuan anda.
    Dgn Niat dan permohonan anda anda sudah menjadi mujahidah wanita. Allah tdk melihat pd perbuatan kita. Allah melihat dari niat yg ikhlas kita. Kami semua akan berdoa insya Allah niat anda dicatat Allah sebagai mujahidah wanita. Amin wasalam

  16. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    Terimakasih kepada mas Aburahat dan sdri Mujahidahwanita atas komentarnya, mungkin cukup untuk mewakili seluruh umat Islam. Mas PJ kemana aja nih? ditunggu komentarnya ko’ ga nongol.

    Baiklah saya yang kasih komentar terlebih dahulu,

    Islam adalah agama yang diturunkan kealam semesta untuk menjadi agama yang Rahmatan lil’alamin. Islam adalah agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia, baik secara lahir maupun bathin. Dari mulai kehidupan individu, kehidupan bermasyarakat sampai kehidupan bernegara. Yang dilandasi dengan penyerahan diri secara total kepada ketentuan dan hukum Allah Swt.

    Apabila seluruh manusia seperti itu pemahamannya, maka siapkah menghadapi kematian? Ya tentu saja, karena mati dalam posisi seperti itu berarti mati didalam agama Allah Swt yaitu agama Islam.

    Lalu kenapa umat Islam (khususnya) berbeda pemahamannya satu sama lain?

    Monggo silahkan memberikan komentar.

    Wass. Wr. Wb.

  17. aburahat said

    @Asep.
    Saya kasih komentar singkat ya mas: 1. ECHO/NAFSU INGIN MENANG SENDIRI. 2. IBLIS BERSEMAYAM DIHATI MASING2 KITA. 3 HASUT, DENGKI pad pokoknya menari bersama iblis. wasalam

  18. asep said

    @Aburahat

    Kenapa mas jadi berkomentar seperti itu? Saya ingin sharing dalam diskusi ini, supaya ada keslerasan atau kesamaan dalam memahami agama Islam. Ada nash yang mengatakan “Islam ibarat tubuh manusia, apabila salah satunya sakit, maka yang lainnya ikut merasakan juga”. Tapi mohon ma’af mas, apabila saya dalam memberikan komentar tidak sengaja menyinggung perasaan mas. Sekali lagi mohon ma’af.

  19. hinakelana said

    Bismillah,,,,
    1: UCAPAN UNTUK PARA PEMBACA
    (Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani)

    Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu mesti membersihkannya daripada debu dan kekotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahsia-rahsia Ilahi.

    Bila cahaya dari “Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi…” mula menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. Lampu hati itu “berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilauan terang benderang…” Kemudian kepada hati itu anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan daripada awan petir maksud “bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”. Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahsia Allah menyinarinya?

    Sekiranya cahaya rahsia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahsia-rahsia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…”. Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah “…menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang”. Sekiranya lampu rahsia-rahsia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebahagiannya kamu telah ketahui sebahagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, cuba fahamkan. Langit ketidaksedaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. “(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…” malam ketidaksedaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidaksedaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam lena. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata:
    Mereka tidur sedikit sahaja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon keampunan Allah
    Allah bimbangkan kepada cahaya-Nya sesiapa yang Dia kehendaki.

    Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit peraturan Ilahi akan matahari ilmu batin mula terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, Lantaran kamu adalah “yang Allah beri petunjuk” dan kamu “berada pada jalan yang benar” dan bukan “mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan”. Dan kamu akan memahami rahsia:
    Tidak diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang. Tiap sesuatu berjalan pada landasan (masing-masing).

    Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan “perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu”, dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan pecah, mendedahkan yang seni di bawah pada yang kasar. Kebenaran akan membuka tutupan mukanya.

    Semua ini akan bermula bila cermin hati kamu dipersucikan. Cahaya rahsia-rahsia Ilahi akan memancar Padanya jika kamu berhajat dan bermohon kepada-Nya, daripada-Nya, dengan-Nya.

    di copy dari sirr ar asrar

  20. aburahat said

    @Asep
    Mas Asep sory ya. Maaf komentar saya berupa gujon. Soalnya saya selalu serius sih jd takut stress jd saya keluarkan secara guyon kedogkolan saya. Kan jawaban saya benar. Tapi sekarang saya akan keluarkan pendapat saya agar diskusi bisa berlanjut.
    Begini mas, dunia yg kita hidup ini adalah cobaan terhadap IMAN kita. Senang/susah; sakit/sehat; kaya/miskin dll semua adalah cobaan. Allah mencoba kita sampai dimana kita meyakini kekuasaan Allah dgn segala sifatNya yg Agung. Sabarkah kita menderita? Mensyukurikah kita atas nikmat yg kita nikmati. Untuk mencoba hambaNya Allah izinkan IBLIS menggoda kita. Rasul bersabda perang Badar kecil tp setelah kamu kembali berperang dgn dirimu yg paling besar. Banyak manusia sekarang kalau boleh saya katakan sdh SIRIK. Karena mereka lebih percaya pada bujukan iblis dari pd melaksanakan perintah dan larangan Allah. Allah berfirman: Apabila aku kehendaki maka aku jadikan umat ini umat yg satu. Tapi aku akan uji mereka. Kemudian Allah berfirman Apakah kamu menyangka bahwa kamu memasuki surga tanpa diuji. Makin tinggi magam seseorang makin berat cobaannya. Tapi Allah tdk memberatkan umatnya sesuai kemampuannya. Jadi tdk mungkin umat ini seperti mas kehendaki. Ada yg lolos dari cobaan ada yg sesat. Allah akan memberi petunjuk kepada siapa yg menghendaki petunjuk dan akan menyesatkan siapa yg ingin sesat. Sampai disini dulu komentart saya. Sekali lagi maaf mas Asep. Wasalam

  21. aburahat said

    @Hinakelana
    Hati kita adalah merupakan cermin. Ingin melihat bayangan yg baik harus dibersihkan terus. Jd membersihkan hati kita dgn mengingat Allah. Maksud mengingat Allah disini bukan dgn menyebut Allah setiap hari. Tapi setiap langkah maupun kata2 kita harus diingat bahwa Allah sedang melihat perbuatan kita dan mendengar setiap kata2 kita. Kalau setiap kita melangkah/ berbuat sesuatu atau setiap kita mengeluarkan kata2 dan kita termasuk orang takut akan siksaan Allah maka akan terbayang pada kita bahwa Allah sdg memperhatikan kita, maka insya Allah kita tdk bermaksiat pada Allah. Bertakwa adalah takut terhadap siksaan Allah. Dlm Hadits Kutsi Allah berfirman. Surga adalah tempat kamu sedangkan hatimu adalah tempatKu. Bagaimana Allah akan menempati hati yg KOTOR? Wasalam

  22. asep said

    @aburahat

    Alhamdulillah…, ga apa-apa mas sudah dima’afkan. Yang namanya manusia gudangnya kesalahan.

    Betul apa yang mas katakan mengenai firman Allah tsb. Islam mengajak kita dalam tauhid kepada Allah Swt, kita harus senantiasa bersyukur atas ketentuan dan kehendak Allah Swt.

    Seperti yg mas nukilkan dalam ayat Al Qur’an :

    Allah akan memberi petunjuk kepada siapa yg menghendaki petunjuk dan akan menyesatkan siapa yg ingin sesat.

    Berarti ada ikhtiar manusia untuk mendapatkaan petunjukNya, begitu juga sebaliknya, sehingga seminimal mungkin dengan meraih petunjukNya manusia lolos dalam ujian dan cobaanNya.

    Menurut mas apa ikhtiar manusia atau umat Islam (khususnya) supaya ada dalam kesatuan pemahaman ? Wassalam

    @Hinakelana

    Ada nash yang mengatakan “Ada segumpal daging dalam tubuh manusia, apabila daging itu baik maka baik juga seluruh tubuhnya. Apabila daging itu jelek, maka jelek juga seluruh tubuhnya. Daging itu tiada lain adalah hati”
    Hati merupakan cermin yang senantiasa harus selalu diisi dengan dzikir mengingat Allah Swt, sehingga setiap kata-kata dan perbuatan selalu ada dalam bimbingan Allah Swt.
    Kenapa komentarnya jadi ke hati?

  23. aburahat said

    @Asep
    Saya tdk bisa menunjukan ikhtiar yg bagaimana. Cuma saya bisa katakan apabila kita semua ikhlas dan berserah diri kepada Allah mungkin bisa. Saya tdk berani krn ada Firman Allah dlm Surah Al Hijr ayat 39 dan 40 berbunyi sbg berikut:
    39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
    40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis[799] di antara mereka.”

    Inilah kira2 saran saya. Wasala

  24. Maksud mengingat Allah disini bukan dgn menyebut Allah setiap hari. Tapi setiap langkah maupun kata2 kita harus diingat bahwa Allah sedang melihat perbuatan kita dan mendengar setiap kata2 kita. Kalau setiap kita melangkah/ berbuat sesuatu atau setiap kita mengeluarkan kata2 dan kita termasuk orang takut akan siksaan Allah maka akan terbayang pada kita bahwa Allah sdg memperhatikan kita,

    ==============================================================

    Maaf mas aburahat saya hanya menabahkan saja

    Ingat tan kita yang di maksud itu ialah ingatan yang tiada putus2nya

    rasakanlah gerak itu adalah gerak_NYa, kita bergerak dengan qudrat iradhatnya,karena tanpa qudrat dan iradhatnya kita tidak mampu untuk bergerak.
    Nafas itu adalah nafas_Nya, kita bernafas dengan qudrat iradhatnya, tanpa qudrat iradhatnya kita tidak mampu untuk bernafas.
    Penglihatan itu adalah penglihatan_Nya,kita melihat dengan qudrat dan iradhatnya, karena tanpa Qudrat iradhat_NYa kita tidak mampu untuk menglihat

    karena manusia itu pada dasarnya tidak ada daya upaya dan tidak memiliki apa2, tanpa Allah manusia itu ibarat mayat hidup, dan karena Allah (Qudrat dan Iradhat)manusia bisa brnafas, mata bisa berkedip, gerak dan diam kita adalah karena_Nya
    Rasakanlah Allah itu meliputi akan zahir dan batin mu meliputi seluruh sekalian alam
    Apapun yang kita lakukan dengan penuh kesadaran sampai akhirnya kesadaran itu akan hilang dengan sendirinya denga Qudrat iradhat Allah SWT, menurut saya itulah shalat yang tiada putusnya…

    Ya Allah apalah artinya hidupku tanpamu…
    Tanpa Engkau hamba bukan siapa-siapa
    Tanpa Engkau hamba bukan apa-apa
    Hamba hanya setitik debu…
    Apa bila tertiup angin akan terbang
    tanpa arah tujuan….
    Ya Allah hanya Engkau lah tujuan hidupku…
    Dan hanya kepadamulah hamba kan kembali….
    Kembali kepangkuan_Mu

  25. asep said

    @Aburahat

    Terimakasih mas telah berbagi ilmu dengan saya. Betul apa yg dinukilkan dalam QS Al Hijr : 39-40. Manusia yang Muklis lah yang dapat menyatukan pemahaman mengenai agama Islam yaitu Imam Mahdi As yang dinantikan/dijanjikan kehadirannya diantara jin dan manusia (untuk semua agama yang ada di alam semesta ini).

    Adapun ikhtiar manusia dan umat Islam khususnya yaitu persiapan yang terus menerus untuk menunggu kehadirannya, seperti apa yang dikatakan Imam Mahdi As sebelum masa kegaiban besar (Ghaib Kubra):

    “Hendaknya setiap orang diantara kalian berbuat sesuatu yang mendekatkan kecintaan kepada kami, menjauhkan diri dari hal-hal yang kami tidak sukai dan kami benci. Sesungguhnya perkara kami adalah perkara yang mendadak saat tobat tidak lagi berguna dan penyesalan tidak dapat menyelamatkannya dari azab kami. Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan pada kalian perkembangan dan lemah lembut terhadap kalian dengan memberikan taufik dan rahmat-Nya pada kalian”

    Wasalam

  26. asep said

    @Aburahat

    Terimakasih mas telah berbagi ilmu dengan saya. Betul apa yg dinukilkan dalam QS Al Hijr : 39-40. Manusia yang Muklis lah yang dapat menyatukan pemahaman mengenai agama Islam yaitu Imam Mahdi As yang dinantikan/dijanjikan kehadirannya diantara jin dan manusia (untuk semua agama yang ada di alam semesta ini).

    Adapun ikhtiar manusia dan umat Islam khususnya yaitu persiapan yang terus menerus untuk menunggu kehadirannya, seperti apa yang dikatakan Imam Mahdi As sebelum masa kegaiban besar (Ghaib Kubra):

    “Hendaknya setiap orang diantara kalian berbuat sesuatu yang mendekatkan kecintaan kepada kami, menjauhkan diri dari hal-hal yang kami tidak sukai dan kami benci. Sesungguhnya perkara kami adalah perkara yang mendadak saat tobat tidak lagi berguna dan penyesalan tidak dapat menyelamatkannya dari azab kami. Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan pada kalian perkembangan dan lemah lembut terhadap kalian dengan memberikan taufik dan rahmat-Nya pada kalian” (Imam Mahdi As)

    Wassalam

  27. aburahat said

    @Hinakelana
    Maaf kalau saya adakan koreksi sedikit. Mas, berbicara tadi sebagai orang yg bermagam MAKRIFAT. Sedangkan kami2 ini baru berusaha menuju kesitu dgn mengenal sariat benar2. Oleh karena itu saya pernah tanyakan apa sih yg dimaksud dgn ilmu ma’rifat dan ma’rifat itu sendiri. Kalau mas ingin berdiskusi soal ma’rifat sulit ditawarkan kepd yg awam. Wasalam

    @Asep
    Mas Asep, sebab mas berbicara mengenai Imam Mahdi maka utk mendpt hikmahnya mas bukan hanya menyintai tapi hrs menjdi pengikutnya. Imam Huusein ra bersabda. Banyak yg mengatakan menyintai kami tetapi kemudian menghinati kami. Oleh karena itu apabila benar2 menyintai kami jadilah pengikut kami. Wasalam

  28. asep said

    Saya ingin menambahkan hadist Imam Mahdi As sebelum masa kegaiban besar (Ghaib Kubra) :

    ” Adapun pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa yang akan datang, merujuklah mengenai hal itu kepada perawi hadist kami. Sesungguhnya mereka adalah hujjahku terhadap kalian dan aku adalah hujjah Allah atas kalian ” ( Imam Mahdi As )

  29. asep said

    @Aburahat

    Tentu saja saudaraku, Insya Allah saya akan istiqomah pecinta sekaligus pengikutnya. Alhamdulillahirrobil’alamin.
    Bagaimana dengan anda ?

  30. aburahat said

    @Asep
    Kalau boleh saya katakan sebelum muncul didunia ini alhamdulillah Allah sdh masukkan saya dlm golongan dzuriat Ahlulbait. Terima kasih mas Asep. Ingya Allah mas termasuk salah satu yg dilindungi Sayyidah Fatimah a Zahrah. Apa sebab saya katakan demikian. Bagi saya hadits ini sahih. Rasul bersabda: Agar kamu tahu bahwa Allah memberi nama anakku Fatimah yg berarti pemisah sorga dan neraka. Dan juga sabda Sayyidah Fatimah ra. Pada waktu aku ketahui bahwa sebelum Rasulullah menikahkan aku dgn Ali Jibril datang menyampaikan berita bahwa Sayyidah Fatumah sdh dinikahkan dgn Ali b Abi Thalib di Arsy. Apa tuntutan Syyidah Fatimah terhadap Allah. Subhanallah Maha Suci Allah dengan sifat kasih sayangnya terhadap ahlibait Nabi. Yg dituntut oleh Syyidah Fatimah demikian. Ya Allah apakah Engkau samakan aku dengan wanita2 lain yg mas kawin dinar?. Kemudian Jibril turun menghadap Rasul: Ya Rasulullah Allah memerintahkan aku utk menanyakan tuntutan mas kawinnya fATIMAH Kemudian Rasul bertanya pada Sayyidah Fatimah mas kawin yg bagaimana engkau mintakan pada Allah? Sayyidah Fatimah katakan Ya Rasulullah mas kawin yg aku tuntut adalah Allah mengizinkan aku utk memberi syafaat terhadap umatmu yg bermaksiat kepada Allah. Kemudian Allah kabulkan. Inilah keistimewaan Ahlulbait. Hidup menderiota dunia dan hidupnya utk Allah.Bukan surga Firdaus yg diminta tapi pemberi Syafaat bagi mereeka umat Muhammad yg BERMAKSIAT PD aLLAH. wASALAM

  31. Apapun yang kita pandang, kita rasakan semuah berasal dari pada_Nya dan akan kembali kepada_Nya

    tanpa Allah manusia itu ibarat mayat
    =========================================================

    kita hidup ini adalah cobaan terhadap IMAN kita. Senang/susah; sakit/sehat; kaya/miskin dll semua adalah cobaan. Allah mencoba kita sampai dimana kita meyakini kekuasaan Allah dgn segala sifatNya yg Agung. Sabarkah kita menderita?
    ==========================================================

    menurut saya itu semuah adalah nikmat!

    Mengapa saya katakan nikmat!

    Karena bagi siapa saja yang mensyukurinya dengan penuh keyakinan semua yang ada pada dirinya adalah karunia dan nikmat Allah terbesar sebagai landasan cinta kasih Allah kepadanya, akan tetapi barang siapa yang lupa akan nikmat karunia Allah yang ada pada dirinya berarti sama halnya ia lupa akan Allah,yang memberikan nikmat itu sebagai I’tibar(cerminan) adanya Allah dekat dan mliputi akan dirinya.

    Lalu siapa yang lupa akan Allah,maka Allah akan menurunkan berbagai macam ujian dan cobaan kepadanya agar mereka bisa sadar dan kembali kepada kebenaran(Allah SWT).

    Kalau sudah begitu berarti ujian dan cobaan itupun termasuk nikmat Allah, Karena datang nya ujian dan cobaan untuk mengingatkan hambanya agar hambanya menyadari bahwa Allah sayang kepadanya.

  32. aburahat said

    @Mujahidahwanita
    Manusia diciptakan Allah dengan sifat, kemauan, jiwa dlsb tdk sama ber-beda2. Begitu juga tentang pemahaman, ilmu, pola berpikir, cara menilai malahan menafsirkan Alqur’an pun berbeda. Oleh karena itu menurut saya belum tentu saran yg anda berikan itu bisa diterima oleh yg lain. Sebagai contoh mengapa banyak penafsir Alqur’an yg beda hikmahnya. Mengapa begitu banyak ilmu tarikah. Mengapa begitu banyak mahzab? Menurut anda bahwa semua cobaan adalah nikmat Saya setuju klu anda katakan semua dari Allah itu nikmat tapi sanggupkah anda menrima nikmat itu? Terkecuali magam anda sdh mencapai tingkat Waliullah. Klu tingkat msh memikirkan dunia. saya rasa anda blm bisa menikamati cobaan Allah. Wasalam

  33. asep said

    @Aburahat

    Alhamdulillahirobbil’alamin, kita dipertemukan disini didunia maya ini dan mempunyai pemahaman yg sama. Semoga tali silaturakhmi ini akan kekal di dunia maupun akhirat dan semoga kita mendapat syafa’at dari para Imam Ahlulbait Nabi Saw yang suci. Ternyata saya harus banyak belajar dari saudaraku mas Aburahat.
    “Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yg suci, sahabat-sahabat kebenaran, pemimpin-pemimpin makhluk ciptaan, kabulkan do’a yang aku panjatkan, berikan padaku sesuatu yang tidak sempat aku utarakan dalam do’aku. Dari kebaikan agamaku dan duniaku. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci”

    Wassalam

  34. aburahat said

    @Asep
    Amin Yaa Rabbal Alamin. Kanulkan yg Allah doa hamba2Mu yg mecintai hamba2Mu yg Engkau cintai. Semoga Allah terus membimbing dan memberi petunjuk kejalan yg lurus jalan yang Allah Ridhai. Dan menjaga kita dari berbuat maksiat kepadanya dan Rasul beserta Ahlulbaitnya. Amin. Wasalam

  35. @mujahidah wanita

    Allah mendatangkan ujian kepada hamba_Nya menurut kadar kemampuan hamba_Nya. tidak akan mungkin Allah menurunkan ujian yang hamba_Nya sendiri tidak sanggup untuk memikulnya.

    Kalaupun kita merasa berat dengan ujian yang di datangkan Allah seolah-olah kita tidak sanggup untuk memikulnya, itu dikarenakan bukan kita tidak mampu untuk memikulnya melainkan karena kurangnya pengetahuan menghadapi ujian tersebut.

    Oleh sebab itu menuntut ilmu hukumnya wajib, agar kita mengerti tentang hakikat dari pada ujian-ujian Allah yang datang kepada diri kita.

    Sebagaimana Rasulullah SAW Bersabda: yang artinya “Telah di wajibkan atas kalian menuntut ilmu baik muslim laki2 maupun muslim perempuan.

    Begitu istimewanya dan mulianya ilmu itu sehingga di wajibkan bagi kita untuk menuntutnya

    Saya mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang pantas semoga anda berkenan
    Sebelumnya dan sesudahnya saya mohon maaf

    *Salam sang pencari cinta*

  36. hinakelana said

    @aburahat

    Thanks berat..atas koreksinya, please.. tolang kalo saya salah tolong ditegur-dikritik-dimarain juga ga pa2

  37. hinakelana said

    Assalamualaikum wr. wb, Wahai syuhada2, Auliya2 Allah, wali2Nya,mukminin dan mukminat, mulimin wal mulimat dimana saja berada…..

    disarikan dari kitab :KATA2 MUTIARA SAYYIDINA ‘Ali bin Abi Thalib k.w.
    dihimpun atas Arahan Syikh Fadhhlullah al-Ha’iri rah.a

    1. Sayyidina Ali k.w.,, setelah mengerjakan shalat malam, biasa mengucapkan doa ini :
    Aku bersaksi bahwa langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya adalah tanda-tanda yang menunjukkan kepada-Mu.Semua bukti itu bersaksi atas apa yang telah Engkau serukan kepadanya. Segala hal yang menunjukan tentang diri-Mu adalah hujah dan dia bersaksi kepada-Mu atas sifat ketuhanan-Mu.
    Aku berlindung kepada-Mu dari mengisyarakatkan dengan hati, lisan atau tangan kepada selain-Mu. Tidak ada tuhan kecuali Engkau, Allah Yang Mahaesa, Mahatunggal, dan Mahakekal. Dan kepada-Mulah kami berserah diri.

    2. Maukah aku tunjukkan kepada kalian buah surga? Ia adalah (Kalimat) La ilaha illallah (tidak ada tuhan kecuali Allah), ‘dengan syarat ikhals.

    3. Pokok agama adalah makrifat tentang Allah. Kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah tashdiq (membenarkan) terhadap-Nya. Kesempurnaan tashdiq terhadap-Nya adalah tauhid kepada-Nya. Dan kesempurnaan tauhid kepada-Nya adalah dengan ikhlas kepada-Nya. Barangsiapa yang melekatkan suatu sifat kepada-Nya, berarti dia telah menyertakan sesuatu kepada-Nya. Dan barangsiapa yang menyertai sesuatuy dengannya, maka dia telah menduakan-Nya. Barangsiapa yang menduakan-Nya, maka dia telah memilah-milahkan (Zat)Nya. Barangsiapa yang memilah2Nya, maka sesungguhnya dia tidak mengenal-Nya. Barangsiapa yang tidak mengenal-Nya, maka dia akan melakukan penunjukan kepada-Nya, maka dia telah membuat batasan tentang-Nya. Dan barangsiapa yang membuat batasan tentang-Nya, sesungguhnya dia telah menganggap-Nya berbilang.

    4. Dia tidak beranak, maka tiadalah Dia dilahirkan; dan tiada pula diperanakkan. Maka tiadalah Dia menjadi terbatas. Sungguh Mahaagung Dia untuk mempunyai anak dan Mahasuci bagi-Nya untuk menyentuh wanita.

    5 WaHai tuhanku cukuplah bagiku kebanggaan bahwasanya Engkau menjadi Tuhan bagiku, dan cukuplah kemuliaan bagiku bahwasanya aku menjadi hamba bagi-Mu. Seungguhnya Engkau seperti yang kuingginkan, maka jadikanlah aku seperti yang Engkau inginkan.

    6. Aku sungguh heran terhadap orang yang ragu tentang Allah, padahal dia melihat ciptaan Allah7. Syukur adalah hiasan Kekayaan.

    7. Siapa saja yang hanya butuh kepada Allah, niscaya orang2 akan butuh kepadanya.

    8 Menghilangkan sebuah gunung lebih mudah daripada menghilangkan kefakiran yang menimpa. Maka, mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah karena sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya (dari hamba2Nya).

    9. Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebajikan.

    10. Itulah zaman yang tidak ada yang selamat di dalamnya kecuali setiap orang Mukmin yang terlupakan, yang jika dia hadir (di tengah2 kaumnya), maka dia tidak dikenal; dan jika dia tidak hadi, tidak ada seorangpun yang merasa kehilangan.

    11. Cukuplah surga sebagai pahala dan anugerah, dan cukup pula neraka sebagai siksa dan bencana

    12. Bersabar atas beratnya beribadah akan menaikkanmu kepada kemuliaan mendapatkan kebruntungan besar.

    13. Ibadah yang paling utama adalah diam dan menanti kelapangan.

    14 Kebahagiaan yang sempurna diperoleh dengan ilmu, sedangkan kebahagiaan yang kurang diperoleh dengan zuhud. Dan ibadah tanpa didasari ilmu dan kezuhudan hanyalah keletihan di badan.

    15. Dimana terdapat hikmah, di situlah terdapat ketakutan terhadap Allah; dan di mana terdapat ketakutan terhadap-Nya. di situlah terdapat rahmat-Nya

    16. Ibadah yang paling utama adalah menahan diri dari kemaksiatan dan berhenti ketika dihadapkan pada perkara syubhat.

    17. Tidak ada benteng yang lebih kokoh dari wara’ (kehati2an dalam beragama).

    18. Sesuatu yang agung yang turun dari langit adalah taufik, dan sesuatu yang paling agung yang naik dari bumi adalah ikhlas.

    19. Sesuatu yang semua orang membutuhkannya adalah taufik.20 Taufik adalah sebaik penuntun.

    21. Ketika kesempitan sudah sampai pada puncaknya, maka saat itulah datang kelapangan, dan ketika musibah telah menyempitkan tenggorokan, maka saat itu datang kemudahan.

    22. Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang lebih besar daripada panjang umur dan badan yang sehat,

    23. Makhluk adalah keluarga Allah, dan orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling menyayangi keluarga-Nya.

    24. Dialah yang murka-Nya sangat keras terhadap musuh2-Nya dalam keluasan rahmat-Nya; dan rahmat-Nya yang luas terhadap wali2-Nya dalam kekerasan murka-Nya

    Ps: @ sufimuda @ Aba PJ @Sufiwanita

    Tolong jelaskan [saya blom paham neeh poin No.24] …..dan Rahmat-Nya yang luas terhadap wali2-Nya dalam kekerasan murkaNya]

    Insya Allah semoga ada manfaatnya.

  38. aburahat said

    @Hinakelana
    Makna dari pt 24 oleh Imam Ali adalah: Se-baik2nya Allah dgn SifatNya yg Agung sebagai pemberi Rakhmat tapi kepada musuhNya ia murka karena RakmatNya, bukan karena kebencian. Dan utk ini Imam Ali buktikan dlm peperangan. Suatu waktu Imam Ali sdg dlm pertempuran. Musuhnya jatuh dari kuda. Imam Ali melompat dari kuda dan mengayunkan pedang mau menabas leher musuh tsb. Tiba2 musuh tsb meludahi muka Imam Ali. Imam Ali sarungkan pedangnya dan tdk jadi membunuh musuh tsb.
    Oleh karena itu Allah tangguhkan hukuman terhadap musuh2Nya sampai hari yg ditentukan.
    Kemudian, dan RakmatNya yg luas terhadap wali2Nya dalam kekerasan murkanya. Disini ini Imam Ali maksudkan se-murka2nya terhadap Wali2nya bukan murka utk mendapa azab tapi Rakhmat. Jadi marahnya Allah merupakan peringatan/teguran pd wali2nya. Mudah2 ada manfaatnya. Wasalam

  39. @aburahat
    Alhamdulillah Inysa Allah anda benar, thanks atas tanggapannya

  40. asep said

    @Hinakelana

    Saya ingin menambahkan komentar mas Aburahat, mungkin begini (kalau salah tolong dikoreksi)

    Disini Imam Ali as dalam jihad fi sabilillah tidak mau membunuh berdasarkan hawa nafsunya kepada makhluk, tapi tidak jadi membunuh karena takut kepada yang menciptakan makhluk yakni Allah Swt. Sedangkan musuh dan wali termasuk makhluk yang merupakan Rakhmat Allah Swt yang luas dalam kekerasan murka-Nya.

    Wassalam Wr. Wb.

  41. hinakelana said

    Bismillah….nurin ala nur
    Alam Kubur, Alam ke-5 dari 14 Alam Yang Akan Kita Lewati
    Manusia adalah makhluk Allah swt. yang diciptakan dari tanah (at-turab) dan ruh. Allah swt. membekalinya dengan hati, akal, dan jasad sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah swt., sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (Al-Ahzab: 72). Amanah yang diterima manusia berupa ibadah (Adz-Dzariyat: 56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (Al-Baqarah: 30) yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.

    Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. Allah swt berfirman:

    “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati(1), lalu Allah menghidupkan kamu(2), kemudian kamu dimatikan(3) dan dihidupkan-Nya kembali(4), kemudian kepada-Nya-lah kamu(5).” (Al-Baqarah: 28)

    Secara garis besar penjelasan ayat di atas menggambarkan 5 proses hidup mati berikut ini :

    Mengapa kamu kafir kepada Allah?

    1. padahal kamu tadinya mati —– Mati

    2. lalu Allah menghidupkan kamu —- Hidup

    3. kemudian kamu dimatikan —– Mati

    4. dan dihidupkan-Nya kembali —– Hidup

    5. kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan —– Dikembalikan

    Secara lebih rinci, seluruh tahapan alam kehidupan yang telah dan akan dialami manusia terdiri dari 14 (empat belas) tahapan alam, dari alam ruh hingga surga atau neraka. Sebelas alam diantaranya adalah alam setelah manusia mati.
    Sungguh perjalanan yang sangat panjang menuju surga atau neraka !

    Berikut ini berbagai macam alam yang terkandung dalam surat al-Baqarah 28 :
    (alam antara dalam penjelasan ini maksudnya adalah alam perantara sebelum kita memasuki alam utama berikutnya yang lebih menentukan)

    Ayat : “…padahal kamu tadinya mati…”

    Alam Ke-satu : ALAM ROH /ALAM ARWAH
    yakni alam (utama) dimana Awal manusia diciptakan dan tidak ada satupun manusia mengetahuinya karena bagi Allah swt. tidak ada batas Ruang/Waktu dan Tempat.

    Ayat : …lalu Allah menghidupkan kamu…

    Alam Ke-dua : ALAM RAHIM
    yakni alam (antara) dimana manusia tercipta melalui suatu proses pembenihan di dalam Rahim/ kandungan yang lamanya sudah ditentukan 9 bulan

    Alam Ke-tiga : ALAM DUNIA
    yakni alam (utama) yang berisi ujian sebagaimana yang kita sedang alami bersama sekarang ini.

    Ayat : … kemudian kamu dimatikan …

    Alam Ke-empat : ALAM SAKARATUL MAUT
    yakni alam (antara) pada saat roh manusia dicabut oleh Allah swt yakni alam antara Dunia menuju alam kubur

    Alam Ke-lima : ALAM KUBUR atau ALAM BARZAH,
    yakni alam (utama) di mana manusia akan memperolah Siksa atau Nikmat kubur tergantung perbuatannya selama hidupnya di dunia sambil menunggu datangnya hari kiamat. Dan bagi yang memperoleh nikmat kubur, mereka para ahlul kubur seperti tidur saja layaknya

    Ayat : … dan dihidupkan-Nya kembali…

    Alam Keenam : KIAMAT atau disebut AKHIR ZAMAN atau Yaumul Qiyamah
    yakni alam (antara) dimana Allah swt memusnahkan Bumi – mahluk hidup beserta seluruh isinya

    Alam Ke-tujuh: KEBANGKITAN
    yakni alam (antara) saat manusia dihidupkan kembali untuk menuju padang masyhar.

    Alam Ke-delapan : ALAM MASYHAR
    yakni alam dimana Manusia dibangkitkan kembali dari Alam Kubur oleh Allah swt serta berkumpul di Padang Masyhar dan masing masing manusia tidak mengenal satu sama lainnya

    Ayat : … kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan…

    Alam Ke-sembilan: BALASAN
    Alam Ke-sepuluh: DIHADAPKAN KEPADA ALLAH DAN PERHITUNGAN
    Alam Ke-sebelas: KOLAM
    Alam Ke-duabelas: TIMBANGAN
    Alam Ke-tigabelas: JALAN
    (alam ke-sembilan hingga ke-tigabelas merupakan alam antara sebelum ke alam terakhir, yaitu sorga atau neraka))

    Alam Ke-empatbelas : SORGA DAN NERAKA

    a) ALAM SORGA: alam kenikmatan bagi manusia yang selamat setelah dihisab oleh Allah swt.
    b) ALAM NERAKA: alam kesengsaraan/siksaan bagi manusia yang tidak selamat setelah dihisab oleh Allah swt.

    Alam Kubur (Al-Barzakh)

    Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur’an kata “barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu Al-Mu’minuun: 100, Al-Furqaan: 53, dan Ar-Rahmaan: 20. Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat Al-Mu’minuun: 100. Allah swt. berfirman, “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Sedangkan surat Al-Qurqaan: 53 dan Ar-Rahmaan: 20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.

    Allah swt. banyak menyebutkan tentang kubur di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah saw. di dalam haditsnya yang mulia. Firman Allah swt. tentang alam kubur:

    “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7)

    “Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Al-Mumtahanah: 13)

    “Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)

    “Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.” (’Abasa: 21)

    “Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.” (Al-’Aadiyat: 9)

    “Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur: 2)

    “Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” (Al-Israa’: 52)

    “Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (At-Taubah: 84)

    “Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (Al-Mu’minuun: 16)

    “Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?” (An-Naml: 67)

    “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (az-Zukhruuf: 11)

    Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”

    Dalam Lu’lu’ wal Marjan hadits no. 1822 – 1826 disebutkan sabda Nabi saw., “Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli surga, maka diperlihatkan surga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.” (Bukhari dan Muslim)

    “Nabi saw. keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” (Bukhari dan Muslim)

    “Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad saw.)? Adapun orang beriman maka menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” (Bukhari dan Muslim)

    “Seorang mukmin jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ‘Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari dan Muslim)

    “Ketika selesai Perang Badr, Nabi saw. menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi saw. jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi saw. menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” (Bukhari dan Muslim)

    Wassalam

  42. gabriel said

    Ass.alamualaikum

    Apakah benar yang mati akan mengeluarkan yanghidup, dan yang hidup akan mengeluarkan yang mati, apa sih artinya ISLAM, muslim, mukmin, arifbillah, mursyid

  43. ……?

  44. aburahat said

    @Gabriel
    Benar. Dengan kekuasaan Allah semua bisa terjadi. Saya bisa beri contoh. Cuma sebelum saya beri contoh saya minta agar definisi menurut anda mati itu apa dan hidup itu apa agar dlm diskusinya terarah. Wasalam

  45. asep said

    @Gabriel

    Kalo menurut saya, yang paling bijaksana dan paling baik begini: coba anda mati dulu, baru anda dapat mengetahui yang anda katakan itu. Hehehe…10x

  46. aburahat said

    @Asep
    Heheheh

  47. asep said

    Yaa Allah…
    Dia penguasa alam semesta ini,
    Ketentuan dan HukumNya sudah pasti,
    diantara hak dan bathilNya,
    diantara jin dan manusia.

    semua amal ibadah manusia,
    diantara hidup dan matinya,
    Tauhidnya, Shalatnya, Puasanya,
    Zakatnya, Shadaqahnya, Hajinya,
    Jihad fii Sabilillahnya
    dan lain-lain
    semua akan sia-sia,

    bila tak mengenal Imam Zamannya,
    yaitu Imam Mahdi As,
    seorang Imam Ahlulbait Nabi yg suci,
    yang kehadirannya dinantikan,
    yang kemunculannya dijanjikan,
    pada akhir zaman,
    untuk semua makhluk di alam semesta ini,
    diantara jin dan manusia.

    Yaa Allah…
    sampaikan shalawat dan salam
    kepada Nabi Muhammad Saw
    dan Ahlulbaitnya yg suci,
    dengan sebanyak-banyaknya dan tak terbilang,
    tak ada batasannya dan tak terhingga,
    Yaa Allah…

  48. cacuk said

    Salam kenal bua pengembra jiwa

  49. @Asep, Aburahat, Hinakelana, Mujahidah wanita dll..dll..dll.
    ——————————————————————

    Siap atau tidaknya untuk menghadapi kematian, tentu haruslah banyak2 mengingat akan kematian sebagaimana yang di sampaikan oleh BAginda Nabi Saw untuk memperbanyak mengingat akan kematian. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah : Bagaimana kita bisa mengingat akan kematian sedangkan pada kenyataannya kita belum mati.

    Karenanya untuk mengingat kematian, kuncinya ada pada : “INNA LILAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN”
    Sesungguhnya segalanya datang dari pada Allah dan akan kembali kepada Allah.

    Bukan hanya sekedar mengetahui bacaannya saja atau mengucapkannya saja tetapi mengetahui makna dari pada Ayat Tsb dan menerapkannya pada kehidupan ini dari buka mata sampai tutup mata kembali dengan di dasari Ma’rifat atau pengenalan akan Allah.

    Jika seseorang paham dan mengerti akan makna “INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN” dengan di dasari pengenalan akan Allah, maka tentu tidak akan ada yang di takutinya dalam proses kematian tsb.

    Pengenalannya akan Allah dan cintanya kepada Allah itulah yang akan menyelamatkannya, sehingga Allah Swt sendiri yang akan menjemputnya tatkala ia sudah berada di ambang Sakaratul Maut.

    Apakah ada kebahagiaan yang melebihi bahagia nya tatkala Allah Swt yang menjemput dirinya pada saat Sakaratul Maut dan menemainya dalam perjalanan Shirotol Mustaqiim???

  50. @Asep dan @Aburahat dan @Hinakelana dan @Mujahidah wanita
    —————————————————————-

    Terimakasih telah mewakili saya dalam membalas komentar2 yang masuk selama kepergian saya beberapa waktu yang lalu.

    @Gabriel
    ————

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Salam kenal dari Pengembara Jiwa

    @Sufitulalit
    —————-

    ………..????????’

    @Cacuk
    ————–

    Salam kenal kembali, semoga betah dan mendapatkan manfa’at di Pondok PJ

  51. hinakelana said

    Kematian dan Rindu Bertemu dengan Allah

    Kematian dan Rindu Bertemu dengan Allah

    Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

    Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.”

    Aisyah –salah seorang istri Nabi saw.—bertanya, “Kita membenci kematian.” Nabi saw. bersabda, “Bukan itu yang aku maksud, melainkan orang mukmin ketika dijemput oleh kematian, ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh ridha dan karamah Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia amat senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika dijemput oleh kematian, maka ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan siksa Allah, maka tidak sesuatu yang paling ia benci daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia tidak senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

    Abu Musa al-Asy’ari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)

    Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya. Kematian itu datang sebelum (seseorang) bertemu Allah.” (HR. Muslim, hadits shahih)

    Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga benci untuk bertemu dengannya.” Aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah –yang dimaksud dengan benci untuk bertemu dengan Allah adalah—membenci kematian? Setiap kita membenci kematian.”

    Nabi menjawab, “Bukan seperti itu, melainkan orang mukmin ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh rahmat, ridha, dan surga Allah, maka ia senang untuk bertemu dengan Allah. Alah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan murka Allah, maka ia benci untuk bertemu dengan Allah. Allah pun benci untuk bertemu dengannya.” (HR. Muslim, hadits shahih)

    Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah swt. berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Imam Malik, hadits shahih)

    Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat Maut diutus untuk mencabut nyawa Nabi Musa a.s. Ketika Malaikat Maut tiba di hadapan Nabi Musa, Nabi Musa langsung memukul mata Malaikat Maut. Kemudian Malaikat Maut kembali menghadap Tuhannya seraya berkata, ‘Engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tidak mau mati.’ Allah berkata, ‘Kembalilah dan katakan kepadanya agar ia meletakkan tangannya pada bulu sapi jantan. Maka setiap helai bulu yang ditutupi oleh tangannya berarti satu tahun.’ Musa berkata, ‘Wahai Tuhan, setelah itu?’ Allah menjawab, ‘Kematian.’ Musa berkata, ‘Saat iniah waktu kematian itu.’ Kemudian Musa memohon kepada Allah agar ia dimakamkan di dekat Baitul Maqdis, sejauh lemparan batu.’” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Seandainya aku berada di sana, aku pasti akan memperlihatkan kepada kalian kuburannya yang terletak di samping jalan di kaki bukit berpasir merah.’” (HR. Bukhari, hadits shahih)

  52. #1 said

    salamun alaikum wr. wb…
    wahai semua Saudaraku sekalian insya’allah dunia akhirat kelak…
    kata guru kami :
    tidaklah sempurna makrifat kita kepada Allah
    kecuali kita mengetahui dua perkara
    1. mengetahui asal kejadian diri kita
    2. mengetahui mula-mula yang dijadikan Allah ta’alla
    menurud dari tulisan2 mas PJ yang kami baca disini sudah diterangkan asal kejadian dari yang telah nampak ini (baharu)semua
    nah sekarang tinggal kita yang banyak merenung, menghayati (memesrahkan diri kita dengan Allah ta’alla seperti mesra tumbuhan dengan air, seperti mesrah kopi dengan air seperti mesrahnya ikan dilautan dengan air laut, dan meyakini insya’allah Allah ta’alla akan membukakan jalan bagi kita semua tentang keelokan Dzat wajibil wujud yang suci adanya kepada kita semua yang tidak akan pernah kita jumpai di alam yang baharu ini:
    pesan kami satu :
    yang kita cari ketika hendak menyatukan diri yang paling benar adalah yang benar-benar meliputi bukan yang sepenggal2, segumpal atau yang nampak.

    Sebagus bagusnya Dzikir ialah Dzikir tanpa huruf tanpa suara

    insan makrifah badan ini boleh tua keriput tapi kami yakin bagi jiwa kami akan tetap muda sepanjang masa

    Wassalam…

  53. #1

    Wa’alaikum SAlam Wr,Wb

    Selamat datang saudaraku di Pondok PJ ini dan salam kenal dari ku yang Fakir ini…… Allah memberkatimu dalam Rahmat KAsih dan SAyang-Nya….

    Terimakasih lagi untuk komentar anda yang sangat mencerahkan ini….. Allah menurunkan pengetahuan-Nya kepada siapa2 yang dikehendaki…..dan Anda termasuk yang di kehendaki Allah Swt.

    Wassalam

  54. kangBoed said

    Salam Persahabatan
    Hanya hati nurani kita yang tahu apakah dia siap atau tidak menghadapi kematian, karena dia berasal dari sana dan ingin pulang kembali kesana, barang yang lama bukan yang baru, ilmu Allah menurut saya adalah ilmunya tentara yaitu ilmu siap, siap ditempatkan dimanapun tempat baik atau buruk bahkan medan laga bahkan siap mati dipanggil kapanpun tanpa protes atau ngedumel dalam hati.
    kenapa hati bisa siap ya cuma karena satu dia sudah menemukan pegangan yang pasti, dia sudah menjadi pemimpin bagi sang diri, sudah merdeka dan tidak terjajah oleh angan angan duniawi, sudah menemukan kenikmatan ukhrawi dalam kehidupan disini, apa lagi nanti, tetapi hati yang selalu bergelombang, gelisah seperti duduk diatas bara api begini salah begitu salah dikasih senang pusing karena serakah dikasih susah wah kacau sekali apalagi nanti, itulah barometer kita sang hati nurani jati diri kita sejati
    Karena itu mari kita sama sama merenung sejenak, mari kita coba tanyakan pada hati kita yang terdalam, ingat dia bisa di ajak bicara tapi kitalah yang selalu mengabaikannya, tanya ……… tanyakan dalam hati kita siapkah saya untuk mati, atau hei hati ku apakah engkau saat ini sedang menangis ……. ataukah tersenyum apalagi tertawa gembira apalagi jika dia sudah bertahbis memuji muji nama Allah setiap tarikan nafas kita. Bila jawaban hati kita berkata saya belum siap mati saya masih menangis apalagi air mata sudah habis tingga tangis tanpa suara, berhati hatilah mari kita buka lagi dari awal temukan kesalahannya agar tak menyesal kita nanti
    Matur Nuwun

  55. Yas said

    Jangan berbohong…jika takut katakan takut..jika pengecut katakan pengecut…katakanlah yang benar kepada Allah….Allah tidak marah kalau kita takut..

    Dia akan mengurniakan keberanian…setiap kekuatan dan keberanian datangnya dari Allah…maka katakanlah yang benar…itu lebih baik dari berbohong…sedang Allah melihat perkataan hati…malah Allah mendengar perkataan yang jauh lebih dalam di dalam hati…

    Saya mengatakan yang benar saya takut untuk menghadapi mati..tetapi katakanlah selagi Allah beserta saya…tidak ada yang dapat mengancam saya walaupun malaikat2 dalam kubur…Ya… Allah sentiasa beserta kita…tanpa Allah beserta kita…kita tidak akan maujud(ada) kerana kewujudan yang sebenar hanya Allah…tetapi ketahuilah kita tetap hamba Allah…jangan katakan kita adalah Dia…tidak pernah berubah kedudukan kita sebagai hambanya dunia dan akhirat…

    Situs yang bagus…

  56. eddy said

    mati itu hukum pasti dari Allah bagi smua mahkluk-Nya. kadang kita terpedaya oleh syetan dengan kehidupan dunia. siap gk siap kita pasti akan kembali kepada-Nya juga, so kita mesti mempunyai kesadaran akan mati..slama kita ikutin tuntunan Alqur’an dan sunnah Rassulullah SAW, pede aja bos.

    • @Eddy

      Ya…. benar Sekali Saudaraku….. bahwa mati itu kapanpun pasti akan mendatangi kita entah hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun juga. Sehingga sudah sepantasnyalah kita semua harus menerimanya dengan lapang dada. Siap maupun tidak siap, ya….. memang harus siap dengan kerelaan dan penyerahan diri. Akan tetapi sebagai Manusia yang di cipta dengan sebaik2 dan sesempurna kejadian lebih sempurna di bandingkan Makhluk2 yang lain, maka hendaknya mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian itu. Sehingga apabila kematian itu datang, tidak membuat dia mati seperti binatang yang apabila mati menjadi bangkai dan beraroma tidak sedap serta di penuhi belatung2. Manusia yang ber Iman serta tunduk dan Patuh kepada Allah Saw dan ber Ma’rifat (Mengenal) akan Allah, apabila ia mati…. maka sesesungguhnya ia tidak lah Mati melainkan kembali kepada Allah Swt dengan Kembali yang sebaik2nya dan semulia2nya. Inna Lillaahi Wa Inna Ilahi Rooji’uun (Sesungguhnya Asalnya dari pada Allah maka hendaknya kembali kepada Allah). Dan apabila ia telah Kembali kepada Allah dengan sebaik2nya dan semulia2nya maka ia tidak akan mati seperti binatang. Cam kan lah itu wahai Saudaraku semuanya…….

      Selamat Datang Wahai Saudaraku Eddy…. di Pondok PJ ini, semoga bermanfa’at untuk Anda dan orang2 yang Anda cintai. Sampai ketemu nanti di Balikpapan.

  57. sansabila said

    ga siap pun ya pasti kita mati, kenapa tidak?

  58. sansabila said

    tiap malam hari kita sudah sering mengalami kematian.
    http://www.petabisnis.com/?id=hmohesab

  59. kangBoed said

    hmm…….
    Hiduuuup daan Matiiii….
    Mana yang sebenarnya hidup ?
    Mana yang sebenarnya mati ?
    weleh weleeeeeh….
    bolak balik yaaaa….
    Hidup dalam Mati
    ataukah
    Mati dalam Hidup
    sama sama…
    bolak balik aja….
    hmm…
    Mari kita pergunakan Hidup….
    Untuk Merasakan Hidup itu sendiri…..
    yayaya…..
    Hidup yang Hidup….
    dalam…
    Mati sebelum Mati…
    hmm….
    bolak balik lagi…
    dasar OON sur OON
    ——
    Salam Sayaaaaaang Selalu
    Salam Sejatii… Sampai matiiiiiiiii..

  60. Aburahat said

    2ALL
    Apa sih yang dikatakan mati itu. Menurut saya mati itu tidak ada. Ruh dan Jiwa kita tidak pernah mati. Kalau dikatakan jasad kita yang mati yah dari semula memang sudah mati. Jasad kita hidup karena ada ruh dan jiwa.
    Oleh karena itu berbuat amal saleh dan bertaqwa pada Allah. Hidup didunia ini untuk akhirat. Kita berbuat didunia ini sebagai tabungan diakhirat nanti. Kalau baik imbalannya baik kalau buruk imbalannya juga buruk. Kita hanya berpindah tempat dari dunia yang fana menuju dunia baka. Dan apa bekal kita menuju alam akhirat.
    Kita tidak perlu takut dengan apa yang dikatakan mati itu. Yang kita takutkan apa yang telah kita perbuat di dunia yang fana ini. Wasalam

  61. tigaw said

    ASS…
    PA KABAR MAS…. DAH LAMA SAYA NDAK BERKUNJUNG KEMARI…..
    INI SAYA LAGI KERJA, KEMUNGKINAN 2 MINGGU KEDEPAN SAYA JUGA SANGAT SIBUK BIASA URUSAN DINAS…
    SAYA MEMBACA ARTIKEL INI SANGAT MEDIRIKAN BULU ROMA SAYA (EMANG hETTI KOES ENDANG HEHEHE…) SUATU KEMATIAN YAN SAYA TAHU ADALAH CITA2 MANUSIA YANG PALING ABADI (TIDAK BISA TIDAK) HARUS DILALUI TAPI KALAU SIAP ATAU TIDAK SIAPNYA KEMBALI KEDIRI MASING2 TEUS TERANG MAS…. KEMATIAN DAN KEHIDUPAN SEBENARNYA PERBEDAANYA DIMANA YA ? SOALNYA SAAT KITA TIDURPUN SEBENARNYA SUADAH MATIKAN CUMA ROH KITA AJA YANG MENJAGA APAKAH BESOK ATAU SEHABIS TIDUR KITA TIDUR TERUS (MATI) ATAU BANGUN….
    AGAK NGERI JUA MAS…..
    KAPAN KITA NGOBROL2 MAS TERUS TERANG SAYA SANGAT BUTUH TEMAN YANG BISA DIAJAK KONSUL DAN BERBAGI TETANG INI SAYA TUNGGU EMAILNYA DAN JAWABANNYA YA MAS..
    SALAM PENGAHARGAAN YANG SETINGGI2 KEPADA UMAT NABI YANG MASIH SANGGUP MEMBERIKAN PENCERAHAN KEPADA SESAMA…
    SELAMAT PAGI MAS

  62. Alam Rasa said

    Dalam topik Kematian ini, tentunya kita perlu memahami makna dari MENINGGAL DENGAN BENAR.

    Benar, mengingat dan menyebut nama Allah SWT pada saat akhir kita sangatlah penting. Tetapi tentu saja kita sebaiknya selalu mengingat, menyebut, dan memuji kebesaran Allah sesering mungkin. Apabila selama hidup kita tidak pernah mendekatkan diri kepada Tuhan, tidak mudah bagi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya hanya beberapa saat sebelum kita meninggal. Tanpa persiapan yang baik, seseorang tidak mudah untuk memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, walaupun telah menyebut nama-Nya sesaat sebelum meninggal.

    Kemudian, apa yang terjadi apabila seseorang tidak dapat memasrahkan dirinya kepada Allah SWT saat meninggal? Jiwanya akan tersiksa oleh semua ikatan dan beban yang masih ada pada dirinya.
    Apabila selama hidup, tubuh fisik bertindak sebagai selubung yang menutupi semua ikatan dan beban yang ada dalam hati, maka secepat seorang meninggal, semua bebannya akan muncul. Dengan sudah tidak adanya otak, maka yang tinggal hanyalah perasaannya saja. Sebagai contoh: Apabila kita sedang kesal atau marah, kita mengunci diri di kamar. Kemudian beberapa jam kemudian, tubuh fisik kita merasa lapar. Maka perasaan kesal, marah ini dapat ditekan, bahkan jadi lupa karena lapar. Tapi tidak demikian, bila pada saat marah itu kita tiba-tiba meninggal. Maka perasaan marah ini akan jadi lebih kuat, berlangsung lama, dan menjadi beban pada jiwa dari orang yang telah meninggal.

    Secara garis besar, beban dan ikatan yang mengganggu jiwa seseorang yang telah meninggal dan tidak dapat memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dapat dibagi 2 kelompok:
    1. Meninggal sebelum waktunya
    2. Masih mempunyai ikatan dan beban emosional, seperti: dendam, benci, tidak puas, atau emosi lainnya yang kuat terhadap orang lain atau ikatan terhadap hal-hal duniawi.

    1) MENINGGAL SEBELUM WAKTUNYA

    Bagiku, Allah SWT adalah sumber dari segala sesuatu yang baik. Jadi tidak ada hal yang jelek berasal dari Tuhan. Semua yang jelek biasanya terjadi karena ego dari manusia itu sendiri, atau pengaruh dari kegelapan yang biasa juga kita sebut Iblis. Kemudian, mengapa hal-hal yang jelek dapat menimpa kita? Ada dua penyebab, yaitu:
    a. Itu adalah bagian dari pelajaran kita.
    b. Karena kita tidak dilindungi oleh Allah SWT.

    Anda mungkin dapat menerima penyebab pertama, yaitu sesuatu yang jelek dapat terjadi, karena hal ini adalah bagian dari pelajaran kita. Karena itu, kita sering mencari hikmah dari suatu hal, suatu peristiwa, untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

    Namun sebagian dari anda mungkin tidak setuju dengan penyebab ke-dua. Bukankan Allah Maha Kuasa, Maha Pengasih? Mana mungkin Allah tidak dapat melindungi seseorang? Mana mungkin Allah membiarkan sesuatu yang tidak baik terjadi pada seseorang?

    (Bersambung..)

    • lor Muria said

      Ditunggu lho mas sambungannya….
      Salam Kasih dalam Berkah dan RahmatNYA
      Salam Sejati buat Pemilik Pondok ini.

  63. Alam Rasa said

    MENINGGAL SEBELUM WAKTUNYA (Bag.-2)

    Aku percaya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bila kita bicara mengenai Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan, aku hanya mengatakan bahwa manusia harus sadar bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menyadari kebesaran, kekuasaaan ataupun keesaan Tuhan, karena jauh melebihi semua imajinasi manusia manapun.

    Kasih Allah SWT kepada kita semua, jauh melebihi kasih orang tua terhadap anak-anaknya. Rahmat dan Kasih Allah SWT sebenarnya sangat luar biasa, dan dapat memberikan kita kesempurnaan secara seketika. Namun, masalahnya hanya satu, kitalah yang tidak membuka hati dan diri kita kepada Tuhan. Kitalah yang menutup diri dan tidak membiarkan rahmat Allah SWT bekerja secara maksimal atas hati dan diri kita.

    Dengan demikian, karena kita menutup hati dan diri kita kepada Allah SWT, sesuatu yang jelek dapat terjadi pada diri kita. Sesuatu yang jelek ini tidak terjadi, karena Allah kurang berkuasa atau kurang mengasihi.kita, tetapi karena kesalahan kita sendiri yang menjauhkan diri dari Allah SWT.

    Sesuatu yang jelek ini dapat saja berupa KEMATIAN SEBELUM WAKTUNYA. Dalam banyak kasus, orang-orang yang meninggal karena kecelakaan yang tidak alami dan karena tindak kejahatan adalah orang-orang yang meninggal sebelum waktunya. Mengapa dikatakan dalam banyak kasus? Karena memang ADA KASUS-KASUS DIMANA KECELAKAAN ATAUPUN TINDAK KEJAHATAN INI ADALAH RANCANGAN KHUSUS, atau dapat dikatakan bahwa orang tsb. memang sudah sampai pada waktunya.

    Pada orang-orang yang meninggal sebelum waktunya. Biasanya akan banyak sekali ikatan dan beban emosi yang ada setelah ybs. meninggal. Ikatan dan beban yang ada, secara umum dapat dibagi atas 3 kelompok:
    a. karena masih terfokus pada kesibukan duniawinya.
    b. karena belum sempat membuat persiapan-persiapan
    c. karena penyebab kematiannya sendiri, bila ybs. meninggal karena dibunuh atau kecelakaan.

    Kita semua memang berharap agar Allah SWT melindungi dan merahmati kita, agar kita selalu sehat wal’afiat, panjang umur dan dapat meninggal dengan tenang. Tetapi kita juga harus ingat bahwa kita hanyalah manusia. Memastikan bahwa kita masih hidup bulan depan adalah suatu kesombongan. Bukankan segala sesuatu, termasuk nyawa kita sepenuhnya di tangan Allah SWT? Yang perlu kita lakukan hanyalah memasrahkan diri kita kepada Allah SWT, dan selalu yakin bahwa Tuhan YME selalu mengasihi kita dan memberi kita yang terbaik.

    Dengan ini, Insya Allah kita akan selalu dilindungi Allah SWT, dan mudah-mudahan kita dapat meninggal dengan tenang, dimana biasanya KITA AKAN DIBERI PERTANDA sebelum waktunya tiba.

    2. MENINGGAL DENGAN MASIH MEMPUNYAI IKATAN DAN BEBAN

    Ikatan dan beban emosi negatif yang berlebihan hanya mengakibatkan satu hal, yaitu mengotori hati kita, sehingga kita sulit untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Hati memegang peranan penting dalam hubungan kita dengan Tuhan. Hati kita adalah kunci dalam hubungan kita dengan Tuhan, selama masih hidup, maupun setelah meninggal.

    Biasanya dikatakan bahwa setelah seorang meninggal, segalanya sudah terlambat baginya. Hal ini tidaklah benar sepenuhnya.

    (Bersambung……)

  64. Alam Rasa said

    MENINGGAL DENGAN MASIH MEMPUNYAI IKATAN DAN BEBAN (Bag.2)

    Memang kesempatan untuk beramal ibadah biasanya ada ketika seseorang masih hidup. Tetapi sebenarnya KETERBUKAAN DAN KEPASRAHARAN HATI TIDAK HANYA PENTING PADA SAAT SESEORANG MASIH HIDUP. SETELAH MENINGGALPUN, KETERBUKAAN DAN KEPASRAHAN HATI MASIH MEMEGANG PERANAN YANG SANGAT BESAR dalam mempengaruhi kelancaran perjalanan di Alam Baka. Bagi yang tidak membuka hati dan memasrahkan diri, akan timbul masalah.

    Secara garis besar, keadaan jiwa orang yang telah meninggal dan masih mempunyai ikatan dan beban, dapat dibagi dalam 4 kelompok:
    a. Yang sangat Penasaran
    b. Yang tidak dapat membuka hati dan masih mempunyai ikatan duniawi secara berlebihan
    c. Yang tidak membuka hatinya
    d. Yang tidak pasrah kepada Tuhan

    YANG SANGAT PENASARAN, adalah jiwa orang yang tidak dapat membuka hati sama sekali dan sangat terikat dengan emosi negatifnya. Orang seperti ini sangat tidak rela untuk meninggal. Saat seseorang meninggal, seharusnya tubuh kembaran eteriknya ikut membuyar, yang biasanya terlihat seperti kabut tipis. Tetapi, pada orang-orang yang sangat tidak rela untuk meninggal, biasanya tubuh kembaran eteriknya tidak buyar, sehingga menjadi apa yang biasa disebut dengan hantu. Memang kasus ini tidak sering terjadi, tetapi hantu-hantu ini dapat dikatakan sebagai jiwa-jiwa yang paling menderita.

    KELOMPOK KE-2, tidak seburuk kelompok pertama. Saat meninggal, tubuh kembaran eterik mereka buyar, tetapi jiwanya masih belum tenang. Jiwa-jiwa seperti inilah yang sering menyurupi orang lain. Ikatan yang paling sering menimbulkan masalah kepada jiwa-jiwa setelah meninggal dalam kelompok ini adalah:
    a. Ilmunya dianggap sedemikian tinggi sampai si empunya tidak rela hilang begitu saja dan ingin mewariskan kepada keturunannya, hingga terkadang ybs. menunggu sampai 10 generasi lebih, karena masih belum menemukan orang yang tepat.
    b. Seorang bayi atau anak kecil yang saat meninggal jauh dari orang tua dan sangat ingin menemui orang tuanya.
    c. Seorang yang mempunyai kebencian atau dendam atau sakit hati.
    d. Seorang kekasih yang menunggu kekasihnya untuk kembali dari sebuah perjalanan yang lama, dan masih belum kembali sampai saat dia meninggal
    e. Seorang yang menderita sakit parah dan masih ketakutan saat meninggalnya
    f. dsb.

    Untuk jiwa yang terikat karena kebencian, dendam, atau sakit hati, tentu anda mengatakan bahwa hal-hal seperti itu harusnya dapat dilepaskan secepat seseorang meninggal. Masalahnya tidak sesederhana itu. Bukankan banyak dari kita yang mempunyai emosi negatif, seperti kebencian, dendam, sakit hati atau ketidak puasan terhadap orang lain? Dapatkan kita memaafkan semua orang dengan setulus-tulusnya setiap saat? Walaupun seharusnya kita saling memaafkan, pada kenyataannya banyak di antara kita yang belum dapat memaafkan dengan tulus. APABILA EMOSI NEGATIF INI TIDAK KITA LEPASKAN SEKARANG, APA YANG DAPAT MENJAMIN BAHWA KITA DAPAT MELEPASKANNYA SETELAH MENINGGAL?

    Setelah meninggalpun, anda masih tetap diri anda yang sama. Memang anda sudah tidak mempunyai tubuh fisik dan otak lagi, tetapi pandangan dan kesadaran anda masih sama. Apabila selama masih hidup saja, anda tidak dapat membuang emosi-emosi negatif pada diri anda, jangan harap bahwa pada saat meninggal anda dapat membuangnya seketika.

    Setelah meninggal akan lebih sulit lagi bagi anda untuk membuangnya. Pertama, karena pandangan, pengertian dan kesadaran anda masih sama. Kedua, anda sudah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Jika selagi hidup, anda masih melakukan ibadah secara rutin, mendengarkan khotbah dan nasihat dari Kiyai atau Ustadz yang masih dapat mengingatkan anda untuk mendekatkan diri dan pasrah kepada Allah SWT. Setelah meninggal, anda akan lebih terbelenggu oleh emosi yang paling kuat pada diri anda. Apabila yang paling kuat adalah kebencian, maka hampir seluruh waktu anda hanya akan dipenuhi oleh kebencian itu. Dengan demikian, kesempatan anda untuk sadar akan jauh lebih kecil dibandingkan saat anda masih hidup.

    Oleh karena itu, BUANGLAH SEGALA BENTUK EMOSI NEGATIF ANDA SEKARANG!! Jangan menunggu nanti, karena kita tidak tahu apakah umur kita sampai besok, atau sebulan lagi. MULAILAH BELAJAR UNTUK MEMASRAHKAN DIRI SEPENUHNYA DAN HANYA MENGANDALKAN KASIH ALLAH SWT, DAN HANYA DENGAN RAHMAT DAN KASIHNYA JUGA HATI KITA DAPAT TERBUKA. Insya Allah, kita akan selalu mendapat bimbingan dan hidayah-Nya. Dan Insya Allah, bila sudah waktunya kita akan dapat meninggal dengan benar, dengan tenang…khusnul khotimah. Amien.

  65. Alam Rasa said

    (Sambungan…)

    KELOMPOK KE-3 adalah orang yang tidak membuka hatinya. Yang dapat dikatakan kelompok yang keadaannya cukup ringan. Banyak sekali jiwa-jiwa yang keadaannya seperti ini. Karena masih belum dapat membuka hatinya, jiwanya menjadi terhambat dan tidak dapat mencapai tempat yang seharusnya. Bagi seseorang yang meninggalnya tidak penasaran, dan tidak mempunyai ikatan duniawi yang berlebihan. Apa yang terjadi pada jiwanya setelah dia meninggal? Biasanya dia tahu, tetapi tidak sadar telah meninggal. Anda tentu bingung, bagaima seseorang tahu tapi tidak sadar telah meninggal. Apa bedanya?

    Cobalah lihat pada diri anda sendiri. Kebanyakan dari anda tahu bahwa suatu saat akan meninggal, tetapi masih belum menyadarinya. Cobalah renungkan perbuatan-perbuatan anda selama ini. Siapkah anda untuk berada di hadapan-Nya untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatan anda? Kalau anda belum merasa siap, berarti anda belum sadar. Kalau anda sadar, tentu segala perbuatan, pikiran dan perkataan anda akan dilakukan sedemikian rupa untuk mempersiapkan diri anda sebaik-baiknya, agar dapat mempertanggung-jawabkan semua perbuatan anda di hadapan Allah SWT.

    Menyerupai keadaan anda di Bumi saat ini, demikian pulalah keadaan jiwa-jiwa yang masih belum dapat membuka hatinya. Mereka tahu sudah tidak mempunyai tubuh fisik lagi, dan juga tahu sudah pindah ke alam baka. Tetapi karena belum sadar, emosi, ambisi dan sebagian dari nafsu mereka masih diikuti seperti ketika masih di bumi. Karena itu, jiwa-jiwa seperti ini masih membutuhkan makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya seperti ketika masih hidup di bumi, walaupun tidak persis sama. Jiwa-jiwa seperti ini masih terikat dalam suatu lingkungan yang dapat kita sebut kembaran eteriknya bumi. Di sana uang suap, sogok menyogok dsb. masih tetap ada. Apabila jiwa-jiwa seperti ini tidak memperoleh kebutuhan-kebutuhan mereka, mereka mungkin memperoleh masalah, karena kebutuhan yang diciptakan oleh fikiran non-fisik mereka sendiri atau jiwa-jiwa lainnya yang lebih “berkuasa” di sana.

    KELOMPOK KE-4, adalah jiwa orang yang tidak pasrah kepada Allah SWT ketika meninggal. Dalam hal ini, memang jiwanya sudah sadar bahwa dia telah meninggal, namun sebagai manusia yang tidak murni, biasanya dia masih mempunyai sedikit ikatan ataupun emosi yang belum dilepaskan secara utuh. Masalahnya, setiap ikatan ataupun emosi yang masih ada setelah seorang meninggal, akan berubah menjadi seperti sebuah tali yang menahan dan menarik jiwa yang bersangkutan ke bawah. Hanya dengan mengandalkan kepasrahan kepada Allah SWT, jiwa seseorang dapat lepas. Hanya rahmat Allah SWT, yang dapat menarik jiwa seseorang lepas dari semua ikatan.

    SESEORANG HARUSLAH DAPAT MEMBUKA HATI SEBELUM DAPAT MEMASRAHKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT. Tanpa membuka hati, kepasrahan hanyalah datang dari otak, dan kepasrahan dari otak hanyalah teoritis semata dan tidak berarti. Sebaliknya walaupun telah dapat membuka hati, belum tentu orang tsb. dapat memasrahkan diri kepada Tuhan. Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang belum membuka hati cukup baik pada Allah SWT.

    Bagaimana dengan orang-orang yang selama hidupnya rajin berdoa dengan sepenuh hati, penuh kasih dan berbuat baik kepada sesama? Jiwa dari orang-orang seperti ini mungkin saja belum suci murni secara total. Apabila jiwanya tidak dapat memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, masih akan ada beban yang menahan jiwanya. Tetapi biasanya jiwanya tidak gentayangan, dan biasanya jiwanya akan dibawa ke “tempat” untuk menunggu bantuan hingga dapat lebih memasrahkan diri dan lepas dari semua ikatan duniawi yang masih tersisa.

    Demikianlah, aku akhiri penjelasan tentang kematian ini. Semoga ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan kita semua, serta mengingatkan kita tentang pentingnya persiapan untuk menghadapinya. Semoga Allah SWT, memberikan bimbingan dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amien.

    • novalisiris said

      asalamualaikum, sepertinya saya pernah membaca hal ini di Celestine Prophecy (tidak persis cuma mirip). apa benar neraka dan surga itu kondisi psikologis saja? Mohon penjelasannya. terima kasih.

    • atang said

      sallam kenal
      Inalalillahi wa inalillahi roji’un terjamahan singkatnya asal dari Allah kembali ke Allah jadi yang meninggal seperti yang disebutkan di atas adalah orang yang tidak tahu kemana harus pulang, tidak punya alamat, tidak tahu kepada siapa dia harus ikut supaya sampai tujuan karenanya setelah mati penasaran deh. Untuk itu kenalilah kemana tempat kita kembali kita harus ma’rifattullah ta’ala karena kita akan kembali kesana.

  66. Alam Rasa said

    Wa ‘alaikum salam wr.wb
    Salam Kasih
    @ Novaliris

    Tulisan di atas, aku ringkas dari tulisan Guruku, dimana semuanya ditulis berdasarkan pengalaman beliau. Bila ada kemiripan dengan Celestine Prophecy, ya mungkin saja.

    Mengenai neraka dan surga itu bukan hanya kondisi psikologis saja. Tapi memang ada alam surga dan alam neraka, masing-masing 7 (tujuh) tingkat/lapis. Tulisan di atas bukan tentang surga dan neraka tapi tentang keadaan Alam Kematian atau yang sering disebut Alam Kubur.

    Sesungguhnya yang tertulis dalam Al Qur’an adalah kebenaran semata. Sebagian tersurat dan sebagian lagi tersirat. Sebagian adalah makna sesungguhnya, sebagian lagi makna kiasan. Hanya orang yang telah diberi hidayah oleh-Nya yang dapat memahaminya.

    Wassalam.

  67. […] sumber AKPC_IDS += "312,";Popularity: unranked [?] Share and Enjoy: […]

  68. siliwangi said

    He..he..he…apa yang ditulis saudaraku Alam Rasa tentang Alam Kematian Benar Adanya semoga apa apa yang dipaparkan diatas bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua bahwa sesungguhnya alam kematian sangat sangat mengkhawatirkan jika selama kita hidup tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah dan RosulNya.

    Semoga jiwa jiwa yang belum tenang dialam kematian mendapatkan pertolongan/keringanan dari Allah SWT melalui Do’a anak dan keturunannya yang saleh….

  69. Ilalank said

    Salam Kenal…

    Aku memiliki anak yang jika sampai waktunya akan ku relakan ia untuk pergi merantau seperti anak-anak lainnya. Kulepaskan ia dengan kasih sayangku, ku tunggu ia dengan kerinduanku. Ketika tiba saatnya ia pulang, bukan bekal bawaannya yang mau aku lihat. Tapi yang mau aku lihat apakah ia pulang dalam keadaan “utuh” seperti saat pertama aku melepasnya pergi merantau.

  70. Ass wr wb. Salam kenal bagi saudara ku. Yangingin sy tanyakan apa benar ada SURGA atau NERaKA. Sedangkan kt mengenal bhw Innalillahi wa inna illaihi rojiuun bhwasanya kt akan kembali kepada *Allah krna kt hanya menjadi saksi dari kebesaranya. Amit permisi dari hambamu yang goblok tolol ini

    • Daeng Taju' said

      Maaf Kami Hanya Menyampaikan Bukan mengajari…
      Benar ada surga dan Neraka….
      Dan Tentang Ayat Yang Anda Tulis Yaitu Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’un.
      Terjemahannya Kita semua akan kembali Kepada Allah…
      Artinya Segala Sesuatu Yg kita Miliki Bukan Hanya Nyawa Tapi Semua Yg Kita Miliki Kembalikan Kepadanya Karena Semua Ini Hanya Pinjaman …

      Firman Allah : Mengatakan bahwa .:::Belajarlah Mati Sebelum Meninngal …
      Sekian Terima Kasih

  71. dinar said

    Ya ya ya… Sesungguhnya badan ini mati… Salam kenal bang PJ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: