PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

AYO PUASA SEBENARNYA JANGAN PUASA DAGANG

Posted by pengembarajiwa pada September 3, 2008

Rosulullah Saw. pernah bersabda : “Berapa banyak mereka yang berpusa itu tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya Lapar dan Haus saja”.

Di Hadits lain Beliau bersabda : “Barang siapa yang berpuasa di Bulan Romadhan dengan di dasari Iman dan Introspeksi Diri maka Allah akan mengampuni Dosa-dosanya yang lalu sampai akan datang”.

Siapakah mereka itu yang telah mendapatkan ke Istimewaan Luar biasa…..?

Yaitu mereka-mereka yang di dalam memasuki Bulan Romadhan mengerti akan Arti dan Hikmahnya Puasa itu, tidak hanya ikut-ikutan berpuasa.

Bagi sebagian orang berpuasa itu adalah kewajiban sehingga kita harus menunaikannya walau tidak mengerti sekalipun Hikmah Puasa itu.

Sebagian Lagi yang dimengerti di dalam Puasa itu adalah mengumpulkan Pahala sebanyak-banyaknya dan beribadah sebanyak-banyaknya agar bisa masuk kedalam Surga.

Ada yang Luar Biasa Lagi…. Bulan Puasa itu bagi sebagian orang lagi selain mengumpulkan Pahala dan kebaikan sebanyak-banyaknya, juga berjualan makanan disiang hari untuk mendapatkan keuntungan di Dunia. He… He… itu sih Namanya Sambil menyelam minum Air.

Lalu mereka itu bukannya Puasa Ridho Allah melainkan Puasa bedagang. Mereka yang mengharapkan Pahala itu adalah Pedagang Akhirat sedangkan mereka yang berjualan di siang hari itu Pedagang Dunia.

Jika sudah demikian Kebanyakan Muslim itu Pedagang Ya?

Tentu jawabannya IYA!

Lalu yang seperti apakah Puasa sebenarnya itu?

Mari kita simak perjalan Rosulullah Saw, diwaktu detik-detik turunnya Al-Qur’an. Apa yang di lakukan Nabi di Goa Hiro? tentu semua sudah tahu sebagaimana yang ditulis-tulis dibeberapa kitab maupun apa yang disampaikan para Penceramah, Bahwa Rosulullah Saw sedang bertahanuts/berhalwah mendekatkan diri kepada Tuhan Pencipta Seru Sekalian Alam. Adakah Nabi menyampaikan bahwa Aku di goa Hiro itu bertahanuts untuk mencari pahala dari Tuhanku? Tidak.. kan! Tapi Beliau semata-mata mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan Tadabbur Alam/ merenungkan penciptaan sekalian Alam yang saat ini biasa disebut dengan Tafakkur/ Introspeksi Diri.

Dalam bahasa Tasawuf Tafakur atau Introspeksi itu adalah belajar untuk mengenal kepada Diri sendiri sebagai jalan untuk mengenal Allah.

Man Arofa Nafsahu faqod Arofa Robbahu : “Barang siapa yang mengenal akan dirinya niscaya kenallah ia kan Tuhannya”.

Sehingga tidaklah datang nya Bulan Puasa itu melainkan bagi mereka yang mengerti yaitu untuk mengenal akan Allah Swt, melalui Tafakkur/Introspeksi/Musyahadah/I’tikaf dll. Setelah ia mengenal akan Allah tidaklah bagi mereka , di bulan Romadhan ini adalah suatu bulan yang khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tak ubahnya seperti seseorang yang Wukuf di padang Arofah pada saat melaksanakan Haji.

Dan apapun yang dijalankannya di dalam Bulan Puasa itu dengan Ibadah maupun Amaliyahnya semata-mata untuk mendekatkan Diri kepada Allah di dalam Ma’rifatullah dan Mahabbatullah.

Itulah mereka yang berpuasa sebenarnya, yanga akan diterima oleh Allah amal ibadahnya. Dan jika di bandingkan dengan mereka yang Puasa Dagang perbandingan nya sangat jauh sekali.

Semoga Puasa di tahun ini tidak sia-sia, maka sempurnakanlah ibadah puasa itu dengan menuntut Ilmu yang akan mengantarkan kepada Ridho Allah Swt. Dan tidaklah Ilmu yang mengantarkan Ridho Allah itu melainkan Ilmu yang berlandaskan Ma’rifatullah.

Iklan

58 Tanggapan to “AYO PUASA SEBENARNYA JANGAN PUASA DAGANG”

  1. Sibar said

    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
    (Quran At Taubah(9) : 111 )

  2. RAKA said

    Assalamualaikum. ..ada yang bilang kalau kita gak sholat tarwih dibulan romadhon .itu berdosa. Gimana menurut abang pengembarajiwa. Dan apa hukumnya tarwih itu ya. Trimakasih jawabnya.. salam

  3. Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Solat Tarawih adalah Sholat yang dilakukan pada Bulan Ramadhan husunya di malam hari, sebagai tambahan ibadah. Karena di Bulan Ramadhan di anjurkan untuk memperbanyak amal dan Ibadah.

    Rasulullah Saw tidak pernah mewajibkan Sholat Tarwih, karena Sholat Tarwih itu hanya sebagai Tambahan dan hukumnya Sunat.

    Seluruh Umat Islam tahu, bahwa Hukum Sunat itu apabila dikerjakan lebih baik dan mendapatkan ganjaran dari pada Allah dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa dan tidak mendapatkan manfa’at apa-apa.

    Lalu bagi mereka yang Cinta Kepada Allah tentu mengerti mana yang lebih baik dan mana yang tidak, sehingga akan dilaksanakan sesuatu yang lebih baik itu dengan dilandasi cintanya kepad Allah.

    Terimakasih telah mampir di pengembara jiwa

    Wassalam

  4. AW said

    Sahabat PJ,
    pengembaraanmu di blogmu yg indah ini udah saya ikuti/baca semuanya.aku hanya bisa menelan ludah membayangkan betapa asyiknya pengembaraan yang sahabat jalani. Kalaulah bisa & boleh numpang aku ingin sekali numpang supaya aku bisa ikut merasakan apa yg sahabat saksikan dan nikmati dalam pengembaraan.
    Tapi aku tahu dan sadar hal ini tak mungkin, karena perjalanan adalah milik pribadi dan bersifat sangat pribadi pula. Dan yg lebih tragis lagi saya tak punya sayaf (arofa nafshu)untuk bisa terbang. Saya nggak tahu kenapa aku bisa lupa dengan diriku, bahkan seperti hilang, karena jejak2nyapun sangat buram untuk saya napaktilasi dan menemukan kembali.
    Tolonglah sahabat, bantu aku menemukan kembali sayafku itu ….apa yg harus aku lakukan, dan kemana aku harus melapor …

    Assalaamu ‘alaikum wrm wbr

  5. Wa’alaikum salam Wr.Wb

    Sahabatku…. AW

    Insya Allah, saya akan bantu anda untuk menemukan kembali sayap-mu, melalui E-mail….. Sabar dan tunggu ya…..

    Wasalam

  6. nAga bOnar said

    Assalamualaikum….

    Abang Pj…

    Saya juga mengalami problem jiwa, saya dahulu pernah belajar kebatinan selagi masih kuliah… semacam ilmu memanggil ruh wali… tapi sampai sekarang saya malah gelisah tidak karu karuan kacau sekali batin saya, saya coba sholat zikir, setiap hari saya baca yasin sehabis magrib badan saya terutama dada saya seperti ditekan….

    Mungkin Abang Pj punya solusinya…

    Terima kasih…

    nAga bOnar

  7. Wa’alaikum salam Wr,Wb

    @NagabOnar

    Ya….. itulah salah satu resiko bila seseorang menuntut Ilmu kebatinan. Sepintas memang hampir sama dengan Ma’rifat (Tasawuf), tapi jika diteliti lebih seksama maka jauh sekali perbedaannya antara Langit dan Bumi.

    Dan untuk mengembalikan kepada diri kita yang dulu sebelum tenggelam dalam ilmu kebatinan, maka tidak cukup dengan Sholat, zikir, nembaca Yasin dll. Akan tetapi diperlukan pembersihan jiwa, karena selama seseorang itu sudah lebur dalam kebatinan maka dari pandangan Ma’rifat, jiwa mereka itu telah ternodai oelh sesuatu selain Allah.

    Saran saya, Anda hars mulai dari Nol lagi, dengan dimulai mengenal diri sendiri (Man Arofa Nafsahu) tanpa embel2 mantra dll.

    Jangan lupa juga memperbanyak Sholawat atas jungjungan Nabi Saw beserta Para Keluarga dan Sahabat, Memperbanyak Istighfar setiap selesai Sholat dan mau tidur dan carilah seorang Mursyid yang Ahli dalam Ma’rifat (Mursyid Kamil mukakamil) dan minta do’a kepadanya agar Allah membersihkan jiwa dari segala kekotoran2nya.

    Jika ingin konsultasi lebih lanjut silahkan tulis Email ke—–> pengembarajiwa313@yahoo.co.id

    Wassalam….

    Allah akan selalu membimbing Hambanya yang bersungguh2 untuk menuju kepada-Nya.
    Yakinlah! dan jangan ragu terhadap Allah, bahwa Allah tidak akan mengecewakan Hamba-Nya, karena teramat Pengasih dan Penyayangnya akan setiap Hamba-Nya.

  8. aburahat said

    @All
    Teman2 dalam blog ini. Saya bukan mengeluarkan FATWA mengenai SHALAT. Tapi saya hanya ingin mengeluarkan pendapat karena saya melihat bahwa anda2 mempunyai tingkat keyakinan pada Allah yah saya katakan cukup tinggi, maka saya berani mengeluarkan pendapat saya.
    Allah berfirman yang intinya: Allah tidak membutuhkan ibadah kita. Ibadah kita untuk kita sendiri. Kalu kita beribadah karena Allah maka yang beruntung adalah kita dan apabila tidak maka yang Rugi adalah kita. Jadi semua ibadah yang langsung denga Allah seperti SHALAT tidak berakibat DOSA dan PAHALA. Tapi berakibat UNTUNG dan RUGI. Perhatikan surah Al Ashr. Perhatikan semua Firman2 Allah dalam Alqu’an. Mengenai hubungan dengan Allah selalu merupakan anjuran. Tetapi apa bila berhubungan dengan makhluk ciptaan Allah maka itu berupa ANCAMAN atau JANJI. Wallahu A’lam. Allah Maha Mengetahui. Mungkin saya khilaf. Wasalam

  9. siliwangi said

    Saudaraku Abu Rahat, dalam melihat suatu Firman Allah haruslah dilihat dari kacamata Allah dan Rosulullah bukan dari kacamata kita dan kebanyakan dari saudara-saudara kita mengartikan firman Allah menurut kacamatanya sendiri-sendiri disinilah kita perlunya belajar ilmu Hakekat dan Ma’rifat agar kita bisa mengartikan firman Allah menurut kaca mata Allah dan Rosulullah Saw.

    Contoh :

    1. Allah berfirman “ Sesungguhnya Shalat itu mencegah perbuatan Keji Jahat dan Munkar “

    Yang jadi pertanyaan adalah Shalat yang seperti apa yang Allah katakan bisa mencegah dari perbuatan keji jahat dan munkar , apakah shalat yang dimaksud Allah itu adalah Shalat seperti yang kita lakukan sekarang ataukah shalat dalam artian tertentu
    Karena masih banyak orang shalat akan tetapi masih tetap melakukan hal-hal yang tidak baik.

    Disini timbul lagi pertanyaan apakah Firman-Nya tentang Shalat yang salah atau memang kitanya yang salah dalan Shalat ?

    Kalau Firman-Nya yang salah tentulah tidak Mungkin karena Allah bersifat Maha Benar disini bisa ketahuan berarti shalat kitanyalah yang belum benar sehingga tidak bisa memenuhi Firman Allah tersebut yaitu “ Sesungguhnya Shalat itu mencegah perbuatan keji , jahat dan Munkar “

    Lalu shalat seperti apa yang benar?
    yang benar adalah shalatnya Rosulullah Saw baik secara syareat maupun Hakekat

    ini menunjukan kembali kenapa Rosulullah disebut sebagai Rakhmatan Lil Alamin karena beliau adalah sebaik-baiknya contoh bagi umat Manusia

    2. Ada yang bilang sesungguhnya manusia itu tidak bisa membuka/mengetahui Alam Ruh karena sesuai dengan Firman Allah yang berbunyi “ Sesungguhnya Ruh itu adalah urusan Tuhan-Mu dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit “ ( tapi saudara2x kita lupa bahwa yang berbicara sedikit itu adalah Allah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan )

    Sedikit menurut kita tentulah berbeda dengan sedikit menurut Allah

    Uang 100 Dollar tentulah besar menurut kita akan tetapi belumlah uang yang besar menurut Bill Gates.

    Jadi apa yang dibilang sesungguhnya shalat itu akan kembali kepada kita adalah benar adanya karena untuk apa Allah menyuruh Manusia untuk beribadah kepada-Nya sedangkan apa yang manusia lakukan tidak akan pernah mengurangi atau menambah akan Keagungan dan Kesucian-Nya.
    Karena sesungguhnya kita ada karena Keagungan dan Kesucian-Nya pula.

    Lalu kenapa Allah menyuruh kita untuk berbakti/beribadah kepadanya itu semua hanyalah untuk membedakan mana yang patuh dan tidak patuh akan perintah-Nya. ( ingat kejadian Adam dimana ada salah satu makhluk-Nya yang tidak mau sujud kepada Adam ).

    …………………..Pahami Asmaul Husna…………… Pahami sifat Allah yang 20………………………….

    Untuk yang patuh kata Allah iniloh Ganjarannya ( Surga )
    Untuk yang tidak patuh kata Allah iniloh Ganjarannya ( Neraka )

    Islam itu Ajaran Pasti
    Janji Allah itu pasti

    Jadi jangan main-main dengan ajaran Islam dan Janji Allah Swt karena semuanya PASTI.

    Mas PJ mohon maaf kalau saya komentar lebih dulu

    Salam

  10. aburahat said

    @Siliwangi

    Mas saya tidak katakan, TIDAK PERLU SHALAT. Tapi shalat itu untuk kita mas bukan untuk Allah. Kita membutuhkan Allah setiap helaan napas dan setiap detik. Cara bagaimana sebaik kita menghadap untuk bermunajat dengan Allah yakni dengan Sembahyang dan memusatkan segala daya pikiran kita untuk Allah. Rasul setiap ada masalah terus mengambil wudhu dan bersembahyang. Saya mengatakan shalat atau tdk, tdk ada dosa dan pahala. Karena sebelum saya ada yang bertanya “tdk shalat tarawih berdosa atau tidak?” Maka saya coba masuk utk memberikan sedikit masukan mas.
    Mas membawa Firman Allah:Allah berfirman “ Sesungguhnya Shalat itu mencegah perbuatan Keji Jahat dan Munkar “

    Saya cukup mengerti itu dan saya tdk menafsirkan sesuai Ego saya mas. Orang yang tidak mengerti arti SHALAT tdk akan mendapat pengertian Haketnya ayat tsb.
    Saya sangat mengetahui hakekatnya mas. Wasalam

  11. Siliwangi said

    🙂 😀

  12. Siliwangi said

    Beginilah indahnya persaudaraan belajar saling memahami , belajar berbagi dan belajar saling menasehati dalam kebaikan…salam…

  13. aburahat said

    @Siliwangi
    Alhamdulillah. Puji dan Syukur hanya milik Allah. Maaf beribu maaf apabela ada salah kata. Saya sampaikan yang saya tahu dan mudah2an ada manfaatnya. Bagi kita orang2 yang beriman wajib saling memberi. Tidak sedikit ilmu tang dapat saya timba dari saudara2 sekalian. Imam Ali KWH mengatakan: Ilmu yang kita simpan tidak akan bertambah. Tapi apabila ilmu kita keluarkan maka akan bertambah. Jadi apa yang saya tahu, saya berusaha keluarkan dan belum tentu benar. Dengan demikian saya mendapat koreksi dari saudara2ku Karena apa yang saya keluarkan belum tentu benar. Wasalam

  14. mujahidahwanita said

    SALAM WAHAI SAUDARA2 SEKALIAN

    Semoga hari ini dan akan datang kita selalu di dalam kasih sayang_Nya

    Saya selalu mengikuti koment2 anda semuanya

    Saya senang banget setiap akhir diskusi selalu saja berakhir dengan manis, jarang loh…ada yang sepeti ini, biasanya yang saya tau….. mereka selalu saja saling berdebat dengan cara nggak sehat.
    Saling menyalahkan,salaing menghujat,saling merasa benar, tetapi tidak demikian di pondok ini Kita saling menghormati pendapat orang lain,kita saling mendo’akan,kita saling suport,kita saling mengakui bahwa kita mahluk yang tiada daya dan upaya,kita saling ingat meningatkan satu dengan yang lainnya, habis deh…kata2 yang ingin saya ucapkan, semuanya terjalin begitu manis.

    rasanya….ademmmm banget walaupun kita nggak saling kenal dan tidak bertatap muka,tetapi seolah2 kita adalah sebuah keluarga yang harmonis, saya salut deh….

    suksess terus untuk koment2nya,dan semoga kebersamaan kita akan terus tetap terjaga.

    *Salam Persahabatan*

    *Salam Persaudaraan*
    Untuk semuanya…..

    “Salam”

  15. Siliwangi said

    Yang penting dalam menjalani hidup ini adalah, tetaplah tersenyum dan katakanlah bahwa sesungguhnya hidup ini indah dan yakinlah bahwasannya Allah akan selalu bersama kita semua dimanapun kita berada…:-) …. tapi inget jangan senyum-senyum sendiri nanti di kira gila lagi he..he..he…salam damai selalu untuk saudaraku semua.

  16. aburahat said

    Itulah kita umat Islam semua bersaudara saling memperingati dalam saling mengisi satu dengan lain dengan penuh kasih sayang. Mudah2an Allah tetap membimbing kita dengan Rahman dan Rahim sehingga kita dalam pergaulan seharipun bisa melaksanakan dengan kasih sayang. Kalau kita yakini benar2 Firman Allah yang berbunyi: ” Tidak kuutus engkau terkecuali menegakan atas umatmu AKHLAK YANG KARIM. Mudah2an Rasul tidak sia2 membawa Risalah ini. Wasalam

  17. Eddy Purwanto said

    Ass Wr Wb
    Salam ta’dzim dan salam kenal
    Saya senang dengan tulisan PJ, bila berkenan saya mohon bimbingan

    • @Eddy Purwanto

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Salam kenal kembali untuk Mas Eddy Purwanto…. dan selamat datang di Pondok PJ ini. Dan mohon ma’af jika keadaan Pondoknya terkadang saya lambat untuk membalas komentar2 yang ada.

      Semoga bermanfa’at untuk Anda, Keluarga, Kerabat, Sahabat dan orang2 yang Anda Cintai….

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  18. pangeran said

    assalamu’alaikum!!!man ‘arofa nafsahu fakod ‘arofa robbah!! apakah kata2 itu trmasuk hadits atu al-qur’an?tolong jawabannya dong,udah lama saya dengar kata2 itu blm tahu status kata2 itu hadits ato al-qur’an?ma spengembara jiwa bisa kasi jawankan,thanks sebelumnya!wassalam

    • neilhoja said

      hem… setelah saya baca,

      menurut Mufti Abdullah bin Aziz bin Aqil, ternyata itu pun bukan hadis yang marfu’ (sampai silsilahnya) kepada Nabi, akan tetapi bentuk kabar israiliyyat. Hanya saja, ma’na hadist tersebut memang benar sampai kepada Nabi: “Kenalilah dirimu, maka akan kau kenali Tuhanmu.” (ini adalah terjemahan dari lafaz hadist yang marfu’)

      source:
      http://www.islamdor.com/vb/showthread.php?t=6388

      lebih lanjut Ibn Qayyim al-Jauziyyah memberikan 3 penjelasan terkait hadist ini.

      1. metode antonim: bahwa dengan mengenal diri kita yang lemah, maka akan kita ketahui Maha Kuasanya Allah, dst.

      2. metode hiperbola: kita tahu bahwa kita pun punya kemampuan, salah satunya kecerdasan, kepintaran, dll.. maka Allah yang memberi kita kemampuan itu sungguh2 jauh di atas kita.

      3. metode penafian: seperti halnya diri kita sendiri pun, tidak mengetahui hakikat diri kita sepenuhnya.. maka bagaimana kita bisa mengetahui hakikat Allah yang sesungguhnya? (hanya bisa kita kenali dengan sifat2-Nya tanpa takyif (bagaimana2).

      • lor Muria said

        Jika kita sudah bisa mempraktekkan dan sampai apa yang dimaksud (mengetahui secara Hakiki) akan KALIMAT itu, disana tidak ada pertanyaan dan pertentangan apakah hadits shahih marfu’ atau israiliyyat.
        Justru kita akan lebih mengerti RAHASIA melebihi arti dari hadits tersebut.
        Oleh karena yang terpenting adalah mempraktekkan suatu ilmu dan menemukan kebenarannya.daripada mempertentangkannya saja.
        Apalah artinya tahu Kulit, tetapi tidak tahu isinya.
        Apalah artinya tahu bentuk, tetapi tidak tahu maknanya…
        Apalah artinya kita yang ahli tafsir, hadits, ahli ibadah, akan tetapi kita malah semakin terhijab diri kita pada ALLAH karena itu semua.
        Jadikan Ilmu, Ibadah, dan Amal sebagai jembatan kita untuk menghadap lebih dekat kepadaNYA.
        yang jadi pertanyaan adalah “APA TOLOK UKUR KEDEKATAN KITA KEPADA ALLAH?”
        mari…jangan berhenti di tengah jalan…perjalanan kita masih panjang untuk menuju kepada Kebenaran sejati.
        Janganlah sekedar Kulitiyyah…
        Salam asah asih asuh
        Selamat berpuasa mohon maaf lahir dan batin.
        wassalam

      • truthseeker08 said

        Semua kebenaran datangnya dari Allah.
        Maka kenalilah kebenaran.

        Wassalam.

  19. suyono said

    ass..war..wab..
    salamkenal saudara muslimku semua
    saya kagum dengan ilmu saudara saudaraku shg menyadarkan akan penting nya ilmu.
    saudara ku pj sudi kira berbagi bagaimana cara kita mendekat kan diri kepada allah dan tolong penjelasannya tentang ma’rifat tasawuf..terikasih sebelumnya
    wassalamualaikum…

  20. […] oleh Pengembara Jiwa di/pada September 3, […]

  21. Kiyta harus berusaha untuk lebih mendekatkan diri pada bulan Ramadhan. Mudah di tekstual, mudah di atas kertas, namun sangat sulit di aplikasinya. Sama-sama belajar, sama-sama saling memepringatkan satu dengan yang lain

    salam kenal. mampir ke blog kami

  22. dira said

    Ramadhan ke berapa ini ya di hidup kita? waduh, belum kasimal ni selama ini… Duh Gusti, berilah kekuatan utk memaksimalkan Ramadhan kali ini…

  23. Alam Rasa said

    Salam Kasih
    @Pengembara Jiwa
    @ALL

    Marhaban ya Ramadhan.

    Alhamdulillahirobbilalamin, sekali lagi kita diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan yang suci ini. Marilah kita jadikan ibadah shaum atau puasa ini sebagai proses pelatihan diri untuk bukan sekedar menahan lapar, haus, dan seks dari waktu imsak hingga magrib saja, namun juga sebagai latihan untuk menahan kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan menjaga hati dari segala bentuk emosi negatif.

    Dalam buku “Ihya Ulumuddin”, Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada tiga tingkatan puasa:

    1. Puasa orang awam: menahan perut dan kemaluan dari mengikuti kemauan syahwat.
    2. Puasa orang khusus: menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan semua anggota badan dari berbagai dosa.
    3. Puasa orang super khusus : puasa hati dari berbagai keinginan rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga; juga menahan hati dari selain Allah secara total. Aktifitas duniawi mereka pun diperuntukkan demi bekal akhirat.

    Hakekat Puasa adalah membersihkan/mensucikan Diri, Hati, Fikiran, Perkataan, dan Perbuatan dari segala sesuatu yang dilarang Allah SWT. Melalui puasa diharapkan seseorang menjadi lebih mampu menahan diri dari hawa nafsu, lebih Welas Asih terhadap sesama, dan menjadi lebih dekat lagi kepada Allah SWT.

    Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali Puasa. Puasa adalah ibadah yang dikhususkan untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya”.

    Seiring dengan komentar ini, aku juga ingin mengucapkan:

    Marhaban ya Ramadhan,

    SUCIKAN HATI DI BULAN YANG SUCI
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
    ATAS SEGALA SALAH DAN KHILAF

    Semoga kita dapat menjalankan Ibadah Shaum dengan optimal dan mencapai derajat taqwa yang sesungguhnya.

    Amien

    Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    • @Alam Rasa

      Terimakasih Saudaraku, atas pencerahan2nya yang sangat bermanfa’at sekali. Semoga apa yang Saudaraku Alam Rasa paparkan di atas dapat menjadi renungan bagi kita semuanya dan menjadi diri yang benar2 sebagai Hamba Allah yang berserah diri. Aaamiiin.

      Dan Saya sekeluarga Pun mengucapkan Mohon Ma’af Lahir dan Bathin atas segala khilaf dan salah yang disengaja maupun yang tak disengaja. Semoga Amal Ibadah dalam Bulan Romadhon di sucikan Allah dari segala sesuatu yang berbalutkan Hawa Nafsu dan di catat sebagai Ketulusan dalam Ikhlas yang sebenar2nya keikhlasan.

      Aaamiiin Yaa…….Robbal ‘Aalamiiin.

      Wassalam

      • truthseeker08 said

        Salam,

        Selamat berpuasa juga, dan maaf lahir dan batin.

        Saya masih belum jelas, ijinkan saya melanjutkannya.

        1. Bukankah bukan hanya puasa ibadah dalam rangka mendekatkan diri dan ma’rifatullah?
        2. Penjelasan mengenai manfaat puasa, bukankah malah menunjukkan bhw puasa itu untuk diri kita?, Menjadi lebih sehat, batin bersih, meningkatkan kepekaan, mengendalikan hawa nafsu. Semuanya adalah untuk diri kita.

        Mohon pencerahannya.

        Wassalam

      • Alam Rasa said

        Salam Kasih
        @Truthseeker

        Memang bukan hanya puasa ibadah/amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Ma’rifatullah. Sholat khusyu, zikir, doa dan beberapa teknik olah rasa juga termasuk dalam ibadah/amal seperti itu. Tetapi puasa mempunyai keistimewaan sendiri diantara ibadah lainnya, sehubungan manfaat puasa seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

        Manfaat puasa secara lahir menjadi stimulan terhadap manfaat batin. Nah manfaat batin inilah yang akan menyentuh hati, menyucikan hati dari kotoran-kotoran akibat dosa-dosa kita.

        Ketika hati semakin bersih dan terbuka lebar, maka hati akan terhubung dan dapat menerima Cahaya dan Kasih Allah secara maksimal. Inilah yang dimaksud dengan “Aku-lah yang akan membalasnya”.

        Sedangkan yang dimaksud dengan “ibadah/amal untuk-Ku”, menurut pemahamanku adalah untuk Aku yang ada dalam diri, atau Diri Sejati kita atau Roh kita, yang sering disebut juga sebagai percikan Illahi.
        (Allah sebagai Roh Pencipta tidak membutuhkan apa-apa).

        Demikian, semoga penjelasan ini dapat bermanfaat.

        Wassalam

    • truthseeker08 said

      Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali Puasa. Puasa adalah ibadah yang dikhususkan untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya”.

      Apakah betul redaksinya Puasa adalah ibadah yang dikhususkan untuk-Ku? Bukankah semua ibadah memang untuk Allah, mungkin yang saudara AR maksudkan AMAL? sesuai dg redaksi kalimat sebelumnya.
      Dan jika itu yang benar adalah AMAL, maka mohon penjelasan lebih jauh yang dimaksud dg amal untuk Allah.

      Terima kasih. Sealamat berpuasa dan mohon maaf lahir dan batin.

      Wassalam

      • Alam Rasa said

        Salam Kasih dan Persahabatan
        @Truthseeker

        Sebelumnya aku ucapkan maaf lahir dan batin dan selamat berpuasa.

        Ya betul, ibadah yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah AMAL. Tentang AMAL untuk Allah, dalam pemahamanku adalah amalan yang ditujukan untuk “hablumminallah”, dalam rangka mendekatkan diri, dan mengenal Allah (Ma’rifatullah).

        Nafsu, emosi negatif, atau ego manusia adalah hijab/penghalang antara manusia dengan Allah. Puasa adalah salah satu “treatment” untuk melemahkan nafsu atau emosi negatif tersebut secara langsung ataupun tidak langsung.

        Manfaat puasa dapat dilihat dari sisi pandang lahir dan batin. Pada sisi pandang lahir, beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, dalam mencegah berbagai macam penyakit, hingga memperkuat kinerja metabolisme tubuh. Pada sisi pandang batin, puasa bermanfaat meningkatkan sensitifitas “rasa”, dan mata batin. Secara metafisika ini pernah dikaji. Mungkin ada rekan-rekan lain yang bisa menjelaskannya.

        Gabungan manfaat lahir dan batin dari puasa, ditambah dengan amalan hati, yaitu menjaga hati dari nafsu atau emosi negatif yang memang dianjurkan pada saat berpuasa, dapat menjadi jalan menuju kepada ma’rifatullah.

        Demikian, semoga penjelasan ini dapat bermanfaat.

        Wassalam

      • neilhoja said

        sebenarnya terkait “fainnahu liy” puasa adalah untuk-Ku, sudah terjawab dalam kalimat selanjutnya.. “wa ana ajziy bihi” dan Akulah yang akan memberi pahalanya.

        namun bila dirasa kurang, para ulama memberikan penjelasan bahwa mengapa puasa disebut adalah ibadah untuk Allah, karena amal ibadah puasa tidak diketahui kecuali oleh dirinya sendiri dan Allah. (sapa coba yang tau kalo aku lagi puasa sekarang?)

        berbeda dengan sholat misalnya, amal ibadahnya jelas dan terlihat oleh orang lain..

        wallahu a’lamu bisshowab.

      • truthseeker08 said

        @Neilhoja

        Terima kasih saudara Neilhoja, salam kenal.

        Seabagaimana amalan2 lainnya, ada zahir dan ada batin. Zahir puasa pun masih bisa kita lihat.
        Ibadah lain pun sebagaimana shalat, dzikir, sedeqah hampir tidak berbeda dg puasa. Misal saja shalat, secara zahir mungkin kita melihat seseorang melakukan gerakan2 shalat namun tidak ada jaminan orang tsb sedang “shalat”. Juga ada banyak amalan2: shalat sunah, sedeqah, dzikir yang juga disembunyikan (bahkan ada banyak amalan yang afdhalnya tersembunyi).

        Bukankah semua ibadah kita juga lillahi ta’ala?. Walaupun saya juga mengakui adanya perbedaan antara karena Allah dan untuk Allah. Namun dimana perbedaannya masih menjadi pencarian saya.

        Wassalam

  24. Ryan gokil said

    Marhaban ya ramadhan semoga allah meridhoi kita semua.Amin salam sayang untuk semua

  25. andriadi said

    Assalamualaikum wr wb..

    @bang PJ
    @All

    Ulun sakaluarga minta ridha, minta halal kalau ada kasalahan ulun wan kaluarga muhun dimaapkan haja… hehehehe…

    Wassalam.

  26. Mahesa said

    Assalamualaikum…
    Salam knl bwt yg mpu blog ini. Wah artikel na ghoir ghoir ziddan neh.. 😀

  27. batjoe said

    ass….
    pa kabar pak maaf baru ngabari soalnya tugas udah nungguh saaat tiba di kota beriman ini hehehehhee ada salam dari kangboed katanya.
    mudah2an waktu kita ada ya pak untuk bertemu.
    salam sayang buat keluarga bapak semuanya dan temen2 di blog ini belajarlah memahami dengan hati jangan otak melulu karean bila kita tidak berkenan dengan sesuatu pasti ada pertanyaan dan disetiap pertanyaan pasti ada jawaban dan bila jawban itu tidak berkenan semoga dikembalikan lagi kehati agar tidak terjadi kesalahpahaman. dan saya setuju dengan ibu mujahidahwanita.
    salam hangat dari saya pak dan mohon maaf lahir dan bathin walaupun terlambat yang penting usahanya hehehehehhee

  28. KangBoed said

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  29. […] oleh Pengembara Jiwa di/pada September 3, […]

  30. neilhoja said

    salam kenal mas PJ (penanggung jawab pengembara jiwa) 😀

    selamat menunaikan ibadah puasa juga nih, heu heu..

    mm saran dariku sih, kalo misalkan ada hadis ato alquran yang dikutip, perlu dijelaskan juga surat apa ato perawinya siapa. (kalo misalkan belum tahu, kontak email saya aja, insya Allah saya siap membantu).

    selanjutnya, alangkah baiknya bila menyampaikan pendapat terkait fikih, hadis, tafsir, ataupun penjelasan suatu hal, kita dahulukan pendapat ulama terlebih dahulu yang otoritatif, selain lebih kuat pendapatnya (dari kita) juga akan menambah pemahaman kita akan suatu masalah. 🙂

    salah ukhuwwah.. ^^

    • lor Muria said

      suatu saran yang bagus…
      makasih mas..
      loh saya kan bukan mas PJ??
      Ah..biarin aja saya yakin mas PJ mau menerimanya..hehehe
      🙂 🙂 🙂
      salam ukuwah
      salam sejati

      • lor Muria said

        Oh iya lupa..
        Mas PJ kan punya dalil sendiri ya???
        dalilnya pakai “CERMIN”
        hihihi
        🙂 🙂 🙂
        maafin saya ya mBah…
        salam ukuwah

  31. wawan said

    Rasulullah saw bersabda:

    “Bulan Ramadhan adalah bulan Allah ‘Azza Wajalla, sebuah bulan yang di dalamnya pahala kebaikan akan dilipatgandakan dan kejelekan akan dihapus, bulan yang penuh berkah, bulan untuk kembali (kepada-Nya), bulan untuk bertaubat, bulan pengampunan, bulan pembebasan diri dari api neraka dan bulan kemenangan dengan mendapat surga. Ingatlah, jauhilah segala perbuatan haram pada bulan itu dan perbanyaklah membaca Al Quran”.

    “Orang yang sedang berpuasa selalu berada dalam kondisi ibadah selama ia tidak mengghibah seorang muslim”.

    Wassalam…

  32. agung said

    Alhamdulillah.
    terima kasih mas pj,
    di saat hati kalut, tulisan ini mengingatkan lagi untuk kembali ber tafakur.

    matur suwun 🙂

    salam sejati,

  33. yuswirangga said

    salam kenal buat pj…….domisili pj dimana ya?
    bolehkah kami mendapat sedikit pencerahan…..?

  34. Solihin said

    Ass….pj
    Alhmdllah saya sudah mendapt ilmu marifat,, tetapi kendala saya ketika saya solat khusu atau daim…sya masih sering mendapat kegelapan…sementara yang ingin kita lihat adalah…zat alloh yaitu nur ala nurin..atau matahari itu, padahal saya tau yang harus sering saya lakukan yaitu bersihkan baitulloh mu…..
    Nah kalo menurut saran pj..gimana nih….?

    • makrifatseeker said

      bismillahirohmani rohim,
      maaf sdh lancang memberikan komentar…sekedar memberi masukan..bukan mengajari 🙂

      coba ketika berzikir, kembali ke diri…ingat diri. caranya, ingat posisi anda ketika berzikir, ingat tubuh anda, mulai dr kepala hingga kaki, rasakan zikir berjalan disetiap bagian tubuh, setiap aliran darah anda.

      setiap apapun yg terjadi dalam perjalanan, ingat diri…jika itu HAQ maka dia akan terus ada hingga terasa manis, jika itu Bathil..saat saudara mengingat diri/kembali ke diri maka akan hilang. hilangkan tujuan…semua karena ALLAH. insyaALLAH 🙂

  35. Haryojo said

    Saya sepaham dengan aburahat tentang persepsi sholat, pahala dan dosa.

  36. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied
    on the video to make your point. You clearly know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to your site when
    you could be giving us something informative to read?

  37. That is very interesting, You’re a very professional blogger.
    I’ve joined your rss feed and look forward to looking for more of your fantastic post.
    Additionally, I have shared your site in my social networks

  38. ilman said

    salam sekalian saudaraku, sedikit pencerahan…. kita kita ibadah, harus mengenal dan duduknya keimanan pada rahasia allah… hati-hati, sesungguhnya pada saat ibadah mengenal ibadah itu jangan duduknya pada ibarat, sesuatu yang masih ibarat (berwujud dan mewujud didalam sesuatu sesungguhnya itulah ibarat)… salam sekalian kenali itu saudaraku

  39. pakgendoed said

    mantap ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: