<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk PENGEMBARA JIWA</title>
	<atom:link href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com</link>
	<description>Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 18:57:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di BERSYUKUR AWAL DARI KETENANGAN JIWA oleh Kiamat Sedang Terjadi Menimpa Diri Manusia yang Tertipu !!! &#171; Mengembalikan Jati Diri Manusia &#124; kangBoed</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/10/11/bersyukur-awal-dari-ketenangan-jiwa/#comment-2960</link>
		<dc:creator>Kiamat Sedang Terjadi Menimpa Diri Manusia yang Tertipu !!! &#171; Mengembalikan Jati Diri Manusia &#124; kangBoed</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=289#comment-2960</guid>
		<description>[...] Pengembara Jiwa [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pengembara Jiwa [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN oleh aburahat</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comment-2959</link>
		<dc:creator>aburahat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:02:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280#comment-2959</guid>
		<description>@PJ
Maaf bahwa saya belum bisa menerima bahwa kita memakai kata SEMBAHYANG sama dengan SHALAT selama kita memahami makna shalat sama dengan sembahyang. 
Menurut saya banyak yang belum mengerti makna dari SHALAT dan beriman terhadap shalat. Tanpa kita mengerti dan memahami yang dimaksudkan dengan SHALAT saya rasa sia2 sembahyang  kita.
Untuk ini saya harap PJ bisa mendifinisikan/mernjelaskan makna Shalat dan apakah itu sama dengan pengertian SEMBAHYANG yang dilaksanakan umat sekarang ini?
Sebab menurut saya sangat beda maknanya.Kalau menurut saya sembahyang adalah bagian dari Shalat Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@PJ<br />
Maaf bahwa saya belum bisa menerima bahwa kita memakai kata SEMBAHYANG sama dengan SHALAT selama kita memahami makna shalat sama dengan sembahyang.<br />
Menurut saya banyak yang belum mengerti makna dari SHALAT dan beriman terhadap shalat. Tanpa kita mengerti dan memahami yang dimaksudkan dengan SHALAT saya rasa sia2 sembahyang  kita.<br />
Untuk ini saya harap PJ bisa mendifinisikan/mernjelaskan makna Shalat dan apakah itu sama dengan pengertian SEMBAHYANG yang dilaksanakan umat sekarang ini?<br />
Sebab menurut saya sangat beda maknanya.Kalau menurut saya sembahyang adalah bagian dari Shalat Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jiwa oleh Benny Abdul Rahman</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/jiwa/#comment-2958</link>
		<dc:creator>Benny Abdul Rahman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:34:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/jiwa/#comment-2958</guid>
		<description>assalam. siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhanNya. yang saya mau tanyakan disini bagaimanakah cara mengenal diri itu pada praktiknya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalam. siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhanNya. yang saya mau tanyakan disini bagaimanakah cara mengenal diri itu pada praktiknya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN oleh rudy suwarno</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comment-2957</link>
		<dc:creator>rudy suwarno</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:39:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280#comment-2957</guid>
		<description>@ Sahabat ku Wawansyah

Iya, Sahabatku. Pada dasarnya tidak ada Benturan dalam diskusi kita, sesama iman. Yang ada hanyalah salah penafsiran dalam istilah yang berbeda..

Terima kasih atas pencerahan sahabat, semoga menjadikan kita bisa lebih erat lagi BERSATU, dalam menyibak tabir yang menutupi hati kita semua, tetap dalam cinta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sahabat ku Wawansyah</p>
<p>Iya, Sahabatku. Pada dasarnya tidak ada Benturan dalam diskusi kita, sesama iman. Yang ada hanyalah salah penafsiran dalam istilah yang berbeda..</p>
<p>Terima kasih atas pencerahan sahabat, semoga menjadikan kita bisa lebih erat lagi BERSATU, dalam menyibak tabir yang menutupi hati kita semua, tetap dalam cinta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PASAL AL-QUR&#8217;AN oleh Bau Tanah</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/16/pasal-al-quran/#comment-2956</link>
		<dc:creator>Bau Tanah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 00:56:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=218#comment-2956</guid>
		<description>SALAM UNTUK KITA SEMUA.

SURAT AL-ALAQ = SEGUMPAL DARAH
AYAT IQRO&#039; = BACALAH

SEMOGA KITA SEMUA DAPAT MENEMUKAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DALAM SURAT PERTAMA YG DITURUNKAN.

SAYA MENGAJAK KEPADA DIRI SAYA DAN SAUDARA2 SEKALIAN UNTUK MEMBACA APA YANG ADA DALAM DARAH KITA, SEHINGGA MENEMUKAN RAHASIA KEKUATAN, SIAPA YG MENGGERAKKAN DAN MENGHIDUPKAN KITA MELALUI DARAH YG ADA DIDALAM DIRI KITA SEMUA.

SALAM UNTUK KITA SEMUA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALAM UNTUK KITA SEMUA.</p>
<p>SURAT AL-ALAQ = SEGUMPAL DARAH<br />
AYAT IQRO&#8217; = BACALAH</p>
<p>SEMOGA KITA SEMUA DAPAT MENEMUKAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DALAM SURAT PERTAMA YG DITURUNKAN.</p>
<p>SAYA MENGAJAK KEPADA DIRI SAYA DAN SAUDARA2 SEKALIAN UNTUK MEMBACA APA YANG ADA DALAM DARAH KITA, SEHINGGA MENEMUKAN RAHASIA KEKUATAN, SIAPA YG MENGGERAKKAN DAN MENGHIDUPKAN KITA MELALUI DARAH YG ADA DIDALAM DIRI KITA SEMUA.</p>
<p>SALAM UNTUK KITA SEMUA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN oleh wawansyah17</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comment-2954</link>
		<dc:creator>wawansyah17</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 17:15:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280#comment-2954</guid>
		<description>@Rudy Suwarno

Sahabat mengatakan:

&quot;Entah kalau dalam paham tasawuf, manusia dapat MELIHAT Allah walaupun masih berada di alam Dunia, mestinya harus ada dalil “paten” (Al Quran) yang mengatakan bahwa ada manusia yang sudah melakukannya, dan siapa.? ( dalam pemahaman saya tidak ada ), jadi bisa dijamin kebenaran sejatinya.&quot;

Saya menjelaskan:

Apabila yang dimaksud dengan melihat Allah itu adalah melihat secara lahir dan kasat mata, maka sekali-kali tiada seorang pun yang dapat menyaksikan dan melihat Allah. Hal ini sesuai dengan Dalil Aqli dan Dalil Naqli

Dalil Aqli 

Berkenaan mustahilnya Allah dapat dilihat dengan Dalil Aqli dapat dijelaskan sebagai berikut;

Aktifitas melihat dan menyaksikan didapatkan melalui berhadap-hadapannya seseorang dengan sesuatu yang ada di luar dengan mata dan getaran cahaya yang merupakan kiriman dan refleksi gelombang cahaya. Artinya; Pertama, yang disaksikan itu adalah sesuatu bendawi yang ada di dunia luar. Kedua, mata berhadapan dengan benda yang ada di hadapannya. Karena itu, mata kita tidak melihat sesuatu yang berada di balik itu, sementara Allah bukan benda (jism) juga tidak memiliki bentuk dan karakteristik benda (seperti yang dihadapan mata). Karena itu Allah sekali-kali tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata lahir.

Dalil Naqli 

Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Qur&#039;an dan Al Hadits yang secara tegas memandang mustahil Allah dapat dilihat.

A. Al-Qur&#039;an

1. &quot;Lan tarani.&quot;  (Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku&quot; (QS. Al A&#039;raf :143)

2. &quot;La tudrikuhu al-abshar.&quot; (Dia tidak dapat digapai oleh penglihatan mata,&quot; (QS. Al-An&#039;am :103)

B. Al Hadits

Wamtani&#039; ala ain al-Bashir, (Allah tidak akan pernah nampak di hadapan mata).

Lam taraka al-&#039;Uyun (Mata tidak dapat menyaksikan-Mu).

La tudrikuhu al-&#039;Uyun bimusyahadati al-&#039;Iyân (Mata tidak melihatnya berhadap-hadapan).

Akan tetapi apabila melihat Allah, walaupun kita masih ada didunia yang dimaksudkan dlm istilah Tasawuf adalah melihat secara mata batin, yang disaksikan itu adalah ilmu, makrifat, nama-nama dan sifat-sifat Allah sejalan dengan kapasitas eksistensial, potensial dan kemampuan manusia, maka Allah dapat disaksikan dengan penyaksian batin (Mukhasyafah). Sebagaimana Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra berkata: &quot;Lakin tudrikuhu al-Qulub bihaqaiq al-iman&quot; (Namun hati dapat menggapai dan menyaksikannya dengan kebenaran iman). 

Demkian penjelasan dari saya, semoga sahabatku Rudy berkenan.

Wassalamu&#039;alaikum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Rudy Suwarno</p>
<p>Sahabat mengatakan:</p>
<p>&#8220;Entah kalau dalam paham tasawuf, manusia dapat MELIHAT Allah walaupun masih berada di alam Dunia, mestinya harus ada dalil “paten” (Al Quran) yang mengatakan bahwa ada manusia yang sudah melakukannya, dan siapa.? ( dalam pemahaman saya tidak ada ), jadi bisa dijamin kebenaran sejatinya.&#8221;</p>
<p>Saya menjelaskan:</p>
<p>Apabila yang dimaksud dengan melihat Allah itu adalah melihat secara lahir dan kasat mata, maka sekali-kali tiada seorang pun yang dapat menyaksikan dan melihat Allah. Hal ini sesuai dengan Dalil Aqli dan Dalil Naqli</p>
<p>Dalil Aqli </p>
<p>Berkenaan mustahilnya Allah dapat dilihat dengan Dalil Aqli dapat dijelaskan sebagai berikut;</p>
<p>Aktifitas melihat dan menyaksikan didapatkan melalui berhadap-hadapannya seseorang dengan sesuatu yang ada di luar dengan mata dan getaran cahaya yang merupakan kiriman dan refleksi gelombang cahaya. Artinya; Pertama, yang disaksikan itu adalah sesuatu bendawi yang ada di dunia luar. Kedua, mata berhadapan dengan benda yang ada di hadapannya. Karena itu, mata kita tidak melihat sesuatu yang berada di balik itu, sementara Allah bukan benda (jism) juga tidak memiliki bentuk dan karakteristik benda (seperti yang dihadapan mata). Karena itu Allah sekali-kali tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata lahir.</p>
<p>Dalil Naqli </p>
<p>Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan Al Hadits yang secara tegas memandang mustahil Allah dapat dilihat.</p>
<p>A. Al-Qur&#8217;an</p>
<p>1. &#8220;Lan tarani.&#8221;  (Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku&#8221; (QS. Al A&#8217;raf :143)</p>
<p>2. &#8220;La tudrikuhu al-abshar.&#8221; (Dia tidak dapat digapai oleh penglihatan mata,&#8221; (QS. Al-An&#8217;am :103)</p>
<p>B. Al Hadits</p>
<p>Wamtani&#8217; ala ain al-Bashir, (Allah tidak akan pernah nampak di hadapan mata).</p>
<p>Lam taraka al-&#8217;Uyun (Mata tidak dapat menyaksikan-Mu).</p>
<p>La tudrikuhu al-&#8217;Uyun bimusyahadati al-&#8217;Iyân (Mata tidak melihatnya berhadap-hadapan).</p>
<p>Akan tetapi apabila melihat Allah, walaupun kita masih ada didunia yang dimaksudkan dlm istilah Tasawuf adalah melihat secara mata batin, yang disaksikan itu adalah ilmu, makrifat, nama-nama dan sifat-sifat Allah sejalan dengan kapasitas eksistensial, potensial dan kemampuan manusia, maka Allah dapat disaksikan dengan penyaksian batin (Mukhasyafah). Sebagaimana Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra berkata: &#8220;Lakin tudrikuhu al-Qulub bihaqaiq al-iman&#8221; (Namun hati dapat menggapai dan menyaksikannya dengan kebenaran iman). </p>
<p>Demkian penjelasan dari saya, semoga sahabatku Rudy berkenan.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN oleh rudy suwarno</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comment-2953</link>
		<dc:creator>rudy suwarno</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280#comment-2953</guid>
		<description>SUBHAANALLAH...
WAL HAMDULILLAH...

Telah terbuka satu hijab yang menutupi hati ini, dalam mengenali Samudra Ilmu-Mu, dan semoga semakin terbuka hijab hijabku yang lainnya, dalam mengenali Percikan Cahayamu, hingga menyinari seluruh Jiwa dan Akalku..  agar aku bisa membuat diri ini, menjadi semakin dekat dengan-Mu..  Aminn.


Rasa Terima Kasih yang sangat mendalam, saya haturkan buat Sahabatku, Saudaraku, Guruku, Alam Rasa yang di Rahmati Allah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SUBHAANALLAH&#8230;<br />
WAL HAMDULILLAH&#8230;</p>
<p>Telah terbuka satu hijab yang menutupi hati ini, dalam mengenali Samudra Ilmu-Mu, dan semoga semakin terbuka hijab hijabku yang lainnya, dalam mengenali Percikan Cahayamu, hingga menyinari seluruh Jiwa dan Akalku..  agar aku bisa membuat diri ini, menjadi semakin dekat dengan-Mu..  Aminn.</p>
<p>Rasa Terima Kasih yang sangat mendalam, saya haturkan buat Sahabatku, Saudaraku, Guruku, Alam Rasa yang di Rahmati Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di TATKALA SEGALA RAHASIA TERUNGKAP (2) oleh maya</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/03/tatkala-segala-rahasia-terungkap-2/#comment-2952</link>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:04:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=159#comment-2952</guid>
		<description>Ass. Wr.Wb.
Saya sudah hampir 2,5 minggu ini membaca tulisan dan tanya jawab di blog Mas PJ. Alhamdulillah akhirnya Allah mempertemukan saya dengan situs ini....Kalau saya boleh bertanya, bagaimana kita dapat mengetahui Mursyid Murobbi itu? Terima kasih atas perhatiannya..Apabila saya ingin bertanya lebih mendalam apakah saya bisa berkirim email ke alamat email Mas PJ ?
Wass. Wr. Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Wr.Wb.<br />
Saya sudah hampir 2,5 minggu ini membaca tulisan dan tanya jawab di blog Mas PJ. Alhamdulillah akhirnya Allah mempertemukan saya dengan situs ini&#8230;.Kalau saya boleh bertanya, bagaimana kita dapat mengetahui Mursyid Murobbi itu? Terima kasih atas perhatiannya..Apabila saya ingin bertanya lebih mendalam apakah saya bisa berkirim email ke alamat email Mas PJ ?<br />
Wass. Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di ILMU PASTI SAMPAI KEPADA ALLAH oleh amabel damara elysia</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/09/ilmu-pasti-sampai-kepada-allah/#comment-2951</link>
		<dc:creator>amabel damara elysia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:08:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=89#comment-2951</guid>
		<description>subahnnallah,
terlihat sangat tulus setia kata yang tertulis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subahnnallah,<br />
terlihat sangat tulus setia kata yang tertulis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN oleh Alam Rasa</title>
		<link>http://pengembarajiwa.wordpress.com/2009/07/02/menyembah-allah-itu-suatu-kesalahan/#comment-2950</link>
		<dc:creator>Alam Rasa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:10:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pengembarajiwa.wordpress.com/?p=280#comment-2950</guid>
		<description>Ass. Sahabat Terkasih
@Truthsekker08
@Siliwangi
@Lor Muria
@Rudy Suwarno

Perkenankan aku untuk ikut sharing dalam diskusi sahabat2 ku.
Aku melihat masih ada perbedaan pemahaman antara sahabatku Rudy Suwarno dengan yang lainnya, terutama tentang penjelasan &quot;komunikasi dengan Allah&quot;, dan &quot;kebenaran sejati&quot;.

Dengan mengacu pada Al Qur&#039;an, &quot;komunikasi dengan Allah&quot; ini ada 3 jenis:
1. Penyampaian wakhyu kepada para Rasul dengan perantaraan Malaikat Jibril;
2. Penyampaian wahyu kepada Rasul secara langsung dibalik Tabir, seperti dijelaskan dalam:
(QS An Nisaa: 164).
&quot;Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung&quot;.
(QS Asy Syuura: 51)
&quot;Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir[1347] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki...&quot;
3. Penyampaian ilham kepada nabi, manusia, atau mahluk lainnya, seperti dijelaskan dalam:
(QS Al Kahfi: 16)- Ilham disampaikan kepada para pemuda Gua Kahfi.
&quot;Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu&quot;.
(QS An Nuur: 41) - Ilham disampaikan kepada mahluk-Nya.
&quot;Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan&quot;.

Dengan demikian, jelaslah bahwa Allah juga berkomunikasi dengan mahluk-Nya termasuk burung. Nah, sekarang bagaimana Allah berkomunikasi dengan kita manusia secara umum?

Seperti dijelaskan oleh sahabat Truthseeker, bahwa &quot;setiap saat Allah berkomunikasi dengan kita&quot;. Melalui apa?...Dalam banyak ayat di Al Qur&#039;an dan juga hadits disebutkan tentang &quot;Hati&quot;. Ya, hati inilah media komunikasi antara kita dengan Allah. Namun, sayangnya kebanyakan dari hati manusia ini &quot;kotor&quot;, akibat kita terlalu sering mengumbar &quot;emosi negatif&quot; kita, seperti amarah, iri, dengki, sombong, dll.

Sebenarnya Allah selalu ingin membimbing kita, seperti dijelaskan dalam:     
(QS An Nuur 35) &quot;..... Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu&quot;.
 
Inilah cerminan dari sifat-Nya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukankah, dalam setiap surat dalam Al Qur&#039;an selalu diawali dengan &quot;Bismillahir Rahmanir Rahim&quot;. Sesunguhnya, Kasih Sayang Allah kepada kita semua sangat sangat besar dan tidak ada batasnya. Jauh melebihi kasih sayang orang tua kita, dan semuanya.

Kembali ke pokok diskusi, dalam pemahamanku, bahwa Allah berkomunikasi dengan manusia melalui media &quot;Hati&quot; atau &quot;tidak langsung&quot;. Yang dimaksud dengan &quot;melihat Allah&quot;, pandang memandang,...itu sebatas dari kemampuan kesadaran manusia dalam melihat percikan cahaya-Nya. Sesungguhnya tidak seorangpun dapat menyadari kebesaran, kekuasaan, ataupun keesaan Allah, karena jauh melebihi imajinasi manusia manapun.

Terakhir, mengenai &quot;kebenaran sejati&quot;. Aku setuju, bahwa kebenaran sejati adalah dari &quot;Al Qur&#039;an dan Sunnah Rosul&quot;. Pertanyaannya, apakah itu sudah cukup? Bila sahabat Rudy sudah merasa cukup, maka aku tak perlu menjelaskan lebih lanjut.

Namun untuk pernyataan selanjutnya, &quot;bahwa kebenaran yang hakiki itu akan kita temui setelah ajal menjemput”. Menurutku itu adalah pandangan yang keliru. Itu artinya terlambat!! 

Sekedar menambah wawasan, sahabatku Rudy dapat membaca artikel ini:

http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/27/siapkah-menghadapi-kematian%e2%80%a6/#comment-2064

Saranku, ikutilah suara hati kecil (nurani) anda.  

Salam Asih, Asah, Asuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. Sahabat Terkasih<br />
@Truthsekker08<br />
@Siliwangi<br />
@Lor Muria<br />
@Rudy Suwarno</p>
<p>Perkenankan aku untuk ikut sharing dalam diskusi sahabat2 ku.<br />
Aku melihat masih ada perbedaan pemahaman antara sahabatku Rudy Suwarno dengan yang lainnya, terutama tentang penjelasan &#8220;komunikasi dengan Allah&#8221;, dan &#8220;kebenaran sejati&#8221;.</p>
<p>Dengan mengacu pada Al Qur&#8217;an, &#8220;komunikasi dengan Allah&#8221; ini ada 3 jenis:<br />
1. Penyampaian wakhyu kepada para Rasul dengan perantaraan Malaikat Jibril;<br />
2. Penyampaian wahyu kepada Rasul secara langsung dibalik Tabir, seperti dijelaskan dalam:<br />
(QS An Nisaa: 164).<br />
&#8220;Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung&#8221;.<br />
(QS Asy Syuura: 51)<br />
&#8220;Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir[1347] atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki&#8230;&#8221;<br />
3. Penyampaian ilham kepada nabi, manusia, atau mahluk lainnya, seperti dijelaskan dalam:<br />
(QS Al Kahfi: 16)- Ilham disampaikan kepada para pemuda Gua Kahfi.<br />
&#8220;Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu&#8221;.<br />
(QS An Nuur: 41) &#8211; Ilham disampaikan kepada mahluk-Nya.<br />
&#8220;Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian, jelaslah bahwa Allah juga berkomunikasi dengan mahluk-Nya termasuk burung. Nah, sekarang bagaimana Allah berkomunikasi dengan kita manusia secara umum?</p>
<p>Seperti dijelaskan oleh sahabat Truthseeker, bahwa &#8220;setiap saat Allah berkomunikasi dengan kita&#8221;. Melalui apa?&#8230;Dalam banyak ayat di Al Qur&#8217;an dan juga hadits disebutkan tentang &#8220;Hati&#8221;. Ya, hati inilah media komunikasi antara kita dengan Allah. Namun, sayangnya kebanyakan dari hati manusia ini &#8220;kotor&#8221;, akibat kita terlalu sering mengumbar &#8220;emosi negatif&#8221; kita, seperti amarah, iri, dengki, sombong, dll.</p>
<p>Sebenarnya Allah selalu ingin membimbing kita, seperti dijelaskan dalam:<br />
(QS An Nuur 35) &#8220;&#8230;.. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu&#8221;.</p>
<p>Inilah cerminan dari sifat-Nya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukankah, dalam setiap surat dalam Al Qur&#8217;an selalu diawali dengan &#8220;Bismillahir Rahmanir Rahim&#8221;. Sesunguhnya, Kasih Sayang Allah kepada kita semua sangat sangat besar dan tidak ada batasnya. Jauh melebihi kasih sayang orang tua kita, dan semuanya.</p>
<p>Kembali ke pokok diskusi, dalam pemahamanku, bahwa Allah berkomunikasi dengan manusia melalui media &#8220;Hati&#8221; atau &#8220;tidak langsung&#8221;. Yang dimaksud dengan &#8220;melihat Allah&#8221;, pandang memandang,&#8230;itu sebatas dari kemampuan kesadaran manusia dalam melihat percikan cahaya-Nya. Sesungguhnya tidak seorangpun dapat menyadari kebesaran, kekuasaan, ataupun keesaan Allah, karena jauh melebihi imajinasi manusia manapun.</p>
<p>Terakhir, mengenai &#8220;kebenaran sejati&#8221;. Aku setuju, bahwa kebenaran sejati adalah dari &#8220;Al Qur&#8217;an dan Sunnah Rosul&#8221;. Pertanyaannya, apakah itu sudah cukup? Bila sahabat Rudy sudah merasa cukup, maka aku tak perlu menjelaskan lebih lanjut.</p>
<p>Namun untuk pernyataan selanjutnya, &#8220;bahwa kebenaran yang hakiki itu akan kita temui setelah ajal menjemput”. Menurutku itu adalah pandangan yang keliru. Itu artinya terlambat!! </p>
<p>Sekedar menambah wawasan, sahabatku Rudy dapat membaca artikel ini:</p>
<p><a href="http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/27/siapkah-menghadapi-kematian%e2%80%a6/#comment-2064" rel="nofollow">http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/10/27/siapkah-menghadapi-kematian%e2%80%a6/#comment-2064</a></p>
<p>Saranku, ikutilah suara hati kecil (nurani) anda.  </p>
<p>Salam Asih, Asah, Asuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
