PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

BERMALAM DI DALAM BAITULLAH

Posted by pengembarajiwa pada September 5, 2008

Ketika kita berbicara tentang Baitullah, tentu perhatian dan ingatan tertuju kepada Ka’bah yang ada di kota Makkah. Dan kesucian dari pada Ka’bah memang selalu terjaga dan terpelihara. Di mana Ka’bah itu adalah pusat pandang dari pada Kiblat orang-orang Muslim. Pada zaman Jahiliyah Ka’bah merupakan tempat untuk beribadah bagi para Kabilah-kabilah Khususnya di sekitar tanah Arab.

Dan di dalam Ka’bah itu di tempatkan patung-patung berhala sebagai sembahan Orang dikala itu. Ketika di tanyakan kepada mereka tentang Tuhan pencipta sekalian Alam mereka pun mengatakan percaya kepada yang menciptakan segala sesuatu. Adapun patung-patung yang mereka sembah itu hanyalah sebatas refleksi/perwujudan dari pada Tuhan Seru Sekalian Alam.

Ketika Rosulullah Saw di utus ke muka Bumi maka mulailah Rosul memberikan suatu pengarahan kepada mereka bahwa apa yang mereka sembah itu adalah suatu kesalahan yang sangat besar dan sangat fatal sekali.

Dikatakan oleh Beliau bahwa Tuhan Seru Sekalian Alam itu Laisa Kamislihi Syai’un (tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu apapun). Tuhan itu bernama ALLAH dan ALLAH itu ESA tidak ada sekutu bagi Nya, meliputi tiap-tiap segala sesuatu.

Lalu berjuanglah Beliau bersama para sahabat-sahabat untuk menghancurkan keyakinan dari pada orang-orang Kafir Quraisy terhadap sesembahannya yang berupa patung itu dan berusaha untuk menghancurkan patung-patung sesembahan mereka.

Kurang lebih 23 tahun lamanya Beliau berjuang dan pada saat Penaklukan Kota Makkah Beliau masuk ke dalam Ka’bah dan menghancurkan patung-patung berhala yang ada didalamnya.

Allah Swt berfirman : “Katakanlah : Akulah Allah yang Esa. Tempat bergantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada satupun yang menyamai ke Esaan Ku”.

Begitu jelasnya Allah menyatakan tentang ke Esaan Nya sehingga sesuatu apapun tidak ada yang menyamai Nya. Itulah yang menjadi dasar sehingga di dalam Baitullah itu tidak boleh ada patung dan berhala yang mengisinya.

Akan tetapi setiap Muslim berkeyakinan bahwa Ka’bah itu adalah Baitullah (Rumah Allah). Sehingga mereka yang semata-mata terfokus kepada Bangunan Batu yang di sebut dengan Ka’bah itu tidak menyadari bahwa Allah itu Maha Besar dan rasanya tidak pantas dikatakan bahwa Ka’bah yang terbuat dari batu dikatakan tempat kediaman Allah (Rumah Allah).

Allah Swt Maha Meliputi dan tidak terikat oleh ruang dan waktu bahkan Sayyidina Ali bin Abi Tholib pun pernah mengatakan bahwasanya : “Tdaklah aku memandang akan sesuatu melainkan aku melihat Tuhan di dalamnya”.

Adapun Ka’bah (Baitullah) itu hanyalah sebagai symbol daripada Persatuan Umat Islam, Poros dari pada persaudaraan sesama Muslim.

Pada Hakikatnya bukan Ka’bah yang dipandang, bukan Ka’bah yang dituju, bukan Ka’bah yang dipuja-puja melainkan Allah lah yang meliputi tiap segala sesuatu.

Pada Zahirnya menghadap mereka kepada Ka’bah adalah menunjukkan keta’atan ia kepada Tuhannya bukan menjadikan Ka’bah sebagai sesuatu yang Agung melainkan yang Maha Agung adalah yang memiliki Ka’bah tsb.

Para Sufi dan para Awliya menekankan tentang Baitullah itu sendiri lebih mengarahkan kepada Qolbu.

“Qolbun Mu’min Baitullah”

Agar Qolbunya mencerminkan Baitullah maka bersihkanlah terlebih dahulu qolbu itu dari segala patung-patung berhala. Patung-patung berhala didalam Qolbu itu ialah : Dunia, Harta, Takhta, Pangkat, Kedudukan.

Awliya Allah Al-Qutuburrobbani Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani mengtakan : Dunia boleh engkau ambil sebanyak-banyaknya, Harta dan uang boleh engkau kantongi sebanyak-banyaknya akan tetapi jangan sampai itu semua masuk kedalam Hatimu..!

Hatimu adalah Baitullah, maka cukuplah yang mengisinya hanya Allah Semata.

Mereka yang telah mengosongkan hatinya dari segala sesuatu….. Hanya Allah yang hadiri disitu…. Kemudian ia Tawajjuh kepada Allah dalam Hatinya maka pada Hakikatnya sama halnya ia telah bermalam di dalam Baitullah. Dan tidaklah bagi mereka yang telah bermalam di Baitullah, Allah akan Sayang dan Cinta kepada nya.

Iklan

18 Tanggapan to “BERMALAM DI DALAM BAITULLAH”

  1. Pencari Kebenaran said

    Assalamu`alaikum…
    Mas Pengembara Jiwa yang terhormat,,,,,
    Perbolehkan saya ikut nimbrung didalam blog anda yang dirahmati Allah SWT. Mas Pengembara Jiwa kalo boleh saya mau sedikit bertanya tetapi saya sebelumnya mau sedikit berbagi saya dulu pernah dengar orang ngomong bahwa kiblat zahir kita adalah Baitullah tetapi kiblat batin kita adalah Baitul Makmur, jadi maksud pertanyaan saya adalah kalo kiblat kita secara zahir ada dikota Makkah sedangkan kiblat batin/ qolbu kita di Baitul Makmur dimanakah itu terus apakah maksudnya itu, mas? Mohon penjelasannya…..
    Trima kasih…

    • @Pencari Kebenaran

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….
      Saudaraku Pencari Kebenaran yang di rahmati Allah…
      Sangat senang sekali jika Saudaraku masih sempat untuk meluangkan waktunya untuk bergabung di Pondok PJ ini, semoga itu menjadikan langkah awal dari Ridho Allah yang turun kepada kita semua khususnya kepada Anda.

      Saudaraku….
      Para Arifbillah (mereka yang kenal dengan Allah) mengatakan bahwa Qiblat itu adalah Hadap seseorang kepada Allah, dan Kiblat Zahir benarlah dikatakan bahwa itu adalah Baitullah yang ada di Kota Makkah. Akan tetapi… secara Batin Qolbu/Hati itu adalah sarana untuk menuju kepada Allah, tanpa Hati maka Hadap seseorang kepada Baitullah yang ada di Kota Makkah akan hampa dan terasa tanpa makna. Karena Qolbu/Hatilah yang bisa berhubungan dengan Tuhannya. Dan Adapun Qolbu/Hati itu adalah Rasa dalam Kesadaran untuk merasakan dan menyadari bahwa Allah sangat dekat sekali pada dirinya. Wa Huwa Ma’akum Ainama Kuntum (Dia Allah serta Kamu dimana Kamu berada), Wa Fiii Anfusikum Afala Tub’Shiruun (Dan pada diri kamu terdapat Tanda2/Bukti2 Allah, apa engkau tiada melihatnya????).
      Sehingga jika Qolbu/Hati itu telah disucikan dari pada Berhala2 Dunia dan segala gemerlapannya maka jadilah Qolbu/Hati itu seperti Baitullah yang Suci dan tempat menampaknya Nur Allah Swt, karena Qolbu/HAti itu sudah menjadi seperti cermin yang bersih dari Noda dan kotoran sehingga menampaklah Nur Allah itu pada cermin Qolbu/Hatinya…..

      Kesimpulannya adalah… Kiblat Batin itu adalah adalah Qolbu/Hati yang disebut dengan Baitullah (Qolbun Mu’min Baitullah/Hati Orang2 Mu’min itu adalah Baitullah)
      Adapun Baitul Makmur itu secara Zahirnya adalah di langit ke 7 sedangkan secara Batinnya ada pada diri sebagai cermin/pantulan dari pada Baitul Makmur yang sebenarnya yang kemudian memancar pada langit ke 7. Baitul Makmur itu terletak pada Rob-Rob atau yang di sebut dengan Ubun-Ubun/Sirr Otak. Tepatnya di tengah Kepala Atas.

      Itulah pemahaman dan keyakinan para Ahlul Ma’rifat/Arifbillah…

      @truthseeker08

      Semoga Allah membimbing Nur-Nya kedalam Batin dan memancarkan Cahaya pada Qolbu/Hati sehingga hancurlah dan luluh lantaklah berhala2 yang ada pada Qolbu/Hati kita.

      Wassalam

  2. truthseeker08 said

    Terima kasih Saudara PJ. Tulisan yang mengguggah kita untuk memeriksa kembali hati (baitullah) kita.
    Semoga Allah membimbing dan memberi kekuatan kpd kami2 yang sedang menyingkirkan berhala2 dalam hati kami.

    wassalam,

  3. darksunni737 said

    subhanallah
    sungguh ilmu makrifat adalah sebaik-baiknya ilmu
    hatiku serasa damai, semakin terbuka untuk memandangnya
    daripada hujat menghujat fitnah memfitnah dan kafir mengkafirkan
    Ya Robb bukakanlah mata hati kami bashiroh kami agar kami tenggelam dalam makrifatMU dan berjalan di jalanMu yang lurus berada pada golongan yang benar yang mengikuti sunnah rosulMu..yang membela dan menjalani islam secara kaaffah
    sesungguhnya kami ini bukan apa2 setelah ku selamai jauh dalam dasar jiwaku yang ku temui hanyalah Engkau.Engkau yang menguasai jiwa ragaku
    engkau yang maha Wujud
    Alloh sesunhgguhnya kami hanyalah lapangan takdirmu jelek baik sesat benar kaulah yang menentukan
    Makrifat padaMU adalah anugrahMu
    tunjukilah kami sebagai orang yang Kau beri petunjukMu

  4. salamun alaikum, betul tulisan saudara2ku, hati itu cermin rahasia allah.jika ingin mengetahui rahasia allah maka bersihkanlah hati itu dr segala dosa2 sebab itu adalah kotoran yang melekat pada cermin hati manusia.

  5. al-ikhwan said

    Assalamu ‘alaikum saudara2ku. Saya sangat bersyukur dapat membaca tulisan dari saudaraku Pengembara jiwa. karena setelah saya pelajari dengan penuh perhatian, sehingga menambah keyakinan saya akan ilmu Allah Ta’ala yang saudara tampilkan diatas. Semoga Allah selalu beserta kita. Wassalam dari saudaramu. Amin yarabbal “Alamin.

  6. Cahaya hati said

    Permisi ikut nyimak ya. Lanjudkan pj nya ku kan ikut serta di dalam nya.

  7. Subhanallah…mha suci ALLAH yg mrjai sgla rja.mksh ms PJ.

  8. wawan said

    boleh saya minta almat email , ym .dan fb jika ada
    saya ingin betanya langsung kpda mas Pj

  9. pamanah rasa said

    assalamualaikum wr wb……semoga kang pj dan kita semua selalu dalam rahmat ALLAH SWT…….blog yang sungguh sangat menarik…..takjub saya memaknai pemahaman penulis tentang ma’rifat,,,,,

  10. pamanah rasa said

    oya ….boleh saya minta email kang pj???

  11. agags

  12. assalamu alaikum

  13. saya hanya pembaca da ingin menambah ilmu pengetauan

  14. kakau said

    Kalau Baitullah itu dalam hati orang mukmin, jadi nggak perlu ke ka’bah untuk tawaf ya ?
    Cukup gantian kita tawaf mengelilingi tubuh kawan kita masing masing, wong..baitullah dalam hati orang mukmin…!

  15. cintaumat said

    Kalau baca tulisan yang awam……..lucu dam senyum. Kalau baca tulisan yang paham kagum !….makasih semuanya numpang mampir

  16. KA’BAH: BAITUL HARAM atau BAITULLAH???

    Saya kira penggunaan istilah atau nama BAITULLAH (Rumah Allah) itu terlalu berat, selain di dalam Al Quran tidak termuat dengan tegas juga bisa menimbulkan penafsiran yang kaku. Seperti kita ketahui istilah atau nama yang tepat menurut Al Quran yang utama ialah KA’BAH tapi ada sebutan lainnya seperti BAITUL HARAM (Rumah Suci) yang termuat pada QS. 5:2, 97 dan 14:37. Ada juga disebut BAITUL THAIFIN (Rumah bagi Orang-orang yang Tawaf) termuat pada QS. 2:125, 22:26. Isitilah lainnya ialah BAITUL MA’MUR termuat pada QS. 52:4) dibandingkan kita menggunakan istilah BAITULLAH (RUMAH ALLAH) coba lihat:

    Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (KA’BAH) untuk (menjadi kiblat dan tempat beribadat umat) manusia di BAKKAH (MAKKAH) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS. 3:96);

    Allah telah menjadikan KA’BAH, BAITUL HARAM (Rumah Suci) itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula pada) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 5:97)
    Istimewanya tempatnya Ka’bah atau Baitul Haram pun jelas atau konkrit tempatnya yakni di dalam areal MASJIDIL HARAM sebagai mana ditegas sbb.:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi BAITUL HARAM (Rumah Suci) sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari MASJIDIL HARAM, (sehingga) mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. 5:2);

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke KA’BAH atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (QS. 5:95).

    Dengan dalih di atas maka semakin mantap keyakinan kita akan kebenaran dan pengabulan Doa Nabi Ibrahim As. oleh Allah Ta’ala sbb.:

    Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitul Haram) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka (mampu) mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur (QS. 14:37).

  17. pakgendoed said

    mantap !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: