Arsip untuk September, 2008
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 26, 2008
Di dalam suatu dalil dikatakan bahwa :
“Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.
Dimana seseorang itu wajib hukumnya untuk mengenal akan Allah sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama. Tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang dilakukan bagaimana mungkin bisa dikatakan sampai sedangkan Tujuan nya saja tidak diketahui. Karena itu sangatlah penting sekali pengenalan akan Allah itu di dalam kehidupan ini. Dengan Mengenal akan Allah maka akan dirasakannya Manis Lezatnya ke imanan, dirasakan khusyuknya dalam Amal Ibadah serta Ketenangan Jiwa akan mengalir di dalam dirinya. Menjadikan Pribadi yang ikhlas, sabar, tawakkal serta Ridho dalam menjalani Hidup. Tentu tiada kebahagiaan yang melebihi daripada kebahagiaan para Arif billah/orang yang mengenal akan Allah
Seandainya Allah Swt membukakan akan rahasia keagungan para Arif billah, maka niscaya orang-orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjub dibuatnya. Karena Nur yang meliputi diri para Arif billah itu akan memancar menembus sampai ke langit ketujuh. Karena itu lah Allah menutup akan diri para kekasih-kekasihNya itu, sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya melainkan hanya Allah dan mereka-mereka yang sama-sama telah sampai pada maqom Ma’rifatullah tsb.
Adapun Manusia-manusia itu untuk sampai kepada pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah) maka terlebih dahulu ia haruslah mengenal dirinya yang sebenar-benarnya.
“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).
Dan tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah :
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ma'rifatullah | Bertanda: Arif Billah, Awwaluddin Ma'rifatullah, Hakikat, Ma'rifat, Mahabbah, Mukassyafaturrobbani, Muroqobah, Rahmat, Rosulullah, Tasawuf, Zat Maha Mutlak | 122 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 20, 2008
Ketahuilah! Bahwa Alam yang kita lihat sangatlah Luas ini baik di langit maupun di bumi, mencakup keseluruhannya yaitu sekalian Alam, terhimpun atau terangkum akan rahasia Ilmunya di dalam 30 Juz Al-Qur’an. Artinya adalah siapa-siapa yang membaca dan memahami Al-Qur’an.maka sama halnya ia melihat kepada Sekalian Alam. Karena Hakikat penciptaan Alam ini termuat pada 30 Juz Al-Qur’an 114 Surah 6666 Ayat.
Sangat Agung sekali Kitab Al-Qur’an itu yang diturunkan kepada Rosulullah Saw yang kemudian menjadi Kitabnya orang-orang Islam. Bahkan dikatakan bahwa Al-Qur’an itu sebagai penyempurna dari pada kitab-kitab sebelumnya. Akan tetapi keagungan dari pada Al-Qur’an itu bukan lah di lihat dari pada tulisan dan bacaannya, melainkan dari pada makna yang tersirat/terkandung didalamnya.
Adapun tulisan atau bacaan yang termuat di dalam kitab itu tidak ada bedanya dengan buku-buku bacaan biasa, sehingga letak keImanan seseorang apa bila terfokus kepada Kitabnya/bukunya itu sama halnya ia beriman kepada sesuatu yang bakal hancur. Saya katakana bakal hancur karena apabila kitabnya/bukunya itu di masukkan ke dalam api ia akan terbakar, dimasukkan kedalam lautan ia akan basah. Jangan kan di bakar dan dimasukkan ke dalam air, di taruh saja di atas lemari, tidak di rawat dan di urus lambat laun ia akan rusak dan lapuk di makan oleh Rayap.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Iman | Bertanda: Al-Qur'an, Iman, Tauhid, Yakin | 23 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 16, 2008
Syamsuddin Tabrizi dilahirkan di Kota Tabriz di Persia pada Tahun 1148 M. Sejak masa kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kejeniusan luar biasa. Jangankan bermain, ia justru malah menghadiri Majelis Pengajian dan belajar tentang Syekh-syekh Sufi masa lalu. Di usia yang masih sangat muda, ia merasakan kerinduan dan mencari-cari sang kekasih dalam dirinya. Karena tidak ada seorang anak sebaya pun yang bisa memahaminya, ia sering menghabiskan waktunya sendirian. Karena itulah, Sayms selalu kelihatan murung dan sedih.
Orang tua Syams mengira bahwa kemurungan dan kesedihannya lantaran keinginannya tidak tercapai, sebagaimana lazimnya terjadi pada diri anak muda. Mengenai hal ini Syams berkata, “Tatkala mereka bertanya kepadaku, ‘Mengapa engkau murung dan sedih? Apakah engkau menginginkan baju-baju terbuat dari perak dan emas? Lalu kujawab, ‘Tidak, aku menginginkan seseorang yang bisa menanggalkan/melepaskan apa yang sudah kukenakan ini,’”. Yang di maksud Syams adalah bahwa ia menginginkan agar baju egoisme/ke Aku an/sifat mementingkan diri sendiri/sifat merasa paling benar dihilangkan dari jiwanya. Seseorang yang mendengar jawaban demikian dari Syams tidak sanggup memahami makna-makna terdalam di balik kata-katanya dan sudah pasti banyak yang menganggapnya sebagai orang yang tidak waras
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sufi | Bertanda: Iman, Sufi, Tasawuf, Tauhid | 20 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 15, 2008
Perhatian dan Peringatan :
Tulisan ini diperuntukkan hanya bagi mereka-mereka yang telah tenggelam di lautan Samudra Ilmu Ma’rifat, baik melalui jalan Tariqat maupun melalui jalan Hakikat untuk memberikan pencerahan yang mengantarkan kepada sebenar-benarnya Allah Swt.
Sesungguhnya Ma’rifat itu dari segi Rububiyah bukanlah akhir dari perjalanan melainkan masih awal perjalanan.
Nb : Dipersilahkan untuk memberikan Komentar, Saran, kritik maupun pertanyaan, agar berguna bagi kita semuanya.
====================================================================
“Semuanya akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. (QS,Ar Rahmaan : 26-28)
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ma'rifatullah, Tauhid | Bertanda: Ma'rifat, Rahasia, Tasawuf, Tauhid | 15 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 13, 2008
Begitu lembaran-lembaran kertas telah habis dibuka, Halaman demi halaman telah semua dibaca maka yang jadikan Makna dan Nilai adalah Isinya. Walaupun awalnya ia melihat kepada bacaan akan tetapi tatkala bacaan telah terlewati tentu tidak ada bacaan melainkan hanyalah tulisan-tulisan. Dan tidak ada tulisan-tulisan itu melainkan Kalimat demi kalimat. Tidak ada kalimat-kalimat itu melainkan Kata demi kata. Tidak ada kata-kata itu melainkan Huruf demi huruf. Tidak ada huruf-huruf itu melainkan hanya tinta saja yang ada. Dari satu “TITIK” Tinta menjadi huruf, kata, kalimat, tulisan dan bacaan lalu menjadi makna dalam kehidupan.
Karenanya para Arif Billah tidak memandang kepada yang banyak itu tetapi Ia hanya memandang kepada satu “TITIK” saja. Dari “TITIK” itulah awal jadinya segala sesuau dan kembalinya segala sesuatu.
Begitu Raden Syahid yang dikenal dengan Gelar SUNAN KALIJAGA sewaktu berguru kepada Sunan Bonang mengatakan bahwa Ia ingin menuntut/belajar Ilmu Allah Swt. Lalu kata Sunan Bonang bahwasanya Ilmu Allah Ta’ala itu luas bagaikan lautan. Apabila lautan itu dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala maka belum cukup lagi, Habis Air lautan itu ditambah lagi sebanyak itu untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga. Ditambah lagi sampai 7 lautan untuk dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu Allah Ta’ala masih belum cukup juga.
Lalu kata Sunan Kalijaga ; Wahai Kanjeng Sunan Bonang tidaklah sebanyak itu yang hamba inginkan, melainkan yang ingin hamba tuntut hanyalah satu “TITIK” Ilmu Allah Ta’ala dari Luasnya Ilmu Allah Ta’ala itu. Bukan kah Satu “TITIK” air itu tiada lain air lautan yang luas itu juga?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tasawuf | Bertanda: Al-Qur'an, Iman, Ma'rifat, Nuzulul Qur'an, Rahasia, Tasawuf | 7 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 11, 2008
Hai manusia! Ketika dikatakan kepadamu untuk berzikir kepada Allah, maka bersegeralah engkau untuk berzikir kepada Nya. Karena Zikirmu kepada Nya akan membawamu lebih dekat lagi kepada Nya, dan zikirmu itu akan menggetarkan Arsy Tuhan mu sehingga para Malaikat Arsy bertanya-tanya ; ada apa ini ? begitu diketahui bahwa ada seseorang yang berzikir kepada Allah maka bersegeralah para Malaikat Bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertkbir seraya meohonkan Do’a ke Hadirat Allah untuk kebaikan dan ke’afiatan orang yang tenggelam di lautan zikir.
Hai Manusia! Ketahuilah olehmu bahwa tidak ada amalan yang paling disukai Allah dan yang lebih utama selain Zikrullah. Sebagaimana yang di Firmankan Allah :
“Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS, Al ‘Ankabuut : 45)
Tanamkan dihatimu bahwa apabila engkau berzikir kepada Allah (Ingat kepada Allah), maka sesungguhnya Allah hadir sertamu dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Karena itu apabila engkau berzikir kepada Allah maka sucikanlah jiwamu terlebih dahulu. Bukankah Allah Maha Suci? Dan pantaskah engkau menghadap kepada Nya dengan Jiwa yang belum tersucikan?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ma'rifatullah | Bertanda: Arif Billah, Arsy, Hakikat, Ma'rifat, Tasawuf, Zikir | 18 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 9, 2008
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS,Ar Ra’d : 28)
Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka siapa-siapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta ke mana ia akan kembali maka ia akan terbawa oleh gelombang hawa nafsu. Apalagi jika ia tidak memiliki Bahtera zikir untuk mengarungi lautan hati. Akan tetapi jika seseorang sudah memiliki Bahtera zikirpun untuk mengarungi lautan samudra hati tanpa Nakhoda (Ruh) yang mengerti akan ILMU PASTI selamat atau tidaknya, sampai atau tidaknya ke tempat tujuan maka sia-sia lah pelayaran tsb.
Ruh itu haruslah dibekali Ilmu pengetahuan untuk mencapai maksud tujuan. Adapun maksud dan tujuan yang sebenarnya adalah Allah Swt. Sedangkan Ilmu untuk mencapai maksud dan tujuan (Allah Swt) adalah Ilmu tentang Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho yang bermuara pada Ketauhidan dan Kema’rifatan. Tanpa Ilmu tsb; zikir yang bagaimanapun, wirid seperti apapun dan amal ibadah apapun yang dilakukan akan tersangkut di alam hawa nafsu. Dan sudah pasti siapa-siapa yang menurutkan hawa nafsu itu maka tidak akan didapatkan keselamatan tentu akan sesat dan semakin jauh dari pada maksud dan tujuan (Allah Swt).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: Ilmu, Iman, Ma'rifat, Tauhid | 18 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 8, 2008
“Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrosulullah”
Ungkapan Persaksian yang sangat Luar Biasa!!!
Tatkala diucapkan dengan perlahan-lahan dan dihayati dengan segenap rasa dan penjiwaan lalu kemudian di Tasdiqan/dibenarkan oleh Hati serta diketahui Makna yang terkandung didalamnya maka akan membuat Jiwa bergetar hebat dan bisa jadi tanpa disadari air mata akan berlinangan membasahi pipi. Belum lagi perasaan senang dan bahagia akan menghampirinya seolah-olah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga sekali. Dirasakannya nikmat yang belum pernah dirasakannya yang membuat hilang gairah daripada memandang sesuatu karena bahagianya ia merasakan Allah Hadir pada dirinya melalui Dua Kalimat Syahadat yang di ungkapkannya tidak hanya melalui Lisan tapi juga merasakan karena di dasari dengan Pengetahuan Ilmu dalam memaknainya.
Diungkapkan oleh sebagian para Awliya Allah : “Man lam yazuq lam ya’rif”,(Barang siapa belum merasakan maka belumlah dikatakan Mengenal).
Tatkala seseorang mengucapkan dua Kalimah Syahadat tetapi tidak mengetahui Makna yang terkandung didalamnya maka tidak menjadikan suatu jaminan bahwa ia akan merasakan manis lezatnya Penyaksian.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Iman | Bertanda: Hati Dusta, Iman, Ma'rifat, Syahadat, Yakin | 16 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 8, 2008
Jika kita kembali kepada Sejarah sejak zaman Rosulullah Saw membawa Islam ketengah-tengah Manusia, maka Islam itu adalah suatu Agama yang Satu untuk seluruh Umat Manusia. Walaupun banyak manusia itu yang tidak mau menerima kehadiran Islam ditengah-tengah mereka.
Akan tetapi dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Islam itu adalah Agama yang membawa manusia kepada yang Satu yaitu Allah Swt. Islam adalah Agama yang memusnahkan perbedaan, perselisihan, pertengkaran yang mengakibatkan perpecahan. Sungguh-sungguh sangat Ironis sekali jika mereka yang mengaku beragama Islam tetapi dalam praktek keagamaan selalu saja mengundang perselisihan dan pertikaian.
Kenapa bisa demikian? Karena mereka bukan lagi melihat Islam adalah Agama pembawa Rahmat melainkan mereka menjadikan Islam itu sebagai suatu golongan dan aliran. Sehingga masing-masing golongan dan aliran itu mempertahankan daripada keyakinannya masing-masing, menganggap keyakinannya itulah yang benar, begitupun golongan yang lain juga menganggap demikian.
Jika demikian halnya apakah ini bukan suatu jalan yang membawa perselisihan dan perpecahan?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: Iman, Tasawuf, Tauhid | 9 Komentar »
Ditulis oleh pengembarajiwa di/pada September 5, 2008
Manusia hidup bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi datang dari pada yang Maha Hidup. Tatkala Allah berkehendak atas diri maka Sirullah/Rahasia Allah yaitu Ruh akan Nasab/Misra kepada sekalian tubuh. Setelah Ruh Nasab/Misra kepada sekalian Tubuh lalu bernafaslah ia, berdetaklah jantungnya, mengalirlah darahnya, terbuka matanya dan bergeraklah anggota tubuhnya kemudian sempurnalah ia bernama “Manusia”.
Allah berfirman :



“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS,At Tiin : 4)
Kesempurnaan Manusia itu adalah menunjukkan betapa Maha Sempurnanya Allah yang telah menciptanya. Sehingga dengan kesempurnaan itu lah yang membuat Iblis merasa Iri dan Cemburu dibuatnya dikarenakan tidak mengetahui akan Hakikat Manusia itu.
Bahkan Malaikat pun tidak mengetahui tentang Hakikat Manusia, seluruh Makhluk tidak ada yang mengetahuinya melainkan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Dan tatkala Allah berkehendak atas tiap diri seseorang untuk dijadikan Kekasihnya maka Allah akan membukakan Rahasia itu pada dirinya. Sehingga dengan tersingkapnya akan Rahasia itu menjadikan dirinya semakin dekat sekali dengan Tuhannya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ma'rifatullah | Bertanda: Ma'rifat, Rahasia, Tasawuf, Tauhid | 7 Komentar »