PENGEMBARA JIWA

Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf

Arsip untuk Desember, 2008

KESADARAN AKAN RUH AWAL MENGENAL ALLAH

Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada Desember 30, 2008

Ketika Manusia terlahir ke Alam Dunia, sampai saat ini menjadi manusia yang berakal tidak sedikit bagi mereka itu yang terlena dengan kehidupan Dunia dan berbagai macam kemegahan yang ada di dalam Dunia. Sehingga begitu umur semakin bertambah maka semakin dirinya terdinding oleh keinginan-keinginan dan hasrat untuk menguasai Dunia ini.

Tanpa disadari……, bahwa itu semua akan menjadikan ia semakin jauh dari kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi dan melihat kepadanya. Tidak jarang bagi mereka yang terlena oleh keinginan-keinginan itu telah jatuh kepada perangkap “Hawa Nafsu”, dimana hal itu pada Hakikatnya menjadikan ia orang-orang yang merugi.

Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka-mereka yang terjebak oleh Hawa Nafsu tidak menyadari bahwa perbuatan-perbuatannya di Dunia ini apapun yang di lakukan apakah itu menyangkut urusan Dunia maupun urusan amal ibadah yang katanya itu adalah urusan Akhirat, maka itu semua bukan mengantarkan ia semakin dekat dengan Allah, malah menyebabkan ia semakin jauh dengan Allah.

Semua itu terjadi karena tidak adanya kesadaran pada dirinya tentang Pencipta Seru Sekalian Alam yaitu Allah Swt.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ma'rifatullah | Bertanda: , , , | 119 Komentar »

PASAL AL-QUR’AN

Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada Desember 16, 2008

Tulisan yang di sumbangkan oleh : Saudara Kurniawan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan,

2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

7. Karena dia melihat dirinya serba cukup.

8. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah  ( kamu )kembali.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Al-Qur'an | Bertanda: , , | 36 Komentar »

SISI BATIN AL-QUR’AN

Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada Desember 3, 2008

Bismillahirrohmaanirrohiim…..

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Washolatuwassalamu ala sayyidina wa mawlana Muhammadin Wa Ala Aalihi Washohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Tulisan ini adalah Hasil dari pada Pengetahuan Saudara kita yang tidak mau disebutkan Namanya. Cukup saya sebutkan dengan “Hamba Allah yang Fakir”. Dimana Beliau mendapatkan Pengetahuan ini dari pada Karunia dan Anugrah Allah yang datang kepadanya setelah melewati tahapan Ladunni.

Dan tulisan ini diberi judul oleh Beliau dengan Judul “SISI BATIN AL-QUR’AN”

Semoga tulisan ini berman’faat untuk kita semuanya yang berada di Pondok Pengembara Jiwa, dan Rahmat Allah beserta saudara kita “Hamba Allah yang Fakir” dan juga beserta kita semuanya. Aamiin.

Kata Pengantar

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh

Bismillah irohmanirahim,

Al Quran dibawa oleh malaikat Jibril dan ditanamkan ke- kalbu Muhammad saw dalam bentuk batin yang hakiki dan di-sampaikan kepada umatnya dalam bahasa Arab sampai menjadi bentuk tekstual berupa Kitab Al Quran yang dapat dibaca dengan mata Zohir.

Tetapi huruf,kata dan kalimat dalam bahasa manusia tidak mampu mengungkapkan seluruh makna Al Quran .

Melalui firman-firman-Nya Allah menunjuk hati yang di dalam dada sebagai alat untuk memahami.

Ilmu hati (batin) yang saya maksud ini pada kenyataannya saat ini sudah langka, yang banyak adalah bahasan-bahasan yang diberi judul tasawuf sehingga terkesan ilmu yang begitu sulit dan eksklusif untuk kalangan tertentu saja. Padahal ilmu hati ini me-rupakan komponen paling penting yang sebenarnya berada dalam satu kesatuan dalam agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah saw dilanjutkan oleh Ali bin Abi Thalib ra kemudian sampai ke Zainal Abidin dan seterusnya.

Rasulullah saw pernah bersabda: “kelak Islam hanya tinggal nama dan ucapan dibibir saja” Gejalanya sudah muncul, contoh-nya, saat ini berapa banyak umat Islam yang mengucapkan “bismillah” dan “la ilahaillah” hanya sekedar dibibir saja tanpa memahami makna hakikinya apalagi mengamalkannya. Kalimat yang begitu sakral telah diperlakukan sebagaimana halnya mantera.

Dengan izin Allah, saya memberanikan diri menulis makalah ini untuk keluargaku dan teman-teman dekat. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka.

Dengan dilandasi semangat mencari kebenaran bukan mencari -cari pembenaran, semoga Allah meridhoi dan memilih kita ke dalam golongan yang diberi petunjuk-Nya. Amiin ya Allah.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Medan, 16 Januari 2005

Hamba Allah yang Fakir

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Al-Qur'an | Bertanda: , , , | 217 Komentar »