PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH

Posted by pengembarajiwa pada Desember 30, 2008

Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.

Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan ia semakin jauh dari kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi dan melihat kepadanya. Tidak jarang bagi mereka yang terlena oleh keinginan-keinginan itu telah jatuh kepada perangkap “Hawa Nafsu”, dimana hal itu pada Hakikatnya menjadikan ia orang-orang yang merugi.

Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka-mereka yang terjebak oleh Hawa Nafsu tidak menyadari bahwa perbuatan-perbuatannya di Dunia ini apapun yang di lakukan apakah itu menyangkut urusan Dunia maupun urusan amal ibadah yang katanya itu adalah urusan Akhirat, maka itu semua bukan mengantarkan ia semakin dekat dengan Allah, malah menyebabkan ia semakin jauh dengan Allah.

Semua itu terjadi karena tidak adanya kesadaran pada dirinya tentang Pencipta Seru Sekalian Alam yaitu Allah Swt.

Begitu ditanyakan kepada mereka tentang Allah, spontan mereka mengatakan bahwa “Aku berbuat ini….. dan itu…. Semua karena Allah ……, Ibadah yang kulakuan ini pun semuanya karena Allah …… Sholat ku….., Puasaku….., Zakat dan Haji….. itu semua kulakukan karena Allah semata. Dan tidak jarang di antara mereka dengan bangga dirinya mengatakan bahwa Aku adalah salah seorang diantara orang-orang yang dekat dengan Allah, karena aku ini sudah banyak sekali dalam hal ketaatanku beramal Ibadah baik yang Wajib-wajib maupun yang Sunah-sunah…., bukankah itu adalah suatu bukti bahwa aku termasuk orang yang dekat dengan Allah…?”kata mereka”. Dan ada lagi diantara mereka-mereka itu yang menjadikan Kitab Allah Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi sebagai bahan untuk tameng sebagai kebenaran umtuk membenarkan apa-apa yang ia dapatkan dalam perjalanan ilmu yang telah ia kuasai dan ia pahami baik sewaktu di sekolah-sekolah umum, pesantren maupun padepokan-padepokan.

Ketahuilah……bahwa apa-apa yang dilakukan dari segi amal ibadah maupun penuntutan ilmu di sekolah-sekolah sampai kepada Pesantren dan padepokan-padepokan dan juga Hafalnya Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits-hadits itu semua sangat…..sangat……sangat….. baik sekali. Akan tetapi yang perlu diketahui dan dimengerti adalah jangan sampai itu semua di dasari oleh Hawa Nafsu. Jika perbuatan baik itu di dasari oleh Hawa Nafsu maka tunggulah….! Maka perselisihan dan pertengkaran akan semakin meluas serta tidak jarang perdebatan akan berujung pada hujat menghujat, cela mencela, caci mencaci, fitnah memfitnah. Apakah itu bukan sesuatu yang membawa Mudhorat? Dan sesuatu yang membawa Mudhorat apakah si pelaku itu apa tidak berdosa?

Sungguh…., Hawa Nafsu itu bukan hanya menipu seseorang kepada hal-hal yang bersifat Duniawi saja melainkan juga dari segi amal ibadah pun Hawa nafsu bisa menjerat mereka-mereka yang taat dalam amal ibadah. Sehingga yang tadinya kita fikir kita sudah melakukan sebaik-baiknya dalam ketaatan amal ibadah ternyata di balik itu ketaatan itu amal ibadah yang dilakukan itu semuanya tidak ada nilai positifnya di pandangan Allah. Karena mereka walau pada lisannya mengatakan “Lillahi Ta’ala (Karena Allah Ta’ala)” tetapi pada kenyataannya apa-apa yang dilakukannya tadi dalam ketaatan amal ibadah bukan “Lillahi Ta’ala (karena Allah Ta’ala)” melainkan “Linnafsii (karena diriku)”.

Untuk itu….., agar tidak terjebak oleh Hawa Nafsu (keinginan diri), maka sudah seharusnya mereka mengenal akan Allah dan menyadari bahwa tidak ada yang berlaku dalam urusan apapun melainkan itu semua karena Allah Swt semata-mata.

Sadarilah bahwa kehidupan yang ada pada diri yang disebut dengan Ruh itu adalah saksi Hidupnya Allah swt, dengan menyadari kehidupan (Ruh) itu maka sama halnya kita menyadari bahwa Allah itu dekat dengan diri kita. Apakah Ruh yang ada pada diri itu jauh? Apakah Ruh yang ada pada diri itu dari buka mata sampai tutup mata kembali ia meninggalkan diri kita? Ya….ya…. sadarilah, bahwa Ruh itu selalu menyertai dimana kita berada kemanapun kita pergi dimanapun kita bertempat. Karena Ruh itu lah sebenar2nya diri kita yang bernama “Fulan”. Jika kita sudah menyadari bahwa diri kita adalah Kehidupan itu sendiri yaitu Ruh dan Ruh itu sebagai saksi hidup adanya Allah swt, maka sadarilah……. Jika Ruh itu tidak jauh melainkan dekat, maka itulah sebagai saksinya bahwa Allah itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasakanlah…. Diri kita dan kenalilah bahwa diri kita itu adalah Ruh dan Ruh itu adalah saksi hidup Allah.

Kesimpulannya…. Adalah : dengan merasakan bahwa Ruh itu sangat dekat maka sama halnya kita merasakan Allah itu sangat dekat. Dengan kita merasakan bahwa Ruh itu selalu menyertai diri kemana saja pergi maka sama halnya kita merasakan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dimana kita berada. Sadarilah…… dan Renungkanlah………

Di dalam perjalanan Hakikat “merasakan itu sama halnya dengan melihat, bukan dengan mata melainkan dengan Hati melalui rasa”. Jadi….. dengan kita merasakan Ruh tadi maka sama halnya kita melihat Allah bukan dengan mata melainkan dengan hati melalui rasa. Sadarilah……….. dan Renungkanlah……….

Karenanya itu semua menunjukkan bahwa Allah itu sangat lah dekat sekali…… dengan diri kita. Tidak jauh dan tidak berjarak. Dan selalu serta kemana saja kita berada……”Wahuwa Ma’akum Ainama Kuntum” (Aku (Allah)serta kamu di manapun engkau berada).

Inilah dasar dari pada Ma’rifatullah….. menyadari dan mengerti akan saksi Hidup nya Allah Swt yang meliputi atas tiap-tiap sesuatu juga pada diri sendiri. “Wa Fii Anfusikum Afa laa Tub’siruun….” (dan juga pada Dirimu sendiri….. kenapa engkau tidak memperhatikannya?)

Semoga dengan postingan yang sangat singkat ini bisa menjadi dasar bagi kita untuk merasakan kehadiran Allah pada diri kita…… yang menunjukkan bahwa Allah itu sekali-kali tidak lah jauh pada diri kita…. Kemanapun kita berada. Dan tanpa Allah maka diri kita tidak dapat berbuat apa-apa…..”Laa Tatakharroka illa bi’iznillah……….” (Tidak bergerak sekecil zarrah pun melainkan itu semua dengan Izin Allah).

Lalu …… dimanakah amal yang kita bangga-banggakan itu….?

Dimanakah Ilmu yang kita agung-agungkan itu…..?

Dimanakah pangkat kedudukan yang kita dewa-dewakan itu….?

Maka semuanya kembali ….. hanya Kepada Allah lah segala puji itu Tuhan seru sekalian Alam.

Adapun kita ini hanyalah …. Insan yang tiada daya tiada upaya lagi bodoh…….

About these ads

134 Tanggapan to “KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH”

  1. Ya Allah sesungguhnya hamaba ini adalah seorang Insan Yang Laa hawla wa laa Quwwata illa billahil Aliyyil adziim

    Salam dari wanita yang fakir dan hina

    • @Asep & @Herman & @Yu2d & @Hina Kelana

      Assalamu’alaikum Wr,Wb

      Allah memberkati kita semuanya dalam Rahmat Kasih dan Sayangnya……..

      Jika tidak ada Rahmat-Nya maka tidak lah kita berkumpul di Pondok ini untuk saling mencari pengetahuan Ilmu di dalam Ilmu Allah Ta’ala yang tiada batasnya….

      Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
      Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
      Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada yang Allah?
      Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….

      Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….

      ketahuilah oleh kita semua….., bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu nyata?
      yaitu melali kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
      Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. DAri ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun BAtin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sum2, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.

      Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka matasampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.

      Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
      Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
      Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
      Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
      Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
      semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya

      Jika kesadaran itu telah melekat pada diri sebagaimana yang sudah di paparkan oleh Tuhan disini melalu diri PJ yang hina dan fakir ini, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, berduduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”. karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)

      Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.

      Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
      Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….

      Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadaranya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.

      Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih SAyang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.

      Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..
      Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah…..apa yang PJ uraikan ini, karena sesungguhnya bukanlah PJ yang mengutarakan karena si PJ ini tiada daya tiada upaya fakir dan hina juga tidak ada memiliki ilmu. Semua yang telah di paparkan di sini itu semua datang dari pada Allah Swt kepada kita semuanya… karena Kasih Sayang-Nya kepada Kita.

      Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
      Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

      Allah memberkati kita semua di dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya serta Ridho-Nya….

      Kesadaran….. Ya….. Kesadaran…….jadilah orang2 yang sadar akan kesadaran….. itulah orang yang mengenal akan Allah dengan sebenar2nya.

      Wassalamu’alaikum Wr,Wb

      @Gusti Dana

      Salam kenal kembali dari saya ……
      Dan selamat datang di Pondok PJ ini, semoga ada setitik cercah cahaya Allah yang tertanam di jiwa Anda setelah mampir ke Pondok ini dan menjadikan manfa’at untuk diri anda, keluarga anda, sahabat anda dan orang2 di sekeliling anda.

      Jujur…… saya tidak pernah mempelajari Ilmu “Rahasia Mata Hati”

      Yang saya jalani adalah bagaimana saya bisa menyadari sesadar sadarnya bahwa sesungguhnya kita semua ini adalah milik Allah dan sudah pasti Sang Pemilik itu akan merawat, memperhatikan, menjaga, memelihara dll atas sesuatu yang dimilikinya. Kesadaran yang demikian lah yang tumbuh pada diri saya, sehingga saya sadar bahwa saya ini tidak memiliki apa2 dan bukan siapa2 tanpa Allah Swt. Saya ini hanyalah Sang Pengembara Jiwa yang melalang Buana dari satu kesadaran menuju kepada kesadaran kesadaran yang lain….. dan Saya hanyalah SAng Pengembara Jiwa yang Fakir dan bodoh tiada daya tiada upaya.

      Salam persahabatan untukmu saudaraku….

      Buah jeruk

      Saudaraku……………Buahjeruk

      siapa yang mengenal dirinya
      dia akan mengenal Rabbnya..

      benar lah apa yang anda katakan…….bahwa siapa yang mengenal akan dirinya (menyadari siapa dirinya) maka kenal lah ia akan Tuhannya…


      saya sedikit koreksi tentang,

      “Wallohu ma’akum aynama kuntum”
      Ulama mentafsirkan ini adalah pengetahuan Allah..

      karena akan timbul pertanyaan..
      bagaimana jika kita sedang ( maaf) buang hajat?
      apakah Allah ada disana..

      Ma’afkan kelancangan saya sudaraku…..
      bahwa Ayat yang anda tuliskan ada kesalahan sedikit, mungkin hanya tesalah ketik saja…
      yang benar adalah : Wa Huwa Ma’akum…… bukan Wallohu Ma’akum…….

      Dan benarlah engkau saudaraku bahwa yang selalu serta kita itu adalah Ilmu Allah Ta’ala melalui nikmat-nikmat-Nya yang sudah diuraikan di atas tadi. DAn bukankah itu suatu bukti (hanya Bukti!!!!) yang menunjukkan bahwa Allah senatiasa menyertai Hamba-Nya?

      Dan perlu juga disadari…. oleh kita semuanya termasuk anda dan saya……

      Jika pada saat kita buang Hajat kalau tidak ada Qudrat Iradat Allah berlaku atas diri kita bisa kah kita buang Hajat?
      Apakah kelakuan buang hajat kita itu bukan termasuk Nikkmat yang dianugrahkan nya kepada kita?
      dan tentu itu semua sudah membuktikan Bahwa di karenakan Kasih dan Sayang-Nyalah maka Allah memelihara dan mengatur Hamba-Nya…..untuk kebaikan Hamba-Nya sendiri. sedangkan Allah tidak berhajat kepada Hamba-Nya.

      Sekali lagi saya sampaikan bahwa Bukan Allah yang menyertai Hamba-Nya melainkan Bukti2-Nyalah (Nikmat) yang selalu serta tetapi itu menunjukkan bahwa Allah menyertai Hamba-Nya melalui Bukti2-Nya (Nikmat) itu tadi…
      Semoga anda tidak salah menafsirkannya…..
      Karena Hanya mereka yang tumbuh kesadaran sajalah yang bisa mengerti… akan bahasa Qur’an itu…. karena Allah akan membimbing dan menunjukkan nya jalan kepada jalan yang lurus.


      bgm dengan ayat

      “tsummas tawa ‘alal arsy” Allah berada di atas Arsy.

      Jika Anda mengatakan bahwa Allah itu berada di atas Arsy yang berada di atas langit ketujuh…. yah… itu terserah Anda jika anda memahami demikian.

      Tetapi yang perlu saya sampaikan adalah : Jika Allah berada di atas Arsy yang berada diatas langit ketujuh ,berarti Allah itu bertempat. Jika Allah itu bertempat maka dimanakah ke Maha Besaran Allah Ta’ala yang Laitsa Kamislihi Syai’un? (tidak bisa di umpamakan dimisalkan di samakan dengan sesuatu apapaun)

      Terimakasih …. semoga Anda dimudahkan Allah dalam memahaminya…. dan ditumbuhkan kesadaran direlung jiwa Anda yang paling dalam.

      Semoga Anda berkenan.

      Wassalam

      @Bung Nashyr

      Salam kenal kembali, semoga bermanfa’at dari apa2 yang ada di pondok PJ ini
      dan Selamat datang saya ucapkan kepada Anda…..

      • saiful said

        untuk mendapatkan allah, tak ada jln lain harus lewat jembatan MUHAMMAD,,,oleh karna itu,manusiakan lah muhammad, dan memuhammadkan manusia , mengenali rhsia diri, I.kenal rhsia Allah, maka, akan trciptax,,rahmatn lil alamiin,,,!!

  2. yu2d said

    Assallamu’alaikum wr. wb.

    Sungguh-sungguh sangat mencerahkan jiwa tulisan tersebut diatas dan seperti menggugah bagi yang sadar! akan siapa diri ini sesungguhnya, mudah2an yang menulis dan seluruh keluarga senantiasa mendapatkan Rahmat dari Allah SWT…,, dan bagi yang membaca senantiasa mendapatkan kesadaran seperti yang diharapkan pada tulisan tersebut diatas…

    salam.. dari sahabat yang engkau didik…

  3. kalau boleh saya sederhanakan apapun penyebutan orang tentang Yang Transenden lebih enak disbut HIDUP. Hidup selalu menyertai manusia, karena bukan manusia lagi kalau ia ditinggalkan Sang Hidup. Nah beginilah Rasa Hidup itu
    Salam Kenal Mas

  4. danalingga said

    Ah, menyadarkan bahwa saya memang lemah. *merenung*

  5. @Mujahidahwanita

    Bismillahi Maa Sya ‘Allah…. Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billahil ‘Aliyyil Adziim….

    Salam Termanis untuk Kekasihku Tercinta dan semoga engkau senantiasa di berkati Allah dan menjadi bidadari yang menjadi kesejukkan dan keindahan, di tetapkan dalam ke Imanan dan ke yakinan.

    Aamiin.

    @Yu2d

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Terimakasih… atas Do’anya, dan semoga Andapun juga senantiasa mendapatkan bimbingan dari Allah Swt untuk lebih mengenal akan Allah swt, dan yang terlebih penting menyadari akan pengenalan itu bahwasannya tanpa Allah kita pun tak akan bisa mengenal-Nya.

    Wassalam

    @Tomyarjunanto

    Terimakasih atas masukannya….. dan sangat benar sekali penjelasan anda ttng HIDUP. Karena sesungguhnya Ruh itu adalah “Hayat” dan Hayat itu adalah “HIDUP”.

    Yang HIDUP itulah yang selalu serta kita di mana kita berada, walau sembunyi di lubang semut sekalipun.

    Salam kenal kembali dari saya Pengembara Jiwa yang hina ini….

    @Danalingga

    Ya… kita semua adalah lemah, dan dengan kesadaran itulah menunjukkan bahwa ada yang memiliki Daya Upaya. Dialah Sang Maha Hidup yang Sir-Nya ada pada diri kita masing2 melalui Ruh/Hayat/Hidup.

    Selamat datang lagi ya….. di Pondok Pengembara Jiwa ini untuk saudaraku Danalingga.

  6. asep said

    Salam

    Alhamdulillah…, dengan memahami dan merenungkan postingan tsb diatas semoga kepada para pembacanya akan menambah kesadaran bahwa Allah swt menciptakan ruh dan hawa nafsu manusia adalah atas kehendak-Nya. Jadi jangan disia-siakan seluruh penciptaan Allah swt di alam semesta ini. Kita harus menyadarinya bahwa “Tidak ada daya upaya, kecuali Allah yg Maha Agung” kepada-Nya semua makhluk akan kembali. Apalah daya kita sebagai manusia yg hanya mengaku memiliki ilmu dunia dan ilmu akhirat. Yang pada akhirnya kembali lagi kepada-Nya. Semua akan menjadi saksi di Yaumil Akhir. Maka hiasilah agamamu dengan amal ibadah dalam berma’rifat kepada Allah swt. Janganlah kamu mencintai dunia, akan tetapi kamu melupakan akhiratmu.

    Wassalam

  7. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Sungguh benar engkau wahai guruku (jika aku boleh memanggil Bpk. PJ demikian), dan jika sudah menyadari akan Ruh seperti demikian kata orang banjar “Kada bamatian”…..

    Wassalam

  8. PJ

    Saya tidak ingin menjadi seorang bidadari,yang saya inginkan adalah menjadi kekasih untuk Sang Kekasih Abadi yang tidak bisa di serupakan dengan apapun.

    Wanita yang fakir dan hina

    • @Mujahidahwanita

      Insya Allah dengan Qudrat dan Iradat-Nya semoga apa2 yang anda cita2kan di dengar Allah Swt, sungguh tidak ada kebahagiaan dan kegembiraan yang sangat agung melainkan menjadi kekasih dari kekasih Allah Swt.

  9. asep said

    Salam

    Sadarlah kaum muslimin, Israel telah menyerang bumi Palestina dengan begitu dasyatnya. Ratusan orang telah menjadi korban. Marilah kita merapatkan barisan kepada dua pusaka peninggalan Nabi saw yakni Al-Qur’an dan Ithrah Ahlulbait Nabi saw, sebab keduanya akan kembali lagi ke hadirat Allah swt di laudh mahfud.

    Imam Mahdi as sebelum masa kegaiban panjangnya (Ghaib Kubra), berkata:

    “Hendaknya setiap orang diantara kalian berbuat sesuatu yang mendekatkan kecintaan kepada kami, menjauhkan diri dari hal-hal yang kami tidak sukai dan kami benci. Sesungguhnya perkara kami adalah perkara yang mendadak saat tobat tidak lagi berguna dan penyesalan tidak dapat menyelamatkannya dari azab kami. Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan pada kalian perkembangan dan lemah lembut terhadap kalian dengan memberikan taufik dan rahmat-Nya pada kalian” (Al-Imamul Mahdi, Ahmad Ghazali hal 333)

    Wasalam

    Wassalam

  10. yu2d said

    Bismillahirrohmaanirrohiim

    Allahumma shalli ‘alaa Muhammad Rosulullah
    Sayyidanaa wa jaddanaa Muhammad Rosullullah
    ya maa’nii….maa’ni ma’naawiyah
    ya jasmanii-jasmanii jasmaniyah
    ya ruhanii..ruhanii ruhaniyah
    ya nafsiyah nafsiyah salaabiyyah

    Jalal.. Jamal… Jalal… Jamal Qohhar Kamal…
    Allah Isbat Musbat Allahu Duhudanaa Muhammad Rosullullah…

    Damailah hati kita bersama Allah..,, sedangkan yu2d yang fakir serta miskin ini hanya ingin selalu merasakan dengan kesadaran-yang sesadar-sadarnya kedekatan diri bersama Allah….

  11. Gusti Dana said

    Ass.Wr.Wb..

    Salam kenal dari saya:-).

    Pemahaman tentang arti ke-marif’at-an memang sangat dalam,tentunya saudara sudah mempelajari “Rahasia Mata Hati”.

  12. buahjeruk said

    siapa yang mengenal dirinya
    dia akan mengenal Rabbnya..

    Semakin banyaklah mengajak kebaikan,
    dan mencegah kemungkaran,,
    berilah contoh yang baik..

    saya sedikit koreksi tentang,

    “Wallohu ma’akum aynama kuntum”
    Ulama mentafsirkan ini adalah pengetahuan Allah..

    karena akan timbul pertanyaan..
    bagaimana jika kita sedang ( maaf) buang hajat?
    apakah Allah ada disana..

    bgm dengan ayat

    “tsummas tawa ‘alal arsy” Allah berada di atas Arsy.

    semoga tidak menambanh bingung.
    Wallohu a’lam bishowab
    http://buahjeruk.wordpress.com/
    Goodness Inspiration

  13. JUNJUNG TINGGI AGAMAMU, jangan pernah berhenti tuk berjuang demi agama (ISLAM), tapi jangan pula perjuangan dikotori dengan kekerasan.
    salam kenal…..

  14. Bagaimana agar hati senantiasa hidup dan selalu merasakan kehadiran Allah Ta’ala setiap waktu, apakah dengan mendawamkan zikir khafi…?

  15. hadiandri said

    Bagusss sekali uraiannya…
    Saya mau tanya nih…
    Bagaimana cara menanamkan KESADARAN yang saudara maksudkan?
    Tolak ukurnya apa?

    maaf…..baru belajar nih

    • @Hadiandri

      Salam kenal untuk anda….., walaupun mungkin kita pada hakikatnya sudahlah saling kenal mengenal.
      Dan selamat datang di Pondok PJ ini, Pondok yang mengutamakan persatuan dan kesatuan di dalam Ke Tauhidan dan ke Ma’rifatan, tanpa memandang seseorang itu pernah belajar atau berguru dengan siapa pun. Semoga Pondok PJ ini hadir ketengah2 kita tanpa adanya pertentangan dan perselisihan serta perpecahan umat.
      Walaupun mungkin berbeda Pemahaman tetapi pada Hakikatnya hanya kepada satu tujuan lah kita kembali…. yaitu Ilahi Robbii..’

      KESADARAN pada diri tentu itu adalah suatu hal yang sangat…..sangat….sangat penting sekali, karena itu menjadi dasar bagi seseorang untuk bisa merubah hidup menjadi lebih baik dan terlebih baik lagi…. baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

      Dan untuk menenamkan KESADARAN itu tentunya kita terlebih dahulu haruslah mengetahui letak/tempat/maqom untuk menanamkan KESADARAN itu.
      Sedangkan letak/tempat/maqom nya itu ada pada “KEYAQINAN”. Dan soal Keyaqinan saya tidak menjabarkan panjang lebar, karena itu ada pada diri masing2. Biarlah itu menjadi Hak Privasi masing2 diri. Yang jelas bagi saya “KEYAQINAN” yang sebenarnya adalah “YAQIINULLAH WA YAQIINUL HAQ” (Keyakinan Allah itulah keykinan yang Hak), selain keyaqinan Allah maka semua keyaqinan2 yang ada adalah “BATIL”.

      Dan untuk mengetahui akan KESADARAN itu sudah tertanam atau belum maka sebagai tolak ukur yang ada pada diri yaitu “AKAL dan IMAN”. Akal dan Iman bagaikan dua kutub pada Magnet, yang jika tidak ada keduanya atau hanya ada satu kutub saja maka Magnet bukan lah Magnet namanya karena tidak adanya Energi pada diri Magnet tsb. Nah….! begitu pula pada diri jika tidak ada keduanya yaitu Akal dan Iman (tidak berfungsi akal dan imannya) atau hanya ada salah satu nya saja yang befungsi maka Hamba itu bukanlah dikatakan Hamba namanya….. melainkan Makhluk. Sedangkan Makhluk itu sama dengan Binatang apabila Mati, akan membusuk dan hancur serta menjadi bangkai. Sedangkan Hamba itu apabila Mati, akan terpelihara dan tidak akan hancur serta mendapatkan kedudukan Mulia di sisi Tuhannya.

      Ada juga yang mengatakan tolak ukur kesadaran itu ada pada Guru yang membimbing kita dalam penuntutan Ilmu……, dan ini juga benar adanya. Akan tetapi yang ini adalah tolak ukur yang di luar diri, sedangkan yang saya maksud di atas adalah tolak ukur yang ada pada diri. Dan sebenar2nya Guru itu adalah Guru yang Sejati yang di sebut dengan “Mursyid Murobbii.”

      Semoga anda berkenan dengan uraian ini……

      Nb.:
      Orang yang berilmu itu semakin banyak pengetahuan ilmu yang di pahami maka semakin bodohlah ia….., semakin paham lagi… maka semakin bodoh lagi lah ia…

      @Siliwangi

      Terimakasih atas pencerahannya…….. dan sudah mau menambahkan….

      @Hina Kelana

      Silahkan Anda sampaikan jawaban saya mengenai kesadaran ini kepada siapapun….. dan semoga bisa bermanfa’at untuk yang membacanya dan di mudahkan dalam memahaminya. Sebaik-baik Manusia adalah yang bermanfa’at bagi manusia yang lainnya…….

      Aaamiin…..

      @Rindu

      Semoga Allah memberikan kepada Anda pengertian akan Arti dan Makna yang terkandung dalam Nafas itu, yang menjadikan Anda semakin menyadari sesadar sadarnya dalam kesadaran tentang diri ini hanya lah Insan yang tiada daya dan tiada upaya. Dan juga dengan di berikan pengertian akan Arti dan Makna yang terkandung dalam Nafas itu menjadikan diri yang semakin dekat….. dan semakin dekat…. kepada Allah Swt.

      Aamiin…..Aamiin….Aamiin….Yaa… Robbal Aalamiin.

      Selamat Datang di Pondok PJ ini, dan semoga bermanfa’at untuk anda, keluarga anda, sahabat anda, rekan anda, dan orang-orang di sekeliling anda

      @Treante

      Pada Hakikatnya memang benar lah kita ini adalah manusia yang tidak berilmu….. karena Hanya Allah sajalah yang Maha Aalim yang kemudian mengajarkan kepada Manusia pengetahuan Ilmu itu dengan perantaraan Qolam.

      Selamat Datang di Pondok PJ ini, dan semoga bermanfa’at untuk anda, keluarga anda, sahabat anda, rekan anda, dan orang-orang di sekeliling anda

      • Dash Kng said

        Izin share

      • Ary said

        AbdiAllah
        Assalamu’alaikum….wr.wb.. Bpk PJ salam kenal…saya mau tanya bagaimana cara mudah mengajak ortu yang sudah tua untuk mempersiapkan diri menghadap Robb-nya dengan lebih dulu mengenal-Nya. Karena ortu saya masih ubud dunia..ketika saya kenalkan tentang “Menyadari siapa diri kita” lebih banyak tersinggung seolah-oleh saya keminter. Saya sudah usaha cari kata seperti ” saya juga lagi belajar”….
        Mohon bimbingannya jg : do’a apa yang sebaiknya kita panjatnya bahwa kita tidak pamrih sama Allah SWT. Karena ketika saya mohon tuk jadi hamba yang diridhoi, kadang saya ngerasa it tuk diri saya sendiri…tidak merasakan bahwa bahwa saya mempersmbahkan diri ini untuk Allah…

  16. Siliwangi said

    Yap apa yang mas Pj katakan adalah benar bahwa sesungguhnya Allah selalu menyertai hambanya dimanapun dia berada bukan dgn zatNya melainkan dengan sifat dan ilmunya . Salam .

  17. Alhamdulillah….lagi, lagi pencerahan yang sadar sesadarnya, kesadaran sebagai hamba Allah, sungguh uraian yang membuka segala hijab dihati, Subhanallah terima kasih yang tak terhingga untuk ayahanda Pengembara Jiwa yang terhormat…..

    Mengerti dah apa artinya hidup ini, semoga kita semua menemukan titik plongnya masing2…bersatu hati untuk menghidupkan syiar Islam…dan juga bersatu hati dan jiwa untuk mendo’akan dan menolong saudara2 kita yang tercinta yang terkena musibah di Palestina…

  18. Rindu said

    Dan saya hanyalah hamba yang dititipkan napas untuk takwa kepada ALLAH bukan yang lain, untuk mencintaiNYA bukan yang lain… ALLAH, saya mencintaiMU dan berjanji tak akan menduakanMU

  19. Tuanku Syech saya minta izin untuk dipinjemkan jawabannya tentang kesadaran untuk dibagi2kan kepada para pencinta2 lain yang blom pernah keblog ini….

  20. Treante said

    entah apa yang harus saia tulis… selain saia ini bodoh!

    saia mendukung sekali hina Kelana, moga banyak juga yang baca!

  21. Semoga semua sadar akan hal itu….

    Hmm.. Salam kenaall….. ;)

    • @Airlangga19

      Salam kenal kembali dari saya Pengembara Jiwa yang masih di dalam pengembaraan……:smile:

      Insya Allah…… dengan Qudrat Iradat-Nya, Allah menuntun kita semua dalam kesadaran yang sebenar2nya…..

      Aamiin.

      @Asep

      Sadar tidak hanya mengenal akan diri tetapi mengerti akan diri sehingga tercipta ke tawadhu’ annya kepada Allah Swt.

      Terimakasih Saudaraku Asep……, masih tetap setia di Pondok ini.

      @Sabdalangit

      Selamat Datang Saudaraku Sabdalangit di Pondok ini. Anda adalah salah satu dari saudara2ku yang lain yang sepengembaraan di dalam Lautan ke Maha Besaran Allah Ta’ala. Walaupun di sini di Pondok ini kita baru berjumpa akan tetapi sudah lama sekali kita bertemu sebelum ada segala isi dunia ini. Dan Alhamdulillah….. Akhirnya kita di pertemukan juga di sini…..di “Alam Dunia Maya” ini.

      Sungguh……! apa-apa yang anda uraikan ini bak permata di dalam “samudra yang Maha Luas”, yang telah terangkat ke permukaan laut kemudian terzahirkan melalui lisan seorang “pecinta Tuhan”, semoga uraian anda ini bisa menjadikan man’faat yang tiada terkira bagi para pembaca setia di Pondok ini.

      Salam Hangat dari ku

      Pengembara Jiwa

      Fadien

      Alhamdulillah………….. Wasyukurillah…… Wa Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil Aliyyil Adziim.

      Dengan berkat Rahmat dan Kasih Sayang-Nya lah kita berkumpul dan bertemu di Pondok ini…… dengan berbagai macam ragam pemahaman, akan tetapi satu dengan yang lain saling Asah, Asih dan Asuh. Itulah kebersamaan yang sangat….. sangat….. sangat….. Indah sekali. Walaupun berbeda2 tetapi tetap satu tujuan dan saling mendo’akan satu dengan yang lainnya…….

      Saudaraku…….. benarlah apa yang anda katakan, bahwa :


      penjelasan dari Allah Maha Meliputi (Wa Huwa Ma’akum Ainama Kuntum) seperti ibarat (meski tidak sama, hanya memudahkan akal untuk mencerna) Air laut itu meliputi seluruh kehidupan laut. jadi dimanapun dan sedang apapun ikan itu tetap bersama dan dalam liputan air.

      Tidak terpisah jauhnya jarak dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Jauh tidak berjarak dan dekat tiada bersentuhan.
      Sungguh….! Sangat Maha Halus dan SAngat Maha Lembut Allah Ta’ala, di dalam keserba meliputan-Nya, sehingga kita tidak sadar akan Allah yang senantiasa menyertai kita dan meliputi kemana saja kita berada. Dekat sekali bahkan terlebih dekat dari pada urat leher.

      Ketika kesadaran itu telah tumbuh pada diri seseorang, maka pastilah ia tidak akan mencari2 dan tidak akan menghadirkan Tuhannya lagi.
      Bagaimana mungkin Tuhan akan dicari sedangkan Tuhan tidak jauh dari dirinya dan Tuhan tidak tersembunyi darinya?
      Bagaimana mungkin ia akan menghadirkan Tuhan sedangkan Tuhan senantiasa Qidam sedia selalu Hadir bahkan Sangat Maha Hadir kemana saja diri ini berada?
      Dan Bagaimana mungkin kita bisa menghadirkan Tuhan sedangkan kita lah yang dihadirkan ke muka Bumi ini.
      Apa Daya Kekuatan kita dan apa Hak kita sehingga kita seolah2 bisa menghadirkan Tuhan? Padahal kenyataannya kita ini hanyalah Insan yang tiada daya dan tiada upaya…..

      “Kesadaran…..”, ya… Hanya kesadaran lah yang bisa menggugah jiwa2 manusia itu untuk merasakan kehadiran Allah meliputi setiap segala sesuatu dalam gerak maupun diam dalam tangis maupun tertawa dalam sedih maupun dalam gembira dalam sakit maupun dalam sehat dalam Ibadah maupun di luar ibadah.

      Sungguh…..sungguh! sangat mesranya seseorang yang telah tumbuh kesadaran yang demikian dengan Tuhannya, tak ubahnya seorang pengantin di pelaminan.
      Yang senantiasa bahagia selalu bersama Tuhan di setiap waktu dalam keadaan apapun dan dalam situasi apapun.

      Salam kenal dari Saya Sang Pengembara Jiwa yang masih dalam pengembaraan yang hina dan fakir ini tiada daya tiada upaya lagi tiada berilmu……

      @Kaki Langit

      Ya……. Semoga kita semua sadar sesadarnya…mengenal dengan baik jati dirinya sebagai Hamba-Nya semata…yang terbukti dalam tindakan dan perbuatannya yang penuh kasih sayang pada sesama…..
      Aamiin…..Aamiin…..Aamiin….. Yaa…. Robbal ‘Aalmiin….

  22. asep said

    Sadar berarti mengenal diri sendiri.

  23. Sejuk dan damai terasa di blog ini. Seandainya umat Islam semuanya memiliki tingkat pemahaman seperti saudaraku yg satu ini, pastilah dunia ini akan tenteram dan damai, rahmatan lil alamin.

    Wacana universalitas Tuhan dengan gamblang dapat dipaparkan. Tuhan Yang tiada terbatas. Tuhan Yang Maha Tunggal, dari jalan dan arah manapun manusia menghampiri Tuhan, pada tataran HAKIKAT, akan sampai pada satu titik EPISENTRUM yang sama.
    Saya teringat kewaskitaan para sufi yang berkata; “Kebenaran sejati ibarat CERMIN YG RETAK, masing-masing agama memungut satu di antara rbuan atau jutaan retakan itu”. Tuhan Yang Esa menciptakan seluruh makhluk, dan mereka menyembah dengan caranya masing2 sebanyak nafasnya.

    Sekalipun kepada manusia yang jahat, Tuhan tetap saja tiada henti siang malam menganugerahkan kenikmatan dan rahmat. Dalam setiap detiknya terdapat puluhan bahkan ratusan anugrah Tuhan telah kita terima. Sebaliknya, kita manusia mengucap syukur sekali dalam satu detik pun tak akan mampu. Maka manusia akan selalu berhutang kepada Tuhan, sekalipun hanya sebatas ucapan saja.
    Masihkan kita pantas melakukan sembahyang dengan BERHARAP-HARAP dan SIBUK MENGHITUNG UPAH PAHALA dari Tuhan ?? Malu sekali rasanya, tak lebih diri ini sebagai makhluk paling PAMRIH di dunia. Jika mengingat ANUGRAH TUHAN yg sekian banyak tiada pernah terputus, tiada yg lebih pantas dilakukan manusia selain MENSYUKURI ANUGRAH. Lalu musti bagaimana idealnya motifasi manusia menyembah Tuhan. Paling ideal, manusialah yg mewajibkan sembahyang, sebagai bentuk kesadaran akan anugrah Tuhan yg tiada henti setiap detiknya. Bukankah Tuhan tak akan rugi sedikitpun jika manusia sejagad tidak menyembah Tuhan. Sembahyang adalah kepentingan masing2 pribadi, mengapa kita masih mengharap2 upah ?
    Sembahyang bukankah upaya menetapkan diri pada KODRAT Ilahi, pada (minimal) 20 sifat hakekat TUHAN. Sembahyang juga sebagai upaya menepati janji (sahadat) yg pernah terucap.

    Manusia yg tidak mengenali jati diri umpama sebutir debu kotor yg kesana-kemari terbang terhempas angin.

    Hakekat “Tuhan” dalam diri manusia lebih dekat dari pada urat leher, tidak lain adalah Ruh al quds/roh suci/ruhul kudus/Guru Sejati/sukma sejati yakni unsur metafisik yg menghidupkan jasad.
    Sebaliknya hakekat “setan” lebih dekat dari urat nadi, tidak lain adalah hawa/nafs/nafsu yg negatif, yang bersemayam dalam qalb. Hawa nafsu negatif butuh bahan bakar api. Api/NAR adalah iblis ke-AKU-an dalam jasad.

    Tugas manusia adalah memenuhi kodratNya, yakni merubah Nar menjadi NUR. NUR/cahaya yang tak butuh bahan bakar api adalah nurullah. Selanjutnya Nur mengguyur cahaya nan sucinya kepada jasad melalui pihak kurir/amanah yg bernama hawa/nafs. Jasad yang sudah dipenuhi pancaran “cahaya”/nur/Nurullah/Yang Maha Suci; adalah jasad khilafah Tuhan. Tidak lain apa yg dimaksud dengan “manunggaling kawula-Gusti”, menyatunya hakekat manusia dengan hakekat (kesucian) Tuhan. Atau “warongko manjing curigo”. Semua orang bisa mewujudkannya bilamana hawa/nafs/jiwa/soul nya sudah mengalahkan jasad. Hawa yang meninggalkan nafsu negatif (jasad), untuk selalu berkeblat kepada ruh al quds/mursyid/guru sejati (an nafs al muthmainah).

    salam
    sabdalangit’s web
    jalan setapak menggapai spiritualitas sejati

  24. fadien said

    Subhanallah…
    akhirnya ada lagi saudara kita yg bisa menjelaskan/menjembatani antara bahasa Hakikat dan syari’at.
    terima kasih semuanya. semoga ”HU” meridhoi saudara semua.

    @PJ
    semoga ridho ”HU” tetap menyertai saudara.
    ”Iman yang kuat tdk ada keraguan dan ketakutan didalamnya”.
    Penjelasan saudara tentang ”Wahua Ma’akum ainama kuntum” dengan ”tsummas tawa’alal arsy” jadi kontradiktif, satu dg bahasa syariat lainnya dengan hakikat.
    menurut saya yg baru belajar dan berjalan. ”wahua makum…” itu penjelasan dari Allah Maha Meliputi. seperti ibarat (meski tidak sama, hanya memudahkan akal untuk mencerna) Air laut itu meliputi seluruh kehidupan laut. jadi dimanapun dan sedang apapun ikan itu tetap bersama dan dalam liputan air.

    dalam Blog ini dikhususkan untuk sharing bahasan ”hakikat ma’rifat”baik yang sudah mengenal atau baru belajar dan umum. untuk itu saya ada usulan mulai dijelaskan dengan bahasa hakikat yang dimodifikasi seperti saudara ”Sabda langit”. karena saya lihat sudah banyak yang mau masuk/sudah masuk ”lingkaran hakikat”, biar tidak berhenti diwacana dan bahasa akal.

    mohon maaf dan mohon koreksinya, karna baru belajar dan belajar

    Salam kenal dari ”aku” yang mengharap jadi Hamba dan ridho HU Allah

    fadien.tayu@yahoo.co.id

  25. Sebuah pencerahan yang benar2 menyejukkan, Subhanallah….
    Buat mas MJ dan sabda langit apa yang anda uraikan benar2 menjawab segala pertanyaan umat manusia…Semoga kita semua sadar sesadarnya…mengenal dengan baik jati dirinya sebagai Hamba-Nya semata…yang terbukti dalam tindakan dan perbuatannya yang penuh kasih sayang pada sesama…..

  26. eqi said

    assalamu alaikum wr. wb
    Salam kenal mas PJ
    Sungguh kedirian ini hancur sirna takkala mengetahui nama ruh itu “fulan”
    kalau begitu siapa pula aku ini???
    mohon pencerahannya
    wassalam

    • @eqi

      Wa’alaikum salam WR,Wb

      Salam kenal kembali untuk anda saudaraku….. Eqi dan selamat datang di Pondok PJ ini, Allah memberkati Anda dan kita semua yang ada di Pondok ini. Semoga apa2 yang di posting di sini dapat menyejukkan jiwa yang sedang resah dan gelisah menjadi jiwa2 yang tenang dan bahagia serta senantiasa tersenyum dalam kebersamaan diri dengan Allah Yang Amat Maha Sempurna dari segala sifat2-Nya yang tersucikan dan Mutlak Kebenaran-Nya.


      “Sungguh….., kedirian ini hancur tatkala mengetahui nama Ruh itu “Fulan”
      Kalau begitu siapa pula aku ini ???”

      Manusia itu pada dasarnya di cipta dalam bentuk yang sebaik2 dan sesempurna2 kejadian.
      Sehingga Fitrah Manusia sudah menunjukkan ttng diri yang lebih Mulia dari pada Makhluk2 yang lain.
      Akan tetapi itu semua tidak ada artinya sama sekali jika seseorang itu belum lah mengenal akan dirinya yang sebenar2nya yang dikatakan Allah sebagai Insan Kamil (Mulia) tadi.

      Jika Manusia itu tidak mengenal dan tidak mengerti akan dirinya yang sebenar2nya diri itu, maka mereka itu di firman kan Allah dengan sebutan : “Ulaa ‘ikal ‘An ‘aam” (Mereka itu seperti Binatang) dan Posisinya belum lah menjadi Hamba Allah melainkan hanya sebagai Makhluk Allah. Pengertian Makhluk Allah itu sama dengan Binantang, Tumbuh2an, Langit Bumi dll.

      Jika Binatang itu matinya…. mengeluarkan bau yang tak sedap dan tidak jarang bermunculan ulat2 belatung maka disebutlah ia dengan Bangkai. Nah….., begitulah gambaran ttng Manusia itu yang masih berstatus Makhluk tadi. Apabila ia mati maka matinya seperti Binatang….., mengeluarkan bau yang tidak sedap dan apabila di biarkan beberapa hari maka akan bermunculan lah ulat belatung yang besar2 pada jenazahnya…. itu. Jika demikian maka tak pantas bagi mereka yang mati demikian di sebut dengan Mayyit atau jenazah, akan tetapi ia itu di sebut dengan Bangkai. Naudzu billah……………………….

      Jika Manusia itu mengenal dan mengerti akan dirinya yang sebenar2nya diri yaitu “Ruh” yang bernama “fulan” tadi, kemudian dalam kesadaran itu tumbuhlah keyakinan dan ke imanan bahwa Ruh itu terbit dari pada “Nurun Ala Nurin” yaitu Muhammad Rosulullah Saw. Dan Adapun Muhammad Saw adalah sebagai saksi kebenaran adanya Allah. mereka yang mengerti akan perjalanan diri demikian, maka mereka itu adalah sebaik2 Hamba Allah.

      Dan adapun Hamba Allah itu jika ia mati sesungguhnya ia tidak mati, melainkan Hidup kekal di sisi Tuhannya dan beroleh rezeki dari pada Tuhannya. Dan yang pasti lagi sebagai bukti bahwa ia telah di Berkati Allah, maka Allah akan memelihara jasadnya tidak akan menjadi bangkai dan tidak akan hancur dimakan tanah dan cacing2 tanah.

      truthseeker08

      Subhanallah……………Subhanallah…………….Subhanallahil ‘Aliyyil ‘Adziim….. Wa Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim

      Terimakasih…… saudaraku sudah mampir ke Pondok PJ ini.
      Penyampaian Anda telah menjadikan Postingan “Kesadaran akan Ruh Awal Mengenal Allah” ini semakin lebih baik dan semoga semakin menambah pencerahan bagi saudara2 kita yang berada di Pondok ini.

  27. truthseeker08 said

    Subhanallah

    Kesadaran adalah ruh, ruh adalah fitrah. Allah menitipkan ruh kepada setiap diri sebagai hujjah internal (selain para Nabi & aulia sebagai hujjah external). Ruh menghadirkan kesadaran melalui fitrah2. Jiwa memiliki pengawal dan “guru” yang suci yaitu ruh. Kepatuhan jiwa kepada ruh akan membawa jiwa kepada kesadaran akan fitrah, kesadaran akan fitrah membawa pada penyingkapan2 berikutnya.
    Penyingkapan fitrah akan menumbuhkan kesadaran. Pertumbuhan manusia adalah pertumbuhan kesadaran (jiwa) yang selaras dengan fitrah (ruh). Mereka yang beruntung adslah mereka yang diberi anugerah kesadaran pada segala situasi. mereka yang merugi adalah mereka yang membunuh kesadaran. Kesadaran adalah cahaya, segala menjadi jelas ketika ada cahaya (kesadaran).
    Penuhilah hak jiwa….
    Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

    Wassalam

  28. Herman said

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Isra’: 85)

    Apa arti “sedikit” dari wejangan yang pernah saya baca “sedikit” disini adalah “sedikit” orang yang mau mempelajarinya. Ilmu apakah itu, itulah ilmu “Tasawuf (Makrifat)”, dan memang tergambar saat ini yang mana banyak orang2 yang tidak mengetahui akan ilmu ini bahkan ada yang mengkafirkan akan ilmu ini. Bahkan melarang anak2nya takut jika gila karenanya, padahal lebih baik gila karena Allah daripada gila karena dunia, serta ilmu inilah yang menyempurnakan ilmu yang lainnya.

    Bahkan para ulama sufi berujar “Tidak diterima amal dari bumi sampai langit ketujuh jika tidak dilandasi akan makrifat”

    Dan untuk Guruku(Bpk. PJ) jadikanlah kami disini termasuk kedalam orang2 yang sedikit itu.

    Kebenaran hanyalah milik Allah, dan jika ada kekhilafan semata2 karena aku manusia yang dhoif adanya.

    Wassalam.

    • @Herman

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb


      Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Isra’: 85)

      Apa arti “sedikit” dari wejangan yang pernah saya baca “sedikit” disini adalah “sedikit” orang yang mau mempelajarinya.

      Di dalam Ayat tsb, adalah suatu pengungkapan oleh Allah kepada Hamba2-Nya, bahwasanya Ruh itu adalah urusan-Nya dan tidak lah mereka itu yang kuberi pengetahuan tentang Ruh itu melainkan sedikit sekali. Artinya hanya sedikit sekali di antara Hamba2-Nya yang di berikan Anugrah tentang Hakikat Ruh tsb.

      Dan benarlah apa yang telah Herman katakan, bahwa “sedikit” disini adalah “sedikit” yang mau mempelajarinya atau yang di tanamkan ke Qolbunya hidayah Allah untuk mempelajarinya.

      Dan semoga kita semua yang ada di Pondok PJ ini termasuk orang2 yang sedikit itu.

      Ya… Robb’ Engkau sebaik2 saksi bagi kami dan sebaik2 yang mengetahui ttng diri kami. Karenanya Ya… Robb’, kami pasrahkan seluruh hidup ini, jiwa raga ini dan sisa umur ini di dalam kesadaran bahwa sesungguhnya “LAA ILLAAHA ILLALLAH……..MUHAMMADARROSUULULLAH”

      Masukkan kami beserta Rosul-Mu yang cinta Kasih kepada Umat2nya dan beserta para Kekasih2Mu yang cinta kepada Rosul-Mu dan bersama menuju Ridho-Mu Yaa… Rob’

      Tidak ada sebaik2 pengabul do’a melainkan hanya Engkaulah Ya….Zal Jalaali wal Ikroom.
      Aaaamiiiin……Aaaaamiiiin…..Aaaaamiiiiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

      Fadien

      Wa’alaikum salam wr,wb

      Alhamdulillah…….
      Senang… Anda masih berkunjung ke Pondok ini Saudaraku, dan semoga kunjungan Anda ini dan seterusnya bisa memper erat hubungan Silaturrahmi diantara kita.

      Saudaraku….adapun mengenai apa yang anda pertanyakan adalah :


      1. Kesadaran akan RUH adalah ”hal” /kondisi di hati bukan diakal/pemahaman, apakah memang seperti itu?
      2. Apakah tolok ukur kesadaran tersebut?
      3. Diatas disebutkan Nurun Ala Nurin yaitu Muhammad SAW. yang menjadi pertanyaan saya, apa beda dan kedudukannya antara Nurun Ala Nurin dengan Nur Muhammad dengan Nurullah.
      4.Dinamakan apakah sesuatu yang keluar dari Ruhul ‘Idhofi, yang membuat rasa hati ini tenang, damai, dan merasa nikmat yang luar biasa.

      Semoga apa yang akan saya uraikan ini bisa menjadikan bahan renungan bagi kita semuanya, dan jikalau ada perbedaan…., tetapi menurut saya tidak jadi masalah selama tetap satu tujuan. Karena memang jalan untuk menuju kepada Allah Swt itu tidak hanya ada satu jalan, dan itu membuktikan akan ke Maha Luasan Ilmu Allah Ta’ala.

      1. Kesadaran akan Ruh adalah sesuatu yang bisa di tangkap sinyalnya hanya oleh Qolb’, karena Qolb’ itu bersifat Luas dan tidak terbatas dan menerima Input dari segala sesuatu yang bersifat Absolut/Gaib yang mana akal tidak sanggup untuk menampungnya. Walaupun Qolb’ itu sebagai alat untuk menangkap sinyal kegaiban sehingga menumbuhkan kesadaran bukan berarti kesadaran itu bertempat di Qolb’, melainkan hanya sebatas penangkap sinyal saja. Sedangkan letak/duduknya kesadaran itu ada pada “Nurullah atau disebut juga dengan Nur Muhammad atau juga disebut Nurun Ala Nurin” yang bermaqom pada “Maqom La Maqom” (Maqom yang tiada bermaqom).

      2. Sedangkan Tolak Ukur dari pada Kesadaran itu adalah “Akal dan Iman”. Dua Kutub yang ada pada Nafs’, yang apabila dua kutub itu di dalam keseimbangan akan menghasilkan “Keyakinan”

      3. Pada Hakikatnya tidak ada perbedaan antara Nurullah dengan Nur Muhammad dan Nurun Ala Nurin, akan tetapi pada perjalanan Maqom tentu ada perbedaan, akan tetapi itu bukanlah suatu hal yang menjadi pertentangan karena pada dasarnya/hakikatnya tidak berbeda.
      Adapun Nurullah adalah Nurnya Allah sebelum ada apa2 segala sesuatu yang ada pada saat itu hanya lah Zat Maha Mutlak (Allah Swt), Kemudian dari diri Zat Maha Mutlak (Allah Swt) itu terbitlah Nur dari Diri-Nya sendiri. Sedangkan Nur yang terbit itu di sebut dengan “Nurullah” (Nurnya Allah)kemudian lagi Nurullah itu menjadi nyata dengan Anugrah Diri Zat Maha Mutlak maka kenyataan Nur itulah yang disebut dengan “Nur Muhammad”, di sebut dengan Nur Muhammad karena Nur itu nantinya akan Tajalli menjadi Muhammad Saw. Ketika Nur Muhammad itu tajalli menjadi seorang Insan yang lalu di beri nama Muhammad maka Nur Muhammad itu tidak lagi disebut Nur Muhammad melainkan disebut dengan Nama “Muhammad Rosulullah Saw” dan perpaduan antara Nur Muhammad dengan kezahiran Insannya maka itulah yang disebut dengan “Nurun Ala Nurin”, yang artinya Nur diatas Nur. Karena Beliau “Muhammad Rosulullah Saw” ada lah terbit dari pada Nur yang bertingkat2.

      4. Sesuatu yang keluar dari Ruhul ‘Idhofi, yang membuat rasa hati ini tenang, damai, dan merasa nikmat yang luar biasa di sbut dengan Ruhul Quddus/Ruh Al Quds/Guru Sejati/Mursyid Murobbi/Dewa Ruci (dalam pewayangan). Apapun Namanya pada Hakikatnya ya…. itu jua.

      Demikian penyampaian dari saya Insan yang fakir sang Pengembara Jiwa yang tiada daya dan tiada upaya lagi bodoh. Hanya kepada Allah lah kembali segala pengetahuan Ilmu dan segala Puji.

      Wallahu A’lam Bishowab

      Salam

      hembusankesturi

      Selamat Datang Saudaraku……… di Pondok PJ ini, semoga dengan pencerahan2 dari saudara kita yang lain akan menumbuhkan pemahaman Ilmu dan Kesadaran kita tentang ke Maha Besaran Allah Swt.

      Musafir G…..

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Sungguh pencerahan yang sangat bagus sekali dari apa2 yang anda sampaikan ini wahai Saudaraku…. Dan terimaksih sudah menambahkan dan menyempurnakannya.

      Kebaikan Allah Swt, senantiasa menyertai kita semua….. Salam Rindu dan kangen dari mereka2 sang pecinta Tuhan untuk kita semua.

  29. fadien said

    Assalamu’alaikum. wr.wb.

    Bismillah, walahaula walaquwwata illibillah.

    mohon pencerahan dari syeh PJ.:
    1. Kesadaran akan RUH adalah ”hal” /kondisi di hati bukan diakal/pemahaman, apakah memang seperti itu?
    2. Apakah tolok ukur kesadaran tersebut?
    3. Diatas disebutkan Nurun Ala Nurin yaitu Muhammad SAW. yang menjadi pertanyaan saya, apa beda dan kedudukannya antara Nurun Ala Nurin dengan Nur Muhammad dengan Nurullah.
    4.Dinamakan apakah sesuatu yang keluar dari Ruhul ‘Idhofi, yang membuat rasa hati ini tenang, damai, dan merasa nikmat yang luar biasa.

    mohon pencerahannya.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb
    Fadien.tayu@yahoo.co.id

  30. susah susah.. mujahadah itu susah sekali. betullah apa yang dikatakan baginda Rasulullah tentang perang paling basar itu..

  31. Ass.
    Mati sakjroning urip supoyo biso urip sakjroning pati.
    khuburlah kehendakmu melebur (pasrah)dengan Qoda’ dan Qodar didalam pengapdianmu pada Allah Ta’ala.Supaya ruhaniah (ruh) dalam jasadmu hidup.setelah hidup berilah iya makan (dgn Zdikirullah)dan peliharah ia,agar berkembang dalam pengembaraanya supaya sampai ketujuan dengan ridhoNya.
    Semoga niatan yang baik dan keiklasan yang terpancar dari hati,menjadikan matahati yang tembuspanngang.terbang ke haribaanNya.bermusahadah,bermujalasah,bersimpuh dipermadani singgasanaNya.Amin Amin yarobbal’alamin

  32. Heri said

    Salam kenal semuanya. Wah asik juga ngikutin tulisan2 di pöndok PJ ini.

  33. @Heri

    Saya Pengembara Jiwa mengucapkan salam kenal untuk anda dan selamat datang di Pondok PJ ini, semoga Allah menuntun kita semuanya kepada Nur-Nya

  34. Assalamu ‘alaikum… Saya sangat kagum baik kepada anda(PJ) dan semua yang hadir di pondok ini. Gerakan jari-jari anda semua sangat mengagumkan dalam mengurai rahasia kehidupan ini dan kebesaran Allah SWT. Tapi saya merasa miris dan sedih karena kita semua sangat menyibukkan diri dengan urusan akherat,sehingga kewajiban kita didunia ini terabaikan. Salah satu contoh yaitu kita lebih suka membenamkan diri dalam pencarian dari pada kita berjuang dan berbuat dengan nyata pada kehidupan ini. Sadarkah kita semua bahwa dengan kita hanya memikirkan akherat secara tidak sengaja kita sudah kufur nikmat kepada Allah SWT. Karena Allah menciptakan dunia ini tidak lah sia-sia sedangkan kita yang tidak memperdulikan dunia ini berarti sudah berlaku sombong karena merasa lebih tahu akan ciptaanNYA. Salam kenal dari pustakapemikirandansastra.blogspot.com. Wassalam.

    • @Enang.Tangerang

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb

      Al-hamdulillah……., terimaksih sekali atas kritikannya saudaraku Enang.Tangerang, benar lah apa yang Anda Katakan bahwa :


      “Sadarkah kita semua bahwa dengan kita hanya memikirkan akherat secara tidak sengaja kita sudah kufur nikmat kepada Allah SWT. Karena Allah menciptakan dunia ini tidak lah sia-sia sedangkan kita yang tidak memperdulikan dunia ini berarti sudah berlaku sombong karena merasa lebih tahu akan ciptaanNYA”.

      Saudaraku…….
      Jika seseorang itu yang ada di fikirannya hanyalah Ahkirat semata lalu kemudian melaksanakan Amal dan Ibadah dengan sebanyak2nya yang bertujuan untuk kebahagiaan di negeri Akhirat, tetapi dengan apa2 yang dilakukannya itu ia tidak menghiraukan kehidupan dunia beserta kenikmatan2 di dalam dunia itu maka mereka tanpa di sadari telah meninggalkan sebagian dari pada Karunia Allah yaitu Dunia dan segala isinya. Bukankah Allah menciptakan Dunia dan segala isinya itu untuk Manusia dan agar manusia itu dapat mendapatkan manfa’at dari apa2 yang mereka lakukan?

      Tetapi perlulah untuk di ketahui olehmu saudaraku……, bahwa mereka2 yang mengutamakan kehidupan Akhiratnya lalu meninggalkan kenikmatan Dunianya, maka hal tsb tidak berlaku pada diri2 Arifbillah yang telah tumbuh kesadaran di jiwanya.

      Mereka para Arifbillah yang telah lebur di dalam kesadaran diri dengan sepenuh kesadaran, mereka itu senantiasa memandang apapun yang ada itu semua adalah Anugrah dan kenikmatan Allah Ta’ala baik yang ada pada dirinya maupun yang di luar dirinya. Bagaimana mungkin bagi mereka itu dengan segampangnya memandang sebelah mata tentang kenikmatan hidup di dunia. Bahkan bagi mereka itu kenikmatan2 di alam dunia ini adalah sebagai jembatan untuk menuju kepada Ridho Allah Ta’ala. Karenanya mereka senantiasa bersyukur dengan apapun yang datang kepada dirinya berupa kenikmatan dunia walau sekecil apapun dan walau berbentuk apapun. Apakah itu berupa kesehatan maupun kesakitan, apakah itu berupa kebahagiaan maupun kesengsaraan dll. Tentu tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang pandai bersyuur melebihi rasa syukurnya para Arifbillah yang telah tertanam kesadaran di dirinya kepada Tuhannya. Mereka itu ialah para Nabi2 dan Rosul, para sahabat2 setia Rosul dan para Awliya2 Allah, mereka itu adalah kekasih2 Allah Swt.

      Siapakah yang lebih menyombongkan akan dirinya sendiri selain mereka2 yang senantiasa menghujat para kekasih2 Allah, sementara ia sendiri tidak mengetahui rahasia yang ada di dalam dada para Kekasih2 Allah tsb?

      Jika kita mau untuk menyadarinya….. maka ketahuilah bahwa mereka para Arifbillah yang telah di Anugrahkan kepadanya berupa Kesadaran yang menyeluruh, bagi mereka Perjuangan itu adalah suatu keharusan yang Mutlak dan tidak bisa tidak!, mereka sebagai pecinta Allah maka mereka adalah pejuang2 Allah yang siap berkorban baik jiwa maupun raga untuk memerdekakan saudara2nya untuk mendapatkan kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Dan perlu diketahui…., bahwa mereka berjuang dan siap mengorbankan dirinya baik jiwa dan raga sesungguhnya mereka itu tidak mengharapkan apa2 baik dari apa yang ada pada sisi manusia maupun apa2 yang menjadi tujuan para Hamba Allah yang Sholeh yaitu surga dan pahala. Tetapi mereka itu berjuang dan siap mengorbankan diri hanya semata2 karena dilandasi cintanya kepada Tuhannya. Dan dengan dilandasi cinta itulah maka mereka berjuang di dalam kehidupan dunia ini juga dengan Kasih dan Sayang kepada siapa saja baik kepada kawan maupun kepada lawan. Bukankah itu adalah sifat2 yang dicontohkan Nabi Saw kepada kita?

      Lalu demikian……, pantaskah kita yang tidak mengetahui akan rahasia2 itu yang ada pada diri mereka lalu dengan seenaknya mengatakan mereka adalah orang2 yang kufur Nikmat?
      Dan pantaskah kita mengatakan mereka itu adalah orang yang sombong?
      DAn pantaskah kita mengatakan bahwa mereka itu adalah orang yang angkuh karena di dalam hati kita berkata : “Ah!, dia itu pembualan dan besar omongnya aja….” (Pantaskah kita berkata demikan kepada mereka walau itu mungkin hanya terbesit di hati?)

      Janganlah kita mengatakan sesuatu yang kita sendiri belumlah mengetahuinya……, karena apa yang kita katakan itu di dengar oleh Allah Swt. Lalau jika sudah demikian Allah mengatakan kepada mereka2 yang memusuhi para kekasih2 Allah yang di cantumkan pada sebuah Hadits Qudsi : “Jika engkau memusuhi para Kekasih2KU, maka ketahuilah… AKU (Allah) nyatakan perang denganmu”.

      Semoga kita semua termasuk orang2 yang dipelihara oleh Allah untuk tidak berprasangka yang tidak baik kepada siapa saja, karena bisa jadi mereka yang kita sangka tidak baik itu adalah kekasih Allah.

      O…Ya…. Terimakasih atas kunjungannya saudaraku Enang.Tangerang ke Pondok PJ ini, semoga ada hikmah yang bisa dipetik di dalam Pondok ini. DAn salam kenal kembali dari Pengembara Jiwa

      Wassalam

      @Heri

      Terimaksih telah mengingatkan ttng apa2 yang telah telah tertulis di Postingan ini. Dan Hari2mu senantiasa dalam Berkah dan Rahmat Allah.

      @Hina Kelana414

      Sebagaimana yang pernah di sampaikan oleh Syech Abu Muhammad Abdul Qodir Al-Jailani, “Dunia boleh engkau kantongi sebanyak2nya dan harta kekayaan boleh lah engkau raup sebanyak2nya, tetapi ingatlah jangan sampai itu semua masuk kedalam Hatimu. Jika semua itu sampai masuk kedalam Hatimu, maka Hatimu pasti akan sakit”.

      @sufigokil…kill…dekil

      :smile: :smile: :smile:

      @Ara


      sejauh mana pertimbangan ‘kesadaran awal’ terhadap apa-apa yang telah terjadi?

      Sadarilah bahwa apa2 yang telah terjadi atau yang sudah terjadi, itu semua adalah Qudrat Iradat Allah di dalam Taqdir-Nya. Maka hendaknya bersabar dan bersyukur lah kepada-Nya, karena tidak ada sesuatu apapun yang terjadi pada diri Hamba itu semua ada lah yang terbaik yang di Anugrahkan Allah kepadanya dari segi Pandangan Allah Ta’ala walau menurut pandangan kita itu adalah sakit dan menyengsarakan.


      bagaimana pula pertanggungjawaban ‘kesadaran akhir’ terhadap apa-apa yang nantinya akan terjadi?

      Bertawakkal lah kepada Allah terhadap apa2 yang belum terjadi dan belum sampai kepadamu Taqdir Allah, Dan sadarilah serta yakinilah bahwa sekali2 Allah tidak akan pernah untuk mengecewakan Hamba2nya dan Allah senantiasa menepati janji-Nya apabila IA berjanji. Dan tetaplah Optimis dalam memandang hari esok dengan kesadaran dan keyakinan yang telah di paparkan tadi

      Semoga berkenan…..

      @Sufi Muda

      Terimakasih Saudaraku telah menambahkan pemahaman yang sangat mencerahkan ini….., dan semoga titik terang akan Kebenaran Allah tertanam pada diri kita semuanya. Aaaamiiiin…… Ya… Robbal ‘Aaalmiin

      @Aryf

      :smile: :smile: :smile:

      @Kaki Langit

      Benar sekali…, Anda Saudaraku…. dalam beberapa Hari ini saya sangat sibuk sekali. Maklum…… lagi mencari tempat “berteduh” untuk keluarga (rumah kontrakkan) :smile:

      @Quantumillahi

      Salam Kenal kembali Saudaraku…. Dan silahkan bergabung, Pondok PJ ini terbuka untuk siapa saja.

      @Truthseeker08

      Terimakasih….. Saudaraku.

      @Hina Kelana414

      Kunci kesuksesan Dunia dan Akhirat adalah : Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho.
      Semoga kita semua di kuatkan Allah dan di mudahkan dalam menjalani ke empat Sifat tsb.

  35. Heri said

    @ Enang tangerang
    Salam kenal. Pak PJ pernah berkata : Kesadaran pada diri adalah suatu hal yang sangat. . . Sangat. . . Sangat. . . penting sekali, karena itu menjadi dasar bagi seseorang untuk bisa merubah hidup menjadi lebih baik dan terlebih baik lagi. . . baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Nah disana dikatakan, tidak hanya urusan akhirat saja yang akan terurus dengan lebih baik, urusan dunia juga, kalau kita sadar akan DIRI.

  36. Heri said

    @ Enang tangerang
    Salam kenal. Pak PJ pernah berkata : Kesadaran pada diri adalah suatu hal yang sangat. 3x penting sekali, karena itu menjadi dasar bagi seseorang untuk bisa merubah hidup menjadi lebih baik dan terlebih baik lagi. . . baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Nah disana dikatakan, tidak hanya urusan akhirat saja yang akan terurus dengan lebih baik, urusan dunia juga, kalau kita sadar akan DIRI.

  37. @Enang tangerang

    Dengan kesadaran yang dimaksudkan mas PJ, bukan berati kita harus mengabaikan dunia, kita jadikan dunia ada ditangan kita tapi tidak dihati kita, kita akan sangat berbahagia dengan kesadaran tersebut sebagai insan yang menjadi wakil-Nya sebagai khalifah dimuka bumi, kita telah diberikan fasilitas yang sangat banyak oleh Allah Ta’ala, kita harus menggunakan dunia akherat kita hanya untuk memuja-Nya….

    Salam kenal buat mas Enang, saya Insya Allah akan mampir diblog anda…
    Wassalam…

  38. @hina kelana
    salam kenal,semoga hidayah allah selalu di limpahkan kepada kita hambanya. Senang saya bisa melihat pendapat anda yang begitu mengharukan,karena di tengah krisis pengetahuan dan pemahaman seperti sekarang ini masih ada seorang muslim yang pandai seperti anda. Saya di sini tidak hadir untuk memecah persaudaraan tapi saya ingin menyatukan semua dalam satu barisan. Jangan sampai kita yang saat ini menanti ke benaran (imam mahdi ra) malah terperosok pada kebohongan (dajjal) yang terlebih lagi kita menjadi penyelamat dajjal dan membantai imam mahdi ra. Naudzubillahi min dzalik. Saya menanti kunjungan anda, tapi saya mohon maaf apabila masih banyak kekurangan. Wassalam.

  39. @hina kelana 414
    salam kenal,semoga hidayah allah selalu di limpahkan kepada kita hambanya. Senang saya bisa melihat pendapat anda yang begitu mengharukan,karena di tengah krisis pengetahuan dan pemahaman seperti sekarang ini masih ada seorang muslim yang pandai seperti anda. Saya di sini tidak hadir untuk memecah persaudaraan tapi saya ingin menyatukan semua dalam satu barisan. Jangan sampai kita yang saat ini menanti ke benaran (imam mahdi ra) malah terperosok pada kebohongan (dajjal) yang terlebih lagi kita menjadi penyelamat dajjal dan membantai imam mahdi ra. Naudzubillahi min dzalik. Saya menanti kunjungan anda, tapi saya mohon maaf apabila masih banyak kekurangan di dajam nya. Wassalam.

  40. Kesadaran akan diri akan membuat diri menjadi semakin dekat dengan-Nya..
    Semakin dekat dengan-Nya akan membuat diri menjadi bahagia dan selalu tersenyum walau kadang ada duka yang singgah dihati…
    Yang paling penting dijaga adalah suasana hati, bagaimana caranya agar hati selalu merindu dan mahabbah kepada Dia, selalu dalam getar2 zikir pada Allah…Illahi Robbi,…
    Semoga kita semua umat manusia dibukakan kesadaran akan dirinya dan Allah Ta’ala, sebagai hamba dan tuhannya…Amiien

  41. ara said

    Saudara PJ, kira-kira sejauh mana pertimbangan ‘kesadaran awal’ terhadap apa-apa yang telah terjadi?
    dan bagaimana pula pertanggungjawaban ‘kesadaran akhir’ terhadap apa-apa yang nantinya akan terjadi?

    *mohon maaf, jika kami bertanya seperti ini. semoga tetap berkenan menjawabnya tanpa merasa diuji*

  42. Jikalau hidup dari awal sampai akhir, kita selalu dalam kesadaran hakiki sebagai insan-Nya..dimuka bumi ini, alangkah indah dan bahagianya menjadi diri sendiri…yang sadar sesadarnya akan betapa hina dan zalim diri ini yang tak pernah bisa lepas dari dosa, hawa nafsu, tabiat buruk, prasangka buruk, jerat setan…hanya niat dan tekad yang kuat dan tulus karena mengharap ridha Allah yang dapat membebaskan diri dari simpul2 dosa…
    Sesungguhnya bila diri mampu mengatasi simpul2 dosa, dan kembali bersimpuh pada-Nya semata, mengharap akan magfirah dan rahmat taufik hidayah-Nya…Insya Allah…Dia Yang Maha Agung akan menganugerahkan bagi diri yang kotor kesucian dan cahaya hati, kesucian qalbu, keberkahan hidup, memiliki kesadaran jiwa yang terang benderang dalam naungan Magfirah-Nya…Bismillah..

  43. SufiMuda said

    hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia adalah menghambakan diri kepada Allah, itulah sebabnya kepada sekalian Muslim dianjurkan untuk menyembah kepada-Nya 5 kali sehari agar tetap sadar siapa diri kita sebenarnya.
    Dalam pandangan Sufi, mengingatnya bukan 5 kali namun setiap detik selama 24 jam se umur hidup, sedetik luput dari mengingat-Nya adalah dosa.
    Semoga Tuhan memberikan kita hidayah-Nya dan bisa menjadi hamba-Nya, amien

  44. Saudaraku Pj dan anda semua yang hadir di dalam blog ini. Begitu indah memang hidup ini apabila kesadaran akan diri sudah bersemai dalam diri yang kerap lalai ini. Tapi ada yang membuat saya bingung, mengapa umat sekarang terpecah belah dan terlebih parahnya fanatisme yang melekat dalam setiap serpihan pecahan itu saling melukai. Adakah kesadaran kita akan hal itu?…, atau kita tidak memperdulikan dan tidak menghiraukan perpecahan itu karena kita sibuk dengan kedalaman hikmah dan derajat maqom yang terucap dari pujian orang-orang di sekitar. Lalu apa arti adanya ukhuwah? Kemudian bagaimana esensi islam sebagai rahmat untuk seluruh alam. Mohon maaf jikalau saya kurang sopan, karena saya merasa ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama yang sejalan dengan yang anda semua lakukan saat ini. Terima kasih, wassalam.

  45. aryf said

    saudara sekalian, berikan waktu pada saudara PJ utk menjawab, jika dia berkenan. kalaupun dia tdk berkeinginan utk menjawab apa-apa aj yg menjadi pertimbangannya sejak awal, maka tidak ada seorang pun yg bisa memaksa utk memintanya mempertanggungjawabkan apa-apa yg nantinya akan terjadi.

    berpulang pada yang bersangkutan.

    *kok aku jd terjebak gini*

  46. Nyantai aja, Insya Allah semua pertanyaan pasti dijawab oleh abah PJ yang terhormat, kalau blom dijawab berati abah sedang banyak kesibukan sehingga ga sempat….sabar yaaaa…kita harus membaca semau tulisan dan jawaban abah dengan hati dan akal yang jernih…

  47. quantumillahi said

    Salam kenal dan mhn ijin bergabung
    semuanya jika diniatkan karena Illahi anta maksudi waridloka matlubi. Allah SWT akan bersatu dengan kita.

  48. Para sufi adalah pejuang2/mujahid sejati yang tidak pernah kenal kata menyerah dalam memerangi kegelapan hawa nafsu, tabiat buruk dan jerat2 setan nan laknat, memang pada awalnya terlihat sebagai orang yang mementingkan perasaan diri sendiri, bagaimana caranya agar diri dapat merasakan terus menerus kehadiran Allah Ta’ala dihati nuraninya, itu tidak gampang perlu kesungguhan hati dan niat yang kuat dan tulus karena mengharap Ridho-Nya…Namun setelah tercerahkan maka ia pun ingin agar orang lain turut merasakan kebahagian yang dialaminya itu.., selalu penuh cinta kepada umat Islam dan mahkluk2-Nya, Ia selalu peduli untuk menyatukan hati umat Islam…yang merupakan Rahmatan fil Alamin.
    Mereka arifbillah2 selalu menjadi Al-quran yang berjalan, ingin selalu berbagi rasa cinta…
    Namun Rasulullah SAW pun telah memperhitungkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan…masing2 golongan merasa golongan yang terbaik dan sangat fanatik…, padahal diantara 73 gol itu hanya 1 yang selamat…yaitu Ahli Sunnah Wal Jamaah…

    Wassalam

  49. truthseeker08 said

    Tuntunan dan panduan dalam Islam telah lengkap dalam mengarungi hidup yang sekompleks apapun. Tentunya panduan tsb disediakan untuk menuju keselamatan dunia dan akhirat. Tidak semua dari kita mengenal dan mampu menjalankan panduan tsb. Cobaan dan musibah yang dialami oleh umat Islam adalah bagian dari panggilan Allah agar kita kembali kepada panduan2 tsb. Bagaimana kita besikap ketika diperlakukan tidak adil pun sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
    Mendalami tasawuf berarti belajar mengenali diri, yang mengenali dirinya akan mengenal Tuhannya, yang mengenal Tuhannya akan mengenal panduan2 yang diatur oleh-Nya, yang mengenali panduan2 & aturan2-Nya harus a’at pada panduan2 tsb, yang ta’at pada panduan2 tsb akan selamat.
    Hawa nafsu dan Iblis pun memiliki panduan mereka sendiri untuk membawa kita dalam jurang kehinaan.

    Ilmu Allah begitu luas dibutuhkan manusia sekaliber Rasulullah SAW untuk mengejewantahkannya dalam satu wadah yang satu (Islam). Ketika beliau wafat maka ilmu yang begitu berlimpah tak tertampungkan oleh segelintir golongan.

    Kebenaran datangnya dari Allah..
    kesalahan datangnya dari diri kita sendiri..

    Subhanallah…
    Wa Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim..

    Wassalam

  50. Hari ini saya mendapat pengalaman berharga bahwa solat jangan pernah ditunda2, Saya ada kerjaan, pas berangkat terdengar bunyi Adzan Zuhur, biasanya saya tak pernah meninggalkan solat zuhur berjamaah dimesjid, tapi saya mengabaikan bisikan hati agar solat dulu baru pergi, saya pikir nanti aja solatnya…Eh ga lama saya berangkat saya naik motor, saya kecelakaan terjatuh dan badan saya udah masuk kolong truk tanah, Alhamdulillah Dia yang Maha Pelindung masih melindungi saya (Kepala saya berjarak sejengkal lagi dari ban truk…)..berdarah2 siih Subhanallah….Kalau saya mati disaat itu mungkin saya akan mendapat siksa karena belum solat…..
    Hari ini saya mendapat hikmah-Nya….

    “Jangan pernah hiraukan bisikan hati nurani, karena hati nurani adalah suara Tuhan…”

    “Jangan pernah meninggalkan solat berjamaah sesibuk apapun….”

    “Kita tak pernah tau dalam kondisi apa saat sang malaikat maut akan menjemput…”

  51. Imam al-Ghazaly berkata: “Barangsiapa berilmu dan beramal serta mengajarkan ilmunya, maka ia termasuk orang yang mendapat predikat orang mulla di kerajaan langit. Ia telah berma’rifat kepada Allah. Ia adalah ibarat matahari yang menyinari dirinya sendiri, atau laksana minyak misik yang harum yang menyebarkan keharuman disekitarnya, sedangkan ia sendiri berada dalam keharuman”.

  52. inawai said

    Ya Allah,Yang Maha Indah…
    Ya Allah, Yang Maha Kasih Sayang ..
    Keindahan & Kasih SayangMU, kembali Engkau torehkan lewat lisan dan pena hambaMU pada tulisan yang sangat indah dan menyejukkan ini .Segala Puji hanya milikMU, shalawat dan salam kami haturkan padamu ya Rasulullah, tuntun aku …
    Salam rindu untuk guruku tercinta semoga keberkahan terlimpah selalu.

    • @inawai

      Bismillahirrohmaanirrohiim………………………..
      Alhamdulillahi Wa Syukurillahi Wa Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim……………

      Salam Rindu juga untukmu wahai Inawai yang senantiasa di Rahmati dan di dalam Naungan Kasih Sayang Allah Swt, sehingga dengan Berkah Allah maka Anugrah Allah senantiasa terlimpahkan untukmu yaitu berupa kesadaran akan diri, dan semoga senantiasa tetap di dalam ke Istiqomahan. Aaaamiiiin.

      Insya Allah……, semoga Allah berkenan dan menghendaki kita untuk dapat bertemu lagi di dalam kesempatan yang terlebih baik dan penuh berkah…. Aaamiiin……..

      Salam untuk diri Anda, keluarga Anda dan juga Sahabat Anda Bapak Ian sekeluarga.

      dari ku

      “Pengembara Jiwa”

  53. Indahnya kehidupan; bilamana berada dalam rang sajaratul makrifat,awang-uwung yang jengjem jinem, bumi terasa kecil, mata kita serasa berganti dengan teleskop raksasa dan super canggih.

    segala warna yang berbeda menjadi tiada warna
    beragamnya wujud menjadi hakekat yang sama
    segala yang terbatas menjadi tiada batas
    segala yang bau menjadi tak berbau
    segala nama menjadi satu wahana tanpa nama
    tidak di mana-mana tetapi ada di mana-mana
    yang ada dalam ketiadaan
    batasannya hanyalah yang tak terbatas

    banyak orang sibuk mencari dan mengobrak-abrik hingga langit ke 7
    sementara yang lain menemukannya lebih dekat dari urat lehernya

    yang lain bicara lantang mengaku paling mengenal-Nya
    sementara belum memahami siapa sejati pribadinya

    apa jadinya bila kita menilai dan orang lain, sementara dengan diri sendiri saja belum kenal ?

    salam sejati
    rahayu
    terimakasih atas semua ulasannya di blog sy, ditunggu komentar panjenengan yg mencerahkan.
    saya rajin baca-baca di sini namun baru kali ini sy beranikan diri berkomentar

    yang masih belajar

    sabdalangit’s web

    • @Sabdalangit

      Tatkala segala pertanyaan dapat terjawabkan………….
      Tatkala segala keraguan terganti dengan Ketenangan……..
      Tatkala segala Rahasia Kehidupan telah di paparkan…….
      Maka Keindahan dan Kelembutan Diri Zat Maha Mutlak pun telah terungkap di dalam Ma’rifat

      Mukmin Sejati itu ialah……………….
      ketika dimengertinya akan siapa yang memuji dan siapakah yang dipuji
      ketika dimengertinya akan siapa yang menyembah dan siapakah yag disembah
      ketika dimengertinya akan siapa yang mengenal dan siapakah yang di kenal
      ketika dimengertinya akan siapa yang memandang dan siapakah yang dipandang

      Jika Kesadaran telah tertanam di dalam Jiwa dengan Kesadaran yang sebenar2nya, maka akan di dapatlah segala jawaban
      semuanya kembali kepada Sang Pemilik Rahasia yang Maha Lembut lagi Maha Bijaksana. Ada tetapi tiada, tiada tetapi ada.
      Perbedaan hanyalah tampak pada kezahiran sedangkan Hakikatnya tiada “Berbilang”
      Yang Satu ada pada yang Banyak…………
      Yang Banyak ada pada yang Satu…………
      Tidak di mana-mana dan tidak kemana-mana tetapi selalu serta dimana kita berada dan meliputi di setiap keadaan
      Yang Awal tiada berpermulaan….
      Yang Akhir tiada berkesudahan………
      Berpusat tetapi tiada bertepi.
      Tersimpan segala Rahasia di dalam “Maqom Laa Maqom” dan “Laa Hurufin wa Laa Sautin”

      Adapun kenyataan wujud yang ada di alam ini, telah dinyatakan sebagai Saksi dan bukti adanya “DIA”
      Dan juga Bahkan pada diri Manusia terdapat Saksi Hidupnya Tuhan dan Bukti Nyata adanya Tuhan
      Lalu mengapa mereka tiada memperdulikan…..????

      Membatasi Tuhan pada tataran Langit ke 7 dengan Akal, ia menyimpulkan itu
      Sedangkan Akal tiada mampu untuk menjangkau ke Gaiban Allah menjadi Nyata
      Hanya Kesadaranlah yang bermuara pada Qolbun Salim yang dapat mebuka tirai…
      Tentang Kegaiban Tuhan menjadi Nyata
      Menjadikan apa yang terbatas menjadii tak terbatas
      Lebih Nyata setelah menyaksikan karena Saksi dan Bukti telah di temukan
      Sehingga Hilanglah segala yang beragam
      Tiada yang ada Hanya Robb’ yang Sangat Maha Esa, Yang Sangat Maha Hadir, Yang Sangat Maha Lembut di dalam Kasih dan Sayang
      Tersimpulkan Syuhudul Wahdah fil Katsroh, Syuhudul Katsroh fil Wahdah kepada “SYUHUDUL WAHDAH FIL WAHDAH”

      Jika Kebenaran Sejati telah terungkap, maka lenyaplah segala Prasangka “ini” dan “itu” dan hilanglah segala pertanyaan “kenapa” dan “mengapa”
      Dan hilanglah pula segala yang beragam wujud menjadi Hakikat yang Satu tiada “berbilang”

      Tiada yang memuji dan tiada yang dipuji selain “……………….”
      Tiada yang mengenal dan tiada yang di kenal selain “……………….”
      Tiada yang menyembah dan tiada yang disembah selain “……………..”
      Tiada yang memandang dan tiada yang dipandang selain “…………..”
      Tiada yang mengingat dan tiada yang diingat selain “…………..”

      Itulah Mukmin yang Sejati….. yaitu Mukmin yang tidak mempersekutukan Tuhannya
      Itulah Mukmin yang Sejati….. yaitu Mukmin yang tidak menduakan Tuhannya

      Jika ingin mengetahui maka Kenalilah diri terlebih dahulu yaitu diri sebenar2nya diri…..
      Jangan selalu menilai orang lain begini dan begitu sedangkan pada diri sendiri saja belum lah dikenali!

      Salam Damai dan Bahagia untukmu Saudara Sejatiku “Sabda Langit”
      Berkah untukmu dan kita semua

      Terimakasih telah mampir dan berkunjung, sungguh Ulasan Anda sangat berharga dan bermakna dan sangat mencerahkan.
      Saya sering berkunjung ke Blog Anda belajar memahami Hakikat Kehidupan, dan Ma’afkan jika Komentar saya ada yang tidak berkenan karena saya masih lah di dalam perjalanan dan pencarian

      “Diri yang masih berjalan dan dalam pencarian”
      Pengembara Jiwa

  54. Ngabehi said

    Assalamualaikum pak PJ,
    Numpang berteduh nggih semoga saya mendapatkan berkahnya,rupanya saya ketinggalan berita, ternyata kumpulnya pada di sini.

    • @Ngabehi

      Wa’alaikum Salam Wr,wb…………………. Saudaraku Ngabehi,

      Salam kenal untuk Anda dan Selamat datang di Pondok PJ ini, dan silahkan berteduh jika Anda sedang di dalam keletihan, semoga Istirahat Anda di Pondok PJ ini tidaklah sia2 dan pulang membawa Hikmah dan Berkah yang meliputi diri Zahir dan Bathin bermanfa’at tidak hanya untuk diri Anda tetapi juga untuk Keluarga Anda, Saudara2 Anda, Sahabat2 Anda, Kerabat dan siapa saja di sekeliling Anda.

      Sungguh!, Anda tidaklah ketinggalan berita saudaraku……, tetapi karena memang inilah waktu yang tepat bagi Anda berkunjung ke Pondok PJ ini, dan tidak ada kata terlambat selama Hayat masih dikandung Badan. Bukankah demikian saudaraku…….???

      Dan sebenarnya pun saya sangat menantikan kehadiran Anda di Pondok PJ ini, walau sebenarnya saya sering sekali berkunjung di Blog Anda, tetapi ma’afkan saya jika saya belum sempat untuk memberikan Komentar di Blog Anda. Tetapi tunggulah….. jika saya nanti mampir lagi ke Blog Anda, saya akan ikut nimbrung di Komentar Anda itupun jika Anda mengijinkannya……………..:smile:

      Salam Berkah dan Rahmat untuk mu saudaraku

      “Pengembara Jiwa”

  55. hasan said

    Subhanallah…..Damainya hati ini bersama orang2 yang merindukan-Nya.Semoga Kita semua termasuk orang2 yang ikhlas menyembah hanya kepada-Nya.

    • @Hasan

      Alhamdulillah…..Wa Laa Quwwata Illa Billaahil ‘Aliyyil ‘Aadziim………
      Semoga Allah Memberkati mereka2 yang senantiasa berjalan menuju kepada Allah dengan ke Ikhlasan Hatinya……
      Aaaamiiiin……

      @Mazadjie

      Semoga Allah senantisa memberkati Anda…….Saudaraku……..
      Aaaaamiiiin,,,,,,….

  56. Malam larut menjelang dini hari yang hening
    lagi-lagi hawa panas menyelimuti jagad besar dan jagad kecil..

    ketika getaran jiwa hanya tinggal menyisakan gema HU…!
    mulut pun terkatup rapat. hati tiada gejolak.
    nafas tiada terasa lagi,
    namun, kayun tertiup oleh angin
    menjadi getaran Yang Hidup-menghidupkan
    Purba Wisesa Sang Atma sejati
    jelas terasa lebih kuat bergetar ke dalam diri..

    (seolah) ruh al quds menyatu dalam satu hakekat…hu..!
    sekejap semua huruf lenyap, semua nama sebutan sirna,
    tinggal kebingungan… apa yang paling pantas untuk menyebut SANG PEMUNCAK piramida kekuasaan, kebesaran, keadilan, kasih sayang, Sang Robb al alam…
    seolah huruf dan rangkaian kata ciptaan manusia
    tiada berguna dan tidak mampu untuk menyebutNYA.
    satu titik yg jauh lebih besar dari jagad raya
    yang ada di puncak tiada batasnya…

    Sejenak, tak terasa lagi hawa panas ini menyelimuti bumi,
    hawa panas,.. sebuah bahasa tanpa kata-kata dan huruf…
    mungkin inilah pertanda peringatan dan teguranMu,
    agar manusia tak kenyenyakan tidur pulas melupakan kesejatian hidup.
    Bila masih tak terhiraukan juga,
    hawa panas ini akan menjadi bahasa isyarat,
    jikalau esok hari, atau sore hari
    bumi akan menari lincah dengan gaya tektoniknya…
    semoga kita selalu eling dan waspadha…
    selalu kritis menangkap peringatan Sang Ilahi
    Sehingga tak perlu lagi teguran Tuhan melanda manusia

    salam sejati untuk saudaraku yg bijak Pengembara Jiwa, dan untuk kadhang ku Ki Ngabehi, serta seluruh pembaca yg budiman.

    sabdalangit

  57. @Sabda Langit

    Saudaraku…..

    Anda punya YM nggak??

    Jika punya kita bisa berdiskusi lewat YM

    Alamat YM saya : “pengembarajiwa313″

    Terimakasih sebelumnya

    Salam
    Saudaramu

  58. Mazadjie said

    mas PJ…
    Terimakasih pencerahannya. semoga jadi ilmu manfaat dan tiada putus amalnya,
    amin ..!!
    jazzakumullah….

  59. kangBoed said

    Salam kenal mas PJ boleh saya bertanya ?
    “Jika pada saat kita buang Hajat kalau tidak ada Qudrat Iradat Allah berlaku atas diri kita bisa kah kita buang Hajat?”
    nah bagaimana kalau kita hudup dalam kegelapan, korup, mabuk dan banyak lagi atas kehendak dan kuasa siapa itu, mohon penjelasan he he he………..
    baik buruk sejatinya qudrat iradat siapa, biar ramai ya mas PJ
    wassalam

    • @KangBoed

      Salam kenal kembali untuk Anda Saudara keabadianku “KangBoed”. Semoga Hari2mu semakin tercerahkan.

      Seperti Yang sudah pernah saya sampaikan berulang2 di Pondok ini, bahwa Saya sangat senang sekali menerima kunjungan dari siapapun yang datang ke Pondok PJ ini tdak terkecuali dengan kehadiranmu Saudaraku…… bahkan Saya sangat bersyukur sekali dengan kunjungan dari saudara2 yang seperjalanan dan anda adalah salah satunya saudaraku………

      Dan…… jika Anda mengerti tentang Arti dan Makna yang tersirat dari (:smile: :smile: :smile:)/senyum ini, Maka cukuplah Sir yang ada pada diri Anda yang mengetahui jawaban dari apa2 yang Anda pertanyakan……

      Selamat datang ya.., Saudaraku di sini di Pondok PJ ini.
      Salam Keabadian dan kesejatian

      Pengembara Jiwa

      @Inawai

      Wa’alaikum Salam Wr,Wb

      Allah Menyertai langkah2mu wahai inawai….. dan Berkah Allah senantiasa menyinari Qolb dan memancar kepada Akal Fikir.

      Wahai Inawai……, jangan bosan2 untuk membaca seluruh Postingan yang ada di Pondok PJ ini, karena sesungguhnya apa2 yang engkau pertanyakan di dalam hatimu semuanya sudah ada di seluruh Postingan PJ ini. Walau mungkin engkau sudah membaca semua judul, tetapi semoga Anda selalu sabar dan terus membacanya maka Petunjuk/Hidayah itu akan turun kepadamu secara bertahap dan perlahan2.

      Bagaimana dengan Hari liburmu beberapa waktu yang lalu….. semoga selalu bahagia dan tersenyum ya…..???
      Kezahiran lah yang membuat jarak di antara kita, tetapi ketahuilah… bahwa kesejatian tidak terikat oleh Ruang dan Waktu, sehingga walau zahirnya berjauhan tetapi Batinku selalu serta dimana kamu berada.

      Salam untuk keluarga Anda dan Sahabat Anda…

      Pengembara Jiwa

      @Wawan TBH

      Wa’alaikum Salam wr,wb

      Salam kenal kembali untukmu “Wawan TBH”, Allah memberkati kita semua yang ada di Pondok PJ ini didalam Cinta Kasih-Nya.

      Sering2lah berkunjung ke mari semoga semakin tercerahkan Hati dan semakin tersucikan jiwa dengan Ridho Allah Swt. Aaaamiiin
      Dan salam untuk diri Anda, Keluarga Anda dan Sahabat Anda Hina Kelana.

      Allah beserta kita dimana kita berada.
      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  60. inawai said

    Assalamu’alaikum wrm wbr

    Yang kesekian kalinya saya membaca ulang tulisan ini,berikut ulasan2 guruku dan juga shahabat2 yg lain.
    Dan sungguh sangat “mencerahkan & membuat rindu”.
    Tapi apakah bisa diperjelas dan diperdetil lagi, sebenarnya bagaimana merasakan yang hidup & memasuki pintu kesadaran itu.
    Salam buat guruku semoga tetap sabar dan selalu tersenyum.

    inawai

  61. Wawan TBH said

    Ass.wr.wb.

    Salam kenal pak PJ, bahagia sekali sy Allah perkenankan menemukan situs ini, banyak manfaatnya bagi sy, Alhamdulillah.. Smg perkenalan ini Allah ridloi dan memberikan hikmah bagi kita…

    wassalam,

    wawan TBH

  62. Wawan TBH said

    ass.wr.wb.
    Tidak lupa pula terima kasih buat mas Hinakelana yg telah menunjukkan kepada sy alamat pak PJ ini, smg Allah membalas kebaikan njenengan..amien

    wassalam,

    wawan TBH

  63. Memed said

    Alhamdulillah…
    Pencerahan demi pencerahan telah merasuk dan tertanam dalam jiwa teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari memaknai hidup untuk lebih HIDUP…. salam SEJATI untuk Ayahanda PJ… TUHAN selalu melimpahkan Berkah dan Hidayah untuk Anda dan Keluarga… Amiiinnn

    • @Memed

      Hmmm……………….
      Itu suatu kemuliaan hidup yang di Anugrahkan Allah atas diri Anda, dengan teraplikasinya Ilmu dalam kehidupan sehari2. Semoga itu semua selalu dalam Naungan Cinta KAsih Allah dan tetap Istiqomah…. lah!

      @KangBoed

      Ya…Ya…Ya… Saudaraku, sesungguhnya Anda tidak mengatakan “botol” itu untuk diri anda sendiri. Tetapi Sayapun di dalam keadaan “botol” dan mungkin lebih2 “botol” dari pada Anda. Hmmm……., tetapi biarlah kita menjadi “botol” tetapi Anugrah Allah terlimpahkan kepada Anda sehingga Anda walaupun botol, Anugrah itu menjadi kan Anda botol yang ada “ISI” nya. :smile:

      Salam keabadian dan kesejatian

      @Hinakelana414

      Sungguh…..!, pencerahan yang sangat…. sangat….sangat mengagumkan sekali yang datang diri Anda….ini. Dengan Anugrah Allah Ta’ala jua tentunya.
      Semoga setiap harinya semakin bertambah hari maka semakin tercerahkan pula diri Anda. Aaaaamiiiin.

      @hembusankesturi

      Silahkan di link……, akan semakin menjadi Rahmat bagi siapa saja.
      Walau baru beberapa hari Anda tidak berkunjung kesini, tetapi rasanya…. lama lho… saya menanti-nantikan kehadiran Anda. Entahlah… ada apa!, yang jelas begitu lah yang saya rasakan terhadap saudara2 yang sudah sering berkunjung kesini, dan Anda salah satunya.

      Ok! teruskan perjuanganmu Sahabat…. , Allah senantiasa menyertaimu. Sucikanlah Niat, dan berjalanlah di jalan yang Lurus, maka Allah memeberkatimu dalam keridhoa’an-Nya.

  64. kangBoed said

    Ha… ha… ha…
    Mas PJ ini sungguh arif lan wicaksono “SATRIO PINILIH”
    Sungguh tak mau membuka sesuatu yang akan menimbulkan perdebatan apalagi kontrofersi bagi yang pemahamannya belum sampai, he he he
    Semoga pertemuan kita akan memberikan pencerahan demi pencerahan bagi saya sehingga mudah mudahan sikap botol bodoh dan tolol saya sedikit demi sedikit hilang, Sir he he tak usah diteruskan disini jadi malu nanti dikira orang bule dari inggris, yang jelas satu engkau merupakan sahabat sejati dari kedalaman rasa yang sejati
    Salam Sejati

  65. Assalamualaikum…wr.wb.

    @Wawan TBH
    Salam kenal selalu untuk anda…semoga kita semua dengan media blog ini selalu dalam Rahmat dan Ridho-Nya…Dia Yang Maha Mulia…
    Allah berfirman kepada Nabi Daud,
    “Hamba yang paling aku Cintai ialah mereka yang mencari Aku bukan karena takut hukumKu atau hendakkan KurniaanKu, tetapi adalah semata-mata karena Aku ini Tuhan.”
    Dalam kitab Zabur ada tertulis,
    “Siapakah yang lebih melanggar batas daripada orang yang menyembahKu karena takutkan Neraka atau berkehendakkan Syurga? Jika tidak aku jadikan Surga dan Neraka itu tidakkah Aku ini patut disembah?”

    Wassalam…

  66. Di hari berbangkit di akhirat kelak, seseorang itu akan melihat semua waktu hidupnya di dunia ini tersusun seperti susunan peti harta dalam satu barisan yang panjang.
    Pintu sebuah daripada peti itu terbuka dan kelihatanlah penuh dengan cahaya: Ini menunjukkan waktu yang dipenuhinya dengan membuat amalan yang sholeh. Hatinya akan terasa indah dan bahagia sekali, bahkan sedikit saja rasa bahagia itu pun sudah cukup membuat penghuni neraka melupakan api neraka yang bernyala itu.
    Kemudian peti yang kedua terbuka, maka terlihatlah gelap gelita di dalamnya. Dari situ keluarlah bau busuk yang amat sangat hingga orang terpaksa menutup hidungnya: Ini menunjukkan waktu yang dipenuhinya dengan amal maksiat dan dosa. Maka akan dirasainya azab yang tidak terhingga bahkan sedikit saja pun dari azab itu sudah cukup menggusarkan ahli syurga.
    Selepas itu terbuka pintu peti yang ketiga, dan kelihatanlah kosong saja, tidak ada gelap dan tidak ada cahaya di dalamnya: Inilah melambangkan waktu yang dihabiskannya dengan tidak membuat amalan sholeh dan tidak juga membuat amalan maksiat dan dosa. Ia akan merasa sesal dan tidak tentu arah seperti orang yang ada mempunyai harta yang banyak membiarkan hartanya terbuang dan lepas begitu saja dengan sia-sia.
    Demikianlah seluruh waktu yang dijalannya itu akan dipamerkan kepadanya satu persatu. Oleh karena itu, seseorang itu hendaklah berkata kepada jiwanya tiap-tiap pagi :
    “Allah telah mengkaruniakan engkau dua puluh empat jam peti harta. Berhati-hatilah mengawasinya supaya jangan kehilangan, karena engkau tidak akan boleh menanggung rasa sesal yang amat sangat jika engkau kehilangan harta itu”.

  67. ana link ya..:)

    http://hembusankesturi.blogspot.com/2009/01/bagaimana-mendidik-manusia.html

    http://hembusankesturi.blogspot.com/2009/01/b-memahami-nafsu-manusia.html

    moga manfaat. salam bagi kawan-kawan semua.

  68. kangBoed said

    Salam Persahabatan
    Mari saudara saudaraku kita sama sama melangkah kuatkan tekad dan niat, tegaskan semangat, sucikan hati murnikan nurani, jalan yang terdekat adalah jalan cinta, cinta adalah sebuah anugerah, cinta dimurnikan bersama selaras dengan waktu, isinya hanyalah kerinduan akan sebuah pertemuan, keinginan memberi yang terbaik untuk kekasih, kekasih selalu meliputi ingatan kita, rasa ingat yang tak putus, sampai suatu saat nanti anugerah terbesar diberikanNYA sebuah pertemuan yang indah, persatuan, kedekatan yang tak terpisahkan, UNITY, MKG, mari mari saudaraku kita murnikan hati kita itulah pemurnian iman, maka akan lahirlah bayi bayi dalam hati kita masing masing yang harus kita didik dan besarkan dengan sebaik baiknya sampai bayi menjadi dewasa, kita berperan menjadi ibu bagi bayi kita masing masing.
    Syareat perkataanku adalah perkataan Gusti Allah
    Tarekat perbuatanku adalah perbuatan Gusti Allah
    Hakekat hatiku adalah rahsanya Gusti Allah
    Makrifat puncak segala galanya Engkau hadir dalam ku karena aku telah tiada terserap dalamKU
    Jangan lupa saudaraku sekali lagi mari kita sama sama masuk dalam pencerahan karena inilah tujuan mengapa kita semua ada di sini ada didunia yang penuh ketidakpastian, mari sama sama kita cari kepastian, lepaskan ego apalagi tanpa kita sadari kita adalah sama sama penyembah ego kita sendiri …..
    Salam Sejati Mas PJ yang guaaaanteng

    • @kangBoed & @hinakelana414 & @sufigokil…kill…dekil & @Musafir G……

      Assalamu’alaikum Wr,Wb
      Salam Sejati untuk semuanya………

      Terimakasih sekali atas komentar Anda2 Semuanya yang begitu sangat mencerahkan. Satu dengan yang lain saling melengkapi dan menyempurnakan. Semoga apa2 yang kalian tuangkan dalam Pondok PJ ini menjadi Berkah dan Rahmat bagi saudara2 kita yang berkunjung ke Pondok PJ ini.

      Sungguh….!, saya sangat salut sekali dengan Kalian semuanya yang masih menyempatkan waktu untuk Berbagi di Pondok ini. Dan setidaknya Saya pun ikut belajar dari Anda2 semuanya. Karena kita semua adalah Satu dan terbit dari yang Satu lalu bersatu padu di dalam Kesatuan Silaturrahmi……. Dan semoga Kekal Silaturrahmi kita sampai waktu yang tiada batasnya. Aaaamiiiinn.

      @Wawan TBH

      Saudaraku……..
      Jujur!, kalau untuk Copy Darat rasanya saya dan anda untuk saat ini belum bisa. Tetapi entahlah….. di suatu saat nanti jika Allah Swt sudah berkenan untuk mempertemukan kita, karena Saya berdomisili di Kota Balikpapan Kalimantan Timur sedangkan Anda di Bandung. Tetapi ketahuilah Bagi mereka2 yang telah satu Sir di dalam Ma’rifatullah maka walaupun zahir berjauhan tetapi Batin tiada jarak. Jauh tiada berjarak dan Dekat tiada bersentuhan.

      Dan silahkan Anda sering2 berkunjung ke Pondok ini, semoga bermanfaat dan mengalir Hikmah pada diri Anda kemudian menjadi Rahmat bagi Keluarga Anda, Saudara2 Anda, Sahabat, Kerabat, Rekan dan siapapun yang ada di sekitar Anda.

      O ya, silahkan di link Pondok PJ ini, Semoga bermanfaat untuk saudara2 kita yang lain yang sedang berada di dalam perjalanan

      Salam

  69. Assamualaikum….wr.wb

    Terima kasih yang tak terhingga untuk Kang PJ yang terhormat atas doanya, Semoga kita semua dibangkitan kesadaran jiwa dan raga, hati, qalbu dan nurani yang benar2 tersadarkan oleh cahaya-Nya yang penuh kelembutan dan keagungan-Nya….
    Sadar sesadar2nya akan segala karunia Allah Ta’ala yang tak terhitung banyaknya dengan penuh harap dan syukur atas dijadikannya kita sebagai manusia yang beriman kepada-Nya. Selalu bersabar atas segala ujian-Nya yang bersifat musibah dan kesenangan…Sesungguhnya kita semua umat manusia sungguh beruntung dijadikannya kita sebagai manusia…dengan segala potensinya lahir dan batin ..dan lebih berbahagia lagi karena kita dijadikannya sebagai umat Rasulullah saw tercinta…Umat yang diberkahi dan diridaoi oleh Dia yang Maha Unik , Maha Absolut, Maha Mutlak yang tak ada tandingannya….
    Saya juga sebuah botol yang tergantung pada pemiliknya akan diisi apa, sebuah botol yang tak berdaya…botol…kecap kali…hehehe
    salam botol2 untuk semuanya

    Wassalam

  70. Wakakakak …hu..hu…hu Allah…

    Botol-botol kosong …ada yang isinya Bir ada juga teh manis ada juga coca cola abis diminum kosong lagi terserah pemiliknya mau dibuang apa diisi lagi…kok blom ada botol yang isinya susu…0h diriku kau mau diisi apa, tergantung pada tekad dan niat untuk meminta kepada sang Pemilik yang raja diraja diriku…ini…Ya Pencipta Diriku …isilah dengan iman dan makrifat kepada Mu/…..

    Salaaaaaammm wakakakaka…hu…huuuu..huuu..Allah…

  71. Ass.
    Allahumasolli’ala Muhammad.
    ikutan ngaji ah..
    @KangBoed
    Bahkan ada yang bertanya lebih ekstrim, Mereka bertanya: “Kalau perbuatan jelek manusia yang dapat mengakibatkan manusia terjerumus masuk ke neraka itu, juga adalah apa-apa yang sudah dikehendaki Allah Ta’ala pada zaman azali, berarti, bukankah Allah juga punya andil dalam kejelekan itu……? Kalau demikian mengapa manusia sebagai pelaksana kehendak-Nya dimasukkan ke neraka…….?

    Oleh karena itu, urusan qodo’ dan qodar ini tidak banyak dibicarakan oleh para ulama’ salaf, terlebih kepada yang bukan ahlinya dan di majlis-majlis yang sifatnya umum. Karena, mereka takut ada yang salah dalam pemahaman, terlebih bagi yang belum mampu menerimanya. Demikian juga, karena di dalam urusan qodo’ dan qodar itu banyak hal yang menyangkut ilmu rasa atau ilmu mukasyafah (intuisi), bukan sekedar ilmu rasional. Maha Suci Allah dari segala imajinasi manusia.

    kita yang awam ini sering sulit dapat membedakan. Di dalam bagian hidup ini—dari perbuatan yang sehari-hari dikerjakan manusia—mana yang bagian alam azaliyah (qodo’) dan mana yang bagian alam hadits (qodar). Mana yang kehendak (irodah) basyariyah yang hadits dan mana kehendak (irodah) Allah Ta’ala yang qodim. Bahkan seorang muslim percaya bahwa baiknya dan jeleknya juga adalah dari Allah Ta’ala (khoirihi wa syarrihi minallaahi Ta’ala). Namun, barangkali yang kurang dipahami banyak orang adalah cara mengetrapkan qodo’ qodar itu di dalam iman, yaitu memadukan antara qodo’ dan qodar itu secara spiritual di dalam satu amal yang dhohir. Secara teori, atau ilmu yang harus diimani oleh yang beriman adalah, bahwa setiap kejadian yang telah atau sedang terjadi, pasti sebelumnya sudah ditentukan oleh Allah Ta’ala pada zaman azali.
    Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga kita dari kesalahan yang fatal dalam berbicara. Berangkat dari pembicaraan bahwa manusia adalah seorang kholifah Allah di muka bumi, yaitu sumber pelaksana di muka bumi. Oleh karena kebanyakan manusia melupakan hakikat kekholifahan itu, maka dalam kaitan memahami qodo’ dan qodar ini menjadikan kebanyakan mereka menjadi kurang mampu untuk memahaminya. Maksudnya, bahwa secara sunnah (sunatullah) manusia telah ditentukan sang Pencipta yang Maha Kuasa sebagai tenaga pelaksana di muka bumi. Dengan itu supaya disana tercipta amal dan karya. Karena hanya dengan amal dan karya itulah manusia akan mendapatkan bagian yang sudah ditentukan Allah Ta’ala untuk dirinya. Baik berupa sarana kehidupan di dunia maupun di akhirat.

    Sarana-sarana kehidupan manusia itu, kalau diibaratkan buah mangga, maka buah mangga itu masih bergantung di pohonnya. Meski buah mangga itu sudah diperuntukkan bagi seseorang, apabila orang tersebut tidak mau berusaha mengambilnya, maka buah mangga itu tidak akan datang sendiri kepangkuannya. Demikian juga, cara mengambil buah mangga itu, karena buah itu masih tergantung di pohonnya, maka haruslah dengan ada kemauan dan kemampuan serta sarana pendukung yang memadai. Yang demikian itupun juga sunnatullah yang sejak ditetapkan tidak akan ada perubahan lagi untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan jatah2 yang sudah ditentukan bagi dirinya itu, selama hidupnya manusia harus berbuat dan berusaha. 2 Kaitan jatah ini Allah Ta’ala telah menyatakan dengan firman-Nya yang artinya: “Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan akan keutamaan(yang sudah ditentukan bagi)nya”.QS.Hud/3.
    Tidak boleh hanya tinggal diam saja. Manusia harus membangun dan mengelola sendi-sendi kehidupannya. Secara universal dan meliputi setiap sendi yang ada yang dimulai dari hidupnya sendiri, keluarga, rumah tangga dan lingkungannya.
    Intinya untuk apa kita diciptakan didunia ini.
    Seperti makluk atau sebaga hamba(yang sudah di ulas abah PJ diatas)
    Takut lancang…….
    Selengkapnya boleh dibaca di :
    http://alkhidmahpdpy.blogspot.com/

  72. Wawan TBH said

    Mas PJ dan sahabats yg senantiasa mengharap ridho n cinta-Nya…

    Bolehkan sy minta alamat copy darat njenengan semua? (kalau belum berkenan juga nggak papa..)

    Soalnya sy terlanjur merasakan kesejukan-silaturahmi di pondokan ini, walaupun didunia cyber aja sdh menyejukkan, sy berpikir apalagi kalo sy Allah izinkan bisa bersilaturahmi di darat dgn njenengan..wah pasti suejuuk rasanya..Insya Allah.

    Sekedar info alamat gubuk saya (kalo ada yg sudi singgah, silakan..):
    Jl. Purwakarta Raya no 162 Antapani, Bandung HP 081809193203(XL) n 022-76793963(flexi)
    Blog: http://serambitashawwuf.blogsome.com

    Saat ini alhamdulillah sy sedang recovery atas anugrah stroke 2 x (thn 2005 n 2006)

    Oya buat mas PJ, sy haturkan terimakasih atas penerimaannya yg sangat santun di Pondokan ini, Insya Allah sy akan sering mampir, untuk kangen2an dgn sahabat2 di sini…
    Sekalian sy mhn izinnya untuk me-link pondokan ini dg blog sy…

    Matur nuwun, dan mohon maaf bila ada kata2 yg kebablasan.

    Salam Kangen,

    -wawan tbh-

  73. kangBoed said

    He.. he.. he..
    Ass. Mas PJ, Mas Musafir , dan semuanya Peacelah
    Yah inilah rahasia kehidupan, klo mo jujur, mengapa nabi Adam harus jatuh, mengapa ada malaikat harus memberontak mengapa ???
    qudrat dan iradat siapakah itu ? inilah rahasia penciptaan yang demikian besar dan agungnya, dan tetap harus menjadi rahasia karena bagi mereka yang belum siap maka akan kacaulah isi dunia. Hanya bagi yang mau dan sudah mengerti antara yang lahir dan yang batin saja yang munkin hanya tersenyum melihat permainan kehidupan, kenapa palsu kata SSJ yah ternyata semua ada yang menggerakkan tanpa kita sadari, berpegang kesini kalau pemahamannya belum yah kacaulah seluruh tatanan kehidupan.
    Intinya satu bagaimana Allah bisa bertajali kalo semua sama tajalinya Allah, ini hukum dunia dualitas Yang Baik muncul ketika ada yang Jahat, Sempurna kalo ada yang tidak sempurna, he he he klo semua sempurna bagaimana bisa tahu ?? satu Perencanaan dengan tujuan yang sangat besar dan agung, dan kita hanya sebagai lakonnya.
    Makanya bagi kita semua yang merasa kecil, lemah tak berdaya biarlah kita terserap dalam Yang Maha Besar dan Yang Maha Kuat, kenapa kita mau mengembara dalam pencarian sang jiwa mencari kesejatian yah itu sudah tertulis dari awal dan kita hanya sekedar menjalankan qudrat dan iradatnya Allah, disini akhirnya kita menemukan penafian ego, duniawi, dan merubah kita menjadi pasrah bongkokan tapi usaha keras, kita mulai melangkah lebih lanjut mulai sedikit kita lepas permohonan materi dan masuk dalam permohonan immateri, akhirnya kita bisa marah dan senyum dalam saat bersamaan, he he he inilah sang jiwa ketika bisa melepas rasa kepemilikan sehingga ridha akan apapun yang diberikan pasrah tidak meminta duniawi, dan syukur akan perjalanannya sampai satu saat kita mendapat balasan dan mendapatkan Ridha Allah samapai akhirnya kita dituntun dalam kesejatian.

  74. kangBoed said

    Salam Sedulur Batin
    Apasih sebenarnya anugerah pertama yang telah Allah anugerahkan kepada kita yang kadang sampai sekarang selalu lupa dan tak pernah kita syukuri bahkan tak pernah kita sadari padahal itulah anugerah terbesar yang kita terima sehingga kita semua bisa bertemu disini dan sama sama saling membagi dalam satu misi pengembaraan sejati ????
    “Kesehatan” bukan, karena mo sehat mo sakit sakitan kita tetap hidup dan masih punya kesempatan, “hidup” mungkin hampir benar, paan tuh ?? Ya “Nafas” karena selama kita masih diberi kesempatan bernafas maka kita disebut hidup, sedangkan mo sehat mo sakit kalau gak bernafas ya mateeeee, he he he.
    Nah dengan adanya nafas kita disebut hidup, ternyata nafas ini penting sekali bahkan yang utama dalam hidup. Tapi karena dengan mudahnya kita bernafas kita sampai lupa bahwa nafas adalah anugerah yang utama dan terutama dariNYA. ketika kita menyadari dan mulai mencoba mengucap syukur akan nafas yang diberikan pada kita tanpa kita sadari kita telah maju beberapa langkah kedepan, apalagi setelah setiap tarikan nafas kita telah terisi oleh rasa ingat, itulah Eling dan Waspada bukan di buat buat, tetapi setiap tarikan nafasmu sudah memuji Allah, kapan lengahnya, kalau ruh sudah menyembah.
    Matur nuwun Mas PJ

    • @KangBoed

      Hmmm………. Luar biasa kemajuan Anda saudaraku dalam memahami ilmu, sungguh2 sangat pesat sekali. Dan itu semua dikarenakan Kesadaran di diri Anda sudah semakin tumbuh dan semakin berkembang. Itulah……. yang menandakan bahwa Anda sudah mumpuni dalam cipta, karsa dan Rasa. selaras dan seimbang dalam kehidupan.

      Terimakasih atas pencerahannya

      Wassalam

      @dJati Buana

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Salam kenal kembali….. Dan selamat datang di Pondok PJ ini, dan silahkan sering2 berkunjung kemari. Allah selalu menyertai langkah2 Anda dalam memahami ilmu dan semoga apa yang anda dapatkan dalam Pondok PJ ini bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan untuk seluruh orang2 yang Anda cintai dan Kasihi.

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  75. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Wahh sebuah blog yang mampu mengugah segala rasa hati untuk mengenal diri dan tuhannya Yang Maha Agung..semoga selalu eksis dan selalu dalam cahaya Kelembutan-Nya sedalam2nya sampai kerelung hati yang terdalam…
    Salam Kenal buat Pengembara Jiwa yang Insya Allah…selalu merdeka dan selalu dimerdekakan Allah Ta’ala
    Thanks buat hinakelana414 yang membuat saya sampai ke zawiyah maya ini….
    Izinkan saya ikutan berkelana dalam blog anda….yang indah ini kang PJ…

  76. yu2d said

    Assalamu’allaikum Wr. Wb. …

    Yuyud Haturraken sembah sungkem…. kalian Bapak PJ yang diRahmati Allah SWT… Mugi-mugi Gusti Allah Kang Moho Kuaos Tansah Pinaring Berkah Ugi Hidayah Kagem Bapak PJ sekeluarga kalian Dumateng Poro Kadang Pamiharso… diblog ini yang tidak bosan mencari-cari makna yang terkandung dilamnya……,dan juga untuk umat sejagat… raya..

    Apa sih artinya diri kita apa bila sudah tumbuh kesadaran diri tak lain diri kita ini ibarat seperti cacing yang lemah dan hina sekali serta tidak ada daya dan upaya sedikitpun dimata Allah Robbul Jalil
    lalu apa lagi yang kita banggakan… sementara itulah keadaan manusia dan seluruh ciptaan Allah… disisi Allah
    masihkah kita selalu berkehendak lain daripada-Nya…Meminta-minta Daripada-Nya…
    Sebaik2knya Hamba Hanyalah yang berserah diri secara Murni Ikhlas tanpa mengharap apa2 kecuali menyerahkan seluruhnya kepada Allah….atas segala sesuatu….,
    kita sebagai Hamba janganlah khawatir akan diri kita…, kebutuhan kita, karena jika sudah ada niat yang kuat disini tidak mungkin Allah akan menelatarkan kita … yang ada Allah akan mencukupi semua kebutuhan kita…(tidak harus meninggalkan pekerjaan tapi pekerjaan bukanlah beban)
    jadi mari kita jangan bimbang dan jangan ragu untuk segera meninggalkan apa2 yang menjadi penghalang buat menemukan kebenaran sejati…..Apa itu?…
    hanya ada 2 pertanyaan disini “ya” atau “tidak” masih “sayang” atau “Bosan” atas apa?…:
    1. Ego kita… masih sayang kah kita sama ego kita..?… sedangkan ego itu senantiasa membawa kita kepada perdebatan, perelisihan, merasa paling benar, hingga perkelahian.. itu sebagian kecil akibat dari pada Ego!!! jawab: “sayang” atau “Bosan”
    2. Kedirian..mash sayang kah kita dengan kedirian ???…
    sedangkan kedirian itu senantiasa membawa kita kepada kesyirikan… sombong, angkuh, dibenci orang lain, sungguh hal yang membuat kita tidak bisa diterima didalam kalayak ramai…itupun sebagian kecil dari pada akibat Kedirian!!!!… jawab: “sayang” atau “Bosan”
    3. Hawa Nafsu masih sayangkah kita untuk meninggalkannya?…
    sedangkan hawa nafsu itu senantiasa membawa kita kepada sifat serakah, amarah, suka jalan pintas, cenderung kepada kesesatan.. dll … haruskah kita mempertahankannya..??
    jawab: “sayang” atau “Bosan”

    sungguh 3 hal tersebut tidaklah lepas dari diri kita untuk kita intropeksi diri agar kita tidak berlarut2 didalamnya…sehingga lupa akan fitrah diri sesungguhnya dan menjauhkan diri kita Kepada Kebenaran…3 hal tersebut harus kita hancurkan… kita lepas.. hingga tidak tersisa…, kita perangi karena itulah yang harus kita perangi didalam diri.. dengan apa? hanya dengan KESADARAN untuk memeranginya… (Eling lan Waspodo) itulah senjata yang paling ampuh….untuk pegangan hidup

    Mohon Maaf kanti sangat jika kepanjangan… Bapak yang penuh kasih dan sayang… jika ada yang tidak berkenan mohon dibenarkan inilah salah satu cara saya untuk tetap merawat KESADARAN (Eling lan Waspodo) yang penuh makna untuk diri saya tapi berharap ada mafaat juga bagi para pembaca yang lain dan juga sepejalanan…,,

    Salam Damai..sejartera..Bahagia..Sentosa… Hening …Kosong …Hampa …Ilusi…” “!!
    untuk Bapak PJ sekeluarga, dan juga para pembaca, dan juga bagi yang akan baca.. dan juga untuk semua Umat Sejagat Raya…

    Salam Sejati..
    Dari sicacing yang lemah, hina, miskin, fakir dan tidak ada daya dan upaya…..yang lagi bejalan sambil melata… menuju Sang Penguasa Sejati….

    • @yu2d

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Hmm……Ma’af!, Hanya saran saja….. Lain waktu kalau posting Komentar pakai Bahasa Indonesia saja. Maklum!…, he..he..he.. saya tidak ngerti bahasa jawa. Tetapi tidak apa2 sih… silahkan aja pakai Bahasa apa saja tetapi lebih baik lagi dibawahnya di tuliskan artinya. (Jadi malu….nih saya!)


      Apa sih artinya diri kita apa bila sudah tumbuh kesadaran diri tak lain diri kita ini ibarat seperti cacing yang lemah dan hina sekali serta tidak ada daya dan upaya sedikitpun dimata Allah Robbul Jalil
      lalu apa lagi yang kita banggakan… sementara itulah keadaan manusia dan seluruh ciptaan Allah… disisi Allah
      masihkah kita selalu berkehendak lain daripada-Nya…Meminta-minta Daripada-Nya…
      Sebaik2knya Hamba Hanyalah yang berserah diri secara Murni Ikhlas tanpa mengharap apa2 kecuali menyerahkan seluruhnya kepada Allah….atas segala sesuatu….,
      kita sebagai Hamba janganlah khawatir akan diri kita…, kebutuhan kita, karena jika sudah ada niat yang kuat disini tidak mungkin Allah akan menelatarkan kita … yang ada Allah akan mencukupi semua kebutuhan kita…(tidak harus meninggalkan pekerjaan tapi pekerjaan bukanlah beban)
      jadi mari kita jangan bimbang dan jangan ragu untuk segera meninggalkan apa2 yang menjadi penghalang buat menemukan kebenaran sejati…..Apa itu?…
      hanya ada 2 pertanyaan disini “ya” atau “tidak” masih “sayang” atau “Bosan” atas apa?…:
      1. Ego kita… masih sayang kah kita sama ego kita..?… sedangkan ego itu senantiasa membawa kita kepada perdebatan, perelisihan, merasa paling benar, hingga perkelahian.. itu sebagian kecil akibat dari pada Ego!!! jawab: “sayang” atau “Bosan”
      2. Kedirian..mash sayang kah kita dengan kedirian ???…
      sedangkan kedirian itu senantiasa membawa kita kepada kesyirikan… sombong, angkuh, dibenci orang lain, sungguh hal yang membuat kita tidak bisa diterima didalam kalayak ramai…itupun sebagian kecil dari pada akibat Kedirian!!!!… jawab: “sayang” atau “Bosan”
      3. Hawa Nafsu masih sayangkah kita untuk meninggalkannya?…
      sedangkan hawa nafsu itu senantiasa membawa kita kepada sifat serakah, amarah, suka jalan pintas, cenderung kepada kesesatan.. dll … haruskah kita mempertahankannya..??
      jawab: “sayang” atau “Bosan”

      sungguh 3 hal tersebut tidaklah lepas dari diri kita untuk kita intropeksi diri agar kita tidak berlarut2 didalamnya…sehingga lupa akan fitrah diri sesungguhnya dan menjauhkan diri kita Kepada Kebenaran…3 hal tersebut harus kita hancurkan… kita lepas.. hingga tidak tersisa…, kita perangi karena itulah yang harus kita perangi didalam diri.. dengan apa? hanya dengan KESADARAN untuk memeranginya… (Eling lan Waspodo) itulah senjata yang paling ampuh….untuk pegangan hidup.

      Sangat……sangat….jelas sekali apa yang Anda paparkan disini, dan juga mudah di pahami. Ya….begitulah!, jika perkataan itu terbit dari pada Kesadaran dan tertanam dengan Keyakinan melalui Hati yang telah tercerahkan maka Kata2 akan menjadi bermakna dan menjadi bahasa yang mudah di mengerti. Semoga kita2 semuanya dapat memetik hikmah dari apa2 yang Anda sampaikan dan dapat bermanfaat untuk orang2 yang kita kasihi dan sayangi serta menjadi rahmat bagi seluruh sekalian Alam.

      Salam Berkah Rahmat Allah Swt di dalam Kesejatian dan ke Abadian untuk Anda dan orang2 yang Anda kasihi.

      @KangBoed

      Ya…… kita semua adalah Saudara dalam kesejatian. Semoga kekal selama2nya. Aaaamiiiin.

  77. kangBoed said

    Mas PJ he he he jadi malu wong botol disebut mumpuni sampeyan jangan begitu, saya banyak belajar dari saudara saudara yang ada disini Kang Masku Sabda Langit, Bro Ratna Kumara, dan sampeyan salah satu sumber inspirasiku Mas PJ yang arif lan wicaksono, tempat kalian kujadikan persinggahanku, dalam meraih kebersamaan dalam tujuan yang sama, kalian saudara saudara sejatiku.
    Salam sejati

  78. nurisramiraj said

    Salam kenalan pak Pengembara. Saya mengembara juga ni hingga temui blog ini…;-D. Actually saya mencari kata2 untuk verify bersangkutan ruh, antara deria rasa(nafsu) dan resa(dorongan hati – intuition). Kalo bapak temui ilham hal ini bisa bisa mengilhami saya juga? Thank you in advance pak!

    • @nurisramiraj

      Salam kenal kembali ya saudaraku Nurisramiraj. Salam Pengembaraan untuk Anda. Semoga Cita2 anda bisa terwujud di dalam Ridho Allah Swt.
      Saudaraku…. begini saja, coba deh!, Anda jalan2 ke link nya saudara sejatiku yang lain. Ini nih….. linknya, http://sabdalangit.wordpress.com siapa tahu ada yang anda bisa petik Hikmah di dalamnya yang sesuai dengan apa2 yang Anda cari.

      Terimakasih telah mampir ke Pondok PJ ini. Allah memberkati Anda dan kita semua.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  79. kangBoed said

    Yaaa Allaah sungguh besar Anugerah yang telah Kau berikan bagi kami…
    Kami ini hanyalah manusia yang hina dan papa dalam kelemahan dan ketak berdayaan..
    Sungguh sungguh malu hati ini melihat kebaikanMU apalagi untuk memohon tak kuasa sudah
    Apalah artinya kami yang kotor dan buruk ini Yaa.. Alllaaahhhh..

    Seakan ku dijadikan biji matamu yang selalu Kau jaga baik baik
    Bahkan dari debu sekecil apapun yang datang mendekat
    Kelopak mataMu segera menutup dan melindunginya
    Ku tak sanggup berkata apalagi tuk bertanyaaaa…

    Hancur.. hancuuur hati ini mngingat kasih dan sayang MU
    Tulus ikhlas tiada pernah ada hentinya oooooooooh…
    Padahal sang diri ini tempatnya salah dan lupaaaaaaaaaaa
    Yaaa Allaaaah Yaaa Alllaaaaaah Yaaa Allllaaaaaaaaaaaaaah

    Engkauuuuuuuu Baaaiiiiiiiiik
    Sungguuuuuuh Baaaaaaaaiiik
    Sangaaaaaat Baaaaaaaiiik
    Teramaaaat Baaaaaaaaik

    ooooooooo
    ooooooo
    ooooo
    ooo
    o

    Salam Sayang Mas PJ dan mBak YUneee
    sibotol kosong

  80. Pencari99 said

    Assalamualaikum sedulur kabeh…
    dan untuk Pengembara Jiwa, salam kenal dari Pencari99, saya senang bisa ketemu blog ini. Ada sesuatu ‘oleh oleh’ pencarian saya untuk semua.. dari si ‘pencari’ yang masih dalam dzulmah, mohon bimbingannya…

    Dari balik tirai hijab
    Karena ‘cermin’ hati masih kotor
    Dia selalu memanggil
    Ya.. Memanggil jiwa dan ruh
    Kembali… Kembali… Kembali…

    Dan selarik cahaya menyeruak
    Merobek sedikit hati yang masih terhijab
    Menyadarkan jiwa dan ruh
    Sehingga tersadarkan….

    Oh… aku bukanlah diriku
    aku bukan sebatas jasad yang berbentuk ini
    aku ada yang memiliki
    Kerinduan menyeruak dalam diri
    untuk menemukan pemilik jiwa dan ruh ini
    kami tersesat….
    Ya tersesat dalam alam mulk ini

    Dimana Kau hanya Pemilik Sejati AKU
    Jangan biarkan aku bersama diriku dan selain MU
    Kesadaran bertambah…
    semakin bertambah…
    Semula hanya kesadaran akal
    Lalu kesadaran Jiwa dan Ruh
    Lalu KESADARAN SEJATI hadir
    merebut kesadaran yang ada
    HANYA ADA AKU
    AKULAH yang Dicari dan Mencari
    Karena AKU wujudkan segala sesuatu
    karena AKU CINTA DIRIKU..
    Ya .. Karena AKU CINTA DIRIKU

    Jangan buat AKU cemburu
    dengan lupa kepada diri KU
    dengan lalai akan anugrah wujudmu..

    KEMBALI…KEMBALI

  81. pencari99 said

    Assalamualaikum,

    Silahkan kunjungi http://www.pencari99.blogspot.com untuk sekedar tambahan pengetahuan dan
    silahturohim antar penempuh jalan untuk bertemu KEABADIAN-NYA

    pencari99@gmail.com

    Salam untuk semua dan pengembara jiwa

  82. yu2d said

    Bismillahirrohmaanirrohiim…

    Apalah arti diri ini apa bila tidak kenal dengan sang diri..
    Apalah arti hidup apa bila tidak tau makna dari pada hidup..
    setiap saat dijalani setiap saat pula di lewati..
    tidak pernah dikaji dan mencari arti itu .. itulah perjalananku..
    sebuah perjalanan kehidupan yang begitu menggiurkan..
    sungguh terpesona sekali mata dibuatnya..
    sampai-sampai sering lupa pada sang pencipta-Nya..
    ohh.. begitu bodohnya saya…
    sekian tahun berjalan yang dicari hanya kebahagiaan dunia..
    tidak pernah menyesal ketika berbuat dosa..
    dosa semakin hari- semakin bertambah..
    hidup penuh dosa sungguh2 membuat hati sengsara..
    usah,, gelisah, cemas , was-was,sungguh lautan dosa penuh dengan keraguan dan kebimbangan,
    kenapa saya jarang merenungkan jika demikian..
    namun perjalanan hidup tetaplah harus berjalan..
    sambil menunggu ajal untuk mencari kebenaran ..
    kebenaran sejati katanya didalam diri..
    jika sudah ketemu maka berbahagialah kamu..
    ternyata….
    ohh diri ini adalah saksi hidup-MU
    jasad ini adalah kenyataan-MU
    Ruh-ini adalah Rahasia-MU…
    cinta ini adalah cinta-MU
    sayang ini adalah sayang-MU
    Hidup ini adalah hidup-Mu
    zahir dan bathin mutlak milik-MU
    lalu dimakah aku..??
    ya hanya engkau sendiri yang tau..
    sungguh bodohnya aku ini
    kenikmatan yang diberikan selalu disia-siakan..
    padahal senan tiasa selalu di ingatkan…
    oleh Sang Pencipta Yang Maha Penuh Kasih dan Sayang..
    kasih sayang-Nya sungguh Maha Luaaaaaaaaaar biasa..
    dari buka mata sampai tutup mata tidak pernah lalai dari kesertaan_Nya… dalam mejaga sang diri yg ternyata tidak bisa berbuat apa2..
    Ohh yaaa Robbiku…
    Sungguh keAgunganMu..tidaklah tertandingi
    biarlah ku bersandar di dalam keharibaan-Mu..
    yang penuh ketenangan dan kedamaian.. itu..
    Sungguh-Sungguh Nikmat pabila Engkau..terasa disisiku..
    karenanya hanya keridhoan-Mu lah yang setiap saat kutunggu-tunggu..
    Sampai kutemukan kesadaran sejati yang sesungguhnya..

    “pesan hati buat sang diri”
    Laahawlaa Walaaquwwata Illabillah…..

    Si oon
    trimaksih ya Bapak.. yang senan tiasa dengan sabar dan ikhlas.. dalam membimbing si Oon …
    Salam Sejati

  83. Jiwa yang tersadarkan…akan mudah mengenal hidup dan kehidupan di alam raya kesemestaan ini terutama dalam memahami dan mengenal sedalam2nya kepada sang Pencipta, Sang Abadi…

    kesadaran seperti yang yang diungkapan PJ tercinta…adalah kesadaran akan betapa hina dan dhoifnya diri ini di hadapan sang Pencipta nan Agung, kesadaran akan betapa realitanya hidup dan kehidupan ini dan betapa realitanya segala perbuatan-Nya di semesta ini….

  84. r.s.i said

    ass.wr.wb.
    Pak PJ.saya baru saja tertarik dan melangkah di jalan tasawuf.,minta ijin baca-baca dulu,kayaknya dìsini dikupas tuntas deh,moga 2x dapat hidayah sehingga cepat sampai di tujuan.trims

    • @r.s.i

      Wa’laikum salam Wr,Wb

      Silahkan Mas untuk sering2 berkunjung ke Pondok PJ ini, semoga Allah mencurahkan Ilmu pemahaman kepada Anda agar lebih meresapi perjalanan Ma’rifatullah dan dapat memaknainya.
      Salam Kenal dari saya yang juga masih belajar dan selalu mengembara mencari kebenaran

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  85. r.s.i said

    ass.wr.wb.
    Terimakasih.
    Pak pj,mohon pencerahannya tentang hakikat nyawa dan kaitannya dengan ruh dan jasad.apakah nyawa
    itu hanya sebagai tanda kehidupan saja ?
    Maaf pertanyaan yg bodoh ini.wass

  86. r.s.i said

    ass.wr.wb.
    Terimakasih.
    Pak pj,mohon pencerahannya tentang hakikat nyawa dan kaitannya dengan ruh dan jasad.ruh mesti disucikan karena,jika manusia wafat maka akan berpulang kepada-NYA,jasad akan dikubur,nyawa ?.apakah nyawa
    itu hanya sebagai tanda kehidupan saja ?
    Maaf pertanyaan yg bodoh ini.wass

    • @r.s.i
      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Saudara r.s.i, di dalam pengetahuan Hakikat dan Ma’rifat bahwa Ruh itu adalah Kehidupan yang menghidupkan Jasad. Dan Sifat dari pada Ruh itu dasarnya/awalnya adalah Suci karena datang dari Yang Maha Suci (Allah Swt). Ketika Ruh itu menyatu/Misra dengan Jasad, maka Ruh itu bersesuaian dengan Alam Jasad yang kemudian menjadi Nafas (Naik Turun Nafas). Nafas itu dalam bahasa Arabnya adalah Nafs (Jiwa/Nyawa). Jadi… Nafas/Nafs(Jiwa/Nyawa) adalah Ruh yang telah mengejawantah pada Alam Jasad, sehingga Nafas/Nafs (Jiwa/Nyawa) itu terikat pada Hukum Alam Jasad yaitu Benar dan Salah, Baik dan Buruk, Halal dan Haram.

      Apabila Nafas/Nafs(Jiwa/Nyawa) itu lebih dominan pada sifat2 yang Positif (Benar, Baik dan Halal) maka ia telah membawa dirinya kepada kebenaran yang seharusnya dijalaninya sebagai Hamba Allah, dan itu sama halnya dia telah memelihara dirinya dari kekotoran2 Jiwa…. yang menghantarkan dirinya kepada Kesucian Jiwa. Jika Nafas/Nafs(Jiwa/Nyawa) itu pada saat Sakaratul Mautnya tetap dalam pemeliharaan dirinya dari kekotoran2 Jiwa, maka kembalilah ia Kepada Allah dalam Asal dirinya yaitu Ruh yang Suci tadi. Dan Ruh Suci itu akan mendapatkan Anugrah Istimewa dari pada Sang Maha Suci (Allah Swt) berupa tempat yang layak di sisi-Nya (Kemulyaan)

      Apabila Nafas/Nafs(Jiwa/Nyawa) itu lebih dominan pada sifat2 yang Negatif (Salah, Buruk dan Haram) maka ia telah membawa dirinya kepada kebatilan yang tidak seharusnya dijalaninya sebagai Hamba Allah, dan itu sama halnya dia telah mengotori dirinya dari sifat yang awalnya dalam keadaan Suci dan bersih…. yang kemudian akan menghantarkan dirinya kepada kekotoran Jiwa. Jika Nafas/Nafs(Jiwa/Nyawa) itu pada saat Sakaratul Mautnya tetap dalam kekotoran2 Jiwa, maka kembalilah ia Kepada Allah dalam keadaan Kotor dan menyebabkan Ruhnya telah ternoda dari kekotoran2 sifat sewaktu Ruh itu masih berada dalam Alam Jasad yaitu celakalah orang2 yang mengotori Jiwanya. Dan Ruh yang telah Ternoda itu akan mendapatkan kerugian yang nyata karena dirinya sendiri tiada mengerti akan Makna Kehidupan itu. Dan berolehlah ia (Ruh yang kotor tadi) tempat yang tidak layak di sisi-Nya (Kesengsaraan).

      Jadi Nyawa itu adalah Kehidupan Ruh yang telah menyatu/Misra pada Alam Jasad dan bersesuaian lah ia pada Hukum Alam Jasad. Dan Nantinya pada saat Sakaratul Maut datang, kembalilah Nyawa itu kepada kemurnian dirinya yaitu Ruh dan Ruh itu akan bersifat sebagaimana Nyawa sewaktu masih di Alam Jasad. Jika Nyawanya Suci maka Ruhnya pun akan Suci dan kembalilah kepada Tuhannya dalam keadaan Suci.
      Jika Nyawanya Kotor maka Ruhnya pun akan Kotor dan kembalilah kepada Tuhannya dalam keadaan Kotor……
      Yang Satu mendapatkan kemulyaan dan langsung bertemu dengan Tuhannya dan tidak melewati Alam Pemurnian Diri(Peleburan) karena sewaktu hidupnya di Dunia sudah masuk dalam Alam Pemurnian diri(Peleburan)
      dan yang Satu lagi… mendapatkan kerugian dan tidak langsung bertemu dengan Tuhannya melainkan akan tersiksa dalam Alam pemurnian diri(peleburan) sampai batas waktu yang di tentukan Allah Swt……

      Wallahu ‘Alam bishowab…..

      Pengembara Jiwa yang masih Belajar dan selalu mengembara

  87. r.s.i said

    ass.wr.wb.
    terima kasih pak.
    cukup jelas,dan setelah membaca artikel lainnya jadi malu nih,kemana aja kemarin.
    yach mudah-mudahan belum terlambat.
    terima kasih,wass.

  88. truthseeker08 said

    Ijinkan ikut berkomentar.

    Bagi sebagian besar kita pertanyaan ttg ruh & jiwa/nafs (nyawa) memang sudah sesuatu yang lumrah. Dari beberapa pencarian saya, memang tidak sedikit yang menyatakan bahwa jiwa (nafs) adalah suatu entitas yang muncul ketika ruh dimasukkan ke dalam jasad. Walaupun kita akan lihat di Al-Qur’an begitu tegas membedakan antara ruh & jiwa (nafs). Sayangnya pada terjemahan yang terjadi adalah sebaliknya, tidak sedikit kata nafs diartikan sebagai ruh. Jika kita konsisten menafsirkan nafs sebagai jiwa maka akan terlihat tegas perbedaan di antara keduanya.
    Tidak saja dalam terjemahan dalam pemahaman pun sering terjadi tumpang tindih antara jiwa dg ruh. Ada yang mengatakan dicabut ruh, ruh yang memberi kehidupan dll.

    Jiwa (nafs) juga diartikan sebagai diri/jatidiri. Jiwa/diri lah yang memegang peran, sehingga jiwa lah yang ditempa, diuji, diberi pahala, dihukum dll. Jiwa pula yang diberikan pemahaman/ilham atas jalan kefasikan dan ketaqwaan.

    QS:[82:5] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

    QS:[81:14] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

    QS:[40:17] Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

    QS:[32:13] Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.”

    QS:[39:42] Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan1314. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

    QS:[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

    QS:[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.

    Diatas adalah beberapa ayat yang berkaitan dengan jiwa/nafs.
    Sehingga yang saya bisa tangkap dari ayat2 tersebut adalah bahwa jiwalah yang diproses.
    Dari beberapa ayat juga kita bisa menangkap bahwa jiwa/kehiduoan itu sendiri sudah ada sejak dikeluarkannya sperma oleh seorang laki2 (dari tulang sulbi laki2). Sehingga ini juga menjelaskan bahwa sebelum ruh ditiup ke janin (40 hari ataupun 120 hari sedudah pembuahan) maka sudah ada kehidupan pada janin.

    QS:7:172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

    Sehingga pertanyaannya adalah dimanakah ruh dan apa perannya?
    QS:[32:9] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

    Ruh ditiupkan beberapa saat (40 hari ataupun 120 hari setelah pembuahan), dan kita juga tahu bhw sebelum itu sudah ada kehiduoan pada janin. Namun kehiduan seperti apakah sebelum adanya ruh..?. Dari ayat tsb dikatakan bhw ruh ditiupkan sebagai bagian penyempurnaan dari manusia. sehingga dengan telah diitupkan ruh lah maka pendengaran, penglihatan dan hati layak/siap untuk diciptakan.

    Dimanakah peran ruh bagi manusia?

    Dalam mengarungi kehidupan ini, dan untuk proses penyempurnaan diri/jiwa maka dengan Sifat Maha Adil-Nya, maka Allah menyertakan hujjah agar manusia tidak mengelak kepada kebenaran2 yang sudah disampaikan kepada manusia. Hujjah2 tsb ada yang external (Rasul/Nabi, Imam2, wali2, Kitabullah) sedangkan hujjah internal itu sendiri adalah RUH (yang hadir di akal, nurani, fitrah2).
    Jiwa yang dibekali oleh pemahaman/ilham tttg jalan kefasikan dan ketaqwaan tdk bisa berdiri sendiri, krn lemahnya manusia/jiwa sehingga membutuhkan hujjah2 tsb agar bisa selamat mengarungi kehidupan ini, dan menjadi insan yang sempurna.
    Jika jiwa/nafs bisa salah dan bisa benar krn adanya kecenderungan dalam kefasikan maupun ketaqwaan, maka ruh adalah selalu benar krn kesuciannya.
    Dengan konsep adanya 3 entitas dalam diri kita (jasad, jiwa & ruh) maka lebih bagi kita utuk menjelaskan fenomena2 yang terjadi pd diri kita; misalnya: Tidur, mati, pingsan, koma, gila, kesurupan, histeria, mabuk, stress dll.

    Maaf terlalu panjang, semoga tidak membosankan. Komentar, kritik, dari saudara2ku sekalian akan sangat membantu saya.

    Wassalam

  89. kangBoed said

    Carilah sarang angin bukan hanya dalam meditasi tetapi dalam kehidupan yang meliputi 24 jam…. suara desir dari alam kasunyatan alam kehidupan sejati… membuat hidup dalam hening cipta, hening rasa hening karsa…… wooooow hilang aku yayaya hilanglah sang diri karena geraknya adalah intuisi…. ooo yayaya saat tiada lagi kepemilikan atas sang diri ini meliputi yang lahir dan bathin…. saat semua menjadi tenang dalam keheningan yang meliputi 24 jam yayaya sungguh indah dan luar biasa….. lepas sudah bebas… tanpa fikir… tanpa rasa perasaan… tanpa rasa…. weleh weleeeeeh hidup yang hidup dan semakin hidup dan tambah hidup
    Salam Sejati mBah PJ
    cup cuup cuuup celepooooot

  90. Assalamualaikum…wr.wb.

    Mas PJ yang tercinta, tolong kirim donk ke email saya sambungan dari ‘martabat tujuh’nya saya sangat memerlukannya…
    Thanks berat

  91. NazlaCute said

    waduuh ngak ngerti neeh tulisan2 om2 sekalian, aduuuuh puyeng,mungkin blom waktunya, maklum deh baru kelas 4 SD.

  92. aankgarra said

    ank pengen belajar ngerti…. kaya PJ… dan mungkin Paham kaya sabdalangit… tolong ank… wassalam..

  93. abymael pranolo said

    luv u Allah,walau cuma di lisan.minta doanya dari semua,biar luv u Allahnya meresap ksanubari.amiin

  94. kinan said

    Bagaimana dengan makhluk hidup selain manusia yang juga bernafas, seperti binatang & tumbuhan ?
    Apakah mempunyai jiwa dan ruh ?

    Mohon informasinya saya yang bodoh ini.

  95. anto said

    sadulur papat limo pancer, jiwa menjadi rebutan jin & setan
    bagaimana jin dan bagaimana setan, kalo marah, sombong, iri dengki, kikir, sok, dll itu siapanya. Kalo masih mencari perlindungan ke selain Allah itu siapanya.
    kalo sudah bisa menjiwai maka akan ketemu diri sendiri yang akan ketemu dg Pancernya

  96. tigaw said

    ass.wr.wb..
    ulun kira abah orang balikpapan ternyata orang banjar jua. salam hormat dan kenal dari kami sekeluarga.
    mohon maaf jika sangat menggangu komentar saya.

  97. @R.s.i

    Ya..ya..ya…, tidak ada kata terlambat untuk menyadari dan untuk menuntut Ilmu selama HAYAT masih dikandung Badan. Teruslahkanlah…dan Istiqomahlah dalam Iman dan Taqwa serta bekali lah diri dengan Pengetahuan2 ILMU yang bermanfa’at.

    @Truthseeker08

    Terimakasih saudaraku atas pencerahan2nya….semoga menjadi perbendaharaan Ilmu yang bermanfa’at untuk kita semua dan tentunya dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari2 dengan Akhlkul Karimah

    @KangBoed

    Salam Sejati Kangboed….:wink:

    @NazlaCute & Aankgarra

    Simak dengan perlahan dan berserah dirilah kepada Allah atas segala apa yang di pelajari, semoga Allah membimbing NurNya pada Qolbu saudaraku untuk dapat memahaminya.

    @Abymael pranolo

    Semoga Allah membimbing NurNya ke dalam Qolbu Anda, sehingga di mudhakan dalam segala urusan.

    @kinan

    Selain Manusia seperti hewan dan tumbuh2an tentunya juga terdapat Ruh, tetapi Ruh yang ada pada Hewan dan Tumbuh2an tidak di anugrahkan ketaqwaan dan ke fasiqan sehingga Ruh yang ada hanya bersifat HAYAT semata. Adapun pada Manusia/Insan, Ruh yang ada telah di Anugrahkan ketaqwaan dan ke fasiqan sehingga menjadikan manusia dapat tumbuh KESADARAN pada dirinya untuk mengambil 2 jalan itu, ketaqwaan atau ke fasiqan dan menjadikan dirinya MULIA atau HINA tergantung KESADARAN mana yang di ambilnya.

    Semoga berkenan
    Wassalam

    @Anto

    Terimakasih Mas Anto atas pencerahannya….yaitu sedulur papat lima Pancer sebagai saudara yang ada pada diri.

    @Tigaw

    Wa’alaikum salam Wr,Wb….

    Ya…Mas Tigaw, saya Asli kelahiran Balikpapan dan berdomisili di Balikpapan juga, walau ke SUKU an adalah Banjarmasin.

    Salam kenal juga untuk Anda sekeluarga, Allah memberkati Anda dan Keluarga Anda serta orang2 yang Anda Cintai

  98. b. ariyanto said

    keegoan dan hawa nafsulah yang menjadikan anak cucu adam sekarang ini menjadi pengembara di muka bumi ni saling menjegal, dan membunuh….
    apakah kesadaran diri akan segala sifat manusia itu terus kita jaga sedangkan dunia sangatlah dekat dengan kehidupan sehari2..
    mulialah kawan2 yang telah mendapatkan cinta sejatinya sang kekasih yang sebenar2nya karena dengan itu kita tidak terjebak dlam hawa nafsu.
    makasih atas segala pencerahan ini mas… terkadang saya sendiri masih terjebak dalam gelimang duniawi.
    saya sebenarnya udah jenuh dan muak dengan segala bentuk mengejar materi… saya sebenarnya ingin berhenti tapi syariat selalu mengikuti saya terus…
    bagaimana ya mas agar 4 mata angin itu berjalan dengan baik..?
    sekali lagi makasih atas segala pejelasanya..

    • B. ARiyanto

      Seandainya suatu saat Anda ada waktu luang, kiranya bertemu secara zahir (kopdar) tentu akan lebih baik. Kita bisa diskusi lebih leluasa dan lebih fresh. Saya tunggu kabar dari Mas Bambang ya…..????

      Wassalam

  99. Muhammad Irfan said

    Assalamualaikum….

    Kang apa kabar?? baik aja kan semua keluarga di sana….semoga selalu dalam lindungan dan rahmat Allah Swt….dan semoga kita semua menjadi pengikut nabi Muhammad Saw dengan sempurna….aaamiiin…

    syukur Alhamdulillah ulun disini baik-baik saja kang…

    hmm…saya mengikuti bacaan halaman ini, karena dalam pertemuan kita sebelumnya (di rumah) hanya sebentar membahas masalah ini di karenakan waktu yg sempit,, namun sangat memberi kesan…

    jasad…
    di dalam jasad ada ruh…
    ruh yg menggerakan jasad untuk beribadah…
    dan awal mula ruh dari Allah….
    dan memberikan pelajaran cara beribadah adalah Muhammad…

    ————————————————-

    “Allahummarzuqni hubbaka wa hubbaman ahabbaka…
    wa hubbama yuqarribun ila hubbaka…
    waj’al hubbaka ahabba ilayya minal maail baarid…”

    “yaa Allah berilah aku cinta kepada Engkau dan cinta kepada siapapun yg mencintai Engkau dan cinta kepada amal-amal yg menghampirkan aku kepada cinta akan Engkau, dan jadikanlah cinta hati ku kepada Engkau melebihi cintanya aku kepada air yg dingin saat musim panas dan kehausan melanda”

    yaa Allah…
    aku tidak mempunyai cinta….
    aku mohon…yaa Allah…
    karuniakanlah aku cinta….
    agar aku dapat mencintai-Mu….
    Aamiin….

    Ampun maaf kang bila ada kata yg salah, tolong pembenaran dan pencerahan

    Wassalamualaikum,,

  100. isiteko said

    assalamu alaikum wr wb…

    subhanallah pengenalanNYA melalui tulisan anda, salam kenal juga dari saya.

  101. M.RUSLAN ABD GANI said

    Ass.Wr.Wb

    Mohon maaf zhahir dan Bathin dari saya yang Faqir dan Bodoh untuk mengajukan usul kepada Mas PJ, alangkah baiknya diberikan pengertian sedikit tentang Martabat 7 kan lebih enak.
    Semoga segala amal perbuatan kita mendapat Redho Allah Aza wazalla.

    Salam Hormat saya.

    Wassalamualaikm.

  102. Ass. Wr. Wb.
    Bahagiahlah jiwaku bisa mampir di pondok ini, semua artikel tentang pengenalan diri sebagai bentuk pengenalan Allah telah menggugah hati semua pemabaca termasuk juga saya. allhamdulliah Sang PJ telah membuka tabir rahasia diri manusia…. sebuah pepatah ” Allah tidak akan dikenal bila tidak ada ciptaannya” telah terjawab. sungguh tidak ada keraguan didalamnya. terdapat 2 (dua) persoalan saya sekiranya sang PJ dapat memperjelaskan…
    1. Sangat tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak kita kenal, karena timbulnya rasa CINTA diawali dengan Berpandang Padangan (melihat. berdasarkan urayan rahasila diri yang telah saya baca pada bloger ini maka MELIHAT_MENDENGAR DAN MERASAKAN adalah kunci Pengenalan (Ma’rifat) Allah, Allah tidak diserupakan dengan apapun namun bagaimana bisa kita melihat fitrah yang telah Allah tempatkan pada diri manusia..??? dimanakah NUR ALLAH itu bersemayam pada diri manusia…???? semua orang dapat menggerakkan nafasnya Naik dan Turun dengan penuh IKHLAS apakah pada saat Nafas naik terdapat rahasia itu..???? ataukah terdapat pada Hati seorang maukmin sebagaimana hadits kudsi “Qalbi mu’minin Arsillah_Hati seorang mukmin adalah tempatKU” sebuah kesimpulan awam saya yang boleh dikatakan keliru setelah membaca tulasan Sang PJ adalah “mengenal ALLah tanpa MELIHAT seuatu yang rahasia itu sia-sia, indentiknya saya belum mengenal wajah Sang PJ, namun dihati terasa dekat karena saya membaca dan merasakan renungan jiwa akan rahasia Allah oleh Sang PJ…
    2. Setelah kita mengenal Rahasil Allah yang ada pada setia insan…. apakah yang harus kita pedomani sebagai bekal kita kemabli menghadap sang pencipta, berkaitan dengan “INALILLAHI WAINA ILLAHI RAJI’UN” (semua berasal dari Allah dan kepada Allah jua kita kembali)Nah.. kalau kita semua datang dari Allah dengan sempurna lengkap semua angota tubuh kita… apakah kita kemabli kepada Allah harus meninggalkan Jasad kita hancur di dalam kubur….??? atau kita kembali sebagaiman kita datang..???? artinya kebali membawa serta jasad tidak ditinggalkan untuk mendapat azab didalam kubur….
    Al’Quran Yusuf Ayat 4… “tatkala yusuf berkata kepada ayahnya wahai ayahku sesungguhnya aku melihat (kebanyakan tafsir yusuf melihat dalam mimpinya) sebelas (11) Bintang, Bulan dan Matahari semuanya tunduk dan sujud kepada ku_ ayahnya berkata “janganlah yang demikian itu kamu katakan kepada orang-orang niscaya mereka akan membawa malapetaka dan membunuhmu” Sang PJ yang baik hati.. mohon sekiranya memperjelas kata “sebelas bintang, bulan dan matahari itu apakah ada hubungannya dengan hal-hal yang perlu kita pedomani sebagi bekal kita dalam melakukan perjalanan kembali kepada Allah SWT….??????

  103. AbdiAllah said

    Assallamu’alaikum wr.wb

    Bpk PJ saya mau tanya Doa’ apa yg tepat kita minta ke Allah SWT, yg bisa menanamkan rasa bahwa kita mempersembahkan diri kita hanya tuk Allah SWT.. Soalnya ketika saya bdo’a mohon dtuntun jadi hamba yg diridhoi, sy merasa do’a itu masih tuk kepentingan sy. Tidak merasakan kehambaan sy kepada Allah.

    Monon bimbingannya..

  104. Raden Soko Gumintang said

    mati dalam keadaan khusnul khotimah adalah kunci kematian, tapi siapa yang tahu kita ini nantinya akan mati dalam keadaan su’ul khotimah atau khusnul khotimah..Zikir kunci kehidupan jagan tinggalkan atau lalai walau sedetikpun niscaya khusnul khotimah engkau dapatkan.

    kalaulah kamu mampu
    dalam setiap nafas
    ingat kepada Tuhanmu

    maka……….. Akulah yang berkata-kata
    takkala dirimu berkata-kata
    maka…………Akulah yang berbuat
    atas apapun yang dirimu perbuat

    Akulah yang berkehendak
    kamulah yang menjadikan
    selaku kholifah fil ardi
    tebarkan kebaikan dimuka bumi

  105. Xdop ape2 yg bfaedah pun.

  106. Xdop ape2 yg bfaedah pun. Jln itu adalah rahsia. Dan ape yg bnyak nye manusia kaji itu makin jauh. Krn jln itu tiada dlm kitab2 tp dlm hati yg d pelihara yg termasuk dlm pbendaharaan allah .

  107. alkhilaf said

    slm sjhtra untuk mbah pj,dn smua sesepuh2 yg da di pondok pj,slm knal jg dr alkhilaf,,,
    mf,,,singgah sjenak d pondok pj ,,
    mdh2n mnfaat,barokah,rhmat dn ridho alloh selalu trlimphkn kpd kt smua,,,
    mhn bntuan doanya,agar diri yg slalu khilaf ne dpt kfhaman ilmu allah yg mh luas,,

  108. alkhilaf said

    slm sjhtera tuk mbah pj dn smua sesepuh yg berada di pondok ne,slm knal jg dr kmi yg khilaf ne,,
    singgah sejenak ke pondok mbh pj,mhn pencerahannya,mdh2n mnfaat,barokah,rhmat dn ridho alloh slalu trlimphkan pd kt semua,

  109. bima said

    Mohon maaf sahabat semua,ijinkan diri ini menambahkan sedikit sekaligus koreksi untuk diri ini dan semua agar tidak lupa pada tujuan sebenarnya,,

    Sungguh indah coretan-coretan rasa yang di gambarkan,,indah bagi yang sudah memahaminya dan kebingungan bagi yang belum paham.
    MengenalNya bukan akhir dari segalanya namun awal dari agama begitu juga sebaliknya.
    Setelah mengenalNya ciptakanlah rahmatan lil alamin.
    Alangkah indahnya kalau yang di ceritakan bukan sekedar rasa dari yang di rasa namun jalan-jalan menuju rasa itu dan di bawa kemana rasa itu.
    Berdakwah bukan sekedar menceritakan rasanya namun jalan menujuNya setelah sampai tujuan apa yang harus kita perbuat.
    Dan ternyata jalanNya dan tujuanNya sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 116 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: