PENGEMBARA JIWA

Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf

MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN

Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada Juli 2, 2009

“…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.

(QS : Thaahaa,14)

Sudah menjadi Tradisi bagi setiap Umat Muslim se Dunia bahwa setiap melaksanakan Sholat, maka yang terbenak dalam fikiran adalah Penyembahan/Menyembah. Entah darimana Bahasa itu berasal, tetapi yang jelas hampir semua dari seluruh Umat Muslim meyakini bahwa kita harus menyembah kepada Allah. Sadar atau tidak sadar, jika tertanam pada diri untuk Meyembah Allah dalam Amal Ibadah maka yang terjadi adalah pengkultusan suatu “sosok”/”personal”. Padahal telah diketahui dan diyakini oleh Umat Muslim bahwa Allah adalah “Laisa Kamitslihi Syai’un”/Tidak bisa dimisalkan dengan sesuatu apapun.

Kata-kata “Menyembah/Penyembahan”, maka masih bisa dimitsalkan dengan seseorang yang menyembah kepada sesuatu misalnya Patung, Pohon, Matahari, Api dll…dll…dll, yang mana ada suatu “sosok” yang berada di luar atau di depan atau di atas atau dikanan atau dikiri dari diri Sang Penyembah. Lalu apa bedanya dengan mereka yang menyembah Patung, Pohon, Matahari, Api dll…dll…dll…????. Melihat ataupun tidak melihat akan yang di SEMBAH, tetap saja bertentangan dengan TAUHID yang sebenarnya. Karena TAUHID itu, bukan PENYEMBAHAN melainkan KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt.

KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt MUTLAK tidak bisa di ganggu gugat, karena Allah Muhitum Fil ‘Aaalamiin/Allah Meliputi sekalian Alam. Tetapi jika dimaknai dengan MENYEMBAH, maka menunjukkan bahwa Allah itu adalah suatu “sosok” yang berada di suatu Tempat yang berada Nun jauh disana….., ada yang meyakini bahwa Allah bersemayam di Atas Arsy yang berada di atas langit ke tujuh, Salahkah jika dikatakan demikian…??? Benar dan Tidak salah. Tetapi yang salah adalah Penafsiran dari pada Ayat tsb. Apalagi Ayat tsb terdapat dalam Al-Qur’an, berarti itu sudah benar adanya, tetapi…jika salah menafsirkan maka salah pula lah Keyakinan yang ada. Bahasa Qur’an adalah Perkataan Allah/Suara Allah, tentunya tidak bisa di cerna dengan Akal fakir Manusia, karena Akal Fikir Manusia itu terbatas dan juga Akal itu tercipta. Sesuatu yang tercipta itu adalah Baharu dan tidak Kekal, apakah bisa sesuatu yang baharu dan tidak kekal itu mengetahui Hakikat sebenarnya dari kata-kata/Firman/Suara Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an…???

Jika akal mencerna lalu menafsirkan hanya sebatas kata-kata yang menurut akal fikir semata, maka Nyata SALAH lah….penafsiran yang demikian. Sebab, Allah itu Laitsa Kamitslihi Syai’un, bagaimana mungkin bisa dikatakan berada di suatu tempat, sedangkan Allah tidak terikat oleh Ruang dan Waktu. Ruang dan Waktu menunjukkan Tempat, dan hanya Makhluk lah….yang berada dan terikat oleh Ruang dan Waktu. Sedangkan Allah….., Tidak bertempat tetapi yang memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat).

Karenanya dalam pandangan TAUHID dan TASAWUF atau MA’RIFATULLAH, maka siapa yang menyembah Allah maka mereka berada dalam ke kufuran, Karena telah menyamakan Allah dengan “sosok” yang berada di suatu tempat.

Para Arifbillah(yang Mengenal akan Allah), menilik kata-kata “MENYEMBAH” itu bukanlah suatu “PENYEMBAHAN” melainkan “KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt yang tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat)”.

Jadi……..mendirikan Sholat adalah untuk mengenal akan ALLAH MAHA BESAR (ALLAHU AKBAR) yang akan menumbuhkan kesadaran bahwa BENAR lah….ALLAH itu ESA tiada sekutu bagi-Nya, Tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan-Nya meliputi tiap-tiap sesuatu.

Karenanya renungkanlah…..kenapa pada saat Takbiratul Ihram mengangkat ke dua tangan dan mengatakan “ALLAAHU AKBAAR”. Ternyata Itu adalah Tanda dan Bukti bahwa dalam Penyerahan Diri akan Tumbuh Kesadaran bahwa “YA” BENAR!!!!…..Allah Maha Besar dan Meliputi”.

Wallahu A’lam bishowab….

321 Tanggapan ke “MENYEMBAH ALLAH, ITU SUATU KESALAHAN”

  1. KangBoed berkata

    Pertamaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxzzzzz..

    Salam Sayang untuk mBaaah PJ dan mBak YU neeee

    *komentar malam ya mbah*

    • Dangstars berkata

      Pertamaaaaaxxxxxxx
      Kunjungan pertama salam kenal Mbah PJ.
      Wah..judulnya ngeriiiii amat..

    • qarrobin berkata

      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
      Mohon maaf lahir dan batin

  2. KangBoed berkata

    mari kita belajar mencintaiNYA lebih dari segalanya dalam hidup.. bukankah dulu kita PEMUJA CINTA dalam PENYAKSIAN… mengapa sekarang tidaklah kita mau tuk menjadi PEMUJA CINTA.. subhanallaaaah
    Salam Sayang dan rindu untukmu

    • pengembarajiwa berkata

      Ya…ya…ya…KangBoed hanya CINTA dalam Penyaksian lah…yang akan menghantarkan seseorang semakin dekat dan semakin dekat dengan yang di CINTA-i. Dan tidak ada Sembah menyembah dalam CINTA, yang ada hanyalah saling Pandang Memandang dalam MUROQOBAH dan Akhirnya akan terjalin Rasa KESADARAN akan….”Subhanallaaaaaaah…..Sungguh-sungguh Amat Maha Terpuji dan Amat Maha Mulia Rubbul Izzati, ESA dengan sendirinya bukan lantaran ada yang meng-ESA-kan, Terpuji dengan Sendirinya Awal tiada berpermulaan dan akhir tiada berkesudahan, bukan Terpuji karena ada yang Memuji.

      Salam Cinta Kasih Allah dalam Barokah dan Rahmat-Nya untukmu sekeluarga saudaraku, juga untuk saudara2 yang ada di Pondok PJ ini.

      • Dangstars berkata

        Setujuu Kang Boed

    • vicky berkata

      Salaaaam sejati penuh takzin dan rinduuuu buat kang Boed…

  3. zal berkata

    ::Allah memang gak butuh penyembah, sebab pada penciptaan adam, malaikat sudah protes bahwa “bukankah kami selalu bersujud san mengagungkan namaMU”, namun cinta kan tidak langsung bersemi, “witing tresna, jalaran soko kulino”, ada waktu yang bermain, ada buliran roti, yang ditebarkan, agar kenal jalan.., maka AQ diturunkan berangsur-angsur, agar tidak hancur gunung sebab diletakan AQ itu…” salam taklim Mas PJ tulisan ini, memang ditujukan buat yang sudah mengetahui, yang belum biasanya : pada pendengarannya bagai dengungan saja…

    • pengembarajiwa berkata

      Hmmm….Mas Zal!, sesuai dengan apa yang telah dinyatakan :” Jika seluruh Hamba dari Jin dan Manusia mereka semua Ta’at dan Patuh serta beribadah kepadaKU, maka tidak akan menambah dari pada “KERAJAAN(Kemuliaan)KU”. Dan Jika seluruh Hamba dari Jin dan Manusia mereka semuanya tidak ada yang Ta’at dan tidak ada yang Patuh serta tidak ada yang beribadah kepadaKU, maka tidak akan mengurangi dari pada “KERAJAAN(Kemuliaan)KU” pula..”

      Hanya CINTA karena mengerti akan Allahlah baik dalam Amal Ibadah maupun dalam Hidup disetiap waktu, yang akan menghantarkan seseorang ke Hadirat-Nya. Selain itu…..Entahlah!!!!

      • lor Muria berkata

        CINTA diatas cintanya…..
        RINDU diatas rindunya…..
        IKHLAS diatas ikhlasnya….

  4. truthseeker08 berkata

    Sembah = memberi, menhaturkan
    Sembahyang (Sembah Hyang) = memberikan diri kita kepada Tuhan. Bisa juga diartikan sebagai berserah diri.
    Jika ada perubahan makna maka itu bukanlah kesalahan sang kata, namun salah si manusia yang salah menerapkan/memaknai. Sebagaimana kata puasa, khalwat, mantera, dll dapat juga disalah artikan.
    Murnikan i’tikad.

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      Ya..ya..ya…saudaraku Truthseeker08. Jika seseorang itu mengerti akan Makna dari pada Sembah itu adalah “Penyerahan Diri/Berserah Diri” dan mengerti bahwa dirinya itu adalah Laa Hawla Wa Laa Quwwata…, maka bisa dibenarkan Ibadahnya itu. Tetapi… banyak yang belum menyadarinya, masih terjebak pada “Penyembahan” sebagaimana orang yang menyembah Patung, Pohon, Matahari, Api, Gunung dll..dll…dll…dan sayangnya lagi mereka tiada menyadari bahwa telah masuk kedalam Syirik Khoofi(Syirik yang lembut lagi halus).

      Oleh sebab itulah…mari kita saling memberi dan mengisi dalam Kebenaran agar terbuka KESADARAN-KESADARAN bagi kita semuanya ttng apa yang seharusnya berlaku dalam Hidup ini, baik dalam Amal Ibadah maupun dalam Aktifitas sehari2. Bahwa Karena CINTA lah kita semua ada, dan karena CINTA pulalah lalu kemudian Hidup dan karena CINTA pulalah yang akhirnya mengalami suatu kematian dan kembali kepada Pemilik CINTA. Karenanya….Ibadah tanpa di dasari Ilmu, akan hampa. Dan menuntut Ilmu itu adalah Wajib. Dan ke wajiban yang Utama adalah menuntut Ilmu yang dengan Ilmu itu bisa mendekatkan dirinya kepada Tuhannya bukan dilandasi oleh Rasa Takutnya Budak kepada Tuannya tetapi karena di landasi CINTA antara sang Kekasih dengan Kekasihnya.

      Terimkasih saudaraku atas Masukkan2nya yang mencerahkan…

      Wassalam

      • bajul berkata

        MAS PJ penyembahan pada pohon dll itu syirik jali(nyata),sedang penyembahan pada nafsu(ego)adalah syirik khofi(yang tersembunyi).Wassalam

  5. Ganang berkata

    Beramal sesuai ilmunya… Alhamdulillah bang PJ… bagus banget nalar dan pemahamannya. Syukran. Salam damai.

    • pengembarajiwa berkata

      Terimakasih kembali Mas Ganang Sahabatku…telah berkunjung kemari, dan semoga bermanfa’at untuk kita semuanya….

      Salam Presahabatan
      Pengembara Jiwa

  6. abdullah berkata

    yg susah dibikin gampang, yg gampang dibikin njelimet. cuppe dèh..

    • pengembarajiwa berkata

      Ya..ya..ya…Mas Abdullah
      Sungguh Gampang ataupun susah itu semua kembali kepada diri masing2 dalam memandang sesuatu itu. Pada Dasarnya Tidaklah Qur’an itu di turunkan untuk menyusahkan Manusia, melainan untuk memudahkan Manusia untuk mengenal akan Kebenaran2. Tetapi dikarenakan Tidak mau tahu nya Manusia apalagi sudah merasa Benar sendiri, itulah yang menjadi kan dinding pada dirinya sendiri.

      Salam untuk Anda dan orang2 yang anda Cintai

  7. asep berkata

    Jadi inget dulu waktu SD ketika suka ngaji di mesjid ada Nadhom, sbb:

    Sembahhyang…hyang lima waktu,
    itu adalah fardhu,
    suruhan Tuhan yg satu,
    untuk menahan hawa nafsu.
    Mari kawan-kawan 2x
    marilah bersembahyang 2x

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      Hmmm……Masa-masa Indah di waktu kanak2 menjadi bahan renungan yang sangat berharga sekali bagi yang mau mengambil pelajaran di dalamnya. Tidak ada beban dan sesuatu yang mngganjal di hati, Polos dan Lugu serta Ceria selalu….Itulah Misteri Kehidupan Anak2.

      • asep berkata

        Masa kecil adalah masa yg penuh dgn kenangan. Bersenda gurau dgn teman sebaya, patuh kepada orang tua dan guru ngaji. Bermain, tertawa dan menangis, lepas tanpa ada beban. Polos, lugu dan ceria. Oh sungguh kenangan yg sangat indah. Ingin rasanya untuk kembali lagi. :) )

    • mujahidahwanita berkata

      Masa kecil itulah… masa2 di mana tak ada hizab antara Hamba dgn Tuhannya. Karena di masa itu kita masih di dalam keadaan fitrah, dimana di masa2 itu kita dapat bertatap muka dan berdialog langsung dng yg Haq tanpa ada tirai sedikitpun/secuilpun yg membatasinya. Tetapi setelah beranjak dewasa kita telah di masuki Oleh pengetahuan2 tentang dunia berserta hiruk pikuknya yg mengakibatkan diri kita terdinding/terhijab.

  8. akayr berkata

    Assalamu Alaikum wr wb

    Salam PJ,

    Artikel yang anda posting kali ini, saya anggap sangat “BERANI”, Ini kalau tidak dipahami betul akan menimbulkan penafsiran yang salah…
    Namun saya sangat bersyukur adanya tulisan pemaparan pemahaman seperti yang anda tuliskan, Sangat menggugah, sangat menyentuh. Ini betul2 mengajak kita untuk mengembalikan ke mana pengabdian kita. Ya… Ternyata intinya di (QS : Thaahaa,14). Nah Sekarang bagaimana bentuk pengabdian kita tersebut…? Ternyata AlQuran pun telah menjawabnya dengan jelas (QS : Al-Imran, 31) “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku”.

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      Wa’alaikum salam Wr,Wb Mas Akayr…. Semoga Barokah Allah meliputi dirimu sekeluarga.

      “Balighu Ani wa lau Aayat”/Sampaikan walaupun satu Ayat. Itulah Dasar bagi kita semuanya untuk menyampaikan Kebenaran2. Dan tentunya….walau “pahit” yang akan di hadapi, itu semua sudah menjadi bagian dari pada Mujahadah/Perjuangan.

      Wassalam

      • Hamba yg Dhaif berkata

        Betul Mas PJ

        sampaikanlah kebenaran itu walaupun pahit, bukahkah manusia diciptakan itu utk menjadi kholifah dimuka bumi, dalam arti utk bisa mengendalikan hawanafsu yg bersemayam di dlm jiwa .

        Amin

  9. Alam Rasa berkata

    Assalamualaikum wr.wb.
    Salam Kasih. Senyum dari hati untuk saudaraku Pengembaran Jiwa, dan semuanya yang ada di Pondok ini.

    Perkenankan aku memiliki pandangan/pemamahan yang berbeda. Dalam konteks menyembah Allah, dalam Al Qur’an cukup banyak ditemukan ayat-ayat yang menyatakan “sembahlah Allah atau sembahlah Aku”.
    Aku fikir ini bukan suatu kesalahan/kekeliruan.

    Allah dalam pemahamanku ada di suatu tempat, yaitu Void. Adapun yang terdapat pada setiap diri, itu adalah percikan cahaya-Nya, yang sering disebut sebagai hati nurani dan berfungsi sebagai penunjuk jalan kepada-Nya, sekaligus sebagai alat komunikasi antara hamba dan sang Pencipta.

    Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, karena kesadaran-Nya meliputi seluruh alam semesta dan seluruh dimensi keberadaan (tampak atau tidak tampak). Dalam suatu sistem yang kompleks dan tak terbayangkan, Allah mengatur seluruh kejadian yang ada di alam semesta dan keberadaan.

    Dengan demikian, menurut pemahamanku hamba tetap hamba. Yang diciptakan berbeda dengan Yang Menciptakan, Yang diatur berbeda degan Yang Mengatur. Oleh karena itu, aku kurang sependapat dengan pemahaman Manunggaling Kawula Gusti. Pemahamanan ini dapat dibenarkan hanya ketika belum terciptanya keberadaan.

    Demikian, aku mohon maaf atas pemahamanku yang berbeda ini. Apabila pemahamanku keliru, mohon dikoreksi. Terima Kasih.

    Wassalam.

    • pengembarajiwa berkata

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….

      Salam Cinta Kasih Allah menyinari Qolbu para pejalan2 Ruhani…..termasuk Anda Saudaraku Alam Rasa. “Wa Huwa Ma’akum Ainama Kuntum”/Dan Allah Beserta kita dimana kita berada.

      Pada Dasarnya perbedaan diantara Umat adalah Rahmat, tergantung dari sudut mana kita memandangnya…Dan sesungguhnya Tidaklah sesuatu itu ada melainkan terdapat Rahmat Tuhan di dalamnya. Beruntunglah mereka2 yang telah MENYADARI akan Rahmat Tuhan itu di balik sesuatu.

      Dan benarlah Tuhan itu “ADA” dan ke “ADA” anNya itu tidak berada dalam Ruang dan Waktu. Sesuatu yang ada tentu berada pada tempatnya karena tempat itu meliputi dirinya. Begitu Halnya Allah itu “ADA” dan berada di tempat, tetapi bukan berada dalam ruang dan waktu, melainkan dibalik ruang dan Waktu. Yang di sampaikan oleh saudaraku Alam rasa berada di suatu tempat yang disebut dengan Void, dan saya mengatakan Tuhan itu berada pada Tempat yang tiada bertempat atau istilah Sufi mengatakan berada pada “Maqom Laa Maqom”/Tempat yang tiada bertempat, Maqom yang tiada bermaqom, kedudukan yang tiada berkedudukan. Dimana…”Maqom Laa Maqom” itu tidak bisa dijangkau dengan Akal Fikir. Namun Hati dapat menangkap Sinyal keberadaan Tuhan, tetapi hanya sebatas Keberadaan ILMU-Nya saja, bukan ZAT-Nya. Dan setidaknya dengan Hati, Manusia mendapatkan pegangan Hidup ttng adanya Tuhan yang jauh tiada berjarak dan dekat tiada bersentuhan. Adapun yang di sebut dengan Hati itu bukanlah Hati yang berbenda, melainkan Hati yang tersirat di dalam hati yang berbenda yang disebut dengan Hati “Nurani”/Hati yang bercahaya lagi tertib.

      Dengan terbatasnya Akal fikir maupun Hati untuk menyingkap tabir keberadaan Tuhan dan dimanakah Tuhan sebenarnya berada, maka itulah fitrah yang menunjukkan bahwa Tuhan ada lah Tuhan dan Hamba adalah Hamba, tetapi Sang Hamba itu tiada lain melainkan dari pada Tuhan. Sehingga SIR yang pada Hamba menjadi penghubung dirinya dengan Tuhannya. Ketika sang Hamba diliputi RASA dan KESADARAN Sang “AKU” yang bukan aku Hamba, maka yang ada adalah “AKU” dan lenyaplah “aku”, dan ketika sang “aku” sadar akan kefitrahan dirinya adalah Laa Hawla Wa Laa Quwwata, Maka Sang “AKU” menjadi SIR pada “aku”. Dan tidak terpisahlah….sang “aku” dengan sang “AKU”. Karena Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum (AKU sertamu dimana saja kamu berada).

      Wassalam

      • Alam Rasa berkata

        Terima Kasih saudaraku Pengembara Jiwa

        Sungguh suatu penjelasan yang sangat mencerahkan bagiku dan mungkin untuk yang lainnya yang ada di Pondok ini.
        Aku sudah cukup lama menunggu-nunggu komentar dari Mas PJ. Semoga Mas PJ dan keluarga dalam keadaan sehat selalu, dan dalam rahmat Allah yang berkelimpahan setiap saat. Amien.

        Perbedaan pendapat adalah rahmat, agar kita dapat memetik pelajaran/hikmah yang bermanfaat bagi kita semua. Dengan demikian, sebenarnya yang ada hanyalah Kasih Allah…Ya Rahman..Ya Rahim…

        Bagaimana mungkin anda tidak CINTA kepada Sang PECINTA sejati?
        Dan ketika menyadari sang PECINTA dan yang di-CINTA-i adalah kesatuan yang tak terpisahkan (dalam hakikat).
        Menyembah hanya menjadi sebuah kata.
        Surga dan neraka juga hanya menjadi dua buah kata.
        Yang ada hanyalah CINTA..
        RASA CINTA…
        Ya Allah, Biarlah RASA CINTA ini semakin kuat di hati kami.
        Nikmat dan Syukur..
        Ya Allah, Bimbinglah kami agar menjadi orang yang pandai beryukur kepada-Mu.
        Amien.

  10. omiyan berkata

    apapun tiu sebutannya semoga kita tetap dalam melaksanakan kewajibannya slalu disarkan atas ikhlas dan keyakinan kepada Allah SWT…serta tanpa perantara dalam bentuk apapun

    semoga Cahaya Islam selalu ada dalam benak kita sebagai umat akhir jaman

    Amin

    • pengembarajiwa berkata

      Benar sekali…Saudara Omiyan, apapun sebutannya dan apapun istilah yang digunakan dalam suatu kalimat yang bermakna, semoga bukan itu yang menjadi ukuran tetapi keikhlasan dalam Hidup lah yang akan membawa dirinya kepada Hidayah Allah. Dan ikhlas yang demikian itu adalah dasar dari pada memahami akan Hidayah2 yang turun kepadanya.

      Semoga Nurul Iman lebih menentramkan Jiwa dan dan mengokohkan Hati dalam Tauhidullah dan Ma’rifatullah.

      Aaamiiin.

  11. truthseeker08 berkata

    Sangat menarik topik yang saudara PJ “persembahkan”… ;)
    Dari topik yang satu ini saya mengharapkan akan berlanjut kepada pencarian hakikat kata lainnya.

    Kembali kepada kata “sembah”, ada beberapa makna (penggunaan) dari kata sembah dan turunannya. Pada beberapa penggunaan ada yang tepat ada yang kurang tepat, ada juga yang salah. Salah satu contoh yang menurut saya salah adalah ketika kita mengartikan iyya kana’ budu wa iyya kanasta’in sebagai: hanya kepada Mu kami menyembah, dan hanya kepada Mu kami meminta/memohon pertolongan. Kata budu lebih tepat diartikan sebagai menghamba. Tidak sedikit memang kata ya’budu diartikan sebagai yang disembah.
    Namun bukan berarti semua kata sembah salah. Gerakan2 shalat kita sebagaimana berdiri dengan hikmad dan tertunduk, ruku’ dan sujud dapat dikategorikan sebagai “menyembah”.
    Sehingga ketika kita bicara tentang shalat, maka kita tidak bisa melihat shalat hanya dalam cara pandang hakikat (yang tentunya tidak ada sosok, ruang dan waktu). Karena dalam shalat pun kita tidak boleh terlepas dari syari’at (berupa gerakan2 dan bacaan2) yang kesemuanya dibatasi oleh ruang dan waktu. Ketika seseorang melihat hanya syari’at, maka semua gerakan kita dalam shalat adalah gerakan2 “penyembahan”.

    Saya harapkan saudara PJ bisa mengembangkan kepada kata2 lain yang saya rasa saya (kami?) masih butuh mengenali hakikatnya lebih jauh, semisal:
    1. Allah Maha Besar; bagaimana kita memaknai besar disini?
    2. Allah Maha Mulia; bagaimana kita memaknai dan memahami hakikat mulia ini?
    3. Allah Maha Tinggi.
    4. dstnya.

    Kata2 tersebut berbeda dengan misalnya Allah Maha Pencipta, Allah Maha Suci, Allah Maha Adil dll yang kita lebih mudah untuk dimaknai.

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      saudaraku Truthseeker08 yang saya Hormati dan di berkati Allah….

      Yang Mesti kita pahami adalah “Menyembah” itu bukanlah suatu penyembahan atas sesembahan, walau banyak sekali kata2 Sembah dan disembah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Dan walau gerakkan dalam Sholat pun mengisyaratkan kepada gerak2an “penyembahan”. Tetapi para Arifbillah memaknai kalimah “Ubudiyyah”(Arab) dan “Penyembahan/Menyembah”(Indonesia), “Mengabdi”(istilah Tarikatnya) itu dengan suatu makna “Menyadari akan ke ESA-an Allah Swt yang tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat)”, yang termanifestaikan dalam Gerakan Sholat itu sebagai Cermin dari pada SIRULLAH/NURULLAH/NUR MUHAMMAD yang berada pada Martabat “WAHDAH”(Tunggal). Dan adapun pada Martabat “WAHDAH”, disitulah Manifestasi dari pada ASMA’/Nama Bathin Muhammad Saw yaitu “AHMAD”, yang tercantum di Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Dan gerakkan Sholat itu Manifestasi dari pada ASMA’/Nama “AHMAD” tsb, sebagai…. “Tanda” bahwa : “BENARLAH” ke ESA-an Allah Swt yang tidak bertempat tetapi memiliki dan menguasai setiap tempat serta Pengetahuan Allah meliputi setiap Ruang dan Waktu (Tempat)”, adalah HAKIKAT dari pada SIRULLAH/NURULLAH/NUR MUHAMMAD yang berada pada Martabat “WAHDAH”(Tunggal).

      Dalam Gerakkan Sholat, 5 gerakkan adalah Isyarat dari pada “ASMA”/Nama “AHMAD” adalah : Qiyam Isyarat daripada Huruf “Alif”, Ruku’ Isyarat daripada Huruf “Ha”, Sujud Isyarat daripada Huruf “Mim” dan Tahyat Isyarat dari pada Huruf “Dal”.

      Dan keseluruhan dari pada Gerakkan Sholat dimulai dari Qiyam sampai Tahyat, ada 7 Gerakkan. Mengisyaratkan perjalanan Ruh Insan itu terdiri dari 7 Makna Ruh yang berlapis2 yaitu : Qodimullah, Ruh Rahmatan Lil Aalamiin, Ruh Robbanii, Ruh Idzhofii, Ruh Al-Quddus, Ruhaniyyun dan Ruh Jasmani. Dan ke 7 itu sebagai yang tersirat dari pada Surah Al-Fatihah, yang di sebutkan dalam Suatu Hadits Qudsi, “AKU turunkan kepadamu 7 Ayat yang berulang2, 3 bagiKU, 1 antara engkau dan AKU dan 3 lagi adalah bagimu yang AKU Anugrahkan untukmu,
      Yaitu :

      1. Alhamdulillaahirobbil ‘Aaalamiin———-> Qodimullah
      2. Arrohmaanirrohiim————————-> Ruh Rahmatan Lil ‘Aalamiin
      3. Maaliki Yau middiin———————–> Ruh Robbanii
      4. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nastha’iin—–> Ruh Idzhofii
      5. Ihdinashirootol Mustaqiim—————–> Ruh Al-Quddus
      6. Shirootol Ladziina An’am ta Alaihim——-> Ruhaniyyun
      7. Ghoiril Maghdhuubi ‘Alaihim Waladhoolliin-> Ruh Jasmani
      Aaaamiiin ———————————–> Sirullah wa Amrullah muhituumfil ‘Aalamiin (Rahasia Allah dan Urusan Allah meliputi sekalian Alam).

      1-3—-> Haq Tuhan
      4 —-> Hubungan Antara Hamba dan Tuhan
      5-7—-> Haq yang di Anugrahkan pada Hamba.

      Jadi 3 Haq Tuhan
      dan 1 Hubungan Antara Hamba dan Tuhan
      dan 3 Haq yang di Anugrahkan kepada Hamba
      3,1,3

      Dari situlah…..menjadi Makna bahwa ternyata BENARLAH…”ALLAH AMAT MAHA BESAR” karena Meliputi tiap2 sesuatu, Keserba MeliputanNya tiada bandingan dan tiada yang menyamaiNya. Dan Amat Maha Mulia Allah, karena kesemuanya…..segala sesuatu itu berada dalam “GenggamanNya Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim di dalam keserba meliputanNya(ALLAHU AKBAR)”. Dan dengan itu lah “Sifat Arrohman Arrohiiim Allah di mulai dengan Kalimah “Bismi” (Bismi—-Allah—-Arrohmaan—-Arrohiiim).

      Bismi = Bi Asmaa’ih—–> Dengan Nama “HU”
      Dan Asma berasal dari kata “SAMAA” artinya “Langit”. Dan “Langit” disini adalah I’tibar dari pada sesuatu yang “TINGGI”. Karnanya…Allah itu di kenal dengan ke MAHA TINGGIanNya….

      Kalau dijabarkan Makna dari pada Bismillaahirrohmaanirrohiim itu adalah :



      “Dengan “HU” Yang Maha Tinggi dalam Ismul A’dhzoomKU dan tajalli pada ASMA’ ALLAH yang meliputi Sifat Kasih SayangKU pada tiap2 segala sesuatu”.

      Kalau di simpulkan atau di persempit makna Bismillahirrohmaanirrohiim itu adalah :

      “Dengan AKU(ALLAH) hadir pada tiap2 segala sesuatu meliputi Rahman dan RahimKU Atas tiap2 sesuatu”.

      Kalau disimpulkan dan dipersempit lagi makna Bismillaahrirroohmaanirrohiim itu adalah :

      “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

      Wallahu A’lam Bishowab…….

      • lor Muria berkata

        Shadaqallahul “Adhimii…

      • ahmedsyah berkata

        salam kenal mas PJ,saya ikutan nyimak.

      • vicky berkata

        subhanallah…. Alhamdulillah… dapat menemukan yg di’cari’ disini… sampai merinding buluk kuduk… hahaha… senangnya sang hati bernyanyi…

        Dalem..sekali mas…

      • Amy Halleem berkata

        Subhanallah…..Alhamdulliah…..untuk ke 2 kalinya, amy menyimak hal ini….pertama dlm bincang2 dg teman dan sekarang membaca sendiri……senang skali mas PJ…..
        di sisa umur amy….mencari dan truz mencari….

  12. Rxan gokil berkata

    Ikutt… Menyimak ya..

    • pengembarajiwa berkata

      Silahkan…..Mas Rxan G, Semoga Berkah Allah menyertai Anda dalam mengarungi samudra Ilmu Allah Swt. Aaamiiin.

  13. Ganang berkata

    “………maka mengabdilah kepadaKU dan DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGAT AKU “.(QS. THAAHAA : 14). Tujuan shalat, sesuai ayat ini : untuk mengingat ‘AKU’. Yang jadi masalah : gimana sih shalat sambil mengingat ‘AKU’ atau malah mengingat ‘AKU’ sambil shalat ?(apa ada kata lain dari ’sambil’ untuk menyatakan dua pekerjaan sekali jalan?). Kita dapat mengingat jika sudah kenal atau tahu atau pernah ketemu, paling tidak ada info tentang yang akan di ingat. Mengingat ‘AKU’ pada posisi shalat…?. Perlu banyak ‘modal’ untuk itu. Latihan yang keras, pengenalan akan ‘AKU’, dan keberadaan mentor mumpuni yang mengalirkan ‘barokah’nya serta’hidayah’ dari sang Pemilik Segalanya. Shalat adalah puncak penyerahan diri kepada sang ‘AKU’. Jika masih ada ‘aku’ maka tak kan pernah ada ‘AKU’.
    bang PJ dan kak MW…. salam damai.

    • pengembarajiwa berkata

      Ya..ya..ya…Mas Ganang. Insya Allah…Anda termasuk salah satu diantara Hamba2 Allah yang telah mengenal Kepada-Nya. Oleh Karena itu dengan segala Hormat, saya mengucapkan terimaksih atas pencerahan2 Mas Ganang yang sungguh dalam dan bermakna sekali. Menjadi Pelajaran Khususnya bagi saya Pribadi dan saudara2 yang lain yang ada di Pondok ini.
      Terimakasih sekali lagi.

      Barokah Allah menyertai Anda dan saudara2 semuanya.

      Salam Persaudaraan….

  14. Satmata berkata

    Duduk ikut jd santri aahhh…!!!

    • pengembarajiwa berkata

      Silahkan Mas Satmata, duduklah bersama kita semua yang ada disini. Saya pun sedang duduk di ‘pojok’, mendengarkan segala Pencerahan2 dari saudara2 kita semuanya.

      Salam Santri

  15. Supriyanto berkata

    Allah Maha Ghaib, tak terjangkau nalar.

    • pengembarajiwa berkata

      Hmmm…….Benar Mas Supriyanto, jika di cerna dengan Nalar/Logika/Akal maka Allah itu Maha Ghaib bahkan Ghaibul Ghaib. Dan Hanya Hati Nurani lah…yang tersentuh oleh RASA KESADARAN yang akan mendapatkan Sinyal bahwa Allah itu Ghaib dan juga Nyata. “Hu wal Awwalu wal Akhiru waz Dzhohiru wal Bathinu”/”Dia(Allah) yang Awal tiada bepermulaan dan yang Akhir tiada berkesudahan dan yang Nyata tidak terlihat oleh Mata dan yang Tersembunyi terlihat oleh Nurul Bashiroh.

      Wassalam

  16. aburahat berkata

    Sembahyang mungkin berasal dari kata sangsekerta SEMBAH dan YANG
    Bagaimana kalau kita tidak menyebut lagi SEMBAHYANG tapi SHALAT? Wasalam

    • pengembarajiwa berkata

      Ya…memang benar saudaraku, bahwa dalam Islam yang ada adalah SHOLAT bukan Sembahyang. Tetapi jika sudah di mengerti akan Makna di balik SHOLAT itu, maka tiada jadi masalah dengan kata2 Sembahyang. Semua kembali kepada Pemahaman dan keyakinan dalam memaknai Hakikat Sholat itu.

  17. dwi berkata

    Alhamdulillah ketemu kebun hikmah lagi….

    suwun…suwun… :)

    • pengembarajiwa berkata

      Al-hamdulillahi robbil ‘Aalamiiin… Akhirnya saya pun bertambah saudara lagi, yaitu Anda Mas Dwi. Terima kasih telah berkunjung kemari..dan selamat datang. Semoga Barokah Allah meliputi Anda sekeluarga dan orang2 yang anda cintai.
      Aamiiin.

  18. adi isa berkata

    penuh hikmah..
    nice article

    still reading.

    • pengembarajiwa berkata

      Mas Adi Isa ini bisa aja, bukankah Di Blog Anda pun postingannya penuh dengan Makna dan Hikmah luar biasa…Semoga kita bisa sama2 saling berbagi dan saling mengisi. Dan terlebih utama semakin Erat Tali Silaturrahmi.

      Salam Hormat
      Salam Taklim
      Salam Berkah Allah semoga terlimpah untuk Anda sekeluarga..

      Wassalam

  19. Alam Rasa berkata

    Ya, penuh hikmah..
    Maknanya kadang berlapis-lapis..
    Seperti yang dijelaskan oleh saudaraku Truthseeker, secara syariat adalah menyembah. Ini dapat juga diartikan memuji atau mengagungkan. Kemudian dari kesadaran akan ke-Agungan-Nya akan timbul kesadaran “Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil Aliyyil ‘Adziim”.
    Kemudian hamba akan berserah diri…hanya kepada-Nya lah tempat bergantung.

    (QS Az Zumar:11)
    Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
    (QS Az Zumar:12)
    “Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.”

    Melalui penyerahan diri yang seutuhnya, ego dapat ditekan (diminimasi). Hingga Allah berkenan untuk membuka hatinya.

    (QS Az Zumar:22)
    Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?…..

    Kemudian Allah membimbingnya… membawa masuk ke dalam keindahan Cahaya Ma’rifat. Nur ilmu hakikat menjadi terbuka, lapis demi lapis, seperti terbukanya mata air yang mengalir, melahirkan kesadaran demi kesadaran. Termasuk “KESADARAN akan ke ESA an Allah, dan kesadaran bahwa “YA” BENAR!!!!…..Allah Maha Besar dan Meliputi”, seperti yang dijelaskan oleh saudaraku Pengembara Jiwa.

    Semoga Allah selalu membimbing kita semua. Amien

  20. Alam Rasa berkata

    “………maka mengabdilah kepadaKU dan DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGAT AKU “.(QS. THAAHAA : 14).

    Saudaraku Ganang, perkenankan aku untu menambahkan:
    (QS Ar Raad:28)
    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

    Dengan demikian, Shalat bermanfaat agar hati menjadi tenteram. Bagi orang yang telah Ma’rifat, shalat akan bermanfaat untuk mengingat Allah dalam arti sesungguhnya (karena telah mengenal-Nya). Orang yang telah ma’rifat juga memandang bahwa Shalat bukan suatu kewajiban (karena kewajiban seolah bermakna memberatkan), tetapi justru timbul kesadaran bahwa Shalat adalah kenikmatan. Nikmat mengingat Allah, nikmat karena hati menjadi tentram.

    Bukankah sehabis Shalat, kita juga selalu berdoa. Nah, giliran aku sekarang bertanya “Kenapa bila kita berdoa sehabis shalat, kedua telapak tangan dibuka ke atas? Apakah dengan cara itu kemudian Allah akan memberikan apa yang kita minta dan dijatuhkan dari langit, sehingga telapak tangan kita harus dihadapkan ke atas untuk bersiap-siap..he..he.. Bukan itu, tapi ada makna/hakikatnya, ini juga terkait dengan kenikmatan Shalat.

    Salam Kasih untuk saudaraku Pengembara Jiwa, Ganang, Truthseeker, Aburahat, Adi Isa, dan semuanya yang ada di Pondok ini. Senyum dari hati untuk kalian semua. Semoga Allah selalu membimbing kita semua. Amien.

    • Ganang berkata

      Bagi orang yang telah ma’rifat, shalat akan bermanfaat untuk mengingat Alah dalam arti sesungguhnya (KARENA TELAH MENGENAL-NYA)… sahabatku mas Alam Rasa.. untuk ma’rifat akan yang di’sholati’ membutuhkan seorang pembimbing, yang akan mengenalkan “SIAPA” sholat dan “SIAPA” yang di ‘SHOLATI’. dan itu semua membutuhkan perjuangan yang keras dan tangguh… salam damai mas…

    • pengembarajiwa berkata

      Salam Kasih pula teruntuk :

      @Mas Alam Rasa
      @Mas Ganang
      @Mas Lor Muria
      @KangBoed
      @Mas Akayr
      @Mas Aburahat
      @Mas Asep
      @Dan semua saudara2 yang ada di Pondok PJ ini.
      Barokah Allah dan RosulNya senantiasa meliputi kalian semuanya yang Insya Allah sampai Akhir Hayat menutup Mata. Aaamiiin.

      Sholat adalah Mi’rojnya orang2 Mu’min

  21. lovepassword berkata

    Tulisan yang keren.

    • pengembarajiwa berkata

      Selamat datang Mas Lovepassword di Pondok PJ ini, dan semoga Silaturrahmi kita semua menjadi awal dari ikatan CINTA KASIH ROBBUL IZZATI. :wink:

  22. vicky berkata

    Salam rindu…selalu

    Thanks berat mas…alhamdulillah semakin mantap saja rasanya…

    jadi Kalo ‘Sembahyang’ artinya juga ’sembah’ yang mana apakah :nafsu kah, iblis kah, tahta kah..etc..

    insya Allah yang benar adalah ‘SHOLAT’ itu kan nama yang diberikan Allah Ta’Ala untuk ibadah rutin dan sunnah umat Rasulullah SAW, kalo ga salah…Insya Allah..

    Wassalam…

    yang merindu….

    • pengembarajiwa berkata

      @Vicky

      Ya…Ya..Tegakkanlah/Dirikanlah Sholat dalam Kesadaran akan ke ESA an Allah Swt yang meliputi tiap2 segala sesuatu bahkan juga pada diri Zahir dan Batin.

      Wassalam

  23. sukanto berkata

    sholat bukan hanya dikerjakan tapi harus didirikan dan ditegakan

    • adi isa berkata

      benar, namun yang paling utama, adalah dipahami…

    • pengembarajiwa berkata

      @Sukanto dan @Adi Isa

      Benar sekali….Tegakkanlah/Dirikanlah Sholat, karena dengan menegakkannya sebagai Bukti dari pada Penyerahan Diri/berserah diri. Dan tentunya….tiada yang dapat menegakkan/mendirikan Sholat selain mereka2 yang telah memahami dan mengerti akan Ilmu Pengetahuan ttng Ma’rifatullah.

      • anto berkata

        kenapa sebelum shalat harus wudlu, dari telapak tangan dan seterusnya apa hakikat dari itu semua. Dari anak kecil sampai orang dewasa sama, apa yang membedakan antara orang dewasa dan anak kecil klo belum bisa mengerjakan. Dari wudlu aja sudah banyak pelajaran yang harus terus kita kaji.

  24. aburahat berkata

    @Sukanto
    Benar mas. Jadi bagaimana mereka yang menterjemahkan Shalat dengan SEMBAHYANG

    • adi isa berkata

      its oke,..
      bukankah tuhanmu lebih mengetahui isi hati

    • pengembarajiwa berkata

      @Aburahat dan @Sukanto serta @Adi Isa

      jika Makna Sembahyang telah di mengerti dengan Makna SHOLAT yang sebenarnya yaitu Menyadari akan ke ESA an Allah Ta’ala yang meliputi tiap2 sesuatu maka tiada masalah dengan sebutan “Sembahyang”. Tetapi tentunya….terlebih baik dengan mengucapkan “Sholat” dari pada “Sembahyang” jika telah mengetahuinya. Maknailah sesuatu itu dengan yang lebih baik…..

      Wassalam

  25. asep berkata

    Assalamu’alaikum…

    Sembahyang kalau menurut asal katanya adalah dari bahasa Sansekerta; sembah dan hyang. Sembah artinya menyerahkan diri dan hyang artinya yg tidak kelihatan (ghaib). Kalau digabungkan berarti menyerahkan diri kepada yg ghaib. Jadi bagaimana presepsi kita sebagai seorang Muslim untuk menyikapi perbedaan bahasa tsb.

    Wassalamua’alaikum…

  26. yang penting Tuhan harus ada di hati, ok.

    • adi isa berkata

      dalam banget..mas…hehehehe…

    • pengembarajiwa berkata

      @Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu dan @Adi Isa

      Ya..ya…ya.. Tuhan harus ada di Hati, tetapi bukan lah Hati yang berbenda melainkan Hati yang tersirat di dalam Hati yang berbenda, bukan begitu Mas Ratu Adil…dan juga Mas Adi Isa.???. :wink:

      Wassalam

      • adi isa berkata

        that’s right kang PJ

        maaf telat posting.

  27. KangBoed berkata

    SUDAHKAH ALLAH MENJADI RAJA DALAM DIRI KITA.. SEHINGGA SETIAP LANGKAH KITA ADALAH LILLAHI TA’ALA.. KITA MENCINTAI SEMUANYA KARENA KITA MENCINTAI ALLAH.. KITA BEKERJA KARENA MEMEGANG TANGGUNG JAWAB BESAR KEPADA ALLAH.. SETIAP LANGKAH KITA MENYADARI KEHADIRANNYA YANG SELALU MELIPUTI DAN MENGAWASI SETIAP LANGKAH KITA.. SUBHANALLAAAAAAAH.. ITULAH SEBENAR BENARNYA IBADAH SEJATI… JADIKANLAH ALLAH MENJADI RAJA DALAM DIRI..
    SALAM SAYANG
    SALAM RINDU MBAH PJ DAN MBAK YU NEE

    • adi isa berkata

      saya sangat salut..pernyataan kangboed…

    • vicky berkata

      Pecerahan yang indah sekali kangboed thanks berat…Semoga kangboed selalu berada dalam ngengaman-Nya semata…Amieen

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed dan @Adi Isa serta @Vicky

      Sungguh….pencerahan, yang singkat namun mengandung Makna yang dalam sekali…

      Barokallahu Fiikum…

      Wassalam

  28. asep berkata

    @All

    Kalau dalam istilah Tasawuf shalat adalah untuk mengenal Allah swt (Ma’rifatullah) seperti bunyi ayat: “…………………… maka mengabdilah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”(QS : Thaahaa,14)

    Ini berarti bahwa shalat adalah penggabungan dari maqam; Syari’at, Tharikat dan Hakikat. Dengan istilah lain bahwa sesungguhnya shalat itu adalah pelayanan (khidmah), kedekatan (qurbah) dan kehadiran (wuslah).

    Pelayanan adalah Syari’at, kedekatan adalah Tharikat dan kehadiran adalah Hakikat. Seperti penjelasan yg lalu bahwa seorang Muslim secara sadar maupun tidak sadar, apabila telah melaksanakan maqam Syari’at, maka secara otomatis dia sudah melakukan maqam Tharikat dan Hakikat. Hal ini bisa dilihat dari penjelasan tentang shalat yg merupakan penggabungan dari maqam Ma’rifatullah diantara maqam; Syari’at, Tharikat dan Hakikat.

    Wassalamu’alaikum…

    • vicky berkata

      @kang Asep
      Setuju sekali…Salam persahabatan selalu, semoga kang asep selalu dalam limpahan cinta dan Ridho-Nya semata…amien..
      hidup itu kan ya untuk sholat dan sholat selama bumi Allah berputar…

  29. Satmata berkata

    Puji Qodim Puji Muhadats

  30. lor Muria berkata

    Ketika diri dalam liputanNYA, apalah artinya sembah menyembah…
    Apalah artinya penyarahan diri….
    Diri hanyalah Laahaula walaaquwwata illabillah dengan sebenar-benarnya.
    diri hanya mengerjakan apa yang harus dikerjakan.
    Tak ada yang “disembah” karena tak ada sosok yang disembah..
    DIA tidak butuk disembah, tetapi untuk “diingat”, diingat dengan CINTA, CINTA diatas CINTA sehingga….
    Diri dalam kesadaran, kesadaran akan kehadiranNYa yang selalu meliputi dan mengawasi setiap tindakan kita.
    Jadikan DIA “Imam” bagi kita
    Innanii annallaha laailaaha illa anta….
    Salam rindu
    salam sayang
    Salam sejati mBah PJ dan keluarga

    • adi isa berkata

      wow….lebih dalam lagi,..asal nggak melenceng..
      salut..salut..salut…

    • lor Muria berkata

      Maaf ada salah ketik yang betul: Innanii anaallahu laailaaha illa-anaa fa’budnii waaqimishshalata lidzikri

    • vicky berkata

      Subhanallah….lembut nian….

    • pengembarajiwa berkata

      Laa….Ya’budullaaha Illallaah
      Laa….Ya’rifullaaha Illallaah
      Laa….Yazkurullaaha Illallaah

  31. m4stono berkata

    ya sebenarnya cuman istilah saja…karena bahsa jawa tidak ada kata sujud, sujud itu bahasa arab, apapun istilahnya yg penting hati kita tetap sujud kepdaNya

    • adi isa berkata

      patut direnungkan…

    • pengembarajiwa berkata

      Semoga Kesadaran akan meliputi diri….

      Selamat Datang M4stono di Pondok PJ ini, semoga kehadiran Anda dapat menyejukkan Qolb’ saudara2 yang lain, khususnya saya pribadi

      Wassalam

  32. Gama berkata

    Supriyanto berkata
    Juli 4, 2009 pada 8:43 am
    Allah Maha Ghaib, tak terjangkau nalar.

    Tapi…….. bagi sebagian orang adalah ” NYATA “.

    Sembah Hyang……
    Siapa yang disembah, dan Siapa yang menyembah ???????????

    • adi isa berkata

      wow…luar biasa…!!!!!

      punya blog, nggak?

    • pengembarajiwa berkata

      Huwwal Awwalu wal Akhiru wa Zhohiru wal Bathinu wa Huwa Bikulli Syai’in Aliim.

  33. Ryan gokil berkata

    Salam kenal salam sayang untuk mas Pj @kang asef @aburahat @hinakelana dll…Dan semua penghuni blog ini.Kutunggu pencerahan selanjutnya,hamba yg bodoh ini dak berani kasih komentar karna masih dlm tahap pencarian takut salah. Salam kenal….

  34. Ryan gokil berkata

    Askum…Buat tmn2 penghuni pondok pengembara jiwa @mas PJ Klo boleh ak mohon pencerahan gimana cara sholat kusyuk atau MERASAKAN NIKMATNYA SHOLAT sbb hamba yg bodoh ini masih bingung gmn to sholat kusyuk itu? Sebelum n sesudahnya mohon maaf bila ada yg tdk berkenan dihati. Emailku>ryan.gokil@gmail.com wasalam.,..

    • adi isa berkata

      gimana nih mas PJ?
      kalau menurut adi, sholat khusu’ itu bukan dilihat dari diemnya atau pusatnya pemikiran dalam sholat, tapi lebih kepada
      berfungsinya semua indera kita saat sholat, karena itu semua harus dipahami bahwa takan ada upaya dan daya bagi kita manusia untuk mendirikan sholat, jika bukan karena kuasa Allah.

    • vicky berkata

      @Ryangokil..
      Salam kenal penuh cinta untuk Ryan..Semoga selallu dalam Pelukan-Nya semata..amieen..

      Saya ingin membantu Ryan,..tolong sahabat2 yang lain dibantu saudara kita..ini..

      Kalau yang saya praktekan dalam sholat hanya bisa sebatas ini > Mata harus fokus pada satu titik disejadah …usahakan telinga mendengakan bacaan yang kita baca, lalu hati memahami artinya (dalam Bahasa Indonesia)..pusatkan kosentrasi akal pada hati/qalbu..Insya Allah

      Wasalam

      yang merindu…

    • zal berkata

      Mas Ryan Gokil, benar Mas, kalau shalat memasuki fana, maka menjadi gak jelas lagi apa ini khusuk, padahal sudah tak ada lagi apa itu bacaan, ingatan, atau kesadaran, jika masih terdengar bacaan, nyemmbah kemana..? bacaan..?…lalu shalat itu apa…??, lalu khusu’ itu apa pula…?, keknya mulai merenungi shalat itu apa..? dengan menghimpun segala pengetahuan yang sudah diberikanNYA…lebih membantu ketimbang bertanya.., sebab ada rezeki uniq yang diberikan pada tiap-tiap kita dan setelah itu temukanlah persamaan-persamaan…

    • pengembarajiwa berkata

      @All……

      Silahkan untuk saudara2ku yang lain, untuk memberikan pencerahan2 ttng Sholat khusyuk agar saudara kita “Ryan..G” dapat memahami dan mengapliaksikannya…

      Atas Perhatian saudara2ku semuanya saya ucapkan Terima kasih

      Wassalam

  35. itempoeti berkata

    mengabdi…
    menyembah…

    bukan itu sesungguhnya…
    tapi kesadaran dibalik itu yang lebih penting…

    ketika bersahadat, siapa yang bersaksi? apa yang dipersaksikan?
    ketika bersholat, siapa sesungguhnya yang sholat? kepada siapa bersholat?

    ada syari’atnya syari’at…
    ada hakikatnya sya’riat…
    ada syari’atnya hakikat…
    ada hakikatnya hakitat…

    • truthseeker08 berkata

      mengabdi…
      menyembah…

      Syari’at?

      bukan itu sesungguhnya…
      tapi kesadaran dibalik itu yang lebih penting…

      Hakikat?

      ketika bersahadat, siapa yang bersaksi? apa yang dipersaksikan?
      ketika bersholat, siapa sesungguhnya yang sholat? kepada siapa bersholat?

      Hakikat?

      Bisa dibantu penjelasan lebih lanjut?

      Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      @Itempoeti

      Selamat Datang Mas…di Pondok Ini, silahkan Mas untuk melanjutkan Pencerahan2 yang sangat bermakna itu. Kami semua akan menyimak dengan seksama.

      Atas Perhatiannya saya ucapkan Terimakasih..

      Salam Persahabatan
      Salam Persaudaraan
      Wassalam

    • itempoeti berkata

      maaf…, baru berkunjung lagi…
      komentar mas Alam Rasa dibawah ini rasanya sudah menjelaskan apa yang saya maksud…

      rahayu… rahayu… rahayu…
      hong wilaheng, awignam asthu…..

      • pengembarajiwa berkata

        Ya….Mas Itempoeti selamat datang kembali di Pondok ini…

        Damai…Sejahtera….Tenang…Tentram…dalam Cinta Kasih Allah Swt.

  36. yang-kung berkata

    yang paling penting dalam doa adalah ungkapan kasih yang tulus kepada Allah,bukan kata2 atau ide2 yang indah.Doa sebagai ungkpan kasih menjadi doa pujian,syukur,tobat,penyerahan diri dan permohonan.

    hidup bersama dalam klg/komunitas-dapat saling meningkatkan mutu hidup dan membangkitkan gairah,bila dimaknai sbg kesempatan untuk saling “asih-asah-asuh” dengan hidup penuh perhatian,pengertian dan pengampunan.Bagaimana menyembah Allah itu……..????nyumanggakaken panjenegan sami….

    salam rahayu.

    • pengembarajiwa berkata

      @Yang-kung

      Do’a yang tulus adalah Do’a sang Pecinta dengan Rasa dan Kesadaran Cinta kepada yang di cintai, tentunya tiada harapan yang di dasari ke EGO an diri. Melainkan hanyalah ingin selalu serta dengan yang di Cintai sampai kapanpun juga. Dan Kemudian teraplikasi Cinta itu dalam Kehidupan sehari-hari dengan saling kasih mengasihi satu dengan yang lain, saling “Asah-Asih-Asuh”, menebarkan Rahmat kepada siapa saja dikarenakan telah dipandangnya akan sesuatu bahwa Allah meliputi akan sesuatu itu.

      Salam Kenal dari pengembara untuk Mbah Yang-kung yang saya hormati,
      Salam Taklim
      Salam Persahabatan

      Wassalam

  37. [...] diri menayangkan syair tersebut menjadi postingan dengan judul Syair Pengembara Jiwa… semoga mas Pengembara Jiwa berkenan yaaaaa.. jangan maraaaaah yaaaa.. hehehe.. inilah komentarnya.. maaf dikasih judul yaaa [...]

  38. Alam Rasa berkata

    Dalam aku ada AKU
    Dalam AKU ada aku

    • pengembarajiwa berkata

      @Alam Rasa

      SenyumKU untukmu……….. :wink:

  39. Gama berkata

    Alam Rasa berkata
    Juli 7, 2009 pada 5:26 am
    Dalam aku ada AKU
    Dalam AKU ada aku

    => Betul…..bagi yg sudah bersaksi!
    Wassalam,

    • pengembarajiwa berkata

      @Gama

      Penyaksian dalam Kesaksian adalah Kesempurnaan Memandang Zat Allah Swt yang Laisa Kamitslihi Syai’un.

      Allah memberkati Anda dan kita semua…Aaamiiin.

  40. kinan berkata

    Perkenankan aku yang bodoh ini selalu bertanya.

    Kenapa dalam shalat kita ruku dan bersujud ? Persis sama juga dengan orang budha yang menyembah patung sang budha.

    Mohon maaf, bila kiranya pertanyaan aku yang bodoh dan selalu bodoh berhadapan dengan Sang Khalik yang Maha Mengetahui.

    • pengembarajiwa berkata

      @Kinan

      Selamat datang di Pondok PJ ini, dan semoga NurNya menyinari Qolbu.

      Saudara Kinan yang di rahmati Allah, sesungguhnya Gerakan2 dalam Sholat bukanlah Gerakkan Menyembah seperti halnya seseorang yang menyembah “sesuatu”. Melainkan Gerakkan Sholat itu adalah Pengabdian tertinggi dalam Asma’ Nur-Nya yang bernama “AHMAD”, sebagai cermin dari pada CINTA ALLAH kepada HambaNya.

      Jadi sudah menjadi ketetapan dalam Sholat itu ada Ruku’ dan Sujud, sebagai lambang dari pada Sifat Tawadhu’ dan Sifat Tawakkal kepada Allah.

      Semoga Berkah Allah meliputi saudara Kinan.

      Wassalam

  41. mujahidahwanita berkata

    Mas PJ terkasih mohon penjelasannya….

    kalau sholat itu merupakan huruf

    Alif : Berdiri, kebaktiannya api bermakam pada awal “mim” awal yaitu kepala, takluknya kepada sifat kof,dal,jal,alif,ta.

    Lam : Ruku kebaktiannya air bermakam pada “ha” yaitu dada, takluknya kepada sifat lam alif, zal, alif, dal, alif, ta.

    Lam : Sujud, kebaktiannya angin bermakam pada mim akhir yaitu pinggul, takluknya pada sifat Ilmu.

    Ha : Tahyat, kebaktiannya tanah bermakam pada dal yaitu kaki, takluknya pada sifat hayat.

    Mohon di koreksi mas PJ terkasih apabila ada penulisan yg salah dan saya mohon pencerahannya….

    Salam di dalam Cinta dan kasih sayang Allah untuk mu dan pengujung setia pondok ini….

    • itempoeti berkata

      inilah salah satu hakikatnya syari’at…

    • pengembarajiwa berkata

      Dan ini adalah sebagian dari pada Ilmu Allah Ta’ala yang Amat Maha Luas.

  42. kanto berkata

    bagaimana shalat bisa khusu`& bisa selalu mengingat Allah kalo masih mengingat-ingat rekaat,masih mengingat bacaan kalo-kalo bacaan salah

  43. lintang berkata

    ass…warr..wb..
    salam kenal mas pj,perkenan kan lintang yang awam ini mampir di warung anda,semoga menambah iman semakin mengenal allah…
    salam kenal buat kang boet dan lain komentar menyntuh hati semoga manfaat…amin

    • pengembarajiwa berkata

      @Lintang

      Wa’alaikum salam wr,wb

      Salam Kenal kembali Mas Lintang. Semoga Barokah Allah meliputi akan Qolb’, dalam mencerna segala Ilmu yang ada di Pondok ini dan semoga di tetapkan dalam Iman dan Islam Indallah yang berlandaskan Tauhidullah dan Ma’rifatullah.

      Silahkan singgah di Pondok ini apabila Anda sedang dalam Perjalanan, semoga Istirahat Anda tidak sia2 dengan tersedianya MENU ILMU yang ada di Pondok ini dan semoga di dalamnya terdapat Hikmah baik bagi diri Anda, Saya Pribadi dan Kita semua.

      Wassalam

  44. Ganang berkata

    Sahabat(s)… RUARRR BIASA…. melambung naik menembus batas syari’at. Awas kebablasan lho… ntar salah ‘adab’ kepada ilmu dan Guru…

    • itempoeti berkata

      niat yang akan meluruskan…

    • pengembarajiwa berkata

      Berserah dirilah kepada Allah dengan sebenar2nya penyerahan diri yang di dasari dengan Ma’rifatullah maka Niscaya Allah akan memelihara.

      Wa Man Yattawakkal Alal Hayyilladzii Laa Yamuut (Berserah dirilah kepada Yang Hidup yang tiada mati)

      Ma Man Yattawakkal Alallaah Fa Huwa Hasbuh (Dan barang siapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan menjamin)

  45. Harunyahya berkata

    Alhamdulillah.. Akhirnya artikel baru muncul jugaa.. setelah sekian lama menunggu, tak sabar lagi rasanya menanti artikel2 baru dari pak PJ yg terhormat, setiap kali membaca artikel2 na pak PJ… baik lama maupun baru selalu membuat ‘taste’ tersendiri buat kami..terimakasih..terimakasihhh pak PJ

    lanjutkan..:)

    salam hormat, salam taklim…dari jauh

  46. salam ukhuwah,banyak sekali saranan yg bagus2 ,bagi saya orang melayu ..yg maksud menyembah itu ada lah persembahan….biasa nya klau orang buat sesuatu lagu kah atau yg seni2 gitu ,sudah tentu mereka akan mempersembahkan bakat2 nya,dan jikalau solat itu di katakan sembah itu ada lah yg di persembahkan konsep memuji2 Allah dgn kalimah2 nya…jika saya slah minta di maafkan.

  47. pusing berkata

    asalamualaikum
    salam hormatku bwt pak pj semoga kebahagiaan slu menyertai bapak keluarga dan penghuni pondok ini.amin
    hem.. menyembah Alloh suatu kesalahan..!!
    bagaimana dengan beribadah pada Alloh..??
    hem..iya yah buat apa sih manusia menyembah Tuhan toh Tuhan ga membutuhkannya..??
    hem…untuk apa sih manusia beribadah pada Tuhan toh ga da yang masuk surgaNya karna ibadahnya..??
    mendingan pd bersyukur aja.. tp manusia cuma sedikit dalam bersyukur..payah…?
    bagaimana bisa mendapatkan ampunan ridho dan karuniaNya..??
    mohon pencerahannya…??
    wasalammualaikum

  48. hitam berkata

    Salam kenal,
    Blog bagus,sbh usaha utk melawan arus kebiasaan yg blm tentu benar.Kalam Allah perlu dimaknai lebih teliti dan usaha kerja keras.Dia tidak bisa dimisalkan dgn sesuatu apapun…..
    إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
    [4:48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

    • pengembarajiwa berkata

      @HarunYahya

      Salam Taklim
      Salam Berkah Allah senantiasa untukmu sekeluarga Sahabatku…dalam Cinta Kasih Sayang Allah tentunya.

      @Rohaya Mohd Shah

      Salam Ukhuwah kembali saudaraku….Allah memberkati dirimu sekeluraga

      Menyembah jika di maknai dengan Puji2an Kepada Allah karena di dasari Ingat akan Allah, sangat baik sekali saudaraku. Dan teruskanlah……

      Rosulullah Saw bersabda : “Man Ahabba Syai’an Kadzuro Dzikruhu”(Siapa yang CINTA akan sesuatu, pasti sering menyebut2nya/memuji2nya dan mengingat2nya).

      Wassalam

      @Pusing

      Wa’alaikum salam Wr,Wb…..

      Salam kembali Saudaraku “Pusing”, Semoga pencerahan2 dari saudara2 kita yang lain yang ada di Pondok PJ ini dapat membuka pemahaman yang ada pada diri Anda, khususnya juga bagi saya pribadi.

      Saudaraku……
      Tetaplah beribadah kepada Allah dalam Sholat, akan tetapi tanamkan pada diri bahwa Ibadah yang dilakukan itu sebagai salah satu sarana/jalan dalam Mensyukuri akan Nikmat2 Allah yang senantiasa meliputi diri setiap waktunya. Sehingga memberikan pengertian pada kita, bahwa dengan Mensyukuri akan Nikmat Allah itu adalah yang lebih utama dari pada persembahan/pemberian kita kepada Allah. Karena Anugrah Allah dalam Rahmat Karunia NikmatNya tidak bisa di bandingkan dengan apa yang kita persembahkan kepadaNya.

      Satu Biji Mata adalah Karunia Nikmat Allah atas Insan, begitupun apa saja yang ada pada diri Zahir dan Bathin semuanya adalah Karunia Nikmat Allah. Jika Satu Biji Mata di timbang dengan Amal Ibadah 70 tahun lamanya yang di persembahkan kepada Allah, maka Niscaya masih terberat Satu Biji Mata itu ketimbang Amal Ibadah 70 tahun lamanaya yang di persembhkan tadi.

      Karenanya Bersyukur adalah Pintu Ridho Allah dan pembuka KaruniaNya.
      “Barang Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka akan di tambah NikmatNya yang lain. Barang siapa yang ingkar akan Nikmat Allah, maka sesungguhnya Adzab yang pedih akan datang kepadamu(kegelisahan, kebimbangan, ketakutan, putus asa dll…dll…dll)”.

      Semoga bermanfa’at….
      Wassalam

      @Hitam

      Salam Kenal kembali..saudaraku Hitam. Selamat Datang di Pondok PJ ini, semoga Anda berkenan untuk berbagi Ilmu kepada kami2 semuanya…,

      Sebelumnya saya ucapkan Terimakasih dan salam Hormat untuk Anda.

      Wassalam

  49. Alam Rasa berkata

    Tak apalah bila salah-salah dikit, karena kita semuanya ini pada hakikatnya masih dalam Tahap BELAJAR. Sepanjang kita semua masih punya semangat untuk BELAJAR UNTUK DAPAT LEBIH MENGENAL-NYA, Insya Allah, kesalahan kita akan diampuni, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Sesungguhnya murka Allah, adalah kepada orang-orang yang sombong merasa dirinya paling pandai, paling benar, tidak mau mendengarkan perkataan orang lain, dan tidak mau BELAJAR untuk lebih Mengenal-Nya. Kepada orang seperti ini, Allah akan menutup dan mengunci mati HATI-nya, seperti yang dinyatakan dalam banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an. Diantaranya:

    (QS Al Mu’min: 35):
    (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang

    (QS Ar-Ruum : 59)
    Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

    Dan bila Allah telah mengunci mati Hati-nya, maka sungguh dia akan menjadi orang yang merugi, seperti dinyatakan dalam:

    (QS Al A’Raaf: 179)
    Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

    (QS Al Baqarah:7)
    Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

    Demikian, semoga kita semua dijauhi dari kesombongan. Amien.

    • lor Muria berkata

      Subhanallah
      Hehehe…apa ada yang sombong yaa di forum ini??
      semoga kita baik2 aja sama-sama belajar, saling asah asuh, saling mengisi kekurangan kita masing2. saling mengumpulkan pecahan kaca yang bertebaran dalam diri masing2.
      Salam Sayang dan Kasih dalam RAhmatNYA

    • Alam Rasa berkata

      Subhanallah…saudaraku Lor Muria

      Aku hanya sekedar mengingatkan saja agar kita waspada, dan tidak bermaksud menuduh.
      Karena syaiton paling suka mengganggu orang-orang yang belajar di jalan Allah.
      Ketika kita mulai tertarik untuk belajar, dia membisikkan keraguan pada diri kita, bahwa mempelajari Ma’rifat adalah kesia-siaan.
      Kemudian ketika kita sudah mulai belajar, dia mulai mengganggu dengan kemalasan dan kebosanan.
      Ketika kita sudah mulai pandai, dia membisikkan kesombongan dan rasa ingin menonjolkan diri, sehingga kita cenderung merasa paling benar dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

      Aku ingin menggarisbawahi ayat ini: (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sekali lagi “tanpa alasan yang sampai kepada mereka”. Pertanyaannya siapa yang menyampaikan? Kata si A atau kata si B, kata Ulama ini atau kata Ulama itu. Bukan itu maksudnya. Cobalah teliti kalimatnya!!

      Demikianlah, aku sekedar mengingatkan agar kita selalu waspada dan memurnikan hati kita dari sifat sombong, rasa ingin menonjolkan diri, iri, dengki, dan emosi negatif lainnya. Marilah kita sama-sama belajar, saling asih asah asuh, seperti yang disampaikan oleh saudaraku Lor Muria.

      Mas PJ, kami menunggu petuahnya. Kok blognya dicuekin aje!! Jadi sepi nih.
      Semoga Mas PJ dan keluarga dalam keadaan sehat selalu, dalam rahmat Allah yang berkelimpahan setiap saat. Amien.

      • itempoeti berkata

        setuju…

    • pengembarajiwa berkata

      @Alam Rasa & @Lor Muria

      Saya sangat setuju sekali dengan uraian Anda Saudaraku, bahkan saya pun juga belajar dengan Anda dari apa2 yang anda tulis dalam Koment2 di Pondok ini. Terimakasih saudaraku…

      Allah Memberkati Anda berdua dalam CINTA Kasih SayangNya…. Aaamiiin.

      @Itempoeti

      Silahkan Mas, ditunggu lhooo…. pencerahan2nya.

      Lanjutkan…..!!!!!
      Dengan tidak mengurangi rasa Hormat dan Terimakasihku padamu.

      Wassalam

  50. mujahidahwanita berkata

    Orang yg berma’rifat kepada Allah, ujian terberatnya bukan karena Iblis atau syaitan melainkan ujian terberatnya adalah kedirian, akal/fikir.

    • lor Muria berkata

      Nambahin sedikit mbak Mujahidahwanita…..
      ……….ilmunya, ilmu yang dimiliki, Ma’rifat yang dimiliki, semakin tinggi ilmu yang dimiliki semakin merasa diri ini mempunyai, mempunyai kelebihan, mempunyai kepandaian, mempunyai kebisaan, mempunyai KeMa’rifatan. Padahal itu semua bisa menjadi hijab bagi diri ini. Yang diminta SANG Robbul Izzat adalah PENYERAHAN DIRI dalam LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLABILLAH…dan Kesadaran akan Liputan RahmatNYA pada diri ini….sehingga yang ada adalah Qodrat dan IrodatNYA semata.
      Salam kasih dalam RahmatNYA
      SAlam sayang dalam CintaNYA
      Salam rindu untuk berjumpa denganNYA

      • itempoeti berkata

        manut…

    • Alam Rasa berkata

      Salam Kasih saudaraku Mujahid Wanita.

      Anda benar!! maksudku syaitan itu yang ada dalam diri, yaitu ego kita atau emosi negatif, atau kedirian atau akal/fikir.

      Demikian juga yang disampaikan oleh saudaraku Lor Muria, karena ego ini akan menghijab atau menutup hati seperti yang dinyatakan pada QS: Al Mu’min 35 da QS: Ar Ruum 59. PENYERAHAN DIRI dalam LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLABILLAH… Kesadaran akan Liputan RahmatNYA pada diri, dan “KESADARAN akan ke ESA an Allah Swt yang meliputi, akan menghadirkan kesadaran KECINTAAN pada sesama mahluk. Dan dengan ini Insya Allah, ego kita dapat dikendalikan.

      Semoga kita semua selalu dalam bimbingan-Nya. Amien.

    • itempoeti berkata

      tubuh menjadi penjara ma’rifat.., pintunya di akal fikir…
      seperti yang anda sendiri jelaskan dalam hakikat shalat…

    • pengembarajiwa berkata

      @MujahidahWanita

      Benar sekali…., bahkan dengan KEDIRIAN itulah sebagai sarana/jalan bagi Iblis untuk lebih leluasa mendekati Insan untuk menggoda agar menyimpang dari Jalan yang Lurus.

      Semoga Allah Swt memelihara kita semuanya dari ke-DIRI-an yang ada, dan dimasukkan dalam CINTA Kasih SayangNya. Aaamiiin…Yaa..Robbal ‘Aaalamiiin.

      @Lor Muria

      Setuju Mas Muria dengan apa yang sudah anda paparkan.

      Salam Taklim
      Salam Berkah Allah dalam Cinta kasih SayangNya.

      @Itempoeti

      Sayapun Manut mas…….

      @Alam Rasa

      Terimakasih saudaraku atas tambahan pencerahannya….

      Allah mengenal Kalian semua sebagaimana kalian layak untuk dikenalNya.

  51. ampuni berkata

    mas Alam Rasa sangat benar, harus tetap eling lan waspada,
    begitu yg saya alami mulai malas dan bosan. alhamdulillah diingatkan mas AR, maturnuwun . LANJUTKAN ….!!!

    sALAM nI’MAT DAN nYAMAN

    • Alam Rasa berkata

      Semua adalah Rahmat Allah SWT. Salam Kasih untuk saudaraku Ampuni.

    • pengembarajiwa berkata

      @Ampuni

      Ya…ya..ya…, tetaplah Eling lan Waspada.

      Allah senantiasa memberkati Anda sekeluarga, dan salamku untuk Pak Iyan ya…???

      Semoga ada langkah untuk bertemu kembali di Jakarta.

      Wassalam

      @Alam Rasa

      Ya…Ya…Ya… Rahmat Allah senantiasa mengalir dalam Kehidupan ini di setiap waktu. Salam Cinta Kasih untuk semuanya.

  52. tigaw berkata

    maksih buat kangboad yang mengirimkan aku ke pengembara jiwa. benarkah mas dari balikapan? bisakah saya tahu alamatnya. soalnya saya juga dari balikpapan. terus terang artikel mas tentang menyembah itu salah benar adanya… dan mas begitu gamblang dan terbuka menjawab sesuatu yang sebenarnya rahasia. semoga Allah selalu memberikan rahmat yang begitu besar kepada mas. salam kenal selalu dari kami sekelurga. mohon diemail tau dibalas coment saya ya mas. maksih banyak

    • mujahidahwanita berkata

      Semoga saja dgn Qodrat dan Iradat Allah anda dapat di pertemukan dgn mas PJ. Amin ya rabbal alamin.

      • novalisiris berkata

        Semoga saja dengan Qudrat dan Iradat Allah saya diijinkan memahami diskusi di padepokan ini.
        Boleh saya minta alamat email Mujahidahwanita?

    • pengembarajiwa berkata

      @Tigaw

      Salam Kenal Mas Tigaw yang di rahmati Allah Swt. Selamat datang ku ucapkan kepada Anda di Pondok PJ ini.

      Benar sekali mas, saya tinggal di Balikpapan. Dan Insya Allah Alamat akan saya kirim ke Email Anda ya….???

      Allah lah yang memberkati kita semua sehingga di mudahkannya dalam memahami Ilmu Allah yang sungguh sungguh Amat Maha Luas ini. Dan tidaklah apa2 yang sampai kepada kita melainkan tidak lebih dari satu tetes Ilmu dari Ilmu Allah Ta’ala yang Maha Luas. Dan semua Karena Anugrah Allah Semata.

      Wassalam

      @MujahidahWanita

      Ya..ya..ya..semuanya dengan Qudrat IradatNya semata.

      @Novalisiris

      SElamat Datang di Pondok PJ ini, semoga Ada secercah Hikmah yang dapat di pahami. Silahkan sering2 mampir agar hilang rasa Haus dan dahaga dengan Qudrat Iradat Allah tentunya.

      Salam Kenal
      Salam Taklim

      Wassalam

  53. SIN berkata

    Kesambar petir lagi

    Somoga Allah swt merahmati kita semua Aminn ,,,
    Salam rindu untuk Bapak dan mbaknya.. dan sumuanya yang ada di pondok PJ ini, kangboedku sayang hehehe lama tak jumpa kangen juga yaaa rasanya…

    “Salam damai didalam ketenangan jiwa”

    Salam sejati.

    • mujahidahwanita berkata

      Hmmm…. jadi sekarang bkn hidup semakin hidup lagi nih, hidup semakin hidup udah lebur ke dlm SIN

    • pengembarajiwa berkata

      @SIN

      Hmmm…..”PETIR MENYAMBAR PELEBUR DIRI” ya……..

      Semoga Allah memberkati Anda dan siapa pun yang Anda Cintai dan Kasihi.

      Salam Damai dengan penuh Rahmat dalam Anugrah Allah.

      Salam Sejati
      Wassalam

      @MujahidahWanita

      Ya..ya..ya..ya.., Lebur dalam SIN sebagai Cermin dari pada Nur Muhammad Saw. :wink:

      • harry sjaharia berkata

        sebenar saya mau membahas tentang suatu yang lebih dalam dalam lautan ma’rifat.ada di antara saudara yang pernah merasakan hawa ma’rifat.wasslam

  54. aburahat berkata

    @Pusing

    Saya jadi ikut pusing. Allah Maha Kaya. Ia tidak membutuhkan apa2 dari kita.
    Ibadah tidak juga Allah butuhkan. Jadi apa ya yang Allah butuhkan dari kita? Wasalam

    • Sulthan berkata

      hemmmm semua yang ada ini adalah milik dari Tuhan atau Bukti dan Saksi adanya Tuhan… dan bisa dikatakan Tuhan tidak memerlukan apa-apa lagi, tidak dipujipun Tuhan akan tetap Mulia… lalu kiranya kalau tidak ada Hamba atau Mahluk… apakah Tuhan bernamakan Tuhan… (saya suka ngaji disini, salam buat saudaraku semua)

    • lor Muria berkata

      Allah memuji dirinya melalui hambanya……..bersambung..

    • Alam Rasa berkata

      Salam Kasih

      @ Pusing
      @ Aburahat
      @ Sulthan

      Dalam hal ini kita perlu mengkaji secara lebih dalam tentang apa hakikat dari penciptaan. Memang benar Allah tidak butuh apa-apa. Lalu kenapa Dia menciptakan seluruh Alam Semesta dan Keberadaan ini? Itulah Kehendak-Nya, untuk menunjukkan QUDRAT dan IRADAT-nya.

      Untuk itu, terdapat 2 (dua) paradigma, pertama: Yang Baik berasal dari Allah sedangkan yang Buruk berasal dari diri sendiri, kedua: Baik dan Buruk berasal dari Allah.

      Paradigma kedua mengatakan baik dan buruk berasal dari Allah. Oleh karena itu, kita cukup besyukur saja, karena segala sesuatu telah sempurna dan berjalan sesuai kehendak-Nya. Hidup mengalir mengikuti siklus hidup yang ada. Namun permasalahannya adalah, apakah kita dapat memetik pelajaran dari semua itu? Apakah kita paham dan mengerti hakikat dari semua itu?

      PELAJARAN itulah tujuan dari penciptaan. Untuk siapa? Untuk mahluk atau hamba (hakikatnya utuk Roh atau Diri Sejati kita). Belajar Apa? Pada hakikatnya adalah belajar untuk mengenal Sang Pencipta, dan kembali kepada Sang Pencipta atau INNALILLAHI WA INNAILLAIHI ROJI’UN (hakikatnya yang kembali adalah Roh kita).

      Sebelum kita lahir, Roh kita dipersaksikan di hadapan Tuhan, dan dibuat ketetapan-ketetapan yang harus kita lalui, dan peristiwa-peristiwa yang harus kita hadapi, yang disebut juga TAKDIR atau kodrat manusia. Peristiwa-peristiwa khusus yang harus dihadapi ini biasanya terkait dengan PELAJARAN YANG HARUS DITEMPUH. CARA KITA BERINTERAKSI dengan peristiwa-peristiwa tersebutlah yang memperlihatkan seberapa jauh kita telah belajar.

      Dengan demikian, sebenarnya DRAMA KEHIDUPAN INI ADALAH GABUNGAN DARI TAKDIR DAN INTERAKSI DARI MANUSIA SENDIRI. Dalam hal ini, TAKDIR bertindak sebagai pemicu.

      Oleh karena itu, aku meyakini paradigma yang pertama, bahwa yang Baik berasal dari Allah, yang Buruk dari diri sendiri (manusia). Demikian, semoga penjelasan ini dapat bermanfaat.

      Wassalam

      • asep berkata

        @Alam Rasa

        Sungguh suatu penjelasan yg sangat berharga. Alhamdulillah… :)

      • vickyv berkata

        Salam cinta..
        Sebuah pencerahan sejati..makasih..buddy..

      • mujahidahwanita berkata

        Sungguh Allah menciptakan jiwa itu di dalam kefitrahannya, yg mana dgn kefitrahan itulah jiwa bisa memimilih mana jln kebaikkan dan mana jln kebatilan. Allah telah mengilhamkan kepada jiwa yg fitrah itu berupa jln2 kefasikkan dan jln2 ketaqwaan.Akan tetapi semua kembali kepada diri sendiri, mau mengambil kefasiqan atau ketaqwaan. Karena manusia telah di beri hati nurani, akal dan fikir untuk mentelaah, memilah2 mana yg baik dan mana yg buruk. Dan sebaik2 pakaian adalah taqwa.

        “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan_Nya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jln)kefasikkan dan ketaqwaannya. Sesunguhnya beruntunglah org yg mensucikan jiwa itu. dan merguliah orang yg mengotorinya”.(QS, Asy-Syms)

      • roni berkata

        @Mujahidahwanita

        Pencerahan Ukhti sungguh menyentuh fitrah manusia yg paling dalam, karena fitrah manusia yg suci cenderung untuk mencapai ketaqwaan. Alhamdulillah… :)

      • itempoeti berkata

        nampaknya hanya ada 1 paradigma… baik dan buruk berasal dari Allah…
        jika baik berasal dari Allah, sedang buruk berasal dari diri sendiri..,
        bukankah diri sendiri ini juga berasal dari Allah?

        jadi pada akhirnya baik dan buruk memang berasal dari Allah…
        yang baik bisa nampak buruk…
        yang buruk bisa nampak baik…
        baik dan buruk sesungguhnya tak ada…
        yang ada hanya Allah semata…

      • kinan berkata

        bukannya kita harus mengimani takdir baik dan takdir buruk ? takdir buruk juga merupakan ketetapan Allah juga. Jadi bukankah semuanya itu berasal dari Dia, dan kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian tsb ?

        Maaf atas kelancangan saya mengomentari hal ini, padahal ilmuku tak seberapa dibandingkan saudara2 di forum ini.

      • Tabahsatoe berkata

        @itempoeti
        yup..benar sekali..yang ada hanya Allah semata..

    • pengembarajiwa berkata

      @Aburahat

      Tentunya…..Allah tiada berhajat kepada HambaNya, akan tetapi segala kebaikan, Manfa’atnya untuk Hamba itu sendiri sebagai Karunia Allah dalam Cinta KasihNya kepada HambaNya.

      @Sulthan

      Jika Hamba dan Makhluk tidak ada, maka Tuhan tetaplah Tuhan walau tidak bernamakan Tuhan. Dan tiada yang mengetahui akan DiriNya melainkan hanyalah DiriNya sendiri.

      @Lor Muria

      Mana sambungannya Mas….., ditunggu Lhooo pencerahan2 selanjutnya. :wink:

      @Alam Rasa

      Pencerahan yang sangat mengagumkan……………Lanjutkan Mas..>
      Saya sangat bersyukur bersaudara dengan kalian2 semuanya yang sangat Arif dan Bijak dalam Ilmu dengan Qudrat Iradat Allah Swt.

      @Asep & @Vicky

      Setuju….

      @MujahidahWanita

      Ya…Ya…Ya…Hati Nurani adalah sebagai Barometer pada diri, dan Akal fikir adalah sebagai Sarana dalam memahami Ayat2/tanda adanya Allah.

      @Roni

      Allah memberkati Anda…..dalam Cinta Kasih SayangNya. Aaamiiin

      @Itempoeti

      Ya..ya..ya…Benar sekali Saudaraku.
      Bagaimana mungkin dapat memiliki sesuatu sedangkan diri ini pun milik Allah.

      Salam Taklim saudaraku

      Wassalam

      @

  55. rif naif berkata

    Salam perkenalan untuk Pak PJ dan rakan-rakan yang berada di pondok ini. Artikel-artikel dan komen-komen yang terdapat di sini sungguh mencerahkan bagi saya yang masih naif ini, sudah sekian lama saya mencari blog seumpama ini, kini baru ketemu.
    Pak PJ yang dimuliakan saya harap dapat pencerahan bagaimana mahu membangkitkan/membebaskan SIR yang dibaluti nafsu itu, saya harap bapak tidak keberatan memberikan kaedahnya, jikalau tidak boleh disiarkan di sini, harap hantar saja ke e-mel saya (rif5@yahoo.com. Terlebih dahulu saya ucapkan jutaan terima kasih.

    • pengembarajiwa berkata

      Salam Kenal kembali…Mas Rif’, dan selamat datang di Pondok PJ ini.
      Untuk langkah awalnya silahkan Anda baca dulu di : http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/09/26/jalan-menuju-ma%e2%80%99rifatullah/ juga di : http://pengembarajiwa.wordpress.com/2008/12/30/kesadaran-akan-ruh-awal-mengenal-allah/

      Pahami dan Cermati secara perlahan, semoga Allah membimbing NurNya ke dalam Qolbu Anda saudaraku…

      Selanjutnya jika masih ada yang perlu untuk di pertanyakan, mari kita diskusikan kembali..

      Salam Hangat untuk Anda
      Salam Taklim
      Salam Berkah Allah dalam CINTA KasihNya menyertai langkah2 Anda

      Wassalam

  56. vicky berkata

    kita ada dalam ada dan tiada-Nya

    • adi isa berkata

      bisakah dibalik?
      bahwa tuhan ada dialam ada dan tiadanya manusia,
      gimana mas PJ?

  57. roni berkata

    Aslkm.wr.wb.

    Kenapa ya kalau shalat, saya tidak konsentrasi (tidak khusyu’). Pikiran selalu melayang-layang kepada urusan dunia. Kadangkala ada yg lupa menyimpan suatu benda, namun ketika shalat jadi ingat dimana benda itu disimpan. Kadangkala jumlah bilangan raka’at dlm shalat juga lupa. Kepada rekan-rekan mohon pencerahannya, bagaimana sih caranya untuk konsentrasi dlm shalat (khusyu’)?

    Wslkm.wr.wb.

    • vicky berkata

      Wa’alaikumsalam wr.wb…mudah2an ini bisa sedikit membantu mas Roni Yang selalu dalam Ridho-Nya amiien..

      Izinkan Saya yang bodoh ini berbagi rasa dengan mas Roni semampu yang saya ketahui…usahakan mata fokus kesatu titik disajadah dalam keadaan sadar sesadarnnya diri sedang menghadap dan berdialog dengan pemiliknya…usahakan telinga mendengar kan bacaan nya (baik bacaan imam waktu berjamaah atau sholat sendiri..usahakan selalu berjamaah – red)pikiran fokus pada hati dan hati memahami dalam bahasa yang kita pahami..disaat memuja, mmuji , mensucikan Allah kita harus merasakan betapa hinanya diri dihaadapan-Nya, disaat mengucapkan salam tahiyatul kita sampai salam takzim pada Rasulullah (Assalamu alaika..) sewaktu mengucap kan salam kesejahtraan bagi diri dan selluruh Ahli ibadah Sholihin/Assalamualaina…/ niatkan untuk seluruh makhluk-Nya yang sholeh2 baik malaikat kah jin kah atau umat manusia yang sudah mati atau masih hidup) lama kelamaan tubuh akan lebbur dengan bacaan kita..Insya Allah…itu yang saya amalkan selama ini masih cetek banget..ayo sobat-sabit yang saling bertukar ilmu rasa-Nya..jangan lupa ada saudara kita yang membutuhkan bantuannya…please….

      Wassalam

      al Fakir kelana

      • lor Muria berkata

        Yaa..semua ada tahapannya, jangan berkecil hati, niat yang baik dan himmah yang tinggi akan mengantarkan kepada semakin sempurnanya amal ibadah kita, semakin suci jiwa kita dan semakin khusyu’. Yang akhirnya bisa mengetahui hakikat Ikhlas, sabar,tawakkal, ridho dan khusyu’itu sendiri.
        Yang terbaik adalah kita tidak berhenti dan sudah merasa cukup apa yang telah kita perbuat untuk diri kita sendiri, serta mengharap RahmatNYA..Amieenn..
        wassalam

      • roni berkata

        Alhamdulillah, trims atas pencerahannya. Saya ingin bertanya lagi apakah hikmah sholat dapat menemukan barang yg lupa?

      • kinan berkata

        Saudara ku al Fakir kelana,

        Saya pernah mendapatkan masukan dari teman saya.

        Kenapa kita harus fokus ke satu titik, untuk mendapatkan khusyu’. Bukannya Allah Maha Luas, Maha Meliputi dan Menggerakkan seluruh mahluknya ?
        Temanku memberi pandangan agar kita menyadari keberadaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, dan melapangkan hati kita seluas-luasnya kemudian diikuti dengan kesadaran bacaan apa yang kita baca bahwa kita sedang berhadapan dan berdialog dengan Sang Khalik.

        Mohon masukan dan tanggapan atas saran dari teman saya itu.

  58. aburahat berkata

    @Alam Rasa
    Ass. A.W.A Salam Bahagia.
    Terlebih dahulu saya minta maaf apabila ada salah kata2. Karena komentar saya ini mengaja untuk diskusi agar kita lebih memahami mengenai MA”RIFATULLAH.
    Anda menagatakan: Itulah kehendaknya untuk menunjukkan KODRAT dan IRADATNYA.
    Saya bertanya:kepada siapa akan ditunjukan ciptaanNya sedangkan Makhluk belum tercipta?

    Apa yang saya ketehui Ilmu Allah dan SabdaNya mendahului Penciptaannya. Kita tidak bisa membayangkan apalagi dipikirkan sebelum ada penciptaan. Ciptaan Allah mula2 adalah NUR Rasulullah. Sesudah tercipta Nur Rasuli maka dari Nur Rasul diciptaan yang lain secara bertahap (dalam 7 masa). Apa Tujuan Allah menciptakan Nur Rasul lebih dahulu. Mungkin kita hanya mampu berasumsi dengan nash Alqur’an yang ada. Sebab kita tidak tahu Ilmu Allah atas penciptaan Nur Rasul. Untuk berasumsi tujuan Allah menciptaan Nur Rasulullah lebih dulu Kita bisa ketahui dari penciptaan Nabi Adam.

    Anda mengatakan 2 pradigma yakni Pertama: baik dari Allah dan buruk dari kita, dan yang kedua adalah baik dan buruk dari Allah. Ini adalah Firman Allah dalam Alqur’abn

    Menurut saya pradigma pertama adalah untuk orang2 beriman. sedangkan pradigma kedua bagi orang yang bertagwa.

    Inna lillahi wa inna ilahi Rajiun menurut saya apa yang anda sampaikan agak kurang.
    Menurut saya bahwa Firman tsb, bukan saja terhadap ROH yang akan kembali pada Allah tapi apa saja yang ada pada kita serta semua Amal Ibadah kita tanpa terkecuali kembali pada Allah

    Roh, kalau saya tidak keliru memahami tulisan anda mengenai Roh hanya satu yang berada dalam diri kita ini. Dan yang diambil sebagai saksi hanya ada pada diri kita.
    Menurut saya ada dua. Karena setiap ciptaan Allah ber-pasang2an kawan/lawan.
    Roh yang satu lagi berada dialam malakut sebagai argument saya, saya tunjukan Firman Allah
    Surah An Nabah 38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar
    Dan Surah At Takwir 7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan.

    Demikian pandapat saya. Dikoreksi kalau salah. Wasalam

    • lor Muria berkata

      @Aburahat
      @Alam RAsa
      semua yang dari DIA baik Kalam maupun CiptaanNYA mempunyai arti yang berlapis-lapis, tinggal kita memandangnya dari sisi yang mana??
      Anda berdua sama-sama benar dengan dalil yang benar pula, hanya berbeda letak memandangnya dari sisi sebelah mana..
      Salam Kasih dalam RahmatNYa
      Salam Sayang dalam CintaNYa
      Salam Rindu untuk berjumpa denganNYA

      • itempoeti berkata

        Allahu Akbar…
        Subhanallah…

    • Alam Rasa berkata

      Salam Kasih untuk saudaraku

      @Aburahat
      @Lor Muria

      Wah..wah..Mas Aburahat pertanyaannya kritis. Saya bertanya:kepada siapa akan ditunjukan ciptaan-Nya sedangkan Makhluk belum tercipta? Ya benar, pada awalnya kepada NUR Rasulullah, namun dalam arti hakikat dari NUR Rasulullah.

      Tentang dua paradigma. Sebaiknya kita tidak membuat bingung, lebih baik kita konsisten pada satu cara pandang, yaitu paradigma pertama. Itu pendapat saya, silahkan bila Mas Aburahat berpendapat lain.

      Tentang Inna lillahi wa inna ilahi Rajiun. Hmm..benar yang kembali adalah semuanya dari diri kita .. yang telah lebur dengan Roh atau Diri Sejati kita.

      Tentang Roh, Roh kita telah ada sebelum kita lahir, ketika kita hidup di dunia, dan setelah kita meninggal. Roh kita selalu berada di Alam Roh atau Alam Malakut. Sebelum kita lahir, memang hanya ada satu Roh kita, yang dipersaksikan di hadapan Allah di Alam Roh. Karena Roh tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, maka setelah kita lahir, Roh kita berada di 3 tempat secara bersamaan, yakni: di Alam Roh, di atas kepala kita, dan di dalam hati kita (hati bukan arti fisik/liver). Walaupun demikian, pada hakikatnya Roh kita tetap satu.

      Demikian penjelasanku, dan terima kasih atas koreksinya Mas Aburahat.
      Seperti yang disampaikan oleh Lor Muria, semua yang dari DIA baik Kalam maupun CiptaanNYA mempunyai arti yang berlapis-lapis, tinggal kita memandangnya dari sisi yang mana. Untuk itu, aku persilakan Mas Aburahat menyampaikan pandangan atau pendapatnya. Karena di sini, kita sama-sama belajar, saling asih, asah, asuh.

      Wassalam.

  59. aburahat berkata

    @Lor Muria
    Alhamdulillah Puji dan Syukur Hanya Untuk. Treimah kasih. Wasalam

  60. aburahat berkata

    @Alam Rasa
    Terima kasih. Berbeda tapi satu tujuan
    Insya Allah kita tetap diberi petunjuk dan berada di siratul Mustaqim. Wasalam

    • lor Muria berkata

      Setelah sampai tujuan kita akan senyum2 sendiri, ketawa sendiri, bahkan menangis sendiri melihat diri yang dianggap berilmu ini, ahli ibadah, ahli Jihad, ahli tafsir, ahli zikir, ahli Ma’rifat dll ahli… ternyata kita ini bodoh dan hina ketika telah dibukakan Kebenaran Sejati.
      Kita melihat perjalanan demi perjalanan seperti bayi yang baru lahir tumbuh dan berkembang berlatih bicara, berjalan, dan berpendapat…..
      Maka biarkanlah yang sedang berjalan biar berjalan sesuai kemampuannya masing-masing, bimbinglah dan gandenglah adik-adik kita berjalan agar tidak terjatuh. Kita hanya lebih dulu tahu perjalanan, bukan lebih pandai dan lebih benar..
      Salam Sayang untuk semuanya
      Salam Sejati dalam DIAM dan GERAK-NYA untuk saudaraku Mas PJ

    • Alam Rasa berkata

      Assalamu alaikum
      Salam Kasih untuk saudaraku

      @Aburahat
      @Lor Muria

      Alhamdulillah. Semua adalah Rahmat Allah SWT.
      Semoga kita semua selalu dalam bimbingan-Nya.

      (QS Thaahaa:20)
      Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

      Amien.

      • akayr berkata

        Assalamu alaikum wr wb…

        @Alam Rasa

        Mohon maaf…
        Koreksi sedikit, Ayat yang sdraku tuliskan mungkin keliru… saya lihat adanya di (QS.Thahaa 114)…

        Wassalam

      • Alam Rasa berkata

        Wa’alaikumsalam wr.wb
        @Akayr

        Mohon maaf aku salah ketik, seharusnya nomor ayat tapi yang aku ketik nomor Surat. Begitulah manusia banyak kelemahannya. Terima Kasih atas koreksinya.

        Wassalam

  61. [...] beberapa sahabat sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

  62. SABDå berkata

    Salam hormat setinggi-tinggi untuk saudaraku Mas PJ yg budiman. Mohon ijin saya ingin share di sini. Sebelumnya sy ucapkan beribu terimakasih.

    SELAMATKAN GENERASI BANGSA

    Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
    Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
    Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.

    Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
    Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.

    MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di gubuk sederhana ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
    Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.

    Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.

    PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.

    salam hormat,
    salam karaharjan,
    salam asah asih asuh,
    salam sih katresnan
    selamatkan generasi bangsa
    Jayalah NKRI

    • roni berkata

      Ya, setuju ! :D

    • pengembarajiwa berkata

      @SabdaLangit

      Salam berkah senantiasa tercurah kepada Anda sekeluarga Saudaraku Mas Sabda Langit. Salam hormat selalu dalam Majlis Taklim ini.

      Konsep Al-Qur’an adalah mengutamakan Akhlak yang terpuji untuk kebaikan seluruh Makhluk, menjadi Rahmat bagi sekalian Alam merupakan Pilar-Pilar Kebahagiaan dan kedamaian. Namun….jika Manusia sudah tiada menyadari akan Hakikat dirinya, buta akan Nilai-nilai Dasar Fitrahnya maka tentunya apa yang menjadi tujuan Hidup yaitu Kebahagiaan dan Kedamaian tak akan terwujud.

      Apapun yang ada di luar dari diri adalah cermin dari apa yang ada pada diri. Ketika Bangsa dan Negara mengalami KRISIS MULTI DIMENSI karena Tonggak Dasar dari pada TAUHID sudah ternodai dengan segala Aneka Ragam yang serba gemerlapan menjadi keutamaan dan kebutuhan pada diri lalu melangkah tanpa Arah yang sudah di tetapkan dalam Norma Kebenaran, mengikuti Nafsu, ke-EGO-an diri semata tentunya bias dari pada itu akan terjadi sikut menyikut satu dengan yang lain, gontok-gontokkan meraja lela, saling menjatuhkan bahkan tidak jarang yang saling bunuh membunuh hanya di karenakan persaingan dalam mendapatkan Kedudukan, Tahta, Kekayaan dan Kecantikkan. Lalu dimanakah…Kemuliaan Manusia yang telah dinyatakan Allah lebih Mulia dari pada Makhluk2 yang lain…????. Ternyata kemuliaan yang di Anugrahkan Allah kepada Manusia itu telah di-GADAI-kan untuk kepuasan Hawa Nafsu/ke-EGO-an semata dalam memenuhi rasa ketidak puasan akan sesuatu yang ada pada dirinya. Semuanya serba kurang….kurang….dan kurang, Jika Seandainya Dunia dan seluruh isinya bisa di genggamnya maka tentunya manusia-manusia yang buta Hatinya akan berlomba-lomba untuk meraihnya.

      Marilah…bersama-sama melangkah dalam Kesadaran Diri yang berlandaskan Azaz Lillaahi Ta’ala dan mengerti bahwa Hidup bukan hanya sekedar untuk mengisi perut dan menurutkan Hawa Nafsu tetapi yang terlebih utama adalah Berbagi dalam Cinta Kasih, menebarkan Rahmat kepada sekeliling menjadi pengayom bagi orang2 yang membutuhkan, menjadi Kawan bagi yang kekurangan, menjadi Kebahagiaan untuk orang lain bukan menjadi orang yang mengharapkan kebahagiaan orang lain.

      Tentunya….jika hal itu terwujud di muka Bumi ini, di Bumi Pertiwi ini, di Negara yang kita Cintai ini yaitu INDONESIA RAYA dari Sabang sampai Merauke maka tak akan diragukan lagi….Kebahagiaan dan Kedamaian berangsur-angsur akan di dapatkan. Seiring dengan Waktu, jika Manusia yang didalamnya menyadari akan Jati Dirinya dan kemudian menyelam kedalam Dirinya senantiasa Introspeksi diri, merenung dalam Musyahadah, Menyaksikan akan dirinya beserta Alam adalah sebagai Bukti dan Saksi adanya Allah yang Arrohmaan Arrohiim dan selalu mendengarkan Hati Nuraninya yang tiada tercampur oleh Nafsu/EGO, Maka merekalah sebagai Penyelamat Bangsa, merekalah sebagai Tonggak Negara, merekalah sebagai Pejuang-Pejuang Tuhan untuk membela Ibu Pertiwi dan merekalah Khalifah di muka Bumi ini untuk menebarkan Rahmat dan Cinta Kasih. Temukanlah Jati Diri itu mulai saat ini, jangan sia-siakan Waktu karena waktu terus berputar dan berputar tak perduli Status diri kita. Waktu akan segera menelan orang2 yang yang tiada menyadari akan Jati Dirinya. Karenanya….
      “Demi Masa/Waktu di setiap harinya dalam 24 jam Sehari Semalam dari buka mata sampai tutup mata kembali, sesungguhnya Manusia itu dalam Kerugian karena tiada Kesadaran akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah)”. Dan Mereka yang mengerti serta menyadari akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah) adalah mereka yang ber Iman dan ber Amal Sholeh(ber-Akhlakul Karimah/Baik Budi Pekertinya). Mereka itu senantiasa saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam Kebenaran dan juga saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam kesabaran.

      Salam Berkah Allah
      Salam Taklim
      Salam Sejati
      Saudaraku Mas Sabda Langit
      dan juga untuk saudara2ku semuanya

  63. ardi berkata

    Tuhan itu wujud cak bukan perasaan belaka.jangan2 artikel ini ditulis karena penulis belum bisa/tidak bisa melihat Tuhan ya.shahadat artinya penyaksian.jangan2 penulis belum bersahadat atau belum belajar bersahadat lalu memaknahi sholat.ya ndak bisa cak.belajar sahadat yg haqqul yaqin jangan sahadat biasa.anda ndak punya guru ya,atau guru anda belum sempurna lalu memaknai sesuatu menurut perasaan belaka.

    • roni berkata

      Ah, anda belum baca semua tulisan2 di blog ini. Makanya komentarnya gersang. :o :)

    • akayr berkata

      Assalamu Alaikum wr wb

      @sdra Ardi…
      Ajarin dong Syahadat yang sebenarnya… Padahal 2 Kalimat Syahadat itu, Kalau tidak salah tidak ada di AlQuran…

      Mohon pencerahannya…

      Salam Kenal
      Wassalam

    • Sin berkata

      “Salam Damai Didalam Ketenangan Jiwa”

      @sdra Ardi…

      hmmmm …
      Wahai saudaraku Ardi,, sabar cak jangan gegabah dalam menilai suatu kalimat, apalagi kalimat itu mengandung makna didalamnya dan tentu memerlukan pengupasan lebih dalam untuk menemukan maksud dan tujuan si penyampai dengan benar, disini dalam memaknai kata2 sekali2 jangan menggunakan apa2 selain dr kesadaran sebab jika demikian yang ada pasti selalu yang timbul pertentangan, untuk itu saudarku telaah dahulu sebelum mengulurkan jari anda untuk melakukan penilaian.
      tentu tidak juga demikian maksud penulis seperti yg anda maksud di komen saudaraku, sangat disayangkan jika ternyata kita salah sangka, selalulah berbaik sangka terhadap sesuatu carilah hikmah dibalik sesuatu itu jangan kau pandang apa yang telah engkau pandang dan lalu melakukan penilaian sebab yang terlebih penting adalah apa yang Ada dibalik pandang itu, jika kita mengerti ini maka kita seketika akan malu pabila menilai segala sesuatu itu adalah suatu kesalahan mutlak belum tentu yang menurut kita salah itu salah juga disisi Kebenaran…

      oa sampaikan salam saya ya untk teman2 di timur pulau jawa

      Salam Damai

    • pengembarajiwa berkata

      @Ardi

      Salam Kenal dan selamat datang di Pondok PJ ini Mas Ardi. Semoga Rahmat HidayahNya senantiasa menuntun langkah2 Anda.

      Terimakasih Mas, atas Masukkan2 dan Kritikannya. Sungguh itu berarti sekali buat saya pribadi dan Alhamdulillah…..menjadikan koreksi diri pada saya. Allah memberkati Anda dan saudara2 yang lain.

      Wassalam

  64. [...] diri bangsa, bahkan sebagai bahan untuk diskusi dengan kangBoed aku sempet juga baca-baca blog nya Mas PJ dan Mas Sabda Langit…. tapi entah apa mulanya perutku ini terasa kembung (meski sebenarnya [...]

  65. [...] yang maknanya sangatlah dalam tersebut menjadi postingan dengan judul JATI DIRI MANUSIA semoga mas Pengembara Jiwa berkenan yaaaaa.. jangan maraaaaah yaaaa.. hehehe.. inilah komentarnya.. maaf dikasih judul yaaa [...]

  66. omagus berkata

    semua nitrisi untuk jiwa ini berada saat sholat, semua kandungan dan isinya sangat sempurna. Sehingga menjadikanya sebuah kebutuhan. Sholat adalah sarana untuk menyadari betapa kecil kita di hadapan Alloh. Suatu Zat yang harus kita yakini dengan hati keberadaaNya. Kita Imani, dan bukan hanya sekedar sesembahan.

    mohon koreksi…

    • pengembarajiwa berkata

      Benar sekali Omagus Sahabatku….,
      Sholat itu kesatuan dari pada saripati Nur Zat Allah Swt. Secara Zahir jika kita mau menyimaknya bahwa dalam Sholat itu Dua Kalimah Syahadat, Tidak makan minum(puasa), Penyucian diri dalam Fitrah(zakat) dan juga menghadap Baitullah(Haji) semuanya ada menjadi satu dalam SHOLAT. Karenanya tidak salah jika Rosul bersabda bahwa : “SHOLAT itu adalah Mi’roj nya orang2 Mukmin”. Itulah ke Imanan yang sesungguhnya tatkala seseorang mengerti makna Sholat sebenarnya adalah “MENYADARI KE ESA AN ALLAH TA’ALA dalam KESERBA MELIPUTANNYA akan tiap2 sesuatu”.

      Terimakasih atas Sharingnya Omagus sahabatku…..

      Salam Berkah Allah di dalam Cinta KasihNya untuk Omagus sekeluarga.

      Wassalam

  67. pkus berkata

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

    [18:1] Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan –tak ada makna-makna yang berlawanan, dan tak ada penyimpangan dari kebenaran– di dalamnya;

    [18:2] sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

    [18:3] mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

    [51:55] Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

    [2:21] Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

    [51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku

    [51:57] Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.

    [53:62] Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

    [20:14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

    [2:152] Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.

    [6:103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    [26:218] Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),

    [26:219] dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

    [26:220] Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    [5:76] Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa’at ?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    [36:60] Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

    [36:61] dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

    [36:62] Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?.

    [88:21] Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

    [22:77] Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

    Wabillahii taufiq walhidayah,
    Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

    salam hangat,
    salam kasih,
    salam cinta Kekasih,
    salam sejati,

    situhiyang, 27 Rajab 1430 H
    refleksi peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

  68. Salam Kenal Juragan..

    Salam Perubahan..
    Salam Anak Bangsa..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/19/fakta-terbaru-tragedi-bom-kuningan/

  69. dwishuhuf berkata

    Masya Alloh….

    dengan segala kerendahan hati,ijin ngelink blognya ya… :)

  70. ahmad berkata

    subhanallah…. saya tertegun membaca tulisan ini. terkadang menghambakan diri kepada Allah itu sulit diekspresikan dengan bahasa verbal karena ini adalah masalah jiwa dan hati.

    salam ta’aruf, salam sayang sodaraku

  71. Allahu Akbar….apik tenan bloe..mampir nih dapet siraman rohani thanks
    maseta -> Bloging for Beginners

  72. Te-eN berkata

    nice post
    makasih atas pencerahannya

  73. KangBoed berkata

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang Sahabatku

    waduuuh malam pos ronda hanya bertiga saja

  74. pengembarajiwa berkata

    @Pkus

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Salam Kenal dan selamat datang di Pondok ini yang sangat sederhana ini, semoga menjadikan suasana Hati dalam ketenangan. Dan terimakasih atas masukkan2 dan pencerahannya. Sungguh itu semua sangat berharga sekali untuk kami semua yang ada di Pondok ini maupun yang berkunjung ke pondok ini.

    salam hangat,
    salam kasih,
    salam cinta Kekasih,
    salam sejati,

    Pengembara Jiwa

    @DwiShuhuf

    Silahkan…..Saudaraku untuk menautkan Blog PJ ini ke Blog Anda, semoga bermanfa’at untuk Umat. Dan Perkenankan jika Blog Anda pun sudah saya Tautkan kemari.

    @Ahmad & Bloging for Beginners & Te-eN

    Selamat datang saudaraku dan salam kenal dariku. Semoga Allah memberkati kita semua

    Salam Persahabatan
    Salam Persaudaraan
    Salam Taklim

    @KangBoed

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang selalu untukmu juga saudara Sejatiku

    Ma’afkan jika malam itu saya tidak hadir di “POS RONDA”

    Salam Sayang selalu

    @

  75. Vyan RH berkata

    Wah.. sangat membuka mata, hati dan pikiran..
    Mohon ijin jadi link dan salam kenal ti urang Kuningan nu seueur kudana..

    • roni berkata

      Abi oge ti Majalaya seueur delman sareng kudana :D

  76. SABDå berkata

    Senuah kontemplasi yang sangat cermat dari saudara sejatiku Mas PJ. Semoga semakin banyak umat Islam yang membaca tulisan ini sehingga benar-benar terbuka kesadaran yang lebih tinggi sebagaimana Mas PJ miliki. Itulah pencapaian kesadaran rahsa sejati mengidentifikasi di mana Allah berada. Bukankah Allah ada dalam diri setiap insan. Allah lebih dekat dari urat leher, karena Allah ada di dalam rahsa yang tersimpan nun dalam di dalam diri sejati. Untuk mengenal apakah Allah, terlebih dahulu kita mengenal jati diri yg terdiri 7 petala: 1. raga/jasad, 2.kalbu 3. hawa/nafas/nafs/soul/jiwa 4. sukma/roh/ruh/nyawa/ruhulah/roh kudus/ruh al kuds (sukma sejati) 5.sir/as sir (rahsa sejati) 6. nur/nur muhammad/nurulah (cahya sejati) 7. atma/chayyu/kayu/kayun (yang menghidupkan) dan selanjutnya disebut Hyang Mahamulia. Apa yang hidup dalam diri kita itulah pancaran Tuhan dalam diri kita. Jadi langit ke 7 bukanlah langit biru batas pandangan mata. Tetapi sesuatu yang ada dalam diri kita juga.
    Jika membayangkan Allah berada di atas sana sungguh merupakan pemberhalaan Tuhan. Menyembah asal kata terminologi Jawa yang artinya memberi hormat. Hormat bisa dilakukan kepada sesama manusia, kepada orag tua, dan yang dituakan. Tentarapun menyembah komandannya dengan menempelkan telapak tangan di jidad. Orang jawa menyembah (menghormat) kepada raja dengan cara sungkem, menyatukan telapak tangan kemudian diletakkan didepan dahi. Itulah menyembah, Namun menyembah Tuhan menjadi salah kaprah. Yang lebih tepat kiranya adalah tunduk dan berserah diri kepada Tuhan. Benar apa yg dikatakan saudaraku Mas PJ. Marilah sejak saat ini kita semua merubah MIND SET yang salah kaprah. Agar menggapai kesadaran yang sejati.
    Terimakasih Mas PJ yang budiman.

    Sangat menunggu saat-saat yang penuh kedamaian dan ketentraman, saat bertemu Mas PJ dan seluruh sobat.

  77. the fachia berkata

    Salam kenal mas..

    Sungguh sangat bermakna dan memberi pencerahan kepada pembaca kaum muslimin.. :)

  78. pengembarajiwa berkata

    @The Fachia

    Salam kenal kembali….

  79. mulyono berkata

    salam kenal… menyembah dan terus menyembah…..
    “saya ciptakan jin & manusia kecuali hanya untuk menyembah kepadaku” makna menyembah kukira banyak yang tau tetapi siapa yg di sembah..? TUHAN, nah yg lebih penting kita harus tau siapa tuhan ,dimana dia berada…apakah nunjauh disanah langit ketujuh he he he…sy sendiri masih nyantri,carilah mursid yg benar2,supaya kita dapat tau persis/detail tentang “TUHAN”,nanti akan tau makna MENYEMBAH setelah tau tuhan yg disembah,”AWALUDIN MARIFATTULLOH”pokok beragama mengenal olloh,jadi yg sangat penting kita harus tau tuhan dulu baru menyembahnya,kalau kita menafsirkan tuhan salah ya kita akan memaknai kata menyembah ya salah juga ……
    “olloh apa prasangka hambanya” jadi kita akan memprekdisikan tuhan sendiri2 tiap org berbeda2,sesuai dgn tingkatan masing2 yg masih di syareat dgn yg di hakikat akan berbeda,seperti nabi musa dgn nabi kidir tidak dapat bertemu ….makanya banyak perdebatan2,…tapi kita jangan begitu mari kita bersahabat…

    wasalam

    • pengembarajiwa berkata

      @Muyono

      Salam Kenal kembali Mas Mulyono, Semoga Allah memberkati Anda dan kita semua. Aaamiiin.

      Pencerahan yang sangat menarik sekali yang Mas Mulyono uraikan, dan saya rasa sangat bermanfa’at untuk kita semuanya yang hadir di Pondok ini. Silahkan Mas…di lanjutkan pencerahan2nya, agar kami semua dapat memetik Hikmahnya.

      Wassalam

  80. Dono berkata

    Ass.wr.wb,
    Perkataan penyembahan menurut saya adalah hanya membedakan mana yg berhak untuk disembah dan tidak.
    Para rasul di utus oleh Allah hanya satu tujuan yaitu sembahlah Allah karena tiada tuhan melainkan Dia,tetapi sampai saat ini masih banyak yg menyembah selain dari Allah yaitu patung dll.Mereka ini mengikuti hawa nafsunya dan tidak menggunakan akalnya seperti firman Allah kepada rasulNYA yg mulia yaitu musa a.s pada surah Taha ayat 14 sampai dengan 16.
    Agama islam adalah agama kita yg sempurna seperti firman Allah dalam surah almaidah ayat 3 yg berbunyi sbb” Pada hari ini telah KUsempurnakan untukmu agamamu dan telah KUcukupkan nikmatku dan telah KUridhai islam itu jadi agama bagimu”.
    Oleh karena kesempurnaan agama islam ini tidak pantas lagi kita menggunakan perkataan “penyembahan” lagi karena tidak cocok dengan firman Allah dalam surah Al-baqarah ayat 115.

    Terimakasih pak pengembarajiwa atas penerangan diatas.

    Wassalam,

    • pengembarajiwa berkata

      @Dono

      Wa’alaikum salam Wr,Wb…

      Terimakasih kembali Mas Dono atas pencerahannya….Semoga Allah memberkati dan meridhoi Anda sekeluarga. Aaamiiin.

  81. batjoe berkata

    salam kenal dan hangat dari http://batjoe.wordpress.com
    “berdosalah orang-orang yang sholat tapi tidak sholat’ itulah yang selalu saya dengar dan artikel inilah petunjuknya.
    makasih atas artikelnya dan salam kenal dan semoga berkenan berkunjung balik ke blog saya. saya perlu banyak belajr memaknai arti hidup ini.

  82. batjoe berkata

    ass…
    pak diblok saya ada pertanyaan mohon bantaunnya untuk dijawab ya? karena sudah betahun2 saya cari jawabanya ndak cocok terus. maaf pak ngengangu terus.
    maksih ya pak

    • pengembarajiwa berkata

      @Batjoe

      Wa’alaikum salam…..

      Insya Allah, nanti jika sudah ada waktu luang saya mampir kesana ya….???

  83. batjoe berkata

    kalau ada tolong diemail aja ya pak di ummi.hubby@yahoo.cm makasih pak

  84. lestan berkata

    menurut saya : penyembahan ,hanya sebuah hal istilah dan setiap orang punya pendapatnya masing2 mengenai pengertiannya,pemahamannya.selama hal itu bisa membuat diri kita menjadi lebih baik dalam perilaku positif keseharian kita.so ,,apa yg salah ? dan kita sendiri tidak akan tau pengertian yg sebenarnya dan seharusnya.hanya ALLAH yg maha tahu ,maha benar.semua pengertian tentang penyembahan bisa dibenarkan,apapun pengertiannya,wujudnya adalah perilakunya.

    • lestan berkata

      oke coy !

  85. [...] yang maknanya sangatlah dalam tersebut menjadi postingan dengan judul JATI DIRI MANUSIA semoga mas Pengembara Jiwa berkenan yaaaaa.. jangan maraaaaah yaaaa.. hehehe.. mari kita semua berdoa semoga para korban yang [...]

  86. [...] beberapa sahabat sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

  87. [...] diri menayangkan syair tersebut menjadi postingan dengan judul Syair Pengembara Jiwa… semoga mas Pengembara Jiwa berkenan yaaaaa.. jangan maraaaaah yaaaa.. hehehe.. inilah komentarnya.. maaf dikasih judul yaaa [...]

  88. arkasala berkata

    Alhamdulillah diperkenalkan kemari Kang bisa ikut belajar agama. Terima kasih sekali sudah mampir.
    Salam kenal.

  89. Pengamat berkata

    satu hal yang pasti bahwa ke-ESA-an Tuhan itu diluar kemampuan manusia dalam menalar…jadi bagaimana mungkin kita memperdebatkan sesuatu yang sangat AGUNG yg tdk terjangkau oleh logika manusia? hasilnya mungkin adalah sebuah perdebatan kusir yg tdk akan habis dan bahkan mungkin akan menjebak manusia itu sendiri ke dalam penafsirannya masing-masing…

    mungkin yg terpenting adalah bukan pada kata menyembah atau kata lain yg akan dipakai dalam meng-AGUNG-kan sang Khalik..namun lebih pada bagaimana hati kita atau iman kita ketika berdoa melakukan “penyembahan” atau peng-AGUNG-an Tuhan itu sendiri..

    KONSPIRASI YAHUDI DI DUNIA

    • mas lestan berkata

      se7

  90. KangBoed berkata

    tanpa CINTA tiada SABAR..
    tanpa CINTA tiada TULUS..
    tanpa CINTA tiada INGAT..
    tanpa CINTA tiada RINDU..
    tanpa CINTA yayaya.. hanya CINTA membawa sebagian diri terbang bersama yang diCINTAINYA..
    CINTA adalah TALI BUHUL YANG KUAT
    CINTA adalah BOURAQ membawa diri selalu bersamaNYA walau jasad hina ada di bumi
    CINTA daerah TAK BERHURUF TAK BERSUARA
    CINTA adalah RASA SEJATI
    CINTA adalah MAHA GHAIB
    CINTA tidak TERDEFINISIKAN hanya bisa diRASAkan JIWA yang mengalaminya
    CINTA adalah JALAN MELINTASI GHAIB SENDIRI
    SESUNGGUHNYA JIKA MANUSIA MENGERTI AKAN KEKUATAN CINTA.. KETIKA DI DENDANGKAN DALAM KEHENINGAN MALAM.. DI ALAM NYATA ENERGINYA HANYA SEPERTI PERCIKAN AIR YANG KECIL SEKALI.. TETAPI DI ALAM GHAIB SANA BAGAIKAN AIR BAH YANG KELUAR DARI BENDUNGAN BOCOR.. DAHSYAT RUAR BIASA.. MEREMBES KEMANA MANA.. PARTIKELNYA SANGAT SANGAT HALUS SEKALI

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  91. Allah itu nyata adanya, tetapi manusialah yang sebenarnya ghaib. Sedangkan yang ghaib itu akan nyata dengan adanya yang nyata. ”Adapun wujud itu wujud Allah Ta‛āla, sekali-kali jangan ada wujud lain selain Allah Ta‛āla. Inilah sebenar-benarnya diri. Begitu juga kelakuan jangan ada yang lain, kerana jika ada maka menjadi nafsi hamba jua. Adapun nafsi Rabbih itu tiada menerima salah satu melainkan suci zahir batin.”

    • adi isa berkata

      luar biasa, pemahaman antum.

      tks, met kenal dan selamat berpuasa

      dan tentunya buat saudara saya juga pemilik blog
      mas PJ

  92. Andry berkata

    Assalaamu alaikum,

    Saya melihat banyak benarnya artikel di atas. Detil-detilnya mengandung pelajaran yang baik. Bagaimana pun tesis yang diajukan dalam tulisan ini mengandung beberapa hal yang perlu dicermati lebih lanjut.

    Saya rasa betul bahwa hubungan dengan Allaah adalah tentang meletakkan Dia dalam puncak kesadaran kita kapan pun. Guru-guru kami pun mengajarkan demikian. Terutama guru kami Syaikh Mustofa Mas’ud yang menekankan sekali bahwa kehidupan adalah pertalian hati dengan Rasulullaah dalam rangka mengisi kesadaran kita (wuquf) dengan Allaah semata.

    Namun, rasanya sedikit terlalu simplistis dengan menyimpulkan bahwa bila kita menyembahNya maka itu serupa dengan menyembah berhala. Pada kenyataannya, Rasulullaah cukup sering menampilkan dakwah yang mempertentangkan obyek penyembahan/pengabdian kaum muslim dengan kaum kafir (periksa misalnya di surat al kafiruun– aku tidak menyembah yang kamu sembah…dst). Dengan demikian saya melihat bahwa masih absah untuk mengatakan bahwa pada dasarnya masih ada unsur perilaku yang serupa antara menyembah Allaah dan menyembah berhala. Perbedaannya hanya di obyeknya saja (tanpa bermaksud mengobjektifikasi Allaah).

    Jadi, sebagai sebuah tulisan penggugah, pengembara jiwa sangat berhasil memancing orang berpikir. Akan tetapi, obyek bahasannya masih perlu didasarkan pada penelitian lebih lanjut pada tafsir dan teks Al Quran serta As Sunnah sehingga keberanian dalam mengangkat sebuah topik non-mainstream yang dimliki Pengembara Jiwa dapat lebih tertampil dengan elegan. Sayang kalau sekedar sebuah hasrat menggebu tanpa dasar penelitian yang akurat.

    Mohon maaf lahir batin kalau ada kata yang tidak berkenan.

  93. oyong berkata

    saya nggak ngerti kenapa sebuah kata harus menjadi masalah…bukankah orang semabahyang, sholat,atau apapun namanya di negara antah berantah sana menyebutnya hanyalah suatu bentuk kata dan hanya karena majemuknya kelompok manusialah yang mengakibatkan penyebutannya yang berbeda-beda sementara sebenarnya yang membedakan adalah bagaimana niat dan ujud pelaksanaannya…

    • mas lestan berkata

      se 7

  94. vicky berkata

    KEUTAMAAN-KEUTAMAAN SHALAT…

    Bismillah awal wal akhiru..
    Didalam bebagai kitab hadits banyak sekali hadits yang menegaskan pentingnya shalat serta keutamaan2nya, sehingga sulit dan terlalu banyak jika ditulis keseluruhannya. Namun sebagai berkahnya, dibawah ini saya sebutkan terjemahan dari beberapa hadits Rasulullah saw. :
    1. Perintah pertama yang diturunkan Allah swt. kepada umatku adalah shalat, dan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.

    2. Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat!

    3. Pembatas seseorang dengan syirik adalah shalat.

    4 Ciri seorang muslim adalah shalat. Seseorang yang mengerjakan shalatnya dengan hati yang khusyu, menjaga waktu2nya, dn memperhatikan sunnah2nya, maka dia adalah seorang yang beriman.

    5. Allah swt. tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman dan shalat. Seandainya ada suatu kewajiban yang lebih utama daripada itu, nicaya Allah swt. akan memerintahkan para malaikat-Nya yang sebagian dari mereka senantiasa ruku dan sebagian lagi terus-menerus sujud.

    6 Shalat adalah tiang agama.

    7. Shalat menghitamkan mulut setan.

    8. shalat adalah cahaya bagi orang beriman.

    9. shalat adalah jihad yang paling utama.

    10 Selagi seseorang menjaga shalatnya, maka Allah swt mencurahkan seluruh perhatian-Nya, tetapi jika ia melalaikan shalatnya, maka perhatian allah akan terlepas.

    11. Apabila suatu musibah turun dari langit, maka orang2 yang memakmurkan masjid akan terhindar darinya.

    12apbila seseorang masuk ke dalam neraka jahanam disebabkan dosa2nya, maka api neraka tidak akan membakar anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

    13.Allah swt. mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

    14 Amal yang paling disukai Allah swt. adalah shalat tepat pada waktunya.

    15. Keadaan manusia yangpaling disukai Allah swt. adalah ketika dalam keadaan sujud, yaitu kening menyentuh tanah.

    16 Sedekat-dekat seseorang kepada Allah adalah ketika dia berada dalam sujud.

    17. Shalat adalah anak kunci pintu syurga.

    18. Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat, maka pintu2 syurga akan terbuka. Lalu tersingkaplah tabir antara Allah dengan orang yang shalat itu selama dia tidak sibuk dengan batuk dan sebagainya ( yaitu perkara2 yang dibenci dalam shalat).

    19. Seseorang yang sedang melaksanakan shalat berarti mengetuk pintu Yang Maha Kuasa, sebagaimana orang yang mengetuk pintu, maka pasti akan dibukakan baginya.

    20. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kepala pada badan.

    21. Shalat adallah cahaya hati, barangsiapa yang ingin agar hatinya bersinar, hendaklah dia menyinarinya dengan shalat.

    22. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan dua atau empat rakaat shalat, baik shalat fardhu ataupun sunnat dengan khusyu dan khudhu, lalu memohon ampunan kepada Allah atas dosanya, niscaya Allah akan mengampuninya.

    23. Bagian bumi yang diatasnya disebut nama Allah melalui shalat, maka bagian bumi itu akan membanggakannya kepada bagian2 bumi yang lain.

    24. Barangsiapa berdoa kepada Allah setelah melaksanakan shalat dua rakaat, niscaya Allah mengabulkannya baik secara langsung ataupun ditangguhkan, demi kemaslahatan dirinya. Yang jelas doanya pasti diterima.

    25. Barangsiapa melaksanakan shalat 2 rakaat seorang diri tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka dia mendapat jaminan keselamatan dari api neraka.

    26. Barangsiapa melaksanakan satu shalat wajib, maka bginya satu doa yang makbul di sisi Allah.

    27 Orang yang menjaga shalat lima waktu, dengan memperhatikan ruku, sujud dan wudhu yang sempuna, maka wajib baginya syurga dn haram baginya neraka.

    28. Selama seorng muslim menjaga shalatnya, maka setan akan takut padanya. Tetapi jika melalaikannya, maka setan akan berani kepadanya dan akan menyesatkannya.

    29. Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu.

    30. shalat adalah kurbannya setiap orang yang bertakwa.

    31. Amal yang paling disukai Allah adalah shalat di awal waktu.

    32. Barangsiapa pergi untuk melaksanakan shlat Subuh, maka ditangannya dia membawa bendera iman. Dan barangsiapa pergi kepasar pada waktu subuh, maka ditangannya adalah bendera setan.

    33. Empat rakaat shalat sunnat sebelum shalat Zhuhur sama pahalanya dengan empat rakaat shalat Tahajjud.

    34. Empat rakaat shalat sunnat sebelum Zhuhur ,kedudukannya sama dengan 4 rakaat shalat Tahajjud.

    35. Apabila seseorang berdiri melaksanakan shalat, maka rahmat Allah tercurah padanya.

    36. Seutama-utama shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat pada pertengahan malam, namun sedikit sekali orang yang mengerjakannnya.

    37. Jibril as. datang kepada Muhammad saw, dan berkata “Wahai Muhammad, berapapun lamanya engkau hidup, suatu hari nanti pasti akan mati juga. Siapapun yang engkau cintai, pada suatu hari nanti pasti engkau berpisah dengannya. Dan segala amalan yang engkau kerjakan (yang baik ataupun yang buruk), pasti engkau akan mendapatkan balasannya. Tidak diragukan lagi bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah paa Tahajjudnya, dan kemuliaannya juga adalah pada sifat qana’ahnya.”

    38. Dua rakaat shalat pada akhir malam adalah lebih utama daripada dunia dan seisinya. Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan mewajibkannya kepada mereka.

    39. Jagalah shalat Tahajjud, karena Tahajjud adalah jalan orang2 shalih dan jalan untuk mendekati Allah, penjaga dari pebuatan dosa, penyebab keampunan dosa, dan meyehatkan badan.

    40. Allah swt berfirman, “Wahai anak adam, janganlah malas melaksanakan empat raakat shalat pada permulaan hari, niscaya Aku pasti akan memenuhi seluruh keperluanmu pada hari itu.”

    Sesungguhnya keutama2an shalat dan kabar gembira bagi orang2 yang menjaganya banyak sekali disebutkan di dalam kitab2 hadits. Namun semoga kiranya 40 hadits yang disebutkan diatas sudah mencukupi..
    Sesungguhnya shalat adalah sesuatu kekayaan yang sangat berharga. Hanya orang2 yang diberi Allah kelezatan shalat yang dapat menghargainya. Begitu berharganya shalat, sehingga Rasulullah saw. menjadikannya sebagai penyejuk mata, dan karena kelezatannya maka beliau saw. menghabiskan sebagian besar malamnya dengan melaksanakan shalat. itulah alasannya mengapa Rasulullah saw. secara khusus berwasiat mengenai shalat ketika akhir hata beliau saw. dan berpesan agar benar2 menjaganya. Di dalam banyak hadits, Rasulullah saw, bersabda, “Takutlah kepada Allah mengenai shalat,…Takutlah kepada Allah mengenai shalat,…Takutlah kepada Allah mengenai shalat,” Ibnu mas’ud ra. meriwayatkan dari Rasulullah saw., bahwa beliau saw bersabda, “Amalan yang paling kucintai adalah SHALAT”

    Semoga ada manfaatnya..Amiien

    Wassalam

    al fakir kelana

  95. Gatotkaca berkata

    pemahaman yang ku masih pedalami……lam kenal ya mas……

  96. Lambang berkata

    Selamat Malam Mas PJ,

    Mau tanya tentang quote yang ini :

    Karenanya renungkanlah…..kenapa pada saat Takbiratul Ihram mengangkat ke dua tangan dan mengatakan “ALLAAHU AKBAAR”. Ternyata Itu adalah Tanda dan Bukti bahwa dalam Penyerahan Diri akan Tumbuh Kesadaran bahwa “YA” BENAR!!!!…..Allah Maha Besar dan Meliputi”.

    Kalimat ini tentang Takbiratul Ihram.

    Kalau tentang sujud yang menghadap kiblat yang terletak di Arasy’nya Allah, apakah bisa diartikan menyembah juga? Kalau iya, berarti itu salah karena menyembah. Kalau tidak, berarti ada makna lain dari sujud yang artinya tidak menyembah. Mohon penjelasannya mas….
    Salam Persahabatan.

  97. why_snu berkata

    subhanallah………..maha besar alah dengan kudratnya….emang kita seringkali terjebak pada manifestasi pikiran kita, yang adakalnya itu semua tenpa kita sadari dapat menyesatkan kita, belajar dan terus mengkaji ilmu allah maka akan kita temukan jatidiri penghambaan kita sebagai makhluk allah…….salam…..

  98. KangBoed berkata

    Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    doooooh nikmaaaaatnyaa

  99. batjoe berkata

    sibuk terus samapi ndak update nih pak…
    maksih pak ajarannya keamrin isnya Allah pasti saya dateng lagi

  100. KangBoed berkata

    Malam ini kutertunduk…
    Diam dalam keheningan…
    Kubuka sedikit mulutku…
    Pelan terucap kata permohonan ampun…

    Hati terdalam berceloteh mesra…
    Menghadirkan tangis penyerahan diri…
    Melantunkan lagu sujud syukuuur…
    seakan kucoba berbicara dengan sahabatku…

    Kurasakan getaran simfoni nan indah mesra…
    Merinding seluruh bulu tubuhku…
    Seakan ikuti irama lafadz zikir…
    Mengalun perlahan tapi pasti…

    Seakan alam semesta turut berdendang…
    Menggetarkan sajadah kumalku…
    Sapaan dari dimensi kehidupan lainnya…
    Seakan ingin menunjukan eksistensinya…

    Tak kupedulikan apalagi kuhiraukan…
    Semakin dalam kutenggelaaaam…
    Hanyut dalam getaran nikmat ruaaar biasaaa…
    Tak tergambar dengan ucap dan kata…

    Masuk sudah dalam DIAM…
    DIAM dalam keDIAManNYA…
    Terhanyuuuuut sudah kesadaranku…
    Terlena sudah… tenggelaaaaam…

    Tiada daya dan upaya…
    Bahkan untuk mengangkat tanganku…
    Bahkan untuk berfikir dan menyadari…
    Serasa Hilang lenyap semuanya… entahlah…

    Hilang… Lenyaaaap…
    Tiada kutemukan apapun…
    Tiada kusadari apapun…
    Yang ada hanya… entahlah…

    Apakah ku tertidur…
    Apakah ku tak sadar…
    Apakah ku masih ada…
    Entahlah !!!…

    Salam Sayang… Salam Taklim…
    Salam Sejati dari sibotol kosong…
    Bodoh dan tolol banyak omong kosong…
    Untuk sahabatku para pejalan CINTA…

  101. ariyanto batjo berkata

    Segala kebaikan..
    Takkan terhapus oleh kepahitan
    Kulapangkan resah jiwa..
    Karna kupercaya..
    Kan berujung indah

    MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN……..

  102. Sumego berkata

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh saudaraku Pengembara Jiwa

    MINAL AIDIN WAL FA IDZIN mohon maaf lahir dan batin atas segala pikiran, hati serta tingkah laku yang kurang berkenan yang tersurat maupun tersembunyi…semoga dihari yang penuh Rahmat ini Mas PJ dan keluarga menjadi hamba-hamba yang selalu dimuliakan 4JJI Swt…Aamiin

    Wss.Wr.Wb

  103. m4stono berkata

    Tak terasa ramadhan segera berakhir, para sufi pun menangis karena segera ditinggal ramadhan bulan paling bagus untuk menuju sang kekasih, kita yang lahir akan segera kembali kebatin kelak, segala yang lahir akan kembali ke batin, segala yg batin hanya milik Allah, segala dosa insya Allah akan dilebur, apabila ada salah salah kata dalam berucap maupun postingan maka itu hanya kesalahan kami belaka, segala kebaikan kebaikan yg tersirat hanya milik Allah semata. Akhirnya hanya bisa terucap selamat hari raya Idul Fitri 1430 H kepada mas PJ mohon maaf lahir dan batin, taqabalallahu minna wa minkum taqabalallahu yaa karim, minal aidzin wal faidzin

  104. KangBoed berkata

    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  105. KangBoed berkata

    Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

    • tarqi berkata

      sami2 kangBoed… nyuhunkeun hapunten sabudaya kalepatan

  106. Lambang berkata

    Saya mohon maaf lahir dan batin kepada mas PJ sekeluarga.
    Saya juga mohon maaf kalau ada komen atau pertanyaan yang kurang berkenan. Maklumlah, saya ini mungkin kebanyakan praktek tapi kurang teori, jadinya suka bingung kalau baca artikel syari’at, fiqih, dan tafsir.
    Mohon maaf lahir dan bathin juga untuk mbaknya. Sedih juga rasanya melihat mbaknya belum diijinkan untuk buat blog sama mas PJ… hehehe… padahal bagus lho untuk menambah wawasan ataupun pencerahan.
    Mudah-mudahan kapan-kapan saya bisa mampir lagi ke padepokan mas PJ. :)
    Salam Persahabatan.

  107. strez berkata

    wah ini luar biasa

  108. Hamba Yang Fakir berkata

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh saudara2ku.

    Dalam melaksanakan tiap Rukun sholat isinya adalah”mengingat Allah dengan khusyuk”

    Firman Allah: “Tegakkanlah sholat UNTUK MENGINGAT Aku”

    Allah mengetahui kelemahan hamba-Nya yg sering lengah “mengingat Allah” maka Diwajibkannya sholat 5 waktu sehingga diantara kelengahan hamba untuk “mengingat Allah” paling tidak 5 kali satu hari KEMBALI KEPADA-NYA dengan kata lain:”mengingat-Nya dengan khusyuk” Maka Allah sangat senang bila ada hamba-Nya yang kembali, lebih senang dibandingkan bila seorang musafir di padang pasir kehilangan untanya yg membawa perbekalan dan mendapatkan untanya kembali kepadanya. Subhanallah…

  109. wawan berkata

    @All

    Di hari yg Fitri ini saya mengucapkan;

    Taqqobalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin :)

    Wassalam

  110. Alam Rasa berkata

    Semoga Rahmat Allah dilimpahkan kepada saudaraku Pengembara Jiwa dan ALL.

    Tanpa terasa bulan Ramadhan telah berakhir
    Dan tak lama lagi kita kan mendengar gema takbir

    “Allahu akbar (3x)..
    Laa illahailallahu Allahu akbar..
    Allahu akbar walila ilham”.

    Ya Allah, rahmatilah kami, Agar kami menyadari bahwa kami harus saling mengampuni untuk dapat lebih dekat lagi kepada-Mu. Bantulah kami, agar kami dapat mengampuni semua orang yang pernah bersalah kepada kami dengan setulus-tulusnya.

    Ya Allah, rahmatilah hati kami,
    Agar semua dendam, benci, kesedihan, sakit hati, ketidak puasan, kejengkelan, dan emosi negatif lainnya yang disebabkan oleh orang lain, semuanya berganti dengan Cahaya dan Kasih-Mu.

    Ya Allah, rahmatilah kami,
    Agar dapat menyadari semua kesalahan-kesalahan kami, baik kepada-Mu maupun kepada sesama kami. Kami menyesal dan memohon ampun atas semua kesalahan kami tersebut dengan sungguh-sungguh.

    Ya Allah, terimalah semua amal ibadah kami di bulan yang suci ini
    Biarlah Kasih-Mu menyentuh dan memenuhi seluruh hati kami
    Menguatkan hati, kasih, kesadaran, dan kerinduan kami kepada-Mu.
    Agar kami semakin mengasihi-Mu.
    Terimalah Kasih kami. Amien

    Kepada saudaraku semua di Pondok ini, aku ucapkan:
    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H
    Mohon Maaf Lahir dan Batin

    Wassalam

  111. KangBoed berkata

    Satu kata yang tiada tergantikan
    Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
    Keluar dari lubuk hati terdalam
    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Buruk laku tindak tandukku
    Hanya Harap dan MAAF terucap
    Mudah mudahan esok lebih baik
    Saat Hari Kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
    sucikan keping hati di hari nan Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Dari :
    “Kang Boed Sekeluarga”

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  112. KangBoed berkata

    Lebaran telah tiba !!!..

    Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaaaank

    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  113. tomy berkata

    Allah adalah Yang Samasekali Lain, mengatasi segala peristilahan manusia, Akan selalu berkembang bersama kesadaran & kedewasan manusia, sedang manusia akan selalu tetap berada dalam pencariannya. Tak akan pernah ada iman yang selesai.
    Maka Allah akan menjadi Tuhan Semesta yang hidup, bukan Tuhan Sejarah yang mati dalam teks2 kosong & konsep2 yang diberhalakan.
    Tiada penyembahan hanyalah penyerahan akan Hidup dan segala yang terjadi dalamnya, menerima dengan ikhlas segala yang dipersiapkan hidup bagi kita.
    Juga dalam setiap kebetulan-kebetulan yang terjadi seperti saat kita bertemu *atau bila terhadap seorang wanita kukatakan saat aku terjerat lentik bulu matamu* :mrgreen:
    Karena ada sebuah proses dalam segala peristiwa, ada kedalaman dalam momen dangkal hidup kita

  114. tarqi berkata

    mantaaaaaaaaaap……

  115. fery berkata

    buat pengembara maap ya, setahu saya ada ayat yg mengatakan bahwa allah itu ada/ wujud. dan allah wujud allah tdk sama dg wujud kita /mahluknya. mari kt sama2 trs belajar

    • tarqi berkata

      iya yah betul jg apa yg dikatakan maz Fery, jadi wujud-Nya seperti apa yah? kalau memang tdk sama dgn mahluk-Nya. tp kalau boleh sharing sm maz fery memang wujud Allah itu dikatakan tidak sama. tp mungkin kata2 ini bisa membantu kita untuk belajar, Allah meliputi tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi dan barang antara keduanya. mudah2an bermanfaat trims