<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Ma&#8217;rifatullah</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/tag/marifatullah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengembarajiwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fdd0bca5c5bf75815c5a7fd8f741d2c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Ma&#8217;rifatullah</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/osd.xml" title="PENGEMBARA JIWA" />
		<item>
		<title>MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 06:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kufur]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[“…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.
(QS : Thaahaa,14)
Sudah menjadi Tradisi bagi setiap Umat Muslim se Dunia bahwa setiap melaksanakan Sholat, maka yang terbenak dalam fikiran adalah Penyembahan/Menyembah. Entah darimana Bahasa itu berasal, tetapi yang jelas hampir semua dari seluruh Umat Muslim meyakini bahwa kita harus menyembah kepada Allah. Sadar atau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=280&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">“…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk </span></strong></em><em><strong><span style="font-size:20pt;line-height:150%;color:blue;">mengingat Aku”</span></strong></em><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">.</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">(QS : Thaahaa,14)</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sudah menjadi Tradisi bagi setiap Umat Muslim se Dunia bahwa setiap melaksanakan Sholat, maka yang terbenak dalam fikiran adalah Penyembahan/Menyembah. Entah darimana Bahasa itu berasal, tetapi yang jelas hampir semua dari seluruh Umat Muslim meyakini bahwa kita harus menyembah kepada Allah. Sadar atau tidak sadar, jika tertanam pada diri untuk Meyembah Allah dalam Amal Ibadah maka yang terjadi adalah pengkultusan suatu “sosok”/”personal”. Padahal telah diketahui dan diyakini oleh Umat Muslim bahwa Allah adalah “Laisa Kamitslihi Syai’un”/Tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu apapun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kata-kata “Menyembah/Penyembahan”, maka masih bisa dimitsalkan dengan seseorang yang menyembah kepada sesuatu misalnya Patung, Pohon, Matahari, Api dll…dll…dll, yang mana ada suatu “sosok” yang berada di luar atau di depan atau di atas atau dikanan atau dikiri dari diri Sang Penyembah. Lalu apa bedanya dengan mereka yang menyembah Patung, Pohon, Matahari, Api dll&#8230;dll&#8230;dll&#8230;????. Melihat ataupun tidak melihat akan yang di SEMBAH, tetap saja bertentangan dengan TAUHID yang sebenarnya. Karena TAUHID itu, bukan PENYEMBAHAN melainkan KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt. </span></p>
<p><span id="more-280"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt MUTLAK tidak bisa di ganggu gugat, karena Allah Muhitum Fil ‘Aaalamiin/Allah Meliputi sekalian Alam. Tetapi jika dimaknai dengan MENYEMBAH, maka menunjukkan bahwa Allah itu adalah suatu “sosok” yang berada di suatu Tempat yang berada Nun jauh disana….., ada yang meyakini bahwa Allah bersemayam di Atas Arsy yang berada di atas langit ke tujuh, Salahkah jika dikatakan demikian…??? Benar dan Tidak salah. Tetapi yang salah adalah Penafsiran dari pada Ayat tsb. Apalagi Ayat tsb terdapat dalam Al-Qur’an, berarti itu sudah benar adanya, tetapi…jika salah menafsirkan maka salah pula lah Keyakinan yang ada. Bahasa Qur’an adalah Perkataan Allah/Suara Allah, tentunya tidak bisa di cerna dengan Akal fakir Manusia, karena Akal Fikir Manusia itu terbatas dan juga Akal itu tercipta. Sesuatu yang tercipta itu adalah Baharu dan tidak Kekal, apakah bisa sesuatu yang baharu dan tidak kekal itu mengetahui Hakikat sebenarnya dari kata-kata/Firman/Suara Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an…???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika akal mencerna lalu menafsirkan hanya sebatas kata-kata yang menurut akal fikir semata, maka Nyata SALAH lah….penafsiran yang demikian. Sebab, Allah itu Laitsa Kamitslihi Syai’un, bagaimana mungkin bisa dikatakan berada di suatu tempat, sedangkan Allah tidak terikat oleh Ruang dan Waktu. Ruang dan Waktu menunjukkan Tempat, dan hanya Makhluk lah….yang berada dan terikat oleh Ruang dan Waktu. Sedangkan Allah….., Tidak bertempat tetapi yang memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karenanya dalam pandangan TAUHID dan TASAWUF atau MA’RIFATULLAH, maka siapa yang menyembah Allah maka mereka berada dalam ke kufuran, Karena telah menyamakan Allah dengan “sosok” yang berada di suatu tempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Para Arifbillah(yang Mengenal akan Allah), menilik kata-kata “MENYEMBAH” itu bukanlah suatu “PENYEMBAHAN” melainkan “KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt yang tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat)”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Jadi……..mendirikan Sholat adalah untuk mengenal akan ALLAH MAHA BESAR (ALLAHU AKBAR) yang akan menumbuhkan kesadaran bahwa BENAR lah….ALLAH itu ESA tiada sekutu bagi-Nya, Tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan-Nya meliputi tiap-tiap sesuatu.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Karenanya renungkanlah…..kenapa pada saat Takbiratul Ihram mengangkat ke dua tangan dan mengatakan “ALLAAHU AKBAAR”. Ternyata Itu adalah Tanda dan Bukti bahwa dalam Penyerahan Diri akan Tumbuh Kesadaran bahwa “YA” BENAR!!!!…..Allah Maha Besar dan Meliputi”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em> </em><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Wallahu A’lam bishowab….</span></em></p>
 Tagged: Hakikat, Kebenaran, Kufur, Ma'rifatullah, Sholat, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=280&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>355</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIASAN/PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT DI DALAMNYA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang tua dulu di Daerah tempat saya tinggal, khususnya Mereka-mereka yang mendalami tentang Tasawuf dan Tauhid selalu menyampaikan kepada mereka yang berjalan di jalan Ma&#8217;rifat dengan menggunakan suatu Istilah/Simbol/Kiasan/Perumpamaan yang bertujuan untuk memudahkan Akal dalam memahami Hakikat dan Ma&#8217;raifat sebelum memasuki Alam Rasa.
Dan yang lebih sering kiasan yang di gunakan adalah : &#8220;Kiasan tentang Air&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=264&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><em>Orang-orang tua dulu di Daerah tempat saya tinggal, khususnya Mereka-mereka yang mendalami tentang Tasawuf dan Tauhid selalu menyampaikan kepada mereka yang berjalan di jalan Ma&#8217;rifat dengan menggunakan suatu Istilah/Simbol/Kiasan/Perumpamaan yang bertujuan untuk memudahkan Akal dalam memahami Hakikat dan Ma&#8217;raifat sebelum memasuki Alam Rasa.</em></h3>
<h3><em>Dan yang lebih sering kiasan yang di gunakan adalah : &#8220;Kiasan tentang Air&#8221;. Dikatakan bahwa Lautan yang luas sejauh mata memandang itu jika di tela&#8217;ah maka tiada lain adalah &#8220;Air&#8221;. Ombak yang bergulung-gulung di laut yang di sebut juga dengan Gelombang, maka itu pun tiada lain &#8220;Air&#8221;. Banyaknya buih yang berada di pesisir pantai, itupun tiada lain &#8220;Air.</em></h3>
<h3><em>Hancur Buih menjadi &#8220;Air&#8221;, Hilang Ombak kembali menjadi &#8220;Air&#8221; dan Lautan yang luas itupun pada Hakikatnya adalah &#8220;Air&#8221;. Asalnya &#8220;Air&#8221; maka kembali menjadi &#8220;Air.&#8221;</em></h3>
<h3><em>Begitupun jika &#8220;Air&#8221; dimasukkan dalam Fressher (Tempat Pembekuan Air), beberapa jam kemudian &#8220;Air&#8221; tsb akan berubah bentuk menjadi sebuah bongkahan &#8220;Air&#8221; yang Padat yang di sebut dengan &#8220;Es Batu&#8221;. Di katakana bahwa Es BAtu tetaplah Es Batu walaupun berasal dari pada &#8220;Air&#8221;, akan tetapi jika Es Batu itu mencair maka kembalilah ia pada ujud asalnya yaitu &#8220;Air&#8221;. Asalnya Air kembali menjadi &#8220;Air&#8221;.<br />
<span id="more-264"></span></em></h3>
<h3><em>&#8220;Air&#8221; itu ada dua jenis, yaitu &#8220;Air&#8221; yang kotor/keruh dan &#8220;Air&#8221; yang Jernih/Bening. Walaupun jenisnya berbeda tetap saja Hakikatnya adalah &#8220;Air&#8221;. Tetapi&#8230;.. agar &#8220;Air&#8221; itu bisa bermanfa&#8217;at yang baik, maka sudah seharusnya lah &#8220;Air&#8221; itu di olah dan di proses sehingga &#8220;Air&#8221; yang kotor/keruh bisa menjadi jernih/Bening.</em></h3>
<h3><em>&#8220;Air&#8221;&#8230;.. ya! &#8220;Air&#8221;, apapun jenisnya Air itu dan apapun perubahan bentuk yang terjadi dari &#8220;Air&#8221; itu, dia tetaplah &#8220;Air&#8221;. Asalnya dari pada &#8220;Air&#8221; maka kembalilah menjadi &#8220;Air&#8221;.</em></h3>
<h3><em>Satu tetes &#8220;Air&#8221; dalam Gelas&#8230;&#8230;. Itu pun adalah &#8220;Air&#8221;, Lautan yang luas&#8230;.. itupun adalah &#8220;Air&#8221;. Maka dari segi Hakikatnya tiada beda satu tetes &#8220;Air&#8221; yang berada dalam Gelas dengan &#8220;Air&#8221; yang luas pada Lautan. Lalu bagaimanakah agar di &#8220;Air&#8221; dalam Gelas itu bisa ada gelombangnya, ada buihnya, ada kapal diatasnya dan ada ikan didalamnya&#8230;???? Hmm&#8230;&#8230;. Jawabannya ada pada dirimu&#8230;..!!!!</em></h3>
<h3><em>&#8216;</em></h3>
<h3><em>Selain Kiasan tentang &#8220;Air&#8221;, ada juga kiasan tentang &#8220;Kapas&#8221;. Dimana pakaian yang kita pakai walau bermacam-macam bentuk dan rupa tetaplah sama asalnya yaitu &#8220;Kapas&#8221;. Kapas jadi benang jadi kain jadi pakaian. Setelah Jadi Pakaian maka tidak lagi di sebut &#8220;Kapas&#8221; melainkan di sebut dengan Pakaian. Akan tetapi Pakaian itu tiada lain berasal dari pada &#8220;Kapas&#8221;. Bukan &#8220;Kapas&#8221; tetapi tiada lain dari pada &#8220;Kapas&#8221;. Asalnya dari pada &#8220;Kapas&#8221; maka kembali kepada &#8220;Kapas&#8221;.</em></h3>
<h3><em>Benarkah Kiasan-Kiasan/Perumpamaan-perumpamaan demikian&#8230;..?????</em></h3>
<h3><em>Jawabannya ada pada dirimu&#8230;..!!!!</em></h3>
<h3><em>Mari kita sama-sama untuk mencari kebenarannya di balik Kiasan/perumpamaan tsb, bukan untuk mencari kesalahan dan perbedaan. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan semuanya mengandung Hikmah di dalamnya.</em></h3>
<h3><em>&#8216;</em></h3>
<h3><em>Semoga bermanfa&#8217;at&#8230;untuk kita semua.</em></h3>
<h3><em>Wassalam,</em></h3>
<h3><em>Pengembara Jiwa</em></h3>
 Tagged: Hakikat, Kebenaran Hakiki, Ma'rifatullah, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=264&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>120</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILAR-PILAR TAUHID MENUJU KEBENARAN SEJATI</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 11:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat Ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang, ada Laki-laki dan ada perempuan, ada benar dan ada salah, ada baik dan ada buruk, ada halal dan ada haram, ada untung dan ada rugi, ada langit dan ada bumi, ada surga dan ada neraka, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=254&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Di dalam Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang, ada Laki-laki dan ada perempuan, ada benar dan ada salah, ada baik dan ada buruk, ada halal dan ada haram, ada untung dan ada rugi, ada langit dan ada bumi, ada surga dan ada neraka, ada hidup dan ada mati, ada Nyata dan ada Ghoib, ada Zahir dan ada Bathin, ada yang “ADA” dan ada pula yang “TIADA”, dll……dll……….dl. Juga termasuk dalam sifat pun berpasang-pasangan seperti ada suka dan duka, ada tangis dan tawa, ada marah dan sabar, dll……..dll……..dll.<br />
Sempurnanya Hidup jika yang berpasang-pasangan itu ada pada diri manusia, dan kesempurnaan itu di dapatkan apabila sang diri bisa membawa diri pada jalur Tengah diantara keduanya…. Artinya tetap tegak pada yang mengadakan ke dua hal yang berpasang-pasangan itu yaitu Tuhan Seru Sekalian Alam (Allah Swt).<br />
Dan itulah pentingnya…… Ketauhidan, agar manusia berjalan di muka Bumi ini dalam mengarungi Hidup senantiasa terpelihara dari sifat berlebih-lebihan dalam mengagung-agungkan sesuatu tanpa sadar bahwa hanya Sang Hyang Kuasa lah (Allah Swt) sebenar2nya yang memiliki ke Agungan itu.<br />
Banyak yang terjebak dari segala sesuatu sifat yang berpasang-pasangan itu, dengan berambisi untuk mendapatkan tujuan itu hanya semata-mata untuk memuaskan Diri nya sendiri, begitu pula ada yang berusaha sekuat tenaga dengan mempertahankan dirinya agar terhindar dari segala sesuatu yang membuat dirinya merugi. Saya katakan….. bahwa itu semua tidak lah salah!!!!, dan baik sekali. Akan tetapi jika itu semua di sandarkan pada Daya Upaya nya sendiri dengan merasa bisa berbuat sesuatu maka itulah mereka-mereka yang terjebak oleh ke DIRI an/ke EGO an yang ada pada dirinya (Hawa Nafsu).<br />
Terus bagaimana dengan yang mengatakan bahwa : di Al-Qur’an…bukannya sudah di Firmankan bahwa : Apabila yang baik-baik dan benar itu datang dari pada Allah dan yang tidak baik atau yang buruk-buruk datang dari diri sendiri..????, bahkan yang menyampaikan itu buka hanya satu dua orang tetapi setiap Ustadz-ustadz, Kyai, Syech dan Majelis-majelis Ulama pun mengatakan demikian…. Lalu apakah masih bisa di bantah…???!!!!<br />
<span id="more-254"></span></h3>
<h3>Sungguh… Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya, akan tetapi yang perlu di renungkan adalah bahwa yang datang dari pada Allah itu sudah pasti Benar adanya dan tidak ada keragu-raguan di dalamnya dan hal itu berlaku bagi mereka-mereka yang telah tumbuh kesadaran di dirinya bahwa Allah senantiasa menyertainya di setiap langkahnya dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam. Jika Allah senantiasa menyertainya dimana pun ia berada tentunya Allah akan memelihara dirinya dari pada keburukan-keburukan dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dengan cinta kasih Allah atas dirinya. Dan kalau toh mereka itu lalai, bukan disebabkan ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu) melainkan karena Fitrah dirinya memang dalam keadaan lupa. Tentunya Allah akan mengingatkan dirinya bahwa ia telah salah dan seketika itu akan membuat ia sadar bahwa kesalahan itupun datang dari pada Allah untuk mendidik ia tentang kebenaran dibalik kesalahan itu yang membuat dirinya semakin mengetahui akan Cinta Kasih Allah Amat sungguh-sungguh tiada taranya. Tentunya mereka itu adalah orang-orang yang telah tertanam pada dirinya ke Tauhidan yang sebenar-benarnya. Sehingga kesalahan yang terjadi atas dirinya karena kelalaiannya tadi bukan lah suatu hal yang buruk baginya melainkan suatu hal yang baik bagi dirinya, karena di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran dari Allah untuk di renungkan olehnya.<br />
Adapun mereka yang tidak mengetahui akan ke Tauhidan itu, setiap waktunya dan setiap saatnya dalam ke adaan lalai karena ia merasa berbuat dengan daya upaya nya sendiri. Jangankan perbuatan-perbuatan atau kelakuan-kelakuan yang sudah nyata salah dan buruk, perbuatan baikpun, perbuatan yang benar pun seperti halnya menolong orang, baik dengan tamu, sopan santun, mencintai orang lain, bahkan termasuk amal ibadah sekalipun di dalam Sholatnya, Puasanya, Zakatnya, Hajinya, Wirid, Tasbih dll……..dll………dll……….., itu semua  adalah BATIL, karena ia berbuat kebaikan itu di dasari oleh ke DIRI an/ke EGO an nya (Hawa Nafsu) dan itu semua terjadi karena ia lalai dari pada Kebenaran di balik ke DIRI an/ke EGO annya (Hawa NAfsu).<br />
Jika demikian…… Sangat-sangat penting sekali Tahuid itu ya….????<br />
BENAR..!!!!, Bahkan sangat berarti dan bermakna sekali dalam penerapan Hidup baik di Dunia maupun di Akhirat, agar tidak tertipu daya oleh ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu) yang ada pada dirinya. Jadi intinya adalah…. Bahwa ke DIRIan/ ke EGO an (Hawa Nafsu) itu bukan hanya membawa dirinya kepada hal-hal yang tidak baik saja melainkan juga membawa dirinya kepada hal-hal yang baik dan benarpun dalam hidup baik dari segi sosial maupun dalam Amal Ibadah. Segala sesuatu pekerjaan atau perbuatan bila di dasari oleh ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu), itu semua adalah BATIL. Dan itulah makna dari pada : “Kebaikan itu datang dari sisi Allah, dan keburukan itu datang dari diri sendiri”. Yang di maksud dengan diri sendiri adalah perbuatan yang dilakukan karena ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu)nya. Dan itu di sebabkan karena ia senantiasa dalam ke adaan lalai dari pada Ketauhidannya kepada Allah. Sedangkan segala sesuatu selain Allah adalah BATIL dan tidak KEKAL.<br />
‘<br />
Allah Swt ber firman :<br />
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal”. (QS, An Nahl : 96)<br />
‘<br />
Katakanlah : &#8220;Siapakah Tuhan langit dan bumi?&#8221; Jawabnya: &#8220;Allah&#8221;. Katakanlah : &#8220;Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?&#8221;. Katakanlah : &#8220;Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?&#8221; Katakanlah : &#8220;Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa&#8221;. (QS, Ar Ra&#8217;d : 16)<br />
‘<br />
Wahai Insan…!!!!,<br />
Beratuhidlah engkau….. dalam Kehidupanmu, dalam Gerak dan Diammu, Dalam Tidur dan Jagamu, dalam Sehat dan Sakitmu dan di setiap hari dari buka mata sampai tutup matamu begitupun juga dalam Amal Ibadahmu agar engkau tiada tertipu oleh sesuatu apapun yang ada pada ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu)mu. Cukuplah….. Allah sebagai penglihatanmu, pendengaranmu, penciumanmu, perkataanmu dan nyawamu, masuk didalam ketauhidan Allah yang meliputi tiap-tiap segala sesuatu.<br />
Dan untuk masuk dalam Ketauhidan yang demikian, maka bermula dengan mengenal terlebih dahulu kepada Allah Swt lalu kemudian dapatlah mentauhidkan-Nya. Mengenal dengan sebenar-benarnya pengenalan yaitu tidak hanya sebatas Teori belaka tetapi lebih pada merasakan kehadiran Allah Swt dekat sekali pada dirimu dan meliputi yang di luar dirimu. Yaitu dengan Rasa Pengrasa lah engkau benar-benar merasakan kehadiran-Nya bukan dengan merasa-rasakan, sebab merasa-rasakan itu adalah hanya bermain di logika Akal semata yang masih suka menimbang-nimbang iya atau tidak, benar atau salah…..<br />
Adapun Rasa Pengrasa itu terdapat pada KESADARAN DIRI, karena mengerti bahwa memang Allah senantiasa Hadir dari dulu sampai sekarang dan sampai akan datang di setiap waktu. Hadir bukan karena di Hadir-hadirkan tetapi memang sudah QIDAM/SEDIA dalam ke Hadirannya, itulah Ma’rifat yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya yaitu MA”RIFATULLAH namanya.<br />
Dan setelah masuk dalam MARIFATULLAH yang demikian lalu dalam Haqqul Yaqin (Kebenaran ke Yakinan) tertanam Ketauhidan yang Sejati di balik segala sesuatu yang berpasang-pasangan, seperti yang sudah di uraikan di atas mengenai Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang dst….dst….dst…<br />
Di dalam Ketauhidan yang Sejati disitulah KEBENARAN SEJATI yang terlepas dari sifat yang berpasang-pasangan namun meliputi yang berpasang-pasangan. Bukan “A” dan Bukan “B”, tetapi meliputi “A” dan “B”. Bukan “INI” dan “ITU”, tetapi meliputi “INI” dan “ITU”. Itulah Al-Haq Bil-Haq dalam Maqom Laa Maqom (tempat yang tiada bertempat).<br />
Dan untuk berjumpa dengan KEBENARAN SEJATI itu maka haruslah dikenali dan dimengerti serta lebur dalam Rasa Pengrasa pada “PILAR-PILAR TAUHID”, yaitu :<br />
-	Tauhidul Af’al (Esa dalam Af’al/perbuatan Allah)<br />
-	Tauhidul Asma’ (Esa dalam Nama Allah)<br />
-	Tauhidus Shifat (Esa dalam Sifat Allah)<br />
-	Tauhiduz Zat (Esa dalam Zat Allah)<br />
Lalu…… bisakah semua Insan sampai pada Ketauhidan yang demikian…?????<br />
Bisakah dan mampukah diri yang penuh dengan dosa ini masuk dalam Tauhid yang demikian…?????<br />
Bisakah dan sanggupkah diri yang bodoh ini memahami Tauhid yang demikian…?????<br />
Jawabnya….. Allah tidak pernah menutup diri-Nya kepada siapapun juga, dan tidak pernah merahasiakan diri-Nya kepada siapapun juga. Karena Allah itu Amat Maha Nyata senyata-nyatanya dan Maha menyatakan tiap-tiap segala sesuatu. Jadi tidak ada yang mustahil bagi siapapun untuk sampai kepada-Nya, tinggal manusia nya saja untuk pertama kalinya dan awal-awal sekali sebelum menuju kepada-Nya dalam MA”RIFATULLAH dan TAUHIDULLAH agar berserah diri dengan sebenar-benarnya penyerahan dan menenggelamkan dirinya dalam penyerahan diri itu yaitu menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa dirinya “Laa… Hawla Wa Laa….Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim”. Dan untuk masuk dalam kesadaran yang demikian maka jalannya dengan mengenal akan Hakikat Ruh. bisa di baca di : <a href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/">KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH</a><br />
Semoga Allah senantiasa membimbing Nur-Nya kedalam Hati kita semuanya dan menuntun kita untuk dapat berserah diri sepenuhnya dalam Penyerahan Diri “Laa… Hawla Wa Laa….Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim”, yang pada akhirnya akan sampai kepada perjumpa’an dengan Allah Swt.<br />
‘<br />
Allah memberkati kita semuanya dan senantiasa beserta kita di mana pun kita berada.<br />
Salam Taklim,<br />
Pengembara Jiwa.</h3>
 Tagged: Hakikat Ruh, Kebenaran Sejati, Ma'rifatullah, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=254&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PASAL AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 00:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan, 
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
6. Ketahuilah! Sesungguhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=218&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karena dia melihat dirinya serba cukup.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah  ( kamu )kembali.</span></em></strong></p>
<p><span id="more-218"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> ‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al-Qur&#8217;an dturunkan oleh Allah Swt secara berangsur-angsur kepada Rosulullah Saw dan ayat pertama yang  Allah turunkan adalah Iqra ( bacalah dengan menyebut nama Allah ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk belajar membaca  pada awalnya dan selanjutnya memahami akan apa yang dibacanya .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Banyak sekali  ayat-ayat dimana Allah mengatakan &#8221; Bagi oang-orang yang berpikir &#8221; inipun menunjukan bahwa  Al-Qur&#8217;an hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berpikir, yaitu orang-orang yang berpikir tentang keagunganNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Allah Swt Berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Alif laam miim.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kitab (Al-Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semua umat islam pastilah tahu atau memiliki Al-Qur&#8217;an, ini artinya bahwa Al-Qur&#8217;an itu merupakan petunjuk bagi diri-diri pribadi umat islam itu sendiri hanya saja sayangnya masih banyak umat islam yang hanya membacanya saja dan tidak dilanjutkan kepada tahap pemahaman akan isi dari kandungan Al-Qur&#8217;an itu sendiri, ada juga yang hanya menghapal untuk dijadikan senjata untuk menyerang atau memvonis seseorang itu sesat atau tidak sesat dan yang terparah adalah menjadikannya (Al-Qur&#8217;an) sebagai alat untuk membenarkan tindakannya walaupun terkadang tindakannya salah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Disini saya hanya akan membahas mengenai Al-Qur&#8217;an agar sesuai dengan Firman Allah yang  mengatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur&#8217;an itu terpelihara sampai hari kiamat dan Allahlah penjaganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al-Qur&#8217;an itu Mulia dan tidak terkena rusak ?  lalu Al-Qur&#8217;an yang manakah  yang disebut Mulia dan tidak terkena rusak ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya  Al-Qur&#8217;an itu ada 4 Perkara :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul majid</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">. <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya ada sampulnya dan ada tulisan/hurufnya</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Karim (  Qur&#8217;an Yang Mulia ). </span></strong><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah tangan dan jari kita karena sudah  jelas sekali dengan perantara tangan dan jari kitalah terciptanya huruf Al-Qur&#8217;an.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Hakim (  Qur&#8217;an Yang Agung ).</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah penglihatan kita karena tangan dan jari kita tidak mungkin bisa menulis huruf  Qur&#8217;an dengan benar jika tidak disertai dengan penglihatan</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Adzim ( Qur&#8217;an Yang Suci dan Langgeng ).</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah Hidup  karena tangan , jari dan penglihatan tidaklah akan bisa menulis huruf Qur&#8217;an jikalau tidak hidup</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Setelah kita mengetahui ke empat perkara diatas jadi jelaslah sudah bahwa yang disebut Qur&#8217;an yang  suci dan Langgeng adalah yang memulai adanya Qur&#8217;an tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Islam itu suci bersih jadi kalau kita ingin sampai pada kesucian/kesempurnaan maka  ke 4 pasal Al-Qur&#8217;an tersebut harus dipelajari seluruhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pertama-tama kita harus mau membaca Qur&#8217;anul Majid  yaitu Al-Qur&#8217;an yang ada hurufnya  karena ini ada hubungannya dengan perintah iqra.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Selanjutnya adalah memahami/belajar Qur&#8217;anul Karim yaitu bagaimana menggunakan tangan dan jari kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur&#8217;an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan tangan dan jari untuk perbuatan-perbuatan yang  tidak baik melainkan kita harus menggunakan tangan dan jari kita agar bisa dijadikan jalan untuk mengenal Allah dan Rosulullah. Kemudian naik lagi mempelajari/memahami Qur&#8217;anul Hakim yaitu bagaimana menggunakan penglihatan kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur&#8217;an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang tidak baik melainkan kita harus bisa menggunakan penglihatan tersebut untuk mengenal dengan jelas hakekatnya Allah Taala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dan terakhir adalah memahami/mengenal Qur&#8217;anul Adzim yaitu yang hidup yang mengadakan Qur&#8217;an pertama kalinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Jadi kalau sudah memahami hakekat Qur&#8217;an apakah kita masih berani menggunakan alat dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk perbuatan-perbuatan yang tidak baik ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya jika kita mengaku Islam maka dari ujung rambut sampai ujung kaki haruslah islam juga yaitu tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt  dan Rosulullah Saw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki akan menjadi saksi kita di Yaumil Akhir nanti atas apa yang pernah kita lakukan selama hidup dialam dunia ini. Berhati-hatilah……….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya&#8230;&#8230;&#8230;.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Silih Asah , Silih Asih , Silih Asuh , Silih Wangi</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;">
 Tagged: Al-Qur'an, Hakikat Al-Qur'an, Ma'rifatullah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=218&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata &#8220;CINTA ALLAH&#8221; Meliputi</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/31/ternyata-cinta-allah-meliputi/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/31/ternyata-cinta-allah-meliputi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 00:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim
“Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah  yang kamu dustakan?”.
Surah Arrahman
Ayat :
(13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)
 
Segala Puji hanya bagi Allah, Penguasa dari segala penguasa yang menguasai Raja sekalian raja-raja dan tidak ada sesuatu kekuasaan apapun melainkan Hanya Ia lah yang berkuasa atas tiap-tiap segala sesuatu serta meliputi seluruh sekalian Alam.
Sholawat dan Salam yang tak terhingga dan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=197&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bismillaahirrohmaanirrohiim</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">“<span class="gen">Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah <span> </span>yang kamu dustakan?”.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="gen"><strong><em>Surah Arrahman</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="gen"><strong><em>Ayat :</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span class="gen"><strong><em>(13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)</em></strong></span><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Segala Puji hanya bagi Allah, Penguasa dari segala penguasa yang menguasai Raja sekalian raja-raja dan tidak ada sesuatu kekuasaan apapun melainkan Hanya Ia lah yang berkuasa atas tiap-tiap segala sesuatu serta meliputi seluruh sekalian Alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sholawat dan Salam yang tak terhingga dan tak terbatas serta tiada bandingannya atas Kekasih Pilihan yang menjadi panutan bagi orang-orang yang beriman, Sayyidii wa Mawla Al-Musthofa Muhammad Rosulillah Saw sebanyak bilangan Makhluk yang diciptakan, seluas samudra yang tiada bertepi, di setiap detik waktu dan zaman, di setip tarikan nafas, detakkan jantung, kedipan mata, darah mengalir dan disetiap keserba meliputan akan sesuatu maka sebanyak itu pulalah terhatur Shalawat dan salam kepada Beliau beserta Para Keluarga Ahlul Bait yang tangisannya adalah mutiara , sedihnya adalah cinta, rintihannya adalah do’a. Tidak lupa pula Rahmat dan Berkah Allah senantiasa tercurah dan memancar kepada Para Sahabat-sahabat Rosulullah Saw yang menjadi kawan dalam suka dan duka, bersama berjuang dalam menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi dan bersama-sama bahu membahu untuk menyebarkan Agama Suci yaitu Islam Indallah.</p>
<p><span id="more-197"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Amma ba’du.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Saudara-saudaraku sekalian yang di Rahmati Allah Swt………………………</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sungguh, tiada kebahagiaan yang sangat berharga dan teristimewa selain mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt. Seluruh umat Islam mendambakan dan merindukannya, karena kerinduan yang tertanam di jiwa itulah maka mereka-mereka yang berada di dalam Islam itu mencari Hakikat/Kebenaran untuk mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt dengan beragam macam jalan (Tarikah). Lalu dengan banyaknya macam jalan yang di tempuh, menjadikan Islam itu bergolong-golongan (Aliran), dan mereka yang berada dalam masing-masing golongan itu lalu menjadi berbeda paham/pendapat satu dengan yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Maha Suci Allah, ketahuilah wahai saudara-saudaraku……………….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sungguh, pada Hakikatnya perbedaan-perbedaan itu semuanya terbit dari pada Kerinduan yang mendalam dari dalam diri untuk bisa mendapatkan dan merasakan Cinta Kasih Allah Swt, akan tetapi kita semuanya tidak menyadari bahwa Kerinduan akan Cinta Allah lah yang membuat kita jadi berbeda-beda jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Itu semua disebabkan tiadanya kesadaran jiwa tentang Hakikat Cinta Allah akan tiap-tiap sesuatu bahkan juga pada diri, maka kita semuanya menjadi saling tuding menuding, cela mencela, caci mencaci, hasut menghasut, iri dengki, salah menyalahkan dll, mempertahankan ke-Ego-an dan pendapat masing-masing karena merasa dirinya/golongannya/alirannya/mahzabnya/tarikatnya yang paling benar di dalam menuju kepada Allah Swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ketahuilah!, wahai saudara-saudaraku…………………</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sesungguhnya memperturutkan Ego yang ada pada diri adalah perangkap Hawa Nafsu yang membawa kepada Mudhorat baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Apakah tuding menuding, cela mencela, caci mencaci, hasut menghasut dll itu tidak merugikan? Dan apakah itu bukan Mudhorat?. Marilah kita merenungkannya bersama-sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Segala Puji bagi Allah yang telah mencipta akan sesuatu itu di dalam Cinta Kasih-Nya. Dengan Cinta-Nya lah segala sesuatu itu maujud dan dengan Cinta-Nya lah yang maujud itu Hidup dan dengan Cinta-Nyalah yang Hidup itu bergerak dsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sadarilah!, wahai saudara-saudaraku………………………..</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Apa saja yang ada pada diri kita mulai dari rambut, kulit darah, daging, urat, tulang, otak, sum-sum, penglihatan, pendengaran, penciuman dan rasa yang merasakan itu semua adalah Nikmat Karunia Allah. Dengan nikmat-nikmat itulah yang ada pada diri kita menunjukan bukti bahwa Allah Cinta akan hamba-Nya meliputi diri zahir dan batin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mengapa kita tidak menyadarinya bahwa cinta itu Anugrah Allah yang langsung datang dari sisi Nya tanpa melalui proses belajar. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya baik anda suka maupun tidak suka, cinta itu akan bersemi di relung kalbu membuat perasaan hati tidak menentu. Cinta itu bagaikan bom waktu yang apabila jatuh ke hati lama kelamaan membuat hati selalu rindu, jika kerinduan sudah melekat pada hati seseorang maka segala sesuatu tidak berharga lagi dimatanya. Yang selalu terbayang dan terkenang hanyalah siapa yang dicintainya bahkan ia ingin menyatu dengan siapa yang di cintainya. Apalah artinya harta yang banyak, uang yang banyak, mobil mewah, rumah bertingkat, istri yang cantik kalau dihati tidak menemukan cinta yang sejati yaitu Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ketahuilah! cinta itu diturunkan Allah kepada hati setiap makhluk Nya khususnya manusia membuktikan bahwa Allah benar–benar sangat mencintai dan menyayanginya. Allah berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em>“Katakanlah : “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?.” Katakanlah : “Kepunyaan Allah,” Dia telah menetapkan atas Diri Nya Kasih Sayang dan Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Dan orang–orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak<span> </span>ber Iman”. (QS, Al-An’aam : 12)</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dan Nabi Isa a.s. pernah mengatakan di dalam do’anya, yang dicantumkan di dalam Alqur’anulkarriim :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em>“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS, Al-Maa’idah : 118)</em></strong></span><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Di dalam pembukaan surah Al–Fatihah telah dijelaskan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Lalu kenapa kita masih tidak menyadarinya, bahwa karena Kasih Sayang Allah lah semuanya ada. Tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi dan apa–apa yang ada di antara keduanya semua sebagai bukti Kasih Sayang Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jadi kesimpulannya kita ini (saya, anda, mereka) adalah manusia yang beruntung yang mendapatkan cinta Allah, Kasih Sayang Allah, Pengertian Allah dsb. Itulah makna dari kalimah Allah yaitu “<strong><em>Bismillaahirrohmaanirrohiim”. (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Orang yang mengerti akan dirinya sendiri akan lebih mencintai Allah Tuhannya dari segala sesuatu selain Allah. Itulah orang–orang yang akan mendapatkan ketenangan serta ketentraman jiwa dan fikirannya akan menjadi jernih dalam berfikir serta arif bijaksana tutur katanya, menjadi mulia budi pekertinya. Mereka itulah yang sejalan dengan apa yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sadarilah! Bahwa manusia hidup di dunia ini hanya satu kali, jika kita tidak mengenal dan tidak mengerti akan diri kita sendiri serta tidak bisa menempatkan diri kita pada rel yang benar maka kerugianlah yang akan kita dapatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Wahai Saudara-saudaraku…………………</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Bersatulah dalam Cinta Kasih Allah, dan tebarkan lah Rahmat kepada siapa saja, kokohkan Lahiriahmu dengan Islam Indallah, nyatakan bahwa yang ada hanya Islam dan Islam bukan Golongan melainkan Islam adalah Agama yang Suci yang membimbing Manusia kepada Jalan yang lurus. Mantapkan Jiwamu dengan Aqidah ke Imanan dan Ketauhidan, hanya dengan Aqidah, ke Imanan dan Ketauhidan itulah engkau akan merdeka dari pengaruh ke-Ego-an dan merasa benar sendiri yang menyebabkan perpecahan Umat. Pandanglah di dalam penyaksian Hatimu dengan Ihsan, bahwa tidak ada yang ku pandang akan sesuatu apapun di situ terdapat Ilmu Allah Swt. Sehingga jangan lah engkau berburuk sangka tatkala melihat sesuatu, karena jika engkau berburuk sangka maka sama halnya engkau berburuk sangka kepada Allah. Selalulah dan biasakanlah untuk berbaik sangka akan apa saja yang terjadi baik pada dirimu maupun yang di luar dirimu maka sama halnya engkau berbaik sangka kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p><strong><em><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"><span> </span>“Tidak bergerak sesuatu itu sekecil apapun juga, melainkan semuanya dengan Izin Allah”.</span></em></strong></p>
 Tagged: Hakikat, Ma'rifatullah, Mahabbah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=197&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/31/ternyata-cinta-allah-meliputi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAHKAH APA YANG KU KETAHUI DAN KU YAKINI…?</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 06:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Aku adalah Aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Musyahadah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilik Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Syari'at]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lamanya aku mengembara, berjalan melangkahkan Jiwa dari satu perbendaharaan Ilmu ke perbendaharaan Ilmu yang lebih luas dan tanpa Batas untuk bertemu kepada “Kebenaran Hakiki” akhirnya pandangan Musyahadah ku tertuju kepada “Sang Pemilik Ilmu”.
Apapun yang kulihat di dalam perbendaharaan Ilmu itu, semuanya hanyalah jalan/perjalanan untuk sampai kepada “Kebenaran Hakiki”.

Perbendaharaan Ilmu Syari’at dengan segala sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=167&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Setelah sekian lamanya aku mengembara, berjalan melangkahkan Jiwa dari satu perbendaharaan Ilmu ke perbendaharaan Ilmu yang lebih luas dan tanpa Batas untuk bertemu kepada <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong> akhirnya pandangan Musyahadah ku tertuju kepada “<strong>Sang Pemilik Ilmu”</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Apapun yang kulihat di dalam perbendaharaan Ilmu itu, semuanya hanyalah jalan/perjalanan untuk sampai kepada <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong>.</p>
<p><span id="more-167"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Syari’at dengan segala sesuatu aturan-aturan dan hukum-hukumnya dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah perhiasan dari pada Lahiriah yang menunjukkan tentang Af’al (Perbuatan) bagi Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Tarikat dengan segala sesuatu adab dan tata cara lelaku dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Alat Pembersih dari pada Jiwa yang menunjukkan tentang Asma’ (Nama) bagi Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Hakikat dengan segala sesuatu Nikmat di dalamnya pada pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Rasa dan Perasaan yang menunjukkan tentang Sifat Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Ma’rifat dengan segala rahasia Cinta Kasih dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Tanda-tanda Ridhonya Allah yang menunjukkan tentang Zat Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Setelah Aku melewati Perbendaharaan Syari’at, Tarikat, Hakikat dan Ma’rifat, dengan melalui perjuangan (Mujahadah) akhirnya Aku tidak tahu harus kemana lagikah jalan yang harus kulalui. Lalu kemudian seolah-olah ada suara di dalam Batinku yang terdalam yang menyarankan agar Aku meneruskan pengembaraan ke dalam diriku sendiri. Lalu mulailah Aku melakukan pengembaraan kedalam Jiwaku sendiri sampai ke Dasar Jiwa yang terdalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Disitu aku tidak melihat lagi akan diriku sendiri begitu juga sesuatu yang lain yang ada di luar dari diriku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dalam pandangan Musyahadah itu yang terlihat hanyalah <strong>“Sang Pemilik Ilmu”</strong> yang sedang <strong>“Tersenyum”</strong> dan <strong>“Memberi Salam”</strong> dengan ucapan : <strong>“Salaamun Qoulammirrobbirrohiim….”</strong>. Kemudian DIA berkata dengan perkataan yang tiada huruf dan tiada suara (La Hurufin wa La Sautin) : <strong>“Akulah yang kamu Cari”</strong> dan <strong>“Akulah Kebenaran Hakiki itu”</strong>. Aku lah <strong>“Sang Pemilik Ilmu itu”</strong>. <strong>“Aku adalah Aku”</strong> yang tidak ada yang bisa menyerupai-Ku. Aku lah yang <strong>“Esa”</strong> yang tidak ada sekutu bagi-Ku. <strong>“Aku Nyatakan Diri-Ku atas Rosul-Ku Muhammad sebagai saksi-Ku”</strong>, dan segala yang maujud termasuk dirimu adalah <strong>“Bukti nyata adanya Aku”.</strong> Siapa yang mengetahui akan Bukti Nyata adanya Aku dan mengenal akan Saksi-Ku yaitu Muhammad sebagai kenyataan-Ku maka ia telah melihat dan mengenal akan Aku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Beberapa sa’at kemudian aku terjaga dari Ektase, lalu kembalilah aku pada ke Insanan ku yang fakir dan dho’if ini seperti semula tetapi aku tidak bisa lupa dengan apa yang sudah kusaksikan dalam Musyahadah itu Dari buka mata sampai tutup mata yang kulihat hanya Ia Sang Pemilik Ilmu yang di katakan <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong>, meliputi tiap-tiap segala sesuatu, tidak berjarak, tidak bertempat dan tidak berwaktu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dari situlah : <strong>kuketahui dan kuyakini bahwa aku hanyalah manusia yang bodoh dan tidak berilmu serta tidak ada daya dan upaya</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pengembara Jiwa,<span> </span>di Tahun 1996 M</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
 Tagged: Aku adalah Aku, Cinta, Hakikat, Jiwa, Kebenaran Hakiki, Kesadaran, Ma'rifatullah, Musyahadah, Pemilik Ilmu, Syari'at, Tarikat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=167&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>103</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATKALA SEGALA RAHASIA TERUNGKAP (2)</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/03/tatkala-segala-rahasia-terungkap-2/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/03/tatkala-segala-rahasia-terungkap-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 08:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Arifbillah]]></category>
		<category><![CDATA[Darkatul Kudrat]]></category>
		<category><![CDATA[Diri Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Jamalullah]]></category>
		<category><![CDATA[Liqo']]></category>
		<category><![CDATA[Miftahul Jannah]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rosulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Syuhud]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian dan Peringatan :
Tulisan ini diperuntukkan hanya bagi mereka-mereka yang telah tenggelam di lautan Samudra Ilmu Ma’rifat, baik melalui jalan Tariqat maupun melalui jalan Hakikat untuk memberikan pencerahan yang mengantarkan kepada sebenar-benarnya Allah Swt.
Sesungguhnya Ma’rifat itu dari segi Rububiyah bukanlah akhir dari perjalanan melainkan masih awal perjalanan.

Nb : Dipersilahkan untuk memberikan Komentar, Saran, kritik maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=159&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Perhatian dan Peringatan :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Tulisan ini diperuntukkan hanya bagi mereka-mereka yang telah tenggelam di lautan Samudra Ilmu Ma’rifat, baik melalui jalan Tariqat maupun melalui jalan Hakikat untuk memberikan pencerahan yang mengantarkan kepada sebenar-benarnya Allah Swt.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Sesungguhnya Ma’rifat itu dari segi Rububiyah bukanlah akhir dari perjalanan melainkan masih awal perjalanan.</strong></p>
<div style="border:medium medium 2.25pt none none double 0 0 windowtext;padding:0 0 1pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;line-height:150%;margin:6pt 0;padding:0;"><strong>Nb : Dipersilahkan untuk memberikan Komentar, Saran, kritik maupun pertanyaan, agar berguna bagi kita semuanya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;line-height:150%;margin:6pt 0;padding:0;">================================================================</p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>Sayyidina Ali bin Abi Tholib r.a Karamallahu Wajhah berkata :</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;margin:6pt 0;" align="center"><span class="gen"><strong><em>“Tidak Syah Sholat seseorang melainkan dengan Mengenal akan Allah”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;margin:6pt 0;" align="center"><span class="gen"><strong><em> </em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span id="more-159"></span><br />
Di dalam perjalanan Ma’rifatullah/Mengenal akan Allah maka di mulai dengan Mengenal akan Diri sendiri (Diri yang sebenar-benarnya Diri). Sebab diri yang dikatakan sebenar-benarnya diri itu, yang memiliki hubungan langsung dengan Tuhannya. Tentu bagi mereka yang sudah paham tentang Ma’rifat telah mengetahui yang mana sih…., diri yang harus di kenal itu.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Akan tetapi dari mereka-mereka yang telah kenal akan diri banyak yang tidak menyadari bahwasannya apa yang telah dilaluinya/diketahuinya itu masih sebatas Kulit dalam pandangan Arifbillah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Kenapa demikian..? karena diri yang banyak diketahui oleh sebagian penuntut Ma’rifatullah itu masih terbatas kepada diri yang ada pada dirinya sendiri. Dan ada juga yang terbatas pada pandangannya kepada orang yang diistimewakan dan diagungkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Sedangkan Ma’rifat yang sebenarnya dan sesempurna-sesempurnanya adalah Ma’rifat yang Universal, tidak ada batasanya dan tidak terbatasi oleh diri sendiri saja maupun orang tertentu saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Setiap orang yang berada di dalam lingkaran Ma’rifat merujuk kepada <strong>Sumber Pengetahuan Allah/Sumber Hakikatullah</strong> yang di sebut dengan <strong>“Nur Muhammad”</strong>, sebagaimana dalil yang telah dipahami oleh mereka-mereka yang ber paham Ma’rifat bahwa “Nur Muhammad” itu awal-awal dari segala sesuatu. Dengan Nur itu maka terciptalah Seluruh sekalian Alam beserta isinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Rosulullah Saw bersabda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>“Bahwasannya Allah Swt telah menjadikan akan Ruh-ku daripada Zat-Nya sedangkan sekalian Alam beserta isinya terbit dari pada Nur-ku (Nur Muhammad)”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Sabda Rosulullah Saw yang lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>“Sesungguhnya Aku adalah Bapak sekalian Ruh sedangkan Adam adalah Bapak dari sekalian batang tubuh (Jasad)”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Dari dalil tersebut telah menguraikan bahwa Hakikat Nur Muhammad itu tidak hanya ada pada satu diri saja melainkan ada pada setiap yang maujud. Sehingga tak terbatas bagi Nur Muhamad itu, melainkan meliputi sekalian Alam termasuk pada diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Jika seseorang mengenal akan Allah melalui Nur-Nya (Nur Muhammad) yang ada pada dirinya sendiri maka belum lah dikatakan mengenal akan Allah yang meliputi sekalian Alam. Begitu juga jika seseorang mengenal akan Allah melalui Nur-Nya (Nur Muhammad) yang ada hanya pada orang-orang tertentu yang diistimewakannnya dan diagungkannya dari diri Ustadz-ustadznya, Guru-gurunya, Syaikhnya ataupun Mursyidnya maka sesungguhnya ia masih terhijab oleh yang sesuatu yang dipandangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Rumus dari pada Ma’rifatulah yang sebenarnya dan Universal itu adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>“Syuhudul Wahdah Fil Katsroh, Syuhudul Katsroh Fil Wahdah”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>(Memandang yang Satu (Nur) ada pada yang banyak, memandang yang banyak ada pada yang Satu).</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Saya katakan bahwa seseorang yang mengenal Allah sebatas pandanganya kepada dirinya sendiri atau orang tertentu yang diistimewakan dan diagungkannya maka mereka itu mengenal akan Allah masih sebatas Kulit saja dari pemahaman Marifatullah yang sesungguhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Jika demikian!, bagaimana mungkin ia akan sampai kepada keikhlasan tertinggi dan bagaimana mungkin ia mengatakan telah bertemu dengan Allah sedangan di halaman Istana Allah saja <strong>(DARKATUL QUDRAT)</strong> ia belum memasukinya, karena masih terdinding/terhijab pandangannya dari sesuatu selain <strong>Allah Swt (HAQQUL HAQIQI).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Jika anda benar-benar ingin menjumpai Allah dan bertemu dengan Allah <strong>(LIQO’) </strong>maka lepaskanlah pandangan hatimu dari sesuatu apapun. Jangan berhenti pada pandangan <strong>JAMALULLAH/ KEINDAHAN ALLAH </strong>maka niscaya engkau akan mabuk dan takjub di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Pandanganmu akan <strong>Hakikat Nur</strong> yang ada hanya pada dirimu saja atau yang ada hanya pada orang yang engkau kagumi dan istemawakan saja membuktikan bahwa tanpa engkau sadari engkau telah tenggelam dan mabuk di dalam sifat <strong>JAMALULLAH/KEINDAHAN ALLAH.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Ketahuilah! Bahwa untuk sampai kepada Allah Swt dengan melalui <strong>EMPAT</strong> tahapan, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong>JALALULLAH (Kebesaran dan Keagungan Allah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong>JAMALULLAH (Keindahan Allah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong>QOHARULLAH (Kekerasan/Kepastian Allah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong>KAMALULLAH (Kesempurna’an Allah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Untuk bisa menaiki tahapan-tahapan tsb agar sampai kepada <strong>KAMALULLAH (KESEMPURNAAN ALLAH), </strong>maka wajib baginya Satu Pandangan yaitu Allah Swt tanpa melalui perantara selain Nur Muhammad. Sedangkan Nur Muhammad itu meliputi setiap yang Maujud termasuk pada diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Sehingga yang dikatakan sebenar-benarnya Guru/Mursyid Murobbi adalah Nur Muhammad Rosulullah Saw sebagai pemegang <strong>Kunci Pintu Surga/MIFTAHUL JANNAH.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Siapapun mereka itu, jika Satu yang di pandang yaitu Allah Swt, melalui Hakikat Nur Muhammad yang meliputi sekalian Alam maka tidak ada sebutan yang pantas baginya selain <strong>“ARIFBILLAH”</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Jika masih ada pandangan yang terbatas atau dibatasi tentang Hakikat Nur Muhammad itu pada beberapa diri saja maka belumlah pantas baginya menyandang sebutan <strong>“ARIFBILLAH”</strong> melainkan mereka itu masih di sebut dengan orang yang berada pada <strong>“TARIKAT/Perjalanan” </strong>menuju kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Mursyid Murobbi tidak hanya ada pada satu diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Melainkan Meliputi setiap “Kaun Maujudi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Siapa yang sanggup mematikan Diri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Itulah Langkah Awal menuju Diri Sejati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Jangan tertipu dengan apa yang dipandang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Karena semuanya hanyalah bayang-bayang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Tidak terpisah Al-Haq dengan selayang pandang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Tujulah kepada satu yang ada di dalam pandang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Belumlah dikatakan sebenar-benarnya mengenal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Sebelum engkau mengerti JALAL, JAMAL, QOHAR DAN KAMAL</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Empat sifat yang maujud dan Nyata pada Nur-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Alif itu menunjukkan akan Zat-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Lam Awal adalah ketetapan Sifat-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Lam Akhir kenyataan Asma’Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Sedangkan Ha adalah bukti dari Af’al-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Kesempurnaan Allah dalam keserba meliputannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Pada Muhammad Rosulullah segala rahasianya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Sebagai inti dasar dari sekalian alam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Menjadi saksi kemaujudannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Alif adalah jati diri Muhammad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Kaf itu adalah Ilmu Muhammad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Ba’ adalah Kelakuan Muhammad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><span> </span>Ro’ itu kehendak pada diri Muhammad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Dari situlah Maha Agung Allah Ta’ala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Dalam keserba meliputan sekalian Alam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Allah dan Muhammad satu Rahasia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Menjadi Kalimah ALLAH dan AKBAR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen">Karena itulah Rosulullah bersabda </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><span class="gen">&#8220;Agungkanlah dan besarkanlah Kalimah Allah : Allahu Akbar&#8230;. Allahu Akbar&#8230;&#8230;  Allahu Akbar Walillahil hamd&#8221;. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"> </span></p>
 Tagged: Arifbillah, Darkatul Kudrat, Diri Sejati, Hakikat, Jamalullah, Liqo', Ma'rifatullah, Miftahul Jannah, Nur Muhammad, Rosulullah, Ruh, Syuhud, Tasawuf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=159&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/03/tatkala-segala-rahasia-terungkap-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>101</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>