PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

JIWA TENANG TANDA ORANG BERIMAN

Posted by pengembarajiwa pada Oktober 8, 2008

Orang Islam belum tentu beriman.

Orang Islam belum tentu beriman. D engan mengikrarkan dua kalimat Syahadat serta hati membenarkannya belum bisa dikatakan seseorang itu dikatakan beriman, akan tetapi dia telah termasuk orang yang memeluk agama islam. Karena salah satu rukun dari islam itu ialah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Setelah berada di dalam agama islam, maka belumlah cukup sampai disitu saja. Ia harus menggali dari pada ilmu–ilmu tentang ke islaman agar tumbuh dalam dirinya keimanan. Sebab keimanan itulah yang bisa membawa ia kedalam keselamatan, sebagaimana arti dari pada islam itu sendiri adalah selamat atau keselamatan. Bagaimana mungkin bisa dikatakan selamat atau masuk di dalam keselamatan kalau belum tumbuh yang namanya keimanan. Karena keimanan itu adalah isi dari pada islam, ruh dari pada islam dan kehidupan dari pada islam.

Tanpa adanya keimanan maka seseorang yang beragama islam ibarat pohon yang haus akan siraman air yang lama kelamaan akan kering dan mati tanpa menghasilkan buah yang bisa dinikmati hasilnya. Oleh sebab itu bagi siapa pun yang menginginkan keselamatan maka ia haruslah mengerti tentang keimanan. Dan keimanan itu tidaklah sekedar dikata melainkan perlu adanya bukti yang bisa dirasakan.

Diantara bukti–bukti kebenaran adanya Allah yang di luar dari diri kita seperti tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, matahari yang selalu bersinar terbit dari timur dan tenggelam di barat, silih bergantinya siang dan malam, lautan yang luas sejauh mata memandang yang disertai ombak yang bergelombang dan buih di pesisir pantai, angin yang bertiup kencang dan terkadang sepoy–sepoy, suara guntur yang nyaring membuat hati orang gemetar karena lalai dari mengingat Allah sesekali diselingi dengan kilatan petir yang menyambar dsb. Begitu pula bukti–bukti Allah yang sangat dekat dengan diri kita adalah terangnya mata sehingga bisa melihat, pendengaran, penciuman, naik turunnya nafas, detakkan jantung, aliran darah dsb. Itu semua menunjukkan bahwa Allah lah yang menganugrahkannya kepada kita, yang kesemuanya itu tidak terlepas dari pada Qudrat dan Iradat Allah SWT menjadi pelajaran bagi yang mau memikirkannya. Lalu kenapa banyak yang tidak mempercayainya?.

Sungguh siapa yang beriman kepada Allah melalui bukti–bukti yang nyata, maka kebaikkan kembali kepada diri mereka sendiri dan siapa yang tidak beriman (tidak mempercayainya) maka kerugianlah yang akan ia dapatkan. Islam itu menuntut adanya kepercayaan yang menyeluruh, baik di hati, perkataan maupun perbuatan. Sehingga bagi mereka yang sudah beriman tentu hatinya menjadi bersih dari pada riya, sum’ah, sombong, takkabur, was–was, bimbang, takut dll. Dan akan terganti kepada sifat ikhlas, ridho, sabar, rendah hati, tawakkal, khusnuzhon (baik sangka kepada Allah), percaya dan yaqin akan Allah SWT. Kemudian setelah hatinya menjadi bersih, maka perkataannya akan menjadi halus dan sopan serta perbuatannya menjadi contoh tauladan yang baik di dalam kasih sayang, tolong menolong, hormat menghormati, arif dan bijaksana dalam sikap. Itulah orang yang benar–benar beriman/percaya kepada Allah SWT, dan dirinya akan menjadi rahmat bagi sekelilingnya, di butuhkan oleh orang lain, serta dihormati dan disegani oleh orang lain. Sehingga martabatnya menjadi agung di mata orang banyak dengan seizin Allah, karena Allah akan mengangkat derajat dari pada orang–orang yang betul–betul beriman baik di dunia maupun sampai di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah,. Dan niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujaadilah :11)

Orang beriman dan Orang yang mengaku beriman.

Tidak semua orang islam benar–benar dinyatakan beriman, ada juga mereka yang masih mengaku beriman dikarenakan dari hatinya, perkataannya dan perbuatannya belum mencerminkan keimanan. Ia masih suka berbuat akan kemaksiatan, kemungkaran dan kejahilan. Belum lagi di dalam hatinya yang selalu buruk sangka kepada Allah, protes terhadap keputusan–keputusan yang telah ditetapkan Nya. Diberikan hujan ia mengeluh, didatangkan panas juga mengeluh. Apabila di berikan kebaikan atasnya oleh Allah, ia kikir. Sungguh fitrah manusia itu diciptakan oleh Allah selalu berkeluh kesah. Kecuali mereka yang mengerti dan mengenal akan Allah.

Sebagaimana yang telah di Firmankan oleh Allah SWT :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapatkan kebaikan ia kikir. Kecuali orang-orang yang shalat. Yang mereka itu tetap shalat tiada putus–putusnya”. (QS. Al – Ma’aarij : 19 – 23)

Itulah manusia, ada yang mengerti dan ada yang tidak mengerti. Karena itu seseorang haruslah benar–benar masuk di dalam Iman yang sempurna, iman yang membawa kepada keselamatan. Tidak hanya sekedar mengaku beriman tetapi hati masih didalam ketidak tenangan. Sungguh sangat disayangkan apabila sudah masuk di dalam agama islam tetapi tidak mengerti tentang keimanan, dan tetap tidak perduli apakah ia sudah benar beriman ataukah hanya sekedar mengaku beriman.

Untuk itu sudah patut dan selayaknya bagi kita untuk merenunginya agar betul–betul kita bisa masuk di dalam keimanan yang sempurna dan menyeluruh. Sehingga tidak sia–sia bagi kita memeluk agama islam dengan bertuhankan Allah SWT yang Maha Esa dan bernabikan Muhammad Rasulullah SAW nabi penutup dari sekalian para nabi.

Iman yang sempurna adalah iman yang melekat pada hati seseorang dengan merasakan kedekatan serta Allah, yang melalui kedekatan itu jiwanya menjadi tenang dan damai. Walau apapun permasalahan di dalam kehidupan dunia, ia hadapi dengan lapang dada dan tetap berikhtiar mencari jalan keluar dari permasalahan tsb dengan tidak melupakan bertawakkal kepada Allah SWT. Keyakinan seperti itulah yang akan merubah kehidupannya menjadi lebih baik di dalam keridhoan Allah SWT.

Memang di dalam kehidupan dunia ini setiap permasalahan selalu ada dan akan datang kepada siapa saja, tinggal bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Tetaplah ingat kepada yang mendatangkan setiap permasalahan–permasalahan itu dan menyerahkan segala urusan tsb kepada Nya, maka Insya Allah akan didapatkan ketenangan jiwa dan kekuatan untuk menghadapinya serta akan dibukakan jalan keluar baginya apabila mengalami kesulitan–kesulitan tsb.

Allah SWT ber Firman :

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS, Ar-Ra’d : 28)

Karena itu di dalam kemelut dunia saat ini yang penuh dengan beraneka macam kemaksiatan dan kemungkaran, sudah sepantasnyalah kita tingkat kan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT agar jiwa mendapatkan keseimbangan dan kekuatan sehingga kita bisa mengatasi segala problem kehidupan yang ada bahkan mungkin pengetahuan tersebut bisa kita wariskan turun temurun kepada anak cucu kita. Sebagaimana Allah SWT memperingatkan kita di dalam Firman Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS, At-Tahrim : 6)

Tentu merekalah orang–orang ber akal yang mau berfikir tentang masa depannya kelak yang mana mereka tidak menginginkan keburukan terjadi pada dirinya di suatu saat nanti, maka mulai pada saat ini ia cari pengetahuannya agar bisa menjadikan dirinya dan keluarganya menjadi terlebih baik. Itulah perbedaan antara orang – orang yang benar – benar beriman dan orang–orang yang hanya sekedar mengaku beriman, yang satu hatinya melihat dan yang satunya lagi hatinya buta. Dijelaskan Allah di dalam Firman Nya :

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS, Al-Hajj : 46)

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS, Al-Israa’ : 72)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS, Al –A’raaf :179)

Di ambil dari sebuah Buku : “RAHASIA SUKSES DI DALAM KETENANGAN JIWA”

About these ads

46 Tanggapan to “JIWA TENANG TANDA ORANG BERIMAN”

  1. esensi berkata

    Posisikan saya sebagai anak kecil yang banyak kuriositasnya, mas vagabond…
    1. Arini Allah. Banyak yang menyebut-nyebut nama-Nya, tolong tunjukkan Dia pada saya. Jangan dulu masuk ke tataran filosofi dan mistisisme, jangan pula menghambur-hamburkan ayat-ayat suci agar seolah terlihat benar. Mohon jawaban personal Anda.
    2. Bagaimana mungkin, sebuah musyahadah (penyaksian) sepadan dengan pengucapan semata? Saya malah ada pemikiran (radikal?), bahwa semestinya Syahadat ada di urutan paling akhir, ketika semua esensi laku salat, zakat, puasa dan haji benar-benar tertransformasi dalam setiap jengkal kehidupan.
    3. Sebetulnya Allah itu “What” atau “Who”? atau Konsep? Enigma? Tolong, saya ingin sekali, benar-benar ingin mempertanggung-jawabkan iman saya secara rasional, bukan semata warisan turun-temurun dan menerima begitu saja bahwa saya mesti begini-begini dan begitu saja menerima cekokan dan doktrin bahwa iman dan Tuhan itu demikian dan demikian.
    4. Satu catatan; Orang Beriman pun, belum tentu Ber-Ihsan. Silakan yang ini dielaborasi.
    .
    Salam,
    mohon dimaklumi, saya sedang galau
    kalau ingin interaktif, mari diskusi via Yahoo!Messenger. Add saya di paradoks_2017
    .
    *melanjutkan pengembaraan*

    • syamsul berkata

      hubungi sy 0818585650/081913642524/085259007345

    • Adi Suwarto berkata

      ketuhana itu tidak bisa pake rasio …… tak akan sampai..karena yang namanya manusia kemampuanya hanya sebatas mata memandang…lama2 akan menjadi gila sendiri dan terjerumus dengan tipu daya setan. tauhit itu / tanpa batas oleh ruang dan waktu.orang yg bijak adalah orang yg rela menghargai karya orang lain. kita belajar ini dari berbagai macam sumber.. dan lhirlarlah yg namanya perbedaan. …dari jaman purba sampai sekarang namanya mencari pembenaran sendiri dgn berdebat seolah2 paling benar .. yg terjadi adalah rasa emosi berteman dgn setan apapun alasanya.

  2. kang kolis berkata

    قالت الأعراب أمنا, قل لم تؤمنوا ولكن قولوا أسلمنا ولما يدخل الإيمان في قلوبكم

    Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka) ”kamu belum beriman”, tetapi katanlah kami telah tunduk (baru berislam), karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu…” (QS. Al-Hujurat, 49 ayat: 14)

  3. pengembarajiwa berkata

    Salam kenal dari pengembara jiwa buat kang kolis

    Terima kasih telah menyempurnakannya.

  4. asep berkata

    Ass. Wr. Wb.

    @Esensi & Kang Kolis
    Salam kenal. anak kecil kok bahasanya mumet ya, maklum sedang galau. Dari pemaparan penulis orang Islam belum tentu beriman, memang benar. Iman artinya menyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan, tapi jangan lupa harus disertai dengan ilmu. Sehingga mengaku Islam tidak hanya dalam KTP saja. Tul ga!
    Sempunakan ikhtiar, tetapi hrs tetap bertawakal kpd Allah Swt. Caranya, bagaimana ya? Carilah orang-orang benar dan bertaqwa yg telah Allah janjikan dalam Al Qu’an dan Hadist Nabi Saw ” Nabi adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya ”

    Wass. Wr. Wb.

  5. gabriel berkata

    Salam bhagia dan kenal untuk pengembara jiwwa, hinakelana, asep, sufi muda keren2 tulisannya
    bikin bulu kuduk merinding

  6. gabriel berkata

    Saya mau nanya gimana sih caranya menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada bokap nyokap, saya baru 14 tahun, baru nemuin blog yang kaya gini

    Syukur kalau ada yang mau kasih nasehat buat saya

  7. aburahat berkata

    @Esensi
    Menurut kami satu sifat Allah adalah Maha Benar atau boleh dikatakan
    Allah adalah KEBENARAN. Utk membuktikan Allah itu Maha Benar. Silahkan anda baca Firman yg berada dalam Kitab Allah bernama Alqur’an. Dan anda cari apakah ada yg salah menurut logika anda.
    Anda bertanya siapa dia. Dia adalah Maha pencipta dan meciptakan Alam semesta ini dan segala isinya. Utk membuktikan dgn logika anda benarkah Dia Maha Pecimpta silahkan anda sanggah.
    Orang islam belum tentu berikhsan BENAR, utk ini nocoment. Wasalam
    @Gabriel
    Menurut kami berbakti adalah berbuat baik. Jadi apabila anda mau berbuat baik kepada siapa saja maka perbuatan anda jangan menyakiti mereka. Dan menjadi anak yg Shaleh adalah berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya secara ikhlas. Wasalam

  8. pengembarajiwa berkata

    @Gabriel
    ————-

    Salam kenal kembali untuk Anda…… Allah memberkati kita semua… Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin

  9. sufigokil berkata

    assalamu..alaikum..

    Salam kennaaaaalll buuuuat sangg arif Baaaang Pengembara Jiwa

    Saayya gggaaa…brani mmacem22 dah di hadapan bang pj

    Bersumber dari Abu Said Al Khudriy r., ia berkata Rasulullah saw. bersabda : Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Barangsiapa yang sibuk membaca Al Quran dan dzikir kepada-Ku dengan tidak memohon kepada-Ku, maka ia aku beri sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Aku berikan kepada orang yang meminta”
    Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhluk-Nya” (H.R. Tirmidzi)

  10. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Salam kenal kembali ya….. buat Saudaraku Sufigokil.

    Allah akan membimbing anda untuk menjadi Sufi yang sebenarnya. Sufi yang rahmatan lil ‘aalamiin…

    Dan berkah untuk kita semuanya. Aamiin…

    Wassalam

  11. siliwangi berkata

    ilmu…pengalaman/mengalami…keyakinan
    jadi sebenarnya keyakinan yang timbul dari buah pengalaman baik lahiriah maupun ruhaniah adalah sebaik2x keyakinan/keimanan.
    Hukum islam itu pasti begitupula dengan janji Allah juga pasti ( ingatlah selalu akan hal itu ) jadi jikalau saudaraku semua ingin lebih memahami kehidupan didunia ini maka cobalah memahami hakekat sifat Allah SWT yang 20.
    sebaik2xnya keyakinan adalah keyakinan/keimanan dalam tingkat tertinggi yaitu Amarulyakin.

    Salam

  12. mujahidahwanita berkata

    @Siliwangi
    —————–

    Terimakasih atas masukkannya yang mencerahkan ini……

  13. Siliwangi berkata

    Untuk saudariku mujahidahwanita keyakinan Amarulyakin itu sebenarnya tergambar dengan jelas melalui riwayat Nabi Ismail AS ketika beliau rela di korbankan…semoga menjadi bahan renungan…Maha Suci Allah dengan segala Firman-Nya.

  14. hinakelana berkata

    ALLAH Penghibur Paling Agung
    Kedatangan Islam di dunia adalah untuk menghibur manusia. Di situlah indahnya Islam, sebab Islam itu menghibur. Penghibur yang paling besar tentulah ALLAH Yang Maha Agung. Jika Tuhan dikenal, jika kita tahu kerja-kerja Tuhan, maka Tuhan sangat menghibur. Tuhan adalah Penghibur Agung.

    Kita ambil contoh yang terjadi sehari-hari, yang kita tak sadar, misalnya menghirup udara. Udara itu udara Tuhan. Kalau tak ada udara kita mati. Kita tak sadar ini menghibur. Jika Tuhan ambil udara itu, kita menderita. Bumi yang kita pijak ini milik Tuhan. Langit yang biru adalah milik Tuhan. Melihat bumi yang terhampar ini, melihat langit yang biru, hati kita sungguh terhibur.

    Bila kita bekerja atau berpikir, kita gunakan energi dalam tubuh. Pada saat kita lelah Tuhan beri kita rasa mengantuk. Rasa mengantuk inilah yang membuat kita dapat tidur untuk mengembalikan kebugaran. Bayangkan jika tubuh lelah tapi tak dapat tidur, menderita bukan? Ini juga hiburan dari Tuhan.

    Apabila kita akan membuat satu perkara yang baik, kita disuruh menyebut nama Tuhan. Dari 99 nama-Nya, Dia pilihkan untuk kita: Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama ALLAH Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Tuhan kenalkan diri-Nya, Akulah Penghibur. Tuhan tak suruh kita sebut Bismillahi jabbarul qahhar ( Dengan nama ALLAH Yang Maha Gagah dan Maha Perkasa ). Ini sungguh menghibur, tapi kita tidak menyadarinya.

    Tuhan buat siang dan malam. Kejadian siang itu hiburan dari Tuhan. Coba bayangkan, bagaimana jika malam terus, tentu menyusahkan kita. Demikian juga sebaliknya. Malam untuk beristirahat dan siang untuk bekerja. Tak terhiburkah?

    Tuhan Penghibur Agung. Tak ada penghibur seagung Tuhan. Sebab itu ALLAH datangkan syariat. Seolah-lah Tuhan berkata,”Kalau Aku menciptakan kamu, Aku adalah Penghibur Agung kamu. Sebab itu aku buat syariat sebagai peraturan dan sistem hidup untuk menghibur kamu.” Jika kita mentaati dan memahami syariat Tuhan, maka hidup ini akan terasa sangat menghibur.

    Syariat mengajarkan kita, jika orang bersalah kita maafkan. Ini tentu saja sangat menghibur bagi orang yang bersalah. Syariat memerintahkan kita memuliakan tetangga meskipun kafir. Harus diperlakukan macam keluarga sendiri. Tak terhiburkah? Bila kita berkawan, Tuhan perintahkan agar setia. Ini sangat menghibur. Sakit bukan jika kita berkawan dengan seorang pengkhianat?

    Coba kita lihat sejarah. Para Nabi dan Rasul adalah orang yang paling kuat memperjuangkan agama Tuhan. Baca sejarah Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Musa, Nabi Nuh, mereka tak pernah membunuh orang, kecuali Nabi Musa sebelum jadi nabi. Itupun tak sengaja.Rasulullah masuk medan perang 27 kali, tapi tak sekalipun membunuh orang, padahal peluang ada. Walaupun ada peluang, Rasulullah maafkan. Tak terhiburkah hati orang? Tuhan datangkan Rasulullah untuk menghibur manusia. Dengan musuh, jika mereka tak masuk Islam, Rasulullah biarkan, dengan harapan suatu hari nanti anak cucu mereka masuk Islam. Tak terhiburkah?

    Jadi hari ini Tuhan minta kita untuk menghibur manusia dengan agama ALLAH, bukan menakut-nakuti manusia. Semoga kita semua dapat menjadi penghibur-penghibur di jalan ALLAH.

  15. hinakelana berkata

    Bismillahirrahmanirrahim

    Semoga ada manfaatnya bagi para ikhwan sekalian Amiin

  16. kangBoed berkata

    Jiwa yang Tenang ini berbeda dengan Jiwa yang ditenang tenangkan kadang banyak orang yang salah persepsi di sini tapi kembali ini menurut pendapat saya sibotol kosong lho ya Mas PJ tolong dilurusin deh kalo ada salah salah kate….
    Sekarang ini lagi trend mencari cara menenangkan jiwa, banyak yang melatih pernafasan katanye biar tenang, meditasi yach sama, bahkan banyak lagi mereka yang melatih kekuatan pikirannya sehingga pikirannya bisa menenang kan jiwanya apa gak kebalik tuh he he he walau pun sebenarnya semua itu bagus sekali tapi tak akan menembus dan membuka kesadaran atau baru dikulitnya aje alias siap siap meledak kalo ada bom he he he
    Sebalik nya jiwa yang tenang ini gak bisa dibuat buat apalagi dibikin bikin dan dibodohi, karena ketenangan itu hanyalah buah dari hati yang paling dalam yang merasuk ke dasar jiwa dan tak diketahui dari mana kedatangannya seolah olah terjadi perubahan dahsyat meliputi sang pribadi, sekali lagi bukan ditenang tenangkan.
    Mengapa begitu, ternyata sang diri sudah bertemu dengan yang empunya diri walaupun baru anginnya atau bau baunya saja itulah yang membangkitkan ketenangan dari dasar jiwa kita masing masing karena itu ayo mari kita sama sama berjalan mencari ketenangan dengan mencium minimal bau bau dari yang empunya kita bukan mencari yang dibikin bikin ato ketenangan yang dibuat buat walau sekali lagi itu baik tapi kalo ada yang lebih baik kenapa gak ya he he he he dasar botol kosong cerewet, botol kosong nyaring bunyinya kaleee he he he ya Mas PJ saudaraku yang cuuuuaem
    Salam Sejati Mas PJ dan Mbak YU neeeeee

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed

      Hmmm…… Walaupun Anda katakan diri Anda adalah Botol Kosong dan selalu berkata omong kosong, tetapi bukankah kosong yang dimaksud adalah Sir/Rahasia dan Sir/Rahasia itu adalah Diam dan Diam itu adalah Laa Hurufin Wa Laa Sautin.

      Kosong itu adalah Sir
      Sir itu adalah Rahasia
      Rahasia itu adalah Diam
      Diam itu “Laa Hurufin wa Laa Sautin”

      Salam

      @Mujahidah Wanita

      Syair yang sangat menarik sekali, sarat dengan Makna dan penuh dengan Hikmah. Semoga bermanfa’at untuk semuanya…

      Salam Kasih Sayang Allah untukmu di dalam Berkah dan Rahmat-Nya

  17. mujahidahwanita berkata

    Di saat diriku tenang setenang air danau
    Engkau datang kepadaku
    Ku belai wajah_MU yang indah
    Kurasakan kesejukan kasih_MU
    Sesejuk embun di pagi hari
    Setelah itu kurasakan cinta_MU

    Api cintaku selalu berkobar
    Walau sumbu pada diriku hilang
    Seiring sejalan dekat tiada tersentuh
    Kesedihanku kesedihan_MU
    Kebahagianku kebahagian_MU
    Seiya sekata dalam perbuatan

  18. truthseeker08 berkata

    @kangBoed

    Betul sekali kangBoed, anda telah berhasil menusuk kan tombak tepat di pusat jantung.
    Terima kasih telah menghadirkan jawaban2.

    Wassalam

    • pengembarajiwa berkata

      @Truthseeker08

      Salam…….
      Anda, Truthseeker08 Saudaraku itu ya…….. (yang di “YM”)

      @KangBoed

      Salam kesejahteraan juga untuk Anda KangBoed dan keluarga, semoga senantiasa dalam bimbingan Allah Swt

      @Manusia…….B

      Al-hamdulillah….. pemahaman Anda sudah sangat benar sekali berdasarkan kesadaran diri yang memang seharusnya demikian. Sungguh!, jika seluruh manusia menyadarinya bahwa dirinya itu TIADA DAYA DAN TIADA UPAYA sedikitpun bahkan di dalam Gerak dan Diamnya semuanya itu adalah Qudrat dan Iradat Allah semata2 maka merekalah yang senantiasa dalam lautan Zikrullah.

      Jika ada yang bertanya…..:
      “Kalau kita berserah diri dengan Total demikian lalu bagaimana dengan Usaha/Ikhtiar..??? Bukankah kita diperintahkan untuk berusaha dan berikhtiar, bahkan itu kan Wajib!”.
      Maka Katakanlah kepada mereka :
      “Sungguh,…!, apakah engkau juga tidak menyadari bahwa daya upayamu sehingga bisa berusaha dan berikhtiar itu pun dikarenakan Qudrat dan Iradat Allah Swt”. Karenanya… tetaplah berusaha dan berikhtiar dan tetaplah berdo’a, jalanilah hidup ini sebagaimana mestinya tetapi yang perlu diperhatikan adalah…. : Bahwa dengan Qudrat dan Iradat Allah lah engkau bisa berusaha dan engkau bisa berikhtiar serta engkau bisa berdo’a, Tanpa Allah, bagaimana mungkin engkau bisa berusaha, berikhtiar dan berdo’a?
      Jika Allah berkehendak pada dirimu, lalu kemudian Allah menidurkanmu satu hari satu malam saja tidak usah 309 tahun sebagaimana Ashabul Kahfi… apakah…. engkau bisa berusaha dan berikhtiar serta berdo’a pada saat itu???” Tidak!… sekali-kali Tidak!. Tentu engkau tidak akan bisa berbuat apa2″.

      Mereka yang menyadari di setiap denyutan nadinya, disetiap detakkan jantungnya, disetiap darah mengalir, di setiap mata berkedip, disetiap gerak dan diam dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam bahwa Allah senantiasa serta di mana dia berada (Wa Huwa Ma’akum Ainama Kuntum) dan selalu memperhatikan dirinya, maka merekalah yang dapat merasakan Manis Lezatnya kedekatan diri dengan Allah senantiasa didalam Cinta Kasih Sayang-Nya. Sungguh……. Luarrrrrrrrr…..Biasaaaaaaaa!!!!!!!!

      Wassalam

  19. kangBoed berkata

    Satu saat dalam lamunanku bertanya wahai ………. mengapa engkau begitu tenangnya menjalani kehidupan sementara engkau dihina dilecehkan diserang dari berbagai sudut bahkan mungkin sekian banyak masalah dan persoalan yang tak pernah kita bayangkan sekarang ini, tapi mengapa engkau tetap tenang, engkau tetap rendah hati, sabar dan tersenyum bahkan kata katamu begitu lembut menyejukkan bagi yang mendengarnya… hehehehe botol kosong kumat ngelamun lagi ngelamun lagi gak kapok kapok…
    tiba tiba terdengar jawaban lembut sekali, he he he namanya ngelamun kan bebas ya, dunia dan segala isinya beserta arasy dan seluruh galaksi dan tatasurya yang ada semuanya berada dalam genggaman tangan siapa ? Coba kamu bayangkan sebesar apa tangan yang mampu menggenggam dunia beserta isinya tentu besarnya tak terkira dan tak terbayangkan oleh pikiranmu. Coba sekarang dibalik kalau anggap saja tangan itu sebesar tanganmu dunia beserta seluruh galaksi dan tata surya serta arsy sebesar apa sehingga mampu kamu genggam dengan tanganmu paling segede bola bekel he he he nah sebesar apa planet bumi? sebesar apa Indonesia? sebesar apa pulau jawa? dan sebesar apa Bandung? dan terakhir sebesar apakah dirimu ? keciiiil tentunya sangat sangat keciiiiiiiiil sekali lebih kecil dari bakteri apalagi debu mungkin takkan terlihat oleh mikroskop yang ada di dunia ini saking kecilnya, Maka serahkan seluruh beban beratmu keluh kesahmu hanya pada tangan yang selalu setia menopang dan menggenggam arasy dan seluruhnya, jangan ragu pasrahkan dengan sebenar benar pasrah dan gantungkan semuanya tanpa terkecuali sehingga engkau berjalan seolah tanpa pernah membawa beban, karena setiap bebanmu sudah ditanggungNYA he he he beban kita semua sungguh tiada berarti dihadapanNYA pasrahkan dalam kesejatian pasrah, pasrah dalam ketak berdayaan, pasrah dalam kelemahan, karena sedikit saja kita masih merasa mampu dan kuat semua menjadi sia sia belaka he he he ma aciiih mas PJ Salam Sayang selalu untuk Mas PJ dan keluarga, Salam hormat dari saudaramu si botol kosong yang membutuhkan tuntunan dalam pengembaraan hidup ini, mas kalo dah santai balas yach Emailnya
    Matur Nuwun

  20. ManusiaBodoh berkata



    Sungguh sarat akan Makna…namun banyak yg tidak sadar akan kecil dan ketidak berdayaannya (karena berjalan berdasar Napsu/keEGOan/keDIRIan sudah pasti yg dicari sesuatu yg hanya mengenakan/memuaskan hawa napsu/keinginan diri),kita amat sangat sangat kecil sekali banget :)
    Dan tidak berdaya tanpa pertolongan dan bantuan dariNya.
    Dan awal perjalanan Ma’rifat memang dgn memahi akan RUH,karena Ruhlah yg meng’Command’ untuk bergerak ini dan itu(dgn Qudrat IradatNya tentunya)tanpa Ruh kita hanya seonggok daging tak ubahnya orang yg sudah meninggal…karena memang fitrah kita adalah TIDAK BISA APA2(tidak ada daya dan upaya-red).

    Mohon koreksi Guru PJ,kekurangan hanya dari saya…Kesempurnaan hanya milik Allah Swt.

    Wassalam.

  21. kangBoed berkata

    Salam Persahabatan,nambahin dikit mas mengenai kerja
    Manusia hidup terikat dengan dua alam alam lahir dan alam batin ini penting sekali untuk kita sadari sehingga jangan sampai terjadi ketidak seimbangan antara yang lahir dan yang batin,seperti terjadi saat sekarang ini, tolong yang lahir bagiannya panca indria tangkap dan olah dengan akal pikiran putar otak keras untuk mencipta dan berkarya demi kemaslahatan sesama, dan untuk yang batin bagiannya hati nurani pancaran rahsa sejati bagiannya zikrullah rasa ingat dalam 24 jam mengalir sealiran nafasnya sejalan detak jantung rohaninya yang telah bangkit. apa yang terjadi di alam lahir jangan sekali kali mengganggu apalagi menggetarkan alam batin.
    Sumeleh, Pasrah bongkokan, tiada daya tiada upaya, laa hwalla walla quwwata, adalah bahasa rahsa, yaitu rahsa sejatine. maafkan saya sibotol kosong nyaring bunyinya alias sok tahu mungkin juga itu satu satunya pintu masuk Unity, yang lemah terserap pada Yang Maha Kuat, selagi kita merasa bisa,merasa tahu, merasa mampu palsulah semuanya he he he
    Kenapa bisa sumeleh? Kenapa bisa pasrah? karena sudah mengenal dirinya bahwa tiada kepemilikan sediktpun atas yang ada didalam diri ini baik harta, tahta wanita dan kemampuan serta segalanya ternyata bukan milikku, dan menyerahkan pada pemiliknya. sehingga biarlah seperti air sungai yang mengalir seiring sejalan dan berwarna warna asal mulanya mengalir terus demi kembali kepangkuan dan bersatu dengan Samudera Raya, mana air comberan, mana air limbah pabrik, mana air cubluk, mana air cubluk semua hilang terserap yang ada air asin dengan sifat asinnya yaitu tinggallah Air Laut, setetes air dalam samudera raya yang luas tak terkira, ya sumeleh, ya pasrah tak berdaya upaya mengikuti keinginan samudera raya he he he botole makin kosong mas
    Satu kebohongan besar kalau suatu saat ketika kita berjalan tiba tiba dalam perjalanan dapat persoalan besar, masalah berat, sehingga hampir jatuh atau kebingungan dan untuk menghibur dirinya dia berkata saya pasrahkan semuanya pada Gusti Allah, Sumeleh, Pasrah, Tak berdaya upaya kok dipaksa oleh keadaan, di buat oleh kondisi terdesak enggak salah tuh he he he
    Sumeleh dan Pasrah adalah dasar kita melangkah dalam semua perjalanan kehidupan kita lahir dan batin menyerahkan semua hasil kepadaNYA, alias bekerja tanpa memikirkan hasil yang di dapat, alias LILLAHITAALLA.
    Dalam saat yang sama detik yang sama akal pikiran berpikir keras setiap anggota badannya bekerja keras tapi hatinya hening heneng madep, mantep, madeg kepada Gusti Allah, ketika diam sejena mulut tak berbicara , qolbu diam , tapi lirih sejalan detak jantung fisik, detak jantung rohani terasa detaknya otomatis karena sudah ada yang menggerakkan Allah, Allah, Allah, Allah maka dalam diam walau ditengah kesibukan kita semua terbawa getaran rahsa sejati di tengah keramaian engkau terpaku oleh aliran aliran yang menyegarkan jiwa, menenangkan hati, mendinginkan akal dan serasa seluruh sendi kita dilolosi, he he he Mas punten botol kosong lagi kuuumat mas saya suruh pulang aja ya kalo diterusin khan berabe entar kata orang di sebut gila ya he he
    Salam Sejati Saudaraku Mas PJ dan Mbak Yu neeeee
    Semoga seiring sejalan bersama perputaran sang waktu kita semua jumbuh terus menerus sampai tiba saatnya waktu jua lah yang akan mempertemukan kita semua, saat lonceng waktu berdentang tanda sang waktu telah tiba insya Allah kita semua sudah siap, berjuanglah terus sahabat sejatiku, sungguh tak terkata tak tergambarkan pertemuan itu he he he klo masuk tempat sampeyan wah rasanya gatel jadi sok puitis padahal aslinya saye tuh preeman habis Mas PJ, sampe hati kecil ketawain he he yah itulah pertemuan rahsa, klo positif kite ikutin klo negatif sadari dan buaang jauh jauh he he
    Matur NuwuuuN Kanggo sadayana

    • pengembarajiwa berkata

      @KangBoed

      Terimakasih telah bersedia untuk berbagi pengetahuan. Dan Sungguh….! apa2 yang telah Anda paparkan ini sangat bermakna sekali dan penuh dengan Pengetahuan2 Baru yang menggugah Jiwa yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti seperti halnya saya sendiri. Dan Semoga Saudara2 yang lain pun demikian.

      Terimaksih Sekali lagi……
      Salam Berkah Allah Swt untukmu sekeluarga.

  22. ManusiaBodoh berkata

    Ass.wr.wb
    Laa hawla walaquwata
    APA YA AKAN TERJADI…TERJADILAH
    Kun…Fayakun
    Ibarat wayang dan dalang.
    Percayakan segala sesuatunya pada yg mengatur kehidupan ini…bukankah segala sesuatu 7 lapis petala langit dan 7 lapis petala bumi serta apa’ yg ada diantaranya adalah milikNya? Tidak akan mungkin sang pemilik merusak miliknya sendiri.
    Kosong…fitrah manusia yg kosong,gelap…tiada daya upaya. Hanya Allahlah yang ada.

    Trimakasih guru PJ,memang Islam indALlah letaknya pada KESADARAN yg tumbuh dr Keyakinan.

  23. kangBoed berkata

    AL A’RAAF 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
    IMAN inilah Ruh atau Jiwa atau Esensi Shallat, shallat masih terputus putus tetapi iman 24 jam sehari tanpa putus, Seseorang tanpa sadar masih tak marah kalau ditanya kenapa kamu gak shallat dia masih bisa jawab sambil tersenyum, tapi coba kalo dia ditanya mengapa kamu gak beriman, he he he dijamin anda dimarahin bisa bisa digamparin… alias ditabokin hehehe…
    Ternyata tanpa kita sadari sang diri tahu sekali pentingnya iman dan tak seorangpun yang mau disebut orang tidak beriman, tapi sebelumnya kita juga tetap harus melihat petunjuknya dan memeriksanya kedalam diri kita pribadi masing masing lepas dari menunjuk keluar dari diri kita, karena iman ini adalah urusan yang didalam diri masing masing dan modal terpenting bagi kita dalam melangkah.
    Hei orang orang beriman maka akan tergetarlah hatimu ketika mendengar nama Allah,…….
    Standar minimalis bagi kita kita semua yang mengaku sebagai orang orang beriman mari mari kita tanyakan kepada hati kita sudah kah kita tergetar ketika mendengar nama Allah, sudahkah hati kita tergetar ketika mendengar panggilan suara adzan membahana di angkasa, sudahkah hati kita tergetar ketika kita berzikir mengingat Allah ? jawab saudaraku, renungkan saudaraku, jangan saling tunjuk karena ini urusan kita masing masing dan akan menjadi pertanggung jawaban kita masing masing ayo jadi orang egois dalam arti yang positif jangan hiraukan yang lainnya tempuhlah jalan kedalam diri sampai engkau menemukan kesejatian.
    Getaran hati maknanya sangatlah dalam getaran hati melambang pelbagai hal bisa getar kerinduan, getar ketulusan, getar kasih sayang, getar keikhlasan semua getaran hati tersebut ternyata buah dari cinta. Ternyata hanya cinta yang bisa membangkitkan getaran hati, karena itu mari kita tempuh jalan cinta mulai kita amenyadari semua perjalanan sang diri dan mencoba mulai mencintai Allah lebih sungguh lagi dalam cinta ada ketenangan dalam cinta ada kedamaian dan dalam cinta ada pemurnian.
    Hei Jiwa yang Tenang (mutmainah) kembalilah engkau….
    Siapa yang mau kembali dan bisa kembali kepadaNYA ternyata jiwa yang tenang bukan jiwa yang bergelombang. Jiwa menjadi tenang ketika dia menempuh jalan cinta menempuh pemurnian cinta pemurnian iman dan mulai merasakan kehadiran yang di cinta ternyata begitu dekat mulai menemukan dan memegang pegangan yang pasti ketenangan yang tidak di buat buat oleh pikiran tapi ketenangan yang muncul dari kesadaran sang Diri, ingat saudaraku ini semua baru standar minimal untuk kembali kepadaNYA, berat sepertinya begitu tapi coba tinggalkan pikiran dan logika kita semua buang semua dalil yang ada kita putihkan dan lemahkan hapus semua perjalanan dan lempar ego jauh jauh dan mulai tempuh jalur cinta, cinta adalah penyerahan diri bulat bulat dalam La Hwalla Walla Quwata maka akan terjadi keajaiban besar bukan kita yang merubah diri kita tapi semua perubahan besar terjadi tanpa kita sadari inilah keajaiban ketika Sang Kekasih bekerja. Bekerja dalam ketak berdayaan kita, semakin kita tak berdaya maka pekerjaanNYA semakin dahsyat…….
    Jiwa Yang Tenang adalah jiwa yang berada dalam pelukan cintaNYA sehingga selalu gemetar dalam kerinduan akan sebuah pertemuan……… hmm…..
    La Hwalla Walla Quwata karena sudah mengerti segala sesuatu terjadi karena Qudrat dan Iradat Allah atau seijin Allah atau karena ijin Allah dan akhirnya “mengerti dan menyadari keberadaan diri ini yang tak berdaya apa apa” hihiihi….
    Salam Persahabatan untuk semua saudaraku
    Salam Taklim untuk saudara sejatiku, kekasihku, mbahku Mas PJ dan salam Hormat untuk Mbak YUneeeee

    • AQ berkata

      kangboed,,,
      aslm,, punten,, m tanya,, yang bener itu al a’raf:2 atau Al-anfal:2 ya? (Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal)

  24. assalamualaikum,
    orang islam belum tentu beriman,apa kata dunia

  25. vicky berkata

    Assalamualaikum….

    Izin share di fb yach mas PJ tercinta…..

  26. edod berkata

    Ass. Wr.Wb.

    Mohon ijin copas untuk di pasang di yahoo update saya sebagai bacaan saya dan teman-teman muslim lainnya. Trims

    Wassalam.

  27. "JPE"pro79 berkata

    Manusia apabila sdh melafalkan Dua kalimah Syahadad maka ia adlh orang yg sdh berada pada jalan sirratal Mustakim.. Yaitu jln yg lurus.. Jln yg diridhoi ALLAH.. Begitu jg dgn rukun Islam yg lain.. Seperti sholat.. Zakat.. Puasa.. Haji.. Dan ibadah lainnya.. Itu semua adalah jln agar supaya kita bisa berjln makin cpt dijln yg lurus tersebut.. Tetapi.. Jln tinggallah jln.. Kalau hanya dijln saja.. Cuman blunder mutar-mutar doank.. Ga sampai kepada tujuan jln itu.. Maka masih blm cukup- msh blm sempurna.. Karena di-ujung jln sirratal Mustakim itulah tujuan hakikinya…

  28. kampoeng berkata

    trima mawi pasrah..
    hidup sbg hamba dn RELA atas ke TUNGGALAN-NYA..

  29. memahami hakekat tilasan mu itu saudaraku aku setuju…………..yang pasti kita semsta mata ridhonya jualah yang kita harapkan, akhirul qolam semoga penghuni hati kita senantiasa dihiasiiman dan taqwa…….aamiiin………..ya Rabbal alamin…………

  30. santai saja berkata

    salam kenal..artikel yang sangat bermanfaat..ijin copy di blog saya ya mas..

  31. aris berkata

    assalamualikum.wrwb.betul banget.tp untuk menetap iman,sepaya selaras butuh ilmu,nah ilmunya ini,tak mudah ditemukan manusia yg akan mengajarkan tentang pemakaian iman,yg kebanyakan cerita tentang orang beriman.itulah yg kebanyakan terjadi.smg orang berilmu tetap bermura hati memasang lampu2 menuju hati yg terang.

  32. driyo kusworo berkata

    Hamba Allah,September 2012
    Ass.wr.wb.
    Jika kita dapat renungkan bahwa Syahadat adalah akar yang menghujam kebumi sedangkan Islam adalah pohonnya dan Iman berupa cabang-cabangnya sedangkan Ihsan adalah Buahnya, karena perbuatan iman dapat dirasakan nikmatnya jika diri kita benar-benar telah ber-Ihsan, jadi Ihsan adalah penyempurna dari segalanya dapat diartikan nilai ke-Ihlasan yang tertinggi, karena semua itu hanya semata-mata karena Allah SWT dan semuanya selalu kembali kepada-Nya, sedangkan diri kita sama sekali tidak punya daya dan upaya dan Sadarilah ini Saudaraku kalau kita ingin Selamat dan Keselamatan baik di Dunia maupun di Akhirat, Semoga dapat menjadikan manfaat bagi kita semuanya, Amiiin ……. Ya..Rabbalalamiiiin ,wass.wr.wb

  33. semutmerah berkata

    Assalamualaikum Mas PJ dan semua pengunjung.

    Terima kasih Mas kerana bantu kami memahami ilmu2 yang sukar diperolehi . Tolong doakan kami Mas agar sentiasa di dalam peliharaan Allah dan mendapat petunjukNya.

    Mas PJ saya mohon copy paste agar dapat manafaat kepada saya dan rakan2 yang membacanya.

    amiin..

  34. Pranakdr berkata

    Terima kasih, artikel yang luar biasa. Islam adalah agama yang luar biasa, dengan pedoman AL Qur’an yang luar biasa, dibawa oleh orang yang Luar biasa dan memang dengan Tuhan Alloh yang luar biasa

  35. muhdie berkata

    payah………………..

  36. Al Fakir Ilmi berkata

    As Salamu ‘Alaikum Wa RahmatullaHi Wa BarakatuHU

    Alhamdulillah & InsyaAllah & trima kasih atas Ilmunya

  37. hikmah berkata

    serasi serasa serahasia,ada pun sdh tdk ada lg..sdh tau “diam” itulah ilmu

  38. G I T O berkata

    Assalaamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
    Salaam Mas PJ, semoga nanti jiwa2 kita disini semua kembali kepadanya di dalam ketenangan dan keabadian, tanpa harus di putar2 dan dilempar2 lagi di kehidupan lainnya.
    Menarik sekali ternyata di dunia maya ada yg membahas masalah Ma;rifatullah yang dalam,

    Salam kenal

    Gito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 109 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: