<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Ma&#8217;rifat</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/tag/marifat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengembarajiwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fdd0bca5c5bf75815c5a7fd8f741d2c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Ma&#8217;rifat</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/osd.xml" title="PENGEMBARA JIWA" />
		<item>
		<title>KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 03:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.
Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan ia semakin jauh dari kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi dan melihat kepadanya. Tidak jarang bagi mereka yang terlena oleh keinginan-keinginan itu telah jatuh kepada perangkap <strong>“Hawa Nafsu”</strong>, dimana hal itu pada Hakikatnya menjadikan ia orang-orang yang merugi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka-mereka yang terjebak oleh Hawa Nafsu tidak menyadari bahwa perbuatan-perbuatannya di Dunia ini apapun yang di lakukan apakah itu menyangkut urusan Dunia maupun urusan amal ibadah yang katanya itu adalah urusan Akhirat, maka itu semua bukan mengantarkan ia semakin dekat dengan Allah, malah menyebabkan ia semakin jauh dengan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semua itu terjadi karena tidak adanya kesadaran pada dirinya tentang Pencipta Seru Sekalian Alam yaitu Allah Swt.</span></p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Begitu ditanyakan kepada mereka tentang Allah, spontan mereka mengatakan bahwa “Aku berbuat ini….. dan itu…. Semua karena Allah &#8230;&#8230;, Ibadah yang kulakuan ini pun semuanya karena Allah &#8230;&#8230; Sholat ku….., Puasaku….., Zakat dan Haji….. itu semua kulakukan karena Allah semata. Dan tidak jarang di antara mereka dengan bangga dirinya mengatakan bahwa Aku adalah salah seorang diantara orang-orang yang dekat dengan Allah, karena aku ini sudah banyak sekali dalam hal ketaatanku beramal Ibadah baik yang Wajib-wajib maupun yang Sunah-sunah…., bukankah itu adalah suatu bukti bahwa aku termasuk orang yang dekat dengan Allah…?”kata mereka”. Dan ada lagi diantara mereka-mereka itu yang menjadikan Kitab Allah Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi sebagai bahan untuk tameng sebagai kebenaran umtuk membenarkan apa-apa yang ia dapatkan dalam perjalanan ilmu yang telah ia kuasai dan ia pahami baik sewaktu di sekolah-sekolah umum, pesantren maupun padepokan-padepokan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketahuilah……bahwa apa-apa yang dilakukan dari segi amal ibadah maupun penuntutan ilmu di sekolah-sekolah sampai kepada Pesantren dan padepokan-padepokan dan juga Hafalnya Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits-hadits itu semua sangat…..sangat……sangat….. baik sekali. Akan tetapi yang perlu diketahui dan dimengerti adalah jangan sampai itu semua di dasari oleh Hawa Nafsu. Jika perbuatan baik itu di dasari oleh Hawa Nafsu maka tunggulah….! Maka perselisihan dan pertengkaran akan semakin meluas serta tidak jarang perdebatan akan berujung pada hujat menghujat, cela mencela, caci mencaci, fitnah memfitnah. Apakah itu bukan sesuatu yang membawa Mudhorat? Dan sesuatu yang membawa Mudhorat apakah si pelaku itu apa tidak berdosa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sungguh…., Hawa Nafsu itu bukan hanya menipu seseorang kepada hal-hal yang bersifat Duniawi saja melainkan juga dari segi amal ibadah pun Hawa nafsu bisa menjerat mereka-mereka yang taat dalam amal ibadah. Sehingga yang tadinya kita fikir kita sudah melakukan sebaik-baiknya dalam ketaatan amal ibadah ternyata di balik itu ketaatan itu amal ibadah<span> </span>yang dilakukan itu semuanya tidak ada nilai positifnya di pandangan Allah. Karena mereka walau pada lisannya mengatakan <strong>“Lillahi Ta’ala (Karena Allah Ta’ala)”</strong> tetapi pada kenyataannya apa-apa yang dilakukannya tadi dalam ketaatan amal ibadah bukan <strong>“Lillahi Ta’ala (karena Allah Ta’ala)”</strong> melainkan <strong>“Linnafsii (karena diriku)”</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Untuk itu….., agar tidak terjebak oleh Hawa Nafsu (keinginan diri), maka sudah seharusnya mereka mengenal akan Allah dan menyadari bahwa tidak ada yang berlaku dalam urusan apapun melainkan itu semua karena Allah Swt semata-mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sadarilah bahwa kehidupan yang ada pada diri yang disebut dengan Ruh itu adalah saksi Hidupnya Allah swt, dengan menyadari kehidupan (Ruh) itu maka sama halnya kita menyadari bahwa Allah itu dekat dengan diri kita. Apakah Ruh<span> </span>yang ada pada diri itu jauh? Apakah Ruh yang ada pada diri itu dari buka mata sampai tutup mata kembali ia meninggalkan diri kita? Ya….ya…. sadarilah, bahwa Ruh itu selalu menyertai dimana kita berada kemanapun kita pergi dimanapun kita bertempat. Karena Ruh itu lah sebenar2nya diri kita yang bernama “Fulan”. Jika kita sudah menyadari bahwa diri kita adalah Kehidupan itu sendiri yaitu Ruh dan Ruh itu sebagai saksi hidup adanya Allah swt, maka sadarilah……. Jika Ruh itu tidak jauh melainkan dekat, maka itulah sebagai saksinya bahwa Allah itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasakanlah…. Diri kita dan kenalilah bahwa diri kita itu adalah Ruh dan Ruh itu adalah saksi hidup Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kesimpulannya…. Adalah : dengan merasakan bahwa Ruh itu sangat dekat maka sama halnya kita merasakan Allah itu sangat dekat. Dengan kita merasakan bahwa Ruh itu selalu menyertai diri kemana saja pergi maka sama halnya kita merasakan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dimana kita berada. Sadarilah…… dan Renungkanlah………</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Di dalam perjalanan Hakikat <strong><em>“merasakan itu sama halnya dengan melihat, bukan dengan mata melainkan dengan Hati melalui rasa”</em></strong>. Jadi….. dengan kita merasakan Ruh tadi maka sama halnya kita melihat Allah bukan dengan mata melainkan dengan hati melalui rasa. Sadarilah……….. dan Renungkanlah……….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karenanya itu semua menunjukkan bahwa Allah itu sangat lah dekat sekali…… dengan diri kita. Tidak jauh dan tidak berjarak. Dan selalu serta kemana saja kita berada<strong><em>……”Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum” (Aku (Allah)serta kamu di manapun engkau berada)</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Inilah dasar dari pada Ma’rifatullah….. menyadari dan mengerti akan saksi Hidup nya Allah Swt yang meliputi atas tiap-tiap sesuatu juga pada diri sendiri. <strong><em>“Wa Fii Anfusikum Afa laa Tub’siruun….” (dan juga pada Dirimu sendiri….. kenapa engkau tidak memperhatikannya?)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semoga dengan postingan yang sangat singkat ini bisa menjadi dasar bagi kita untuk merasakan kehadiran Allah pada diri kita…… yang menunjukkan bahwa Allah itu sekali-kali tidak lah jauh pada diri kita…. Kemanapun kita berada. Dan tanpa Allah maka diri kita tidak dapat berbuat apa-apa<strong><em>…..”Laa Tatakharroka illa bi’iznillah……….” (Tidak bergerak sekecil zarrah pun melainkan itu semua dengan Izin Allah)</em></strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Lalu …… dimanakah amal yang kita bangga-banggakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah Ilmu yang kita agung-agungkan itu…..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah pangkat kedudukan yang kita dewa-dewakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Maka semuanya kembali ….. hanya Kepada Allah lah segala puji itu Tuhan seru sekalian Alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Adapun kita ini hanyalah …. Insan yang tiada daya tiada upaya lagi bodoh…….</span></p>
 Tagged: Hawa Nafsu, Kesadaran, Ma'rifat, Ruh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>120</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/26/jalan-menuju-ma%e2%80%99rifatullah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/26/jalan-menuju-ma%e2%80%99rifatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 21:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Arif Billah]]></category>
		<category><![CDATA[Awwaluddin Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>
		<category><![CDATA[Mukassyafaturrobbani]]></category>
		<category><![CDATA[Muroqobah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[Rosulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Zat Maha Mutlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam suatu dalil dikatakan bahwa :
“Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.
Dimana seseorang itu wajib hukumnya untuk mengenal akan Allah sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama. Tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang dilakukan bagaimana mungkin bisa dikatakan sampai sedangkan Tujuan nya saja tidak diketahui. Karena itu sangatlah penting sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=151&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Di dalam suatu dalil dikatakan bahwa :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dimana seseorang itu wajib hukumnya untuk mengenal akan Allah sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama. Tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang dilakukan bagaimana mungkin bisa dikatakan sampai sedangkan Tujuan nya saja tidak diketahui. Karena itu sangatlah penting sekali pengenalan akan Allah itu di dalam kehidupan ini. Dengan Mengenal akan Allah maka akan dirasakannya Manis Lezatnya ke imanan, dirasakan khusyuknya dalam Amal Ibadah serta Ketenangan Jiwa akan mengalir di dalam dirinya. Menjadikan Pribadi yang ikhlas, sabar, tawakkal serta Ridho dalam menjalani Hidup. Tentu tiada kebahagiaan yang melebihi daripada kebahagiaan para Arif billah/orang yang mengenal akan Allah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Seandainya Allah Swt membukakan akan rahasia keagungan para Arif billah, maka niscaya orang-orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjub dibuatnya. Karena Nur yang meliputi diri para Arif billah itu akan memancar menembus sampai ke langit ketujuh. Karena itu lah Allah menutup akan diri para kekasih-kekasihNya itu, sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya melainkan hanya Allah dan mereka-mereka yang sama-sama telah sampai pada maqom Ma’rifatullah tsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Adapun Manusia-manusia itu <span> </span>untuk sampai kepada pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah) maka terlebih dahulu ia haruslah mengenal dirinya yang sebenar-benarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dan tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah :</p>
<p><span id="more-151"></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Menundukkan      Hawa Nafsu dengan memerangi kesyirikan, kekufuran, kemunafikan, kefasikan      dan kemurtadan yang ada di dalam diri dengan menjauhi kesombongan,      keingkaran terhadap kebenaran, kebodohan dan ketidak pedulian tentang      kebenaran.</li>
<li class="MsoNormal">Apabila      ia telah berhasil di dalam memerangi Hawa Nafsunya tadi maka ia akan di      anugrahi Hidayah/petunjuk kepada jalan yang di Ridhoi Allah Swt yaitu      jalan menuju kepada Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw, serta      dilengkapi ia dengan sifat-sifat Muhammad Rosulullah Saw yaitu Siddiq,      Tabligh, Amanah dan Fathonah serta menjadikan ia Sami’na wa atho’na.</li>
<li class="MsoNormal">Apabila      ia tetap Istiqomah pada tahapan ke-1 dan ke-2 itu maka ia akan disesuaikan      oleh Allah Swt dengan Hukum Sunatullah yang berlaku di dalam kehidupan      ini. Maka tetapkanlah kesabaranmu di dalam Hukum Allah Swt itu.      (Tawakkal/berserah diri kepada Allah dengan meyakini bahwa apa yang      terjadi atas dirinya, itu semua Qudrat Iradat Allah Swt semata).      Bersabarlah! Dan pasrahkanlah dengan sebenar-benarnya, dan berlaku kasih      sayanglah kepada sesama Saudara Mu’min serta menjadilah Rahmat bagi      Makhluk Allah Swt yang lain. Tetapi ingatlah!!!, sesungguhnya banyak di      antara orang Mu’min Hamba-hamba Allah itu yang terlena di dalam tahapan      ini, artinya mereka yang takjub dan hilang kesadaran dirinya karena sangat      mempesonanya keindahan-keindahan dan kemuliaan-kemuliaan Allah Swt yang      dinyatakan/ditampakkan oleh Allah berupa karomah-karomah membuat ia lupa      akan Allah Swt yang menganugrahkan kelebihan-kelebihan itu sehinggan      Karomah itulah yang menjadi maksud dan tujuannya. Lalu lupa ia kepada      tujuan yang sebenarnya yaitu Allah Swt yang menurunkan Karomah itu. Maka      jatuhlah ia kepada jurang kefasikan, kembali dikuasai oleh Hawa Nafsunya. <strong><em>“Laa      Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah………….”</em></strong>. Berhati-hatilah di dalam      tahapan ini!!!!, tidak ada seorangpun yang selamat dalam tahapan ini      melainkan mereka yang benar di dalam memasrahkan segala sesuatunya kepada      Allah Swt, sehingga jadilah Allah sebagai penolongnya dan hanya Allah lah      sebaik-baik penolong bagi orang-orang Mu’min.</li>
<li class="MsoNormal">Kemudian      apabila ia telah sampai kepada tahapan itu dengan selamat dan ia      senantiasa di dalam kesabaran serta selalu berhati-hati di dalam      Musyahadahnya (Penyaksiannya), maka akan tersingkaplah segala Kebenaran <strong>Hakikat Muhammad Rosulullah Saw</strong> dengan sendirinya tanpa ia memaksakan kehendaknya untuk menyingkap tirai      itu. Artinya ; Kebenaran <strong>Hakikat      Muhammad Rosulullah Saw</strong> itu sendiri yang akan datang menjemputnya      untuk di bawa naik (Mi’raj) menuju Alam yang tiada Batas dan dihampirkannnya      kepada <strong>Kebenaran yang membawa      Rahmat</strong> yaitu <strong>Nurun Ala Nurin</strong> sumber segala hakikat-hakikat yang ada termasuk <strong>Hakikat Diri atau Hakikat Muhammad</strong>. Lalu timbul lah kecintaan      yang amat sangat dalam kepada Muhammad Rosulullah Saw, rindu yang tiada      habis-habisnya dan diwujudkannya di dalam gerak dan diamnya dengan Sholawat      dan puji-pujian kepada Rosulullah Saw. Kecintaannya yang sangat dalam      kepada Rosulullah Saw terasa nikmat sekali dirasakannya, sehingga tiada      nikmat apapun yang dapat menyamai kenikmatan cinta Rosulullah Saw. Racun      kerinduan rela dan ikhlas diminumnya karena kemabukkannya tiada      bandingannya. Kemabukkan cinta itulah yang mengahantarkan dirinya kepada <strong>Robbul Izzati</strong> untuk      berkasih-kasihan memadu cinta yang telah lama terpendam.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dengan tahapan-tahapan itu akan sampai lah ia kepada <strong>Memandang Zat Maha Mutlak</strong><span> </span>yang tiada tara keagungan dan kebesaran-Nya, yang Esa dalam ke Esa annya, dimana segala sesuatu bergantung kepada-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada satupun yang menyamai-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Ketika para Pecinta Allah sudah asyik di dalam pandang memandang, maka Allah akan mendudukan ia pada <strong>&#8220;Maqom Muroqobah&#8221;</strong> sebagai jalan terbukanya Tirai <strong>&#8220;Kebenaran Hakiki/Mukassyafaturrobbani&#8221;</strong><strong>. </strong>Itulah Akhir dari pada pengembaraan dan perjalanan dan Itulah Puncak segala Puncak kenikmatan dan kebahagiaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Maka sampailah ia kepada <strong>Hakikat di atas Hakikat yaitu Zat Maha Mutlak</strong> yang tidak bisa di ganggu gugat dari segala apa pun tentang diri-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadurrosulullah.</em></strong></p>
 Tagged: Arif Billah, Awwaluddin Ma'rifatullah, Hakikat, Ma'rifat, Mahabbah, Mukassyafaturrobbani, Muroqobah, Rahmat, Rosulullah, Tasawuf, Zat Maha Mutlak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=151&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/26/jalan-menuju-ma%e2%80%99rifatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>122</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATKALA SEGALA RAHASIA TERUNGKAP (1)</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-segala-rahasia-terungkap-1/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-segala-rahasia-terungkap-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 01:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian dan Peringatan :
Tulisan ini diperuntukkan hanya bagi mereka-mereka yang telah tenggelam di lautan Samudra Ilmu Ma’rifat, baik melalui jalan Tariqat maupun melalui jalan Hakikat untuk memberikan pencerahan yang mengantarkan kepada sebenar-benarnya Allah Swt.
Sesungguhnya Ma’rifat itu dari segi Rububiyah bukanlah akhir dari perjalanan melainkan masih awal perjalanan.

Nb : Dipersilahkan untuk memberikan Komentar, Saran, kritik maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=106&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Perhatian dan Peringatan :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Tulisan ini diperuntukkan hanya bagi mereka-mereka yang telah tenggelam di lautan Samudra Ilmu Ma’rifat, baik melalui jalan Tariqat maupun melalui jalan Hakikat untuk memberikan pencerahan yang mengantarkan kepada sebenar-benarnya Allah Swt.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Sesungguhnya Ma’rifat itu dari segi Rububiyah bukanlah akhir dari perjalanan melainkan masih awal perjalanan.</strong></p>
<div style="border:medium medium 2.25pt none none double 0 0 windowtext;padding:0 0 1pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;line-height:150%;margin:6pt 0;padding:0;"><strong>Nb : Dipersilahkan untuk memberikan Komentar, Saran, kritik maupun pertanyaan, agar berguna bagi kita semuanya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;line-height:150%;margin:6pt 0;padding:0;">====================================================================</p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span class="gen"><strong><em>“Semuanya<span> </span>akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.</em></strong></span><strong><em> (QS,Ar Rahmaan : 26-28)</em></strong></p>
<p><span id="more-106"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;">Ketika hati mulai bercahaya, ketika jiwa mulai merasakan, ketika akal silau dengan pancaran Nur Nya ; saat itu lidah terasa kelu untuk bersuara, perasaan hati lenyap entah kemana, raga hampir-hampir tak berdaya bahkan jiwa gaib di dalam kegaiban Tuhannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Samudra Ahadiyah Allah Ta’ala telah menghanyutkan dirinya menghempaskan batinnya pada karang-karang kerinduan dan membawanya kepada sebuah pulau keikhlasan tertinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Mereka-mereka yang telah sampai pada keikhlasan tertinggi itu telah melepaskan segala sesuatunya, apa saja baik dirinya zahir batin maupun yang diluar dirinya. Pandangan Syuhudnya hanya lah Allah Swt, di dalam pandangan yang tiada jarak dan tiada antara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Telah dilewatinya Pos-pos jiwa mulai dari Pos Ruhani sanpai kepada Pos Ruh Idhofi. Disini baginya sesuatu yang berpasangan telah lenyap dari pengetahuan di dirinya. Tiada lagi kata serba dua apalagi banyak pada pandangan batinnya. Mursyid yang menyampaikan dirinya kepada Tuhannya pun sudah tidak terpandang lagi. Baginya mursyid dan murid itu satu! Yang dikatakan Mursyid, itulah Murid ; dan yang dikatakan Murid, itulah Mursyid. Batinnya satu dengan Mursyidnya, sehingga dia juga yang disebut Mursyid dan dia jugalah yang disebut Murid. Jika Mursyid dan Murid sudah satu dalam pandangan Batinnya, dimanakah Mursyid? Dan dimanakah Murid?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Tentu! Jika sudah Satu meliputi maka tidak ada lagi Mursyid dan tidak ada lagi Murid, yang ada hanyalah Penguasa yang menguasai Mursyid dan Murid, Dialah Allahu Robbul ‘Alamin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Itulah maqom keikhlasan tertinggi dimana pada maqom itu ia tidak terikat oleh sesuatu lagi, tidak membangga-banggakan akan sesuatu lagi dan tidak menonjolkan akan sesuatu lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Kemerdekaan dan kemandirian bersama Tuhannya telah mengisi kekosongan jiwanya, sehingga kemana saja ia pergi, dimana saja ia berada tidak ada yang ada hanya Allah Swt meliputi disetiap gerak dan diamnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Pada Maqom Keikhlasan tertinggi itu Allah telah mendudukan ia pada posisi <strong>“DARKATUL QUDRAT”, </strong>karena ia telah berhasil melewati tahapan ke “AKU” an didirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>DARKATUL QUDRAT </strong>adalah ibarat Halaman Istana Kerajaan Allah Ta’ala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jika ke “AKU “an dirinya saja sudah lenyap/Fana dari pandangan, bukankah segala yang di luar dari dirinya juga akan lenyap/Fana?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Apabila mereka yang mengaku telah benar-benar sampai kepada Tuhannya, tentu sudah seharusnya ia tidak bersandar lagi kepada sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jika masih bersandar akan sesuatu sedangkan ia menyatakan telah sampai kepada Maqom Robbani, maka sesungguhnya ia belumlah sampai dengan sebenar-benarnya sampai. Pada saat itu ia masih sampai sebatas Ilmu dan rasa tetapi belum lagi sampai kepada yang punya Ilmu dan rasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;margin:6pt 0;" align="right">Bersambung……………………………….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=106&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-segala-rahasia-terungkap-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NUZULUL QUR&#8217;AN MENYINGKAP RAHASIA KEBENARAN ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 00:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Nuzulul Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=102&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi kata. Tidak ada kata-kata itu melainkan Huruf demi huruf. Tidak ada huruf-huruf itu melainkan hanya tinta saja yang ada. Dari satu “TITIK” Tinta menjadi huruf, kata, kalimat, tulisan dan bacaan lalu menjadi makna dalam kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karenanya para Arif Billah tidak memandang kepada yang banyak itu tetapi Ia hanya memandang kepada satu “TITIK” saja. Dari “TITIK” itulah awal jadinya segala sesuau dan kembalinya segala sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Begitu Raden Syahid yang dikenal dengan Gelar SUNAN KALIJAGA sewaktu berguru kepada Sunan Bonang mengatakan bahwa Ia ingin menuntut/belajar Ilmu Allah Swt. Lalu kata Sunan Bonang bahwasanya Ilmu Allah Ta’ala itu luas bagaikan lautan. Apabila lautan itu dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala maka belum cukup lagi, Habis Air lautan itu ditambah lagi sebanyak itu untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga. Ditambah lagi sampai 7 lautan untuk dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Lalu kata Sunan Kalijaga ; Wahai Kanjeng Sunan Bonang tidaklah sebanyak itu yang hamba inginkan, melainkan yang ingin hamba tuntut hanyalah satu “TITIK” Ilmu Allah Ta’ala dari Luasnya Ilmu Allah Ta’ala itu. Bukan kah Satu “TITIK” air itu tiada lain air lautan yang luas itu juga?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span id="more-102"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dari riwayat itu menunjukkan bahwa betapapun Luasnya Ilmu Allah Ta’ala, akan tetapi rahasia Ilmu itu atau Kunci Ilmu itu hanyalah seTITIK saja. Dan seTITIK itu menjadi Rahasia pada Insan sebagai Manusia yang dicipta Allah sesempurna-sempurna kejadian. Dengan rahasia “TITIK” itulah yang menyebabkan Insan itu dikatakan lebih sempurna dari pada Makhluk-makhluk yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sesungguhnya apa yang di tuntut para Awliya Allah itu sudah dilalui dalam kehidupan Baginda Nabi Muhammad Saw. Salah satunya yaitu pada waktu Beliau pertama kali menerima Wahyu, di Umur Beliau pada waktu 40 tahun di malam 17 Romadhan bertepatan pada 610 Masehi. Di mana Beliau pada saat itu sering menyendiri di Goa Hira’, yang berada di puncak bukit Jabal Nur 6 km di Utara Mekkah. Sepanjang bulan Romadhan setiap tahun Rosulullah Saw selalu menyendiri di sana dengan hanya membawa sedikit bekal., hati dan fikiranya bergejolak untuk mencari Kebenaran sampai datanglah peristiwa yang Maha Dahsyat itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Rosulullah Saw di dalam kesendiriannya itu tidak ada yang di ingat dan difikirkan selain Allah yang Maha Benar! Dimana di yakini oleh sebagian para Arifbillah para Waliyullah bahwa Beliau berdialog dengan Tuhannya sebagaimana yang terkandung dalam Rahasia Surah Al-Fatihah 7 Ayat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dari yang tersirat pada surah Al-Fatihah itulah Beliau mengetahui akan Tuhannya dan Beliau mendapatkan Pencerahan Jiwa<span> </span>tentang Kebenaran Tuhan yang Hakiki itu meliputi sekalian Alam menjadi Rahasia pada Insan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sebagaimana Allah berfirman dalam Hadits Qudsi : <strong><em>“Insan itu Rahasia Ku dan Aku adalah Rahasianya”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Di Hadits Qudsi yang lain Allah berfirman : <strong><em>“Insan itu Rahasia Ku, Rahasia Ku itu Sifat Ku dan Sifat Ku itu tiada lain daripada Ku”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dengan pandangan Rosulullah Saw kepada Rahasia Allah yang meliputi tiap-tiap segala sesuatu yang berpusat pada Diri Beliau itulah maka Beliau menemukan Kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Tatkala Kebenaran itu sudah didapatkan, tatkala hijab itu sudah terungkap dengan pandangan Musyahadah kepada satu “TITIK” yang ada pada diri Nabi maka Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Beliau untuk menegaskan bahwa apa yang Beliau Jalani itu adalah kebenaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Firman Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“<span class="gen">Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptak an manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam<sup><span> </span></sup></span>, <span class="gen">Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS,</span> Al &#8216;Alaq : 1-5)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Bukankah Ayat tersebut mengisyaratkan kepada Diri Insan? Ya…! Karena Jawaban tentang Allah Maha Kebenaran Mutlak itu ada pada Insan. Tatkala merenungkan Asal kejadian Diri maka akan di kenal lah Diri yang sebenarnya. Dengan mengenal kepada Diri yang sebenarnya maka Kenal lah akan Allah Swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Firman Allah lagi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“<span class="gen">Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS, </span>Adz Dzaariyaat : 20-21)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jika sudah demikian apakah yang dilalui Nabi dalam kesendiriannya itu bukan suatu Jalan(<strong>Tariqat</strong>) untuk mencapai Kebenaran(<strong>Hakikat dan Ma’rifat/Tasawuf</strong>)?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dengan demikan Rosulullah Saw telah ber <strong>Tarikat</strong> dan ber <strong>Tasawuf </strong>sehingga menerima Wahyu Allah dimalam 17 Romadhon dan bertemu dengan Allah pada malam 27 Rajab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Salahkah dan sesatkah para Arifbillah dan para pencinta Allah jika menuntut <strong>Tarikat dan Tasawuf?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Jika ada yang berani mengatakan bahwa Tarikat dan Tasawuf itu salah dan sesat, maka sama halnya ia mengatakan Nabinya Muhammad Rosulullah Saw itu Sesat!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Na’udzubillah……………………</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Siapa yang mengatakan para pengamal tarikat dan tasawuf itu sesat dan salah jalan maka sama halnya ia mengatakan Nabi itupun sesat dan salah jalan. Lalu apa bedanya mereka yang mengatakan sesat itu dengan orang-orang Kafir pada zaman Nabi. Jika orang Kafir di zaman Nabi sebagian adalah Ahlul Kitab, lalu bagaimana dengan di zaman sekarang yang terlalu membangga-banggakan apa yang sudah dihafal dan dibacanya di dalam Kitab kemudian pengetahuannya tentang apa yang sudah di dapatnya itu di jadikan suatu bahan untuk debat, menyalahkan bahkan mengkafirkan, Apakah mereka bukan Ahlul Kitab di zaman ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karena itu mengikuti Nabi bukanlah hanya sebatas Lahiriahnya saja tetapi yang paling utama adalah bagaimana Pribadi Beliau, Batin Beliau sehingga mendapatkan Kebenaran yang Hakiki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kita tentang Kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=102&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ZIKIR PARA ARIF BILLAH MENGGETARKAN ARSY</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/11/zikir-para-arif-billah-menggetarkan-arsy/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/11/zikir-para-arif-billah-menggetarkan-arsy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 01:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Arif Billah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsy]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Zikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Hai manusia! Ketika dikatakan kepadamu untuk berzikir kepada Allah, maka bersegeralah engkau untuk berzikir kepada Nya. Karena Zikirmu kepada Nya akan membawamu lebih dekat lagi kepada Nya, dan zikirmu itu akan menggetarkan Arsy Tuhan mu sehingga para Malaikat Arsy bertanya-tanya ; ada apa ini ? begitu diketahui bahwa ada seseorang yang berzikir kepada Allah maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=95&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Hai manusia! Ketika dikatakan kepadamu untuk berzikir kepada Allah, maka bersegeralah engkau untuk berzikir kepada Nya. Karena Zikirmu kepada Nya akan membawamu lebih dekat lagi kepada Nya, dan zikirmu itu akan menggetarkan Arsy Tuhan mu sehingga para Malaikat Arsy bertanya-tanya ; ada apa ini ? begitu diketahui bahwa ada seseorang yang berzikir kepada Allah maka bersegeralah para Malaikat Bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertkbir seraya meohonkan Do’a ke Hadirat Allah untuk kebaikan dan ke’afiatan orang yang tenggelam di lautan zikir.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Hai Manusia!<span> </span>Ketahuilah olehmu bahwa tidak ada amalan yang paling disukai Allah dan yang lebih utama selain Zikrullah. Sebagaimana yang di Firmankan Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em>“Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.</em></strong> (QS,</span> Al &#8216;Ankabuut : 45)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tanamkan dihatimu bahwa apabila engkau berzikir kepada Allah (Ingat kepada Allah), maka sesungguhnya Allah hadir sertamu dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Karena itu apabila engkau berzikir kepada Allah maka sucikanlah jiwamu terlebih dahulu. Bukankah Allah Maha Suci? Dan pantaskah engkau menghadap kepada Nya dengan Jiwa yang belum tersucikan?</p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sungguh! Kesucian jiwa itulah yang akan menjadi saksi bagi mu tatkala engkau berzikir. Tanpa jiwa yang tersucikan maka zikirmu kepada Allah bukan mengantarkanmu dekat kepada Nya akan tetapi akan membuatmu semakin jauh dengan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Zikir (ingat)mu kepada Allah tatkala di dasari oleh jiwa yang kotor menyebabkan engkau berzikir bukan karena Allah tapi karena sesuatu selain Allah, lisan berzikir kepada Allah tetapi yang ada di hatimu bukan Allah melainkan sesuatu selain Allah. Bukankah pahala, surga, kedudukan, kemuliaan (karomah) dll itu adalah sesuatu selain Allah? Bukankah itu semua sesuatu yang datang dari pada Allah dan Bukan Allah! Lalu pantaskah engkau berzikir kepada Allah tetapi hadap hatimu kepada sesuatu selain Allah?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika engkau berzikir kepada Allah tetapi hatimu mengharapkan sesuatu selain Allah maka engkau berzikir bukan karena Allah tetapi karena menurutkan Hawa Nafsu (keinginan) di dirimu. Dan itulah suatu tanda bahwa jiwamu masih kotor dan belum tersucikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sadarlah wahai Manusia! Hidup matimu hanya untuk Allah, sholat dan ibadahmu hanya bagi Allah seru sekalian Alam, bukan kepada yang lain selain Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Firman Allah : <strong><em>“<span class="gen">Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS,</span> Al An&#8217;aam : 162)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Hai manusia! Kesucian jiwa itu tidak akan engkau dapatkan sebelum engkau mengenal kepada Allah. Jika engkau kenal kepada Allah maka Allahlah yang akan mensucikan jiwamu. Kenalilah Allah hai manusia sebelum engkau menemui kematian, sebelum Sakaratul Maut menjemputmu. Jika engkau belum mengenal akan Allah sedangkan kematian itu telah datang kepadamu maka kerugianlah yang akan engkau dapatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Firman Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em>“<span class="gen">Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.</span></em></strong><span class="gen">(QS, </span>Al Israa&#8217; : 72)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Buta berarti tidak melihat, tidak melihat berarti tidak akan kenal, jika tidak kenal bagaimana mungkin engkau bisa mengatakan cinta kepada yang engkau sendiri tidak mengenalnya dan tidak melihatnya. Jika sudah demikian tidaklah rasa cintamu kepada yang engkau sendiri tidak mengenalnya maka itulah yang dinamakan “CINTA BUTA”.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Rosulullah Saw bersabda : <strong><em>“Seseorang itu beserta dengan siapa yang ia cintai”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika cintanya kepada Allah dan Rosul Nya karena mengenal kepada Allah dan Rosul Nya maka ia akan beserta yang ia cintai.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tetapi jika ia mencintai sedangkan ia sendiri tidak kenal kepada yang dicintai, lalu kemanakah ia kembali? Dan beserta siapakah ia?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=95&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/11/zikir-para-arif-billah-menggetarkan-arsy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ILMU PASTI SAMPAI KEPADA ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 19:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS,Ar Ra&#8217;d : 28)
Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=89&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.</span></em></strong></span><span class="gen"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">(QS,</span></span>Ar Ra&#8217;d : 28)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta ke mana ia akan kembali maka ia akan terbawa oleh gelombang hawa nafsu. Apalagi jika ia tidak memiliki Bahtera zikir untuk mengarungi lautan hati. Akan tetapi jika seseorang sudah memiliki Bahtera zikirpun untuk mengarungi lautan samudra hati tanpa Nakhoda (Ruh) yang mengerti akan ILMU PASTI selamat atau tidaknya, sampai atau tidaknya ke tempat tujuan maka sia-sia lah pelayaran tsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Ruh itu haruslah dibekali Ilmu pengetahuan untuk mencapai maksud tujuan. Adapun maksud dan tujuan yang sebenarnya adalah Allah Swt. Sedangkan Ilmu untuk mencapai maksud dan tujuan (Allah Swt) adalah Ilmu tentang Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho yang bermuara pada Ketauhidan dan Kema’rifatan. Tanpa Ilmu tsb; zikir yang bagaimanapun, wirid seperti apapun dan amal ibadah apapun yang dilakukan akan tersangkut di alam hawa nafsu. Dan sudah pasti siapa-siapa yang menurutkan hawa nafsu itu maka tidak akan didapatkan keselamatan tentu akan sesat dan semakin jauh dari pada maksud dan tujuan (Allah Swt).</span></p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karena itu sangatlah penting sekali untuk membekali Ruh itu dengan Ilmu Ketauhidan dan Kema’rifatan sebab itulah yang akan membawa diri kepada Kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu kebahagiaan Dunia dan Akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Seberapa banyaknya hafalan Ayat dan Hadits, seberapa banyaknya amalan dan zikir, sebanyak apapun Ibadah yang dilakukan akan hampa dan sia-sia tanpa keikhlasan, kesabaran, tawakkal dan ridho dan akan tersesat jalan bila tidak tahu akan Ketauhidan dan Kema’rifatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika sudah demikian apakah bisa dikatakan mendapatkan bahagia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bahagia itu adalah sesuatu yang bisa dirasakan oleh rasa, dan yang bisa merasakannya adalah mereka-mereka yang senantiasa bersama Allah Swt baik di dalam Suka maupun Duka karena ia kenal dan cinta kepada Allah. Sehingga akan terasa Damai dan Tentram bersama Allah di dalam Tauhid dan Ma’rifatnya serta terasa nikmat Ibadahnya kepada Allah di dalam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Itulah Bahagia yang sebenar-benarnya. Dan mereka yang mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya itu sudah pasti mengetahui bawa ia PASTI akan selamat dan PASTI akan sampai kepada maksud dan tujuan yaitu ALLAH Swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Adapun yang tidak tahu tentang Tauhid dan Ma’rifat apalagi yang tidak mau tahu, mereka hanya sebatas bersandar kepada bacaan dan tulisan tidak mengerti rahasia dibalik bacaan dan tulisan itu tentu ia akan merugi. Jangankan kerugian yang di dapat, untuk mengetahui selamat atau tidaknya saja ia tidak bisa memastikannya, dan untuk mengetahui sampai atau tidaknya kepada tujuan pun ia masih di dalam keraguan dan kebimbangan. Jika demikian itulah yang membuktikan bahwa mereka itu telah jauh daripada Kebenaran, jauh daripada keselamatan dan jauh daripada Allah Swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karena itu carilah Ilmu PASTI!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Selamat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Bahagia,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Tentram dan Damai,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Diterima amal ibadah dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Sampai kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Itu semua bisa di dapat dengan Tauhid dan Ma’rifat.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=89&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LISAN BERSYAHADAT TETAPI HATI DUSTA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 19:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Dusta]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”
Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!
Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=86&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi perasaan senang dan bahagia akan menghampirinya seolah-olah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga sekali. Dirasakannya nikmat yang belum pernah dirasakannya yang membuat hilang gairah daripada memandang sesuatu karena bahagianya ia merasakan Allah Hadir pada dirinya melalui Dua Kalimat Syahadat yang di ungkapkannya tidak hanya melalui Lisan tapi juga merasakan karena di dasari dengan Pengetahuan Ilmu dalam memaknainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Diungkapkan oleh sebagian para Awliya Allah : <strong><em>“Man lam yazuq lam ya’rif”,(Barang siapa belum merasakan maka belumlah dikatakan Mengenal).</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tatkala seseorang mengucapkan dua Kalimah Syahadat tetapi tidak mengetahui Makna yang terkandung didalamnya maka tidak menjadikan suatu jaminan bahwa ia akan merasakan manis lezatnya Penyaksian.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Karena sebagaimana yang diketahui bahwasannya Dua Kalimah Syahadat itu adalah Kalimah Penyaksian. Menyaksikan atas Hadirnya Allah meliputi pada tiap-tiap segala sesuatu dan Menyaksikan atas Muhammad Rosulullah Saw meliputi akan segala Pengetahuan Ilmu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tentu untuk bisa mnyaksikan haruslah di dasari Pengenalan. Tanpa mengenal apakah bisa dikatakan ia termasuk orang yang menyaksikan?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Karena itu bila ada orang menyaksikan sesuatu tetapi ia sendiri belum melihat/mengenal akan sesuatu itu maka sudah pasti ia itu termasuk orang-orang yang berdusta/berbohong.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Begitupula jika ada yang mengucapkan Dua Kalimah Syahadat tetapi tidak melihat/mengenal Allah dan Rosulnya maka berarti ia termasuk orang-orang yang Hatinya Dusta/bohong atas penyaksian itu. Lisannya bersaksi tapi hatinya buta daripada penyaksian itu sendiri maka dari segi Hakikat belum sempurna Islamnya melainkan Islamnya hanya sebatas Zahir (Indannas) Islam karena di Mata Manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sedangkan dikatakan dalam Al-Qur’an bahwasannya Allah berfirman : <strong><em>“<span class="gen">Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS, </span>Ali &#8216;Imran : 19)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Islam yang dikehendaki Allah adalah Islam Kaffah (menyeluruh) tidak hanya Zahir saja tetapi Hatinya mengetahui akan kesempurnaan Islam itu melalui Pengenalan kepada Allah dan Rosulnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em>“Awwaluddin Ma’rifatullah”,</em></strong> Awal mula seseorang itu beragama dia harus terlebih dulu mengenal kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika tidak mengenal Allah maka seseorang itu belumlah dikatakan ber Agama. Jika sudah demikian maka apabila ia bersyahadat maka hanyalah sebatas di bibir saja sedangkan hatinya di dalam kedustaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Lima waktu mendirikan Sholat sehari semalam dan sembilan kali mengucapkan Dua Kalimah Syahadat dalam duduk Tasyahud tetapi tidak melihat/mengenal akan yang disaksikannya tadi maka batal lah Dua Kalimah Syahadat nya tadi. Jika Syahadat nya sudah batal lalu bagaimana dengan Sholatnya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=86&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU ADALAH TEKA TEKI TUHANKU</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/aku-adalah-teka-teki-tuhanku/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/aku-adalah-teka-teki-tuhanku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 21:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Manusia hidup bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi datang dari pada yang Maha Hidup. Tatkala Allah berkehendak atas diri maka Sirullah/Rahasia Allah yaitu Ruh akan Nasab/Misra kepada sekalian tubuh. Setelah Ruh Nasab/Misra kepada sekalian Tubuh lalu bernafaslah ia, berdetaklah jantungnya, mengalirlah darahnya, terbuka matanya dan bergeraklah anggota tubuhnya kemudian sempurnalah ia bernama “Manusia”.
Allah berfirman :

“Sesungguhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=73&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Manusia hidup bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi datang dari pada yang Maha Hidup. Tatkala Allah berkehendak atas diri maka Sirullah/Rahasia Allah yaitu Ruh akan Nasab/Misra kepada sekalian tubuh. Setelah Ruh Nasab/Misra kepada sekalian Tubuh lalu bernafaslah ia, berdetaklah jantungnya, mengalirlah darahnya, terbuka matanya dan bergeraklah anggota tubuhnya kemudian sempurnalah ia bernama “Manusia”.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Allah berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-1;left:0;margin-left:420px;margin-top:3px;width:302px;height:46px;"><img src="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="302" height="46" /></span><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="32" height="32" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="32" height="32" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.</em></strong></span> (QS,At Tiin : 4)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Kesempurnaan Manusia itu adalah menunjukkan betapa Maha Sempurnanya Allah yang telah menciptanya. Sehingga dengan kesempurnaan itu lah yang membuat Iblis merasa Iri dan Cemburu dibuatnya dikarenakan tidak mengetahui akan Hakikat Manusia itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Bahkan Malaikat pun tidak mengetahui tentang Hakikat Manusia, seluruh Makhluk tidak ada yang mengetahuinya melainkan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Dan tatkala Allah berkehendak atas tiap diri seseorang untuk dijadikan Kekasihnya maka Allah akan membukakan Rahasia itu pada dirinya. Sehingga dengan tersingkapnya akan Rahasia itu menjadikan dirinya semakin dekat sekali dengan Tuhannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p><span id="more-73"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Hanya Rosulullah Saw dan para Awliya Allah yang dikehendakilah yang akan dibukakan akan Rahasia itu, sehingga baginya itulah Anugrah yang sangat luar biasa atas dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dengan mengetahui akan rahasia itu maka naiklah derajadnya di sisi Tuhannya menjadi Hamba Allah yang sejati bukan lagi duduk pada martabat Makhluk.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Definisi Makhluk itu ialah :</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Tidak mengetahui akan      makna kehidupan</li>
<li class="MsoNormal">Berlaku dalam keseharian      hanya untuk makan, minum dan aktifitas lainnya</li>
<li class="MsoNormal">Tidak tumbuh kesadaran      Jiwa untuk menuntut Ilmu Kesempurnaan Hidup</li>
<li class="MsoNormal">Kalau lah ia beramal dan      beribadah hanyalah sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mengetahui Hakikat      Amal Ibadah</li>
<li class="MsoNormal">Tidaklah hidup yang      dijalaninya melainkan hanyalah menurutkan Hawa Nafsunya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mereka yang demikian ini bermartabat Makhluk semata, yang di Firman kan Allah dalam Al-Qur’an mereka hidup seperti Binatang. Tatkala ia mati maka akan menjadi Bangkai dan busuk serta hancur jasadnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Adapun mereka yang dikehendaki masuk dalam kedudukan Hamba Allah, mereka itu ialah :</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Mengenal kepada Tuhannya      sebagaimana mereka kenal dengan kekasihnya</li>
<li class="MsoNormal">Mengetahui makna      kehidupan membuat dirinya penuh arti dan makna di dalam menjalani hidup</li>
<li class="MsoNormal">Sadar bahwasanya dirinya      bukanlah sesuatu melainkan Hakikat dirinya adalah Rahasia Allah</li>
<li class="MsoNormal">Tidak ada yang dilihat      dan dipandangnya selain Allah</li>
<li class="MsoNormal">Senantiasa lebur di      dalam zikrullah bukan hanya pada waktu tertentu tetapi meliputi setiap waktu      dari buka mata sampai tutup mata kembali</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mereka yang demikian ini bermartabat Hamba Allah, jika mereka mati maka Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mati melainkan Hidup dan beroleh nikmat disisi Ku. Sehingga kematiannya akan membawa berkah bagi dirinya sendiri, jasadnya tidak akan hancur dan tidak akan membusuk seperti bangkai karena Allah memelihara akan Jasadnya. Bahkan sebagian dari pada mereka itu ada yang hilang jasad dan ruh kembali kepada Allah Swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mereka yang dimuliakan dengan Anugrah Allah yang tiada terkira itu, sadar akan dirinya LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH………… dan terkadang mengatakan bahwa : AKU ADALAH TEKA-TEKI TUHANKU dan ada pula yang mengatakan : AKU ADALAH RAHASIA TUHANKU.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=73&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/aku-adalah-teka-teki-tuhanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/CV97F9~1.BAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AYO PUASA SEBENARNYA JANGAN PUASA DAGANG</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Rosulullah Saw. pernah bersabda : &#8220;Berapa banyak mereka yang berpusa itu tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya Lapar dan Haus saja&#8221;.
Di Hadits lain Beliau bersabda : &#8220;Barang siapa yang berpuasa di Bulan Romadhan dengan di dasari Iman dan Introspeksi Diri  maka Allah akan mengampuni Dosa-dosanya yang lalu sampai akan datang&#8221;.

Siapakah mereka itu yang telah mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=38&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rosulullah Saw. pernah bersabda : <em>&#8220;Berapa banyak mereka yang berpusa itu tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya Lapar dan Haus saja&#8221;</em>.</p>
<p>Di Hadits lain Beliau bersabda : <em>&#8220;Barang siapa yang berpuasa di Bulan Romadhan dengan di dasari Iman dan Introspeksi Diri  maka Allah akan mengampuni Dosa-dosanya yang lalu sampai akan datang&#8221;.<br />
</em></p>
<p>Siapakah mereka itu yang telah mendapatkan ke Istimewaan Luar biasa&#8230;..?</p>
<p>Yaitu mereka-mereka yang di dalam memasuki Bulan Romadhan mengerti akan Arti dan Hikmahnya Puasa itu, tidak hanya ikut-ikutan berpuasa.</p>
<p>Bagi sebagian orang berpuasa itu adalah kewajiban sehingga kita harus menunaikannya walau tidak mengerti sekalipun Hikmah Puasa itu.</p>
<p>Sebagian Lagi yang dimengerti di dalam Puasa itu adalah mengumpulkan Pahala sebanyak-banyaknya dan beribadah sebanyak-banyaknya agar bisa masuk kedalam Surga.</p>
<p>Ada yang Luar Biasa Lagi&#8230;. Bulan Puasa itu bagi sebagian orang lagi selain mengumpulkan Pahala dan kebaikan sebanyak-banyaknya, juga berjualan makanan disiang hari untuk mendapatkan keuntungan di Dunia. He&#8230; He&#8230; itu sih Namanya Sambil menyelam minum Air.<br />
<span id="more-38"></span></p>
<p>Lalu mereka itu bukannya Puasa Ridho Allah melainkan Puasa bedagang. Mereka yang mengharapkan Pahala itu adalah Pedagang Akhirat sedangkan mereka yang berjualan di siang hari itu Pedagang Dunia.</p>
<p>Jika sudah demikian Kebanyakan Muslim itu Pedagang Ya?</p>
<p>Tentu jawabannya IYA!</p>
<p>Lalu yang seperti apakah Puasa sebenarnya itu?</p>
<p>Mari kita simak perjalan Rosulullah Saw, diwaktu detik-detik turunnya Al-Qur&#8217;an. Apa yang di lakukan Nabi di Goa Hiro? tentu semua sudah tahu sebagaimana yang ditulis-tulis dibeberapa kitab maupun apa yang disampaikan para Penceramah, Bahwa Rosulullah Saw sedang bertahanuts/berhalwah mendekatkan diri kepada Tuhan Pencipta Seru Sekalian Alam. Adakah Nabi menyampaikan bahwa Aku di goa Hiro itu bertahanuts untuk mencari pahala dari Tuhanku? Tidak.. kan! Tapi Beliau semata-mata mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan Tadabbur Alam/ merenungkan penciptaan sekalian Alam yang saat ini biasa disebut dengan Tafakkur/ Introspeksi Diri.</p>
<p>Dalam bahasa Tasawuf Tafakur atau Introspeksi itu adalah belajar untuk mengenal kepada Diri sendiri sebagai jalan untuk mengenal Allah.</p>
<p><strong>Man Arofa Nafsahu faqod Arofa Robbahu</strong> : <em>&#8220;Barang siapa yang mengenal akan dirinya niscaya kenallah ia kan Tuhannya&#8221;.</em></p>
<p>Sehingga tidaklah datang nya Bulan Puasa itu melainkan bagi mereka yang mengerti yaitu untuk mengenal akan Allah Swt, melalui Tafakkur/Introspeksi/Musyahadah/I&#8217;tikaf dll. Setelah ia mengenal akan Allah tidaklah bagi mereka , di bulan Romadhan ini adalah suatu bulan yang khusus untuk mendekatkan  diri kepada Allah Swt tak ubahnya seperti seseorang yang Wukuf di padang Arofah pada saat melaksanakan Haji.</p>
<p>Dan apapun yang dijalankannya di dalam Bulan Puasa itu dengan Ibadah maupun Amaliyahnya semata-mata untuk mendekatkan Diri kepada Allah di dalam Ma&#8217;rifatullah dan Mahabbatullah.</p>
<p>Itulah mereka yang berpuasa sebenarnya, yanga akan diterima oleh Allah amal ibadahnya. Dan jika di bandingkan dengan mereka yang Puasa Dagang perbandingan nya sangat jauh sekali.</p>
<p>Semoga Puasa di tahun ini tidak sia-sia, maka sempurnakanlah ibadah puasa itu dengan menuntut Ilmu yang akan mengantarkan kepada Ridho Allah Swt. Dan tidaklah Ilmu yang mengantarkan Ridho Allah itu melainkan Ilmu yang berlandaskan Ma&#8217;rifatullah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=38&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>