<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Iman</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/tag/iman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengembarajiwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fdd0bca5c5bf75815c5a7fd8f741d2c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGEMBARA JIWA &#187; Iman</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/osd.xml" title="PENGEMBARA JIWA" />
		<item>
		<title>JIWA TENANG TANDA ORANG BERIMAN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/08/jiwa-tenang-tanda-orang-beriman/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/08/jiwa-tenang-tanda-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 00:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Bukti Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa yang Tenang]]></category>
		<category><![CDATA[Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakkal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Orang Islam belum tentu beriman.
Orang Islam belum tentu beriman. D engan mengikrarkan dua kalimat Syahadat serta hati membenarkannya belum bisa dikatakan seseorang itu dikatakan beriman, akan tetapi dia telah termasuk orang yang memeluk agama islam. Karena salah satu rukun dari islam itu ialah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Setelah berada  di dalam agama islam, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=163&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;">Orang Islam belum tentu beriman.</span></strong></p>
<p>Orang Islam belum tentu beriman. D engan mengikrarkan dua kalimat Syahadat serta hati membenarkannya belum bisa dikatakan seseorang itu dikatakan beriman, akan tetapi dia telah termasuk orang yang memeluk agama islam. Karena salah satu rukun dari islam itu ialah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Setelah berada  di dalam agama islam, maka belumlah cukup sampai disitu saja. Ia harus menggali dari pada ilmu–ilmu tentang ke islaman agar tumbuh dalam dirinya keimanan. Sebab keimanan itulah yang bisa membawa ia kedalam keselamatan, sebagaimana arti dari pada islam itu sendiri adalah selamat atau keselamatan. Bagaimana mungkin bisa dikatakan selamat atau masuk di dalam keselamatan kalau belum tumbuh yang namanya keimanan. Karena keimanan itu adalah isi dari pada islam, ruh dari pada islam dan kehidupan dari pada islam.</p>
<p>Tanpa adanya keimanan maka seseorang yang beragama islam ibarat pohon yang haus akan siraman air yang lama kelamaan akan kering dan mati tanpa menghasilkan buah yang bisa dinikmati hasilnya. Oleh sebab itu bagi siapa pun yang menginginkan keselamatan maka ia haruslah mengerti tentang keimanan. Dan keimanan itu tidaklah sekedar dikata melainkan perlu adanya bukti yang bisa dirasakan.<br />
<span id="more-163"></span><br />
Diantara bukti–bukti kebenaran adanya Allah yang di luar dari diri kita seperti tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, matahari yang selalu bersinar terbit dari timur dan tenggelam di barat, silih bergantinya siang dan malam, lautan yang luas sejauh mata memandang yang disertai ombak yang bergelombang dan buih di pesisir pantai, angin yang bertiup kencang dan terkadang sepoy–sepoy, suara guntur yang nyaring membuat hati orang gemetar karena lalai dari mengingat Allah sesekali diselingi dengan kilatan petir yang menyambar dsb. Begitu pula bukti–bukti Allah yang sangat dekat dengan diri kita adalah terangnya mata sehingga bisa melihat, pendengaran, penciuman, naik turunnya nafas, detakkan jantung, aliran darah dsb. Itu semua menunjukkan bahwa Allah lah yang menganugrahkannya kepada kita, yang kesemuanya itu tidak terlepas dari pada Qudrat dan Iradat Allah SWT menjadi pelajaran bagi yang mau memikirkannya. Lalu kenapa banyak yang tidak mempercayainya?.</p>
<p>Sungguh siapa yang beriman kepada Allah melalui bukti–bukti yang nyata, maka kebaikkan kembali kepada diri mereka sendiri dan siapa yang tidak beriman (tidak mempercayainya) maka kerugianlah yang akan ia dapatkan. Islam itu menuntut adanya kepercayaan yang menyeluruh, baik di hati, perkataan maupun perbuatan. Sehingga bagi mereka yang sudah beriman tentu hatinya menjadi bersih dari pada riya, sum’ah, sombong, takkabur, was–was, bimbang, takut dll. Dan akan terganti kepada sifat ikhlas, ridho, sabar, rendah hati, tawakkal, khusnuzhon (baik sangka kepada Allah), percaya dan yaqin akan Allah SWT. Kemudian setelah hatinya menjadi bersih, maka perkataannya akan menjadi halus dan sopan serta perbuatannya menjadi contoh tauladan yang baik di dalam kasih sayang, tolong menolong, hormat menghormati, arif dan bijaksana dalam sikap. Itulah orang yang benar–benar beriman/percaya kepada Allah SWT, dan dirinya akan menjadi rahmat bagi sekelilingnya, di butuhkan oleh orang lain, serta dihormati dan disegani oleh orang lain. Sehingga martabatnya menjadi agung di mata orang banyak dengan seizin Allah, karena Allah akan mengangkat derajat dari pada orang–orang yang betul–betul beriman baik di dunia maupun sampai di akhirat kelak.</p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: &#8220;Berlapang-lapanglah dalam majlis&#8221;, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu apabila dikatakan: &#8220;Berdirilah kamu&#8221;, maka berdirilah,. Dan niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujaadilah :11)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><span style="font-size:14pt;">Orang beriman dan Orang yang mengaku beriman.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen">Tidak semua orang islam benar–benar dinyatakan beriman, ada juga mereka yang masih mengaku beriman dikarenakan dari hatinya, perkataannya dan perbuatannya belum mencerminkan keimanan. Ia masih suka berbuat akan kemaksiatan, kemungkaran dan kejahilan. Belum lagi di dalam hatinya yang selalu buruk sangka kepada Allah, protes terhadap keputusan–keputusan yang telah ditetapkan Nya. Diberikan hujan ia mengeluh, didatangkan panas juga mengeluh. Apabila di berikan kebaikan atasnya oleh Allah, ia kikir. Sungguh fitrah manusia itu diciptakan oleh Allah selalu berkeluh kesah. Kecuali mereka yang mengerti dan mengenal akan Allah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen">Sebagaimana yang telah di Firmankan oleh Allah SWT :<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.</em></strong></span><strong><em> <span class="gen">Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapatkan kebaikan ia kikir.</span> K<span class="gen">ecuali orang-orang yang shalat. Yang mereka itu tetap shalat tiada putus–putusnya”. (QS. Al – Ma’aarij : 19 – 23)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Itulah manusia, ada yang mengerti dan ada yang tidak mengerti. Karena itu seseorang haruslah benar–benar masuk di dalam Iman yang sempurna, iman yang membawa kepada keselamatan. Tidak hanya sekedar mengaku beriman tetapi hati masih didalam ketidak tenangan. Sungguh sangat disayangkan apabila sudah masuk di dalam agama islam tetapi tidak mengerti tentang keimanan, dan tetap tidak perduli apakah ia sudah benar beriman ataukah hanya sekedar mengaku beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Untuk itu sudah patut dan selayaknya bagi kita untuk merenunginya agar betul–betul kita bisa masuk di dalam keimanan yang sempurna dan menyeluruh. Sehingga tidak sia–sia bagi kita memeluk agama islam dengan bertuhankan Allah SWT yang Maha Esa dan bernabikan Muhammad Rasulullah SAW nabi penutup dari sekalian para nabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Iman yang sempurna adalah iman yang melekat pada hati seseorang dengan merasakan kedekatan serta Allah, yang melalui kedekatan itu jiwanya menjadi tenang dan damai. Walau apapun permasalahan di dalam kehidupan dunia, ia hadapi dengan lapang dada dan tetap berikhtiar mencari jalan keluar dari permasalahan tsb dengan tidak melupakan bertawakkal kepada Allah SWT. Keyakinan seperti itulah yang akan merubah kehidupannya menjadi lebih baik di dalam keridhoan Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Memang di dalam kehidupan dunia ini setiap permasalahan selalu ada dan akan datang kepada siapa saja, tinggal bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Tetaplah ingat kepada yang mendatangkan setiap permasalahan–permasalahan itu dan menyerahkan segala urusan tsb kepada Nya, maka Insya Allah akan didapatkan ketenangan jiwa dan kekuatan untuk menghadapinya serta akan dibukakan jalan keluar baginya apabila mengalami kesulitan–kesulitan tsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Allah SWT ber Firman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS, Ar-Ra’d : 28)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Karena itu di dalam kemelut dunia saat ini yang penuh dengan beraneka macam kemaksiatan dan kemungkaran, sudah sepantasnyalah kita tingkat kan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT agar jiwa mendapatkan keseimbangan dan kekuatan sehingga kita bisa mengatasi segala problem kehidupan yang ada bahkan mungkin pengetahuan tersebut bisa kita wariskan turun temurun kepada anak cucu kita. Sebagaimana Allah SWT memperingatkan kita di dalam Firman Nya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS, At-Tahrim : 6)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen">Tentu merekalah orang–orang ber akal yang mau berfikir tentang masa depannya kelak yang mana mereka tidak menginginkan keburukan terjadi pada dirinya di suatu saat nanti, maka mulai pada saat ini ia cari pengetahuannya agar bisa menjadikan dirinya dan keluarganya menjadi terlebih baik. Itulah perbedaan antara orang &#8211; orang yang benar – benar beriman dan orang–orang yang hanya sekedar mengaku beriman, yang satu hatinya melihat dan yang satunya lagi hatinya buta. Dijelaskan Allah di dalam Firman Nya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS, Al-Hajj : 46)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS, Al-Israa’ : 72)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS, Al –A’raaf :179)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.2in;margin-left:.2in;text-align:justify;"><span class="gen"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></p>
<p>Di ambil  dari sebuah Buku : <em><strong>&#8220;RAHASIA SUKSES DI DALAM KETENANGAN JIWA&#8221;<br />
</strong></em></p>
 Tagged: Bukti Nyata, Iman, Islam, Jiwa yang Tenang, Ridho, Tawakkal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=163&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/08/jiwa-tenang-tanda-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAMUDRA HAKIKAT AL-QUR’AN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/20/samudra-hakikat-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/20/samudra-hakikat-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 21:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah! Bahwa Alam yang kita lihat sangatlah Luas ini baik di langit maupun di bumi, mencakup keseluruhannya yaitu sekalian Alam, terhimpun atau terangkum akan rahasia Ilmunya di dalam 30 Juz Al-Qur’an. Artinya adalah siapa-siapa yang membaca dan memahami Al-Qur’an.maka sama halnya ia melihat kepada Sekalian Alam. Karena Hakikat penciptaan Alam ini termuat pada 30 Juz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=128&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Ketahuilah! Bahwa Alam yang kita lihat sangatlah Luas ini baik di langit maupun di bumi, mencakup keseluruhannya yaitu sekalian Alam, terhimpun atau terangkum akan rahasia Ilmunya di dalam 30 Juz Al-Qur’an. Artinya adalah siapa-siapa yang membaca dan memahami Al-Qur’an.maka sama halnya ia melihat kepada Sekalian Alam. Karena Hakikat penciptaan Alam ini termuat pada 30 Juz Al-Qur’an 114 Surah 6666 Ayat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sangat Agung sekali Kitab Al-Qur’an itu yang diturunkan kepada Rosulullah Saw yang kemudian menjadi Kitabnya orang-orang Islam. Bahkan dikatakan bahwa Al-Qur’an itu sebagai penyempurna dari pada kitab-kitab sebelumnya. Akan tetapi keagungan dari pada Al-Qur’an itu bukan lah di lihat dari pada tulisan dan bacaannya, melainkan dari pada makna yang tersirat/terkandung didalamnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Adapun tulisan atau bacaan yang termuat di dalam kitab itu tidak ada bedanya dengan buku-buku bacaan biasa, sehingga letak keImanan seseorang apa bila terfokus kepada Kitabnya/bukunya itu sama halnya ia beriman kepada sesuatu yang bakal hancur. Saya katakana bakal hancur karena apabila kitabnya/bukunya itu di masukkan ke dalam api ia akan terbakar, dimasukkan kedalam lautan ia akan basah. Jangan kan di bakar dan dimasukkan ke dalam air, di taruh saja di atas lemari, tidak di rawat dan di urus lambat laun ia akan rusak dan lapuk di makan oleh Rayap.</p>
<p><span id="more-128"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sudah kewajiban bagi seorang Mukmin untuk beriman/mempercayai kepada kitab Al-Qur’an yang dibawa oleh Rosulullah Saw. Tetapi yang perlu direnungkan adalah keimanan/kepercayaan seseorang akan sesuatu itu, akan di bawa sampai mati bahkan sampai ke Robbul Jalil. Jika yang di Imani adalah sesuatu yang rusak dan hancur, maka keimanan nya akan dipertanggung jawabkan di Hari Kemudian kenapa beriman kepada sesuatu yang hancur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Tetapi apabila ia mengerti bahwa yang diimani itu<span> </span>bukanlah “Kitabnya/bukunya” melainkan yang terkandung di dalamnya yaitu “Firman Allah” maka keimanan seperti itulah yang akan menjadi penolongnya di hari kemudian, karena Makna yang terkandung di dalam kitab itu yaitu “Firman Allah” itu tidak akan hancur dan tidak akan Musnah sampai kapan pun juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Allah Swt berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“<span class="gen">Dan sekiranya Qur’an diletakkan di atas gunung, maka gunung dapat digoncangkan atau diletakkan pada bumi, maka bumi jadi terbelah atau diletakkan pada orang mati maka orang-orang yang sudah mati dapat berbicara”(QS,</span></em></strong> Ar Ra&#8217;d : 31)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Qur’an yang manakah yang di maksud di ayat tsb?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Saya yakin jika Qur’an kitab yang berbuku itu yang diletakkan di atas gunung maka pastilah gunung itu tidak akan hancur dan bergoncang akan tetapi Buku nya yang akan rusak terkena panas dan hujan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Tetapi jika Allah berfirman kepada Gunung (Makna Qur’an) :”Hai Gunung bergoncanglah engkau! Maka pastilah Gunung itu akan Bergoncang, Hai Bumi terbelahlah! maka pastilah Bumi akan terbelah, Hai orang mati bicaralah! Maka pastilah orang mati bisa berbicara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sehingga sangat keliru jika mengartikan Al-Qur’an itu hanya sebatas arti Harfiah saja yaitu diartikan sebagai <strong>“BACAAN”. </strong><span> </span>Padahal kita mengetahui bahkan seluruh orang Muslim tahu bahwa Al-Qur’an itu adalah Firman Allah, Kalam Allah, Perkataan Allah dan Suara Allah. Jadi tidak bisa dipersamakan <strong>“FIRMAN ALLAH”</strong> dengan <strong>“BACAAN”.</strong> Lalu di mana letak keagungannya Al-Qur’an jika hanya sebatas <strong>“BACAAN”</strong> saja, tetapi jika Al-Qur’an itu dimaknai dengan <strong>“FIRMAN ALLAH”</strong>, maka itu lah keagungan yang sangat Mulia sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Kemudian dari Firman Allah yang terdiri dari 30 Juz 114 Surah dan 6666 Ayat itu terangkum lagi tersimpulkan lagi di dalam Surah <strong>“Al-Fatihah”.</strong><span> </span>Di dalam Surah Al-Fatihah itu dikatakan di<span> </span>Hadits Qudsi sebagai 7 ayat yang berulang-ulang. Firman Allah “Aku turunkan kepada mu 7 ayat yang berulang-ulang yaitu : Tiga Bagi-Ku, Satu antara engkau dan Aku dan tiganya lagi Bagimu. Tiga bagi-Ku adalah ; Alhamdulillahirobbil’aalamiin. Arrohmaanirrohiim. Maa liki yau middiin. Satu antara engkau dan Aku adalah ; Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nas ta’iin. Dan Tiga bagimu adalah ; Ihdinashirootol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta alaihim. Ghoiril Maghdu bi’alaihim waladhoo-lliin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Surah Al-Fatihah itu terdiri dari pada 7 Ayat yang terbagi menjadi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">3 (Tiga) Bagi Allah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">1 (Satu) Antara Insan dengan Allah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">3 (Tiga) Bagi Insan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Lalu keseluruhan dari 7 Ayat tsb sama dengan 3 1 3, sebagaimana juga di riwayatkan bahwa jumlah seluruh Rosul itu ada 313 Rosul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Kemudian Kandungan Surah Al-Fatihah itu terangkum lagi, tersimpulkan lagi pada Kalimah <strong>“Bismillahirrohmaanirrohiim”</strong>, artinya adalah : <strong>Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Penyayang</strong>. Akan tetapi makna dari pada Kalimah tsb adalah : <strong>Allah Hadir pada tiap-tiap sesuatu juga pada dirimu dalam sifat Kasih dan Sayang-Nya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Bagi mereka-mereka yang mengerti akan Makna daripada Kalimah <strong>“Bismillahirrohmaanirrohiim”</strong> maka sama halnya ia telah memaknai Surah <strong>Al-Fatihah</strong>, dan mereka yang dapat memaknai <strong>Al-Fatihah</strong> maka sama Halnya ia telah memaknai <strong>30 Juz Al-Qur’an 114 Surah 6666 Ayat</strong>, dan bagi mereka yang telah dapat memaknai <strong>30 Juz Al-Qur’an</strong> maka sama Halnya ia telah memaknai <strong>rahasia Kehidupan Seluruh Sekalian Alam</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karena itu setiap orang Muslim ketika ingin memulai sesuatu pekerjaan selalu didahului dengan ucapan <strong><em>“Bismillahirrohmaanirohiim”</em></strong>. Dimana makna nya adalah, <strong>Allah Hadir pada tiap-tiap sesuatu juga pada dirimu dalam sifat Kasih dan Sayang-Nya.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Itulah yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad Swt, dan terus turun temurun sampai kepada orang-orang tua kita. Lalu menjadilah suatu budaya bagi orang muslim untuk memulai sesuatu pekerjaan itu dengan ucapan <strong>“Bismillahirrohmaanirrohiim”</strong>. Kenapa saya katakan bahwa itu menjadi budaya bagi orang Muslim, padahal itu kan suatu kebaikan yang ada dalam Agama Islam sebagai <strong>“Sunnah”</strong>?. <strong>Benar!</strong> Akan tetapi sesuatu yang dilakukan atau diperbuat jika tidak mengetahui <strong>Rahasia dan Makna</strong> yang terkandung didalamnya maka sesuatu itu tidak ubahnya sama halnya dengan Budaya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jika memang itu adalah suatu <strong>“Sunnah”</strong>, maka ketahuilah <strong>Rahasia dan Maknanya</strong>. Jika tidak maka apa yang di perbuat dan dilakukan tidak akan memberikan barokah pada dirinya walaupun ia telah memulainya dengan <strong>“Bismillahirrohmaanirrohiim”</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">
 Tagged: Al-Qur'an, Iman, Tauhid, Yakin <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=128&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/20/samudra-hakikat-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SYAMSUDDIN TABRIZI (Sang Pengembara Jiwa Misterius)</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/16/syamsuddin-tabrizi-sang-pengembara-jiwa-misterius/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/16/syamsuddin-tabrizi-sang-pengembara-jiwa-misterius/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 18:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M. Sejak masa kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kejeniusan luar biasa. Jangankan bermain, ia justru malah menghadiri Majelis Pengajian dan belajar tentang Syekh-syekh Sufi masa lalu. Di usia yang masih sangat muda, ia merasakan kerinduan dan mencari-cari sang kekasih dalam dirinya. Karena tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=110&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M. Sejak masa kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kejeniusan luar biasa. Jangankan bermain, ia justru malah menghadiri Majelis Pengajian dan belajar tentang Syekh-syekh Sufi masa lalu. Di usia yang masih sangat muda, ia merasakan kerinduan dan mencari-cari sang kekasih dalam dirinya. Karena tidak ada seorang anak sebaya pun yang bisa memahaminya, ia sering menghabiskan waktunya sendirian. Karena itulah, Sayms selalu kelihatan murung dan sedih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Orang tua Syams mengira bahwa kemurungan dan kesedihannya lantaran keinginannya tidak tercapai, sebagaimana lazimnya terjadi pada diri anak muda. Mengenai hal ini Syams berkata, “Tatkala mereka bertanya kepadaku, ‘Mengapa engkau murung dan sedih? Apakah engkau menginginkan baju-baju terbuat dari perak dan emas? Lalu kujawab, ‘Tidak, aku menginginkan seseorang yang bisa menanggalkan/melepaskan apa yang sudah kukenakan ini,’”. Yang di maksud Syams adalah bahwa ia menginginkan agar baju egoisme/ke Aku an/sifat mementingkan diri sendiri/sifat merasa paling benar dihilangkan dari jiwanya. Seseorang yang mendengar jawaban demikian dari Syams tidak sanggup memahami makna-makna terdalam di balik kata-katanya dan sudah pasti banyak yang menganggapnya sebagai orang yang tidak waras</p>
<p><span id="more-110"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dalam usianya yang belasan tahun, Syams melewati periode susah tidur dn kehilangan nafsu makan selama lebih dari sebulan. Ketika di tanya mengapa Ia tidak makan dan tidak tidur, ia menjawab, “Mengapa aku mesti makan dan tidur, Jika Allah yang menciptakan diriku begini, tidak berbicara kepadaku secara langsung? Apa perlunya aku makan dan tidur? Jika Dia (Allah) sudah mau berbicara kepadaku secara langsung dan aku mengetahui mengapa aku diciptakan, dari mana asalku, dan kemana aku kembali, barulah aku mau makan dan tidur.” Pada masa itu Syams menyebut periode ini sebagai masa Cinta Sejati, ketika kerinduannya kepada Tuhan menjadikannya tidak perduli pada berbagai kebutuhan fisik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Ketika Syams beranjak dewasa, seorang guru sufi, Abu Bakr Silah-Baf, mulai mendidiknya dalam menempuh berbagai tahap jalan spiritual. Tak lama kemudian sang guru pun menyadari bahwa Syams telah mencapai kedudukan yang sangat tinggi sehingga tidak perlu lagi ia menjadi Murid. Atas saran dan anjuran gurunya, Syams mulai mencari murid sendiri, yang bisa melanjutkan dan menghidupkan segenap harapan dan cita-citanya. Lalu mulailah Syams mengembara dari satu kota ke kota lainnya dan dari satu negeri ke negeri yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sewaktu singgah di Baghdad, Syams berjumpa dengan Auhaduddin Kermani, seorang syekh Sufi yang berkeyakinan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai tingkatan spiritualitas tinggi adalah dengan memperhatikan dan mengamati sifat-sifat Ilahi dalam<span> </span>wirid Asma Allah dan dalam berbagai keindahan Makhluk-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Lalu kemudian Syams bertanya kepada Syekh Sufi tsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syams<span> </span>:<span> </span>Apakah yang sedang Syekh lakukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syekh Sufi<span> </span>:<span> </span>Aku sedang melihat dan memperhatikan pantulan bulan di danau ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt .5in;">Syams<span> </span>:<span> </span>Apakah lehermu sakit? Atau ada bisulnya ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt .5in;">Syekh Sufi<span> </span>: <span> </span>tidak! Leherku sehat-sehat saja dan tidak ada bisulnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt .5in;">Syams<span> </span>: <span> </span>Jika lehermu tidak sakit mengapa engkau tidak memandang ke langit? Apakah Engkau sudah buta sehingga engkau tidak melihat benda yang sesungguhnya dan yang selama ini selalu engkau fikirkan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jawaban Syams sangat berpengaruh sekali pada diri Syekh sehingga ia meminta agar Syams mau menerimanya sebagai Murid.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syams<span> </span>: <span> </span>Engkau tidak akan sanggup dan tidak akan kuat bersamaku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syekh Sufi<span> </span>: <span> </span>Kekuatan itu ada dalam diriku, Tolong terimalah aku menjadi muridmu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syams<span> </span>:<span> </span>Kalau engkau memaksa juga, baiklah! Kalau begitu tolong bawakan aku sekendi anggur/arak,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span> </span>dan marilah kita meminumnya bersama di pasar Baghdad ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karena merasa takut pada pandangan masyarakat dan malu jika di lihat oleh Murid-muridnya (lantaran minuman beralkohol itu haram dan dilarang dalam Agama Islam), Syekh pun menjawab,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syekh Sufi<span> </span>:<span> </span>Aku tidak bisa melakukan ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Syams berseru<span> </span>:<span> </span>Itulah! Sudah kubilang engkau tidak akan sanggup dan tidak kuat bersamaku. Bagiku engkau adalah penakut! Engkau tidak sanggup bergaul dengan para kekasih Allah dan para Wali Allah. Dan Aku hanya mencari seseorang yang tahu bagaimana mencapai dan menggapai kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Kemudian Syams meninggalkan Syekh Sufi itu dan terus mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari seorang murid yang ideal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sebagian kaum Sufi menyamakan Syams seperti Nabi Khaidir yang misterius, sang pembimbing dan pelindung kaum Sufi, yang muncul dan menghilang karena kesadaran normal sesudah menyampaikan pesannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Bagi kebanyakan orang, Syams tetaplah sosok Misterius. Tidak ada satu pun dari ajaran-ajarannya yang tersisa, kecuali sebuah kitab yang berjudul : “Berbagai Pasal Syams Tabrizi”. Kitab ini berisi serangkaian ceramah yang diberikan oleh Syams dalam paguyuban sufi di Konya dan di catat oleh sebagian kaum Sufi yang mendengarkannya. <span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=110&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/16/syamsuddin-tabrizi-sang-pengembara-jiwa-misterius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NUZULUL QUR&#8217;AN MENYINGKAP RAHASIA KEBENARAN ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 00:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Nuzulul Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=102&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi kata. Tidak ada kata-kata itu melainkan Huruf demi huruf. Tidak ada huruf-huruf itu melainkan hanya tinta saja yang ada. Dari satu “TITIK” Tinta menjadi huruf, kata, kalimat, tulisan dan bacaan lalu menjadi makna dalam kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karenanya para Arif Billah tidak memandang kepada yang banyak itu tetapi Ia hanya memandang kepada satu “TITIK” saja. Dari “TITIK” itulah awal jadinya segala sesuau dan kembalinya segala sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Begitu Raden Syahid yang dikenal dengan Gelar SUNAN KALIJAGA sewaktu berguru kepada Sunan Bonang mengatakan bahwa Ia ingin menuntut/belajar Ilmu Allah Swt. Lalu kata Sunan Bonang bahwasanya Ilmu Allah Ta’ala itu luas bagaikan lautan. Apabila lautan itu dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala maka belum cukup lagi, Habis Air lautan itu ditambah lagi sebanyak itu untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga. Ditambah lagi sampai 7 lautan untuk dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Lalu kata Sunan Kalijaga ; Wahai Kanjeng Sunan Bonang tidaklah sebanyak itu yang hamba inginkan, melainkan yang ingin hamba tuntut hanyalah satu “TITIK” Ilmu Allah Ta’ala dari Luasnya Ilmu Allah Ta’ala itu. Bukan kah Satu “TITIK” air itu tiada lain air lautan yang luas itu juga?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span id="more-102"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dari riwayat itu menunjukkan bahwa betapapun Luasnya Ilmu Allah Ta’ala, akan tetapi rahasia Ilmu itu atau Kunci Ilmu itu hanyalah seTITIK saja. Dan seTITIK itu menjadi Rahasia pada Insan sebagai Manusia yang dicipta Allah sesempurna-sempurna kejadian. Dengan rahasia “TITIK” itulah yang menyebabkan Insan itu dikatakan lebih sempurna dari pada Makhluk-makhluk yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sesungguhnya apa yang di tuntut para Awliya Allah itu sudah dilalui dalam kehidupan Baginda Nabi Muhammad Saw. Salah satunya yaitu pada waktu Beliau pertama kali menerima Wahyu, di Umur Beliau pada waktu 40 tahun di malam 17 Romadhan bertepatan pada 610 Masehi. Di mana Beliau pada saat itu sering menyendiri di Goa Hira’, yang berada di puncak bukit Jabal Nur 6 km di Utara Mekkah. Sepanjang bulan Romadhan setiap tahun Rosulullah Saw selalu menyendiri di sana dengan hanya membawa sedikit bekal., hati dan fikiranya bergejolak untuk mencari Kebenaran sampai datanglah peristiwa yang Maha Dahsyat itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Rosulullah Saw di dalam kesendiriannya itu tidak ada yang di ingat dan difikirkan selain Allah yang Maha Benar! Dimana di yakini oleh sebagian para Arifbillah para Waliyullah bahwa Beliau berdialog dengan Tuhannya sebagaimana yang terkandung dalam Rahasia Surah Al-Fatihah 7 Ayat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dari yang tersirat pada surah Al-Fatihah itulah Beliau mengetahui akan Tuhannya dan Beliau mendapatkan Pencerahan Jiwa<span> </span>tentang Kebenaran Tuhan yang Hakiki itu meliputi sekalian Alam menjadi Rahasia pada Insan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Sebagaimana Allah berfirman dalam Hadits Qudsi : <strong><em>“Insan itu Rahasia Ku dan Aku adalah Rahasianya”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Di Hadits Qudsi yang lain Allah berfirman : <strong><em>“Insan itu Rahasia Ku, Rahasia Ku itu Sifat Ku dan Sifat Ku itu tiada lain daripada Ku”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dengan pandangan Rosulullah Saw kepada Rahasia Allah yang meliputi tiap-tiap segala sesuatu yang berpusat pada Diri Beliau itulah maka Beliau menemukan Kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Tatkala Kebenaran itu sudah didapatkan, tatkala hijab itu sudah terungkap dengan pandangan Musyahadah kepada satu “TITIK” yang ada pada diri Nabi maka Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Beliau untuk menegaskan bahwa apa yang Beliau Jalani itu adalah kebenaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Firman Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“<span class="gen">Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptak an manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam<sup><span> </span></sup></span>, <span class="gen">Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS,</span> Al &#8216;Alaq : 1-5)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Bukankah Ayat tersebut mengisyaratkan kepada Diri Insan? Ya…! Karena Jawaban tentang Allah Maha Kebenaran Mutlak itu ada pada Insan. Tatkala merenungkan Asal kejadian Diri maka akan di kenal lah Diri yang sebenarnya. Dengan mengenal kepada Diri yang sebenarnya maka Kenal lah akan Allah Swt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Firman Allah lagi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong><em>“<span class="gen">Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS, </span>Adz Dzaariyaat : 20-21)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Jika sudah demikian apakah yang dilalui Nabi dalam kesendiriannya itu bukan suatu Jalan(<strong>Tariqat</strong>) untuk mencapai Kebenaran(<strong>Hakikat dan Ma’rifat/Tasawuf</strong>)?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Dengan demikan Rosulullah Saw telah ber <strong>Tarikat</strong> dan ber <strong>Tasawuf </strong>sehingga menerima Wahyu Allah dimalam 17 Romadhon dan bertemu dengan Allah pada malam 27 Rajab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Salahkah dan sesatkah para Arifbillah dan para pencinta Allah jika menuntut <strong>Tarikat dan Tasawuf?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><strong>Jika ada yang berani mengatakan bahwa Tarikat dan Tasawuf itu salah dan sesat, maka sama halnya ia mengatakan Nabinya Muhammad Rosulullah Saw itu Sesat!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Na’udzubillah……………………</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Siapa yang mengatakan para pengamal tarikat dan tasawuf itu sesat dan salah jalan maka sama halnya ia mengatakan Nabi itupun sesat dan salah jalan. Lalu apa bedanya mereka yang mengatakan sesat itu dengan orang-orang Kafir pada zaman Nabi. Jika orang Kafir di zaman Nabi sebagian adalah Ahlul Kitab, lalu bagaimana dengan di zaman sekarang yang terlalu membangga-banggakan apa yang sudah dihafal dan dibacanya di dalam Kitab kemudian pengetahuannya tentang apa yang sudah di dapatnya itu di jadikan suatu bahan untuk debat, menyalahkan bahkan mengkafirkan, Apakah mereka bukan Ahlul Kitab di zaman ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Karena itu mengikuti Nabi bukanlah hanya sebatas Lahiriahnya saja tetapi yang paling utama adalah bagaimana Pribadi Beliau, Batin Beliau sehingga mendapatkan Kebenaran yang Hakiki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;">Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kita tentang Kebenaran yang sesungguhnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=102&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/13/nuzulul-quran-menyingkap-rahasia-kebenaran-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ILMU PASTI SAMPAI KEPADA ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 19:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS,Ar Ra&#8217;d : 28)
Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=89&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.</span></em></strong></span><span class="gen"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">(QS,</span></span>Ar Ra&#8217;d : 28)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta ke mana ia akan kembali maka ia akan terbawa oleh gelombang hawa nafsu. Apalagi jika ia tidak memiliki Bahtera zikir untuk mengarungi lautan hati. Akan tetapi jika seseorang sudah memiliki Bahtera zikirpun untuk mengarungi lautan samudra hati tanpa Nakhoda (Ruh) yang mengerti akan ILMU PASTI selamat atau tidaknya, sampai atau tidaknya ke tempat tujuan maka sia-sia lah pelayaran tsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Ruh itu haruslah dibekali Ilmu pengetahuan untuk mencapai maksud tujuan. Adapun maksud dan tujuan yang sebenarnya adalah Allah Swt. Sedangkan Ilmu untuk mencapai maksud dan tujuan (Allah Swt) adalah Ilmu tentang Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho yang bermuara pada Ketauhidan dan Kema’rifatan. Tanpa Ilmu tsb; zikir yang bagaimanapun, wirid seperti apapun dan amal ibadah apapun yang dilakukan akan tersangkut di alam hawa nafsu. Dan sudah pasti siapa-siapa yang menurutkan hawa nafsu itu maka tidak akan didapatkan keselamatan tentu akan sesat dan semakin jauh dari pada maksud dan tujuan (Allah Swt).</span></p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karena itu sangatlah penting sekali untuk membekali Ruh itu dengan Ilmu Ketauhidan dan Kema’rifatan sebab itulah yang akan membawa diri kepada Kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu kebahagiaan Dunia dan Akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Seberapa banyaknya hafalan Ayat dan Hadits, seberapa banyaknya amalan dan zikir, sebanyak apapun Ibadah yang dilakukan akan hampa dan sia-sia tanpa keikhlasan, kesabaran, tawakkal dan ridho dan akan tersesat jalan bila tidak tahu akan Ketauhidan dan Kema’rifatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika sudah demikian apakah bisa dikatakan mendapatkan bahagia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bahagia itu adalah sesuatu yang bisa dirasakan oleh rasa, dan yang bisa merasakannya adalah mereka-mereka yang senantiasa bersama Allah Swt baik di dalam Suka maupun Duka karena ia kenal dan cinta kepada Allah. Sehingga akan terasa Damai dan Tentram bersama Allah di dalam Tauhid dan Ma’rifatnya serta terasa nikmat Ibadahnya kepada Allah di dalam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Itulah Bahagia yang sebenar-benarnya. Dan mereka yang mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya itu sudah pasti mengetahui bawa ia PASTI akan selamat dan PASTI akan sampai kepada maksud dan tujuan yaitu ALLAH Swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Adapun yang tidak tahu tentang Tauhid dan Ma’rifat apalagi yang tidak mau tahu, mereka hanya sebatas bersandar kepada bacaan dan tulisan tidak mengerti rahasia dibalik bacaan dan tulisan itu tentu ia akan merugi. Jangankan kerugian yang di dapat, untuk mengetahui selamat atau tidaknya saja ia tidak bisa memastikannya, dan untuk mengetahui sampai atau tidaknya kepada tujuan pun ia masih di dalam keraguan dan kebimbangan. Jika demikian itulah yang membuktikan bahwa mereka itu telah jauh daripada Kebenaran, jauh daripada keselamatan dan jauh daripada Allah Swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karena itu carilah Ilmu PASTI!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Selamat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Bahagia,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Tentram dan Damai,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Diterima amal ibadah dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PASTI<span> </span>Sampai kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Itu semua bisa di dapat dengan Tauhid dan Ma’rifat.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=89&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LISAN BERSYAHADAT TETAPI HATI DUSTA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 19:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Dusta]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”
Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!
Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=86&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi perasaan senang dan bahagia akan menghampirinya seolah-olah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga sekali. Dirasakannya nikmat yang belum pernah dirasakannya yang membuat hilang gairah daripada memandang sesuatu karena bahagianya ia merasakan Allah Hadir pada dirinya melalui Dua Kalimat Syahadat yang di ungkapkannya tidak hanya melalui Lisan tapi juga merasakan karena di dasari dengan Pengetahuan Ilmu dalam memaknainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Diungkapkan oleh sebagian para Awliya Allah : <strong><em>“Man lam yazuq lam ya’rif”,(Barang siapa belum merasakan maka belumlah dikatakan Mengenal).</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tatkala seseorang mengucapkan dua Kalimah Syahadat tetapi tidak mengetahui Makna yang terkandung didalamnya maka tidak menjadikan suatu jaminan bahwa ia akan merasakan manis lezatnya Penyaksian.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Karena sebagaimana yang diketahui bahwasannya Dua Kalimah Syahadat itu adalah Kalimah Penyaksian. Menyaksikan atas Hadirnya Allah meliputi pada tiap-tiap segala sesuatu dan Menyaksikan atas Muhammad Rosulullah Saw meliputi akan segala Pengetahuan Ilmu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tentu untuk bisa mnyaksikan haruslah di dasari Pengenalan. Tanpa mengenal apakah bisa dikatakan ia termasuk orang yang menyaksikan?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Karena itu bila ada orang menyaksikan sesuatu tetapi ia sendiri belum melihat/mengenal akan sesuatu itu maka sudah pasti ia itu termasuk orang-orang yang berdusta/berbohong.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Begitupula jika ada yang mengucapkan Dua Kalimah Syahadat tetapi tidak melihat/mengenal Allah dan Rosulnya maka berarti ia termasuk orang-orang yang Hatinya Dusta/bohong atas penyaksian itu. Lisannya bersaksi tapi hatinya buta daripada penyaksian itu sendiri maka dari segi Hakikat belum sempurna Islamnya melainkan Islamnya hanya sebatas Zahir (Indannas) Islam karena di Mata Manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sedangkan dikatakan dalam Al-Qur’an bahwasannya Allah berfirman : <strong><em>“<span class="gen">Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS, </span>Ali &#8216;Imran : 19)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Islam yang dikehendaki Allah adalah Islam Kaffah (menyeluruh) tidak hanya Zahir saja tetapi Hatinya mengetahui akan kesempurnaan Islam itu melalui Pengenalan kepada Allah dan Rosulnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em>“Awwaluddin Ma’rifatullah”,</em></strong> Awal mula seseorang itu beragama dia harus terlebih dulu mengenal kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika tidak mengenal Allah maka seseorang itu belumlah dikatakan ber Agama. Jika sudah demikian maka apabila ia bersyahadat maka hanyalah sebatas di bibir saja sedangkan hatinya di dalam kedustaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Lima waktu mendirikan Sholat sehari semalam dan sembilan kali mengucapkan Dua Kalimah Syahadat dalam duduk Tasyahud tetapi tidak melihat/mengenal akan yang disaksikannya tadi maka batal lah Dua Kalimah Syahadat nya tadi. Jika Syahadat nya sudah batal lalu bagaimana dengan Sholatnya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=86&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/lisan-bersyahadat-tetapi-hati-dusta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAUHID YANG BENAR MENGHILANGKAN PERSELISIHAN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/tauhid-yang-benar-menghilangkan-perselisihan/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/tauhid-yang-benar-menghilangkan-perselisihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 18:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita kembali kepada Sejarah sejak zaman Rosulullah Saw membawa Islam ketengah-tengah Manusia, maka Islam itu adalah suatu Agama yang Satu untuk seluruh Umat Manusia. Walaupun banyak manusia itu yang tidak mau menerima kehadiran Islam ditengah-tengah mereka.
Akan tetapi dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Islam itu adalah Agama yang membawa manusia kepada yang Satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=81&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika kita kembali kepada Sejarah sejak zaman Rosulullah Saw membawa Islam ketengah-tengah Manusia, maka Islam itu adalah suatu Agama yang Satu untuk seluruh Umat Manusia. Walaupun banyak manusia itu yang tidak mau menerima kehadiran Islam ditengah-tengah mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Akan tetapi dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Islam itu adalah Agama yang membawa manusia kepada yang Satu yaitu Allah Swt. Islam adalah Agama yang memusnahkan perbedaan, perselisihan, pertengkaran yang mengakibatkan perpecahan. Sungguh-sungguh sangat Ironis sekali jika mereka yang mengaku beragama Islam tetapi dalam praktek keagamaan selalu saja mengundang perselisihan dan pertikaian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Kenapa bisa demikian? Karena mereka bukan lagi melihat Islam adalah Agama pembawa Rahmat melainkan mereka menjadikan Islam itu sebagai suatu golongan dan aliran. Sehingga masing-masing golongan dan aliran itu mempertahankan daripada keyakinannya masing-masing, menganggap keyakinannya itulah yang benar, begitupun golongan yang lain juga menganggap demikian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika demikian halnya apakah ini bukan suatu jalan yang membawa perselisihan dan perpecahan?</p>
<p><span id="more-81"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dan prinsip inilah yang sudah terjadi dan sedang terjadi setelah Rosulullah Saw Wafat. Bahkan sampai saat ini perbedaan di dalam tubuh Islam itu sendiri semakin banyak dan semakin membuat runcing perselisihan yang berakibat perpecahan Umat Islam. Padahal Allah Swt. Mengingatkan di dalam Firmannya : <strong><em>“<span class="gen">Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.</span></em></strong><span class="gen"> (QS, </span>Ali &#8216;Imran :103)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sudah jelas dinyatakan Allah di dalam Ayat tsb bahwa untuk menghilangkan perselisihan itu haruslah berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Apa tali agama Allah itu? Yaitu <strong>“LAA ILAA HA ILLALLAH”.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong>LAA ILAA HA ILLALLAH </strong>adalah suatu Kalimah Tauhid, Kalimah yang menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada yang Maha Benar selain Allah, tidak ada yang Maha Mengetahui selain Allah, tidak ada yang Maha Sempurna selain Allah, tidak ada yang Maha Bijaksana selain Allah, tidak ada yang Maha segala Maha selain Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika manusia itu mengerti dan mau menyadari didalam Kalimah Tauhid itu tentu tidak akan ada perselisihan di dalam Islam sendiri. Sebab Kalimah tsb adalah Kalimah yang menghacurkan dan meruntuhkan ke Egoan dan kesombongan. Jika ada manusia merasa paling benar, paling mengetahui (‘Aliim), paling Sempurna (Kamil), paling Bijaksana maka berarti mereka itu telah sombong kepada Allah dan sudah tentu mereka itu tidak termasuk kedalam Ketauhidan. Dengan demikian wajarlah terjadi perselisihan itu, pertikaian itu, perpecahan itu dikarenakan mereka telah sombong dan bangga dengan Atribut yang ada pada dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika sudah demikian pantaskah mereka itu mengaku Umat Muhammad Rosulullah Saw?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tentu jika kita mau memikirkan dan merenungkannya bahwa Rosulullah Muhammad Saw adalah Nabi pembawa Rahmat (Kasih Sayang), jika ada yang mengaku Umat dari pada Rosulullah Saw maka ia pun harus menjadi Rahmat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Manusia itu berlaku di Alam Dunia ini hanya terbagi menjadi dua bagian saja, yaitu : jika tidak menjadi Rahmat berarti menjadi Laknat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Jika ia termasuk orang yang menjadi Rahmat maka ia pantas di sebut Umat Rosulullah Muhammad Saw.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Tetapi jika ia termasuk orang yang menjadi Laknat maka ia pantas menjadi Umat dari pada Iblis dan Syaitan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Seandainya Rosulullah Muhammad Saw masih Hidup ditengah-tengah kita, hadir ditengah-tengah kita apakah kita tidak malu kepada Beliau? Mengaku Islam, ber Iman dan mengaku Umat Muhammad tetapi tidak menebarkan Rahmat malah menebarkan Perselisihan dan permusuhan. Sungguh, suatu hal yang sangat disayangkan sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Karena itulah siapapun ia dimanapun posisinya dalam Islam, jika masih terdapat ke Egoan dan kesombongan maka Islamnya belumlah sesuai dengan kenyataan. Walaupun ia termasuk orang ber Ilmu sekalipun, besurban dan bejubah <span> </span>tapi masih merasa ia yang paling benar diantara yang lain, merasa paling tahu diantara yang lain merasa paling sempurna diantara yang lain maka berarti ia bukanlah Umat Muhammad Rosululah Saw yang sebenarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Itulah yang menyebabkan Rosulullah Saw pernah menangis begitu mengetahui bahwa Umat Beliau itu hanya 1 dibanding 999.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Yang Satu itu adalah mereka yang benar-benar mengerti tentang ketauhidan yang sebenarnya, ketauhidan yang membawa Rahmat mengikat kepada Kalimah LAA ILAA HA ILLALLAH dan meniadakan perselisihan. Mengembalikan segala sesuatu perkara kepada Allah karena segala sesuatu urusan itu Allah lah yang berhak menilai benar atau tidaknya dan menjadikan Muhammad Rosulullah Saw sebagai Saksi yang menyaksikan atas dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em>“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat</em></strong>”.(QS, </span>Ali &#8216;Imran : 105)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span class="gen"><strong><em>“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong”.</em></strong> (QS,</span> Al Hajj : 78)<span class="gen"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=81&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/08/tauhid-yang-benar-menghilangkan-perselisihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERMALAM DI DALAM BAITULLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/bermalam-di-dalam-baitullah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/bermalam-di-dalam-baitullah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 20:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita berbicara tentang Baitullah, tentu perhatian dan ingatan tertuju kepada Ka’bah yang ada di kota Makkah. Dan kesucian dari pada Ka’bah memang selalu terjaga dan terpelihara. Di mana Ka’bah itu adalah pusat pandang dari pada Kiblat orang-orang Muslim. Pada zaman Jahiliyah Ka’bah merupakan tempat untuk beribadah bagi para Kabilah-kabilah Khususnya di sekitar tanah Arab.
Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=65&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ketika kita berbicara tentang Baitullah, tentu perhatian dan ingatan tertuju kepada Ka’bah yang ada di kota Makkah.<span> </span>Dan kesucian dari pada Ka’bah memang selalu terjaga dan terpelihara. Di mana Ka’bah itu adalah pusat pandang dari pada Kiblat orang-orang Muslim. Pada zaman Jahiliyah Ka’bah merupakan tempat untuk beribadah bagi para Kabilah-kabilah Khususnya di sekitar tanah Arab.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dan di dalam Ka’bah itu di tempatkan patung-patung berhala sebagai sembahan Orang dikala itu. Ketika di tanyakan kepada mereka tentang Tuhan pencipta sekalian Alam mereka pun mengatakan percaya kepada yang menciptakan segala sesuatu. Adapun patung-patung yang mereka sembah itu hanyalah sebatas refleksi/perwujudan dari pada Tuhan Seru Sekalian Alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Ketika Rosulullah Saw di utus ke muka Bumi maka mulailah Rosul memberikan suatu pengarahan kepada mereka bahwa apa yang mereka sembah itu adalah suatu kesalahan yang sangat besar dan sangat fatal sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dikatakan oleh Beliau bahwa Tuhan Seru Sekalian Alam itu Laisa Kamislihi Syai’un (tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu apapun). Tuhan itu bernama ALLAH dan ALLAH itu ESA tidak ada sekutu bagi Nya, meliputi tiap-tiap segala sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Lalu berjuanglah Beliau bersama para sahabat-sahabat untuk menghancurkan keyakinan dari pada orang-orang Kafir Quraisy terhadap sesembahannya yang berupa patung itu dan berusaha untuk menghancurkan patung-patung sesembahan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Kurang lebih 23 tahun lamanya Beliau berjuang dan pada saat Penaklukan Kota Makkah Beliau masuk ke dalam Ka’bah dan menghancurkan patung-patung berhala yang ada didalamnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Allah Swt berfirman : <em>“Katakanlah : Akulah Allah yang Esa. Tempat bergantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada satupun yang menyamai ke Esaan Ku”.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p><span id="more-65"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Begitu jelasnya Allah menyatakan tentang ke Esaan Nya sehingga sesuatu apapun tidak ada yang menyamai Nya. Itulah yang menjadi dasar sehingga di dalam Baitullah itu tidak boleh ada patung dan berhala yang mengisinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Akan tetapi setiap Muslim berkeyakinan bahwa Ka’bah itu adalah Baitullah (Rumah Allah). Sehingga mereka yang semata-mata terfokus kepada Bangunan Batu yang di sebut dengan Ka’bah itu tidak menyadari bahwa Allah itu Maha Besar dan rasanya tidak pantas dikatakan bahwa Ka’bah yang terbuat dari batu dikatakan tempat kediaman Allah (Rumah Allah).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Allah Swt Maha Meliputi dan tidak terikat oleh ruang dan waktu bahkan Sayyidina Ali bin Abi Tholib pun pernah mengatakan bahwasanya : “Tdaklah aku memandang akan sesuatu melainkan aku melihat Tuhan di dalamnya”.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Adapun Ka’bah (Baitullah) itu hanyalah sebagai symbol daripada Persatuan Umat Islam, Poros dari pada persaudaraan sesama Muslim.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pada Hakikatnya bukan Ka’bah yang dipandang, bukan Ka’bah yang dituju, bukan Ka’bah yang dipuja-puja melainkan Allah lah yang meliputi tiap segala sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pada Zahirnya menghadap mereka kepada Ka’bah adalah menunjukkan keta’atan ia kepada Tuhannya bukan menjadikan Ka’bah sebagai sesuatu yang Agung melainkan yang Maha Agung adalah yang memiliki Ka’bah tsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Para Sufi dan para Awliya menekankan tentang Baitullah itu sendiri lebih mengarahkan kepada Qolbu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">“Qolbun Mu’min Baitullah”</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Agar Qolbunya mencerminkan Baitullah maka bersihkanlah terlebih dahulu qolbu itu dari segala patung-patung berhala. Patung-patung berhala didalam Qolbu itu ialah : Dunia, Harta, Takhta, Pangkat, Kedudukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Awliya Allah Al-Qutuburrobbani Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani mengtakan : Dunia boleh engkau ambil sebanyak-banyaknya, Harta dan uang boleh engkau kantongi sebanyak-banyaknya akan tetapi jangan sampai itu semua masuk kedalam Hatimu..!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Hatimu adalah Baitullah, maka cukuplah yang mengisinya hanya Allah Semata.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mereka yang telah mengosongkan hatinya dari segala sesuatu….. Hanya Allah yang hadiri disitu…. Kemudian ia Tawajjuh kepada Allah dalam Hatinya maka pada Hakikatnya sama halnya ia telah bermalam di dalam Baitullah. Dan tidaklah bagi mereka yang telah bermalam di Baitullah, Allah akan Sayang dan Cinta kepada nya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=65&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/05/bermalam-di-dalam-baitullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AYO PUASA SEBENARNYA JANGAN PUASA DAGANG</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 04:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Rosulullah Saw. pernah bersabda : &#8220;Berapa banyak mereka yang berpusa itu tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya Lapar dan Haus saja&#8221;.
Di Hadits lain Beliau bersabda : &#8220;Barang siapa yang berpuasa di Bulan Romadhan dengan di dasari Iman dan Introspeksi Diri  maka Allah akan mengampuni Dosa-dosanya yang lalu sampai akan datang&#8221;.

Siapakah mereka itu yang telah mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=38&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rosulullah Saw. pernah bersabda : <em>&#8220;Berapa banyak mereka yang berpusa itu tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya Lapar dan Haus saja&#8221;</em>.</p>
<p>Di Hadits lain Beliau bersabda : <em>&#8220;Barang siapa yang berpuasa di Bulan Romadhan dengan di dasari Iman dan Introspeksi Diri  maka Allah akan mengampuni Dosa-dosanya yang lalu sampai akan datang&#8221;.<br />
</em></p>
<p>Siapakah mereka itu yang telah mendapatkan ke Istimewaan Luar biasa&#8230;..?</p>
<p>Yaitu mereka-mereka yang di dalam memasuki Bulan Romadhan mengerti akan Arti dan Hikmahnya Puasa itu, tidak hanya ikut-ikutan berpuasa.</p>
<p>Bagi sebagian orang berpuasa itu adalah kewajiban sehingga kita harus menunaikannya walau tidak mengerti sekalipun Hikmah Puasa itu.</p>
<p>Sebagian Lagi yang dimengerti di dalam Puasa itu adalah mengumpulkan Pahala sebanyak-banyaknya dan beribadah sebanyak-banyaknya agar bisa masuk kedalam Surga.</p>
<p>Ada yang Luar Biasa Lagi&#8230;. Bulan Puasa itu bagi sebagian orang lagi selain mengumpulkan Pahala dan kebaikan sebanyak-banyaknya, juga berjualan makanan disiang hari untuk mendapatkan keuntungan di Dunia. He&#8230; He&#8230; itu sih Namanya Sambil menyelam minum Air.<br />
<span id="more-38"></span></p>
<p>Lalu mereka itu bukannya Puasa Ridho Allah melainkan Puasa bedagang. Mereka yang mengharapkan Pahala itu adalah Pedagang Akhirat sedangkan mereka yang berjualan di siang hari itu Pedagang Dunia.</p>
<p>Jika sudah demikian Kebanyakan Muslim itu Pedagang Ya?</p>
<p>Tentu jawabannya IYA!</p>
<p>Lalu yang seperti apakah Puasa sebenarnya itu?</p>
<p>Mari kita simak perjalan Rosulullah Saw, diwaktu detik-detik turunnya Al-Qur&#8217;an. Apa yang di lakukan Nabi di Goa Hiro? tentu semua sudah tahu sebagaimana yang ditulis-tulis dibeberapa kitab maupun apa yang disampaikan para Penceramah, Bahwa Rosulullah Saw sedang bertahanuts/berhalwah mendekatkan diri kepada Tuhan Pencipta Seru Sekalian Alam. Adakah Nabi menyampaikan bahwa Aku di goa Hiro itu bertahanuts untuk mencari pahala dari Tuhanku? Tidak.. kan! Tapi Beliau semata-mata mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan Tadabbur Alam/ merenungkan penciptaan sekalian Alam yang saat ini biasa disebut dengan Tafakkur/ Introspeksi Diri.</p>
<p>Dalam bahasa Tasawuf Tafakur atau Introspeksi itu adalah belajar untuk mengenal kepada Diri sendiri sebagai jalan untuk mengenal Allah.</p>
<p><strong>Man Arofa Nafsahu faqod Arofa Robbahu</strong> : <em>&#8220;Barang siapa yang mengenal akan dirinya niscaya kenallah ia kan Tuhannya&#8221;.</em></p>
<p>Sehingga tidaklah datang nya Bulan Puasa itu melainkan bagi mereka yang mengerti yaitu untuk mengenal akan Allah Swt, melalui Tafakkur/Introspeksi/Musyahadah/I&#8217;tikaf dll. Setelah ia mengenal akan Allah tidaklah bagi mereka , di bulan Romadhan ini adalah suatu bulan yang khusus untuk mendekatkan  diri kepada Allah Swt tak ubahnya seperti seseorang yang Wukuf di padang Arofah pada saat melaksanakan Haji.</p>
<p>Dan apapun yang dijalankannya di dalam Bulan Puasa itu dengan Ibadah maupun Amaliyahnya semata-mata untuk mendekatkan Diri kepada Allah di dalam Ma&#8217;rifatullah dan Mahabbatullah.</p>
<p>Itulah mereka yang berpuasa sebenarnya, yanga akan diterima oleh Allah amal ibadahnya. Dan jika di bandingkan dengan mereka yang Puasa Dagang perbandingan nya sangat jauh sekali.</p>
<p>Semoga Puasa di tahun ini tidak sia-sia, maka sempurnakanlah ibadah puasa itu dengan menuntut Ilmu yang akan mengantarkan kepada Ridho Allah Swt. Dan tidaklah Ilmu yang mengantarkan Ridho Allah itu melainkan Ilmu yang berlandaskan Ma&#8217;rifatullah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=38&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/03/ayo-puasa-sebenarnya-jangan-puasa-dagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>