PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

TAUHID YANG BENAR MENGHILANGKAN PERSELISIHAN

Posted by pengembarajiwa pada September 8, 2008

Jika kita kembali kepada Sejarah sejak zaman Rosulullah Saw membawa Islam ketengah-tengah Manusia, maka Islam itu adalah suatu Agama yang Satu untuk seluruh Umat Manusia. Walaupun banyak manusia itu yang tidak mau menerima kehadiran Islam ditengah-tengah mereka.

Akan tetapi dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Islam itu adalah Agama yang membawa manusia kepada yang Satu yaitu Allah Swt. Islam adalah Agama yang memusnahkan perbedaan, perselisihan, pertengkaran yang mengakibatkan perpecahan. Sungguh-sungguh sangat Ironis sekali jika mereka yang mengaku beragama Islam tetapi dalam praktek keagamaan selalu saja mengundang perselisihan dan pertikaian.

Kenapa bisa demikian? Karena mereka bukan lagi melihat Islam adalah Agama pembawa Rahmat melainkan mereka menjadikan Islam itu sebagai suatu golongan dan aliran. Sehingga masing-masing golongan dan aliran itu mempertahankan daripada keyakinannya masing-masing, menganggap keyakinannya itulah yang benar, begitupun golongan yang lain juga menganggap demikian.

Jika demikian halnya apakah ini bukan suatu jalan yang membawa perselisihan dan perpecahan?

Dan prinsip inilah yang sudah terjadi dan sedang terjadi setelah Rosulullah Saw Wafat. Bahkan sampai saat ini perbedaan di dalam tubuh Islam itu sendiri semakin banyak dan semakin membuat runcing perselisihan yang berakibat perpecahan Umat Islam. Padahal Allah Swt. Mengingatkan di dalam Firmannya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS, Ali ‘Imran :103)

Sudah jelas dinyatakan Allah di dalam Ayat tsb bahwa untuk menghilangkan perselisihan itu haruslah berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Apa tali agama Allah itu? Yaitu “LAA ILAA HA ILLALLAH”.

LAA ILAA HA ILLALLAH adalah suatu Kalimah Tauhid, Kalimah yang menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada yang Maha Benar selain Allah, tidak ada yang Maha Mengetahui selain Allah, tidak ada yang Maha Sempurna selain Allah, tidak ada yang Maha Bijaksana selain Allah, tidak ada yang Maha segala Maha selain Allah.

Jika manusia itu mengerti dan mau menyadari didalam Kalimah Tauhid itu tentu tidak akan ada perselisihan di dalam Islam sendiri. Sebab Kalimah tsb adalah Kalimah yang menghacurkan dan meruntuhkan ke Egoan dan kesombongan. Jika ada manusia merasa paling benar, paling mengetahui (‘Aliim), paling Sempurna (Kamil), paling Bijaksana maka berarti mereka itu telah sombong kepada Allah dan sudah tentu mereka itu tidak termasuk kedalam Ketauhidan. Dengan demikian wajarlah terjadi perselisihan itu, pertikaian itu, perpecahan itu dikarenakan mereka telah sombong dan bangga dengan Atribut yang ada pada dirinya.

Jika sudah demikian pantaskah mereka itu mengaku Umat Muhammad Rosulullah Saw?

Tentu jika kita mau memikirkan dan merenungkannya bahwa Rosulullah Muhammad Saw adalah Nabi pembawa Rahmat (Kasih Sayang), jika ada yang mengaku Umat dari pada Rosulullah Saw maka ia pun harus menjadi Rahmat.

Manusia itu berlaku di Alam Dunia ini hanya terbagi menjadi dua bagian saja, yaitu : jika tidak menjadi Rahmat berarti menjadi Laknat.

Jika ia termasuk orang yang menjadi Rahmat maka ia pantas di sebut Umat Rosulullah Muhammad Saw.

Tetapi jika ia termasuk orang yang menjadi Laknat maka ia pantas menjadi Umat dari pada Iblis dan Syaitan.

Seandainya Rosulullah Muhammad Saw masih Hidup ditengah-tengah kita, hadir ditengah-tengah kita apakah kita tidak malu kepada Beliau? Mengaku Islam, ber Iman dan mengaku Umat Muhammad tetapi tidak menebarkan Rahmat malah menebarkan Perselisihan dan permusuhan. Sungguh, suatu hal yang sangat disayangkan sekali.

Karena itulah siapapun ia dimanapun posisinya dalam Islam, jika masih terdapat ke Egoan dan kesombongan maka Islamnya belumlah sesuai dengan kenyataan. Walaupun ia termasuk orang ber Ilmu sekalipun, besurban dan bejubah tapi masih merasa ia yang paling benar diantara yang lain, merasa paling tahu diantara yang lain merasa paling sempurna diantara yang lain maka berarti ia bukanlah Umat Muhammad Rosululah Saw yang sebenarnya.

Itulah yang menyebabkan Rosulullah Saw pernah menangis begitu mengetahui bahwa Umat Beliau itu hanya 1 dibanding 999.

Yang Satu itu adalah mereka yang benar-benar mengerti tentang ketauhidan yang sebenarnya, ketauhidan yang membawa Rahmat mengikat kepada Kalimah LAA ILAA HA ILLALLAH dan meniadakan perselisihan. Mengembalikan segala sesuatu perkara kepada Allah karena segala sesuatu urusan itu Allah lah yang berhak menilai benar atau tidaknya dan menjadikan Muhammad Rosulullah Saw sebagai Saksi yang menyaksikan atas dirinya.

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”.(QS, Ali ‘Imran : 105)

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong”. (QS, Al Hajj : 78)

15 Tanggapan to “TAUHID YANG BENAR MENGHILANGKAN PERSELISIHAN”

  1. qory said

    saya setuju sangat….

    Sudah jelas dinyatakan Allah di dalam Ayat tsb bahwa untuk menghilangkan perselisihan itu haruslah berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Apa tali agama Allah itu? Yaitu “LAA ILAA HA ILLALLAH”.

    tapi dalilnya bahwa tafsiran tali agama Allah itu adalah kalimat tauhid LAILLAHAILLALLAH apa?

    kawan2 HTI, MMI, PKS, mungkin menganggap tali agama Allah adalah KHilafah Islamiah

  2. @Qory
    ————-

    Hari2 Anda senantiasa dalam rahmat dan berkah Allah, saudaraku…………

    DAlam suatu Hadits di katakan bahwa “LAA ILAA HA ILLALLAH” adalah benteng Allah. siapa yang mengerti Nafi dan Itsbat Allah Ta’ala dalam Kalimah “LAA ILAA HA ILLALLAH” maka masuklah ia di dalam pemeliharaan Allah.

    Tentu mereka2 yang berada dalam pemeliharaan Allah, Allah senantiasa menjaga mereka agar tetap dalam ketauhidan yang Murni yaitu Tauhid yang menyeluruh dan meliputi dalam Silaturrrahim (kasih sayang satu dengan yang lain). Dan mereka yang di tanamkan rahman rahim-Nya Allah Ta’ala akan senantiasa terjaga dari pada perpecahan dan perceraian. Dan mereka menjadi satu pandangan dalam “Syuhudul Wahdah fil Katsroh, Syuhudul Katsroh fil Wahdah/pandang satu ada pada yang banyak, dan pandang yang banyak ada pada yang satu”.

  3. aburahat said

    @Pj
    Mas, mengapa umat Islam sampai bertengkar/ber-musuh2an malahan saling membunuh mari kita simak Firman Allah dalam surah Al-An’Am ayat 65:
    Katakanlah “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas kepalamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan2 (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu. Kami mendatangkan tanda2 kebesaran kami silih berganti agar mereka memahaminya.
    Pada waktu ayat ini turun Zaid b. Aslam mweriwayatkan Rasul terus bersabda “Janganlah kamu kembali kafir setelah wafatku, sebagian dari kalian menebas leher sebagian yg lain.
    Menurut Ibn Jarir waktu ayat ini turun Rasul lalu mengambil wudhu dan bersembahyang dua rakaat. Rasul berdoa agar Allah tdk mengirimkan azab sepert bunyi dlm Surah Al-An’Am 65. Maka Jibril turun dan mengabarkan:
    Wahai Muhammad sesungguhnya engkau memohon pada Tuhanmu 4 perkara, maka Dia akan mengabulkan yg dua dan menolak yang dua lainnya. Siksa dari atas dan dari bawah kaki tdk akan datang, Karena siksa ini utk mereka yg mendustakan Nabi mereka dan menolak kitab Tuhan mereka. Tetapi mereka umatmu akan dicampur adukan dlm golongan2 dan merasakan sebagian keganasan sebagian yg lain. Dan ini adalah siksa atas mereka yg telah berikrar menerima kitab2 suci dan membenarkan para Nabi2 namun mereka disiksa karena dosa2 mereka.
    Rasul setiap hari tdk tenang memikirkan yg akan terjadi pada umatnya. Maka seblm wafat Rasul, Allah mewahyukan sesuatu agar selamat dari siksaan ini. Wasalam.

  4. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

  5. Siliwangi said

    Maha Suci Allah dengan segala Firman-Nya

  6. Bercerai kita hancur bersatu kita teguh kukuh bak batu karang dihantam ombak, umat Islam sekarang ini amat banyak tapi bagai buih dilaut…benar2 1 : sejuta…mukmin yang sejati itu…apakah kita yang satu atau yang sejuta…mari kita intropeksi pada diri…sendiri….

    • @Hina Kelana414

      Syuhudul Wahdah Fil Katsroh, Syuhdul Katsroh Fil Wahdah
      Pandang Satu ada pada yang banyak, Pandang yang banyak ada pada yang Satu

      • Widianto said

        LAILLAHAILLALLAH “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah” seharusnya dengan mengucapkan kata LAILLAHAILLALLAH umat islam diseluruh dunia bersatu padu bukannya bercerai berai.. apabila masih bercerai berai berarti umat tersebut belum bisa mengartikan makna LAILLAHAILLALLAH..

  7. nanks said

    setuju…?!!!! syahadat adalah Rukun Islam. setiap rukun akan kena hukum fikih..(ada syarat syah , usul fikih) seperti hal sholat… al-fatihah adalah rukun sholat tidak syah sholat jika tidak membaca al-fatihah. sekarang syahadat…! rukunnya :ada yang bersyahadat, tidak ada paksaan dan ada YANG MENYAKSIKAN SYADAT. saudaraku…” pintu untu bertauhid adalah shadat…! kapan anda bersyadat ? yang memenuhi rukun syahadat?…! jika anda mengatakan tiap mengerjakan sholat anda bersyahadat itu bukan syahadat untuk pengakuan islam kita. itu shayadat yang merupakan rukun sholat. atau anda mengatakan…bersyadat di saat di baiat/bertorekat/di talkin dll itu bukan syahadat pengakuan kita menjadi seorang muslim, itu syahadat yang menjadi syahnya kita bertorekat dll…. kapan anda bersyahadat…? siapa yang bersaksi atas syahadat anda ? bukankan setiap sahabat bersyahadat dengan bersaksi kepada Rosul SAW? lalu kapan kita bersyahadat…seperti syahadatnya para sahabat..? KAPAN ANDA BERSYAHADAT YANG MEMENUHI RUKUN SYAHADAT…? oh… pantas kita ini hanya bisa mendirikan tiang-tiang agama, yang hanya bisa mendirikan atap agama dan bangunan agama..tapi kita lalai membuat PONDASI YANG KOKOH yaitu SYAHADAT yang memenuhi rukun syahadat yang dicontohkan ROSUL SAW…. oh pantas…ego kita masih tinggi takkala kita menempuh..jalan torekat… jalan marifatulloh… masih ada hijab-hijab ke ‘aku’an yang terus membayangi… karena kita belum benar bersyahadat…! setuju dengan uraian diatas… “syahadat adalah jalan menuju Islam… islam belum tentu iman.. orang Islam yang beriman adalah yang menjalankan syahadat dengan benar (memenuhi rukun) ..Islam-iman-lalu jadilah kita seorang yang MUKHLIS…yang dibuktikan dengan predikat MUJAHID… yang akan kembali kepada SANG PENCIPTA Walatamutuna illa wa antum muslimun….” walohu’alam

    • serakah said

      Ass.Wr.Wb.

      Salam ,DAMAI & BERKAH dalam RAHMAN-RAHIMNYA….& SHALAWAT kepada TUAN GURU MUHAMMAD BAGINDA TERPILIH SEMOGA SENANTIASA berGEMA diMANApun,KAPANpun,ADANYA…..

      Buat yang KAMI Hormati semua saudara-2KU yang luar biasa ILMUNYA, wabil Khusus SAHIBUL BAIT PENGEMBARA JIWA 313 yang BUNGAS TAUHIDNYA.

      Bolehlah kiranya kami sedikit memberi sumbang saran kepada saudaraKU NANKS atas ulasan Beliau mengenai :
      “………….ISLAM belum tentu IMAN………….”
      kami mohon kepada Beliau agar lebih ARIF untuk menempatkan Posisi antara IMAN & ISLAM.”

      Berhubung disini adalah Beliau PENGEMBARA JIWA 313 yang menjadi GURU atas SALIK , mohon kiranya agar memberikan PENCERAHAN atas HAKEKAT IMAN&ISLAM agar menghindari KEKELIRUAN cara PANDANG kita.

      Mohon maaf kami/ULUN bila salah berkata dan memberi sumbang saran.

      Wass.Wr.Wb
      SERAKAH

      • sapto_MS said

        “Orang beriman tidak takut akan pengurangan pahala dan penambahan dosa” demikian cukilan Al-Quran saya Kutip. Yang namanya orang “beriman” berarti bukan “orang yang tidak beriman”, maksudnya Orang yang beriman tentu sudah memiliki ilmu teori, dari agama itu yaitu Hukum,Rukun, serta seluk dan beluknya sesuatu yang dianut. yang kata kasarnya dia tahu mana yang HAQ dan Mana Yang Bathil, denga penuh Kesadaran Nyata (ILA), Islam itu Agama “Rahmatam Lil Alamin” sudah diaur ulang sehinga dimudahkan bagi penganutnya, untuk Membacanya, Mengartikannya, Memaknainya, Menghayatinya, Memahaminya dan mayikininya akhirnya menjadi SATU (AHAD) Ketetapan dan akhirnya menjadi Keputusan yaitu : “LAA ILAA HA ILLALLAH”

  8. indah said

    ana yaqin ‘ainul yaqin….

  9. sapto_MS said

    Asalamulaikum wr.wb,
    saya numpang lewat dan agak telat konek kalo boleh saya nimbrung yang dimaksud agama Allah itu adalah seperti ayat tertera dibawah ini:

    QS, Al-Imran :19 :
    19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

    Dengan membaca ayat ini bahwa jelaslah mana tali “Agama Allah” serta kemana “Arah Agama Allah” itu, yang tidak lain dan tidak bukan kalimatnya adalah “LAA ILAA HA ILLALLAH”, dan dalam kitab terdahulu Yang “Isnya Allah” masih Sahih yang diberikan kepada Nabi Musa AS dan dikenal dengan “Istilah” “DEKALOG”, disebutkan : “Akulah TUHAN, Allahmu …Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku”.

    Ternyata apa yang menjadikan selisih paham itu karena letaknya pada tingkat “Keilmuan” atau “Pemahaman” atau “Prasangka” dari yang punya kitab itu sendiri, dan sampai akhir jamanpun tidak akan mecapai kata “sepakat” karena masing-masing mempertahankan argumen atau prasangka masing masing tanpa mengunakan “Akal, dan Mata Hati” “Karena yang demikian ini (AGAMA) Hanya akan bisa diambil hikmah dan dijadikan pelajaran bagi mereka yang mengunakan “Akal dan Matahati”.
    Wasalam

  10. sutrisno said

    Assalamu alaikum… akhi….
    mohon ketulusan dan keiklasannya, ana copy dan prin out semua artikelnya, dan mohon do’a agar ana dapat memahaminya,
    dan mohon di balas agar tidak ada pertanggung jawaban bagi ana di kemudian hari, semoga antum semakin mesra pada rahasianya aamiin…

    Trimakasih

  11. ono said

    Wujud qidam baqo
    Muhtolapatu lil hawadisi
    Qiyaamuhu taala binapsihi
    Wahdaniat qudrat irodat

    Ilmu hayat sama
    Bashor kalam qoodirun
    Muridun,aalimun hayun
    Samiun bashiirun mutakalimun

    Ya Alloh ya Tuhanku
    Nabi Muhammad ya Nabiku
    Kitab Quran ya imanku
    Ka’bah baitulloh ya qiblatku

    Seluruh yang beriman
    Saudaraku pembaca pirman
    Taurot zabur injil Al qur’an
    Di dalam hidup jadi padoman

    Jumlah seratus empat
    Pirman Alloh jadi Alqur’an
    Di ikuti sesuwai zaman
    Demi disiplin per adaban

    Nabi Muhammad ahir zaman
    Bawa amanat kitab Alqur’an
    Peradaban di kerosulan
    Yang beriman wajib mahamkan

    Satu Alloh satu pirman
    Berpariasi pembentukan
    Rohmat Alloh perbedaan
    Tida perlu silih salahkan

    Kepada Alloh kepribadian
    Kepada mahluk berhadengan
    Berhadengan di kebajikan
    Demi nyaman anak turunan

    Negara berkedawlatan
    Pancasila isi Alqur’an
    Alim ulama Alloh wajibkan
    Mendoktrin arip mendewasakan

    Hindari silih salahkan
    Duga buruk duga dugaan
    Harga diri masing-masingan
    Jelek dan bagus ada aturan

    Musyawarah tiep kerjaan
    Dahulukan pengetahuwan
    Tida sedikit jumlah ilmuwan
    Walau tanpa sekolahan

    Jujur Alloh jujur Alqur’an
    Yang beriman mengusahakan
    Saatnya sadar jiwa beriman
    Supaya hidup aman nyaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: