PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

BERSYUKUR AWAL DARI KETENANGAN JIWA

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 11, 2009

Ketahuilah! Bahwa ketenangan itu tidak akan didapatkan sebelum  benar–benar menikmati hidup ini. Merasakan bahwa hidup ini pasti ada arti dan makna. Rasakanlah bahwa hidup ini adalah Anugrah yang mencerminkan Kasih Sayang Allah.

Sebab permasalahan-permasalahan hidup yang dihadapi di dalam dunia ini hanyalah sebagai fase/tahapan–tahapan dari penampakan Ujud Tuhan. Ibarat seorang pembuat keris, ia akan membakar dan menempa besi kemudian di bentuk untuk menjadi sebuah keris yang indah. Begitu pula halnya manusia, ujian–ujian dan cobaan adalah merupakan tempaan–tempaan dari Allah sebagai tanda Cinta Kasih Nya. Kalau sudah begitu kenyataannya, mengapa kita tidak menerimanya dengan lapang dada?.

Allah SWT berfirman :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;   Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS, Ibrahim : 7)

Terkadang banyak yang beranggapan bersyukur atas nikmat Allah itu adalah sebatas apa saja yang didapatkannya diluar dari dirinya. Padahal terlebih utama dan untuk pertama kalinya ia harus melihat kepada dirinya sendiri, bahwa apa–apa yang ada pada dirinya zahir dan batin adalah karunia dan nikmat Allah terbesar yang sudah sepantasnya tidak boleh dilupakannya begitu saja. Wajar saja jika Allah memberikan ujian dan cobaan kepadanya untuk mengingatkan hambanya bahwa Allah sangat dekat akan dirinya dengan sangat nyatanya dan sangat dekatnya nikmat Allah pada dirinya yang pada hakikatnya Allah meliputi dirinya zahir dan batin.

Sadarilah! Bahwa segala apa–apa yang ada pada diri kita adalah nikmat Allah. Nafas adalah nikmat Allah, penglihatan nikmat Allah, pendengaran nikmat Allah, penciuman nikmat Allah begitu pula darah yang selalu mengalir disekujur tubuh kita, jantung yang selalu memompanya juga nikmat Allah dan segala apa saja organ–organ tubuh yang bekerja semuanya adalah nikmat Allah, milik Allah, karena Allah dan dengan izin Allah semata.

Siapa saja yang mensyukurinya dengan keyakinan semua yang ada pada dirinya adalah karunia dan nikmat Allah terbesar sebagai landasan cinta kasih Allah kepadanya, maka sebagai penghargaan dari Allah Ia akan menambahkan nikmat Nya yang lain (yaitu karunia Allah yang datang dari luar dirinya, seperti rezeki, jodoh, kedudukan dll). Akan tetapi barang siapa yang lupa akan nikmat karunia Allah yang ada pada dirinya berarti sama halnya ia lupa akan Allah yang memberikan nikmat itu sebagai I’tibar (cerminan) adanya Allah dekat dan meliputi akan dirinya. Lalu bagi siapa yang lupa akan Allah, maka Allah akan menurunkan berbagai macam ujian dan cobaan kepadanya agar mereka bisa sadar dan kembali kepada kebenaran (Allah SWT). Kalau sudah begitu berarti ujian dan cobaan itupun termasuk nikmat Allah, karena datangnya ujian tersebut untuk mengingatkan hambanya agar hambanya menyadari bahwa Allah sayang kepadanya.

Allah SWT mengingatkan kita sampai 31 kali di dalam Firman Nya yang disebutkan di dalam surah Ar–Rahman :

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.(QS,Arrahman:13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)

Dan di dalam surah yang lain Allah berfirman :

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS, An – Nahl : 18)

Sungguh sangat banyaknya nikmat karunia Allah yang sudah  diberikan Nya kepada kita, sampai–sampai kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk membaca surah Al–Fatihah berulang kali di setiap kita Shalat dan termasuk salah satu Rukun Shalat yang apabila tidak membaca surah Al – Fatihah maka batal lah Shalatnya. “Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin”. (Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam). Adalah suatu ungkapan yang menjelaskan  bahwa apa saja yang ada di seluruh Jagad Raya ini dan apa saja yang ada pada diri kita hendaklah kita sadari semuanya itu adalah nikmat Allah SWT.

Itulah salah satu Rahasia ke Agungan dan Kebesaran Allah tentang di balik ujian dan cobaan. Karena itu syukurilah dengan harapan agar dimantapkan Iman dan Keyakinan serta dibukakan ketentraman dan ketenangan Jiwa. Hidup ini akan nampak indah jika kita mau menerimanya dengan lapang dada apa saja yang datang pada diri kita adalah sebagai bukti Kasih Sayang Allah SWT.

Apabila Allah mendatangkan suatu ujian, tentu itu menurut kadar kemampuan hamba Nya. Tidak akan mungkin Allah menurunkan ujian yang hamba Nya sendiri tidak sanggup untuk memikulnya. Kalaupun kita merasa berat dengan suatu ujian yang didatangkan Allah seolah–olah kita tidak sanggup untuk memikulnya, itu dikarenakan bukan kita tidak mampu untuk memikulnya melainkan karena kurangnya pengetahuan untuk menghadapi ujian tersebut.

Oleh sebab itu menuntut ilmu hukumnya wajib, agar kita mengerti tentang hakikat  dari pada ujian–ujian Allah yang datang kepada kita.  Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : yang artinya “telah diwajibkan atas kalian menuntut ilmu baik muslim laki–laki maupun muslim perempuan”.

About these ads

115 Tanggapan to “BERSYUKUR AWAL DARI KETENANGAN JIWA”

  1. Memed said

    Assalamualaikum wr wb…
    Seringkali Manusia itu tidak sadar dan larut dalam Emosi, Keegoan/Kediriannya..ketika mendapatkan suatu cobaan/ ujian didalam kehidupannya apapun itu..yang menjadi pertanyaan kenapa kita harus marah..tidak terima akan cobaan/ ujian itu..itu semua disebabkan karena kita tidak melihat dibalik ujian/cobaan itu tetapi yang kita lihat hanyalah SOSOK dari cobaan dan ujian itu sehingga Dendam dan Nafsu amarah beradu menjadi satu pada saat itu..dan kalau Manusia itu meyakini dengan sebenar2nya bahwa semua ujian/ cobaan itu data dari pada Allah SWT. Tuhan seru sekalian Alam..niscaya mereka tidak akan larut dalam Emosi atau Kegelisahan,dendam dll..melainkan Ketenangan, Sabar, Ikhlas dan Ridho dalam menjalininya..

    • @Memed

      ………………….. dan Semoga Allah senantiasa menyertai langkah2 Hamba2Nya yang berjalan dengan Tulus untuk menuju kepadaNya sehingga menjadikan Kekuatan Iman dan Yaqin di diri dan membias kepada Ketenangan Jiwa lalu membuat diri mantap dalam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho terhadap apa2 yang telah menjadi Qudrat IradatNya.

      • Aisah said

        wah, ternyata undangan dari mas Vicky Robi benar2 tak mengecewakan..
        banyak obat penenang di sini..makasih yah mas u/ suguhannya..

        wassalam’

      • manto said

        Bukankah ujian dan cobaan Allah sama dengan teguran dan peringatan dari Allah karena perbuatan dan kesalahan kita.
        Maaf hanya bertanya karena ketidak tahuan sy.
        salam sejahtera utuk semua saudara ku

    • H. Sudjani said

      Sesunguhnya hanya ketidaktahuan seseorang dengan cobaan/ujian yang menimpanya sebagai peringatan atau tegoran pada dirinya, maka dari itu bagi kita di wajibkan menuntut ilmu hingga akhir hayatnya untuk menambah wawasan khasanah dan ke Imanan kita
      Sebenanryna kalau kita tahu bahwa ada cobaan/ujian dari Allah kita mau menyadari lalu berbenah diri atas keslahannya maka Allah akan memnggantikan RahmatNya yang amat luas dan sesunggunya Allah Maha penganmpun dan Maha Penyayang.
      Demikianlah yang bisa saya sampaikan melalui Blog ini sebagai komentar, kami amat terbatas pengetahuan yang saya miliki untuk itu saya mohon maaf atas keterbatasan saya.

      Waslammua’alaikum wr wb

    • tulisan anda bagus sekali pak, menggugah iman saya..
      salam dari pernikahan adat Indonesia.

    • kali pertama komeng, salam kenal aja smua, terkhusus tuk administrator

  2. Alam Rasa said

    Salam Kasih Saudaraku Pengembara Jiwa
    Semoga Rahmat Allah selalu dilimpahkan kepada anda sekeluarga

    “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.(QS,Arrahman:13,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38,40,42,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71,73,75,77)
    “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS, An – Nahl : 18)

    Sebagai manusia, kita sering kurang menyadari bahwa rahmat dan nikmat Allah SWT selalu berkelimpahan setiap saat. Mengapa kita sering lupa? Kebanyakan ini disebabkan oleh cara pandang kita bahwa memang sudah seharusnya/sewajarnya Allah memberikan nikmat itu. Kita sehat, memang sudah sewajarnya kita sehat. Kita hidup berkecukupan. Sudah sewajarnya kita hidup berkecukupan, dst. Kebiasaan kita memandang ke atas, sering membuat kita lupa atas nikmat yang telah kita peroleh selama ini. Kita lupa bahwa ada sebagian dari kita yang sakit, hidup dalam kemiskinan, dalam penderitaan akibat musibah/bencana, dll. Cara pandang atau sikap kitalah yang membuat kita menjadi kurang menghargai atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

    Segala sesuatu yang telah kita miliki sering kita abaikan, ketika mereka masih menjadi milik kita. Namun ketika mereka telah hilang/lenyap barulah kita menyesal dan menyadari bahwa itu adalah nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Demikian juga Allah memberikan musibah kepada kita, dengan menghilangkan/melenyapkan sebagian kecil nikmat-Nya, agar kita sadar, dan menjadi lebih menghargai atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Agar kita lebih banyak bersyukur dan lebih ingat kepada-Nya. Sadar bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, sadar bahwa kita ini tidak punya apa-apa, dan hanya kepada-Nya lah tempat bergantung.

    Inilah salah satu bukti dari Kasih Allah kepada kita semua. Nikmatnya diberikan kepada kita dan kadangkala diambilnya kembali sebagai pelajaran dalam rangka meningkatkan kesadaran spritualitas kita, agar kita menjadi lebih dekat kepada-Nya, agar kita bisa memperoleh anugerah-Nya yang terbesar,……… jauh lebih besar dari kebahagiaan yang pernah kita rasakan selama ini..yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata.

    Demikianlah, yang dapat aku sampaikan. Pada intinya, bahwa tak ada yang lebih penting selain mendekatkan diri kepada Allah. Besyukurlah dan jadilah orang yang pandai bersyukur terhadap segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Tundukkan ketamakanmu pada dunia. Sadarilah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik kepada kita. Pasrahkan segala persoalanmu kepada-Na, dan hanya kepada-Nya lah tempat bergantung. Jadikan hidupmu agar menjadi semakin mengasihi Allah, semakin mencintai Allah. Mengasihi Allah dengan berbuat yang terbaik hanya karena dan untuk-Nya, dengan berbagi Kasih kepada sesama, mencintai semua mahluk, tanpa pamrih dengan setulus-tulusnya.

    Salam Asih Asah Asuh

    • @Alam Rasa

      Terimakasih Banyak Mas Alam Rasa suadaraku…………, atas segala Pencerahan2nya. Sungguh apa2 yang Saduaraku Alam Rasa paparkan telah menambah perbendaharaan dalam Kesadaran Ilmu untuk dapat menyikapi apa2 yang terjadi dalam Kehidupan ini dengan setulus2nya dengan dasar Syukur kepada Allah Swt.

      Dan Semoga Allah menurunkan PertolonganNya kepada kita semua sehingga dapat selalu tersenyum dalam Syukur kepada Allah Swt sebagai Awal Ketenangan Jiwa.

      Salam Ta’zim dan salam Ta’lim

  3. ahmedsyah said

    assalamu’alaikum wr wb. alhamdulillah,bagiku apa yang semua telah diuraikan mas pj adalah sbg pengingat dan nasihat yg penting utk ketenangan batin.tanpa bersyukur sulit untuk menemukan sebuah ketenangan jiwa dan keyakinan yg haqqul yakin dan kembali kepadaNya dgn ridho dan di ridhoi,trim’s buat semuanya.

  4. sukas said

    assalamu’alaikum wr wb. alhamdulillah kita perlu mengetahui tabiat kehidupan dunia dan kesulitan dan kesusahan yang ada disana, sebab manusia memang diciptakan berada dalam susah payah, sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4)

    • @Sukas

      Wa’alaikum salam wr,wb….
      Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiiin………………..

      Salam Kenal Mas Sukas dan selamat datang di Pondok PJ ini. Silahkan Mas…., jika ada yang mau di sampaikan dalam Cahaya Hikmah, kami semua menyimaknya.

      Wassalam

  5. akmalhasan said

    Dalam kungkungan nafsu, keinginan, dan ego amat sulit bagi manusia untuk mensyukuri nikmat Allah setiap saat. Agaknya perlu upaya keras dan disiplin agar sikap kufur (mengingkari) nikmat berangsur-angsur tergantikan oleh sikap syukur. Dan sebagai awal diperlukan kesadaran untuk memasuki gerbang pintu syukur. Untuk selanjutnya berbagai upaya dilakukan untuk memelihara sekaligus mengungkapkan syukur tersebut, yaitu bisa dengan amal shalih lahir bathin, taddabur, tafakur, dll.

    Salam,
    Akmal

    • @akmalhasan

      Setuju Mas…., dengan apa yang Saudaraku utarakan bahwa sebagai langkah awal diperlukan kesadaran untuk memasuki gerbang pintu syukur. Untuk selanjutnya berbagai upaya dilakukan untuk memelihara sekaligus mengungkapkan syukur tersebut, yaitu bisa dengan amal shalih lahir bathin, taddabur, tafakur, dll.

      Terimakasih,

      Salam,
      PJ

  6. ishakq said

    Saya menemukan sebuah situs

    http://pengembarasufi.multiply.com

    adakah hubungannya dengan pengembara jiwa ?

    • @ishakq

      Pengembara Jiwa dari segi kezahiran tidak ada hubungannya mas dengan pengembara Sufi, tetapi Insya Allah dalam Ilmu kedua2nya bisa saling melengkapi dalam perjalanan menuju kepada Allah Swt.

      Terimakasih atas Link nya Mas.

  7. Hilmi said

    Assalamualaikum wr wb…

    Salam kenal PJ, saya mau tanya gimana cara menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT aplikasinya dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat, terima kasih banyak atas tulisan2nya yg sangat berbobot serta mencerahkan hati….

    Salam ta’dzim

    • @Himi

      Salam Kenal Kembali Mas Hilmi…

      Saya rasa saudara kita Mas Akmalhasan sudah mewakili dari apa yang Mas Hilmi pertanyakan, semoga Mas Akmalhasan dapat membantu kita untuk menambahkan uraiannya….

      Terimakasih Mas Hilmi dan terimakasih pula untuk Mas Akmalhasan

      Wassalam

  8. Salam wa Rakhmah

    Sungguh suatu postingan yg sangat bermakna untuk menempuh kehidupan yg fana ini. Bersyukur kepada Allah artinya menerima segala apa yg terjadi kepada diri kita dgn hati yg Ridho, Ikhlas, Sabar dan Tawakal. Kalo kita selalu bersyukur, maka Allah akan menambahkan segala nikmat yg telah dikaruniakan kepada manusia. Sehingga tercapailah rasa Ketenangan Dalam Jiwa, karena nikmat Allah akan bertambah dan bertambah terusss.

    Wassalam…

  9. Lambang said

    Terima kasih atas pencerahannya mas.
    Udah lama saya enda mampir ke sini.

    Salam Sihkatresnan.
    Rahayu.

    • @Lambang

      Terimakasih kembali Mas Lambang atas segala Pencerahan2 Mas Lambang selama ini di Pondok PJ ini.
      Dan saya pun Mohon Ma’af yang sebesar2nya kepada Mas Lambang karena jarang mampir ke Blog Mas Lambang dan ini pun sudah lama sekali Blog PJ saya tinggalkan karena ada sesuatu urusan.

      Salam Sayang dan salam Hormat,
      PJ

  10. Ngabehi said

    Ketika didompet masih terselip puluhan ribu rupiah, ketika digarasi masih tertongkrong motor dan mobil, ketika di kulkas masih tersedia buah2an dan makanan, maka begitu nikmat hidup ini, beribadahpun rasanya lega, semangat dan ikhlas, hati ini terasa tenang, mulut rasanya malas bergunjing, mengumpat dan sebagainya.Namun benarkah ini ketenangan yang hakiki??, ohh rasanya bukan.
    Terkecuali ketika ketenangan itu muncul disaat sebutir beraspun tiada, anak yang sedang merengek sakit, serta dompet tinggal berisi KTP, maka itulah ketenangan yang tidak semu.Itulah jiwa yang telah ridho kepada Tuhannya.Sayang masih banyak umat yang tertipu oleh ketengan yang semu tadi, maka berbahagialah orang2 miskin, karena tidak akan pernah merasa kehilangan apa2, karena mereka memang merasa tidak punya apa-apa.Trimakasih Mas PJ yang baik hati, artikelnya menyadarkan saya yang suka tertidur sambil jalan.
    Wassalam
    Rahayu

    • @Ngabehi

      Terimakasih kembali Saudaraku Mas Ngabehi…, dan tentunya kita semua sama2 masih dalam Proses Belajar. Dan semoga ini bisa menjadi renungan bagi kita semua.

      Salam Hormat,

      Wassalam

      • Amin Azis said

        kata2 mas ngabehi menyentuh sekali,pantesan kalo penduduuk surga kebanyakan dari golongan orang miskin,sungguh beruntung orang yg diberi rasa nrimo ing pandum

  11. 4bim4nyu said

    Salam kasih n kenal buat mas PJ…n semua pengunjung pondok ini… aku mau ikutan nimbrung, trims

    • @4bim4nyu

      Salam kasih kembali untuk Mas 4bim4nyu dan salam kenal kembali…….

      Silahkan mas jangan sungkan2 untuk berbagi kepada kami2 semua yang ada di Pondok ini.

      Salam Berkah Allah semoga di tetapkan untuk kita semua….

      Wassalam

  12. m4stono said

    wah…akhirnya di apdet juga…….hehehehe

    tulisannya sangat mencerahkan, ijinkan saya untuk belajar banyak dari anda………..

    • @m4stono

      Hmmm……iya M4stono, setelah beberapa bulan dalam ke-“BISU”-an….

      Semoga bermanfa’at dan membawa berkah serta yang lebih utama dalam ke-RIDHO-an Allah swt dari apa2 yang tertulis dalam Pondok PJ ini. Mari kita sama2 belajar ya…M4stono, karena saya pun masih dalam Proses Belajar.

      Salam Ta’lim selalu dan salam Hangat,

      NB :
      – Avatarnya “Gatot Kaca or Arjuna” ya…. *Siiiiiiip………..*

  13. Lambang said

    Aha, akhirnya ada posting baru.
    Sudah lama ya mas PJ, 3 bulan lebih ngga di-update.
    Selamat berkarya terus mas.
    Salam Persahabatan.

  14. wah akhirnya dateng juga updatean baru
    ehem seperti dahulu tidak berubah…
    selalu memberikan banyak ketenangan dalam kata-katanya..
    kemana aja pak…

    • @Ariyanto Batjo

      Perjalanan Hidup memang UNIK ya…Mas, tiada kita ketahui apa yang terjadi di beberapa jam kemudian bahkan beberapa hari kemudian dan juga beberapa saat kedepan setelahnya dan setelahnya….

      Jika tetap Istiqomah dalam Khusnudzhon kepada Allah Swt, Niscaya akan beroleh lah suatu kebaikan2, semoga Kebaikan2 terlimpah kepada Mas Ariyanto Batjo dalam setiap langkah2.

      Jika di tanya : “Kemana aja Pak….”
      Jawab : “Tidak kemana2 Mas…!!!, hanyasanya lagi dalam ke-DIAM-an.

      Salam Hangat selalu,

  15. salam kangen buat keluarga bapak semuanya, semoga kita selalu dapat dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik lagi..

    kangen aja dengan celotehnya bapak heheheheee

    • @Ariyanto Batjo

      Gimana….kabarnya Mas..!!!
      Sudah Pindah tugas sejak tanggal 10 Oktober tadi…???
      Semoga Sukses selalu ya…Dunia Akhirat.

      Jadi kangen juga ngobrol bareng lagi nih…. :wink:

  16. begono tho..
    kan jadi rame dengan pencerahan orang-orang yang lebih banyak berkutat dalam kesederhanaan dan kemawasan akan diri…
    mantap bener santapan disini
    lanjutkan pak

  17. Kangdudung said

    Ass..
    Sahabat semua,
    Allah menciptakan manusia terdiri dari dua sisi. Sisi ruh dan jasad, kemudian dijembatani dengan nafs (jiwa). Ruh berasal dari alam kesucian, sementara jasad berasal dari pertemuan antara sel ovum dan sperma (saripati tanah. Ruh harus kembali ke asalnya, jasad kembali ke asalnya. Tentara untuk naik ke alam ruh disebut malaikat, sementara tentara untuk turun ke alam jasad disebut syetan. Ruh kita tidak akan mendapatkan panggilan selama nafs kita belum tenang (muthmainnah), oleh karena itu hendaknya kita terus berusaha untuk meningkatkan gradasi nafs kita dari amarah, lawwamah, mulhimmah sampai muthmainnah. Kalau sudah dapat panggilan teruskan gradasinya menjadi radhiyah, mardhiyah sampai kamilah, rasakan bahwa sebenarnya ruh lah yang mengendalikan segala sesuatu, bukan nafs kita apalagi jasad.

    Wassalam.. mohon ma’af

    • @Kangdudung

      Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin………

      Segala uraian yang sangat mencerahkan sekali dari saudaraku Kangdudung, semoga menjadi Berkah dalam Kehidupan dan Hikmah di dalamnya dapat kami petik untuk berjalan di Jalan Allah yang Lurus lagi di Ridhoi.

      Terimakasih Kang…!!!!

      Wassalam

  18. ahmad zainul ihsan arif said

    kawan mohon bantuannya!!! blog kawan kita masuk nominasi dalam pesta blogger 2009 dalam katagori blog baru terbaik. tahap selanjutnya adalah vote online untuk tentukan pemenang. Vote blog saya, klik ini http://www.bubu.com/pb2009/f_vote/vote/46/1/10/1

    mohon bantuan networknya untuk disebarkan. beberapa e-mail beda dapat juga digunakan vote

  19. Hamba Allah said

    Assalamu alaikum Wr.Wb

    Alhamdulillah, salam kenal semua ya akhi & ukhti
    Di zaman yg bgitu penuh dengan nafsu angkara murka skrg ini, ternyata masih ada insan yg mau berbagi tentang ilmu kedamaian. dimana kita tdk perlu lg naik gunung turun gunung utk mendapatkannya
    sungguh suatu hidayah dari Allah kpd saya dan para pengunjung blog ini. truskanlah ..
    semuga Allah akan melimpahkan rahmatnya kpd semua saudara2 sekalian dlm mencari kebenaran.
    dan kpd Pak PJ dan saudara skalian semuga slalu diberi kesehatan utk slalu bisa memberi pencerahan di dlm blog ini.
    karena Allah maha mengetahui apa yg hambanya lakukan.

    Sukses

    Wassalam

    • @Hamba Allah

      Wa’alaikum salam Wr,Wb…

      Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiiin…., salam kenal kembali Hamba Allah.

      Selamat Datang di Pondok PJ, semoga kita semua bisa sama2 saling berbagi dalam Pengetahuan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.

      Salam Persaudaraan untuk Hamba Allah,

      Wassalam

  20. batjoe said

    Alhamdullilah…
    emang tenang banget disini damai terasa.. apalagi kalau ketemu orangnya. pasti lebih asyik lho..

    dana selamat untuk blog terbaru terbaik semoga sukses pak….
    saya berubah jadwal mau pindahnya… mungkin bulan Desember setelah ada pemeriksaan ulang.

  21. adi isa said

    as, mas PJ

    meskipun terpaut jauh, dari artikel sebelumnya, namun rumah ini tetap ingin selalu ku kunjungi, karena artikel mas PJ selalu penuh hikmah dan makna yang mendalam.

    salam hangat.

  22. adi isa said

    “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS, Ibrahim : 7)

    mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, dengan tidak menyia-nyiakannya. semoga.
    amin

  23. citromduro said

    menyapa taretan di pagi menjelang yang cerah mengawali pekan ini dengan penuh semangat dan kesuksesan menanti

    semakin kita bersyukur maka nikmat akan semakin ditambah dan akan terus bertambah sehingga jiwa menjadi semakin tenang dan tenang

  24. Muhammad Irfan said

    Assalamualaikum,,

    Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yg Allah karuniakan bukan hanya berupa kesehatan…tetapi juga setiap nafas yg berhembus…karena udara yg kita hirup dalam keadaan terpaksa maupun pasrah….juga berupa anugerah yg di berikan kepada Allah untuk ummat manusia…..

    Yaa Allah jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat-Mu…..Aamiin…

    • @Muhammad Irfan

      Wa’alaikum salam………………….,,

      Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiiin…..

      Semoga di tetapkan dalam Iman dan Yaqin akan Kebenaran Allah dan RosulNya dalam segala Karunia NikmatNya yang senantiasa mengalir dalam kehidupan.
      Aaamiiin………….Yaa… Robbil ‘Aalamiiin.

  25. UPI CRUZ said

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Amin, Alhamdulillah…………….

  26. herman wahin said

    Assalamu’alaikum wr. wb
    jangan berpikir kita yang melihat, kita yang berbuat. Dia-lah yang melakukan semua melalui kita. Kita hanya wadah-Nya sebagai saluran. Semoga saluran itu tidak tersumbat, agar air-Nya lancar mengalir.

    • @Herman wahin

      Wa’alaikum salam wr,wb….

      ……………….dan nyatakan dalam Musyahadah/penyaksian bahwa Benar lah….semua Ilmu, penglihatan, pendengaran, perkataan, rasa, gerak maupun diam kesemuanya bi Iradatillah.

  27. Hamba Allah said

    Assalamu alaikum Wr,Wb

    Kpd yth Pak PJ

    Sy mau bertanya, sy pernah bertanya kpd teman sy yg sudah paham tentang ilmu hakikat, tapi teman sy tdk bisa menjelaskan di karenakan sy blum di Bai’at dan di Tabarok , apa memang seperti itu peraturannya ? mohon penjelasannya

    Wassalam

    • @Hamba Allah

      Wa’alaikum salam Wr,Wb……

      Kepada Yth Hamba Allah yang semoga selalu dalam RahmatNya….

      Dalam Ma’rifat tidak ada yang berlaku selain ketentuan2 Allah semata, jika Allah telah berkehendak atas diri seseorang untuk di dekatkanNya ke hadiratNya maka tidak ada satupun makhluk yang dapat menghalangi NurNya untuk mencerahkan Jiwanya. Sehingga Hidayah hanyalah dari pada Allah dan dengan Allah lah maka akan turun Hidayah itu kepada siapa2 yang di kehendaki walau ia belum ada ikatan Bai’at dan Tabarok sekalipun.

      Wassalam

      • Hamba Allah said

        Yth Pak PJ

        Terima kasih banyak atas penjelasannya, semoga Allah membalasnya.
        dan sy Berharap kpd Pak PJ utk tdk bosan membalas apabila ada yg sy ingin tanyakan, karena melalui blog ini sy merasa ber GURU kpd Yth Pak PJ.
        Walaupun secara Dhahir tdk kenal tp Bahtin sy merasa ber guru, karena sy yakin ini jg merupaka petunjuk dari Allah swt melalui blog ini.
        sy ingin punya arti di dlm menjalani hidup yg singkat ini, melalui blog ini sy banyak paham tntang Ilmu hakikat hidup yg sesungguhnya.

        Terima kasih

      • @Hamba Allah

        Salamun ‘Alaika…..Ya..Hamba Allah,

        Wahai Hamba Allah….., mari kita sama2 belajar di Blog ini. Saling mengisi dan saling memberi Pencerahan satu dengan yang lain, sebagaimana saudara2 kita yang lain yang ikut hadir memberikan pencerahan di sini saya juga belajar dengan mereka. Maka initinya kita semua adalah Sahabat sekaligus Saudara yang saling mengingatkan satu dengan yang lain untuk bersama2 belajar dan belajar terus belajar dalam pencerahan2 yang ada.

        Dan sementara waktu kita kesampingkan dulu ttng perjumpaan secara Dzohir, karena pada hakikatnya walau tak bertemu muka tetapi seolah2 ikatan Hati telah terpaut di Blog/Pondok PJ ini antara kita semua satu dengan yang lain. Dan tentunya…tidak ada yang kebetulan kita semua berkumpul di Pondok ini melainkan itu semua sudah menjadi garisan dari Allah Swt. Semoga Barokah dan RahmatNya senantiasa tercurah pada setiap diri dengan NurNya yang menjadi Pelita dalam kegelapan Qolb’ sehingga di dapatkan Pencerahan Hikmah akan Hakikat Hidup dari apa2 yang terpostingkan dalam Blog ini dan juga Komentar2 dari saudara2 kita yang lainnya.

        Salam Ta’lim untuk Hamba Allah,

        Pengembara Jiwa

  28. Hamba Allah said

    Assalau alaikum Wr Wb

    Kpd Yth :Pak PJ

    Waktu sy sekolah dulu , Guru sy pernah berkata kpd santrinya trmasuk sy
    beliau berkata , bersholawatlah kpd Nabi Muhammad
    karena sholawat apabila di baca khusuk atau tidak itu pasti di terima oleh Kanjeng nabi. sementara kalau ber dzikir kpd Allah itu harus Khusuk dan kalau tidak khusuk itu tdk di terima oleh Allah.

    apa hakikat sholawat yg sesungguhnya ? apa sekedar membaca/menyebut Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.

    Mohon penjelasannya ?

    karena sy sering dengar dari ceramah para kiyai , apabila bersholawat itu harus nyambung kpd Nabi Muhammad.
    Bagaiman supaya bisa nyambung di dalam ber sholawat ?

    Mohon penjelasannya .

    mohon maaf apabila terlalu banyak pertanyaan

    Wassalam

    • @Hamba Allah

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….

      Insya Allah benarlah apa yang disampaikan oleh Guru Anda, ttng Sholawat dan Zikir. Tetapi yang terlebih penting adalah ketulusan dalam Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho harus lah menjadi Dasar dari segala apa saja yang di lakukan dalam kehidupan apakah dalam Amal Ibadah, Sholawat, Zikir maupun di luar dari pada Amal Ibadah, Sholawat dan Zikir. Karena hanya dengan ketulusan yang demikian lah….. yang membuat dirinya di “Pandang” oleh Allah Swt. Semoga di tetapkanNya kita semua dalam ketulusan2 yang menghantarkan diri kepada Tujuan. Aaamiiin.

      Adapun Hakikat Sholawat adalah “Pertemuan” antara seseorang dengan Rosulullah Muhammad Saw, bukan secara Dzohir melainkan secara Ikatan Bathin. Jika seseorang bersholawat kepada Nabi Saw hanya dengan membaca/mengucap maka tetaplah ia sebagai Ummat yang peduli akan Rosulnya (Muhammad Saw) walau pada kenyataannya tidak khusyuk. Tetapi harus tetap dalam Kondisi Tulus dan membenarkan akan Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rosulnya.

      Jika Sholawat itu telah di dasari ketulusan dan membenarkan akan Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rosulnya lalu kemudian ia mengerti dan sadar akan Hakikat Nur yang ada pada diri Muhammad Saw adalah awal dari segala penciptaan dan juga menjadi Sir yang ada pada dirinya, maka mereka yang bersholawat itu bukan hanya di katakan “Peduli” tetapi juga “Mengerti” dan “Serta” kepada Nabinya yaitu Muhammad Saw melalui “Nur Muhammad” yang sebagai Sir pada dirinya. Nah…itu lah Tanda bukti bahwa dirinya telah tersambung dengan Sayyiduna Muhammad Saw.

  29. Mujahid wanita said

    Ya Allah…begitu banyak Nikmat yg kau berikan kepada kami. Kalau kami …terus mengucapkan rasa syukur itu, kami tdk akan bisa beristirahat. Tak sanggup kami menghitung kebaikanMU dan keNikmatan yg KAU berikan kepada kami. Meski setiap utas rambut ditubuh kami menjadi lidah. Tak mampu kami ucapkan seperseribu syukur kami kepadaMU. Ya arraahmarroohimiin…

    Orang2 yg senantiasa pandai bersyukur mereka itulah yg mengerti akan adanya Allah.

    • @MW

      Semoga di tetapkan dalam Syukur yang tiada putus-putusnya….

      Aaamiiin… Ya…Robbal ‘Aalamiiin.

      • siliwangi said

        De , Abang do’akan semoga Ade menemukan arti dari kata ” Manusia Sejati…Sejatinya Manusia ” dan semoga Ade selalu berada didalam Lindungan rakhmat dan kasihsayangNya.

        Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya ( baik yang lahir maupun yang Bathin .

  30. Mujahid wanita said

    Terimakasih bang siliwangi atas do’anya…, hanya Allah saja yg mampu membalas kebaikkan abang selama ini, yg tak pernah bosan2 memberikan pencerahan2 utk ade. Dan semoga abang sekeluargapun senantiasa di dalam lindungan Rakhmat dan KasihNYA. Aamiin…

    Untuk mas PJ juga trimakasih ya sayang, karena Cinta dan Kasih Sayang Allah melalui yayang, akhirnya ade bisa menemukan akan hakikat Cinta dan Kehidupan yg sesungguhnya.

    Wassalam

  31. Hamba Allah said

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Yth Guruku Abah PJ

    Terima kasih atas penjelasannya tentang hakikat sholawat kpd Nabi.

    dan satu lg yg tdk sy pahami
    Di Dalam Lafad Allah itu hanyalah sebuah Nama Tuhan yg dmn nama itu terkumpulnya yg empat yaitu :
    Dzat , Asma’, sifat, af’al

    Bagaimana pemahamannya yg empat tersebut bagi manusia ?

    mohon penjelasannya

    Dzat itu yg mana pada Kita ?
    Asma’ itu yg mana pada kita ?
    Sifat itu yg mana pada kita ?
    Af’al itu yg mana pada kita ?

    Wassalam

  32. vicky said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Subhanallah… kangen sekali… rasanya saya sudah lama sekali tidak mampir ziarah batin di tempat barokah ini.. artikel yg sangat indah mas Pj tercinta…. salam sejati nan takzim.. tuk semua sahabat tercinta.. Barokallah…

    wassalam…..

  33. Sesama Anak Negeri said

    Salam Persatuan Kepada Saudaraku Semua

    Kebanggaan Sebagai Anak Negeri. Jiwa Persatuan sebagai Bangsa Indonesia akan selalu tergurat di dalam diri. Tekad dan Harapan Menjadi Negeri Yang Besar tak akan pernah pudar oleh apapun. Semua berpadu menjadi sebuah Harapan yang bersandar pada Sosok Sang Pemimpin. Sang Pemimpin yang mampu mewujudkan semua itu. Sang Pemimpin Harapan Kita. Harapan Bangsa dan negeri Indonesia.
    Biarkanlah harapan itu selalu tersemai dengan indah. Dan akan kita wujudkan bersama satu saat nanti. Harapan itu pulalah yang mengiringi untaian kata-kata dalam tulisan dibawah ini yang terangkai dalam beberapa bagian. Bagian awal (BabI) akan ku sampaikan saat ini sedangkan bagian lainnya akan kusampaikan kemudian. Dan aku berharap saudaraku semua akan berbagi, menebarkan dan menyampaikannya pula kepada yang lain. Agar Kita dapat merasakan dan meyakini bahwa Harapan itu masih ada dan kelak … akan terwujud.

    KUTEMUKAN SOSOK
    … “SANG PEMIMPIN BESAR” …

    BAB I
    INDONESIA DAN SANG PEMIMPIN BESAR

    Indonesia bagaikan sebuah Permata Berkilau dalam jagat raya kehidupan. Sebuah Permata terindah yang sesungguhnya begitu mempesona, menawan mata hati dan jiwa siapapun yang memandang. Namun sayangnya Kilau Permata itu belumlah mampu memancar dengan sempurna. Sebagian kilaunya masihlah terpendam belum terpendar keindahan sesungguhnya.

    Itulah Indonesiaku negeri kebanggaanku. Negeri yang telah memberikan nafas kehidupan. Walaupun sebahagian kilaunya masih terpendam namun aku menyakini bahwa sebuah Permata tetaplah Permata sampai kapanpun. Dan pada saatnya nanti kilau keindahan sesungguhnya pasti akan memancar.

    Bila saat itu tiba maka siapapun yang memandang akan terpukau, mengagumi bahkan bergetar hatinya karena memandang keindahan dan kebesaran Indonesiaku yang sesungguhnya.

    Indonesia … Keindahannya tak akan pernah cukup untuk dilukiskan dengan berjuta untaian kata sekalipun.

    Indonesia … Kebesarannya tak akan terwakilkan dengan goresan tangan siapapun jua.

    Indonesia … Warna-warni Keragaman Pesona dan Budayanya tak akan mungkin tergantikan oleh sapuan kuas apapun.

    Indonesia Permata Beribu Pulau terpagari oleh tonggak-tonggak Kegagahan Anak-anak negerinya, terpoles Sempurna dengan Keindahan Artistik Alamnya.

    Dan sampai kapanpun Indonesiaku adalah Indonesia … Sang Permata Berkilau di semesta ini.

    Karena memang Indonesiaku adalah Guratan Sempurna. Maha Karya Terindah Guratan Tangan dari Sang Maha Kuasa.

    Itulah Indonesiaku … aliran darahku, helaan napasku, hakikat dan jiwaku sebagai Anak Negeri.

    Dan aku hanyalah salah satu dari anak-anak negeri Indonesia yang selalu berharap Maha Karya Terindah ini akan selalu terjaga sepanjang masa. Selalu berharap dan siap melakukan apapun demi untuk melihat Kilau Permata Indonesiaku tercinta selalu terpendar, tak akan pernah padam oleh siapapun atau apapun.

    Kilau Keindahan, Kilau Kebesaran yang akan selalu ditopang oleh setiap rakyat dan seluruh anak-anak negeri Indonesia yang tentunya berada dalam satu arahan, satu tuntunan dan satu rengkuhan yang akan selalu menaungi, menjaga hingga menghantarkan Perjalanan Sejarah Bangsa dan Negeri Indonesiaku ini. Dan itu akan berpuncak kepada satu figur Pemimpinnya.

    Dan aku hanyalah satu dari begitu banyak rakyat di negeri ini yang berharap menemukan dan memiliki sosok Pemimpin Terbaik. Pemimpin Terbaik yang mampu memimpin dalam arti sesungguhnya. Memimpin untuk dapat melajukan Kapal Kehidupan Negeri ini, menghindari karang-karang terjal ataupun menghadapi garangnya ombak kehidupan hingga kapal ini dapat terus melaju dan pada akhirnya mengembangkan Layar Kehormatan dan Kebanggaan sebagai Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Seorang Pemimpin yang mampu menempatkan Bangsa dan Negeri ini untuk berdiri sama tegak bahkan melampaui bangsa-bangsa dan negeri lain.

    Seorang Pemimpin yang memiliki Kharisma Kepemimpinan yang sejati hingga mampu menerpa dan menyentuh setiap rakyatnya, menunjukkan kegagahan diantara pemimpi-pemimpin bangsa manapun hingga mampu menghantarkan bangsa ini ke Puncak Kehormatan, menggenggam Harkat dan Martabat sebagai Bangsa yang Besar.

    Pemimpin yang siap mempersembahkan segala hal terbaik yang dimiliki, berjuang dan mengabdi hanya untuk Sang Pertiwi. Berjuang tanpa pamrih hanya atas dasar tekad dan kesungguhannya sebagai Anak Negeri yang tengah memimpin Bangsa dan Negerinya.

    Pemimpin yang akan selalu dihormati dengan hati karena dirinya adalah Simbol Kebanggaan Rakyatnya.

    Dan untuk menjalankan kepemimpinan itu tentunya membutuhkan seorang
    Pemimpin yang memiliki dasar dan arahan langkah untuk berpijak, memiliki pengetahuan kehidupan, kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan kepada satu tujuan besar.

    Karena hanya Pemimpin yang berkharisma, memiliki kemampuan dan dasar pijakan langkah yang kuat yang akan mampu membentuk dan melahirkan anak-anak Negeri yang gagah dan berkarakter yang akan membuat siapapun di negeri ini menepuk dada menunjuk dengan bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Sebuah Seruan Kegagahan yang “berisi” bukan hanya slogan semata. Sebuah seruan yang akan membahana di angkasa raya dan hanya mungkin terwujud dengan sentuhan tangan yang tepat dari Pemimpin Terbaik.

    Itulah harapanku, harapan saudaraku seluruh Rakyat Indonesia. Namun akankah sekeping harapan itu yang selalu berusaha untuk kita jaga akan bisa terwujud?

    Akankah harapan itu tetap mampu bersinar dan menggapai suatu hasil terbaik seperti yang kita harapkan?

    Mungkinkah kita dapat berjumpa dengan seorang Pemimpin yang memang memiliki sebuah tekad dan kesunggguhan untuk memimpin dengan sepenuh hati, berjuang tanpa pamrih, mempersembahkan dan mengorbankan segala kelebihan yang dimiliki hanya untuk Kebesaran dan Kehormatan Negeri Indonesia tercinta ini?

    Ach ……sepertinya semua itu bagaikan mimpi disiang hari, bagaikan pungguk merindukan bulan. Akankah menjadi nyata? Akankah semua itu hanya tetap berakhir menjadi impian kosong?

    Karena seiring waktu yang berputar, disadari atau tidak perlahan-lahan harapan itu seakan seperti memudar karena tak kunjung berjumpa sosok Pemimpin yang diharapkan.

    Siapapun bisa dan mampu duduk diatas kursi kepemimpinan namun tidak semuanya mampu menjadi seorang Pemimpin.

    Sering kali yang terlantun hanyalah bermanis kata, menunjukkan pesona bahkan perhatian tapi semua hanyalah sesaat demi meraih kepentingan dan keuntungan untuk diri mereka. Bukan untuk kita, bukan untuk Rakyat dan Negeri Indonesia.

    Rasanya lelah menanti, lelah berharap tanpa ada setitik cahaya yang memungkinkan semua itu bisa terwujud. Dan disaat sisa-sisa helaan nafas harapan semakin menipis, disaat keinginan dan cita-cita seakan begitu jauh untuk digapai, disaat rasa lelah menyergap begitu kuat dihati ini. Dan disaat kepiluan semakin menyengat ketika memandang satu demi satu Kebesaran Negeri ini meredup, terenggut, terampas tanpa mampu berbuat apapun.

    Kebesaran Negeri yang tak dipandang atau bahkan sengaja dicoreng oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

    kebesaran Negeri yang dinodai, terampas dan terenggut oleh keculasan bangsa dan negeri lain, yang semuanya bermula atau sebenarnya didasari karena tidak mampu menerima, berlapang dada memandang Kebesaran, Keindahan ataupun Kemakmuran bangsa dan negeri ini hingga dengan berbagai cara menginginkan pula untuk mampu memiliki dengan meninggalkan goresan tajam kepahitan untuk bangsa dan negeri ini.

    Mereka yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tapi berlagak seolah mengetahui dan lebih memiliki kuasa untuk menentukan sesuatu atas diri bangsa dan negeri ini.

    Apakah Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang terlalu melimpah? Hingga kita tak mampu menjaganya dengan baik?.

    Ataukah para sosok-sosok yang seharusnya menjaga dan menjadi rantai rantai pengokoh, menaungi dengan kegagahan namun tak mampu menjaga Kebesaran Bangsa dan Negeri ini dengan sepenuh hati?
    Atau apakah karena memang tak mampu untuk melakukannya?

    Belum lagi Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang turut tercoreng, yang diredupkan oleh sesama anak negeri sendiri, sesama saudara sejiwa yang seharusnya saling menjaga, tapi karena ego dan kepentingan sendiri melupakan bahwa kehidupan yang mengalir didalam dirinya adalah merupakan pemberian dari Sang Bumi Pertiwi.

    Hingga disengaja ataupun tidak justru ada sesama anak negeri yang menancapkan sembilu duka pada Sang Pertiwi.

    Bila kebesaran tak mampu lagi memancar, maka harga diri dan martabat pun turutlah redup karena terinjak-injak oleh tangan-tangan dari bangsa bangsa lain yang memandang sebelah mata, menganggap seolah tak berarti bahkan nyatanya ada pandangan yang menganggap kita sebagai bangsa pecundang.

    Siapakah yang seharusnya maju dan berdiri didepan menghadapi semua hal yang datang untuk meredupkan Kebesaran Negeri ini?

    Rakyatnya yang tak mampu bersatu ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menyatukan?

    Rakyatnya yang kehilangan arah ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menuntun, menunjukkan hingga menghantarkan apa yang harus dilakukan untuk tetap menjaga dan membuat Kilau Kebesaran itu selalu terpancar.

    Bagaimanapun sebagai rakyat maka langkah-langkah kaki anak negeri Indonesia ini akan mengarah dan mengikuti jejak langkah yang ditunjukkan oleh sang Pemimpinnya.

    Lalu bagaimana jadinya bila sosok yang dijadikan panutan, sosok yang memimpin, namun dirinya sendiri tidaklah mengetahui arah mana yang harus dituju atau langkah apa yang tepat yang harus dilakukan.

    Maka akan menuju kemanakah Kapal Kehidupan Bangsa ini? Terus melaju ataukah terpuruk?

    Lalu apakah kita diam melihat semua itu? Akankah kita biarkan Kebesaran dan Kejayaan yang seharusnya bersinar, pudar, hilang dan terenggut begitu saja?

    Relakah kita melihat Bangsa dan Negeri yang kita cintai, para generasi-generasi penerus yang kita kasihi hanya mendapatkan sisa-sisa dari kehormatan yang seharusnya semakin lama semakin mencapai puncak, dan pada akhirnya hanya akan dianggap menjadi bangsa dari generasi yang tanpa arti.

    Yach …..jawabnya tidak!!! Dan siapapun kita sebagai Rakyat Indonesia tidak akan pernah rela bila harga diri diinjak apalagi dianggap sebagai bangsa pecundang.

    Kita pasti akan siap berdiri gagah menghadapi siapapun atau apapun. Kita pasti akan siap berdiri gagah, mengepalkan tangan bahkan menunjuk hidung, menghadapi siapapun atau apapun yang hendak mencabik harga diri sebagai Bangsa Indonesia.

    Kita siap mencucurkan peluh, mencurahkan segala daya, mewarnai dengan Aliran Darah Keberanian dan Kesucian Hati, demi untuk memandang Sang Merah Putih selalu Berkibar dengan Gagah.

    Kita adalah Ksatria Negeri, yang selalu siap menyatukan jiwa, mempersembahkan segala hal yang terbaik, menggemakan dengan lantang Kehormatan Sang Pertiwi.

    Namun sekali lagi semua harapan itu, semua semangat dan tekad itu seolah bagaikan berlalu begitu saja.

    Tekad, Keinginan dan Semangat Berkobar. Namun tanpa ada satu sentuhan dari seorang Pemimpin yang tepat, yang mengarahkan langkah kita maka kita bagaikan kehilangan arah, terpecah sendiri, bagai kehilangan Satu Tujuan Hidup Berbangsa dan Bernegara yang seharusnya selalu kita junjung.

    Sekali lagi, pada akhirnya semuanya akan berujung dan bergantung kepada satu sosok yaitu sosok Sang Pemimpin. Dan jelas tentunya bukanlah seorang Pemimpin yang hanya memiliki pesona belaka, menjadi sosok yang beruntung karena duduk disinggasana. Tapi yang kita butuhkan sosok Seorang Pemimpin Besar.

    Pemimpin Terbaik karena memiliki pengetahuan dan kemampuan serta segala hal lainnya. Memiliki daya dan karya untuk membimbing kita semua mengarahkan, menuntun, menghantarkan hingga memastikan langkah Bangsa Indonesia akan sampai disatu Puncak Tujuan Tertinggi.

    Seorang Pemimpin yang mampu menjadi Teladan Sejati karena memang telah memahami makna dan hakikat sebenarnya sebagai seorang Anak Negeri dan bagaimana menjalankan peran terbaik itu.

    Seorang Pemimpin yang berjuang tanpa pamrih karena setiap perjuangannya, setiap gema kegagahannya memimpin bangsa ini adalah merupakan wujud nyata, persembahan bakti tertinggi seorang Anak Negeri kepada Ibu Pertiwinya.

    Wujud nyata yang membuat kita pasti dapat menilai dan mengukur sebuah ketulusan sejati. Melihat dengan jelas dan nyata sebuah bentuk pengabdian dari Seorang Pemimpin.

    Bakti tertinggi, pengabdian yang tulus dari Seorang Pemimpin tentunya tak akan pernah mengharapkan pamrih atau imbalan apapun. Bahkan sebuah pembayaran atau bahkan gaji sekalipun. Karena memang pastilah sosok Pemimpin itu memahami benar bahwa dirinya sedang menjalankan Peran Terbaik sebagai seorang Anak Negeri, bukan tengah berniaga dengan Negerinya apalagi mengharapkan upah atas Kepemimpinannya.

    Seorang Pemimpin Sejati yang akan menjadi Motivator Terbesar, Pembangkit Semangat Nasionalisme yang akan mampu menyatukan kita semua menggapai masa depan Bangsa dan Negara yang lebih baik.

    Selalu siap menyuarakan kegagahan, berjuang sebagai sosok Anak Negeri yang membela harga diri Ibu Pertiwinya.

    Wahai saudaraku Rakyat Indonesia. Tentunya gema harapan itu yang berkecamuk didalam dada kita tapi sekaligus bercampur antara keyakinan dan kehilangan keyakinan.

    Karena sepertinya tidaklah mungkin menemukan Sosok Pemimpin seperti yang kita butuhkan. Dan kita pun terkadang bimbang seperti apakah sebenarnya sosok Sang Pemimpin Besar yang kita butuhkan itu?

    Adakah sebuah tolak ukur atau landasan yang menjadi penguat keyakinan kita bahwa itulah sosok Seorang Pemimpin yang sesungguhnya?

    Tentunya pertanyaan itu pun akan terus menjadi pertanyaan tanpa akhir, tanpa kunjung mendapat jawaban bila kita hanya berdiam diri atau termangu saja.

    Bagaimana mungkin kita berharap menemukan sesuatu yang terbaik bila kita hanya berdiam dan menunggu saja. Menanti entah berapa lama, menanti entah sampai kapan. Dan apakah pada akhirnya penantian itu akan menghantarkan bertemu sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita.

    Untuk mendapatkan hal yang terbaik secara pribadi saja maka kita harus mengerahkan segenap kemampuan, segala upaya untuk bisa mendapatkannya. Apalagi ketika berbicara tentang Bangsa dan Negara, tentang peran kita sebagai Rakyat sekaligus Anak Negeri, maka sudah tentu kita pun harus bersiap diri, melakukan segala hal, melakukan apapun untuk memberikan sebuah sumbangsih tersendiri kepada Negeri ini.

    Mulai dari saat ini, mulai dari hal yang terkecil, dimulai dari diri sendiri mencoba menata, mengkondisikan, menyatukan persepsi, menyamakan tujuan dengan menyadari dan menanamkan bahwa segala sesuatu yang ada di Negeri ini, apapun yang terjadi pada Bangsa ini, maka semua itu akan kembali dan berpulang kepada diri kita sendiri.

    Melakukan kebaikan, menjaga dengan kemampuan yang ada, mengerahkan potensi yang dimiliki, hanya dan untuk atas nama Bangsa dan Negeri Indonesia. Sekecil apapun adalah jauh lebih baik dari pada berdiam diri atau bahkan berbuat keburukan.

    Membuka wawasan dan cakrawala berpikir, memandang jauh kedepan untuk menjadi pribadi-pribadi Rakyat sekaligus Anak Negeri yang terbaik. Membekali diri dengan pengetahuan, potensi dan kemampuan untuk kita satukan pada saatnya nanti.

    Dan diujung langkah perjuangan kita sebagai pribadi Anak-anak Negeri maka adalah mempertajam pandangan, memandang dan mendengarkan dengan hati, memberikan penilaian obyektif, memilah dan menetapkan dengan suara hati terdalam hingga langkah kaki kita semua akan sampai disebuah perjalanan, dan pada akhirnya dapat menemukan sosok Pemimpin Terbaik bagi kita semua.

    Pada akhirnya aku berharap apapun yang kita lakukan, apapun pengalaman dan hal-hal berharga yang kita dapatkan. Teruslah berupaya dengan segenap kemampuan agar pada akhirnya kita dapat saling berbagi, mengingatkan, menyampaikan dan saling bersama membulatkan tekad untuk mulai menapak lebih baik, berbuat hal yang nyata untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia karena sesungguhnya semua itu adalah untuk diri kita pula.

    Wahai saudaraku … semaikanlah dan biarkan tumbuh dengan kuat Keyakinan dan Kebanggaan sebagai Anak Indonesia. Agar pada saatnya nanti bersama kita gemakan kesegenap penjuru semesta.

    Akulah Anak Indonesia. Akan Kubuat Sang Pertiwi tersenyum Bangga. Akan Kuhiasi Angkasa Raya dengan Kibaran Kegagahan Sang Merah Putih.

    Akan kubuat setiap hembusan angin hanya menebarkan Keharuman Nama Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Indonesiaku yang Bersinar bagai Permata Terindah di Jagat Kehidupan.

    Indonesiaku Nan Permai Guratan Maha Karya Sempurna.

    Indonesiaku Yang Gagah dengan Rantai Pengokoh Ikrar Setia Anak-anak Negeri.

    Indonesiaku Yang Bermartabat, menggetarkan siapapun dalam Genggaman dan Pancaran Kharisma Sang Pemimpin Besar.

    Demi Kebanggaan sebagai Rakyat Indonesia.

    Demi Kebesaran Bangsa. Demi Kebesaran Negeri Indonesia yang Berkilau di Puncak Kehormatan Tertinggi yang akan mampu kita wujudkan hanya dengan sentuhan sosok Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar Yang Memimpin dengan Pengetahuan dan Kemampuannya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menuntun dengan Daya dan Karyanya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menyentuh dengan Ketulusan dan Kebesaran Hatinya.

    Sang Pemimpin Besar … Sang Pemimpin Sejati … Yang akan membuat Bangsa ini Menepuk Dada Menunjuk dengan Bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Hingga pada akhirnya setiap Rakyat, seluruh Anak-anak Negeri akan selalu menggemakan dengan lantang …

    “Aku adalah Kegagahan.”

    “Aku adalah Rantai Pengokoh Sang Pertiwi.”

    “Aku adalah Pengibar dan Penjaga Sang Merah Putih.”

    “Dan aku adalah … INDONESIA.”

    Jadi Mari Kita Bulatkan Tekad dan Kuatkan Keyakinan selalu Bersandar pada Hati, Tegar hadapi apapun.

    Bersama kita Berharap, Mencari … dan terus Melangkah … hingga kita berjumpa dengan … Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar yang akan membuat setiap Bangsa dan Negeri manapun hanya akan memandang …

    “Indonesia adalah Kegagahan” … “Indonesia adalah Kejayaan” … “Indonesia adalah Bangsa dan Negeri Yang Besar.”

    Indonesia Yang Gagah Butuh Sang Pemimpin Berkharisma
    Indonesia Yang Jaya Butuh Sang Pemimpin Sejati
    Dan Indonesia Yang Besar Butuh … Sang Pemimpin Besar.

    Jadi berarti Untuk Mampu Berdiri Gagah, Memancarkan Kilau Kejayaan,
    Menjadi Bangsa dan Negeri Yang Besar maka yang Kita Butuhkan adalah

    … “ Sang Pemimpin Besar ” …

    Salam Persatuan dan Kebanggaan sebagai Sesama Anak Negeri Indonesia.

  34. --RISALAH HATI-- said

    Assalamualaikum wr.wb
    Postingannya kurang panjang mas Sesama Anak Negeri…
    Carilah pemimpin yang takut kepada Allah…bukan takut akan Adzab dan Murka Allah,karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang,jadi apa yg ditakutkan….akan tetapi takut jauh dari Allah,takut tidak dekat lagi dengan Allah,dan takut ditinggalkan oleh Allah.
    Mas PJ,mohon izinnya untuk mampir terus ke Pondok mas yang sejuk ini ya…:)
    Semoga kita semua diberi Pemahaman akan Hakikat-Hakikat Kehidupan ini. Amin!!!
    Wassalamualaikum wr.wb

  35. batjoe said

    kemana pak?
    banyak pertanyaan tuh?
    salam kangen dan terima kasih banyak memberikan saya masukan…

  36. adi isa said

    kemana aja mas pJ ya? salam persahabatan dan persaudaraan selalu

  37. […] Pengembara Jiwa […]

  38. citromduro said

    bersyukur dan beryukur maka kita akan menerima adanya
    tidak merasa kurang jadi tidak repot mencari yang tidak jelas

    mantap dan sangat setuju

  39. truthseeker08 said

    “Barang siapa yang ridha dengan sesuatu, niscaya dia bisa merasakan kenikmatannya, dan barang siapa yang membenci sesuatu niscaya dia tersiksa karenanya”

    Salam.

  40. […] Pengembara Jiwa […]

  41. truthseeker08 said

    Dikutip dari sharing Kamis malam 21:00 di LITE FM (SIWO):

    SYUKUR:

    1. Memahami pemberian.
    2. Memahami yang memberi (Sang Pemberi).
    3. Berterima kasih.
    4. Memahami fungsi/tujuan pemberian.
    5. Memfungsikan pemberian tsb sesuai fungsi/tujuannya.

    Salam.

  42. aburahat said

    Pangkal dari dari bersyukur adalah TAWAKAL. Kalau kita belum bisa bertawakal secara TOTAL kita tidak mungkin bersyukur dngan sebenar benarnya bersyukur.
    Dengan brtawakal kepada Allah maka apa saja yang kita terima/alami kita terima dengan ikhlas dan ridha. Karena kita meyakini bahwa semua yang kita dapat dan alami adalah dari Allah dan apa saja tang dari Allah adalah Rakhmat/Nikmat. Dan setiap Rakhmat harus disyukuri.
    Bagaiman cara mensyukuri? Caranya dengan menikmati NIKMAT Allah tsb. Setelah kita ma’rifat atas nikmat itu kita lafatkan kemudian diamalkan.Wasalam

    • Mujahid wanita said

      Sedikit menambahkan org yg pandai bersyukur adalah org yg senantiasa mengerti kepada Tuhannya
      Org yg pandai bersukur tdk pernah melihat kepada apa yg di berikan oleh Tuhannya apakah itu senang, susah, sakit, sehat, gembira, dll…dll….
      Yg ia lihat adalah siapakah yg memberikan senang, susah, sakit, sehat dan gembira, dll…dll…tsb.
      Seperti seorang sahabat sejati yg memberikan sebuah hadiah kepada sahabatnya. Ia tdk akan melihat dan menghargai isi dari hadiah tersebut. Akan tetapi ia lebih melihat dan menghargai siapa yg memberikan hadiah tersebut kepada dirinya.

      Wassalam

  43. […] Pengembara Jiwa […]

  44. […] Pengembara Jiwa […]

  45. @All

    Saya mengucapkan “Selamat Idul Adha 1430 H, mohon ma’af lahir dan bathin.

  46. aburahat said

    Minal ‘aidin wal faizin. Maaf lahir bathin. Mari kita korbankan Ras KEAKUAN kita agar lebih mendekatkan diri kepada Al Haliq. Wasalam

  47. rudy suwarno said

    Idem

  48. adi isa said

    meski agak telat, saya mengucapkan selamat lebaran idul adha buat mas PJ dan keluarga.

    salam hangat

  49. batjoe said

    malem pak..
    ndak ada kabarnya lagi..
    lagi berdiam diri lagikah

  50. Lambang said

    Salam Hangat Mas PJ,
    Dah lama ngga mampir ke sini.
    Pingin juga kapan-kapan mampir lagi ke pondokannya kalau pas lagi ada job di Kaltim. *Jadi inget boncengan berdua*
    Salam juga buat mbake mujahid wanita.

  51. Gusdoer said

    Ass.Wr.Wb.. para sahabat…

    Mas Pj terimakasih atas pengingetannya tentang bersyukur ini…!!
    Betapa banyak syukur hanya pandai diucapkan,tetapi pengamalannya ….??? gak mudah, he..he..he… selama embel embel gelar, kekuasaan , materi, juga aku ganteng/cantik dsb, masih melekat dalam diri, dan kita gak mampu menyadarinya bahwa semua itu hanya barang pinjaman belaka, Rasa rasanya kata syukur ini, cuma sebagai pemanis mulut aja….he..he.he….

    Dan aku sependapat dengan Mbak mujahid diatas, bahwa :
    * Org yg pandai bersyukur adalah org yg senantiasa mengerti kepada Tuhannya
    ** Org yg pandai bersukur tdk pernah melihat kepada apa yg di berikan oleh Tuhannya apakah itu senang, susah, sakit, sehat, gembira, dll…
    Yg ia lihat adalah siapakah yg memberikan senang, susah, sakit, sehat dan gembira, dll…,

    He… he… he… mantab mbak, dengan kata lain Bersyukur akan mendatangkan ketenangan jiwa, mana kala kita mampu menjalani sifat dualitas dunia, baik senang/susah, sakit/sehat, kaya/miskin dan semua lelakon hidup didunia yang selalu berpasangan, DENGAN HATI YANG SAMA DENGAN KATA LAIN SELALU SENANG/ENJOY/SIAP TANPA SYARAT….. NGEJALANI APA YANG MENJADI KEHENDAK SANG PEMBERI HIDUP/GUSTI ALLAH SWT.

    He..he..he… Mas Pj, mbak..e Mujahid … demikian dulu nggigauannya wong ngelindur…..

    Salam sejahtera bagi kita semua….
    gusdur

  52. […] Komentar dari Saudaraku yang terkasih mas Pengembara Jiwa yang saya […]

  53. KangBoed said

    MANUSIA yang benar benar MENGERTI BAHWA DIA DATANG SEORANG DIRI TANPA MEMILIKI APAPUN.. BAHKAN KEMBALI PUN SEORANG DIRI TANPA MEMBAWA APAPUN.. MEREKALAH MANUSIA MANUSIA YANG TELAH LEPAS KELUAR DARI HUKUM YANG ADA.. HIDUP DALAM FREKUENSI HATI SEPERTI ITU.. MUDAH DIKATAKAN SULIT UNTUK DI JALANKAN.. HIHIHI.. AMPUUUUUNNNN..

    SALAM SAYANG MAS PJ DAN MBAK YU NEEE.. SALAM KANGEN DARI BANDUNG

  54. tomy said

    Rahasia dari hati yang bahagia adalah bersyukur
    Maka aku akan bersyukur atas segala yang ada dalam hidupku hari ini
    Motor tuaku, ledeng yang mengalir saat aku memutar keran, sprei hangat tempat aku tidur & internet yang nggak down koneksinya

  55. muchlis said

    Assalamu’alaikum…

    Saya adalah hamba Allah yang ingin bertanya kepada saudaraku PJ karena saya belum terlallu paham mengenai cara pemakaian sehari2 tentang menurut versi tasawuf/ma’rifat
    1.istinja zahir dan bathin
    2.mandi junub zahir dan bathin
    3.syahadat zhahir dan bathin
    4.shalat zahir dan bathin
    5.cara memesrakan diri

    mohon jawabanya dikirim ke email balikpapan_prx@telkom.net

    Saya sangat berterima kasih sekali apabila diberikan pencerahan kepada saya. mohon di balas

    Wassalam
    Muhlis balikpapan

  56. bersyukur di saat diberikan kenikmatan, rasanya sangat ringan, bahkan bisa secara spontan mengucapkan hamdalah, tapi saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, rasanya susah untuk mensyukuri dan menerima itu sebagai nikmat yang

    Cara Membuat Web

  57. pm.uj said

    assalamualaikum wr,wb
    terima kasih atas pencerahan nya ,
    bersyukur adalah awal dari
    ketenangan jiwa,betul sekali mas
    lagi pula apasih yg harus kita
    ingkari..?sedangkan kita dan nenek
    moyang kita nggak punya saham
    sedikitpun dlm penciptaan alam
    semesta ini,kita hanya numpang…
    sejenak,sehari atau setengah hari
    bila di ukur waktu alam akhir….
    hehehe..kalau ngak salah…?

  58. Lambang said

    Selamat malam mas PJ.
    Semoga selalu sehat dan bahagia.
    Salam.

  59. m4stono said

    wah lama gak mampir ke sini……semoga mas PJ selalu dalam perlindungan Allah SWT

  60. baimgibran said

    cuma numpang coment mas….

  61. alrisblog said

    Saya bersyukur bisa menemukan blog ini. Semoga banyak memberi pencerahan setelah membaca tulisan sang pengembara. Salam
    ALRIS

  62. dwi said

    assalamualaikum…..

    pripun kabar sang empu blog???

    update dong…lama menunggu nih… :)

  63. adi isa said

    selamat tahun baru 2010, semoga semakin berjaya dan sukses dalam hidup, karir dan juga ngeblog..
    salam hangat ;)

  64. why_snu said

    bener banget tu………….bersyukur merupakan manifestasi dari rasa berterima kasih kita atas semua yang telah diberikan BELIAU pada kita………eratkan silaturahmi………

  65. […] semangat sob. Wah dilaman PK tidak boleh kopi link tuh, dilarang. Selamat mbak telah dapat buku. Pengembara jiwa yang mengatakan bahwa syukur adalah awal dari ketenangan jiwa. Mangstabs mas dan kita harus […]

  66. […] semangat sob. Wah dilaman PK tidak boleh kopi link tuh, dilarang. Selamat mbak telah dapat buku. Pengembara jiwa yang mengatakan bahwa syukur adalah awal dari ketenangan jiwa. Mangstabs mas dan kita harus […]

  67. Purwahedi said

    “Saya yakin apa yg saya peroleh sesuai apa yg saya usahakan”.
    Kalau saya tidak melakukan apa-apa ya…tidak dpt apa-apa, kalau berusaha dgn keras ya…dapatnya banyak, entah itu kebaikan atau keburukan. Makanya saya memilih yg baik-baik spy dpt kebaikan.
    “Saya yakin semua usaha yg saya lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya”
    Karena itu saya memilih yg baik-baik untuk diusahakan/dikerjakan sesuai perintahnya, spy Allah senang menerima amalan kerja saya.
    “Saya yakin apa saja yg saya terima itulah yg terbaik untuk saya, krn Allah Maha Penyayang akan hamba-hambaNya”
    Karena itu sudah sewajarnya saya selalu bersyukur dan selalu mencari faedah/kebaikan yg tersembunyi atas semua yg saya terima, baik itu manis atau pahit. Barangkali saya menyenangi sesuatu padahal didalamnya banyak sekali keburukan, atau sebaliknya, barangkali saya membenci sesuatu padahal didalamnya banyak sekali kebaikan. Allah Maha Tahu sedangkan saya tidak.

  68. why_snu said

    betul sob………..tanpa ketenangan jiwa kita tidak akan pernah mensyukuri nikmatNYA, dan tanpa kita pernah besyukur kita pun tidak akan pernah memiliki ketenangan jiwa……visit back x…..

  69. rio said

    Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan saya dengan anda(PJ) walau hanya lewat dunia maya. semoga Allah senantiasa melimpahkan ridhonya bagi saya semua untuk tetap istiqomah dan semangat untuk tetap memelihara dan meningkatkan rasa syukur. Gimana ya caranya…???

  70. […] Komentar dari Saudaraku yang terkasih mas Pengembara Jiwa yang saya […]

  71. Mochamad effendi said

    Alhamdulillah atas ilmu yang kau berikan melalui saudaraku Pengembara Jiwa, terimakasih mas Pengembara Jiwa atas amalannya

  72. salam knal….smoga kita dijadikan Allah mjd hamba yg slalu ersyukur.

  73. vicky said

    Assaalamualaikum…

    Pa Khabar mas PJ tercinta, saya mohon izin tuk mengcopas tulisan mas… tuk dishare difb…. matur nuwun…

  74. sucitro said

    mensyukuri segala nikmat akan memberikan ketenagan
    artikel yang bagus

    salam dari pamekasan madura

  75. adi isa said

    kang PJ

    update donk

  76. ossmed said

    yupss benar sekali
    assalamualaikum
    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

  77. why_snu said

    ya betul tu….emang kita harus bersyukur……

  78. Harapan Insan said

    Bagus nich untk perenungan karna bgtu dlm mkna nya..

  79. hendry said

    izin copas ya mas PJ…makasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: