PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

NUZULUL QUR’AN MENYINGKAP RAHASIA KEBENARAN ALLAH

Posted by pengembarajiwa pada September 13, 2008

Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi kata. Tidak ada kata-kata itu melainkan Huruf demi huruf. Tidak ada huruf-huruf itu melainkan hanya tinta saja yang ada. Dari satu “TITIK” Tinta menjadi huruf, kata, kalimat, tulisan dan bacaan lalu menjadi makna dalam kehidupan.

Karenanya para Arif Billah tidak memandang kepada yang banyak itu tetapi Ia hanya memandang kepada satu “TITIK” saja. Dari “TITIK” itulah awal jadinya segala sesuau dan kembalinya segala sesuatu.

Begitu Raden Syahid yang dikenal dengan Gelar SUNAN KALIJAGA sewaktu berguru kepada Sunan Bonang mengatakan bahwa Ia ingin menuntut/belajar Ilmu Allah Swt. Lalu kata Sunan Bonang bahwasanya Ilmu Allah Ta’ala itu luas bagaikan lautan. Apabila lautan itu dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala maka belum cukup lagi, Habis Air lautan itu ditambah lagi sebanyak itu untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga. Ditambah lagi sampai 7 lautan untuk dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga.

Lalu kata Sunan Kalijaga ; Wahai Kanjeng Sunan Bonang tidaklah sebanyak itu yang hamba inginkan, melainkan yang ingin hamba tuntut hanyalah satu “TITIK” Ilmu Allah Ta’ala dari Luasnya Ilmu Allah Ta’ala itu. Bukan kah Satu “TITIK” air itu tiada lain air lautan yang luas itu juga?

Dari riwayat itu menunjukkan bahwa betapapun Luasnya Ilmu Allah Ta’ala, akan tetapi rahasia Ilmu itu atau Kunci Ilmu itu hanyalah seTITIK saja. Dan seTITIK itu menjadi Rahasia pada Insan sebagai Manusia yang dicipta Allah sesempurna-sempurna kejadian. Dengan rahasia “TITIK” itulah yang menyebabkan Insan itu dikatakan lebih sempurna dari pada Makhluk-makhluk yang lain.

Sesungguhnya apa yang di tuntut para Awliya Allah itu sudah dilalui dalam kehidupan Baginda Nabi Muhammad Saw. Salah satunya yaitu pada waktu Beliau pertama kali menerima Wahyu, di Umur Beliau pada waktu 40 tahun di malam 17 Romadhan bertepatan pada 610 Masehi. Di mana Beliau pada saat itu sering menyendiri di Goa Hira’, yang berada di puncak bukit Jabal Nur 6 km di Utara Mekkah. Sepanjang bulan Romadhan setiap tahun Rosulullah Saw selalu menyendiri di sana dengan hanya membawa sedikit bekal., hati dan fikiranya bergejolak untuk mencari Kebenaran sampai datanglah peristiwa yang Maha Dahsyat itu!

Rosulullah Saw di dalam kesendiriannya itu tidak ada yang di ingat dan difikirkan selain Allah yang Maha Benar! Dimana di yakini oleh sebagian para Arifbillah para Waliyullah bahwa Beliau berdialog dengan Tuhannya sebagaimana yang terkandung dalam Rahasia Surah Al-Fatihah 7 Ayat.

Dari yang tersirat pada surah Al-Fatihah itulah Beliau mengetahui akan Tuhannya dan Beliau mendapatkan Pencerahan Jiwa tentang Kebenaran Tuhan yang Hakiki itu meliputi sekalian Alam menjadi Rahasia pada Insan.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Hadits Qudsi : “Insan itu Rahasia Ku dan Aku adalah Rahasianya”.

Di Hadits Qudsi yang lain Allah berfirman : “Insan itu Rahasia Ku, Rahasia Ku itu Sifat Ku dan Sifat Ku itu tiada lain daripada Ku”.

Dengan pandangan Rosulullah Saw kepada Rahasia Allah yang meliputi tiap-tiap segala sesuatu yang berpusat pada Diri Beliau itulah maka Beliau menemukan Kebenaran yang sesungguhnya.

Tatkala Kebenaran itu sudah didapatkan, tatkala hijab itu sudah terungkap dengan pandangan Musyahadah kepada satu “TITIK” yang ada pada diri Nabi maka Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Beliau untuk menegaskan bahwa apa yang Beliau Jalani itu adalah kebenaran.

Firman Allah :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptak an manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam , Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS, Al ‘Alaq : 1-5)

Bukankah Ayat tersebut mengisyaratkan kepada Diri Insan? Ya…! Karena Jawaban tentang Allah Maha Kebenaran Mutlak itu ada pada Insan. Tatkala merenungkan Asal kejadian Diri maka akan di kenal lah Diri yang sebenarnya. Dengan mengenal kepada Diri yang sebenarnya maka Kenal lah akan Allah Swt.

Firman Allah lagi :

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”. (QS, Adz Dzaariyaat : 20-21)

Jika sudah demikian apakah yang dilalui Nabi dalam kesendiriannya itu bukan suatu Jalan(Tariqat) untuk mencapai Kebenaran(Hakikat dan Ma’rifat/Tasawuf)?

Dengan demikan Rosulullah Saw telah ber Tarikat dan ber Tasawuf sehingga menerima Wahyu Allah dimalam 17 Romadhon dan bertemu dengan Allah pada malam 27 Rajab.

Salahkah dan sesatkah para Arifbillah dan para pencinta Allah jika menuntut Tarikat dan Tasawuf?

Jika ada yang berani mengatakan bahwa Tarikat dan Tasawuf itu salah dan sesat, maka sama halnya ia mengatakan Nabinya Muhammad Rosulullah Saw itu Sesat!

Na’udzubillah……………………

Siapa yang mengatakan para pengamal tarikat dan tasawuf itu sesat dan salah jalan maka sama halnya ia mengatakan Nabi itupun sesat dan salah jalan. Lalu apa bedanya mereka yang mengatakan sesat itu dengan orang-orang Kafir pada zaman Nabi. Jika orang Kafir di zaman Nabi sebagian adalah Ahlul Kitab, lalu bagaimana dengan di zaman sekarang yang terlalu membangga-banggakan apa yang sudah dihafal dan dibacanya di dalam Kitab kemudian pengetahuannya tentang apa yang sudah di dapatnya itu di jadikan suatu bahan untuk debat, menyalahkan bahkan mengkafirkan, Apakah mereka bukan Ahlul Kitab di zaman ini?

Karena itu mengikuti Nabi bukanlah hanya sebatas Lahiriahnya saja tetapi yang paling utama adalah bagaimana Pribadi Beliau, Batin Beliau sehingga mendapatkan Kebenaran yang Hakiki.

Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kita tentang Kebenaran yang sesungguhnya.

About these ads

10 Tanggapan to “NUZULUL QUR’AN MENYINGKAP RAHASIA KEBENARAN ALLAH”

  1. sufimuda said

    Assalamu’alaikum
    Semoga Ramadhan akan bisa membukakan hijab kita kepada-Nya
    Untuk orang-orang yang menolak Tasawuf/Tarikat, saya teringat sebuah hadist nabi, beliau bersabda: “Apabila seseorang menuntut ilmu tanpa bermakrifat kepada Allah, maka tidak ada bertambah dari ilmunya itu kecuali bertambah jauh dari Allah”
    Ilmu makrifat harus dilalui lewat 4 tahap: Syariat, tarikat, Hakikat dan Makrifat…

    Menolak tarikat sama dengan membuang jalan rahasia untuk berjumpa dengan Allah

    Tulisan Pengembara Jiwa ini mudah2an akan membuka hijab bagi yang sungguh-sungguh mencari

  2. pengembarajiwa said

    Wa’alaikum salam…..

    Aamiin Ya Robbal Alamiin

  3. hasan said

    Assalamualaiku wr wb,
    kalau tidak salah ada hadist nabi berkata : bahwa memandang orang alim masih lebih baik dari pada beribadah puluhan tahun.
    jadi disini keutamaan ilmu lebih tinggi dari ibadah itu sendiri. dan akan lebih utama bila orang alim(berilmu) beribadah. torekat dan tasawuf adalah merupakan ilmu yang amat penting untuk dipelajari agar ibadah kita menjadi yang utama.
    wass,
    hasan

  4. pengembarajiwa said

    Benar sekali apa yang di uraikan Hasan……………..

  5. Muhammad Irfan said

    Assalamualaikum…

    Kang PJ….
    apa habar?? baik2 haja kalo keluarga, sahabat, serta tetangga di rumah…
    Mudah-mudahan selalu dalam naungan ridho Allah Swt…dan mendapat syafaat Nabi Muhammad…aamiin..

    sedikit cerita…saya jadi teringat saat saya mulai dewasa…kira2 5-7 tahun yg lalu,
    pernah bermimpi ( seakan-akan ) melihat Nuzulul Qur’an, turun dari langit..

    sampai disini dulu kang…ampun maap kalo ada kata2 yg kurang berkenan…
    Mohon pencerahan…
    thx,

    • @Muhammad Irfan

      Wa’alaikum salam Wr,Wb….

      Al-hamdulillah….Kabar saya baik2 saja, semoga Andapun demikian di seberang pulau sana. Selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah swt, di Berkati, di Rahmati dan menjadi Hamba-hamba yang dicintai Allah dan Rosul-Nya. Aaamiiin.

      O ya…. Keluarga Andapun disini dalam ke-ada-an baik2 dan sehat selalu, Insya Allah selalu dalam Naungan Allah Swt, diberikan kesehatan di tetapkan Iman dan Taqwanya kepada Allah Swt. Aaamiiin.

      Mengenai mimpi yang Anda alami, sangat baik sekali…. dan tentunya menurut saya tetaplah Khusnodzon Billah (Berparasangka Baik kepada Allah), dan serahkan apapun mimpi yang ada yang kita alami kepada yang memberikan mimpi. Apabila mimpi itu termasuk mimpi yang baik, maka jangan sampai menjadi diri kita terlena oleh kebanggaan hati. Serahkan…..itu kepada Allah dan bersyukurlah dengan adanya mimpi yang baik tsb. Apabila mimpi itu termasuk tidak baik, jangan sampai menjadi diri yang terlena oleh ketakutan2 yang akan terjadi disebabkan mimpi tsb. Tetapi hendaknya semakin Introspeksi diri untuk selalu bertaubat kepada Allah dan tetap dalam Khusnudzon Billah, kemudian serahkan urusan Mimpi itu kepada Allah. Dan tetaplah Istiqomah dalam Cinta dan ketaatan kepada Allah swt karena Allah Swt.

      Itu dulu yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfa’at untuk kita semuanya… Aaamiiin.

      Wassalam

  6. Amin ya Allah…….

  7. amin ya allah ‘ lanjutkan postingan nya saudaraku ‘mudahan allah merahmati saudara saudara kita khususnya kita agar tidak keluar dari nasehat orang orang sholeh yang menyandang gelar QOLBUL MUKMININ KAQBAITULLAH ,salam kenal

  8. haris said

    ibarat kata syariat s/d makrifat adalah buah… ada kulit, ada isi, ada manfaat. bagaimana kita beribadah jika hanya berpedoman paten kpd kulit? maka tdk akan bisa merasakan manisnya ibadah. bagaimana kita bisa menyukai ibadah jika tak tau rahasia kandungan vitamin dari ibadah itu sendiri? maka saling menyalahkan adalah tindakan buta manfaat. kebenaran hakiki adalah milik Allah saja.. fisik Rasulullah adalah ibarat sholat dan syariat, ruh Rasulullah adalah ibarat iman dan tauhid yang bermakrifat… sgala ucapan Rosulullah adalah ibarat tharekat, figur karisma Rosulullah adalah ibarat hakekat…
    —- maaf jika ada salah kata… trima kasih… smoga kita semua terpilih menjadi manusia yang memahami TITIK…. dan smoga kita semua menjadi manusia yg berjalan sesuai dg kehendak SANG HIDUP… amin.

  9. haris said

    Bwt sang pengembara trimakasih… dg postingannya… telah berdampak smangat menggali rahasia jadi berkobar lg… lanjutkan aj… aq tunggu postingan selanjutnya… wassalamu alaikum….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: