PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

“DIAM” (Bag 1)

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 11, 2008

Para Arifbillah yang tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga mengerti akan kedudukan/Martabat Allah, tentu mereka itu telah “Karam” pada Lautan “Ahadiyah” Allah ‘Ta’ala. Di dalam ke “Karam” annya itu pandangannya hanya tertuju kepada Allah, baik di muka, di belakang, di kanan, di kiri, atas, bawah, luar dan dalam. Setiap waktunya selalu bersama Tuhannya baik di dalam suka maupun duka, baik dalam keramaian maupun dalam kesendiriannya.

Tidak banyak orang lain mengetahui tentang rahasia di dirinya, walaupun ia senantiasa berkumpul di dalam suatu keramaian tetapi Hatinya hanya bersama Tuhannya. Jiwanya telah merdeka dari segala ikatan-ikatan dunia. Apakah itu pangkat, kedudukan, harta dan segala Atribut-atribut yang lain.

Para pecinta Tuhan telah melepaskan pandangannya baik dari dirinya sendiri maupun kepada yang di luar dari dirinya, menyendiri di dalam kesendirian diri dan diam di dalam Hakikat Tuhannya.

Diriwayatkan Nabi Daud as. Sedang menyendiri di dalam Mihrab, setelah ia hanyut dalam kesendirian itu…

Tuhan berkata : “Hai Daud, sedang apakah engkau?”

Daud as : “Ya Tuhanku sesungguhnya Aku sedang menyendiri dalam kesendirianku”

Tuhan : “Apa yang engkau lihat hai Daud?”

Daud as : “Aku pandang akan diriku dalam Musyahadah bahwa tidak ada Daud yang ada hanya

Aku, dan kupandang lagi lebih dalam ‘tidak ada Aku yang ada hanya Engkau ya Robb”

Tuhan : “Hai Daud! Jika demikian berarti engkau telah “Murtad”, Murtad dari dirimu sendiri”

Engkau telah keluar dari dirimu sendiri sehingga tidak ada lagi yang ada pada dirimu,

Dan Engkau nyatakan yang ada hanya “Aku”. Karena itu Engkau telah masuk kedalam

Ke “DIAM” an Sir/Rahasia-Ku, dan Engkau telah sampai kepada-Ku.

Bagi para penuntut/salik yang berjalan menuju kepada Allah, maka mereka akan melalui beberapa tahapan-tahapan/kedudukan-kedudukan yang mana akhir tahapan itu adalah “DIAM”.

“DIAM” itu adalah suatu Maqom Qodimnya Allah Swt yang mana di sampaikan oleh beberapa Arifbillah dengan Sir/Rahasia/Singgasana Allah Swt.

Dalam sebuah kitab “Ad-Durunnafis”, dikatakan bahwa “DIAM” itu adalah Maqom yang tinggi yaitu Maqom Tuhan Robbul ‘Alamiin pada Singgasana Allah swt.

Di dalam ke “DIAM”an itu Hakikat Muhammad Saw bermaqom, dan dari situlah sumber Kalam Allah yang berbunyi : “Kun” dan “ Fayakun”.

Setiap para Arifbillah di antara para kekasih-kekasih dan Pecinta Sejati Allah, mereka telah sampai kepada Maqom ke “DIAM” an tsb. Maqom yang mengangkat Derajad dan Martabatnya kepada “Insan Kamil Mukamil” dan berkedudukan sebagai Waliyullah yang senantiasa tidak pernah Alfa dari mengingat Allah baik dalam kesendiriannya maupun dalam keramaiannya.

Adapun untuk sampai pada Maqom tsb, tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam pengembaraan Spiritualnya adalah :

  1. Fana Fil Mursyid (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Mursyid)
  2. Fana Firrosul (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Rosul)
  3. Fana Fillah (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya hanya kepada Allah Swt)
  4. Baqo’ billah (Terbuka Hijab/Tirai kedirian sehingga Sir/Rahasianya bersatu dengan Kebenaran Allah)
  5. Liqo’ Illah (Bertemu dengan Allah dalam ke “DIAM”annya Allah Swt.

Bersambung…………………….

About these ads

116 Tanggapan to ““DIAM” (Bag 1)”

  1. Asslm, wr wb
    Semoga Allah mencurahkan segala karuniaNYA kepada para pencinta Sifat dan DzatNYa..amin

    Ya Allah kalau maqom DIAM itu menjadi karunia tertinggi kepada para pencintaMu, Bagaimanakah para Dermawan, para Syahidullah, para Ekonom, para guru, para faqir, para pendosa, para negarawan amanah, para ahli taubat…dibumi manakah mereka berada dan akan KAU kumpulkan ya Allah kelak? karena mereka semuanya tidak DIAM, melainkan berusaha mencintaiMu dengan cara mereka…Ya Allah kasihanilah kami…apakah ENGKAU menghendaki kami semua mencapai Maqom tersebut? bagaimana nafsu yang ENGKAU hiaskan di jizm kami, bagaimana keindahan dunia yang ENGKAU ijinkan kami rasakan, melihat dengan perantaraan mata, telinga, hidung dll yang “sengaja” ENGKAU titipkan kepada kami, bagaimana dan ada apa terhadap “kesempurnaan” dan sebaik-baik penciptaan yang telah ENGAKU tetapkan kepada kami?…apakah fungsi itu semua Ya ALLAH………………
    Kalau ENGKAU kehendaki kami pada maqom DIAM, tidakkah itu semua sia-sia?, bukankah ENGKAU menciptakan sesuatu tiada yang sia-sia???…
    Ya Allah jadikan aku sebaik-baik penciptaanMU yang menjalankan amanah dari setiap detil penciptaanMU di Jizm ini…untuk menghadirkan SIFAT dan DZAT MU di semua sendi amanah kehidupan ini…amin.

    Wass,

  2. isnese said

    ini seperti hakikat dalam Budha, dimana yang ada hanya keheningan. Diam di hadapan pencipta. Begitu katanya orang yang sudah mencapai derajat muqarrabun. Namun sayangnya, filosofi Budha sendiri katanya dicemarkan oleh pengikutnya sendiri, jadinya terkesan Budha itu tidak mengenal Tuhan. Padahal kalau dipandang dari segi penempuhan/laku/tirakat, Budha tak ada beda jauh dengan mistisisme Islam.
    .
    Entahlah…

  3. sufimuda said

    Mungkin Pengembara Jiwa harus menjelaskan lebih rinci makna diam dalam tanda kutip di atas agar tidak terjadi salah penafsiran terutama bagi yang belum memahami tasawuf.

    Salah satu sifat Tuhan adalah QALAM (berkata-kata), dengan sifat itulah di berbicara kepada hati hamba-Nya yang beriman…
    Bagi kalangan syariat sifat QALAM itu hanya berlaku pada zaman Nabi, tapi menurut para sufi sifat Tuhan itu akan berlaku sepanjang masa tergantung kepada siapa DIA mau berkata-kata..

    Fase DIAM ibarat fase kepompong sebelum manjadi kupu2, setelah menjadi kupu2 maka sifat DIAM itu akan berubah menjadi sifat bergerak.

    Setelah DIAM maka akan ada keramaian…dimana antara hamba dan Tuhan saling bercengkerama didalam singasana-Nya….
    Mari kita naik ke tahap berikut-Nya yaitu Berdialog bahkan bercinta dengan Tuhan sebagai wujud penyatuan yang abadi

    Saudaraku, mohon dikoreksi kalau pendapat saya salah

    Salam Hangat

    • siko... said

      oi lur nggak ada naek2an emang pesawat kadang naek…kadang turun……….yang mana naeknya… mana turunnya…..ati-ati ntar kelewatan naeknya…

  4. @Esensi

    Pada Dasarnya… Hakikat Islam itu meliputi sekalian Alam termasuk Agama2 yang lain sebab Allah Swt yang meliputinya. Akan tetapi mereka2 (agama2) yang lain itu tidak mengerti dengan kebenaran itu.

    …………………..

  5. @Sufi Muda

    “DIAM” itu tidak bergerak…..
    Tidak bergerak itu Mati…..
    Mati itu Hakikat dari pada Ketiadaan….
    Ketiadaan itu adalah Kekosongan……

    Jadi Mereka yang mengenal dan mengerti akan Allah Swt, adalah mereka2 yang memandang dan menyaksikan akan dirinya sendiri bahwa kezahiran dirinya itu hanya sebagai bukti Adanya Allah Ta’ala.
    Sedangkan pada Hakikatnya Dirinya itu “TIDAK ADA”/”KOSONG”/”MATI”/DIAM”.

    Kalimah Tauhid itu “LAA ILAAHA ILLALLAH”
    Bukankah di situ terdapat Nafi dan Itsbat?
    Yang menunjukkan Hanya Allah saja yang ada semata2
    Tidak ada yang lain selain Allah….. (Paham Ahlul Ma’rifat)

    Lalu jika Tuhan berada pada Maqom “LAA ILAAHA ILLALLAH”
    Sedangkan Hamba berada pada Maqom “LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH….”

    (Tidak akan mungkin Ada yang “ADA” sedangkan yang “TIDAK ADA” itu tidak ada)

    Allah itu “ADA”………..(GERAK)
    Hamba itu “TIDAK ADA”………..(DIAM)

    Benar seperti yang dikatakan Saudaraku Sufi Muda
    Bahwa Fse DIAM itu ibarat fase “kepompong”

    Akan tetapi bukan berarti ia itu selalu “DIAM” dalam pengertian harus di dalam Khalwat (kesendirian)/(bertapa istilah orang Indonesia) terus menerus….. Tidak!

    Melainkan ia telah melewati Khalwat (kesendirian) yang demikian.

    Sehingga walau Zahirnya bergerak tetapi Batinnya tetap dalam Khalwat….

    Adapun tentang Dialog Tuhan dan Hamba/bercengkarama, itu akan selalu ada pada dirinya dalam singgasana-Nya.

    Akan tetapi dalam pengertian Batin Ahlul Ma’rifat bukan Tuhan berdialog pada Hambanya melainkan Tuhan berkata2 (KALAM) atau berdialog dan bercengkrama dengan diri-Nya Sendiri pada kezahiran Hamba.

    Pada Maqom itu dikatakan oleh mereka Ahlul Ma’rifat, bahwa :
    “Tuhan memuji diri-Nya sendiri pada Lisan Hambannya”

    Ia yang Mencintai, diri-Nya jualah yang dicintai…

    Sang kekasih belumlah dikatakan kekasih jika ia belum menyatu dengan sang kekasihnya.

    Semoga Berkenan……
    Saudaraku Sufi Muda

    Salam di dalam Rahmat Allah….

    • Abu Muhammad Nafis said

      Tuan, dalam tidur Allah tiada. Bila bangun dari tidur, baru Allah ada.

      • lor Muria said

        Dalam tidur Allah tiada dalam akal, tetapi tetap ada dalam kesadaran Ruh. Bila bangun tetap ada dalam kesadaran ruh dan ada dalam akal bagi orang2 yang ELING dan Waspodo, TITI SETITI NGATI-ATI.
        SALAM :) .

      • @Abu Muhammad Nafis

        Saudaraku…..
        Allah ada dan Meliputi baik dalam ke adaan kita tidur maupun jaga, akan tetapi diri tiada mengetahuinya kecuali mereka2 yang telah diperjalankan dalam Kesadaran Mutlak.

        Terimakasih atas Pencerahannya….

        Wassalam

      • Abu Muhammad Nafis said

        Jaga, ambil cermin. Tidur, lepas cermin.

      • siko... said

        gak ada semua………yang ada budha

    • Ari Lukman said

      salam hormat tuan guru.bagi orang yang belum paham soal DIAM itu pasti di artikan dngan diamnya badan,disinilah perbedaan antara lahir dan batin luar dan dalam.semuga tuan guru/p j selalu dalam rahmatnya amiin

  6. @Abu Mufasya

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Selamat Datang dan salam kenal buat Abu Mufasya Saudaraku Se Iman dan se Agama.

    Semoga Hari2mu selalu dirahmati dan di berkati Allah Swt.

    Ya Allah…. Engkau Pemilik segala Kerajaan Dunia dan Akhirat
    Ya Allah…. Engkau adalah Robb yang tidak ada sekutu Bagi-Mu…
    Ya Allah…. Engkau adalah Laisa Kamislihi Syai’un…..
    Ya Allah…. Engkau yang menyampaikan Amanah sebagai Sir/Rahasia pada diri kami

    Karena itu Engkau Nyatakan bahwa Insan itu adalah Rahasia-Mu

    Engkau Karuniakan Kasih Sayang-Mu kepada tiap2 sesuatu juga kepada para Hamba2mu yang ber Iman kepada-Mu dan Hari Kemudian.

    Ya Allah…. Sungguh kami para pecinta-Mu, sangatlah beragam dalam kekuatan dan rasa cinta itu. Karena kami mungkin tidak seperti Rosul dan para Nabi serta Wali2-Mu dalam Mencintai-Mu. Yang mana Mereka telah Engkau bimbing untuk sampai pada Maqom ke “DIAM” an.

    Yaitu suatu Maqom Hadirat-Mu yang Mulia………..

    Derajad Mereka disisi-Mu sungguh, teramat Agung dan Mulia dalam Ilmu dan Ma’rifatnya kepada-Mu yang menyebabkan Engkau Mencintai mereka.

    Akan tetapi Engkau Maha Pemurah dan Bijaksana, walaupun kami tidak sebanding dengan Mereka dalam Ilmu dan Ma’rifat; Rosul-Mu Muhammad Saw telah bersabda : “Mereka akan beserta dengan siapa yang dicintainya.”

    Walaupun kami tidak semulia mereka……
    Walaupun kami tidak se Sholeh Mereka….
    Walaupun kami tidak se Ta’at Mereka…..
    Walaupun kami tidak sedermawan Mereka….
    Walaupun kami telah banyak berlumuran Dosa…..
    Terkadang Sadar lalu bertobat….
    Terkadang tidak sadar kami berbuat lagi…..
    Kami bukan siapa2 dan tidak bisa apa2 tanpa Qudrat Iradat-Mu Ya Robb…

    Karenanya….

    Tanamkan lah rasa cinta itu pada diri kami, agar kami dapat mencintai orang2 yang Engkau Kasihi sebagai jembatan dari pada Cinta Kasih-Mu kepada Kami dan Sebagai Ampunan-Mu kepada Kami.
    Walaupun kami tidak sampai kepada maqom ke “DIAM” an.

    Engkau lengkapi diri kami dengan Nafsu dan rasa senang akan memandang Dunia dan segala macam perhiasannya sebagai kebutuhan kami sehari2 di Dunia tetapi Engkau melarang Kami untuk terlalu berlebih2han dan melampaui batas.

    Lalu…. apalah daya diri kami.., sungguh kami Laa hawla wa laa Quwwata….
    Karenanya Hanya kepada-Mulah kami berserah diri.
    Jadikan Kami hamba2mu yang selalu bersyukur atas segala pemberian-Mu dan tanamkan pada diri kami rasa Cinta kepada Orang2 yang Engkau Kasihi….
    Agar Kami juga bisa merasakan Kasih dan Sayang-Mu di Dunia dan di Akhirat.

    Sungguh Engkau jadikan segala sesuatu itu tidak ada yang sia2, karena di balik sesuatu itu terdapat Hikmah bagi orang2 yang mau memikirkannya.

    Dengan Sempurnanya Engkau jadikan Kami sebagai Manusia lebih Mulia dari Makhluk-Mu yang lain maka kami memohon peliharalah diri kami dari berburuk sangka terhadap apa2 yang Engkau ciptakan. Karena dengan kami menyangka yang tidak baik terhadap ciptaan-Mu maka sama halnya kami berburuk sangka Kepada-Mu. Tolonglah kami… dan peliharalah Kami…

    Ya Allah…. Jadikan Hari2 kami dengan senantiasa mensyukuri segala apa2 yang datang kepada kami sebagai pemberian-Mu kepada kami.
    Dan Hiasilah Diri Kami dengan Budi Pekerti yang baik/Akhlakul Karimah sebagai Amanah Engkau untuk menjadi Rahmat bagi siapa saja.

    Aaamiin.

    Wassalam

  7. gustsrysyahidan said

    saudaraku,

    tanda orang beriman itu :
    1. berpihak
    2. berani menyalahkan.
    3. berusaha membuktikan.
    Ibrohim AS. dibakar Namruzd karena 3 hal tsb. Musa AS. diburu Fir’aun karena 3 hal tsb, Muhammad di perangi Quraysh karena 3 hal itui juga.

    coba saudara bayangkan jika Ibrohim “diam” tentu tak ada konflik dengan Namruzd, jika Musa AS. “diam” tak ada perburuan Fir’aun, Jika Muhammad “diam” Tak ada cerita Hijrah.

    Jika mereka semua adalah TAULADANMU, maka berioman itu ya seperti mereka, bukannya “diam”, tapi aktif menentang, mau berkorban, konsiten,apapun resikonya.

    Saudaraku saya berharap kembalilah pada Islam dan tinggalkanlah tasawuf.

    sala dari saudaramu.

  8. gustsrysyahidan said

    saya tambahkan.

    tanda beriman adalah sbb :
    AL HUJUROOT
    15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

    bukan “diam”, tapi “kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

    saya pikir udah sangat jelas saudaraku.

  9. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @pengembara jiwa & semua yg ada di blog ini,

    Salam kenal. Alhamdulillah sampai juga sy ke blog pengembara jiwa atas anjuran dari mujahidahwanita. Sesuai dgn judulnya “DIAM”, saya ingin memberi tanggapan diam dari sisi yg lain yg dimaksudkan sipenulis/bisa juga diinterpretasikan. Diam sangatlah dianjurkan dalam kondisi tertentu dimana kepentingan persatuan umat Islam lebih utama. Sebagai contoh diamnya Nabi Saw dalam perjanjian Hudaibiyah pada fathu Mekah, diamnya Nabi Yakub As menghadapi anak-anaknyanya yg bersepakat dlm kebohongan, diamnya Sayyidina Ali Ra setelah wafatnya Rasul Saw dlm menghadapi pergerakan umat, sehingga sampailah Islam kpd kita. Hemmm…apalagi ya, diamnya Nabi Daud As dalam makrifatullah, mungkin disini diamnya Nabi Daud As sebagai makhluk yg tiada ada daya upaya, melainkan berserah diri sepenuhnya kepada pencipta makhluk yaitu Allah Swt. Demikianlah dulu sbg renungan, semoga Allah Swt selalu menunjukkan jalan yg lurus kepada orang-orang yang benar dan taqwa yg Allah Swt ridhoi.

    Wass. Wr. Wb.

  10. @gustsrysyahidan

    Saudaraku….. Anda mengatakan, bahwa :

    tanda orang beriman itu :
    1. berpihak
    2. berani menyalahkan.
    3. berusaha membuktikan.

    *. kemana lagikah saya berpihak sedangkan pandangan dan tujuan saya adalah ALLAH SWT melalui ROSUL-NYA MUHAMMAD SAW.

    *. dan sudah saya nyatakan bahwa sesuatu selain ALLAH SWT dalam pandanganku dan tujuanku dan ROSULNYA MUHAMMAD SAW sebagai saksi-Nya adalah SALAH!!!

    *. dan Saya siap membuktikan dengan Jiwa dan Raga walau mati sekalipun resikonya Bahwa Saya telah Mengenal Allah dengan Anugrah Allah Ta’ala sendiri, bukan dengan Daya Upaya saya untuk mengenal Allah.

    Karena itulah saya sampaikan kepada seluruh penduduk Bumi ini melalui Media Blog ini yang saya beri nama Pengembara Jiwa untuk menyatakan yang “HAQ” itu. Apakah ini bukan tanda2 Orang yang beriman seperti yang anda katakan?

    Bagi saya tiada yang “HAQ” selain Allah Swt, karenanya Pondok Pengembara Jiwa ini hanyalah suatu perantara untuk menyuarakan tentang yang “HAQ” itu.

    “DIAM” yang saya maksud bukanlah “diam” yang Anda maksud
    tetapi “DIAM” yang saya maksud adalah “Memurnikan ke Tauhidan dalam lelaku Amal Ibadah yang di dasari LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH…. dan di kokohkan dengan Kalimat : LAA ILAAHA ILLALLAH.

    Jika Anda merasa dan mengakui Anda bisa Sholat Maka Anda telah Menyekutukan Allah dengan diri Anda sendiri.

    Jika Anda merasa dan mengakui Anda bisa beribadah Maka Anda telah Menyekutukan Allah dengan diri Anda Sendiri.

    Jika Anda merasa dan mengakui Anda bisa Hidup tanpa Allah maka Anda telah Menyekutukan Allah dengan diri Anda Sendiri.

    Sesungguhnya karena Allah Aku bisa Sholat (Tanpa Allah tidak bisa Sholat)
    Sesungguhnya karena Allah Aku bisa beribadah (Tanpa Allah tidak bisa beribadah)
    Sesungguhnya karena Allah Aku Hidup (Tanpa Allah tidak bisa Hidup)
    Sesungguhnya karena Allah Aku akan Mati(Nikmat dan Bahagia menjumpai kematian)

    Lillahi Ta’ala (semuanya Gerak dan diamku karena Pertolongan Allah)

    Itulah Tasawuf bagiku Bagaimana Aku bisa meninggalkannya?
    Itulah Islam bagiku Bagaimana Aku bisa berpaling?

    Aku Mengembara dalam Hidup di dunia yang FANA’ ini karena Allah dengan berpakaian Taqwa(dalam pandangan Tasawuf), berhiaskan Tawakal (Berserah Diri) hanya kepada Allah, bertongkatkan Ikhlas (rela menerima QODO’ dan QODAR) dari pada Allah, melangkah berjalan dengan menggunakan Terompah RIDHO’ (Senang atas segala ketentuan Allah pada diriku)

  11. Koreksi*

    *. dan sudah saya nyatakan bahwa sesuatu selain ALLAH SWT dalam pandanganku dan tujuanku dan ROSULNYA MUHAMMAD SAW sebagai saksi-Nya adalah SALAH!!!

    Maksudnya Adalah :

    *. Saya Menyatakan Hanya ALLAH SWT dalam pandanganku dan tujuanku, dan hanya ROSULNYA MUHAMMAD SAW sebagai SAKSINYA.

    apabila ada pandangan selain pandangan di atas maka itulah yang SALAH….!!!!!

  12. @Asep

    Wa’alaikum Salam Wr, Wb

    Salam kenal kembali dari Pengembara Jiwa…

    Terimakasih telah berkunjung dan selamat datang….

    Wassalam

  13. wawu ndombleh said

    pitutur jawi “bisaa sila karo mlaku lan mlaku karo sila”
    mampukan untuk diam dalam berjalan dan berjalan dalam diam

  14. gustsrysyahidan said

    baiklah saudaraku, masing-masing bertanggung jawab atas jalan yang kita pilih.

    begini saja deh, saya cari persatuan, bukan perpecahan maka tolong camkan !

    * Bahwa “ibadah” murni kepada ALLAH tidak akan tercapai sebelum syariah ISLAM berkuasa sebagai hukum tertinggi di muka bumi yang kita pijak.

    * Kita “wajib” berjuang mencapainya dengan jihad (jihad yang nyata karena jelas kita teraniyaya, bukan jihad melawan hawa nafsu.

    jika bersedia kunjungi saya di :

    http://gustrisehat.wordpress.com

    selamat jalan saudaraku, aku tetap menunggumu di sabilillah. Islam tanpa tasawuf.

  15. mujahidahwanita said

    Assalamualikum Wr,Wb

    Saya dukung anda pengembara jiwa, Jika anda berjihad saya akan ada di barisan paling terdepan.
    Tetapi saya tau kau tak membutuhkan seorangpun tuk menjadi pelindung mu, bagimu cukuplah Allah SWT yang akan menjadi pelindung mu.

    Sesungguhnya pejuang Allah Tidak pernah takut Disalahkan, dihina, di ejek, di bunuh sekalipun
    ia tidak kan pernah takut.
    Pejuang Allah tidak pernah merasa Gentar
    Pejuang Allah tidak pernah merasa duka Cita
    Karena Allah selau berserta kami/cukuplah Allah dan Nabi Muhammad SAW sebagai penolong kami

    Robeklah mata-mata mereka yang tidak bisa melihat kebenaran
    Robeklah hati-hati mereka yang tidak bisa mebedakan/melihat mana ilmu yang haq dan ilmu yang batil

    Singkaplah tirai yang ada pada diri wahai sahabat!
    Agar Nur ilahi memancar kepada diri, dan menjadi rahmat seluruh sekalian alam

    Teruslah menyuarakan kebenaran, Buatlah mahluk bumi terguncang dan kembali kepada jalan kebenaran
    Allahu Akbar!, Allahu Akbar, Allahu Akbar

  16. Herman said

    Assalamualaikum Wr,Wb

    Saya selalu mendukung anda Pengembarajiwa, meskipun itu tidak berarti karena Sang Pengembarajiwa sudah didukung oleh yang HAQ adanya.
    Ilmu seperti inilah yang saya cari “tidak ada istilah salah, karena dia sadar siapa yang berbuat yaitu yang maha sempurna yang jauh dari kesalahan, semua yang ada didalam pandangannya adalah benar karena dia menyadari akan siapa yang berbuat”……

    Kehidupan ini pada dasarnya Gersang karena kemarau tapi tasawuflah yang menyiraminya sehingga kehidupan ini terasa sejuk…….

    Pengembarajiwa tuntun dan bimbinglah saya yang bodoh dan miskin ini untuk bisa mengenal dengan sebenarnya

    amin.

  17. @MujahidahWanita

    dan

    @Herman

    Alhamdulillah……

    Segala sesuatunya Datang dari pada Allah dan kembali kepada Allah.

    Anda semuanya termasuk orang yang dirahmati Allah, sehingga mengerti akan Makna Kebenaran Sejati.

    Semoga Allah Swt memberkati kita semuanya dalam RAhman dan Rahim-Nya, dan di berikan Kekuatan untuk menegakkan Kalimatuk-Haq di muka Bumi ini.

    dan Terimakasih atas partisipasinya.

    Kita semuanya berada di jalan Allah dalam Kebenaran Allah dan dalam Cinta kasih Allah dan Rosul-Nya.

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd’

    Salam kenal buat Anda berdua

    Mujahidah Wanita dan Herman

  18. al rizali said

    klo boleh tau, pengembara jiwa berdomisili dimana?

  19. al rizali said

    klo boleh tau, pengembara jiwa berdomisili dimana?
    sy harap ngirimnya lewat e mail sy aja ya..

  20. @Al Rizali

    Salam kenal……

    Saya sudah kirim ke E-mail Anda

  21. @Waw Ndombleh

    Salam kenal untuk Anda, dan semoga senantiasa Berada dalam Rahmat Allah Swt…..

    “Ada di dalam ke-tiada-an dan tiada dalam ke-ada-an”

  22. al rizali said

    pengembarajiwa

    salam kenal juga….
    trimakasih dah ngasih tau domisili anda,

    Kamu adalah Aku & Aku adalah Kamu

  23. @Al Rizali

    Terimakasih juga sudah berkunjung ke Pengembara Jiwa, dan ngasih tahu Domisili Anda ke E-mail Saya.

    Kamu adalah Aku & Aku adalah Kamu (Kosong – Titik – Alif)

  24. wawu ndombleh said

    terima kasih.. salam kembali buat pengembara jiwa

    takkan pernah lelah para pencari hikmah
    Allah hadir pada jiwa berpasrah
    mewarnai bumi dengan indah

    Hu
    Allahu
    asmara menjelma
    dewa melanglang buana
    wali-wali Allah merestui
    permintaan dalam darma hidup
    terkabul dari sujud-sujud hati

    salam,
    jawijiwajawawajawajajiwa

  25. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa

    Seperti apa yang anda tuliskan seperti dibawah ini,

    Adapun untuk sampai pada Maqom Insan Kamil Mukamil, tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam pengembaraan Spiritualnya adalah :

    1. Fana Fil Mursyid (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Mursyid)
    2. Fana Firrosul (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Rosul)
    3. Fana Fillah (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya hanya kepada Allah Swt)
    4. Baqo’ billah (Terbuka Hijab/Tirai kedirian sehingga Sir/Rahasianya bersatu dengan Kebenaran Allah)
    5. Liqo’ Illah (Bertemu dengan Allah dalam ke “DIAM”annya Allah Swt).

    Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap / tindakan para ahli tasawuf pada tahap amar ma’ruf nahi munkar dalam memahami perkembangan umat Islam setelah Nabi Saw wafat ?

    Demikian, semoga tidak bosan menjawabnya.

    Wass. Wr. Wb

  26. adi isa said

    saya melihat saudara @gustsrysyahidan
    nggak sampai kepada pemahaman hakekat…
    jadi, kayaknya nggak bakalan nyambung dengan pemilik blog..

    buat saudaraku pengembaraaan jiwa,..
    saya masih tunggu lho…sharenya di alamat email saya
    atau di blog saya saja, tks.

  27. @wawu ndombleh

    Terimakasih atas Puisinya, sarat dengan Makna.

    @Asep

    Wa’alaikum Salam……
    Ketemu lagi nih…..

    ====================================================
    Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap / tindakan para ahli tasawuf pada tahap amar ma’ruf nahi munkar dalam memahami perkembangan umat Islam setelah Nabi Saw wafat ?
    ====================================================

    sikap/tindakan para Ahli Tasawuf pada Amar Ma’ruf Nahi Munkar tidak berbeda sebagaimana saudara2 Muslim yang lainnya. Akan tetapi tidak hanya sebatas itu saja melainkan berusaha untuk menyadarkan Umat untuk bisa mentauhidkan Allah.

    Wassalam,

    @Adi Isa

    Saya tetap ingat akan janji saya untuk meng E-mail Anda sebagai Share kita tetapi Saya masih banyak kesibukkan, sabar ya….., saya pasti akan E-mail Anda.

    Bahkan beberapa kali saya coba Chatt Anda, tetapi Anda Offline terus…

  28. PPT said

    assalamu`alaikum wr.wb

    Salam kenal mas PJ

    @ gustsry

    Dari komentar2 anda sepertinya ini bukan tempat yang “cocok” buat anda,”bahasa” yang dipakai disini bukan “bahasa” yang biasa anda pakai sehingga sulit bagi anda untuk memahaminya.

    Walaupun tulisan katanya sama dengan tulisan kata dalam bahasa anda tapi arti dan maksudnya adalah berbeda,sehingga sebelum anda belajar bahasa ini anda tidak akan bisa mengerti.

    Contoh paling sederhana saja adalah kata “DIAM”,pada kata ini sudah dijelaskan dengan sangat jelas oleh mas Pengembara Jiwa (PJ),tapi tetap anda mengartikan dan memahaminya salah. anda hanya “main” diwilayah Zahiriah saja,padahal bahasa ini sudah melawati daerah tersebut.

    Menurut saya pondok ini adalah Pondok Percintaan Pengembara Jiwa dan Penciptanya,mas PJ sedang dilamun cinta sehingga menceritakannya kepada kita. Jadi jangan lah dihalang halangi,dan dilarang2,Tuhan punya kita semua bukan milik anda sendiri.

    salam

  29. PPT said

    Assalamu`alaikum wr.wb

    @gustsry

    Tambahan mengenai tasawuf:

    saya mulai dengan QS Al Baqarah 2:208 :….Hai orang-orang beriman,masuklah kamu dalam islam secara keseluruhan

    Ilmu Fiqih mengatur kesempurnaan hidup secara hoerizontal berupa hablum minnas
    Ilmu Tasawuf Mengatur kesempurnaan hubungan dengan Allah SWT

    Keduanya merupakan lautan ilmu,kalau ilmu fiqih merupakan lautan ilmu yang meluas secara horizontal,maka ilmu tasawuf dan sufi merupakan lautan ilmu yang menembus vertikal kedalam dan merupakan Hablum mi Allah.

    Kalau ilmu Fiqih masuk kedalam otak dalam alam bawah sadar manusia serta perilaku manusia,maka ilmu tasawuf dan sufi tembus kedalam alam bawah sadar dan alam diatas sadar terus ke dalam roh atau hati nurani umat yang dihubungkan langsung dengan kebesaran Allah SWT,melalui Arwahul Muqadasah Rasulullah SAW.

    Jika ilmu Fiqih mengajarkan lafaz,niat dan pelaksanaan teknis dari dimensi zahirnya ibadat,maka ilmu Tasawuf mengajarkan teknis pelaksanaan rohaniah dari ibadat untuk bermunajat kehadirat Allah SWT.

    Jadi apabila kita hanya menggunakan Ilmu Islam secara horizontal janganlah melarang orang lain yang masuk kedalam ilmu Islam secara Vertikal.

    Islam itu luas dan berlapis,seperti perumpamaan bawang berlapis2 apabila kita kupas sampai paling akhirpun tetap yang terlihat adalah bawang.

    Salam

  30. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Kalo boleh usul tahap amal ma’ruf nahi munkar, bisa ditambahkan menjadi 6 (enam)
    tahap mencapai insan kamil mukamil, entah mau disebutkan no berapa ? Saya tuggu jawabannya, terimakasih.

    Wass. Wr. Wb.

  31. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @PPT
    Salam kenal. Anda mengatakan ilmu tasawuf dan ilmu fiqih dalam pelaksanaannya secara horizontal dan vertikal. Kalo menurut pemahaman saya kedua-duanya harus saling berkesinambungan baik secara horizontal maupun vertikal. Jadi jangan ada batasannya, sehingga tidak menjadi polemik bagi umat Islam sedunia. Ya, tentu saja harus disesuaikan dengan nash Al Qur’an dan Hadist yang benar.
    Sehingga kita masuk kepada agama Islam secara kaffah, sesuai dengan QS Al Baqarah : 208.

    Wass. Wr. Wb

  32. PPT said

    Ass.wr.wb

    @Asep
    salam kenal juga

    Terima kasih atas komentarnya.

    saya setuju dengan pemahaman mas asep bahwa kedua2 nya harus berkesinambungan.

    Mungkin dari tulisan saya hal itu kurang jelas terlihat.

    salam

  33. truthseeker08 said

    @PPT
    Salam kenal.
    Menarik uraian saudara teruntuk saudara Gusti.
    Saya ingin menambahkan.
    Bahasa adalah kunci. Ketika kita ingin masuk ke dunia puisi kita butuh bahasa (puisi) sebagai kunci masuk, begitu juga ketika kita ingin masuk ke dunia hukum/fiqh maka kita membutuhkan bahasa hukum/fiqh untuk masuk, tentunya begitu pula bagi dunia tasawuf.
    Dan setiap kunci hanya akan cocok untuk lubang kunci yg diperuntukkannya. Kita tidak bisa membuka pintu dunia puisi dengan kunci hukum dsb.
    Ketika kita hanya memiliki hanya satu mata kunci, tentu kita akan kesulitan membuka dunia lain.
    Dan kita juga tahu bahwa Allah Yang Maha Luas & Maha Kaya menciptakan banyak “dunia”.

    Wassalam

  34. PPT said

    @truthseeker

    Salam kenal,

    Semoga kita semua masuk kedalam golongan orang yang dibukakan pintu hati agar dapat melihat begitu banyak petunjuk2 yang telah Allah berikan untuk kita.

    Semoga kita semua masuk kedalam golongan orang yang diberi kesempatan oleh Allah untuk mengintip sebagian dari banyaknya “dunia” yang telah diciptakan oleh Allah SWT.amin

    Semoga kita semua termasuk didalam golongan orang yang Subhanallah dipercayakan oleh Allah memegang kunci-kunci tersebut…Amin

    Amin..Amin Ya Allah..

  35. Mujahidahwanita said

    Sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang di beri petunjuk oleh-Nya, mengapa kalian tak menyadarinya.

  36. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @truthseeker08

    Salam kenal.
    Bagaimana kalo kunci-kunci tersebut dikombinasikan ? sebab dalam mendiskusikan mengenai pemahaman agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan yang lahir maupun yang bathin. Bisa tidak ya ? Ah, itu hanya dalam khayalan saya aja. Hanya berandai-andai, masih seperti ombak dilautan, sebentar pasang sebentar surut, silih berganti.

    @Mujahidahwanita
    Ketemu lagi, kadang saya tidak menyadari akan petunjuk Allah Swt. Makanya selalu bertanya dan bertanya terus dalam mencari kebenaran. Bisa tidak tanggapan saya diposting “apa yang bisa kulakukan, akan kulakukan” ditampilkan lagi. Saya sudah lupa.

    Wass. Wr. Wb.

  37. truthseeker08 said

    @Asep
    Salam kenal juga …:)
    Idealnya sih memang kita memegang semua kunci tsb. Tentunya mereka dikatakan memegang kunci tsb jika mereka bisa mengkombinasikannya.
    Tapi kita semua ternyata terbatas. keterbatasan kitalah yang membuat kita mengenali bahwa Allah Maha Luas & Maha Kaya.
    Namun jika kita bicara diskusi agama, tentu saja tidak ada keharusan membatasi, beragama tentu juga mengolah zahir (jadi ingat tulisan PJ tentang do’a). Namun mengharapkan ada satu forum yang dapat mendiskusikan semua hal dalam satu forum/blog, kayaknya koq susah ya. Bahkan dengan kekhususan masing2 forum membuat pembahasan menjadi lebih dalam dan terarah. Saya lebih menyenangi mengarungi forum2 tsb drpd mengharapkan ada 1 forum yang bisa menghandle semua interest kita. Salah satau kelemahan manusia adalah bahwa manusia untk bisa maksimal ternyata butuh fokus… :mrgreen:
    Coba kita kembalikan lagi kepada Pengembara Jiwa untuk mengomentari… :)

    Wassalam

  38. Salam

    Saya setuju banget dengan sdr truthseeker08

  39. Assalamu’alaikum Wr,Wb.

    Bismillahirrohmanirrohiim…..

    Semoga Allah berkenan membukakan Hijab-Nya bagi kita semuanya. Aamiin….

    @PPT
    ——-
    Salam Kenal Kembali…..

    Semoga Hari2mu menyenangkan dan di dalam Rahmat Allah……

    @Asep
    ——-
    Mas Asep, 5 Tahapan Insan Kamil Mukamil itu sudah menjadi Rumus yang tidak bisa di kurangi dan di tambahi. ke-5 nya adalah Tahapan2 yang dilewati oleh perindividu di dalam pencapaian Martabat Insan Kamil Mukamil dari segi Habluminallah. Sedangkan urusan Amar Ma’ruf Nahi Munkar itu kewajiban bagi setiap orang Muslim (Habluminannas) dimanapun posisinya, apakah ia orang awam, khowas ataupun khowasul khowas, apakah ia laki2 maupun perempuan semua punya kewajiban yang sama dalam amar ma’ruf Nahi Munkar.

    @Asep dan @PPT
    —————-
    Mas Asep, apa yang disampailan oleh Mas PPT itu ada benarnya juga. Dan yang Anda sampaikan juga benar. Intinya menurut perjalanan Pengembaraan saya selama ini Bahwa Manusia itu tidak ada yang melebihi kesempurnaan Nabi Muhammad Saw dalam hal keseimbangan seiring sejalan Antara Hablumminallah dan Hablumminannas.

    Jadi Hal demikian tidaklah menjadikan suatu Polemik bagi kita Umat Rosulullah, yang jelas kita berusaha semampunya secara Lahiriah untuk menseimbangkan antara Hablumminallah dan Hablumminannas, walaupun pada kenyataannya pasti akan berat sebelah.
    apakah Hablumminallah nya yang lebih besar ataukah Hablumminannas nya yang lebih besar. Yang jelas keduanya haruslah di pelajari dan dijalani. DAn menurut saya lagi didalam mengatasi permasalahan itu , kita tidak usah menyalahkan/mendebat pihak yang satu dengan pihak yang lain selama itu suatu kebaikan dan benar menurut paham mereka masing2 dan berani bertanggung jawab masing2, maka serahkan urusan permasalahan itu kepada yang Maha Berhak yaitu Allah Swt.

    Jika kita menanyakan hal itu pada diri kita sendiri, apakah perjalanan hidup kita sudah seimbang antara Hablumminallah dan Hablumminannas..?????? Tentu!, kita tidak bisa memastikan… Karena yang Maha Tahu hanyalah yang Maha Berhak Memutuskan yaitu Allah Swt. Karenanya Allah mengatakan dalam Firmannya : “Wamanyattawakkal Alallah Fa Huwa Hasbuh” (Dan Siapa yang bertawakkal kpada Allah maka Allah akan menjamin dirinya).

    @truthseeker08 dan @PPT
    ————————-
    Semoga Anda berdua dirahmati Allah Swt……..

    Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

    @MujahidahWanita
    ——————
    Bagi yang menyadari akan petunjuk Allah Swt, maka jadilah ia orang yang bersyukur dan menjadi Rahmat bagi sesama.

    Bagi mereka yang tidak menyadari petunjuk Allah Swt, maka senantiasa ia diliputi oleh kegelisahan Jiwa untuk mencari secercah titik Nur Kebenaran……, (Semoga Allah memberkati dan mengampuni)

    @Asep dan truthseeker08 @Mujahidah Wanita
    ——————————————-
    Saya Rasa bisa atau tidaknya mengkombinasikan semua “kunci”, itu tergantung pemahaman masing2 diri. Pada Intinya tidak ada satupun yang bisa memegang semua “kunci”, Jika di umpamakan adakah yang sanggup tuk manghabiskan Air lautan yang luas(Ilmu Allah Ta’ala)? Tentu tidak!, Akan tetapi apabila Engkau mensyukuri seteguk air(Nur Muhammad) yang engkau reguk dari cawan “Mahabbah” dan engkau nikmati dengan rasa senang (Ridho) maka sama halnya engkau merasakan air lautan yang luas (Ilmu Allah Ta’ala) itu.

    SAtu Kunci meliputi keseluruhan Kunci yaitu “Nur Muhammad Saw”, dalam satu Lubang kunci yaitu “Laa Ilaaha Illallah” maka menyatulah ia menjadi “Asyhadu anlaa ilaaha illallah Wa Asyhadu anna muhammadarrosulullah”

    Ya Allah Robbi…… berikan kesempatan bagi kami untuk merasakan Nikmatnya Syukur terhadap pengetahuan yang telah Engkau tanamkan pada diriku. Jadikan itu suatu kunci bagi kami Ya Robb….., untuk membuka tirai hijab di diri kami. Dan tolonglah kami agar mudah dari segala urusan itu…., Dan jadikan kami umat Rosulullah Saw menjadi satu kesatuan dalam Cinta…. yaa….. di dalam cinta.

  40. truthseeker08 said

    @Pengembara Jiwa
    Ada beberapa pertanyaan saya mengenai tahapan2 yang harus dilalui/ditempuh untuk mencapai Maqom “DIAM”. Tahapan 1-3 bisa saya “mengerti” namun tahapan 4-5 sekemampuan bahasa saya bukanlah proses, melainkan akibat.
    Itu dari segi bahasa, sedangkan dari segi pemahamannya sendiri saya masih belum puas. Yaitu apakah setiap masuk ke tahapan selanjutnya maka tahapan sebelumnya harus ditinggalkan?

    Wassalam

  41. asep said

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa dan @TS08

    Terima kasih atas penjelasannya yang begitu mendalam, sedalam lautan ilmu yang anda memahaminya. Ternyata tingginya gunung, ada yang lebih tinggi lagi, tapi gejolak jiwa ini masih resah dan gelisah. Seperti yg dituliskan @PJ :

    SAtu Kunci meliputi keseluruhan Kunci yaitu “Nur Muhammad Saw”, dalam satu Lubang kunci yaitu “Laa Ilaaha Illallah” maka menyatulah ia menjadi “Asyhadu anlaa ilaaha illallah Wa Asyhadu anna muhammadarrosulullah”

    Akan tetapi saya mempunyai pemahaman yang tersendiri, gimana kalo “kombinasi kunci” tersebut, kombinasi antara Al Qur’an dan Itrah Alul Bait Nabi Muhammad Saw ? Kunci yang satu menjelaskan kunci yang lainnya.

    Demikian, mohon maklum adanya.

    Wass. Wr. Wb.

  42. asep said

    Ralat :

    Yang benar adalah :

    Akan tetapi saya mempunyai pemahaman yang tersendiri, gimana kalo “kombinasi kunci” tersebut yaitu kombinasi antara Al Qur’an dan Itrah Alul Bait Nabi Muhammad Saw ? karena kunci yang satu bisa menjelaskan/menafsirkan kunci yang lainnya.

  43. @truthseeker08

    Saudaraku…..
    Apa yang akan saya uraikan disini adalah pengalaman2 di dalam pengembaraan saya dalam menuju kepada Kebenaran Sejati itu.

    Didalam saya mengajar ttng Tauhid dan Ma’rifat saya menyampaikan kepada sang penuntut bahwa di dalam menuntut Ilmu Ma’rifat itu kuncinya ada pada “Musyahadah”/Penyaksian dengan Nurul Bashiroh yang bermuara pada keyakinan (Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin, Haqqul Yaqin, Kamalul Yaqin). Dikarenakan Keyakinan itu ada pada diri maka bermusyahadah itupun pandangannya kepada Sir/Rahasia yang ada pada diri.

    “Wafii Anfusikum Afala Tub’ siruun/Dan Pada diri kamu itu terdapat “Sirullah” apakah engkau tidak melihatnya.?”
    “Al-Insanu Sirrii, wa Ana Sirrohu…../Insan itu Rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya”
    “Al-Insanu Sirrii wa Sirrii Sifaatii wa Sifaatii La ghoirihii…/Insan itu Rahasia-Ku, Rahasia-Ku itu Sifat-Ku dan Sifat-Ku itu tiada lain dari pada-Ku”
    Dengan bermusyahadah maka akan ditemukan jalan2 menuju kebenaran itu.

    Awalnya dengan menyatukan pandangan Musyahadah bahwa Batin Mursyid itu ada pada batin di dirinya, yaitu dengan ia memandang kepada Batin di dirinya maka sama halnya ia memandang kepada Batin Mursyidnya. Itulah yang dikatakan Fana Fil Mursyid (Lebur di dalam Mursyid) ia tidak melihat dirinya lagi pada batinnya melainkan yang ia lihat adalah Mursyidnya. Begitupun tatkala ia berjumpa dengan Mursyidnya secara zahir tak ubahnya ia memandang Mursyidnya secara Batin. Maka menjadi lah satu kesatuan pandangan dalam Musyahadah itu yaitu “Syuhudul Wahdah Fil Katsroh, Syuhudul Katsroh fil Wahdah”.

    Penyatuan pandangan Musyahadah itu adalah “Nur” yang ada pada diri….yang disebut Sirr/Rahasia Tuhan pada Insan.
    Nur itulah yang akan mengantarkan dirinya pada tahapan Musyahadah2 berikutnya sampai kepada Maqom Liqo’Illah.
    Apa itu Musyahadah?, apa itu Syuhudul Wahdah fil Katsroh…….?, dan berapa macam tahapan Musyahadah? akan saya uraikan Insya Allah akan saya tulis pada postingan DIAM (Bag ke-2) nantinya.

    Semoga Saudaraku bersabar menunggu postingannya………….

  44. @Asep

    Terimakasih atas saran dan masukkannya……

    Apa yang anda sampaikan Itu semua adalah jalan untuk menuju ke arah sana juga.

    Tetapi 2 Kalimah Sayahdat semenjak Nabi Menyampaikannya sampai saat ini dan sampai akan datang TETAP dan tidak akan berubah tidak kurang dan tidak akan lebih.

  45. robbie said

    Subhanallah…

  46. hinakelana said

    Lycos Search
    Search: The Web Tripod
    iconReport Abuse « Previous | Top 100 | Next » logo
    angle graphic
    Select Rating (6)
    share: del.icio.us | digg | reddit | furl | facebook

    6: TEMPAT ROH-ROH DI DALAM BADAN

    Tempat roh manusia, roh kehidupan, di dalam badan ialah dada. Tempat ini berhubung dengan pancaindera dan deria-deria. Urusan atau bidangnya ialah agama. Pekerjaannya ialah mentaati perintah Allah. Dengan peraturan-peraturan yang ditentukan-Nya, Allah memelihara dunia nyata ini dengan teratur dan harmoni. Roh itu bertindak menurut kewajipan yang ditentukan oleh Allah, tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatannya sendiri kerana dia tidak berpisah dengan Allah. Perbuatannya daripada Allah; tidak ada perpisahan di antara ‘aku’ dengan Allah di dalam tindakan dan ketaatannya.
    “Barangsiapa percaya akan pertemuan Tuhannya hendaklah mengerjakan amal salih dan janganlah ia sekutukan sesuatu dalam ibadat kepada Tuhannya”. (Surah Kahfi, ayat 110).

    Allah adalah esa dan Dia mencintai yang bersatu dan satu. Dia mahu semua penyembahan dan semua amal kebaikan, yang Dia anggap sebagai pengabdian kepada-Nya, menjadi milik-Nya semata-mata, tidak dikongsikan dengan apa sahaja. Jadi, seseorang tidak memerlukan kelulusan atau halangan daripada sesiapa pun di dalam pengabdiannya kepada Tuhannya, juga amalannya bukan untuk kepentingan duniawi. Semuanya semata-mata kerana Allah. Suasana yang dihasilkan oleh petunjuk Ilahi seperti menyaksikan bukit-bukti kewujudan Allah di dalam alam nyata ini; kenyataan sifat-sifat-Nya, kesatuan di dalam yang banyak, hakikat di sebalik yang nyata, kehampiran dengan Pencipta, semuanya adalah ganjaran bagi amalan kebaikan yang benar dan ketaatan tanpa mementingkan diri sendiri. Namun, semuanya itu di dalam taklukan alam benda, daripada bumi yang di bawah tapak kaki kita sehinggalah kepada langit-langit. Termasuk juga di dalam taklukan alam dunia ialah kekeramatan yang muncul melalui seseorang, misalnya berjalan di atas air, terbang di udara, berjalan dengan pantas, mendengar suara dan melihat gambaran dari tempat yang jauh atau boleh membaca fikiran yang tersembunyi. Sebagai ganjaran terhadap amalan yang baik manusia juga diberikan nikmati di akhirat seperti syurga, khadam-khadam, bidadari, susu, madu, arak dan lain-lain. Semuanya itu merupakan nikmati syurga tingkat pertama, syurga dunia.

    Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan’ ialah di dalam hati. Urusannya ialah pengetahuan tentang jalan kerohanian. Kerjanya berkait dengan empat nama-nama pertama bagi nama-nama Allah yang indah. Sebagaimana dua belas nama-nama yang lain empat nama tersebut tidak termasuk di dalam sempadan suara dan huruf. Jadi, ia tidak boleh disebut. Allah Yang Maha Tinggi berfirman:
    “Dan bagi Allah jualah nama-nama yang baik, jadi serulah Dia dengan nama-nama tersebut”. (Surah A’raaf, ayat 180).

    Firman Allah di atas menunjukkan tugas utama manusia adalah mengetahui nama-nama Tuhan. Ini adalah pengetahuan batin seseorang. Jika mampu memperolehi pengetahuan yang demikian dia akan sampai kepada makam makrifat. Di samalah pengetahuan tentang nama keesaan sempurna.

    Nabi s.a.w bersabda, “Allah Yang Maha Tinggi mempunyai sembilan puluh sembilan nama, sesiapa mempelajarinya akan masuk syurga”. Baginda s.a.w juga bersabda, “Pengetahuan adalah satu. Kemudian orang arif jadikannya seribu”. Ini bermakna nama kepunyaan Zat hanyalah satu. Ia memancar sebagai seribu sifat kepada orang yang menerimanya.

    Dua belas nama-nama Ilahi berada di dalam lengkungan sumber pengakuan tauhid “La ilaha illa Llah”. Tiap satunya adalah satu daripada dua belas huruf dalam kalimah tersebut. Allah Yang Maha Tinggi mengurniakan nama masing-masing bagi setiap huruf di dalam perkembangan hati. Setiap satu daripada empat alam yang dilalui oleh roh terdapat tiga nama yang berlainan. Allah Yang Maha Tinggi dengan cara ini memegang erat hati para pencinta-Nya, dalam kasih sayang-Nya. Firman-Nya:
    “Allah tetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap di Penghidupan dunia dan akhirat”. (Surah Ibrahim, ayat 27).

    Kemudian dikurniakan kepada mereka kehampiran-Nya. Dia sediakan pokok keesaan di dalam hati mereka, pokok yang akarnya turun kepada tujuh lapis bumi dan Dahannya meninggi kepada tujuh lapis langit, bahkan meninggi lagi hingga ke arasy dan mungkin lebih tinggi lagi. Allah berfirman:
    “Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah adakan misal, satu kalimah yang baik seperti pohon yang baik, pangkalnya tetap dan cabangnya ke langit. (Surah Ibrahim, ayat 24).

    Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan’ adalah di dalam nyawa kepada hati. Alam malaikat berterusan di dalam penyaksiannya. Ia boleh melihat syurga alam tersebut, penghuninya, cahayanya dan semua malaikat di dalamnya. Kalam ‘roh peralihan’ adalah bahasa alam batin, tanpa huruf tanpa suara. Perhatiannya berterusan menyentuh soal-soal rahsia-rahsia maksud yang tersembunyi. Tempatnya di akhirat apabila kembali ialah syurga Na’im, taman kegembiraan kurniaan Allah.

    Tempat ‘roh sultan’ di mana ia memerintah, adalah di tengah-tengah hati, jantung kepada hati. Urusan roh ini ialah makrifat. Kerjanya ialah mengetahui semua pengetahuan ketuhanan yang menjadi perantaraan bagi semua ibadat yang sebenar-benarnya diucapkan dalam bahasa hati. Nabi s.a.w bersabda, “Ilmu ada dua bahagian. Satu pada lidah, yang membuktikan kewujudan Allah. Satu lagi di dalam hati. Inilah yang perlu bagi menyedarkan tujuan seseorang”. Ilmu yang sebenar-benarnya bermanfaat berada di dalam sempadan kegiatan hati. Nabi s.a.w bersabda, “Quran yang mulia mempunyai makna zahir dan makna batin”. Allah Yang Maha Tinggi membukakan Quran kepada sepuluh lapis makna yang tersembunyi. Setiap makna yang berikutnya lebih bermanfaat daripada yang sebelumnya kerana ia semakin hampir dengan sumber yang sebenarnya. Dua belas nama kepunyaan Zat Allah adalah umpama dua belas mata air yang memancar dari batu apabila Nabi Musa a.s menghentamkan batu itu dengan tongkatnya.
    “Dan (ingatlah) tatkala Musa mintakan air bagi kaumnya, maka Kami berkata, ‘Pukullah batu itu dengan tingkat kamu’. Lantas terpancar daripadanya dua belas mata air yang sesungguhnya setiap golongan itu mengetahui tempat minumnya”. (Surah Baqarah, ayat 60).

    Pengetahuan zahir adalah umpama air hujan yang datang dan pergi sementara pengetahuan batin umpama mata air yang tidak pernah kering.
    “Dan satu tanda untuk mereka, ialah bumi yang mati (lalu) Kami hidupkannya dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, lalu mereka memakannya”. (Surah Yaa Sin, ayat 33).

    Allah jadikan satu bijian, sebiji benih di langit. Benih itu menjadi kekuatan kepada kehaiwanan di dalam diri manusia. Dijadikan-Nya juga sebiji benih di dalam alam roh-roh (alam al-anfus); menjadi sumber kekuatan, makanan roh. Bijian itu dijiruskan dengan air dari sumber hikmah. Nabi s.a.w bersabda, “Jika seseorang menghabiskan empat puluh hari dalam keikhlasan dan kesucian sumber hikmah akan memancar dari hatinya kepada lidahnya”.

    Nikmat bagi ‘roh sultan ialah kelazatan dan kecintaan yang dinikmatinya dengan menyaksikan kenyataan keelokan, kesempurnaan dan kemurahan Allah Yang Maha Tinggi. Firman Allah:
    “Dia telah diajar oleh yang bersangatan kekuatannya, yang berupa bagus, lalu ia menjelma dengan sempurnanya padahal ia di pehak atas yang paling tinggi. Kemudian ia mendekati rapat (kepadanya), maka adalah (rapatnya) itu kadar dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu Ia wahyukan kepada hamba-Nya apa yang Ia mahu wahyukan. Hatinya tidak mendusta apa yang dia lihat”. (Surah Najmi, ayat 5 – 11).

    Nabi s.a.w menggambarkan suasana demikian dengan cara lain, “Yang beriman (yang sejahtera) adalah cermin kepada yang beriman (yang sejahtera)”. Dalam ayat ini yang sejahtera yang pertama ialah hati orang yang beriman yang sempurna, sementara yang sejahtera kedua itu ialah yang memancar kepada hati orang yang beriman itu, tidak lain daripada Allah Yang Maha Tinggi sendiri. Allah menamakan Diri-Nya di dalam Quran sebagai Yang Mensejahterakan.
    “Dia jualah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia…Yang Mensejahterakan (Pemelihara iman), Pemelihara segala-galanya”. (Surah Hasyr, ayat 23).

    Kediaman ‘roh sultan’ di akhirat ialah syurga Firdaus, syurga yang tinggi.

    Setesen di mana roh-roh berhenti adalah tempat rahsia yang Allah buatkan untuk Diri-Nya di tengah-tengah hati, di mana Dia simpankan rahsia-Nya (Sirr) untuk disimpan dengan selamat. Keadaan roh ini diceritakan oleh Allah melalui pesuruh-Nya:
    “Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya”.

    Urusannya ialah kebenaran (hakikat) yang diperolehi dengan mencapai keesaan; mencapai keesaan itulah tuagsnya. Ia membawa yang banyak kepada kesatuan dengan cara terus menerus menyebut nama-nama keesaan di dalam bahasa rahsia yang suci. Ia bukan bahasa yang berbunyi di luar.
    “Dan jika engkau nyaringkan perkataan, maka Sesungguhnya Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7)

    Hanya Allah mendengar bahasa roh suci dan hanya Allah mengetahui keadaannya.

    Nikmat bagi roh ini ialah penyaksian terhadap ciptaan Allah yang pertama. Apa yang dilihatnya ialah keindahan Allah. Padanya terdapat penyaksian rahsia. Pandangan dan pendengaran menjadi satu. Tidak ada perbandingan dan tidak ada persamaan tentang apa yang disaksikanya. Dia menyaksikan sifat Allah, keperkasaan dan kekerasan-Nya sebagai esa dengan keindahan, kelembutan dan kemurahan-Nya.

    Bila manusia temui matlamatnya, tempat kediamannya, bila dia temui akal asbab, pertimbangan keduniaannya yang memandunya selama ini akan tunduk kepada Perintahnya; hatinya akan rasa gentar bercampur hormat, lidahnya terkunci. Dia tidak berupaya menceritakan keadaan tersebut kerana Allah tidak menyerupai sesuatu.

    Bila apa yang diperkatakan di sini sampai ke telinga orang yang berilmu, mula-mula cubalah memahami tahap pengetahuan sendiri. Tumpukan perhatian kepada kebenaran (hakikat) mengenai perkara-perkara yang sudah diketahui sebelum mendongak ke ufuk yang lebih tinggi, sebelum mencari peringkat baharu, semoga mereka memperolehi pengetahuan tentang kehalusan perlaksanaan Ilahi. Semoga mereka tidak menafikan apa yang sudah diperkatakan, tetapi sebaliknya mereka mencari makrifat, kebijaksanaan untuk mencapai keesaan. Itulah yang sangat diperlukan.

    Tajuk 7

    KANDUNGAN

    Site Sponsors
    sponsor logo sponsor logo sponsor logo WIRED

  47. hinakelana said

    oh ya uda dulu Alhamdulillah

  48. Aburahat said

    @Hina kelana
    Penjelasan anda tentang ROH membuat saya jadi bingung. Dlm penulisan anda se-akan2 tdk ada beda antara NAFS dan ROH. Tolong anda jelaskan perbedaanya. Kemudian anda mengatakan Allah mempunyai banyak nama yg Agung (Asmahul Husna) menurut ahli nahu terutam mengenai penafsiran Alqu’an. Asma dlm Alqur’an bukan ISIM (nama) tapi sifat. Dan menurut saya lbh logic SIFAT dari pada NAMA. Maaf Wasalam

  49. elbo said

    Salam Kenal….
    Blog yang sangat menarik

  50. @hinakela..celana…panjaaa…ng, eh cina…kelana…salah lagi neeeh hinakelana gituloh…masa siiih gitu tuuu

    Tauuu nih sihina kelana…lagiiiii…faaaannaaa kali nulissnnya dia udah minta maaaf di blog nya sufi muda…..Sallam cekel cekel gambreng buat mas hinnnna..se hinakelana….

    Sallllam kkennaall ..keniiil ..kenoooll buat bang aburahat…semoooga Allah Hu Robb menjaga dan melinduuungi andaaaa selamanya….tulissssan anddaa keeren2 ren tiren matiiii kemarnnn (becanda boleh kan)

    Wassalam…salamun qaulam ..mirrobbi rohim…..untuk semuanya

  51. @Elbo

    Salam kenal kembali……

    Senang sekali, anda sudah mampir di Pondok Pengembara Jiwa. Semoga bisa bermanfa’at untuk anda dan kita semua. Aamiin.

    @Sufigokil

    Silahkan bercanda asal tetap dalam batas yang wajar dan usahakan bisa bermanfa’at ya….???

    Ngomong2 Anda Sufigokil apa anda juga yang ber nickname Sufi Gila?

    Wassalam.

  52. siliwangi said

    asep Berkata:
    Oktober 21, 2008 pada 9:05 pm
    Ass. Wr. Wb.

    Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap / tindakan para ahli tasawuf pada tahap amar ma’ruf nahi munkar dalam memahami perkembangan umat Islam setelah Nabi Saw wafat ?
    ================================

    Sama saja mas mereka tetap melakukan amar ma’ruf nahi munkar hanya saja jalannya berbeda mereka ( para ahli tasawuf ) lebih memilih jalan menyampaikannya dengan lisan akan kebenaran yang mutlak masalah mereka mau mendengarkan ataukah tidak ,tidak menjadikannya beban karena “baik buruknya perbuatan seseorang akan kembali kepada orang tersebut” dan biasanya kalau secara lisan tidak mempan mereka akan memilih jalan mendo’akan saudaranya yang melakukan kesalahan tersebut agar dibukakan mata hatinya akan kebenaran yang sejati.
    Karena menyadarkan seseorang dengan jalur kekerasan tidaklah akan menyelesaikan masalah akan tetapi kesadaran yang timbul dari dalam hati akibat dari do’a yang didengar/dikabul itu adalah sebaik baiknya kesadaran.

    Salam

  53. Assalamualaikum…

    Lagi sadar banget niiih, mohon beribu maaaaaff..sebesar…besarnya maksud aku adaaalh agaaar yaaang bacaaaa bisaaa sam…sambel goreng ati…eh sambiiil tersenyuuumm keciil….

    Insya Allah aku buukan sufi gila bollleh juuuga niiih ngobroll2 ama si sufi gila…

    Aminnn… semoga Mas Pj yang terhormat memakluminya…

    Cantik Lahir Batin
    Senantiasa tampil cantik dan menawan adalah dambaan setiap insan. Berbagai perawatan dilakukan demi meraih penampilan yang diinginkan. Dari metode tradisional hingga terapi yang paling mutakhir, banyak tersedia untuk mewujudkan impian tersebut. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan kaum Hawa. Kaum Adam memiliki kecenderungan yang sama. Fenomena pria metroseksual adalah satu bukti.

    Mengejar penampilan jasmani tidak disalahkan dalam agama. Selain merupakan fitrah yang manusiawi, Allah SWT pun menyenangi hambanya yang memerhatikan penampilan karena Ia Mahaindah dan mencintai keindahan.

    Hanya saja, penampilan fisik ini bukanlah segala-galanya. Kecantikan fisik bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Maka, ada satu hal yang akan menjaga nilai kecantikan ini agar tidak pernah sirna, yaitu menghidupkan kecantikan rohani yang bersumber dari relung kesalehan hati.

    Kecantikan rohani ini akan memancar jika pemiliknya mampu menjaga kebersihan hati dan menghilangkan penyakit-penyakitnya. Betapa besarnya peran dan fungsi hati dalam membentuk kepribadian. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW berujar, ”Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh perbuatannya. Dan, apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh perbuatannya. Ketahuilah itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah buah akhlak yang dikendalikan oleh hati. Ketika seorang Muslim memahami hakikat hidup di dunia, hatinya akan segera bertindak untuk mempercantik diri dengan akhlak mulia sesuai tuntunan Rasulullah serta mencampakkan tindakan tercela berupa syirik, iri, dengki, dan takabur.

    Untuk menghadirkan kecantikan rohani, kaum Muslim tidak perlu merogoh uang saku yang banyak untuk perawatan. Hanya perlu memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat dan menggantinya dengan dzikir pada Allah SWT.

    Suatu ketika Ibnu Abbas mengatakan, ”Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya.”

    Apabila kita telah tersadar untuk mempercantik diri secara lahiriah dengan busana dan perawatan tubuh yang sesuai dengan aturan Allah SWT, mari kita sempurnakan dengan mempercantik mata hati kita agar lebih dicintai Allah SWT dan seluruh makhluknya.

  54. aburahat said

    @Skd
    Maaf disingkat namanya. Karena cantik maka jatuh cinta mas. Jadi wajarkan kalo kita jatuh cinta Yang Maha Jamil. Wasalam

  55. Allah itu Maha Indah dan suka kepada yang Indah…..

    Allah itu maha Kebaikan yang Mutlak dan suka kepada yang baik2……

    Allah itu Maha Kebenaran yang Mutlak dan suka kepada yang benar2….

    Allah itu Maha Suci yang tak ternodai maka kembali lah kepada-Nya dalam keadaan Suci pula seperti engkau baru terlahir……

  56. aburahat said

    @PJ
    Benar semua yg mas paparkan. Subhnallah Maha suci Allah dengan Sifat2nya Yang Agung.
    Mas, ini bukan kritik hanya menjelaskan mengenai keagungan Allah dalam Maha Kebenaran.
    Allah itu Maha Kebenaran dan suka kepada yang benar. Shadakallahul Adhim.
    Yang ingin saya sampaikan bahwa Allah suka kepada kebenaran. Dan biasanya utk mendapat kebenaran sangat sulit (untuk manusia2 sekarang) Yang Hak itu sakit. Disebabkan ada yg tdk mau jujur, ada yg fanatik. Sehingga apabila disodorkan suatu masalah dan tdk sependapat dengan mereka, mereka katakan kita KAFIR, Penyebar BI”DAH malahan SESAT. Padahal kita ingin mencari kebenaran dgn keyakinan Allah senang kita mencari kebenaran. Wasalam

  57. aw said

    @ gustsry

    berkata yg baik atau diam …!!!
    sebaiknya kita diam dulu, mudah2an Allah kasih kefahaman ya sayang ….

    Wasalaam wrm wbr

  58. .??? said

    Mas PJ & sahabat semuanya ,
    Membaca artikel “DIAM BAG I”, saya masih belum nyambung.

    Gimana Bila dihubungkan dengan diskusi(antara Bung Sony & Maya) yg saya kutip dari sebuah tread seperti berikut:
    mohon pencerahannya …

    Posted: Sun Jan 16, 2005 7:40 pm Post subject:
    _____________________________________
    Sony- Jadi, dalam perjalanan rohani, rasa memang jauh lebih penting daripada pikiran, ya?

    Saya lebih senang mengatakan, ia seiring. Sepertimana seekor burung yg terbang, harus ada dua sayap. Namun dlm perjlnan, selalu ditekankan adalah rasa. Kerana rasa sering ketinggalan.

    Sony- Tetapi bukankah kalau kita masih didominasi oleh pikiran, rasa tidak bisa berkembang?

    Pikiran atau ilmu akn tetap berkembang. Dalam rasa sendiri ia menghadirkan satu keadaan, yg dinamakan ‘TAHU’. tahu ini menghadirkan ilmu. Setiap stesen memberi pengetahuan dan ilmu baru kpd anda.

    ‘TAHU’ ini bukan hanya tertahkluk pada ilmu, malah ia terjadi di luar ilmu. Dalam sebuah perjlnan ia sering terjadi. Sptmana anak penyu yg merangkak dari dalam pasir kepermukaan, kemudian ke laut. Tanpa siapa yg mengajar, tanpa pikiran, tanpa ilmu namun ia tahu apa yg hendak dilakukan. Ini sekadar contoh yg biasa kita lihat.

    Sony- Jadi bukankah pikiran harus ditakhlukkan terlebih dahulu? Sebab kalau tidak, maka rasa yang mulai berkembang akan mati lagi.

    Benar. Ketika anda sedang menajamkan rasa(ibadah- yoga, zikir dll), fikiran harus ditakhluk dahulu. Rasa tidak akn berkembang dengan fikiran yg tidak terkendali.

    Sony- Kalau menurut anda, mana yang harus lebih dahulu dilakukan, menakhlukkan dan menundukkan pikiran sebelum mengembangkan rasa; atau mengembangkan rasa terlebih dahulu, sambil berharap bahwa rasa yang mulai berkembang tersebut secara perlahan-lahan akan menjinakkan pikiran; manakah yang harus terlebih dahulu dilakukan? Atau mungkin kedua jenis proses tersebut harus dilakukan secara bersamaan?

    Sebuah perjlnan menuju AKU ia perlu keduanya(pada satu peringkat ia hancur), rasa dan ilmu. Ketika anda bermeditasi, ada sedang memperkuatkan sayap rasa anda. Walaupun tidak mustahil berlaku ‘penyatuan’ ketika itu. Namun sebuah perjlnan bukanlah duduk bermeditasi atau berzikir. Ia berlaku dimana juga.

    Sony- Atau jangan-jangan, rasa baru bisa berkembang hanya sesudah seseorang menemukan kebenaran. Jangan-jangan kalau kita belum menemukan kebenaran rasa kita tidak mungkin akan bisa berkembang – karena selalu ditindas oleh pikiran yang dominan?

    Jadi mungkinkah rasa bisa berkembang, jika kita belum sampai ketujuan atau masih dalam perjalanan?

    Bagaimana kebenaran dpt ditemukan tanpa melalui rasa? Bagaimana burung dpt terbang tanpa sayap? Ini agak mustahil, namun saya masih dlm keterbukaan, yaitu anugerah masing masing..
    _________________
    maya

    Wasalam wrm wbr

  59. #1 said

    Asslamu’alaikum

    Saudaraku Semua, mas PJ yang di ridhoi Allah
    Salam kenal dari kami

    Alhamdulillah mas PJ kami bisa bertemu di Blog ini
    Mungkin kami sedikit mengsinkronkan dengan ajaran yang selama ini kami tempuh, kami sangat setuju Bahwa “DIAM” memiliki kedudukan yang paling tinggi di sisi makrifat kata “DIAM” kalo dalam ajaran kami adalah “Dzikir tanpa Huruf tanpa Suara” karena Allah itu meliputi segalanya.

    Mas PJ bisa temui langsung kepada Almukaromah Tuan Guru kami dari alam Laduni mungkin dengan begitu mas PJ akan bertambah saudara yang benar-benar se-iman dan se-Paham, oa mas PJ boleh tau g’ nama mas PJ di alam laduni, sapa tau dengan ridho Allah kita akan ketemu di alam Laduni…. dan juga kalau mas PJ sering berkelana dialam laduni tentunya mas PJ sudah kenal dengan tuan guru kami Gusti Masnun Syeckh Muhammad Saman Albanjari beliu adalah pengamanah mutlak Ajaran “Ma’rifattullah wa Ma’rifatul Rosul” masa ini.

    senang bertemu dengan mas PJ

    Sallamualaikum..

  60. inawai said

    Wa ‘alaikum salam wrm wb
    Sahabatku 1#

    Apakah beliau (Almukaromah Tuan Guru Gusti Masnun Syeckh Muhammad Saman Albanjari)menerima semua kalangan untuk menuntut ilmu pada beliau. Saya di Jakarta, mungkinkah ..?
    Haturkan salam dan tabaruk kami pada beliau .

    terima kasih
    gmandalan@yahoo.com

  61. #1

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Apa yang anda katakan tentang “Laa Hurufin Wala sautin/tidak berhuruf dan tidak bersuara” itu memang tidak ada bedanya denga postingan tulisan “DIAM” saya ini.. dan mungkin anda bisa baca postingan saya yang lain yang berjudul “SALAHKAH APA YANG KUKETAHUI DAN KUYAKINI….?”.

    Dan mengenai “Al-Mukarrom Gusti Masnun Syeckh Muhammad Saman Albanjari” Insya Allah saya mengenal akan Beliau yang di Rahamti Allah dan di Berkati Allah. Dan mengenai keberadaan alam yang anda katakan alam ladunni dan siapa nama saya di alam itu, saya tidak bisa menyampaikan di sini. Kita bisa berinteraksi langsung lewat YM (Yahoo Messenger) yaitu YM saya adalah —–> pengembarajiwa313
    Atau kita bisa diskusikan lewat Email saya di : pengembarajiwa313@yahoo.co.id

    Wassalam

    Inawai

    Salam kenal buat Anda saudaraku…., dan selamat datang di Pondok PJ ini, Allah meridhoi anda hingga sampai di sini….

    Terimakasih

  62. kangBoed said

    Salam Sejati Guru besar PJ terima kasih atas pencerahannya, sehingga lamunan itu bisa didefinisikan he he he

    Malam itu akhirnya terbuka sudah kebodohanku
    Ternyata perjalanan telah membuatku bingung akan sebuah definisi
    Definisi tang tak pernah terdefinisikan
    Ternyata semua palsu tak berarti apa apa kooosoooong

    He he Jalan Cinta sungguhlah luar biasa
    Jerit tangis kerinduan dan derai air mata kepasrahan
    Oh getaran itu ketika datang menggetarkan seluruh jiwaku
    Kadang kutak sadarkan diri mengikuti rasaaa itu

    Kadang kuberperan sebagai seorang yang histeris tak bisa menahan kata berhamburan
    Kadang ku hanya bisa terdiam menangis tak berdaya
    Kadang ku hanya berteriak memuji KeagunganNYA dalam kelemahanku
    Kadang ku mabuk ….. mabuk anggur cinta Ilahi

    Membuat ku hanya bisa terduduk lemas tak bertenaga
    Terbawa lamunanku yang kian melambung dan melambung semakin tinggi
    Seakan aku hidup dalam dunia lamunanku yang tiada batasnya
    Berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa khawatir lagi

    Lamunan itu membuat ku semakin dalam, dalam lamunan
    Tak perduli orang berkata apa, sejelek apapun tak pernah kuhiraukan
    Karena terlanjur kudapatkan keindahan walau hanya dalam lamunan
    Sesuatu yang tak pernah disangka bisa kudapatkan di dunia nyata

    Sekali lagi semua kudapatkan walau hanya dalam lamunan
    Kutemukan diriku kosong terduduk dalam sebuah penyaksian
    Dalam sebuah penyembahan yang tiada hentinya
    Sungguh penyembahan yang tak terikat ruang dan waktu

    Tak kusangka hanya kekosongan dan kekosongan yang kutemui
    Kekosongan yang membangkitkan ketenangan yang luar biasa
    Ketenangan yang membangkitkan kesadaran sang diri
    Kesadaran yang sungguh tumbuh dalam lamunanku akan diri sejati

    Bersinar bagaikan sinar sang surya yang terbit dari kedalaman dasar jiwaku
    Terangnya mengikis habis semua kegelapan dalam relung jiwa
    Sungguh Jiwa yang tercerahkan oleh kesadaran diri sejati
    Sinarnya begitu menyilaukan mencorong tak satu makhluk pun kuasa menatap

    Diam
    Kosong
    Hampa
    Sirr

    Yah ketika kesadaran telah meliputi sang diri
    Saat itu dualitas telah lenyap dan hancur
    Yang tinggal hanyal Esa tak berbagi
    Meliputi semua kehadiran kita dimuka bumi ini

    Kesadaran sejati tak terikat ruang dan waktu lagi
    Tiada lagi benar dan salah karena semua untuk Yang Maha Meliputi
    Tak terikat apapun karena yang tak berwujud sudah mewujud
    Yah inilah sekedar lamunan si botoooool koooosoooong

    Botol kosoooong yang hanya bisa melamuuun
    Melamunkan botol kosoong nya diisi terus oleh Yang Maha Mengisi
    Tapi isinya tetap kosooong habis terbuang berceceran
    Sehingga lamunan si botoool kosooooong tak berkesudahan he he he

    Matur nuwun saudaraku sedulur kabeh
    Sudah mendengarkan omong kosong dari botol kosong yang lagi melongoooooo ngelamun doooooooooooooooooongoooooooooooooooooooooo

  63. inawai said

    sahabatku tercinta KangBoed …
    terima kasih atas semua tulisannya, yang sangat luar biasa …
    apakah kami diperkenankan tukbersilahturahmi ke tempat KangBoed…?
    Tentu saja bila guruku tercinta PJ, merestui & mengijinkan.
    Guru…, saya haturkan salam & rindu kami. Saya rindu tuk mendengarkan pitutur & menikmati senyummu lagi …

    Wassalamu ‘alaikum wrm wbr
    gmandalan@yahoo.com

    • @KangBoed

      Hmmm……

      Alhamdulllahirobbil ‘Aalamiin……
      Allah menuntun langkah2mu dalam Ma’rifatullah dan semoga Anugrah Ma’rifat itu menjadi rahmat kepada sekalian Alam.

      Salam Sejati untukmu

      @Inawai

      Inawai yang di rahmati Allah….. dan di berkati Allah.

      Silahkan jika ingin bersilaturrahmi kepada Saudara KangBoed….. semoga Hikmah mengalir dari pertemuan Silaturrahmi tsb. Dan kalau tidak salah Beliau itu tidak terlalu jauh dari tempat kediamanmu. Karena Beliau tinggal di daerah Bandung sedangkan Inawai berada di Bogor.

      Atau jika ingin silaturrahmi melalui Email ke Beliau, Insya Allah nanti saya kirimkan Alamat Emailnya ke Inawai.

      Wassalam

  64. kangBoed said

    Salam Persahabatan Mas Inawai
    apalah artinya saya maas, saya hanyalah botol kosong yang baru bisa omong kosong, kiranya Mas PJ jauh lebih mumpuni mas, saya masih belajar mas dari beliau ….
    Kalau sekedar silaturahmi monggo wae mas alamat email saya ada di beliau
    Salam Sejati buat semuanya

  65. inawai said

    Alhamdulillah & terima kasih guruku, atas dukungan dan doanya…
    semoga Allah berkenan memberikan seberkas cahayaNya padaku
    Terima kasih sekali guru, bila tidak sedang sibuk emailnya KangBoed
    saya sangat memerlukan sekali.Insya Allah diwaktu yg akan datang bila Allah menghendaki ingin sekali bersilahturahmi ke tempat beliau.
    Hatur nuwun KangBoed, bila dikau membuka pintu untukku …

    Wassalamu’alaikum wrm wbr

  66. sadzarnus said

    Assalamu’alaikum,

    Kalau boleh saya minta alamatnya, mohon dikirim ke alamat email saya, insya Allah saya ingin silaturahmi & tabarok. Semoga berkenan. Thanks!

    Wassalam

  67. Sugarda Setiabudi said

    Assalamu’alaikum,

    Alhamdulillah…
    Dengan tulisan2 Pengembara Jiwa menyadarkanku bahwa perjalananku masih jauh…
    Aku ingin selalu minta bimbingan dan nasehatnya…
    Kalau boleh saya minta alamatnya, mohon dikirim ke alamat email saya, insya Allah saya ingin silaturahmi…

    Wassalam

  68. GUA said

    ALLAH TIDAK SUNYI DARIPADA GERAK DAN DIAM

  69. lor Muria said

    ““DIAM” (Bag 1)” ada kelanjutannya nggak mBah???
    Salam Sayang dan sejahtera dalam Kasih sayang Allah Untik mBah PJ sekeluarga.
    :) .

  70. batjoe said

    diam apakah ini sudah mentok pak… mohon diperjelas karena orang2 yang tidak mengerti pasti berharap dengan diam udah sampai…
    terus terang saya terus mencari-cari bapak…mudah2an dengan kehendak Allah bapak dapat memberikan waktu khusus buat saya.
    makasih pak

  71. KangBoed said

    Mulanyaaaa….

    Mencari…

    Diam dalam Diam….

    Sampai akhirnya….

    hmm….
    Bergerak dalam Diam…
    Mencipta dalam Diam…
    Berkarya dalam Diam…

    ……..
    Bergerak tapi tidak bergerak…
    Berlari tapi tidak berlari…
    Bermain tapi tidak bermain…

    ……..
    Walaaaadalaaaah…
    akhirnya……
    Bingung tapi tidak bingung…

    itulah Hidup…

    lebih Hiduup…

    tambah Hiduuup…

    Semakin Hiduuuup….

    ……..

    Salam Sayang…buat mBah PJ Lor Muria dan mas Batjoe

    OON sur OON

  72. batjoe said

    ass.
    selamat malem pak ..
    maksih dah sms saya tadi saing cuma saat saya balik sms dan call ndak nyambung2..
    sekiranya berkenan puasa2 ini kita dapet kumpul2 pak… bagi ya nasehatnya.
    salam cinta dan damai selalu pak PJ, kang boed dan yang lainnya

  73. handoko said

    terima kasih atas pencerahan nya mas PJ….,insya Allah saya bisa memahami nya pelan-pelan……

    email daris aya sudah di baca belum mas PJ….saya tunggu sedekah nya…….

    semoga Berkah dan Rahmat Allah Swt selalu bersama mas PJ sekeluarga…Amien….

  74. KangBoed said

    Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Aku.. aku.. aku.. aku.. aku..

    Siapakah aku ini..

    Bisanya selalu mengaku dan mengaku

    Bisanya selalu merasa dan merasa

    Dengan sombong berdiri tegak seolah mampu

    Dengan gagah membusungkan dada seolah kuasa

    Seakan diri bisa dan merasa bisa melakukan sesuatu

    Berkarya.. mencipta.. berbuat dan berusaha..

    Hmm.. semua itu semu

    Semua itu palsu

    Semua itu bohong belaka

    La hawla walla quwata illa billa

    Aku ini lemah ya ALLAH…

    Lemah Tiada daya dan upaya..

    Bahkan untuk bergerakpun ku tiada mampu

    Apalagi untuk mencipta dan berkarya..

    Sungguh yaa Allaaaaaah..

    Kusadari dengan sesadar sadarnya kelemahan diri ini

    Semua terjadi hanya karena IZINMU yaaa ALLAAAH

    Tiadalah diri ini selain Engkau yang berkehendak dan berkuasa

    Tanpa semua itu adalah KEBOHONGAN BESAR

    Tanpa semua itu adalah diri diri yang Tertipu

    Yaaa Allaaaaah

    Dalam Kelemahan ini ku terdiam Memuja KebesaranMU

    Dalam Kefakiran ini ku tertunduk Membersihkan KakiMU

    Dalam Kehinaan ini ku tertegun Melihat KemulianMU

    Dalam Kepapaan ini ku menangis Terpesona KebesaranMU

    Dalam Kegaiban ini ku hilang lenyap dalam Penyaksian..

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah diriku yang sebenar benarnya

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah aku.. aku.. aku..

    Datang ke dunia sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Pulang nantipun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Sesungguhnya Hidup di duniapun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Mengapa.. mengapa.. begitu bodohnya aku..

    Seolah hidup Kuasa dan Memiliki segalanya

    Semua Duniawi tersimpan erat kuat dalam hati

    Padahal HATI hanya untukmu ya ALLAH

    Padahal HATI bukan untuk DUNIA

    Begitu bodohnya aku selama ini ya ALLAH

    Begitu Tolol tiada menyadari semua ini..

    Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Akhirnya kumengetahui

    Akhirnya kumengerti

    Akhirnya kumemahami

    Akhirnya kutemukan frekwensi bathinnya

    Akhirnya kutemukan frekwensi dalam Hidup yang meliputi

    La hawla walla quwata illa billa

    Lemah.. lemah.. semakin lemah tiada daya dan upaya

    Lenyap.. lenyap.. akhirnya lenyap.. dan lenyaaaap

    Hilang semua hanyalah sebuah KETIADAAN yang ABADI..

    ~~~080~~~

    KangBoed

  75. yuswirangga said

    mohon saran bijak buat saya daripj yang dicintai Allah swt

  76. edys said

    Pj….gmana crax mi’raj batin

  77. toni ardiansyah said

    tunjukan kepada saya jika tuhan itu ada….
    “pertanyaan ini timbul pada diri saya”
    sudah lama saya mencari
    sampai sekarang saya tidak mengerti…..

  78. dwipanagara said

    Asm.wr.wb. Kang P/J, Alhamdulillah ikut nyimak tentang DIAM…

    ya Tuhan, maafkan hamba yang suka meng aku-aku…tiada ‘ku bersujud padaMu ya Tuhan jika tidak Engkau sujudkan…

    Terimakasih pencerahannya Kang, mohon doa agar silalai ini bisa sedikit eling.

    Salam!

  79. ARGAMB said

    Aslamualaikum kang pengembara jiwa, kalo boleh apakah akang memiliki kitab Ad durun Nafis?

  80. Nani Ernawati said

    aswrwb…terimakasih postingannya yang sangat bermanfaat. Saya sampai ke sini sesungguhnya sedang mencari kitab addurunafis yang sudah sangat jarang ada di toko buku. Barangkali pengembara jiwa bisa memeri informasi atau malah sudah punya filenya.. Terimakasih

    • Wa’alaikum salam Wr,Wb…..@Mbak Nani Ernawati saudariku, selamat datang di gubuk PJ yang terpencil ini. Dulu….Kitab Addurunnafis sempat menghampiri saya sampai beberapa tahun setelahnya lalu kemudian petunjukNYA agar memberikan kitab tsb kepada seseorang karena dirinya telah dikehendaki dan telah sampai Haknya untuk medapatkan kitab tsb sehingga kitab tsb sekarang sudah tidak ada lagi di saya hanya ilmuNYA yg tertuang dalam kitab Addurunnafis itu saja yg masih mem”bekas” pada diri saya. Jadi mohon ma’af…jika saya tak dapat memberikan copy maupun filenya kepada Anda. Semoga suatu saat nanti anda dapat menemukan kitab itu dengan jalan yg tak disangka2. Aaamiiin…

      • Nani Ernawati said

        Aamiin…terimakasih … Tidak apa2 Sdrku PJ, terimakasih responnya. Sebetulnya isi addurunafis hampir sama dengan buku layang muslimin muslimat, namun ditulis dalam bahasa sunda ejaan lama. Jadi banyak saudara-saudara saya kurang mengerti bahasa sunda, jadi buku tersebut sangat membantu. Beberapa tahun lalu kami masih punya, namun lupa siapa yang pinjam…sekali lagi terimakasih. Salam…

  81. @BIZAR said

    Ass…sy ikut nyimak tentang DIAM .krn sangt bermanfaat sekali buat sy yg msh belajar…..trimksh PJ .waslm..,

  82. kahar said

    Assalamualaikum Akhy …. mohon Bimbingannya, dmana sya bisa bertemu dgn akhy ???

  83. Ini baru namaa nya ilmu Ɣά‎​πƍ sangat berharga jgn ‘memang ilmu tasawuf itu sangat indah º°°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°°º
    *JP*A*JP*R*JP*I*JP*G*JP*A*JP*T*JP*O*JP* buat penulis .maaf AĶű aga awam maslah internet

  84. Adi Yanto said

    Semua komentar PengembaraJiwa dengan segala pendukungnya sama dengan apa yg saya fahami, terima kasih

  85. Adi Yanto said

    Assalau alaikum Wr. Wb. Pengemgarajiwa banyak sekali yg namax sama dgn anda di FB mohon info anda yg komen disini yg mana di FB agar saya selalu ikut share dan membaca status anda…………. Salam dari saudara seiman ADI YANTO

  86. boleh kah saya belajar tentang tauhid?

  87. La Belle said

    Assalamuallaikum
    Ya Allah, berikanlah hambamu ini guru murshid….jika hamba Engkau anggap pantas mendapatkannya.jika tidak, bimbinglah hamba lewat Engkau.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: