PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

ILMU PASTI SAMPAI KEPADA ALLAH

Posted by pengembarajiwa pada September 9, 2008

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS,Ar Ra’d : 28)

Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta ke mana ia akan kembali maka ia akan terbawa oleh gelombang hawa nafsu. Apalagi jika ia tidak memiliki Bahtera zikir untuk mengarungi lautan hati. Akan tetapi jika seseorang sudah memiliki Bahtera zikirpun untuk mengarungi lautan samudra hati tanpa Nakhoda (Ruh) yang mengerti akan ILMU PASTI selamat atau tidaknya, sampai atau tidaknya ke tempat tujuan maka sia-sia lah pelayaran tsb.

Ruh itu haruslah dibekali Ilmu pengetahuan untuk mencapai maksud tujuan. Adapun maksud dan tujuan yang sebenarnya adalah Allah Swt. Sedangkan Ilmu untuk mencapai maksud dan tujuan (Allah Swt) adalah Ilmu tentang Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho yang bermuara pada Ketauhidan dan Kema’rifatan. Tanpa Ilmu tsb; zikir yang bagaimanapun, wirid seperti apapun dan amal ibadah apapun yang dilakukan akan tersangkut di alam hawa nafsu. Dan sudah pasti siapa-siapa yang menurutkan hawa nafsu itu maka tidak akan didapatkan keselamatan tentu akan sesat dan semakin jauh dari pada maksud dan tujuan (Allah Swt).

Karena itu sangatlah penting sekali untuk membekali Ruh itu dengan Ilmu Ketauhidan dan Kema’rifatan sebab itulah yang akan membawa diri kepada Kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu kebahagiaan Dunia dan Akhirat.

Seberapa banyaknya hafalan Ayat dan Hadits, seberapa banyaknya amalan dan zikir, sebanyak apapun Ibadah yang dilakukan akan hampa dan sia-sia tanpa keikhlasan, kesabaran, tawakkal dan ridho dan akan tersesat jalan bila tidak tahu akan Ketauhidan dan Kema’rifatan.

Jika sudah demikian apakah bisa dikatakan mendapatkan bahagia?

Bahagia itu adalah sesuatu yang bisa dirasakan oleh rasa, dan yang bisa merasakannya adalah mereka-mereka yang senantiasa bersama Allah Swt baik di dalam Suka maupun Duka karena ia kenal dan cinta kepada Allah. Sehingga akan terasa Damai dan Tentram bersama Allah di dalam Tauhid dan Ma’rifatnya serta terasa nikmat Ibadahnya kepada Allah di dalam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho.

Itulah Bahagia yang sebenar-benarnya. Dan mereka yang mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya itu sudah pasti mengetahui bawa ia PASTI akan selamat dan PASTI akan sampai kepada maksud dan tujuan yaitu ALLAH Swt.

Adapun yang tidak tahu tentang Tauhid dan Ma’rifat apalagi yang tidak mau tahu, mereka hanya sebatas bersandar kepada bacaan dan tulisan tidak mengerti rahasia dibalik bacaan dan tulisan itu tentu ia akan merugi. Jangankan kerugian yang di dapat, untuk mengetahui selamat atau tidaknya saja ia tidak bisa memastikannya, dan untuk mengetahui sampai atau tidaknya kepada tujuan pun ia masih di dalam keraguan dan kebimbangan. Jika demikian itulah yang membuktikan bahwa mereka itu telah jauh daripada Kebenaran, jauh daripada keselamatan dan jauh daripada Allah Swt.

Karena itu carilah Ilmu PASTI!

PASTI Selamat,

PASTI Bahagia,

PASTI Tentram dan Damai,

PASTI Diterima amal ibadah dan

PASTI Sampai kepada Allah.

Itu semua bisa di dapat dengan Tauhid dan Ma’rifat.

Iklan

32 Tanggapan to “ILMU PASTI SAMPAI KEPADA ALLAH”

  1. Sirullah said

    PASTI nya segala-galanya di Jamin dan Free!

  2. pengembarajiwa said

    Itulah yang namanya sebenar-benarnya MERDEKA!

    MERDEKA di dalam ke MERDEKA an ALLAH.

    Trims, masukannya……….

    • dea said

      Aslm… selama ini hidup saya serasa hampa,sepi,kosong, bingung,tak ada tujuan……..alhamdulillah setelah membaca artikel anda saya merasa terharu dan sangat senang.akhirnya saya menemukan apa yang saya cari selama ini.mohon bantuannya….dimanakah tempat agar saya bisa belajar ilmu pasti itu, saat ini saya benar-benar ingin tau tentang siapa “AKU”. mohon bantuan informasi tempat yang bisa saya tuju. saya berada di daerah malang jawa timur. mohon dibalas di email saya…trimakasih

  3. sufimuda said

    “Awal ber agama itu mengenal Allah”
    Makrifat adalah kunci dari segalanya…

  4. pengembarajiwa said

    Ya……, Itulah Kebenaran di atas Kebenaran!
    Atas Kebenaran Nur Muhammad Nurun ala Nurin
    Menjadi Rahmat sekalian Alam

  5. Iman Al Pahyubi said

    Assalamu Alaikum..
    Alhamdulillah puji syukur kepadaMu Ya Allah atas segala sesuatu yang telah engkau berikan..Salam dan Shalawat semoga selalu tercurah Kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan Umatnya hingga akhir zaman nanti..

    Selamat idul Fitri 1429 H saudaraku Pengembara Jiwa dan mohon maaf lahir dan batin..

    saya sangat senang membaca tulisan anda di blog ini saudaraku pengembara Jiwa walaupun blum semuax saya baca karena sy hrs mencernax terlebih dahulu semua tulisan anda biar ada makna dan ilmu yg bisa sy dapatkan..

    izinkanlah saya yg bodoh ini untuk bertanya kepadamu saudaraku..
    1. Boleh tahu g mursyidnya sapa?
    2. trus cara dapat mursyidnya gimana?
    3. Apakah dalam jalan menuju Tuhan bisa kita lalui tanpa mursyid misalnya kita diberi ilham oleh-Nya (spt konteks ilmu Pasti diatas) tanpa mursyid untuk mengenal-Nya apakah ini bisa terjadi?
    4. bisakah kita mengambil mursyid yg telah wafat yg blum sama sekali kita jumpai?

    Maaf klo pertanyaanx tll banyak..mohon dijawab yang mana aja oleh saudaraku pengembara jiwa..
    terima kasih seblumnya..

    Wassalam

  6. Wa’alaikum Salam Wr, Wb

    Alhamdulillah, Wa billah, Wa minallah, Wa bisyafa’ati Rosulillah Saw.
    Segala sesuatu datang dari pada Allah dan Kembali kepada Allah di dalam Puji-Nya yang keserba meliputan. Shalawat dan Salam atas Junjungan Nabi Besar Al-Musthofa, Al-Mursyida, Al-Habibullah Miftahul Jannah Muhammad Rosulullah Saw beserta para Ahlul Bait, Sahabat dan Umat2 yang setia sampai akhir zaman.

    Ma’af Lahir dan Batin juga untuk saudaraku Iman Al Pahyubi dari Dunia sampai akhirat, dan semoga Allah senantiasa meberkati kita. Aamiin.

    Saudaraku…. sungguh! pada hakikatnya seluruh Manusia itu semuanya dalam kebodohan, begitu pula halnya saya. Karena itulah wajib bagi tiap2 diri laki2 maupun perempuan untuk menuntut Ilmu.

    Adapun jawaban yang anda pertanyakan adalah :

    1. Karena Allah jualah maka Saya beguru kepada Mursyid diantaranya :

    -. Al-Alimul Alamah Al-Arifbillah Al-Mukarrom Prof. DR. KH. Syarwani Zuhri dan salah satu guru dari guru2 Beliau adalah Waliyullah Al-Alimul Alamah Al-Arifbillah Syekh KH. Syarwani Abdan (begelar GURU BANGIL)yang mempunyai silsilah zuriat bersambung kepada Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan bersambung lagi zuriat ke atasnya sampai kepada Rosulullah Saw melalui Cucu Beliau Sayyidina Husein ra.

    -. Al-Mukarrom Al-Arifbillah Abah Guru Jumri bin Asri yang berguru kepada salah seorang Ulama Tasawuf yang kharismatik di zamannya yaitu Almukarrom Al-Arifbillah KH. Anang Zainal Ilmi zuriat dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga dan cucu dari pada cucu2nya Rosulullah Saw.

    *Yang saya muliakan dan hormati serta cintai yang sudah saya anggap sebagai Guru saya pula yaitu :
    -. Al-Awliya Allah Guru dari para Sufi : KH. Lukman yang dikenal dengan Nama “Kai Muara”.

    2. Karena Allah jualah, Anugrah Guru2 itu bagi saya. Bermula dengan membiasakan dan melatih diri dalam amaliayah dan ibadah apapun serta perbuatan apa saja yang baik2 disertai dengan keihlasan dan senang melakukannya, Tanpa memikirkan pahala dan sorga yang penting semata2 di dasari rasa cinta saja kepada Allah. Karena itulah Allah berfirman : “Bahwa sesungguhnya Aku melihat kepada Batinmu, bukan kepada zahirmu”.
    Sehingga beberapa waktu kemudian Allah mempertemukan Saya dengan para Guru2.

    3. Untuk menuju kepada Allah tidak akan bisa tanpa adanya seorang Guru. Karena Guru itu wajib bagi tiap2 diri. Akan tetapi untuk mendapatkan Guru Mursyid yang benar di jalan Allah, langkah awalnya maka kita haruslah senantiasa berdo’a memohon kepada Allah minta di tunjukkan jalan yang lurus. Kemudian beribadahlah semata2 karena Allah murnikan dengan Keikhlasan tanpa mengarapkan janji-janji Allah akan tetapi meyakini bahwa Allah tidak akan pernah ingkar akan janji-Nya dan tidak akan mengecewakan Hamba2-Nya yang tulus ikhlas beribadah kepada-Nya. Bersabarlah atas segala ujian, cobaan yang datang dengan meyakini bahwa di balik ujian dan cobaan itu terdpat Pelajaran2 dan Hikmah yang berharga. Serahkan segala urusan kepada Allah dan mohon petunjuk kepada-Nya agar bisa keluar dari segala kesulitan2. Barbaik sangkalah kepada Allah atas tiap2 segala sesuatu yang kita pandang, yang kita dengar dan yang kita rasakan karena pada hakikatnya itu semua terjadi karena kehendak2 Allah, Tentu tidak mungkin Allah menghendaki kemudharatan walaupun mungkin menurut kita itu adalah yang menyakitkan bagi kita. Contohnya : kita sakit, yang menghendaki kita sakit adalah Allah karena itu jangan berkeluh kesah karena bisa jadi Sakitnya kita itu pada pandangan Allah lebih baik untuk kita. begitu pula dengan problema2 yang lain dalam kehidupan ini. Intinya adalah:

    Allah berfirman : “Sesungguhnya tidak lah Aku ciptakan segala sesuatu itu sia2”.

    Sadarilah bahwa Allah berkehendak atas diri kita itu semua untuk kebaikan kita dalam pandangan Allah.

    Perbanyaklah membaca Shalawat kepada Nabi, karena Shalawat itu sebagai penawar dari segala penyakit2 hati, pembuka dari hati yang tertutup, pembersih dari segala Noda di BAtin.

    Jika Allah menghendaki seseorang itu sampai kepada Allah, tidak ada yang mustahil bagi Allah, pasti ia akan sampai walau tanpa seorang Mursyid sekalipun. Akan tetapi janganlah itu menjadi tujuan kita karena hal yang demikian Hak Privasi Allah Swt. Tetaplah dalam Hukum Sunatullah yang berlaku yaitu berguru kepada Guru Mursyid yang benar dengan langkah2 menemukan Guru Mursyid yang benar yang sudah saya uraikan di atas.

    4. Seperti apa yang sudah saya katakan bahwa tidak ada yang mustahi bagi Allah apabila Allah berkehendak. Akan tetapi tetaplah dalam Hukum Sunatullah yang berlaku, bergurulah kepada orang yang hidup lebih baik bagi kita. Akan tetapi tetaplah bertawakkal kepada Allah, apabila setelah kita bertawakkal Allah berkehendak lalu mempertemukan kita dengan Mursyid yang sudah wafat walau kita belum pernah melihatnya, maka itu adalah Hak bagi kita. Karena pada Hakikatnya Mursyid yang benar (Kamil Mukamil)itu tidak mati ia tetap hidup di sisi Tuhannya.

    Semoga bermanfaat bagi Saudaraku Iman Al Pahyubi.
    Dan tidaklah segala sesuatu kebenaran itu hanyalah Milik Allah Swt. Semoga Allah Ridho dan memberkati. Aamiin

    Wassalam

    • muchlis said

      Assalamu’alaikum

      Saya adalah muchlis yang berdomisili di balikpapan, pada saat sekarang ini saya juga sedang mencari guru mursyid yang dapat membimbing saya, kalau saya perhatikan dari silsilah guru mursyid saudaraku pengembara jiwa itu sangat dikenal sekali dikalangan pengajar ma’rifat di Balikpapan. Bisakah saya diberikan informasi kemana saya harus mencari guru yang mursyid di Balikpapan, karena saya pernah belajar pengajian ma’rifat tetapi belum lama saya belajar mursyid saya telah wafat. Sayapun sudah mencoba mencari guru yang mursyid di balikpapan tapi sulit sekali karena ada beberapa guru yang saya temui tidak mengerjakan sholat dan saya ingin sekali dibimbing zahir dan bathin oleh guru yang mursyid agar dapat memahami dan mengamalkan ma’rifat. Mohon kiranya pengembara jiwa dapat memberikan petunjuk kepada saya lewat email balikpapan_prx@telkom.net

      Wassalam

  7. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Salam kenal semuanya yg diatas
    Terimakasih atas penjelasannya, sesuai dengan judul posting mengenai ilmu. Tentu saya jadi ingat hadist ” Nabi kota ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya ” Bagaimana para ahli tasawuf menyikapinya hadist tsb ? Saya ingin mengetahui rahasia dibalik bacaan dan tulisan, biar tidak rugi. Walaupun diluar judul saya ingin menanyakan, apa perbedaan mursyid dengan mujtahid ?. Bukannya saya ingin menguji wawasan anda, tapi saya ingin lebih mengetahui lagi dunia tasawuf, seperti sufimuda mengatakan awal beragama itu mengenal Allah, makrifat adalah kunci segalanya. Demikian dulu pertanyaan saya, semoga anda tidak bosan untuk menjawabnya.

    Wass. Wr. Wb.

  8. @Asep

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Wahai Saudaraku Asep, Saya sangat membenarkan sekali bahwa Sayyidina Ali kw adalah Pintu Gerbang Ilmu. Bukankah Beliau adalah salah satu dari pada Ahlul Bait Rosulullah saw, selain Fatimah ra, Hasan ra dan Husein ra?

    Karenanya Beliau tidak salah pilih untuk menunjuk Ali sebagai salah seorang dari Ahlul Bait yang seterusnya turun temurun zuriat Beliau di antaranya menjadi Imam2 Besar. Bahkan Imam Al-Mahdi pun salah seorang zuriat dari pada Rosulullah Saw melalui cucu Beliau Sayyidina Husein ra.

    Akan tetapi walaupun demikian, peran Sahabat Nabi seperti Abu bakar , Umar, Utsman, Talhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf dll yak termasuk dalam “Atsabiqunal Awwalun” tidak bisa kita pandang “sebelah mata”, karena mereka juga termasuk orang2 yang mendapatkan jaminan Nabi saw. Sehingga siapa saja yang mencintai orang2 yang mencintai Rosulullah saw termasuk para Ahlul Bait, Sahabat,Tobi’in, Thobi’it thobi’in dan semua Umat Nabi yang cinta kepada Nabi, “maka yang mencintai akan beserta dengan siapa yang dicintainya”

  9. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Tapi dalam perkembangannya umat Islam selalu saja terjadi perselisihan diantara mahzab dan golonagan. Ini sudah menjadi fenomena tersendiri bagi umat Islam semenjak Rasull Saw wafat hingga sekarang. Dengan metode tasawuf yg mentaklid kepada seorang mursyid, kelihatannya semakin bertambah lagi polemik Islam ditengah-tengah umat yg mendambakan persatuan dan kesatuan, jadi gimana menurut anda cara menyikapinya ?

    @sufimuda
    Kayanya saya kurang sependapat dengan anda yang mengatakan awal beragama mengenal Allah, ma’rifat adalah kunci segalanya, kemudian posisi ilmu dimana letaknya ? bukannya dengan ilmu maka kita mengenal Allah, sehingga bisa mencapai tingkat ma’rifatullah?

    Demikian, semoga tidak bosan menjawabnya.

    Wass. Wr. Wb.

  10. asep said

    Ralat menulis bukannya, yang benar adalah bukankah dengan ilmu maka kita mengenal agama Allah, sehingga mencapai tingka ma’rifatullah?

  11. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Dalam menyikapi Atsabiqunal Awallun, saya mempunyai pandangan lain. Sahabat-sahabat tsb mendapat jaminan Nabi Saw, apabila akhlak mereka mulya seperti ketika Nabi Saw hidup. Tapi setelah Nabi Saw wafat, diantara sahabat tsb mengadakan pemilihan khalifah tanpa mengikutsertakan Ahlul Bait Nabi Saw, istri Nabi Saw sendiri berperang dengan Sayyidina Ali Kw yang dikatakan dalam hadist ” Nabi kota/gudangnya ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya ” dan banyak lagi keutamaan lainnya. Bagi pemahaman saya hadist tsb sangatlah penting, karena rahasia dibalik tulisan/kata tsb ada hikmah yang paling dalam, menuju hakikat kebenaran akan ma’rifatullah. Kalo kita meneliti dan mengkaji sejarah/tarikh Nabi Saw mengenai perjalanan hidup Sayyidina Ali Kw, beliau diangkat anak semenjak umur 5 thn dan dibimbing oleh NabiSaw,ikut berperang dengan Nabi Saw,kemudian setelah dewasa dinikahkan dengan anaknya Sayyidati Fathimah Ra. Nabi Saw adalah seorang yang maksum, pasti ada campur tangan Allah Swt dengan hadist tsb. Ada juga ahli hadist yg mengatakan Nur Muhammad dan Ali, diciptakan dalam satu Cahaya, kemudian berpindah kepada para Nabi yang membawa agama samawi pada jamannya, kemudian kepada Sayyidina Hasan Ra, Sayyidina Husein Ra, sehingga Nur tersebut berakhir bersemayam kepada Imam Mahdi Afs, yang kedatangannya selalu ditunggu/dinantikan diakhir jaman untuk kedamaian umat manusia didunia dan diakhirat.
    Demikian, kebenaran datangnya dari Allah Swt, kalau salah datangnya dari saya sendiri.

    Wallahu’alam Bishowab.

    Wass. Wr. Wb.

  12. Wa’alikum Salam Wr, Wb

    @Asep

    Ma’af! sebelumnya, baru balas komentarnya… dua hari ini lagi dalam kesibukkan.

    Menurut Saya Perselisihan diantara Mahzab/golongan itu, akan selalu ada…. Karena Pro dan Kontra itu tidak bisa dihindari disebabkan itu sudah termasuk Sunatullah dalam kehidupan ini.
    Begitu pula halnya dengan Baik dan buruk, benar dan salah, Halal dan Haram, siang dan Malam dll yang bepasang2an.

    Bukankah di zaman Rosulullah Saw, pun Pro dan Kontra juga ada?

    Akan tetapi bagaimana caranya umat Islam saat ini mencari solusi di dalam perbedaan itu, agar tidak menjadi Perpecahan dan setidaknya mensedikitkan perselisihan.

    Bagi Saya, mari kita satukan tujuan Yaitu Allah dan Rosul_Nya dalam ikatan dua Kalimah Syahadat

    Apapun aliran yang dianut, apapun Mahzab yang diikuti…., jika mereka tetap menuju kepada Allah dan Rosul-Nya dan tetap mengikat dirinya dengan dua Kalimah Syahadat maka mereka itu adalah saudara bagi kita. Sudah sepantasnyalah sesama saudara itu menyadarinya dan menjalin Silaturrahmi di dalam cinta kasih, menebarkan Rahmat ke segala Penjuru Dunia dan mengabarkan kepada Semua Manusia bahwa Islam itu adalah Rahmat bagi sekalian alam dan Cinta kasih kepada sesama umat Islam serta menebarkan Rahmat Allah kepada seluruh manusia.

    Apapun paham yang di ikuti, jika sesuai dengan Konteks’ di atas maka itu suatu kebenaran yang sesuai dengan paham2 masing.

    Jika seseorang berada pada tataran Syari’at semata itupun benar jika di ukur dengan pemahamannya.
    Jika seseorang berada pada tataran Tarikat itupun benar jika di ukur dengan pemahamannya.
    Begitu pula mereka yang di hakikat maupun di Ma’rifat.

    Kuncinya bagi saya adalah :

    Dimanapun posisinya…, Mahzab apapun yang diikuti…, Aliran apapun yang di anut, sampai dimanapun tingkatannya dalam pemahaman ilmu’ jika tidak tertanam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho maka mereka itu bersandar kepada Hawa Nafsu dan ke-Ego-an di dirinya.

    Dan jika Hawa Nafsu serta ke-Ego-an di dirinya yang menguasai, pasti merasa paling benar, paling pintar, paling berilmu, paling mengerti, paling paham, paling Wah…., paling…., paling…., dst.

    Mereka itulah yang menyebabkan kemunduran Islam dan menyebabkan Islam menjadi jelek di mata orang yang berada di luar Islam.

    Karena itu…. Hai! Saudara2ku satu agama yaitu Islam

    Bersatulah dalam Cinta Kasih Allah… Tebarkan Rahmat di Muka Bumi ini.
    Ikatlah Persatuan itu di dalam 2 Kalimah Syahadat, pandanglah Allah dan Rosul-Nya sebagai tujuan
    Jangan lah perbedaan paham itu yang engkau Pandang, jika perbedaan itu juga yang engkau pandang maka pastilah perselisihan dan pertentangan akan terjadi serta kesatuan kamu di dalam Islam akan tercerai berai.

    Wahai Saudaraku ASep, engkau telah mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw itu bersifat Maksum tentu mereka para “Atsabaqinul Awwalun” yang di berikan jaminan elh Beliau adalah benar adanya. Karena Nabi tidak mengikuti Hawa Nafsunya melainkan Wahyu yang di wahyukan.

    Adapun ttng Ahlul Bait Nabi adalah suatu kehormatan yang di berikan Allah kepada Rosulullah Saw sebagai kebahagiaan tersendiri bagi Nabi, karena sewaktu Nabi Mi’roj Nabi melihat 12 cahaya yang sangat terang sekali begitu di tanyakan ke pada Jibril, Jibril mengatakan bahwa itu adalah keturunan2 Beliau yang akan menjadi Imam/Pemuka/Pemimpin yang menyatukan Islam dalam 2 Kalimah Syahadat, salah satu di antara ke 12 itu adalah yang bergelar Imam Al-Mahdi yang ditunggu2 dan dinanti2kan kedatangannya.

    Akan tetapi di luar Konteks’ “Ahlul BAit” para sahabat yang pertama kali masuk kedalam Islam yang di beri gelar dengan “Atsabiqunal Awwalun” punya peranan istimewa tersendiri di dalam kemajuan Islam, begitu pula silsilah2nya.

    Abu Bakar Ashidiq di kenal dengan ke Imanan nya yang sangat Istemewa, sampai2 Rosulullah mengatakan : ” Seandainya ke imanan seluruh Manusia dari yang pertama sampai orang yang terakhir di akhir zaman di timbang dengan ke Imanan Abu Bakar, maka masih berat timbangan nya Abu bakar.”

    Umar bin Khotob di kenal dengan Keberaniannya yang sangat mengagumkan dan tidak sombong.
    Utsman di kenal dengan kebijaksanaannya dalam menentukan sikap.
    Ali kw yang bergelar Singa Padang Pasir di kenal selain keberaniannya juga di kenal dengan Ilmu yang di dapatnya Langsung dari pada Rosulullah Saw, suatu Riwayat menceritakkan bahwa tatkala Rosul duduk berdua2an dengan Sayyidina Ali kw’ Beliau (Nabi) mengatakan kepada Ali : Wahai Ali, maukah engkau ku ajarkan suatu Ilmu?, jawab Ali : Mau ya Rosulullah?, Lalu Kata Raosulullah Saw, : Wahai Ali pejamkan matamu, dan ikuti perkataanku lalu resapi apa2 yang aku katakan kepadamu. Perkataan Nabi itu adalah (………………)

    Kemudian Ali kw, mengikuti dengan perlahan dan kemudian meresapi makna dari pada perkataan itu.

    Wallahu a’lam

    Semoga Allah membuka pintu Hijabnya bagi kita semuanya….. Aaamiiin.

  13. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Terimakasih atas penjelasannya, saya mengerti atas maksud dan tujuan anda. Semoga anda selalu ada dalam lindungan Allah Swt. Yang saya bikin penasaran adalah mengenai dunia tasawuf / para ahli sufi yang mengatakan bahwa mereka telah berjumpa / melihat / merasakan Allah Swt , tanpa bisa mengatakan bentuk, rasa, warna, besar, pendek, tinggi dll seperti apa ? Kan ada nash yang menyebutkan “sampaikan walau satu ayat” disisi mana letaknya ?

    Wass. Wr. Wb.

  14. Wa’alaikum SAlam Wr,Wb

    Untuk masalah melihat/merasakan/berjumpa dengan Allah Swt, itu menjadi Rahasia bagi masing2 diri yang sudah sampai pada Maqom Tsb. Dan tidak bisa diceritakan bagaimana? Cukup, dirinya sendiri yang mengetahuinya…..

    Jika disampaikan melalui Lisan ttng diri Allah yang sebenarnya maka menjadi bersalahan ia, karena yang keluar melalui lisan’ itu bersifat Muhadats (Baharu).

    Apabila juga terkeluar atau terjahirkan atau tekatakan melalui lisan, paling2 hanyalah sebatas Symbol saja untuk memudahkan paham dalam “mencernanya”.

    Yang jelas, bagi mereka yang benar2 telah berjumpa/melihat/merasakan Allah Swt akan tumbuh suatu keyakinan pada dirinya sendiri tentang rahasia ia melihat/berjumpa/merasakan Allah Swt itu seperti apa. Dan yang lebih penting, mereka tidak akan saling menyalahkan pendapat orang lain dalam hal melihat Allah dan tidak merasa paling benar sendiri dalam melihat Allah. Karena bagi dirinya Allah itu meliputi sekalian Alam termasuk dirinya zahir dan Batin.

  15. @Asep

    Dan yang terlebih penting lagi melihat Allah tidak bisa diwujudkan dengan sesuatu yang kita lihat atau yang pernah kita lihat. Apabila diwujudkan dengan sesuatu yang kita lihat atau yang pernah kita lihat maka itu “Salah” Karena masih melihat dengan membayangkannya. Sedangkan Bayangan itu Muhadats (Baharu).

    Sedangkan Allah Swt itu “Laisa Kamislihi Syai’un”.

    Adapun sesuatu wujud yang terlihat atau yang pernah di lihat itu, hanyalah sebatas “bayang2 kenyataan Allah Saja”. Tetapi untuk sebagai “jembatan” kita memandang “bayang2” itu dengan keyakinan “tidak berpisah bayang2 dengan yang punya bayang2” maka itu Syah2 saja jika demikian adanya.

  16. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Terimakasih atas penjelasannya yg panjang lebar, sehingga saya bisa meneguk lautan samudera ilmu bersama anda dalam mencari kebenaran yang hakiki, semoga amal ibadah anda dilipatgandakan / diterima Allah Swt dan Nabi Saw.

    Boleh kan bercerita/curhat sebentar ? Saya adalah seorang yang biasa saja, hidup dilingkungan yang kayanya jauh dalam pemahaman agama. Saya mengenal agama di mesjid, sd, smp, sma, buku, dan melalui media elektronik, cuma sebatas bisa baca tulis Al Qur’an. Dalam perjalanan pemahaman agama, ya seperti apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Ternyata selalu ada saja perselisihan / perdebatan antar mahzab : Hanafi, Hambali, Maliki, Syafi’i, Wahabi, Sunni, Syiah, Salafy, Tasawuf / golongan lainnya. Kalo di Indonesia antar ormas NU, Persis, Muhammdiyah, FPI, JII, LDII dll ( yang merujuk ke 4 mahzab tsb ). Saya kurang begitu mengerti / paham permasalahan yang sebenarnya. Saya fikir pasti ada salah satu yang benar, kenapa sampai berlarut-larut begitu ?
    Suatu ketika adik saya meminjamkan sebuah buku, yang katanya coba baca dan teliti baik-baik, ternyata isinya mengenai Ahlul Bait Nabi Saw. Seperti yang yang anda nukilkan/tuliskan di blog ini, sbb :

    ” Adapun ttng Ahlul Bait Nabi adalah suatu kehormatan yang di berikan Allah kepada Rosulullah Saw sebagai kebahagiaan tersendiri bagi Nabi, karena sewaktu Nabi Mi’roj Nabi melihat 12 cahaya yang sangat terang sekali begitu di tanyakan ke pada Jibril, Jibril mengatakan bahwa itu adalah keturunan2 Beliau yang akan menjadi Imam/Pemuka/Pemimpin yang menyatukan Islam dalam 2 Kalimah Syahadat, salah satu di antara ke 12 itu adalah yang bergelar Imam Al-Mahdi yang ditunggu2 dan dinanti2kan kedatangannya ”

    Makanya hadist ” Nabi kota/gudang ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya ” bagi pemahaman saya sangatlah penting untuk kehidupan dunia dan akhirat. Kadang saya mempunyai pandangan yang ekstrim ” Apabila suatu mahzab / golongan / thariqah yang tidak mengacu / merujuk kepada hadist tsb, harus dipertanyakan lagi kebenarannya ” karena apabila membaca / meneliti / mengkaji sejarah 12 Imam Ahlul Bait Nabi Saw disitulah ditemukan “kebenaran yang hakiki”.

    Saya memaklumi dan mengerti semua yang ada di blog ini / blog yang lainnya, begitu juga saya, masih ada dalam proses pencarian kebenaran yang hakiki, karena ” Tidak ada paksaan dalam agama ” silahkan anda sekalian merenung / bertafakur.

    “Ya Allah, tunjukkahlah kami kejalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat ” ( QS Al Fathihah : 7 )

    Demikianlah, apabila ada kata/tulisan yang salah mohon ma’af yang sebesar-besarnya.

    Wallahu”alam Bishawab.

    Wass. Wr. Wb.

  17. Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Semoga Allah membukakan Pintu Kepahaman kepadamu, dirahmati, diberkati dan dibukakan pula segala Hijab yang ada dihatimu dan dipancarkan Nur Allah (Nur Muhammad) sehingga terang benderanglah hatimu.

    DAn semoga pula dengan Nur itu, Allah menurunkan Anugrahnya berupa Ma’rifat-Nya kepadamu sehingga Nurul Bashiroh (Mata Hatimu akan bercahaya) untuk melihat akan Kebenaran Allah Swt.

    Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

    • hamba said

      ASSALAMU’ALAIKUM
      ijinkan saya bertanya pada kaka”pengembara jiwa”
      apa arti hayat..?
      dan dimana hayatnya tumbuhan serta anak ayam yang ada didalam telor ?

      Wassalam

      • fakir said

        assalamuaikum wr.wb
        dengan tdk mengurangi rasa hormat pada saudara pengembara jiwa yang saya hormati..
        Ijinkan aku memberi jawaban atas pertanya’an saudaraku hamba
        hayat adalah hidup.
        Tentang dimana letaknya hayatnya tumbuhan dan hayatnya ayam yg berada dlm telur adalah didalam hayat.
        Mudah mudahan tercerahkan berkat kemurahanNYA amiiin

  18. amabel damara elysia said

    subahnnallah,
    terlihat sangat tulus setia kata yang tertulis

  19. Hady said

    Subhanallah….

    sunguh mulia hatimu saudaraku sang pengembarajiwa…inilah salah satu keistimewaan engkau berguru pada guru mursyid yang benar (waliyullah)..tutur katamu, indahnya bahasamu, mencerminkan ahlakmu…aku tergetar dan menangis membaca tulisanmu saudaraku. Engkau bersyukur memiliki guru murysid yang demikian..semoga AllahSWT senantisasa slalu melimpahkan hidayahnya padamu seperti juga hidayah Allah SWT akan guru-guru mu…hingga engkau ridha dengan Allah, dan Allah pun ridha denganmu, Aamin Ya Rabbal Aalamin.

    Salam dariku.

  20. basobone said

    ass..

    tiada KEPASTIAN selain milik ALLAH semata-mata

    (tubuh bagi muhammad, nyawa bagi kita, rahasia bagi ALLAH)

    sy mohon ijin menjadi bagian dari persaudaraan yang ada dpondok ini..

    slam kenal buat mas Pengembara jiwa

  21. hamba said

    Assalamu’alaikum Wr.wb.
    Setelah saya membaca forum ini kayanya asik untuk diikuti,maka dari itu saya mau memperkenalkan diri saya Nama HAMBA

  22. Mas Nur said

    Assalamu wr.wb.
    Mas PJ,Setelah mengamati tulisan2 yg ada di blog ini, mohon pencerahan bagi sy, apa perbedaan Muhammad bin Abdullah dengan Muhammad Rosullullah. Katanya Muhammad Rosullullah tidak pernah mati, itu maksudnya apa? Setiap dirimu ada rosul, itu maksudnya apa? Mohon bantuan pencerahan bagi saudara2ku yang mampir di blog ini
    Wasalam wr.wb.

  23. salam kenal injin nyimak…..

    • wibowo sb said

      Allohu Akbar
      assalamu alaikum wr wb
      terima kasih pencerahanya,
      smoga kemanapun kaki kita melangankah, dlm keadaan apapun kita senantiasa mendapatkan Rahmat serta RidhoNya,
      dan Alloh menuntun dan berkehendak meng Anugerahkan Ilmu pd kita khususnya pribadi saya, agar mengerti kebenaran Sejati dari Yang Maha Benar dan meyakini seyakin-yakinnya.

      Mohon bantu do’a saudara dan sahabat Pondok PJ,
      wassalamu alaikum

  24. Sirr na said

    Assalamualaikum warohmati wal barokah,sebelumnya saya minta ampun minta halal minta ridho karena telah lebih dulu menulis di sini sebelum minta izin dgn yang punya,sebelumnya saya adalah manusia yang tak perduli dgn suatu apapun,namun diperjalanan hidup,saya ditemukan dgn suatu keadaan dan pertemuan dengan menemukan siapakah yang “HIDUP” sesungguhnya,dan “hal” tsb membuat saya menjadi bodoh,dan bahkan malu untuk meminta,namun segala sesuatunya memang terjadi,dan saya pun menemukan blog ini,mudah2an Allah SWT berkenan untuk mempertemukan saya dgn orangnya dan bukan hanya bertemu dgn rumahnya..amin..amin..amin indal haq rasulullah…wassalamualaikum warrohmah wal barokah..

  25. yuliantopw said

    Ass.wr.wb Kang PJ dan yang lainnya yang dirahmati ALLAH SWT,
    Mohon ijin ikut nyimak. Baru belajar kulit2nya.
    Syukron. Wass.

  26. bima said

    Memang itulah rasaNya dalam rasa,,banyak sahabat menanyakan bagaimana caranya untuk mencapai rasa itu
    Mohon abang bisa memaparkan jalanNya sehingga sahabat yang lain tahu tujuanNya.
    Apa takut itu
    Apa tobat itu
    Cinta
    Rindu
    Dan lain-lain
    Sehingga sahabat yang lain bisa menapaki jalan itu
    Mau sampai atau tidak itu hakNya
    Tugas kita menyampaikan risalahNya

  27. Buwan said

    Terima Ya ALLOH Ya RASULULLAH dan Kedua Org TUA KU [ABDUS SHAMAD[alm]&RUSMINAH[alm] serta Kakeknda HADINI BIN LEMPOR. ANANG GUNUNG, Yg Tlah Menuntun ku Tuk berguru kpd JURIAT KH.ZAINAL ILMI [ ANANG ADIANI BIN ANANG ZAINI BIN ABDUS SHAMAD BIN ZAINAL AKLI….. AKHIRNYA….. SEEELAAAMAAAAT……. ALHAMDULILLAH……. Buwan Lemo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: