<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Kesadaran</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/tag/kesadaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengembarajiwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fdd0bca5c5bf75815c5a7fd8f741d2c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Kesadaran</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/osd.xml" title="PENGEMBARA JIWA" />
		<item>
		<title>KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 03:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.
Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan ia semakin jauh dari kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi dan melihat kepadanya. Tidak jarang bagi mereka yang terlena oleh keinginan-keinginan itu telah jatuh kepada perangkap <strong>“Hawa Nafsu”</strong>, dimana hal itu pada Hakikatnya menjadikan ia orang-orang yang merugi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka-mereka yang terjebak oleh Hawa Nafsu tidak menyadari bahwa perbuatan-perbuatannya di Dunia ini apapun yang di lakukan apakah itu menyangkut urusan Dunia maupun urusan amal ibadah yang katanya itu adalah urusan Akhirat, maka itu semua bukan mengantarkan ia semakin dekat dengan Allah, malah menyebabkan ia semakin jauh dengan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semua itu terjadi karena tidak adanya kesadaran pada dirinya tentang Pencipta Seru Sekalian Alam yaitu Allah Swt.</span></p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Begitu ditanyakan kepada mereka tentang Allah, spontan mereka mengatakan bahwa “Aku berbuat ini….. dan itu…. Semua karena Allah &#8230;&#8230;, Ibadah yang kulakuan ini pun semuanya karena Allah &#8230;&#8230; Sholat ku….., Puasaku….., Zakat dan Haji….. itu semua kulakukan karena Allah semata. Dan tidak jarang di antara mereka dengan bangga dirinya mengatakan bahwa Aku adalah salah seorang diantara orang-orang yang dekat dengan Allah, karena aku ini sudah banyak sekali dalam hal ketaatanku beramal Ibadah baik yang Wajib-wajib maupun yang Sunah-sunah…., bukankah itu adalah suatu bukti bahwa aku termasuk orang yang dekat dengan Allah…?”kata mereka”. Dan ada lagi diantara mereka-mereka itu yang menjadikan Kitab Allah Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi sebagai bahan untuk tameng sebagai kebenaran umtuk membenarkan apa-apa yang ia dapatkan dalam perjalanan ilmu yang telah ia kuasai dan ia pahami baik sewaktu di sekolah-sekolah umum, pesantren maupun padepokan-padepokan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketahuilah……bahwa apa-apa yang dilakukan dari segi amal ibadah maupun penuntutan ilmu di sekolah-sekolah sampai kepada Pesantren dan padepokan-padepokan dan juga Hafalnya Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits-hadits itu semua sangat…..sangat……sangat….. baik sekali. Akan tetapi yang perlu diketahui dan dimengerti adalah jangan sampai itu semua di dasari oleh Hawa Nafsu. Jika perbuatan baik itu di dasari oleh Hawa Nafsu maka tunggulah….! Maka perselisihan dan pertengkaran akan semakin meluas serta tidak jarang perdebatan akan berujung pada hujat menghujat, cela mencela, caci mencaci, fitnah memfitnah. Apakah itu bukan sesuatu yang membawa Mudhorat? Dan sesuatu yang membawa Mudhorat apakah si pelaku itu apa tidak berdosa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sungguh…., Hawa Nafsu itu bukan hanya menipu seseorang kepada hal-hal yang bersifat Duniawi saja melainkan juga dari segi amal ibadah pun Hawa nafsu bisa menjerat mereka-mereka yang taat dalam amal ibadah. Sehingga yang tadinya kita fikir kita sudah melakukan sebaik-baiknya dalam ketaatan amal ibadah ternyata di balik itu ketaatan itu amal ibadah<span> </span>yang dilakukan itu semuanya tidak ada nilai positifnya di pandangan Allah. Karena mereka walau pada lisannya mengatakan <strong>“Lillahi Ta’ala (Karena Allah Ta’ala)”</strong> tetapi pada kenyataannya apa-apa yang dilakukannya tadi dalam ketaatan amal ibadah bukan <strong>“Lillahi Ta’ala (karena Allah Ta’ala)”</strong> melainkan <strong>“Linnafsii (karena diriku)”</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Untuk itu….., agar tidak terjebak oleh Hawa Nafsu (keinginan diri), maka sudah seharusnya mereka mengenal akan Allah dan menyadari bahwa tidak ada yang berlaku dalam urusan apapun melainkan itu semua karena Allah Swt semata-mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sadarilah bahwa kehidupan yang ada pada diri yang disebut dengan Ruh itu adalah saksi Hidupnya Allah swt, dengan menyadari kehidupan (Ruh) itu maka sama halnya kita menyadari bahwa Allah itu dekat dengan diri kita. Apakah Ruh<span> </span>yang ada pada diri itu jauh? Apakah Ruh yang ada pada diri itu dari buka mata sampai tutup mata kembali ia meninggalkan diri kita? Ya….ya…. sadarilah, bahwa Ruh itu selalu menyertai dimana kita berada kemanapun kita pergi dimanapun kita bertempat. Karena Ruh itu lah sebenar2nya diri kita yang bernama “Fulan”. Jika kita sudah menyadari bahwa diri kita adalah Kehidupan itu sendiri yaitu Ruh dan Ruh itu sebagai saksi hidup adanya Allah swt, maka sadarilah……. Jika Ruh itu tidak jauh melainkan dekat, maka itulah sebagai saksinya bahwa Allah itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasakanlah…. Diri kita dan kenalilah bahwa diri kita itu adalah Ruh dan Ruh itu adalah saksi hidup Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kesimpulannya…. Adalah : dengan merasakan bahwa Ruh itu sangat dekat maka sama halnya kita merasakan Allah itu sangat dekat. Dengan kita merasakan bahwa Ruh itu selalu menyertai diri kemana saja pergi maka sama halnya kita merasakan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dimana kita berada. Sadarilah…… dan Renungkanlah………</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Di dalam perjalanan Hakikat <strong><em>“merasakan itu sama halnya dengan melihat, bukan dengan mata melainkan dengan Hati melalui rasa”</em></strong>. Jadi….. dengan kita merasakan Ruh tadi maka sama halnya kita melihat Allah bukan dengan mata melainkan dengan hati melalui rasa. Sadarilah……….. dan Renungkanlah……….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karenanya itu semua menunjukkan bahwa Allah itu sangat lah dekat sekali…… dengan diri kita. Tidak jauh dan tidak berjarak. Dan selalu serta kemana saja kita berada<strong><em>……”Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum” (Aku (Allah)serta kamu di manapun engkau berada)</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Inilah dasar dari pada Ma’rifatullah….. menyadari dan mengerti akan saksi Hidup nya Allah Swt yang meliputi atas tiap-tiap sesuatu juga pada diri sendiri. <strong><em>“Wa Fii Anfusikum Afa laa Tub’siruun….” (dan juga pada Dirimu sendiri….. kenapa engkau tidak memperhatikannya?)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semoga dengan postingan yang sangat singkat ini bisa menjadi dasar bagi kita untuk merasakan kehadiran Allah pada diri kita…… yang menunjukkan bahwa Allah itu sekali-kali tidak lah jauh pada diri kita…. Kemanapun kita berada. Dan tanpa Allah maka diri kita tidak dapat berbuat apa-apa<strong><em>…..”Laa Tatakharroka illa bi’iznillah……….” (Tidak bergerak sekecil zarrah pun melainkan itu semua dengan Izin Allah)</em></strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Lalu …… dimanakah amal yang kita bangga-banggakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah Ilmu yang kita agung-agungkan itu…..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah pangkat kedudukan yang kita dewa-dewakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Maka semuanya kembali ….. hanya Kepada Allah lah segala puji itu Tuhan seru sekalian Alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Adapun kita ini hanyalah …. Insan yang tiada daya tiada upaya lagi bodoh…….</span></p>
 Tagged: Hawa Nafsu, Kesadaran, Ma'rifat, Ruh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>120</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SALAHKAH APA YANG KU KETAHUI DAN KU YAKINI…?</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 06:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Aku adalah Aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Musyahadah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilik Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Syari'at]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lamanya aku mengembara, berjalan melangkahkan Jiwa dari satu perbendaharaan Ilmu ke perbendaharaan Ilmu yang lebih luas dan tanpa Batas untuk bertemu kepada “Kebenaran Hakiki” akhirnya pandangan Musyahadah ku tertuju kepada “Sang Pemilik Ilmu”.
Apapun yang kulihat di dalam perbendaharaan Ilmu itu, semuanya hanyalah jalan/perjalanan untuk sampai kepada “Kebenaran Hakiki”.

Perbendaharaan Ilmu Syari’at dengan segala sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=167&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Setelah sekian lamanya aku mengembara, berjalan melangkahkan Jiwa dari satu perbendaharaan Ilmu ke perbendaharaan Ilmu yang lebih luas dan tanpa Batas untuk bertemu kepada <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong> akhirnya pandangan Musyahadah ku tertuju kepada “<strong>Sang Pemilik Ilmu”</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Apapun yang kulihat di dalam perbendaharaan Ilmu itu, semuanya hanyalah jalan/perjalanan untuk sampai kepada <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong>.</p>
<p><span id="more-167"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Syari’at dengan segala sesuatu aturan-aturan dan hukum-hukumnya dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah perhiasan dari pada Lahiriah yang menunjukkan tentang Af’al (Perbuatan) bagi Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Tarikat dengan segala sesuatu adab dan tata cara lelaku dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Alat Pembersih dari pada Jiwa yang menunjukkan tentang Asma’ (Nama) bagi Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Hakikat dengan segala sesuatu Nikmat di dalamnya pada pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Rasa dan Perasaan yang menunjukkan tentang Sifat Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Perbendaharaan Ilmu Ma’rifat dengan segala rahasia Cinta Kasih dalam pandangan Musyahadahku, itu semuanya adalah Tanda-tanda Ridhonya Allah yang menunjukkan tentang Zat Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Setelah Aku melewati Perbendaharaan Syari’at, Tarikat, Hakikat dan Ma’rifat, dengan melalui perjuangan (Mujahadah) akhirnya Aku tidak tahu harus kemana lagikah jalan yang harus kulalui. Lalu kemudian seolah-olah ada suara di dalam Batinku yang terdalam yang menyarankan agar Aku meneruskan pengembaraan ke dalam diriku sendiri. Lalu mulailah Aku melakukan pengembaraan kedalam Jiwaku sendiri sampai ke Dasar Jiwa yang terdalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Disitu aku tidak melihat lagi akan diriku sendiri begitu juga sesuatu yang lain yang ada di luar dari diriku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dalam pandangan Musyahadah itu yang terlihat hanyalah <strong>“Sang Pemilik Ilmu”</strong> yang sedang <strong>“Tersenyum”</strong> dan <strong>“Memberi Salam”</strong> dengan ucapan : <strong>“Salaamun Qoulammirrobbirrohiim….”</strong>. Kemudian DIA berkata dengan perkataan yang tiada huruf dan tiada suara (La Hurufin wa La Sautin) : <strong>“Akulah yang kamu Cari”</strong> dan <strong>“Akulah Kebenaran Hakiki itu”</strong>. Aku lah <strong>“Sang Pemilik Ilmu itu”</strong>. <strong>“Aku adalah Aku”</strong> yang tidak ada yang bisa menyerupai-Ku. Aku lah yang <strong>“Esa”</strong> yang tidak ada sekutu bagi-Ku. <strong>“Aku Nyatakan Diri-Ku atas Rosul-Ku Muhammad sebagai saksi-Ku”</strong>, dan segala yang maujud termasuk dirimu adalah <strong>“Bukti nyata adanya Aku”.</strong> Siapa yang mengetahui akan Bukti Nyata adanya Aku dan mengenal akan Saksi-Ku yaitu Muhammad sebagai kenyataan-Ku maka ia telah melihat dan mengenal akan Aku.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">‘</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Beberapa sa’at kemudian aku terjaga dari Ektase, lalu kembalilah aku pada ke Insanan ku yang fakir dan dho’if ini seperti semula tetapi aku tidak bisa lupa dengan apa yang sudah kusaksikan dalam Musyahadah itu Dari buka mata sampai tutup mata yang kulihat hanya Ia Sang Pemilik Ilmu yang di katakan <strong>“Kebenaran Hakiki”</strong>, meliputi tiap-tiap segala sesuatu, tidak berjarak, tidak bertempat dan tidak berwaktu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dari situlah : <strong>kuketahui dan kuyakini bahwa aku hanyalah manusia yang bodoh dan tidak berilmu serta tidak ada daya dan upaya</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pengembara Jiwa,<span> </span>di Tahun 1996 M</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
 Tagged: Aku adalah Aku, Cinta, Hakikat, Jiwa, Kebenaran Hakiki, Kesadaran, Ma'rifatullah, Musyahadah, Pemilik Ilmu, Syari'at, Tarikat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=167&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/09/salahkah-apa-yang-ku-ketahui-dan-ku-yakini%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>103</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>