Sya’ir
KEFANA’AN
Luasnya Samudra hendak kau apakan?
Hendak kau minum dan kau habiskan?
Sanggupkah engkau menghabiskannya?
Dan dapatkah engkau mencari-cari tepinya?
Sungguh!!! bodohlah engkau kawan
Mencoba tuk menyaingi Tuhan
Atau engkau kah Tuhan?
Engkau mengatakan seolah-olah engkaulah segala-galanya
Aku yang mengetahui…………………..
Aku yang menghendaki………………..
Aku yang menguasai……………………
Aku yang berbuat………………………..
Aku yang melihat………………………..
Aku yang mendengar…………………..
Aku yang berbicara……………………..
Aku yang hidup…………………………..
Aku yang punya ini…. dan itu……….
Tidak sadarkah engkau kawan?
Bahwasanya Maha segala Maha
Hanya Tuhan yang menguasainya
Engkau tiada lain hanyalah manusia
Yang tiada daya dan upaya
Tidak ada kuasa dan kekuatan
Melainkan jika Tuhan mengijinkan
Engaku tiada lain hanyalah makhluk
Yang Buta….. yang Tuli….. dan Bisu…..
Kecuali dengan Rahmat dan Izin Nya
Sungguh-sungguh engkau biadab
Dan amatlah sombongnya engkau
Merasa semuanya engkaulah yang memiliki
Sudah kuatkah engkau tuk menyaingi Tuhan?
Sudah hebatkah engkau tuk melawan Tuhan?
Tanyakan dirimu!!!!!!!!!
Tanyakalah……… dan tanyakanlah………….
Renungkan dan sadarilah olehmu
Jika memang ingin masuk di dalam keselamatan


sufi wanita berkata
salam tuk pengembara jiwa
pengembarajiwa berkata
Salam kenal juga buat sufiwanita
alibaki berkata
salam sayang tuk pengembara jiwa, diriku selalu dibelakangmu…
vicky robiyanto berkata
salam bahagia buat sang pengembara semoga bahagia selalu. Betul sekali kita kadang hendak menjadi tuhan dengan memaksa tuhan untuk menjadi hamba. Seakan-akan kitalah yang tuhan dan Dia lah yang hamba.
Salam kenal dan bahagia untuk mas Pengembara Jiwa
vicky robiyanto berkata
PENCARI
Daku terbang mencari Mu
lalu aku dipanah oleh pemanah
cederalah dadaku
adakah begini nasib si pencari Mu?
Jika Engkau bertanya apakah yang daku mahu
jawapanku hanya satu: Engkau, semata-mata Engkau.
Selamatkan daku dari anak panah
supaya aku terus kuat terbang kepada Mu.
Engkau Pemilik keteguhan
masukkan daku ke dalam benteng keteguhan Mu
agar daku menjadi teguh
tiada anak panah mencederakan daku.
Janganlah sesiapa menggangu daku
biarkan daku bersama yang ku kasih
sehingga Dia mengizinkan
daku menyertai kalian.
wassalam
diambil dari taman sufi
pengembarajiwa berkata
@vicky robiyanto
Sungguh Sya’ir yang sangat menggugah Jiwa untuk terbang ke Alam Robbani……
vicky robiyanto berkata
PENYERAHAN
Engkau berdiri dengan sendiri
Engkau mutlak
tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.
Engkau Maha Perkasa
Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu
melindungi yang lemah dan tidak berdaya
akulah yang lemah dan tidak berdaya itu
di bawah paying keperkasaan-Mu daku bernaung
Engkau sekali-kali tidak akan menolak
para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.
Alangkah mudahnya
bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu
dan yakin Engkau menerimanya
Engkau tidak pernah letih atau lalai
tidak mengantuk tidak tidur
tidak bosan menguruskan hal hamba-hamba-Mu.
Wahai Pelindung diriku
penyerahan adalah kelapangan
penyerahan adalah kedamaian
penyerahan adalah Kesejahteraan.
Wahai Pelindung diriku
penuhilah hatiku dengan yakin
agar sekaliannya kembali kepada-Mu
tanpa sebarang sisa pada diriku.
Engkau gemar mendengar tutur-kata hamba-hamba-Mu
Engkau tidak jemu mendengar daku membebel
tiap ucapanku Engkau jawab
dengan kelembutan-Mu
wahai al-Latiff
kami para hamba sangat Engkau manjai
dengan kemaha-lembutan-Mu.
wassalam
Diambil dari taman sufi
hinakelana berkata
ILMU DAN MAKRIFAT
Wahai yang tidak aku kenali
ku panjat gunung yang tinggi
sangkaku Engkau berada di puncaknya
namun tidak ku temui Engkau di sana.
Lalu aku terjun dari puncak gunung
jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.
Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku
aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu
mengembara ke seluruh alam maya
namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.
Hatiku mengatakan Engkau ada
lalu aku keluar daripada alam
dan aku terjun ke dalam hatiku.
Di sana aku temui kebodohanku
bodohnya aku menyangka akulah Aku
sedangkan Dia jualah Aku
dan aku tiada beserta Dia.
Bila aku tiada beserta Dia
tinggallah Dia sendirian
rindulah Dia kepada diriku
lalu Dia terjun ke dalam hatinya
di sana Dia berjumpa Aku
Aku menyambutnya dengan tersenyum.
Aku dan Dia
Dia dan Aku
bukan dua dan bukan Satu
satu masih berbentuk
masih berjarak titik atas dengan bawah
sedangkan Aku dan Dia
tiada antara
bukan juga titik yang halus
titik yang halus masih menempati ruang
sedangkan Aku dan Dia
tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.
Aku adalah Dia
Dia adalah Aku
tiada beda antara Aku dan Dia
bila aku coba mengenali Dia
aku tidak kenal lagi diriku
aku tidak kenal lagi diri Dia
bila dia coba mengenali diriku
dia tidak kenal lagi dirinya
dia tidak kenal lagi diriku.
Tiada lagi kenyataan
tiada juga keghaiban.
Pengenalan sebenar adalah tidak kenal
pengetahuan sebenar adalah tidak tahu.
Aku adalah rahsia Dia
Dia adalah rahsia Aku
usah diganggu rahsia ini.
2: PENCARIAN
Paling aku tidak mengerti
bagaimana mau menyeru-Mu
jika nama juga hijab
antara Engkau dengan aku.
Engkau esa
tiada hijab menemani Mu
mana mungkin Engkau terhijab.
Berapa banyak hati sudah hancur luluh
dalam merindui Mu
berapa banyak fikiran telah berkecamuk
dalam mencari Mu.
Engkau dekat
tetapi bila didekati Engkau menjauh
bila berhenti Engkau melambai
bila dikejar Engkau menjauh kembali.
Bila aku di tangga rumah Mu
Engkau menutup pintu
bila aku undur
Engkau membuka jendela
bila aku mengintai
Engkau melabuhkan langsir.
Dalam kepayahan ini
daku perlukan penawar
penawar itu ada pada tangan Mu
namun aku malu menghulurkan tanganku yang tercemar
untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.
Aku tidak meminta Engkau menjadi teman
kerana aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat
namun hatiku gila kepada Mu
tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih
kerana aku tersangat hodoh dan hina.
Janganlah Engkau murka
lantaran si hodoh dan hina ini mengasihi Mu.
Wajahku yang hodoh dan hina
tidak layak Engkau tatapi
Wajah Mu yang cantik berseri
tidak layak aku tatapi
di atas tangga rumah Mu aku terlena
dengan harapan mataku tidak terbuka lagi
karena aku tidak tahan merindui Mu.
Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu
dan memejam mataku di situ
agar apabila Engkau membuka pintu
Engkau memandang kepada ku
walaupun daku tidak memandang kepada Mu.
dicopy dari :
http://pengembarajiwa.wordpress.com/syair/
pangeran cinta berkata
Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian menuju ke arahku…kian lama kian dekat
Jika aku tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati…
Aku manjakan tubuhku dengan pakaian2 halus dan mewah
Padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dalam kubur
Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang
Sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit tanpa daging..
Aku melihat umurku kian habis.
Namun keinginan2ku belum juga terpuaskan…
Perjalanan panjang terbentang dihadapanku.
Sedangkan aku tidak memiliki bekal untuk menempuh jalan itu.
Aku mendurhakai Tuhanku dan melanggar perintah2-Nya dengan terang2an
Padahal Dia mengawasiku setiap saat…
Aku menuruti hatiku dalam perbuatan2 yang memalukan…
Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan…
Dan sang waktu, bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali..
Wahai Allah al-Alim.., aku berdosa secara rahasia..
Tidak pernah orang lain mengetahui dosa2ku yang mengerikan…
Tapi esok, rahasia dosa2ku akan ditampakkan
Dan diperlihatkan kepada Tuhanku
Aku berdosa kepada..Nya
Walaupun hati merasa takut..Aku sangat percaya Ampunan-Nya yang tak terbatas
Aku berdosa dan tak tahan menanggung malu
Tetapi aku bergantung kepada ampunanNya yang tak terbatas
Seandainya tidak ada azab setelah kematian… Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka
Kematian dan kebusukan tubuhku cukuplah sebagai peringatan…
Tak diragukan lagi, aku adalah yang terburuk diantara semua Hamba2Nya
Belas kasihanilah aku dalam kegelapan kesendirian dalam kubur..
Ketika aku ditinggalkan oleh segalanya….
cAcuK berkata
Ikutan Ahh:
Allah Yang Maha Esa, kemurahan-Nya merata, Engkau mendengar keluhan hamba..
Engkau melihat derita hamba…
Hamba didera kesulitan dan nestapa
Hamba diuji dengan cobaan yang menghalangi hamba bicara..
Seolah hamba orang yang dahaga, yang melihat air dengan mataNya…
Lalu tidak ada dahaga yang disapa, tidak ada tegukan yang dituang pula
Pada sesuap makanan hasrat menyeret hamba…
Namun cita rasa menghilang..
Patutkah hamba menentang dan durhaka…
Setelah Engkau beri hadiah dan karuniaMu
Sedangkan dengan taat, rezeki diberikan kepada hamba
Demi mendapat keridhaan-Mu hamba rela binasa.
Dengan itu hamba berharap menjadi dekat dan merdeka..
pengembarajiwa berkata
@Hinakelana, Pangeran Cinta dan CAcuK
———————————————–
Sungguh!!!!, Sya’ir yang sangat indah dan penuh dengan makna.
Terimakasih.
Wassalam
Sufi Gila berkata
dalam temaram cahaya lilin aku bersimpuh
satukan segala panca indera k e dalam satu titik
titik yang menjadi pusat dari kendali tubuhku
titik dalam diri yang disebut sebagai qolbu
dan kutongkatkan lidahku
sebagai simbol penyerahan mulutku dalam kendali Nya
dan kulemaskan segala sendi2 tubuhku
sebagai simbol penyerahan diriku dalam kendali Nya
kematian membayang dalam fikirku
walau sebenarnya tanpa mati tak akan kukenal Dia
tapi kenapa ketakutan selalu menyertai perjalananku
dan ternyata itulah rasa awal menapak jalan ruhani
lalu kudesahkan Astaghfirullah dalam qolbuku
memohon ampun dihadapan ruhani suci pembimbingku
ampun dari segala dosa dari ujung kepala hingga ke ujung kaki
dari dosa yang kusadar dan tak kusadar
tak terasa bergetar seluruh sel-sel dalam tubuhku
bergetar harmonis dalam sekujur tubuh dan darahku
hingga tercapailah ketentraman fikir dan jiwa
dan hilanglah segala kesadaran akan diri
binasa diri dalam pelukan cinta Illahi
binasa segala rasa yang kurasakan dalam diri
hilang diri hilang akalku hilang kesadaran jasmaniku
maka terbitlah kesadaran spiritualku
perjumpaan dengan para kekasih Allah
berkumpul dalam harmony jiwa dalam cinta dan damai
bersatu dalam untaian persaudaraan dalam kasih Allah
itulah makna penyatuan dalam alam rabbani
alam keabadian di mana tiada lagi batasan antar manusia
tiada lagi dinding pemisah jiwa para pencari keabadian
tiada lagi bendera-bendera agama ataupun suku bangsa
yang ada hanyalah kedamaian dan kedamaian
dalam diam kurasakan segala rasaku akan hadir Mu
tiada kata-kata lagi yang terucap melalui bibirku
tiada lagi bahasa dan tulisan yang sanggup merangkum rasa
karena semua telah aku serahkan pada pemilik jiwa
diam … diam … diam …diam … diam …. diam ….. dan diam
damai …. damai … damai …. damai….. damai…..damai …. dan damai
AL-FAQIR berkata
Sy murid dr Kanzus Sholawat Hb. Luthfie Pklg, salam kenal n kalo boleh lbh kenal scr pribadi gituh !
pengembarajiwa berkata
AL-FAQIR
Alhamdulillah…….
Salam kenal kembali untuk saudaraku AL-FAQIR, Allah memberkati pertemuan kita di Pondok PJ ini.
Dan untuk kenal secara Pribadi saya sangat senang sekali, karena anda adalah saudaraku……
Anda bisa berdiskusi lewat Email : pengembarajiwa313@yahoo.co.id atau bisa juga berdiskusi langsung dengan saya melalui YM : (pengembarajiwa313)
Wassalam
truthseeker08 berkata
Syair: Sayydina Al-quthb Al-rabbani Syaikh Abdullah Al-‘Aidrus Al-Syarif Al-Husaini
Angin sepoi penghubung hamba dan Tuhannya
Tiada penghubung dan pemutus
Di tempat tinggi nan tersembunyi
Tak satu ilmupun dapat menggapai
Itulah buah keyakinan dan pencapaian tingkat kesempurnaan
Iqtidha berbuah ihtida
Ishthifa, kedudukan atas segala kedudukan
Sesiapa selalu patuh pada perintah
Dalam amal dan keyakinan
Baginya surga yang tentram
Hasil kedekatan kepada Allah
Ini adalah ilmu yang terbukti
Orang-orangnya sebaik-baik orang yang sejati
Keyakinan mereka tak diliputi keraguan
Petunjuk mereka tak akan menyesatkan
Mereka telah beriqtida dan bermujahadah
Mencapai penyaksian sehingga hilang segala kemustahilan
Ilmu al yaqin kemudian ’ain al-yaqin
Bahkan al-yaqin tanpa keraguan
Mereka fana dari alam semesta
Ketika tampak kebesaran Allah
Dia menghidupkan setelah kematian
Dengan mengumpulkan mereka pada keindahan-Nya
Sehingga suci Ibriz tibr mereka
Maka tiada suatu harta pun yang menyamainya
Alam semesta tunduk pada mereka
Tak akan melawan mereka pada setiap kejadian
Inilah kerajaan tanpa keraguan lagi
Tak tersingkirkan dan tak tergoyahkan
Akhirnya bershalawatlah atas Nabi
Pensuci perkataan dan perbuatan
Dan kepada sahabatnya pemimpin yang wara’
Juga keluarganya sebaik-baik keluarga
sufigokil...kill...dekil berkata
QOLBU…
Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]
Qalbu adalah Singgasana Allah
Pusat kendali diri setiap manusia
Landasan penampakkan Al Haq
Ranah hamparan kasih rahmatNya
Ia adalah cerminan hakikatNya
Mikroskop nilai keluhuranNya
Wadah penampung kalamNya
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya
Ia dianalogikan dengan cahaya
Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani
Ia laksana, minyak dan lampu
Dalam Misykat serta kaca menyala
Ia mudah terbalik dan pongah,
Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,
Ia kadang bersinar, kadang gelap,
Ia menyinari jagad diri dan kehidupan,
Qalbu didatangi DutaNya untuk
Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan
Qalb suci bermoral malaikatNya
Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat
Qalbu adalah penanda setiap insan
Adakah ia manusia baik atau buruk
Ia merupakan pundit rahasia batin
Samudera pengetahuan setiap manusia
Ia kunci pembuka keagunganNya
Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya
Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya
Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya
Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki
Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu
Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh “laku“ qalbu
Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar “laku“ qalbu
Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati
Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya
Qalbu adalah perbendaharaan agung
Modal utama setiap manusia menujuNya
Insan yang tidak memuliakan kalbunya
Akan menuai keburukan abadi di sisiNya
Qalbu adalah landasan pacu hakikat
Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor
Qalbu yang tidak suci berlumur hijab
Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah
Qalbu adalah media Wushul da Qurb
Keintiman denganNya juga dengan “laku“ qalbu
Hakikat kebaikan bersendikan qalbu
Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk
Ilham suciNya turun di qalbu suci
Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan
Muara “laku“ qalbu adalah ridhaNya
KerelaanNya hanya berdasarkan “laku“ qalbu jernih
KemurkaanNya akibat “ulah“ qalbu
Siksa pedih akhirat juga akibat “ulah“ busuk qalbu
Qalbu adalah sentra penentu nasib
Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu
Qalbu yang taat beroleh ridhaNya
Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya
Qalbu yang pongah dan tersesat
Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya
Wajah kebaikan qalbu adalah lurus
Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya
Tajamkan mata Qalbu dan pikir
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya
Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya
Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki
kangBoed berkata
Sungguh sombongnya sang diri
Dengan gagah dan dada terbusung
Dia berkata ini semua
Kekuasaanku
Kehendakku
Ilmuku
Hidupku
Penglihatanku
Pendengaranku
Perkataanku
Kepandaianku
Hartaku
Pangkatku
Jabatanku
Kekuatanku
Semua adalah aku, punyaku, milikku
he he he he he ………………..
Sampai suatu saat sang diri tertegun
Lemah, lunglai tak berdaya
Satu satu kepunyaannya diambil
Satu satu miliknya dirampas
Yang tinggal hanyalah aku yang menderita
Tak kuasa melawan Takdir Yang Kuasa
Kebebasankupun akhirnya terengut menjalani hukuman
Menangis pun sudah tiada guna
Badan akhirnya merintih tersiksa
Hati menjerit merana terpukul dalam sekali
Usai sudah
Terlambat sudah
Ternyata baru kusadari
Sang diri ini hina papa
Sang diri ini miskin tak punya apa apa
Sang diri ini lemah tak berdaya upaya
Terlambat kusadari
Ternyata tiada satupun ………………………………
Kekuasaanku yang ada hanyalah KekuasaanMU
Kehendakku yang ada hanyalah KehendakMU
Ilmuku yang ada hanyalah IlmuMU
Hidupku yang ada hanyalah HidupMU
Penglihatanku yang ada hanyalah PenglihatanMU
Pendengaranku yang ada hanyalah PendengaranMU
Perkataanku yang ada hanyalah PerkataanMU
Kepandaianku yang ada hanyalah KepandaianMU
Hartaku yang ada hanyalah HartaMU
Pangkatku yang ada hanyalah PangkatMU
Jabatanku yang ada hanyalah JabatanMU
Isteriku yang ada hanyalah IsteriMU
Anak anakku yang ada hanyalah Anak anakMU
Kekuatanku yang ada hanyalah KekuatanMU
Semua adalah KAMU, punyaMU, milikMU
Semua hanya titipan yang harus kujaga
Semua hanya pinjaman yang harus kukembalikan
Dalam derita tak berakhir
Dalam sisa waktu ku yang tinggal sedikit
Akhirnya kuhampiri Dia dalam jerit ketulusan
Tanpa malu kumeraung disudut ruangan
Badan sudah keropos menanti ajal kan datang
Kucoba lantunkan doa permohonan ampun
Dalam kesadaran akan diri yang datang tiba tiba
Tiba tiba serasa hatiku bergetar semakin keras
Seakan terjawab sudah doaku manusia lalai
Ya…… Allah
Ya…… Allah
Ya…… Allah
Hatiku menjerit keras Engkau Maha dari sekian Maha
Kau ampuni sang diri yang begitu kotor
Tak sanggup kuberkata tak sanggup kubersuara
Malu hatiku tak kuperdulikan lagi
Maafkan Aku Ya.. Allah hanya sisa sisa kebusukan yang kuserahkan
Maafkan Aku Ya.. Allah setelah jadi sampah baru kumenghampiriMU
Maafkan Aku Ya.. Allah tinggal diri tua lemah tak berdaya yang bisa kupersembahkan
Engkau baik, suuuungguh baik, saaaaaangat baik, teramat baik
Ya… Allah
pengembarajiwa berkata
@KangBoed
Sungguh….. Sya’ir ketiada berdayaan di Hadapan Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
Allah memberkatimu…. Saudaraku…
kangBoed berkata
Bergetar seluruh diri
merinding seluruh tubuh
Melemah rasanya kaki ini
Dingin… oh begitu sejuknya
satu dua saat yang lalu….
kucoba dan kucoba terus untuk getarkan sang diri
dalam cinta dan harap yang tulus
kucoba mendaki dan menarik perhatian
dengan modal ketak berdayaan
belajar sabar dan ikhlas
mencoba ridha dan meridhai
dalam nyanyian persembahan syukur
dengan langkah yang terseret dan tersendat
mendaki dalam kelemahan diri
kaki semakin lemah tak mampu untuk melangkah ke depan
sampai akhirnya terjatuh dan terkulai
Tiba tiba sungguh luar biasa
getaran itu menyambutku dan menyegarkanku
datang dan pergi tak pernah kenal waktu
tak lihat keadaan dan tempat
hanya bermodalkan kesadaran yang tersisa
kucoba kuasai dan nikmati semua ini
kadang kuharus terdiam dan terduduk dipojok keramaian
hiiiiiii sungguh indah dan tak terlukiskan dengan kata
ternyata dalam ketak berdayaan yang sangat
dalam kehilangan kemampuan sang diri
hanya itu modal segala modal
untuk maju bersama sama melangkah kedepan
Salam Sayang Selalu cup cuup cuuup …. Mas PJ dan keluarga
pengembarajiwa berkata
@KangBoed
Syair yang sangat mengandung Pelajaran dan Hikmah di dalamnya……
Syahib sah berkata
saya suka syahir untuk mendekat diri sama yang halik…dan bekajar pengenalan diri…..
Kang Usup Supriyadi berkata
kacida nyeredet hate…
mugia urang sadaya, sing tetep dina cintaNa.
Abu Muhammad Nafis berkata
THE PERCEIVER AND THE PERCEIVED
The mind is there….for aid,
to the worldly activities.
The breath is there….life,
without it, the limbs are of no use.
The feelings…. is there too,
desire and fear….so familiar.
The body is there….so close,
so inviting,
I take it to be my abode.
Yet….
forgetting,
I take it to be me.
Step aside and see….
The mind….I can perceive,
The feelings….I can perceive,
The breath….I can perceive,
The body….all along with me.
If I can perceive all these….
can it be me?
I am the perceiver of what I perceived,
the very act of perceiving shows….
I cannot be what I perceived.
Abu Muhammad Nafis berkata
The Wonders Of All
to be alone
is to be with yourself
why fear yourself
why close the door
don’t give up your loneliness
so quickly
let it cut deeper and deeper
let layers after layers
of your imposed self-conditioning
falls off
until your mind suffocates
until I and You have no meaning
soon…
I will come and rescue You
O The Wondrous
how I wonder…
the simplest is the hardest
the nearest is the farthest
Abu Muhammad Nafis berkata
Trust
The Wise Old Man said
just trust me
you will find your trust justified
I can’t tell you
what is Inexpressible
I can only share you
how I traveled
who dare enough
to put the head on the chopping block
in front of a butcher
and still hoping
will not get chopped
Abu Muhammad Nafis berkata
SEPERTI KULIT BAWANG
Seperti kulit bawang,
lapisan demi lapisan dikupas,
dimanakah rasanya?
Rasa itulah bawang,
tanpa rasa,
apalah gunanya bawang.
Seperti kulit dibadan,
didalamnya darah, daging, urat, rawan,
tapi dimanakah hidupnya badan.
Nafas keluar masuk,
jantung berdenyut,
kita hidup.
Kita tahu,
kita ada kuasa,
kita merasa.
Kita melihat,
matakah yang melihat?
Kita mendengar,
telingakah yang mendengar?
Kita berkata-kata,
lidah dan bibirkah yang berkata-kata?
Pada dirimu,
siapakah yang berkata ‘aku’?
Ku lihat tubuh mayat,
kaku tidak bergerak,
dinamakan orang,
kematian.
Ku lihat diriku sendiri,
tiada beda,
zahirnya sama.
Apa yang ada padaku,
yang tiada padanya?
Aku bernyawa,
nyawa telah tinggalkannya.
Orang berkata, dia telah meninggal dunia.
Siapakah yang telah meninggalkan dunia?
Bukankah ia terbaring kaku disitu?
Kenapa ia tak berkata ‘aku’?
Siapa sebenarnya yang tiada disitu?
Kata Nabi,
ziarahilah orang mati,
supaya mengambil pengajaran.
Sungguh benar kata Nabi akhir zaman,
kini ku tahu aku bukan badan…………………..
vicky berkata
Subahallah sangat dalam dan indah..mengetarkan relung kalbu terdalam….Sallam..sejati nan barokah mas Abu…
Abu Muhammad Nafis berkata
SUMPAHAN ADAM DAN HAWA
Dikatakan………..dijadikan Hawa dari tulang rusuk Adam,
Bukan dari kepala,
untuk dijunjungi,
bukan dari kaki,
untuk dijadikan pengalas.
Tapi dekat dengan lengan,
untuk dilindungi,
dekat dengan hati,
untuk dicintai.
Aku tertarik pada Hawa,
pada suara dan gurauan.
…………….asmara dana.
Aku tertarik pada Hawa,
pada kelembutan sentuhan.
…………….asmara tantra,
Aku tertarik pada Hawa,
pada rasa kenikmatan.
……………asmara sanggama.
Godaan yang mengasyikkan,
kemanisan yang sukar dilepaskan.
Meskipun kasih sayang tanpa nafsu,
aku tetap terbelenggu.
Tersentak……….
Kalau aku ini Adam,
bukankah Hawa pun aku jua?
Kerna menganggap aku lelaki,
aku terus terpenjara lagi………..
Abu Muhammad Nafis berkata
DIAM
Aku keluar lagi dari diriKu
ditarik oleh peristiwa yang berlaku
tertarik oleh keindahan yang membisu
Aku keluar lagi dari diriKu
oleh tanggungjawab
oleh sesuatu tanpa sebab
Aku keluar lagi dari diriKu
melayani rasa rindu
terasa menusuk kalbu
kenapa sukar
untuk sejenak….diam
tanpa rasa, tanpa kata
seketika….
ketika cahaya menjelma
dari Qabqausain ke Fuad
seketika….
tatkala hilang semesta
diselimuti putih
ketika nyawa ku sangka melayang
dikejut oleh tangisan dibelakang.
kenapa sukar
untuk sejenak….diam.
AL BADRUNA berkata
sungguh indah asmaMu
sungguh harum asmaMu
sungguh suci asmaMu
wahai Zat Yang Maha Suci
rinduku padaMu mengalahkan detak jantungku
sambutlah aku dengan Ridhomu
dekatkanlah aku pada utusanMu
jangan biarkan aku berpaling dariMu
wahai Zat Yang Maha Sempurna
ingatkan aku dikala lupa padaMu
tegurlah aku dikala ingkar padaMu
terangkanlah jalanku menuju rahmatMu
ya Rofiqu …
engkau selalu ada di hatiku
engkau selalu menyayangiku
maka ijinkanlah aku bersandar pada namaMU
Sumego berkata
Subhanaka AllaHumma wa bihamdik, asyHadu alla ilaaHa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik…
ahmedsyah berkata
Dari Rabi’ah
Aku cinta Kau dgn dua cinta
Cinta karena hasrat, menyibukkanku berdzikir
kepadaMu dari selainMu….
Cinta karena Engkau ahli bagi para pecinta ,
bagiku…Kau singkap tabir-tabir itu
hingga aku melihatMu
Tak Puji bagiku dalam cinta ini
tidak pula cinta itu,tapi bagiku
puji pada semua itu.
pengembarajiwa berkata
@Ahmedsyah
………………. Syair yang menggetarkan Jiwa dalam Cinta untuk kembali kepada Sang Pemilik Cinta.
Terimakasih Mas Ahmedsyah Saudaraku
zifa berkata
maaf…saya engga ngerti bagaimana menulis ttng syair,
semoga ada yang berkenan mengajarkan kpd saya. mksh
dede berkata
Aslkm,
Salam kenal kepada semua Sahabat. Sungguh menarik dialog antara sahabat Kangdudung, Wawansyah dan Lor Muria, maka ijinkanlah saya berbagi ilmu. Seperti yg dipertanyakan oleh salah satu sahabat adalah hadis dari Rasulullah SAW:
“Barang siapa meninggal, sedangkan dia tidak mengetahui imam pada zamannya, maka dia meninggal secara jahilliyah.” (Musnad Ahmad; 96)
Menurut pengetahuan saya, hadis tsb menginformasikan kepada manusia dlm beberapa hal, diantaranya:
1. Supaya manusia mengenal Imam Zamannya secara lahihriah dan bathiniah. Secara lahiriah artinya secara syari’at dan secara bathiniah artinya secara hakikat. Adapun secara tharikat artinya segenap ikhtiar manusia (Riyadhah) untuk mendukung akan kehadirannya yg dinantikan.
2. Mengetahui Imam Zaman artinya mengenal kehidupannya secara baik dari mulai masa kelahirannya s/d masa keghaibannya.
3. Telah disepakati oleh para ahli hadis dan mufassir bahwa Imam Zaman adalah keturunan Rasulullah SAW, artinya harus jelas dari keturunan siapa dan diberi nama siapa?
4. Dalam masa kehidupannya Imam Zaman mengemban misi risalah Islam Murni yg dibawa oleh Rasulullah SAW. Artinya ada fatwa-fatwa yg telah disampaikan kepada para wakilnya yg harus disampaikan kepada manusia.
5. Dalam setiap zaman ada seorang Imam yg ditunjuk atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah.
Berdasarkan dari informasi-informasi tsb, maka manusia dari mulai yg awam s/d kawash adalah suatu keniscayaan apabila tidak mengetahui Imam pada Zamannya. Apabila tidak mengetahui Imam Zamannya, maka manusia mati dalam keadaan Jahilliyah. Artinya Jahilliyah disini adalah suatu masa dimana manusia tidak mengenal Tuhannya yg telah menciptakan Imam pada Zamannya yg akan hadir pada akhir zaman ditengah-tengah manusia untuk mendirikan pemerintahan adil yg Mahdaniyah berdasarkan syari’at Islam sebagai agama yg Rakhmatan lil’alamin yg sebelumnya dunia dipenuhi oleh segala bentuk kedzaliman. Demikian ilmu dari yg yg alakadarnya. Wallahu’alam Bishawab.
Wslmkm,
sisableng berkata
dede berkata
Oktober 25, 2009 pada 8:31 pm
Aslkm,
Salam kenal kepada semua Sahabat. Sungguh menarik dialog antara sahabat Kangdudung, Wawansyah dan Lor Muria, maka ijinkanlah saya berbagi ilmu. Seperti yg dipertanyakan oleh salah satu sahabat adalah hadis dari Rasulullah SAW:
“Barang siapa meninggal, sedangkan dia tidak mengetahui imam pada zamannya, maka dia meninggal secara jahilliyah.” (Musnad Ahmad; 96)
Menurut pengetahuan saya, hadis tsb menginformasikan kepada manusia dlm beberapa hal, diantaranya:
1. Supaya manusia mengenal Imam Zamannya secara lahihriah dan bathiniah. Secara lahiriah artinya secara syari’at dan secara bathiniah artinya secara hakikat. Adapun secara tharikat artinya segenap ikhtiar manusia (Riyadhah) untuk mendukung akan kehadirannya yg dinantikan.
2. Mengetahui Imam Zaman artinya mengenal kehidupannya secara baik dari mulai masa kelahirannya s/d masa keghaibannya.
3. Telah disepakati oleh para ahli hadis dan mufassir bahwa Imam Zaman adalah keturunan Rasulullah SAW, artinya harus jelas dari keturunan siapa dan diberi nama siapa?
4. Dalam masa kehidupannya Imam Zaman mengemban misi risalah Islam Murni yg dibawa oleh Rasulullah SAW. Artinya ada fatwa-fatwa yg telah disampaikan kepada para wakilnya yg harus disampaikan kepada manusia.
5. Dalam setiap zaman ada seorang Imam yg ditunjuk atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah.
Berdasarkan dari informasi-informasi tsb, maka manusia dari mulai yg awam s/d kawash adalah suatu keniscayaan apabila tidak mengetahui Imam pada Zamannya. Apabila tidak mengetahui Imam Zamannya, maka manusia mati dalam keadaan Jahilliyah. Artinya Jahilliyah disini adalah suatu masa dimana manusia tidak mengenal Tuhannya yg telah menciptakan Imam pada Zamannya yg akan hadir pada akhir zaman ditengah-tengah manusia untuk mendirikan pemerintahan adil yg Mahdaniyah berdasarkan syari’at Islam sebagai agama yg Rakhmatan lil’alamin yg sebelumnya dunia dipenuhi oleh segala bentuk kedzaliman. Demikian ilmu dari yg yg alakadarnya. Wallahu’alam Bishawab
Aya aya wae….
ntu mah cuma akal akalan para Habib Edan doank.
beragama itu mesti pake logika juga bro!!!
jangan cuma taklid buta.
sisableng berkata
ups!
maap ikut nimbrung gak pake permisi.
wawansyah17 berkata
@Sisableng
Salam kenal Sahabat,
Hadits tsb telah disepakati shahih dan mutawatir oleh ahli hadits dan mufasir dari berbagai mazhab Islam. Kalau secara logika mengetahui Imam pada Zamannya artinya mengenal secara baik tentang kehidupannya seperti pendapat sahabat Dede tsb diatas. Ma’af, mungkin anda yg bertaklid buta itu.
Wassalamu’alaikum…
rudy suwarno berkata
Yang terkasih para sahabatku semuanya…
@Dede
@Wawansyah17
@Mas Guru PJ313
Salam Hormat
Pembahasan tentang IMAM, agaknya saling berkaitan erat dengan JAMAAH. Sejauh pengetahuan saya yang serba seadanya, hal ini telah menjadi pembahasan sengit antar Ulama Besar Islam, termasuk di negara kita. yang inti permasalahannya ada pada bagaimana masing masing pihak mendefinisikan kedua kata tersebut.
Mohon Maaf, supaya kita tahu sedang bercakap dengan siapa, langsung ke akhir pembahasan saja.. Siapakah IMAM anda pada zaman sekarang yang ruwet ini.? Mohon dijawab.
Saya mengikuti dalam damai dan cinta.
Terima Kasih.
dede berkata
@Rudi Suwarno
Aslkm,
Salam kenal dan persahabatan sdr Rudi,
Memang betul kalau kita membahas masalah “Imam” akan menjadi perdebatan yg sengit diantara para Ulama Besar Islam. Tidak hanya di Indonesia saja, namun di belahan dunia lainnya, semenjak Rasulullah SAW wafat hingga kini. Akan tetapi kalau Umat Islam sadar, ikhlas dan ridho untuk menanggalkan semua Ego daripada kefanatikan mazhab/golongan/tharekat dlm Islam dan berpegang teguh kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dlm nash Al Qur’an dan As Sunnah, maka akan kita dapatkan siapa sesungguhnya Imam pada Zamannya itu sesuai dgn sabda Rasulullah SAW tsb, yakni agar seluruh manusia wajib mengetahui Imam pada Zamannya, khususnya Umat Islam. Yang perlu digarisbawahi dari konteks hadis tsb adalah “…mengetahui imam pada zamannya…” artinya mengenal seluruh kehidupannya dari mulai masa kelahirannya hingga masa keghaibannya (ghaib Sughra dan ghaib Kubro), sehingga manusia “…tidak meninggal secara jahilliyah”. Karena itu adalah ketentuan dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
Berdasarkan nash Al Qur’an dan As Sunnah bahwa Imam pada Zamannya sekarang hingga akhir zaman yaitu Imam Muhammad Al Mahdi berasal dari keturunan Rasulullah SAW, putra dari Fatimah az Zahra dan Imam Ali bin Abi Thalib. Ayahnya adalah Imam Hasan al-Askari bin Ali al-Naqi bin Muhammad al-Taqi bin Imam Ali al-Ridha bin Imam Musa al-Kazhim bin Imam Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib.
Demikian penjelasan dari saya, semoga anda mengerti dan memahaminya. Kalau ada kesalahan, mohon dima’afkan. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, amin. Wallahu’Alam Bishawab.
Wslkm.
sisableng berkata
Berarti yang pada mati sekarang, Jahiliyah Semua donk?
pan IMAM MAHDI belon Nongol.
Waduuuuh! pada kasian amet yak?
dede berkata
Aslkm,
Salam kenal dan persahabatan sdr. Sisableng,
Imam Al Mahdi sekarang masih ada dlm masa keghaiban besar (Ghaib Kubro), kita hanya diwajibkan untuk mengimani dan menanti kemunculanya (kehadirannya) di akhir zaman. Yang meninggal pada zaman sekarang, namun mengetahui ajarannya, masa kehidupannya s/d keghaibannya, tidak meninggal secara jahilliyah, karena sesuai dgn sabda Rasulullah saw dlm hadits tsb diatas.
Karena saya merasa kasihan dan sayang kepada seluruh manusia, khususnya Umat Islam, maka saya disini hanya mempunyai kewajiban untuk menyampaikan dan mengingatkan saja. Mungkin anda dapat mencari mengenai Imam Al Mahdi dari situs2 Internet lainnya. Kalau ada yg salah dlm penyampaiannya, mohon dima’afkan. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, amin. Wallahu’Alam Bishawab.
Wslkm.
pengembarajiwa berkata
@All……
Salam Barokah untuk semuanya……
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perperselisihkan itu.
(al-Ma’idah/48)
wawansyah17 berkata
Assalamu’alaikum…
Alhamdulillah, terimakasih Mas PJ telah menyediakan Blog yg penuh barokah ini untuk menggali ilmu tentang Tauhid dan Ma’rifatullah, sehingga semakin bertambahlah Iman bagi umat Islam.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisaa’:59)
Marilah kita kembali kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya didalam Al Qur’an dan As Sunnah.
Wassalamu’alaikum…
alwansyah berkata
salam kenal buat mas pj dan semua yang hadir di blog ini
wawansyah17 berkata
Jangan Lupakan Karbala
Lirik/lagu: Ust. Abdullah ass-Segaff, Arr: Tondi Rangkuti
Oh…Husein…kau mengapa…
Oh…Husein…kau dimana…
Oh…Husein…kau menderita…
Oh…Husein…teraniaya
Bersusah payah Rasul mengajarkan firman Allah
Besusah payah Rasul memuliakan kaum lemah
Bersusah payah Rasul mengajarkan kebenaran
Bersusah payah Rasul menegakkan keadilan
Mungkinkah beragama bagi orang tak berbudi?
Mungkinkah beragama bagi orang ingkar janji?
Berbudikah mereka yang membunuh putra Nabi?
Bersikap tak peduli apakah tak ingkar janji?
Mengapa kau lupakan pembantaian di Karbala?
Mengapa kau abaikan putra Rasul teraniaya?
Apakah kau tak malu mengatakan beragama?
Tangis Rasulpun tidak membuat engkau berduka
Oh…Husein putera Zahra penghulu pemuda syurga
Telah syahid di Karbala demi tegak agama
Oh…Husein putera Zahra cucu Nabi yang tercinta
Saksi korban Karbala bagi umat manusia
http://www.4shared.com/file/84680346/1f30cb67/Maktam_-_04_Jangan_Lupa_Karbala.html?s=1