PENGEMBARA JIWA

Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf

Ilmu

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Rosulullah Saw bersabda : “Diwajibkan bagimu menuntut Ilmu baik Laki-laki maupun Perempuan”.

Keutamaan Ilmu di ibaratkan Nabi adalah laksana Bulan Purnama. Sebagaimana yang pernah di sabdakan oleh Beliau : “Bahwa perbedaan orang Alim (Berilmu) dengan orang Abid (Ahli Ibadah semata) adalah laksana Bulan Purnama dengan Bintang.

Tentu jika kita menyimak dari kedua hal tsb diatas, bahwa seseorang sampai diwajibkan menuntut Ilmu itu dikarenakan Keutamaan Ilmu itulah yang akan menjadi jembatannya untuk menuju kepada Allah Swt.

Tanpa Ilmu bagaimana mungkin seseorang sempurna dalam amal ibadahnya, Bagaimana sempurna Wudhunya, Sholatnya, Puasanya dsb.

Orang yang beribadah semata tanpa mengetahui ilmunya maka sama halnya dengan anak kecil yang lagi ibadah, tidak mengerti siapa yang ditujunya dan untuk apa ia beribadah.

Dan sebaik-baik Ilmu itu ialah ilmu tentang Ma’rifatullah atau Mengenal kepada Allah. Dikatakan bahwasannya : “Awaluddin Ma’rifatullah” (Awal seseorang itu beragama ialah mengenal akan Allah). Jika demikian apabila seseorang beribadah, beramal tetapi tidak mengetahui atau mengenal akan Allah Swt maka mereka itu belumlah dikatakan Beragama walaupun dari sisi Jahirnya ia termasuk Islam.

Islam itu ada dua macam :

  1. Islam Indallah yaitu : Mereka yang Masuk di dalam Islam benar-benar mengerti akan Allah dengan didasari Ma’rifatullah, sehingga mereka dikatakan Islam di sisi Allah.
  2. Islam Indannas yaitu : Mereka yang semenjak terlahir kedunia ini memang sudah di dalam keadaan beragama Islam dikarenakan Nenek Moyangnya, Datuknya, Kai Neneknya, Mama Bapaknya semua Islam sehingga iapun lahirlah dalam keadaan Islam. Padahal tidak mengerti dan mengenal akan Allah Swt. Mereka ini dikatakan Islam di sisi Manusia (Islam Keturunan).

Dari kedua hal tersebut diatas memberikan masukan kepada kita dimanakah posisi kita saat ini? Sudahkah kita termasuk Islam Indallah? Atau apakah Saya hanya Islam Indannas, Islam keturunan, Islam KTP, Islam sebutan Manusia? tapi kenyataannya Jauh sekali dengan Allah karena tidak kenal dengan Allah Swt.

Oleh karena itu untuk mencapai di dalam maksud tujuan yaitu Allah Swt, perlulah adanya bekal Ilmu sebagai sarana untuk menuju kesana.

Ilmu Ma’rifat dan Tauhid adalah Ilmu yang Utama sebagaimana Rosulullah Saw dan Para Nabi semuanya pertama yang diajarkan Adalah Ilmu tentang Tauhid. Sebab Tauhid itulah yang akan mensucikan Amal perbuatan pabila ada perbuatan yang mengandung Syirik dan Khurafat.

Tetapi kenyataannya saat ini seolah-olah terbalik! Ilmu Syari’at/Fiqih itu yang diutamakan sedangkan Ilmu Tauhid dan Ma’rifat boleh dituntut jika sudah berumur 40 tahun. Lalu bagaimana dengan mereka yang umurnya tidak sampai umur 40 tahun sudah MATI belum bisa mentauhidkan Allah karena tidak mengetahui Ilmunya? Heee…..heee….. Sudah pasti mereka yang tidak bertauhid karena tidak tahu Ilmunya apalagi tidak mau tahu…… akan di KAPORIT, DISIKAT, DI GOSOK Dll di Neraka.

Orang Islam yang tidak bisa mentauhidkan Allah Swt maka Luarnya (jahirnya) saja yang Islam tetapi Batinnya belumlah dikatakan Islam.

Karena itu Tuntutlah Ilmu Tauhid itu jika bisa mulai di waktu buaian sampai ke liang lahat, Bukan menunggu sampai umur 40 tahun! Ketinggalan…… Bo!. Entar Ente Habis umur……belum dapat ilmunya tunggu saja saat kematian.

67 Tanggapan ke “Ilmu”

  1. vicky robiyanto berkata

    Assalamualaikum wr wb,
    Benar sekali mas PJ seharusnya kita sudah mengenal Ilmu Tauhid dan Marifat sejak dini sekaligus belajar ilmu syariat sejak dini juga karena tanpa ilmu Tauhid dan Marifat ilmu Syariat akan terasa kering. Kalau boleh dicontohkan adalah seperti telur. Ilmu Syariat adalah kulit luarnya dan ilmu Tauhid adalah isinya. Tanpa kulit telur akan dikerubuti lalat dan busuk, tapi juga tanpa isi juga akan mudah hancur. Gimana bisa bisa menetas kalau hanya salah satunya saja yang dipegang. Mudah2an pendapat saya yang hina ini tidak salah.

    wassalam

    robby

  2. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb……..

    Wah… Anda benar sekali, Ma’rifat dan Syari’at memang tidak bisa terpisah karena itulah kesempurnaan. Ibarat diri kita Antara Zahir dan Batin atau Roh dan Jasad kan tidak terpisah. Jika terpisah maka akan mati.

    Semoga Blog PJ bermanfaat untuk semuanya…. dan bisa menjadi rahmat kepada siapa saja.

  3. robbie berkata

    Assalamualaikum wr wb,

    Mas Pj yang tercinta, saya masih sering bingung dengan suasana hati, kadang merasa dekat dengan Allah, tapi juga suka merasa jauh sekali dariNya. Tolong mas PJ bagi sedikit dari ilmuNya yang ada dalam diri mas Pj,gimana caranya hati yang sering terbolak-balik ini dapat terus menerus selalu ingat padaNya, gimana caranya agar hati menjadi hidup tidak mati. Selama ini saya ga ada tempat bertanya. Alhamdulillah, Allah membimbing saya menemukan blog ini. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan Alhamdulillah.

    Salam untuk keluarga mas PJ

    Wasallam

    Robbie

  4. robbie berkata

    Assalamualaikum wr wb,

    Mas Pj yang penuh cinta, saya mau nanya, klo kita lihat telapak tangan kita, yang kiri ada garis VI tebalik yang dalam bahasa Rosulullah saw adalah 81, yang kanan sama tapi kebalikannya yaitu 18, klo dijumlah kan 99, ditambah lagi klo dikepal lalu dilihat dari kelingking sampai jempol terbaca asmanya Allah baik yang kanan maupun kiri, apakah itu artinya manusia dihiasi dengan sifat-sifat Asmaul HusnaNya, bukankan manusia punya sifat rahman, rahim, malik (contohnya Raja), alim dst… mungkinkah itu yang menyebabkan manusia adalah makhluk-Nya yang paling mulia….

    Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf

    Wasallam

  5. pengembarajiwa berkata

    @Robbie
    ————–

    Saudaraku……………

    Silahkan Anda tulis Email ke Saya ———–> http://www.pengembarajiwa313@yahoo.co.id Tumpahkan segala uneg2/problem anda tentang Tauhid dan Ma’rifat. Mari kita diskusikan.
    atau langsung Chatting saja di : YM : pengembarajiwa313

  6. hinakelana berkata

    Iya deh, saya blom tau caranya chatting.

  7. hinakelana berkata

    @abahPJ
    Salam cinta dan rindu buat abah PJ
    saya dapat ilmu dari jafar husein ini saya copy dari websitenya numpang kirim artikelnya saya juga bara baca dikit :

    umat, 2008 Oktober 31
    Tanda-tanda Ilmiah Kemunculan Imam Mahdi

    Disusun Oleh :
    Jafar Hasan – Khalifah Mursyid Thariqah Qadiriyyah Hasan wa Husein

    Riwayat-riwayat kemunculan Imam Mahdi ini terdapat dalam kitab Al Urf al Wardi fi Akhbar al Mahdi karya Allamah Jalaluddin as Suyuthi pengarang kitab tafsir Jalalain yang terkenal, dan dari kitab Al Burhan fi Alamati al Mahdi Akhir Zaman karya Ulama besar Syaikh Ali bin Hussamuddin yang bergelar Al Muttaqi.

    Sanad hadits mengenai Imam Mahdi yang tidak terputus, dan banyak sekali diriwayatkan (mutawatir), menjelaskan mengenai kuatnya hadits-hadits tentang Imam Mahdi ini. Menurut Ibnu Hajar al Asqalani, suatu hadits yang diriwayatkan tiap-tiap generasi yang tak henti-hentinya memimpin ke arah menetapkan kejujurannya, dan suatu tindakan yang diambil didasarkan di atas nya bukanlah suatu takhayul.
    (Ibn Hajar al-’Asqalani, Nuzhat al-nazar, hal. 12.)

    Sebuah Tanda Dari Matahari

    Nu’aim bin Hammad (Pengarang kitab Hilyatul Auliya) dan Abul Hasan al Harabi dalam bagian pertama dari kitab Al Harabiyat meriwayatkan dari Ali bin Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Mahdi tidak akan muncul hingga terlihat suatu tanda dari matahari.”

    Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas menceritakan sabda Rasulullah Saww, “Mahdi tidak akan muncul hingga terlihat suatu tanda pada matahari.”
    (HR. Baihaqi dan al Hafidz Abu Abdillah Nu’aim bin Hammad)

    Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat celsius. Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk “kaki-kaki”, yang tampak bagai bintik hitam.

    Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra. Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800º Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya. Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.

    Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. “Bintik matahari ini adalah sinyal awal badai matahari yang intensitasnya akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang,” tandas ilmuwan Douglas Biesecker dari Space Weather Prediction Center (SWPC) di NOAA. Bintik matahari adalah sebuah aktivitas magnetis di permukaan matahari. Bintik baru temuan NOAA itu diidentifikasi sebagai #10.981 dan menjadi bintik matahari terbaru yang terlihat sejak NOAA menghitungnya mulai tahun 1972. Menurut NOAA, dalam badai matahari, ada materi yang bisa sampai ke bumi dan mengganggu sistem komunikasi, sumber daya, sinyal GPS dan bahkan membahayakan satelit. Pembicaraan via ponsel dan penarikan uang dari ATM juga bisa terganggu.

    Badai matahari terjadi di daerah kromosfer dan korona-berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau flare. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak. Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.

    Badai Matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer Matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Bintik hitam merupakan daerah yang mempunyai suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal mass ejection (CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai Bumi. Partikel-partikel bekecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke atmosfer Bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut para astronom solar storm atau badai Matahari. Puncak aktivitas atau disebut solar maximum umumnya terjadi setiap 11 tahun sesuai dengan siklus perubahan medan magnetik Matahari. Aktivitas yang terjadi secara berkala tersebut akan mencapai puncaknya kembali pada periode antara 2011 hingga 2012.
    Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi-terutama di lintang tinggi-karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari. Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat. “Jumlah dan intensitas noise akan meningkat dan dapat mengaburkan sinyal GPS selama periode ini,” kata Paul Kintner dari Departemen Teknik Elektro Universitas Cornell. Keakuratan GPS akan berkurang hingga 90%, dan dapat rusak. Hal ini sangat membahayakan dunia penerbangan, di mana fungsi GPS sudah seperti “nafas pada Manusia.

    Pengukuran dengan teleskop radio di NJIT (Institut Teknologi New Jersey) memastikan bahwa saat puncaknya badai membawa emisi radio dari Matahari hingga 20 ribu kali lebih besar daripada kondisi normal. Hal tersebut cukup untuk mematikan seluruh penerima GPS yang berhadapan langsung dengan Matahari, ujar Dale Gary dari NJIT. Hal ini pernah terjadi beberapa tahun silam, tepatnya pada akhir oktober 2003. Pada waktu itu, tidak hanya satelit GPS saja yang rusak, tapi juga satelit komunikasi publik. Namun, yang paling bahaya adalah apabila distribusi listrik terganggu. Pada 28-30 Oktober 2003, hampir seluruh pembangkit listrik di dunia dinonaktifkan untuk sementara. Apabila listrik tidak dimatikan, maka akan terjadi kerusakan pada pembangkit-pembangkit listrik di setiap negara. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakstabilan medan magnet di Bumi.

    Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari. Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi sekitar tahun 2011.
    Zaman Es Kecil

    Dari Tsauban ra yang berkata, bahwa telah bersabda Rasulullah Saww. “Akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, hati dan keimanan mereka (Imam Mahdi dan pendukungnya) kokoh layaknya kepingan-kepingan besi (gagah berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai’atlah kepada mereka sekalipun kalian harus merangkak di atas salju.
    (Hadits ini diriwayatkan oleh Al Hafiz Abu Nu’aim al Isfahani)

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud ra, , “Ketika kami berada di sisi Rasulullah Saww, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim (Imam Hasan, Imam Hussein, dan saudara-saudaranya). Apabila menyaksikan mereka, maka kedua mata baginda Rasulullah Muhammad Saww dilinangi air mata dan roman wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapa kami melihat pada wajah engkau sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilihkan akhirat lebih daripada dunia dan seisinya. Kaum kerabatku akan menerima fitnah dan penindasan selepasku kelak, sampai tiba saatnya datang suatu kaum dari Timur yang dipimpin oleh salah satu dari Ahlulbaitku, membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan, maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sampai mereka menyerahkannya kepada pemimpinnya, yaitu seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana bumi ini dipenuhi dengan kedzaliman sebelumnya. Siapapun yang sempat mendengar ataupun menyaksikanya, maka datangilah mereka, walaupun harus terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.”
    (HR. Ibnu Majah didalam as Sunan)

    Secara langsung maupun tidak langsung, angin dan awan di permukaan bumi terkait dengan matahari. Panas dari matahari memproduksi perbedaan temperatur, yang mengarahkan pada perbedaan temperatur. Dan angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Laut menjadi tempat penyimpanan panas matahari, dan arus laut global menggerakkan energi yang tersimpan tersebut, menyebabkan adanya iklim global, dari angin sepoi-sepoi sampai adanya badai lautan. La-nina, el-nino, merupakan salah satu fenomena musiman, yang selalu terjadi setiap tahun, seiring dengan perubahan bumi mengelilingi matahari. Demikian juga dengan interaksi harian antara udara tropis yang hangat-lembab dan udara dingin arktik yang menyebabkan adanya tornado di selatan dan barat-tengah amerika, dan kadang-kadang mengarah ke timur laut. Pergeseran kutub bumi dalam mengelilingi matahari juga merupakan penyebab terjadinya musim.

    Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam matahari atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.

    Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.

    Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. “Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari,” ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600an. Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan-bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.

    Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah. Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari. Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut. Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. ”Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar,” tambahnya.

    Senin (20/10/2008), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan “All Quiet Alert”, karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).

    Pada kondisi belakangan ini, Cina mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin. Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan zaman es kecil.

    (Jafar Hasan : Bogor, akhir Oktober 2008

    Ps : itu yang bahasa RI, blognya pake bahasa inggris, buat Syekh Jafar Hasan tolong ditranslate ke bahasa indonesia, maaf saya baru baca dikit
    Kita penuhi undangan al Mukarom Syekh Jafar Hasan

    Wassalam

    hinakelana dan syekh Jafar Hasan

  8. Aburahat berkata

    @PJ
    Mas benar ilmu harus dituntut sampai keliang kubur. Terutama Ilmu Tauhid dan Syariat. Tapi semua ilmu yg kita pelajari tdk ada manfaatnya apabila tdk diamalkan. Ilmu yg kita pelajari akan menjadi kayu pembakar di neraka apabila tdk diamalkan dan disampaikan. Wasalam

  9. joko gleweh berkata

    @hinakelana Berkata:
    Nopember 7, 2008 pada 3:59 am

    Waaah gue suka banget ini tulisan dari Jafar Hasan – Khalifah Mursyid Thariqah Qadiriyyah Hasan wa Husein
    en gue harap muslim pada berpikir jernih dan cerdas semua mencermati fenomena alam.

  10. asep berkata

    Salam

    Ilmu syari’at, tharikat, hakikat dan ma’rifat haruslah dipelajari berkesinambungan tahap demi tahap sesuai perjalanan spiritual seorang muslim. Alangkah baiknya dikenalkan sedini mungkin kepada anak-anak kita, sehingga kelak setelah aqil baligh mereka sudah paham benar. Apakah Islam itu ? kemana arah dan tujuan kita beragama Islam ?

    Kepada yang sudah tua, janganlah bosan untuk menuntut ilmu. Tidak ada kata terlambat, karena ada nash yang mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke liang kubur” seperti mas PJ dan mas Aburahat katakan.

    @Hinakelana

    Tulisan anda sangatlah menarik untuk disimak, apakah paham anda sesuai dengan isi dalam tulisan tersebut ?

    Wassalam

  11. hinakelana berkata

    Assalamualaikum Wr.Wb

    @JokoGlewe…

    Salam kenal sepenuh mahlukNya…. untuk anda…

    @ Asep…
    Salam Persahabatan sepenuh malaikatNya….

    Insya Allah sejak Mas PJ, mengorbANKAN DIRInya, segala sesuatu menjadi mudah, semuanya itu tau2 terilhami begitu saja hakekat apa pun, siapapun tulisan apapun, hakekatNya berpulang kepada Raja diraja Alam Semesta Sayyidina Muhammad saw/Insya Allah ingat Nur Muhammad… dan kita mohon agar kita selalu dalam taufik-rahmat-ridho-magfirah-pentunjuk-maunahNya dari Pemilik Segala Ilmu apapun Allah..Al Alim, Ar Rosyid JAla Jala Luhu…
    Insya Allah…Masya Allah alhamdulillah sedikit paham,,,,

    Wassalam

    Hina kelana yang tercerahkan diusia 40 thun,

    Semoga Umat Rasullulah dari generasi muda tercerahkan pada usia 25-27-29 thaun,

  12. hinakelana berkata

    Assalamualaikum Wr.wB

    numpang lewat neeh ikutan masPJ, sufimuda, saling bertholabul ilmi

    Bismillah Nurin ala nur….Bismillah awal wal akhir….
    Petikan Sirr ar Asrar
    Buah Karya Sultonul Auliya Ayahanda Guru…Syekh Abdul Qadir Al Jilani q.s.

    2: PENGENALAN

    Segala puji dan puja untuk Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia yang mengumpul segala pengetahuan di dalam Zat-Nya dan Dia jualah Pencipta segala pengetahuan dengan keabadian. Segala kewujudan bersumberkan Wujud-Nya. Segala puji bagi Allah lantaran Dia menghantarkan Quran yang mulia yang mengandungi di dalamnya sebab-sebab ia diturunkan iaitu untuk memperingatkan manusia tentang Allah. Dihantarkan-Nya kepada pembimbing yang memandu manusia pada jalan yang benar dengan yang paling Perkasa di antara agama-agama. Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad s.a.w yang tidak diajar oleh makhluk tetapi diajar oleh-Nya sendiri. Baginda s.a.w adalah nabi-Nya yang terakhir, penyambung terakhir pada rantaian kenabian yang diutus kepada dunia yang sedang hanyut di dalam huru hara, yang paling mulia di kalangan nabi-nabi-Nya, dimuliakan dengan kitab suci yang paling suci dan paling mulia. Keturunan baginda s.a.w adalah pembimbing bagi orang-orang yang mencari. Sahabat-sahabat baginda s.a.w adalah pilihan dari kalangan orang yang baik-baik dan murah hati. Semoga kesejahteraan dan keberkatan yang melimpah-limpah dikurniakan kepada ruh-ruh mereka.

    Tentu sekali yang paling berharga di antara yang berharga, paling tinggi, permata yang tidak ternilai, barang perniagaan yang paling menguntungkan manusia, adalah ilmu pengetahuan. Hanya dengan hikmah kebijaksanaan kita boleh mencapai keesaan Allah, Tuhan sekalian alam. Hanya dengan hikmah kebijaksanaan kita boleh mengikuti rasul-rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya. Orang yang berpengetahuan, yang bijaksana, adalah hamba-hamba Allah yang tulen yang Dia pilih untuk menerima perutusan Ilahi. Dia lebihkan mereka daripada yang lain semata-mata dengan kebaikan rahmat-Nya yang Dia curahkan kepada mereka. Mereka adalah pewaris nabi-nabi, pembantu-pembantu mereka, yang dipilih oleh rasul-rasul-Nya untuk menjadi khalifah kepada sekalian manusia. Mereka berhubungan dengan nabi-nabi dengan perasaan yang amat seni dan kebijaksanaan yang sangat tinggi.

    Allah Yang Maha Tinggi memuji orang-orang yang memiliki hikmah kebijaksanaan:
    “Kemudian Kami wariskan Kitab itu kepada mereka yang Kami pilih daripada hamba-hamba Kami, tetapi sebahagian daripada mereka menganiayai diri mereka sendiri, dan sebahagian daripada mereka cermat, dan sebahagian daripada mereka ke hadapan dalam kebajikan-kebajikan dengan izin Allah, yang demikian adalah kurniaan yang besar”. (Surah Fatir, ayat 32).

    Nabi Muhammad s.a.w bersabda, “Pemegang hikmah kebijaksanaan adalah pewaris nabi-nabi. Penduduk langit mengasihi mereka dan di atas muka bumi ini ikan-ikan di laut bertasbih untuk mereka hingga kepada hari kiamat”.

    Dalam ayat lain Allah Yang Maha Tinggi berfirman:
    “Tidak takut kepada Allah daripada hamba-hamba-Nya melainkan orang-orang yang berilmu Pengetahuan” (Surah Fatir, ayat 28).

    Nabi Muhammad s.a.w bersabda, “Pada hari pembalasan, Allah akan mengumpulkan sekalian manusia, kemudian mengasingkan yang berilmu di antara mereka dan berkata kepada mereka: ‘Wahai orang-orang yang berilmu. Aku kurniakan kepada kamu ilmu-Ku kerana Aku mengenali kamu. Tidak aku kurniakan hikmah kebijaksanaan kepada kamu untuk Aku hukumkan kamu pada hari ini. Masuklah ke dalam syurga-syurga-Ku. Aku telah ampunkan kamu’ ”.

    Segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam lantaran Dia kurniakan makam yang tinggi kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan memelihara mereka daripada dosa dan menyelamatkan mereka daripada diseksa. Dia berkati ahlul hikmah dengan menghampiri mereka.

    Sebahagian daripada murid-murid kami meminta supaya kami sediakan sebuah buku yang memadai buat mereka. Sesuai dengan permintaan dan keperluan mereka kami siapkan buku yang ringkas ini Semoga ia dapat mengubati dan memuaskan mereka serta yang lain juga. Kami namakan buku ini “Sirr al-asrar fi ma yahtaju Ilahi al-abrar” atau “rahsia dalam rahsia-rahsia yang Kebenarannya sangat diperlukan”. Dalam pekerjaan ini kenyataan di dalam kepercayaan dan perjalanan kami dibukakan. Setiap orang memerlukannya.

    Dalam menyampaikan hasil kerja ini kami bahagikannya kepada 24 bab kerana terdapat 24 huruf di dalam pengakuan scui “La ilaha illah Llah, Muhammadun rasulu Llah” dan juga terdapat 24 jam dalam satu hari.

    Dicopy dari tamansufi Bagian 2 sirr ar asrar…semoga ada manfaatNya

  13. aburahat berkata

    @Hinakelana
    Ada dua keyakinan dlm mendekatkan diri kepada Allah.
    Pertama dengan Ilmu dan Kedua dengan CINTA.
    Imam Husein ra mengatakan orang2 diluar kami mengatakan agam itu akal tapi kami mengatakan Agama itu Cinta. Jadi bagi saya utk mendekatkan diri pada Allah dengan Cinta. Dengan menyintai Allah dan Rasul serta keturunannya insya Allah tanpa dicari ilmu itu datang sendiri. Wasalam

  14. hinakelana berkata

    Tiga Sumber Segala Dosa

    Nabi SAW bersabda, ”Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati.” (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas’ud).

    Jiwa manusia diliputi oleh sifat takabur pada saat manusia merasa memiliki kelebihan, baik berupa ilmu pengetahuan, harta benda, ataupun jabatan. Dalam keadaan seperti ini, setan tidak akan tinggal diam, dia akan membisikkan dan memasang perangkap untuk menjerumuskan manusia dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji. Seperti, mencela, menghina, dan merendahkan orang lain.

    Sifat kedua yang diingatkan pada kita untuk mencermatinya adalah sifat tamak (rakus). Sering kali kita melihat betapa rakusnya manusia dalam mempertahankan apa yang sedang dalam genggamannya, baik berupa harta, kekuasaan, ataupun kedudukan. Sama sekali ia tidak mau berbagi dan hanya mau dinikmati sendiri. Ia tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah bersyukur atas apa yang diperolehnya.

    Padahal, Allah SWT menjanjikan dan mengingatkan berulang kali kepada manusia bahwa sekecil apa pun perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan sia-sia. ”Barang siapa yang mau berbuat baik walau sebesar biji dzara pun Allah SWT akan membalasnya.” (QS Alzalzalah [99]: 7).

    Ketiga, hasud atau iri hati. Dengki atau iri hati adalah perasaan tidak rela atau tidak suka melihat orang lain mendapatkan kebaikan atau kenikmatan. Ketika dalam diri manusia telah tertanam sifat dengki, ia akan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan orang yang ia dengki. Ia tidak senang melihat orang lain sukses, pintar, hidup bahagia, dan lebih kaya darinya. Sikap seperti ini akan menghapus segala bentuk kebaikan yang selama ini ia peroleh. Perbuatan baiknya akan sia-sia karena dalam dirinya terdapat sifat iri hati.

    Takabur, tamak, dan hasud merupakan tiga perangai buruk yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang tidak terpuji. Karena itu, Rasulullah SAW selalu mengingatkan kepada kita untuk menjauhi tiga hal yang menyebabkan manusia terjerumus dalam tipu daya setan. Wallahu a’lam bish-shawab.

  15. kucinghitam berkata

    Salam kenal buat sufimuda

    @hinakelaNA

    tulisan anda gampang dicerna….mudahan saya dapat banyak blajar dari blok ini…
    meoong mmeoongg…

    wassalam

    meoong

  16. pangeran cinta berkata

    ikutan dong

    Mengingat Mati
    Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

    Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman:

    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

    “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

    أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

    “Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)

    Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan. Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, karena memang:

    كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

    “Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (Ar-Rahman: 26)

    Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

    أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ

    “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)

    Dalam hadits di atas ada beberapa faedah:

    - Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan-akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan.

    - Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk “pergi.” (Bahjatun Nazhirin, 1/634)

    Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas adalah ucapan yang singkat dan ringkas, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (kematian).” Namun padanya terkumpul peringatan dan sangat mengena sebagai nasihat, karena orang yang benar-benar mengingat mati akan merasa tiada berartinya kelezatan dunia yang sedang dihadapinya, sehingga menghalanginya untuk berangan-angan meraih dunia di masa mendatang. Sebaliknya, ia akan bersikap zuhud terhadap dunia. Namun bagi jiwa-jiwa yang keruh dan hati-hati yang lalai, perlu mendapatkan nasihat panjang lebar dan kata-kata yang panjang, walaupun sebenarnya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

    “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”

    disertai firman Allah k:

    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

    “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati,” sudah mencukupi bagi orang yang mendengar dan melihat.

    Alangkah bagusnya ucapan orang yang berkata:

    اذْكُرِ الْمَوْتَ تَجِدُ رَاحَةً، فِي إِذْكَارِ الْمَوْتِ تَقْصِيْرُ اْلأَمَلِ

    “Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.”

    Adalah Yazid Ar-Raqasyi rahimahullahu berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka engkau wahai Yazid! Siapa gerangan yang akan menunaikan shalat untukmu setelah kematianmu? Siapakah yang mempuasakanmu setelah mati? Siapakah yang akan memintakan keridhaan Rabbmu untukmu setelah engkau mati?”

    Kemudian ia berkata, “Wahai sekalian manusia, tidakkah kalian menangis dan meratapi diri-diri kalian dalam hidup kalian yang masih tersisa? Duhai orang yang kematian mencarinya, yang kuburan akan menjadi rumahnya, yang tanah akan menjadi permadaninya dan yang ulat-ulat akan menjadi temannya… dalam keadaan ia menanti dibangkitkan pada hari kengerian yang besar. Bagaimanakah keadaan orang ini?” Kemudian Yazid menangis hingga jatuh pingsan. (At-Tadzkirah, hal. 8-9)

    Sungguh, hanya orang-orang cerdas cendikialah yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk mati. Shahabat yang mulia, putra dari shahabat yang mulia, Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’

    ‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:

    أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ

    “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)

    Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)

    Bayangkanlah saat-saat sakaratul maut mendatangimu. Ayah yang penuh cinta berdiri di sisimu. Ibu yang penuh kasih juga hadir. Demikian pula anak-anakmu yang besar maupun yang kecil. Semua ada di sekitarmu. Mereka memandangimu dengan pandangan kasih sayang dan penuh kasihan. Air mata mereka tak henti mengalir membasahi wajah-wajah mereka. Hati mereka pun berselimut duka. Mereka semua berharap dan berangan-angan, andai engkau bisa tetap tinggal bersama mereka. Namun alangkah jauh dan mustahil ada seorang makhluk yang dapat menambah umurmu atau mengembalikan ruhmu. Sesungguhnya Dzat yang memberi kehidupan kepadamu, Dia jugalah yang mencabut kehidupan tersebut. Milik-Nya lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan. Dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan.

    Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”

    Adalah ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu bila mengingat mati ia gemetar seperti gemetarnya seekor burung. Ia mengumpulkan para ulama, maka mereka saling mengingatkan akan kematian, hari kiamat dan akhirat. Kemudian mereka menangis hingga seakan-akan di hadapan mereka ada jenazah. (At-Tadzkirah, hal. 9)

    Tentunya tangis mereka diikuti oleh amal shalih setelahnya, berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersegera kepada kebaikan. Beda halnya dengan keadaan kebanyakan manusia pada hari ini. Mereka yakin adanya surga tapi tidak mau beramal untuk meraihnya. Mereka juga yakin adanya neraka tapi mereka tidak takut. Mereka tahu bahwa mereka akan mati, tapi mereka tidak mempersiapkan bekal. Ibarat ungkapan penyair:

    Aku tahu aku kan mati namun aku tak takut

    Hatiku keras bak sebongkah batu

    Aku mencari dunia seakan-akan hidupku kekal

    Seakan lupa kematian mengintai di belakang

    Padahal, ketika kematian telah datang, tak ada seorangpun yang dapat mengelak dan menundanya.

    فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

    “Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)

    وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا

    “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang ajal/waktunya.” (Al-Munafiqun: 11)

    Wahai betapa meruginya seseorang yang berjalan menuju alam keabadian tanpa membawa bekal. Janganlah engkau, wahai jiwa, termasuk yang tak beruntung tersebut. Perhatikanlah peringatan Rabbmu:

    وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدْ

    “Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)

    Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian.” (Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, hal. 1388)

    Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.

    وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’.” (Al-Munafiqun: 10)

    Karenanya, berbekallah! Persiapkan amal shalih dan jauhi kedurhakaan kepada-Nya! Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

    Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=608

  17. pengembarajiwa berkata

    @Saudaraku semuanya di Pondok PJ
    ——————————————

    Ilmu Allah Swt sangatlah Luas, bagaikan lautan tanpa tepi silahkan tumpahkan Komentar Anda yang tadinya tersimpan di dalam dada. Semoga dengan diskusi ini bisa menambah dari pada perbendaharaan Ilmu. Khususnya yang berkaitan dengan Tasawuf dan Tahid.

  18. Siliwangi berkata

    Kematian itu bukanlah untuk d takuti akan tetapi merupakan sesuatu yang harus d hadapi karena merupakan kudrat Gusti Allah Swt bahkan Rosulullahpun tidak bisa menentang kudrat ini yaitu jalan kematian hanya masalahnya adalah apakah kita mati dalam keadaan iman ataukah tidak mencapai maqom “innalillahiwainnailaihiroojiuun” atau tidak ? Sengsara d dunia masih ada batasnya yaitu mati akan tetapi merugi setelah kematian sengsaranya sampai hari pembalasan tiba yang entah kapan waktunya…hukum islam itu pasti maka dari itu berhati hatilah dalam menjalani kehidupan d dunia ini..semoga kita semua selalu berada d dalam bimbingan dan lindunganNya. Salam hormat saya untuk pengembara jiwa semuanya. Piss…..

  19. hinakelana berkata

    Yang saya takuti bukannya kematian itu sendiri, tapi sesuatu yang tak pernah kita alami slagi kita masih bernafas, yaitu kegelapan alam kubur… disana kita sendirian sempit, gelap, sepi, dijepit bumi..pokoknya bagi saya itu sesuatu yang mengerikan (dalam imajinasi saya), kalo neraka rame, kita bisa melihat orang lain yang siksaNya lebih berat (slama ini kita kalo melihat orang yang lebih susah, bukan membantu kita malah senang, ada yang lebih susah dari saya neeh gitu deh, masa gitu lah)

    Semoga sang Maha Pecinta, Dia yang slalu menemani orang2 yang kesepian, juga bersedia menemani kita di Alam Kubur…Amin

  20. pengembarajiwa berkata

    @Siliwangi dan @Hinakelana
    —————————————

    Sepertinya anda berdua salah mengalamatkan kommentar di atas. Harusnya pada Postingan “SIAPKAH MENGHADAPI KEMATIAN.

  21. sufigokil berkata

    Tuuuh hinakelana Sili..silah..silihwangi dikriiitik abiis tuh amma yang punya bbloog …uudah puulllang abissss mmengembara kkkee kesesmettaaa manna tauu dioong/…. ttau niiih banggg pj jjjaddi ppada ga disiplin comentnyyaaa harusss sesuaiia ddongg dengan postiing nyaaa jadi yangg bacaaa ga pada tulalit…..

    Salllam palinggg edaaan buiat yangg ga disiplinn

  22. pengembarajiwa berkata

    Ma’afkan saya jika, saya tersalah kata…..

    Bukan saya mengkritik tetapi hanya menyampaikan bahwa komentar yang berkenaan dengan kematian harusnya di masukkan pada postingan “SIAPKAH MENGHADAPI KEMATIAN….?”. Terimakasih..

    Teruntuk saudaraku @Pangeran Cinta & @Siliwangi & Hinakelana.

    Ma’af ya………….

  23. siliwangi berkata

    he..he..he…nyantai saja mas PJ awalnya komentar saya itu mau saya posting di siapkah menghadapi kematian tapi nggak masuk2x trus saya coba posting di masalah ilmu eh masuk jadinya salah alamat deh….maklum soalnya waktu posting masalah itu browsingnya pake HP.mohon maaf akan ketidaknyamanannya.

    Toek sufi Gokillllllllllll
    bahasanya gokil abis…he..he..he….tapi kalau gak gitu ya….bukan sufi gokil dunk………………………

    toek sufi gokil Salam kenal

  24. Assalam….muka eh mualaikum….
    @Sili…silir2 wangi…shampooooo….abis kerammaaass…siliwangi deeeh..

    Salllam paliiiing go..kill..kikil sapi…jadi…keruuuu..puk ku…kuku..lit maknyooos deh

    Salam kenal juga tentunya lagi separoh….sadar niih

    Wassalam….alam ubudiyah…alam lahut….alam malakut…aku ada dimana yaaaah

  25. Assaaalamuaalaikumm….kumandang adzan….

    Niih ada seeeediiih…deh jadinya…sedikit makksssud hati daarri negeggeri tetaanga kita bruuunneiii..Daarussalam….

    Ikutaaan ajaaa tauuuu niiiihh akkuu ngooppii campurrr goreng2ann dari brunei..

    Yaqazah

    Definisi Yaqazah dan Musyafahah
    Arti yaqazah menurut bahasa ialah jaga, sadar, bukan dalam keadaan mimpi, (yaqiza) Aiy mutayaqqizun: Hazirun: jaga, sadar, berjaga-jaga.
    Mukhtarus Sihah, lisy Syeikh Al Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, Al Maktabah Al‘asriyah, Soida, Beirut. (halaman 349)

    Adapun pengertian yaqazah pada istilah pembahasan ilmu tasawuf ialah bertemu atau berjumpa dengan roh Rasulullah SAW dalam keadaan jaga (bukan mimpi) dan hal ini merupakan satu karamah wali-wali Allah.
    Arti musyafahah menurut bahasa adalah bercakap-cakap antara dua pihak. (Al Musyafahah) Al Mukhatobah min fika ila fihi.
    Mukhtarus Sihah, lisy Syeikh Al Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, Al Maktabah Al‘asriyah, Soida, Beirut. (halaman 167)
    Pengertian musyafahah secara istilah adalah bercakap-cakap dengan roh Rasulullah SAW atau bertanya- jawab atas hal-hal yang kurang jelas dalam agama atau menerima amalan-amalan tertentu dari baginda.

    Yaqazah adalah satu perkara luar biasa yang bertentangan dengan adat kebiasaan. Ia menjadi salah satu sumber kekuatan para ulama yang hak dalam mempertahankan kebenaran. Imam As Sayuti apabila ingin memasukkan sebuah Hadis ke dalam kitab karangannya akan bertanya kepada Rasulullah SAW secara yaqazah: “Adakah Hadis ini daripadamu ya Rasulullah?” Jika Rasulullah SAW membenarkan, barulah beliau menuliskan Hadis tersebut. Begitu juga terjadi kepada banyak auliya Allah.

    Ini merupakan satu ‘teknologi’ yang sangat canggih yang tidak mampu dipotong oleh musuh-musuh Islam di kalangan Yahudi dan Nasrani. Bagaimana mereka ingin memotongnya sedangkan kekuatan mereka hanya sebatas memaksimumkan penggunaan akal. Akal sampai kapan pun tidak akan berhasil mengalahkan kekuatan roh. Inilah senjata kemenangan ulama-ulama dan para pejuang Islam sepanjang sejarah. Dengan bersungguh-sungguh mengusahakan taqwa, Allah kurniakan kepada mereka bantuan-bantuan-Nya secara zahir atau rohani. Di antara bantuan-bantuan rohani ialah mimpi yang benar, firasat, kasyaf, hatif dan lain-lain. Bacalah sejarah Tariq bin Ziad, Salehuddin Al Ayubi, Muhammad Al Fateh, Mimar Sinan, Imam Al Ghazali, Imam As Sayuti. Kajilah rahsia kemenangan mereka.

    Hukum Yaqazah
    Yaqazah hukumnya dapat berlaku pada wali-wali Allah sebagai kemuliaan (karamah) yang Allah kurniakan kepada mereka. Ia adalah perkara yang bertentangan dengan adat kebiasaan (luar dari kebiasaan) pada logika manusia sedangkan ia masih dalam lingkungan mumkinat (harus) bagi Allah mengadakan atau meniadakannya.
    Perlu diketahui perkara yang bersalahan dengan adat boleh dibahagikan kepada empat kategori, berdasarkan di tangan siapa ia terjadi:
    1. Mukjizat: berlaku kepada para rasul a.s. sebagai bukti kerasulan mereka untuk mencabar penentang-penentang mereka.
    2. Karamah: berlaku kepada kekasih-kekasih Allah (para wali) lambang kemuliaan yang Allah beri kepada mereka.
    3. Maunah: berlaku kepada orang-orang mukmin dengan berkat guru atau amalan tertentu yang diistiqamahkan.
    4. Sihir: berlaku di tangan orang-orang fasik atau kafir secara istidraj (dalam murka Tuhan).

    Dalil Bisa Beryaqazah

    Perlu diketahui dan difahami, ada banyak ayat-ayat Al Quran yang memberi isyarat tentang peristiwa yaqazah ini. Kalaulah ia dapat berlaku kepada para rasul a.s. sebagai mukjizat, ia juga dapat berlaku kepada wali-wali Allah sebagai karamah.

    Dalil pertama: Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa a.s.

    Ketika Rasulullah SAW dimikrajkan, baginda dipertemukan dengan Nabi Musa a.s. sedangkan Nabi Musa telah wafat lebih 600 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad. Oleh kerana besarnya peristiwa ini maka Allah rakamkan di dalam Al Quran dengan firman-Nya:
    Maksudnya: “Maka janganlah kamu ragu tentang pertemuanmu (dengan Musa ketika mikraj).” (Sajadah: 23)

    Dalil kedua: Solat jemaah Nabi SAW dengan para rasul
    Nabi Muhammad SAW bersembahyang berjemaah dengan para rasul di malam Israk sebelum baginda dimikrajkan. Firman Allah:
    Maksudnya: “Dan tanyalah orang-orang yang Kami utus sebelum kamu (wahai Muhammad) di antara para rasul Kami itu.” (Az Zukhruf: 45)
    Di dalam Tafsir Al Qurtubi, juzuk ke-7, ms 5915 tercatat:
    “Masalah bertanya kepada anbiya di malam mikraj, Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa para anbiya bersembahyang dengan berimamkan Rasulullah SAW dalam tujuh saf. Tiga saf terdiri dari rasul-rasul. Manakala empat saf lagi untuk nabi-nabi. Pertemuan Nabi SAW ini adalah dalam keadaan jaga dan Nabi SAW telah bertanya sesuatu kepada mereka di malam itu.”

    Dalil ketiga: Hadis dari Abu Hurairah r.a.
    Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Aku dengar Nabi SAW bersabda:
    Maksudnya: “Sesiapa yang melihatku di dalam mimpi, maka dia akan melihatku di dalam keadaan jaga dan syaitan tidak boleh menyerupai diriku.” (Sahih Bukhari, juzuk ke-9, m.s. 42)

    Pengakuan Ulama Mengenai Yaqazah
    Ibnu Arabi dalam kitabnya Fara’idul Fawa’id menulis:
    “Adalah harus (khususnya bagi wali Allah yang diberi karamah) untuk bertemu dengan zat Nabi SAW baik rohnya atau jasadnya kerana Rasulullah SAW seperti lain-lain nabi dan rasul, semuanya hidup bila mereka dikembalikan (kepada jasadnya) serta diizinkan oleh Allah keluar dari kuburnya.”

    Dalam kitab Al Khasoisul Kubra, Imam As Sayuti dalam Syarah Muslim oleh Imam Nawawi menulis:
    “Jikalau seseorang berjumpa Nabi SAW (dalam mimpi atau jaga), baginda menyuruh akan sesuatu perbuatan (sunat), melarang satu larangan, menegah atau menunjukkan suatu yang baik, maka tiada khilaf ulama bahawa adalah sunat hukumnya mengamalkan perintah itu.”
    Pihin Datuk Seri Maharaja Datuk Seri Utama, Awang Haji Ismail bin Umar Abdul Aziz, Mufti Kerajaan Brunei Darussalam, mengeluarkan fatwa melalui Pejabat Mufti, Kementerian Hal Ehwal Agama, Negara Brunei Darussalam pada 14 Jamadil Awal 1408H, 4 Januari 1988 iaitu:
    “Maka nyata dari kata-kata ulama yang di atas ini bahawa berjumpa dengan Nabi SAW waktu tidur atau waktu jaga dan Nabi SAW mengajar akan sesuatu ilmu, suatu doa, suatu selawat dan suatu zikir, adalah harus dan boleh, bagaimana telah berlaku pada ulama-ulama, ahli ilmu Islam, wali-wali Allah dan orang-orang solehin, kita berkata perkara seperti itu termasuk di bawah ertikata fadhailul a’mal.

    Adapun perkara halal dan haram telah tertutup dengan berhenti wahyu kepada Nabi kita dan dengan wafat Nabi kita SAW sebagaimana kita telah sebutkan di awal-awal rencana ini.

    Sila baca kitab-kitab mengenai wali-wali Allah seperti Syawahidul Haq karangan Syeikh Yusuf Anbahani dan kitab Lathoiful minan karangan Al Arifbillah Tajuddin bin Athaillah As Sakandari yang meninggal tahun 709H dan Jami’u Karamatil Auliya karangan Syeikh Anbahani dan Hilyatul Auliya oleh Al Hafiz Abu Naim dan karangan Al ‘Alamah Dr. Abdul Halim Mahmud, Mesir dan lain-lain.”

    Rujukan
    * Husain Hasan Tomai, Masalah Berjumpa Rasulullah Ketika Jaga Selepas Wafatnya, Pustaka Aman Press Sdn. Bhd, Kota Bharu, Kelantan, 1989
    * Yusuf An Nabhani, Kisah-kisah keramat wali Allah

    Kitab ulama-ulama yang membahas mengenai yaqazah:
    * Syeikh Yusuf an Nabhani, Afdalul Salawat
    * Syeikh Yusuf an Nabhani, Sa’adah ad-Daraini
    * Syeikh Jalaluddin as-Sayuti, Inaratul Halik
    * Imam al-Ghazali, Al-Munziqu minal Dzalal

  26. pengembarajiwa berkata

    @Sufigokil

    Artikel yang anda tulis sungguh sangat menarik dan mencerahkan sekali. Semoga menjadi bahan renungan untuk saudara2 kita semuanya….

    Ya… Allah Ya…. Robbi…. Ya… Zal Jalali wal Ikrom.

    Bagi-Mu kerajaan Langit dan Bumi dan barang apa2 di antara keduanya dan Engkau meliputi akan tiap2 sesuatu.

    Sungguh apa yang telah di uraikan oleh Saudaraku Sufigokil sangatlah berharga dan bernilai bagi sang pencari kebenaran.

    Berkati dan rahmati kami semua yang ada disini agar Nur kekasih-Mu Rosulullah Saw Al-Musthofa memancar di Qolbu, sehingga terang benderang diri zahir dan batin menjadikan ketetapan dan kemantapan Yaqin yang Haq yang tidak ada keragua2an di dalamnya. Sungguh….!, Pertemuan dengan Sir-Mu pada Rosul-Mu, adalah penghapus segala keraguan dan pensuci jiwa dalam kebeningan.

    Nurun Ala Nurin Rahmatan lil Alamiin….

    Allahumma inni tawakkaltu ‘alaika wa qultu bii kitaabika fa ‘arina ma huwal maqtuubu fi sirrika ‘l-maknuun fi ghoibika ‘l-mahzuun. Allahumma antal haqq bii haqqi Muhammadinil Haqq birohmatika Yaa Arhamarroohimiin…..
    Aamiin….Aamiin….Aamiin…Yaa Robbal ‘aalamiin.

  27. siliwangi berkata

    Aamiin….Aamiin….Aamiin…Yaa Robbal ‘aalamiin.

    Hati ibarat cermin semakin dibersihkan akan semakin mengkilap semakin diacuhkan akan semakin kotor dan berdebu…….
    jalan ini ( Ma’rifat ) hanya bisa dicapai dengan kejernihan dan kebeningan hati ( terangnya mata hati )

    Salam cinta untuk saudaraku semuanya

  28. Assalammmm…mualaikum…kukum lah jiwaaa dan hatiiii dallam kejerniiihan hatiii nurani….

    Akuuu senanng sekali…. woow kereeeen loh sisufiii gokilll senang senangan hati ini hariiii iniiii begituu indaaah….

    Bismillah…
    Abu Sa’id Alkhudry r.a berkataa : Rasulullah saw. bersabda : “Seorang muknin tidak akan kenyang berbuat kebaikan hingga sampai kepuncaknya ia masuk sorga…” (Attirmidzy)

    Abu Umamah ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Kelebihan seorang alim daripada seorang ahli ibadah, bagaikan kelebihanku terhadap orang yang terendah di antara kamu”. Kemudian Nabi bersabda pula :”Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya dan semua penduduk langit dan bumi hingga semut yang didalam lubangnya dan ikan2 selalu mendoakan kepada guru2 yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (Attimidzy)

    Ibnu Mas’ud ra. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Allah akan memberi cahaya yang berkilauan pada seorang yang telah ajaranku lalu disampaikan kepada lain orang sebagaimana apa yang didengarkannya. Adakalanya orang yang disampaikan padanya lebih mengerti daripada si pendengar itu sendiri (Attirmidzy)

    Insyaa Allah sem…semut ihtem..ehhhh sem..mogaaa adaaa manfaaat nya bagi..aku doaaang ehhh engaaa dehhhh untuuuk kittta sem…sembuhan sembur2 air..eh semuanyaa

    Wassalam….alam barzah…kapaaaan niiih akuuu segeraaaa kesaaannaa…

  29. hina kelana berkata

    Ayahanda Pj Yang slalu dalam naungan ArsyNya…RidhaNya…

    tolong apa artinya biar bisa paham apa artinya dalam bahasa Indonesia
    ————————————————————————————
    Allahumma inni tawakkaltu ‘alaika wa qultu bii kitaabika fa ‘arina ma huwal maqtuubu fi sirrika ‘l-maknuun fi ghoibika ‘l-mahzuun. Allahumma antal haqq bii haqqi Muhammadinil Haqq birohmatika Yaa Arhamarroohimiin…..
    Aamiin….Aamiin….Aamiin…Yaa Robbal ‘aalamiin.
    ———————————————————————————–

    Saya mau apalin do’anya bagus amat….

    Wassalam

    Hinakelana

    Ps. saya lupa kuburannya yang digali ada 3 buah

  30. pengembarajiwa berkata

    @Hinakelana dan saudaraku semuanya……

    Arti daro Do’a :

    Allahumma inni tawakkaltu ‘alaika wa qultu bii kitaabika fa ‘arina ma huwal maqtuubu fi sirrika ‘l-maknuun fi ghoibika ‘l-mahzuun. Allahumma antal haqq anzala alayyal haqq bii haqqi Muhammadinil Haqq birohmatika Yaa Arhamarroohimiin…..
    Aamiin….Aamiin….Aamiin…Yaa Robbal ‘aalamiin.

    Adalah :

    Ya…. Allah, sesungguhnya Aku berserah diri hanya kepada-Mu dan Aku berkata dengan Kitab-Mu, maka tampakkanlah/nyatakanlah bagiku apa-apa yang tertulis pada tempat rahasia-Mu di dalam gudang perbendaharaan Ilmu Gaib-Mu.

    Ya…. Allah, Engkaulah Kebenaran itu, dan sampaikanlah bagiku kebenaran yang Haq itu dengan Haqnya Nabi Muhammad yang Haq dengan rahmat-Mu….duhai yang Pengasih dari sekalian orang-orang yang pengasih.

    Aamiin…. Aamiin…. Aamiin… Duhai Penguasa seru sekalian Alam.

    NB: Mohon Ma’af….., setelah Allahumma Antal Haqq….. ada yang terlupa tertulis yaitu :

    Allahumma Antal Haqq anzala alayyal haqq… dst….

    Semoga berkenan.

  31. jagadbuana berkata

    Salam Kenal…
    @pengembara jiwa..
    Tulisan2 anda dan sahabat2 sekalian begitu menarik untuk diikuti…
    Menggugah hati untuk lebih mengenalnya…

    Ada perdebatan antara Nasrani dan Islam di…
    http://salam-online.web.id/2008/11/22/abigael-mitaart-aku-yakin-yesus-kristus-bukan-allah.html

    • pengembarajiwa berkata

      @jagadbuana

      Terimakasih telah mampir ke Pondok ini, dan terimakasih atas link nya.

  32. sabdalangit berkata

    Salam Taklim sudaraku pencerah jiwa sesama.

    Ilmu tiang agama. banyak org yg tahu tamsil ini. Namun hanya asal mengamini saja tanpa pemahaman yg tepat.
    Agama adalah sebuah “hipotesis” ke-Maha-an Tuhan. Sedangkan ilmu pengetahuan menjadi sarana verifikasi akan ke-Maha-an Tuhan.

    Qodrat adalah rumus yg di kehendak Tuhan. Rumus itu meliputi segala ruang waktu di jagad raya, maupun di alam awang uwung, langit 1-7. Yg jabariah-ahadiyah. Tiada celah sedikitpun yg luput dari kekuasaan rumus Tuhan. Amal baik habuminannas dan hablumiallah adalah upaya manusia (makhluk) menetapkan diri agar sesuai dengan rumus Illahiah. Tuhan Mahaluas Tak Terbatas. Kebesaran dan Ketidakterbatasan Tuhan dibuktikan antara lain dengan; masing2 suku, bangsa,ras dapat menemukan rumus-rumus Tuhan tersebut. Baik yang bersifat fisik maupun metafisik.
    Contohnya;
    1. siapa menanam mengetam (sapa nandur ngunduh) ; tanaman keburukan akan berbuah keburukan.tanaman kebaikan akan berbuah kebaikan pula.
    2. rumus-rumus matematika dan rumus fisika Einstein E = mc2 merupakan keberhasilan manusia mengungkap RUMUS BESAR Tuhan yg sebelumnya masih rahasia.
    3. Hukum Grafitasi, logaritma, aritmetika, aljabar.
    Dan masih banyak lagi bahkan trilyunan pun tak cukup untuk menghitung rumus Tuhan yg tak terbaas.

    Hasil penemuan manusia akan rumus-rumus Tuhan selanjutnya tercptalah berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Filsafat Fisika, kimia, biologi, matematik, elektronika, ekonomi, psikologi, sosiologi dan seterusnya. Semua mencakup satu rangkaian rumus besar yang disebut HUKUM sebab-akibat.

    Semua itu merupakan hasil pembuktian manusia akan QODRAT (rumus) Tuhan. Sekarang….sudah sejauh manakah kita masing2 membuktikannya. Itu baru pada dimensi fana. bagaimana dengan rumus kegaiban dan yang baqa azali abadi..? seangkan untuk merambah ke arah ruang ke gaiban saja kita sering ditakut-takuti akan sesat, gila dsb. oleh sebab itu sangat sedikit org2 yg belajar tasawuf, ruang mistis dlm Islam. Lantas dengan cara apa kita dapat menggapai kezuhudan, menjadi org kamil mukamil yg menggapai sajaratul makrifat, dan mujahid sejati dgn mencapai wushul ? Sementara umat disibukkan oleh konflik pada tataran kulitnya. Sehingga lupa bahwa tugas manusia adalah berjalan dari tataran syariat, tarekat, hakekat, agar mendapatkan anugrah makrifatullah. kesempurnaan anugrah di dalam ruang makrifat adalah wushul; “manunggaling kawula-Gusti”. Selanjutnya kita akan mengalir ke dalam rumus2 Illahiah yakni dalam kesempurnaan Qodratullah.

    Mari kita renungkan dan evaluasi diri !

    Terimakasih saudaraku “pengembara Jiwa” yg telah membuka mata hati dan batin kepada sesama yg selalu merasakan akan dahaga spiritual.

    salam taklim’salam sejati
    rahayu

    sabdalangit’s web

    • pengembarajiwa berkata

      @Sabdalangit

      Terimakasih kembali untukmu saudaraku “Sabda Langit” yang telah bersedia berbagi pengetahuan Ilmu di dalam Cinta Kasih dan Sayang. Rahmat dan Berkah senantiasa tercurahkan kepada mereka2 yang mencari Kebenaran Sejati melalui Penuntutan Ilmu dalam menjembatani dirinya untuk sampai kepada Tuhannya.

      Salam Berkah dan Rahmat di dalam Cinta Kasih Allah Swt.

      @Mujahidah Wanita

      Menuntut Ilmu sangat…..sangat….sangatlah diwajibkan bagi Laki2 dan Perempuan dari mulai lahir sampai ke liang lahat. Akan tetapi tetaplah didalam kesadaran diri, bahwa karena Allah lah yang telah menuntun Hamba2-Nya untuk menggali Ilmu Pengetahuan bukan dikarenakan dirinya sendiri merasa ada daya dan kuasa. Jika seseorang menyadari bahwa Allah lah yang telah menurunkan kesadaran dan Hidayah kepada-Nya sehingga tumbuh kesadaran pada dirinya untuk menuntut Ilmu lalu kemudian ia belajar dan menggali pengetahuan tsb dengan tidak melupakan Kasih Sayang Allah didalamnya maka merekalah yang akan di pelihara oleh Allah dari segala tipu daya. Sehingga jadilah ia orang2 yang berilmu lagi Arif dan Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan. Semakin banyak pengetahuan Ilmu yang di galinya semakin membuat ia Rendah di hadapan Tuhannya dan semakin membuat ia sadar akan dirinya bahwa Ilmu Allah Ta’ala sangat lah Luas tiada berbatas. Dan kemudian bersikaplah ia seperti Padi yang semakin berisi semakin merunduk. Sayang kepada Sesama dan menjadi Rahmat kepada Siapa saja.

      Semoga bermanfa’at…………

  33. mujahidahwanita berkata

    Selama ini banyak orang tertipu daya oleh ilmu, ilmu yang didapat dipergunakan untuk menipu, menekan, merampas dan mengutuk seseorang karena menganggap dirinya yang paling benar, “Benar dimata manusia belum tentu benar di mata Allah”, bukankah yang paling benar dan Maha benar itu hanya Allah?. Oleh karena itu di wajibkan bagi kaum Muslimin dan Muslimat untuk menuntut ilmu, carilah kepada orang yang lebih mengetahui seperti apa Islam dan kebenarannya akan tetapi jangan sampai kita terjebak oleh ilmu. Begitu mulia dan istimewanya ilmu itu sehingga diwajibkan bagi kita untuk menuntutnya agar kita mengerti tentang Hakikat Islam yang sebenarnya juga agar kita mengerti dari pada ujian-ujian Allah yang datang kepada kita.

    Apabila Allah mendatangkan suatu ujian itu, semuanya menurut kadar kemampuan hambanya. Tidak akan mungkin Allah menurunkan ujian yang hambanya sendiri tidak sanggup untuk memikulnya. Kalaupun kita merasa berat dengan suatu ujian yang didatangkan Allah seolah-olah kita tidak sanggup untuk memikulnya, itu di karenakan bukan karena kita tidak mampu untuk memikulnya, melainkan karena kurangnya pengetahuan untuk menghadapi ujian tersebut. Imam Al-Junaid pernah mengatakan : “Manusia itu mati, kecuali orang–orang yang berilmu. Orang–orang yang berilmu itu banyak yang tertidur, kecuali orang–orang yang mengamalkan ilmunya, dan orang–orang yang mengamalkan ilmunya banyak yang tertipu kecuali orang-orang yang ikhlas karna Allah”.

    Di dalam suatu riwayat di ceritakan, timbul kedengkian kaum khawarij terhadap sayyidina Ali RA yang di kenal dengan pintu gerbang ilmu. Di utuslah 10 orang pemuka dari kaum khawarij untuk mendatangi Ali guna menguji kercerdikannya dan ketangkasannya. Mereka berunding untuk menanyakan satu masalah kepada Ali, jika Ali bisa menjawabnya dengan jawaban yang tidak sama maka benarlah kalau ia benar-benar seorang ‘alim yang cerdik dan tidak salah jika dia di gelari dengan gelar “pintu gerbang ilmu”. Kemudian sepuluh orang tersebut menuju ketempat Ali RA, satu persatu untuk menanyakannya. Adapun satu masalah yang di tanyakan adalah : wahai Ali, lebih utama mana ilmu dengan harta? demikian masalah yang ditannyakan, lalu mulai lah bergantian satu persatu menanyakannya.

    Khawarij :”Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.

    Ali RA : “Ilmu lebih mulia dari harta” karena :

    1. Ilmu adalah merupakan pusaka para Nabi sedangkan harta adalah warisan qorun dan Fir’aun.

    2. Ilmu dapat menjaga kamu, sedang kan harta maka kamulah yang menjaganya.

    3. Orang kaya harta banyak musuhnya, sedangkan orang kaya ilmu banyak sahabatnya.

    4. Harta kalau di belanjakan akan berkurang, sedangkan ilmu kalau di berikan akan bertambah.

    5. Orang banyak harta di panggil dengan sebutan bakhil, sedangkan orang banyak ilmunya di sebut agung.

    6. Ilmu tidak perlu penjagaan dari pencuri, sedangkan harta harus di jaga dari pencuri.

    7. Pada hari kiamat orang yang banyak harta akan di hisab, sedangkan orang yang berilmu

    memberikan syafa’at pada hari kiamat.

    8. Harta dapat rusak dan habis, sedangkan ilmu tidak akan rusak dan tidak akan habis.

    9. Harta dapat menjadikan perasaan gelisah di jiwa, sedangkan ilmu dapat menerangi hati dan menenangkannya

    10. Orang yang memiliki harta sering mengaku sifat ketuhanan dengan harta itu, sedangkan orang yang berilmu dapat merealisir ibadah.

    Setelah 10 orang khawarij itu selesai bertanya, lalu Ali RA berkata : “Andaikan mereka bertanya kepadaku dari satu masalah itu, tetap akan saya jawab dengan jawaban yang berlainan (berbeda) selama saya masih hidup”.

    Dari riwayat tersebut mengungkapkan bahwa keutamaan ilmu sungguh-sungguh memiliki makna yang sangat istimewa, karna itu Allah Swt memberikan penghargaan kepada mereka yang berilmu. Di dalam surat Al_Mujaadillah ayat 11 Allah berfirman : “……Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kamu beberapa derajat”.

  34. kangBoed berkata

    Sebaik baiknya ilmu adalah
    ilmu tentang hidup dan kehidupan
    ilmu tentang hidup dan menghidupkan
    ilmu tentang hidup dan pemberi kehidupan
    ilmu tentang hidup dan tujuan hidup

    Semua ini tidak bisa didapatkan
    dari sekedar menghapal
    dari sekedar membaca
    dari sekedar mendengar

    Semua muncul dalam ketak berdayaan
    semua nampak jelas bila Allah kehendaki
    semua akan diberikan ketika kita mohonkan dengan sungguh
    semua adalah anugerahNYA yang tak ternilai harganya

    Perjuangannya disini sekarang ini bukan nanti
    pelajarannya dipetik dari perjalanan kita masing masing
    Gurunya adalah pengalaman hidup
    Rasanya ditemukan ketika kita belajar merasakan

    Berpikir kedalam diri
    Bertafakur kedalam diri
    Merenung kedalam diri
    Berbicaralah dengan sang diri

    Masuklah kedalam diri
    temukan guru sejati
    buka kalamullah dalam diri
    maka ketemulah ilmu tentang diri

    Ternyata hanya dalam Kesejatian rahsa
    Ternyata hanya dalam keheningan dan kesunyian
    Ternyata hanya dalam ketakberdayaan yang sungguh
    Ternyata hanya dalam kekosongan tanpa mampu bersuara

    Akhirnya kutemukan
    ilmu yang Sejati
    ilmu tentang hidup
    ilmu untuk hidup

    Maafkan saudaramu yang botol ini ya Mas PJ dari hari ke hari makin banyak omong kosong, Mas PJ kalo suatu waktu Allah ijinkan Mas PJ ke Jakarta atau Bandung telpon aku ya Mas atau Email kalo ke Jakarta sampeyan tak jemput, kalo ke Bandung nginap di gubuk reyotku ya ma aciiiiiih
    Salam Sejati Mas PJ dan Mbak YU neeeeeeeee

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed

      Syair yang sangat menarik sekali dan penuh dengan hikmah2 di dalamnya, ternyata botol kosong tidak sembarang botol kosong.

      Hmmm….. Insya Allah jika ada langkah saya ke Jakarta, akan saya kabari Anda.

      Salam

  35. truthseeker08 berkata

    kangBoed
    Syair yang mencerahkan.

    Terima kasih telah berbagi syair yang sarat dengan hakikat.

    Wassalam

  36. F@T_L berkata

    wa salamun’alalmursalina wa alhamdulillahir Rabbil’alamin – Semoga diari di link ada manfaat yang diletakkan ALLAH swt.

  37. kangBoed berkata

    di keheningan ini kududuk diam terduduk lunglai
    berpikir dan membuka kembali perjalanan hidupku
    kubuka lembar demi lembar catatan hidupku ini
    tertawa senang menangis sedih semua telah banyak kulewati
    tapi begitu banyaknya waktuku terbuang percuma

    Ya.. waktuku terbuang dan lewat begitu saja tanpa arti
    ketika ku dewasa ini baru kusadari pentingnya sebuah ILMU
    betapa bodoh dan tololnya diriku ini
    Ketika kumenyadari aku sungguh tak punya apa apa
    apalagi ilmu yang telah lama hilang terlupakan

    Kubuang waktu dan ku selalu lupa dan malas belajar
    ketika kucoba belajar walaupun terlambat ternyata otakku terlanjur berkarat
    akhirnya kuterdiam melongo dengan penuh ketololan
    melamun dan melamun membayangkan suatu ilmu
    semakin kupelajari dan kucermati isi lamunanku semakin ku melongo dongo

    dalam lamunanku kuberpikir ilmu apakah ini
    ilmu yang aneh dan Ruaaaaaaaaaar biasaaa
    semakin dipelajari semakin bodoh
    semakin dimengerti semakin tolol
    semakin diketahui semakin dilupakan

    Dasar lamunan botol kosong makin oon aje
    ilmu apa? engga ada itu? semakin belajar ya makin pinter?
    tapi inilah ilmu sakti dari negeri china drunken Master
    ya ilmu lamunan melongo dongo hahahaha
    Lamunan membuatku bebas lepas dan terbang bersama sahabatku para pelamun lainnya

    Salam sejati buat para pelamun dongo
    Salam kerinduan dan kehangatan dalam lamunan yang paling dalam
    Selamat datang di dunia lamunan yang telah mempersatukan kita
    Dunia lamunan yang tak berjarak, tak terikat waktu dan tempat
    mengumpulkan para pecinta walau hanya dalam lamunan

    Salam sayang dan rindu untuk kalian semua para pelamun sejati yang rela tidak tidur setiap malam hanya untuk melamun dan melamun dalam sebuah kebersamaan tanpa ikatan bersatu padu mencari kesejatian walau hanya dalam lamunan ya ya lamunan

    Salam Sejati
    Botol Kosong oon

  38. asep berkata

    Salam

    Nabi saw bersabda : ” Aku adalah kota ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya ”

    Kepada mas PJ atau saudaraku yang lainnya, tolong penjelasannya yang mendalam mengenai hadist tsb diatas.

    Wassalam

  39. pengembarajiwa berkata

    @Asep

    Saudaraku Asep yang senantiasa dalam pencarian tentang Persatuan….

    Sungguh…, saya sangat terkesan sekali dengan Kegigihan Anda dalam mencari Kebenaran tentang Ajaran Rosulullah Saw dan juga tentang Persatuan dalam Umat Islam yang sudah lama di dalam perpecahan di sana sini. Dan Kerinduan Anda tentang Persatuan itu adalah suatu Kebaikan yang mencerminkan dari rasa Cinta Anda kepada Allah dan Rosul-Nya.

    Saudaraku Asep…..
    Rosulullah Saw adalah seorang Manusia tetapi bukan seperti manusia biasa karena Beliau berbicara berdasarkan Wahyu/petunjuk dari pada Allah Swt. Dan sudah jelas sekali bahwasannya walau secara lahiriyah Rosulullah dalam keadaan tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis tetapi di balik itu semua Allah berkehendak atas diri Batin Beliau untuk menerima Wahyu2/petunjuk2 untuk membimbing umat menjadi umat yang bertauhid, umat yang mandiri dan umat yang berakhlakul Karimah. Itu semua di Anugrahkan kepada Beliau, di karenakan Nur Beliau adalah Nur yang menerangi dan mencerahkan sehingga untuk menyempurnakan akan Nur tsb maka turunlah atas diri Beliau Ilmu wahyu/petunjuk agar Nur itu benar2 bisa bermanfa’at untuk siapa saja dan menjadi rahmat bagi sekalian Alam.

    Lalu ada apa gerangan dengan Ali..???? sehingga di katakan sebagai pintu Gerbang Ilmu…???
    Bisa jadi…. dikarenakan Ali adalah Pintu dari Dua Lautan Samudara Ilmu Rosul yaitu Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husein ra.

    Wallahu’alam Bishowab………….

    Silahkan jika ada diantara saudara2 yang lain yang mungkin ada pengetahuan yang lebih luas lagi untuk menjabarkannya…… agar kita sama2 bisa belajar di Pondok PJ ini.

    Terimakasih

    Wassalam

  40. truthseeker08 berkata

    Maaf saya akan mencoba sampaikan apa yang saya pahami, mohon koreksi jika ada yang salah.
    Dari ketika Rasulullah masih hidup hingga sekarang isu ini adalah isu yang tetap sensitif. Dari mereka yang sudah benar2 memahami hal ini saya mendapatkan kesan bahwa kecintaan dan ketaatan kepada ahlul bayt bukanlah hal yang harus dibicarakan kemana2. Jika kita bicara ghirah kecintaan dan ketaatan memang tidak sedikit, namun mereka yang mengerti betul bagaimana cara mencintai ahlul bayt tidaklah banyak. Tidak sedikit yang karena ghirah tsb malah melanggar rambu2 yang sudah disyaratkan oleh ahlul bayt sendiri (baik secara tersurat maupun secara tersirat). Sehingga tidak heran jika pernah membaca riwayat Imam Ali mengernyitkan dahi kita datang seseorang yang menyatakan kepada beliau bahwa dia adalah pecinta dan pengikut ahlu bayt.
    Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa banyak mereka yang mencintai ahlul bayt dengan begitu menakjubkan namun mereka yang umum (yang tidak mengenal mereka) tidak mengetahui hal tsb.
    Juga, tidak sedikit tarekat yang tersambungkan kepada Rasulullah melalui Imam Ali (mungkin Saudara PJ bisa beri informasi apakah mayoritas tarekat tersambung kepada Imam Ali) namun mereka tidak gembar gembor bahwa mereka adalah pecinta dan pengikut Imam Ali. Sedangkan kita tahu bahwa betapa istemewa hubungan seorang pengikut (murid tarekat) terhadap mursyid2nya.
    Biarkanlah kecintaan itu terasa/terlihat dari amal, sikap dan akhlak dan tidak dari mulut/lisan. Karena kecintaan memang bukan untuk dipamerkan dan tercukupkan dg Allah yang mengetahui (bukanlah mudah mencukupkan kecintaan kita hanya diketahui oleh Allah). Namun sayang biasanya pendapat/sikap seperti ini ditolak oleh mereka yang (terkadang) memaksakan bagaimana kepada orang lain bahkan syarat2/cara mencintai.

    Semoga ini bisa dianggap sebagai pertukaran pikiran dan tidak menjadi polemik. Maafkan saudaraku jika nantinya tidak berkenan.

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      @truthseeker08

      Saudaraku….. Truthseeker08 yang senantiasa dalam Rahmat dam Bimbingan Allah Swt
      Benar sekali apa yang Anda sampaikan mengenai keutamaan dari pada Ahlul Bayt bukanlah sesuatu yang harus di gembar gemborkan sana sini. Biarlah….. itu semua menjadi kecintaan yang Sir/Rahasia bagi para pecintanya. Dan cukuplah hanya Allah dan Rosul-Nya saja yang mengetahuinya…….

      Ingatlah…hanya satu Hal, bahwa seseorang itu akan beserta dengan siapa yang ia cintai.
      Jadi bukanlah suatu persoalan bagi sang pecinta Ahlul Bayt itu apabila merahasiakan rasa cinta nya itu jika itu menjadi lebih baik dan menjadi rahmat bagi umat.
      Tetapi sungguh akan menjadi persoalan jika seandainya cinta Ahlul Bayt itu di gembar gemborkan malah akhirnya membuat polemik pada umat, perpecahan, hasut menghasut. hujat menghujat dll….. Apakah ini adalah Rahmat……???? Tidak!, Ini bukanlah Rahmat.

      Ketahuilah, Bahwa Rosulullah Saw itu adalah Rahmat bagi sekalian Alam. Dan tentu saja orang2 yang besertanya pun akan dapat memberikan manfa’at bagi siapa saja dan menjadi rahmat bagi sekalian Alam. Insya….. Allah!

      Wassalam

  41. adi isa berkata

    pernahkah mendengar, bahwa
    belajar islam itu, tidak terhenti hanya sampai kematian saja?
    tetapi setelah kematian? mohon pencerahan…

  42. hina kelana414 berkata

    Pandang yang satu kepada yang banyak dan pandang yang banyak kepada yang satu maka yang ada hanya satu saja yaitu satu Zat dan dari Zat itulah datangnya Alam beserta isinya.

  43. hina kelana414 berkata

    @Adi Isa

    Salam kenal….selalu
    Saya pun pernah mendengar seperti yang anda katakan, bahwa bagi mukmin yang haus akan ilmu dan cinta…akan terus belajar walaupun sudah mati..didalam kubur akan diajari oleh para malaikatNya..s/d hari kiamat, sehingga mukmin yang belum alim akan bangkit pada hari kiamat sebagai orang yang alim….benar nggak tuh mas PJ yang tercinta…

    Wassalam

  44. asep berkata

    Alhamdulillah, terimakasih kpd mas PJ dan saudaraku yg lainnya telah menjelaskannya secara mendalam. Saya hanya dapat menyajikan syair dan lagu dibawah ini :

    Maula Ali

    Lirik/lagu: Ust. Abdullah ass-Segaff, Arr: Alwi Husein

    Maula Ali,Maula Ali (4x)
    Duhai Imam syahid mihrab
    Engkau pendekar Khandak
    Benteng Islam dalam Badar
    Sang pahlawan saat Khaibar
    Pintu gerbang ilmu Nabi
    Qur`an menyebutmu wasyi 2X
    Wahai penguasa hati
    Kekasih Ilahi Rabbi

    Dihari seribu bulan
    Saat Qur`an diturunkan
    Engkau sambut kemenangan
    Syahidmu dimihrab Tuhan
    Pintu gerbang ilmu Nabi
    Qur`an menyambutmu wasyi 2X
    Wahai penguasa hati
    Kekasih Ilahi Rabbi

    Disela rintih tangisku
    Saat menepuk dadaku
    Tiada lain harapanku
    Kecuali syafaatmu
    Pintu gerbang ilmu Nabi
    Qur`an menyebutmu wasyi 2X
    Wahai penguasa hati
    Kekasih Ilahi Rabbi

    Album Gerbang Syahadah – Abdur Rahman al-Mahdali

  45. asep berkata

    Jangan Lupakan Karbala

    Lirik/lagu: Ust. Abdullah ass-Segaff, Arr: Tondi Rangkuti

    Oh…Husein…kau mengapa…
    Oh…Husein…kau dimana…
    Oh…Husein…kau menderita…
    Oh…Husein…kau teraniaya…

    Bersusah payah Rasul mengajarkan firman Allah
    Besusah payah Rasul memuliakan kaum lemah
    Bersusah payah Rasul mengajarkan kebenaran
    Bersusah payah Rasul menegakkan keadilan

    Mungkinkah beragama bagi orang tak berbudi?
    Mungkinkah beragama bagi orang ingkar janji?
    Berbudikah mereka yang membunuh putra Nabi?
    Bersikap tak peduli apakah tak ingkar janji?
    Mengapa kau lupakan pembantaian di Karbala?
    Mengapa kau abaikan putra Rasul teraniaya?
    Apakah kau tak malu mengatakan beragama?
    Tangis Rasulpun tidak membuat engkau berduka

    Oh…Husein putera Zahra penghulu pemuda syurga
    Telah syahid di Karbala demi tegaknya agama
    Oh…Husein putera Zahra cucu Nabi yang tercinta
    Saksi koban Karbala bagi umat manusia

    Wassalam

  46. kangBoed berkata

    Dalam ketak berdayaanku kucoba untuk datang kepadaMU
    Dalam kelemahanku kuhampiri engkau Ya Robb…..
    Dalam kekotoranku oooooh kutersimpuh di bawah kakiMU
    Dalam kehinaanku membuatku tertunduk dan demakin menunduk…

    Yaaa Robb…. apakah yang dapat kupersembahkan padaMU…
    Ilmu sungguh aku tak punya.. hanya sedikit dan sedikit sekali
    Amal ibadah semakin membuatku merasa malu yaaa malu sekali
    Syareat tarekat hakekat makrifat hiiii aku tak mengerti…

    Yaaa Allaaaaaaah……..
    Semakin dalam kutersimpuh…..
    Semakin terasa tak berdaya memandang diri yang kotor dan hina..
    Semakin dan semakin tak kuasa kumemandangMU…

    Yaaaa Rooooooooooob……..
    Inilah aku dan segala kebodohanku….
    inilah diriku dan segala kekotoranku….
    Inilah hatiku dan segala kebusukannya….

    Kupersembahkan semua… yaaaa semuanya hanya untukMU
    Walau begitu malunya hati ini tapi tiada lagi yang kupunya..
    Selain hanya diri yang kotor dan hina ini…
    Kusemakin tertunduk dan tertunduk semakin dalam….

    Tak kuasa memandang…
    Tak kuasa memohon…
    Tak kuasa menatap…
    Tak kuasa sungguh tak kuasa berbuat sesuatu apapun…

    Salam Sayang buat Mas PJ dan mBakYU neee
    cup cuup cuuup
    cium hangat dariku

  47. Gama berkata

    Jadi ternyata Allah tidak sendiri ……….
    Allah ditemani oleh …. Ilmu Nya, karena semua yang ada ini ………tercipta karena Ilmu Nya .
    Wassalam,

    • pengembarajiwa berkata

      @Gama

      Ya…ya…ya….
      Secara Zahir….. Allah Swt senantiasa serta di mana Ilmu-Nya berada, dan tanpa Ilmu-Nya tidak akan ada segala sesuatu. Karena segala sesuatu itu tercipta bermula dari pada Ilmu-Nya.

      Akan tetapi secara Hakikat….. Ilmu-Nya itu adalah bagian dari Diri-Nya sendiri, satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dua di dalam satu, Dua tidak bercerai……

      Terimakasih atas segala pencerahannya Saudaraku Gama….., semoga bermanfa’at bagi saudara2 kita yang lain yang membacanya.

      Wassalam,

  48. kangBoed berkata

    Siapakah sejatinya diri kita ini… yayaya… selalu mengaku ngaku bisa ini bisa itu ngerti ini ngerti itu… weleh weleeeeeh yayaya selama kerjanya masih mengaku ngaku masih merasa rasa sungguh zalimnya sang diri ini…. inilah syariatku… inilah amal ibadahku… inilah ilmuku… inilah wah pokoknya semua aku aku aku yayaya aku akuan terus ciloko maaan…
    hihihihi… ayat menuliskan… yayaya saya ambil dibukunya si Mbaaah hmmmm….

    “Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan?”….

    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKU) sesungguhnya azabKU sangat pedih”

    hmmmm… apasih nikmat TUHAN itu… ooo ternyata maujudnya meliputi yayaya meliputi seluruh kehidupan ini alam semesta dan isinya sekaligus sang diri ini yayaya diri ini meliputi yang lahir dari ujung kaki sampai ujung kepala dan yang bathin…. oooo ternyata semua yang maujud ini nikmat TUHAN ya??? kalau begitu apa yang di balik yang maujud itu hmmm…. yayaya DIA ya DIAlah dibalik semua ini…. terus kemanakah sang diri ini…. hmmmm… kok gak ada yaaaaa… yayaya aku ternyata tiada meliputi lahir dan bathin… hmmm…. kalau yang di aku aku dan dirasa rasa apa yaaaa…. hihihi… gak ada yaaa cuma bayangan… cuma lamunan… cuma imajinasi dan ilusi saja….
    ternyata yang Maujud itu hanyalah ILMU dan yang dibalik yang Maujud itu adalah HIDUP…… yayaya seolah berpasangan dalam satu kesatuan ILMU yang HIDUP dari Yang Maha Hidup dan membuat Hidup bertambah Hidup makin Hidup dan selalu Hidup….. Star Mild Allways kata si mBah Pengembara Jiwa….. hehehehe….
    Salam Sayang mBah PJ dan mBak yu neeee….
    Salam Kangen
    Salam Taklim

  49. mawaddah.. berkata

    asssalamualaikum….. pendapat saya…ilmu itu indah, tanpa keikhlasan, ilmu tidak bermakna. ilmu itu indah,tanpa cinta padaNya, kita tidak beroleh keberkatan ilmu itu.ilmu itu indah,kerna hidup kita perlukan ilmu untuk mendapat redhonya, namun untuk mendapatkanya, hati perlu bersedia untuk mengikhlaskan diri, kerana ilmu yang berkat akan hadir,apabila niat kita menuntut ilmu ikhlas kerananya……. hanya pendapat saya sahaja… semoga kita kan peroleh keberkatan …. Amin…

    • pengembarajiwa berkata

      @Mawaddah

      Ya…ya…ya…benar sekali, tanpa keikhlasan maka Amal ibadah apapun yang dilakukan akan sia2 dan tak beroleh berkah Allah Swt. Tanpa keikhlasan maka Ilmu tidak akan menjadi Rahmat, karena ilmu yang di tuntut masih menurutkan hawa nafsu di dirinya. sesuatu yang dilakukan karena menurutkan Hawa Nafsu, bukan menjadikan suatu kebaikan tetapi malah akan menjadikan suatu keburukan..

      Berapa banyak orang yang melakukan sesuatu kebaikan dengan di dasari keinginan/hawa nafsu didirinya tetapi malah ia tidak menyadari bahwa sebenarnya keinginan/hawa nafsunya bukan membawa ia dekat dengan Tuhannya malah membawa ia semakin jauh dari Tuhannya.

      Semoga Allah Swt senantiasa memelihara dan membimbing kita semua kepada jalan Kebenaran dan Barokah… Aaaaamiiiin.

      • mahesa. berkata

        salamu’alikum……semoga masih kenal saya semua

  50. almaulana berkata

    “Aku berasa lebih senang bermalam di bawah pohon yang kering di dunia ini sambil “mengenang Allah”, daripada duduk di bawah pohon Syurga yang nyaman dan mengabulkan apa yang dipinta tetapi lupa kepada Allah”

    • pengembarajiwa berkata

      @Almaulana

      Hidup berpakaian Ikhlas, Sabar, Syukur, Tawakkal dan Ridho terhadap keputusan2 Allah karena mengerti dan mengenal akan Allah lebih utama dibandingkan Hidup berbalutkan Sutra berumahkan Istana dan bermandikan Susu tetapi tiada mengerti akan Allah dan tidak mengenal akan Allah.

      Salam Persahabatan untuk Mas Almaulana
      Salam Sejati dalam persaudaraan.

  51. Agus IP berkata

    Assalamualikum Warohmatullohiwabarakatu
    Ustad perkenalkan nama saya Agus. saya mau bertanya untuk mencapai Ilmu marifat caranya bagaimana?

    • pengembarajiwa berkata

      @Agus IP

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Saudara Agus IP yang di rahmati Allah Swt, semoga Hidayah Allah tercurah untukmu dan orang2 yang dekat denganmu.

      Saudaraku terlebih dulu untuk mencapai Ilmu Ma’rifat cobalah Anda baca dulu Postingan ini :

      http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/26/jalan-menuju-ma%e2%80%99rifatullah/

      Semoga ada titik terang dari Tulisan2 yang terdapat pada postingan tsb, sebagai jalan bagi Anda untuk mencapai Ma’rifatullah.

      Wassalam

  52. Assalamualaikum wr. Wb.

    Saya yang bodoh ini memberanikan diri untuk menghadirkan pandangan dari mereka yang mengkritik kaum sufi…mudah2 an Insya Allah.. kita baca dengan hati mencoba memahami corak keilmuan kaum Salafy..

    Insya Allah semoga ada manfaatnya….

    Bismillaah awal wal akhir…

    Allahuma sholi ala Sayidina Muhammad, nabiyil umiyi wa ala alihi wa shobihi wassalam.

    Membongkar Kedok Sufi : Tasawuf & Wali
    Penulis: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 51/IV/II/142
    Firqoh-Firqoh, 05 Juni 2005, 14:28:23
    Mengangkat tema tasawuf dan kaum Sufi terasa hampa dan kosong tanpa mencuatkan pemikiran mereka tentang wali dan demikian juga karamah. Pasalnya, mitos ataupun legenda lawas tentang wali dan karamah ini telah menjadi senjata andalan mereka didalam mengelabui kaum muslimin.

    Lantas dalam gambaran kebanyakan orang, wali Allah adalah setiap orang yang bisa mengeluarkan keanehan dan mempertontonkannya sesuai permintaan. Selain itu, dia juga termasuk orang yang suka mengerjakan shalat lima waktu atau terlihat memiliki ilmu agama. Bagi siapa yang memililki ciri-ciri tersebut, maka akan mudah baginya untuk menyandang gelar wali Allah sekalipun dia melakukan kesyirikan dan kebid’ahan.

    Wali menurut Al Qur’an dan As Sunnah

    Adalah perkara yang lumrah bila kita mendengar kata-kata wali Allah. Di sisi lain, terkadang menjadi suatu yang asing bila disebut kata wali setan. Itulah yang sering kita jumpai di antara kaum muslimin. Bahkan sering menjadi sesuatu yang aneh bagi mereka kalau mendengar kata wali setan. Fakta ini menggambarkan betapa jauhnya persepi saudara kita kaum muslimin dari pemahaman yang benar tentang hakikat wali Allah dan lawannya, yakni wali setan. Padahal Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa wali itu ada dua jenis yaitu: Wali Allah dan wali setan.

    Allah berfirman :
    أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
    (artinya): “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa.” (Yunus:62-63)

    Dia berfirman tentang wali setan :
    إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
    (artinya): “Sesungguhnya Mereka tidak lain adalah setan yang menakut-nakuti wali-walinya (kawan-kawannya), karena itu janganlah kalian takut kepada mereka jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imran:175)

    Dari kedua ayat ini jelaslah bahwa wali Allah itu adalah siapa saja yang beriman dan bertakwa kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Sedangkan wali setan itu adalah lawan dari mereka.

    Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Wali-wali Allah adalah mereka yang beriman dan bertakwa sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala tentang mereka, sehingga setiap orang yang bertakwa adalah wali-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir 2/422). Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Wali Allah adalah orang yang berilmu tentang Allah dan dia terus-menerus diatas ketaatan kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.” (Fathul Bari 11/ 342).

    Didalam ayat yang lainnya Allah menyatakan bahwa wali Allah itu tidak mesti ma’shum (terpelihara dari kesalahan). Dia berfirman :
    لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿۳٥﴾ أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
    (artinya): “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, maka mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki disisi Rabb mereka. Itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik. Agar Allah akan mengampuni bagi mereka perbuatan paling buruk yang mereka kerjakan kemudian membalas mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar: 33-35)

    Karamah menurut Al Qur’an dan As Sunnah
    Demikian juga halnya, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya menerangkan bahwa karamah itu memang ada pada sebagian manusia yang bertakwa, baik di masa dahulu maupun di masa yang akan datang sampai hari kiamat.

    Diantaranya apa yang Allah kisahkan tentang Maryam dalam surat Ali Imran 37 ataupun Ashhabul Kahfi dalam surat Al Kahfi dan kisah pemuda mukmin yang dibunuh Dajjal di akhir jaman (H.R. Al Bukhari no. 7132 dan Muslim no. 2938). Selain itu, kenyataan yang kita lihat ataupun dengar dari berita yang mutawaatir bahwa karamah itu memang terjadi di zaman kita ini.

    Adapun definisi karamah itu sendiri adalah: kejadian diluar kebiasaan yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin)

    Apakah wali Allah itu memiliki atribut-atribut tertentu?

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa wali-wali Allah itu tidak memiliki sesuatu yang membedakan mereka dengan manusia lainnya dari perkara-perkara dhahir yang hukumnya mubah seperti pakaian, potongan rambut atau kuku. Dan merekapun terkadang dijumpai sebagai ahli Al Qur’an, ilmu agama, jihad, pedagang, pengrajin atau para petani. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/194)

    Apakah wali Allah itu harus memiliki karamah? Lebih utama manakah antara wali yang memilikinya dengan yang tidak?

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa tidak setiap wali itu harus memiliki karamah. Bahkan, wali Allah yang tidak memiliki karamah bisa jadi lebih utama daripada yang memilikinya. Oleh karena itu, karamah yang terjadi di kalangan para tabi’in itu lebih banyak daripada di kalangan para sahabat, padahal para sahabat lebih tinggi derajatnya daripada para tabi’in. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/283)

    Apakah setiap yang diluar kebiasaan dinamakan dengan ‘karamah’?

    Asy Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberi kesimpulan bahwa sesuatu yang di luar kebiasaan itu ada tiga macam:
    Mu’jizat yang terjadi pada para rasul dan nabi
    Karamah yang terjadi pada para wali Allah
    Tipuan setan yang terjadi pada wali-wali setan
    (Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).

    Sedangkan untuk mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan tentu saja dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan pada masing-masing orang yang mendapatkannya (wali) tersebut. Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193)

    Wali dan Karamah menurut Kaum Sufi

    Pandangan kaum Sufi tentang wali dan karamah sangatlah rancu, bahkan menyimpang dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.

    Diantara pandangan mereka adalah sebagai berikut:
    Wali adalah gambaran tentang sosok yang telah menyatu dan melebur diri dengan Allah Ta’ala.

    Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Al Manuufi (dedengkot Sufi) dalam kitabnya Jamharatul ‘Auliya’ 1/98-99 (lihat Firaq Mu’ashirah 2/ 699)

    Gelar wali merupakan pemberian dari Allah Ta’ala yang bisa diraih tanpa melakukan amalan (sebab), dan bisa diraih oleh seorang yang baik atau pelaku kemaksiatan sekalipun. (Lihat Firaq Mu’ashirah 2/701)

    Menurut Sufi, Wali memiliki kekhususan melebihi kekhususan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.

    Diantara kekhususan tersebut adalah:
    a. Mengetahui apa yang ada di hati manusia sebagaimana ucapan An-Nabhani tentang Muhammad Saifuddin Al Farutsi An Naqsyabandi.
    b. Mampu menolak malaikat maut yang hendak mencabut nyawa atau mengembalikan nyawa seseorang. Hal ini diterangkan Muhammad Shadiq Al Qaadiri tentang Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.
    c. Mampu berjalan di atas air dan terbang di udara. An Nabhani menceritakan hal itu tentang diri Muhammad As Sarwi yang dikenal dengan Ibnu Abil Hamaa’il.
    d. Dapat menunaikan shalat lima waktu di Makkah padahal mereka ada di negeri yang sangat jauh. An Nabhani membela perbuatan wali-wali mereka tersebut.
    e. Memiliki kesanggupan untuk memberi janin pada seorang ibu walaupun tidak ditakdirkan Allah Ta’ala. Sekali lagi kedustaan Muhammad Shadiq Al Qaadiri tentang Asy Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. (Dinukil dari buku-buku kaum Sufi melalui kitab Khashaa’ishul Mushthafa hal. 280-293).

    Dan masih ada lagi keanehan-keanehan yang ada pada tokoh-tokoh atau wali-wali mereka. Subhanallah, semua itu adalah kedustaan yang nyata!! Sebelumnya Ibnu Arabi menyatakan kalau kedudukan wali itu lebih tinggi dari pada nabi. Didalam sebuah syairnya dia mengatakan: “Kedudukan puncak kenabian berada pada suatu tingkatan
    Sedikit dibawah wali dan diatas rasul “. (Lathaa’iful Asraar hal.49)

    Demikian juga Abu Yazid Al Busthami berkata: “Kami telah mendalami suatu lautan, yang para nabi hanya mampu di tepi-tepinya saja.” (Firaq Mu’ashirah 2/698)

    Menurut Sufi, seorang wali tidak terikat dengan syariat Islam (kita berlindung kepada Allah, dari hal seperti itu…/red)

    Asy Sya’rani menyatakan bahwa Ad Dabbagh pernah berkata: “Pada salah satu tingkatan kewalian dapat dibayangkan seorang wali duduk bersama orang-orang yang sedang minum khamr (minuman keras), dan dia ikut juga minum bersama mereka. Orang-orang pasti menyangka ia seorang peminum khamr, namun sebenarnya ruhnya telah berubah bentuk dan menjelma seperti yang terlihat tersebut. (Ath Thabaqaatul Kubra 2/41)
    Seorang Wali Harus Ma’shum (Terjaga Dari Dosa)

    Ibnu Arabi berkata: “Salah satu syarat menjadi imam kebatinan adalah harus ma’shum. Adapun imam dhahir (syariat-pen) tidak bisa mencapai derajat kema’shuman.” (Al Futuuhaat Al Makkiyah 3/183)

    Menurut Sufi, seorang wali harus ditaati secara mutlak

    Al Ghazali berkata: “Apapun yang telah diinstruksikan syaikhnya dalam proses belajar mengajar maka hendaklah dia mengikutinya dan membuang pendapat pribadinya. Karena, kesalahan syaikhnya itu lebih baik daripada kebenaran yang ada pada dirinya.” (Ihya’ Ulumuddin 1/50)

    Menurut Sufi, perbuatan maksiat seorang Wali dianggap sebagai Karamah

    Dalam menceritakan karamah Ali Wahisyi, Asy Sya’rany berkata: “Syaikh kami itu, bila sedang mengunjungi kami, dia tinggal di rumah seorang wanita tuna susila/pelacur.” (Ath Thabaqaatul Kubra 2/135)

    Menurut Sufi, karamah menjadikan seorang wali memiliki kema’shuman

    Al Qusyairi berkata: “Salah satu fungsi karamah yang dimiliki oleh para wali agar selalu mendapat taufiq untuk berbuat taat dan ma’shum dari maksiat dan penyelisihan syari’at.” (Ar Risalah Al Qusyairiyah hal.150)

    Para pembaca, dari bahasan diatas akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwasanya pengertian wali menurut kaum sufi sangatlah rancu dan menyimpang, karena dengan pengertian sufi tersebut siapa saja bisa menjadi wali, walaupun ia pelaku kesyirikan, bid’ah atau kemaksiatan. Ini jelas-jelas bertentangan dengan Al Qur’an, As Sunnah dan fitrah yang suci.

    Wallahu a’lam bishshawaab.

    Hadits-hadits lemah dan palsu yang tersebar di kalangan ummat

    Hadits Ubadah bin Shamit Radiyallahu ‘anhu :
    الأَبْدَالُ في هَذِهِ الأُمَّةِ ثَلاَثُوْنَ …
    “Wali Al Abdaal di umat ini ada 30 orang…”
    Keterangan:
    Asy Syaikh Al Albani rahimahullah banyak membawakan hadits tentang wali Al Abdaal didalam Silsilah Adh Dha’ifah hadits no. 936, 1392, 1474, 1475, 1476, 1477, 1478, 1479, 2993, 4341, 4779 dan 5248. Beliau mengatakan bahwa seluruh hadits tentang wali Al Abdaal adalah lemah, tidak ada satupun yang shahih. (Lihat pembahasan ini lebih detailnya didalam Majmu’ Fatawa 11/433-444)

    (Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 551/IV/II/1426, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli “Tasawuf & Wali”. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)
    Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.
    Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=949

    Wassalam…

    Yang merindu….

    • lor Muria berkata

      Ya… itulah, tak kenal maka tak sanyang.

      Memang sulit mengungkapkan bahasa rasa dengan bahasa lisan,
      hanya orang-orang yang telah menjumpai yang bisa mengerti bahasa tersebut

      Salam sejati
      Rahayu

      • robby berkata

        Assallamualaikum wr.wb

        Salam sejati segenapjiwa dan raga, semoga dada kita semua dilapangkan oleh Allah….saudaraku lor muria yang berbahagia…masalah rasa sangat sulit dijelaskan kalau belum merasa tidak akan tahu….semoga kita semua selalu dijadikan wali2nya Allah..sesuai dengan qudrat dan iradatnya Allah melalui suratan takdir kita masing..2…

        Wassalam

        HambaNya yang lagi berbahagia…

  53. Salam sejati penuh kasih…
    Mas PJ tercinta…martabat tujuhnya…dijadiin artikel saja, saya amat menantikan kelanjutannya…

    sebelum dan sesudahnya saya mohon didoakan…

  54. pengembarajiwa berkata

    @Lor Muria dan Robby/Sufigokil..kill…dekil

    Insya Allah, apa yang anda sampaikan adalah benar. Allah memberkati Anda dan orang2 yang ada disekitar Anda serta memberkati kita semuanya. Aaamiiin.

  55. Tarekat
    By I Made Yanuarta

    Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti: (1) jalan atau petunjuk jalan atau cara, (2) Metode, system (al-uslub), (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab), (4) keadaan (al-halah), (5) tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).

    Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.

    Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.

    Bila ditinjau dari sisi lain tarekat itu mempunyai tiga sistem, yaitu: sistem kerahasiaan, sistem kekerabatan (persaudaraan) dan sistem hirarki seperti khalifah tawajjuh atau khalifah suluk, syekh atau mursyid, wali atau qutub. Kedudukan guru tarekat diperkokoh dengan ajaran wasilah dan silsilah. Keyakinan berwasilah dengan guru dipererat dengan kepercayaan karamah, barakah atau syafa’ah atau limpahan pertolongan dari guru.

    Pengertian diatas menunjukkan Tarekat sebagai cabang atau aliran dalam paham tasawuf. Pengertian itu dapat ditemukan pada Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naksibandiyah, Tarekat Rifa’iah, Tarekat Samaniyah dll. Untuk di Indonesia ada juga yang menggunakan kata tarekat sebagai sebutan atau nama paham mistik yang dianutnya, dan tidak ada hubungannya secara langsung dengan paham tasawuf yang semula atau dengan tarekat besar dan kenamaan. Misalnya Tarekat Sulaiman Gayam (Bogor), Tarekat Khalawatiah Yusuf (Suawesi Selatan) boleh dikatakan hanya meminjam sebutannya saja.

    Kedudukan Tarekat dalam Empat Tingkatan Spiritual

    Syariah-thariqah-hakikah.jpg

    Bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islam, syariat, tariqah atau tarekat, hakikat. Tingkatan keempat, ma’rifat, tingkatan yang ‘tak terlihat’, sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari kempat tingkatan spiritual tersebut.

    Disuting dari Wikipedia

    Tulisan ini dikirim pada pada Februari 1, 2007 6:41 am dan di isikan dibawah Tarekat. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback dari website anda

  56. pengembarajiwa berkata

    @Mahesa.

    Wa’alaikum salam…………Mas Mahesa.

    Insya Allah……, Mas Mahesa kan pengunjung Blog PJ juga. :wink:

    Silahkan….Mas, pencerahannya. Sudah lama nggak menikmati pencerahan dari Mas Mahesa.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>