PENGEMBARA JIWA

(Menemukan Cahaya Abadi di dalam Lautan Tauhid dan Tasawuf)

Rindu Rosul Pintu Mahabbatullah

Posted by pengembarajiwa pada Agustus 31, 2008

Allah Swt Berfirman : ” Jika engkau mengaku cinta kepada Ku, maka ikuti/cintai dulu Rosul Ku Maka Aku akan cinta kepadamu.

Jelas sekali dinyatakan bahwa Rosulullah Saw adalah sebagai jembatan/Washilah dari pada mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt. Bukan hanya itu Rosulullah juga Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi.

Sehingga bagi mereka yang menginginkan perjumpaan dengan Allah sudah barang tentu haruslah mengenal akan Rosulullah Saw, bukan hanya sekedar mengikuti dari pada kejahiran/kelakuan Rosul tapi yang lebih penting adalah mengerti dari pada Pribadi/Jiwa Rosulullah Saw.

Jiwa/Pribadi Rosul adalah pribadi yang kokoh dalam Ketauhidannya kepada Allah dan kuat dalam Mujahadahnya untuk menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi serta Kasih Sayang kepada siapa saja yang ada dimuka bumi.

Begitu Kuatnya Tauhid Rosul didalam Tauhidullah, Rosul tidak takut dicela, dicaci, dimaki, di benci bahkan bila dibunuhpun Beliau tidak takut untuk menghadapinya. Beliau adalah suri tauladan bagi sahabat, keluarga bahkan musuh sekalipun dibelakang Nabi sebenarnya mereka sayang akan Beliau dan juga membenarkan akan Beliau. Tetapi karena ke Egoan/kesombongan lah yang menyebabkan mereka selalu memusuhi.

Lalu bagaimana dengan mereka-mereka yang mengaku cinta kepada Allah dan Rosulnya. Jangankan mengenal pribadi Rosul, sifat dari pada Rosulullah saja hampir-hampir tidak melekat pada dirinya.

Rosulullah mengajarkan untuk selalu bersatu padu dan jangan bercerai berai, tetapi mereka yang mengaku Cinta malah bermusuh-musuhan bahkan ada yang berperang mengadu kekuatan dengan mempertahankan ke Egeoan yang ada pada dirinya yaitu merasa diri paling benar.

Mereka yang tidak sepaham dari golongan nya dianggap salah dan sesat bahkan ada juga yang tidak tanggung-tanggung mengatakan mereka yang diluar dari pahamnya dengan mengatakan KAFIR.

Padahal mereka itu satu Agama yaitu Islam. Islam yang selalu mengajarkan Kasih Sayang dan membagi Rahmat tapi orang-orang yang berada di dalamnya lebih banyak tidak sejalan dengan ajaran Islam sendiri.

Ada lagi mereka yang mengaku cinta kepada Rosul tapi tidak mengerti akan pribadi Beliau, dengan se enaknya megatakan hal yang tidak pantas dilontarkan kepada Rosul. Seperti halnya mereka dengan segampangnya mengatakan bahwa Rosulullah itu bisa berbuat Dosa atau Salah. Sebagaimana yang diriwayatkan bahwa Beliau kedatangan seorang nenek tua yang ingin bertanya tentang : Dirinya (nenek) masuk surga tidak nanti di akhirat, lalu Beliau menjawab bahwa nenek-nenek tidak ada yang masuk kedalam surga. Dengan hati yang pedih dan linangan air mata nenek itu pergi meninggalkan Rosul. Lalu kemudian Beliau di tegur oleh Allah bahwa yang diperbuat oleh Nabi itu salah karena menyakitkan hati nenek itu tadi.

Itulah salah satu riwayat dimana mereka-mereka yang tidak mengerti akan pribadi Nabi lalu ikut menyalahkan Beliau juga. Padahal Rosulullah Saw itu bersifat Ma’sum artinya terpelihara/dipelihara oleh Allah dari segala hal perbuatan yang tercela. Dan tidak lah apa yang terjadi pada diri Nabi pada saat itu melainkan pelajaran/ilmu dari Allah Swt untuk Umat Rosulullah Saw dengan sebab/lewat diri Nabi. Pengertiannya adalah bahwa perbuatan seperti itu adalah tidak baik karena menyakiti perasaan oranglain dan Islam tidak mengajarkan untuk menyakiti perasaan orang lain.

Jika mereka segampang itu mengatakan bahwa Rosul itu juga bisa berbuat salah maka sama halnya ia tidak mengetahaui pribadi Nabi yang sesungguhnya dan termasuklah ia orang-orang yang mecehkan Nabinya sendiri. Pantaskah demikian? mengaku cinta tapi yang dicintai itu selalu dilecehkan dan direndahkan dalam kenyataan hidup ini.

Wahai Sang Pencinta Allah, cintai Rosulmu dengan segenap jiwa dan perasaan mu janganlah engkau perdebatkan masalah jahir tapi batinmu masih jauh sekali dengan pribadi Rosul yang seharusnya menjadi tauladanmu. Carilah pengetahuan tentang diri Nabi dengan sebenarnya yaitu sampai kepada jiwa/pribadi Beliau kemudian ikutilah apa yang menjadi kekuatan Beliau dalam Hidup ini yaitu ketauhidan jangan hanya sekedar menjalankan Syari’at tapi tidak tahu apa itu Tauhid dan seperti apa ketauhidan itu.

Ketahuilah bahwa Tauhi itu adalah Ruh dari pada Agama tanpa tauhid maka sia-sia seseorang itu mengaku beragama karena tidak mengetahui kemana tujuan Agama itu.

Jika ditanya tentang tujuan sebenarnya maka dengan lantang di jawab Allah adalah akhir tujuanku begitu ditanyakan lagi Allah itu Nama Kebesara Tuhan jawabnya Benar! bahwa Allah itu nama Kebesaran bagi Tuhan berdasarkan Kalimat ALLAHU AKBAR. Begitu disampaikan kepadanya bahwa mereka masih bergantung kepada Nama belum lagi sampai kepada yang punya Nama maka sama halnya mereka bekerja disuatu perusahaan tapi tidak mengetahui atau tidak mengenal kepada Pimpinan perusahaan itu.

Sungguh sangat disayangkan sekali bagi mereka yang jahirnya mengabdi kepada Allah tapi dari segi batinnya tidak tahu atau tidak kenal dengan Allah Swt. Yang diketahui hanyalah sebatas Nama saja dan Tulisan saja.

Untuk sampai kepada Allah terlebih dulu harus kenal dengan Allah dan untuk kenal dengan Allah terlebih dulu harus kenal dengan Rosul Nya bukan hanya mengikuti dari segi jahir/kelakuan Nabi tapi terlebih utama mengenal dengan jiwa/pribadi Nabi yang berangsur-angsur akan tumbuh rasa cintanya kepada Rosulullah Saw.

Jika hatinya sudah dipenuhi Mahabbah kepada Rosul maka ia akan Rindu untuk bertemu/berjumpa dengan Beliau dan rasa Rindu itulah yang akan mengantarkan ia kepada Gerbang Mahabbatullah untuk menjadikan dirinya lebih dekat kepada Allah Swt.

Semoga Allah Swt menjadikan kita semua Hamba yang kenal dan cinta kepada Rosul Nya.

Aamiin.

About these ads

39 Tanggapan to “Rindu Rosul Pintu Mahabbatullah”

  1. Muhammad said

    Tanya Makna Rindu…?

  2. Joko said

    Apa itu Mahabbatullah

  3. sufi wanita said

    hai pengembara, tulisannya “ok”
    saya mau bertanya, saya pernah mengikuti majelis taklim di daerah saya kebetulan majelis taklim itu bertempat di salah satu pesantren yang cukup ternama di daerah saya. ustad di sana pernah mengatakan kita wajib mencintai rasul dan menjadikan tauladan bagi diri kita tetapi anehnya mengapa mereka setelah mengajarkan cinta kepada rasul, mereka malahan megatakan yang tidak baik megenai diri rasul, ustad itu pernah mengatakan : mhmd itu jahil, mhmd itu orang miskin dan mhmd itu orang bodoh, bahkan mereka mengatakan bahwa mhmd itu pernah punya niat untuk bunuh diri satu lagi mhmd pernah melakukan kesalahan. tolong jawab semua peranyyan saya, saya tau karena Allah kalau semua yg di katakan ustazd itu tidak benar dan tidak baik untuk yang mendengarnya apaagi yang percaya dengan perkataan ustazd tersebut.

  4. pengembarajiwa said

    Muhammad
    =====================
    Tanya Makna Rindu…?
    =====================

    Jika kita cinta akan sesuatu pasti akan tumbuh pada diri perasaan rindu, dimana kita berada selalu teringat dan terkenang akan kekasih. Benar…. khan?

    Nah…! Begitu halnya jika Cinta Akan Rosul sudah melekat pada Diri pasti ia selalu terkenang dan ingat selalu. Itulah yang akan mengantarkan frekwensi cintanya tadi kepada yang Maha Mutlak yaitu Allah Swt, karena perasaan rindu itu adalah kekuatan atau energi Tuhan yang turun pada rasa sehingga menghasilkan Daya Magnet (Tarik menarik). Jika sudah demikian bukankah suatu saat ia akan bertemu dengan Allah?

  5. pengembarajiwa said

    Untuk Mas Joko,
    Saya rasa jawaban saya ke Anda juga sudah diwakili dengan jawaban untuk saudara Muhammad.

  6. pengembarajiwa said

    sufi wanita!

    Pada Hakikatnya di Firmankan Allah bahwa Beliau itu tidak ada yang dikatakannya menurut hawa nafsu melainkan wahyu yang diturunkan. Jika perkataan saja sudah demikian pasti begitu pula dengan Gerak gerik Beliau. Tentu tidak mungkin Rosulullah berbuat serendah itu. Apalagi Beliau bersifat Ma’sum (dipelihara oleh Allah Swt).

    Jika ada yang mengatakan demikian sebagaimana yang anda dengar, maka katakan kepadanya agar dia beradab kepada Rosulullah untuk tidak mengatakan demikian.

  7. truthseeker08 said

    Saya sangat ingin memiliki rasa cinta dan rindu kepada Sayyidina Baginda Rasul SAAW, untuk menyempurnakan dan mengikis peluang untuk tidak totalitas maka saya ingin mengetahui darimanakah datangnya sifat2 seperti itu, yaitu sifat2 mereka yang mengaku cinta namun lidahnya begitu ringan mengucapkan kata2 yang bisa menyakitkan Beliau SAAW? Saya harapkan dengan mengetahuinya saya dapat menyempurnakan kecintaan saya kepada Baginda Rasul SAAW. Karena jika kita tanya secara sadar mereka akan menjawab mereka cinta kepada Beliau SAAW.
    Terima kasih.
    Wassalam

  8. asep said

    Ass. Wr Wb

    @Pengembarajiwa

    “Jelas sekali dinyatakan bahwa Rosulullah Saw adalah sebagai jembatan/Washilah dari pada mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt. Bukan hanya itu Rosulullah juga Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi”.

    Komentar :
    Ma’af apakah tulisan anda ada dalilnya ? bukannya “Rasul Saw gudangnya ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya” ?

    Diriwayatkan bahwa Beliau kedatangan seorang nenek tua yang ingin bertanya tentang : Dirinya (nenek) masuk surga tidak nanti di akhirat, lalu Beliau menjawab bahwa nenek-nenek tidak ada yang masuk kedalam surga. Dengan hati yang pedih dan linangan air mata nenek itu pergi meninggalkan Rosul. Lalu kemudian Beliau di tegur oleh Allah bahwa yang diperbuat oleh Nabi itu salah karena menyakitkan hati nenek itu tadi.

    Komentar :
    Hadist tersebut mungkin yang benar adalah nenek tsb dipanggil kembali oleh Rasul Saw kemudian dikatakan nenek tsb akan masuk surga, karena di surga tidak ada nenek-nenek yang ada hanya wanita-wanita surga yang masih muda belia.
    Hadist ini dikatakan oleh Rasul Saw kepada para sahabatnya betapa nikmatnya masuk surga ditemani oleh wanita-wanita yang masih muda belia dan kalau masuk surga yang sudah tua akan menjadi muda kembali.

    Untuk sampai kepada Allah terlebih dulu harus kenal dengan Allah dan untuk kenal dengan Allah terlebih dulu harus kenal dengan Rosul Nya bukan hanya mengikuti dari segi jahir/kelakuan Nabi tapi terlebih utama mengenal dengan jiwa/pribadi Nabi yang berangsur-angsur akan tumbuh rasa cintanya kepada Rosulullah Saw.

    Komentar :
    Saya ingin menambahkan ” untuk kenal dengan Rasul Saw, terlebih dahulu harus kenal dengan Ahlul Bait Rasul Saw ”

    Mohon ma’af yang sebesar-besarnya, apabila komentar saya ada yang salah.

    Wass. Wr. Wb.

  9. @truthseeker08

    ===================================================================
    “darimanakah datangnya sifat2 seperti itu, yaitu sifat2 mereka yang mengaku cinta namun lidahnya begitu ringan mengucapkan kata2 yang bisa menyakitkan Beliau SAAW?”
    ===================================================================

    Semua bermula karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang Hakikat Rosulullah Saw. Yang di ketahui hanyalah sebatas Lahiriah Beliau saja. Jika Mereka tahu bahwa dirinya tidak ada tanpa adanya Nur Muhammad Saw dan jika ia sadar bahwa kecintaan Muhammad Saw kepada Umatnya melebihi kecintaan kepada dirinya sendiri, tentu mereka tidak segampang itu mengatakan yang tidak2 kepada Beliau.

    Ketahuilah wahai manusia yang mengaku cinta kepada Rosulullah Saw, Kalian belumlah dikatakan cinta jika kalian tidak mengerti bahwa Nur Muhammad terbit dari pada Kebenaran yang Maha Mutlak (Allah Swt), Bagaimana mungkin Nur yang Mulia itu yang terbit dari pada Kebenaran Yang Maha Mutlak bisa disamakan dengan Manusia biasa yang selalu dalam Salah dan lupa.

    Sungguh! Muhammad Saw adalah Manusia tetapi tidak sama dengan manusia biasa, karena Nur Beliaulah asal mula segala sesuatu ada, Nur Beliaulah Pancaran Kebenaran Allah dimuka Bumi ini, Nur Beliaulah yang menjadi rahmat bagi sekalian Alam, Nur Beliaulah yang di Firman kan Allah dengan : “Allahu Nurussamaawaati wal Ard'”, Nur yang bertatapan langsung dengan Tuhannya pada Malam Mi’roj yang tidak ada yang lain di sekelilingnya. Diriwayatkan Bahwa Beliau pernah mengatakan :”Ana Abal Arwah wa Adama abal Jasad” (Aku Bapak sekalian Ruh sedangkan Adam Bapak sekalian Jasad). DAn Beliaulah “Al-Miftahul Jannah”.

    Dan masih banyak lagi ke istimewaan pada diri Beliau yang menunjukkan Bahwa Beliau walau pada kezahirannya sama dengan Kita tetapi Batin Beliau Teristimewa daripada yang Istimewa. Ibarat Batu Yaqud dengan Batu biasa…….

    Semoga Allah menumbuhkan kesadaran pada diri kita untuk mentauladani Beliau zahir dan BAtin dan di tumbuhkan Kecintaan yang Amat sangat kepada Beliau beserta para Kelaurganya.

    Aaamiiin..

    @Asep

    Wa’alaikum SAlam…..

    =============================================================
    Komentar :
    Ma’af apakah tulisan anda ada dalilnya ? bukannya “Rasul Saw gudangnya ilmu, Ali adalah pintu gerbangnya” ?
    =============================================================

    Benar! apa yang anda katakan, bahwa : Rosul saw adalah Gudangnya Ilmu sedangkan Ali adalah pintu gerbangnya.

    Akan tetapi apakah Anda mengetahui Bahwa Pintu Gerbang Ilmu Allah Ta’ala itu ada berapa?

    Setahu saya dan juga pernah di katakan oleh Mereka para Arif Billah yang sampai kepada Lautan Ilmu Ahadiyah Allah Ta’ala mengatakan, bahwa : Pintu Gerbang Ilmu Allah Ta’ala itu ada 70 Pintu Gerbang.

    Jika Anda belum pernah mengetahui itu…., maka tidak usah menanyakan kepada saya mana dalilnya…….

    Sebab, Pasti akan saya katakan Bahwa Allah Ta’ala itu Maha Nyata senyata nyatanya dan Dalilnya adalah Rosulullah Saw sendiri.

    Pintu Gerbang dinyatakan kepada Ali hanyalah sebatas Pintu untuk sampai kepada Rosulullah Saw.
    Akan tetapi Rosulullah Saw adalah Pintu Gerbang untuk menuju kepada Kebenaran yang Haq. Karena itulah saya mengatakan, bahwa :
    Rosulullah adalah Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi”. yaitu (70 Pintu Gerbang Ilmu Allah Ta’ala).

    ============================================================
    Komentar :
    Hadist tersebut mungkin yang benar adalah nenek tsb dipanggil kembali oleh Rasul Saw kemudian dikatakan nenek tsb akan masuk surga, karena di surga tidak ada nenek-nenek yang ada hanya wanita-wanita surga yang masih muda belia.
    Hadist ini dikatakan oleh Rasul Saw kepada para sahabatnya betapa nikmatnya masuk surga ditemani oleh wanita-wanita yang masih muda belia dan kalau masuk surga yang sudah tua akan menjadi muda kembali.
    ============================================================

    Anda benar denga Riwayat itu!, adapaun saya hanya menyampaikan sebagaiannya saja untuk mengingatkan kepada kita bahwa apa yang dilakukan Rosul pada waktu itu semata2 Pelajaran Allah Ta’ala untuk Umat Rosulullah Saw, bahwa perbuatan seperti itu tidak baik dilakukan. sedangkan Rosul sendiri bersifat Ma’shum.

    Dan apa yang Anda tulis di komentar itu adalah kelengkapan dari pada Hadits tsb.

    =============================================================
    Komentar :
    Saya ingin menambahkan ” untuk kenal dengan Rasul Saw, terlebih dahulu harus kenal dengan Ahlul Bait Rasul Saw ”
    =============================================================

    Saya katakan,: bukan suatu jaminan bahwa untuk mengenal akan Rosulullah Saw itu terlebih dahulu harus kenal dengan ahlul Bait Rosul.

    Sebab pada tiap2 diri terdapat Sir/Rahasia Allah. Sebagaimana yang dikatakan dalam Suatu Hadits Qudsi :

    “Insan itu Rahasia-Ku, Rahasia-Ku itu Sifat-Ku, dan sifat-Ku itu tiada lain daripada-Ku”

    Dengan Mengenal akan diri yang sebenarnya Niscaya kenallah akan Tuhannya. “Man Arofa Nafsahu faqod Araofa Arobbahu”.

    Tetapi jika mencintai Rosulullah Saw, benarlah harus juga mencintai Ahlul Bait Beliau.
    “Siapa yang mencintai Keluarga Ahlul-BAitku maka ia telah cinta kepadaku, Siapa yang menyakiti keluarga Ahlul Baitlu maka ia telah menyakiti aku”

    Demikian adanya……
    Semoga berkenan

    Wassalam,

  10. asep said

    Ass. Wr. Wb.

    @Pengembarajiwa
    Hadist “Nabi kota ilmu, Ali adalah gerbangnya” adalah kata-kata Nabi Swt yang maksum, itu jelas menjadi rujukan umat Islam dan ada dalilnya. Kalo anda mengatakan menurut para Arif Billah tentunya harus disesuaikan dengan nash Al Qur’an dan Hadist.

    Mengenai cerita nenek, itulah yang selama ini saya yakini pemahamannya apabila masuk syurga orang yang sudah tua akan menjadi muda kembali dan betapa nikmatnya orang masuk syurga ditemani oleh wanita-wanita yang muda belia. Kelanjutannya adalah nenek tersebut tidak sedih lagi. Kayanya saya ragu dengan bunyi hadist yang anda tuliskan. ( kalo bisa sebutkan siapa yang meriwayatkannya ? )

    Untuk kenal Rasul Saw, tentu harus terlebih dahulu harus kenal dengan Ahlul Bait Rasul Saw. Karena begitu banyak hadist-hadist yang diriwayatkan oleh Ahlul Bait Rasul Saw, setelah dipelajari dan dipahami, baru mengatakan Rahasia Allah Swt, seperti apa yang dikatakan dalam hadist Qudsi tsb.

    Wallahu’alam Bishawab.

    Wass. Wr. Wb.

  11. Wass,Wr,Wb

    @Asep
    ——-

    Saya Hanya mau mengembalikan ttng apa yang anda tulis di akhir komentar Anda… yaitu :

    “Wallahu’alam Bishawab”

    Mengertikah Anda Mas Asep?

    Jika Anda mengerti…, bagaimana Anda menyikapi komentar2 Anda maupun komentar teman2 di sini di dalam Makna “Wallahu’alam Bishawab”.

    Afwan Ya Akhi…..

    Wassalam

  12. ppt said

    Assalumu`alikum wr.wb.

    Mungkin yang dimaksud oleh mas asep adalah,sebelum kenal rasul harus kenal dengan ahlul bait beliau adalah,kita yg awam sebagai manusia di jaman yang jauh berbeda dengan Rasulullah tidak kenal beliau baik secara zahir maupun bathin,yang mengenal beliau yang mendapat rahasia2 Ilmu Ketuhanan tentu orang terdekat dan tersayang beliau yaitu Ahlul baitnya, bersambung sampai dengan yang sekarang,itu adalah tali,silsilah,wasilah yang menghubungkan kita langsung kepada Baginda Rasulullah,bukan hanya secara zahir tetapi secara bathiniah/Ruhaniah.

    Mohon koreksinya,

    Salam

  13. AW said

    sahabat PJ,
    benar sekali, mencintai Allah dan Rasulullah adalah kemuliaan dan kesuksesan tertinggi dalam hidup ini.
    Kenapa dan lantaran apa saya bisa mencintai anak,istri,ortu, harta dll. Tapi kenapa saya kok nggak bisa mencintai Allah yang menciptakan aku dari tiada menjadi ada dan sempurna dengan segala fasilitas yg saya butuhkan (nafas,jantung, otak,perasaan fikiran, anggota tubuh, dsb) Sering saya merenungkan hal seperti demikian.
    Sahabat PJ,
    apa yg harus aku lakukan supaya benih2 cinta pada yang mulia Rasulullah saw bisa tumbuh dari diriku yg bebal dan tuli ini …?
    Mohon kasih kami nasehat dan wejangan sahabat ,…

    Terima kasih

  14. @AW

    Wahai Sahabatku……….

    Langkah awal dalam perjalanan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya, tentu haruslah mengenal terlebih dulu dengan yang dicintai…..

    Bukankah Tak Kenal maka tak Sayang?
    Tak SAyang maka tak Cinta?

    Yang jadi persoalan adalah…:

    Bagaimana kita bisa mengenal akan Allah sedangkan Allah itu tidak bisa di lihat dengan mata kepala?

    Bagaimana kita bisa mengenal akan Rosulullah sedangkan kita hidup tidak sezaman dengan Beliau?

    Lalu bagaimana ikrar 2 Kalimah Syahadat bisa dikatakan Syah jika tidak mengenal kepada yang disaksikan? Yaitu Allah dan Muhammad Rosulullah.

    Sahabatku……..

    Untuk mengatasi persoalan demikian, maka Nabi Saw sangat2 menekankan sekali yang namanya Menuntut Ilmu khususnya menuntut Ilmu Agama lebih khusus lagi Ilmu Agama yang menuju kepada Pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah)

    Sehingga tanpa Ilmu Ma’rifatullah maka tidak akan di rasakan Mahabbah (Cinta)

    Saran saya carilah seorang Mursyid yang membimbing Anda kepada tataran Ma’rifatullah.
    Belajarlah dengan sungguh2, hingga kau dapatkan Mahabbah (Cinta) yang sebenarnya yaitu Cinta Sejati.

    Selama di dalam pencarian Mursyid, maka perbanyaklah bersholawat kepada Rosulullah Saw agar dipermudah dan diberkati dalam pencarian Mursyid.

    Dan jika telah menemui seorang Mursyid, tetaplah memperbanyak Sholawat walau halangan dan rintangan apapun yang menghadang, karena Sholawat itu sebagai pembuka pemahaman dan penyampai maksud tujuan.

    Kenapa saya sangat menekankan sekali yang namanya Sholawat atas Rosulullah Saw?
    Karena hanya Beliaulah yang pernah berjumpa dengan Allah pada Malam Mi’roj, dan hanya Beliaulah yang mengerti akan Hakikat Cinta Sejati kepada Allah Swt.

    Dengan berwashilahkan Shalawat atas Beliau, semoga Beliau Ridho untuk membimbing kita ke Jalan Ma’rifatullah dan Mahabbatullah.

    Tetapi perlu di yakini bahwa Beliau pernah bersabda : bahwa apabila di suatu kaum mereka bersholawat kepadaku maka Aku hadir disitu.

    Jelas sekali…., jika Rosulullah hadir atas mereka2 yang bersholawat maka sudah pasti Beliau akan menolong dan membantu orang2 yang bersholawat itu untuk mendapatkan maksud dan tujuannya.

    Semoga berkenan…..

    Wassalam.

  15. siliwangi said

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Mas PJ mohon maaf jika komentar saya kali ini agak panjang

    Untuk mengenal Allah maka yang pertama harus dilakukan adalah kenal terlebih dahulu
    Kepada Rosulullah Saw karena,
    Pengetahuan Allah = Pengetahuan Rosulullah
    Dan belumlah sah kita mengaku sebagai umatnya Rosulullah jika kita sendiri belum
    Mengenal Rosulullah baik secara Syareat maupun secara hakekat

    Sahnya sahadat ada 4 perkara

    1.Harus mengetahui dengan pasti dan yakin akan Zat-Nya Allah Ta’ala

    2.Harus mengetahui dengan pasti dan yakin akan Asma-Nya Allah Ta’ala

    3.Harus mengetahui dengan pasti dan yakin akan Sifat-Nya Allah Ta’ala

    4.Harus mengenal Rosulullah dengan sebenar-benarnya

    Adanya Allah adanya Muhammad
    Adanya Muhammad adanya Allah

    Artinya : Tidak akan ada Zat kalau tidak ada sifat dan
    Mustahil ada Sifat jikalau tidak ada Zat

    Sadar atau tidak sadar sebenarnya manusia mengakui akan satu kesatuan antara Allah dan Rosulullah ini
    Contohnya kalau kita lihat ke mesjid-mesjid atau ke majlis-majlis ta’lim atau pondok pesantren pastilah memajang Tulisan Asma Allah dan Lafadz Muhammad ( Allah disebelah kanan dan Muhammad disebelah kiri ) Padahal tidak ada aturan dari Rosulullah bahwa jikalau memasang Asma Allah haruslah didampingi oleh lafadz Muhammad dan yang memasangnya sendiri belumlah tentu mengetahui bahwa Allah dan Rosulullah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
    Jadi apa yang menggerakkan itu semua tiada lain adalah NURani nya sendiri karena NUR mengetahui bahwasannya Allah dan Muhammad adalah satu kesatuan yang utuh hanya saja kebanyakan manusia tidak menyadari akan adanya Nur tersebut..

    Inilah yang meyebabkab kenapa Rosulullah disebut sebagai “ Babuning Ruh Sakabeh “ dan
    Disebut juga sebagai Penghulu para Nabi karena dari Nurnya lah tercipta jagat raya beserta isinya

    Maka oleh sebab inilah kenapa ajaran Islam disebut sebagai ajaran yang paling tinggi/luhur ?
    Karena hanya ajaran Islamlah yang mendapat Hak Mutlak untuk Ma’rifat kepada Allah Ta’ala.
    Buktinya adalah Mi’rajnya Rosulullah Saw.

    Jadi inilah alasannya kenapa mas PJ mengatakan bahwa Rosulullah itu adalah gerbangnya ilmu pengetahuan karena apa yang Allah ketahui Rosulullahpun mengetahuinya.

    Intinya dalam menjalani hidup ini kita harus sampai pada tahap merasakan tidak pisahnya antara diri kita dengan Allah dan Rosulullah.
    Kalau kita sudah bisa merasakan tidak bisa dipisahkan dari Allah dan Rosulullah ,
    masa iya sih kita masih berani melakukan hal-hal yang tidak baik seperti sirik , pidik , jail aniaya , sikut kiri sikut kanan , Hantam kiri hantam kanan , dst……karena kita akan selalu merasa bahwa semua gerak gerik kita selalu diperhatikan oleh Allah dan Rosulullah baik siang maupun malam.

    Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

    Mas PJ sekali lagi Mohon maaf jikalau komentarnya kepanjangan

    Salam

  16. @Siliwangi

    Terimakasih sekali sudah membantu untuk menguraikan lebih jelas lagi, sehinga saudara2 kita yang lain bisa mengerti kedudukan Rosulullah Saw sebagai Nabinya.

    Alhamdulillah…….. yang telah menunjukkan jalan pemahaman sebagai Pembuka Kunci Surga (Miftahul Jannah) melalui Penghulu sekalian Nabi yaitu Sayyidina wa Mawlana Al Musthofa Muhammad Rosulillah Saw.

    Semoga bemanfa’at dam mencerahkan bagi yang membacanya…………..

    Salam

  17. asep said

    @Pengembarajiwa

    “Wallahu’alam Bishawab” kalau tidak salah artinya adalah menyerahkan segala sesuatu kepada Allah Swt.
    Saya menyikapi komentar-komentar saudaraku sekalian dengan berpesan-pesanlah dalam kebenaran dan tetap dalam kesabaran. Kenapa mas PJ menanyakan hal tsb?

  18. aburahat said

    @All
    Saya membaca dari komentar para teman dalam blog ini membicarakan pintu untuk dapa menyitai Allah dengan menyitai Rasulullah SAW. Saya sangat setuju sekali karena tanpa Rasul kita tdk mungkin mengenal Allah. Kalau kita meyakini ini, maka cinta kita pertama adalah Rasul utk menuju cinta terakhir yakni kepada Allah. Ada yang mengatakan bagaiman kita bisa mengenal Allah sedangkan kita tak dapat melihatNya? Bagaimana kita bisa kenal Rasul sedangkan Rasul tdk hidup bersama kita.Benar. Oleh sebab itu kita berusaha mengenal Allah melalui sifat2Nya Yang Maha Agung. Dan mengenal Rasul dengan se-benar2nya.Dan untuk mengenal keduanya kita harus mencari seorang MURSYID untuk membimbing kita. Dan inipun benar pula. Tapi ingat bahwa setiap hamba Allah yang ingin mengenal Allah dengan se-benar2nya selalu ada IBLIS disamping kita yang selalu menyelewengkan jalan kita tanpa kita sadari. Iblis tdk memimbing kita jalan yang kita ketahui sesat. Tetapi bagi seorang mukmin iblis membimbing kita kearah yang sedang kita tuju juga tanpa kita sadari. Ingat akan pertemuan dan dialog antara Syamsyuddin dan Rumi. Jadi menurut saya mencari seorang MURSYID belum menjamin. Dan kita tdk yakin apakah bimbingan mencari Mursyid itu dari Allah atau Iblis. Wasalam.

  19. siliwangi said

    aburahat Berkata:
    Nopember 20, 2008 pada 10:27 am

    …..untuk mengenal keduanya ( Allah dan Rosululloh )kita harus mencari seorang MURSYID untuk membimbing kita. Dan inipun benar pula. Tapi ingat bahwa setiap hamba Allah yang ingin mengenal Allah dengan se-benar2nya selalu ada IBLIS disamping kita yang selalu menyelewengkan jalan kita tanpa kita sadari.
    ================================
    inilah alasannya mengapa Gusti Allah memberikan manusia suatu alat yang bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil yaitu Akal sehat dan Hati NUrani hanya saja masalahnya kedua alat tersebut lebih sering dikalahkan oleh rekayasa alam pikiran manusia itu sendiri ( sebaik-baiknya petunjuk adalah Al Qur’an dan Hadist )

    Iblis tdk memimbing kita jalan yang kita ketahui sesat. Tetapi bagi seorang mukmin iblis membimbing kita kearah yang sedang kita tuju juga tanpa kita sadari.
    =================================
    bolehkan saya mengetahui definisi dari kata iblis , syetan menurut mas Aburahat? dan bagaimanakah bentuk dari kedua makhluk yang sering dibicarakan oleh umat manusia sebagai penggoda keimanan seseorang itu ?

    Jadi menurut saya mencari seorang MURSYID belum menjamin.
    ================================
    betul sekali karena yang bisa menjamin adalah diri kita sendiri apakah hidup sudah sesuai dengan kehendak Allah ataukah tidak ? ( disini tugas Guru hanya sebagai penunjuk jalan saja )

    Dan kita tdk yakin apakah bimbingan mencari Mursyid itu dari Allah atau Iblis. Wasalam.
    ================================
    oleh sebab itulah Allah memberikan kita alat yang diberinama Akal sehat adn Hati NURani dan menurunkan petunjuk berupa AL’Quran dan sebaik-baiknya contoh yaitu Rosulullah
    untuk dijadikan bahan sebagai rujukan dalam ber Ma’rifat kepada-Nya

    Apakah nanti setelah melalui tahapan- tahapan Ma’rifat tersebut seseorang bisa bertemu dengan Mursyidnya yang sejati ( kalau kata mas PJ Mursyid Murobbi ) ataukah tidak itu semua adalah ketentuan Allah Swt yang tidak ada seorangpun yang tahu…( tergantung dari perilaku kita didunia ini karena sebenarnya Mursyid yang sejati hanya ikut kita disaat kita sedang beribadah dan melakukan kebaikan-kebaikan dijalan Allah Swt diluar itu mereka tidak ikut campur dan tidak mau tahu….)

    Semakin Manusia tenggelam akan keduniawian maka semakin jauh pulalah manusia dengan Mursyid yang sejatinya

    Salam

  20. aburahat said

    @Siliwangi
    Mas mengomentari dalam bait pertama:
    inilah alasannya mengapa Gusti Allah memberikan manusia suatu alat yang bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil yaitu Akal sehat dan Hati NUrani hanya saja masalahnya kedua alat tersebut lebih sering dikalahkan oleh rekayasa alam pikiran manusia itu sendiri ( sebaik-baiknya petunjuk adalah Al Qur’an dan Hadist )

    Benar sekali yang mas katakan, sering kita kalah karena EGO kita atau NAFSU yakni IBLIS. Ini yang Rasul bersabda: “Didalam dada kita ada segumpal daging. Kalau baik kita baik> Kalau jelek ya kita juga jadi tidak benar. Kemudian dlm Hadits Kudsi Allah mengatakan; Surga adalah tempat kamu sedangkan hatimu adalah tempatKu. Dan Iblis berkata dari sinilah aku menyesatkan bani Adam.

    Mas bertanya difinisi iblis dan syaitan menurut saya.
    Saya secara jujur saya tdk berani membuat difinisi. Cuma saya bisa jelaskan sesuai pengertian saya berdasarkan Firman Allah.
    Berdasarkan Firman Allah saya menangkap pengertian bahwa IBLIS adalah sebangsa Jin yang diciptakan dari API. Karena mendapat kutukan dari Allah maka ia berjanji utk menyesatkan bani Adam dari segala tempat dan melalui jalur mana saja. Dan iblis menemukan
    salah satu ciptaan Allah ialah NAFS yang bertempat dihati. Dan bergerak sesuai aliran darah kita
    Sedangkan Syaitan adalah bala tentara Iblis yang berupa manusia. Jadi manusia yang telah tunduk/atau memiliki sufat2 iblis disebut Syaitan.

    Mengenai MURSID bukan itu maksud saya. Tapi mendapatkan seorang mursid. Sebab bisa saja tanpa sadar kita mendapat bimbingan dari seorang yang menurut kita bisa membimbing tapi ternyata tingkatnya bukan sebagai seorang mursid.
    Mas, menurut saya mursid bukan saja sebagai penunjuk jalan, tapi bertanggung jawab atas muridnya. Karena seseorang yang telah kita angkat sebagai Mursid/pembimbing maka kita harus SAMI’NA wa ATHA’NA

    Mas mengatakan:
    oleh sebab itulah Allah memberikan kita alat yang diberinama Akal sehat adn Hati NURani dan menurunkan petunjuk berupa AL’Quran dan sebaik-baiknya contoh yaitu Rosulullah
    untuk dijadikan bahan sebagai rujukan dalam ber Ma’rifat kepada-Nya

    Saya rasa sulit diterapkan kalau kita tidak punya pegagangan.
    Saya ambil contoh: Kita tdk mendapat WAHYU langsung dari Allah begitu pula kita tdk langsung mendapat petunjuk dari Rasul. Kita berpegang sebagai pembimbing/pegangan adalah Alqur’an. Dan kita tdk dapat mengetahui hakekat Firman Allah maka kita berdasarkan tafsir para mufasir. Begitu juga dengan Rasul kita berpegang pada hadits yang dirawikan.
    Pertanyaan saya apakah mas yakin tafsir tsb sudah benar. Dan apakah hadits2/riwayat Rasul sudah benar?. Inilah masalah yang kita hadapi maka kita perlu sorang Mursid/Guru pembimbing yang mempunyai Nur Rasul. Mudah2an bisa diterima. Wasalam

  21. Siliwangi said

    ;-) :-D

  22. Siliwangi said

    Beginilah indahnya persaudaraan belajar saling memahami , belajar berbagi dan belajar saling menasehati dalam kebaikan…salam…

  23. @Asep

    Ma’afkan Saya jika mungkin komentar saya mengandung unsur tanda tanya (?)

    Tetapi ketahuilah SAudaraku Asep, jujur! bahwasannya maksud saya menanyakan ttng “Wallahu a’lam bishowab” itu agar kiranya kita dalam memberikan masukan kepada SAudara2 kita yang lain ttng kebenaran juga kita tidak melupakan bahwa Allah lah yang lebih mengetahui ttng kebenaran yang sejati kemudian dengan pengetahuan itu menjadikan kita orang2 yang berserah diri kepada-Nya.

    Dan saya rasa mas Asep pun sudah mengetahui itu, dan saya rasa Anda pun setuju dengan saya. Karenanya Ma’afkan Saya jika ada salah kata………

    Tidaklah Saya ini melainkan : LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADZIIM” (Buta, tuli, bisu, tidak bisa apa2, bukan siapa2 dan bukan apa2)

    Wassalam

  24. @Aburahat & @Siliwangi

    Alhamdulillah………

    Saya bersyukur kepada Allah Swt dan semakin tambah Cinta kepada Rosulullah Saw dikarenakan telah di anugrahkan kepada saya Saudara2 seperti Anda berdua.

    Walaupun kita belum pernah bertemu secara zahir, tapi Batin saya seperti telah menyatu dengan Anda berdua begitu pula dengan saudara2 yang lain di Pondok PJ ini.

    Semoga itu semua akan menjadi berkah bagi persatuan Umat Islam di manapun berada.

    Wassalam

  25. asep said

    @Pengembarajiwa

    Saya juga mohon ma’af. setelah dibaca kembali komentar-komentar saya ternyata banyak sekali yg kurang pantas. Sehingga wajar apabila mas Pj mengingatkannya.
    Terimakasih saya telah belajar banyak di blog ini, kalo dikemudian hari ada komentar saya yg kurang pada tempatnya, tolong dikoreksi jangan sungkan-sungkan. Karena ada pepatah yg mengatakan benar menurut sendiri, belum tentu benar menurut orang lain. Begitu pula benar menurut manusia belum tentu benar menurut Allah Swt.
    Sekali lagi mohon ma’af yg sebesar-besarnya, mohon ma’af lahir dan bathin.

    Wasalam

    • fuad said

      Alhamdulillah…salut untuk anda berdua (Bang PJ dan Bang Asep). Merinding saya baca tutur kata anda berdua yang saling memaafkan. Salut….

  26. @Asep

    Alhamdulillah……

    Mari kita saling berma’af2an dan bersalam2an……..

  27. nabila said

    kapankah kerinduan ini berbalas?

    • @nabila

      Kerinduan itu ada dikarenakan jauh dengan yang dirindukan. Seandainya ia dekat dengan kita tentu rasa kerinduan itu akan terganti dengan Kebahagiaan.

      Dan Ketahuilah…… sesungguhnya walaupun pada kenyataannya Beliau telah Wafat tetapi Hakikat Beliau tetap HIDUP dan menjadi Sir/Rahasia pada segala sesuatu khususnya pada Insan. Tatkala Insan itu mengenal akan Sir yang ada pada dirinya maka ia akan selalu bersama kemanapun berada. Jauh tidak berjarak dan dekat tiada bersentuhan. Oh….., Sungguh Indahnya Para Pencinta yang telah lebur ke pada yang dicintainya.

      Semoga Anda pun suatu saat, Allah kehendaki untuk mengetahui dan bertemu dengan Sir Beliau yang ada pada setiap diri. Sehingga lenyaplah kerinduan itu dan berganti dengan Kebahagiaan.

  28. pemburucahaya said

    Assalamua`laikum….
    Salam Kenal saudaraku semua dalam iman dan tauhid…
    Saya sangat senang dipertemukan Alloh SWT dengan saudara-saudaraku yang seiman dan seperjuangan walaupun hanya lewat dunia maya yang fana ini!!!!
    Untuk Mas Pengembara Jiwa saya mohon ijin untuk bergabung dalam wacana anda dan semoga Alloh SWT merahmati anda yang telah membuat tali persaudaraan yang sangat mulia ini!!!

    Mas Pengemabara Jiwa yang terhormat dan semoga mendapat limpahan Kasih dan RahmatNYA yang Maha Suci, saya ada sedikit pertanyaan yang sangat mengganggu pikiran saya sewaktu saya melaksanakan Musyahadah yaitu :

    1. Saya dibimbing seorang Mursyid agar saya mendawamkan SHOLAWAT RAHMAT (apakah artinya?).
    2. Dimana letak pintu Mahabbah Rosululloh SAW dan bagaimana cara memproyeksikan dalam kehidupan kita ini?
    3. Dalam dunia ke TAUHID an kita dituntut bisa memfanakan keberadaan diri kita dan menampilkan Af`al Alloh SWT ” tidak ada yang berbuat pada hakekatnya melainkan Alloh SWT, tidak ada yang hidup pada hakekatnya mlainkan Alloh SWT dan tidak ada yang maujud pada hakekatnya melainkan Alloh SWT” yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana kita membuka pintu Mahabbah kepada Baginda Yang Mulia Rosululloh SAW apakah dzaug kita harus terbagi menjadi dua ( Alloh SWT dan Muhammad SAW) walaupun saya mengetahui bahwa dari dalam hati NURani saya yang paling dalam mengatakan bahwa ALLOH SWT dan MUHAMMAD SAW adalah satu tapi saya sangat sulit mengimplementasikan dalam kehidupan ini????

    Harap dimaklumi petanyaan saya banyak dan agar terputar-putar tapi beginilah saya yang sedang memburu CAHAYA Ilahi Robbi sehingga banyak yang berkecamuk dlm dada ini (LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADZIIM), saya sangat senang sekali apabila saudara-saudaraku mau berbagi sedikit cahayaNYA agar saya bisa berjalan dalam gelapnya dunia yang serba Fatamorgana ini
    (anggap saja apabila pertanyaan saya ini tidak enak dibaca dan dipahami mklumi saja itu datangnya dari saya sendiri apabila ada kelebihannya itu datangnya dari Sang Pemberi Cahaya Alloh SWT tempat kita bermula )

    Mohon pencerahannya!!!!!

    Wassalamu`alaikum….

  29. Oye Coy said

    Assalamu`alaikum wr wb…
    Mohon maaf sebelumnya Mas PJ yang terhormat !!!!
    Perkenankanlah saya untuk mengcopi tulisan-tulisan anda karena saya rasa sangat menyentuh dan akan saya jadikan bekal untuk melanjutkan perjalanan menemukan DIRI saya….

    Wassalam..

  30. truthseeker08 said

    Rasulullah

    Sungguh hati muslim dipatri cinta Nabi.
    Dialah pangkal mulia, sumber bangga.

    Dia tidur di atas tikar kasar.
    Sedang umatnya mengguncang tahta Kisra.
    Inilah pemimpin yang bermalam-malam terjaga.
    Sedang umatnya tidur di ranjang raja-raja.

    Di gua Hira ia bermalam.
    Sehingga tegak bangsa, hukum dan negara.

    Kala shalat pelupuknya tergenang air mata.
    di medan perang pedangnya bersimbah darah.
    Dibukanya pintu dunia dengan kunci akhirat.
    Duhai belum pernah insan melahirkan putra semacam dia.

    (M. Iqbal)

    • serakah said

      Ass.Wr.Wb.
      Buat Saudara2 KU SeIMAN dalam Ikatan SYAHADAT juga yang kami pribadi hormati Sang Pengembara Jiwa 313 , salam BAIKUNGAN wan PIAN.
      Ulun menambahi DOA gasan SYAIR INDAH ini:
      Ya RABB, Jadikan CINTAKU menjadi CINTA RASULMU
      Ya RABB, Berikan CINTA RASULMU kepada CINTAKU
      Ya RABB, Bentuklah TELADANKU serupa TELADAN RASULMU
      Ya RABB, Siramlah TELADAN RASULMU seutuhnya bagi TELADANKU
      Ya RABB, Sinar HidupKU
      Ya RABB, Sinar Kuasa juga MauKU
      Ya RABB, Sinar pengeTahuanKU
      Ya RABB, Sinar PenghelihatanKU
      Ya RABB, Sinar PendengaranKU
      Ya RABB, Seluruh GERAK & DIAM dalam sinar “TERPUJI”

      ” Kada usah lantih wan haratlah lidah bapandir hadist mun kada mengenal beliau baikungan ” jar urang tuha jua pang.

      buat saudaraku Sang Pengembara Jiwa 313, uraian PIAN diatas kadada Salahnya mengenai BELIAU dan latihan ADAB buat nang mengaku UMAT BELIAU.

      Resapilah saudara2ku semua : sisi kehidupan BELIAU BAGINDA MULIA sebagai manusia biasa yang penuh dengan kasih-sayang,syukur-sabar,serta yang lainnya yang tidak bisa kami sebutkan semuanya keUTAMAan BELIAU sebagai TELADAN MUTLAK bagi yang mengaku UMAT BELIAU.

      Wass.Wr.Wb.
      SERAKAH

  31. hamit said

    duh betapa gobloknya aku, yang setiap hari selalu bermaksiat sementara rosul setiap hari selalau mendoakan muslimin
    masih kah aku bisa dimasukan kedalam umatmu ya Rosul..
    aku malu bila bertemu dengan mu walau aku ingin berjumpa..
    oh..Tuhan bila aku tak boleh bertemu dengan kekasih yang Enkau cintai..maka biarlah sekali saja aku melihat nya dari jauh..

    solawat untukmu kekasihAlloh..keluarga..juga sohabatmu..

  32. sahabat said

    Ya Rasulullah, salam atasmu
    Wahai Pelenyap kebatilan
    Wahai Yang Mulya kedudukannya
    Ahlil Bait Nabi yang Suci

    Merekalah !
    Lambang kemulyaan, keagungan dan kasih
    Para Imam, pewaris Rasul
    yang dikenal dengan kemuliaan
    serta tingginya kedudukannya

    Tidak sejenakpun hati mereka tertuju
    kecuali kepada Allah dihadapkan
    bersama Al Qur’an mereka senantiasa
    kebersamaan yang tidak akan pernah terpisahkan

    Ahlil Bait Nabi yang Suci
    merekalah Penyelamat Bumi (berpeganglah pada mereka)

    Mereka Bahtera Penyelamat
    dalam kekhawatiranmu menghadapi badai
    dari segala godaan kehidupan

    Yaa Allah karuniakanlah kami barokah mereka
    serta petunjuk kebenaran demi keutamaan mereka

    Yaa Allah matikanlah kami dijalan mereka dan
    perlindungan dari segala fitnah

    Yaa Allah,
    sampaikanlah sholawat dan salam
    kepada Muhammad dan keluarganya yg suci,
    dengan sebanyak-banyaknya dan
    tiada henti-hentinya
    tak terbilang banyaknya…Yaa Allah

  33. gofur said

    Bagai mana si cara kita mengenal rasul.

  34. hendra hardiyanto said

    lidah kelu mengucap mata segan menatap telinga sendu mendengar karena hati sudah terpenuh cahaya diatas cahaya aku liat hanya dia aku dengar hanya dia aku fikir hanya dia……….satu-satunya teman adalah airmata kebahagiaan dan airmata pengharapan …..bagaimana mungkin aku berkata buruk tentang islam ketika islam yang mengenalkan aku jalan kebenaran tentang cahaya abadi…aku biarkan orang mempercayai apa yang di imani karena mereka juga bagian dari penglihatan cinta akupun marah dalam kemarahan …..sifat melebur sifat…………..tiada aku berpendar dalam lautan cinta

  35. cep kurdie said

    assalamu’alaikum abahpj ana mohon mau mengambil ilmu-ilmunya,, sempga bermanfaat bilkhusus buat saya aamiin

  36. udohamrl said

    Asslmkum..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: