PENGEMBARA JIWA

Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf

Sya’ir

KEFANA’AN

Luasnya Samudra hendak kau apakan?

Hendak kau minum dan kau habiskan?

Sanggupkah engkau menghabiskannya?

Dan dapatkah engkau mencari-cari tepinya?

Sungguh!!! bodohlah engkau kawan

Mencoba tuk menyaingi Tuhan

Atau engkau kah Tuhan?

Engkau mengatakan seolah-olah engkaulah segala-galanya

Aku yang mengetahui…………………..

Aku yang menghendaki………………..

Aku yang menguasai……………………

Aku yang berbuat………………………..

Aku yang melihat………………………..

Aku yang mendengar…………………..

Aku yang berbicara……………………..

Aku yang hidup…………………………..

Aku yang punya ini…. dan itu……….

Tidak sadarkah engkau kawan?

Bahwasanya Maha segala Maha

Hanya Tuhan yang menguasainya

Engkau tiada lain hanyalah manusia

Yang tiada daya dan upaya

Tidak ada kuasa dan kekuatan

Melainkan jika Tuhan mengijinkan

Engaku tiada lain hanyalah makhluk

Yang Buta….. yang Tuli….. dan Bisu…..

Kecuali dengan Rahmat dan Izin Nya

Sungguh-sungguh engkau biadab

Dan amatlah sombongnya engkau

Merasa semuanya engkaulah yang memiliki

Sudah kuatkah engkau tuk menyaingi Tuhan?

Sudah hebatkah engkau tuk melawan Tuhan?

Tanyakan dirimu!!!!!!!!!

Tanyakalah……… dan tanyakanlah………….

Renungkan dan sadarilah olehmu

Jika memang ingin masuk di dalam keselamatan

46 Tanggapan ke “Sya’ir”

  1. sufi wanita berkata

    salam tuk pengembara jiwa

  2. pengembarajiwa berkata

    Salam kenal juga buat sufiwanita

  3. alibaki berkata

    salam sayang tuk pengembara jiwa, diriku selalu dibelakangmu…

  4. vicky robiyanto berkata

    salam bahagia buat sang pengembara semoga bahagia selalu. Betul sekali kita kadang hendak menjadi tuhan dengan memaksa tuhan untuk menjadi hamba. Seakan-akan kitalah yang tuhan dan Dia lah yang hamba.

    Salam kenal dan bahagia untuk mas Pengembara Jiwa

  5. vicky robiyanto berkata

    PENCARI
    Daku terbang mencari Mu
    lalu aku dipanah oleh pemanah
    cederalah dadaku
    adakah begini nasib si pencari Mu?

    Jika Engkau bertanya apakah yang daku mahu
    jawapanku hanya satu: Engkau, semata-mata Engkau.

    Selamatkan daku dari anak panah
    supaya aku terus kuat terbang kepada Mu.

    Engkau Pemilik keteguhan
    masukkan daku ke dalam benteng keteguhan Mu
    agar daku menjadi teguh
    tiada anak panah mencederakan daku.

    Janganlah sesiapa menggangu daku
    biarkan daku bersama yang ku kasih
    sehingga Dia mengizinkan
    daku menyertai kalian.

    wassalam
    diambil dari taman sufi

  6. pengembarajiwa berkata

    @vicky robiyanto

    Sungguh Sya’ir yang sangat menggugah Jiwa untuk terbang ke Alam Robbani……

  7. vicky robiyanto berkata

    PENYERAHAN
    Engkau berdiri dengan sendiri
    Engkau mutlak
    tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.

    Engkau Maha Perkasa
    Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu
    melindungi yang lemah dan tidak berdaya
    akulah yang lemah dan tidak berdaya itu
    di bawah paying keperkasaan-Mu daku bernaung
    Engkau sekali-kali tidak akan menolak
    para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.

    Alangkah mudahnya
    bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu
    dan yakin Engkau menerimanya
    Engkau tidak pernah letih atau lalai
    tidak mengantuk tidak tidur
    tidak bosan menguruskan hal hamba-hamba-Mu.

    Wahai Pelindung diriku
    penyerahan adalah kelapangan
    penyerahan adalah kedamaian
    penyerahan adalah Kesejahteraan.

    Wahai Pelindung diriku
    penuhilah hatiku dengan yakin
    agar sekaliannya kembali kepada-Mu
    tanpa sebarang sisa pada diriku.

    Engkau gemar mendengar tutur-kata hamba-hamba-Mu
    Engkau tidak jemu mendengar daku membebel
    tiap ucapanku Engkau jawab
    dengan kelembutan-Mu
    wahai al-Latiff
    kami para hamba sangat Engkau manjai
    dengan kemaha-lembutan-Mu.

    wassalam

    Diambil dari taman sufi

  8. hinakelana berkata

    ILMU DAN MAKRIFAT
    Wahai yang tidak aku kenali
    ku panjat gunung yang tinggi
    sangkaku Engkau berada di puncaknya
    namun tidak ku temui Engkau di sana.

    Lalu aku terjun dari puncak gunung
    jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.

    Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku
    aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu
    mengembara ke seluruh alam maya
    namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.

    Hatiku mengatakan Engkau ada
    lalu aku keluar daripada alam
    dan aku terjun ke dalam hatiku.

    Di sana aku temui kebodohanku
    bodohnya aku menyangka akulah Aku
    sedangkan Dia jualah Aku
    dan aku tiada beserta Dia.

    Bila aku tiada beserta Dia
    tinggallah Dia sendirian
    rindulah Dia kepada diriku
    lalu Dia terjun ke dalam hatinya
    di sana Dia berjumpa Aku
    Aku menyambutnya dengan tersenyum.

    Aku dan Dia
    Dia dan Aku
    bukan dua dan bukan Satu
    satu masih berbentuk
    masih berjarak titik atas dengan bawah
    sedangkan Aku dan Dia
    tiada antara
    bukan juga titik yang halus
    titik yang halus masih menempati ruang
    sedangkan Aku dan Dia
    tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.

    Aku adalah Dia
    Dia adalah Aku
    tiada beda antara Aku dan Dia
    bila aku coba mengenali Dia
    aku tidak kenal lagi diriku
    aku tidak kenal lagi diri Dia
    bila dia coba mengenali diriku
    dia tidak kenal lagi dirinya
    dia tidak kenal lagi diriku.

    Tiada lagi kenyataan
    tiada juga keghaiban.

    Pengenalan sebenar adalah tidak kenal
    pengetahuan sebenar adalah tidak tahu.

    Aku adalah rahsia Dia
    Dia adalah rahsia Aku
    usah diganggu rahsia ini.

    2: PENCARIAN
    Paling aku tidak mengerti
    bagaimana mau menyeru-Mu
    jika nama juga hijab
    antara Engkau dengan aku.

    Engkau esa
    tiada hijab menemani Mu
    mana mungkin Engkau terhijab.

    Berapa banyak hati sudah hancur luluh
    dalam merindui Mu
    berapa banyak fikiran telah berkecamuk
    dalam mencari Mu.

    Engkau dekat
    tetapi bila didekati Engkau menjauh
    bila berhenti Engkau melambai
    bila dikejar Engkau menjauh kembali.

    Bila aku di tangga rumah Mu
    Engkau menutup pintu
    bila aku undur
    Engkau membuka jendela
    bila aku mengintai
    Engkau melabuhkan langsir.

    Dalam kepayahan ini
    daku perlukan penawar
    penawar itu ada pada tangan Mu
    namun aku malu menghulurkan tanganku yang tercemar
    untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.

    Aku tidak meminta Engkau menjadi teman
    kerana aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat
    namun hatiku gila kepada Mu
    tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih
    kerana aku tersangat hodoh dan hina.

    Janganlah Engkau murka
    lantaran si hodoh dan hina ini mengasihi Mu.

    Wajahku yang hodoh dan hina
    tidak layak Engkau tatapi
    Wajah Mu yang cantik berseri
    tidak layak aku tatapi
    di atas tangga rumah Mu aku terlena
    dengan harapan mataku tidak terbuka lagi
    karena aku tidak tahan merindui Mu.

    Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu
    dan memejam mataku di situ
    agar apabila Engkau membuka pintu
    Engkau memandang kepada ku
    walaupun daku tidak memandang kepada Mu.
    dicopy dari :
    http://pengembarajiwa.wordpress.com/syair/

  9. pangeran cinta berkata

    Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian menuju ke arahku…kian lama kian dekat
    Jika aku tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati…
    Aku manjakan tubuhku dengan pakaian2 halus dan mewah

    Padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dalam kubur
    Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang
    Sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit tanpa daging..

    Aku melihat umurku kian habis.
    Namun keinginan2ku belum juga terpuaskan…
    Perjalanan panjang terbentang dihadapanku.
    Sedangkan aku tidak memiliki bekal untuk menempuh jalan itu.
    Aku mendurhakai Tuhanku dan melanggar perintah2-Nya dengan terang2an

    Padahal Dia mengawasiku setiap saat…
    Aku menuruti hatiku dalam perbuatan2 yang memalukan…
    Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan…
    Dan sang waktu, bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali..

    Wahai Allah al-Alim.., aku berdosa secara rahasia..
    Tidak pernah orang lain mengetahui dosa2ku yang mengerikan…

    Tapi esok, rahasia dosa2ku akan ditampakkan
    Dan diperlihatkan kepada Tuhanku
    Aku berdosa kepada..Nya
    Walaupun hati merasa takut..Aku sangat percaya Ampunan-Nya yang tak terbatas
    Aku berdosa dan tak tahan menanggung malu
    Tetapi aku bergantung kepada ampunanNya yang tak terbatas

    Seandainya tidak ada azab setelah kematian… Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka
    Kematian dan kebusukan tubuhku cukuplah sebagai peringatan…

    Tak diragukan lagi, aku adalah yang terburuk diantara semua Hamba2Nya
    Belas kasihanilah aku dalam kegelapan kesendirian dalam kubur..
    Ketika aku ditinggalkan oleh segalanya….

  10. cAcuK berkata

    Ikutan Ahh:

    Allah Yang Maha Esa, kemurahan-Nya merata, Engkau mendengar keluhan hamba..
    Engkau melihat derita hamba…
    Hamba didera kesulitan dan nestapa
    Hamba diuji dengan cobaan yang menghalangi hamba bicara..
    Seolah hamba orang yang dahaga, yang melihat air dengan mataNya…

    Lalu tidak ada dahaga yang disapa, tidak ada tegukan yang dituang pula
    Pada sesuap makanan hasrat menyeret hamba…
    Namun cita rasa menghilang..
    Patutkah hamba menentang dan durhaka…

    Setelah Engkau beri hadiah dan karuniaMu
    Sedangkan dengan taat, rezeki diberikan kepada hamba
    Demi mendapat keridhaan-Mu hamba rela binasa.
    Dengan itu hamba berharap menjadi dekat dan merdeka..

  11. pengembarajiwa berkata

    @Hinakelana, Pangeran Cinta dan CAcuK
    ———————————————–

    Sungguh!!!!, Sya’ir yang sangat indah dan penuh dengan makna.

    Terimakasih.

    Wassalam

  12. Sufi Gila berkata

    dalam temaram cahaya lilin aku bersimpuh
    satukan segala panca indera k e dalam satu titik
    titik yang menjadi pusat dari kendali tubuhku
    titik dalam diri yang disebut sebagai qolbu

    dan kutongkatkan lidahku
    sebagai simbol penyerahan mulutku dalam kendali Nya
    dan kulemaskan segala sendi2 tubuhku
    sebagai simbol penyerahan diriku dalam kendali Nya

    kematian membayang dalam fikirku
    walau sebenarnya tanpa mati tak akan kukenal Dia
    tapi kenapa ketakutan selalu menyertai perjalananku
    dan ternyata itulah rasa awal menapak jalan ruhani

    lalu kudesahkan Astaghfirullah dalam qolbuku
    memohon ampun dihadapan ruhani suci pembimbingku
    ampun dari segala dosa dari ujung kepala hingga ke ujung kaki
    dari dosa yang kusadar dan tak kusadar

    tak terasa bergetar seluruh sel-sel dalam tubuhku
    bergetar harmonis dalam sekujur tubuh dan darahku
    hingga tercapailah ketentraman fikir dan jiwa
    dan hilanglah segala kesadaran akan diri

    binasa diri dalam pelukan cinta Illahi
    binasa segala rasa yang kurasakan dalam diri
    hilang diri hilang akalku hilang kesadaran jasmaniku
    maka terbitlah kesadaran spiritualku

    perjumpaan dengan para kekasih Allah
    berkumpul dalam harmony jiwa dalam cinta dan damai
    bersatu dalam untaian persaudaraan dalam kasih Allah
    itulah makna penyatuan dalam alam rabbani

    alam keabadian di mana tiada lagi batasan antar manusia
    tiada lagi dinding pemisah jiwa para pencari keabadian
    tiada lagi bendera-bendera agama ataupun suku bangsa
    yang ada hanyalah kedamaian dan kedamaian

    dalam diam kurasakan segala rasaku akan hadir Mu
    tiada kata-kata lagi yang terucap melalui bibirku
    tiada lagi bahasa dan tulisan yang sanggup merangkum rasa
    karena semua telah aku serahkan pada pemilik jiwa

    diam … diam … diam …diam … diam …. diam ….. dan diam
    damai …. damai … damai …. damai….. damai…..damai …. dan damai

  13. AL-FAQIR berkata

    Sy murid dr Kanzus Sholawat Hb. Luthfie Pklg, salam kenal n kalo boleh lbh kenal scr pribadi gituh !

  14. pengembarajiwa berkata

    AL-FAQIR

    Alhamdulillah…….

    Salam kenal kembali untuk saudaraku AL-FAQIR, Allah memberkati pertemuan kita di Pondok PJ ini.

    Dan untuk kenal secara Pribadi saya sangat senang sekali, karena anda adalah saudaraku……

    Anda bisa berdiskusi lewat Email : pengembarajiwa313@yahoo.co.id atau bisa juga berdiskusi langsung dengan saya melalui YM : (pengembarajiwa313)

    Wassalam

  15. truthseeker08 berkata

    Syair: Sayydina Al-quthb Al-rabbani Syaikh Abdullah Al-‘Aidrus Al-Syarif Al-Husaini

    Angin sepoi penghubung hamba dan Tuhannya
    Tiada penghubung dan pemutus
    Di tempat tinggi nan tersembunyi
    Tak satu ilmupun dapat menggapai
    Itulah buah keyakinan dan pencapaian tingkat kesempurnaan

    Iqtidha berbuah ihtida
    Ishthifa, kedudukan atas segala kedudukan
    Sesiapa selalu patuh pada perintah
    Dalam amal dan keyakinan
    Baginya surga yang tentram
    Hasil kedekatan kepada Allah

    Ini adalah ilmu yang terbukti
    Orang-orangnya sebaik-baik orang yang sejati
    Keyakinan mereka tak diliputi keraguan
    Petunjuk mereka tak akan menyesatkan
    Mereka telah beriqtida dan bermujahadah
    Mencapai penyaksian sehingga hilang segala kemustahilan

    Ilmu al yaqin kemudian ’ain al-yaqin
    Bahkan al-yaqin tanpa keraguan
    Mereka fana dari alam semesta
    Ketika tampak kebesaran Allah
    Dia menghidupkan setelah kematian
    Dengan mengumpulkan mereka pada keindahan-Nya

    Sehingga suci Ibriz tibr mereka
    Maka tiada suatu harta pun yang menyamainya

    Alam semesta tunduk pada mereka
    Tak akan melawan mereka pada setiap kejadian

    Inilah kerajaan tanpa keraguan lagi
    Tak tersingkirkan dan tak tergoyahkan

    Akhirnya bershalawatlah atas Nabi
    Pensuci perkataan dan perbuatan
    Dan kepada sahabatnya pemimpin yang wara’
    Juga keluarganya sebaik-baik keluarga

  16. QOLBU…
    Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]

    Qalbu adalah Singgasana Allah
    Pusat kendali diri setiap manusia
    Landasan penampakkan Al Haq
    Ranah hamparan kasih rahmatNya

    Ia adalah cerminan hakikatNya
    Mikroskop nilai keluhuranNya
    Wadah penampung kalamNya
    Jaring penangkap isyarat-isyaratNya

    Ia dianalogikan dengan cahaya
    Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani
    Ia laksana, minyak dan lampu
    Dalam Misykat serta kaca menyala

    Ia mudah terbalik dan pongah,
    Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,
    Ia kadang bersinar, kadang gelap,
    Ia menyinari jagad diri dan kehidupan,

    Qalbu didatangi DutaNya untuk
    Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan
    Qalb suci bermoral malaikatNya
    Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat

    Qalbu adalah penanda setiap insan
    Adakah ia manusia baik atau buruk
    Ia merupakan pundit rahasia batin
    Samudera pengetahuan setiap manusia
    Ia kunci pembuka keagunganNya
    Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya

    Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya
    Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya

    Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki
    Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu

    Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh “laku“ qalbu
    Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar “laku“ qalbu

    Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati
    Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya

    Qalbu adalah perbendaharaan agung
    Modal utama setiap manusia menujuNya
    Insan yang tidak memuliakan kalbunya
    Akan menuai keburukan abadi di sisiNya

    Qalbu adalah landasan pacu hakikat
    Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor
    Qalbu yang tidak suci berlumur hijab
    Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah

    Qalbu adalah media Wushul da Qurb
    Keintiman denganNya juga dengan “laku“ qalbu
    Hakikat kebaikan bersendikan qalbu
    Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk

    Ilham suciNya turun di qalbu suci
    Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan
    Muara “laku“ qalbu adalah ridhaNya
    KerelaanNya hanya berdasarkan “laku“ qalbu jernih
    KemurkaanNya akibat “ulah“ qalbu
    Siksa pedih akhirat juga akibat “ulah“ busuk qalbu

    Qalbu adalah sentra penentu nasib
    Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu
    Qalbu yang taat beroleh ridhaNya
    Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya
    Qalbu yang pongah dan tersesat
    Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya
    Wajah kebaikan qalbu adalah lurus
    Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya

    Tajamkan mata Qalbu dan pikir
    Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya
    Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
    Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya

    Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu
    Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
    Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
    Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki

  17. kangBoed berkata

    Sungguh sombongnya sang diri
    Dengan gagah dan dada terbusung
    Dia berkata ini semua
    Kekuasaanku
    Kehendakku
    Ilmuku
    Hidupku
    Penglihatanku
    Pendengaranku
    Perkataanku
    Kepandaianku
    Hartaku
    Pangkatku
    Jabatanku
    Kekuatanku
    Semua adalah aku, punyaku, milikku
    he he he he he ………………..
    Sampai suatu saat sang diri tertegun
    Lemah, lunglai tak berdaya
    Satu satu kepunyaannya diambil
    Satu satu miliknya dirampas
    Yang tinggal hanyalah aku yang menderita
    Tak kuasa melawan Takdir Yang Kuasa
    Kebebasankupun akhirnya terengut menjalani hukuman
    Menangis pun sudah tiada guna
    Badan akhirnya merintih tersiksa
    Hati menjerit merana terpukul dalam sekali
    Usai sudah
    Terlambat sudah
    Ternyata baru kusadari
    Sang diri ini hina papa
    Sang diri ini miskin tak punya apa apa
    Sang diri ini lemah tak berdaya upaya
    Terlambat kusadari
    Ternyata tiada satupun ………………………………
    Kekuasaanku yang ada hanyalah KekuasaanMU
    Kehendakku yang ada hanyalah KehendakMU
    Ilmuku yang ada hanyalah IlmuMU
    Hidupku yang ada hanyalah HidupMU
    Penglihatanku yang ada hanyalah PenglihatanMU
    Pendengaranku yang ada hanyalah PendengaranMU
    Perkataanku yang ada hanyalah PerkataanMU
    Kepandaianku yang ada hanyalah KepandaianMU
    Hartaku yang ada hanyalah HartaMU
    Pangkatku yang ada hanyalah PangkatMU
    Jabatanku yang ada hanyalah JabatanMU
    Isteriku yang ada hanyalah IsteriMU
    Anak anakku yang ada hanyalah Anak anakMU
    Kekuatanku yang ada hanyalah KekuatanMU
    Semua adalah KAMU, punyaMU, milikMU
    Semua hanya titipan yang harus kujaga
    Semua hanya pinjaman yang harus kukembalikan
    Dalam derita tak berakhir
    Dalam sisa waktu ku yang tinggal sedikit
    Akhirnya kuhampiri Dia dalam jerit ketulusan
    Tanpa malu kumeraung disudut ruangan
    Badan sudah keropos menanti ajal kan datang
    Kucoba lantunkan doa permohonan ampun
    Dalam kesadaran akan diri yang datang tiba tiba
    Tiba tiba serasa hatiku bergetar semakin keras
    Seakan terjawab sudah doaku manusia lalai
    Ya…… Allah
    Ya…… Allah
    Ya…… Allah
    Hatiku menjerit keras Engkau Maha dari sekian Maha
    Kau ampuni sang diri yang begitu kotor
    Tak sanggup kuberkata tak sanggup kubersuara
    Malu hatiku tak kuperdulikan lagi
    Maafkan Aku Ya.. Allah hanya sisa sisa kebusukan yang kuserahkan
    Maafkan Aku Ya.. Allah setelah jadi sampah baru kumenghampiriMU
    Maafkan Aku Ya.. Allah tinggal diri tua lemah tak berdaya yang bisa kupersembahkan
    Engkau baik, suuuungguh baik, saaaaaangat baik, teramat baik
    Ya… Allah

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed

      Sungguh….. Sya’ir ketiada berdayaan di Hadapan Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim.

      Allah memberkatimu…. Saudaraku…

  18. kangBoed berkata

    Bergetar seluruh diri
    merinding seluruh tubuh
    Melemah rasanya kaki ini
    Dingin… oh begitu sejuknya

    satu dua saat yang lalu….
    kucoba dan kucoba terus untuk getarkan sang diri
    dalam cinta dan harap yang tulus
    kucoba mendaki dan menarik perhatian

    dengan modal ketak berdayaan
    belajar sabar dan ikhlas
    mencoba ridha dan meridhai
    dalam nyanyian persembahan syukur

    dengan langkah yang terseret dan tersendat
    mendaki dalam kelemahan diri
    kaki semakin lemah tak mampu untuk melangkah ke depan
    sampai akhirnya terjatuh dan terkulai

    Tiba tiba sungguh luar biasa
    getaran itu menyambutku dan menyegarkanku
    datang dan pergi tak pernah kenal waktu
    tak lihat keadaan dan tempat

    hanya bermodalkan kesadaran yang tersisa
    kucoba kuasai dan nikmati semua ini
    kadang kuharus terdiam dan terduduk dipojok keramaian
    hiiiiiii sungguh indah dan tak terlukiskan dengan kata

    ternyata dalam ketak berdayaan yang sangat
    dalam kehilangan kemampuan sang diri
    hanya itu modal segala modal
    untuk maju bersama sama melangkah kedepan

    Salam Sayang Selalu cup cuup cuuup …. Mas PJ dan keluarga

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed

      Syair yang sangat mengandung Pelajaran dan Hikmah di dalamnya……

  19. Syahib sah berkata

    saya suka syahir untuk mendekat diri sama yang halik…dan bekajar pengenalan diri…..

  20. kacida nyeredet hate…

    mugia urang sadaya, sing tetep dina cintaNa.

  21. Abu Muhammad Nafis berkata

    THE PERCEIVER AND THE PERCEIVED

    The mind is there….for aid,
    to the worldly activities.

    The breath is there….life,
    without it, the limbs are of no use.

    The feelings…. is there too,
    desire and fear….so familiar.

    The body is there….so close,
    so inviting,
    I take it to be my abode.
    Yet….
    forgetting,
    I take it to be me.

    Step aside and see….

    The mind….I can perceive,
    The feelings….I can perceive,
    The breath….I can perceive,
    The body….all along with me.

    If I can perceive all these….
    can it be me?

    I am the perceiver of what I perceived,
    the very act of perceiving shows….
    I cannot be what I perceived.

  22. Abu Muhammad Nafis berkata

    The Wonders Of All

    to be alone
    is to be with yourself
    why fear yourself
    why close the door
    don’t give up your loneliness
    so quickly
    let it cut deeper and deeper
    let layers after layers
    of your imposed self-conditioning
    falls off
    until your mind suffocates
    until I and You have no meaning
    soon…
    I will come and rescue You

    O The Wondrous
    how I wonder…
    the simplest is the hardest
    the nearest is the farthest

  23. Abu Muhammad Nafis berkata

    Trust

    The Wise Old Man said
    just trust me
    you will find your trust justified
    I can’t tell you
    what is Inexpressible
    I can only share you
    how I traveled
    who dare enough
    to put the head on the chopping block
    in front of a butcher
    and still hoping
    will not get chopped

  24. Abu Muhammad Nafis berkata

    SEPERTI KULIT BAWANG

    Seperti kulit bawang,
    lapisan demi lapisan dikupas,
    dimanakah rasanya?

    Rasa itulah bawang,
    tanpa rasa,
    apalah gunanya bawang.

    Seperti kulit dibadan,
    didalamnya darah, daging, urat, rawan,
    tapi dimanakah hidupnya badan.

    Nafas keluar masuk,
    jantung berdenyut,
    kita hidup.

    Kita tahu,
    kita ada kuasa,
    kita merasa.

    Kita melihat,
    matakah yang melihat?

    Kita mendengar,
    telingakah yang mendengar?

    Kita berkata-kata,
    lidah dan bibirkah yang berkata-kata?

    Pada dirimu,
    siapakah yang berkata ‘aku’?

    Ku lihat tubuh mayat,
    kaku tidak bergerak,
    dinamakan orang,
    kematian.

    Ku lihat diriku sendiri,
    tiada beda,
    zahirnya sama.

    Apa yang ada padaku,
    yang tiada padanya?
    Aku bernyawa,
    nyawa telah tinggalkannya.

    Orang berkata, dia telah meninggal dunia.

    Siapakah yang telah meninggalkan dunia?

    Bukankah ia terbaring kaku disitu?

    Kenapa ia tak berkata ‘aku’?

    Siapa sebenarnya yang tiada disitu?

    Kata Nabi,
    ziarahilah orang mati,
    supaya mengambil pengajaran.

    Sungguh benar kata Nabi akhir zaman,
    kini ku tahu aku bukan badan…………………..

    • vicky berkata

      Subahallah sangat dalam dan indah..mengetarkan relung kalbu terdalam….Sallam..sejati nan barokah mas Abu…

  25. Abu Muhammad Nafis berkata

    SUMPAHAN ADAM DAN HAWA

    Dikatakan………..dijadikan Hawa dari tulang rusuk Adam,

    Bukan dari kepala,
    untuk dijunjungi,
    bukan dari kaki,
    untuk dijadikan pengalas.

    Tapi dekat dengan lengan,
    untuk dilindungi,
    dekat dengan hati,
    untuk dicintai.

    Aku tertarik pada Hawa,
    pada suara dan gurauan.
    …………….asmara dana.

    Aku tertarik pada Hawa,
    pada kelembutan sentuhan.
    …………….asmara tantra,

    Aku tertarik pada Hawa,
    pada rasa kenikmatan.
    ……………asmara sanggama.

    Godaan yang mengasyikkan,
    kemanisan yang sukar dilepaskan.

    Meskipun kasih sayang tanpa nafsu,
    aku tetap terbelenggu.

    Tersentak……….

    Kalau aku ini Adam,
    bukankah Hawa pun aku jua?

    Kerna menganggap aku lelaki,
    aku terus terpenjara lagi………..

  26. Abu Muhammad Nafis berkata

    DIAM

    Aku keluar lagi dari diriKu
    ditarik oleh peristiwa yang berlaku
    tertarik oleh keindahan yang membisu

    Aku keluar lagi dari diriKu
    oleh tanggungjawab
    oleh sesuatu tanpa sebab

    Aku keluar lagi dari diriKu
    melayani rasa rindu
    terasa menusuk kalbu

    kenapa sukar
    untuk sejenak….diam

    tanpa rasa, tanpa kata

    seketika….
    ketika cahaya menjelma
    dari Qabqausain ke Fuad

    seketika….
    tatkala hilang semesta
    diselimuti putih
    ketika nyawa ku sangka melayang
    dikejut oleh tangisan dibelakang.

    kenapa sukar
    untuk sejenak….diam.

  27. AL BADRUNA berkata

    sungguh indah asmaMu
    sungguh harum asmaMu
    sungguh suci asmaMu
    wahai Zat Yang Maha Suci

    rinduku padaMu mengalahkan detak jantungku
    sambutlah aku dengan Ridhomu
    dekatkanlah aku pada utusanMu
    jangan biarkan aku berpaling dariMu

    wahai Zat Yang Maha Sempurna
    ingatkan aku dikala lupa padaMu
    tegurlah aku dikala ingkar padaMu
    terangkanlah jalanku menuju rahmatMu

    ya Rofiqu …
    engkau selalu ada di hatiku
    engkau selalu menyayangiku
    maka ijinkanlah aku bersandar pada namaMU

  28. Sumego berkata

    Subhanaka AllaHumma wa bihamdik, asyHadu alla ilaaHa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik…

  29. ahmedsyah berkata

    Dari Rabi’ah
    Aku cinta Kau dgn dua cinta
    Cinta karena hasrat, menyibukkanku berdzikir
    kepadaMu dari selainMu….

    Cinta karena Engkau ahli bagi para pecinta ,
    bagiku…Kau singkap tabir-tabir itu
    hingga aku melihatMu

    Tak Puji bagiku dalam cinta ini
    tidak pula cinta itu,tapi bagiku
    puji pada semua itu.

    • pengembarajiwa berkata

      @Ahmedsyah

      ………………. Syair yang menggetarkan Jiwa dalam Cinta untuk kembali kepada Sang Pemilik Cinta.

      Terimakasih Mas Ahmedsyah Saudaraku

  30. zifa berkata

    maaf…saya engga ngerti bagaimana menulis ttng syair,
    semoga ada yang berkenan mengajarkan kpd saya. mksh

  31. dede berkata

    Aslkm,

    Salam kenal kepada semua Sahabat. Sungguh menarik dialog antara sahabat Kangdudung, Wawansyah dan Lor Muria, maka ijinkanlah saya berbagi ilmu. Seperti yg dipertanyakan oleh salah satu sahabat adalah hadis dari Rasulullah SAW:

    “Barang siapa meninggal, sedangkan dia tidak mengetahui imam pada zamannya, maka dia meninggal secara jahilliyah.” (Musnad Ahmad; 96)

    Menurut pengetahuan saya, hadis tsb menginformasikan kepada manusia dlm beberapa hal, diantaranya:

    1. Supaya manusia mengenal Imam Zamannya secara lahihriah dan bathiniah. Secara lahiriah artinya secara syari’at dan secara bathiniah artinya secara hakikat. Adapun secara tharikat artinya segenap ikhtiar manusia (Riyadhah) untuk mendukung akan kehadirannya yg dinantikan.
    2. Mengetahui Imam Zaman artinya mengenal kehidupannya secara baik dari mulai masa kelahirannya s/d masa keghaibannya.
    3. Telah disepakati oleh para ahli hadis dan mufassir bahwa Imam Zaman adalah keturunan Rasulullah SAW, artinya harus jelas dari keturunan siapa dan diberi nama siapa?
    4. Dalam masa kehidupannya Imam Zaman mengemban misi risalah Islam Murni yg dibawa oleh Rasulullah SAW. Artinya ada fatwa-fatwa yg telah disampaikan kepada para wakilnya yg harus disampaikan kepada manusia.
    5. Dalam setiap zaman ada seorang Imam yg ditunjuk atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah.

    Berdasarkan dari informasi-informasi tsb, maka manusia dari mulai yg awam s/d kawash adalah suatu keniscayaan apabila tidak mengetahui Imam pada Zamannya. Apabila tidak mengetahui Imam Zamannya, maka manusia mati dalam keadaan Jahilliyah. Artinya Jahilliyah disini adalah suatu masa dimana manusia tidak mengenal Tuhannya yg telah menciptakan Imam pada Zamannya yg akan hadir pada akhir zaman ditengah-tengah manusia untuk mendirikan pemerintahan adil yg Mahdaniyah berdasarkan syari’at Islam sebagai agama yg Rakhmatan lil’alamin yg sebelumnya dunia dipenuhi oleh segala bentuk kedzaliman. Demikian ilmu dari yg yg alakadarnya. Wallahu’alam Bishawab.

    Wslmkm,

  32. sisableng berkata

    dede berkata
    Oktober 25, 2009 pada 8:31 pm

    Aslkm,

    Salam kenal kepada semua Sahabat. Sungguh menarik dialog antara sahabat Kangdudung, Wawansyah dan Lor Muria, maka ijinkanlah saya berbagi ilmu. Seperti yg dipertanyakan oleh salah satu sahabat adalah hadis dari Rasulullah SAW:

    “Barang siapa meninggal, sedangkan dia tidak mengetahui imam pada zamannya, maka dia meninggal secara jahilliyah.” (Musnad Ahmad; 96)

    Menurut pengetahuan saya, hadis tsb menginformasikan kepada manusia dlm beberapa hal, diantaranya:

    1. Supaya manusia mengenal Imam Zamannya secara lahihriah dan bathiniah. Secara lahiriah artinya secara syari’at dan secara bathiniah artinya secara hakikat. Adapun secara tharikat artinya segenap ikhtiar manusia (Riyadhah) untuk mendukung akan kehadirannya yg dinantikan.
    2. Mengetahui Imam Zaman artinya mengenal kehidupannya secara baik dari mulai masa kelahirannya s/d masa keghaibannya.
    3. Telah disepakati oleh para ahli hadis dan mufassir bahwa Imam Zaman adalah keturunan Rasulullah SAW, artinya harus jelas dari keturunan siapa dan diberi nama siapa?
    4. Dalam masa kehidupannya Imam Zaman mengemban misi risalah Islam Murni yg dibawa oleh Rasulullah SAW. Artinya ada fatwa-fatwa yg telah disampaikan kepada para wakilnya yg harus disampaikan kepada manusia.
    5. Dalam setiap zaman ada seorang Imam yg ditunjuk atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah.

    Berdasarkan dari informasi-informasi tsb, maka manusia dari mulai yg awam s/d kawash adalah suatu keniscayaan apabila tidak mengetahui Imam pada Zamannya. Apabila tidak mengetahui Imam Zamannya, maka manusia mati dalam keadaan Jahilliyah. Artinya Jahilliyah disini adalah suatu masa dimana manusia tidak mengenal Tuhannya yg telah menciptakan Imam pada Zamannya yg akan hadir pada akhir zaman ditengah-tengah manusia untuk mendirikan pemerintahan adil yg Mahdaniyah berdasarkan syari’at Islam sebagai agama yg Rakhmatan lil’alamin yg sebelumnya dunia dipenuhi oleh segala bentuk kedzaliman. Demikian ilmu dari yg yg alakadarnya. Wallahu’alam Bishawab

    Aya aya wae….
    ntu mah cuma akal akalan para Habib Edan doank.
    beragama itu mesti pake logika juga bro!!!
    jangan cuma taklid buta.

  33. sisableng berkata

    ups!
    maap ikut nimbrung gak pake permisi.

    • wawansyah17 berkata

      @Sisableng

      Salam kenal Sahabat,
      Hadits tsb telah disepakati shahih dan mutawatir oleh ahli hadits dan mufasir dari berbagai mazhab Islam. Kalau secara logika mengetahui Imam pada Zamannya artinya mengenal secara baik tentang kehidupannya seperti pendapat sahabat Dede tsb diatas. Ma’af, mungkin anda yg bertaklid buta itu.

      Wassalamu’alaikum…

  34. rudy suwarno berkata

    Yang terkasih para sahabatku semuanya…
    @Dede
    @Wawansyah17
    @Mas Guru PJ313

    Salam Hormat

    Pembahasan tentang IMAM, agaknya saling berkaitan erat dengan JAMAAH. Sejauh pengetahuan saya yang serba seadanya, hal ini telah menjadi pembahasan sengit antar Ulama Besar Islam, termasuk di negara kita. yang inti permasalahannya ada pada bagaimana masing masing pihak mendefinisikan kedua kata tersebut.

    Mohon Maaf, supaya kita tahu sedang bercakap dengan siapa, langsung ke akhir pembahasan saja.. Siapakah IMAM anda pada zaman sekarang yang ruwet ini.? Mohon dijawab.

    Saya mengikuti dalam damai dan cinta.

    Terima Kasih.

  35. dede berkata

    @Rudi Suwarno

    Aslkm,

    Salam kenal dan persahabatan sdr Rudi,
    Memang betul kalau kita membahas masalah “Imam” akan menjadi perdebatan yg sengit diantara para Ulama Besar Islam. Tidak hanya di Indonesia saja, namun di belahan dunia lainnya, semenjak Rasulullah SAW wafat hingga kini. Akan tetapi kalau Umat Islam sadar, ikhlas dan ridho untuk menanggalkan semua Ego daripada kefanatikan mazhab/golongan/tharekat dlm Islam dan berpegang teguh kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dlm nash Al Qur’an dan As Sunnah, maka akan kita dapatkan siapa sesungguhnya Imam pada Zamannya itu sesuai dgn sabda Rasulullah SAW tsb, yakni agar seluruh manusia wajib mengetahui Imam pada Zamannya, khususnya Umat Islam. Yang perlu digarisbawahi dari konteks hadis tsb adalah “…mengetahui imam pada zamannya…” artinya mengenal seluruh kehidupannya dari mulai masa kelahirannya hingga masa keghaibannya (ghaib Sughra dan ghaib Kubro), sehingga manusia “…tidak meninggal secara jahilliyah”. Karena itu adalah ketentuan dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

    Berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah bahwa Imam pada Zamannya sekarang hingga akhir zaman yaitu Imam Muhammad Al Mahdi berasal dari keturunan Rasulullah SAW, putra dari Fatimah az Zahra dan Imam Ali bin Abi Thalib. Ayahnya adalah Imam Hasan al-Askari bin Ali al-Naqi bin Muhammad al-Taqi bin Imam Ali al-Ridha bin Imam Musa al-Kazhim bin Imam Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib.

    Demikian penjelasan dari saya, semoga anda mengerti dan memahaminya. Kalau ada kesalahan, mohon dima’afkan. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, amin. Wallahu’Alam Bishawab.

    Wslkm.

  36. sisableng berkata

    Berarti yang pada mati sekarang, Jahiliyah Semua donk?
    pan IMAM MAHDI belon Nongol.
    Waduuuuh! pada kasian amet yak?

    • dede berkata

      Aslkm,

      Salam kenal dan persahabatan sdr. Sisableng,
      Imam Al Mahdi sekarang masih ada dlm masa keghaiban besar (Ghaib Kubro), kita hanya diwajibkan untuk mengimani dan menanti kemunculanya (kehadirannya) di akhir zaman. Yang meninggal pada zaman sekarang, namun mengetahui ajarannya, masa kehidupannya s/d keghaibannya, tidak meninggal secara jahilliyah, karena sesuai dgn sabda Rasulullah saw dlm hadits tsb diatas.

      Karena saya merasa kasihan dan sayang kepada seluruh manusia, khususnya Umat Islam, maka saya disini hanya mempunyai kewajiban untuk menyampaikan dan mengingatkan saja. Mungkin anda dapat mencari mengenai Imam Al Mahdi dari situs2 Internet lainnya. Kalau ada yg salah dlm penyampaiannya, mohon dima’afkan. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, amin. Wallahu’Alam Bishawab.

      Wslkm.

  37. pengembarajiwa berkata

    @All……

    Salam Barokah untuk semuanya……

    Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perperselisihkan itu.
    (al-Ma’idah/48)

    • wawansyah17 berkata

      Assalamu’alaikum…

      Alhamdulillah, terimakasih Mas PJ telah menyediakan Blog yg penuh barokah ini untuk menggali ilmu tentang Tauhid dan Ma’rifatullah, sehingga semakin bertambahlah Iman bagi umat Islam.

      “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisaa’:59)

      Marilah kita kembali kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya didalam Al Qur’an dan As Sunnah.

      Wassalamu’alaikum…

  38. alwansyah berkata

    salam kenal buat mas pj dan semua yang hadir di blog ini

  39. wawansyah17 berkata

    Jangan Lupakan Karbala
    Lirik/lagu: Ust. Abdullah ass-Segaff, Arr: Tondi Rangkuti

    Oh…Husein…kau mengapa…
    Oh…Husein…kau dimana…
    Oh…Husein…kau menderita…
    Oh…Husein…teraniaya

    Bersusah payah Rasul mengajarkan firman Allah
    Besusah payah Rasul memuliakan kaum lemah
    Bersusah payah Rasul mengajarkan kebenaran
    Bersusah payah Rasul menegakkan keadilan

    Mungkinkah beragama bagi orang tak berbudi?
    Mungkinkah beragama bagi orang ingkar janji?
    Berbudikah mereka yang membunuh putra Nabi?
    Bersikap tak peduli apakah tak ingkar janji?

    Mengapa kau lupakan pembantaian di Karbala?
    Mengapa kau abaikan putra Rasul teraniaya?
    Apakah kau tak malu mengatakan beragama?
    Tangis Rasulpun tidak membuat engkau berduka

    Oh…Husein putera Zahra penghulu pemuda syurga
    Telah syahid di Karbala demi tegak agama
    Oh…Husein putera Zahra cucu Nabi yang tercinta
    Saksi korban Karbala bagi umat manusia

    http://www.4shared.com/file/84680346/1f30cb67/Maktam_-_04_Jangan_Lupa_Karbala.html?s=1

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>