LISAN BERSYAHADAT TETAPI HATI DUSTA
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 8, 2008
“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”
Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!
Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi perasaan senang dan bahagia akan menghampirinya seolah-olah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga sekali. Dirasakannya nikmat yang belum pernah dirasakannya yang membuat hilang gairah daripada memandang sesuatu karena bahagianya ia merasakan Allah Hadir pada dirinya melalui Dua Kalimat Syahadat yang di ungkapkannya tidak hanya melalui Lisan tapi juga merasakan karena di dasari dengan Pengetahuan Ilmu dalam memaknainya.
Diungkapkan oleh sebagian para Awliya Allah : “Man lam yazuq lam ya’rif”,(Barang siapa belum merasakan maka belumlah dikatakan Mengenal).
Tatkala seseorang mengucapkan dua Kalimah Syahadat tetapi tidak mengetahui Makna yang terkandung didalamnya maka tidak menjadikan suatu jaminan bahwa ia akan merasakan manis lezatnya Penyaksian.
Karena sebagaimana yang diketahui bahwasannya Dua Kalimah Syahadat itu adalah Kalimah Penyaksian. Menyaksikan atas Hadirnya Allah meliputi pada tiap-tiap segala sesuatu dan Menyaksikan atas Muhammad Rosulullah Saw meliputi akan segala Pengetahuan Ilmu.
Tentu untuk bisa mnyaksikan haruslah di dasari Pengenalan. Tanpa mengenal apakah bisa dikatakan ia termasuk orang yang menyaksikan?
Karena itu bila ada orang menyaksikan sesuatu tetapi ia sendiri belum melihat/mengenal akan sesuatu itu maka sudah pasti ia itu termasuk orang-orang yang berdusta/berbohong.
Begitupula jika ada yang mengucapkan Dua Kalimah Syahadat tetapi tidak melihat/mengenal Allah dan Rosulnya maka berarti ia termasuk orang-orang yang Hatinya Dusta/bohong atas penyaksian itu. Lisannya bersaksi tapi hatinya buta daripada penyaksian itu sendiri maka dari segi Hakikat belum sempurna Islamnya melainkan Islamnya hanya sebatas Zahir (Indannas) Islam karena di Mata Manusia.
Sedangkan dikatakan dalam Al-Qur’an bahwasannya Allah berfirman : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. (QS, Ali ‘Imran : 19)
Islam yang dikehendaki Allah adalah Islam Kaffah (menyeluruh) tidak hanya Zahir saja tetapi Hatinya mengetahui akan kesempurnaan Islam itu melalui Pengenalan kepada Allah dan Rosulnya.
“Awwaluddin Ma’rifatullah”, Awal mula seseorang itu beragama dia harus terlebih dulu mengenal kepada Allah.
Jika tidak mengenal Allah maka seseorang itu belumlah dikatakan ber Agama. Jika sudah demikian maka apabila ia bersyahadat maka hanyalah sebatas di bibir saja sedangkan hatinya di dalam kedustaan.
Lima waktu mendirikan Sholat sehari semalam dan sembilan kali mengucapkan Dua Kalimah Syahadat dalam duduk Tasyahud tetapi tidak melihat/mengenal akan yang disaksikannya tadi maka batal lah Dua Kalimah Syahadat nya tadi. Jika Syahadat nya sudah batal lalu bagaimana dengan Sholatnya?


abahselatan berkata
salam kenal Sufiwanita….
sMOGA tulisan-tulisannya dapat terus berkarya dalam dakwah dan syiar tauhid…
…
pengembarajiwa berkata
Salam kenal kembali Untuk Abahselatan. Tapi mohon ma’af saya bukan Sufiwanita tetapi saya suaminya. Panggil saja, saya : pengembarajiwa!
wong ndeso berkata
“gantungkan cita-citamu setinggi langit” kata guru sekolah.
“tuntutlah ilmu sampai akhir hayat” kata ulama.
disini bisa dilihat pengharapan setinggi-tingginya dan usaha sepanjang hidup hanya untuk mencari ‘kebenaran sejati’ yang tak pernah bisa disimpulkan/dimatikan selama kita sadar sebagai manusia yang memanusiakan manusia, sadar dengan segala kekurangan dan keterbatasannya yang selalu berkeluh kesah.
pengembarajiwa berkata
Benar apa yang telah dikatakan oleh saudara Wong Ndeso.
Jika kita sadar akan kefitrahan diri maka akan ditemukan “Kebenaran Sejati”.
Salam untuk Wong Ndeso! Dan selamat datang.
akayr berkata
Assalamu Alaikum wr wb….
–cut–
Karena sebagaimana yang diketahui bahwasannya Dua Kalimah Syahadat itu adalah Kalimah Penyaksian. Menyaksikan atas Hadirnya Allah meliputi pada tiap-tiap segala sesuatu —
maaf PJ, saya ikutkan sedikit pemahaman saya tentang Dua Kalimah Syahadat (dari Ust. saya),
Dua Kalimah Syahadat, “Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah”
ada Kalimah-nya dan ada Syahadat-nya. Kalimah-nya pasti rata2 kita sudah lancar betul melafazkannya… namun yang bikin “merinding” justru di Syahadatnya. Syahadat (Penyaksian/Nyata), berarti kita meNYATAkan bahwa Tidak ada Tuhan selain ALLAH, Nyata Allah adalah dalam INGAT, bukan dinyatakan (dibayangkan) / pekerjaan akal. Pada saat itu kita hanya mengingat yang Satu bukan sesuatu. Namun Nyatanya ALLAH tetap Laisa Kamithsili Syaiun…
“Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”
–cut–
dan Menyaksikan atas Muhammad Rosulullah Saw meliputi akan segala Pengetahuan Ilmu.
–cut–
Menyaksikan/Menyatakan atas Muhammad Rosulullah Saw, Nyata Muhammad dalam perbuatan kita (perbuatan terpuji). Nanti Nyata perbuatan/perkataan terpuji kita, baru sempurna 2 Syahadat kita.
–cut–
Lima waktu mendirikan Sholat sehari semalam dan sembilan kali mengucapkan Dua Kalimah Syahadat dalam duduk Tasyahud tetapi tidak melihat/mengenal akan yang disaksikannya tadi maka batal lah Dua Kalimah Syahadat nya tadi. Jika Syahadat nya sudah batal lalu bagaimana dengan Sholatnya?
–cut–
Semoga kita tidak termasuk yang dikatakan dalam Al-Quran Surah Al-Maauun (107:4-5)
Mohon PJ, di koreksi dan ditambahkan….
Wassalam
pengembarajiwa berkata
@akayr
Wa’alikum Salam Wr,Wb
Anda sudah mendapatkan Berkah dan ridho Allah, sehingga di tunjuki-Nya kepada mu pengetahuan2 ttng kebenaran itu.
“Berbahagialah orang2 yang di rahmati dan dbimbing Allah kepada jalan yang Lurus yaitu jalan kepada sang Pemilik Ilmu dan Pemilik kerajaan Langit dan Bumi serta apa2 diantara keduanya, juga meliputi sekalian Alam.
Salam
robbie berkata
bismillah….
Syahadat adalah kunci untuk Makrifatullah dan Syari’atullah.
Tulisan2 mas PJ selalu bikin jiwa terpanah dan membuat hati nurani tergugah untuk bangkit berjihad melawan setan, hawa kesenangan, cinta dunia dan tabiat buruk kita
wassalam
Muhammad Dzunnun Al-Mustafa berkata
Assalamualaikum wr.wb
Tulisan saudara sangatlah menyentuh, dan itulah kebenaran yang hakiki. banyak saudara2 muslim kita yg hanya mengucapkan tapi tidak bersaksi.
Yang saya mau tanyakan, dimana NYATA Nya Allah dalam 2 kalimah syahadat yang kita persaksikan sedangkan DIA “Lasyauten bi harpen = bukan huruf bukan suara”, “Laisya kamishlihi syai’un”
dan dimana Nyata Nya Muhammad sedangkan beliau 1400 tahun yang lalu telah wafat?
Sedangkan didalam 2 Kalimah syahadat ALLAH dan MUHAMMAD wajib NYATA…mohon kajiannya
Fattaqullaha mastata’tum billahi fi sabililhaq, wassalamualaikum wr.wb
pengembarajiwa berkata
@Muhammad Dzunnun Al-Mustafa
—————————————
Wa’alaikum Salam Wr,Wb
Jika saudaraku menanyakan ttng ini, alangkah bijaknya jika Anda layangkan atau tulis E mail ke Saya —————> http://www.pengembarajiwa313@yahoo.co.id
Karena tidak semua Umat Rosulullah Saw yang dapat memahami tsb.
Akan tetapi di sini saya hanya bisa mengatakan agar bisa diterima oleh semua kalangan saudara Muslim kita terutama yang masih dalam perjalanan Ma’rifat yaitu :
Di dalam 2 Kalimah Syahadat itu adalah Kalimah penyaksian. Sedangkan sesuatu yang disaksikan itu jelas NYATA. bagaimana mungkin bisa berkata “aku menyaksikan” sedangkan yang disaksikan itu tidak ada/tidak NYATA.
Karenanya jika Saudaraku menanyakan hal tsb maka Kenyataan Allah itu telah meliputi segala sesuatu termasuk kepada diri dengan melihat kepada Buktinya yaitu Apa saja yang terlihat itu adalah buktinya termasuk dari ujung rambut sampai ujung kaki itupun termasuk bukti adanya Allah (Bukti kenyataan adanya Allah)
Pandang lah segala sesuatu itu, di situ terdapat Bukti/Tanda kenyataan Allah.
Sedangkan apa segala sesuatu yang terlihat itu termasuk dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya itu yang di katakan bukti tadi diliputi lagi oleh yang namanya Ilmu Allah Ta’ala. Ilmu Allah Ta’ala itulah kenyataan dari pada Muhammad.
Hanya itu yang bisa saya sampaikan disini….. di Pondok Pengembara Jiwa.
Jika ingin menanyakan lebih lanjut tentang ini silahkan kirim email di atas.
Terimakasih..
Wassalam
Herman berkata
Assalamualaikum wr, wb
Pak Yusuf jika berkenan saya juga minta dikirimkan balasan Bapak atas pertanyaan @Muhammad Dzunnun Al-Mustafa, karena syahadat merupakan syarat utama dalam rukun islam…….sia-sia sholat, puasa, bersedekah dan haji jika syahadatnya sendiri tidak syah.
Atas kerelaan Bapak, saya ucapkan terimakasih.
Herman.
aburahat berkata
@PJ
Kalau boleh saya tambahkan sedikit: Kita mengenal Allah bukan dgn indra fisik kita. Kita mengenal Allah dgn mata hati atau dgn hati atau basharah.
Dua kalimat syahadat kita ucapakan dgnlidah dan ma’rifat dgn hati sera amalkan dgn perbuatan. Oleh karena itu kita beriman dgn yg GAIB. Dan ingat bahwa kita mengucapkan kalimat Tauhid sebelum kita lahir kedunia ini. Lain lagi kalau anda tidak percaya adanya Allah. Maka diskusi bukan mengenai 2 kalimat syahadat tapi apakah Allah ada. maaf Wasalam
bocahcilik berkata
bagaimana caranya untuk mengenal dirisendiri dan Tuhan Yang Maha Esa?
bocahcilik berkata
boleh ga siih saya yang masih bocah baca ini dan itu ditempat om pj ini dan itu
Trima casih
Bocil
pengembarajiwa berkata
@Herman
————–
Sabar ya…..
@Aburahat
—————-
Anda benar sekali… Trimakasih atas pencerahannya.. dan semoga bermanfa’at bagi para pembaca
@Bocahcilik
————-
Untuk mengenal diri sendiri, awal sekali rubah lah terlebih dulu karakter atau kelakuan dari tidak terpuji menjadi terpuji. jika itu sudah terbiasa menjadi budi pekerti yang baik dan terpuji .
Silahkan Anda baca Blog di Pondok Pengembarajiwa ini. jika ada yang kurang atau tidak paham silahkan tulis komentar Anda.
Wassalam
Ryan gokil berkata
Askum…@mas pj klo boleh ak juga mau jawaban dari pertanyaan moh dzunnun biar tambah iman dan ilmuku .Terima kasih sebelumnya. >ryan.gokil@gmail.com …Wasalam
nanks berkata
setuju…?!!!! syahadat adalah Rukun Islam. setiap rukun akan kena hukum fikih..(ada syarat syah , usul fikih) seperti hal sholat… al-fatihah adalah rukun sholat tidak syah sholat jika tidak membaca al-fatihah. sekarang syahadat…! rukunnya :ada yang bersyahadat, tidak ada paksaan dan ada YANG MENYAKSIKAN SYADAT. saudaraku…” pintu untu bertauhid adalah shadat…! kapan anda bersyadat ? yang memenuhi rukun syahadat?…! jika anda mengatakan tiap mengerjakan sholat anda bersyahadat itu bukan syahadat untuk pengakuan islam kita. itu shayadat yang merupakan rukun sholat. atau anda mengatakan…bersyadat di saat di baiat/bertorekat/di talkin dll itu bukan syahadat pengakuan kita menjadi seorang muslim, itu syahadat yang menjadi syahnya kita bertorekat dll…. kapan anda bersyahadat…? siapa yang bersaksi atas syahadat anda ? bukankan setiap sahabat bersyahadat dengan bersaksi kepada Rosul SAW? lalu kapan kita bersyahadat…seperti syahadatnya para sahabat..? KAPAN ANDA BERSYAHADAT YANG MEMENUHI RUKUN SYAHADAT…? oh… pantas kita ini hanya bisa mendirikan tiang-tiang agama, yang hanya bisa mendirikan atap agama dan bangunan agama..tapi kita lalai membuat PONDASI YANG KOKOH yaitu SYAHADAT yang memenuhi rukun syahadat yang dicontohkan ROSUL SAW…. oh pantas…ego kita masih tinggi takkala kita menempuh..jalan torekat… jalan marifatulloh… masih ada hijab-hijab ke ‘aku’an yang terus membayangi… karena kita belum benar bersyahadat…! setuju dengan uraian diatas… “syahadat adalah jalan menuju Islam… islam belum tentu iman.. orang Islam yang beriman adalah yang menjalankan syahadat dengan benar (memenuhi rukun) ..Islam-iman-lalu jadilah kita seorang yang MUKHLIS…yang dibuktikan dengan predikat MUJAHID… yang akan kembali kepada SANG PENCIPTA Walatamutuna illa wa antum muslimun….” walohu’alam