PENGEMBARA JIWA

Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf

JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH

Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 26, 2008

Di dalam suatu dalil dikatakan bahwa :

“Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.

Dimana seseorang itu wajib hukumnya untuk mengenal akan Allah sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama. Tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang dilakukan bagaimana mungkin bisa dikatakan sampai sedangkan Tujuan nya saja tidak diketahui. Karena itu sangatlah penting sekali pengenalan akan Allah itu di dalam kehidupan ini. Dengan Mengenal akan Allah maka akan dirasakannya Manis Lezatnya ke imanan, dirasakan khusyuknya dalam Amal Ibadah serta Ketenangan Jiwa akan mengalir di dalam dirinya. Menjadikan Pribadi yang ikhlas, sabar, tawakkal serta Ridho dalam menjalani Hidup. Tentu tiada kebahagiaan yang melebihi daripada kebahagiaan para Arif billah/orang yang mengenal akan Allah

Seandainya Allah Swt membukakan akan rahasia keagungan para Arif billah, maka niscaya orang-orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjub dibuatnya. Karena Nur yang meliputi diri para Arif billah itu akan memancar menembus sampai ke langit ketujuh. Karena itu lah Allah menutup akan diri para kekasih-kekasihNya itu, sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya melainkan hanya Allah dan mereka-mereka yang sama-sama telah sampai pada maqom Ma’rifatullah tsb.

Adapun Manusia-manusia itu untuk sampai kepada pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah) maka terlebih dahulu ia haruslah mengenal dirinya yang sebenar-benarnya.

“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).

Dan tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah :

  1. Menundukkan Hawa Nafsu dengan memerangi kesyirikan, kekufuran, kemunafikan, kefasikan dan kemurtadan yang ada di dalam diri dengan menjauhi kesombongan, keingkaran terhadap kebenaran, kebodohan dan ketidak pedulian tentang kebenaran.
  2. Apabila ia telah berhasil di dalam memerangi Hawa Nafsunya tadi maka ia akan di anugrahi Hidayah/petunjuk kepada jalan yang di Ridhoi Allah Swt yaitu jalan menuju kepada Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw, serta dilengkapi ia dengan sifat-sifat Muhammad Rosulullah Saw yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah serta menjadikan ia Sami’na wa atho’na.
  3. Apabila ia tetap Istiqomah pada tahapan ke-1 dan ke-2 itu maka ia akan disesuaikan oleh Allah Swt dengan Hukum Sunatullah yang berlaku di dalam kehidupan ini. Maka tetapkanlah kesabaranmu di dalam Hukum Allah Swt itu. (Tawakkal/berserah diri kepada Allah dengan meyakini bahwa apa yang terjadi atas dirinya, itu semua Qudrat Iradat Allah Swt semata). Bersabarlah! Dan pasrahkanlah dengan sebenar-benarnya, dan berlaku kasih sayanglah kepada sesama Saudara Mu’min serta menjadilah Rahmat bagi Makhluk Allah Swt yang lain. Tetapi ingatlah!!!, sesungguhnya banyak di antara orang Mu’min Hamba-hamba Allah itu yang terlena di dalam tahapan ini, artinya mereka yang takjub dan hilang kesadaran dirinya karena sangat mempesonanya keindahan-keindahan dan kemuliaan-kemuliaan Allah Swt yang dinyatakan/ditampakkan oleh Allah berupa karomah-karomah membuat ia lupa akan Allah Swt yang menganugrahkan kelebihan-kelebihan itu sehinggan Karomah itulah yang menjadi maksud dan tujuannya. Lalu lupa ia kepada tujuan yang sebenarnya yaitu Allah Swt yang menurunkan Karomah itu. Maka jatuhlah ia kepada jurang kefasikan, kembali dikuasai oleh Hawa Nafsunya. “Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah………….”. Berhati-hatilah di dalam tahapan ini!!!!, tidak ada seorangpun yang selamat dalam tahapan ini melainkan mereka yang benar di dalam memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah Swt, sehingga jadilah Allah sebagai penolongnya dan hanya Allah lah sebaik-baik penolong bagi orang-orang Mu’min.
  4. Kemudian apabila ia telah sampai kepada tahapan itu dengan selamat dan ia senantiasa di dalam kesabaran serta selalu berhati-hati di dalam Musyahadahnya (Penyaksiannya), maka akan tersingkaplah segala Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw dengan sendirinya tanpa ia memaksakan kehendaknya untuk menyingkap tirai itu. Artinya ; Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw itu sendiri yang akan datang menjemputnya untuk di bawa naik (Mi’raj) menuju Alam yang tiada Batas dan dihampirkannnya kepada Kebenaran yang membawa Rahmat yaitu Nurun Ala Nurin sumber segala hakikat-hakikat yang ada termasuk Hakikat Diri atau Hakikat Muhammad. Lalu timbul lah kecintaan yang amat sangat dalam kepada Muhammad Rosulullah Saw, rindu yang tiada habis-habisnya dan diwujudkannya di dalam gerak dan diamnya dengan Sholawat dan puji-pujian kepada Rosulullah Saw. Kecintaannya yang sangat dalam kepada Rosulullah Saw terasa nikmat sekali dirasakannya, sehingga tiada nikmat apapun yang dapat menyamai kenikmatan cinta Rosulullah Saw. Racun kerinduan rela dan ikhlas diminumnya karena kemabukkannya tiada bandingannya. Kemabukkan cinta itulah yang mengahantarkan dirinya kepada Robbul Izzati untuk berkasih-kasihan memadu cinta yang telah lama terpendam.

Dengan tahapan-tahapan itu akan sampai lah ia kepada Memandang Zat Maha Mutlak yang tiada tara keagungan dan kebesaran-Nya, yang Esa dalam ke Esa annya, dimana segala sesuatu bergantung kepada-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada satupun yang menyamai-Nya.

Ketika para Pecinta Allah sudah asyik di dalam pandang memandang, maka Allah akan mendudukan ia pada “Maqom Muroqobah” sebagai jalan terbukanya Tirai “Kebenaran Hakiki/Mukassyafaturrobbani”. Itulah Akhir dari pada pengembaraan dan perjalanan dan Itulah Puncak segala Puncak kenikmatan dan kebahagiaan.

Maka sampailah ia kepada Hakikat di atas Hakikat yaitu Zat Maha Mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat dari segala apa pun tentang diri-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadurrosulullah.

87 Tanggapan ke “JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH”

  1. Maulana berkata

    Assalamu’alaikum…..

    Salam Kenal buat Pengembara Jiwa.

    Sungguh, Tulisan yang sangat menarik sekali jika dihayati dan ditela’ah. Anda benar-benar paham tentang jalan ke arah sana, semoga tulisan di blog Pengembara Jiwa bisa bermanfa’at buat mereka2 yang membacanya.

    Terimakasih atas pencerahannya………….

    Salam Dari Palembang

  2. sufimuda berkata

    Inilah terkadang dilupakan orang…
    banyak oang disibukkan menuntut berbagai ilmu tapi melupakan hal yang paling pokok dalam agama yaitu “MAKRIFATULLAH”

  3. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum salam Wr.Wb

    Salam Kenal kembali buat Maulana

  4. asep berkata

    Ass. Wr. Wb.

    Salam kenal semuanya,
    Syariat, Thariqat, Hakikat dan Makrifat haruslah dipahami semuanya dengan ilmu tahap demi tahap, kerena semuanya saling berhubungan. Siapa orang yang berilmu yg sudah mencapai Ihsan Kamil Mukamil ? seperti dalam hadist dikatakan ” Nabi kota ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya ” yah kesitu lagi…sudah ah. Memang kesitu lagi, karena tasawuf bermuara ke Sayyidina Ali Ra.
    Jadi saya ikut mengembara juga, mumpung ada waktu. Thanks utk Pengembarajiwa utk bisa berbagi ilmu.

    Wass. Wr. Wb.

  5. pengembarajiwa berkata

    @Asep

    Semoga dirahmati Allah

  6. warmansaja berkata

    banyak orang yang ingin ber-makrifatullah.
    cuma terkadang pintu hidayah belum terbuka bagi diri,
    walau berbagai ilmu telah di pelajari.
    kadang kita menyadarinya tapi pelaksanaannya tak sanggup.
    semoga Allah selalu memberi kekuatan pada kita agar kita tidak futur.
    dan kebahagiaan yang hakiki dapat kita capai, sesuai dengan petunjuk-Nya.
    Aamiin..

  7. pengembarajiwa berkata

    @Warmansaja
    ————

    Aamiin…. Aamiin…Aamiin… Yaa Robbal Aalamiin..

    Salam Kenal Mas, Selamat Datang di Pondok PJ (Pengembara Jiwa)

  8. Herman berkata

    Assalamualaikum Wr, Wb

    Benar sekali menurut saudara warmansaja “cuma terkadang pintu hidayah belum terbuka bagi diri” dan bagi saya dengan memasuki pondok pengembarajiwa, sufimuda dan yang lainnya merupakan salah satu pintu hidayah yang telah ditunjukan Allah, tinggal kita bersangka baik lagi akan segala sesuatu seperti tausiyah bapak gozali.

    Insyaallah dari pintu ini adalah permulaan untuk terbukanya pintu2 yang lain hingga pintu yang terakhir……amin3x

    wassalam,
    herman

  9. PPT berkata

    Ass.wr.wb

    Mohon maaf sebelumnya,

    Menurut saya pintu hidayah bukan belum terbuka tapi kita yang masih bertahan untuk menutupnya.

    Untuk berani membuka pintu ini diperlukan niat,tenaga kekuatan yang luarbiasa besar,karna yang berusaha untuk menutupnya pun luar biasa kuat.

    Disinilah menurut saya yang dinamakan jihad,karna perjuangannya sungguh amat berat..

    Sedikit saja kita lengah “gangguan” siap menerkam kita,semua hal yang memberatkan langkah kita adalah “gangguan (syaitan).

    si gangguan sangat tau dimana titik terlemah dari kita yang kadang kita sendiripun tidak tahu,

    Di jaman modern seperti inipun “dia” tau cara untuk melewatinya dengan cara cara yang juga berbasis teknologi.

    Jadi menurut saya janganlah kita terlena dengan perkataan belum terbuka,karna itu akan membuat kita menjadi lemah.

    Kita hanya bisa berusaha nanti setelahnya Allah yang menentukan…..

    salam

  10. PPT berkata

    ass.wr.wb

    @mas PJ

    Ada yang saya ingin tanyakan ke mas PJ,

    Didalam tahapan-tahapan menuju marifat sudah pasti rintangan begitu banyak,pertanyaannya adalah:

    1. Setelah tahap pembersihan diri (membuat diri menjadi nol),salik masuk ketahap berikutnya yang membuat dirinya mendapat bermacam pengetahuan.pada tahapan ini mas PJ bilang kemungkinan dapat tergelincir kembali,mengapa bisa terjadi?apakah karna tahapan pertama tidak dilaksanakan kembali sehingga diri sudah tidak bersih?tapi apabila diri sudah tidak bersih seharusnya tahapan setelah itu menjadi jatuh juga,mohon mas PJ terangkan ke saya.

    2. Dalam proses2 tersebut sehingga sang salik tergelincir dimanakah peranan sang Mursyid,apakah Beliau ikut mengingatkan/menegur/membantu secara ruhaniah dan juga zahiriah?

    3. Bagaimanakah kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan/suluk tersebut adalah benar adanya,selain dari silsilah/wasilah dari Mursyid?,karna silsilah tersebut sangat panjang,sedangkan apa yang diceritakan dan langkah2 dan perasaan dari seorang salik hampir sama disemua tarekat.

    Terima kasih banyak

    salam

  11. pengembarajiwa berkata

    @warmansaja dan @Herman
    ————————-

    Benar Apa yang dikatakan oleh Saudara kita PPT bahwa Pintu Hidayah bukan belum terbuka tapi kita yang masih bertahan untuk menutupnya, dst…dst…dst

    Jika Saya boleh menambahkan sedikit saja….

    Sesungguhnya Allah itu Arrohmanirrohiim dan Maha Nyata atas tiap2 segala sesuatu. Dan di dalam cinta kasih-Nya itu, Allah selalu membuka pintu Hidayah-Nya kepada siapa saja (tidak pernah tertutup). Tetapi dikarenakan dirinya terlena oleh hawa nafsu/ke-Ego-an maka ia tidak menyadari Hidayah itu selalu ada. Ibarat Matahari yang selalu bersinar dan tidak akan mungkin tidak bersinar tetapi dikarenakan Awan hitam menggumpal (hawa nafsu/ke-Ego-an) maka menjadi lah dinding untuk sampai cahaya itu kepada dirinya. Saya teringat kisah yang disampaikan oleh Guru Saya.

    Beliau bercerita : Bahwa diceritakan Sang Sufi Jalaluddin Ar Rummi melintas melewati sebuah pengajian Syekh Sufi lalu dari kejauhan Jalaluddin Ar Rummi mendengar si Syekh mengatakan, semoga Allah membukakan pintu Hidayah-Nya kepada kalian. Lalu kemudian Jalaluddin Ar Rummi mendatangi pondok pengajian tsb dan mengatakan kepada si Syekh tadi “Bagaimana mungkin Pintu Hidayah Allah akan terbuka sedangkan Pintu Hidayah Allah tidak pernah tertutup!”

    Jadi letak tertutup atau terbukanya pintu Hidayah Allah itu ada pada Hawa Nafsu yang selalu berprasangka. Menyangka tertutup maka tertutuplah ia. “Aku menurut sangka2 Hamba-KU, jika menyangka baik maka baiklah jadinya. Jika menyagka buruk maka buruklah jadinya”.

    Karenanya selalu lah berprasangka baik kepada Allah, bahwa Allah Maha Pengasih dan maha Penyayang dan tidak akan mungkin Allah mengecewakan Hamba-Nya. Itulah yang perlu kita sadari………..

    Sebagaimana Rosul Saw pernah mengatakan :”Bahwa Aku Hamba dan Rosul-Nya, tidak akan mungkin Allah mengecewakan-Ku”

  12. pengembarajiwa berkata

    @PPT
    —–

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    ==================================================
    1. Setelah tahap pembersihan diri (membuat diri menjadi nol),salik masuk ketahap berikutnya yang membuat dirinya mendapat bermacam pengetahuan.pada tahapan ini mas PJ bilang kemungkinan dapat tergelincir kembali,mengapa bisa terjadi?apakah karna tahapan pertama tidak dilaksanakan kembali sehingga diri sudah tidak bersih?tapi apabila diri sudah tidak bersih seharusnya tahapan setelah itu menjadi jatuh juga,mohon mas PJ terangkan ke saya.
    ==================================================

    Berhasil atau tidak nya seorang salik untuk sampai kepada Zat Maha Mutlak, itu tergantung dari pada tawakkalnya/berserah dirinya kepada yang Maha Mengatur segala sesuatu Urusan.

    “Wamanyattawakkal alallah fa Huwa Hasbuh”/Dan barangsiapa yang bertawakkal/berserah diri kepada Allah, maka Dia(Allah) akan menjamin Hidupnya/menolongnya).

    Bukankah hanya Allah semata pemilik segala sesuatu urusan? dan kepada-Nya kembali segala sesuatu urusan itu? Dan Allah lah sebaik2 penolong?

    Jika demikian! Bertawakkal lah/berserah diri lah atas tiap2 segala sesuatu urusan, maka Allah Ta’ala sendiri yang akan menolong dan menjamin orang2 yang bertawakkal.

    Jadi letak ketergelinciran nya di dalam perjalanan itu di karenakan kurangnya pengetahuan tentang tawakkal yang sebenarnya sehingga ia berlaku dalam menempuh jalan Spiritual tsb atas dasar dirinya sendiri (merasa aku yang melakukan, aku yang berbuat, aku yang beribadah, aku yang beramal, aku yang berjalan dsb).

    Dalam tahapan ke-1 masih diperbolehkan dengan pemahaman demikian, karena memang diperlukan Jihad atau Mujahadah dalam melewatinya. Karena Mujahadahnya itulah Allah menganugrahkan tahapan ke-2 berupa : Hidayah/petunjuk kepada jalan yang di Ridhoi Allah Swt yaitu jalan menuju kepada Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw, serta dilengkapi ia dengan sifat-sifat Muhammad Rosulullah Saw yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah serta menjadikan ia Sami’na wa atho’na.

    jika salik tetap Istiqomah pada tahapan ke-1 dan ke-2 itu maka ia akan disesuaikan oleh Allah Swt dengan Hukum Sunatullah yang berlaku di dalam kehidupan ini yaitu diperlihatkan kepada mereka keindahan-keindahan dan kemuliaan-kemuliaan Allah Swt yang dinyatakan/ditampakkan oleh Allah berupa karomah-karomah, kelebihan2 seperti bisa melihat alam gaib, bisa mengetahui rahasia yang tersirat, bisa mengobati orang, jalan di atas air, sholat di makkah dll. yang itu semua adalah berkah dari pada ke Istiqomahannya tadi. Akan tetapi jika mulai tahapan ke-1 sampai tahapan ke-3 ini ia masih belum menyadari atau belum mengerti dengan tawakkal yang sebenar2nya maka hanya sampai disini sajalah kedudukannya dan belum bisa naik ketahapan selanjutnya. Dan dikarenakan ia masih merasa aku yang berlaku, aku yang berbuat, aku yang bisa ini dan itu…..dsb, maka itulah yang dikatakan dari segi “Ilmu Tauhid”, ia telah tergelincir dikarnakan takjub oleh keindahan2 dan keagungan2 Allah yang dinyatakan dengan karomah dan kelebihan itu tadi. Jika ia terpana dan tidak menyadari Bahwa Allahlah yang berlaku di balik itu semua di dalam Qudrat dan Iradat-Nya maka dari segi “Ilmu Tauhid” ia telah Fasik.

    tidak ada seorangpun yang selamat dalam tahapan ini/tidak bisa melanjutkan perjalanan berikutnya melainkan mereka yang benar di dalam memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah Swt (mengerti dengan tawakkal yang sebenar2nya) sehingga jadilah Allah sebagai penolongnya dan hanya Allah lah sebaik-baik penolong bagi orang-orang Mu’min.

    Hanya mereka si salik yang ditolong Allah lah (karena mengerti tawakkal yang sebenar2nya) yang bisa melanjutkan tahapan2 berikutnya.

    ====================================================
    2. Dalam proses2 tersebut sehingga sang salik tergelincir dimanakah peranan sang Mursyid,apakah Beliau ikut mengingatkan/menegur/membantu secara ruhaniah dan juga zahiriah?
    ====================================================

    Mursyid berperan senantiasa membantu dan membimbing si salik dalam penempuhan spiritual akan tetapi Mursyid tidak bisa menjamin seseorang itu sampai atau tidaknya dalam mencapai tujuan karena Hanya Allahlah sebaik2 penolong dan penjamin.

    Bukankah banyak para Sahabat yang berbai’at kepada Rosulullah dan menyatakan Sami’na wa A’To’na ? akan tetapi banyak pula mereka yang telah berbai’at itu berpaling dari Allah dan Rosul-Nya.

    Mursyid hanya bisa membimbing dan membantu secara Ruhaniyyah dan Lahiriah hanya sebatas tahapan ke-1 sampai ke-3. Dan tahapan ke-4 sampai ke-5 dan seterusnya sampai kepada Hakikat di atas Hakikat/Zat Maha Mutlak adalah wewenang Allah Swt sendiri.

    =============================================
    3. Bagaimanakah kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan/suluk tersebut adalah benar adanya,selain dari silsilah/wasilah dari Mursyid?,karna silsilah tersebut sangat panjang,sedangkan apa yang diceritakan dan langkah2 dan perasaan dari seorang salik hampir sama disemua tarekat.
    =============================================

    Kebenaran itu Mutlak hanyalah bagi Allah dan Milik Allah “Haqqullah Haqqul Haqiqi”. untuk mengetahuinya silahkan konsultasikan ke- http://www.pengembarajiwa313@yahoo.co.id

    Tidak ada rahasia bagi Allah, karena Allah tidak merahasiakan sesuatu kepada Hamba-Nya (Ingatlah!!! Allah itu Arrohmaanirrohiim).

    Dikarenakan dirinya terhijab oleh dirinya sendirilah maka menjadi Rahasia kebenaran Allah Swt itu.

    Wass,Wr,Wb

    PJ(Pengmbara Jiwa)

  13. Herman berkata

    Assalamualaikum Wr, Wb

    Untuk sementara saya yang bodoh ini berusaha untuk menyimpulkan bahwa segala sesuatunya “semata-mata atas karunia dan hidayah Allah” karena kita ‘La haula wala kuata illa billah’ seperti yang sering disebutkan oleh pengembarajiwa………cuman yang masih berkecamuk didalam pikiran saya ini mengenai ini :

    “Menurut saya pintu hidayah bukan belum terbuka tapi kita yang masih bertahan untuk menutupnya.

    Untuk berani membuka pintu ini diperlukan niat,tenaga kekuatan yang luarbiasa besar,karna yang berusaha untuk menutupnya pun luar biasa kuat.

    Disinilah menurut saya yang dinamakan jihad,karna perjuangannya sungguh amat berat..”

    yang jadi pemikiran saya yang bodoh ini adalah “apakah ada kekuatan lain yang melebihi kekuatan Allah” demikian juga dengan masalah jihad, ringan atau beratnya juga karena Allah.

    demikian pemikiran saya yang bodoh ini.

    wassalam,
    herman.

  14. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb.

    @Herman

    Tetaplah jalani apa yang pernah anda dapatkan tausiyah dari Bapak Gozali dan bertawakkallah di dalam kesadaran Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billah…… JANGAN LEPASKAN ITU…!!!!

    “Wa manyyattawakkal alallah fa Huwa Hasbuh” Dan barang siapa yang bertawakkal/berserah diri/menyadari fitrah diri Lahawla wala Quwwata…. Maka Allah akan menjamin dan Menolong Hidupnya.

    Itu menurut Pandangan saya terlebih baik dan terlebih cepat menyampaikan maksud dan tujuan Anda untuk mengenal dan berjumpa dengan Allah Swt.

    Wassalam

  15. ppt berkata

    Ass.wr.wb,

    Terima kasih mas PJ,nanti saya Insya Allah bertamu ke email diatas.

    salam

  16. wawu ndombleh berkata

    ini perjanjianku dengan Tuhan di alam Adam Makdum
    sekaligus gugurlah perjanjian Muhammad dengan Tuhan pada diriku
    dan kamu sekalian jangan ngiri yeeeee

    Gue SEWON SAWIJI – Oktober 27, 2007
    bis mil lah hir rah man nir rah him

    alif… lam… mim… ta… ro…
    kae apa-apa ala
    ROBBB……………………………………..BUKA!

    by
    ashabul GAJAH

    ya… ibundaku IBU PERTIWI
    diriku tak bisa membawakan syurga
    bukan sekedar impian
    bukan sekedar cita-cita
    aku bersujud padamu
    untuk mempersembahkan…
    NEGERI 1001
    SEPANJANG SIANG
    SEPANJANG MALAM
    SEPANJANG ZAMAN

    sang siwi

    KOLONYONGE’ ……….. KON NYOLONG TEMPENE MBOKE’
    sangking alas wingit kepati-pati gawat kaliwat-liwat

    HO NO CA RA KO
    DO TO SA WA LO
    PO DHO JA YA NYO
    MO GO BA THA NGO

    si buta saka goa

  17. asep berkata

    Ass. Wr. Wb

    @Pengembarajiwa

    “Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.

    Benar sekali apa yang dikatakan PJ spt tsb diatas, karena seseorang apabila masuk agama Islam wajib mengucapkan kalimat Syahadat ” Saya bersaksi tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah dan saya bersaksi Muhammad itu utusan Allah ”

    Menurut pemahaman saya yang awam yaitu setelah mengucapkan Syahadat tsb, tahap selanjutnya sbb :

    1. Ilmu adalah ikhtiar / usaha manusia dengan akal dan fikiran yang merupakan fitrah untuk mencapai segala macam kebutuhannya, baik lahir maupun bathin.
    2. Iman adalah meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkannya dengan perbuatan.
    3. Taqwa adalah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
    4. Istiqomah adalah berpegang teguh dengan apa yang dikatakan/dituliskan dalam Al Qur’an dan Hadist.
    5. Qona’ah adalah menerima apa adanya sesuai kehendak Allah Swt “Tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah Swt ”
    6. Amar Ma’ruf Nahi Mun’kar adalah mengajak kepada kebenaran dan mencegah segala kemunkaran.

    Apabila tahap-tahap tsb diatas telah terpenuhi maka hidayah Allah Swt akan terbuka, sehingga mencapai ma’rifatullah yaitu dia akan mengenal dirinya dan Allah Swt dan menemukan kebenaran yang hakiki, seperti mas PJ tuliskan :

    “Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).

    Yang menjadi pertanyaan adalah pada tahap amal ma’ruf nahi munkar. Mungkin saya pernah menyinggung masalah tsb, tapi masPJ menjawabya hanya selintas saja dan saya tidak bertanya lagi. Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya,
    Bagaimana caranya dalam menghadapi umat Islam yang pemahamannya / golongannya berbeda-beda dalam hubungannya dengan amal ma’ruf nahi munkar ? supaya umat Islam bersatu utnuk menghadapi berbagai macam ujian/cobaan di dunia ini ?

    Demikian, mohon penjelasannya.

    Wass. Wr. Wb.

  18. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    @Asep
    ——

    Jika pertanyaan Mas Asep dipertanyakan kepada Diri Mas Asep sendiri, lalu apa yang akan Mas Asep perbuat untuk menghadapi Umat Islam saat ini yang sudah terpecah belah menjadi beberapa golongan, agar bisa bersatu kembali……

    Ma’af..! Saya hanya menanyakan pendapat Anda, siapa tahu kita sejalan….

    Terimakasih….

  19. asep berkata

    Ass. Wr.Wb

    @Pengembarajiwa

    Pada tahap amal ma’ruf nahi munkar yang harus dilakukan adalah menyeru atau mengajak semua kaum muslimin agar kembali kepada ajaran yang murni yaitu ajaran Ahlulbait Nabi Muhammad Saw, yang mengajarkan bahwa garis Imamah sesudah Rasulullah Saw dilanjutkan oleh para Imam dari Ahlulbait Nabi Saw untuk setiap masa, sampai kehadiran Imam Mahdi Afs yang dinantikan / dijanjikan, diantara jin dan manusia.

    Karena secara ikhlas dan ridho ataupun terpaksa kaum muslimin / umat manusia akan kembali lagi kepada fitrahnya yang menginginkan kesempurnaan yaitu mendambakan seorang yang bisa memimpin umat manusia di akhir zaman dan yang akan mendirikan pemerintahan Ilahi yang adil. Sehingga mampu merealisasikan kebahagiaan bagi umat manusia seluruhnya.

    Saya menyadari dan memahami pada tahap inilah yang paling sulit direalisasikan / disosialisasikan, karena umat Islam setelah Rasululullah Saw wafat dalam perjalanan sejarahnya, begitu banyaknya hadist-hadist yang sudah terkontaminasi / terkotori oleh penguasa thagut dengan memperalat para ahli hadist untuk membuat ribuan hadist palsu untuk kepentingan kekuasaannya, sehingga menyebar keberbagai ranah ilmu: syariat, tharikat, hakikat dan ma’rifat. Tentu saja sangatlah tidak mudah untuk membedakannya mana hadist yang benar atau yang palsu ?

    Dengan kembalinya lagi kedalam ajaran Ahlulbait Nabi Saw, mudah-mudahan seluruh umat Islam akan menyadari segala kekhilafannya dimasa yang lalu. Kadang saya selalu berfikir akan hal ini, apakah pantas untuk dikemukakan kepermukaan yang nota bene mayoritas di negeri ini, penganut ajaran Sunni ? Kebenaran apapun resikonya haruslah disampaikan kepada seluruh umat Islam. Karena ada nash yang mengatakan “Sampaikanlah walau satu ayat” yang tentu saja segala perkataan dan perbuatan saya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt dunia maupun akhirat.

    Mungkin mas SP juga sering berkunjung ke blognya mas Sufimuda ( silahkan baca deh komentar-komentar saya )
    Kalau menurut anda bagaimana ?

    Was. Wr. Wb.

  20. aburahat berkata

    @PJ
    Mas PJ nama yg mas ambil pengembarajiwa sesuai dg tingkat yg mas sdg dalami. Saya cuma ingin beri saran mas: Utk mencapai tingkat ma’rifat adalah hadiah Allah atas ketekunan dan keikhlasan melaksanakan Syariat dlm hal ini Firman2 Allah. Banyak mereka yg menekuni Tharikah sbg jl pintas utk mencapai Ma’rifat.
    Saran saya jgn kita mengharapkan tingkat ma’rifat tapi yg ingin dicapai adalah Hakekat. Kalau saya bisa umpakan: Sayariat adalah rambu2 dlm pengembaraan kita menuju Hakekat. Hakekat adalah terbukanya sifat2 Allah Sedangkan Thariqah merepakan jalan yg kita lalui. Dlm pengembaraan kita (Tharigah)ada rambu2 mana yg hrs kita lalui dan mana yg tdk boleh dilalui. klu kita tdk mengenal dan pahami rambvu2 ini, maka kita bisa tersesat. Oleh karena itu pahami dulu rambu2 jln mau kita berjalan. Bagaimana kita bisa mengenal diri kita klu masih mengkufurkan firman Allah atau bagaimana kita bisa selamat sampai tujuan klu kita mengkufurkan rambu2 yg ditetapkan. Salah satu contoh Allah melarang kita menyombongkan diri dan Iblis menganjurkan kita sombong. Kita menuruti perintah Iblis dan mengabaikan perintah Allah. Mana Laa ilaha illallah yg kita ikrarkan. Padahal kita
    setiap detik mendpt petunjuk dari Allah utk mengingatnya tp selalu kita abaikan. Kemudian kita katakan blm mendapat hidayah. kata2 ini terucap krn kita blm mengenal diri kita. Kita blm mengenal diri kita krn kita mengabaikan syariat Kita mengamaikan Syariat krn kita tdk mau berfikir. Kita tdk mau berfikir krn kita Taglid. Kita Taglid krn fanatik. Kita fanatik krn malas mendalami ilmu. Wasalam

  21. pengembarajiwa berkata

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    @Asep
    ———-

    Jujur, Saya sependapat dengan Mas Asep, bahwa tampuk kepemimpinan Islam akan diwariskan turun temurun melalui Ahlul BAit Nabi sampai akhirnya akan dipimpin oleh seseorang yang bergelar “Imam al-Mahdi” dan Beliaupun Zuriat dari pada Rosulullah Saw dari Sayyidina Husein ra. Beliaulah (Al-Mahdi) yang nantinya akan mempersatukan Umat Islam di bawah bendera “LAA ILAA HA ILLALLAH MUHAMMADARROSULULLH”. Dan dari Beliaulah Nantinya akan dikenali manakah yang benar sesuai tuntunan Rosulullah Saw, diantara 73 golongan yang terpecah belah.

    Sangat Banyak Hadits2 yang shoheh yang menerangkan tentang siapakah Al-Mahdi itu, yang akan memimpin Umat Islam bersatu dalam kesatuan Tauhid.

    Akan tetapi terlepas dari pada itu, ttng Ketauhidan itu Mutlak di di wajibkan oleh setiap Muslim walau mazhab apapun yang dikuti, walau tarikat apapun yang di anutnya, walau Golongan apapun yang menjadi pegangannya. Tauhid itu adalah “WAJIB”.

    Kemudian untuk lebih sempurnanya dalam ke tauhidan itu maka mereka haruslah berimam kepada Khalifah yang di tunjuk sebagai Khalifah Umat Islam agar Islam itu menjadi satu kesatuan. Khalifah yang di maksud itu adalah Para Imam2 yang telah di lihat Nabi pada Saat Mi’roj yaitu ada 12 cahaya. dan 12 cahaya itu adalah Imam2 Islam dari keturunan Nabi Muhammad Saw. Dan Imam yang akan menyatukan Umat Muslim se Dunia adalah Imam yang di nantikan kedatangannya yaitu Imam Al-Mahdi.

    Bagi Saya : Silahkan kalian menuntut Ilmu kepada Mursyid manapun karena Menuntut Ilmu itu Wajib Hukumnya, akan tetapi jangan lah menjadi seseorang yang Fanatik dengan Mursyid yang di ikuti, karena siapapun ia (Mursyid) itu, tidak lain hanyalah seorang penyampai untuk menyampaikan kebenaran Allah melalui Ketauhidan dan ke Ma’rifatan. Cintai ia (Mursyid) itu layaknya orang tua sendiri sampai datangnya Imam yang di tunggu2 kedatangannya.

    Sungguh, ke Fanatik kan itulah yang akan memperuncing dari pada perpecahan Islam, karena itu bersatulah dalam Cinta KAsih Allah walau dimanapun ia menuntut Ilmu, walau berlainan Mursyid yang di ikuti, walau tarikat apapun yang di anut, walau mazhab apapun yang di ikuti, walau golongan apapun yang menjadi pegangannya. Intinya/Kuncinya hanya Satu “LAA ILAA HA ILLALLAH MUHAMMADURROSULULLAH” Peganglah itu dan jangan lihat perbedaan di dalamnya. jika mereka pun memegang “kunci” itu, berarti mereka adalah saudara bagi kita. Soal perbedaan di dalam golongan tsb, serahkan kepada Allah. Cukup lah Allah sebagai saksi dari apa yang kita perselisihkan”

    Jika kita menghimbau ttng Ahlul Bait, maka itu adalah suatu kelayakkan yang harus di sampaikan, akan tetapi di perlukan kebijaksanaan agar tidak menambah perselisihan yang baru.

    Saya Sangat senang dengan komentar2 Asep tentang “Ahlul BAit”, baik di Pengembara Jiwa, Sufi Muda, Mujahidah Wanita maupun mungkin di Blog2 yang lain, terlepas dari pada “Apakah saya termasuk Ahlul Bait ataupun bukan”. Yang jelas siapapun kita Ahlul BAitkah atau bukankah tetap Umat Muslim harus mencintai Ahlul Bait Nabi Saw, sebagaimana yang telah di nyatakan Nabi bahwa Para Ahlul BAit ku akan memimpin Islam kepada kejayaan. Ingatlah ! Bahwa Ahlul Bait adalah yang memimpin dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan, sedangkan Mursyid adalah yang membimbing si Salik untuk bisa mentauhidkan Tuhannya.

    Mursyid adalah pembimbing bukan khalifah/pemimpin Islam, akan tetapi Ahlul Bait Nabi Saw adalah Khalifah/Pemimpin Islam dan bisa jadi ia juga seorang Mursyid jika Allah menghendaki dan menurunkan Ilmu-Nya untuk membimbing.

    Karena itu jangan lah tentang kepemimpinan Islam itu menjadi suatu perdebatan, tetapi marilah kita bersama menunggu kedatangan seorang pemimpin Islam itu yaitu “AL-MAHDI”.

    Dan tuntutlah Ilmu tentang Ma’rifat dan Tauhid itu kepada Siapa saja yang di berikan Anugrah oleh Allah untuk bisa membimbing kita ke arah sana.

    Wallahu’alam Bishowab

  22. aburahat berkata

    @PJ
    Dengan komentar mas terhadap sdr Asep saya disini dgn sepenuh hati dan ikhlas mengucapkan ALHAMDULILLAH berarti mas berada dlm kelompok Syyidah Fatimah.Mas Allah memberikan nama utk anak Rasulullah FATIMAH krn berarti pemeisah sorga dan Neraka. Wasalam

  23. pengembarajiwa berkata

    @aburahat
    ————-

    Terimakasih atas Saran dan Masukkan yang mencerahkan……

    Semoga bermanfaat untuk Umat Islam yang membacanya….

    Wassalam

  24. m. hanafi berkata

    ass.ww
    Mas pj tulisan anda sangat2 membantu saya dalam mencari TUHAN, terasa sekali dalam pencerahan jiwa saya yang saat ini kering yang haus akan siraman2 rohani seperti ini.

    makasih banget mas Pj

  25. asep berkata

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa

    Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu Akbar, Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah … kita dipertemukan disini, semoga tali silaturakhmi ini kekal sampai akhir zaman, dunia maupun akhitat. Juga kepada @Aburahat. @M. Hanafi dan semuanya.

    Ya Rasulullah, salam atasmu
    Wahai Pelenyap kebatilan
    Wahai Yang Mulya kedudukannya
    Ahlil Bait Nabi yang Suci

    Merekalah !
    Lambang kemulyaan, keagungan dan kasih
    Para Imam, pewaris Rasul
    yang dikenal dengan kemuliaan
    serta tingginya kedudukannya

    Tidak sejenakpun hati mereka tertuju
    kecuali kepada Allah dihadapkan
    bersama Al Qur’an mereka senantiasa
    kebersamaan yang tidak akan pernah terpisahkan

    Ahlil Bait Nabi yang Suci
    merekalah Penyelamat Bumi (berpeganglah pada mereka)

    Mereka Bahtera Penyelamat
    dalam kekhawatiranmu menghadapi badai
    dari segala godaan kehidupan

    Yaa Allah karuniakanlah kami barokah mereka
    serta petunjuk kebenaran demi keutamaan mereka

    Yaa Allah matikanlah kami dijalan mereka dan
    perlindungan dari segala fitnah

    Yaa Allah,
    sampaikanlah sholawat dan salam
    kepada Muhammad dan keluarganya yg suci,
    dengan sebanyak-banyaknya dan
    tiada henti-hentinya
    tak terbilang banyaknya…Yaa Allah

  26. Abuharat berkata

    @Asep
    Sungguh indah dan menggugah jiwa pembaca pelepasan kerinduan dgn puisi mas. Insya Allah pelepasan kerinduan mas menjadi shirat menuju Rasul dgn Ahlulnaitnya Amin. Wasalam

  27. pengembarajiwa berkata

    @m. hanafi
    ——————

    Wa’alaikum Salam Wr,Wb

    Terimakasih kembali dan Selamat Datang di Pondok Pengembara Jiwa

    @asep & @Abuharat
    —————————-

    Wa’alaikum Salam Wr, Wb

    Allah senantiasa beserta kita, dan semoga dikumpulkannya kita di dalam Majelis Rosulullah Saw yang penuh dengan Rahmat dan Berkah. Aamiin.

  28. dicksone berkata

    Ass wr wb.
    Mas-mas yang budiman, sekadar saling share/mengingatkan bahwa jalan untuk mencapai jenjang yang sangat tinggi lagi halus tersebut haruslah dibimbing oleh Guru (”WaliyamMursyida”=Al Kahfi-17) yang benar-benar telah sampai (lulus) dan berpredikat Insan Kamil Mukamil. Semakin tinggi level seorang Guri Wali-Mursyid akan semakin samar (disamarkan Allah SWT) dihadapan orang awam. Tanpa bimbingan seorang Wali-Mursyid, niscaya ada voluntir yang sigap membimbing, yaitu sparing partner manusia (Iblis). Sampainya tentu bukan keHadiratNya, melainkan terminal-terminal lain.

    Bagaimana cara mencari/menemui Waliyammursyida ini… petunjuknya ada di dalam diri mas masing-masing… yaitu dengan menjaga serta meningkatkan keimanan; lalu ketakwaan/taat dan terus wabtagu (Al Maidah-35) ilaihil wasilah = Nurun AlaNur (AnNur-35).

    Selamat melanjutkan pencaharian = salik ..

    Wass wr wb.

  29. nagabOnar berkata

    Alhamdulillah akhirnya ada juga persinggahan yang adem ayem…

    Salam kenal kepada sang Pengembara Jiwa…

    Bolehkan saya bergabung dengan komunitas anda ini…

    Artikel2nya membuat jiwa menjadi tenang tentram …

  30. pengembarajiwa berkata

    DickSone

    Wa’alaikum salam Wr,Wb

    Alhamdulillahirobbil’aalamiin…

    Insya Allah, Anda sangat benar sekali…….

    Selamat datang di Pondok Pengembara Jiwa ini….dan salam kenal…

    Wassalam

    Pengembara Jiwa

    NagabOnar

    Salam kenal kembali untuk Anda, dan silahkan bergabung di Pondok PJ (Pengembara Jiwa ini)

    Semoga bermanfa’at dari apa2 yang termuat di dalam Pondok ini….

    Allah beserta kita…

    Wassalam

  31. hinakelana berkata

    Menghayati ALLAH Dalam Kehidupan

    Kalau pengaruh kebesaran ALLAH sudah sangat terasa dalam jiwa kita, maka ketika kita berbuat apa saja selalu teringat dengan ALLAH. Misalnya bila kita sedang makan tiba-tiba ada harimau, apakah rasa ingin makan masih ada? Tentu rasa takut pada harimau lebih besar mempengaruhi jiwa kita daripada rasa ingin makan. Contoh lain, bila kita sayang dengan anak bungsu tiba-tiba dipisahkan tentu akan terkenang selalu. Begitu juga sang anak, bila ibunya di rumah sakit, walaupun dia berada di rumah tentu hatinya teringat dengan ibunya.

    Kalau ingat ALLAH itu masih diakal, ketika kita berpikir lain, maka ingatan akan ALLAH akan hilang. Sebab itu ALLAH mesti dirasakan dengan hati, sehingga walaupun akal berpikir, hati selalu terkenang dengan ALLAH, hingga tidur pun masih terbawa rasa berTuhan. Walaupun fisiknya tidur, tapi ruhnya bekerja. Seperti seorang wali ALLAH, dalam tidur dia bertahlil.

    Sebab itu dalam hadist disebutkan jangan minta kewalian tapi mintalah istiqomah. Istqomah adalah ciri kewalian. Lebih-lebih lagi istiqamah dalam menghayati ALLAH.

    Supaya rasa berTuhan dan rasa kehambaan ini tidak padam, tidak pudar, maka bermacam-macam jalan dapat ditempuh, seperti melihat alam terasa kebesaran ALLAH, melihat orang sakit teringat kuasaNya, melihat rezeki teingat nikmat dan rahmatNya. Telebih lagi membaca Quran, dimana Quran itu membangun jiwa. Tapi membaca dengan faham dan dihayati.

    Selain mengingat mati, banyak hal lain yang membuat kita ingat ALLAH. Sepatutnya ketika kita ingin makan, minum, berkendaraan berpakaian, selalu ingat itu pemberian ALLAH. ALLAH yang memberi. Baru disusul dengan syukur. Jadi kalau kita ingat itu dari ALLAH timbul rasa malu. Barulah akal kita dapat berfikir, “Aku tidak layak dengan ini ALLAH, janganlah engkau memberi ini dengan istidraj, berilah dengan keridhaanMu.”

    Misalnya ketika melihat makanan, kita terfikir dua hal, pertama teringat ALLAH yang mempunyainya, jangan-jangan Dia memberi dengan istidraj atau dengan dengan murka. Kemudian teringat dengan manusia lain. Berapa ribu orang yang mengusahakan dan terlibat di dalamnya mengusahakan makanan ini. Jangan-jangan orang yang mengusahakan itu miskin dan papa, tidak makan. Kita goyang-goyang kaki dapat makan. Berapa banyak orang miskin yang mengusahakannya, buahnya kita dapat. Apakah kita tidak malu? Jadi kalau kita hidup, doakanlah mereka. Mudah-mudahan meraka dapat hidayah. Doa tak perlu angkat tangan, “Ya ALLAH berilah mereka itu petunjuk, murahkan rezeki mereka, ampunkan mereka.” Jadilah makanan itu berkah.

  32. yayat.hendrayana berkata

    belum mengerti terangkan apa yang harus dilakukan jika diri selalu kehausan…dengan ilmu makrifat…..membayangkan kah? berimajinasikah atau keduanya ataukah ada keyakinankah? keyakinan seperti apa sebab orang awam seperti saya belum ngerti apakah keyakinan itu dari allah ataukah egoisme kita ataukah tiiupan syaiton yang sengaja memanja kita untuk membenarkan apa yang tersirat dalam diri kita///bagaimana pula membedakan antara itu pikiran dan itu bisikan hati suci?

    terimaksih

  33. Aburahat berkata

    @Yayat
    Soal ma’rifat jangan anda bayangkan atau berimajinasi. Tapi selalu bersyukur walaupun sekecil apa hidayah yang Allah berikan pada anda.
    Mengenai keyakinan. Benar apa yang anda katakan apakah sesuatu yang datang merupakan bisikan GALBU adalah dari petunjuk Allah atau Syaitan (IBLIS). Saya pernah berkomentar bahwa untuk mencapai tingkat ma’rifat bukan dari usaha kita sendiri tapi RAKHMAT Allah. Karena Allah mau memperkenalkan diriNya pada kita apabila kita telah mengikuti segala persyaratan yang ditentukan Allah. Dan apabila kita telah melaksanakan persyaratan yang telah ditentukan Allah maka masih mengalami tahapan paling berat. Yakni dicoba dan diuji. Untuk itu agar kita bisa menerima segala cobaan dan uijian tsb kita harus mengenal HAKEKAT ALAH dan RASULNYA serta FIRMAN2NYA. Wasalam

  34. yayat.hendrayana berkata

    persyaratan itu seperti apa? apakah jika sudah mengikuti persyaratan itu sudah dikatakan bertaqwa? terus bagaimana dengan dzikirnya?apa saja dzikirnya?maukah beraagi? bisakah seseorang dilihat dimanakah maqom dia dalam perjalanan menuju makrifat?.kira kira saya dimana ?terimaksih

  35. Aburahat berkata

    @Yayat
    Anda diciptakan oleh Allah untuk apa?
    Untuk beribadah kepadaNya kan. Dan anda beribadah dengan benar. Sudahkah anda laksanakan. Mas, semua tindakan kita harus melalui prosedur. Anda tidak bisa langsung dari bawah terus mencapai puncak. Anda harus melalui tangga2 yang telah Allah tentukan dalam Alqur’an. Contoh umum. Pertama anda Islam lalu beriman kemudian menjadi orang yang bertaqwa.
    Beditu juga jika anda ingin mencapai maqam ma’rifat anda harus melalui jenjang syariat, kemudian apabila anda sdh berada dijalan yang benar (thariqah) anda menuju kejenjang berikutnya Hakekat. Apabila anda betul2 mengenal Hakekat. Kemudian Allah yang menentukan sudah waktunya Allah memperkenalkan diriNya pada anda atau belum. Wasalam

  36. #1 berkata

    Assalamu’alaikum

    Mas yayat yang di rahmati Allah, sepertinya mas yayat harus mencari seorang guru yang mursyid sehingga mas yayat bisa di arahkan jika mas yayat betul2 hendak mendalami ilmu Haq ,seandainya sekarang mas yayat ada di wilayah kalimantan timur mungkin kami berani manunjukkan mana guru yang mursyid yang benar-benar mendapatkan mandat dari Allah swt, dijaman seperti sekarang ini sulit rasanya untuk mencari guru yang mursyid,insya’allah dengan ridho Allah urutan-urutan maqom itu akan kita dapat di ajaran kami..

    semoga Allah memberikan ridho Nya untuk kita semua

    Amiin

    Wassalam…

  37. Musafir Gendeng berkata

    @ yayat
    Apabila Allah berkehendak membukakan wijhah hatimu untuk menerima ma’rifat, maka tidak peduli lagi walau amalmu sedikit. Karena bila Allah membuka hatimu semata-mata karena berkehendak memperkenalkan diri-Nya kepadamu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya ma’rifat itu didatangkan untukmu dan amalmu adalah persembahan untuk-Nya, mana yang lebih tinggi nilainya bagimu, apa yang datang darimu atau apa yang didatangkan kepadamu?
    Untuk mencapai ma’rifatullah. Secara teori, seorang hamba akan diperjalankan oleh tarbiyah Allah s.w.t dengan dua cara:

    1. Kehendak yang datangnya dari atas ke bawah. Artinya, semata-mata wijhah yang ada di dalam hati—yang asalnya tertutup—dibuka oleh Allah s.w.t. Hijab-hijab matahati dihapuskan. Penutup pintu rahasia dibukakan. Seperti orang menyalakan lampu, maka yang asalnya gelap menjadi terang, yang asalnya tidak kenal kemudian menjadi kenal. Bagaikan mendung ketika sirna, matahari kemudian berada di atas kepala. Hal itu karena Allah s.w.t memang berkehendak mengenalkan diri kepada hamba-Nya, tidak dengan sebab yang lain, tidak dengan sebab amal ibadah yang sudah dikerjakan. Yakni, seorang hamba menjadi mengenal kepada-Nya semata-mata karena Allah s.w.t adalah Dzat Yang Maujud:

    قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

    “Katakanlah : “Allah-lah” kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. al-An’am; 6/91).

    2. Kehendak dari bawah kemudian ke atas. Artinya terlebih dahulu seorang hamba dikenalkan kepada makhluk-makhluk-Nya baru kemudian dikenalkan kepada Al-Khalik (penciptanya), Sebagaimana firman Allah s.w.t:

    إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. 2; 164)

    Pengenalan seorang hamba kepada Sang Pencipta langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar serta kemanfaatan-kemanfaatan yang dapat dimanfaatkan bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Allah s.w.t hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.

    Perhatian dan penelitian seorang hamba terhadap semua itu menghasilkan suatu kesimpulan bahwa betapa Allah s.w.t telah banyak berbuat baik kepada umat manusia dan betapa sangat banyak manusia yang tidak mengetahui dan tidak menyadarinya dan bahkan kafir kepada-Nya. Pemahaman tersebut kemudian menjadikan tumbuhnya rasa kecintaan yang mendalam kepada-Nya. Hasilnya, mendorong dirinya untuk bertaubat dengan taubatan nasuha dan meningkatkan diri dalam melaksanakan pengabdian kepada Allah s.w.t.

    Ma’rifat yang pertama adalah ma’rifat yang langsung memancar dari hati dan ruh (spiritual) yang kemudian dipancarkan lagi di dalam akal dan fikir (rasional ilmiah) yang selanjutnya dapat teraktualisasikan melalui akhlak dan perbuatan. Itu bisa terjadi karena seorang hamba memang telah terlebih dahulu dicintai Allah kemudian ia mencintainya. Ma’rifat yang pertama ini lebih kuat daripada ma’rifat yang kedua karena ia lebih hakiki adanya dan karena sesungguhnya letak ma’rifat itu adalah di dalam hati.

    Ma’rifat yang kedua adalah ma’rifat hati (spiritual) juga, akan tetapi masuknya terlebih dahulu melalui akal dan fikir (rasional). Yakni pengenalan seorang hamba kepada kejadian-kejadian yang ada di bumi dan di langit menjadikannya mengenal kepada Sang Pencipta. Seperti orang yang mengenal buah karya tulis, ketika semakin dalam pengenalannya akhirnya ia ingin mengenal penulisnya.

    Walau jalan masuknya ma’rifat yang kedua ini melalui rasional, akan tetapi ketika masuk ke dalam spiritual (hati), masuknya ma’rifat itu semata kehendak Allah. Hanya saja kehendak itu telah didahului oleh kehendak-kehendak yang sebelumnya—sebagai sebab-sebab yang tersusun tertib untuk mendapatkan akibat yang baik,—yaitu pahala dari amal ibadah yang sudah dilakukan.

    Bukan karena semata-mata amal ibadah yang dapat menjadikan seorang hamba berma’rifat kepada Allah s.w.t, akan tetapi sesungguhnya amal ibadah tersebut terlebih dahulu dijadikan sebab-sebab untuk bisa terpenuhi suatu proses pematangan ilmu pengetahuan secara rasional. Yakni supaya sampai kepada suatu akibat yang baik, yaitu pendewasaan ilmu dan akhlak secara spiritual.

    Amal ibadah adalah persembahan seorang hamba kepada Tuhannya sedangkan ma’rifat adalah pemberian Allah kepada hamba-Nya, manakah yang lebih tinggi nilainya? Oleh karena itu, apabila Allah s.w.t berkehendak membukakan pintu wijhah hati seorang hamba untuk menerima Nur Ma’rifat, tidak peduli walau hamba-Nya itu sedang lemah dan sedikit amal ibadahnya. (malfiali)

  38. pengembarajiwa berkata

    yayat.hendrayana

    Salam kenal buat Saudaraku Yayat….. yang senantiasa dalam bimbingan Allah sehingga menemukan Pondok PJ ini, dan Siapapun yang telah berkunjung ke Pondok ini, semoga Allah senantiasa memberkati dalam Kasih dan Sayang-Nya. Aaaaamiiiiin…..

    Saudaraku…..

    Jika pada Hati anda telah tertanam untuk mengenal kepada Allah di karenakan sungguh2 dalam kerinduan yang dalam, maka itu semua Karunia dan hidayah dari pada Allah. Dan ketahuilah bahwa itu sudah termasuk di dalam bimbingan Allah….. semoga di tetapkan dalam martabat itu sampai Allah menurunkan Anugrah berupa Ma’rifatnya kepada-Mu.

    Saudaraku….

    Setelah Qolb mu disinari dengan kerinduan yang dalam untuk berjalan dalam mengenal kepada Allah, maka bertawakkal dan bersabarlah selalu…… dan carilah seorang Guru Mursyid yang bisa membimbing Anda untuk ke arah sana.. Tetapi carilah seorang Guru Mursyid yang di berikan ke ahlian oleh Allah dalam mengenal akan Allah maka Allah pun akan membimbing anda untuk mendapatkan Ma’rifat itu melalui Mursyid tadi. Semoga Allah meridhoi anda…..

    Dan Allah beserta Anda dan kita semua…. dan yakinlah bahwa Allah tidak akan mengecewakan Hamba-Nya

    Aburahat dan #1 dan Musafir G

    Terimakasih…., atas masukan2 anda yang sangat mencerahkan. Semoga itu semua bisa membawa rahmat dan manfa’at kepada SAudara2 kita yang lain……

    Ya… Allah Ya…. Robbi’ sungguh, Engkau menyaksikan atas diri2 kami dalam berbagi pengetahuan tentang jalan mengenal kepada Engkau. DAn semoga itu semua menjadi sebuah Do’a bagi Hamba2 Engkau yang lain yang membutuhkan pengetahuan tsb agar terbuka baginya pemahaman Ilmu dan Keyakinan kepada Engkau sehingga menjadikan mereka dekat dan cinta kepada Engkau…..

    Aaamiiin….Ya… Robbal Aalamiin..

  39. yayat.hendrayana berkata

    @Aburahat dan #1 dan Musafir G

    dan juga PJ.

    terimaksih atas saran dan do’anya jika diantara kalian yang mau bebagi alamat tentang guru musrsid tolong di e-mailkan ke alamat saya yayat.hendrayana@gmail.com

    ditunggu e-mailnya mas-mas sekalian

  40. .??? berkata

    Abang PJ yg saya rindu ,
    Membaca isi blog Abang yang menyejukkan ini, dan juga seluruh tanggapan dari pengunjung, akan terasa lebih lezat dan tercerahkan bila kita sudah dianugerahi modal arofa nafsahu.
    Bagi yg masih gelap ttg “pengenalan diri sejatinya” seperti saya, mungkin akan terbengong-bengong dan celegukan membaca isi blog ini dengan seluruh tanggapan2nya.
    Untuk bisa mengenal Allah, maka harus mengenal diri kita yg sebenar-benarnya dg melalui tahapan2 tsb diatas.
    Tahapan pertama adalah menundukkan hawa nafsu,
    kalau Abang ada waktu, bolehlah diperjelas lagi kira2 detilnya lelaku apa dan seperti apa yang harus saya jalani untuk bisa melampaui tahapan pertama tsb ?
    Terima ksh Bang PJ, mohon tausiah, dukungan dan doanya agar kami di karuniai cahaya & dibukakan hati, dari kegelapan ini.

    Wsm wrm wbr
    gmandalan@yahoo.com

  41. pengembarajiwa berkata

    @Yayat.Hendrayana

    Mas Yayat berdomisili dimana……?

    @.???

    Insya Allah, saya akan balas Komentar Anda ke E-mail Anda……

    Akan tetapi yang perlu anda sadari adalah…..

    “Jika Anda sudah tertanam dalam diri anda kesungguhan dalam menemukan kebenaran yaitu kesempurnaan Amal Ibadah dengan Ma’rifatullah (Mengenal akan Allah) maka ketahuilah bahwa Allah tidak akan membiarkan Hamba-Nya yang bersungguh2 itu sehingga akan di bukakannya dan dicahayainya dengan Nur-Nya pada dirinya. Karena itu bersabarlah selalu dan tetaplah Istoqomah dalam pencarian itu…. Insya Allah, akhirnya nanti anda akan menemukannya…..”

    Wassalam

  42. Pungki Ninaber berkata

    Assalamualikum Wr. Wb.

    الحَمْدُ للهِ

    Terang ama adem qalbu ini setelah baca artikel di atas.
    Terima kasih Pengembarajiwa,

    Jazakallahu khairan…

    Wassalamuallaikum Wr. Wb.

  43. asep berkata

    Selamat hari raya Iedul Adha, mohon ma’af lahir dan bathin.

  44. pengembarajiwa berkata

    Saudaraku semuanya dan pengunjung setia Pondok PJ


    Assalamu’alaikum Wr,Wb….

    Salam Sejahtera dan berkah dari pada Allah Swt atas kita semuanya……

    Saya sekeluarga mengucapkan : Selamat Hari Raya Iedul Adha 1429H, Mohon Ma’af Lahir dan Batin

  45. truthseeker08 berkata

    All
    Saya ucapkan Selamat Hari Raya Iedul Adha.
    Mohon Maaf Lahir & Batin

    Wassalam

  46. Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri. Dia tidak memerlukan sifat Wujud untuk kewujudan-Nya. Dia tidak memerlukan sifat Hidup untuk membuat-Nya Hidup. Dia tidak memerlukan sifat Mendengar untuk menjadikan-Nya mempunyai Pendengaran. Dia tidak memerlukan sifat Melihat untuk Penglihatan-Nya. Dia tidak memerlukan sifat Berkata-kata untuk mengadakan Kalam-Nya. Dia tidak memerlukan sifat Iradat untuk Dia berkehendak. Dia tidak memerlukan sifat Ilmu untuk pengetahuan-Nya. Dia serba cukup. Dia Wujud sendiri-Nya, Melihat sendiri-Nya, Mendengar sendiri-Nya, Hidup sendiri-Nya, Berkehendak sendiri-Nya, Mengetahui sendiri-Nya, Berkata-kata sendiri-Nya dan apa jua pun adalah sendiri-Nya tanpa bersandar kepada sebarang sifat. Dia tidak memerlukan sifat atau nilai-nilai tambahan untuk Kesempurnaan-Nya. Dia Berkuasa tanpa bersandar kepada sifat Berkuasa. Dia Mencipta tanpa memerlukan sifat Berkuasa Mencipta. Allah s.w.t serba cukup dengan Diri-Nya sendiri, dengan keesaan-Nya tanpa memerlukan sokongan sifat dan alat.

    • pengembarajiwa berkata

      @sufigokil…kill…dekil

      Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin……

      Sebelum ada apa2, segalanya belum ada….. yang ada pada saat itu hanyalah Zat Maha Mutlak yang berdiri dengan sendirinya tanpa ada yang mendirikannya…
      Dan sungguh2 Zat Maha Mutlak itulah yang bernama Allah Swt, yang mencipta sesuatu tanpa ada sekutu mencipta dengan sendirinya dengan diri-Nya sendiri.

      Ia tidak terikat oleh sesuatu apapun juga bahkan sifat itu datang dari padanya sedangkan Ia tidak bergantung kepada Sifat. Maha Benar Allah Swt dengan Kebenaran Zat-Nya sendiri yang tidak ada satu pun yang menyamainya….

      “Al-Insanu Sirrii…Wa Sirrii Sifatii… Wa Sifatii La Ghoirihi….” (Insan itu Rahasia-Ku, Rahasia-Ku ialah Sifat-Ku, Sifat-Ku itu tiada lain dari pada-Ku)

  47. Alhamdulillah….

    Segenap puji2an yang sebesar2nya kepada Allah..Ta’ala
    Benar sekali “Al-Insany sirri…dst” setiap manusia punya rahasia tersendiri dengan Tuhannya, hanya dirinya dan Allah yang tahu…

    Teman2 ada tempat yang bagus tentang persamaan cakra2 tubuh,dan lataif2 tubuh silahkan kunjungi..http://irdy74.multiply.com/

    Wasallam…sallam..sallamun qaulam mirrobirohim

  48. Alhamdulillah….

    Segenap puji2an yang sebesar2nya kepada Allah..Ta’ala
    Benar sekali “Al-Insany sirri…dst” setiap manusia punya rahasia tersendiri dengan Tuhannya, hanya dirinya dan Allah yang tahu…

    Teman2 ada tempat yang bagus tentang persamaan cakra2 tubuh,dan lataif2 tubuh silahkan kunjungi..
    http://irdy74.multiply.com/

    Wasallam…sallam..sallamun qaulam mirrobirohim

  49. Abiiis ngembaraaaa menjelajah….bertualang kecil2an kedalam samudera jiwa dan hati…terusnya jalan2…kemana aja….suka2nya hati….hati…hati2 perhatikan rambu2 Allah…Insya Allah…merdeka
    tul ga Maaaas PJ..yang terhormat..
    Gimana neeeh kabarnya mas PJ tercintaaaa..Semoga selalu dalam rahmat dan Ridho-Nya

    • pengembarajiwa berkata

      @sufigokil…kill…dekil

      Wah…. benar sekali saudaraku….. Rambu2 Allah sangat2 lah penting sekali, dan yang terlebih sangat…..sangat…..sangat…..sangat….. penting lagi tidak hanya memperhatikan Rambu2-Nya melainkan juga mengenal dan cinta terlebih dahulu dengan yang memiliki Rambu2 tsb. sehingga jika kita kenal dan cinta, maka Allah lah yang akan memelihara kita untuk tetap dalam Rambu2 yang telah di tetapkan….

      Alhamdulillah………. kabar saya Baik dan Sehat selalu karena pertolongan Allah semata, dan bagaimana dengan kabarmu? lama nggak datang ke “Rumah Email” saya

  50. andriadi berkata

    Assalamualaikum wr wb.

    Alhamdulillah ulun tedapat web ini, mudah2an berataan kita tedapat…

    Amin…

    • pengembarajiwa berkata

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Alhamdulillah…….. Allah Swt nang mempertemukan kita di sini. Mudah2an lah…. kita sabarataan tamasuk urang2 nang di Bari Petunjuk oleh-Nya.

      Aaaamiiin.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  51. kangBoed berkata

    Pengembara Jiwa berkata
    Desember 26, 2008 pada 9:32 am
    Wah…. benar sekali saudaraku….. Rambu2 Allah sangat2 lah penting sekali, dan yang terlebih sangat…..sangat…..sangat…..sangat….. penting lagi tidak hanya memperhatikan Rambu2-Nya melainkan juga mengenal dan cinta terlebih dahulu dengan yang memiliki Rambu2 tsb. sehingga jika kita kenal dan cinta, maka Allah lah yang akan memelihara kita untuk tetap dalam Rambu2 yang telah di tetapkan….
    ——————————————————————
    Mas PJ sungguh halus dan sarat makna terlihat dua jalan yang berbeda walau samar yang satu keluar diri mencari rambu rambu Allah dan berusaha sekuat tenaganya untuk berjalan tanpa melanggar rambu rambu Allah, walau akhirnya biasanya rambu rambu dibuat itu untuk di langgar he he he
    jalan yang satu masuk kedalam dirinya dan menyerahkan diri secara bulat bulat dalam jalur cinta jalur kepasrahan dan dengan bantuan sang Kekasih tanpa disadari oleh sang diri walaupun dia tak tahu rambu dia sudah bergerak secara otomatis menjadi rambu rambu, karena setiap sel syarafnya sudah bekerja he he he
    Jalan keluar adalah jalan yang paling banyak ditempuh orang tanpa mereka sadari mereka sedang melatih diri, akhirnya sang diri merasa paling ….. tak sadar Allah nya semakin jauh tertinggal, sebaliknya jalan masuk kedalam hanya sedikit sekali orang yang mau menempuhnya adalah jalan melatih KEPASRAHAN diri sehingga sang diri semakin lemah semakin kecil dan semakin lenyap sehingga tanpa disadarinya tampuk kekuasaan sang jiwa telah beralih dipegang oleh sang DIRI SEJATI he he he mungkin itu gamblangnya yach Mas PJ
    Matur Nuwun

  52. Lambang berkata

    Salam kenal untuk Mas PJ.

    Saya hanya ingin mohon penjelasan lebih lanjut untuk tahapan yang no 1 saja. Yang no 2, 3 dan 4 kelihatannya sudah masuk ke level advanced dan tak tersentuh. Saya ngga’ mudeng.

    Di tahapan ke 1, disebutkan tentang menjauhi kesombongan dan keingkaran terhadap kebenaran.

    Menjauhi kesombongan ini bukan hal yang mudah. Kita ketawa ngakak aja udah termasuk kesombongan. Berjalan sambil mendongakkan kepala juga sama. Beli rokok ngga’ pakai terima kasih ya sama juga. Ngomong di HP keras-keras juga sama (kecuali kalau memang budeg).

    Kemudian tentang keingkaran kebenaran. Apakah yang dianggap benar itu yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist atau berdasarkan logika, hati, empati dan kemanusiaan ?
    FPI, JIL, Wahabi, Salafi, Syi’ah, Sunni pasti merasa dirinya benar, karena ada referensi-nya ke Qur’an dan Hadist.

    Jadi, yang mana yang benar ?
    Kalau merujuk ke Ihya Ulumuddin, Al Munqizu Minadhalal, Al-Hikam, Tanwiril Qulub dll, ya sama saja mas, sudah level advanced semua. Buat yang masih basic seperti saya ya malah mumet.

    Barangkali ada petunjuk praktisnya, boleh dong di-share… :)

    Salam.

    • pengembarajiwa berkata

      @Lambang

      Salam Kenal Kembali untuk Anda…….
      Semoga hari2mu dalam bimbingan dan tuntunan Allah, sehingga di berikan kekuatan untuk mangarungi Hidup ini dalam Kebaikan2 yang membawa Rahmat kepada siapa saja.

      Banyak diantara manusia yang tiada menyadari bahwa hari2 yang telah dilaluinya diliputi oleh kesombongan2 dan keangkuhan. Dan bermula Kesombongan itu terbit dari pada Hati yang tidak mengenal dan tidak mengerti akan Allah, sehingga disetiap waktunya dari buka mata sampai tutup mata kembali merasa bisa berbuat, berlaku, dan berusaha. Bahkan ada juga yang tidak menyadari bahwa apa saja yang ada pada dirinya itu adalah miliknya. Harta kekayaan adalah miliknya, Tanah yang luas berhektar2 juga miliknya belum lagi apartemen2 yang menjulang tingi itu pun diakui adalah miliknya. semua apa saja yang ada di dirinya di akuinya adalah miliknya. Tanpa sadar….!!!!!!, sesungguhnya ia telah mengakui apa saja yang sebenarnya itu bukanlah miliknya. Lho…Kenapa bisa demikian….., bukankah Aku yang mendapatkan itu semua karena usaha dan ikhtiarku, karena kemampuanku dalam bekerja keras banting tulang peras keringat dan bahkan itu di karenakan Ilmu yang telah Aku tuntut selama puluhan tahun bahkan sampai sekarang aku memiliki titel ini… dan itu… belum lagi Aku sekolah sampai ke Luar Negeri. Itu semua Aku dapatkan karena memang aku adalah orang yang ber ilmu dan pandai serta pekerja Keras. Wajar Dooong…, jika Aku menikmati hasil jerih payahku…. karena itu semua adalah milikku! “Katanya demikian…..!”

      Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa billaahil ‘Aliyyil Adziim……..

      Sungguh….! mereka yang demikian itu adalah Kawan bagi si Qorun yang hidup pada zaman Nabi Musa as

      Ingatlah…..!
      Jika bukan karena Allah maka siapapun dimuka bumi ini bukanlah siapa2dan tidak bisa apa2, hanya dengan Qudrat dan Iradat-Nya lah seseorang itu bisa berkehendak, bisa berusaha, berikhtiar, berilmu dan pada akhirnya mendapatkan Manfa’at dari apa2 yang telah di capainya karena Allah dan dengan Allah

      Lalu siapakah yang menyombongkan dirinya……. di hadapan Allah???
      Yaitu mereka2 yang tiada menyadari bahwa hanya di karenakan Allah lah mereka itu bisa bergerak, berlaku, berusaha, berikhtiar dan berilmu.
      Dan dengan tidak menyadari hal demikian itu maka membiaslah kesombongan hatinya kepada siapa2 yang di luar dirinya.

      Jika kesombongan di diri sudah tertanam maka sudah pasti mereka itu ingkar terhadap kebenaran Allah, bahwa Allah lah yang menghendaki atas Qudrat Iradat-Nya sehingga ia bisa berlaku, bergerak, berusaha, berikhtiar dan berilmu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang membantah setelah datang keterangan yang nyata kepadanya lalu kemudian “membahas serta mendebatnya dengan mengemukakan dalil dalil dan ayat2″. Maka Siapakah yang mendustakan Ayat2 Allah…??? Selain mereka yang telah mengingkari kebenaran dan keterangan yang nyata yang sudah datang kepadanya.

      Merekalah yang tidak mau tahu akan kebenaran itu adalah orang2 yang Bodoh. Maka samakah orang yang buta dengan yang melihat….????, dengan kebodohan itu karena tidak melihat akan kebenaran yang nyata yang telah ditunjukkan Allah atasnya, maka mereka tidak akan perduli dengan orang2 yang telah menyampaikan kebenaran kepadanya.

      Sungguh…..!!!!, Ma’rifat itu adalah Ilmu Hati, Ilmu Rasa dan Ilmu Kesadaran. Hanya dengan melihat kenyataan Hidup lah dan mencermati serta memikirkannya lalu introsfeksi/ber Musyahadah diri dengan itulah Hati, Rasa dan Kesadaran akan bergetar karena sangat Terangnya Nur Allah yang meliputi akan dirinya. Dan jika di sebutkan nama Allah maka akan bergetarlah jiwanya……….
      Lalu setelah Getaran2 itu mengalir kesetiap sendi kehidupannya menyebabkan ia tersungkur dalam ketidak berdayaannya di Hadapan Allahu Robbi… dan Hikmah Allah akan turun kepadanya sehingga sesuai lah dirinya dengan Batinnya Al-Qur’an dan Batinnya Al-Hadits.

      Semoga Allah membimbing Anda untuk memahami apa2 yang telah terurai dari penjelasan ini……..

      Wassalam

      @KangBoed

      Terimakasih Saudaraku KangBoed sudah menambahkannya… dan semoga akan semakin lengkap bekal untuk kita semuanya termasuk saya sendiri untuk melangkah berjalan menuju kesempurnaan dalam Ma’rifat hingga beroleh Cinta Kasih Tuhan.

      Salam Sejati untukmu Saudaraku KangBoed sekeluarga

      @Inawai

      Teruslah belajar dalam memahami sesuatu yang terjadi di balik tiap2 kejadian, dan sering2lah menyimak dari pada Komentar saudara2 yang lain di Pondok ini, semoga akan menambah dari pada pemahaman Anda tentang Kebenaran dalam Ma’rifatullah.
      Allah memberkahi kehidupanmu dan membimbing Langkah2mu dalam menuntut Ilmu. Dan sekali2 Allah tidak akan meninggalkanmu dan akan tetap besertamu dimana engkau berada.

      Salam Kerinduanku untukmu….

      Pengembara Jiwa

      @Rabaniah

      Laluilah Hidup ini dengan penuh senyum dan ceria, karena sesungguhnya apapun yang terjadi dalam hidup ini itu semua pada hakikatnya adalah tanda dan perlambang dari pada Cinta Kasih Tuhan. Walau terkadang pahit di rasakan dan sakit menyayat2, menusuk2 hati….. ketahuilah….. Itu adalah tempaan2 yang datang dari pada Allah untuk mengokohkan Jiwa agar tetap tegar dalam menjalani hidup di masa akan datang.

      Jika Engkau telah menyadari bahwa Kesadaran itu adalah Kunci untuk menuju kepada Allah lalu kemudian engkaupun menyadari bahwa fitrah diri ini adalah Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata……. maka janganlah engkau berkecil hati tetaplah Istiqomah dalam kesadaran itu dan jangan lah takut akan ke EGO an itu karena EGO itu pun datang dari pada Allah dan milik Allah. Sedangkan engkau telah menyadari dan menyerahkan dirimu kepada Allah maka pastilah Allah akan memerintahkan EGO itu yang ada pada dirimu untuk menempa dirimu dalam kebaikan menurut pandangan Allah dan bukan lagi untuk mencelakakan dirimu.

      Itu adalah salah satu proses dan Fase dari beberapa Fase bagi Sang Pecinta Tuhan. Allah berikan kembali EGO itu pada dirinya tetapi bukan untuk mencelakakan melainkan untuk menjadi rahmat bagi dirinya.

      Karenanya tetaplah jalani hidup ini dengan kepasrahan total kepada Allah, dan janganlah berserah diri setelah ada sesuatu sebab dan musabab tetapi sadarilah sesadar sadarnya bahwa memang Fitrah Manusia itu dari dulu sebelum dilahirkan sampai sekarang dan sampai akan datang berpulang ke Rahmatullah setiap harinya setiap detiknya dari buka mata sampai tutup mata kembali berada dalam Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.

      Tersenyumlah…….. dan gembirakanlah dirimu dengan keyakinan dan kesadaran Bahwa sekali2 Allah tidak akan pernah meninggalkanmu karena Allah senantiasa menyertaimu dimanapun engkau berada, dekat sekali bahkan lebih dekat dari pada urat lehermu dan meliputi dirimu zahir dan Batin.

      Damaikanlah…. dan Tenangkanlah dirimu dengan keyakinan dan kesadaran Bahwa kejadian2 yang menimpa dirimu setiap harinya setiap waktunya dari buka mata sampai tutup mata kembali…., itu semua adalah Rahmat Allah atasmu yang menunjukkan bahwa Allah sangat Cinta Kasih dan Sayang kepadamu. Walaupun menurut perkiraanmu kejadian2 yang terjadi itu adalah pahit dan menyakitkan, buang jauh2 prasangka itu, karena prasangka itu adalah perangkap dari pada Iblis dan Syetan untuk menjerat dirimu agar engkau tidak mendekat kepada Allah melainkan menjauh dari pada Allah.

      Allah memelihara dirimu dalam Cinta kasih-Nya
      Allah memberkati dirimu dalam Rahmat dan Anugrah-Nya
      Allah meliputi dirimu Zahir dan Batin dengan Ilmu-Nya.

  53. kangBoed berkata

    Ma’rifatullah
    Mengenal Allah
    Sungguh mudah tapi sulit
    Sungguh sulit tapi mudah

    Selama kita berjalan dengan kekuatan diri
    Selama kita mencari dengan kesombongan diri
    Selama kita bertempur dengan kemampuan diri
    Selama kita berlandaskan sang diri

    Sungguh sungguh sulit sekali
    Seakan jalan tak berujung pangkal
    Entah kapan kita akan sampainya
    Mustahil oh sungguhlah mustahil……

    Tetapi ketika kita menghampirinya dalam kelemahan
    Tetapi ketika kita berhasil membuang semua kesombongan
    Tetapi ketika masuk dengan tangis ketak berdayaan
    Berlandaskan pernyerahan diri bulat bulat

    Masuk dalam pusaranNYA
    Masuk dalam rengkuhanNYA
    Masuk dalam tarikanNYA
    Maka biarkanlah ia membuka diriNYA

    Mudah sungguh mudah
    jalan itu terbuka dengan sendirinya
    hanya dalam Laa Hwalla walla quwwata
    Tiba tiba tak kau sadari engkau sudah dekat
    Dekaaaaat sekali

    Monggo Maaaas
    Numpang lewat

  54. inawai berkata

    sekali lagi matur suwun KangBoed ,
    sharingnya sungguh menambah semangat dan kerinduan

    Salam

  55. Rabaniah berkata

    Terkadang Iman ku bagai sebuah roda yang berputar…

    Tarkadang ada di atas dan terkadang ada di bawah…

    Dan terkadang diri ini tidak menyadari, bahwa diri ini sedang bermain-main dengan keEgoan..

    Bercanda, bernyanyi, menari, bahkan bercumbu rayu dengannya

    diri ini begitu hina, ah…seandainya saja

    Ke Egoaan ini tidak berada di dalam diri ini, pasti sudah kubuang jauh-jauh….

    Tetapi sayang ia selalu ada dalam diriku, dan aku hampir tidak berdaya di buatnya, banyak sekali tipu muslihatnya….

    Wahai yang memiliki diriku, tolonglah aku yang tidak berdaya ini, dengan Wajah Engkau yang teramat Mulia. Jangan biarkan ia(Ke Egoan)menyatu menjadi darah daging ditubuhku…

    Diri ini tau bahwa kuncinya selalu ada di dalam kesadaran, Ya selalu di dalam kesadaran…
    Tetapi mengapa masih saja ia(ke Egoan)itu beramin-main berasama ku…

    Wahai Zat Maha Mutlak, sempurnakanlah KESADARAN dalam diriku…, karena tanpaMU aku tidak bisa apa-apa, hamba hanya mahluk Engkau yang amat lemah, tidak berdaya tanpa kekuatan Engkau…

    Salam Mas PJ dan pengunjung di pondok ini, izinkan saya si lemah ini mencari cahaya sejati…

    Terimakasih…

  56. kangBoed berkata

    Hmmmmmmm…………..

    Perjalanan pulang kepadaNYA dalam cinta
    Hanyalah satu garis yang lurus bukan berliku ataupun berbelok
    Kepasrahan dalam penyerahan diri sejatilah yang utama
    Sungguh indah dan anehnya jalan itu …. luar biasa

    Kadang aku merasa dipermainkan tanpa mampu berdaya apapun
    Kadang aku merasakan kehangatan dekapan pelukan hangatNYA
    Kadang aku direngkuh sedemikian kencangnya sehingga tak mampu tubuh ini menahan getaran kehadiranNYA
    Kadang aku merasa dicampakanNYA begitu jauh dalam keputus asaan

    Tapi tetap kuberusaha menyadari garis itu linier
    Kupasrahkan semua yang ada dalam diriku semakin bulat dan bulat
    Tanpa sedikit dayapun seakan kuterombang ambing dalam kebodohanku
    Tanpa ku mampu untuk bertahan apalagi bertanya padaNYA

    Apakah yang sedang terjadi menimpa diriku saat ini
    Mengapa aku selalu terbuai seakan semakin terbuai dalam keputus asaan tak bertepi
    Apakah salahku ini Tuhan mengapa ?? mengapa ??
    Aku sudah menyerah aku sudah tak berdaya dalam Engkau

    Dalam kebodohan dan keputus asaanku hampir kuberhenti untuk melangkah.. dan melangkah terus
    Hanya penyangkalan dan keputusasaan yang keluar dari mulutku ini
    Tapi di satu waktu disatu saat yang sudah Dia tentukan
    Jawaban itu muncul begitu saja begitu dekatnya seakan tiada berjarak

    Masuuuuuk… Masuuuuk…. Masuklah anakKu
    Lebih dalam.. lebih dalaaam… Lebih dalaaaam lagi
    Rasakaaaan.. Rasakaaaan …. rasakan lebih dari sebelumnya
    Seakan kuterhenyak dan terbangun dari mimpi buruk ku

    Secepatnya ku ambil air untuk mandi dan mengingat arti dari jawaban itu
    Dalam siraman air kucuran shower tiba tiba ku menangis…
    Menangis sediiih sekaliguuuus gembira tak terkirakan
    Yaaaaa Allaaaaaaaaaaaah sungguh jawaban yang indah

    Kemudian kuterduduk diam dipojokkan kamar
    Kucoba kumainkan rasaaaaku lebih dalam lagi
    Ternyata kutemukan ke tidak berdayaan yang luar biasa
    Sungguh keadaan kelemahan yang sangat … sangat …

    Menangis ku dihadapanNYA
    Tergetar seluruh tubuh ku dalam haribaanNYA
    Ternyata masih ada kelemahan dan ketidak berdayaan yang sangat
    Jauh dari segala yang pernah kurasakan dan ku bayangkan

    La hwalla wallaaaaa quwwataaaaa
    Kutertunduk lebih dalam dan dalam lagi
    Kusemakin tak berdaya lemah… lemah… dan semakin lemah
    Ku tersungkur Yaaa Alllaaaah terimakasih atas segala hikmah yang kau berikan sehingga kusemakin tunduk dihadapanMU

    Salam Mas PJ & Mbak YUneeeeeeeeeeeeeeee
    Bikin Hiuduup Lebih Hiduuuup
    Lamunan si botool kosooong ooooooooooooooon

  57. truthseeker08 berkata

    Banyak diantara manusia yang tiada menyadari bahwa hari2 yang telah dilaluinya diliputi oleh kesombongan2 dan keangkuhan. Dan bermula Kesombongan itu terbit dari pada Hati yang tidak mengenal dan tidak mengerti akan Allah

    Benar sekali saudaraku. Sangat terasa kita membutuhkan “pengawal” agar tetap sadar dan ingat akan hal2 tsb. Pengenalan diri, ma’rifatullah, tafakur dan dzikir yang tanpa putus.
    Alhamdulillah begitu ringkas yang disampaikan saudara PJ namun begitu mengena dan bermanfaat.

    Teruslah belajar dalam memahami sesuatu yang terjadi di balik tiap2 kejadian, dan sering2lah menyimak dari pada Komentar saudara2 yang lain di Pondok ini

    Sangat dahsyat dan dalam ketika kita memahami konsep bahwa tidak ada yang kebetulan.</i
    Allah Maha Sempurna dan semua yang terjadi/ciptaan adalah sarat makna/himah. Semua yang Allah ijinkan kita untuk mengetahuinya (mendengar, membaca, melihat mengalami, pelajari, rasakan) semuanya merupakan pesan dan pengajaran Allah kepada kita.
    Alhamdulillah Allah menjadikan blog ini sebagai perantara.

    Allah memberkahi kehidupanmu dan membimbing Langkah2mu dalam menuntut Ilmu. Dan sekali2 Allah tidak akan meninggalkanmu dan akan tetap besertamu dimana engkau berada.

    Sungguh beruntung dan bahagia mereka yang sudah memiliki ini.

    jangan lah takut akan ke EGO an itu karena EGO itu pun datang dari pada Allah dan milik Allah. Sedangkan engkau telah menyadari dan menyerahkan dirimu kepada Allah maka pastilah Allah akan memerintahkan EGO itu yang ada pada dirimu untuk menempa dirimu dalam kebaikan menurut pandangan Allah dan bukan lagi untuk mencelakakan dirimu.

    Terima kasih saudaraku. Betapa berartinya nasihat ini.

    Walaupun menurut perkiraanmu kejadian2 yang terjadi itu adalah pahit dan menyakitkan, buang jauh2 prasangka itu, karena prasangka itu adalah perangkap dari pada Iblis dan Syetan untuk menjerat dirimu agar engkau tidak mendekat kepada Allah melainkan menjauh dari pada Allah.

    Betapa indahnya dan sangat membantu dalam menjalani hidup.
    Iblis tidak pernah capek dan tak pernah lengah dalam memantau mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Allah. Betapa pentingnya mengenali diri agar dapat mengenali cara kerja Iblis. Tipu muslihat Iblis begitu halus, hingga kita tak mampu membedakan benar dan salah. Iblis bahkan menipu dengan cara meniru cara Allah.
    Jika Allah sedang mengkhususkan seseorang maka Iblis pun akan mengkhususkan orang tsb. Jika Allah mempersiapkan kemuliaan baginya maka Iblis pun menawarkan “kemuliaan” padanya.
    Sehingga pesan bagi para pengembara dan para pencari adalah agar tetap dalam “kesadaran” kesiagaan dan kewaspadaan. Jika Iblis tak pernah lengah seyogyanya kita juga tidak lengah. Jika Iblis telah menyatakan perang maka jangan kita naif menyangka Iblis tidur.

    Alhamdulillah telah dikabarkan bahwa semuanya menjadi “mudah” ketika kita Sabar (yang ikhlas), ikhlas dan berserah (yang ikhlas).

    Hanya milik Allah lah segala sesuatu.

    Wassalam

  58. kangBoed berkata

    Salam Damai dan Cinta Kasih
    Para pecinta dan pencari kebenaran sejati

    Hidup adalah satu perjalanan dalam pencarian
    Sadar maupun tidak sadar setiap jiwa ini dituntun kesana
    Ya ya pencarian, pencarian akan hakikat hidup
    Kedamaian, Kesadaran dan Kebenaran yang sejati

    Salah dan benar hanyalah sebuah perjalanan
    Perjalanan mencari sesuatu yang telah lama hilang
    Sesuatu yang sangat dirindukan setelah sekian lama
    Ya dulu kita berkumpul dan bersatu dalam HaribaanNYA

    Alangkah lebih baiknya jika sang diri mulai menyadari akan pencariannya
    Meninggalkan batasan dan ukuran yang selama ini dipakai
    Ya sadarilah pencarian itu tidaklah akan pernah berakhir
    Sampai akhirnya waktu pun sudahlah habis terbuang percuma

    Panca indera bukanlah patokan maupun ukuran kita
    Ingat panca indera hanya untuk perlengkapan di sini
    Ya panca indera hanyalah barang baru yang akan hancur termakan waktu
    Tiada sedikitpun kekekalan dan keabadiannya

    Apa yang kita lihat, Apa yang kita dengar
    Apa yang kita tangkap dari luar diri kita
    hanyalah menimbulkan ilusi dan kepalsuan
    Akal pikiran, logika, Angan angan itulah dunia kepalsuan

    Tetapi ternyata di dalam diri kita ada sesuatu bagian yang lama sekali
    Dia kekal dan abadi dan selalu merindukan jalan pulang
    Dia sebuah daging yang bernama hati Nurani yang terdalam
    Sebagai pancaran dari ruh kita yang kekal abadi

    Ya Hati ini ternyata sungguh dahsyat dan luar biasa
    Disanalah letaknya kedamaian
    Disanalah munculnya cinta dan kasih sayang
    Disanalah terbitnya keikhlasa dan ketulusan

    Sekali lagi hatii, adalah ladang kita yang harus kita bersihkan
    Kita cabuti rumput dan semak belukar yang tumbuh disana
    Bersihkan dengan sungguh sungguh pertobatan
    Sehingga ketika benih cinta kepada Allah ditanamkan maka benih itu akan tumbuh subur

    Benih itu akan tumbuh dan tumbuh menjadi sebuah pohon
    Belajar berbunga dan belajar berbuah walaupun buahnya masih masam
    Kemudian buah itu semakin mengkal dan akhirnya berbuah lebat dan sangat manis sekali
    Berguna bagi semua orang tanpa kecuali ….

    Ya hanya dari sebuah hati yang sudah dibangkitkan dari kematiannya
    Hati yang sudah hidup dan memancarkan sinar kehidupan
    Hati yang terdalam sungguh suatu ukuran yang nyata dalam perjalanan kita
    Yaaaa hati yang hiduuup makin hiduup dan tambah hiduuup

    Salam sayang Mas PJ dan mBakYUneeee
    botole kosong

  59. njeblik's berkata

    Boleh ndak q ikut nyicipi buahnya? agar aku ikut bisa ngomong oooooooooooooooooooo alhamdulillah rasanya manis jatah yang aku dapatkan ini. dan bisa berbagi sesama yang sudah mencicipi….
    karena yang belum mencicipi tapi banyak omong mungkin itu sebuah kebohongan yang mereka ucapkan.

    MAUTAU APAAN INI? RASAIN DULU…….
    KALO DAH…..NDAK PERLU BANYAK NANYA…..
    GITU TO KANG…….?
    SALAM SILAHTUROHIM BWT SEMUANYA WABIL KHUSUS SYECH PJ

    • pengembarajiwa berkata

      @Njeblik’s

      Selamat datang ku ucapkan kepadamu wahai Saudaraku……..
      Dan terimakasih telah memberikan sumbangsihnya berupa Petuah yang sangat singkat dan padat namun bermakna sangat dalam sekali.

      Semoga Allah senantiasa menganugrahkan kepadamu Rahmat dan Berkah di setiap waktumu.

      Wassalam

      Pengembara Jiwa yang masih dalam Pengembaraan

      @Asep

      Ya…..Kang Asep!,
      Semoga Allah memberkati langkah2 Anda dalam meniti Cinta Ilahi dengan berwasilahkan Rosulullah Saw dan para Ahlul Bait.

      Salam Kangen dan rindu Dariku untukmu Saudaraku yang sudah lama tidak berkunjung kemari.

      @SabdaLangit

      Ketahuilah Saudaraku “serahsa sejati”, bahwa sayapun sedang belajar dengan Anda di Blog Anda.
      Jika ada komentar2 saya yang terlalu berlebihan dan tidak menjadikan Rahmat atau bahkan malah memperkeruh Blog Anda saudaraku, ma’af kan saya yang sebesar2nya.
      Dan semoga Anda dan Keluarga juga senantiasa dalam pemeliharaan dan Kasih Sayang-Nya. Aaaamiiiin

      O ya Saudaraku, SMS Anda beberapa waktu yang lalu sudah saya balas! semoga Anda, Keluarga, dan juga tidak lupa Salam Hormat ku untuk YM Raja Teungku Putri, semoga senantiasa dalam bimbingan dan Ridho Allah Swt.

      Salam Sejati

      Saudara serahsa Sejatimu
      Pengembara Jiwa

  60. asep berkata

    Salam

    Saya hanya ingin menambahkan dan mengingatkan saja bahwa dalam berma’rifat kepada Allah swt harus disertai dengan berwilayah kepada cahaya Imam Ahlulbait Nabi saw, karena tidak syah shalat seseorang tanpa mengucapkan shalawat. Sesungguhnya shalawat adalah manifestasi kekuasaan dan kekuatan Allah swt didunia dan akhirat.

    Wassalam

  61. mujahidahwanita berkata

    Assalamu’alaikum Wr, Wb….

    Apa kabar kang asep?

    Lama nggak kelihatan…., kemana aja kang selama ini….???

  62. asep berkata

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Alhamdulillah…saya baik-baik saja. Saya lagi merenung dan bertafakur atas fenomena yang terjadi di alam nyata dan di alam maya dalam berma’rifat kepada Allah swt.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  63. sabdalangit berkata

    Saudaraku Pengembara Jiwa yang mendapat kemuliaan agung dari Gusti Allah Yang Mahamulia.
    saya mencatat satu alinea “emas” di bawah ini, dan saya paham sekali Anda salah seorang yg dikategorikan di dalam kalimat di bawah ini.

    …”Seandainya Allah Swt membukakan akan rahasia keagungan para Arif billah, maka niscaya orang-orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjub dibuatnya. Karena Nur yang meliputi diri para Arif billah itu akan memancar menembus sampai ke langit ketujuh. Karena itu lah Allah menutup akan diri para kekasih-kekasihNya itu, sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya melainkan hanya Allah dan mereka-mereka yang sama-sama telah sampai pada maqom Ma’rifatullah tsb”…

    Maka tak ada alasan lain, dalam persaudaraan “rahsa sejati” ini, kecuali saya harus banyak belajar kepada Anda yang arif dan ihsan akan keMaha-luasan ilmu Tuhan. Setiap waktu bergulir, sepanjang Pengembaraan, Anda selalu menemukan pralampita, yang mengungkap makna di balik tanda-tanda keagungan Zat Yang Mahatunggal, yang tak sembarang orang mampu menterjemahkannya.

    salam sejati Saudaraku Pengembara Jiwa dan Mujahidah Wanita
    Gusti Allah selalu menyirammu dengan segala ketentraman di alam sajjaratul ma’rifat, alam awang-uwung “sastra jendra hayuningrat”, alam nirvana.
    rahayu

  64. Lambang berkata

    Mas PJ,

    Maaf numpang komen untuk mujahidahwanita.

    @mujahidahwanita:

    Blog-nya koq amblas kenapa mbak? Apa kena hack atau udah cape blogging ?

    Salam.

  65. sabdalangit berkata

    Ya memang betul, sedih lembaran ilmu berkurang satu saudaraku Mujahidahwanita.wordpress
    semoga tiada kabar yg kurang baik.
    Saya berdoa semoga Gusti Allah selalu memberi keselamatan, perlindungan dan anugrah kepadamu dan keluarga.

    salam sejati

  66. Eddy berkata

    Ass Wr Wb
    Pj, mohon petunjuk apakah dalam menundukkan hawa nafsu akan lebih efektif bila dilakukan bersama dengan puasa senin kamis, pertengahan bulan, atau dengan puasa dawud ? dan apakah semua puasa itu harus dengan mursyid ? Jazakumullah

    • pengembarajiwa berkata

      @Eddy Purwanto

      Wa’alaikum salam Wr,Wb

      Puasa adalah melatih diri dalam mengendalikan Hawa Nafsu. Karenanya sangatlah baik sekali jika ingin lebih Efektif di sertai dengan Puasa. Dan Puasa apa saja itu semua baik dan bermanfa’at semuanya tergantung dari pada Niat. Akan tetapi hendaknya berpuasa sesuai dengan tuntunan yang di ajarkan oleh Rosulullah Saw.

      Dan adapun Puasa itu tidak harus dengan Mursyid, karena Puasa itu hanya Bagi Allah semata. Sehingga silahkan berpuasa dengan Niat yang benar dan di Ridhoi Allah Swt. Semoga Allah memberkati dan Meridhoi Anda.

      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  67. Purnomo berkata

    salam kenal wahai saudaraku PJ !!!!!!!!!!! mohon penjelasan apakah orang yang menjalani rukun islam lagi ( sholat, zakat, puasa dan haji )?

  68. Purnomo berkata

    Ralat :
    maksud saya apakah orang yang berma`rifat tidak perlu lagi menjalani rukun islam seperti sholat 5 waktu, zakat, puasa dan haji ?
    kalo anda di borneo dimanakah posisi anda ?

    mohon pencerahannya !!!!!!!!!!!

    • pengembarajiwa berkata

      @Purnomo

      Saudaraku……
      Ma’rifat itu adalah salah satu pengetahuan Ilmu dari pada Ilmu Allah Ta’ala yang di dalam Islam di sebut dengan AROFA (Kenal). Sehingga Ma’rifat itu berarti suatu pengetahuan Ilmu dalam Mengenal akan Allah. Adapun Rukun Islam itu adalah Ibadah dalam pengabdian seseorang kepada Allah, dan itu adalah suatu keharusan. Akan tetapi untuk lebih sempurnanya dalam Ibadah mengabdikan diri kepada Allah tentunya haruslah mengenal akan Allah terlebih dulu dan itu adalah MUTLAK. Bagaimana mungkin menghadap kepada Allah sementara diri tidak mengenal akan Allah, bagaimana mungkin menuju kepada Allah sedangkan tidak mengetahui jalan2 untuk menuju kepada Allah. Tentu tanpa Pengenalan akan Allah dan mengenal akan jalan2 menuju kepada Allah, Ritual/Ibadah apapun yang di lakukan akan terasa Hampa.

      Tetapi begitu seseorang sudah mengenal jalan2 menuju Allah dan mengenal akan Allah tentunya rukun Islam itu akan tetap terpelihara dan bahkan lebih sempurna pemeliharaan bagi mereka yang Ariif (mengenal akan Allah) itu dari pada mereka yang semata2 menjalan kan Rukun Islam tetapi tidak mengenal akan Allah.

      Jadi kesimpulannya, bagi mereka yang berma’rifat tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mematuhi Rukun Islam seperti Sholat, Puasa, Zakat dan Haji. Bahkan melebihi kepatuhan dari pada mereka yang tiada ber Ma’rifat.

      Posisi saya di Borneo tepatnya di Kalimantan Timur (Balikpapan)

      Terimakasih.
      Wassalam

      Pengembara Jiwa

  69. Purnomo berkata

    Assalamu`alaikum Wr Wb.
    Selamat Pagi dan salam sejahtera Saudara!!!
    Saudaraku PJ yang terhormat, dlm benak saya timbul pertanyaan yg byk dan mbulet yg sulit sekali saya pecahkan sendiri (maklum ketrbatasan saya hanyalah seorang yg bodoh dan hina), Mas PJ yg ingin saya tanyakan adalah :

    1. Bagaimana menjadikan ibadah kita supaya tdk terasa berat dan terpaksa, sikap apa yg hrs ditanamkan dlm keinginan rasa agar semua ibadah yg kita jalani tdk terasa berat dan tdk selalu berharap imbalan (contohnya sembah raga yg berupa: Sholat dan puasa)???

    2. Mas PJ yg terhormat yg mohon kiranya sudi menjelaskan apakah ati Sholat yg sebenarnya!!!!

    3. Pertanyaan saya yg ketiga Mas PJ, saya pernah diajak teman saya menemui orang pinter dan org pinter tsb berkata ” kalau kamu sholat hanya 5 kali sehari tp sholatku 1 X 24 jam ” apa maksudnya mas PJ dan bagaimana caranya agar bisa sampai ketingkatan itu????

    4. Ada sebagian org pinter berkata Sholawat = Sholat, apa maksudnya Mas PJ ????

    Nuwun… Atas penjelasan njenengan, saya ucapkan byk2 trma kasih. (harap dimaklumi aja mas msh belajar mengenal diri jd kebanyakan bingungnya drpd ngertinya)
    Semoga Bantuan yg mas sampaikan kpd saya dicatat oleh Allah SWT dan dijadikan karunia yg berlimpah buat anda…

    Wassalam…

    • pengembarajiwa berkata

      @Purnomo

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….

      Ma’afkan saudaraku Purnomo, jika sekarang baru sempat balas komentarnya…….
      Hmm……
      Semoga apa yang anda pertanyakan, dapat terjawab sesuai dengan pemahaman yang ada pada diri anda…..Dan semoga Allah Swt membimbing dan memberikan kemudahan bagi saya untuk sedikit memberikan masukannya kepada Anda, sebab saya pun sama dengan Anda tidak ada pengetahuan sedikitpun melainkan semuanya kembali kepada Pengetahuannya Allah Swt.

      Saudaraku Purnomo…
      Jawaban dari pertanyaan Anda, adalah :
      1. Di dalam Ibadah memang kebanyakan Manusia tanpa di sadari berjalan dengan didasari keterpaksaan…..walaupun sebenarnya ia sendiri tidak menyadarinya. Tetapi jika di renungkan lebih dalam dan di telaah dengan seksama maka akan ketahuan lah bahwa apa2 yang dilakukannya dalam Ibadah itu semuanya dalam keterpaksaan. Jika manusia beribadah dengan tujuan akan suatu pengharapan dan agar terbebas dari segala penderitaan/siksaan maka di pastikan itulah ibadah yang di paksakan. Karena harapan Pahala dan Surga ia beramal ibadah, maka itu adalah keterpaksaan….. karena takut akan dosa dan Neraka itupun adalah keterpaksaan….. kenapa demikian..???? karena tujuannya semata2 karena ada sesuatu di balik Amal Ibadah tsb. Seandainya….. Allah tidak menjanjikan Pahala dan Syurga, dan tidak memberikan informasi tentang Dosa dan Neraka…, apakah ia akan masih tetap beribadah..????

      Jadi keutamaan amal ibadah itu adalah, apabila di dasari Pengenalan akan Allah dan tumbuhnya Mahabbah (Cinta ) kepada Tuhannya. Maka jika ini di jadikan tujuannya dalam Ibadah… maka di pastikan ia akan menjalani Amal Ibadah itu dengan senang hati dan lapang dada serta tidak protes kepada Tuhannya. Ikhlas Sabar, Tawakkal dan Ridho terhadap ketentuan2 Tuhannya. Inilah…..Ibadah dalam Hidup Nikmat dan Hidup Nikmat dalam Ibadah. Karenanya untuk masuk dalam ketulusan dalam amal ibadah bahkan juga apapun yang dilakukannya di luar amal ibadah syaratnya adalah Ma’rifatullah (mengenal akan Allah dan CINTA kepada Allah sehingga akan di jalaninya hidup ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur karena telah di karunia Nikmat yang begitu banyak kepada dirinya dari ujung rambut sampai ujung kaki zahir dan batin. Maka tiada lagi baginya keterpaksaan dalam menjalani hidup meliputi amal ibadah dan di luar Amal ibadah.

      2. Sholat itu banyak sekali pemahamannya…. dan yang terbanyak memahami akan Sholat artinya adalah Do’a. Padahal Sholat itu bukanlah permohonan, melainkan pengabdian diri dalam keleburan dirinya ke dalam Mahabbah (cinta)nya kepada Allah Swt. karenanya sebenar2nya Makna Sholat itu adalah….. ke lekat an/kesinambungan/kedekatan dirinya dengan Tuhannya. Dengan di dasari oleh Ma’rifatullah dan Mahabbatullah. Nah… ketika mereka Sholat, dinyatakan oleh baginda Nabi dengan sabda : “Sesungguhnya Sholat itu adalah Mi’roj orang2 mukmin. Mi’roj = Naik = berjumpa = Mahabbah = Lekat/bersatu dalam Rahsa Cinta Sejati. Itulah makna dari pada Sholat yang sebenar2nya, bukan hanya sebatas mengerjakannya karena menggugurkan kewajiban semata.

      3. Yang di maksud dengan Sholat 1 x 24 jam itu adalah Sholatun Da’imuun (Sholat yang tiada putus2nya, setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali),dan itu semua akan di dapatkan sebagai Anugrah baginya jika telah memahami dan lebur di dalam Ma’rifatullah. Akan tetapi…. mereka yang telah masuk dalam Sholatun Da’imuun tadi bukan berarti mereka tidak menegakkan yang 5 waktu, mereka tetap menegakkan 5 waktu tetapi tidak dilihat oleh orang lain kalau ia telah menegakkan 5 waktu, karena bukan zahirnya yang menegakkan tetapi Batinnya lah yang menegakkan. Padahal ia senantiasa tidak ketinggalan dalam 5 waktunya….. walaupun secara Zahirnya ia kelihatannya tidak mengerjakannya. Inilah yang terkadang terjadi Polemik dalam kehidupan orang2 Ma’rifat….. karena secara mata zahir ia tidak mengerjakannya… padahal ia tetap menunaikannya bukan secara tubuh zahir tetapi secara tubuh Batinnya sehingga bagaimana orang awam bisa melihat kalau ia Sholat..????

      4. Sholawat dalam bahasa Arab disebutkan dengan kata2 Shollaa/Sholluu/Shollii…/Asholaatu
      Dan Sholat pun ada beberapa kalimat dalam bahasa Arab berbunyi dengan Shollii/Sholluu/Asholaatu…

      Silahkan di renungkan….
      Dalam Suatu Sholawat berbunyi…. ” Allahumma Shollii Ala Sayyidina Muhammad”
      Dalam Niat Sholat di katakan…….. ” Ushollii…Fardhol Maghribii….. dst”
      Dalam Hadits berbunyi……………… ” Sholluu kama ro’aitumuuniii Ushollii….
      Allah berfirman…tentang Sholawat… ” Innallaha wa malaa’ikatahu yu Sholluu na Alannabii… Yaa Ayyuhalladziina aamanu Sholluu alaihi wasallimuu tas liimaa…”
      Dalam suatu Hadits di katakan…… ” Qif.. Yaa Muhammad, Aa lana Robbika Yu Shollaa…..
      Dalam Hadits tentang Sholat……… ” Asholaatu Mi’roojul Mu’miniiin”
      Dalam Sholawat di katakan……….. ” Asholaatu wassalamu Alaa Sayyidiina… Muhammad……dst”

      Kesimpulannya adalah……. Sholat itu adalah pengabdian kepada Tuhan melalui Sholawat kepada Rosulullah Saw dengan di nyatakan melalui Gerakan Sholat.

      Karenanya dalam Tasawuf dinyatakan bahwa orang yang melaksanakan Sholat itu mencerminkan dari pada Sholawat kepada Rosulullah Saw sebagai Wasilah menuju Allah Swt. Buktinya ada pada Gerakan Sholat itu :
      Pada Waktu Qiyam/berdiri——> melambangkan dari pada huruf “Alif”
      Pada waktu Ruku’—————-> melambangkan dari pada huruf “Ha”
      Pada waktu Sujud—————-> melambangkan dari pada huruf “Mim”
      Pada waktu duduk Tahyat——> melambangkan dari pada huruf “Dal”

      Alif———->Ha———>Mim———–>Dal *menjadi* “AHMAD”
      Dan Ahmad itu adalah Batinnya Muhammad Saw, yang disebut juga dengan Nur Muhammad.

      Semoga bermanfa’at baik untuk diri saya sendiri dan untuk kita semuanya….. Allah menurunkan Hidayah-Nya kepada siapa2 yang di kehendaki…. Aaamiin.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

      @sally

      Salam kenal kembali…..
      Dalam menempuh Ma’rifat tidak hanya sekedar dengan amalan2 zikir, melainkan yang terlebih penting adalah mempelajari Ilmu tentang Pengetahuan akan Allah. tetapi Zikir2 tertentu juga bermanfa’at untuk sebagai washilah dalam pencucian Hati agar menjdi bersih dan suci sehingga lebih memudahkan dalam memahami dan memaknai Pengenalan akan Allah.

      Wassalam
      Pengembara Jiwa

  70. sally berkata

    salam, mas pj, apakah saya perlu mengamalkan zikir2 tertentu untuk mencapai tahap makrifat?
    makasih.

    • pengembarajiwa berkata

      @Sally

      Salam kembali….

      Silahkan Amal zikir apapun yang sesuai dengan Qur’an dan Al-Hadits, tetapi yang perlu di ketahui adalah.. untuk sampai kepada tahapan Makrifat itu adalah Anugrah Allah yang di dasari oleh Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho dalam menjalan kan Amal Ibadah. Tanpa Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho… maka bagaimana mungkin bisa mengharapkan Anugrah Allah berupa Makrifat..sedangkan Jiwa masih dalam kekotoran. Dan pembersihnya adalah Ikhlas, sabar, tawakkal dan Ridho sedangkan Alatnya adalah Zikir.

      Wassalam

  71. andri.adi berkata

    Assalamualaikum wr wb…

    bang tambah lagi…..
    asik banar mendangarnya…

  72. dedy muller berkata

    Apakah ma’rifat itu dapat diperoleh diluar ajaran Islam (dicontohkan oleh Nabi Muhammad) seperti di agama semit lain atau ajaran spitual dari India (Hindu, Budha) ,cina(tao) atau ajaran lokal seperti kejawen ?

    • pengembarajiwa berkata

      @Dedy Muller

      Mas Dedy….Tentunya Allah itu adalah Tuhan yang Esa dan ke Maha Besaran-Nya meliputi sekalian Alam dan meliputi setiap Agama apapun. Allah lah yang menguasai tiap2 segala sesuatu, sehingga tiada yang mustahil bagi siapapun untuk mendapatkan Ma’rifat itu, jika Allah sudah menghendaki-Nya. Dan jika Allah menghendaki bagi seseorang untuk mendapatkan Anugrah berupa Ma’rifat, maka Allah akan menuntun serta membimbing jiwa2 mereka kepada Nur-Nya dan yang pada Akhirnya akan membenarkan serta mengimani “Islam Indallah” sebagai pedomannya….
      Ya…ya…ya… “Islam Indallah” bukan “Islam Indannass”

  73. semesta jiwa berkata

    Burung terbang dengan dua sayap…
    Ruh melayang dengan dua dzikir: jahri dan sirri

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>