PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Zahirku

Religious Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Alhamdulillah……..

Di dalam Rahmat dan Kasih Sayang Allah tidaklah apa yang tertulis di dalam Blog ini melainkan untuk saling berbagi kepada semua pihak khususnya mereka-mereka yang sudah masuk dalam pengetahuan Ma’rifat/Tasawuf dan umumnya bagi mereka yang masih dalam perjalanan ilmu serta mereka yang tertarik hatinya untuk mengetahui tentang Ma’rifat itu melalui pengetahuan-pengetahuan yang tertuang pada Blog ini.

Allah berfirman : “Wahai Manusia! Sesungguhnya engkau Kuciptakan dari sepasang laki-laki dan perempuan, kemudian kujadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar engkau saling kenal mengenal. Dan sesungguhnya yang paling Mulia disisiKu adalah mereka yang paling bertaqwa”.

Sudah menjadi Tuntunan Allah bahwa seluruh manusia itu harus lah saling kenal mengenal apalagi sesama mukmin tentunya bukan hanya saling mengenal akan tetapi lebih erat lagi di dalam silaturrahminya karena sesama Mu’min di katakan oleh Rosulullah seperti Saudara.

Karena itu marilah kita bersatu di dalam Blog ini untuk saling mengikat tali persaudaraan kita dalam Iman dan keyakinan kepada Allah Swt.

Dan sungguh! bahwa Ma’rifat itu artinya “mengenal”, akan tetapi belumlah dikatakan megenal Allah jika kita tidak saling kenal mengenal satu dengan yang lain.

Disimpulkan oleh seluruh para Awliya Allah bahwa : “Pandang yang Satu ada pada yang Banyak, dan pandanglah yang banyak itu di dalam yang Satu”.

Semoga Pandangan Kita tidak lepas daripada Ma’rifatullah dalam Ketauhidannya yang tidak ada keragu-raguan di dalamnya.

Bagi Teman-teman, Saudara-saudaraku….. jika ada yang ingin berkomentar atau masukan atau kritikkan silahkan isi komentar anda di kotak komentar, atau bisa juga mengirimkan E-mail ke : pengembarajiwa313@yahoo.co.id

Dan siapa saja yang mau berkonsultasi atau bertukar fikiran mengenai khususnya tentang Tasawuf bisa melalui Email diatas.

Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

253 Tanggapan to “Zahirku”

  1. sufimuda said

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Salam kenal
    Pertama saya mengucapkan selamat atas hadirnya blog ini, ini akan menjadi media dakwah penyampai kebenaran…
    Kita semua adalah bersaudara, karena hati orang mukmin itu satu, karena di isi oleh Nur Allah yang Maha Esa…
    Semoga Rahman dan Rahim Allah SWT akan selalu menyertai kita semua, amien

    Wasalam

    Sufi Muda

  2. pengembarajiwa said

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb
    Salam kenal kembali untuk Saudaraku Sufi Muda! dan tentunya kita sudah saling kenal bukan?(melalui Email dua hari yang lalu/……sebagai inang pengasuh yang menyusui selama 2 tahun…….)
    Terimakasih atas partisipasinya, dan memang apapun yang kita tulis baik disini maupun di Surau Sufi Muda itu adalah suatu sarana untuk menyampaikan Kebenaran. Kebenaran yang Hakiki dan kebenaran yang sejati.
    Nur Allah telah meliputi kepada kita semuanya menjadikan kita Ummatan Wahidah dan semoga Allah mempererat persaudaraan kita semuanya dalam Kasih dan SayangNya. Aamiin…. Aamiin… Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

    Wassalam

    Pengembara Jiwa

    • mas pj yg berbahagia
      terasa sejuk di hati manakala membaca tausiah dari para sesepuh ilmu ,terutama disaat membahas masalah tauhid, sesuai hadits qudtsi, WARAFAAL U’LUMU MARIFATA TAUHIDI, ilmu yg paling tinggi adalah mentauhidkan tauhid
      bila kita telah mengetahui hakekat dari kalimat thoyibah, LAILLAHA ILLALLOH,MUHAMAD DAROSULULLAH, maka pada hakekatnya diri kita ini,hanyalah wayang yg berperan sesuai dengan lakon yg telah di program didesign kedalam system kehidupan dunia oleh yg MAHA MENDISIGN,atau yg MAHA MENCIPTA
      utk mengkedipkan mata saja kita tak akan pernah bisa bila bukan karna kehendaknya, dunia ini kosong dan gelap ,bila tak nur yg di pancarkan di alam kecil alam semesta,maupun alam besar , diri manusia, nampak banyak karna sudah terlahir di dunia ,namun pada hakekatnya satu,yaitu yg MAHA TUNGGAL
      para ulama tasawuf mengatakan, BILA MASIH ADA HAMBA DAN TUHAN ,maka belum di katakan tauhid, namun BILA DIRI INI TELAH LENYAP ,YG ada HANYA ALLAH SWT ,maka itu baru dikatakan mengetahui tauhid,artinya JAUH TAK DAPAT DI JANGKAU ,DEKATPUN TIADA TERSENTUH ,ADANYA DIA ADALAH MUTLAK,DIATAS,DIBAWAH,DIKIRI,DIKANA,DIDEPAN MAUPUN DI BELAKANG,SEMUNYA HANYALAH DIA.(KEMANAPUN KAMU MENGHADAP MAKA HANYA WAJAH A;LLAH YG DI HADAPI )
      YG MENYEMBAH DAN DISEMBAH ADALAH SATU

      yg benar datangnya hanya dari ALLAH SWT

      AMIN YA ROBBAL ALAMINNNNN
      WASALAM

      • Aaamiiin….Aaamiiin…Aaamiiin…Yaa Robbal ‘Aalamiiin.

  3. syarifudin said

    Ass, wr wb

    Alhamdu lillah anda sudah ketemu dgn Allah, bolehlah saya diberi pengetahuan bagaimana bertemu dgn Allah.

    Terima kasih

  4. pengembarajiwa said

    Wa’alaikum salam Wr,Wb.

    Alhamdulillah……

    Senang sekali Syarifudin berkunjung ke Pengembara Jiwa.

    Dan perlu diketahui bahwasanya tidaklah saya melainkan Hamba Allah yang La hawla wa la Quwwata illa billah……….

    Adapun Saya tidak bisa kenal dan bertemu dengan Allah bahkan kita semua tidak ada yang bisa bertemu dengan Allah. Akan tetapi dengan Kasih Sayang Allah lah kita bisa berjumpa dan bertemu dengan Nya.

    Sebagaimana Rosulullah Saw bersabda : “Aroftu Robbii bi Robbii”/”Aku kenal Tuhanku dengan Tuhanku jua”.

    Sehingga bisa kita tarik kesimpulan hanya dengan Rahmat dan Kasih Sayang Allah lah manusia itu bisa mengenal dan bertemu dengan Allah.

    Adapun untuk tercurahkan Rahmat Kasih Sayang Allah itu :

    1. Terlebih dulu kita harus menyadari tentang kefitrahan diri kita. Apa Fitrah diriitu?
    Yaitu : menyadari bahwa Tanpa Allah kita tidak bisa apa-apa. Bukankah di dalam Sholat
    kita mengucapkan : “Inna Sholatii wa nusukii wamahyayaa wamamatii lillahirrobbil
    ‘alamiin” (Sesungguhnya Aku bisa Sholat, Aku bisa beribadah, Hidup dan Matiku semuanya
    itu karena Allah). Tanpa pertolongan Allah apakah kita bisa mengangkat Takbir? Tanpa
    Allah apakah kita bisa beribadah?. Seandainya Allah menidurkan kita satu hari satu malam,
    apakah kita bisa Sholat dan beribadah. Tentu tidak bisa kan? Sadarilah bahwa Allah,
    Mutlak yang memegang peranan pada diri kita.
    2. Setelah kita bisa menyadari kefitrahan diri, kemudian carilah Ilmu untuk mengenal akan
    Allah. Artinya Anda harus belajar kepada seorang Guru yang Ahli dalam Ma’rifatullah yang
    bisa membimbing Anda untuk sampai kepada Allah. Berdo’alah kepada Allah untuk
    dipertemukan dengan Guru yang bisa membimbing Anda untuk sampai kepada Allah.
    3. Ikhlas dan sabarlah dalam menuntut Ilmu dengan semata-mata agar kenal dan dekat kepada
    Allah. Tentu Allah akan beserta orang-orang yang ikhlas dan sabar.
    4. Bersungguh-sungguh dalam menuntut Ilmu, karena kesungguhan itu akan menjadikan keimanan
    dan keyakinan yang kuat pada diri.

    Itu adalah langkah-langkah awal untuk memulai perjalan dalam mengenal Allah yang selanjutnya akan bertemu dengan Allah Swt.

    Akan tetapi janganlah Anda berputus asa untuk mencari jalan agar kenal dengan Allah. Apabila anda belum menemui seorang Guru yang membimbing Anda maka Anda bisa menghubungi saya lewat email : pengembarajiwa313@yahoo.co.id

    Saya akan memberikan masukan-masukan kepada anda secara bertahap. Dan Insya Allah Anda akan bisa merasakan kehadiran Allah dekat sekali dengan diri Anda.
    Semoga Allah Swt membimbing Anda untuk menuju kepada-Nya dan berjumpa dengan-Nya

    Aamiin.

    Wassalam

    pengembarajiwa

    • Iwan Setiawan Setiaki said

      Salam Kenal Kang Mas Pengembara Jiwa,….Salam saya.

    • pakujagad said

      Ass.wr. wb. Salam rindu sesama musafir…sbg insan menuju kamil hendaknya semangat total wajib sll dikobarkan…dr ayunan sampai liang lahat..sekedar membuka wawasan..bukan menggurui..krn hanyalah Mursyid kamil mukamil pencerah kesejatian…bila kenal diri maka kenal tuhan…bila kenal tuhan maka kenal orangtua kita… bila kenal kedua orangtua maka kenal Adam…bila kenal Adam maka kenal Noor Muhammad …bila kenal Noor Muhammad maka kenal Roh… bila kenal Roh maka kenal Sholat…bila kenal Sholat maka kenal ALLAH…MA’RIFATULLAH…
      Ada 20 sifat ALLAH…tapi para Arif Billah hanya 1…Sifat MUHAMMAD… Yakinlah…sifat MUHAMMAD dlm DIRI…krn yg berhak bersanding dlm ASMA’NYA…tiada yg lain… ASHADU ANLA ILLAHA ILLA ALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMAD ROSULULLAH…
      Sekali lagi mengingatkan..sekedar membuka wawasan..hanya Mursyid Kamil Mukamil…Sang Penuntun Yang Hak…
      TUNTUTLAH..TUNTUTLAH..TUNTUTLAH!!!…

  5. syarifudin said

    ass, wr wb.

    Alhamdu lillah… terima kasih banyak atas penjelasan dari pengembarajiwa.

    wassalam,

    syarifudin

  6. pengembarajiwa said

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Semoga Allah membukakan segala hijabnya dan mempermudah Anda untuk Mengenal kepada-Nya.

    Aamiin.

    Wassalam

    Pengembara Jiwa

  7. hasan said

    Assalamualaikum wr wb,
    bagaimanakah agar jiwa kita bisa marifat kepada Allah
    wass,
    hasan

  8. pengembarajiwa said

    Wa’alaikum Salam Wr. Wb

    Agar seseorang itu bisa berma’rifat/mengenal kepada Allah yaitu :

    Awalnya Haruslah mengenal akan diri yang sebenar-benarnya diri. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah Hadits : “Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa mengenal akan diri nya yang sebenar-benarnya diri niscaya kenal lah ia akan Allah)

    Jalan mengenal Diri itu ada beberapa jalan : diantaranya dengan Jalan Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho. akan tetapi jalan ini sangat sulit ditempuh jika kita tidak tahu ilmunya.

    Jalan yang lain yaitu melalui Zikir-zikir dan Wirid-wirid yang biasa di lalui oleh sebagian Tarikat. Akan tetapi jalan ini pun belum bisa dikatakan benar-benar mengenal akan Allah karena masih belum merasakan kepuasan dari jalan yang sudah ditempuhnya melalui zikir2 dan wirid2 itu tadi. Semakin banyak berzikir yang dirasakan semakin haus (rindu) untuk berjumpa Allah. Semakin giat lagi dan semakin banyak lagi berzikir semakin haus (rindu) untuk bertemu dan berjumpa dengan Allah. Mereka2 yang selalu merasakan haus (Rindu) berarti belumlah bertemu. Orang yang sudah bertemu PASTI akan hilang kerinduan tadi dan akan terganti dengan rasa senang dan bahagia. Akan tetapi Jalan Tarikat ini tidaklah salah melainkan masih di dalam perjalanan menuju kepada Allah. Dan jalan tarikat ini sangat baik bagi mereka yang haus untuk bertemu dengan Allah.

    Jalan yang lain yaitu menuntut kepada Orng yang Ahli dalam Ma’rifat yang mendapatkan bimbingan langsung dari pada Allah Swt melalui Nur Muhammad Saw. Dan bergurulah kepadanya untuk bisa melepaskan ke Egoan yang ada pada diri serta minta bimbingan kepadanya agar bisa mengenal diri yang sebenar2nya diri sebagai suatu jalan untuk ma’rifat/mengenal kepada Allah.

    Intinya adalah Dasar agar dapat berma’rifat kepada Allah itu haruslah melalui seorang “GURU yang MURSYID MUROBBI”.

    Sabda Nabi Saw :” JIka engkau belajar sesuatu tetapi tidak ada yang membimbingnya/ Gurunya maka Syetanlah yang akan menjadi Gurunya.

    Kesimpulannya adalah : Jalan Ma’rifat kepada Allah :

    melalui :

    1 Jalan Ikhlas, Sabar, Tawakal dan Ridho.
    2 Jalan Tarikat yang mengamalkan zikir2 dan wirid dengan di bimbing oleh seorang MURSYID
    3 Jalan Ma’rifat yaitu meleburkan ke Egoan yang ada pada diri serta memahami ilmu pengenalan Diri
    kepada Seorang “GURU yang MURSYID MUROBBI”

    Untuk lebih jelasnya silahkan Mas Hasan E-mail saya di : pengembarajiwa313@yahoo.co.id
    Saya akan jelaskan lebih mendetail dan lebih transfaran lagi sehingga lebih mudah untuk di pahami.

    Semoga Allah Swt membimbing Nur-Nya kepada Batin mas Hasan agar dibukakan Hijab dan bisa mengenal Allah Swt dengan sebenar2nya pengenalan. Aamiin.

    Wassalam dan selamat bergabung di :

    Pengembara Jiwa

  9. Assalamualaikum wr wb,

    salam bahagia slalu
    Saya senang sekali akhirnya saya ketemu juga dengan blog yang dapat membuka jiwa yang gelap ini untuk kembali pada Allah.
    Bagaimana caranya agar kita slalu istiqomah di jalan Allah Dan RosulNya ?
    Terima kasih semoga Allah slalu melindungi PJ dan Umat Islam dimanapun berada

  10. Wa’laikum Salam Wr,Wb

    @vicky robiyanto

    Salam Cinta dan selalu di dalam Rahmat Allah……….

    Bagaimana caranya agar kita slalu istiqomah di jalan Allah Dan RosulNya ?
    ================================================

    Awalnya Mengenal terlebih dulu dengan Allah…. (Baca Postingan2 PJ mengenai Ma’rifat)

    Jika sudah mengetahui jalan Ma’rifat dan tenggelam di dalam Ma’rifat itu, tentunya tidak ada yang di ingat selain Allah. Kemanapun Ia menghadap ia selalu melihat dan ingat akan Allah.

    Lalu jika ia senantiasa melihat dan ingat akan Allah, Pasti Allah akan memeliharanya dan menjaganya dari keburukan2 sifat dan akan di bawa kepada Mahabbatullah melalui kecintaannya kepada Rosululah Saw dan para keluarganya.

    Ingatlah dan ketahuilah…!!! Bahwa Kita tidak akan bisa beristiqomah jika Allah tidak menghendaki dan tidak menolong. Karena itu kembalikanllah sesuatu urusan itu kepada Allah dengan menyadari bahwa diri kita “LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH…….” Sadari dengan sesadar2nya. Maka Allah Pasti akan menolong dengan menetapkan jiwa dalam Istiqomah).

    Yaa Allah Yaa Robbiii…… Hamba-Mu ini yang bernama “vicky robiyanto” memohon kepada-Mu dengan menanyakan kepadaku ttng Istiqomah agar tetap di dalam Ma’rifat dan Tauhid kepada-Mu Yaa Robb….,

    Saya Mohon kepada Engkau Ya Robb, Tolonglah ia (vicky robiyanto) dan peliharalah ia serta tetapkan lah ia dalam Istiqomah kepada Mu dan Rosul-Mu Yaa… Robb….

    Demi Cita-Mu, Saya memohon dan Demi kebenaran Rosul-Mu saya meminta dan jika diperlukan pengorbanan, untuk dirinya atau untuk seluruh Manusia agar kembali kepada Jalan Engkau yang Lurus, maka Saya rela dan ikhlas dan siap untuk berkorban demi mereka agar mendapatkan Cinta Kasih-Mu Ya… Robb….

    Karena itu kabulkan dan penuhi lah permohonan Saya yang hina dan Fakir ini….. Wahai sebaik2 pengabul Do’a.

    Aamiin………

  11. Assalamualaikum wr wb,

    Amin ya Allah.

    Thanks berat atas doanya mas PJ, terima kasih banget atas masukkannya. Insya Allah dengan segenap jiwa raga saya akan berjuang untuk selalu istiqomah di jalanNya. Saya mau tanya lagi nih. Gimana sih caranya yang benar dalam ikhlas dan selalu tawakal kepadaNya? Gimana caranya mengatasi ujub, riya dan Takabur yang teramat halus? Susah loh saya mengatasinya.

    terima kasih sedalam-dalamnya kepada Allah Swt yang telah membuat pencerahan bagi jiwa hambaNya yang hina dina ini melalui sahabat/saudara hambaMu ini mas PJ yang penuh cinta. Semoga mas PJ selalu dalam ridhoMu ya Allah…amiin.

  12. robbie said

    Bismillah…

    Segala puji bagi Allah yg telah memilih manusia diantara makhluk2-Nya, yg menentukan sholat sebagai manifestasi ketaatan kepada-Nya lalu menjadikannya sebagai ikatan antara Dia Swt dan makhluk2-Nya. Yang tlah menfardlukannya dari atas 7 langit. Dia menjadikannya sbg penghilang rasa duka & kesulitan2.

    Alhamdulillah saya jatuh cinta berat neeh ama blog ini, beribu maaf deh buat mas PJ saya banyak kirim komentar mudah2an mas PJ ga bosan2 dengan saya.

    Thanks berat neeh untuk sang Pengembara Jiwa yang sudah berpengalaman dalam menyelami samudra makrifat & mahabbah. Selama ini saya merasa sendirian dianggap aneh oleh keluarga & masyarakat. Saya bingung ngeliat banyaknya kedurhakaan dan kemaksiatan padaNya di negeri.

    wassalam

  13. @Robbie

    Salam kenal dari wanita yang fakir

    Anda tidak sendiri,kami akan terus ada untuk anda dan saudara2 sekalian di muka bumi ini

    Bukan begitu mas Pj

    salam lagi…

  14. robbie said

    @Mujahidahwanita

    Salam kenal kembali, semoga anda selalu dalam liputan kebahagian slalu bersama-Nya

    Alhamdulillah, iya saya selama 20 thn terus cari sahabat satu jiwa, ga ketemu2, terus terang saya merasa kesepian cuma Dia Allah al Alimul yang tau betapa sepinya hati ini, saya nemu pondokan sang PJ ini kaya nemu permata di lautan ilmu, sulit lho mbak Mujahid yang sepaham, Segala Puji bagi Allah sebesar kemahaanNya, mursyid saya udah lama sakit jadi saya ga tau mau nanya ama siapa…

    salam cinta slalu….

  15. @Vicky Robiyanto/Robbie
    ————————————

    Barokallahu fikum wa’alaikum…..

    Gimana sih caranya yang benar dalam ikhlas dan selalu tawakal kepadaNya? Gimana caranya mengatasi ujub, riya dan Takabur yang teramat halus? Susah loh saya mengatasinya.

    Pandanglah segala sesuatu, bahwa apa yang terjadi pada diri dan apa yang datang kepada diri apakah itu kesenangan atau kesengsaraan, Suka maupun duka, Sehat maupun sakit, Susah senang semuanaya itu adalah Anugrah Allah. Kenapa saya katakan itu anugrah Allah? Karena di balik itu ada suatu hikmah/pelajaran untuk merasakan cinta kasih Allah kepada kita. Intinya adalah, bahwa :

    “Apapun yang di kehendaki Allah atas diri kita, itu semuanya adalah kebaikan yang diturunkan Allah menurut pandangan Allah. Walaupun mungkin ada sebagian yang menurut pandangan kita pahit dan sakit. Tetapi Ingat dan ketahuilah bahwa Allah sekali2 tidak pernah mengecewakan Hamba-Nya, karena Hamba-Nya itu milik-Nya. Tidak akan mungkin sang Pemilik tidak mengasihi dan memeliharanya.”

    Semuanya yang kita keluhkan dan kita merasa berat untuk memikul beban, pada dasarnya itu dikarenakan kita tidak mengerti Cinta kasih Allah meliputi segala sesuatu terlamsuk diri. Karena tidak mengerti itulah maka dirinya menyangka2 sesuatu yang ia sendiri tidak ada pengetahuan tentang itu, lalu terbesitlah pada dirinya buruk sangka akan sesuatu yang di lihatnya, yang didengarnya dan dirasakannya. Sehingga siapa yang berburuk sangka atas sesuatu maka sama halnya ia berburuk sangka kepada Allah. Karena Allah lah yang menjadikan dan yang mengadakan sesuatu itu.

    Jika kita bisa mempertahankan kesadaran diri untuk selalu mengerti akan rahasia di balik peristiwa kehidupan itu adalah Allah dan terjadinya peristiwa kehidupan itu dikarenakan Qudrat Iradat Allah, siapa sih yang tidak Ikhlas(rela) menjalani Hidup ini? Siapakah yang tidak bertawakkal di dalam menghadapi suatu ujian yang datang kepada diri?

    Hanya orang2 yang bodoh sajalah yang terdinding oleh Hawa Nafus/Ego di diri yang tidak ikhlas dan tidak tawakkal, karena ia tidak mengerti dan tidak mengetahui.

    Gerak dan diam dari pada Allah, penglihatan dari pada Allah, pendengaran, penciuman, perkataan bahkan segala sesuatu yang ada pad diri hanya Allah lah yang memilikinya serta yang dikatakan Zahir dan Batin itupun milik Allah. Mau Sombong sama siapakah ia, sedangkan dirinya tidak mempunyai apa2? Apa yang mau dipamerkan (Riya) sedangkan Hanya Allah lah Maha segala puji yang memiliki segala sesuatu pada diri? dan bagaimana mungkin Takabbur bisa melekat pada diri sedangkan ia berserah diri dan berlepas diri dengan mengakui diri “LAA HAWLAA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH…….”

    Semoga Allah menguatkan pendirian dalam Istiqomah Keyakinan, sehingga di tolongnya dalam kesabaran, ikhlas dan Tawakkal serta di musnahkan pada diri berupa kesombongan, riya dan takabbur. Aamiin.

    @Mujahidah wanita
    ———————-

    Benar sekali apa yang dikatakan…………….

    • hambasahaja said

      ya yaya ya benar sekali tidak ada sesautupun yang AKU turunkan kedunia ini dengan “sia-sia” dan dilain surat mengatakan bahwa :
      “(“Demi Allah”) Allah tidak akan pernah dan bahkan tidak akan sangup juga tidak mampu untuk “menganiaya” (meng-azab) “Hambanya” yang telah dengan susah dan payah “DIA” menciptakan dengan tangan-NYA “sendiri” , melainkan “Sang Hamba” yang keterlaluan (Terlalu melampuai batas) dan senang menganiaya “dirinya sendiri”…..

    • andri42 said

      Assalamualaikum wr wb

      Alhamdulillah…Akhirnya kutemukan juga tempat yang hati ini cari selama ini…
      salam terkasih buat mas pj, kang boed dan semua ihsan dalam padepokan ini…
      mohon dibimbing selalu mas…ini email andri..anre0024@gmail.com..

      semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan ridho dari sisi Nya kepada kita semua..dan baginda rasulullah Muhammad memberikan safaat kepada kita semua…
      amiin..

      wassalamualaikum wr wb

  16. robbie said

    @Mas PJ…yang kucintai

    Alhamdulillah… berkat doa mas PJ yang berani mengorbankan jiwanya untuk saya, Sejak semalam saya udah benar2 merdeka, saya udah kekyai banyak sekali, semuanya pada ketakutan ama saya, ada yang kesurupan (1 kyai, 1 lagi habib) mengaku raja diraja Iblis, ada yg bilang kalo dia nnyembuhin saya pasti dia juga ancur, ada lagi saya sembuh dia gila 3 hari akhirnya saya bilang aja ya udah balikin kesaya lagi. benar sekali idiom “belajar tasawuf tanpa mursyid gurunya setan”, saya ngalami sebenar2nya(Insya Allah, kalo saya udah bisa kirim email saya pengen cerita pada anda kejadian sejak awal pas umur 18 sekarang pas 40 thn desember ini).. wahai Tuhanku terima kasih dan segala puji bagi Allah Tuhan yang amat Rahman Rahim… akhirnya ada Salah seorang HambaMu yang mau berkorban untuk hamba-Mu ini. Terima kasih bermilyar2 kalidari HAmbaNya yang hina kepada Hamba-Mu sang Pengembara Jiwa yang juga hamba-Mu yang hina.

    maaf selama beberapa hari inii saya terjebak ghurur, ujub dan riya, ampunilah Hamba-Mu ini ya Robb atas dosa hamba sehingga hamba tersesat dalam diri sendiri

    PS: saya buta internet baru belajar sekitar 5 hari, email saya aja anak saya yang bikinin (masih bodoh neeh) saya belum bisa ngirim email keanda bukanya aja ga tau caranya.)

    Alhamdulillah…. saya ga tau cara membalas budi anda mas PJ sahabatku tercinta
    Insya Allah saya bahagia bisa kembali merdeka…merdeka… horee… merdeka.

    Wassalam

    • melati jayagiri said

      Alhamdulillah…aku baru menemukan jati dirimu yg telah berthun-tahun terkubur..

      Semoga ALLAH selalu melindungi serta mendptkan keberkahan dari mu…

      salam terkasih…

  17. @Robbie
    —————-

    Segala sesuatunya datang dari pada Allah dan kembali pulalah kepada Allah……

    Wassalam

    • hambasahaja said

      Marifatullah, Meripatullah(Jawa) yakni “Melihat Dengan Mata ALLAH”, sesunguhnya yang melihat “Ya DIA” juga, Yang berkata Ya DIA juga, yang Mendengar Ya DIA Juga, yang Hidup Ya DIA Juga, allah Melihat “ALLAH” aku melihat “AKU”, maka kenalilah “aku” maka “AKU” akan kenal “aku” karena sesungguhnya “AKU-lah yang AKU iku”

  18. hinakelana said

    Benar sekali mas pj, apapun yang terjadi pada setiap manusia itulah yang terbaik yang dipersembahkan oleh Dia yang Maha Pemurah kepada manusia. dimana setiap orang merasa ujiannya lah yang paling berat, begitu juga saya, saya akan blajar dari awal lagi, dari nol lagi, saya mau kosongkan hati dan akal, memulai hidup baru, saya slalu mohon agar diusia 40 dicerahkan olehNya. Masya Allah La haula wala quwata ila billah

    oya di email saya lupa itu daun berikut tanahnya.

    Wasallam

    hinakelana

  19. @Hinakelana
    ——————-

    Saya akan balas E-mail Anda. Sabar Ya…….

  20. wyd said

    thx mengingat saya untuk terus menuntut ilmu. mudah2an saya tetap diberi kekuatan melakukannya….

  21. hinakelana said

    @semua sahabat tercinta…..

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Selamat Pagi….sepenuh cinta Rosulullah saw kepada umatNya,

    “Seyogyanya orang yang merasakan kehadiran nikmat2 Allah kepadanya bisa mengikatnya dengan syukur kepadaNya, menjaganya dengan ketaatan dan memeliharanya dengan tawadhu, qana’ah agar nikmatNya itu menjadi langgeng”

    “Mensyukuri nikmat akan mencegah adzab. Meninggalkan dosa akan menghidupkan hati, Memenangi pertarungan melawan jiwa adalah kenikmatan yang dirasakan oleh orang2 besar….”

    Jika hati tlah diliputi oleh rasa putus asa…
    Dada yang lebar telah dibuat sempit olehnya…
    Segala yang tidak diinginkan telah melanda segala…
    Segala bencana telah menimpa………
    Lenyapnya kerugian tidak lagi memberi keuntungan apa-apa…..

    Orang bijak tidak bisa lagi berguna…….
    Ketika engkau sedang berputus asa,……..
    pertolonganNya pun tiba……………..
    Dari Yang Maha Lembut dan Pengabul doa……..
    Segala bencana yang menimpa ……..
    Akan segera berakhir dengan jalan keluar dalam waktu yang tidak lamaaa…

  22. bocahcilik said

    Salam lekum..om Pj yang baik hati..
    Boleh ga ikutan…salam kenal dari bocahcilik..buat om pj
    Tolong ya..om pj doain agar saya dapat menjadi anak yang saleh dan berguna buat keluarga, agama, dan negara….
    Bagaimana caranya agar selalu dalam bimbingan Allah…

    Salam girang

    Bocil

  23. @Wyd
    ————

    Allah memberkati Anda……………….

    @Hinakelana
    ——————

    Terimakasih atas pencerahannya…..

    @Bocahcilik
    —————–

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Silahkan Anda sering2 kunjungi Pondok PJ semoga bermanfaat untuk Anda, dan salam kenal kembali.

    Semoga Allah senantiasa atas Ridho-Nya selalu membimbing anda untuk menjadi Anak yang Sholeh dan berguna bagi siapa saja terutama kedua orang Tua.

    Agar Anda selalu dalam bimbingan Allah….., maka langkah awal yang harus anda perhatikan adalah berbaktilah kepada kedua orang tua. KArena Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah tergantung kepada murka kedua orang tua.

    Salam Bahagia dan dalam rahmat Allah untuk Anda.

    Pengembara jiwa

    • bastari said

      as mas salam kenal dr saya suka ikut ikut baca komentar2nya

  24. Ass.Ikut Nimbrung ya……..
    ketika lampu memancarkan sinar
    dalam gulita malam yang mencekam
    maka laron-laron pasti datang mencari kehidupan
    bila lampu sudah dinyalakan
    tapi laron-laron tidak juga kunjung datang
    barangkali ada hijab yang menghalang
    itulah pelita ukhuwah islamiyah
    imam Ali telah membuktikannya
    ketika dinyalakan sebagaiamana mestinya
    maka batu itu menerima sinarnya

    • awamtenan said

      tolong di jelaskan makna syair di atas…agar saya yang awam ini bs memahami bait bait di atas….

  25. Ass.Ikut Nimbrung ya……..
    ketika lampu memancarkan sinar
    dalam gulita malam yang mencekam
    maka laron-laron pasti datang mencari kehidupan
    bila lampu sudah dinyalakan
    tapi laron-laron tidak juga kunjung datang
    barangkali ada hijab yang menghalang
    itulah pelita ukhuwah islamiyah
    imam Ali telah membuktikannya
    ketika dinyalakan sebagaiamana mestinya
    maka batu itu menerima sinarny

  26. Aburahat said

    @Wong Cerdas
    Saya tdk mau menyebut nbama tsb diatas.
    Subhanallah. Shahih, shahih. Wasalam

  27. Itu adalah suatu ungkapan yang sangat….sangat….sangat….menggugah jiwa pabila dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya..

    Berkah Allah atasmu saudaraku………..

  28. Siliwangi said

    :-D Damai di Hati Damai di Bumi itulah yang di ajarkan Rosulullah kepada kita semua melalui Islam ketika keegoan sudah hilang dan berganti dengan ketidak berdayaan dihadapan-Nya maka niscaya kita semua akan lebih memahami akan sabda Rosul yang mengatakan bahwa ” pada dasarnya kita ini satu tubuh ” oleh karena itulah kita semua harus saling menjaga dan saling mengingatkan dalam kebaikan untuk mencapai yang satu yaitu Asal dari Allah harus Kembali kepada Allah dan Asal dari Kesucian harus kembali pula kepada Kesucian itu sendiri . Salam . Indahnya Ajaran Islam seindah Warna Warni Ciptaan-Nya .

  29. @Wong ganteng….

    Salaaaaam kennnaaal dari akuuuu untuuuk woongg ganteeeng,…..

    Wuuuui…Alhamdulillah makinnnn rameeee aja dehhh pondokkaan pencerah hati dan penyejuk jiwa dengan hadiirnya teman22 skealianan

  30. andriadi said

    Assalamualaikum wr wb

    salam kenal ulun andri dari sampit, rami bnar nah pinanya belajaran di internet ni.
    saran ja nah lagi. kalu ai kawa dimuat tentang nur muhammad nang dipadahi abah guru sekumpul, tapi pian sudah ada ijin jua kalu lah dari sidin gasan dakwah virtual ni?

    • @Andriadi

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Salam kenal kembali….. gasan pian nang dari sampit. Kada jua pang rami…….biasa haja. Nang bujurnya disini bukan wadah balajaran, hanya diskusi haja su’al Ilmu Katuhanan.

      Tarimakasih lah….. atas saran2nya.

      Selamat datang di Pondok PJ ini, moga2 kita sabarataan mandapat Syafa’at dari Rosulullah Saw.

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  31. ompundaru said

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pengembara Jiwa..
    Nama yang luar biasa.. Tulisannya juga luar biasa..
    Pengembara Jiwa.. Woow, Jiwa yang Mengembara..

    Salam kenal,
    OmpuNdaru

    • ompundaru

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Salam kenal Kembali…. Dan selamat datang di Pondok PJ ini. :smile:

  32. DediX said

    Ass.wr.wb
    Salam kenal dari saya.Blog yg sebenar2nya blog yg ini,alhamdulilah ya Rabbi yg telah meneguhkan ilmu Ma’rifat-Mu dan Ketauhidan-Mu pada jiwa kami.Mas PJ orang Banjarkah?
    Domisili di mana kalo boleh tau…mau betakun dikit klo boleh ini
    Yg dimaksud dgn nur Ahmad/Muhammad itu apakah sama aja klo dimaksud dgn kezahiran rosullullah SAW secara lahir batin? Itu aja,sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat saudara PJ
    Wass.wr.wb

    • @DediX

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb.

      Allah Swt senantiasa memberkatimu di dalam Rahmat Kasih Sayang-Nya.
      Anda benar sekali…., saya orang Banjar yang Lahir dan tinggal di Balikpapan.

      Sebelum Beliau Menzahir ke Dunia, maka Beliau masih berupa Nur yang bernama Nur Ahmad/Nur Muhammad dan setelah menzahir maka jadilah Nur tsb menjadi Muhammad Rosulullah Saw Zahir dan Batin.

      Wassalam

  33. kangBoed said

    Bukankah Nur Muhammad, Nur mas PJ, Nur mas Dedix, Nur saya, dan Nur sedulur kabeh adalah sama, maka siapa yang di dalam hidupnya bisa bertemu dengan nurnya masing masing itulah yang selamat.
    dan sebaik baiknya penjahiran didalam dunia lahir ya itulah kanjeng nabi kita Muhammad Rosulullah Saw sebagai contoh yang harus kita ikuti, bukan bentuknya tapi maknanya, esensinya jiwanya itulah contoh sejati
    Wassalam

    • @KangBoed

      Benar sekali….! tiada beda “Nur Muhammad dan Nur2 yang ada di setiap diri bahkan diseluruh sekalian Alam” dari segi Hakikatnya (satu kesatuan)
      Karenanya… jika Nur yang ada pada diri sudah di sadari dan dikenali maka tiada lain ia telah mengenal akan Nur yang ada pada Rosulullah Muhammad Saw.

      Dan sebaik2 Pribadi Zahir dalam Akhlakul Karimah adalah Muhammad Rosulullah Saw sebagai suri Tauladan yang Baik dari segi Budi Pekerti bukan dari bentuk Jasad dan Atribut jasadnya. Karenanya mereka2 yang telah mengerti dan mengenal akan Nur yang ada pada dirinya, perlahan2 jiwanya pun akan terdidik dengan sendirinya oleh Nur itu menjadi diri yang berbudi pekerti yang baik dan menjadi rahmat cinta kasih kepada siapa saja meliputi seluruh sekalian Alam. Karena telah satu Hakikat dengan Seluruh Sekalian Alam. Ketika ia bersedih maka Alam pun ikut bersedih, ketika ia sedang di dalam sifat Qoharnya Allah maka Alam pun menunjukkan sesuatu perubahan yang sangat mencekam.

      Wassalam

  34. kangBoed said

    He he he
    Sungguh telah lama saya merindukan forum seperti ini saling berbagi saling mendorong saling mengisi dan saling mencerahkan inilah sebaik baiknya shalat berjamaah, Habdul minannas berlandaskan kesejatian. Mas PJ sekian lama saya berjalan seorang diri hina papa tanpa teman dan guru dalam mencari kesejatian ini, teman selalu menjauhi dan melecehkan guru entah kenapa sang hati belum melepaskan, maka tiba tiba di sini saya menemukan banyak sekali sahabat sahabat sejati seperjalanan, seakan terjawab sudah rasa sepi ini, karena banyak saudara teman berbagi suka dan duka dalam perjalananku kini.
    Martabat pertama dan kedua alam zat dan alam sifat tiada dualitas semua masih sama dan belum terbagi satu entitas yang tak terpisahkan, sebaliknya martabat ketiga dan keempat dan seterusnya yaitu alam asma dan af’al mulailah dualitas itu muncul Maha Menyempitkan dan Maha Melapangkan, Maha Merendahkan dan Maha Meninggikan, Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan, Maha Pemaaf dan Maha Pembalas, Maha Pengampun dan Maha Penghukum, itulah awal mula dualitas telah terjadi di alam sifat, dan semakin mengejawantah dialam kita ini, mungkin inilah sedikit dari saya yang botol, tolong mas PJ jelaskan lebih gamblang mas sebagai pengisi botol yang kosong ini…
    Karena ini penting untuk memahami mas SSJ sehingga makin terjelaskan antara yang lahir dan yang batin, barang baru dan barang lama, “Ingsun Zat Kang Amurba Wisesa” harus diucapkan dialam yang mana sehingga tidak terjadi salah kaprah ataupun salah pengertian seperti sekarang ini, Syahadat jati itu harus dipersaksikan di alam yang mana….
    Inilah kehebatan dan keunikan piranti makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna ini mungkin ya mas PJ di satu sisi dia terikat oleh hukum dualitas dunia tetapi disisi yang lain dia terikat oleh hukum Yang Satu Esa tiada Berbagi, he he he
    Makhluk makhluk ciptaan Allah lainnya walaupun sumber bibitnya sama tetapi mereka yang ada dialam zahir ini hanya terikat hukum dualitas, sedangkan malaikat dan iblis di alam yang gaib mereka terikat oleh hukum Yang Satu sehingga mereka masing masing mempersembahkan karyanya hanya demi Yang Satu dan menurut cara yang sudah mereka dapatkan dari mempelajari benih Kun, yaitu Kun Kamaliyah dan Nun makrifat bagian malaikat dan Kaf Kufriyah dan Nun Nariyah bagian iblis, dan mereka berkarya sebaik baik apa yang mereka ketahui demi mewujudkan keinginan Sang Perencana.
    Mungkin ini ya Mas PJ yang dimaksud dalam diri manusia (mikro kosmos) ternyata terbentang sedemikian luasnya Makrokosmos sehingga hanya manusialah yang bisa menjadi penampakan tajalli Allah di muka bumi, kalo dibuka mengenai benih Kun yang menghasilkan akar iradat dan cabang qudrat yang menghasilkan tiga cabang dan sarinya yang menghasilkan HM / NM jika ditangkap salah maka akan merusak tatanan kehidupan ya Mas PJ, tetapi intinya saya sentuh itu ternyata sangatlah pentingnya doa “IMMATERI” untuk perjalanan hidup dalam pengembaraan mencari kesejatian, intinya sudah saatnya kita malu untuk memohon materi, duniawi sudah saatnya kita benar benar meyakini bahwa Allah itu Maha Tahu, Maha Pemelihara, dan sekian banyak Maha Maha lainnya dengan sebenar benar keyakinan, sehingga hanya pujian, ucapan syukur penyembahan dan permohonan UNITY yang kita sampaikan kepadaNYA, kita masing masing diberi cara untuk meyakinkanNYA dan biarlah kita berperan menjadi aktor aktor yang baik yang dapat menjiwai setiap perannya masing masing sehingga suatu saat nanti kita sama sama mendapatkan piala Oscar atau FFI sebagai aktor terbaik….
    he he he mas PJ maafkan saya yang botol bodoh dan tolol apalagi kadang gak tahu aturan dan sok tahu dan sok ngerti mungkin baru segini ilmunya mas pemahaman saya masih harus dikoreksi dan diluruskan mas, terutama oleh saudara sejati ku mas PJ dan yang lainnya yang berkumpul disini, supaya saya tidak tertinggal ataupun mungkin saudaraku yang lain ada yang lengah intinya satu mari kita melangkah bersama bahu membahu tiada yang lebih dan kurang semua sama hanya menggapai satu tujuan innalillahi rojiun seperti air sungai dia mengalami perjalanan panjang, asalnya berbeda beda, mungkin dari comberan, air hujan atau apa saja akhirnya mereka berkumpul di sungai untuk melanjutkan perjalanan kembali ke samudera raya.
    Salam Kangen dalam Kesejatian, Semoga Mas PJ dan Mbak YU serta kedua putranya selalu dalam perlindungan dan RIDHA Allah saja..

    • @KangBoed

      Sungguh telah lama saya merindukan forum seperti ini saling berbagi saling mendorong saling mengisi dan saling mencerahkan inilah sebaik baiknya shalat berjamaah, Habdul minannas berlandaskan kesejatian. Mas PJ sekian lama saya berjalan seorang diri hina papa tanpa teman dan guru dalam mencari kesejatian ini, teman selalu menjauhi dan melecehkan guru entah kenapa sang hati belum melepaskan, maka tiba tiba di sini saya menemukan banyak sekali sahabat sahabat sejati seperjalanan, seakan terjawab sudah rasa sepi ini, karena banyak saudara teman berbagi suka dan duka dalam perjalananku kini.

      Itulah ke Indahan Allah Ta’ala dalam Sifat Jamal-Nya yang telah mencipta Manusia dari yang satu lalu menjadi laki2 dan perempuan kemudian berbangsa2 dan bersuku2, tidak lain hanyalah untuk saling “Kenal Mengenal/Silaturrahmi/Kasih Sayang” satu dengan yang lain. Dan semulia2 Manusia itu ialah yang Paling Bertaqwa (mengerti kedudukan Tuhannya pada SIR dirinya yang menyebabkan Insan itu lebih sempurna dari pada Makhluk yang lain). “Al-Insaanu Sirrii Wa Ana Sirrohu” (Insan itu Rahasia-Ku dan AKU adalah Rahasianya.
      Ketika Satu dengan yang lain sama2 telah berada pada satu SIR itu, maka terjalin lah satu “Rasa”, yang menghubungkan dirinya dengan saudara satu SIR tadi. Kemudian bergetarlah jiwa dan tertanamlah KERINDUAN yang teramat dalam untuk berjumpa dengan Saudara sejati seperjalanan. Dan tidaklah KERINDUAN itu melainkan sebuah Reaksi dari pada rasa CINTA nya kepada Robb’ Pemilik Seru sekalian Alam. Dan Akhirnya dengan ke Istiqomahan di dirinya dalam menempuh jalan CINTA itu serta saling berbagi, mengisi, mendorong sesama diri yang telah satu dalam SIR maka akan menyampaikan ia untuk bertemu (LIQO’) dengan Allah Swt.
      Sungguh tiada keindahan selain pertemuan dengan Robbul ‘Aalamiin…………
      Sungguh tiada kebahagiaan selain memandang “Wajah Agung” Zat yang meliputi tiap2 sesuatu
      Sungguh tiada Kenikmatan yang sangat2 luar biasa dan tak tertandingi selain bertemu, memandang dan bersatu dengan Kekasih Abadi (Robbul Izzatii).

      Martabat pertama dan kedua alam zat dan alam sifat tiada dualitas semua masih sama dan belum terbagi satu entitas yang tak terpisahkan, sebaliknya martabat ketiga dan keempat dan seterusnya yaitu alam asma dan af’al mulailah dualitas itu muncul Maha Menyempitkan dan Maha Melapangkan, Maha Merendahkan dan Maha Meninggikan, Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan, Maha Pemaaf dan Maha Pembalas, Maha Pengampun dan Maha Penghukum, itulah awal mula dualitas telah terjadi di alam sifat, dan semakin mengejawantah dialam kita ini, mungkin inilah sedikit dari saya yang botol, tolong mas PJ jelaskan lebih gamblang mas sebagai pengisi botol yang kosong ini…

      Sebelum adanya segala sesuatu yang serba bermacam ragam pada kehidupan yang berpasang2an yaitu : Dunia dan AKhirat, Surga dan Neraka, Langit dan Bumi, Siang dan Malam, Laki2 dan Perempuan, Susah senang, Tangis tawa, Sedih Gembira, Sakit Sehat dll. Saat itu semua masih dalam kekosongan (jawa:suwung(kalau tidak salah)) dan tentu tidak mungkin ada kekosongan itu melainkan ada suatu RAHASIA di dalamnya. Itulah “ZAT MAHA MUTLAK” yang berdiri dengan sendirinya dan tiada yang ada sertanya. Kemudian “ZAT MAHA MUTLAK” itu memandang akan Diri-Nya sendiri dengan pandangan Jalal lalu terbitlah NUR dari Diri-Nya sendiri dan semakin lama NUR itu semakin terang benderang dan semakin terang benderang lagi sehingga Diri “ZAT MAHA MUTLAK” tak tampak lagi karena telah diliputi oleh NUR-Nya sendiri.NUR itulah Asal dari segala sesuatu kejadian, Asal dari keserba macam ragaman pada kehidupan yang berpasang2an dan kemudian segala sesuatu yang serba beragam macam itu menjadi berpasang2an (dualitas) dan ber ASMA’ lah segala sesuatu tadi sesuai dengan kedudukannya masing2 dengan ASMA’ Tuhan yaitu “RUH/BATHIN” (Lihat di 99 Asma ‘Ul Husna (Nama2 Tuhan yang baik)disitu disebutkan RUH dan BATHIN). Jadi RUH dan BATHIN itu adalah Nama/ASMA’ bagi Tuhan sebagai SAKSI HIDUP (HAYAT) adanya Tuhan Robbul ‘Aalmiin. Dan sudah pasti setiap sesuatu yang ber “ASMA” tentu ada AF’AL di dalamnya yang menunjukkan dari pada Bukti adanya Tuhan Robu’ Aalamiin. Karenanya segala apa saja yang ada dalam hidup ini semuanya…… itu menunjukkan Saksi dan Bukti adanya “DIA” Maha segala Maha yang meliputi tiap2 segala sesuatu. Jika ada yang mencela “ini” maka sama halnya ia mencela “DIA”, jika ada yang mencaci “itu” maka sama halnya ia telah mencaci “DIA”, jika ada yang memfitnah “fulan” maka sama halnya ia telah memfitnah “DIA”.
      “Syuhudul Wahdah Fil Katsroh, Syuhudul Katsroh Fil Wahdah” (Pandang Satu ada pada yang banyak, pandang yang banyak ada pada yang Satu)
      Bagi mereka yang telah bangkit kesadaran dirinya yang sejati, maka tiada lagi cela mencela, caci mencaci, fitnah memfitnah, sumpah serapah, kutuk mengutuk, Perdebatan, perselisihan, pertikaian, perceraian, permusuhan baik kepada Kawan maupun kepada Lawan dll….. yang ada hanyalah Refleksi dari pada Ke Maha Indahan “Allah Swt Robbul Hakiki ZAT WAJIBAL UJUD HAK KABAL UJUDI” yang mengalir pada dirinya yaitu : Kasih sayang kepada siapa saja, Arif Bijaksana dan menjadi Rahmat bagi seluruh Sekalian Alam.
      Jika sudah demikan maka semakin jelas lah sudah “PENYAKSIAN” itu. Dengan Bersaksi atas kesejatian yang ada pada dirinya yaitu (RUH) sebagai SAKSI HIDUP(HAYAT)nya Tuhan dan (JASAD)sebagai Bukti adanya Tuhan, maka sempurnalah Penyaksian itu yang bermuara pada KESADARAN DIRI (Eling lan Waspada). Dan bersaksilah segala yang Maujud ini (RUH) kepada “KEBENARAN YANG SEJATI” yang meliputi tiap2 sesuatu. Maka Sempurnalah 2 Kalimah Syahadat yang terucap melalui lisan dengan sempurnanya Syahadat Sejati pada RUH nya.

      Inilah kehebatan dan keunikan piranti makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna ini mungkin ya mas PJ di satu sisi dia terikat oleh hukum dualitas dunia tetapi disisi yang lain dia terikat oleh hukum Yang Satu Esa tiada Berbagi

      Ya……. Benar Sekali. Itulah ke Agungan JALALnya Allah Ta’ala dalam JAMAL-Nya yang disertai QOHAR-Nya menjadi sempurna dalam KAMAL-Nya.

      Makhluk makhluk ciptaan Allah lainnya walaupun sumber bibitnya sama tetapi mereka yang ada dialam zahir ini hanya terikat hukum dualitas, sedangkan malaikat dan iblis di alam yang gaib mereka terikat oleh hukum Yang Satu sehingga mereka masing masing mempersembahkan karyanya hanya demi Yang Satu dan menurut cara yang sudah mereka dapatkan dari mempelajari benih Kun, yaitu Kun Kamaliyah dan Nun makrifat bagian malaikat dan Kaf Kufriyah dan Nun Nariyah bagian iblis, dan mereka berkarya sebaik baik apa yang mereka ketahui demi mewujudkan keinginan Sang Perencana.

      :smile::smile::smile::smile::smile::smile::smile:

      Mungkin ini ya Mas PJ yang dimaksud dalam diri manusia (mikro kosmos) ternyata terbentang sedemikian luasnya Makrokosmos sehingga hanya manusialah yang bisa menjadi penampakan tajalli Allah di muka bumi, kalo dibuka mengenai benih Kun yang menghasilkan akar iradat dan cabang qudrat yang menghasilkan tiga cabang dan sarinya yang menghasilkan HM / NM jika ditangkap salah maka akan merusak tatanan kehidupan ya Mas PJ, tetapi intinya saya sentuh itu ternyata sangatlah pentingnya doa “IMMATERI” untuk perjalanan hidup dalam pengembaraan mencari kesejatian, intinya sudah saatnya kita malu untuk memohon materi, duniawi sudah saatnya kita benar benar meyakini bahwa Allah itu Maha Tahu, Maha Pemelihara, dan sekian banyak Maha Maha lainnya dengan sebenar benar keyakinan, sehingga hanya pujian, ucapan syukur penyembahan dan permohonan UNITY yang kita sampaikan kepadaNYA, kita masing masing diberi cara untuk meyakinkanNYA dan biarlah kita berperan menjadi aktor aktor yang baik yang dapat menjiwai setiap perannya masing masing sehingga suatu saat nanti kita sama sama mendapatkan piala Oscar atau FFI sebagai aktor terbaik….

      Hmmm……Hmmm…..

      he he he mas PJ maafkan saya yang botol bodoh dan tolol apalagi kadang gak tahu aturan dan sok tahu dan sok ngerti mungkin baru segini ilmunya mas pemahaman saya masih harus dikoreksi dan diluruskan mas, terutama oleh saudara sejati ku mas PJ dan yang lainnya yang berkumpul disini, supaya saya tidak tertinggal ataupun mungkin saudaraku yang lain ada yang lengah intinya satu mari kita melangkah bersama bahu membahu tiada yang lebih dan kurang semua sama hanya menggapai satu tujuan innalillahi rojiun seperti air sungai dia mengalami perjalanan panjang, asalnya berbeda beda, mungkin dari comberan, air hujan atau apa saja akhirnya mereka berkumpul di sungai untuk melanjutkan perjalanan kembali ke samudera raya.

      Subhanallah…….. Luar Biasa Anugrah Allah Ta’ala yang telah di limpahkan kepada Anda saudaraku KangBoed!, dan tetaplah di dalam kenyataan yang serba Dualitas ini menjadi “Botol Kosong”, bukankah di Alam “sana” Anda tidak Botol kosong melainkan Botol berisi?
      Walau hanya sebagai Padi, tetapi jadilah Padi yang semakin berisi semakin merunduk.

      Salam Berkah Allah dalam ke Abadian dan kesejatian untuk Anda semoga menjadi Rahmat kepada sesama.

      Saudaramu…….
      Pengembara Jiwa yang tiada daya upaya.
      di-
      “BALIK-PAPAN”

  35. kangBoed said

    He he he Mas PJ sahabatku bukan merendah bukan merunduk mas, asline mas botole masih kosong, gak seperti yang lain saya nih baca huruf arab juga belum bisa apalagi baca qur’an, manggil guru ngaji baru dua minggu ini tapi otak dah tumpul mas susah bener belajar alif, shallat juga masih dituntun mas bisa dianggap belum bisa mas, bahkan masih bisa dibilang belum shallat mas, makanya secara syariat saya dilecehkan mas, bahkan di bilang sesat mas.
    Saya juga enggak tahu nih otak kalo dipake belajar yang baru kok jadi tumpul banget ya mas, oh iya mas saya muallaf mas itupun gara gara perkawinan 12 tahun yang lalu dan baru sekarang kepikiran belajar ngaji mas, tapi otak sepertinya terlanjur botol bodoh dan tolol susah bener ya mas sampai kayaknya putus asa deh he he, makanya saya sering kagum mas melihat orang membaca qur’an sedemikian indahnya berpakaian sedemikian bersihnya sekaligus menyayangkan enggak kaya saya pakaian masih kaya preman mas, tapi mungkin itulah kesejatian ya mas berusaha jadi diri sendiri tak perduli omongan orang, ada tips mas PJ jangan jangan begitu tahu saya belum shallat nanti ninggalin juga he he he tapi saya yakin engga sih…..
    Salam Sejati
    Botol asline

    • @KangBoed

      Saudaraku dan juga sahabatku KangBoed!, Saya tidak akan pernah untuk meninggalkan siapapun saudara2 dan sahabat2 saya. Bahkan jangankan Kawan…. lawan sekalipun saya akan datangi dengan cinta kasih. Tanpa memandang apakah ia anak2 remaja, dewasa, orang tua sekalipun. Apakah ia preman, buta huruf, bisa membaca Qur’an atau tidak sekalipun tetap lah bagi saya mereka itu adalah bagian dari pada Amanat Allah Swt untuk saya. Agar Saya bisa sama2 belajar kepada mereka untuk saling berbagi dan menerima. Apalagi saudara sejati seperjalan dalam menempuh “KEBENARAN HAKIKI”… malah tidak akan saya lepaskan sampai kapanpun juga.
      Yang ada….. malah sebagian dari kawan2 saya ada yang meninggalkan saya. Yang tadinya bersama2 dalam satu majelis, berbagi dan menerima, begitu sudah di berikan Anugrah Allah tentang Ma’rifat kepadanya melalui diri saya….lalu mereka2 “merasa sudah sampai”, malah saya yang ditinggalkan bahkan tidak sedikit dari mereka yang berbalik mencela, menghujat bahkan tidak mau bertemu lagi dengan saya.
      Tetapi bagi diri saya pribadi…. itu sih bukanlah suatu permasalahan. Karena Saya Hidup hanya beserta Allah Swt dan akan kembali hanya kepada Allah Swt. tanpa mempersoalkan apakah bersama mereka nantinya saya kembali ataukah sendiri saya kembali.

      Yang jelas bagiku….. sendiri ataukah beramai-ramai, sama saja. karena hanya yang “SATU” adanya. sehingga saya tidak takut dan tidak akan bersedih jika kawan2 saya meninggalkan ataupun mencela saya setelah keterangan yang nyata sampai kepadanya.

      Tetapi lain halnya “Saudara Sejati” tentu ada ikatan rasa di dalamnya…. yang membuat sesama “saudara Sejati” akan tetap setia dalam suka dan duka saling berbagi dan menerima benar2 di dalam ke Ikhlasan yang sebenar2nya.

      Salam Persaudaraan dalam kesejatian.
      Saudaramu “Pengembara Jiwa”

  36. kangBoed said

    He he he Sahabatku Mas PJ aslinne gak pake merendah pa lagi merunduk secara syareat saya lemah dan terlecehkan, belum tahu alif mas makanya dibilang sesat mas, tapi gak apa baru dua minggu ini mas belajar ngaji belajar sedikit sedikit mas tapi otak saya benar benar terlanjur botol bodoh dan tolol, rasanya tumpul sekali bahkan mpe berat kepalaku ini. jadi curhat mas
    wis tuee mungkin otak dah karatan,makanya kadang saya suka kagum klo lihat orang baca qur’an dengan suaranya yang indah bajunya bersih putih bersahaja gak kaya saya kaya preman jalanan, eh curhat lagi ya mas
    Bukan hanya tulisanmu atau kata katamu sahabatku yang kurindukan tapi lebih dari itu sempurna sudah getaran itu telah membangkitkan sesuatu dalam tubuhku untuk mengiringinya, rasa itu telah sampai menembuh jarak sekian jauhnya seolah menjadi tak berjarak, membangkitkan rasaku sambil menulis kurasakan getarannya menembus hatiku yang terdalam mengalir lewat aliran darahku ke seluruh tubuh setiap persendian itulah Rahasia Allah getaran cinta sungguh tiada duanya he he he
    Salam Sejati Sahabatku

  37. dakosincan said

    ayo maju.. maju
    ayo maju.. maju
    ayo maju.. maju
    siapa kandidat kuat presidan RI ke-7 mendatang?
    gue njagoin pak HBX sama pak PS.. hidup Indonesia!

    diam itu lemas!

  38. dakosincan said

    lebih baik tersungging daripada tersinggung..
    seperti malaikat berbulu setan.. hahaha karna yang dilihat cuma bulunya tapi biarlah kata orang.. siapa sangka mutiara itu berangkat dari seonggok kotoran.. kalau niat mulia?
    setiap manusia memiliki potensi yang saling melengkapi.. yang penting jangan sia-siakan hidup tanpa cerita, lepas dari baik atau buruk ada karma tersendiri.

    huripmu kapan? saiki (sekarang)
    dalam arti sekaranglah kita merasakan, bernafas, senang, sakit, susah, gembira dll… sebagai pijakan untuk berdiri melihat masa lalu yang dilewatkan (yang telah mati) dan masa depan yang akan diharapkan (akhirat).
    bayangan sorga yang muluk hanyalah mimpi/khayalan dunia.. jika tidak berusaha menciptakannya takkan ada di dunia.(emangnya gratisan!)
    pada dasarnya.. janganlah kita menyuruh Tuhan ciptakan ini itu hanya dengan nyadong lawuh eh nyadong dhawuh eeeh susah amat sih ngomong menengadahkan tangan!

    sudah tak terhitung petunjuk dan peringatan diturunkan dari langit dan hanya petunjuk/cara untuk mencapai apa yang diinginkan manusia di bumi dan betapa besar pengaruh ulah manusia terhadap planet bumi

    • @dakosincan

      Terimakasih….saudaraku, atas pencerahannya. Walaupun singkat tetapi padat dan penuh dengan misteri di dalamnya. Dan selamat datang kembali di Pondok PJ ini, semoga hari2mu di dalam ketenangan dan kebahagiaan.

      Wassalam

  39. kangBoed said

    Mohon maaf mas diulang karena sampeyan belum jawab he he he he
    “Alhamdulillah akhirnya ada juga orang yang bisa memaparkan alam ma’rifat dgn sebaik2xnya tidak ngejelimet dan yang jelas mudah d cerna oleh orang awam ”
    Sebenarnya ini pertanyaan saya dari dulu, mengapa segala sesuatu yang mudah harus dibikin sulit, yang lurus mbok lurus aja ya ngga usah di belok belokin dulu khan kasihan yach, sehingga tertanam di masyarakat kita seolah tasawuf makrifat atau segala yang berhubungan dengannya sesuatu yang haram, sesat, terlalu tinggi atau apalah sampai yang parah jangan bisi gelo, he he he, kayak saya kali kebanyakan melamun sendiri mikirin kebotolan saya makin dicari eh ternyata bukannya makin pinter kuminter yang ada tambah botol tambah engga tahu apa apa mpe kata orang hati hati si eta mah rada gelo tong didengeukeun omonganana Doktrinnya sesat tos we cekap syareat.
    Disini bedanya ilmuwan dan praktisi dan lebih lebih kalau dia ilmuwan sekaligus praktisi, gak percaya mas kalo sebuah mobil mogok endut endutan coba panggil insinyur mesin, montir, sama insinyur yang sekaligus montir apalagi kalo dari kumpulan yang nyiptain mobilnya mana yang paling cepat betulin tuh mobil mas, he he he kalo insinyur mesin paling dia cepat buka buku tebalnya atau komputernya dia cari penyebab mobil mogok dari buku sambil ketika buka buku panduan dia bingung gak bisa bedain aki, busi, platina ma kondensor apalagi coil, lain dengan montir gak tahu teori dari pengalaman dia tahu penyebab mobil endut endutan gak jauh kalo gak busi platina kondensor lebih canggih lagi yang nyiptainnya atau yang sudah tersambung detektornya dah canggih sekali sambung langsung tahu mas langsung sekali pegang tepat sasaran gitu lho he he he
    Makanya uraian Saudara Sejatiku Mas PJ itu sangat mudah dan simple tapi sarat makna dan pemahaman akan terbagi pula dalam beberapa makna pemahaman, yach itulah sebagian Rahasia Allah yang sudah diberikan pada saudaraku Mas PJ ini tulisan yang singkat simple tapi isinya lahir dan batin jiwanya meresap dalam tulisan dan rasanya tersampaikan pada yang membaca inilah kalo mau jujur beliau sudah mencapai maqom para syekh dan wali hanya saudaraku ini berpegang pada ilmu padi, dan berjalan terus dalam kerendahannya, rendah bukan untuk direndahkan tetapi merendah untuk sebuah kebersamaan, tak mau menjadi guru untuk menggurui tetapi dalam kebersamaan Mas PJ sedang mengajak ke suatu tempat yang pernah di datanginya. ini adalah pendapat jujur dan keluar dari rasa hati yang terdalam akan sahabat jatiku Mas PJ dari sebuah botol yang kosong yang selalu mengharapkan kucuran sisa sisa ampas yang bisa diambil untuk modal perjalanan ku dalam rasa yang sejati.
    Salam Hormat Mas PJ

    • @KangBoed

      Sudah saya uraikan tentang apa yang Suadaraku KangBoed pertanyakan di “Surat Anda”. Dan silahkan di buka dan di baca.

      dan apa yang telah saya sampaikan ini masih jauh sekali dari pada kebenaran di karenakan terbatasnya pengetahuan, maklumlah…. saya pun masih di dalam belajar. Kiranya mohon di maklumi.

      Salam Sejati dalam ke Abadian
      Pengembara Jiwa yang masih dalam pengembaraan
      dan masih dalam Belajar

  40. ar-rumi said

    langsung aja mas PJ…. al quran itu dihimpun menjadi satu dalam surah al fatihah…

    dan surah alfatihah di minimalis oleh BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMM….

    Sy pernah belajar tentang penjabaran makna dari bismillah tpi blm ,mengerti,,,,, mohon mas pj bsa membantu,,,,

  41. Bejo said

    Hebat kita ya dari nur muhammad.yang korupsi,pembunuh pemabuk penzinah,wahabi,amrozi,imam samudra,asyik jadi satu dalam surga atau neraka ya

  42. Yaa ALLAH Yaa Rabb..
    Diriku yg hina nista papa tiada daya ini.. memberanikan diri bersaksi atas-MU..
    Kang PJ telah membawa Hikmah-MU, menjadi penerang cahaya, membagikan samudra ma’rifah..
    Menegakkan Kebesaran Asma-MU di akhir zaman ini.

    Sungguh aku ingin mengenalnya, berdekatan dengannya, mencium tangannya.

    Kasihilah dia, berikanlah kemuliaan untuknya, tinggikan derajatnya, tempatkanlah dia sejajar dgn para Kekasih-MU.

    Washollallahu ‘ala Sayyidina wa Nabiyyina wa Habiibina wa Syafii’ina wa Dukhrina wa Maulana Muhammad.

    Bi Hurmatil Faatihah.

    Salam.

  43. sadzarnus said

    Askum WrWb…. YML Saudaraku BEJO

    Secara Hakikat smua bersumber dr yang Satu NURULLAH (DZATTAL BAKTI AL MUKODDASAH BILA MUSLIH)NURMUHAMMAD jg berasal dari NURULLAH

    secara syariat dan ahlaq Bertata keramalah yg baik karena kita smua berada dalam Genggaman dan Pengawasan- NYA.
    kembalikanlah segala sesuatu kebaikan,kesolehan apapun kepada ALLAH, dan salahkan sesuatu keburukan,kedurhakaan apapun kepada dirikita, nafsu kita. Surga dan neraka bukanlah urusan dan wilyah kita,semua sudah ada ketentuannya.Tidak selamanya yg benar itu diridhoi, dan yang salah itu dimurkai, tinggal hasil ahirnya gemana? khusnul/su’ul khotimah !?

    YML Saudaraku BEJO….
    seandainya ada orang yg memberikanku secawan anggur
    pasti… kubatalkan puasaku, ku segara meminumnya
    Wahai orang2 yg selalu mengusik,mencemooh para pendosa
    sampai kapan kau habiskan waktumu untuk mengusiknya?
    bukankah kau tau semua berjalan sebagai mana mestinya

    YML Saudaraku BEJO….
    hunilah Surga, biarkan neraka ku huni

    APA YANG SUDAH MENJADI GARIS TANGGANMU
    PASTILAH SAMPAI KEPADAMU.

    WASSALAM YML

    • Ya…Ya….Ya… benar sekali, bahwa pada Hakikatnya segala sesuatu itu berasal dari pada Nur Muhammad yang terbit dari pada Nurullah dan menjadi Sirr pada Insan sebagai Kholifatullah.

      Bahkan dikatakan bahwa : Lawlaka…Lawlaka… Maa Kholaq tul Aflaka (Jika Bukan karena Nur yang ada pada Rosulullah Muhammad Saw, maka tidak akan di cipta sekalian Alam)

      Salam Kenal untuk Saudara BEJO
      Dan Terimakasih pula atas penjabarannya oleh Saudaraku Sadzarnus.

      Wassalam

      @ngangsukaweruh

      Saudaraku Ngangsukaweruh………..
      Segala sesuatunya datang dari pada Allah, dan segala Puji hanya bagi-Nya yang telah menurunkan Ilmu kepada siapa yang di kehendaki. Dengan Qudrat Iradat Allah Swt dan dengan Berkah yang ada pada Rosulullah Saw semoga kita semuanya senantiasa di tunjukkan pada Jalan yang Lurus, yaitu Jalan yang telah di Anugrahkan kepada Hamba2 Allah yang di Cintai dan beroleh Nikmat. Dan itu semua di Anugrahkan-Nya bukan lantaran Ikhtiar/Usaha serta Amal Ibadah kita melainkan karena memang Allah layak untuk memberikannya kepada siapa2 yang di kehendaki. Allah lah sebaik2 yang punya Urusan dan Allah pulalah sebaik2 Pemelihara serta penunjuk kepada Jalan yang Lurus dan Benar.

      Allah memberkatimu wahai Saudaraku…. dan kita semua yang ada di Pondok ini.
      Bi Hurmati Sayyidina Rosulillah Muhammad Saw…. Al-Faaatihah.
      Aaaamiiin.

  44. truthseeker08 said

    @sadzarnus

    Terima kasih.

    Wassalam

  45. kangBoed said

    hehehe…. sebelumnya perkenankan saya mohon ijin untuk ketawa dulu…… hahahahahahahahahahhahahahahahaha…. weleh weleeeeeh panjang sekali ya ketawanya sampai sakit perut…. Saudaraku tersayang Mas PJ… hehehe… saya mengisi komentar mengenai zahirku ini terus terang karena saya teringat sewaktu pertemuan di saresehan itu…. hmm… dialog sampeyan dan SiliWangi…
    Mas PJ : asskum mas kiki siliwangi
    ki sil : asskum mas PJ…
    ki sil : weleh weleeeeh Mas PJ ganteng juga ya masih muda
    Mas PJ : yayaya (*NARSIS mode ON*) baru tahu ya ???
    ki sil : waaah selama ini saya kira PJ itu kakek kakek (aki aki)
    kBoed : hahahahahahahahahaha…….
    Mas PJ : waaaaah ganteng gini dibilang aki aki…
    ki sil : terus gambar yang di blog yang kakek kakek siapa itu ???
    ki sil : kebingungan….
    kBoed : hmmm…. hahahahaha…
    Mas PJ : oooo… yang itu khan bukan saya ki…
    ki sil : hahahaha… berarti saya selah anggap mas PJ ini sudah aki aki….
    tertawa terbahak bahaklah kami semuanya….. hahahahaha…. ternyata kenal berbulan bulan bahkan sering telephone eeeee salah lihat FOTO hehehehehehehehehe…. jangan Narsis begitu mbaaaaaaaaaaaah………
    Salam Sayang Mbah PJ dan Mbak Yuneee

    • @KangBoed

      Hmmm………..
      KangBoed ini ada-ada aja…!!!! :smile::lol::mrgreen:

      • kangBoed said

        hihihi…. mBaaaah kemaren dapaaaat salaaam darii emBandung… masih ingaaat kawan lama… yayaya… kamar mandi… Huuuuuwaaaaaaakaaakaakak…
        Salam Sayang Selalu

  46. Muhammad Irfan said

    Assalamualaikum,Wr,Wb

    Alhamdulillah, sudah 2 hari ini saya baca artikel anda…tp belum minta izin dari anda…
    di kesempatan ini jari2 saya seolah tergerak untuk mohon izin (sesering Mungkin) mengunjungi artikel anda…

    Ampun Maaf jika ada kata yg kurang berkenan…
    Semoga kita semua di ridhoi Allah SWT… aamiin…

    Wassalamualaikum,

    • @Muhammad Irfan dan @Lisa Rahadi

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Nggak usah ragu2 untuk berkunjung ke Pondok PJ ini, karena di sini siapapun di persilahkan untuk berkunjung. Dan Pintu Pondok PJ ini selalu terbuka untuk siapa saja, kita sama2 belajar untuk menambah pengetahuan dalam Kesempurnaan Islam agar benar2 dapat menjadi Islam Indallah (Islam di sisi Allah) tidak hanya sekedar Islam Indannas (Islam karena Manusia/Islam di pandangan Manusia).

      Semoga Blog ini dapat menjadi jembatan para pejalan2 Ruhaniii untuk mensucikan Jiwa dan mendapatkan Tempat yang layak di sisi Allah Swt. Dan tidak lah Saya melainkan hanya lah Insan yang Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billahil Aliyyil Adziiim…….

      Segala sesuatunya datang dari pada Allah dan kembali lah segala pujian hanya kepada-Nya.

      Rosulullah Saw bersabda : “Laa Takhof Laa Tahzan Innallaha Ma’anaa” (Jangan kamu takut dan Gentar serta bersedih hati, sesungguhnya Allah beserta Kita)

      Wassalam.

      NB :
      Untuk Lisa Rahadi, Silahkan Link Blog PJ ini, semoga Allah memberkati kita semua dan mendapatkan secercah Cahaya Kebenaran dari isi Blog ini.

  47. Assalmu’alaykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    Subhanallah….
    Hanya karena Allah jua yang mendorong saya untuk bertemu dan membaca Blog anda. Salam kenal untuk Pengembara Jiwa dan keluarga.
    Membaca tulisan-tulisan anda, dada saya berdegup kencang dan sedikit fly. Padahal saya bukan CALEG :)
    Izinkan saya untuk bergabung di Blog anda. Serta untuk ikut belajar Tasawuf. Tak ada yang bisa saya tanyakan untuk sa’at ini, pertama bingung (mood on), kedua penjabaran tiap kalimat sangat lugas sehingga mudah untuk difahami walaupun ada kalimat-kalimat muthasabihat dari teman-teman yang bertanya atau memberi komentar, saya akan menyimak terlebih dahulu biar nyambung pembicaraannya.
    Selain itu saya mohon izin untuk me-link Blog anda ke situs saya. Saya ingin berbagi dengan teman-teman yang sering kali masuk ke web site saya yang kebanyakan baru memahami Syariat, sehingga saya sering di pojokkan oleh pertanyaan-pertanyaannya. Saya tidak pandai menuangkan kedalam tulisan. Tapi, bila keberatan tidak akan saya lakukan. So…saya menunggu izin keluar.

    Semoga mas PJ tidak berkeberatan dengan hadirnya saya di Blog anda.

    Wassalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    Lisa Rahadi

  48. kangBoed said

    Hahahaha….. mBaaaah ketawa duuuunk jangan JAIM hooooi…. hahahahaha…. jadi ingat ya mbaaaah hehehehe…
    Salam Sayang mBah PJ dan mBak YUneee

    • @KangBoed

      Hmmm…….
      KangBoed….KangBoed….!!!! Seperti belum mengenal saya ini seperti apa..
      Ya..ya..ya.. tiada beda antara JAIM dan BAYOLAN jika orangnya ya… itu juga, walau dari segi karakter ada perbedaan antara JAIM dan BAYOLAN.

      Salam untuk kawan2 di Bandung ya…..

      @Muchtarudin

      Wa’alaikum salam Wr,Wb…..

      Al-Hamdulillah…… Terimakasih atas Do’anya… Dan semoga Do’a Anda menjadi Pilar bagi setiap Diri yang menempuh jalan menuju kepada Allah Swt. Aaaamiiiin.

      Saudaraku….. Semoga Allah memudahkan bagi saya untuk berbagi dalam hal mencari solusi dan jawaban dari apa2 yang akan Anda pertanyakan….. Dan silahkan di tulis saja apa yang akan di pertanyakan. Jika bisa di tampilkan semua dalam satu Komentar disini akan lebih baik, walau mungkin agak kepanjangan ya….. Tetapi jika Anda mungkin bisa mengurutkannya yang mana dulu yang akan di sampaikan secara bertahap pun silahkan. Atau mungkin pertanyaan2 Anda akan di kirimkan ke Email saya pun silahkan, terserah anda saja. Yang penting berbuat lah sesuatu tetapi tidak menjadi kan beban pada diri Anda, dan itu adalah yang terbaik. Jadi semua saya kembalikan kepada Diri Anda, mau dengan jalan mana kah….untuk menyampaikan segala uneg2 Anda.

      Terimakasih….

      Wassalam,

      Pengembara Jiwa

  49. Muchtarudin said

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
    Semoga kita selalu dalam lindungan Allah baik dari perkataan, pendengaran, penglihatan, sikap prilaku dan juga berpikir…

    Untuk itu saya bermaksud mohon dibantu dalam beberapa hal sehubungan dengan kejadian yang saya alami (yang bagi saya berhubungan dengan kejadian spiritual) dalam perjalanan umroh saya… tapi sebelumnya saya mohon saran dari mas PJ terlebih dahulu baiknya seperti apa… karena banyak kejadian dan saya pikir harus rinci supaya bisa mengikuti alurnya mas…

    terima kasih dan Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

  50. Muchtarudin said

    Assalamualaikum Wb,Wr.

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih disela-sela kesibukan mas PJ masih memberi waktunya kepada saya dan kita semua…

    Atas saran mas PJ lebih baik saya pisahkan urutannya berdasarkan urutan kota… yaitu sewaktu berada Madinah dihari ke-20 puasa di tahun 2007..

    1. Sesampainya di Madinah tepat detik-2 berbuka puasa. Saya diajak oleh seorang bapak dari grup kami untuk berbuka di Masjid Nabawi. Saya masuk dari pintu samping kiri. Disaat mendekati pintu utama dari halaman dalam, saya memberhentikan bapak disebelah saya untuk menjaga saya karena saya merasa mau jatuh disebabkan Saya merasakan seperti dihujani batu es kecil seukuran 5mm pecah dan pecahan itu terpecah lagi didalam badan saya secara random, dingin, kuat dan bertubi-tubi menyebar keseluruh badan yang lebih dominan disebelah kiri. Semisalnya 10 kedatangan saya hampir 60% saya merasakan tapi tidak sekuat yang pertama dan selalu berada di sekitar titik tersebut.

    2. Sepulang saya dari masjid Nabawi saya menjemput ibu saya untuk makan malam yang kebetulan beliau ada dikamar hotel. Disaat saya mau turun sama Ibu saya, saya kaget karena jari telunjuk saya kesetrum saat memencet tombol lift baik diluar maupun didalam lift termasuk waktu saya bersenderan di Lift. Juga disaat teman saya menepuk pundak saya dia kaget karena dia tersetrum. Hal ini hanya terjadi selama di Madinah dan hilang saat sampai di Jeddah.

    3. Disaat saya menemani Ibu saya berbelanja, disalah satu toko saya dipeluk oleh salah satu penjaga toko tersebut. Cukup erat dan menunjuk dada untuk menaruh kepalanya di dada saya. Saya berusaha melepaskannya sambil memaksa ibu saya untuk cepat-2 keluar dari toko tersebut. Saya sempat melihat ibu saya diam kebingungan dengan tingkah saya yang akhirnya keluar juga. Keluarnya saya disambut dengan omelan pemilik toko yang saya tidak mengerti. Anehnya setelah setahun lebih kepulangan umroh saya, Saat saya flash back saya Tanya ibu saya ingat enggak waktu itu saya dipeluk, beliau justru bilang waktu itu kebingungan kenapa tiba-2 saya ngomel-2 sendiri dan beliau tidak melihat ada yang meluk.

    4. Hari terakhir di Madinah saya berniat untuk shalat sunnat di ruangan Rodho yang hari-hari sebelumnya saya liat selalu ramai dengan antrian. Saya lakukan itu juga sekitar tengah malam. Seperti biasa saya berdoa kepada Allah SWT untuk diberi kemudahan dan bimbingan. Sesampainya diruangan Rodho tersebut saya langsung dapat tempat dan langsung melaksanakan sholat. Disaat berdoa saya ditepuk pekerja vacuum cleaner untuk maju kedepan sedikit. Saya maju dan berdoa kembali dan saya ditepuk untuk mundur kembali. Saya mundur kembali. Berdoa lagi dan ditepuk kembali untuk berdiri sebentar disitu saya melihat pekerjanya dan saya tersenyum. Senyum saya dibalas dengan senyuman juga. Barulah dia pergi. Saya berdoa kembali dan tidak lama berselang lutut saya ditepuk untuk diangkat sebentar karena ada kabel yang perkiraan saya sebenarnya tidak kehimpit saat bersila. Keadaan ini saya amati dan sepertinya hanya kepada saya.

    Terima kasih atas waktunya Mas PJ dan saya mohon maaf sekali lagi kalau ada perkataan yang salah dan tidak berkenan. Dan mohon dibantu ya…

    Wassalam

  51. hazman said

    assalammu’alaiku, ww

    sering kita dengar atau liat, org berkata cari lah guru untuk belajar tp bukan kah untuk menemui guru yang di maksud sangat lah sulit san susah, jd solusinya gimana ni ?

    boleh kah saya berguru dengan anda2 atau mas2 di sini, kalau ada yang mau jadi guru saya, saya sangat lah berterima kasih, smg Allah yang membalas nya. ini Emil saya malay_haz@yahoo.com.

    pls ya, jd lah guru saya

  52. kangBoed said

    mBaaaaaaaaaaaah…. mBaaaaaaaaaaah… mBaaaaaah… kemana yaaa si mBaaah… hmm… sibuuuuuuuk teruuuus yaaa… eee malah bobooo.. deket jendelaaa… *glesooot bobo ah dipangkuan si mBaah*… hmm… adeeem tenaaaan reeeek…
    Salam Sayang

  53. Kepek IO said

    Assalamu’alaikum.

    Alhamdulillah…Akhirnya bisa diijinkan untuk berkunjung di blog yang insyaallah manfaat dan barokah ini.
    Mohon ijin sedikit menambahkan dari ayat Al-Qur’an yang saya kutip,

    ” dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.”
    (QS.Al-Anfal 63).

    Tiada daya dan upaya, hanya berharap kepada yang mempunyai segala “Maha”,agar kita semoga selalu dalam petunjuk dan ridhonya.

    salam damai dan kasih sayang

    Kepek IO

    • @Kepek IO

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….

      Al-HAmdulillah…akhirnya Anda pun berkunjung kemari…kalau tidak salah apakah ini Komentar Perdana Anda ya…???

      Silahkan berbagi pencerahan di sini, saya *menyimak dan memperhatikan* begitu pula Saudara2 yang lainnya..

      Salam Cinta Kasih Allah dalam Berkah dan Rahmat-Nya yang tiada terhingga……

      Wassalam

  54. KangBoed said

    TOK.. TOOK.. TOOOK..
    pada kemana yaaaaaaa… halllooo… spedaaaa…
    weleh weleeeeeeeh.. lagi samadhi… ooo.. lagi mancing.. :lol:
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu.. :mrgreen:

    • @KangBoed

      He…he…he…:lol::smile:

  55. almaulana said

    Salam persahabatan selalu untuk kang boed…

    Kadang otak saya kurang begitu memahami tulisan anda, terlalu dalam bagi saya lho yang masih mencari jati diri…tapi saya benar2 senang bersahabat dengan semuanya….

    Mudah2an Allah s.w.t, berkenan membukakan mata hati saya…untuk memahami samudra saudaraku Kang Boedd…

    Tolong Doakan saya,…..

  56. robby said

    Asalamualaikum wr.wb.
    Bismillah…awal wal akhir

    Selawat dan salam tercurah kepada Baginda Rosulullah saw, para keluarganya berantai2…kepadasahabatnya..

    Salam cinta selalu…..

    Saya Insya Allah ingin curhat kepada sahabat2 ku (Mas PJ, Aburahat, asep, mujahid wanita, sufi muda, wong gendeng…dst)dimana saja, saya punya problem yang bagi saya sangat penting…saya branikan diri menceritakan garis besarnya saja. Tentang detilnya hanya Mas Pengembara jiwa yang tahu)

    Sejak lulus SMA (pas saat itu, kakek saya yang seorang habib/alhabsyi dari ibu meningaldunia)saat itulah tiba2 saya jatuh cinta kepada Dinullah Islam,saya sangat senang dan hobi sekali sholat (baik sunnah atau wajib) dan berzikir, terutama zikir khofi tanpa maksud apa2 hanya untuk Allah dan itu memang sudah menjadi hobi saya, seiring dengan waktu saya terus belajar tentang apa saja yang berbau ilmu agama dan Insya allah saya berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari2, sayangnya keluarga saya baik ibu atau bapak hamper boleh dikatakan tidak pernah sholat, saya minta dimasukan keIAIN tapi mereka tidak mengizinkannya, walaupun saya memohon2, akhirnya saya ikuti saja saya kuliah IISIP. Bukankah Ilmu Allah terutama Ilmu agama tidak hanya ada diuniversitas(Insya Allah, mudah2an saya tidak riya, dan semoga Allah menjauhkannya), semakin saya belajar ilmu agama semakin merasa bodoh, pokoknya saya haus ilmu baik dari buku agama ataupun dari para kiyai, selama rentang waktu itu banyak sekali saya mengalami hal2 yang tak masuk akal sehat saya, baik batin(kadang2 saya tiba2 memahami dan memikirkan hal2 yang berhubungan dengan SunatullahNya) atau zahir banyak teman2 saya yang melihatnya tapi entah mengapa saya tetap tenang tidak bingung tidak kaget bagi saya itu adalah hal yang wajar kalau Dia Allah ta’ala menghendakinya tidak ada yang tak mungkin dan kesadaran saya pun tetap sadar tidak pernah berbuat aneh2. Sampe saya berumah tangga dan punya anak satu. Istri saya pernah melihat saya menjadi dua dan hal2 yang tak masuk akal. Dan saya tinggal didaerah dekat daerah tenjo banten (satu2nya sarana transportasi adalah kereta api). Suatu hari ketika pulang kerja, tiba2 saya mengalami ngantuk berat yang tak tertahankan, sayapun tertidur….(Setahun sebelum kerusuhan 13 Mei) pas saya bangun saya kereta sudah ada di karanghantu Serang Banten..disanalah semua masalah saya bermula…saya sadar tapi saya melakukan hal2 yang aneh bagi yang melihat, seperti sujud dimana saja dijalan2, saat itu saya melihat keagungan sang pencipta dimana saja dan saya melihat kegelapan jiwa menyelubungi setiap orang yang saya lihat (kira2 serti itulah) /tapi mereka menganggap saya seorang sayidina atau apalah itu saya ngak ngerti hal2 semacam itu (pokoknya saya sadar tapi tak bisa mencegahnya, saya ikut saja seperti air yang mengalir) sejak itulah setiap tahun saya mengalaminya 2 kali terutama dibulan maulud dan muharam(itupun hanya seminggu), Istri anak orangtua semuanya bingung, sayapun bingung tak tau cara mencegahnya salah satunya adalah : bayangkan duit tinggal 50.000(Uang bergambar suharto), saya bakar sambil hati berkata ini semua gara2 pak harto/setelah kerusuhan Mei/ entah bagaimana Insya Allah tiba2 uang itu ditarik dari peredarannya.dsb
    Sejak kejadian diserang saat itulah sayapun akhirnya dikirim ke RSJ Grogol, disana dikarantina selama 10 hari dengan harus minum obat semuanya obat tidur dan obat penenang, secara continyu, saya sih nurut aja) begitulah setiap tahun saya mengalaminya dan setiap tahun saya dikarantina di RSJ (Saya merasa sunyinya hati, penghibur hati hanyalah Allah, merasa sendirian bingung aapakah saya psycho atau apa ) dan baru sejak lima tahun yang lalu Alhamdulilah saya diajak saudara saya ikut Thoriqoh, (TQN Suralaya, Abah Anom), /Saya pun baru mengerti kalau ada yang namanya mabuk Allah/Gila Allah…/tapi hal itu pun terjadi lagi tapi hanya 1-2 hari terutama sehabis suluk dizawiyah pondok labu..seperti sepulang sholat jumat tiba2 saya mencium tangan setiap pengemis…Namun semakin lama saya semakin hampa dan kosong, saya tidak tau kenapa, (obat saya minum terus demi anak dan keluarga) saat terindah dan ternikmat saya adalah sholat, kadang2 hati terbuka dan tertutup…sampai tiga tahun terakhir ini saya bagaikan robot tidak hidup tidak mati..Saya serahkan segalanya pada Allah….sambil trus beribadah..sampai kemarin tiba2 salah satu obat anti depresan abis selama tiga hari, otak saya sakit sekali..lalu tiba2 hati menjadi hidup…) Dan atas rahmat Allah saya berjumpa dengan komunitas…ini ../berate saya tidak sendiri…)
    Saya ingin meminta pendapat apakah saya haru brenti total atau menguranginya secara pelan2, Sungguh lho tubuh kita adalah bagai pabrik kimia…obat apapun kalo trus menerus akan menyebabkan ketumpulan syaraf dan bioelecrik tubuh kita….Saya yang bodoh ini minta pendapat Sahabat2 ku yang dicintai Allah…apakah yang harus saya lakukan? Saya minta nasehatnya……..
    Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf….

    Wassalam….

    Yang merindu…..

    Bismillahi khoiril asmaa-I, bismillahi robbil ardhi was sama-I,bismillahil ladzii ismuhu barokatun wa syifaa-un, bismillahilladzii biyadi hisy syiffa-u, bismillahil ladzii laa yadhuru ma’asmihi samun wa laa daa-un, bismillaahil ladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fis samaa-i.

    • almaulana said

      Salam…

      Insya Allah saya coba kasih pendapat kalo bisa dikurangi aja dosisnya pelan2 tapi pasti memang benar tubuh manusia adalah zat kimiawi..kalau bertahun2 kena obat penenang seperti yang bang robby bilang atau obat apapun, apalagi narkoba semuanya berefek kepada tubuh Insya Allah saya turut mendoakan agar bang Robby/sufigokil..berhasil mengalahkan ketergantungannya terhadap obat2an….

    • lor Muria said

      @Robby
      Salam…….

      Kalau boleh saya ikutan ngasih masukan…
      Yang saudara alami itu sepertinya masalah ruhani bukan sakit jiwa yang harus masuk RSJ. kalau saudara bisa menemukan guru Mursyid yang murobbi, InsyaAllah itu akan bisa hilang. dan anda akan mendapat anugrah dari ALLAH bila hatimu telah dibukaNYA dengan NURNYA, hingga mengenal sejatinya DIRI yang sebenarnya.

      wassalam

  57. @Muchtarudin

    Assalamu’alaikum Wr,Wb.

    Ma’afkan jika saya terlambat membalas koment anda saudaraku….
    Mengenai perjalanan Ibadah yang Anda paparkan di atas menurut renungan saya itu adalah suatu Bukti ke Maha Besaran Allah swt atas Hamba-Nya. Semoga apa yang akan saya sampaikan ini, adalah bagian terpenting dari hidup Anda, Insya Allah. Dan semoga Allah memberkati Anda, keluarga Anda dan kita semua.

    Adapun mengenai perjalan Anda tsb, dalam renungan saya adalah :

    Point ke 1 dan 2, Allah hendak mensucikan Diri Anda Lahir dan Batin agar dalam Ibadah tsb mendapatkan Karunia… benar2 Lillahi Ta’ala. Mensucikan dari segala kekotoran2 Hati, dari pandangan Ma’rifat di sebut dengan “TAKHOLLII”

    Point ke 2 dan 4, Allah berkehendak menghias diri Anda Lahir dan Batin dengan Sifat2 yang terpuji. dan dalam pandangan Ma’rifat di sebut dengan “TAHALLII” untuk menuju kepada tahapan selanjutnya yaitu “TAJALLII”.

    Semoga apa2 yang saya sampaikan ini, dapat bermanfa’at dalam kehidupan Anda. DAn tetaplah dalam kepasrahan diri hanya kepada Allah Swt.

    Wassalam

  58. siafa said

    aku sedang mengalir menemukan muaraku.tak kusangka bisa melihat dinding2 batu yang bertuliskan cahaya illahi. aku berharap dinding itu bsa memberi alira air yang kan mewarnai aliranku yg keruh..tak ada kata yang mampu aku utarakan mungkin sekedar bunga teratai yang bisa ku tampakan dari sungai hati yang keruh ini..

    salam kenal ya dari SIAFA. manusia yg jelas2 sedang bingung..

    • @Siafa

      Walau hanya sekedar bunga teratai, semoga itu menjadi tempat berteduh bagi Makhluk Allah Ta’ala yang lain…

      Salam Kenal kembali…dan selamat datang di Pondok PJ ini…Semoga Barokah ya……

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  59. aburahat said

    @all
    Kita yang akan menuju ma’rifat sering mengucapkan: KENALI DIRIMU MAKA KITA AKAN MENGENAL ALLAH.
    Kalimat ini sederhana kalau kita membaca sepintas lalu tapi kalau dilihat hakekatnya maknanya sangat luas.
    Saya tidak mengetahui cara teman2 mengenal diri anda2
    Bagi saya untuk mengenal diri saya, saya harus mendalami syariat yang telah Allah gariskan dan disampaikan oleh Rasulullah yakni Firman2 Allah yang terdapat dalam Alqu’an.
    Untuk mengenal diri kita mula2 kita percaya kemudian yakin atas segala firman2 Allah dengan demikian kita disebut orang2 ber IMAN.
    Sesudah kita beriman Allah akan mencoba Iman kita.
    Allah berfirman: Apakah kamu mnyangka bahwa kamu akan masuk surga
    begitu saja tanpa dicoba?
    Apa yang akan dicoba Allah dan dimana percobaan itu kita alami?
    Allah mencoba Iman kita dan tempat cobaan adalah dunia yang kita tempati ini. Segala yang kita alami dan hadapi didunia ini adalah COBAAN, kaya miskin, tua muda, sehat sakit, senang susah dlsb.
    Ada yang menggap cobaan itu rahmat dan mereka bersyukur. Dengan prinsip SEMUA DARI aLLAH dan LAA HAWLAA WALLA QUATA ILLA BILLAH
    Memang ini benar tapi apabila kita tidak mengintrospeksi diri kita
    maka kata2 tsb hanya merupakan keputus asaan, karena tidak ada kemampuan untuk mengatasinya.
    Tapi apabila kita meyakini bahwa Allah Maha Rahman dan tidak ada
    sifat mendhalimi maka kita introspeksi diri kita sehingga mengetahui kekurangan kita. Dan apabila kita telah mengetahui kelemahan kita maka kita akan meng Agungkan Allah denga segala sifat2Nya yang Maha Agung. Jadi pengenalan pertama atas diri kita
    adalah mengetahui mengapa Allah mencoba kita.
    Apakah cobaan itu meningkatkan MAQAM kita atau suatu PERINGATAN atas perbuatan kita. Wasalam

    • lor Muria said

      @Aburahat
      Anda benar saudaraku, uraian yang anda sampaikan memang benar seperti itu, tetapi………….
      Kita harus kembali melihat kita/manusia itu apa????????
      Manusia mempunyai dua unsur Lahiriah dan batiniah. untuk dapat mencapai kesempurnaan haruslah dua-duanya berma’rifat…ma’rifat yang benar adalah Ma’rifatullah…yaitu ma’rifatul ma’rifat.
      Syariat itu kebanyakan adalah laku lahiriah agar supaya hati/ ruhani kita terbuka atau ingat kepada Sang Maha Pencipta…Waaqimii shalata liddzikri…
      semua adalah pintu untuk menuju keberangkatan kita menuju kepadanya. Itu baru awal mulai keberangkatan……………
      Jadi keberangkatan menuju keMa’rifatullah adalah lewat batiniah/hati/ruhani. Karena Dzat yang Latif tidak bisa ditangkap oleh indera jasmani. Hanya hati yang diSUCIKAN yang dipanggil.
      Sucikan hati kalian hingga sampai dipanggil YaaAyyuhannafsul mutma’inah irji’ii ilaarabbika radhiyatam mardhiyyah…..
      wassalam

  60. aburahat said

    @Lor Muria yg saya cintai
    Anda juga benar.
    Mungkin kita ada sedikit berbeda pendapat mengenai lahiriah dan bathiniah. Apakah yang anda maksud lahiriah itu jasad atau lahiriah itu syariah. Saya harus ketahui maksud anda mengenai lahiriah dulu sehingga kalau saya menjelaskan tidak keliru. Wasalam

    • lor Muria said

      @Aburahat
      Semoga kita dibukakan pintu ma’rifat dan semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat RidhoNYA . amiennnnnnnnnn……………..

      maaf karena saya sekarang sambil kerja, InsyaAllah nanti malam saya jawab dan saya ulas.
      makasih
      Wassalam
      RAhayu

  61. aburahat said

    @Lor Muria
    Amin ya Rabbal Alamin. Insya Allah niat kita yang baik akan diridhai Allah. Terima kasih anda memberikan nama aslinya. Wasalam

  62. lor Muria said

    Mohon maaf kepada mbah PJ.
    saya mendahului menjawab pertanyaan saudaraku Aburahat yang ditujukan untuk saya.
    Mohon koreksi kalau ada yang kurang….
    ——————————————————————–
    Sebenarnya ini bahasa RASA yang sulit diterjemahkan lisan. tapi kucoba sebisaku

    Manusia itu mempunyai dua unsur Lahiriah(raga/jasad) dan batiniah/ruhani (sukma/jiwa, ruh,nur,sirr). untuk dapat mencapai kesempurnaan haruslah dua-duanya berma’rifat…, ma’rifat yang benar adalah Ma’rifatullah…yaitu ma’rifatul ma’rifat.
    Raga kita akan musnah ditelan bumi, tetapi Ruhani akan tetap dan kembali menuju SAng penciptanya (ila-Allah)………….
    Syariat itu kebanyakan adalah laku lahiriah agar supaya hati/ ruhani kita terbuka atau ingat kepada Sang Maha Pencipta…………Waaqimii shalata liddzikri…

    Ketika hati kita sudah mulai membuka diri untuk MAU berangkat berjalan menuju kepadaNYa kita disebut salik (pejalan). Inilah awal perjalanan menuju ma’rifatullah, bukan ma’rifat ilmu.
    Perjalanan itu ada dua tangga yaitu tangga naik dan turun. Yang kita bahas tangga yang naik saja………………

    Dalam berjalan menempuh jalan (Thariq), banyak jalan menuju kesana tinggal ALLAH sajalah yang menentukannya, ada yang lewat jamaah thariqah ada juga yang bertemu orang shaleh yang Arifbillah tanpa jamaah Thariqah.dan disini banyak cara yang harus dilakukan tergantung guru Mursyid memberi apa kepada kita.

    Ketika hati kita sudah dibukakan Allah dengan NURNYA kita bisa mengenal hakikat-hakikat didalamnya. disini kita berada dalam maqam hakikat. kita sudah berma’rifat(mengenal) terhadap hakikat-hakikat yang ada. Diantara hakikat-hakikat yang ditemui ada satu yang utama yaitu mengenal hakikat NurMuhammadi. Itulah sebenarnya hakikat dari MAN’ARAFA NAFSAHU..
    Pada tahapan ini kita baru bisa mengenal sejatinya DIRI sendiri, belum ‘arafa Rabbahu…

    Setelah perjalan diteruskan dengan berbagai rintangan dan cobaan, seperti naik menara yang tinggi semakin tinggi semakin besar angin yang menghadang kita.
    Kita akan dipertemukan apa itu sejatinya KEBENARAN, KEBENARAN SEJATI, KEBENARAN HAQIQI. Itulah ‘arafa Rabbahu.
    Tetapi perjalanan itu belumlah selesai, Lautan itu maha luas tinggal kita menyelaminya. arungi lautan nan luas itu, dan temukan apa yang terkandung didalamnya.

    dalam DIAMku dikeDIAManNYA kutemukan apa yang aku cari,
    kutemukan sebelum aku mencari,
    karena DIA ada sebelum aku mencari
    dan tetap ada sampai aku tidak mencari

    wassalam

  63. aburahat said

    @lor Muria
    Trima kasih atas segala penjelasan anda. Saya rasa kita berbeda dalam mencapai ma’rifat. Menurut saya ma’rifat adalah mengenal Haket Allah dan bukan Zatnya. Tidak ada satu makhluk CiptaanNya yang mecapai sampai ke ZatNya terkecuali Rasulullah SAW.
    Yang kedua kita berbeda dalam mengartikan Hakekat, Tharekat dan Syariat. Karena melihat dari penjelasan anda kita tidak searah. Maka saya harap dimaafkan tidak dapat saya lanjutkan diskusi kita. Wasalam

  64. asep said

    @All

    Yang saya ketahui bahwa Ma’rifat adalah landasan daripada Syari’at, Tharikat dan Hakikat. Jadi sebelum melangkah kepada ke tiga tingkatan tsb, kita harus Awaluddin Ma’rifatullah.

    Wassalam

  65. aburahat said

    @ Asep
    Saudaraku, disinilah masalahnya.
    Bagaimana mas, bagi mereka yang tidak tahu tentang Islam mau menuju ma’rifat? Sedangkan untuk beriman aja harus Islam dulu (Firman Allah: Katakan mereka belum beriman mereka baru islam)
    Jadi harus syareat dulu, kalau betul2 syareat dilaksanakan dengan benar maka berarti sudah berada dalam tarekah menuju Hakekat. Wasalam

  66. lor Muria said

    Itulah indahnya perbedaan………….

    Ada tiga landasan dalam agama Islam yaitu ISLAM, IMAN, IHSAN.
    Islam adalah syariat dengan syarat dan rukunnya.Iman adalah jiwanya dan ihsan adalah pembuktiannya. Orang islam belum tentu beriman, orang yang beriman pasti islam tapi belum tentu ihsan, dan Ihsan meliputi keduanya,itulah Ma’rifatullah yang sebenarnya.===hanya TAUHID===
    —————————————————————————-
    Saya hargai perbedaan ini. maaf.. saya dulu juga seperti saudara, bahkan lebih dari itu,faham saya termasuk yang keras seperti pengikut wahhabi.saya dulu belajar syariah dengan segala perangkat,syarat rukunnya.buku-buku islam telah aku pelajari hingga penuh dialmari. tapi semua tidak ada yang menjawab gejolak hati yang ingin mencari KEBENARAN SEJATI. SEMUA merasa benar sendiri-sendiri. semua yang ketemui hanyalah sebuah ilmu, teori dan wacana, belum wujud haqiqinya.

    ……….Hingga suatu saat kutemukan dalil Al-Qur’an yang bisa menyentuhku……
    “Orang-orang Badwi itu berkata: Kami telah beriman. Katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi
    katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu.” ( Al Hujuraat:14 )
    “Keimanan telah ditetapkan Allah kedalam “hatinya” serta dikokohkan pula Ruh dari diri-Nya.” (Al Mujaadilah:22)
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka ,
    dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka dan kepada tuhannya mereka
    bertawakkal.” (Al Anfaal:2)
    “apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, maka mereka menjerit dengan bersujud dan
    menanngis” ( Maryam:58)
    ————————————————————————
    Tetapi itu baru mau masuk pintu Iman, baru didepan pintu gerbang…..
    ————————————————————————
    Iman yang benar mempunyai ciri tersendiri yang digambarkan oleh Alquran .
    Ia selalu menjaga hatinya agar tidak lalai akan Allah (dzikrullah). Ia akan selalu berbisik ke dalam lubuk hatinya
    tatkala menghadapi persoalan dan kesulitan di dunia. Karena disitulah Allah meletakkan ilham sebagai pegangan untuk
    menentukan sikap. Sehingga kaum yang beriman akan selalu terjaga dalam hidayah dan bimbingan Allah swt.

    Itu BUKANLAH ilmu dan wacana. Belumlah dikatakan beriman kalau sebatas pengetahuan dan pembenaran ucapan. belum pernah MERASAKAN lezatnya gemetar hati dan raga dalam keimanan, lezatnya mahabatullah, MERASAKAN kebenaran LAAHAULA WALAQUWWATA ILLABILLAH….DLL.semua itu bisa dibuktikan dan dirasakan..

    Berbahagialah orang-orang yang telah dibukakan hatinya,((tapi banyak orang salah sangka, hati lain dengan akal, akal dibuka dengan ilmu/pemahaman. tapi hati dengan NURNYA Nur keyakinan dan keimanan….BANYAK YANG SALAH SANGKA)))

    NUR hanya bisa dirasakan hati, tidak bisa dibahasakan dengan sempurna oleh lisan.
    Hanya orang yang telah merasakan yang bisa menjawab.kalau BELUM sulitlah untuk mendiskusikan

    Semoga hati kita dibukakan ALLAH dengan Nur Ma’rifatullah.
    hingga tahu Tauhid yang sebenarnya
    ISLAM yang Rahmatan lil alamin

    wassalam

  67. aburahat said

    Orang yang beriman belum tentu selamat. Karena dia masih melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Allah tidak membutuhkan ibadah kita Allah Maha Kaya. Jadi untuk apa manusia diciptakan? Apakah sia2 Allah menciptakan manusia. Apakah kita dalam menjalankan hidup didunia menuju akhirat dibiarkan tanpa melalui petunjuk2. Apakah petunjuk itu tidak merupakan persyaratan utama dalam berma’rifat. Apakah dngan hati yang ditempati iblis bisa mencapai ma’rifat. Apakah kita tidak memerlukan akal kita untuk mengetahui salah dan benar. Apakah hati bisa membedakan salah dan benar. Sungguh aneh apabila ada yang mengabaikan akal dalam beragama. Allah telah memperingati kita hanya orang yang berakal dan mendalami ilmu yang bisa mengerti ayat2 yang MUTASYABIHAT. Tapi bukan qalbu. Wasalam

  68. lor Muria said

    Subhanallah..
    Anda benar.. semua pertanyaan dan pernyataan diatas adalah benar adanya……………………
    Itu semua pernah menjadi pertanyaanku yang selalu menyelimuti batinku..sehingga akupun bertanya pada diri sendiri…
    Kenapa orang-orang yang bersebrangan dengan pemahaman saya (waktu itu) masih merasa benar,padahal dalilku lebih shahih ???????

    Akupun merenungi diri, berdoa memohon petunjuknya.
    Akupun terdiam, ilmu yang selama ini kupelajari tidak bisa menjawab itu semua, akal saya tidak bisa menjawab, bahkan semua ibadahpun tidak bisa menyadarkanku…

    Akhirnya akupun terdiam, pasrah kuRENUNGI makna sesungguhnya LAAHAULA WALAQUWWATA ILLABILLAH….
    dan SANG PEMILIK ILMU akhirnya menjawab itu semua….
    pertanyaan-pertanyaan seperti yang saudara sampaikan terjawab sudah, semua telah gamblang..

    Hanya TAUHID yang sebenarnya yang bisa menyelamatkan kita diakhir masa.

    akal itu ada dua.
    akal jasmani seperti yang umumnya kita gunakan untuk belajar,menuntut ilmu,berpendapat dan menentukan pilihan.
    Yang kedua akal ruhani, hati itu mempunyai akal, mata, telinga,lisan dll. akal ruhani tunduk pada Rabnya, sehingga bisa mengetahui kebenaran yang sejati.
    Akal jasmani tunduk pada dua kutub, yaitu kutub nafsu,ego(kedirian),juga termasuk bisikan-bisikan. dan kutub kedua adalah tunduk kepada ruh,Ilham,tunduk pada rabNYA.

    YANG BELUM MENEMUKAN DAN MERASAKAN PASTI TIDAK PERCAYA

    Tidak sia-sia Allah menciptakan manusia dengan segala perangkat didalamnya, hanya saja banyak orang yang sudah merasa CUKUP dengan seperti yang saudara sampaikan. dan takut melangkah karena sudah dibentengi kata-kata “BID’AH, SYIRIK,TAHAYUL DLL”.

    Berjalanlah menuju kepadaNYA hanya ILA-ALLAH. Engkau akan mendapatkan jawabannya. Anda akan membenarkan isi AL-QUR’AN, membenarkan dan membenarkan hanya itu yang didapat dari perjalanan. disitu tidak ada perdebatan, tidak ada saling menyalahkan. SEPERTI SAYA MEMBENARKAN PERTANYAAN DAN PERNYATAAN SAUDARA.

    Beruntunglah orang-orang yang dibukakan hatinya dengan NURNYA, sehingga bisa menggunakan AKAL,MATA,TELINGA,LISAN QOLBUNYA,
    bukan HANYA AKAL Jasmani

    Akhirnya ISLAM itu memang RAHMATAN LIL ALAMIN, bukan yang saling menyalahkan, merasa benar sendiri karena punya dalil yang lebih shahih.kalau masih merasa paling benar belumlah………………

    semoga…
    manusia hanya bisa…
    mugi-mugi..

    wassalam

  69. asep said

    @Aburahat & Lor Muria

    Yang saya pahami dengan bahasa yg sederhana tentang Ma’rifat yaitu mengenal Allah swt dengan cara mengkaji dan menelaah Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw. Sehingga hasilnya akan timbul Iman, Qona’ah dan Taqwa, kemudian menjadi Ikhsan yg Istiqamah. Jadi kebenaran itu sudah pasti yaitu benar menurut petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw. Inilah yg menjadi pegangan umat Islam.

    Yang menjadi masalah adalah penafsirannya yg berbeda. Nah disinilah yg menjadi polemik yaitu masalah penafsiran artinya masih dalam tataran Syari’at. Kalau dalam tataran Syari’atnya saja berbeda, tentu saja Tharikat dan Hakikatnya juga berbeda. Karena kesempurnaan tingkat yg lebih tinggi, ditentukan oleh tingkat kesempurnaan yg lebih rendah yaitu Syari’at. Apakah dengan fenomena tsb Islam sebagai agama yg Rakhmatan Lil’alamin akan dapat dicapai? Bagaimana menurut pemahaman saudaraku Aburahat dan Lor Muria?

    Wassalam

  70. KangBoed said

    Sungguhlah teramat banyak benda hidup yang bersahabat dengan benda mati… akhirnya matilah ia tanpa sempat beroleh hidup…

    Apalah arti sebuah perkataan perkataan suci… kalimat kalimat yang indah dan menawan… teori teori dan filsafat… jika semuanya itu keluar dari sesuatu yang mati… maka sungguh sungguh tiadalah hasilnya… tiadalah guna serta tiadalah manfaatnya….

    Apapun yang keluar dari yang mati.. hanyalah ulat dan kutu serta lalat saja yang memakannya… sungguh tiadalah gunanya.. tiadalah manfaatnya.. hanyalah bau busuk bagai bangkai…

    Namun sebaliknya jika perkataan perkataan suci… kalimat kalimat yang indah dan menawan… teori teori dan filsafat… itu telah meresap dalam dada.. berbuahkan keikhlasan dan ketulusan…

    maka akan membangkitkan burung burung jiwa dalam sangkar jasadnya untuk bernyanyi merintih dengan mesra dan pilu mendayu dayu..

    Seiring terbangun dan tergugahnya sang burung burung jiwa… yang lama tertidur… terlena… terbuai dalam alunan mimpi nan menggoda… nikmat nan samar…

    Seketika menjelmalah manusia manusia yang hidup… dalam hidup… semakin hiduuup… bertambah hiduuup… karena hiduuuuuupnya yang telah dipimpin oleh ruh yang kekal abadi…

    Apa yang dikatakan dan dikeluarkannya… itulah makna dan hakikat hidup.. yang besar manfaat dan gunanya… sebagai bekal bagi sesama manusia… dalam menapaki jalan kembali kepadaNYA…

    Salam Sayang

    Salam Hormat

    Salam Taklim

    Salam Sejati

  71. KangBoed said

    Temukanlah Aku di dalam Diri…. Sempurnakanlah Aku di dalam Jiwa Sejati…. siapakah Aku ?…. siapakah Diri ?…. siapakah Jiwa Sejati?…. mengetahui belum tentu mengerti, mengerti belum tentu waspada, waspada belum tentu surti….

    Salam Sayang

    Salam Hormat

    Salam Taklim.. sedulur semua

    Salam Sejati.. ampe mate.. saudaraku tersay mBah PJ & mBak yu ne

  72. KangBoed said

    Pilihlah diantara dua jalan.. jalan yang benar dan jalan yang salah serta satu lagi.. eeeee.. jadi TIGA jalan.. jalan diantara yang benar dan salah.. sebagaimana dalam Sajaratul Kaun.. cabang yang kiri.. cabang yang kanan.. dan batang yang TEGAK LURUS menjulang sampai ke Arrasy diantara dua cabang..
    jalan salah — alam kefasikan
    jalan benar — alam kamulyaan
    jalan tegak lurus diantara — alam kaheningan
    Silahkan Sumangga.. eeee.. punten mBah PJ.. jadi calutak kieunya.. hihihi.. dasar botol kosong OON SUROON.. cerewet pisannya..

    Salam Sayang

    Salam Hormat

    Salam Taklim.. sedulur semua

    Salam Sejati.. ampe mate.. saudaraku tersay mBah PJ & mBak yu ne

  73. lor Muria said

    SIRRULLAH………………..

    memang.. memang..sebuah kerahasiaan.
    Rahasia dalam GENGGAMAN Sang PEMILIK ILMU.
    Yang terbungkus oleh 70.000 hijab dan ditiap 1 hijab dilapisi 70.000 hijab lagi.
    Hanya oleh sang PEMILIK, hijab itu bisa dibuka,
    tidak oleh diri..
    tidak oleh orang lain…
    tidak oleh ilmu..
    tidak juga oleh akal…
    apalagi pengakuan diri….

    hanya diri yang Mutma’inah yang dipanggil…
    diri yang sudah Ridho…
    yang diridhoiNYA…
    yang diberi anugerah……
    untuk MENYAKSIKAN SIRRNYA….

    Salam Taklim..untuk semua
    salam hormat..
    Salam Persaudaraan..

    Salam sejati untuk saudaraku mbah PJ
    dan juga KangBoed

  74. aburahat said

    @Asep
    Saudaraku Asep, anda benar perbedaan terletak pada penafsiran.
    Saya ingin jelaskan makna syariat bagi saya adalah Firman2 Allah dalam Alqur’an. Allah berfirman: Rasulullah Kuutus untuk menyampaikan sariatku dan menjelaskan.
    Oleh karena itu saya ngotot harus menguasai syariat dulu baru kita menuju kehakekat kemudian adalah HAK Allah untuk memperkenankan kita mengenalNya (Ma’rifat).
    Sunah Rasul adalah Tharekat. Apabila kita telah menguasai Syariat dan melaksanakan Syariat sesuai Sunah Rasul berarti kita sedang dalam perjalanan menuju ma’rifat Hakekatullah. Kita harus mengenal Hakekat Allah (ada yang mengatakan mengetahui hakekat adalah mengenal Rasul. Penyebutan ini adalah paham ilmu tharekat sekarang ini)
    Bagaimana kita mengenal Hakekat Allah? Mengenal Hakekat Allah dengan memeresapkan SIFAT2Nya. Karena untuk mengenal sesuatu harus melalui sifat sesuatu yang ingin kita kenal.
    Saya tidak mengatakan untuk menuju ma’rifat kita pakai AKAL.
    Menuju ma’rifat harus pakai QALBU. Akal hanya membuat kita yakin atas sesuatu yang kita percayai. Sesudah kita yakin maka hati kita yang mengantar kita menuju ma’rifat
    Kemudian Saya katakan kita tidak mungkin mengenal ZAT Allah. Nabi Musa aja pingsan. Hanya Rasulullah saja yang dapat mengenal ZatNya pada waktu Mi’raj
    @KangBoed
    Anda sangat benar. Saya tidak berani katakan kita. Saya termasuk MAYAT yang BERJALAN. Saya mati sebelum maut datang menjemput saya. Mudah2an saya bisa sadar dan mayat ini tidak mau ditmpati oleh AKU sehingga Aku sudah jadi tiada. Wasalam

    • lor Muria said

      @aburahat yang dikasihi ALLAH

      Semoga apa yang dicita-citakan bisa menjadi terkabul, dan semoga Allah meridhoi kita semua yang mengharap ridhoNYA sehingga kita diakhir masa termasuk golongan yang mendapatkan Khusnul khatimah, amiin

      mohon maaf atas segala kebodohan saya
      yang masih dalam belajar dan belajar.

      Salam sejati
      salam persaudaraan
      wassalam

    • KangBoed said

      Subhanaaallllaaaaaahh.. sungguuuh ruaaaaaar biasaaaa.. mas Abu Rahaaaaat yang baik.. semogaaaaa kita bersamaaaa bisa menemukan mati sebelum ajal menjempuuuut.. menemukaaaaaan Mati di dalam Mati.. sehingga beroleh Hiduuup di dalaaaam Hiduuuuuup.. sebagai langkah awaaaaal untuk saya sendiri.. masih mencoba mengenal sebenar diri yang ternyata tiada berdaya apa apa.. bahkan untuk berjalan begerak dan diam.. semua hanya oleh DIA.. sungguh tiada sang diri ini.. laa hwalla walla quwata.. hanya sujud syukur dan penyerahan diri saja.. karena DIA saya tertarik untuk menghampiri DIA.. dan kebaikan DIA yang mengubah diri hina ini..
      Salam Sayang
      Salam Taklim
      Salam Hormat.. mas PJ dan Lor Muria sayaaaaaang

  75. aburahat said

    @Lor Muria dan KangBoed
    Amin insya Allah kita semua terus dibimbing menuju tujuan yang kita cita2kan yang diridhai Allah Yang Maha Baik dan Maha Pemberi Petunjuk.
    Sungguh nikmat berada dalam pondok ini ditemani oleh teman2 yang saling mengisi atas kekurangan teman yang lain.
    Mudah2an silaturrahim kita berlanjut dengan saling memaafkan satu dengan yang disengaja atau tidak. Disengaja karena masih ada akunya. Terima kasih atas segala pemasukan anda2. Wasalam

  76. aburahat said

    @KangBoed
    Rupanya mas salah menafsirkan yang saya maksukan dengan Mayat Berjalan serta Nati sebelum maut mnjemput.
    Yang maksudkan disini, yakni tidak pernah berbuat sesuatu demi mendekatkan diri pada Allah. Yah apa arti hidup ini kalau tidak pernah sesuatu untuk mendekatkan diri pada Allah. Mayat berjalan dipermukaan bumi tanpa ada manfaat bagi yang lain. Maaf. Wasalam


  77. @Aburahat
    @Lor Muria
    @KangBoed
    @Asep

    Allah memberkati kalian wahai saudara2ku yang kurindu dan kusayang….
    Teruslah berjuang dalam Jihadul Akbar, sampai Akhirnya Tirai itu akan terbuka dengan Rahmat Allah Swt. Sesungguhnya Allah tiada menutupi dan tiada hijab bagi Allah, tetapi manusia itu sendirilah yang terhijab oleh dirinya sendiri dengan 70.000 hijab.

    Semoga Barokah sampai nantinya kita di panggil Allah dalam ke adaan khusnul Khoootimah.

    Salam Sejati
    Salam Berkah Allah atas diri
    Salam Sayang selalu dalam Rahmat yang terpatri
    Salaamun Qoulammirrobbirrohiim…..Salaamun Qoulammirrobbirrohiim…..Salaamun Qoulammirrobbirrohiim…..

    Saudara seperjalan…., dalam pengembaraan.
    PJ/Pengembara Jiwa

  78. aburahat said

    Amin ya Rabbal Alamin. Insya Allah kita selalu mendapat petunjuk dari Allah Yang Maha Rahman dan Rahim.
    Saudara2ku sekalian saya ingin memberikan sesuatu bahan untuk menjadi bahan pemikiran kita dalam perjalanan menuju ma’rifat.
    Saudara2ku sekalian sadar atau tidak kita sekarang ini lebih mengutamakan hadits dhaif, ijtihat para pendahulu, ijma para ulama dan kemaslahatan umat sehingga kita tinggalkan firman2 Allah. Saya mengharap untuk saudara2ku untuk memahami benar2 Firman2 Allah dalam Alqur’an.
    Karena yang Haq adalah dari Allah. Kita tidak mungkin mencapai Ma’rifatullah kalau kita mengabaikan Sariat Allah yang dibawah oleh Rasullah. Rasulullah pembawa CAHAYA mengeluarkan kita dari KEGELAPAN menuju terang. Apakah kita mau kembali kedalam kegelapan? Apabila kita mau selamat dan tidak tersesat pahami benar2 apa2 yang beliau sampaikan. Ingat Firman2 Allah yang begitu banyak terutma dlm Surah Attaubah. Allah memperingati kita bahwa disekeliling Nabi banyak yang munafik. Dan mereka ini tidak menghendaki agama yang Allah telah ridhai bisa terus hidup sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Mereka berusaha menyesatkan. Apalagi paskah Rasul. Wasalam

  79. asep said

    @All

    Alhamdulillah…Subhanallah…Allahu Akbar…Sungguh sangat mencerahkan penjelasan2 dari saudara2ku sekalian mengenai Ma’rifatullah, akan tetapi sepertinya ada yg terlupa yaitu mengenai Wilayatullah. Karena Ma’rifatullah akan dapat dicapai apabila kita mengakui Wilayatullah.

    Bagaimana menurut pemahaman saudara2ku sekalian mengenai Wilayatullah tsb?

    Wassalaamu’alaikum…

  80. lor Muria said

    @All

    Sekedar untuk renungan………………..
    *****Isi Alqur’an semua orang mengakui kebenarannya, hanya penafsirannya yang berbeda-beda karena MEMANG setiap huruf/titik dalam ayat alqur’an mempunyai banyak arti, tergantung dilihat dari sisi mana dan dari tingkat keMa’rifatan orang yang menafsirkan…

    **Kalau Hadits ada bermacam-macam kedudukannya. Dari yang shahih sampai yang dhaif.
    tapi semua itu hanya menurut ahli-ahli hadits yang sudah bisa “dipertanggungjawabkan”.
    ———————————————————————————-
    Cobalah sekarang berhenti berfikir menggunakan akal jasmani. DIAMlah sejenak pusatkan pada hati kita bukalah mata hati, akal fikiran hati, dan renungkan……
    ====Hadits itu adalah perkataan,perbuatan,dan akhwal Rosulullah……
    —Tidak semua keadaan rosulullah bisa dibukukan dalam hadits..
    —Hadits itu sampai dibukukan melalui beberapa orang dalam kurun waktu yang lumayan panjang, dan dalam kondisi situasi politik yang berubah-ubah….
    —Jadi letak kedudukan hadits yang dibukukan sekarang ini tergantung dari para pembawa berita tersebut, bukan dari isi hadits…
    —Ada hadits yang dikatakan dhaif tetapi isinya benar dan tidak bertentangan dengan Alqur’an..
    —Adalagi ((((INI YANG PERLU DIRENUNGKAN)))) Hadits Dhaif yang menurut ahli hadits juga kurang sesuai dengan isi Alquran, tetapi menurut PARA ARIFBILLAH sebenarnya shahih menurut isi dan tidak bertentangan dengan isi Alqur’an.

    Yang terakhir diatas TDAK MUNGKIN bisa diperdebatkan antara para Arifbillah dengan ahli hadits, kecuali ahli hadits tersebut telah terbuka Sirrnya dan mencapai Maqam Arifbillah.
    ————————————————————-
    KangBoed Berkata:….
    “mengetahui belum tentu mengerti, mengerti belum tentu waspada, waspada belum tentu surti”….
    ————————————————————-
    Marifatullah…….
    Bukanlah akhir perjalanan..
    Tapi awal dari kita bisa berjalan
    berjalan tidak dengan diri kita
    tapi berjalan dengan Liputan gerak sang MahaGerak
    Diam dalam kediamanNYA
    berbicara dengan kalamNYa
    mendengar dengan PendengaranNYA
    Semua dengan Kodrat dan IrodatNYA.
    Sifat dan perbuatan kita menunjukkan Sifat dan Af’alNYa.

    itulah Akhwal

    ==HANYA UNTUK DIRENUNGI===

    Salam Taklim
    Salam Hormat
    Salam sejati
    Wassalam

  81. @Lor Muria

    Al-Hamdulillah……, saya sangat setuju dengan Bahan Renungan Anda saudaraku.

    Semoga….Tirai itu semakin terbuka dengan Rahmat Kasih Sayang Allah Swt.

    Salam Barokah dan Rahmat Allah
    Salam Cinta Sejati
    Salam Taklim dan Hormat
    Salam Jabat Erat

    Wassalam

  82. @Aburahat dan @Asep

    Alhamdulillah…..apa yang saudaraku Aburahat dan Asep, perlu kita kaji lebih “Dalam” lagi, agar benar2 menemukan KEBENARAN HAKIKI yang tidak sebatas Ujarnya atau katanya….atau bilangnya…. tetapi benar2 menyaksikan di dalam penyaksian yang tiada keragu2an. Karena Ma’rifatullah itu adalah Ilmu Hati, Ilmu Rasa dan Ilmu Kesadaran. Menembus ke kedalaman Hati akan ditemui Lautan Pengabdian yang sebenar2nya. Setelah itu menembus lagi ke kedalaman Rasa akan ditemui Lautan Hakikat yang sebenar2nya. lalu kemudian menembus lagi ke kedalaman Kesadaran akan KARAM dalam Lautan MAHABBATULLAH dan bermaqom pada DIAM dalam ke DIAMan-NYA dan kemudian…membias ke Arifan pada dirinya sebagai Cermin dirinya telah LIQO’ ALLAH.

    Sebelum masuk ke kedalaman Hati, ke kedalaman Rasa dan ke kedalaman Kesadaran, maka selama itu kita masih berada di Pintu Gerbang Ma’rifatullah, dan belum lagi masuk kedalamnya. Tertahan dengan Jiwa2 yang belum tersucikan, karena masih ada Ma SIWA Allah (sesuatu selain Allah).

    Allahumma Shollii Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Aalihi Washohbihi Wasallim.
    Allahummanaghfirlii Ummati Sayyidina Muhammad
    Warhamhum Rohmatan Aaaammaah.

    Wassalam.

  83. asep said

    @Lor Muria

    Terimakasih atas bahan renungannya, akan tetapi saya menjadi bingung dengan renungan tsb. Bukankah rujukan Umat Islam adalah Al Qur’an dan Al Hadits sebagai pembeda antara yg Haq dengan yang Bathil. Lalu para Arifbillah berhujjah menggunakan Sir apa untuk mencapai Maqam Arifbillah tsb?

    Wassalamu’alaikum…

  84. asep said

    @Lor Muria

    Siapa sih para Arifbillah tsb? Biar saya tidak bingung lagi.

    Wassalam…

  85. aburahat said

    @Asep
    Saya sangat setuju dengan anda mengenai pengakuan atas Wilayatullah
    Sebab pusat pengetahuan Ma’rifat berpusat dari Wilayatullah.
    Tapi saya rasa disini bukan tempatnya karena akan menjadi fitnah.
    Cukup bagi kita yang mengetahui Wilayatullah kemudian mengikuti mereka. Wassalam

  86. asep said

    @Aburahat

    Terimakasih anda telah mengingatkan saya, semestinya sih dibahas mengenai Wilayatullah. Karena dengan mengakui Wilayatullah, maka akan menghantarkan kita kepada Nur Muhammad yg merupakan puncaknya kesempurnaan Ma’rifatullah.

    Wassalamu’alaikum…

  87. adi isa said

    assalamualaikum kang”

    • lor Muria said

      Wa’alaikumussalam…

  88. lor Muria said

    Subhanallah…
    Dzat Yang Maha Meliputi setiap sesuatu dalam setiap ruang dan waktu…
    Qodrat dan IradatMU menyelimuti semua penciptaanMU…
    Tiada yang bisa keluar dari GenggamanMU…
    Semua adalah kehendakMU…….
    ————————————————————————————
    Pengembara Jiwa Berkata:
    Teruslah berjuang dalam Jihadul Akbar,…….agar benar2 menemukan KEBENARAN HAKIKI yang tidak sebatas UJARNYA atau KATANYA..atau BILANGNYA…. tetapi benar2 menyaksikan di dalam penyaksian yang tiada keragu2an. Karena Ma’rifatullah itu adalah Ilmu Hati, Ilmu Rasa dan Ilmu Kesadaran…
    ————————————————————————————
    Raihlah -dengan Rahmat ALLAH- kondisi/akhwal sampai kita bisa…
    berjalan tidak dengan diri kita
    tapi berjalan dengan Liputan gerak sang MahaGerak
    Diam dalam kediamanNYA
    berbicara dengan kalamNYa
    mendengar dengan PendengaranNYA
    Semua dengan Kodrat dan IrodatNYA.
    Sifat dan perbuatan kita menunjukkan Sifat dan Af’alNYa.

    MAKA kita akan tahu sendiri jawaban pertanyaan-pertanyaan dengan Haqqul Yaqin, tanpa harus mencari jawaban yang lain
    tanpa harus berfikir, semua seperti hujan jatuh tanpa bisa kita minta dan kita tolak.

    ===Semua itu bukan pengetahuan, bukan ilmu, dan bukan katanya. semua wujud, semua hadir dalam kesadaran diri tanpa disengaja===

    Temukan RASA Laahaula wala quwwata illa billahil ‘adhimi (bukan arti/ilmu/pemahaman).sekali lagi RASAnya….ya..RASA…..

    Sirrullah …..hanya ALLAH lah yang berhak membukanya…….

  89. asep said

    @Lor Muria

    Alhamdulillah…Terimakasih atas penjelasannya, semoga dengan Penglihatan dan Akal akan menjadi Sir di dalam Bathin yg akan membuka tirai hijab kegelapan menuju cahaya.

    Untaian kata-kata anda sangat menawan dan menghanyutkan bagi siapa saja yg membacanya, namun pada bagian akhir saya menjadi semakin bingung yaitu ungkapan :

    MAKA kita akan tahu sendiri jawaban pertanyaan-pertanyaan dengan Haqqul Yaqin, tanpa harus mencari jawaban yang lain
    tanpa harus berfikir, semua seperti hujan jatuh tanpa bisa kita minta dan kita tolak.

    Komentar:
    Apakah dengan pernyataan itu anda ingin mengatakan bahwa kita tanpa berpikir dan berusaha, karunia Allah swt akan turun dengan sendirinya? Bukankah Allah swt dalam salah satu ayatnya mengatakan Aku tidak akan merubah suatu kaum, apabila kaum tsb berusaha untuk merubahnya.

    Anda juga mengatakan:
    ===Semua itu bukan pengetahuan, bukan ilmu, dan bukan katanya. semua wujud, semua hadir dalam kesadaran diri tanpa disengaja===

    Komentar:
    Kalau semua bukan ilmu dan pengetahuan, lalu apa? Semua wujud yg hadir dlm kesadaran diri tanpa disengaja itu apa? atau dengan kata lain Allah swt akan membimbing kita dgn sendirinya tanpa berusaha dengan ilmu dan pengetahuan?

    Anda juga berkata:
    Temukan RASA Laahaula wala quwwata illa billahil ‘adhimi (bukan arti/ilmu/pemahaman).sekali lagi RASAnya.. ya..RASA…..

    Komentar:
    Rasa Lahaula…bukan arti/ilmu/pemahaman, lalu apa? Bukankah Al Qur’an dan Al Hadits adalah Ilmu Allah swt sebagai petunjuk bagi kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat untuk menyatukan RASA dalam Ukhwuah Islamiah?

    Ma’af yah, pertanyaan saya banyak. Ada pepatah yg mengatakan malu bertanya, sesat dijalan. Jadi tolong tunjukkan jalannya agar tidak tersesat dlm kebingungan, tks.

    Wassalamu’alakum…

  90. lor Muria said

    Subhanallah…Walhamdulillah…Walaailaaha illa-Allah….
    Allahummashalli’alaaMuhammad….

    Memang sulit untuk menjelaskan sesuatu yang belum pernah dilihat secara langsung, belum pernah dijumpai dan belum pernah dirasakan…….malah nanti yang terjadi adalah membayangkan dan mengira-ira………, tapi itu semua memang proses untuk mencapai kebenaran sejati yang tidak sebatas UJARNYA atau KATANYA..atau BILANGNYA…

    ====Mari Kita hayati saja cerita dibawah ini, semoga bisa membuka hati kita……

    Dahulu ada seorang Ulama terkenal pada jamannya,muridnya banyak dari berbagai penjuru, dia ahli Tafsir, fiqih, Hadits dll. tidak ada orang yang menyangsikan kehebatannya.
    Pada suatu saat ada seorang Arifbillah yang datang dan sudah dikenal kema’rifatannya, kemudian Ulama itu ingin berguru kepada sang arif tsb, pendek cerita ulama itu diterima tetapi dengan syarat tidak boleh membaca Alqur’an dan hadits. dia hanya boleh mengikuti petunjuk gurunya. Tahu syarat seperti itu ulama tsb bingung, mau mengikuti atau tidak, bahkan murid-murid ulama itu protes karena dianggap menyalahi syariat. Akhirnya Ulama itu mengikutinya,dia hanya disuruh DIAM dan mengikuti petunjuk gurunya, Sampai akhirnya pelajaran selasai.

    Kemudian sang ulama disuruh membuka lagi Alqur’annya,disuruh merasakan dalam keDIAMan, apa yang dia dapat?????
    Dia hanya bisa menangis dan menangis, banyak sekali rahasia-rahasia didalamnya. Ternyata ilmunya yang dulu dikira sudah setinggi langit, ternyata hanya setitik air ditengah lautan nan luas.semua baru wacana ilmu.

    Ternyata Ma’rifat itu ada RASAnya bukan sekedar ilmu(wacana). Rasa yang ada dalam hati yang suci, sehingga merasuk dalam kesadaran diri, dan berakibat pada akhwalnya.

    Ilmu ma’rifat, ilmu hati,ilmu rasa,ilmu kesadaran itu timbul setelah kita merasakan, kita menyaksikan dalam penyaksian yang tiada keragu2an.

    Semoga bisa bermanfaat.
    hanya kepada Allahlah kita memohon petunjuk.

    Yaamuqollibalquluub tsabbitqolbi’alaadienika..

    Salam dalam keberkahan RahmatNYA
    Amien…………………….

  91. asep said

    @Lor Muria

    Terimakasih atas penjelasannya, jujur saya semakin bingung dengan cerita tsb ibarat membaca seri Asmaraman S. Khoping Ho, tidak ada hujjah sebagai bahan rujukan. Jadi saya ingin menanyakan pengertian Islam. Bagaimana sih pengertian Islam menurut anda?

    Wassalam…

  92. asep said

    @Lor Muria

    Coba anda baca dan pahami firman Allah swt, sbb:

    “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-Nya, dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS Anisaa : 59)

    Menurut Syari’at ayat ini mudah dicerna oleh siapapun yg mengaku beragama Islam. Dari orang awam sampai dengan orang kawash, dari yg lahir sampai yg bathin. Dan wajib diyakini kebenarannya dengan Ilmu, Iman dan Amal. Apalagi yg sudah mencapai kesempurnaan maqam Ma’rifatullah.

    Wassalaamu’alaikum…

  93. Aburahat said

    @Lor Muria
    Banyak penyerahan dari anda yang membuat saya berpikir. Dan kalau saya berpikir terpaksa saya pakai akal saya. Saya tidak dapat mmbedakan yang benar dan salah dengan rasa.
    Anda membawa satu cerita mengenai seorang ulama yang akan berguru pada seorang Arifbillah.
    Si Ulama tadi mau belajar ilmu. Dan untuk sementara tidak boleh membaca Alqur’an dan Hadits
    Pertanyaan saya adalah apakah pada waktu tidak membaca Alqur’an dan Hadits ia tidur saja? Atau ia diberi Ilmu oleh Arifbillah?
    Kemudian setelah selesai belajar baru disuruh membaca Alqur’an. Dan pada waktu ia membaca ia menangis
    Pertanyaan saya adalah, mengapa ia menangis? Bagaimana ia bisa mengetahui apa yang dalam Alqur’an telah dijelaskan oleh si Aribillah. Apakah dia bandingkan dengan perasaan atau akal?
    Menurut saya orang tidak bisa membandingkan sesuatu tanpa akal. Maaf Lor Mulia kita saling mengisi tapi juga mencari kebenaran.
    Lor Muria memang ada ilmu LADUNI pemberian langsung dari Allah.
    Tapi apakah anda tahu persyaratan untuk menerima ilmu ini?
    Lor Muria bolekah saya bertanya dari mana anda mengetahui kebenaran Islam? Wasalam

  94. Aburahat said

    @Asep
    Benar anda. Harus dibahas apabila kita ingin memberi penjelasan yang kepada yang Hak.Tapi kepada siapa kita harus jelaskan. Ingat ucapan Imam Ali. “Keluarkan ilmu kita pada tempatnya kalau tidak akan menjadi Fitnah. Kalau aku keluarkan semua ilmuku maka mereka akan mencap aku kafir”. Wasalam

    • asep said

      @Aburahat

      Iya benar, semestinya kita sama2 belajar saling mengingatkan dan mengisi kekurangan masing2. Dan saya juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada paksaan dalam agama. Alhamdulillah…terimakasih saudaraku Aburahat atas nasihatnya.

      Wassalaamu’alaikum…

  95. KangBoed said

    Percaya dan Iman adalah berbeda.. percaya adalah katanya.. iman adalah yakin karena merasakan.. RASA…
    Bagaimana bisa melihat atau mengingat Allah apalagi mencintaiNYA kalau mengenalnyapun tidak ??????
    QS Albaqarah ayat 165
    Dan diantara manusia ada orang orang yang menyembah tandingan tandingan selain ALLAH, mereka mencintainya sebagai mana mereka mencintai ALLAH… Adapun orang beriman sangat cinta kepada Allah….
    RASA CINTA kepada ALLAH adalah tanda beriman… hmm.. CINTA hanya bisa dirasakan oleh hati hati yang sedang merasakan.. tiada bisa terbayangkan oleh akal dan fikir.. CINTA adalah tali yang kuat dalam Ubudiyah.. PENGHAMBAAN SEJATI.. CINTA bagaikan bouraq yang membawa seseorang dalam dua dimensi yang tiada terbayangkan.. yayaya.. CINTA.. ruaaaaaaar biasaaaaaa
    AL A’RAAF 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
    IMAN inilah Ruh atau Jiwa atau Esensi Shallat, shallat masih terputus putus tetapi iman 24 jam sehari tanpa putus, Seseorang tanpa sadar masih tak marah kalau ditanya kenapa kamu gak shallat dia masih bisa jawab sambil tersenyum, tapi coba kalo dia ditanya mengapa kamu gak beriman, he he he dijamin anda dimarahin bisa bisa digamparin… alias ditabokin hehehe…
    Ternyata tanpa kita sadari sang diri tahu sekali pentingnya iman dan tak seorangpun yang mau disebut orang tidak beriman, tapi sebelumnya kita juga tetap harus melihat petunjuknya dan memeriksanya kedalam diri kita pribadi masing masing lepas dari menunjuk keluar dari diri kita, karena iman ini adalah urusan yang didalam diri masing masing dan modal terpenting bagi kita dalam melangkah.
    Hei orang orang beriman maka akan tergetarlah hatimu ketika mendengar nama Allah,…….
    Standar minimalis bagi kita kita semua yang mengaku sebagai orang orang beriman mari mari kita tanyakan kepada hati kita sudah kah kita tergetar ketika mendengar nama Allah, sudahkah hati kita tergetar ketika mendengar panggilan suara adzan membahana di angkasa, sudahkah hati kita tergetar ketika kita berzikir mengingat Allah ? jawab saudaraku, renungkan saudaraku, jangan saling tunjuk karena ini urusan kita masing masing dan akan menjadi pertanggung jawaban kita masing masing ayo jadi orang egois dalam arti yang positif jangan hiraukan yang lainnya tempuhlah jalan kedalam diri sampai engkau menemukan kesejatian.
    Getaran hati maknanya sangatlah dalam getaran hati melambang pelbagai hal bisa getar kerinduan, getar ketulusan, getar kasih sayang, getar keikhlasan semua getaran hati tersebut ternyata buah dari CINTA. Ternyata hanya cinta yang bisa membangkitkan getaran hati, karena itu mari kita tempuh jalan cinta mulai kita amenyadari semua perjalanan sang diri dan mencoba mulai mencintai Allah lebih sungguh lagi dalam cinta ada ketenangan dalam cinta ada kedamaian dan dalam cinta ada pemurnian.
    Hei Jiwa yang Tenang (mutmainah) kembalilah engkau….
    Siapa yang mau kembali dan bisa kembali kepadaNYA ternyata jiwa yang tenang bukan jiwa yang bergelombang. Jiwa menjadi tenang ketika dia menempuh jalan cinta menempuh pemurnian cinta pemurnian iman dan mulai merasakan kehadiran yang di cinta ternyata begitu dekat mulai menemukan dan memegang pegangan yang pasti ketenangan yang tidak di buat buat oleh pikiran tapi ketenangan yang muncul dari kesadaran sang Diri, ingat saudaraku ini semua baru standar minimal untuk kembali kepadaNYA, berat sepertinya begitu tapi coba tinggalkan pikiran dan logika kita semua buang semua dalil yang ada kita putihkan dan lemahkan hapus semua perjalanan dan lempar ego jauh jauh dan mulai tempuh jalur cinta, cinta adalah penyerahan diri bulat bulat dalam La Hwalla Walla Quwata maka akan terjadi keajaiban besar bukan kita yang merubah diri kita tapi semua perubahan besar terjadi tanpa kita sadari inilah keajaiban ketika Sang Kekasih bekerja. Bekerja dalam ketak berdayaan kita, semakin kita tak berdaya maka pekerjaanNYA semakin dahsyat….
    Jiwa Yang Tenang adalah jiwa yang berada dalam pelukan cintaNYA sehingga selalu gemetar dalam kerinduan akan sebuah pertemuan… hmm….. La Hwalla Walla Quwata karena sudah mengerti segala sesuatu terjadi karena Qudrat dan Iradat Allah atau seijin Allah atau karena ijin Allah dan akhirnya “mengerti dan menyadari keberadaan diri ini yang tak berdaya apa apa”
    Weleh weleeeeeh.. maaf mbaaaah PJ.. kok saya corat coret panjang sekali yaaaa.. hanya sekedar omong kosong dari si botol kosong OON surOON.. mohon dimaafkan oleh semuanya..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu untu semua saudaraku yang tercinta.. :lol:

  96. adi isa said

    saya cuma tambahkan sedikit dari kangboed,
    percaya itu adalah menyangkut alam lahir/nyata
    sedang iman adalah mengikuti pernyataan tuhan.”:lol:

    salam

  97. Tukang Contek said

    Perbedaan antara orang–orang yang benar–benar beriman dan orang–orang yang hanya sekedar mengaku beriman adalah : yang satu hatinya melihat dan yang satunya lagi hatinya buta. Dijelaskan Allah di dalam Firman Nya :

    “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS, Al-Hajj : 46)

    “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS, Al-Israa’ : 72)

    “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS, Al –A’raaf :179)

  98. Toni Boster said

    Kira kira lebih bergetar mana ya hati kita ketika di sebut nama ALLAH dibandingkan dengan ketika mendengar berita (misalnya) bahwa seorang dokter yang melakukan visum terhadap Manohara mengaku tak kuat ketika melihat keindahan tubuh molek manohara …?
    apakah itu bisa jadi salah satu parameter untuk mengukur kadar iman kita ….???

  99. Mu'alaf said

    @Asep

    @All
    Dan Bapak PJ.
    Ijinkan saya untuk menimba ilmu di sini ya..??? dan ijinkan saya ikut gabung di pondok PJ yang penuh berkah ini. Mudah-mudahan saya bisa pelan-pelan memperdalam islam.

    Untuk Mas Asep yang semoga bisa menunjukan jalan kepada saya yang baru ini.
    Tolong kasih tau saya juga tentang kebenaran dooong???, saya pikir mas Asep sudah mapan dalam menemukan kebenaran itu. jadi mudah-mudahan mas Asep juga tidak memubat saya semakin bingung.

    Mas Asep katakan di atas :

    Ma’af yah, pertanyaan saya banyak. Ada pepatah yg mengatakan malu bertanya, sesat dijalan. Jadi tolong tunjukkan jalannya agar tidak tersesat dlm kebingungan
    ================================================================

    kalau Mas Asep saja kemungkinan bisa tersesat dalam kebingungan, apalagi saya.
    Tolong kasih tau saya ya…Mas Asep…,

    pertanyaan saya adalah :

    Mas Asep sudah pernah ketemu nggak dengan Nabi Muhammad saw, setidaknya dalam mimpi. Karena saya pernah dengar kata guru ngaji saya bahwa apabila sesorang itu dalam mimpinya telah bertemu dengan Nabi Muhammad saw, minimal 1x apalagi berulang-ulang kali maka ia itu mendapatkan Berkah dari Allah swt setidaknya ia akan mendapatkan syafa’at dari Rosulullah Saw. Trus kata guru ngaji saya lagi, bahwa seseorang itu hendaknya masuk dalam islam itu bukan hanya mengucap La ilahaillallah itu dibibir saja, tetapi juga harus mengerti makna dan inti dalam La Ilahaillallah itu. Ada Nafi dan Isbatnya kata Beliau. Tolong dong jelasin ke saya ya….???? apa itu nafi isbat itu.

    Sebab siapa yang tidak mengetahui akan nafi isbat, maka selama hidupnya masih dalam kekufuran walupun dirinya banyak amal dan ibadah.

    pertanyaan saya lagi mas asep, apabila kita sudah mengetahui ttng wilayatullah tetapi tauhid saja kita belum bener lagi… apakah itu bisa dijadikan jaminan bahwa kita akan selamat waktu ajal menjemput dan bagaimana di dalam kubur nanti, mendapatkan siksa atau nikmat??? dan di Ahkirat apakah pasti Selamat juga tanpa melalui proses Neraka..???. Jika Mas Asep berani untuk menjamin itu baik untuk diri mas asep sendiri juga untuk saya maka sampaikanlah kepada saya.

    Lalu Tauhid menurut Mas Asep itu yang bagaimana sih….???

    Islam adalah Agama Tauhid tapi seperti apa Mentauhidkan Allah itu..???

    Terus ada lagi saya dengar jika Sholatnya saja masih ngambang, lebih banyak ingat ke lain dari pada ke Allah, Sholatnya masih karena harapan pahala dan syurga takut dosa dan neraka, apa bener mereka itu…belum masuk kedalam orang-orang yang bertauhid, bagaimana menurut Mas Asep…???
    Lalu bagaimana dengan para wali-wali Allah yang tidak mengahrapkan apa-apa, kecuali hanya semata-mata cinta kepada Allah???
    Waaah….jadi bingung saya mas Asep.

    sekiranya Mas Asep berkenan untuk ngejawabnya saya sangat berterimakasih sekali, karena menurut beberapa komentar dari mas asep di Pondok Bapak PJ ini yang sudah sempat saya baca, saya menyimpulkan bahwa Mas Asep termasuk orang yang sudah berada pada tahapan Mengenal akan Allah, jadi tidak diragukan lagi kalau apa2 yang mas Asep sampaikan pasti bukan berdasarkan ego diri lagi. Apalagi Mas Asep berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadits., tambah yakin lagi saya kalau mas asep sudah berada pada jalan yang benar dan setidaknya bisa membantu saya yang Mu’alaf ini.

    Salam kenal buat Bapak PJ, dan ma’afkan jika saya bertanya kepada Mas Asep. Salam Hormatku untuk Bapak PJ.

    Wassalam
    Mu’alaf98

  100. Mu'alaf said

    @Bapak PJ yang terhormat dan juga
    @Bapak Lor Muria
    @Bapak Adi Isa
    Dan yang lainnya……

    Saya dengan segenap jiwa ingin menanyakan tentang pentingnya Ma’rifatullah. Apasih Ma’rifatullah itu..???
    Dan seberapa pentingkah Ma’rifatullah itu sehingga sebagian Guru-Guru Agama ada yang mengatakan “WAJIB” kita berma’rifat kepada Allah.

    Dan saya pernah dengar juga dari Orang Tua Angkat saya yang mendalami Tasawuf, mengatakan :
    Jika seseorang itu dalam hidupnya pengetahuannya dan keyakinannya masih di Sya’riat, maka apabila ia mati akan dicabut Ruhnya dan ketika ditanam dalam kubur lalu kemudian 5 tahun kemudian di bongkar kuburannya itu maka jasad orang itu hancur lebur dimakan cacing dan tanah.

    Jika seseorang itu dalam hidupnya pengetahuan dan keyakinannya ada pada Toriqoh, maka apabila ia mati akan di cabut juga Ruhnya dan ketika ditanam dalam kubur lalu kemudian 5 tahun kedepan di bongkar kuburannya itu maka jasadnya tidak hancur akan tetapi terlihat kurus kering seperti tulang dibungkus kulit saja

    Jika seseorang itu dalam hidupnya pengetahuan dan keyakinannya ada pada Hakikat, maka apabila ia mati akan dipanggil Ruhnya oleh Allah dan ketika ditanam dalam kubur lalu kemudian 5 tahun atau pun 100 tahun kedepan atau 1000 tahun kedepan di bongkar kuburannya itu maka jasadnya tidak hancur dan akan terlihat seperti baru dimasukkan, bersih sekali seperti orang yang sedang tidur.

    Jika seseorang itu dalam hidupnya pengetahuan dan keyakinannya sudah sampai pada Ma’rifat, maka apabila ia mati akan dipanggil juga Ruhnya oleh Allah dan ketika ditanam dalam kubur lalu kemudian jangan kan 5 tahun, 1 tahunpun atau mungkin 1 bulanpun baru ditanam kemudian di bongkar kuburannya itu maka jasadnya tidak ada dalam kubur itu, hanya kain kafan saja. Katanya sih….dirinya itu zahir Batin, Ruh dan Jasad kembali kepada Allah. Makanya Jasadnya sudah tidak ada di dalam kubur itu.

    Tolong kasih masukkan ke saya…ya Bapak2. Saya sangat mengharapkan sekali..sebagai Mu’alaf

    Semoga kebaikan Bapak-bapak di Ridhoi Allah Swt. Amin

    Wassalam
    Mu’alaf98

  101. Alam Rasa said

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Senyum dari hati untuk saudaraku PJ dan semua yang ada di Pondok ini.
    Alhamdulillah, karena Allah telah memanggil hati kita semua untuk lebih mengenal-Nya.

    “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS: Al Fath 4).

    Aku ingin berbagi sedikit pemahamanku tentang makna dari Surat Al Anfaal 2:
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.

    Dalam pemahamanku, makna “bergetarlah hati” adalah benar-benar bergetarnya hati, ketika disebut nama Allah. Ini terjadi di luar kesadaran kita, di luar kendali otak. Karena sesunguhnya hati pun dapat mendengar, dengan kemampuan yang luar biasa dan dapat memahami berbagai bahasa. Hati atau hati nurani juga dapat membedakan mana yang benar atau salah. Oleh karena itu, hati nurani juga sering disebut sebagai Guru Sejati.

    Dengan demikian, ilmu ma’rifat adalah ilmu yang terkait erat dengan rahasia hati. Penjelasan tentang ini dapat dibaca dalam buku “Ihya ‘Ulumuddin” (Imam Al Ghazali)dalam bab tentang Rahasia Hati.

    Untuk pertanyaan dari saudaraku Mualaf, aku percaya Kang Asep dan Bpk PJ atau yang lainnya dapat memberi penjelasan yang diperlukan.

    Wassalam

    • asep said

      @Alam Rasa

      Terimakasih atas penjelasannya saudaraku Alam Rasa. Ada pepatah yg mengatakan dari mata turun kehati, tak kenal maka tak cinta. Itu mungkin yg dinamakan Sirr. Dari membaca dua ayat tsb kemudian diyakini dalam hati, sehingga bertambahlah Imamnya. Apabila Iman bertambah maka semakin bertambah pula getaran hatinya.

      Wassalaamu’laikum…

  102. asep said

    Assalamu’laikum…

    Salam kenal saudaraku Mu’alaf. Melihat dari pertanyaan2nya sepertinya andalah yg bisa mencerahkan saya. Jujur saya tidak punya guru, kecuali saya belajar dari saudaraku Pengembara Jiwa dan Saudara2ku yg lainnya di Pondok ini, serta informasi dari berbagai sumber literatur buku.

    Jujur, saya juga baru mengetahui ungkapan dari guru anda yg mengatakan; sebab siapa yang tidak mengetahui akan nafi dan isbat, maka selama hidupnya masih dalam kekufuran walaupun dirinya banyak amal dan ibadah.

    Sungguh suatu hal yg luar biasa dgn pernyataan tsb, maka dari itu saya ingin tahu penjelasan dari anda. Atas segala perhatiannya, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih.

    Wassalamu’alaikum…

  103. asep said

    @Mu’alaf

    Saya tambahkan komentar tsb; saya tidak mau selama hidup masih dalam kekufuran, karena dosa dan kesalahan saya banyak sekali, juga amal dan ibadah saya sangat sedikit sekali. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui Nafi dan Isbat yg Guru anda katakan tsb. Atau saudaraku Pengembara Jiwa atau Saudara2ku yg lainnya untuk menjelaskannya. Tks

    Wassalamu’alaikum…

  104. aldj said

    @Mu’alaf
    Saudaraku Mu’alaf yang tercinta, supaya anda tahu bahwa kita dalam blog ini merupakan satu kesatuan, saling mengisi, saling memberi dan saling membantu. Karena prinsip ini maka saya atas nama kawan2 coba menjawab pertanyaan anda insya Allah bisa sedikit menjelaskan.
    Pertanyaan anda Pertama:Mas Asep sudah pernah ketemu nggak dengan Nabi Muhammad saw. Ini pertanyaan yang aneh mas. Mereka yang lahir pada abad ke 8 pun taka pernah ketemu dengan Rasulullah. Apalagi saudara kita Asep yang lahir di abad 20.
    Pertanyaan Kedua: setidaknya dalam mimpi. Karena saya pernah dengar kata guru ngaji saya bahwa apabila sesorang itu dalam mimpinya telah bertemu dengan Nabi Muhammad saw, minimal 1x apalagi berulang-ulang kali maka ia itu mendapatkan Berkah dari Allah swt setidaknya ia akan mendapatkan syafa’at dari Rosulullah Saw.
    Saya tidak tahu apakah sdr. Asep pernah mimpi Rasulullah atau tidak. Kalau untuk mendapat safaat Rasulullah tidak perlu memimpikan beliau. Cukup dengan menyintai Ahlulbait beliau dengan cinta yang sebenarnya serta mengikuti petunjuk2 mereka. Insya Allah mendapat safaat dari beliau sesuai janji beliau.
    Pertanyaan ketiga :Trus kata guru ngaji saya lagi, bahwa seseorang itu hendaknya masuk dalam islam itu bukan hanya mengucap La ilahaillallah itu dibibir saja, tetapi juga harus mengerti makna dan inti dalam La Ilahaillallah itu. Ada Nafi dan Isbatnya kata Beliau. Tolong dong jelasin ke saya ya….???? apa itu nafi isbat itu.
    Benar kata anda mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan bibir ma’rifat dengan qalbu dan diamalkan dengan perbuatan
    Ilaha yang mana anda nafikan disini. Isbat adalah Allah. Allahu laa syarikalahu ( Laa ilaha illallahu wahdah laa syarikalahu)

    Prtanyaan keempat:pertanyaan saya lagi mas asep, apabila kita sudah mengetahui ttng wilayatullah tetapi tauhid saja kita belum bener lagi… apakah itu bisa dijadikan jaminan bahwa kita akan selamat waktu ajal menjemput dan bagaimana di dalam kubur nanti, mendapatkan siksa atau nikmat??? dan di Ahkirat apakah pasti Selamat juga tanpa melalui proses Neraka.

    Kalau kita telah mengetahui wilayatullah pasti sudah mengerti benar mengenai Tauhid. Karena apabila kita sudah mengtauhid Allah maka harus mengetahui siapa yang mendampinginya/siapa yang harus memegang amanah menjalankan sariatnya.
    Prtanyaan kelima: Mengenai pengertian Tauhid menurut mas Asep saya tidak jawab biar mas Asep
    Pertanyaan keenam:Islam adalah Agama Tauhid tapi seperti apa Mentauhidkan Allah itu..??

    Asyhadu anlaa ilaaha Illallahu wahdahu laa syariikalahu ilahan waahidan ahada fardan shamadan lam yat tahidz shaahibatan walaa waladaan. Bisa juga ditambah dengan Falahul Mulku walahul hamdu Yuhyi wa Yumiitu wa Huwa hayyun laa Yamuutu dstnya
    Pertanyaan ketujuh:Terus ada lagi saya dengar jika Sholatnya saja masih ngambang, lebih banyak ingat ke lain dari pada ke Allah, Sholatnya masih karena harapan pahala dan syurga takut dosa dan neraka, apa bener mereka itu…belum masuk kedalam orang-orang yang bertauhid, bagaimana menurut Mas Asep…???
    Benar demikian. Manusia dalam beribadah kepada Allah ada 3 sifat;
    1. Mereka beribadah karena ada perintah dan larangan mereka2 ini sifat seperti BUDAK.
    2. Mereka2 yang beribadah dengan pamrih sifatnya PEDAGANG
    3. Mereka yang beribadah karena mensyukuri NIKMAT Allah mereka ini orang merdeka (bertauhid). Mudah2an bisa menjelaskan pertanyaan anda. Wasalam
    Saya tidak jawab

  105. aburahat said

    @all
    Maaf saya yang menjawab pertanyaan saudaraku Mu’allaf. Lupa menghapsu nama aidj

  106. aburahat said

    @Mu’allaf
    Apa yang dikatakan oleh orang tua angkat anda mungkin kurang lengkap. Karena mengetahui serta meyakini tidak akan berarti tanpa diamalkan. Wasalam

  107. Pengamat said

    @Aburahat
    Saabaaaaaarrrrrrrrrrrrr…………………………………………
    mungkin orang tua angkat Mu’allaf tidak mau pamer kali…..
    Lha wong amal kok dipamer-pamerkan..hihihi…
    dia hanya ngasih saran pada anak angkat kesayangannya biar tahu, mengerti, meyakini apalagi ya…, ya biar mengamalkan sendiri…
    Gitu aja kok repot…..Hehehehehe………intermezzooo

  108. Alam Rasa said

    Senyum dari hati untuk Bpk PJ dan seluruh saudaraku yang ada di Pondok ini.

    Aku ingin menambahkan beberapa penjelasan dari saudaraku Aburahat sehubungan dengan pertanyaan saudaraku Mualaf.

    1). Perihal Nafi Isbat kita juga perlu mengenal apa yang disebut “PILAR-PILAR TAUHID” (dapat dibaca dalam tulisan saudaraku PJ tentang PILAR-PILAR Tauhid…), yaitu:
    – Tauhidul Af’al (Esa dalam Af’al/perbuatan Allah)
    – Tauhidul Asma’ (Esa dalam Nama Allah)
    – Tauhidus Shifat (Esa dalam Sifat Allah)
    – Tauhiduz Zat (Esa dalam Zat Allah)

    * Laa Ilaha Illa (Nafi atau Tauhid Zat, Sifat dan Asma)
    * Allah (Isbat atau Tauhid Af’al).

    2). Perihal Ma’rifatullah: ya penting dan wajib. Hal ini telah cukup banyak dijelaskan dalam beberapa tulisan yang ada di Pondok ini.

    3). Perihal hubungan tingkatan ilmu dengan kondisi jasadnya setelah mati dan dikubur selama 5 tahun. Pertama yang perlu diluruskan adalah yang dicabut bukan Ruhnya, tapi jiwanya (Pengertian Jiwa dan Ruh juga telah beberapa kali dijelaskan dalam tulisan yang ada di Pondok ini). Sedangkan tentang kondisi jasad setelah dikubur 5 tahun. Pernyataan nomor satu sudah pasti benar (jasad yang dikubur dimakan cacing tanah). Untuk pernyataan selanjutnya, itu tergantung dari pendefinisian kita terhadap tingkatan thariqoh, hakikat dan ma’rifat. Ini perlu penjelasan panjang, karena ilmu ma’rifat bukan ilmu teori semata, tapi perlu difahami melalui pengalaman (dirasakan). Oleh karena itu, sebaiknya kita mempunyai seorang Guru/Mursyid yang benar-benar ahli ma’rifat.

    Demikian, semoga saudaraku Mualaf mendapatkan hidayah dari-Nya. Amien.

  109. truthseeker08 said

    All
    Akal/pikiran Rasa/Qalb adalah instrumen2 penting dan mulia yang Allah berikan kepada manusia. Tidak layak jika kita mendeskreditkan salah satunya.
    Masing2 dr mereka mempunyai fungsi dan peran masing2 dalampencarian dan mendekatkan diri kpd Allah SWT. Kita tidak bisa mengatakan tinggalkan Akal, ataupun tinggalkan rasa.
    Ada banyak tipu muslihat Iblis agar kita meninggalkan salah satunya. Jika Akal terasa mengganggu maka bukanlah esensi Akal yang salah. Akal & Qalb keduanya mendapatkan kemuliaan dg menerima fitrah2 yang akan membimbing kita pada kebenaran. Tugas kita untuk menemukan hakikat keduanya agar dapat mendengarkan dengan jernih suara2 keduanya.
    Jangan lupa keduanya juga dapat dimanipulasi oleh EGO agar menyesatkan kita. Maka salahkan EGO kita, dan jangan salahkan mereka.

    Wassalam

  110. truthseeker08 said

    All
    Tidak mudah berdiskusi bahkan untuk sembarang topik. Terlebih lagi jika topiknya adalah topik yang begitu tinggi dan rumit sebagai blog ini. Kita bersyukur bhw blog ini dimiliki oleh seorang yang bijak sehingga sampai sekarang masih tetap berjalan sebagaimana mestinya (saya sangat menyadari bhw ini sangat sulit, saya pikir kita semua harus juga menyadari itu).
    Dalam segala hal perbedaan pengetahuan/ilmu terlebih lagi maqam, mudah mengakibatkan kesalahpahaman. Jadi sebaiknya kita bersabar dengan pendapat rekan2 kita yang kita anggap aneh, salah ataupun apa saja yg sepertinya bertentangan dg kaidah2 pemahaman kita.
    Semoga kesabaran dan keikhlasan kita memudahkan mengalirnya ilmu.

    Wassalam

  111. Pengamat said

    @ALL….khususnya Tuan truthseeker08

    Benar apa yang dikatakan Tuan truthseeker08 kita tidak boleh mendeskreditkan salah satunya dari Akal/pikiran Rasa/Qalb. semua punya peran masing-masing..TETAPI..
    hehehe… ada tetapinya. dalam perjalanan menuju Kebenaran HAkiki, fungsi peran masing masing instrument itu berlainan ditiap tahap perjalanan.

    Untuk tahap MEmpelajari lahiriah maksud gue ilmu-ilmu syar’i,alqur’an Hadits, ilmu dunia dan lain-lain yang tampak oleh mata, bisa dinalar logika, bisa dirasakan panca indera, AKALlah yang dominan, yang bisa menyerap, menyaring, dan menentukan baik buruk,benar salah……..hati/qolbu yang meyakini, yang meng-Amini..dan mengIMANI……………….

    Akan tetapi (wah sok tahu nich.. dasar tukang omong…..) untuk urusan yang ruhaniah, tidak bisa dinalar oleh akal, tidak bisa ditangkap panca indera lahiriah, Hati/qolbu lah yang bisa menyerap, menyaring dan menentukan, karena Hati/jiwa yang bisa berhubungan langsung dan KENAL dengan penciptaNYA. AKAL masih punya tugas (bukan ditinggalkan loh..) yaitu sebagai pengamat ((ehh..koq spt nickname ku…enda apalah..) dan sebagai alat yang memonitor gerak gerik QOLB yang sukanya molak-malik dari yang baik ke yang jelek dan sebaliknya, Gitu loh…
    sehingga perjalanan Hati/jiwa/qolb bisa dirasakan bisa dilihat sampai sejauh mana oleh akal.

    KARENA PERJALANAN ROHANI YANG BENAR ADALAH DALAM KONDISI SADAR, TERJAGA, AKAL BISA MENGAMATI. tapi hanya mengamati, bukan MENYETIR…

    Jadi saya luruskan (eee…sok tahu lagi…hihihi..) semua instument itu ada fungsinya masing-masing bukan ditinggalkan, bukan dianggap pengganggu…..weleh weleh tahu aja loh…..( biarin emang pengamat tukangnya omong doang…)

    salam cayang semuanya
    Mas PJ mohon maappppp…
    Bye…….

    wassalam
    (katanya kalau pamit harus salam)

    MERDEKA……..!!!!!!

  112. Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu


    @Saudaraku Aburahat, yang selalu tetap setia dalam menapaki perjalanan Ilmu di Pondok PJ ini:smile:)
    @Saudaraku Asep, yang senantiasa mencari titik kebenaran Islam dalam perjalanan Hidup:smile:)
    @Saudaraku Lor Muria, yang Istiqomah dalam Hakikat ke DIAMan-Nya serta bijaksana dalam sikap:smile:)
    @Saudaraku Alam Rasa, yang senantiasa petuah2nya sangat menyejukkan jiwa dan menggetarkan rasa:smile:)
    @Saudaraku Truthseeker08, yang selalu menjaga persatuan dan kedamaian Pondok Pj ini….:smile:)

    Tidak lupa pula saudaraku………………..
    KangBoed, Adi Isa, Toni Boster/Massazdjie yang tetap setia berkunjung ke Pondok ini berserta petuah2nya.:smile:)

    Dan selamat datang pula ku ucapkan kepada Saudara @Tukang Contek dan @Mu’alaf di pondok PJ ini…
    Serta saudara @Pengamat yang dirahmati dalam Kasih Sayang Allah Swt… (o..ya, salam dari Pantura…:smile:).

    Bismillaahirrohmaanirrohiiim………..
    Bismillaahi Maa Syaa Allah, Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim….
    Allaahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Aalihi Sayyidina Muhammad Fii kulli Lamhatiwwanafasin Bi ‘Ada di kulli ma’luumilak.

    Lautan Ilmu Allah Swt yang sangat….sangat…sangat luas sekali, Dalam ke Agungan-Nya tersimpan rapi di dalam Perbendaharaan Ilmu Allah yang Qodim. Dan apa2 yang ada dalam kehidupan ini tiada yang sia2 Semuanya mengandung makna dan Hikmah yang terangkum dalam 30 Juz Al-Qur’an sebagai manifestasi/kenyataan dari Hakikat-hakikat yang tersirat diseluruh sekalian Alam. Lalu kemudian Hakikat-Hakikat seluruh sekalian Alam itu tersimpulkan menjadi satu Hakikat Kehidupan dan Hakikat Kehidupan itu adalah “LAA ILAAHA ILLALLAAH”.

    Allaahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Walillaahil Hamd’

    “LAA ILAAHA ILLALLAH” adalah Kalimah Tauhid, yang Nur di dalamnya memancarakan Cahaya yang terang benderang, Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Ilmu Allah yang Maha Luas meliputi tiap2 segala sesuatu lalu terhimpun di dalam Syari’at Ilmul Yaqiin, Thoriqoh Ainul Yaqiin, Haqiqoh Haqqul Yaqiin dan Ma’rifat Kamalul Yaqiin.

    Dengan Ilmu yang dicerna oleh Akal akan menumbuhkan Pemahaman ttng “Syari’at”
    kemudian Akal tunduk kepada Hati yang tawadhu kepada Allah akan membuka jalan2 “Thoriqoh” menuju “ALLAH”
    Lalu Hati bergetar tatkala “ALLAH” telah Nyata dalam Pandangan Bathin(Musyahadah) akan “Haqiqoh”
    Dan Kemudian “KESADARAN” akan diri dan yang mengadakan diri telah tumbuh dalam “Ma’rifat”

    “AWALUDDIN MA”RIFATULLAH” = “Awal Agama Mengenal akan Allah”
    Mengenal tidak hanya sebatas Tulisan dan Nama, tetapi, dikatakan mengenal itu adalah bertemu dengan siapa yang dikenal. Bertemu dalam bahasa Ma’rifat yaitu *MERASAKAN DALAM KESADARAN PENUH KEHADIRAN ALLAH*.
    Bukan Menghadirkan Allah…….,
    tetapi MENYADARI dengan sebenar2nya KESADARAN bahwa ALLAH senantiasa HADIR dari awal tiada bepermulaan dan sampai akhir tiada berkesudahan.

    *Bersambung…………………………….*

    • den aryo said

      menarik sekali ulasan mas pengembara jiwa,dan sy sangat setuju bahwa masing2 diri harus mengenal,merasakan dalam kesadaran kehadiran allah..krn dengan benar benar mengenal akan timbul rasa cinta yg mendalam..mustahil seseorang cinta allah tanpa mengenal siapa sebenarnya allah..selama ini yg dikenal kebanyakan orng hanya sekedar nama dan nama itupun hasil karya manusia.krn hanya mengenal nama,yg terjadi adalah mereka berlomba lomba memperbanyak menyebut nama dan kalo mrk sadari tidak ada kebaikan apa apa yg bisa dipetik oleh dirinya apalagi orang lain..bahkan sering kita saksikan banyak pengrusakan dimuka bumi dengan menyebut nama allah..jadi hanya dengan mengenal dgn sebenar benarnya ,maka akan tercipta nuansa kasih dan sayang,sebagai pengejewantahan dari AR RAHMAN-AR RAHIM…

  113. aburahat said

    @All
    Dalam menuju ma’rafat ada dua kelompok
    Kelompok Pertama mereka yang disebut ABID. Mereka ini biasa mendapat ilmu LADUNI. Mereka ini mendekatkan diri hanya dengan ibadah
    Kelompok kedua adalah disamping ibadah juga dengan Ilmu/Akal yang sering disebut dalam Alqur’an dengan Ulul Ilm, Ulul Albab dan Rasyidin
    Surah Shaad
    45. Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.
    Surah Almaidah
    58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal
    Surah Az Zumar
    21. Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Wasalam

  114. aburahat said

    @Pj
    Terima kasih atas penghargaan saudaraku pada saya. Puji dan syukur hanya kepada Allah yang memiliki segala Ilmu. Laa Ilman lana illa min Rabbi. Laa ilaha illa hua Alimul ghaib wa syahadati. Wasalam

  115. asep said

    @All

    Alhamdulillahirabbil’alamin, tiada kata yg dapat saya ucapkan kecuali puji dan syukur kehadirat Allah swt atas semua limpahan Rakhmat dan Karunia-Nya.

    Terimakasih khususnya kepada sdku Aburahat yg telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam menjawab semua pertanyaan dari sdrku Mu’alaf dan sdrku Alam Rasa yg telah menambahkan, sehingga saya mengerti apa yg dinamakan Nafi dan Isbat.

    Terimakasih juga saya ucapkan kepada sdrku Pengembara Jiwa dan Saudara2ku lainnya yang telah memberikan nasihat, waktu dan tempatnya di Pondok yg penuh berkah ini untuk belajar dan menimba ilmu mengenai Ma’rifatullah. Semoga Allh swt melipatgandakan semua amal dan ibadahnya, amin.

    Menurut pemahaman saya yg awam (masih belajar) mengenai Ma’rifatullah diantara Syari’at, Tharikat dan Hakikat adalah satu kesatuan. Ma’rifatullah adalah sebagai dasar/landasan ketiga tingatan/maqam tsb, maka dari itu ada istilah Awwaluddin Ma’rifatullah = Syahadat/Musyahadah/Penyaksian.

    Dengan kata lain bahwa ke-tiga maqam/tingkatan itu adalah sbb:
    1. Syari’at = Akal/’Ilm al-Yaqin/Hukum Allah/Fiqih.
    2. Tharikat = Jasad/Jiwa/Lahir/’Ain al-Yaqin/Riyadhah.
    3. Hakikat = Rukh/Qalb/Bathin/Haqq al-Yaqin/Mukasyafah.

    Seorang Muslim apabila telah menjalankan Syari’at, tentu saja dia juga secara otomatis telah menjalankan Tharikat dan Hakikat. Cuman yg membedakannya adalah kadar Ilmu dan ke-Iman-an seseorang. Ada yg sadar dan ada yg tidak menyadari apa yg ia lakukan. Padahal ia telah melakukan ke-tiga tingkatan/maqam Ma’rifatullah tsb. Maka dari itu diperlukan seorang Mursyid/Guru yg membimbingnya untuk mencapai kesempurnaan maqam Ma’rifatullah tsb.

    Nah, yg menjadi masalah adalah mencari seorang Mursyid/Guru yg pantas menjadi pembimbing. Mungkin Saudara2ku yg lainnya dapat menunjukkan sifat2 dan karakter2 yg dapat dijadikan sebagai seorang Mursyid/Guru tsb.

    Apabila ada yg salah dari penjelasan tsb tolong dikoreksi. Jadi saya bisa intropeksi diri. Tks

    Wassalamu’alaikum…

  116. aburahat said

    @Asep
    Suadaraku, anda tidak perlu ragu atas Rakhmat dan NikmatNya. Tidak perlu anda mencari Mursid sebagai pembimbing. Kalau sudah waktunya Allah yang akan membimbing anda kepada Mursid sesuai Ia kehendaki. Yang penting anda berusaha membersihkan diri dari najis bathin serta bertawakal secara total tanpa ada kecuali. Insya Allah, Allah akan memberi petunjuk/jalan pada anda apa yang harus anda laksanakan. Membersihkan dari najis bathin anda mengetahui. Yang berat adalah tawakal. Wasalam

    • asep said

      @Aburahat

      Terimakasih atas nasihatnya, saya akan terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah swt untuk mendapatkan seorang Mursyid yg sesuai dengan kehendak-Nya. Mohon do’a dan restunya ya.

      Wassalamu’alaikum…

      • truthseeker08 said

        Betul kang Asep mursyid yang menurut kehendak-Nya.
        Sering kita sudah menentukan kriteria kita sendiri.
        yang pada kenyataannya, kriteria2 tsb akan menjadi hijab.

        Wssalam

  117. lor Muria said

    Banyak orang merasa bisa, merasa tahu, merasa mumpuni dengan ilmu yang dimilikinya. Mereka sudah merasa cukup dengan bekal ibadah dan ilmunya untuk berangkan menghadap Sang Khaliq. Ibadah dan ilmunya dirasa sudah cukup sebagai jaminan keselamatan dirinya ketika sang diri ini dipanggil, ketika sang diri ini diambil malaikat maut.
    Mereka lupa…lupaa.. bahwa semua itu belumlah cukup untuk melewati sakaratul maut, melewati alam kubur dan neraka. Ibadah dan ilmu(pengetahuan dari wacana) kita memang sebagai bekal kita ketika kita masuk alam Mizan kelak, itupun belum tentu menjamin keselamatan diri, tergantung berat timbangannya.

    Mereka LUPA ketika sakaratul maut mau menjemput, mulut kita sudah dikunci, akal kita sudah diambil, tapi diri ini masih sadar walau sekarat, masih bisa menyaksikan dua alam, nyata dan bathin yawa belum sampai tenggorokan. Ibadah yang kita kerjakan tidak bisa menolong diri, ilmupun tidak bisa membantu. Siapakah yang bisa membantu..???????!!!!!!!

    Hanya diri yang Ikhlas, jiwa yang suci yang muthma’inah, jiwa yang PASRAH dalam keDIAMan-NYA, jiwa yang bertaubat, dan jiwa yang “HIDUP” yang diliputi oleh NURILAHI dengan kesadaran RUHUL QUDDUS, dia yang bersyahadat sepanjang waktu dan masa. seluruh anggota raga dan jiwa ikut bersyahadat.

    Sudahkah kita mempunyai diri dan jiwa seperti itu, sudahkah jiwa kita Muthma’inah.?????
    Semua itu tanyakan pada diri masing-masing, tanyakan pada SUARA HATI, suara HATI NURANI, KARNA DIA TIDAK PERNAH BOHONG. dia selalu tunduk pada RUH yang hidup dan Suci.Ruhlah yang menyetir Suara Hati/Hati Nurani. bukan ilmu dan akal yang menyetir hati nurani.
    Sudahkah…..Sudahkah….??????

    Mari kita tanyakan pada Suara Hati Kita, suara Hati Nurani, DIRI yang Sejati…..
    Mari kita berangkat bersama-sama mencapai jiwa yang Muthma’inah yang Ridho dan diRidhoi sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang selamat, orang-orang yang dipanggil bertemu menghadap SAng Khaliq.

    DAn itu semua tidak bisa dicapai tanpa seorang guru/Mursyid atas ijin ALLAH. Ilmu (wacana) tidak bisa sebagai pemandu karna kita tidak bisa bertanya pada ilmu. ROsulullah pun punya Mursyid Malaikat JIbril. ABubakar Assidiq dan Imam ALI bermursyid pada Rasulullah. dan Nabi Musa juga berMursyid kepada nabi Khidir (untuk urusan Ruhani). Apakah kita tidak mau mengikuti mereka. apakah dengan ilmu kita merasa sudah lebih dari mereka….??????????
    Mursyid adalah pewaris nabi untuk urusan Rohaniah, sedang Ulama adalah pewaris urusan Syar’i disamping juga ada yang berpangkat Mursyid.

    Semua bisa dijawab oleh suara hati kita masing-masing, suara hati nurani.

    Maaf mbah PJ, terlalu banyak komentar kalau ada yang salah mohon koreksinya

    Salam SAyang dalam RahmatNYA
    menuju kedalam jiwa yang tenang
    Jiwa yang Muthma’inah
    wassalam..

    catt: Semua itu kita telah dan terus menjalankan syariat Islam sesuai petunjuk Alqur’an dan Sunnah.

  118. Tukang Contek said

    Heiii…….umurmu kan udah 17 tahun, kamu nggak sekolah..??? Truss …dari mana kamu mau dapat ilmu kalo kamu nggak sekolah….
    Jawab : Mending begini aja dah…enak, nggak perlu susah-susah pergi ke sekolah buang-buang waktu. Kan aku udah beli buku, baca buku, yang penting aku ngak nakal lah… pasti tinggi aku ilmu yang kudapat dari pada gurumu yang disekolah. Lagian juga, kalau memang sudah ada jalannya, pasti ada aja tuh..Guru yang mau ajarin kita, walau kita tidak mencarinya. Jadi mendingan kita duduk manis aja, diam-diam nggak usah kemana-kemana baca buku aja…udah cukup.

    Lho…katanya Rosu kan disuruh menuntut Ilmu?,menuntut ilmu kan Wajib? yang namanya menuntut ilmu kan harus ada orang yang mngajarkan. Kata Rosul, kalau belajar tidak ada gurunya, maka Syetan Gurunya (iiiiiii taaatutt)

    Jawab : terserah aku dah…kamu nggak usah ngurusin aku..TITIK!!! biar aja aku begini TITIK!!! dan tau apa kamu TITIK!!!

  119. aburahat said

    @Lor Muria & Tukang contek
    Alhamdulillah terima kasih atas pencerahan. Itulah gunanya berteman.
    Kita masing2 cara beribadah untuk mendapat keridhaan Allah berbeda. Stiap orang yang menutut ilmu harus punya GURU. Begitu juga guru tentu punya GURU dan seterusnya sampai ke Rasulullah. Ada yang belajar melalui PINTU ilmu untuk masuk ke gudang Ilmu ada yang tidak melalui pintunya (tidak tau melalui mana apakah jendela, membobol diding untuk masuk tidak tau). Tentu ada bedanya orang yang mencari ilmu melalui pintunya ilmu dan bukan melalui pintunya.
    Seorang Mursid yang akan kita berguru/ meminta bimbingannya,kalau saya akan mencari tau, apakah ilmu yang si Mursid miliki didapat melalui pintu Ilmu atau tidak? Pada zaman sekarang sangat susah untuk mendapat Mursid yang ilmunya didapat melalui pintu ilmu. Saya sangat heran masih saja ad teman2 dipondok ini menafsirkan tawakal sangat negatif.
    TAWAKAL bukan berarti diam. Apakah diam dan bergerak/berusaha kita yang tentukan? Tidak. Apabila Allah berkehendak selama anda hidup berkeliling Dunia untuk mencari Mursid. Kalau Allah tidak berkendak, walaupun anda memiliki Emas setinggi gunung Himalaya
    anda2 akan tidak berkeliling mencari Mursid. Wasalam

    • asep said

      @Aburahat

      Yang anda maksudkan mungkin sabda Nabi saw dlm haditsnya:

      “Aku adalah gudang ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya”

      Hadits ini mengisyaratkan kepada seorang Muslim untuk mencari Mursyid haruslah melalui pintu ilmu, maka akan sampai silsilahnya kepada gudangnya ilmu, sehingga akan terbukalah tirai hijab Hakikat Kebenaran Sejati yaitu Pemilik Ilmu (Allah swt).

      Wassalamu’alaikum…

  120. lor Muria said

    Sungguh…sungguh..Benar kenyataannya. Semua yang selain ALLAH “bisa” menjadikan hijab bagi DIRI dengan RABnya.Baik itu berupa dunia dengan segala isinya, akherat dengan segala isinya dan seluruh alam dengan penghuninya, Bahkan ilmupun (pengetahuan yang didapat dari wacana) juga “dapat” menjadi hijab. karena semua itu adalah sarana/alat untuk mencapai Haqiqatul Ma’rifat (bukan pengetahuan Ma’rifat) sehingga sampailah pada Ma’rifatul Ma’rifat, Ma’rifat yang Kamil.

    Selama kita masih dalam perjalanan, dalam sarana/alat, belum meraih Haqiqotul Ma’rifat, kita belum bisa mengetahui suatu kebenaran dengan NYATA, baru memahami pengetahuan belum membuktikannya dalam wujud nyata.==Baca dipostingan TATKALA SEGALA RAHASIA TERUNGKAP.

    @Aburahat
    Oleh karena itu arti kata DIAM menurut saudara berlainan dengan yang saya maksud. Kata DIAM (dengan huruf besar) maksudnya DIAM menurut orang2 Arifbillah, yaitu
    Allah itu “ADA”………..(GERAK)
    Hamba itu “TIDAK ADA”………..(DIAM)
    pada Hakikatnya Diri itu “TIDAK ADA”/”KOSONG”/”MATI”/DIAM”.
    Hamba berada pada Maqom “LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH….”
    Sedangkan Allah berada pada Maqom “LAA ILAAHA ILLALLAH”
    ==lengkapnya baca dipostingan DIAM dengan penjelasannya===

    Janganlah kita berhenti diperjalanan, marilah kita lanjutkan perjalanan yang masih panjang ini. Yang kita cari bukanlah pintu ilmu, bukan gudang ilmu bahkan bukan ilmu itu sendiri, tetapi Sang Pemilik ilmu itu yang kita “cari”.
    Kalau berhenti pada ilmu MA’rifat belumlah kita sampai. Kita telah sampai kalau kita telah “LEBUR” dan “MENYATU” dalam kesatuan Haqiqotul Ma’rifat, hingga sampai Ma’rifatul Ma’rifat, Ma’rifat yang kamil.

    Saudara Aburahat tolong diulas disini maksud saudara pintu ilmu dan gudang ilmu itu seperti apa, agar kita yang disini menjadi mengerti istilah tersebut.

    Wassalam

  121. aburahat said

    @lor Muria
    Terima kasih atas tanggapan anda. Dalam mengajukan tanggapan saya selalu ingin brdiskusi dan bukan menjustified. Saya mengerti mengenai Diam yang anda maksudkan. Tetapi yang saya bahas bukan diamnya tapi TAWAKAL. Sebab ada yang menafsir TAWAKAL sebagai tindakan yang PASRAH. Tetapi diam dalam Tharegah seperti anda maksud itu benar dan saya tdk perlu komentar. Seirama dengan diam para Aribillah juga mengatakan yang DISEMBAHYANGI DAN YANG MENYEBAHYANGI ADALAH SATu

    Dan mengenai Gudang/kota Ilmu dan pintunya
    Rasul bersabda:
    1. Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya, siapa yang hendak memasuki kota ilmu harus melalui pintunya (Rasyfatu Ash=Shaadi 80)
    2.Aku kota ilmu dan Ali pintunya, tidak sepatutnya rumah didatangi kecuali melalui pintunya. ( Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Jabir b. Abdillah al-Anshari ra dll dlm Faidul Qadir I/40-47)
    Imam Ali adalah perantara tunggal ilmu Nabi SAWW. Barangsiapa masuk kekota ilmu melalui pintunya ia akan sampai ketujuannya, sedangkan yang berusaha tidak melalui pintunya ia akan tersesat jalan petunjuknya.(Faidhul Qadir I/40-47)
    Berdasarkan Hadits tersebut maka menurut saya setiap kita mau pelajari ilmu yang dimiliki Rasulullah harus melalui Imam Ali dan keturunannya Ahlulbait Nabi, karna mereka adalah hamba2 Allah yang telah disucikan dan berhak mewarisi Ilmu2 Rasul maupun Alqur’an.
    Ini yang dimaksudkan sdr Asep ma’riafat Wilayatullah. Karena pusat ma’rifat ada dimereka.
    Maaf Lor Muria. Ini merupakan pegangan saya dalam menutut ilmu yang Allah titipkan pada Rasulullah SAWW
    Bagi mereka yang tidak sealiran dengan saya adalah hak mereka dengan prinsip “Lana a’malana wa lakum a’malakum laa hujjatan bainakum.
    Tetapi apabila untuk diskusi silahkan kita sama2 sedang belajar. Wasalam

    • asep said

      @Aburahat

      Alhamdulillahirabbil’alamin, terimakasih atas penjelasannya. Kebenaran tidaklah dua, kebenaran hanyalah satu, karena Allah SWT adalah Esa dengan segala Nama, Sifat, Zat dan Perbuatan-Nya. Sudah sangat jelas dlm hadits2 tsb bahwa Imam Ali adalah pewaris tunggal ilmu Nabi SAW yg merupakan Wilayatullah.

      Begitu pula kita dalam memahami Ilmu Syari’at, Ilmu Tharikat dan Ilmu Hakikat. Ke-tiga Ilmu itu bersatu kedalam Ilmu Ma’rifatullah yang bersandarkan pada Wilayatullah tsb.

      Wassalaamu’alaikum…

  122. aburahat said

    @Asep
    Benar sekali. Muda2an diskusi kita ini kunci pembuka menuju ke tujuan yang anda kehendaki. Wasalam

  123. Bismillaahirrohmaanirrohiiim………..
    Bismillaahi Maa Syaa Allah, Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim….
    Allaahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Aalihi Sayyidina Muhammad Fii kulli Lamhatiwwanafasin Bi ‘Ada di kulli ma’luumilak.

    Lautan Ilmu Allah Swt yang sangat….sangat…sangat luas sekali, Dalam ke Agungan-Nya tersimpan rapi di dalam Perbendaharaan Ilmu Allah yang Qodim. Dan apa2 yang ada dalam kehidupan ini tiada yang sia2 Semuanya mengandung makna dan Hikmah yang terangkum dalam 30 Juz Al-Qur’an sebagai manifestasi/kenyataan dari Hakikat-hakikat yang tersirat diseluruh sekalian Alam. Lalu kemudian Hakikat-Hakikat seluruh sekalian Alam itu tersimpulkan menjadi satu Hakikat Kehidupan dan Hakikat Kehidupan itu adalah “LAA ILAAHA ILLALLAAH”.

    Allaahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Walillaahil Hamd’

    “LAA ILAAHA ILLALLAH” adalah Kalimah Tauhid, yang Nur di dalamnya memancarakan Cahaya yang terang benderang, Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Ilmu Allah yang Maha Luas meliputi tiap2 segala sesuatu lalu terhimpun di dalam Syari’at Ilmul Yaqiin, Thoriqoh Ainul Yaqiin, Haqiqoh Haqqul Yaqiin dan Ma’rifat Kamalul Yaqiin.

    Dengan Ilmu yang dicerna oleh Akal akan menumbuhkan Pemahaman ttng “Syari’at”
    kemudian Akal tunduk kepada Hati yang tawadhu kepada Allah akan membuka jalan2 “Thoriqoh” menuju “ALLAH”
    Lalu Hati bergetar tatkala “ALLAH” telah Nyata dalam Pandangan Bathin(Musyahadah) akan “Haqiqoh”
    Dan Kemudian “KESADARAN” akan diri dan yang mengadakan diri telah tumbuh dalam “Ma’rifat”

    “AWALUDDIN MA”RIFATULLAH” = “Awal Agama Mengenal akan Allah”
    Mengenal tidak hanya sebatas Tulisan dan Nama, tetapi, dikatakan mengenal itu adalah bertemu dengan siapa yang dikenal. Bertemu dalam bahasa Ma’rifat yaitu *MERASAKAN DALAM KESADARAN PENUH KEHADIRAN ALLAH*.
    Bukan Menghadirkan Allah…….,
    tetapi MENYADARI dengan sebenar2nya KESADARAN bahwa ALLAH senantiasa HADIR dari awal tiada bepermulaan dan sampai akhir tiada berkesudahan.

    Jika menghadirkan Allah, maka HARAM lah…hukumnya, karena menghadirkan itu PASTI sesuatu yang jauh.
    Jika Menyadari akan kehadiran Allah yang senantiasa Hadir, Maka itu lah MA”RIFATULLAH yang sesungguhnya, karena Allah tidaklah jauh melainkan dekat. “Jika ada yang bertanya kepadamu tentang AKU(Allah), katakan bahwa AKU dekat!!!”

    Lalu bagaimana dengan menyadari akan kehadiran Allah itu…???
    Tentu di awali dengan menuntut ILMU MA’RIFATULLAH, lalu kemudian di benarkan dengan HATI dan merasakan dalam JIWA lalu datanglah KESADARAN. “Man Lam Yazuq Lam Ya’rif” (Barangsiapa yang belum Merasakan, maka belumlah dikatakan mengenal)

    Di dalam beberapa Kitab Tasawuf khususnya di Daerah tempat saya tinggal, tertulis “Barang siapa mengeluarkan NAFAS, tiada disertai dengan “INGAT” ALLAH, maka matinya seperti binatang, bukan SAPI melainkan BABI”. “INGAT” di sini adalah Ingat yang sebenar2nya Ingat, bukan Ingat sebagaimana Manusia mengingat sesuatu. Syech Djamaluddin Surgi Mufti Bin Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari bin Abdullah Lok Gabang bin Abu Bakar bin Sultan Sayyid Abdurrasyid Mindanau bin Abdullah Filiphin bin Abu Bakar Al-Hindi bin Ahmad Ash-Shalaibiyyah bin Husain bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al-Idrus Al-Akbar bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Saqof bin Muhammad Mawla Dawillah bin Ali Shahib Ad-Dark bin Alwi Al-Ghayur bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam bin Al-Faqih Nuruddin bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Kholiqul Qasam bin Alwi bin Muhammad Mawla Sama’ah bin Alwi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir (Imam Al-Muhajir Ahmad) bin Isa Ar-Rum bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uradhy (Araidhy) bin Jafar Ash Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin Bin Sayyidina Husein ra. bin Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah mengatakan bahwa : “Barangsiapa berzikir/ingat, maka zikirnya/ingatnya itu HARAM. Semakin banyak berzikir semakin banyak HARAMnya, semakin banyak lagi berzikir maka semakin banyak lagi HARAMnya”.

    Karenanya sangat………sangat…..sangat penting sekali Ma’rifatullah itu, agar dapat masuk dalam INGAT yang sebenar2nya INGAT di setiap tarikan dan hembusan nafas. Sehingga apabila ajal menjemput tidak termasuk “Ulaa ikal An’aam/Mereka itu seperti binatang”. Ma’rifatullah yang dimaksud adalah Ma’rifat yang sebenar2nya Ma’rifat, yang telah tumbuh kesadaran pada diri karena telah satu dalam RASA dan berada dalam ke DIAM an-Nya.

    Lenyap segala pandangan ZAHIR lebur ke dalam pandangan BATHIN, menjadi satu dalam IHSAN. IHSAN itu INTI dari SHOLAT yaitu LIQO’ ALLAH

    Kesimpulan :
    Jika tidak menyelam ke dalam ILMU MA’RIFATULLAH maka HATI akan BUTA dari INGAT akan ALLAH. Karena NAFASnya tiada “serta” ZIKIR ALLAH. Lalu RASA dan KESADARAN akan HADIRnya ALLAH, semu dan Fatamorgana. Bagaimana bisa dikatakan ber TAUHID..??? Walau banyaknya Ayat yang telah di hafal, walau banyaknya Hadits yang dikuasai, walau banyaknya amal ibadah, walau tingginya GELAR dan TITEL semuanya itu…menjadi HAMPA tanpa TAUHID.

    Dan ketika seseorang telah menyelam di dalam ILMU MA’RIFATULLAH, maka HATI akan MELIHAT ALLAH, melalui Sirr yang ada pada dirinya dan ZIKIR ALLAH senantiasa “serta” naik turun NAFASnya di setiap detik. Lalu mengalir lah RASA dan tumbuhlah KESADARAN akan ALLAH senantiasa HADIR dan MELIPUTI. Dekat tiada bersentuh, jauh tiada berjarak dan NYATA se NYATA-NYATAnya. Maka mereka itulah yang benar TAUHID nya sehingga…Banyaknya Ayat yang dihafal, Banyaknya Haadits yang dikuasai, amal dan ibadah yang dilakukan menjadi Hikmah yang sangat baik bagi dirinya. Dan adakah keberuntungan selain mereka itu…??? Dan Bukankah Allah telah berfirman : “Alam Nasyroh laka Sodrok” (Apakah belum KU bukakan Dadamu…???).

    “Bersambung…………………….*

    • asep said

      @Pengembarajiwa

      Alhamdulillahirabbil’alamin, sungguh suatu nasihat dan bimbingan yg benar2 mencerahkan. Sehingga saya lebih MERASAKAN DALAM KESADARAN PENUH KEHADIRAN ALLAH didalam setiap DIAM dan GERAKnya kehidupan diantara turun dan naiknya NAFAS yg selalu disertai DZIKIR (ingat) kepada ALLAH SWT. Dan nampaklah kehadiran ALLAH SWT meliputi segala sesuatu. Terimakasih atas nasihat2 dan bimbingannya, semoga ALLAH SWT melipatgandakan segala amal dan ibadahnya. Amin Yaa Arhamarraahimiin.

      Wassalamu’alaikum…

  124. aburahat said

    @PJ
    Subhanallah.. Masya Allah….Allahu Akabar. Shadaqqallahu Adhiim….
    Shahih.
    Tanpa Ilmu ma’rifat kita akan sesat.Anda menyapaikan kata2 sangat barharga dari Syech Alabanjari serta silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAWW melalui Syaidati Nisa’lil Alamin Syadati Fatimah A’zzarah. Alhamdulillah puji Syukur hanya kepada Allah bahwa saya telah mengenal siapa anda. Dan tidak ada keraguan dalam hati saya. Karena anda mendapat ilmu melalui pintu kota ilmu. Sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah Rabbal Alamin, Tuhan alam semesta Pemilik Ilmu yang Gaib maupun Yang Nyata. Amin, Wasalam

  125. hendi said

    assalamualaikum
    segala puji untuk Alloh yang maha agung lagi mulia maha pencipta dan pemelihara yang maha mencintai lagi setia yang menguasai hari pembalasan yang maha tinggi lagi memperhatikan yang maha pengasih dan penyayang memujilah kita kepadaNya subhanalloh subhanalloh subhanalloh walhamdulillah walailahaillalloh huallohuakbar
    solawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk nabi muhamad yang menjadi suritoladan yang baik
    salam hormatku untuk pak pj yang di rahmati dan di muliakan Alloh
    salam sejahtera untuk semuanya yang da di pondok ini
    mf pak pj benarkah yang di katakan syech djamaludin surgi mufti bahwa “Barangsiapa berzikir/ingat, maka zikirnya/ingatnya itu HARAM. Semakin banyak berzikir semakin banyak HARAMnya, semakin banyak lagi berzikir maka semakin banyak lagi HARAMnya”.siapa yang berzikir dan berzikir pada siapa yang di maksud syech djamaludin??kiranya pak pj mau memberikan pencerahan lg tentang ini.trimakasih salam hormatku
    wasalamualaikum

    • @Mas Hendi

      Wa’alaikum salam Wr,Wb.

      Mas Hendi yang semoga di tetapkan dalam Iman dan Yaqin dalam berjalan menuju kepada Allah Swt….

      Adapun yang dimaksud : ““Barangsiapa berzikir/ingat, maka zikirnya/ingatnya itu HARAM. Semakin banyak berzikir semakin banyak HARAMnya, semakin banyak lagi berzikir maka semakin banyak lagi HARAMnya” adalah…..

      Apabila sang Diri merasa ada daya upaya untuk berzikir/mengingat kepada Allah, sungguh diri ini tak dapat berzikir/mengingat tanpa Rahmat dan pertolongan-Nya didalam Cinta Kasih-Nya. Begitupun juga sang Diri ini tiada dapat ber Ma’rifat/Mengenal akan Allah, semuanya hanya karena Rahmat, Anugrah, Berkah dan pertolongan Allah semata sehingga dapat mengenal akan Allah. Sebagaimana Rosulullah Saw bersabda : “Aroftu Robbii bi Robbii” (Aku mengenal akan Tuhanku dengan Tuhanku jua).

      Karenanya…..tetaplah menuntut ILMU dan Mengabdi kepada Allah, tetapi jangan lupa untuk selalu bertawakkal/berserah diri kepada Allah. Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho dalam setiap melangkah di dalam kehidupan ini.

      Wassalam.

      • hendi said

        em…aku jd tambah bingung..???

        tp aku akan mengingat nasihat pak pj (tetaplah menuntut ILMU dan Mengabdi kepada Allah, tetapi jangan lupa untuk selalu bertawakkal/berserah diri kepada Allah. Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho dalam setiap melangkah di dalam kehidupan ini.)
        salam hormatku untuk bapak
        trimakasih

      • asep said

        @Hendi

        Ma’af Sdrku PJ, saya mencoba menjelaskan kepada Sdrku Hendi maksudnya:

        “Barangsiapa berzikir/ingat, maka zikirnya/ingatnya itu HARAM…”

        Menurut saya adalah apabila kita berzikir/ingat karena ke-aku-an (ego) masih ada dalam diri, berarti zikirnya karena pamrih, maka zikirnya haram.

        Semoga anda berkenan.

        Wassalamu’alaikum…

      • hendi said

        masyaalloh
        astohfirulloh haladzim
        maha suci Engkau ya Alloh dari sifat2 yang buruk
        pak asep salam hormatku untuk bapak jg untuk pak pj untuk bapak2 yang da di pondok ini salam hormatku tuk kalian semua sungguh hendi mengagumi kalian yang sudah bisa begitu dekat mengenali Tuhan yang maha suci dari sifat2 buruk.sekiranya di izinkan hendi ingin bisa belajar dari kalian semua dlm mengenali Tuhan.
        pak asep apakah Alloh yang mengharamkan zikirnya tersebut???jk iya…
        bagaimana nasib kami yang awam dan bodoh ini..
        bagaimana nasib kami yang blm mengerti ilmu tauhid dan marifat
        bagaimana nasib kami yang mengharapkan ampunan dan rahmatNya..
        semoga bukan Alloh yang mengharamkannya
        ampuni hamba yang masih seperti ini ya Alloh semoga hamba bisa lebih mengenal Engkau di sini,amin. segala puji bagi Engkau yang maha sempurna sifat baiknya.
        pak asep pak pj berilah hendi pencerahan tentang ini andai kalian tau ini membuat hendi menangis.salam hormatku untuk kalian
        terimakasih

    • lor Muria said

      @Hendi
      Ijin ikut nambahin mbah….

      Maksud “Barangsiapa berzikir/ingat, maka zikirnya/ingatnya itu HARAM. Semakin banyak berzikir semakin banyak HARAMnya, semakin banyak lagi berzikir maka semakin banyak lagi HARAMnya”, adalah…
      Seperti yang dijelaskan mbah PJ, disambung Kang Asep, dan juga Ikhwan Aburahat…Jelasnya itu adalah Hakikat dari LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLABILLAH..
      Bahwa semua gerak dan diam kita adalah GERAK dan DIAMNYA. Tidak ada daya dan upaya kita untuk bisa mengucap zikir, merasakan getaran zikir, bahkan kesadaran diri sedang berzikir, semua itu adalah karena RahmatNYA karena digerakkanNYA karena pertolonganNYA. bukan kita ada-adakan. Selama masih kita ada-adakan berarti masih dengan Ego kita.

      Tetapi untuk TAHAP AWAL melangkah berzikir memang kita harus dengan sengaja,
      Akal menyuruh lisan berzikir,kemudian turun merasuk keHati, hingga timbullah GETARAN ZIKIR dalam hati dst….

      Itu semua menunjukkan Kunci utama/tiket untuk ber Ma’rifat adalah dengan kesadaran LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLABILLAH..berbekal IKHLAS dengan kendaraan CINTA, berbahan bakar SABAR, melewati jalan TAWAKKAL yang akhirnya sampai keterminal RIDHO. Diterminal RIDHO kita dijemput YANG MERIDHOI dikalungi bunga JIWA MUTHMA’INAH dikumpulkan fii’ibadih fathuliljannati….
      wassalam………………………………………………………….

  126. Gama said

    Alhamdulillah ……..
    Sangat menarik pembicaraan Saudaraku semua ……….sangat indah !!!
    Semua ini hanya untuk kaum yang sedikit !!!!!
    Aku adalah rahasia hidup !!!!
    Salam hormat untuk Saudaraku Pengembara Jiwa yg menyediakan tempat ini,Lor Muria,Abuharat,Asep,Alam Rasa,Tukang Contek,Truth Seeker08,Dan semuanya yang sharing di padepokan nya PJ.
    Wassalam,

  127. lor Muria said

    Subhanallah….Alhamdulillah…Walaa ilaaha illa-Allah..Allahu Akbar.
    Akhirnya Happy ending….

    Puji-pujian hanya bagi ALLAH semata…

    Terima kasih semuanya..
    Terima kasih mas PJ…
    Semoga kita tetap dalam ke DIAMan-NYA
    dan bergerak dalam GERAKan-NYA
    Salam Taklim,
    Salam Hormat
    dalam RASA SEJATI

    Satu RASA untuk semua
    Semua untuk satu RASA
    “LAA ILAAHA ILLALLAH”


  128. @Saudaraku Lor Muria
    @Saudaraku Aburahat
    @Saudaraku Asep
    @Saudaraku Gama
    @Saudaraku TruthSeeker08
    Dan seluruh saudara-saudara yang lain yang masih tetap setia dalam Pondok ini….


    Bismillaahi Allahu Akbar, Maalikul Mulkul Jabbarul Lathiifu bi Haqqil Kariim Yaa…Hayyu Ya..Qoyuum Laaaaaaa….Ilaaha…Illaa Huuuuuuuu…………Allaaaaaaaah. Allahu Ahad Khooliqul ‘Aaalamiin Kun Maujud Ahadi Fii Rosulillaah Saw.

    Sungguh kebahagiaan yang menjadi jalan Ridho Allah salah satunya adalah Eratnya hubungan Silaturrahmi dalam Kesatuan Fitrah, kesatuan Rasa dalam KESADARAN diri “Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim” yang di ikat dengan Kalimah “LAA ILAAHA ILLAALLAH”. Segalanya Karena Qudrat dan Iradat-Nya mengumpukan kita semua di Pondok ini, untuk saling berbagi dan saling mengisi.

    Subhanallah…Wal Hamdulillaah…Wa Laa Ilaaha Illallaah….Wallahu Akbar.

    Segala Puji Syukur tiada terhingga hanya bagi Allah, Robbul Izzati Khoolikul ‘Aaalamiin.
    dan terimakasih Saya ucapkan kepada Seluruh saudara2ku semuanya yang berada di Pondok ini, Kalian adalah Saudaraku, dan bagian dari diriku. Sakit kalian adalah sakitku, Sedih kalian adalah sedihku, karenanya tiada blog ini di buat melainkan agar kita semua dapat merasakan kesejukkan dan kedamaian serta kebahagiaan bersama dalam satu CINTA KASIH yang di ikat dalam PENYAKSIAN dalam GERAK dan DIAM dan tersimpan rapi dalam Kalimah “LAA ILAAHA ILLALLAAH”, lalu diikrarkan bersama dengan satu ungkapan KESAKSIAN “ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADURROSULULLAAH”.

    Allah memberkati kita semua dan selalu Serta kemana saja kita berada.

    Wassalam
    Pengembara Jiwa
    Saudara dan Sahabat,

  129. asep said

    @All

    Sungguh indah dan mempesona kebersamaan dalam UKHWUAH ISLAMIAH yg disatukan oleh MAQAM SYARI’AT, MAQAM THARIKAT dan MAQAM HAKIKAT. Semua FANA’ dalam MAQAM HAKIKATUL MA’RIFATULLAH yakni “LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADURRASULULLAAH”.

    Ucapkan Shalawat :
    “ALLAHUMMA SHALI ‘ALA MUMAMMAD WA AALI MUHAMMAD”. Yang sebanyak-banyaknya dan tak terhingga. Amin ya Allah, yaa Rabba’alamin.

    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

  130. aburahat said

    @hendi,asep dan PJ
    Mohon maaf apabila saya melangkahi wewenang saudaraku Asep dan PJ.
    Karena pertanyaan saudara hendi ditujukan pada anda berdua. Saudaraku Asep sudah mengomentari dan saya akan menambah sedikit.
    Saudaraku Hendi dengan ber-ulang berzikir dengan kalimat LAA ILAHA ILLALLAH menurut Syech Albanjari HARAM/DOSA. Kata2 ini dikeluarkan oleh seseorang berpridikat/sudah mencapai tingkat Ma’rifat. Untuk ini kata2 beliau harus dipahami dari segi ilmu ma’rifat.
    Menurut Imam Ali, dalam mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH. Harus di ma’rifat dalam hati, diucapkan dengan lidah dan diamalkan dengan perbuatan.
    Sekarang kita lihat pada tingkat ma’rifat LAA ILAHA. Disini siapa yang dinafikan? itu anda harus tahu, percaya dan yakin siapa yang anda nafikan. Kalau anda sudah yakin menafikan maka cukup sekali yang kedua kali berarti anda belum yakin dan percaya. Begitu juga Isbat terhadap Allah.
    Kalau anda sudah mema’rifatkan dalam hati terhadap LAA ILAHA maka yang diperintahkan/dianjurkan oleh ILAHA ini anda tolak karena secara tidak langsung anda se-akan2 dibayangi dengan Isbat tadi. Akhiru kalam. Anda yakin bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan/berfikir dan yang tersimpan dalam hati. Kalau kurang jelas mungkin teman2 lain bisa memperjelas. Wasalam

    • Hamba Yang Fakir said

      Awaludin ma’rifatullah

  131. Alam Rasa said

    Alhamdulillah
    Terima Kasih untuk saudaraku Pengembara Jiwa, Aburahat, Lor Muria, Asep, Gama, Truthseeker dan lainnya yang telah memberi pencerahan yang sangat berharga untuk kita semua yang ada di Pondok ini. Senyum dari hati untuk kalian semua.

    Biarlah tali persaudaraan yang ada di Pondok ini senantiasa terjaga, (mengutip dari saudaraku Asep) dalam keindahan UKHWUAH ISLAMIAH yg disatukan oleh MAQAM SYARI’AT, MAQAM THARIKAT dan MAQAM HAKIKAT.

    “Terbanglah menuju ilmu hakikat dengan sayap kanan al quran dan sayap kiri al hadist, ……(Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany).

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al Ahzab :21).

    Rasulullah saw bersabda: “Keyakinan adalah iman seluruhnya”. Oleh karena itu “Bergaulah dengan orang-orang yang yakin, dengarkanlah ilmu yakin dari mereka, dan tekunlah mengikuti mereka, supaya kokoh keyakinan kalian, sebagaiman kokohnya keyakinan mereka”.

    Perbedaan pendapat adalah rahmat, dan Insya Allah atas hidayah-Nya pula semua perbedaan ini akan sirna, berganti dengan….kesatuan harmoni..satu kesadaran..“LAA ILAAHA ILLALLAAH”.

    Untuk saudaraku Hendi, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sadarilah bahwa Kasih-Nya lah yang memanggil hati anda untuk lebih mengenal-Nya. Diamalkan dengan lebih banyak mempelajari ilmu mengenal Allah (ilmu ma’rifat).

    Rasulullah pernah ditanya: Ya Rasulullah, Amal manakah yang paling utama?” Rasulullah menjawab: “Mengetahui Allah Azza wa Jalla”. Ditanyakan lagi: “Ilmu manakah yang anda maksudkan?”. Rasululloh menjawab:” Mengetahui Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Dikatakan kepada beliau: Kami bertanya tentang amal, tetapi engkau menjawab mengenai ilmu”. Maka bersabdalah Rasulullah saw: “Sesungguhnya sedikit amal itu bisa bermanfaat kalau disertai ilmu pengetahuan terhadap Allah. Sebaliknya, banyak amal ibadah tidak ada manfaatnya beserta ketidaktahuan terhadap Allah”.

    Demikian, semoga saudaraku Hendi mendapatkan hidayah-Nya. Amien.

    • Diri-ku said

      “Sesungguhnya sedikit amal itu bisa bermanfaat kalau disertai ilmu pengetahuan terhadap Allah…..”

      Para arifin berkata “Kenalilah “Diri” mu maka kau akan mengenal Tuhan-mu”.

      Jadi kita harus mengenal “Diri” kita terlebih dulu baru kita mengenal Tuhan kita agar kita dapat menjadi insan kamil….Benarkah pendapat saya Sdr Alam Rasa?

      Tapi yang jadi pertanyaan bagaimana dan dengan apa kita mengenal diri kita. Kalau Diri yang zahir, tentulah kita akan bertanya pada Dokter. Bagaimana dengan Diri batin? Siapa ahlinya? Bagaimana rupanya atau bagaimanakah rasanya dia, karena dia tidak berupa dan bertampan? Bertenagakah dia?

      Mohon sharing & petunjuknya, ikhwan2 semua.

      Salam

      • Alam Rasa said

        Salam Kasih

        @Diriku

        Benar untuk mengenal Allah maka kita harus mengenal diri kita, yang dimaksud adalah Diri Sejati kita, atau Ruh kita.

        Bagaimana caranya untuk mengenal Diri Sejati kita? Hanya ada satu caranya, yaitu dengan memasrahkan diri kita seutuhnya dan membuka hati kita seutuhnya kepada Allah. Bukankah Islam itu sebenarnya juga bermakna “PASRAH”?

        Oleh karena itu, maka pelajaran yang terpenting sebenarnya adalah untuk menghilangkan ke-aku-an (ego) kita yang kecil yang tiada artinya itu, dan hanya mengandalkan Kasih Allah sebagai kekuatan yang terbesar.

        Hanya atas bantuan dan rahmat-Nya lah hati kita dapat terbuka…seperti dalam
        (QS Az Zumar: 22). Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya?…

        Dengan terbukanya hati kita dan lebih dalam lagi hingga mencapai “hati nurani” kita, maka kita akan mengenal “Diri Sejati” kita. Dengan menggunakan “hati nurani”, kita akan dapat terhubung dan mengetahui kehendak Sang Pencipta. Sehingga semua yang kita lakukan akan sesuai dengan Kehendak-Nya, sehingga kita menjadi Alat-Nya. Inilah yang disebut dengan “Insan Kamil”.

        Dengan menjadi Alat-Nya, maka “Diri Sejati” kita juga dapat belajar untuk lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah, sehingga akhirnya dapat kembali seutuhnya kepada Allah Sang Pencipta, sumber dari Diri Sejati kita.

        Ingatlah dalam pendalaman spiritual, “Bukan seberapa banyak yang dipelajarilah yang penting, tetapi sudah seberapa baik pelajaran-perlajaran tersebut dipergunakan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah”.

        Wassalam.

      • Diri-ku said

        Asslkm, wr.wb,

        Terima kasih atas sharing ilmunya Sdr-ku Alam Rasa,…. untuk mengenal “Diri Sejati” harus dengan hati nurani namun terbukanya “hati nurani” hanya dgn rahmat-Nya. Apakah tidak ada seseorang/Guru/Mursyid yang dapat membantu membuka/melahirkan “hati nurani” diri kita masing2?……Allah meniupkan ruh-Nya disetiap manusia, maka sifat ke-Tuhan-an ada pada kita tapi krn kita selalu menge-Tuhan-kan hawa nafsu maka kesucian atau sifat ke-Tuhan-an itu makin lama makin tertutup, ibarat Allah memberikan berlian yg bersinar kpd setiap manusia tapi karena perilaku kita yang kotor maka lama-kelamaan berlian itu tdk bersinar lagi bahkan menjadi hitam & kotor.

        Nah inilah yg jadi renungan saya, Dimanakah “berlian/ruh-Nya”, Allah tempatkan dalam jasad manusia? Adakah orang yg dapat memberitahu letaknya dan mngeluarkannya? Dan bagaimana membersihkannya agar dapat bersinar lagi?

        Mohon sharing ilmunnya

        Wasalam

      • Alam Rasa said

        Assalamualaikum wr.wb.

        Sdr. Diriku, bimbingan seorang Guru/Mursyid memang sangat diperlukan dalam menempuh perjalanan spiritual. Namun Guru/Muryid sebatas memberitahu cara/jalannya, hasilnya sepenuhnya tergantung dari kita. Ibarat kita sedang belajar sepeda, Guru memberitahu cara menggunakan sepeda, dan kita bisa mahir menggunakan sepeda sepenuhnya tergantung dari kita sendiri.

        Beberapa Guru/Mursyid yang telah mencapai tingkatan tertentu juga mampu “MEMBANTU” membersihkan kotoran-kotoran pada “hati” hingga “hati nurani” kita yang merupakan kunci dari hubungan kita dengan Sang Pencipta. Tapi sekali lagi hanya sebatas “MEMBANTU”. Karena efektifitas dari bantuan tersebut sangat tergantung dari seberapa besar “KEPASRAHAN” kita kepada Allah. Semakin kita “PASRAH” maka akan semakin baik hasilnya, karena dengan semakin kita “PASRAH”, artinya kita “PERCAYA SEPENUHNYA” kepada Allah, sehingga kita membiarkan Kasih Allah sebagai Kekuatan Terbesar, bekerja sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya pada diri dan hati kita.

        Demikianlah, sebenarnya Kasih dan Rahmat Allah senantiasa berkelimpahan setiap saat. Kasih Allah sebenarnya selalu menunggu kita, agar kita mau membuka hati kita kepada-Nya. Namun ke-ego-an kitalah yang selama ini menahan Kasih dan Rahmat Allah. Karena kita merasa bisa, merasa hebat, merasa pandai, dlsb. Sesungguhnya kebisaan kita, kehebatan kita, kepandaian kita itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kasih, Rahmat dan Kuasa-Nya. Lantas kenapa kita tidak menyerahkan dan mempercayakan saja semua urusan kita kepada-Nya?

        Mengenai istilah berlian yang ditiupkan Allah kepada diri kita, itulah “hati nurani” kita yang sering juga disebut sebagai “Percikan Illahi”, karena “hati nurani” juga merupakan dzat Illahi. Tapi jangan keliru, itu hanya bagian kecil saja. Ibarat “hati nurani” adalah hanya segelas air, sementara Allah Sang Pencipta adalah samuderanya.

        Namun, walaupun bagian kecil saja, “hati nurani” kita itu luar biasa, dan memiliki sifat-sifat Illahi. “Hati nurani” adalah anugerah yang sangat besar yang diberikan Allah Sang Pencipta kepada manusia. Setiap manusia memiliki “hati nurani”. Oleh karena itulah, bahkan pada seorang penjahat besar sekalipun, masih terdapat naluri kasih sayang kepada anaknya. “Hati nurani” kita akan berontak bila kita melakukan dosa-dosa besar. Cobalah renungkan!

        Karena merupakan bagian/percikan Illahi, maka “hati nurani” kita selalu suci/murni, tidak dapat dikotori dan dipengaruhi oleh apapun. Bahkan Jin dan Iblis pun tak dapat mempengaruhi “hati nurani” kita. Bila “hati nurani” kita kotor, itu hanya di bagian luarnya saja, sedangkan di dalamnya tetap suci/murni. Sehingga bila kotoran-kotoran itu dapat dihilangkan, maka “hati nurani” kita akan memancarkan sinar-Nya. dan kita dapat menggunakan “hati nurani” kita dengan baik. Bila kita telah dapat menggunakan “hati nurani” kita, maka kita akan dapat terhubung kepada Allah Sang Pencipta, kita akan mengetahui Kehendak-Nya, dan kita akan mengetahui apapun.

        Terakhir mengenai letak “hati nurani” kita, yaitu di tengah-tengah rongga dada kita (“hati nurani” adalah inti dari hati kita bukan berbentuk fisik), seperti dijelaskan:

        (QS Al Ankabuut: 49) Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

        (QS Al Hajj: 46) maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

        Mengenai bagaimana cara membersihkannya, yaitu dengan mengikuti semua yang telah diajarkan dalam Agama Islam, menjauhi larangan-Nya, menghilangkan ke-ego-an kita, dan lebih memasrahkan diri kepada Allah, serta satu lagi yang cukup penting adalah mendapatkan bimbingan dari seorang Guru/Mursyid.

        Wassalam.

  132. asep said

    @Hendi

    Anda bertanya:
    pak asep apakah Alloh yang mengharamkan zikirnya tersebut???jk iya…
    bagaimana nasib kami yang awam dan bodoh ini..
    bagaimana nasib kami yang blm mengerti ilmu tauhid dan marifat
    bagaimana nasib kami yang mengharapkan ampunan dan rahmatNya..
    semoga bukan Alloh yang mengharamkannya
    ampuni hamba yang masih seperti ini ya Alloh semoga hamba bisa lebih mengenal Engkau di sini,amin.

    Jawab:
    Selama kita ber-Syahadat, Insya Allah kalau belum mengerti dan awam, maka Allah swt akan mengampuni karena ketidaktahuannya. Saya juga masih dalam tingkatan Awam, karena belajar dari Pondok ini, maka saya mengerti sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit hehehe… Sudah ah jangan menangis. Allah mah Lautan Hampura. Marilah kita sama-sama belajar tentang Tauhid dan Ma’rifatullah di Pondok yg penuh berkah ini.

    @All

    Terimakasih kepada Sdrku Aburahat, Lor Muria, Alam Rasa dan kepada Saudara2ku lainnya yg telah menjawab pertanyaan Sdrku Hendi. Semoga Allah swt melipatgandakan semua amal dan ibadahnya, amien.

    Wassalamu’alaikum…

  133. hendi said

    assalamualaikum
    alhamdulilah
    terimakasih hendi ucapkan untuk bapak asep,bapak lor muria,bapak aburahat,bapak alam rasa,khususnya buat bapak pj empunya pondok ini terimakasih atas pencerahannya salam hormatku untuk kalian semua.
    “Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim”
    benar adanya segala sesuatu tak da daya upaya tanpa pertolongan dan rahmatNya.
    diri terasa salah,berdosa,betapa bodohnya diri ini yang masih menurutkan keakuan(ego)
    benar2 aku harus banyak belajar agar bisa membunuh keakuan(ego)dlm diri.
    agar bisa berma`rifat pd Alloh seperti kalian nasihat dan pencerahan dari kalian sangat hendi harapkan.hendi bersukur bisa nemuin blog ini makasih pak pj.
    pak asep hendi karang dah ga nangis lagi terimakasih pencerahannya salam hormatku untuk bapak.
    terimakasih semuanya
    wasalamualaikum

  134. wawan said

    Ass. Wr. Wb.

    Apabila sudah mengenal Allah SWT, tentu saja wajib mengenal Nabi-Nya, apabila sudah mengenal Nabi-Nya, wajib juga mengenal Ahlulbaitnya. Nabi SAW bersabda:

    “Di hari Kiamat nanti ada sekelompok orang yang terlihat kedudukannya seperti Malaikat dan Nabi karena mulianya. Ketika ditanya, mereka menjawab: ‘Kami bukan Malaikat ataupun Nabi, kami adalah umat Muhammad SAW, kami mendapat kedudukan yang mulia ini bukan karena banyaknya shalat dan puasa. Kami tetap shalat setiap hari, tetapi setiap mendengar nama Muhammad dan Ahlulbaitnya, air mata kami menetes membasahi pipi'”

    Wass. Wr. Wb.

  135. aburahat said

    @Wawan
    Saudaraku Wawan. Anda benar atas:Apabila sudah mengenal Allah SWT, tentu saja wajib mengenal Nabi-Nya, apabila sudah mengenal Nabi-Nya, wajib juga mengenal Ahlulbaitnya. Nabi SAW bersabda
    Maksud saya anda benar dalam pengenal Tetapi mengenai jenjangnya
    Menurut saya mengenal Ahlulbait duluan, kemudian dengan perantara kemaksuman mereka kita mengenal Rasul dengan mengenal Rasul kita akan mengenal Allah. Karena Rasul bersabda:” Menyintai Ahlulbaitku berarti menyintaiku dan menyitaiku berarti menyintai Allah” Maksud menyintai disini diikuti dengan ketaatan. Wasalam

  136. wawan said

    @Aburahat

    Kalau mengenai jenjangnya memang benar seperti apa yg anda katakan dalam hadis Nabi SAW tsb.

    Wass. Wr. Wb.

  137. pkus said

    Asalaamu’alaikum Wr. Wb.

    salam kasih dari para pecinta sang Kekasih,

    Blog yang sangat bagus, menarik, dan menurut hemat saya sangat bermanfaat, bagi jiwa-jiwa yang mencari oase cinta ilahiah.

    besar harapan saya semoga blog ini dapat menjadi sarana dakwah saling mengingatkan, dan tidak dijadikan ajang berbantah-bantahan ayat-ayat al-qur’an —jelas al-qur’an tidak mungkin salah— dan hadist-hadist yang memang sudah sahih tak perlu diperdebatkan.

    semoga Allah merahmati langkah kita bersama, amin.

    salam berkah,

    Kang Usup Supriyadi

    • Ya…Ya…semoga Allah memelihara kita semua dalam kekokohan Iman dan Taqwa, dan semoga Berkah Allah senantiasa meliputi diri para pecinta2 Allah dan RosulNya. Begitupun Semoga Blog ini bermanfa’at untuk saudara2 yang berkunjung kemari.

      Salam Berkah Allah dan RosulNya

      Pengembara Jiwa

  138. orang bingung said

    Assalamualaikum wr.wb
    Salam kenal saudaraku… boleh sy lebih mengenal anda, wahai pengembara jiwa? ada sekian banyak hal yg ingin sy tanyakan, tentang diri ini?

    Wassalam,

    • @orang bingung

      Wa’alaikum salam…

      Salam kenal kembali saudaraku,…..Jika Anda ingin berkenalan lebih lanjut dengan PJ silahkan Add Alamat YM : pengembarajiwa313. Semoga Silaturrahmi ini bisa bermanfa’at dan di Ridhoi Allah Swt. Aaaamiiiin.

      • orang bingung said

        hatur nuhun,

        Insya Allah, sy akan email PJ jika telah tiba saatnya.
        Sekali lg sy menghaturkan terimaksih… wassalam

  139. Mey said

    Subhanallah….

    Dalam pencarianku, Mas PJ hadir.
    dengan melihat dan membaca blog ini, rasa-rasanya saya tidak ingin beranjak dari depan monitor.

    sungguh pelajaran yang luar biasa.

    semoga ini adalah awal yang membawa kita bersama dalam keabadian yang kekal Bersama-NYa.

  140. Hi,

    Thank you for the great quality of your blog, every time i come here, i’m amazed.

    black hattitude.

  141. @Mey

    Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaaha Ilallah Wallahu Akbar…..!!!

    Semoga Allah membimbing NurNya kepada Anda dan kita semua.

    Selamat datang di Pondok PJ ini dan silahkan…..untuk kita sama2 belajar dari semua Artikel2 yang ada dan juga Komentar2 saudara2 yang lan.

    Wassalam

  142. nanks said

    Assalammualaikum wr.wb

    Limpahkah RahmatMU YAA ILLAHI pada kekasihMU yang telah ENGKAU KEHENDAKI untuk meyebarkan NUR ILMU. Salam hormat dan silaturahim dari saya…. ! dengan IJIN ALLOH saya klik PENGEMBARA JIWA… ALLOHUAKBAR… ternyata saya masuk kedalam jalan para pencari… yang luar biasa..! semoga anda mau menerima ke hadiran sang fakir ini.
    please kirim kan ke e-mail apa yang bisa saya konsumsi dan bisa saya jewantahkan dalam hidup ini.
    salam untuk semua para pencari… dan semoga anda dan keluarga bisa ketemu dengan diri sang fakir ini dalam samudera cinta dan kasih sayangnya. amin

  143. ridwan65 said

    ASSALAMUALAIKUM. WR WB. SALAM PERSAHABATAN, AKU YANG PENUH DOSA INI INGIN SEKALI MEMBERSIHAN JIWA YANG KOTOR. TOLONG BANTULAH AKU. AGAR HATIKU BERSIH.

    • Kangdudung said

      Ass..
      Sahabat Ridwan65,
      Ketahuilah bahwa tidak ada manusia yang terluput dari melakukan dosa, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang disadari atau tidak disadari. Yang terpenting adalah kesadaran bahwa kita berdosa merupakan suatu anugerah dari Allah, manfaatkanlah anugerah tsb dengan melakukan perbuatan2 yang diridhai-Nya.
      Hanya sharing aja, apa yang saya lakukan, adalah dengan melakukan dzikir istigfar untuk dosa2 inderawi kita (mulut, mata, telinga). Sunhanallah, untuk membersihkan kita dari pikiran2 dan ilmu2 kita juga sangkaan2 kita terhadap dzatullah. Alhamdulillah, untuk membersihkan hati kita dari rasa ujub, riya, dengki, dan penyakit2 hati lainnya. Laa illaha illallah, untuk membersihkan nafs kita dari keinginan2 yang tak layak terhadap tahta, harta, wanita. Allohu Akbar untuk membersihkan ruh kita agar senantiasa bergerak menuju alam kesucian (hadrah illahiah). Dan ada dzikir yang lainnya….. mudah2an di masa depan bisa dikupas, yang penting coba aja dulu untuk diamalkan.
      Wassalam…, semoga berkenan

      • truthseeker08 said

        Terima kasih.

        Salam kenal.

  144. AKA said

    Assalaamualaikum Wr. Wb.

    Mohon maaf pembaca saya baru buka blog ini.
    Semoga semua pembaca blog ini maupun yang belum segera mendapat hidayah-Nya.
    Amin.

    Bagi saudaraku yang belum memulai perjalanan saran saya: jangan mencari Dia yang tiada awal maupun akhir di depan layar monitor maupun di atas kertas maupun di dalam timbunan kitab-kitab. Dia tidak ada di situ… sungguh. Jangan melihat rembulan di bayang2 air, dia tidak ada di situ, sang rembulan sejati ada di langit. Segera kembangkan layar perahumu dan arungi lautan bernama bahrul qolbi dengan disertai seorang navigator yang piawai. Jangan sekali-kali berlayar sendirian, dan pula jangan perhatikan penampilan sang navigator karena hal itu bisa menipu. Si navigator itu seperti kalian juga bahkan kadang tampak seperti penggembala kambing. Kalau kalian mengarungi laut itu berbekal buku, akal, angan2 atau ilmu apapun yang berdasarkan penerimaan indera jasmani yang kalian simpan di otak, maka kalian akan terdampar di pulau kebingungan. Kukatakan: sekali-kali ini bukan medan akal, karena akal kalian hanya akan melompat setinggi galah anak2 kecil yang sedang berebut layang2 putus. Akal seperti itu berkhayal untuk menembus tujuh petala langit, sungguh aneh. Layar monitor,kertas2 diskusi dan kitab2, sekalipun diberi sayap dia tak akan pernah terbang.

    Bagi yang sedang menempuh jalan: jangan sedih karena perahumu dihempas ganasnya gelombang dan jangan gembira ketika mendapat angin belakang. Pegang kemudi erat2 berkompaskan Laa Ilaaha Illa Allah. Semoga sampai di tempat tujuan.

    Bagi yang sampai diucapkan: Selamat datang hai para prajurit tempur “Jihadul Akbar” di pos pertama, pintu kematian telah kau lewati.

    Semoga bermanfaat dan kepada pengasuh pondok ini diucapkan terima kasih. Kepada sahabatku yang membantu saya yang gaptek di dalam menulis komentar ini saya ucapkan pula terima kasih.

    Wassalaamualaikum Wr. Wb.

    • truthseeker08 said

      Terima kasih.

      Salam kenal

      • AKA said

        Salam kenal juga @ truthseeker

    • PUPUN said

      Semakin anda membaca maka semakin anda berada didalam medan akal yang penuh dengan perhitungan dan persepsi, DIa tidak berada didepan akal, sehingga hanya kebodohoanlah yang mampu mendekati DIA, DIA adalah DZAT dia adalah SATU sehingga satukanlah segala yang ada dimuka bumi ini baik yg kamu liat,rasa,dengar,ucap, ataupun yang tercium oleh indera mu, karena semua adalah tipuan yang akan menjauhkan engkau dari DIA itu sendiri, matikan 5 keterbukaanmu lalu tenggelamkan dunia dengan 7 martabatmu yg sirna dialam yg tak bersisi.

  145. faqir said

    SALAM SEJAHTERA UTK BUNG PJ DAN SEMUA TEMAN SEAQIDAH..sy mhn doanya agr ALLAH SWT kuatkan batin sy krn sy akan adakan mubahalah dgn bung sabdalangit dimana kalo kita ikuti statementnya bs menggoyahkan aqidah kaum muslimin yg blm kuat. dibawah ini ajakan mubahalah sy kpd dia. sekali lagi sy mohon ndoa restu dari semua pembaca blog ini. wassalam.

    sabda said:SAYA TELAH MENDAPATKAN PEMAHAMAN YANG AMAT SANGAT BERHARGA,
    BETAPA TUHAN ITU LEBIH DARI MAHA SEGALANYA
    DARI SEMUA WUJUD KE-MAHA-AN TUHAN
    YANG TERTULIS DI DALAM KITAB SUCI DAN AGAMA MANA PUN

    faqir:dari statement ini jelas bung sabda tlha alami hal gaib yg tinggi namun nanti dulu tdk semua pembaca setuju dgn statement ini,salah satunya sy. sy ingin menantang anda dgn MUBAHALAH bung sabda utk membuktikan kebenaran kata2 anda ini. sy kwatir ada pembaca muslim yg blm kuat imannya bs terpengaruh shg bs goyah keyakinannya dgn alquran. anda harus tau alquran tlah sempurna tdk ada yg melebihinya.MEMANGNYA ANDA SIAPA SEHINGGA BISA MENGARANG2 SEENAKNYA?
    sy ingin mengingatkan kaum muslimin utk hati2 membaca blog ini jgn sampai goyang keimanan kita. SEKALI LG BUNG SABDA SY INGATKAN UTK BERHATI2 BIKIN STATEMENT JGN SAMPAI MENYINGGUNG AQIDAH AGAMA LAIN. MUNGKIN PEMELUK AGAMA LAIN TDK TERSINGGUNG,TAPI SY TERSINGGUNG DAN MARAH DAN INGIN MENGAJAK ANDA BERMUBAHALAH!!!

  146. jok said

    jangan percaya sabda langit .wong menolong kakeknya dialam kuburpun saja ndak bisa apalagi melihat Tuhan.Tuhannya sabdalangit ya arwah leluhurnya itu.itupun kalau benar arwah leluhurnya.kok nggak sekalian arwah bondan kejawan.wong arwah panembahan senopati saja ndak bisa dilihatnya .

  147. Bayu said

    Ass,,nylonong berdiam di pondok ini,,terasa lebih terbuka wawasan saya tentang kemakrifatan,,,,walau msh ada perbedaan krn ada yg belum merasakan,,tapi kesejukan dapat dirasakan,,

    @kangBoed, @pj, @Lor Muria (saya yakini sudah merasakan) saya minta bimbingan agar saya bs merasakan,,Nikmatnya Iman,,,mohon saya tunggu di yansheaven@yahoo.com

    untuk ,saudaraku semua penghuni pondok PJ,,salam Damai,,smoga ridlo Alloh SWT senantiasa bersama kita,,,
    Wassalam,,

  148. Abdul Yani said

    Assalamualaikum..,

    Pak Pengembara Jiwa yg dirahmati Allah, Mohon bimbingannya ya..!!
    Salam kenal juga untuk saudara saudari ku semua..!!
    Semoga Ridlo Allah selalu menyelimuti kita, Amiiin3X

    Wassalam.

  149. K Hadi said

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis sholihin.

    mohon izin kepada Mas Pengembara Jiwa ikut memanfaatkan tulisan-tulisannya, terima kasih.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

  150. Pencari Kebenaran said

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh…saya inggin bertanya sahabat.

    Salahkah(DOSA) saya Bila mengangap tuhan itu ada di hati saya???karna saya bukan seorang muslim yang taat menjalankan perintahnya..

    terimakasih.

    • @Pencari Kebenaran

      Wa’alaikum salam warohmatullaahi wa Barokaatuh……

      Allah tiada bertempat namun yg menguasai serta meliputi kesetiap Tempat. Tidak kemana2 namun ada dimana2, Laisa Kamitslihi Syai’uun.
      Adapun di Hati hanyalah sebagai “Isyarat” Cermin Kenyataan adanya Allah yg di Maklumatkan sebagai “Qolbun Mu’min Baitullah”.

      Salam…….wahai Pencari Kebenaran

  151. tawanan said

    Asalamualaikum Wahai hamba Pengembara Jiwa, kami ini bersolat berpuasa sabar dan terima apa jua tadbir dan takdir. semakin kami tekun semakin kami dicoba berbentuk maksiat jasmani dan rohani…apakah kami ini jauh dari bimbingan Alloh rabbuljalil.? mohon penjelasan dan bimbingan PJ.Wasallam.

  152. serakah said

    Ass.Wr.Wb.

    Buat DingsanakKU Pengembara JIWA 313 salam Ta’lim, dan juga Saudara-2KU semua semoga dalam limpahan CINTA&KASIHNYA….
    Shalawat dan Salam senantiasa mengGEMA ADANYA………..
    ……………………….
    Buat DingsanakKU Pengembara JIWA 313 : “ULUN Itihi……BUNGAS Banar ZAHIR PIAN……”

    Hatur Maaf ULUN sabalumnya amun pondok PIAN ini ULUN Rigati wan Kelantihan Muntung, Kelantihan tangan beguyang …lalu….tacurit huruf nang nampak pina musti………

    Amun kawa ULUN dibari ruang sadikit haja gasan duduk menginum BANYU PIAN ….dibuncu barang…….amun kadada….dihiga dinding luar ja…..

    …………Du’a ULUN jua moga PIAN sudi mambari……..

    Salam BAIKUNGAN wan PIAN.

    Buat seluruh saudara-2KU yang dipondok ini, salam dalam PERSAUDARAAN ya.

    Wass.Wr.Wb.
    SERAKAH

  153. kawulo alit said

    Assalamu’alaikum warohmah wabarokah

    Mohon di terima sebagai murid anda . Terima kasih

    Wassalamu’alaikum warohmah wabarokah

  154. "JPE"pro said

    Salam sebangsa dan setanah air.. Segala macam komentar yg ada diforum ini bagus semua.. Itu menunjukan bahwa banyak org yg pengen mengetahui dzati dirinya yg sesungguhnya.. Dan itu memang harus dan wajib.. Dari beragam komentar yg ada menunjukan bahwa ilmux mateng semua.. Tinggal menunggu masaknya adza lg.. He.. Bahwa ilmu yg ada itu adalah ilmu tentang diri.. Ilmu tentang kebenaran dan kesedzatian diri.. Saya kenal dgn ilmu ini dgn nama ilmu “nur” ilmu kepunyaan Muhammad.. Ilmu yg dibawa oleh Muhammad rasullullah.. Tetapi menurutku ada satu hal yg banyak dilupakan oleh kita semua.. bahwa ilmu ini adalah ilmu yg nyata.. ilmu yg Haq.. Sehingga seharusnya ilmu ini harusnya menjadi kenyataan bagi insan (diri) bukan hanya ada didlm pikiran dan pemahaman belaka.. Tetapi tentunya harus benar2 mauzud kepada diri yang ada.. Sehingga diri yg ada ini adalah benar2 “Muhammad Ruhi.. Muhammad jasadi.. Muhammad Maksudi” maka sebenar2nya diri itu adalah “Muhammad”.. Siapa Muhammad itu.. Muhammad itu adalah Rahasia ALLAH.. Dan ALLAH itu adalah rahasia Muhammad.. Inilah “AKU” yang sesungguhnya.. ALLAH itu tdk perlu makan.. Tdk perlu tidur.. Tdk perlu mencari nafkah.. Dan lain sebagainya karena ALLAH itu “laisya kamaslihi sai’un” dgn segala atribut kebesarannya.. Tdk bisa diutak-atik dan diganggu gugat lg.. Sedangkan Muhammad itu perlu tdr.. Perlu makan.. Perlu beristri.. Dan bermacam hal lainya.. Maka keadaan ini menjadi “Maklum”.. Kata ALLAH “Aku maklum.. Kamupun maklum” kpd Muhammad..
    Nur Muhammad itu adalah nur Dzat ALLAH..
    Ketika insan bersalawat kepada Muhammad.. Itu sama artinya bahwa ia bersalawat kepada dirinya sendiri.. Oleh karena itu Muliakanlah dirimu sendiri.. Itu artinya engkau memuliakan Muhammad.. Berarti juga memuliakan ALLAH.. Inilah yg disebut dgn AHAD.. Bersatu tidak sekutu.. Bercerai tidak berpisah.. Maka Tawajjuhlah kepada diri yg ada ini.. Maka pada maqom ini tdk ada lg yg namanya syirik.. Termasuk syirik khafi.. Inilah maqom “BAQABILLAH”

    • hambasahaja said

      Sesungguhnya kami telah Menunjuki “AKU” yang berupa “ROH/RUH/WERUH/KAWERUH”=TAHU / PENGETAHUAN tentang “AKU” sebelum “sang hamba” itu kami “UJUDIL (Cikal Bakal hamba) ” ke Dunia ini, namun ada yang “Lupa”, ada yang “Pura-pura Lupa” dan ada memang dengan “Sengaja melupakan”, “AKU IKU” jadilah dia kilaf akan “Asal Kejadiannya”

    • Assalamualaikum wr wb
      Alhamdulillah …aku baru ketemu dgn hamba Allah yg benar2 NurMuhammad,yaitu ihwanku JPE pro,aku mohon pencerahan apakah yg dimaksud maujud nurmuhammad pd diri,Muhammad ruhi,Muhammad jasadi,maksudi dst… sama dengan bangunnya Nur Muhammad pd wujud diri? Kalau benar,bagaimanakah membangunkan Nya. Mohon dgn ridho Allah dpt membagikan pencerahannya
      Wassalam

  155. Rahmad Basuki said

    Assalamualaikum wr wb…Shubhanaalloh…salam kenalMas PJ…sungguh uraian yg lengkap dan mudah di fahami dari saudara-sadaraku sekalian.Salam kenal buat Mas PJ,MAS lor Muria,Kang Boed..sejahtera buat seluruh pengunjung Blok ini…waassalam.

  156. Muhammad said

    indonesia kota makrifat…alhamdulillah,
    ADA tak guru makrifat dari indonesia dimalaysia….???
    saya ingin belajar…..

  157. lakulampah said

    assalamu alaikum saudaraku,
    mohon ijin untuk mengikuti dan mengharap ijabahmu untuk semua ilmu dan pelajaran yang aku dapatkan dari blog ini.
    terima kasih,
    wassalamu alaikum,
    laku lampah

  158. assalamualaikum…..saya nk betanya dalam syariat,hakikat,tarikat,marifat.ada kah ea kedudukan dalam makam atau pun mertabat.

  159. Assalàmu*alækum warahmatullàhi ta*àlà wabarakàtuhu wamaghfiratuh:-)

    alhamdulillah,,,, akhirx q menemukan blog ini,, yg selama ini q cari2,,
    twn pj,, salam kenal&ta’dim buat jenengan,, mohon ridlox u/ mngaji,,smg allah mmberi hidayah pdq, amiin y rabbal*àlamiin:-)

    twn guru mohon? apa bedax fan baqo’ dg wahdatul wujud?
    knp sbgian sufi ahlu sunnah ada mngharamkan wahdatul wujud, mohon bimbinganx?:-)

  160. ronggolawe said

    assalamualaikum…
    salam kenal dan penuh rahmat bagi semua…
    mohon ijin yg tlah menimba ilmu krn tlah membaca dari apa yg saudara2 tlah tulis,,
    itu untaian bait terindah yg pernah kami baca..
    itu pengenalan terindah yg pernah kami kenal..
    pondok inilah penemuan terindah yg kami tlah cari..
    skali lagi ijinkan kami duduk menimba,memikirka,bertanya d pondok yg indah ini..

    kami yg slalu mencari..

    • PUPUN said

      Carilah yang “mencari”, sebab hanya yang “mencari” yang bisa memberitahukan apakah yang “dicari”, akan tetapi mustahil adanya menemukan yang “mencari” tanpa diberitahu oleh yang “dicari”…mengapa seperti ini kalimatnya, sebab kita sedang membahas GAIB, kami mencoba menyederhanakan deskripsi proses perjalanan spiritual kami dengan menuangkan kedalam kalimat agar mudah dimengerti

  161. Ridwan said

    Alhamdulillah…
    Allahumma solli alaa sayyidina Muhammad…
    Assalamualaikum mas pengembara jiwa…sya yang hina ini,
    mhn ijin menimba ilmu di majelis ini,
    semoga Allah memberikan keberkahan dan Ridho-Nya Amiin…

  162. gembong99 said

    salam kenal pak..

  163. hambasahaja said

    debngan demikian akan kami uji “TITIK” tadi dengan “Perintah dan Larangan” tapi Bukan “Semedang Larang” meSum enDang di Larang”

  164. hambasahaja said

    berjalan diantara cahaya yang beraneka ragam, beruang tak berwaktu, ber-awal tak ber-akhir, indah nan sangat indah, banyak cahya berwarna warni bahkan ada cahya yang tak telihat, namun itulah yang paling terasakan sentuhannya, hanya dengan AKU maka aku bisa mencapai sumber cahaya itu….berjalan diatas titian yang sangat halus, sangatlah sulit untuk dilalui, namun berkat AKU maka “aku” bisa merasakan “AKU”,

  165. permisi mas mas semuanya adakah yang bisa membantu saya untuk bisa bersahadat dengan benar terima kasih sebelumnya

  166. Garra ytn said

    Askum.. Bsa bagabung lh

  167. yadi said

    Ass,wr,wb,,,
    salam knal dan salm hormat untuk smua yg ada diblog ini,,
    Khususnya kpada Mas PJ,,saya ada beberapa pertanyaan,dan sebaiknya pertanyaan saya tujukan ke alamat email Anda.
    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih,dan semoga Mas PJ dan smua yg ada diblog ini
    semakin diRahmati Allah SWT,Amin,,,,
    Saya tunggu jawabnnya yaaaa Mas PJ.
    Wassalam

  168. Wawan heel said

    Salam ngalaik. Sa’at qta jatuh untuk bangun n brjalan kmudian brlari dg membawa idEntitas salik n berkacamata_kan sufi. “sm0ga qta tdk sdang menjadikan hal tsb sbg trminal memburu kduniawian n peluang bisnis haxa demi slembar rupiah amin..
    Wassalam.

    • PUPUN said

      terjatuh dan bangun adalah manusiawi, hamba tak akan pernah jatuh dan bangun, hamba hanya tau menyembah, sehingga keduniawian akan terpisah dari DIA itu sendiri….kontaminasikan akal anda dengan nur ilahi NYA agar terjauh dari prasangka yg bisa mengkelirukan baik didepan maupun yang telah berlalu

  169. Akiakilukak said

    Assalamu allaikum semoga sehat sejahtra , sya mau bertanya apakah sesudah mati , nyawa dan ruh itu dua jenis ? Terima kasih . Asallamu alaikum,

    • PUPUN said

      pertanyaan akiakilukak tentang kematian, nyawa dan ruh…..sebelum menjawabnya perlu lah kiranya menyatukan persepsi tentang ketiga hal diatas, karena ini forum hakikat maka idealnya sudut pandang kita selalu berdasar kepada kacamata Hakikat…didalam hakikat tidak ada yang namanya kematian…yang ada hanya berpindahnya seseorang dari 1 alam ke alam berikutnya…alam yang kami maksud disini minal ghoyiibi, ujung dari alam itu adalah akhirat, yaitu akhir dari segala galanya, akhir dari suatu yang tidak berkesudahan dan awal dari suatu yg tidak berpermulaan..inilah ada yang tidak bertiadaan, pada alam ini maka hamba dan tuhan sudah tidak mampu dibedakan, kembali kepertanyaan tentang nyawa dan ruh, ketika terjadi kematian maka jenis kematian apakah yg menimpa seseorang tersebut, jika dia meninggal tdk dalam keadaan ISLAM (bukan beragama islam, tetapi ISLAM kaffah) yaitu selamat. maka otomatis dia berada didalam sistem reinkarnasi yang didalam ISLAM itu tidak dipercaya, akan TETAPI jika dia meninggal bersama dengan KESELAMATAN maka nyawa dan ruh sudah tidak lagi ada, karena berkecimpung didalam 1 titik ilahi.

  170. Dedi Rgt. said

    Assalamu’alaikum wr, wb
    Puji syukur saya kepada Allah SWT, dan trimakasih kepada mas PJ atas hadirnya blog ini.. Sungguh suatu tausiah penyejuk hati dan pencerah jiwa..
    Dulu saya pernah mendapat pembelajaran dan bimbingan dari seorang guru di daerah saya tentang ilmu ma’rifat.. Namun di perjalanan pmbelajaran saya, guru saya lebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa.. Jujur bahwa saya ingin sekali melanjutkan ilmu dan bimbingan dari seorang guru mengenai ilmu ma’rifat agar tidak tersesat oleh pemahaman2 saya sendiri. Dalam hati saya selalu tergerak untuk menjalaninya dlm kehidupan saya.. Mohon arahan dan bimbingan dari mas PJ..
    Trimakasih sebelumnya., semoga blog ini dapat menjadi salah satu media untuk menyatukan dan menjaga tali persaudaraan kita Wassalam..

    nakatanipon@yahoo.co.id

  171. Syarif said

    Ass Mas PJ
    Blog yang sangat menarik, telah lama saya cari (tapi gak ingat ada di internet) maaf masih gagap teknologi
    Saya telah email masalah saya ke email mas
    mohon pencerahannya – melalui email saja!

  172. assalamualaikum wr. wb kepada Saudara PJ dan juga bagi saudaraku2 yg ada disini…Salam kenal dari saudara mu ini yg berasal dari Singapore…

  173. andi said

    Assalamualaikum,
    Salam kenal mas, saya Andi kuswoyo saya juga salah seorang yg merindukan marufatullah. Saya senang sekali membaca ulasan mas PJ dalam Blog ini.
    Sekiranya mas PJ tidak keberatan saya ingin berkenalan dan mengembara bersama sampai Allah menentukan jalan kita.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  174. Adong said

    Sy dulu mengenalNya tp ibarat pedang malas tdk d asah akhirnya tumpul lg,,sy coba mengasah kembali tp tdk menemukan ketajaman,,sy mohon dgn kerendahan hati bagi sahabat sekalian tolong bantu sy untuk menemukanNya kembali manisnya iman,,ini email sy,,,bima_widodo@yahoo.co.id atas bantuan sahabat sekalian sy ucapkan terimakasih.

  175. Frento T. Suharto,MM.MBA said

    Saya sedang mendalami marifat, saya ingin menanyakan bagaimana caranya agar bisa wushul kepada Allah..?? apakah cukup dengan zikir atau ada lainnya ? dan berapa hitungan jumlah zikir untuk sampai musyahadah? apakah harus dibarengi dengan puasa atau riyadoh lainnya ? Trm kasih

  176. Shofi said

    masya artinya banyak rakat artinya rukun, jadi masyarakat orang banyak yang rukun, tersenyumlah kepada semua orang bagaimanapun bentuknya dan darimanaun asalnya, islam adalah agama yang mengajarkan keselamatan, kenali diri dan asal kejadian diri, sehingga mengerti betul dengan “aku” yang tak berjarak, bermasyarakat jangan cari pahala dan dosa karena kita tak tahu yang mana pahala yang mana dosa, yang kita tahu apabila kita melakukan kesalahan.

  177. Iwan Setiawan Setiaki said

    Salam kenal Kang PJ ,..Kebahagiaan yang tiada terkira yang tak dapat saya ungkapakan dengan banyak kata , Alloh maha pembimbing telah diperjumpakan saya dengan kang Pj melalui tulisan2 kang Pj yang Alloh Meridhoi,..Salam Sahabat.

  178. salam kenal Buya… Pj semoga Allahn selalu meramatimu….amin….

  179. Bagaimana cara melawan hawa nafsu kepada lawan jenis
    agar kita tidak terjerumus di dalam lembah kesesatan

  180. Assalamualaikum…..
    Salam kenal dariku…..semoga persaudaraan ini menjadi abadi dunia dan akhirat….amin….

  181. cemprad said

    assalaamu alaikum mas PJ salam kenal..

  182. Assalam…wr wb
    Stlah membaca bbrpa komentar dan pertanyaan yg kemudian dtanggapi oleh ihwan PJ dan ihwan lainnya,maka aku memutuskan bahwa blog inilah tempat bertanya dan menimba ilmu ma rifatullah.
    Mohon dgn harapan yg paling dalam jawabannya ke email ku,adapun pemasalahannya sbbt:
    kita sdh paham sifat tuhan,kenal diri dan asal diri,fana diri ruhani dan jasmani lebur kembali kpd nurmuhammad wujud awal tajalli allah,maka aku sudah tidak adalagi,krn aku ku telah lenyap dalam JIBU.
    Pertanyaannya:
    1.apakah hanya dengan ilmu itu bisa dkata ma rifatullah ?
    2 benarkah nurmuhammad pd diri bisa tdk aktif (tidur) dan bisa dibangun,bgimana membangunkannya?
    Demikian harapanku,trims sebelumnya,pasti berkah dan ridho allah atas junjungan kita shallallahu alaihissalam dan pengikut beliau
    Wassalam

    • cecep said

      Assalamualaikum saudaraku….
      Izinkan pada kesempatan ini klo boleh saya berpendapat tentang pertanyaan Saudaraku….
      Tidak akan SEMPURNA seseorang kerena ilmunya, tidak akan SEMPURNA seseorang karena maqomnya…sesungguhnya apabila orang mengatakan ia sudah berma’rifatullah, maka sesungguhnya dia belum sampai pada yang sebenarnya…..
      Seseorang yang hanya mengenal saja belum tentu tahu betul dengan orang yag dikenalnya…
      Seseorang yang akrab saja belum tentu tahu betul dangan orang yang diakrabi nya….
      Seseorang yang paham saja belum tentu tahu dan paham dengan orang yang dipahaminya…
      Maka sesungguhnya masih jauh bagi kita untuk mencapai kepada KEBENARAN yang HAQ….
      Ma’rifat adalah pintu awal kita mengenalnya…. masih banyak perjalanan yang harus kita tempuh…ma’rifat, ma’rifatullah, ma’rifat putus…..dsb….
      Aktif atau tidaknya Nur Muhammad tergantung dari sejauh mana keakuan diri seseorang…..karena sesungguhnya Allah mengatakan “APABILA ENGKAU ADA, AKU TIADA, dan APABILA ENGKAU TIADA MAKA AKU ADA”……MUngkin ini yang dapat fakir sampaikan….mudah2an KITA mendapatkan pencerahan dan Hidayahnya Selalu…aamin….Salam kenal aja dariku…….

      • Assalamu alaikum wr wb
        Trims mas cecep atas tanggapannya,trimalah salam persaudaraanku :assalamualaikum warohmatullahi wabarkatuh fidduniya wal akhirat,semoga hidayah dan inayah yg telah ditebarkanNYA dapat kita raih se banyak2nya.Kami tunggu komentar dan tanggapan ihwan yg lainnya terutama ihwan PJ
        Wassalam

  183. Arifbillah said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam kenal mas PJ, blog yang bagus dan mencerahkan jiwa serta bermanfaat, smoga bisa terjalin silaturahmi berkelanjutan … Amiiin ya robbal alamin..

  184. putri said

    wow…147.754 orang
    dari 36 negara membaca artikel abah Pj..

  185. *Ncas S said

    ilmu adalah jawaban dari keduanya itulah ma’ripat dan hakekat,karena keduanya berasal dari sumber ilmu dari segala ilmu,dan tak ada ilmu yang mampu memecahkan ilmu tentang manusia,kecuali dengan adanya ilmu agama dan islam adalah agama untuk ilmu tentang manusia,keimanan keyakinan kesadaran dan ketaqwaan inilah kunci sukses untuk ilmu tentang manusia dan untuk islam,amiin

  186. pak dodi said

    SEKALI LAGI TERIMAH KASIH BANYAK MBAH JONOSEUH ATAS ANGKANYA YANG MBAH BERIKAN
    ALHAMDULILLH TEMBUS LAGI
    DAN UNTUK TEMEN2 YANG BELUM BERUNTUNG SILAHKAN HUBUNGI MBAH JONOSEUH
    DI NO (_0_8_2_3_4_4_4_4_5_5_8_8_)
    DAN TRIMAH KASI JUGA BUAT YG PUNYA ROOM INI..DAN SALAM KOMPAK SELALUH….

    SEKALI LAGI TERIMAH KASIH BANYAK MBAH JONOSEUH ATAS ANGKANYA YANG MBAH BERIKAN
    ALHAMDULILLH TEMBUS LAGI
    DAN UNTUK TEMEN2 YANG BELUM BERUNTUNG SILAHKAN HUBUNGI MBAH JONOSEUH
    DI NO (_0_8_2_3_4_4_4_4_5_5_8_8_)
    DAN TRIMAH KASI JUGA BUAT YG PUNYA ROOM INI..DAN SALAM KOMPAK SELALUH….

    SEKALI LAGI TERIMAH KASIH BANYAK MBAH JONOSEUH ATAS ANGKANYA YANG MBAH BERIKAN
    ALHAMDULILLH TEMBUS LAGI
    DAN UNTUK TEMEN2 YANG BELUM BERUNTUNG SILAHKAN HUBUNGI MBAH JONOSEUH
    DI NO (_0_8_2_3_4_4_4_4_5_5_8_8_)
    DAN TRIMAH KASI JUGA BUAT YG PUNYA ROOM INI..DAN SALAM KOMPAK SELALUH….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: