<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGEMBARA JIWA</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengembarajiwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fdd0bca5c5bf75815c5a7fd8f741d2c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGEMBARA JIWA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>BERSYUKUR AWAL DARI KETENANGAN JIWA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/10/11/bersyukur-awal-dari-ketenangan-jiwa/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/10/11/bersyukur-awal-dari-ketenangan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 20:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Alhamdulillah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ketenangan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah! Bahwa ketenangan itu tidak akan didapatkan sebelum  benar–benar menikmati hidup ini. Merasakan bahwa hidup ini pasti ada arti dan makna. Rasakanlah bahwa hidup ini adalah Anugrah yang mencerminkan Kasih Sayang Allah.
Sebab permasalahan-permasalahan hidup yang dihadapi di dalam dunia ini hanyalah sebagai fase/tahapan–tahapan dari penampakan Ujud Tuhan. Ibarat seorang pembuat keris, ia akan membakar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=289&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Ketahuilah! Bahwa ketenangan itu tidak akan didapatkan sebelum  benar–benar menikmati hidup ini. Merasakan bahwa hidup ini pasti ada arti dan makna. Rasakanlah bahwa hidup ini adalah Anugrah yang mencerminkan Kasih Sayang Allah.</h3>
<h3>Sebab permasalahan-permasalahan hidup yang dihadapi di dalam dunia ini hanyalah sebagai fase/tahapan–tahapan dari penampakan Ujud Tuhan. Ibarat seorang pembuat keris, ia akan membakar dan menempa besi kemudian di bentuk untuk menjadi sebuah keris yang indah. Begitu pula halnya manusia, ujian–ujian dan cobaan adalah merupakan tempaan–tempaan dari Allah sebagai tanda Cinta Kasih Nya. Kalau sudah begitu kenyataannya, mengapa kita tidak menerimanya dengan lapang dada?.</h3>
<h3>Allah SWT berfirman :</h3>
<h3><strong><em>“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;   Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS, Ibrahim : 7)</em></strong></h3>
<h3>Terkadang banyak yang beranggapan bersyukur atas nikmat Allah itu adalah sebatas apa saja yang didapatkannya diluar dari dirinya. Padahal terlebih utama dan untuk pertama kalinya ia harus melihat kepada dirinya sendiri, bahwa apa–apa yang ada pada dirinya zahir dan batin adalah karunia dan nikmat Allah terbesar yang sudah sepantasnya tidak boleh dilupakannya begitu saja. Wajar saja jika Allah memberikan ujian dan cobaan kepadanya untuk mengingatkan hambanya bahwa Allah sangat dekat akan dirinya dengan sangat nyatanya dan sangat dekatnya nikmat Allah pada dirinya yang pada hakikatnya Allah meliputi dirinya zahir dan batin.<br />
<span id="more-289"></span></h3>
<h3>Sadarilah! Bahwa segala apa–apa yang ada pada diri kita adalah nikmat Allah. Nafas adalah nikmat Allah, penglihatan nikmat Allah, pendengaran nikmat Allah, penciuman nikmat Allah begitu pula darah yang selalu mengalir disekujur tubuh kita, jantung yang selalu memompanya juga nikmat Allah dan segala apa saja organ–organ tubuh yang bekerja semuanya adalah nikmat Allah, milik Allah, karena Allah dan dengan izin Allah semata.</h3>
<h3>Siapa saja yang mensyukurinya dengan keyakinan semua yang ada pada dirinya adalah karunia dan nikmat Allah terbesar sebagai landasan cinta kasih Allah kepadanya, maka sebagai penghargaan dari Allah  Ia akan menambahkan nikmat Nya yang lain (yaitu karunia Allah yang datang dari luar dirinya, seperti rezeki, jodoh, kedudukan dll). Akan tetapi barang siapa yang lupa akan nikmat karunia Allah yang ada pada dirinya berarti sama halnya ia lupa akan Allah yang memberikan nikmat itu sebagai I’tibar (cerminan) adanya Allah dekat dan meliputi akan dirinya. Lalu bagi siapa yang lupa akan Allah, maka Allah akan menurunkan berbagai macam ujian dan cobaan kepadanya agar mereka bisa sadar dan kembali kepada kebenaran (Allah SWT). Kalau sudah begitu berarti ujian dan cobaan itupun termasuk nikmat Allah, karena datangnya ujian tersebut untuk mengingatkan hambanya agar hambanya menyadari bahwa Allah sayang kepadanya.</h3>
<h3>Allah SWT mengingatkan kita sampai 31 kali di dalam Firman Nya yang disebutkan di dalam surah Ar–Rahman :</h3>
<h3><strong><em> “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.(QS,Arrahman:13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)</em></strong></h3>
<h3>Dan di dalam surah yang lain Allah berfirman :</h3>
<h3><strong><em>“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS, An – Nahl : 18)</em></strong></h3>
<h3>Sungguh sangat banyaknya nikmat karunia Allah yang sudah  diberikan Nya kepada kita, sampai–sampai kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk membaca surah Al–Fatihah berulang kali di setiap kita Shalat dan termasuk salah satu Rukun Shalat yang apabila tidak membaca surah Al – Fatihah maka batal lah Shalatnya. <strong><em>“Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin”. (Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam). </em></strong>Adalah suatu ungkapan yang menjelaskan  bahwa apa saja yang ada di seluruh Jagad Raya ini dan apa saja yang ada pada diri kita hendaklah kita sadari semuanya itu adalah nikmat Allah SWT.</h3>
<h3>Itulah salah satu Rahasia ke Agungan dan Kebesaran Allah tentang di balik ujian dan cobaan. Karena itu syukurilah dengan harapan agar dimantapkan Iman dan Keyakinan serta dibukakan ketentraman dan ketenangan Jiwa. Hidup ini akan nampak indah jika kita mau menerimanya dengan lapang dada apa saja yang datang pada diri kita adalah sebagai bukti Kasih Sayang Allah SWT.</h3>
<h3>Apabila Allah mendatangkan suatu ujian, tentu itu menurut kadar kemampuan hamba Nya. Tidak akan mungkin Allah menurunkan ujian yang hamba Nya sendiri tidak sanggup untuk memikulnya. Kalaupun kita merasa berat dengan suatu ujian yang didatangkan Allah seolah–olah kita tidak sanggup untuk memikulnya, itu dikarenakan bukan kita tidak mampu untuk memikulnya melainkan karena kurangnya pengetahuan untuk menghadapi ujian tersebut.</h3>
<h3>Oleh sebab itu menuntut ilmu hukumnya wajib, agar kita mengerti tentang hakikat  dari pada ujian–ujian Allah yang datang kepada kita.  Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : yang artinya <strong><em>“telah diwajibkan atas kalian menuntut ilmu baik muslim laki–laki maupun muslim perempuan”.</em></strong></h3>
 Tagged: Alhamdulillah, Ilmu, Ketenangan Jiwa, Syukur, Ujian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=289&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/10/11/bersyukur-awal-dari-ketenangan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 06:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kufur]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[“…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.
(QS : Thaahaa,14)
Sudah menjadi Tradisi bagi setiap Umat Muslim se Dunia bahwa setiap melaksanakan Sholat, maka yang terbenak dalam fikiran adalah Penyembahan/Menyembah. Entah darimana Bahasa itu berasal, tetapi yang jelas hampir semua dari seluruh Umat Muslim meyakini bahwa kita harus menyembah kepada Allah. Sadar atau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=280&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">“…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk </span></strong></em><em><strong><span style="font-size:20pt;line-height:150%;color:blue;">mengingat Aku”</span></strong></em><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">.</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">(QS : Thaahaa,14)</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sudah menjadi Tradisi bagi setiap Umat Muslim se Dunia bahwa setiap melaksanakan Sholat, maka yang terbenak dalam fikiran adalah Penyembahan/Menyembah. Entah darimana Bahasa itu berasal, tetapi yang jelas hampir semua dari seluruh Umat Muslim meyakini bahwa kita harus menyembah kepada Allah. Sadar atau tidak sadar, jika tertanam pada diri untuk Meyembah Allah dalam Amal Ibadah maka yang terjadi adalah pengkultusan suatu “sosok”/”personal”. Padahal telah diketahui dan diyakini oleh Umat Muslim bahwa Allah adalah “Laisa Kamitslihi Syai’un”/Tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu apapun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kata-kata “Menyembah/Penyembahan”, maka masih bisa dimitsalkan dengan seseorang yang menyembah kepada sesuatu misalnya Patung, Pohon, Matahari, Api dll…dll…dll, yang mana ada suatu “sosok” yang berada di luar atau di depan atau di atas atau dikanan atau dikiri dari diri Sang Penyembah. Lalu apa bedanya dengan mereka yang menyembah Patung, Pohon, Matahari, Api dll&#8230;dll&#8230;dll&#8230;????. Melihat ataupun tidak melihat akan yang di SEMBAH, tetap saja bertentangan dengan TAUHID yang sebenarnya. Karena TAUHID itu, bukan PENYEMBAHAN melainkan KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt. </span></p>
<p><span id="more-280"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt MUTLAK tidak bisa di ganggu gugat, karena Allah Muhitum Fil ‘Aaalamiin/Allah Meliputi sekalian Alam. Tetapi jika dimaknai dengan MENYEMBAH, maka menunjukkan bahwa Allah itu adalah suatu “sosok” yang berada di suatu Tempat yang berada Nun jauh disana….., ada yang meyakini bahwa Allah bersemayam di Atas Arsy yang berada di atas langit ke tujuh, Salahkah jika dikatakan demikian…??? Benar dan Tidak salah. Tetapi yang salah adalah Penafsiran dari pada Ayat tsb. Apalagi Ayat tsb terdapat dalam Al-Qur’an, berarti itu sudah benar adanya, tetapi…jika salah menafsirkan maka salah pula lah Keyakinan yang ada. Bahasa Qur’an adalah Perkataan Allah/Suara Allah, tentunya tidak bisa di cerna dengan Akal fakir Manusia, karena Akal Fikir Manusia itu terbatas dan juga Akal itu tercipta. Sesuatu yang tercipta itu adalah Baharu dan tidak Kekal, apakah bisa sesuatu yang baharu dan tidak kekal itu mengetahui Hakikat sebenarnya dari kata-kata/Firman/Suara Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an…???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika akal mencerna lalu menafsirkan hanya sebatas kata-kata yang menurut akal fikir semata, maka Nyata SALAH lah….penafsiran yang demikian. Sebab, Allah itu Laitsa Kamitslihi Syai’un, bagaimana mungkin bisa dikatakan berada di suatu tempat, sedangkan Allah tidak terikat oleh Ruang dan Waktu. Ruang dan Waktu menunjukkan Tempat, dan hanya Makhluk lah….yang berada dan terikat oleh Ruang dan Waktu. Sedangkan Allah….., Tidak bertempat tetapi yang memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Karenanya dalam pandangan TAUHID dan TASAWUF atau MA’RIFATULLAH, maka siapa yang menyembah Allah maka mereka berada dalam ke kufuran, Karena telah menyamakan Allah dengan “sosok” yang berada di suatu tempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Para Arifbillah(yang Mengenal akan Allah), menilik kata-kata “MENYEMBAH” itu bukanlah suatu “PENYEMBAHAN” melainkan “KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt yang tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat)”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Jadi……..mendirikan Sholat adalah untuk mengenal akan ALLAH MAHA BESAR (ALLAHU AKBAR) yang akan menumbuhkan kesadaran bahwa BENAR lah….ALLAH itu ESA tiada sekutu bagi-Nya, Tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan-Nya meliputi tiap-tiap sesuatu.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Karenanya renungkanlah…..kenapa pada saat Takbiratul Ihram mengangkat ke dua tangan dan mengatakan “ALLAAHU AKBAAR”. Ternyata Itu adalah Tanda dan Bukti bahwa dalam Penyerahan Diri akan Tumbuh Kesadaran bahwa “YA” BENAR!!!!…..Allah Maha Besar dan Meliputi”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em> </em><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-style:normal;">Wallahu A’lam bishowab….</span></em></p>
 Tagged: Hakikat, Kebenaran, Kufur, Ma'rifatullah, Sholat, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=280&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>321</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIASAN/PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT DI DALAMNYA</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang tua dulu di Daerah tempat saya tinggal, khususnya Mereka-mereka yang mendalami tentang Tasawuf dan Tauhid selalu menyampaikan kepada mereka yang berjalan di jalan Ma&#8217;rifat dengan menggunakan suatu Istilah/Simbol/Kiasan/Perumpamaan yang bertujuan untuk memudahkan Akal dalam memahami Hakikat dan Ma&#8217;raifat sebelum memasuki Alam Rasa.
Dan yang lebih sering kiasan yang di gunakan adalah : &#8220;Kiasan tentang Air&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=264&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><em>Orang-orang tua dulu di Daerah tempat saya tinggal, khususnya Mereka-mereka yang mendalami tentang Tasawuf dan Tauhid selalu menyampaikan kepada mereka yang berjalan di jalan Ma&#8217;rifat dengan menggunakan suatu Istilah/Simbol/Kiasan/Perumpamaan yang bertujuan untuk memudahkan Akal dalam memahami Hakikat dan Ma&#8217;raifat sebelum memasuki Alam Rasa.</em></h3>
<h3><em>Dan yang lebih sering kiasan yang di gunakan adalah : &#8220;Kiasan tentang Air&#8221;. Dikatakan bahwa Lautan yang luas sejauh mata memandang itu jika di tela&#8217;ah maka tiada lain adalah &#8220;Air&#8221;. Ombak yang bergulung-gulung di laut yang di sebut juga dengan Gelombang, maka itu pun tiada lain &#8220;Air&#8221;. Banyaknya buih yang berada di pesisir pantai, itupun tiada lain &#8220;Air.</em></h3>
<h3><em>Hancur Buih menjadi &#8220;Air&#8221;, Hilang Ombak kembali menjadi &#8220;Air&#8221; dan Lautan yang luas itupun pada Hakikatnya adalah &#8220;Air&#8221;. Asalnya &#8220;Air&#8221; maka kembali menjadi &#8220;Air.&#8221;</em></h3>
<h3><em>Begitupun jika &#8220;Air&#8221; dimasukkan dalam Fressher (Tempat Pembekuan Air), beberapa jam kemudian &#8220;Air&#8221; tsb akan berubah bentuk menjadi sebuah bongkahan &#8220;Air&#8221; yang Padat yang di sebut dengan &#8220;Es Batu&#8221;. Di katakana bahwa Es BAtu tetaplah Es Batu walaupun berasal dari pada &#8220;Air&#8221;, akan tetapi jika Es Batu itu mencair maka kembalilah ia pada ujud asalnya yaitu &#8220;Air&#8221;. Asalnya Air kembali menjadi &#8220;Air&#8221;.<br />
<span id="more-264"></span></em></h3>
<h3><em>&#8220;Air&#8221; itu ada dua jenis, yaitu &#8220;Air&#8221; yang kotor/keruh dan &#8220;Air&#8221; yang Jernih/Bening. Walaupun jenisnya berbeda tetap saja Hakikatnya adalah &#8220;Air&#8221;. Tetapi&#8230;.. agar &#8220;Air&#8221; itu bisa bermanfa&#8217;at yang baik, maka sudah seharusnya lah &#8220;Air&#8221; itu di olah dan di proses sehingga &#8220;Air&#8221; yang kotor/keruh bisa menjadi jernih/Bening.</em></h3>
<h3><em>&#8220;Air&#8221;&#8230;.. ya! &#8220;Air&#8221;, apapun jenisnya Air itu dan apapun perubahan bentuk yang terjadi dari &#8220;Air&#8221; itu, dia tetaplah &#8220;Air&#8221;. Asalnya dari pada &#8220;Air&#8221; maka kembalilah menjadi &#8220;Air&#8221;.</em></h3>
<h3><em>Satu tetes &#8220;Air&#8221; dalam Gelas&#8230;&#8230;. Itu pun adalah &#8220;Air&#8221;, Lautan yang luas&#8230;.. itupun adalah &#8220;Air&#8221;. Maka dari segi Hakikatnya tiada beda satu tetes &#8220;Air&#8221; yang berada dalam Gelas dengan &#8220;Air&#8221; yang luas pada Lautan. Lalu bagaimanakah agar di &#8220;Air&#8221; dalam Gelas itu bisa ada gelombangnya, ada buihnya, ada kapal diatasnya dan ada ikan didalamnya&#8230;???? Hmm&#8230;&#8230;. Jawabannya ada pada dirimu&#8230;..!!!!</em></h3>
<h3><em>&#8216;</em></h3>
<h3><em>Selain Kiasan tentang &#8220;Air&#8221;, ada juga kiasan tentang &#8220;Kapas&#8221;. Dimana pakaian yang kita pakai walau bermacam-macam bentuk dan rupa tetaplah sama asalnya yaitu &#8220;Kapas&#8221;. Kapas jadi benang jadi kain jadi pakaian. Setelah Jadi Pakaian maka tidak lagi di sebut &#8220;Kapas&#8221; melainkan di sebut dengan Pakaian. Akan tetapi Pakaian itu tiada lain berasal dari pada &#8220;Kapas&#8221;. Bukan &#8220;Kapas&#8221; tetapi tiada lain dari pada &#8220;Kapas&#8221;. Asalnya dari pada &#8220;Kapas&#8221; maka kembali kepada &#8220;Kapas&#8221;.</em></h3>
<h3><em>Benarkah Kiasan-Kiasan/Perumpamaan-perumpamaan demikian&#8230;..?????</em></h3>
<h3><em>Jawabannya ada pada dirimu&#8230;..!!!!</em></h3>
<h3><em>Mari kita sama-sama untuk mencari kebenarannya di balik Kiasan/perumpamaan tsb, bukan untuk mencari kesalahan dan perbedaan. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan semuanya mengandung Hikmah di dalamnya.</em></h3>
<h3><em>&#8216;</em></h3>
<h3><em>Semoga bermanfa&#8217;at&#8230;untuk kita semua.</em></h3>
<h3><em>Wassalam,</em></h3>
<h3><em>Pengembara Jiwa</em></h3>
 Tagged: Hakikat, Kebenaran Hakiki, Ma'rifatullah, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=264&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/20/kiasanperumpamaan-yang-mengandung-hakikat-di-dalamnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>120</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILAR-PILAR TAUHID MENUJU KEBENARAN SEJATI</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 11:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat Ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang, ada Laki-laki dan ada perempuan, ada benar dan ada salah, ada baik dan ada buruk, ada halal dan ada haram, ada untung dan ada rugi, ada langit dan ada bumi, ada surga dan ada neraka, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=254&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Di dalam Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang, ada Laki-laki dan ada perempuan, ada benar dan ada salah, ada baik dan ada buruk, ada halal dan ada haram, ada untung dan ada rugi, ada langit dan ada bumi, ada surga dan ada neraka, ada hidup dan ada mati, ada Nyata dan ada Ghoib, ada Zahir dan ada Bathin, ada yang “ADA” dan ada pula yang “TIADA”, dll……dll……….dl. Juga termasuk dalam sifat pun berpasang-pasangan seperti ada suka dan duka, ada tangis dan tawa, ada marah dan sabar, dll……..dll……..dll.<br />
Sempurnanya Hidup jika yang berpasang-pasangan itu ada pada diri manusia, dan kesempurnaan itu di dapatkan apabila sang diri bisa membawa diri pada jalur Tengah diantara keduanya…. Artinya tetap tegak pada yang mengadakan ke dua hal yang berpasang-pasangan itu yaitu Tuhan Seru Sekalian Alam (Allah Swt).<br />
Dan itulah pentingnya…… Ketauhidan, agar manusia berjalan di muka Bumi ini dalam mengarungi Hidup senantiasa terpelihara dari sifat berlebih-lebihan dalam mengagung-agungkan sesuatu tanpa sadar bahwa hanya Sang Hyang Kuasa lah (Allah Swt) sebenar2nya yang memiliki ke Agungan itu.<br />
Banyak yang terjebak dari segala sesuatu sifat yang berpasang-pasangan itu, dengan berambisi untuk mendapatkan tujuan itu hanya semata-mata untuk memuaskan Diri nya sendiri, begitu pula ada yang berusaha sekuat tenaga dengan mempertahankan dirinya agar terhindar dari segala sesuatu yang membuat dirinya merugi. Saya katakan….. bahwa itu semua tidak lah salah!!!!, dan baik sekali. Akan tetapi jika itu semua di sandarkan pada Daya Upaya nya sendiri dengan merasa bisa berbuat sesuatu maka itulah mereka-mereka yang terjebak oleh ke DIRI an/ke EGO an yang ada pada dirinya (Hawa Nafsu).<br />
Terus bagaimana dengan yang mengatakan bahwa : di Al-Qur’an…bukannya sudah di Firmankan bahwa : Apabila yang baik-baik dan benar itu datang dari pada Allah dan yang tidak baik atau yang buruk-buruk datang dari diri sendiri..????, bahkan yang menyampaikan itu buka hanya satu dua orang tetapi setiap Ustadz-ustadz, Kyai, Syech dan Majelis-majelis Ulama pun mengatakan demikian…. Lalu apakah masih bisa di bantah…???!!!!<br />
<span id="more-254"></span></h3>
<h3>Sungguh… Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya, akan tetapi yang perlu di renungkan adalah bahwa yang datang dari pada Allah itu sudah pasti Benar adanya dan tidak ada keragu-raguan di dalamnya dan hal itu berlaku bagi mereka-mereka yang telah tumbuh kesadaran di dirinya bahwa Allah senantiasa menyertainya di setiap langkahnya dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam. Jika Allah senantiasa menyertainya dimana pun ia berada tentunya Allah akan memelihara dirinya dari pada keburukan-keburukan dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dengan cinta kasih Allah atas dirinya. Dan kalau toh mereka itu lalai, bukan disebabkan ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu) melainkan karena Fitrah dirinya memang dalam keadaan lupa. Tentunya Allah akan mengingatkan dirinya bahwa ia telah salah dan seketika itu akan membuat ia sadar bahwa kesalahan itupun datang dari pada Allah untuk mendidik ia tentang kebenaran dibalik kesalahan itu yang membuat dirinya semakin mengetahui akan Cinta Kasih Allah Amat sungguh-sungguh tiada taranya. Tentunya mereka itu adalah orang-orang yang telah tertanam pada dirinya ke Tauhidan yang sebenar-benarnya. Sehingga kesalahan yang terjadi atas dirinya karena kelalaiannya tadi bukan lah suatu hal yang buruk baginya melainkan suatu hal yang baik bagi dirinya, karena di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran dari Allah untuk di renungkan olehnya.<br />
Adapun mereka yang tidak mengetahui akan ke Tauhidan itu, setiap waktunya dan setiap saatnya dalam ke adaan lalai karena ia merasa berbuat dengan daya upaya nya sendiri. Jangankan perbuatan-perbuatan atau kelakuan-kelakuan yang sudah nyata salah dan buruk, perbuatan baikpun, perbuatan yang benar pun seperti halnya menolong orang, baik dengan tamu, sopan santun, mencintai orang lain, bahkan termasuk amal ibadah sekalipun di dalam Sholatnya, Puasanya, Zakatnya, Hajinya, Wirid, Tasbih dll……..dll………dll……….., itu semua  adalah BATIL, karena ia berbuat kebaikan itu di dasari oleh ke DIRI an/ke EGO an nya (Hawa Nafsu) dan itu semua terjadi karena ia lalai dari pada Kebenaran di balik ke DIRI an/ke EGO annya (Hawa NAfsu).<br />
Jika demikian…… Sangat-sangat penting sekali Tahuid itu ya….????<br />
BENAR..!!!!, Bahkan sangat berarti dan bermakna sekali dalam penerapan Hidup baik di Dunia maupun di Akhirat, agar tidak tertipu daya oleh ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu) yang ada pada dirinya. Jadi intinya adalah…. Bahwa ke DIRIan/ ke EGO an (Hawa Nafsu) itu bukan hanya membawa dirinya kepada hal-hal yang tidak baik saja melainkan juga membawa dirinya kepada hal-hal yang baik dan benarpun dalam hidup baik dari segi sosial maupun dalam Amal Ibadah. Segala sesuatu pekerjaan atau perbuatan bila di dasari oleh ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu), itu semua adalah BATIL. Dan itulah makna dari pada : “Kebaikan itu datang dari sisi Allah, dan keburukan itu datang dari diri sendiri”. Yang di maksud dengan diri sendiri adalah perbuatan yang dilakukan karena ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu)nya. Dan itu di sebabkan karena ia senantiasa dalam ke adaan lalai dari pada Ketauhidannya kepada Allah. Sedangkan segala sesuatu selain Allah adalah BATIL dan tidak KEKAL.<br />
‘<br />
Allah Swt ber firman :<br />
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal”. (QS, An Nahl : 96)<br />
‘<br />
Katakanlah : &#8220;Siapakah Tuhan langit dan bumi?&#8221; Jawabnya: &#8220;Allah&#8221;. Katakanlah : &#8220;Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?&#8221;. Katakanlah : &#8220;Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?&#8221; Katakanlah : &#8220;Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa&#8221;. (QS, Ar Ra&#8217;d : 16)<br />
‘<br />
Wahai Insan…!!!!,<br />
Beratuhidlah engkau….. dalam Kehidupanmu, dalam Gerak dan Diammu, Dalam Tidur dan Jagamu, dalam Sehat dan Sakitmu dan di setiap hari dari buka mata sampai tutup matamu begitupun juga dalam Amal Ibadahmu agar engkau tiada tertipu oleh sesuatu apapun yang ada pada ke DIRI an/ke EGO an (Hawa Nafsu)mu. Cukuplah….. Allah sebagai penglihatanmu, pendengaranmu, penciumanmu, perkataanmu dan nyawamu, masuk didalam ketauhidan Allah yang meliputi tiap-tiap segala sesuatu.<br />
Dan untuk masuk dalam Ketauhidan yang demikian, maka bermula dengan mengenal terlebih dahulu kepada Allah Swt lalu kemudian dapatlah mentauhidkan-Nya. Mengenal dengan sebenar-benarnya pengenalan yaitu tidak hanya sebatas Teori belaka tetapi lebih pada merasakan kehadiran Allah Swt dekat sekali pada dirimu dan meliputi yang di luar dirimu. Yaitu dengan Rasa Pengrasa lah engkau benar-benar merasakan kehadiran-Nya bukan dengan merasa-rasakan, sebab merasa-rasakan itu adalah hanya bermain di logika Akal semata yang masih suka menimbang-nimbang iya atau tidak, benar atau salah…..<br />
Adapun Rasa Pengrasa itu terdapat pada KESADARAN DIRI, karena mengerti bahwa memang Allah senantiasa Hadir dari dulu sampai sekarang dan sampai akan datang di setiap waktu. Hadir bukan karena di Hadir-hadirkan tetapi memang sudah QIDAM/SEDIA dalam ke Hadirannya, itulah Ma’rifat yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya yaitu MA”RIFATULLAH namanya.<br />
Dan setelah masuk dalam MARIFATULLAH yang demikian lalu dalam Haqqul Yaqin (Kebenaran ke Yakinan) tertanam Ketauhidan yang Sejati di balik segala sesuatu yang berpasang-pasangan, seperti yang sudah di uraikan di atas mengenai Kehidupan ini segala sesuatunya serba berpasang-pasangan. Jika ada siang pasti ada malam, ada gelap dan ada terang dst….dst….dst…<br />
Di dalam Ketauhidan yang Sejati disitulah KEBENARAN SEJATI yang terlepas dari sifat yang berpasang-pasangan namun meliputi yang berpasang-pasangan. Bukan “A” dan Bukan “B”, tetapi meliputi “A” dan “B”. Bukan “INI” dan “ITU”, tetapi meliputi “INI” dan “ITU”. Itulah Al-Haq Bil-Haq dalam Maqom Laa Maqom (tempat yang tiada bertempat).<br />
Dan untuk berjumpa dengan KEBENARAN SEJATI itu maka haruslah dikenali dan dimengerti serta lebur dalam Rasa Pengrasa pada “PILAR-PILAR TAUHID”, yaitu :<br />
-	Tauhidul Af’al (Esa dalam Af’al/perbuatan Allah)<br />
-	Tauhidul Asma’ (Esa dalam Nama Allah)<br />
-	Tauhidus Shifat (Esa dalam Sifat Allah)<br />
-	Tauhiduz Zat (Esa dalam Zat Allah)<br />
Lalu…… bisakah semua Insan sampai pada Ketauhidan yang demikian…?????<br />
Bisakah dan mampukah diri yang penuh dengan dosa ini masuk dalam Tauhid yang demikian…?????<br />
Bisakah dan sanggupkah diri yang bodoh ini memahami Tauhid yang demikian…?????<br />
Jawabnya….. Allah tidak pernah menutup diri-Nya kepada siapapun juga, dan tidak pernah merahasiakan diri-Nya kepada siapapun juga. Karena Allah itu Amat Maha Nyata senyata-nyatanya dan Maha menyatakan tiap-tiap segala sesuatu. Jadi tidak ada yang mustahil bagi siapapun untuk sampai kepada-Nya, tinggal manusia nya saja untuk pertama kalinya dan awal-awal sekali sebelum menuju kepada-Nya dalam MA”RIFATULLAH dan TAUHIDULLAH agar berserah diri dengan sebenar-benarnya penyerahan dan menenggelamkan dirinya dalam penyerahan diri itu yaitu menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa dirinya “Laa… Hawla Wa Laa….Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim”. Dan untuk masuk dalam kesadaran yang demikian maka jalannya dengan mengenal akan Hakikat Ruh. bisa di baca di : <a href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/">KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH</a><br />
Semoga Allah senantiasa membimbing Nur-Nya kedalam Hati kita semuanya dan menuntun kita untuk dapat berserah diri sepenuhnya dalam Penyerahan Diri “Laa… Hawla Wa Laa….Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziiim”, yang pada akhirnya akan sampai kepada perjumpa’an dengan Allah Swt.<br />
‘<br />
Allah memberkati kita semuanya dan senantiasa beserta kita di mana pun kita berada.<br />
Salam Taklim,<br />
Pengembara Jiwa.</h3>
 Tagged: Hakikat Ruh, Kebenaran Sejati, Ma'rifatullah, Tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=254&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/04/19/pilar-pilar-tauhid-menuju-kebenaran-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN CINTA  SEJATI MENYATUKAN UMAT (Bag-2)</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/03/17/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-2/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/03/17/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 15:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Perpecahan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun…… seiring dengan berjalannya sang waktu, berputar dari masa ke masa semakin membuat manusia disibukkan oleh berbagai macam kesibukkan dunia, dan tanpa terasa 24 jam sehari semalam terasa sangat singkat sekali. 
Siapa sangka dari masa ke masa itu manusia ternyata banyak yang lalai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=248&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun…… seiring dengan berjalannya sang waktu, berputar dari masa ke masa semakin membuat manusia disibukkan oleh berbagai macam kesibukkan dunia, dan tanpa terasa 24 jam sehari semalam terasa sangat singkat sekali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Siapa sangka dari masa ke masa itu manusia ternyata banyak yang lalai dari tujuan yang sebenarnya. Terombang ambing oleh gelombang gemerlapnya dunia, persaingan menjadi kebutuhan di sana sini, dan tidak kalah menariknya lagi banyak yang saling jegal menjegal tak perduli teman ataupun lawan yang penting keinginannya bisa terwujud. Apalagi dalam era memasuki pintu gerbang Pasar Global yang tidak lama lagi akan menyelimuti seluruh Dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hmmm………… sungguh sangat misteri sekali…… kehidupan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika diri berjalan dalam kehidupan ini, tanpa adanya suatu “Pegangan” yang kokoh, maka tunggulah saatnya kehancuran akan tiba. Dan tidak mustahil kerusuhan, pertikaian, perkelahian, pertentangan yang berujung kepada peperangan akan terjadi di dalamnya apabila sang diri tidak mengetahui dan tidak berpegang pada “Pegangan” yang kokoh itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Apakah “Pegangan” yang kokoh itu….???? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Tidak lain adalah kekuatan CINTA dalam setiap hubungan. Menariknya lagi CINTA itu, sepintas jika hanya dilihat dari sisi luarnya saja maka CINTA itu adalah suatu kelemahan. Tetapi siapa sangka bahwa di balik kelemahan itu menyimpan suatu kekuatan yang amat dahsyat sekali.</span></p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Ya……. CINTA yang sebenar-benarnya CINTA, CINTA yang terbit dari KESEJATIAN yang cahayanya akan membuat diri semakin mabuk dan tenggelam dalam perjalanan untuk menggapai tujuan. CINTA yang demikian itulah yang dikatakan CINTA SEJATI karena terbit dari pada KESEJATIAN dan mereka-mereka yang telah tertanam oleh<span> </span>rasa CINTA SEJATI itu akan memancarkan cahaya CINTA itu kepada siapa saja dengan meniti jalan yang sebenarnya, itulah HAKIKAT CINTA <span> </span>yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI yang di sebut juga dengan AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA dan rasa manis dari AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA itu akan menjadi Rahmat bagi sekalian Alam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dengan HAKIKAT CINTA itu yaitu PENGABDIAN TERTINGGI dalam CINTA SEJATI akan membawa dirinya kepada Ketenangan Hidup, Kedamaian Hidup, Ketentraman Hidup dan Kebahagiaan Hidup Dunia Akhirat, Zahir Batin, Ruh dan Jasad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Jika seluruh Manusia yang ada di muka Bumi ini masing-masing diri mengerti akan HAKIKAT CINTA/PENGABDIAN TERTINGGI<span> </span>di dalam CINTA SEJATI itu, tentu akan tercipta nuansa kedamaian dan ketentraman hidup. Tak akan ada permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat dan tentu tidak akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hmmm……. Apalah daya, manusia itu benar-benar dalam kefitrahan dan sudah tentu selalu menemui pertentangan-pertentangan yang bermuara pada kediriannya dan Hawa Nafsunya yang mengakibatkan diri terjebak dalam lembah jurang ke EGO an, dan hal ini tidak dapat dipungkiri. Tetapi setidaknya dengan menyadari bahwa kedirian itu, hawa nafsu itu yang akan membawa diri ke lembah jurang ke EGO an itu adalah musuh terbesar pada diri sendiri, setidaknya menjadi pelajaran bagi mereka-mereka yang mau memikirkannya. Bahwa untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian itu maka terlebih dulu ia harus menyelam ke dalam dirinya sendiri untuk menundukkan dan mengalahkan kedirian, hawa nafsu dalam ke EGO an itu. Jika tidak!, maka tak akan di temui HAKIKAT CINTA dalam CINTA SEJATI itu. Yang ada malah sebaliknya, mereka akan menemukan CINTA yang HAMPA/CINTA yang BUTA/CINTA yang di dalamnya penuh dengan KEDUSTAAN.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Itulah Manusia yang penuh dengan teka teki, penuh dengan misteri sehingga apa yang telah di kemukakan pada bagian ke-1 bahwa Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang mengetahuinya. Bahkan Malaikat yang di cipta Allah dari pada Nur pun tidak mengetahui akan Misteri tsb, apalagi Iblis, Syaithon, Jin dll. Walaupun diantara Malaikat dan Jin ada yang mengetahui tentang Manusia, tetapi tidaklah yang diketahuinya itu melainkan hanya lah zahir Manusianya saja. Sedangkan Hakikat dari diri Manusia itu hanyalah Allah Swt yang mengetahuinya dan orang-orang yang telah di Anugrahkan Berkah, Rahmat dan Nikmat untuk mengetahuinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dan untuk sebagai pelajaran bagi kita semuanya dan juga termasuk diri saya sendiri, agar dapat menuju kesempurnaan Hidup itu dan terbuka segala Misteri akan Manusia itu maka ketahuilah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dari manakah datangnya Cinta itu……???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dan apakah Hakikat Cinta itu………???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Mengapa harus ada Cinta………???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dan siapakah yang berhak di Cintai………???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:black;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">Cinta itu datang dari Diri </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">ZAT MAHA MUTLAK</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">, yang kemudian terbitlah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati)</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> dan menjadi Sirr/Rahasia pada Insan. Itulah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Hakikat Muhammadiyyah (Nuurun Ala Nuurin).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">Hakikat Cinta itu adalah </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PENGABDIAN TERTINGGI <span style="color:blue;">di dalam </span><span style="color:black;">CINTA SEJATI </span><span style="color:blue;">yang di sebut juga dengan </span>AKHLAKUL KARIMAH/DHARMA. <span style="color:blue;">Itulah puncak dari Rasa Syukur kepada Sang Maha Pencipta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">Mengapa harus ada Cinta karena sebagai Kholifatullah di muka Bumi ini dengan terisi </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Hakikat Cinta</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> pada dirinya akan mendatangkan </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Rahmat kepada sekalian Alam</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> sebagai cerminan dari pada Sifat </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Arrohmaan dan Arrohiim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:black;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">Dan siapakah yang berhak di Cintai adalah yang menanamkan benih Cinta itu pada dirinya yaitu </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">ZAT MAHA MUTLAK yang dari pada-Nya terbitlah Annuur (Rahsa Kesadaran Sejati).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Symbol;color:black;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">Kemanakah kembalinya Cinta itu, tentu dari mana datangnya maka kesitulah Cinta itu akan kembali…. Datang dari Diri </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">ZAT MAHA MUTLAK</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> maka akan kembali pulalah kepada Diri </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">ZAT MAHA MUTLAK.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Jika ke Lima Point di atas sudah di pahami dan dimengerti tentu seiring waktu yang berputar dari masa ke masa akan tersingkaplah Misteri Kehidupan yang ada pada Diri Insan itu. Dan tentunya….untuk bisa benar-benar memahami dan mengerti akan Lima Point itu terlebih dahulu haruslah mengenal akan Diri yang sebenar-benarnya Diri sebagai langkah dalam mengenal akan Hakikat Diri Sejati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;">Wallahu A’lam Bishowab…….</span></p>
 Tagged: Cinta, Kasih, Kesatuan Umat, Manusia, Perpecahan Umat, Sayang, Tuhan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=248&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/03/17/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN CINTA  SEJATI MENYATUKAN UMAT (Bag-1)</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/02/04/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-1/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/02/04/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 01:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Perpecahan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim…………
Subhanallah…… Wal Hamdulillah…… Wa Laa Ilaaha Illallah…… Wallahu Akbar. 
Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.



 
Hmmm………… 
Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=229&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bismillahirrohmaanirrohiim…………</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Subhanallah…… Wal Hamdulillah…… Wa Laa Ilaaha Illallah…… Wallahu Akbar. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br />
</span></strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hmmm………… </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sungguh Sangat Maha Luar Biasa, Allah Swt mencipta Manusia dengan segala bentuk yang sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya. Bahkan……… Misteri yang ada pada diri Manusia pun sampai saat ini tidak ada Makhluk Allah Ta’ala yang lain yang mengetahuinya. Bahkan Malaikat yang di cipta Allah dari pada Nur pun tidak mengetahui akan Misteri tsb, apalagi Iblis, Syaithon, Jin dll. Walaupun diantara Malaikat dan Jin ada yang mengetahui tentang Manusia, tetapi tidaklah yang diketahuinya itu melainkan hanya lah zahir Manusianya saja. Sedangkan Hakikat dari diri Manusia itu hanyalah Allah Swt yang mengetahuinya dan orang-orang yang telah di Anugrahkan Berkah, Rahmat dan Nikmat untuk mengetahuinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Salah satu Misteri yang ada pada Manusia itu adalah “Kefitrahan Dirinya”. Dan itupun telah dinyatakan Tuhan bahwa Manusia itu terlahir ke Dunia ini dalam keada’an Fitrah. Dan di dalam kefitrahan itu ditanamkan Tuhan atas diri Manusia itu Cinta Kasih Sayang Tuhan.</span></p>
<p><span id="more-229"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dan Cinta Kasih Sayang Tuhan itu di Amanahkan kepada Seluruh Manusia. Dan tidak lah Manusia itu dicipta melainkan sebagai Kholifah di Muka Bumi. Untuk menjadi Kholifah yang dapat memelihara Ketentraman, ketenangan dan kedamaian di muka bumi ini dan agar dapat mengayomi seluruh Makhluk yang ada di Muka Bumi ini serta menjadi Rahmat bagi seluruh sekalian Alam. Karena itulah maka Tuhan menurunkan Amanat “CINTA” itu kepada Manusia sebagai “KEKUATAN” yang sangat Luar Biasa dan sangat Ajaib sekali. Anehnya…… Cinta itu tidak melukai fisik atau jasad Manusia, melainkan melukai Hati yang berada di dalam diri Manusia. Dan Hati yang terluka oleh Cinta itu akan membuat dirinya Rindu dan Dendam, Sedih dan Bahagia, Murung dan Ceria. Dan Lebih Aneh lagi…… Cinta itu adalah Racun sekaligus Penawar/Obatnya, Menyakitkan sekaligus menyehatkannya dan Mematikan sekaligus menghidupkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Karenaya tidak sedikit Manusia itu yang terluka karena cinta lalu kemudian menjadi Gila dan Stress bahkan ada yang Mati Bunuh diri karena tidak sanggup untuk memendam perasaan yang di sebabkan oleh Rasa Cinta itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Wah…!!!!! LUAR BIASA……!!!!! CInta itu Menghidupkan dan Mematikan. Bahkan tidak memandang siapa orangnya, Apa Agamanya, Apa Bangsanya, Suku dan Rasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ketahuilah……………… Wahai Manusia…!!!!!</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dari manakah datangnya Cinta itu……???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dan apakah Hakikat Cinta itu………???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengapa harus ada Cinta………???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dan siapakah yang berhak di Cintai………???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Serta Kemanakah kembalinya Cinta itu………???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Siapa-siapa yang tidak mengetahuinya, maka akan sia-sialah hidupnya. Dan akan terjadilah perpecahan yang berkepanjangan, permusuhan, pertikaian, Hujat menghujat, caci mencaci, dendam kesumat dan akhirnya akan terjadi peperangan dan pertumpahan darah di sana sini</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika kita termasuk didalamnya……</span></strong></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> Yaitu tidak mengetahui akan 5 hal tsb, maka akan sia-sialah hidupnya dan mereka yang mensia-siakan hidupnya dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap harinya, maka masuk lah ia kepada kerugian yang Nyata. Dan mereka yang tidak mengetahui akan 5 Hal tsb adalah Manusia yang terdinding oleh Kedirian/ke EGO an/Hawa Nafsu di dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:12.5pt;font-family:&quot;">Bersambung …………………………………………… </span></p>
 Tagged: Cinta, Kasih, Kesatuan Umat, Manusia, Perpecahan Umat, Sayang, Tuhan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=229&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/02/04/kekuatan-cinta-sejati-menyatukan-umat-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 03:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[Ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.
Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan ia semakin jauh dari kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi dan melihat kepadanya. Tidak jarang bagi mereka yang terlena oleh keinginan-keinginan itu telah jatuh kepada perangkap <strong>“Hawa Nafsu”</strong>, dimana hal itu pada Hakikatnya menjadikan ia orang-orang yang merugi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka-mereka yang terjebak oleh Hawa Nafsu tidak menyadari bahwa perbuatan-perbuatannya di Dunia ini apapun yang di lakukan apakah itu menyangkut urusan Dunia maupun urusan amal ibadah yang katanya itu adalah urusan Akhirat, maka itu semua bukan mengantarkan ia semakin dekat dengan Allah, malah menyebabkan ia semakin jauh dengan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semua itu terjadi karena tidak adanya kesadaran pada dirinya tentang Pencipta Seru Sekalian Alam yaitu Allah Swt.</span></p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Begitu ditanyakan kepada mereka tentang Allah, spontan mereka mengatakan bahwa “Aku berbuat ini….. dan itu…. Semua karena Allah &#8230;&#8230;, Ibadah yang kulakuan ini pun semuanya karena Allah &#8230;&#8230; Sholat ku….., Puasaku….., Zakat dan Haji….. itu semua kulakukan karena Allah semata. Dan tidak jarang di antara mereka dengan bangga dirinya mengatakan bahwa Aku adalah salah seorang diantara orang-orang yang dekat dengan Allah, karena aku ini sudah banyak sekali dalam hal ketaatanku beramal Ibadah baik yang Wajib-wajib maupun yang Sunah-sunah…., bukankah itu adalah suatu bukti bahwa aku termasuk orang yang dekat dengan Allah…?”kata mereka”. Dan ada lagi diantara mereka-mereka itu yang menjadikan Kitab Allah Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi sebagai bahan untuk tameng sebagai kebenaran umtuk membenarkan apa-apa yang ia dapatkan dalam perjalanan ilmu yang telah ia kuasai dan ia pahami baik sewaktu di sekolah-sekolah umum, pesantren maupun padepokan-padepokan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketahuilah……bahwa apa-apa yang dilakukan dari segi amal ibadah maupun penuntutan ilmu di sekolah-sekolah sampai kepada Pesantren dan padepokan-padepokan dan juga Hafalnya Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits-hadits itu semua sangat…..sangat……sangat….. baik sekali. Akan tetapi yang perlu diketahui dan dimengerti adalah jangan sampai itu semua di dasari oleh Hawa Nafsu. Jika perbuatan baik itu di dasari oleh Hawa Nafsu maka tunggulah….! Maka perselisihan dan pertengkaran akan semakin meluas serta tidak jarang perdebatan akan berujung pada hujat menghujat, cela mencela, caci mencaci, fitnah memfitnah. Apakah itu bukan sesuatu yang membawa Mudhorat? Dan sesuatu yang membawa Mudhorat apakah si pelaku itu apa tidak berdosa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sungguh…., Hawa Nafsu itu bukan hanya menipu seseorang kepada hal-hal yang bersifat Duniawi saja melainkan juga dari segi amal ibadah pun Hawa nafsu bisa menjerat mereka-mereka yang taat dalam amal ibadah. Sehingga yang tadinya kita fikir kita sudah melakukan sebaik-baiknya dalam ketaatan amal ibadah ternyata di balik itu ketaatan itu amal ibadah<span> </span>yang dilakukan itu semuanya tidak ada nilai positifnya di pandangan Allah. Karena mereka walau pada lisannya mengatakan <strong>“Lillahi Ta’ala (Karena Allah Ta’ala)”</strong> tetapi pada kenyataannya apa-apa yang dilakukannya tadi dalam ketaatan amal ibadah bukan <strong>“Lillahi Ta’ala (karena Allah Ta’ala)”</strong> melainkan <strong>“Linnafsii (karena diriku)”</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Untuk itu….., agar tidak terjebak oleh Hawa Nafsu (keinginan diri), maka sudah seharusnya mereka mengenal akan Allah dan menyadari bahwa tidak ada yang berlaku dalam urusan apapun melainkan itu semua karena Allah Swt semata-mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sadarilah bahwa kehidupan yang ada pada diri yang disebut dengan Ruh itu adalah saksi Hidupnya Allah swt, dengan menyadari kehidupan (Ruh) itu maka sama halnya kita menyadari bahwa Allah itu dekat dengan diri kita. Apakah Ruh<span> </span>yang ada pada diri itu jauh? Apakah Ruh yang ada pada diri itu dari buka mata sampai tutup mata kembali ia meninggalkan diri kita? Ya….ya…. sadarilah, bahwa Ruh itu selalu menyertai dimana kita berada kemanapun kita pergi dimanapun kita bertempat. Karena Ruh itu lah sebenar2nya diri kita yang bernama “Fulan”. Jika kita sudah menyadari bahwa diri kita adalah Kehidupan itu sendiri yaitu Ruh dan Ruh itu sebagai saksi hidup adanya Allah swt, maka sadarilah……. Jika Ruh itu tidak jauh melainkan dekat, maka itulah sebagai saksinya bahwa Allah itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasakanlah…. Diri kita dan kenalilah bahwa diri kita itu adalah Ruh dan Ruh itu adalah saksi hidup Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kesimpulannya…. Adalah : dengan merasakan bahwa Ruh itu sangat dekat maka sama halnya kita merasakan Allah itu sangat dekat. Dengan kita merasakan bahwa Ruh itu selalu menyertai diri kemana saja pergi maka sama halnya kita merasakan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dimana kita berada. Sadarilah…… dan Renungkanlah………</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Di dalam perjalanan Hakikat <strong><em>“merasakan itu sama halnya dengan melihat, bukan dengan mata melainkan dengan Hati melalui rasa”</em></strong>. Jadi….. dengan kita merasakan Ruh tadi maka sama halnya kita melihat Allah bukan dengan mata melainkan dengan hati melalui rasa. Sadarilah……….. dan Renungkanlah……….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karenanya itu semua menunjukkan bahwa Allah itu sangat lah dekat sekali…… dengan diri kita. Tidak jauh dan tidak berjarak. Dan selalu serta kemana saja kita berada<strong><em>……”Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum” (Aku (Allah)serta kamu di manapun engkau berada)</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Inilah dasar dari pada Ma’rifatullah….. menyadari dan mengerti akan saksi Hidup nya Allah Swt yang meliputi atas tiap-tiap sesuatu juga pada diri sendiri. <strong><em>“Wa Fii Anfusikum Afa laa Tub’siruun….” (dan juga pada Dirimu sendiri….. kenapa engkau tidak memperhatikannya?)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semoga dengan postingan yang sangat singkat ini bisa menjadi dasar bagi kita untuk merasakan kehadiran Allah pada diri kita…… yang menunjukkan bahwa Allah itu sekali-kali tidak lah jauh pada diri kita…. Kemanapun kita berada. Dan tanpa Allah maka diri kita tidak dapat berbuat apa-apa<strong><em>…..”Laa Tatakharroka illa bi’iznillah……….” (Tidak bergerak sekecil zarrah pun melainkan itu semua dengan Izin Allah)</em></strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Lalu …… dimanakah amal yang kita bangga-banggakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah Ilmu yang kita agung-agungkan itu…..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dimanakah pangkat kedudukan yang kita dewa-dewakan itu….?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Maka semuanya kembali ….. hanya Kepada Allah lah segala puji itu Tuhan seru sekalian Alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Adapun kita ini hanyalah …. Insan yang tiada daya tiada upaya lagi bodoh…….</span></p>
 Tagged: Hawa Nafsu, Kesadaran, Ma'rifat, Ruh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=222&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>119</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PASAL AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 00:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'rifatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan, 
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
6. Ketahuilah! Sesungguhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=218&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karena dia melihat dirinya serba cukup.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah  ( kamu )kembali.</span></em></strong></p>
<p><span id="more-218"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> ‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al-Qur&#8217;an dturunkan oleh Allah Swt secara berangsur-angsur kepada Rosulullah Saw dan ayat pertama yang  Allah turunkan adalah Iqra ( bacalah dengan menyebut nama Allah ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk belajar membaca  pada awalnya dan selanjutnya memahami akan apa yang dibacanya .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Banyak sekali  ayat-ayat dimana Allah mengatakan &#8221; Bagi oang-orang yang berpikir &#8221; inipun menunjukan bahwa  Al-Qur&#8217;an hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berpikir, yaitu orang-orang yang berpikir tentang keagunganNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Allah Swt Berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Alif laam miim.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kitab (Al-Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semua umat islam pastilah tahu atau memiliki Al-Qur&#8217;an, ini artinya bahwa Al-Qur&#8217;an itu merupakan petunjuk bagi diri-diri pribadi umat islam itu sendiri hanya saja sayangnya masih banyak umat islam yang hanya membacanya saja dan tidak dilanjutkan kepada tahap pemahaman akan isi dari kandungan Al-Qur&#8217;an itu sendiri, ada juga yang hanya menghapal untuk dijadikan senjata untuk menyerang atau memvonis seseorang itu sesat atau tidak sesat dan yang terparah adalah menjadikannya (Al-Qur&#8217;an) sebagai alat untuk membenarkan tindakannya walaupun terkadang tindakannya salah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Disini saya hanya akan membahas mengenai Al-Qur&#8217;an agar sesuai dengan Firman Allah yang  mengatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur&#8217;an itu terpelihara sampai hari kiamat dan Allahlah penjaganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al-Qur&#8217;an itu Mulia dan tidak terkena rusak ?  lalu Al-Qur&#8217;an yang manakah  yang disebut Mulia dan tidak terkena rusak ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya  Al-Qur&#8217;an itu ada 4 Perkara :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul majid</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">. <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya ada sampulnya dan ada tulisan/hurufnya</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Karim (  Qur&#8217;an Yang Mulia ). </span></strong><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah tangan dan jari kita karena sudah  jelas sekali dengan perantara tangan dan jari kitalah terciptanya huruf Al-Qur&#8217;an.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Hakim (  Qur&#8217;an Yang Agung ).</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah penglihatan kita karena tangan dan jari kita tidak mungkin bisa menulis huruf  Qur&#8217;an dengan benar jika tidak disertai dengan penglihatan</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;margin:6pt 0 .0001pt .5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:blue;">Qur&#8217;anul Adzim ( Qur&#8217;an Yang Suci dan Langgeng ).</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <strong><em>Yaitu Al-Qur&#8217;an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah Hidup  karena tangan , jari dan penglihatan tidaklah akan bisa menulis huruf Qur&#8217;an jikalau tidak hidup</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Setelah kita mengetahui ke empat perkara diatas jadi jelaslah sudah bahwa yang disebut Qur&#8217;an yang  suci dan Langgeng adalah yang memulai adanya Qur&#8217;an tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Islam itu suci bersih jadi kalau kita ingin sampai pada kesucian/kesempurnaan maka  ke 4 pasal Al-Qur&#8217;an tersebut harus dipelajari seluruhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pertama-tama kita harus mau membaca Qur&#8217;anul Majid  yaitu Al-Qur&#8217;an yang ada hurufnya  karena ini ada hubungannya dengan perintah iqra.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Selanjutnya adalah memahami/belajar Qur&#8217;anul Karim yaitu bagaimana menggunakan tangan dan jari kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur&#8217;an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan tangan dan jari untuk perbuatan-perbuatan yang  tidak baik melainkan kita harus menggunakan tangan dan jari kita agar bisa dijadikan jalan untuk mengenal Allah dan Rosulullah. Kemudian naik lagi mempelajari/memahami Qur&#8217;anul Hakim yaitu bagaimana menggunakan penglihatan kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur&#8217;an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang tidak baik melainkan kita harus bisa menggunakan penglihatan tersebut untuk mengenal dengan jelas hakekatnya Allah Taala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dan terakhir adalah memahami/mengenal Qur&#8217;anul Adzim yaitu yang hidup yang mengadakan Qur&#8217;an pertama kalinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Jadi kalau sudah memahami hakekat Qur&#8217;an apakah kita masih berani menggunakan alat dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk perbuatan-perbuatan yang tidak baik ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya jika kita mengaku Islam maka dari ujung rambut sampai ujung kaki haruslah islam juga yaitu tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt  dan Rosulullah Saw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sesungguhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki akan menjadi saksi kita di Yaumil Akhir nanti atas apa yang pernah kita lakukan selama hidup dialam dunia ini. Berhati-hatilah……….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya&#8230;&#8230;&#8230;.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Silih Asah , Silih Asih , Silih Asuh , Silih Wangi</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;">
 Tagged: Al-Qur'an, Hakikat Al-Qur'an, Ma'rifatullah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=218&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISI BATIN AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/03/sisi-batin-al-quran-bag-1/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/03/sisi-batin-al-quran-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 08:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Mutasyabihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmaanirrohiim…..
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Washolatuwassalamu ala sayyidina wa mawlana Muhammadin Wa Ala Aalihi Washohbihi ajma’in. Amma ba’du.
‘
Tulisan ini adalah Hasil dari pada Pengetahuan Saudara kita yang tidak mau disebutkan Namanya. Cukup saya sebutkan dengan “Hamba Allah yang Fakir”. Dimana Beliau mendapatkan Pengetahuan ini dari pada Karunia dan Anugrah Allah yang datang kepadanya setelah melewati tahapan Ladunni.
‘
Dan tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=208&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bismillahirrohmaanirrohiim…..</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Washolatuwassalamu ala sayyidina wa mawlana Muhammadin Wa Ala Aalihi Washohbihi ajma’in. Amma ba’du.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tulisan ini adalah Hasil dari pada Pengetahuan Saudara kita yang tidak mau disebutkan Namanya. Cukup saya sebutkan dengan “Hamba Allah yang Fakir”. Dimana Beliau mendapatkan Pengetahuan ini dari pada Karunia dan Anugrah Allah yang datang kepadanya setelah melewati tahapan Ladunni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dan tulisan ini diberi judul oleh Beliau dengan Judul <strong>“SISI BATIN AL-QUR’AN”</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Semoga tulisan ini berman’faat untuk kita semuanya yang berada di Pondok Pengembara Jiwa, dan Rahmat Allah beserta saudara kita “Hamba Allah yang Fakir” dan juga beserta kita semuanya. Aamiin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kata Pengantar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bismillah irohmanirahim,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Al Quran dibawa oleh malaikat Jibril dan ditanamkan ke- kalbu Muhammad saw dalam bentuk batin yang hakiki dan di-sampaikan kepada umatnya dalam bahasa Arab sampai menjadi bentuk tekstual berupa Kitab Al Quran yang dapat dibaca dengan mata Zohir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Tetapi huruf,kata dan kalimat dalam bahasa manusia tidak mampu mengungkapkan seluruh makna Al Quran . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Melalui firman-firman-Nya Allah menunjuk hati yang di dalam dada sebagai alat untuk memahami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Ilmu hati (batin) yang saya maksud ini pada kenyataannya saat ini sudah langka, yang banyak adalah bahasan-bahasan yang diberi judul tasawuf sehingga terkesan ilmu yang begitu sulit dan eksklusif untuk kalangan tertentu saja. Padahal ilmu<span> </span>hati ini me-rupakan komponen paling penting yang sebenarnya berada dalam satu kesatuan dalam agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah saw dilanjutkan oleh Ali bin Abi Thalib ra kemudian sampai ke Zainal Abidin dan seterusnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Rasulullah saw pernah bersabda: “kelak Islam hanya tinggal nama dan ucapan dibibir saja” Gejalanya sudah muncul, contoh-nya, saat ini berapa banyak umat Islam yang mengucapkan “bismillah” dan “la ilahaillah” hanya sekedar dibibir saja tanpa memahami makna hakikinya apalagi mengamalkannya. Kalimat yang begitu sakral<span> </span>telah diperlakukan sebagaimana halnya mantera. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Dengan izin Allah, saya memberanikan diri menulis makalah ini<span> </span>untuk<span> </span>keluargaku dan<span> </span>teman-teman<span> </span>dekat. Semoga Allah melimpahkan<span> </span>rahmat-Nya<span> </span>atas<span> </span>mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Dengan dilandasi semangat mencari kebenaran bukan mencari -cari <em>pembenaran</em>, semoga Allah meridhoi dan memilih kita<span> </span>ke dalam golongan yang diberi<span> </span>petunjuk-Nya. Amiin ya Allah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;text-align:right;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Medan, 16 Januari 2005</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;text-align:right;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Hamba Allah yang Fakir</span></p>
<p><span id="more-208"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bismillahirrohmaanirrohiim</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dalam pandangan orang-orang yang dikaruniai ilmu (Ulama) oleh Allah SWT, Al Quran adalah Firman Ilahi yang terbuka dan tak terbatas. Tiap huruf, kata dan kalimat yang terkandung di dalamnya memiliki makna yang bertingkat-tingkat lapis demi lapis. Kitab Al Quran adalah kumpulan ayat, yakni tanda-tanda yang menggambarkan hakikat yang sesungguhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Kata ayat di dalam Kitab Al Quran bisa pula bermakna <em>tanda-tanda</em><span> </span>yang terdapat di alam. Bila di dalam Kitab Al Quran ayat berarti beberapa kalimat yang mempunyai maksud sebagai bagian dari surat, maka di alam raya, <em>ayat</em> berarti fenomena yang menjadi tanda tentang Sang Pencipta. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Allah SWT berfirman: <span style="text-decoration:underline;">“<strong><em>Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri</em></strong><em>, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (<strong>Lauh Mahfuzh</strong>).”</em></span> (Al An’am:59)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Sebagaimana tiap ciptaan memiliki sisi tampak dan sisi tak tampak, ayat-ayat dalam Kitab Al Quran juga memiliki sisi yang tampak dan tak tampak (sisi batin). Bahkan lebih dari itu, sebuah hadis mengatakan bagwa Al Quran memiliki beberapa lapisan, setiap lapis memiliki pintu menuju cakrawala yang tak terbatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Dalam sebuah hadis dari Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">”sesungguhnya Al Quran turun dalam empat bentuk y.i: <strong>Ibarat</strong> (ungkapan tekstual) untuk orang awam,<strong>Isyarat</strong>(permisalan) untuk orang khusus (khawas), <strong>Latha’if</strong> (makna-makna yang lembut) untuk para wali dan <strong>H<span>akikat</span></strong> untuk para Nabi.”</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Hal demikian ini karena Al Quran merupakan representasi tekstual dari <em>lauh mahfuzd</em> yang melambari seluruh penciptaan. Oleh karena itu Ulama (orang-orang yang berilmu) memandang Al Quran sebagai cakrawala yang luas, sebagaimana ilmuwan memandang alam ini. Contohnya, para ilmuwan dapat mengetahui adanya medan magnet sebagai alam yang tak tampak, bahkan mereka dapat memperkirakannya sebagai struktur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Merujuk kepada ayat-ayat Al Quran, para Ulama dengan ilmunya yang mendalam, melihat Al Quran sebagai sebuah semesta makna yang tidak terbatas tetapi saling berhubungan. Medan makna yang terkandung dalam Al Quran lebih luas daripada alam fisik, karena Al Quran juga bicara tentang alam-alam lain diluar alam fisik. Lebih jauh, Al Quran membuka cakrawala pemahaman dan pengetahuan yang belum tertampung oleh akal pikiran dan imajinasi manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Untuk menghindari kerancuan dalam menafsirkan Al Quran, seseorang harus menelisik dengan runtut pesan Al Quran<span style="text-decoration:underline;"> </span>secara keseluruhan. Dengan perkataan lain, Al Quran harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh. Memahami Al Quran secara sepotong-sepotong termasuk dalam perkara yang dilarang oleh Al Quran itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Allah SWT berfirman<em>: </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah), (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Qur&#8217;an itu terbagi-bagi.”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Hijr :90-91) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-top:6pt;line-height:150%;text-align:center;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><strong>SISI BATIN<span> </span> AL-QUR&#8217;AN</strong> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>Dalam kaitan dengan Al Quran, Rasulullah bersabda: “Al Quran memiliki bentuk luar yang indah dan makna batin yang kaya” Beliau juga bersabda: “Al Quran memiliki sisi batin dan sisi batin itu memiliki tujuh lapis sisi batin.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al Quran merupakan kumpulan ayat, dimana sesuatu yang nyata tidaklah terpisahkan dari yang tak tampak, sehingga ketika seseorang memahami yang tampak, maka ia mengetahui bahwa dia mulai memahami bagian yang tak tampak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Jadi, dibalik deretan huruf dan rangkaian kata yang dikandungnya, Al Quran menyimpan petunjuk-petunjuk dan makna-makna batin yang tak terhingga. Allah berfirman : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>“<em>Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur&#8217;an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang <strong>muhkamaat</strong> itulah pokok-pokok isi Al Qur&#8217;an (jelas maksudnya) dan yang lain (ayat-ayat) <strong>mutasyabihat </strong><span>(sarat duga atau multi interpretatif)</span>. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta&#8217;wilnya, padahal <strong>tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan</strong> <strong>Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya</strong>. Mereka berkata: &#8220;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&#8221; Dan tidak dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal.”</em><strong> </strong></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Ali Imran: 7)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan perumpamaan-perumpamaan ini </span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(ayat-ayat mutasyabihat) <em>Kami buatkan untuk manusia; dan <strong>tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu</strong>.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Ankabut: 43)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sebenarnya, Al Qur&#8217;an itu adalah<strong> ayat-ayat yang nyata </strong>(terang maknanya) <strong>di dalam <span style="color:red;">dada</span> orang-orang yang diberi ilmu</strong>.(ulama) Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">.</span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Ankabut:49)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang ingkar mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?&#8221; <strong>Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk</strong>. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Baqarah: 26)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ayat-ayat mutasyabihat dalam Al Quran memiliki ta’wil yang samar atau sarat-duga.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kalimat : <span> </span><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:red;">Bismillahirrohmaanirrohiim…..</span></span></em></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span><strong><em><span style="text-decoration:underline;">“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang” </span></em></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kalimat ini dapat ditangkap sebagai kalimat pernyataan tentang suatu tindakan yang sedang dilakukannya. Kata “<strong>dengan”</strong> pada kalimat tersebut menunjukkan bahwa orang itu melakukan sesuatu “<strong>dengan” Nama Allah </strong>sebagaimana halnya dengan pernyataan: “Dengan kacamata “ maka kacamata adalah sesuatu yang digunakan untuk dapat membaca. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dengan interpretasi yang lain, ada juga penterjemah yang menambahkan kata ”menyebut” diantara Bis dan Mi sehingga bismillah diterjemahkan menjadi “Dengan <em>Menyebut</em> Nama Allah” bahkan ada yang menterjemahkannya menjadi “Atas Nama Allah”. Beberapa terjemahan tadi menunjukkan bahwa<em>“Bismillah”</em> juga tergolong mutasyabihat.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Demikian juga dengan ayat :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bacalah<strong> dengan nama</strong></span></span></em><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> Tuhanmu<span> </span>yang menciptakan</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Alaq: 1)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ini menunjukkan bahwa Al Quran memiliki kemungkinan untuk dipahami secara luas dan dalam . Bahkan mengapa surat yang pertamakali turun yakni Al Alaq ditempatkan pada urutan ke 96 tentunya menjadikan urutan surat-surat dalam Al Quran juga menjadi<span> </span>mutasyabihat. Kenyataannyalah bahwa sebagian besar ayat-ayat Al Quran, bahkan urutan suratnya adalah mutasyabihat (sarat duga).</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Firman Allah terekam di Al Quran dalam bentuk huruf dan kata, sementara tindakannya terungkap di alam semesta dalam kejadian yang faktual. Antara kata dan kejadian ini terdapat jalinan yang jelas bagi orang-orang yang berilmu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Itulah mengapa <strong>seorang hamba</strong><span style="text-decoration:underline;"> </span>tidak akan pernah menemukan pertentangan pada saat mencari pengetahuan tentang alam melalui metedologi saintifik dan menerima pengetahuan tentang alam gaib dari wahyu Al Quran. Bahkan dengan penuh keyakinan ia akan menyadari bahwa dibalik tanda-tanda fisik terdapat makna-makna batin yang luas dan dalam, sehingga ia akan senantiasa mencari petunjuk-petunjuk dari Al Quran dan Hadis mengenai makna-makna itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kitab Al Quran adalah kitab yang menghimpun atau merangkum seluruh pengetahuan, keinginan, kekuasaan dan perbuatan Allah. Perintah untuk membaca (<em>i<span>qra) </span></em>merupakan ajakan untuk memahami Al Quran, bukan sekedar melafalkannya. Allah berulang-ulang menyebutkannya dalam Kitab Al Quran, dan salah satu ayat-Firman-Nya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur&#8217;an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Qamar: 17)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Lalu, bagaimana kita bisa memahami Al Quran secara mendalam dengan baik dan benar sehingga tidak terkena ancaman Allah yang dinyatakan dalam firman-Nya : <strong><em><span style="text-decoration:underline;">“Adapun orang-orang yang dalam hatinya <span style="color:blue;">condong kepada kesesatan</span>, maka <span>mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta&#8217;wilnya</span>,”</span></em></strong> (Al Imran 7). Pada ayat tersebut Allah memberikan rambu pada kalimat: <strong><span style="text-decoration:underline;">“<em>dalam hatinya condong kepada kesesatan</em>,”</span></strong> dan <strong><em><span style="text-decoration:underline;">“<span>tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam</span> <span>ilmunya.”</span> </span></em></strong><span> </span>Kata-kata kunci pada dua kalimat di atas adalah : <strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:blue;">hati, cenderung sesat</span></span></strong><span style="color:blue;"> dan <strong><span style="text-decoration:underline;">ilmu yang mendalam</span></strong></span><strong><span style="text-decoration:underline;">.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dengan tidak mengesampingkan pentingnya ilmu pengetahuan (obyektif-empiris) yang kita bina di dalam otak dengan cara belajar di sekolah, di universitas agama dsb, yang sangat penting dalam memahami ayat-ayat Allah sampai ke sisi batinnya, adalah ilmu hati yang terletak di dalam dada. Hati dan otak adalah dua unsur materi sangat berbeda baik dari segi materi, wilayah persepsi, fungsi dan dayanya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Penting untuk kita sadari, bahwa kemampuan akal (otak) untuk memahami secara obyektif-empiris, ada batasnya. Contohnya, untuk memahami dimana ujung batas dari alam semesta ini saja akal tidak dapat menjangkaunya. Apalagi untuk secara langsung memahami sesuatu yang batin. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kitab Al Quran ada menjelaskan bahwa dengan berpikir saja tidak cukup untuk memahami Al Quran. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Firman Allah :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dengan <span style="color:blue;">persangkaan (pikirannya)</span> saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">” (Yunus:36)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan ilmunya dan belum datang kepada mereka takwilnya (penjelasannya). </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Yunus: 39) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kedua ayat di atas Allah menujukkan sesuatu yang batin harus dipahami dengan ilmu batin(hati)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Karenanya, untuk memahami Al Quran pada sisi batinnya, perlu masuk ketingkat persepsi yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bila alat yang bernama akal itu sudah tidak berdaya, maka selain akal, alat apa lagi yang dapat kita pakai untuk memahami?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Rasulullah bersabda: <span style="text-decoration:underline;">“<em>Di dalam <strong><span style="color:red;">dada</span></strong>, ada <strong><span style="color:red;">segumpal daging</span></strong>, yang bila baik itu <strong>daging</strong> maka baiklah semua amal perbuatannya, bila buruk, maka buruklah amal perbuatannya itulah kalbu</em>.<em>”</em></span><span> </span>(segumpal daging yang dimaksud = jantung/heart).” </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Allah menjelaskan melalui Firman²-Nya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai <strong><span style="color:red;">hati yang dengan itu mereka dapat memahami</span></strong> atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya <strong>bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang <span style="color:red;">di dalam dada.</span></strong>”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Hajj: 46) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai <strong>hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami</strong> (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakannya untuk mendengar (ayat-ayat</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <em>Allah). <strong>Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi</strong>. Mereka itulah orang-orang yang lalai (hatinya lalai dari ingat Allah).”</em></span></span><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Araaf :179)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang <strong>buta</strong> (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat/tanda-tanda Kami, mereka itulah orang-orang yang <strong>berserah diri </strong>(kepada Kami).”</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Ar Ruum: 53)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dari firman Allah di atas dapat kita simpulkan bahwa <strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:red;">Hati</span></span></em> yang terletak <em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:red;">di dalam dada</span></span></em></strong> memiliki <em>sesuatu</em> untuk memahami sisi batin Al Quran. <em>Sesuatu</em> itu diterangkan Allah sebagai <strong><em><span style="text-decoration:underline;">mata hati</span></em></strong><span style="text-decoration:underline;">.</span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada ayat-ayat di atas Allah telah menunjuk <strong>hati sebagai pusat kesadaran manusia</strong>, bukan pikirannya. Jadi Islam mendahulukan <strong>hati yang aktif, sebagai pusat kesadaran, </strong>menghasilkan <strong>ilham</strong>, kemudian dilanjutkan dengan berpikir dengan akalnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Nah, ilmu hati inilah yang harus dipelajari dari <strong>sumber yang benar</strong> sehingga dapat melepaskan kita dari kesesatan dalam memahami pesan-pesan Allah yang terekam dalam Kitab Al Quran.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tentang <strong>Al Quran yang batin</strong> di terangkan Allah melalui ayat-ayat dalam Kitab Quran :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Tidaklah <strong>Al Qur&#8217;an</strong> ini dibuat oleh selain Allah; yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan dan menerangkan <strong>Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya</strong> (Kitab Al Quran) dari Tuhan semesta alam.”</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Yunus : 37)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sebenarnya, Al Qur&#8217;an itu adalah<strong> ayat-ayat yang nyata </strong>(terang maknanya) <strong><span style="color:red;">di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu</span></strong>.(ulama) Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">.</span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Ankabut:49)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Al Quran yang batin ini menjadi <strong><em>furqan</em></strong> membedakan (menunjukkan) yang haq (kebenaran) dan yang batil (salah).</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sebelum (Kitab Al Qur&#8217;an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan <strong>Al Furqaan</strong>. Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Hai orang-orang yang <strong>beriman</strong> </span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(tanda2 orang beriman: Al Anfal ayat:2)<em>, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu <strong>furqaan</strong> dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu (dalam proses memahami) dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Anfaal : 29)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sesungguhnya <strong>Al Qur&#8217;an</strong> ini adalah bacaan yang sangat mulia, (tertulis) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), <strong><span style="color:red;">tidak (dapat)</span> menyentuhnya kecuali hamba-<span style="color:red;">hamba yang disucikan</span></strong>.”</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Waqiah : 77-79)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan sesungguhnya Al Qur&#8217;an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), <strong>ke <span style="color:red;">dalam hatimu</span></strong> (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(baca juga Al Baqarah 97)<span> </span>(Asy Syu’araa :192–195)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<em>Dan sekiranya ada suatu bacaan <strong>yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara,</strong> (tentu Al Qur&#8217;an itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang ingkar senantiasa ditimpa bencana<span> </span>disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji</em>.</span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> ( Ar Ra’d : 31)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Selain <strong>ilmu, </strong>Allah mengisyaratkan juga ada syarat-syarat lainnya agar Hamba-Nya mendapat rahmat dan petunjuk. Karenanya, sihamba haruslah berupaya (berjihad di jalan Allah) untuk memenuhi syarat-syarat tersebut.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada surat yang pertama Allah berfirman : </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<strong>Dengan nama Allah</strong>. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,(<em>Harus bagaimana kita dengan nama-Nya agar Allah kasih dan sayang kepada kita</em>)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Segala <strong>puji</strong> bagi Allah, Tuhannya semesta alam, </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Yang menguasai hari pembalasan.(<em>Lebih dari sekedar percaya, kita harus meyakini Akhirat dalam segala aspeknya</em>) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Hanya</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> kepada <strong>Engkaulah kami menyembah</strong> dan <strong>hanya</strong> kepada Engkaulah kami <strong>mohon pertolongan</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tunjukilah kami jalan yang lurus</span></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">,(<em>inilah permintaan yang harus kita mohon pertolongan Allah dengan sungguh-sungguh agar dibimbing-Nya menemukan jalan yang lurus agar dapat menyembah-Nya dengan benar</em>) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka (para Nabi-nabi dan orang-orang saleh); </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">bukan (jalan) mereka yang<strong> dimurkai </strong>(<em>orang kafir dan munafiq</em>)<strong> </strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">dan bukan (pula jalan) mereka yang<strong> <span style="color:red;">sesat</span></strong>.(<em>tidak paham atau salah memahami karena buta mata hatinya</em>) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Fatihah:1-7)<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>“Allah <strong>menganugrahkan al hikmah</strong> (kefahaman yang dalam tentang Al Qur&#8217;an) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang <strong>yang berakallah</strong> yang dapat mengambil pelajaran.” </span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Baqarah : 269)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Siapa yang Allah maksudkan dengan<strong><em><span style="text-decoration:underline;">”orang yang berakal”</span></em></strong><span> </span>itu? </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dijelaskan-Nya dalam surat Ali Imran :190-191</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi <strong>orang-orang yang berakal</strong>,</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> <em>(yaitu<strong>) <span style="color:red;">orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring</span> </strong>(setiap saat) dan mereka <strong>memikirkan</strong> tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Ali Imran : 190-191)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Dari kedua ayat Ali Imran 190-191 di atas dapat kita tangkap bahwa seseorang disebut berakal bila pada saat yang sama dia dapat melakukan dua jenis pekerjaan sekaligus yaitu berzikir dengan hatinya secara kontinyu (tak lepas sedetikpun) dan berpikir dengan akalnya (otak) tentang ciptaan-Nya. Hatinya aktif berzikir sehingga mampu menerima ilham yang dikaruniakan Allah kepadanya dan ditransfer ke akalnya untuk dipikirkannya kemudian menjadi hikmah. Bila hatinya hidup (aktif berzikir), maka ia terjaga dari <strong><em>hati yang condong kepada kesesatan </em></strong>dan<span> </span>Hati yang sesat (tidak<span> </span>berzikir) tidak akan terilhami dengan kebenaran yang hakiki.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span><em>“(Al Qur&#8217;an) ini adalah keterangan bagi seluruh manusia, dan <span>petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang <strong>bertakwa</strong></span>.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Ali Imran :138)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan Al Qur&#8217;an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka <strong>ikutilah d</strong>i<strong>a</strong> dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,“</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al An’aam :155)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur&#8217;an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi <span>petunjuk</span> dan <span>rahmat bagi orang-orang yang beriman</span>.</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> “</span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al A’raaf :52)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan apabila dibacakan Al Qur&#8217;an, maka <strong>dengarkanlah baik-baik</strong>, dan <strong><span style="color:red;">perhatikanlah</span> dengan tenang</strong> agar kamu mendapat rahmat.”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al A’raaf :204)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“(Al Qur&#8217;an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang<strong> berakal</strong> mengambil pelajaran.”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Ibrahim : 52)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<em>(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan <strong>petunjuk</strong> serta rahmat dan kabar gembira <span>bagi orang-orang</span> <span>yang<strong> berserah diri</strong></span>.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Nahl :89)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Sesungguhnya orang-<strong>orang yang beriman</strong> itu adalah mereka yang <strong>apabila disebut nama Allah</strong> maka <strong>gemetarlah hati mereka</strong>, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan <span>kepada Tuhanlah mereka</span><strong> bertawakkal</strong>,”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Anfaal: 2)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>“</span></span></strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Belumkah datang waktunya bagi<strong> orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah</strong> dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka <strong>lalu hati mereka menjadi keras </strong></span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(tidak dapat ingat Allah)<em>. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”</em>. </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Hadiid:16) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(d.p.l: Belumlah dikatakan seseorang itu beriman (dengan benar) bila hatinya belum dapat khusyu’ mengingat Allah)<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ketidak mampuan sebagian orang untuk menangkap makna dan petunjuk yang terkandung dalam Al Quran berasal dari hijab-hijab kegelapan / penyakit hati yang menutupi hati mereka. Berulang-ulang Al Quran mengungkapkan mengenai penutup atau dinding yang menyekat hati manusia untuk dapat memahami.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<em>Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”</em></span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Baqarah : 10)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span><em><span style="text-decoration:underline;">“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu, padahal <strong>Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka</strong> (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang ingkar itu berkata: &#8220;Al Qur&#8217;an ini tidak lain hanyalah <span style="color:red;">dongengan </span>(cerita tentang / sejarah) orang-orang dahulu&#8221;.</span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al An’am: 25)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan apabila kamu membaca Al Qur&#8217;an niscaya Kami adakan antara kamu dan <strong>orang-orang yang tidak beriman</strong> <strong>kepada kehidupan akhirat</strong>, suatu dinding yang tertutup.”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Isra’: 45)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<em>dan Kami <strong>adakan tutupan di atas hati mereka</strong> dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur&#8217;an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.”</em></span></span><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Israa’:46)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Qur&#8217;an yang merupakan ayat-ayat yang nyata; dan bahwasanya <strong>Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.</strong>”</span></span></em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></span><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Hajj : 16)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Bagi orang yang tidak berilmu dan tidak beriman, ayat-ayat Al Quran terutama yang mustasyabihat akan terhijab baginya, sehingga hanya berupa teks yang mati dan bisu, sehingga tertutup untuk mereka pahami. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Selain itu, Allah juga mewajibkan agar pada saat mulai membaca Al Quran kita lebih dulu berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<em>Apabila kamu membaca Al Qur&#8217;an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”</em></span></span><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(An Nahl: 98)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tentu saja kita tidak boleh membatasi makna ayat ini sekedar sebagai perintah untuk ber-<em>isti’adzah, karena ber-</em>isti’adzah<em> </em>secara batin jauh lebih penting untuk mendapatkan perlindungan Allah daripada hanya sekedar secara lahiriah. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“bismillah”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> dan <span style="text-decoration:underline;">“<em>ísti’adzah”</em></span><span> </span>merupakan dua titik kecil yang menunjukkan adanya sisi batin dalam Al Quran yang tanpa ilmu yang tepat yaitu ilmu hati (batin) maka akan sangat pelik untuk memahami dan mengamalkannya, bahkan <strong>dapat tersesat</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Firman Allah :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai <strong>hati yang dengan itu mereka dapat memahami</strong> atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya <strong>bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.</strong>”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Hajj: 46)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan<span> </span>Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Qur&#8217;an) pada permulaannya, dan <strong>Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat</strong>”</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al An’aam:110)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">”Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang ingkar mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? <span>Dengan perumpamaan itu </span><strong>banyak orang yang <span>disesatkan Allah, dan </span></strong><span>dengan perumpamaan itu (pula)<strong> banyak orang yang diberi-Nya petunjuk</strong></span>. Dan tidak ada yang <strong>disesatkan Allah</strong> kecuali orang-<strong>orang yang fasik</strong>,<span style="color:red;">(</span></span></span></em><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:red;">yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;color:red;"> <span style="text-decoration:underline;">Allah sesudah perjanjian itu teguh</span>, <span style="text-decoration:underline;">dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">. <span style="text-decoration:underline;">Mereka itulah orang-orang yang rugi.”</span> </span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Baqarah: 26-27)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Allah berfirman :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai <strong>hati yang dengan itu mereka dapat memahami</strong> atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya <strong>bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.</strong>”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Hajj: 46) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada frase <em><span style="text-decoration:underline;">“<strong>hati yang dengan itu mereka dapat memahami”</strong></span></em><span>dan <em><span style="text-decoration:underline;">“<strong>hati yang di dalam dada”</strong></span><strong> </strong></em>Secara jelas Allah memberi petunjuk bahwa segumpal daging (jantung / heart) yang di dalam dada itu adalah alat untuk memahami.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span><span style="text-decoration:underline;">“padahal tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan <strong>Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya”</strong></span>(Ali Imran: 7)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Sebagai contoh, orang yang memiliki <strong>ilmu yang mendalam</strong> dalam hal ilmu pengetahuan dan ilmu hati adalah Imam Al Gazali yang tentunya tidak dapat kita bandingkan dengan kedalaman ilmu Rasulullah saw.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan <strong><span style="color:red;">janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya</span></strong>. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan <strong>hati</strong>, semuanya itu akan diminta tanggung jawabnya.”</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Israa’:36) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan <strong>carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya</strong>, dan <strong>berjihadlah pada jalan-Nya</strong>, supaya kamu mendapat keberuntungan.”</span></span></em><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Maa-idah : 35)<em></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka <strong><span style="color:red;">bertanyalah kepada Ahli zikir</span></strong> (zikir=mengingat) jika kamu tidak mengetahui,”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (An Nahl: 43)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada ayat 43 An Nahl ini, Allah tidak mengatakan untuk bertanya kepada ahli pikir tetapi Allah<span> </span>menyuruh kita bertanya kepada ahli zikir <strong>(d.p.l : ahli dalam hal mengingat Allah).</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Yang demikian (siksaan) itu adalah karena <strong>sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni`mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri,</strong> dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span>(Al Anfaal: 53)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada ayat Al Anfaal: 53 di atas jelas bahwa Allah tidak akan memberi begitu saja tanpa hamba-Nya berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkan suatu nikmat. Karenanya manusia wajib mencari jalan dan berusaha keras dijalan-Nya (Al Maidah:35) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Hai orang-orang <strong>yang beriman</strong>, jika kamu <strong>bertaqwa</strong> kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu <strong>furqaan</strong> dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu(dalam proses memahami) dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Anfaal:29)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Kata-kata kunci pada ayat-ayat yang tertulis di atas adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:left;line-height:150%;" align="left"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“janganlah kamu mengikuti apa yang <strong>kamu tidak mempunyai pengetahuan</strong> tentangnya”</span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span><span> </span>(Al Israa’:36) </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya</span></em></strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">, </span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Maa-idah:35)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">bertanyalah kepada Ahli zikir<span> </span></span></em></strong><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(An Nahl:43)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">berjihadlah pada jalan-Nya </span></em></strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"><span> </span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(Al Maa-idah:35)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni`mat yang telah dianugerahkan-Nya </span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">‘</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">jika kamu <strong>bertaqwa</strong> kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu <strong>furqaan</strong></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“orang-orang yang mendalam ilmunya”</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">(</span></em></strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Ali Imran: 7)</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Pada ke enam frase di atas dapat kita lihat bahwa Allah telah mewajibkan manusia untuk menuntut <strong>ilmu</strong> <strong>hati</strong> agar <em>furqaan dalam </em>hatinya menjadi <strong><em>aktif</em> <span> </span></strong>hingga ilmunya jadi mendalam.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Akhirul kalam, dalam usaha memenuhi perintah Allah untuk memahami Al Quran, kita perlu dukungan kedua ilmu utama yaitu ilmu akal dan ilmu hati yang harus dipelajari dari masing-masing sumbernya. Semoga kita tidak terperangkap dalam keadaan <em>“tidak tahu bahwa kita tidak tahu”</em> sehingga tanpa sadar telah tersesat dan berlaku fasik. Siapakah kiranya yang dapat menolong kita bila Allah itu sendiri yang telah menyesatkan karena telah kita zalimi diri sendiri. Audzubillahminzalik.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Firman Allah:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“<strong><span style="color:red;">Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang<span> </span>tuli dan bisu, mereka tidak mengerti apa-apa</span></strong><span style="color:red;">.</span>”</span></span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> (Al Anfaal: 22)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">Tiada gading yang tak retak, bila ada pendapat yang kurang dan salah, mohon petunjuk dan pendapat</span></em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><em><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">“Hamba Allah yang Fakir”</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:12.5pt;line-height:150%;">di Medan, 17 Maret 2005</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="text-decoration:underline;">Catatan :</span></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;">Orang berakal : hatinya terus menerus berzikir dalam segala situasi, dan pada saat yang sama </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.25in;text-indent:.25in;"><span style="font-size:11pt;">akalnya berpikir (Ali Imran 190-191)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;">Orang beriman: &#8211; Bila disebut Nama Allah maka bergetar hatinya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-size:11pt;"><span> </span><span> </span>- Hatinya dapat<span> </span>khusyu’ mengingat Allah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;">Furqaan </span></em></strong><span style="font-size:11pt;">: membedakan yang hak (benar) dan yang bathil(salah)</span></p>
 Tagged: Al-Qur'an, Batin, Hati, Mutasyabihat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=208&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/03/sisi-batin-al-quran-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>217</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zikir dalam Shalat</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/11/23/zikir-dalam-shalat/</link>
		<comments>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/11/23/zikir-dalam-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 23:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pengembarajiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Khusyuk]]></category>
		<category><![CDATA[Zikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka mengabdilah hanya kepada Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS, Thaahaa : 14) 
Jelas sekali firman Allah menerangkan kepada kita bahwa tujuan dari pada shalat adalah agar kita ingat akan Allah. Sehingga apabila seseorang mengerjakan shalat tetapi ingatannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=166&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Allah SWT berfirman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><strong><em>“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka mengabdilah hanya kepada Ku dan dirikanlah shalat untuk <span style="color:red;">mengingat Aku</span>”. (QS, Thaahaa : 14) </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Jelas sekali firman Allah menerangkan kepada kita bahwa tujuan dari pada shalat adalah agar kita ingat akan Allah. Sehingga apabila seseorang mengerjakan shalat tetapi ingatannya tidak tertuju kepada Allah maka mereka tidak dikatakan orang yang mendirikan shalat, hanya sekedar memenuhi kewajiban untuk mengerjakan saja. Orang yang mendirikan shalat adalah orang yang bisa ingat akan Allah tatkala ia mengerjakannya maupun setelah selesai mengerjakannya. Dan kemudian ingatnya ia akan Allah membias pada dirinya dari buka mata sampai tutup mata. Sehingga kesehariannya selalu terpelihara dari perbuatan–perbuatan keji dan mungkar karena ia selalu ingat akan Allah. Begitu ia berniat akan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah kemudian ia ingat akan Allah lalu di batalkan niatnya untuk berbuat hal yang melanggar perintah Allah. Jadi penting sekali untuk bisa mengingat akan Allah, sebab Allah akan memelihara dan menjaga orang–orang yang selalu ingat akan Ia. Jalan untuk bisa mengingat akan Allah ia harus kenal dengan Allah. Bagaimana mungkin bisa ingat akan sesuatu kalau ia tidak kenal dengan sesuatu itu. Begitu pula halnya bagaimana mungkin bisa ingat akan Allah kalau ia tidak kenal dengan Allah. Dan untuk mengenal akan Allah terlebih dahulu harus mengenal dengan diri sendiri.<span> </span>Sayyidina Ali Karamallahu wajhah pernah mengatakan : <strong><em>“Tidak syah Shalat seseorang melainkan terlebih dulu harus mengenal Allah”.</em></strong> Begitu ia ditanya apakah engkau mengenal / melihat akan Allah, maka di jawab oleh beliau : <strong><em>“Aku tidak mangabdi kepada yang tidak aku kenal / lihat”.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Karena itu Allah menjelaskan di dalam firman Nya :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”. (QS, Al-Maa’uun : 4 – 5) </em></strong></span><strong><em></em></strong></p>
<p><span id="more-166"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Kelalaian seseorang disebabkan ia tidak tahu jalan untuk mengingat akan Allah, karena itu banyak di antara orang–orang yang mengerjakan shalat tetapi akhlaknya buruk. Masih bisa melakukan kecurangan–kecurangan, membodohi orang lain, mengejek, mencela, memfitnah, membuka aib saudaranya, buruk sangka, sombong / membanggakan diri, riya / pamer dan lain sebagainya. Tentu tidak sesuai dengan yang di firmankan oleh Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS, Al – Ankabuut : 45) </em></strong></span><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Shalat seperti apakah yang dimaksudkan Allah? yaitu shalat yang di dalamnya di isi dengan zikir / ingat akan Allah yang sudah pasti mengenal akan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Bagi mereka yang selalu ingat akan Allah, maka akan ia dapatkan ketenangan dan ketentraman jiwa. Hidupnya akan terarah kepada hal–hal yang positif, jika ia di landa kegelisahan ia bawa hatinya untuk berzikir / mengingat Allah maka hilanglah kegelisahan–kegelisahan yang berkecamuk di jiwanya. Allah ber Firman :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS, Ar-Ra’d : 28)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen">Di ayat lain Allah SWT juga ber Firman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><strong><em>“Allah<span class="gen"> telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun”. (QS, Az-Zumar : 23)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Begitu pula zikir itu bisa membuat ia semakin dekat dengan Allah. Kalau sudah ia dapatkan kedekatan dengan Allah tentu di Akhirat Syurgalah tempatnya. Untuk itu sangat penting sekali bagi mereka yang ingin mencari ketenangan jiwa sebagai dasar kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak, untuk mengenal akan Tuhannya sehingga bisa ingat yang sebenar–benarnya kepada Allah. Bukan ingatan yang semu dan fatamorgana,bukan pula ingatan yang di ada–adakan. Tetapi benar–benar ingatan yang tidak pernah lupa lagi. Kemudian Allah berfirman lagi :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><strong><em>“Hai orang–orang yang ber Iman, ingatlah akan Allah dengan ingat yang sebanyak–banyaknya”. (QS, Al-Ahzab : 41)</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">Dengan memperbanyak ingat kepada Allah, membuat jiwa semakin mantap di dalam ketenangan. Sehingga ia dapatkan ketenangan jiwa yang langgeng terus menerus dan jiwa senantiasa menjadi terbiasa di dalam ingat akan Allah di setiap keadaan. Firman Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span class="gen"><strong><em>(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS, Ali Imran : 191)</em></strong></span><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;"><span> </span>Mereka itulah orang–orang yang mendirikan shalat dan yang diterima shalatnya oleh Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-right:14.2pt;margin-left:14.2pt;text-align:justify;">
 Tagged: Khusyuk, Sholat, Zikir <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengembarajiwa.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengembarajiwa.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengembarajiwa.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengembarajiwa.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengembarajiwa.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengembarajiwa.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengembarajiwa.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengembarajiwa.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengembarajiwa.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengembarajiwa.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengembarajiwa.wordpress.com&blog=4665403&post=166&subd=pengembarajiwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/11/23/zikir-dalam-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>278</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55efd36d90e6cf1cd02841c7a4a84bc9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pengembarajiwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>