PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

KEMULIAAN MANUSIA TERLAHIR DI MUKA BUMI

Posted by pengembarajiwa pada Maret 12, 2012

Ruh setiap Manusia sebelum dihadirkan di Dunia, semuanya dalam keadaan Suci dan dalam keadaan terpelihara serta tahu akan Robbnya namun ia belumlah mengenal akan Sejati dirinya. Dengan kemurahan kasih sayang Allah Swt melalui ‘pandangan’ rahmat Nurun ‘alaa nuur maka dihadirkan ia(Ruh) ke Alam Dunia agar sempurna dalam kesempurnaanNYA dengan mengenal serta mengerti akan SEJATI DIRINYA. Terlahirnya Manusia di Alam Dunia, “DIA” tanamkan di dalam Bathinnya “Mutiara TAUHID”, namun….seiring waktu berjalan, tahun demi tahun sampai beberapa tahun kemudian dirinya berada dimuka Bumi ini, ada yg masih tetap tersimpan “Mutiara TAUHID” itu dalam Bathinnya bahkan semakin bercahaya dan ada juga sebagian yang telah kehilangan “Mutiara TAUHID” itu dalam Bathinnya dikarenakan kelalaiannya sebagai Manusia yg “tidak tahu diri”. Maka….sebagian ada yang mensyukuri hidup dalam kehidupannya dan sebagian lagi mengingkari hidup dalam kehidupannya.

Maka…..tidak ada kesia2an dihadirkanNYA manusia di muka bumi ini/di Alam ini, sungguh kehadiran seluruh Manusia dikehendaki olehNYA karena Cinta KasihNYA yang tiada batasnya bahkan tak terikat oleh Ruang , Waktu dan Jarak. Karena “DIA” menghendaki agar Manusia sebagai SirNYA benar2 dapat sempurna dalam kesempurnaanNYA dengan mengenal dan mengerti akan SEJATI DIRINYA yg mana sewaktu di Alam Ruh sebelum ia terlahir/dihadirkan di Alam Dunia ini tidaklah mengetahui akan JATI DIRINYA walau ia tahu akan Tuhannya. Karena itulah….kesempurnaan dirinya(ruh) dapat dicapai setelah ia terlahir/dihadirkan ke muka Bumi ini. Maka…hal ini patutlah disadari sesadar2nya oleh seluruh Manusia agar benar2 dirinya dapat menghargai hidup dalam kehidupannya sebagai Sirrullah. Siapa yg tidak mengetahui akan hal ini bahkan tak menyadari kemuliaan dirinya dihadirkan Tuhannya maka kerugian kembali kpd diri mereka sendiri.

Wallahu A’lam……

Laa Hawla wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adzhiim……

About these ads

50 Tanggapan to “KEMULIAAN MANUSIA TERLAHIR DI MUKA BUMI”

  1. Andi Rian said

    Nice Blog pak …. Salammm

  2. Kang Usep said

    Terimakasih kirimannya …
    Mudah2an kita dapat mengenal hidup dalam kehidupan…

  3. Hadi said

    Asalamu alaikum ayahanda PJ
    Sungguh bergetar rasa dalam diri ini membaca semua tulisan ayahanda PJ terasa ada yg menangis dalam diri saya,,shngga ada rasa tentram,damai,sejuk dalam hati. .mendapat pencerahan dari smua tulisan ayahanda pj. . .smuanya tdk lps dari kehendak sang ilahi. . .
    Trimakasih ayahanda pj dari tangan ayahanda pj diri ini trasa bngun dri tdr. . Saya mhon ayahanda sudi membimbing saya dalam menempuh idinas sirotol mustakim dngan pnuh kesadaran diri. . .
    Trimakasih ayah. .

    Salam santun

    • @Hadi…. yg di rahmati Allah Swt pd kecintaan RosulNYA. Semoga apa2 yg terasakan pada diri Mas Hadi adalah sebagai langkah pembaharuan diri dalam kecinta’an kepada Allah dan RosulNYA dan Insya Allah getaran2 rasa yg terasa itu adalah bagian dari pada Hidayah Allah Swt yg tiada terkira yg telah di AnugrahkanNYA kepada Mas Hadi dan menjadikan diri semakin Taqorrub kepadaNYA dan di pancarkan Nur Hakikat yg sesungguhnya sehingga semakin jelas mana kebenaran dan mana kebathilan. Aaamiiin……

      Salam Rahmat dan Barokah selalu….

  4. wibowo sb said

    Assalamu’ alaikum sahabat PJ
    salm kenal,,,
    sungguh sangat indah dan menyentuh hati,,,
    smoga kita senantiasa tertuntun dan terbimbing dalam keRidhoanNya..

    Trimakasih sahabat PJ

    • Wa’alaikum salam Warohmatullaahi Wabarokaatuh…..saudaraku @wibowo sb.
      Alhamdulillah….Salam kenal kembali dan selamat datang di Pondok PJ ya…Semoga Silaturrahmi ini benar2 menjadi saksi kebaikan bagi kita semua, karena Allah….dengan Allah….Demi Allah…dalam Allah. Aaamiiin.

      Terimakasih kembali saudaraku…..

  5. Jagad seduluran. said

    Maaf pak PJ mau tanya gmana manusia yg tahu diri menurut Rabbnya.dan penerapan dlm kehidupan sehari hari.terimakasih
    salam paseduluran

    • Berjalanlah di jalan Allah Swt dng di dasari Pengetahuan ilmu ttng Rasa berkesadaran Tuhan, bukan dng Rasa kesadaran diri. Dan tentunya agar dapat berjalan berdasarkan Rasa berkesadaran Tuhan maka hendaknya diketahui, dipahami, dimengerti, dirasai, diresapi, dihayati, disadari akan Tuhan yg sebenar2nya Tuhan yg Laitsa kamitslihi Syai’un dan tidak terjebak kepada Tuhan Bayang2 semata melainkan benar2 Tuhan yg Nyata adaNYA. Yang manakah Tuhan yg Nyata adaNYA itu….????, dan yg seperti apakah Tuhan Bayang2 itu….???. Maka utk mengetahui ke-2 hal itu setiap Salik dituntut utk mengenal akan Sirrul Hakikatul Muhammadiyyah pada Hakikatul Insaniyyah, barulah akan diketahui sebenar2nya Tuhan yg Nyata adaNYA. Dan itulah Ciri2 dari manusia2 yg TAHU DIRI. Wallahu A’lam……

      Salam paseduluran…..

      • Aslmlaikum bpak PJ yg sllu drhmti Allah SWT.kta bpak PJ kn qta hrus mngnal akn sirrullah hakkatullah muhamadyah.nah yg dmksud mngnal tu sprti ap n bgmn?apkah mngnal nur muhammad?thnks bpk PJ.wlaikumslm

  6. Endi said

    Salam Mas PJ….

    Numpang Coretan Mas PJ…..

    Mutiara Tauhid atau juga yang sering disebut dengan Addurin Nafis (permata yang indah) Ibarat untain mutiara yang selalu meliputi kehidupan manusia….karna tanpa itu apalah jadinya manusia itu…sama halnya seperti Hewan ternak…..

    mutiara yang indah itu….pastinya indah bila memilikinya…..akan di simpan sebaik mungkin…dirawat…dijaga bila memang sudah memilikinya…., untuk itu….mari….bersama kita telisik diri ini….karna Mutiara yang indah…itu ada pada diri kita….seperti sabda Rasul : “Anna Sirri, Wa’anna Sirruhu” maka telisiklah diri kita….isya Allah, akan ada petunjuk……

    karna Allah rahman dan rahim……sudah terdahulu rahman dan rahimnya itu….ketika manusia itu belom bisa disebut (Belom punya bentuk) yang nyata…..

    Benarlah adanya…..utaian kata Saudara Ku Mas PJ, bahwa Jahirnya manusia itu adalah bentuk pentajallian manusia dalam proses “Awwalludin Ma’rifattullah” (Sempuarna dalam Kesempurnaan mengenal Sang AKU).

    salam damai…..

    • @Mas Endi_ku yg Arif dan Bijak…., Terimakasih atas segala tambahan pencerahan2NYA ya…???, apa2 yg Mas Endikus sampaikan semoga menjadi tambahan Ilmu khususnya bagi saya dan juga saudara2 semuanya. Aaamiiin….

      Salam Ta’zhim…selalu
      Salam Kasih….selalu
      Salam Hangat….selalu.

  7. Sungguh diri Q terlalu lalai dengan urusan yang fana ini hingga “Mutiara Tauhid” ku tampak samar bahkan gelap….Ya Allah Tuntunlah hambamu ini menuju ke jalanMu….Sugeng dalu kang PJ

    • Salam Sejahtera selalu Sedulur radenmaskarebet yg berada dalam “tatapan-NYA”. Kita semua…termasuk saya pastinya akan pernah lalai atau juga sering lalai, namun…semoga Rahmat Cinta KasihNYA membimbing kita semua sehingga ketika kita lalai maka “DIA” akan mengingatkan kita dengan penuh Cinta KasihNYA yg Tulus Murni. Aaamiiin…..

      Salam Adzikro selalu……

  8. Ass.wr.wb
    mudah-mudahan apa yang tertuang dalam tulsan yang penuh hikmah ini dapat kita pahami..mohon bimbingan abah PJ

    salam,

  9. Afandi said

    Assalamualaikum pak PJ.
    Salam kenal
    Tulisan2 nya sangat memberi pencerahan

  10. Dedi said

    abah Pj@ yg bijak,,tolong pencerahan ulang…tujuan sejati saya terlahir di muka bumi,apa cm mencari nafkah anak istri,,,dan sering menjadi rutinitas yg tiada rasa puasnya,hingga tutup usia…lingk keluarga dan tetangga rata-rata ya,,,ya,,semuanya melakukan rutinitas yg sama…kelak ketika masa pertanggung jawaban tiba, kami akan termasuk org yg merugi,,,Maha Suci Allah, jangan biarkan hati ini mati,,,

  11. Hadi said

    Asalamu alaikum ayahanda pj
    Alhamdulillah amin ya robb
    Trmks ayahanda pj atas pencerahan ayahanda
    Sungguh terasa sejuk skali
    Terasa dalam diri ini. .
    Selama ini saya terombang ambing dngan angan2 yg smu
    Hingga saya menemukan pondok ayahanda pj ini untuk mencari kebenaran2 dalam kenyataan yg sesungguhnya. .
    Ayah mohon pencerahannya
    Sesungguhnya bgmnkah hakikat dari kalimat sahadat itu. ? Jg apa yg aku saksikan,sdangkan itu adalah kalimat penyaksian. . ? Mhon bimbingannya ayah
    Atau ayahanda pj emailkan di Riyan.saptono@yahoo.com
    maksh ayahanda pj

    salam taklim nanda

  12. Mas PJ yang di rahmati Allah…..

    senang Rasanya bila antara sesama kita saling mengingatkan satu dengan yang lainnya….tatkala saya khilaf dan sesat….saudaraku membantu untuk menunjukkan jalan…..sungguh indah persaudaraan….diantara sesama….mengikat tali silaturahmi dengan rasa tauhid….. antara Medan & Kalimantan….dan kebetulan Saudara ku Mas Nazarruddin sudah juga perna singga di kediaman kami……semoga tali Rasa yang di ikat dengan rasa Tauhid akan selalu langeng dan trus menerus di truskan oleh generasi dan anak2 kita …….Amin2….ya Robbal Alamin…..

    Salam damai……dan kasih sayang saudaraku Nun Jauh disana….

    @ Endi kusmirat
    Medan

  13. ARek Wonokromo said

    Salam diri dalam diri dan duduknya diri……..

    Diri……….hhhhhhhhhmmmmmmmmm siapa gerangan
    Janganlah lupa Diri
    Janganlah Gak tau Diri
    Janganlah Jual Diri
    Janganlah lepas Diri
    Janganlah siksa Diri
    Janganlah Hina Diri
    Janganlah Umbar Diri
    Janganlah Dustakan Diri
    Janganlah Serakah Diri
    Janganlah Sombongkan Diri

    Orang yang mengerti akan dirinya dalam fitrahnya….Adalah Insan Kamil..
    Duh gusti saya tak ingin lepas dari diri-diriMU.
    Duduknya diri dalam hati ini selalu mengalunkan rasa sayang dan cinta. Takut diri ini akan kehilagan diri. Kehilanan Diri berarti rapuhnyanya Dudukan Diri Sejati…..Naudzubillah Mindzaliq.
    Duh Gusti……Diri ini menangis dan sering bersedih melihat tingkah pola manusia yang tak tahu diri, Diri ini menangis tatkala melihat seorang anak manusia yang tidak mengenal Diri.
    Gerangan diri ini selalu bersandar dan bersimpuh dalam dudukan diri yang selalu mengontrol seluruh gerakan dan perbuatan……sungguh Mulia Allah dari Dzat yang indah tatkala hening bersambut alunan Asmaul…..

  14. benzai said

    Alhamdulillahi laadzi karomanah bil musthofa muhammadin habibinaa sholi ala muhammadin wal ali wa shohbi wakulli muslim, yaa sayyidi yaa sayyidi yaa sayyidi adrikni. Ass wr wbr mas, blog yang sungguh bagus, semoga Allah Al Haq memberkahi mas dan keluarga.

  15. guntur said

    Assalamu’alaikum wr wb. PengembaraJiwa,,! ana mau nanya, dlm kalimat tauhid itu katanya guru temen saya dulu ada 4 bacaan/tingkatan : 1 la ilaha illa allah 2 la ilaha illa huwa 3 la ilaha illa anta 4 la ilaha illa ana, kalau boleh tau pa benar, kalau mmang benar tolong djelasin.mohn bantuanya…

  16. iwan said

    ihdinassirutolmustaqim

  17. harun Ab Wahab said

    Assalamualaikum ya pak guru PJ, saya baca KEMULIAAN MANUSIA TERLAHIR DI MUKA BUMI. ingin lebih tau penjelasannya, petikan itu seakan-akan sama dengan Kalamullah (Innalillah wainailahirojiun) maksudnya daripadaNya kita datang dan kepadaNyalah kita kembali. Dengan lain maksub, kita semua di alam (Ruh) sudah mengenali siapa Tuhan kita (Rubb) tetepi setelah dilahirkan ke dunia, kita alpa dan tenggelam dalam kelekaan duniawi. Totong pak guru jelaskan apakah Ruh yang dirasiakan itu?.
    adakah Ruh = Allah

  18. Semoga semua mendapatkan ridhonya
    ===============================
    Rukun hidup yaitu tiga
    Amal zikir mikir ketiga
    Sarat hidup yaitu tiga
    Ilmu usolli usaha ketiga

    Perjalanan hidup bagaikan roda
    Bawah tengah atas ketiga
    Turun kebawa kerja sama
    Romantika tiep budaya

    Budaya seni budaya bangsa
    Suku bangsa berbudaya
    Bijaksana ilmu dewasa
    Pancasila ber agama

    Hasud dengki serakah budaya
    Jadi penjahat mengadu domba
    Dengan dalih bela agama
    Agama daglog agama buta

    Malu temenan ngomong agama
    Pada serakah ama duniya
    Simbol agama di bangga bangga
    Hanya membuat umatnya gila

    Pada berebut jadi kepala
    Masyarakat di adu domba
    Allohuakbar gampar saudara
    Manahan masih satu agama

    Cukup satu pimpinan negara
    Sampai ia menutup mata
    Nabi rosul semuwah juga
    Begituh cara mimpin duniya

    Kecanggihan coba dewasa
    Tehnologi berbijaksana
    Canggih tehnologi dun’ya
    Bijaksana pada dewasa

    Si abu jahal kelas nora
    Orang sekarang cobalah baca
    Tuwa-tuwa pada nora
    Pada berebut jadi kepala

  19. Semoga Saudara semua dapat memahaminya
    ====================================
    Penuntunan ituh terasa kejam
    Bila belum dewasa paham
    Amal ihsan iman islam
    Semangkin keras semangkin dalam

    Terasa keras bila mendalam
    Karena bersaing kepada hodam
    Hodam ejin penyelundup islam
    Bid’ah dolalah melenceng paham

    Tida terasa pengaruh hodam
    Karna ibadah siang dan malam
    Budaya pake pakean islam
    Tetapi esah tiada paham

    Teturut munding istilah awam
    Sepadu amal di dalam islam
    Arti dan maksud tiada paham
    Mao ta mao munapek islam

    Merasa ego bisa memaham
    Menjadi dengki sesama islam
    Ahirnyah selisih di paham
    Hasud dengki menjadi seram

    Adapun ihsan iman dan islam
    Pabila betul dewasa maham
    Alloh bilang rohmatnyah alam
    Bijaksana sesama adam

    Tida nyalain di salah maham
    Tapi beri solusi maham
    Amanat rosul itulah islam
    Ihsan iman ahlaknyah islam

    Jikalau paham ahlaknyah islam
    Iman ihsan turunan adam
    Bertoleran gaul di alam
    Silih selametkan itulah islam

    Bukan simbol mayoritas islam
    Tetapi penyelametan alam
    Iman ihsan luwar dalam
    Seketurunan hawa dan adam

  20. Ana Sirrullah said

    meng-HIRUP Hurip didalam KAHURIPAN….Ya Allah..Ya Malikul ‘Alamin…..

  21. Ana Sirrullah said

    Maka…hal ini patutlah disadari sesadar2nya oleh seluruh Manusia agar benar2 dirinya dapat menghargai hidup dalam kehidupannya sebagai Sirrullah. Siapa yg tidak mengetahui akan hal ini bahkan tak menyadari kemuliaan dirinya dihadirkan Tuhannya maka kerugian kembali kpd diri mereka sendiri……”La Qod Kholaqnal Insana fi AHSANI Taqwim…..”Shodaqallahul ‘Aliyyul ‘Adzim……

  22. suhebi said

    assalamualaikum..
    ma`af pa pj saya mau nanya kepada sadara(i) di sini khusunya kepada pa pj minta pencerahannya y pa ?
    mungkin bukan saya saja yang mempunyai keburukan/cacat fisik yang di akibatkan karena kelalaian dalam menjaganya hingga fisik yang tadinya bagus menjadi rusak/cacat. yang mau saya tanyakan..
    jika diri saya di kembalikan lagi kepada Tuhan,apakah Tuhan masih mau mema`afkan dan menerima keadaan saya yang sudah cacat/buruk ini? sedang cacat/buruknya ini di akibatkan karena kelalaian saya dalam menjaganya.
    rasa malu dan bersalah ini menghujam dalam, hingga hati ini slalu bertanya..
    akankah Tuhan masih mau menerima saya
    akankah Tuhan masih mau mema`afkan saya
    akankah Tuhan masih mau berbelaskasih kepada saya.
    akankah Tuhan menjadi tempat kembali yg baik,sungguh hati ini merasa begitu.
    berilah saya pencerahan tentang diri ini agar tumbuh keberanian saya untuk menghadap-Nya.
    pencerahan dr pa pj dan saudara(i) yg ada di sini sangat saya harapkan terimakasih.

  23. Sirr na said

    assalamualaikum,umpat betakun…d banjar d mana pian?

  24. Daeng Taju' said

    Assalamu alaikum Mas Pj…
    Mas PJ Kami maw tahu email mas PJ Soalnya Pengen Tanya Jawab Berdua Boleh Gak ???

  25. Azkaku said

    Assalamu alaikum Wr Wb Mas PJ
    Mas PJ Semoga Rahmat dan kemuliaan selalu menyirami Mas PJ dan keluarga Selalu…
    Mas PJ aku sudah membaca semua tulisan-tulisan Mas PJ dari awal sampai akhir diblog ini…..
    Lalu saya melihat diri saya….terlalu jauh sekali mengenal akan ilmu ini, aku bisa dibilang awam dan bodoh sekali mengenai masalah Syariat, Tarekat dan Tasyauf. Mas PJ. Aku mau belajar tapi engga tau mulai dari mana…?? sementara guru juga tidak ada….Mengaji juga blentang blentong bacanya….Pengen sekali seperti saudara2 Mas PJ yg selalu memberikan masukan dan pencerahan…..aah…tapi itu hanya hayalan aja mas PJ….Saya juga membaca Blognya Sufi Muda. Tulisan yg menyejukkan dan menentramkan hati …..tapi itulah Mas PJ……..
    Saya cuma minta tolong Sama Mas PJ dan saudara-saudara diblog ini, Bersama Do’akan saya agar cepat mendapatkan seorang guru yg dapat membimbing saya…..Terima kasih mas PJ dan semua saudara-saudara yg telah mengisi dan memenuhi blog ini dengan siraman-siraman rohaninya. Semoga Allah Swt membalas semua amal dan kebajikan saudara-saudara…….Amiiiinnn

    Salam,
    Azkaku

  26. yuliantopw said

    Asww. Kang PJ,
    Saya hanya bisa mengucap;
    “Subhanallah. . .wAlhamdulillah. .”

  27. Yandi Sriwijaya said

    Assalamualaikum, Semua,l terkhusus Kang PJ Selaku Pengurus Blog ini, Salam Kenal, Salam Rindu dengan Penuh Kasih dan Sayang-Nya, saya sangat bersyukur digerakan-Nya untuk bertemu dan mampir di Forum ini. Dalam kesempatan ini saya mau bertanya (karena saya ditanya oleh guru saya tapi jawabannya belum dikasih tau), Guru saya bertanya, “Bagaimana cara kamu membaca Fatiha baik dalam sholat maupun keseharian?”, Lantas saya hanya diam saja, karena saya berpikir bahwa pertanyaan sang guru tadi bukan pertanyaan biasa, saya pikir kalau tidak dijawab maka dia tidak akan melanjutkan pertanyaannya lagi, dengan memberanikan diri saya menjawab dengan jawaban secara awam/ pada dasarnya, pas saya membaca ayat, “ihdinas sirotol mustaqin”, lantas sang guru tadi menyurus stop dan dia bertanya apa terjemahan ayat tersebut?, lantas saya jawab secara makna harfiah, “Berilah kami jalan yang lurus dan benar”, nah kata sang guru tadi, “mengapa kamu, sudah tau dengan jalan yang lurus dan benar, kok baik dalam sholat maupun keseharian, kamu masih selalu ingin diberi tau, dan diasumsikannya seandainya kamu sudah tau dengan jalan menuju istana presiden, kok kamu masih terus nanya dalam kesehariannya, apakah kamu bodoh????, Demikianlah pertanyaan yang diberikan oleh sang guru saya.
    Mohon dengan kerendahan hati kang PJ untuk penjelasannya, dan tidak menutup kemungkinan untuk saudara2 yg lain memberikan pendapatnya!!!
    Trimakasih dan salam Persaudaraan

  28. Salam bung PJ
    Benar… kadang manusia kebanyakan lalai untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh siapa sebenarnya dirinya/kita. Ketidakmengenalan terhadap hakikat diri ini mengakibatkan manusia menjadi sombong dan merasa tinggi, kalau sudah demikian bagaimana kita bisa lebih bisa mengenal Tuhan yang jelas-jelas menciptakan manusia. sehingga ruh yang fitrah yang ditiupkan tadi akan tertutup dan semakin jauh dari hakikat kebenaran yang sejati. Kepada Tuhanlah kita berharap semoga selalu diberi hidayah-Nya

  29. Pertanyaan tiga perkara
    Wajib ain menjawab taqwa
    Demi terjawab iman taqwa
    Menuntun sadar rasa rumasa

    Penyebab iman di manusia
    Satu ucapan kaipiat beda
    Karna pilihan si manusia
    Merasa bener yang di bisa

    Penyebab amal iman berbeda
    Cuwek aturan qias ijma
    Hadis quran jadi ta guna
    Aturan hidup bagai ta ada

    Penyebab iman sekaba-kaba
    Karna melihat pakta nyata
    Pormalitas simbol nama
    Berbuwat salah tida rumasa

    Adapun pangkat gelar nama
    Nabi rosul alim ulama
    Empat nama tiada beda
    Satu kaipiat iman taqwa

    Quran hadis kias ijma
    Dalil padoman iman taqwa
    Bila ta gengsi ama nanya
    Masrig magrib tiada beda

    Kelas drajat memang beda
    Tapi disiplin bagai sekola
    Tida curiga buruk sangka
    Bila mateng arip dewasa

    Atas kebawah ibarat roda
    Bawah keatas naek tangga
    Jika disiplin tarak rama
    Walau berbeda ibarat bunga

    Zaman sekarang ibarat beda
    Beda corak hewan satowa
    Seturu-turu mencari mangsa
    Pabila laen ya di mangsa

    Surat Al a’rop amat nyata
    Jika manusia mateng dewasa
    Tida curiga dan buruk sangka
    Tapi mengaji mengkaji jiwa

    Jiwa hidup hidup bertanya
    Dari manah asalnya kita
    Mao kemana langkah kita
    Apakah Alloh sudi nerima

    Kalamulloh qur’an di baca
    Kitabulloh badan di tanya
    Aji amal ibadah jiwa
    Di terima apah kaga

    Pahla kalau di terima
    Dosa kalau ta diterima
    Rasa merasa dan rumasa
    Sampai mati lanjut bertanya

    Ego congkak gengsi nanya
    Itulah iman budeg buta
    Bisa jadi sekaba-kaba
    Orang Cuma menduga-duga

    Sedangkan Alloh ogah di duga
    Tetapi suka di raba-raba
    Belay kasih cinta setiya
    Alloh juga balik meraba

    Meraba bukan meraba dada
    Dada montok kaum hawa
    Tapi rabalah sekujur jiwa
    Sebates mana punya kebisa
    Benar yang benar atas penilaian Alloh dan rosulnyah maka ia kobul amal makbul iman.
    Ahlak prilakunyah tida suka usil kepada amal ibadah orang lain.
    Tetapi bila dirinyah di usili oleh orang lain maka ia berani menjelaskan amal ibadah dengan secara kersil dan terampil.
    Hingga ia di juluki insanul kamil. Alloh namainyah si Julang Anak Jalanan.
    Alloh amanatinyah Wali Abdal Imam Mahdi.
    Yang mempercayainyah dan meyaqininyah sebagai utusan Alloh maka beruntunglah ia dun’ya ahirat.
    Sebaliknyah orang menolak keberadaannyah maka cilaka dun’ya ahirat.
    Jadi jelaslah sudah.
    Orang beruntung sudah jelas
    Orang cilaka sudah jelas
    Tida perlu ribut-ribut.
    Orang beruntung bisa bertaklid esah soheh iman.
    Orang cilaka bertaklidnyah pada jahil murokab batil iman
    Tida perlu hujat debat
    Tetapi perlu cerdik cermat
    Inilah Alloh amanat Rosululloh berwasiat para leluhur mewangsit amanat wasiat.
    Ilmu ituh untuk maslahat bukan jahat berebut pangkat.
    Karena manusia punya pilihan
    Karena tida mao mengikuti aturan
    Karena manusia tida mao disalahkan
    Maka jadilah masing-masingan di luar tuntunan Alloh dan Rosulnyah dan di luar tatakrama iman taklid.

  30. kastalanie said

    “allahuma shalli ala sayidina muhammad”

  31. pEtuaLanK said

    Subhanallah …

  32. Mas Tono said

    Asslkm wr wb, salam kenal Bang PJ
    Senang sekali membaca tulisan Bang PJ, bagi kita yang dalam pencarian sering kali kita merasa bingung akan kesejatian diri kita dalam hubungannya dengan ber-makrifat kepada Allah SWT. Namun setelah saya “DILAHIRKAN” kembali ( lahir utk yg kedua kalinya ) saya baru memahami konsep DIRI ( Ilmu DIRI ). Alhamdulillah apa yang Bang PJ sampaikan di atas, sama dengan pengalaman saya dan yang telah diajarkan oleh guru saya.

  33. ante said

    bicara ampunan Allah lenyaplah dosa..bicara rahmat Allah tiada terhingga ..dosa tiada yg besar bila Allah ampuni..pahala tiada yg kecil bilah sadar akan Allah.!

  34. Wanda said

    Aslamualaikum.
    Mas saya mau numpang Tanya Nama saya wanda di Padang saya Muslim tp mngkin islam ktp klo kata orang sekarang
    dan saya berniat mncari suatu perubahan dalam cara pandang saya terhadap agama saya sendiri
    Saya mau tau apa itu tasauf saya sempat dnger temen crta tentang paham tersebut cmn dia pun tak bisa memberi penjelasan kpda saya sedangkan saya sangat ingin menjadi seorang Muslim yg puny a pemahaman mohon bantuan nya ya mas
    oiya mas saya jg mau bertanya saya pernah mendengar Nama syekh siti jenar apakah dy seorang tokoh Sufi .?
    Mohon penjelasan nya ya Mas terimakasih sebelumnya…
    Wassalam

    • d.setiadi said

      Wanda

      Mungkin seorang Pengembara Jiwa terlalu sibuk dengan tulisan-tulisannya sehingga kita wajib mengerti kesibukannya mengurus majelisnya. Sebagai jawaban buat Wanda, mungkin Wanda dapat membaca tulisan-tulisan Pengembara Jiwa yg sangat-sangat jelas beliau memaparkan apa-apa yg ditanyakan oleh Wanda,…silahkan membacanya. Tulisan lain di WEB Sufi muda, Sufi Road juga hasana yg baik untuk mengetahui lebih mengenai Tasawuf, demikian terima kasih

  35. Mudjiono said

    Asalamu alaikum ayahanda PJ
    numpang tanya, sebenarnya ilmu yg tertinggi di muka bumi ini ilmu apa?
    Dimana tempatnya :
    Jiwa, Ruh, Dan sukma ?
    Bekalnya manusia dimuka bumi ini apa?
    Terimakasih. Wasallam

    • ilham said

      maaf saudara sesungguhnya kalau kita menggali ilmu islam yang sempurna kita disuruh mencari mana Allah punya yang dia letakan kepada dari – diri manusia, wal awal wal akhir harus sama (wahid) satu. dan kalau ditanya tempatnya, sesungguhnya kata Allah, Aku tidak bertempat di dalam sesuatu, dan tidak berwujud didalam sesuatu, akan tetapi Mengetahui segala sesuatu, itu lah Aku kata Allah. untuk apa berkata dimana tempat jiwa, Ruh dan Sukma. pahami kata Allah aku ciptakan Manusia lengkap dan sempurna, maka kita kembali harus dalam keadaan lengkap dan sempurna.
      bicara bekal manusia, menurut pemahaman saya, belajar dan mengatahui dari yang tidak diketahui agar mengetahui, Ilmu penting, tanpa ilmu kita tidak akan mengenal, tetapi ilmu juga akan habis, yang ada hanya lah ke Imanan dan pengetahuan Tuhan.
      wasssalam

  36. ILHAM SASMITA DJATI said

    Assalamualaikum…Salam mas PJ,

  37. Subhanallah, bergetar seluruh,,bdanku,,saat membaca ilmu” ini…
    Semoga manfaat bagi yg npmembacanya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 121 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: